Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Anda atau keluarga Anda mengalami sakit-sakit ini?
- masalah maag,
- masalah diabetes,
- masalah asam urat,
- masalah paru-paru.

Cuma 1 menit, lanjutkan membaca. Mudah-mudahan ini adalah solusinya.

Salah satu propolis terbaik dunia kini hadir di Indonesia. Ya, British Propolis adalah premium product dari Bridlington, East Yorkshire, Inggris (Britain).

Selama ini kita mengenal Jaguar, Rolls Royce, Range Rover, Mini Cooper, Burberry, Ted Baker, Mark & Spencer, Virgin, Shell, British Petroleum, dan BBC, sebagai global brand asal Inggris yang identik dengan mutu.

British Propolis pun hadir, menjanjikan mutu dan berbagai khasiat. Sebelum Anda memutuskan untuk konsumsi, ada baiknya tahu dulu manfaat-manfaat British Propolis.

Membantu meningkatkan:
- stamina,
- kekebalan,
- pemulihan.

Membantu mengatasi:
- masalah maag,
- masalah diabetes,
- masalah asam urat,
- masalah paru-paru,
- masalah amandel,
- infeksi saluran kencing 

Anda pun semakin yakin dengan khasiat dan manfaatnya begitu tahu bahwa diperlukan sekitar 6.000 lebah yang bekerja setahun untuk menghasilkan satu botol British Propolis berisi 6 ml.

Inilah keunggulan British Propolis yang membuat Anda semakin tertarik.

- Manfaatnya terasa dalam 21 hari atau kurang.

- Mengikuti standar Inggris dan sarat dengan flavonoids.

- Sudah bersertifikasi BPOM dan bukan produk MLM.

- Tidak beralkohol dan dijamin halal.

- Tidak memiliki efek samping.

- Kemasan (kotak dan botol) sangat terjaga.

- Produk dan kemasan sulit dipalsukan.

Berminat? Harga Rp250ribu (sudah termasuk ongkir). SMS 0812-8777-7100.

Agen-agen resmi British Propolis telah hadir di Indonesia, Jepang, dan Mesir.
Hari ini saya di Rancamaya. Insya Allah berseminar untuk tim Indomilk. Saya diminta bicara soal pencapaian target. Panjang-lebar penjelasan yang saya berikan, dan salah satunya tentang pergaulan dan lingkungan.

Bergaul dengan siapa saja, boleh. Supel. Namun soal sahabat, jangan main-main. Mesti kita pilah dan pilih. Karena akan mempengaruhi akhak, amal, dan pendapatan kita. Nggak percaya? Coba ingat-ingat lagi kalimat hikmah berikut ini, "Bergaul dengan penjual wangi, dapat bau wanginya. Bergaul dengan pembakar besi, dapat bau bakarannya."

Dan menurut ilmu pengembangan diri, siapa Anda tercermin melalui lima orang sampai sepuluh orang yang terdekat dengan Anda. Nabi Muhammad pun wanti-wanti, "Kesolehan seseorang sesuai dengan kesolehan teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya,” yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi.

Menariknya, sebanyak apapun teman Facebook Anda dan follower Twitter Anda, sebenarnya Anda hanya bisa memiliki lima orang teman yang benar-benar dekat dalam satu waktu. Apa iya? Iya! Pernyataan mengejutkan tersebut dibuktikan Robin Dunbar lewat penelitian antropologis.

Pada tahun 1990-an, Robin Dunbar menghelat penelitian akbar terhadap enam juta panggilan telepon dari 35 juta orang. Dia menganalisis hubungan seseorang dengan yang lainnya. Lalu, dia mencermati frekuensi menelepon satu sama lain dan mengkategorikan hubungan tersebut.

Hasilnya? Berdasarkan penelitian ini, ia mengemukakan teori Lapisan Dunbar. Teori tersebut menyatakan bahwa manusia pada dasarnya hanya mampu membangun hubungan yang berarti dengan maksimal 150 orang dan dibagi menjadi empat lapisan.

- Lapisan pertama adalah 4 sampai 5 orang sahabat terdekat.

- Lapisan kedua yaitu 11 orang terdekat.

- Lapisan ketiga yaitu 30 orang teman.

- Lapisan keempat yaitu 129 orang teman.

Karena bagi Anda tulisan ini sangat penting, Anda boleh men-share tulisan ini. Boleh sekarang, atau nanti saja begitu Anda selesai membacanya.

Uniknya, menurut Washington Post, orang-orang pintar biasanya memiliki teman lebih sedikit. Salah satu sebabnya, seringkali pemikiran orang-orang pintar ini mengembara pada hal-hal yang sangat besar atau terkait masa depan, di mana khayalak awam lazimnya belum sanggup mengimbanginya.

Sekali lagi, terkait sahabat, jangan main-main. Mesti kita pilah dan pilih. Keberadaan mereka hendaknya mengarahkan kita pada impian kita, baik impian jangka pendek (dunia) maupun impian jangka panjang (akhirat). Sekian dari saya, Ippho Santosa. Boleh di-share.
Apa gelar Anda?

Tahun lalu saya 'menganugerahkan' gelar-gelar ini kepada follower-follower saya:

S2 : Sederhana Sugih
S3 : Sukses Sehat Sakinah
MM : Moslem Millionaire
MSi : Melek Semua Ilmu
PhD : Pengusaha Dahsyat

Hehehe, nggak perlu tertawa. Setidaknya ini jadi doa dan sugesti. Bagian dari baiksangka. Lagi pula, ini bukan sesuatu yang musykil dan mustahil.

Di luar sana, para pemula sering bertanya, "Bisnis apa yang bagus?" Sebenarnya, semua bisnis yah bagus. Yang penting, legal dan halal. Iya tho?

Ada yang buka bisnis laundry dan untung. Ada pula yang buka bisnis yang sama dan rugi. Apakah laundry-nya yang salah? Nggak. Ilmunya yang salah. Manajemennya yang salah. Orangnya yang salah.

Ada yang buka bisnis kuliner dan berkembang. Ada pula yang buka bisnis yang serupa dan bangkrut. Apakah kuliner-nya yang salah? Nggak. Ilmunya yang salah. Manajemennya yang salah. Orangnya yang salah.

Karena itu, berhentilah bertanya, "Bisnis apa yang bagus?" Karena pada dasarnya, semua bisnis itu bagus potensinya. Tergantung orangnya saja. Toh bagi saya, bisnis yang bagus adalah bisnis yang dibuka, bukan ditanya-tanyakan terus, hehehe.

Besok, kita sambung lagi.
Mau nasib berubah? Mau rezeki  bertambah? Mau impian tercapai?

Menjemput jodoh? Rumah impian? Mobil impian?

Satu hal yang selalu dipesankan oleh para mentor, "Lima tahun lagi, kita akan jadi seperti apa? Kemungkinan besar, sangat dipengaruhi oleh teman-teman kita dan seminar-seminar yang kita ikuti."

Nah, di akhir Februari 2017, insya Allah saya akan berbagi ilmu-ilmu percepatan melalui seminar 7 Keajaiban Rezeki. Bukan kebetulan, seminar ini sudah menjadi viral di mana-mana, sehingga menembus belasan negara, termasuk Amerika, New Zealand, dan Oman.

Keajaiban. Percepatan. Lompatan demi lompatan. Inilah yang akan saya tunjukkan satu per satu. Dan dengan izin Allah, di Indonesia seminar ini telah diikuti para miliarder, para triliuner, dan artis-artis.

Kapan diadakan lagi? Di mana? Silakan catat tanggal dan tempatnya:

Palmerah, Jakarta
26 Feb, jam 8 pagi
HTM Rp125ribu
VIP Rp300ribu 

Transfer ke BCA 4977-234-777 an Ippho D Santosa. Setelah transfer, SMS 0812-1983-0777. Fyi, Sabtu (112) harga tiket naik.

(Bukti transfer berlaku sebagai tiket masuk di seminar 7 Keajaiban Rezeki ini)

Temukan rahasia-rahasia sukses dan kunci-kunci percepatan di seminar ini. Semoga teman-teman semua dimudahkan untuk mengikuti. Ajak juga keluarganya. Tidak puas? Tidak dapat manfaat? Uang tiket 100% akan dikembalikan!
Sikap Donald Trump yang anti-imigran sepertinya bertentangan dengan konstitusi dan spirit Amerika. Karena itulah kemudian Executive Order-nya ditolak. Kita sama-sama tahu, Amerika adalah negeri para imigran, tak terkecuali kakek dan istrinya Donald Trump yang aslinya berasal dari Eropa.

Ketika Natal, tulisan Jay Parini di CNN mengingatkan bahwa dulu Isa sempat mengungsi ke berbagai daerah demi menyelamatkan diri. Dengan memahami sejarah Isa sebagai imigran ini, Jay Parini berharap umat Kristiani saat ini mau dan mampu berempati kepada para imigran dari wilayah manapun.

Saya pribadi sempat mengunjungi tempat pengungsian Isa dan ibunya di beberapa titik di Afrika. Saat ini sebagian menjadi situs Islam, sebagian lagi menjadi situs Kristen. Kedua-duanya saya kunjungi demi memetik hikmah dan ibrah (pelajaran).

Anda mau tahu, apa pendapat Paus Fransiskus terhadap pengungsi Rohingya? "Memang mereka bukan umat Kristiani, tapi mereka adalah orang-orang yang damai. Mereka adalah saudara-saudara kita. Selama bertahun-tahun mereka menderita. Disiksa, dibunuh," ujar Paus Fransiskus seperti dilansir CNN.

Lihatlah sejarah. Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim (Abraham), dan Nabi Musa adalah para imigran. Bukankah begitu? Bahkan Nabi Muhammad pun seorang pengungsi. Dan perintah hijrah, kita sama-sama tahu, tertera di Al-Quran. Bagaimana dengan Buddha? Ternyata ia juga seorang pengungsi.

Sekarang, informasi tentang suatu daerah semakin terbuka. Biaya paspor dan biaya perjalanan semakin murah. Tak heran kalau masyarakat dunia saat ini berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dalam hitungan jam. Demi pengembangan bisnis atau peningkatan karier. Dan ke depannya, pergerakan ini akan semakin meluas dan semakin cepat.

Hal pertama yang perlu dicatat, sikap anti-imigran (imigran yang legal, tentunya) adalah sikap yang keliru. Hal kedua, tidak ada salahnya kalau kita mulai belajar bahasa asing. Menurut berbagai penelitian, belajar bahasa asing membuat kita lebih open-minded dan lebih toleran.

Hal ketiga, tingkatkan kapasitas dan kompetensi kita. Karena, sangat jelas, saat ini persaingan semakin terbuka dan bisa datang dari mana saja. Ini akan menjadi ancaman tak disangka-sangka bagi mereka yang tidak siap, sekaligus menjadi rezeki tak disangka-sangka bagi mereka yang siap. Lha, tunggu apa lagi, sudah saatnya kita lebih mempersiapkan diri.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sebagai motivator, saya pernah mengaku dalam sebuah seminar, “Tahun-tahun terbaik dalam hidupku, kuhabiskan bersama seorang wanita, yang bukan istriku.” Ini saya ucapkan, sambil menarik nafas panjang.

Dan semua hadirin terkejut, merasa tak percaya.

Kemudian buru-buru saya menambahkan, “Wanita itu adalah ibuku.”

Tawa hadirin pun pecah, diiringi dengan gemuruh tepuk tangan. Sembari tersenyum lebar, kemudian saya menjelaskan ilmu Sepasang Bidadari, yakni peranan ibu dan istri dalam meraih kesuksesan.

Mukidi yang baru saja mengikuti seminar tersebut, ingin mencoba kata-kata itu di rumah untuk menggoda istrinya.

Sebelum maghrib, Mukidi berkata kepada istrinya yang tengah sibuk berkebun di taman.

Ia berusaha mengatakan kalimat demi kalimat dengan penuh kesungguhan, "Sayang, kamu tau nggak... Aku habiskan tahun-tahun terbaik dalam hidupku... bersama seorang wanita, yang bukan istriku...”

Lalu Mukidi berhenti sejenak, memejamkan matanya. Ternyata, dia lupa kelanjutan kalimat tersebut. Cukup lama dia berusaha mengingat-ingat kelanjutan kalimat itu....

Ketika akhirnya ia membuka mata, Mukidi mendapati dirinya terbaring di UGD di sebuah rumah sakit. Lho?

Kata perawat, dia baru saja dirawat intensif. Kenapa? Akibat dihajar linggis oleh istrinya. 😂😀😝



Catatan: Jangan niru-niru ya, kalau belum hafal dan paham semua...
Broker, bolehkah?

Misal, ada rumah yang mau dijual. Lumayan komisinya. Terus, Anda terpikir untuk menjualkan. Bolehkah?

Yah boleh-boleh saja, dengan sejumlah syarat:
- Anda mendapat wewenang dari pemilik rumah.
- Anda mengaku sebagai broker, bukan pemilik.
- Anda dan pemilik rumah sama-sama tahu dan saling ridha.
- Anda mengetahui mutu dan surat-surat rumah tersebut.

Kejelasan (transparansi) seperti inilah yang disebut islami. Dengan demikian, semua calon pembeli merasa lebih nyaman, walaupun bukan orang Islam.

Dropship, bolehkah?

Sebenarnya boleh-boleh saja kita menjual barang yang bukan milik kita. Asalkan kita mengetahui MUTU barang tersebut dan kita mendapatkan wewenang (IZIN) dari si pemilik barang dalam memasarkan. Sekali lagi, tahu mutu dan dapat wewenang.

Bolehkah barang masih berada di tempat produsen? Boleh. Broker, bukankah ini diizinkan dalam Islam dan semua ulama sudah sepakat? Namun jujurlah. Di mana kita mesti mengaku sebagai AGEN atau wakil atau tenaga pemasaran. Jangan pernah mengaku-ngaku sebagai pemilik.

Benar, Nabi Muhammd pernah melarang kita menjual barang yang bukan milik kita. Artinya, tidak boleh kita menjual barang tanpa beroleh wewenang (izin) dari si pemilik barang. Atau kita mengaku-ngaku sebagai pemilik. Jelas, ini sama sekali tidak boleh.

Kesimpulannya, perhatikan tiga hal ini agar dropship-nya jadi halal:
- ketahui mutu barang
- dapatkan wewenang dari pemilik
- mengakulah sebagai agen

Yang penting bisnisnya legal, halal, dan menguntungkan. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Kalau dompet kita hilang, yah kita introspeksi. Mungkin kurang hati-hati. Mungkin kurang sedekah. Mungkin nyerobot hak orang lain... Tapi kalau orang lain dompetnya hilang, jangan buru-buru tuduh dia kurang sedekah. Introspeksi itu ke dalam, bukan ke luar...

Kalau motor kia tabrakan, kita introspeksi. Mungkin kita berbuat kesalahan. Kurang hati-hati. Pernah menyakiti orang lain... Tapi kalau orang lain motornya tabrakan, jangan buru-buru tuduh dia berbuat kesalahan atau menyakiti orang lain...

Kalau bisnis kita rugi, kita introspeksi. Mungkin kurang ikhtiar. Mungkin kurang amal. Mungkin lupa zakat... Tapi kalau orang lain bisnisnya rugi, jangan buru-buru tuduh dia kurang amal atau lupa zakat...

Introspeksi itu ke dalam...
Pernah nyedot madu langsung dari sarangnya? Itulah yang saya lakukan weekend kemarin di #Pelaihari #Kalsel.

Awalnya serem juga. Gimana nggak? Wong lebah-lebah pada ngerubung. Cuma sekian senti di depan wajah saya.

Karena masyarakat setempat mengatakan ini aman, bismillah, saya pun coba nyedot madu langsung dari sarangnya.

Eh, enak ternyata. Teman-teman pengen nyoba? Boleh. Hanya saja, pastikan lebah-lebahnya dari jenis yang aman. Tidak menyerang.

Salah satu ayat di Surah An-Nahl di Al-Quran bercerita tentang lebah. Ini membuat manusia modern semakin tertarik untuk meng-explore lebah lebih intens lagi. Menariknya, kitab suci yang lain juga bercerita tentang lebah.

Selain madu, lebah juga menghasilkan propolis dan bee pollen. Sama seperti madu, rupa-rupanya propolis dan bee pollen juga mengandung khasiat yang teramat banyak. Bahkan bisa lebih banyak.

Pengalaman pribadi nih. Lazimnya, kalau sudah berseminar 3 hari berturut-turut, badan saya langsung drop. Sampailah saya bertemu dengan British Propolis. Saya konsumsi. Alhamdulillah, setelah tampil, nggak drop lagi.

Hampir 40 tahun usia saya, biasanya kalau batuk, hampir-hampir selalu dibarengi demam atau sakit kepala. Alhamdulillah, sekarang tidak lagi, sejak saya rutin minum British Propolis 5 tetes sehari.

Saya dan keluarga pun semakin yakin dengan khasiat dan manfaatnya begitu tahu bahwa diperlukan sekitar 6.000 lebah yang bekerja setahun untuk menghasilkan satu botol British Propolis berisi 6 ml.

Sebenarnya, setiap propolis itu bagus. Ya, semuanya bagus. Demikian pula madu dan bee pollen. Hanya saja, masing-masing brand punya kelebihan tersendiri. Insya Allah saling melengkapi satu sama lain. Sip?
Musuh utama dalam kesuksesan adalah penundaan dan alasan. Kadang, kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Tapi kita terus menunda-nunda.

"Ya saya tahu, berbisnis itu baik. Tapi saya belum bisa memulainya sekarang," alasan mereka.

Kenapa? "Tidak punya modal. Tidak punya ilmu. Tidak punya waktu," penjelasan mereka.

Padahal hampir semua entrepreneur memulai bisnisnya dengan berbagai keterbatasan. Tidak punya modal. Tidak punya ilmu. Tidak punya waktu. Bedanya, mereka menyegerakan dengan membuang segala bentuk penundaan dan alasan.

Terus, bagaimana cara mengatasinya? Pertama, harus ada perasaan urgent untuk sukses (urgency for success). Kedua, kelilingi diri Anda dengan sahabat dan guru yang mendukung, sehingga selalu menyemangati dan membimbing Anda.

Ketiga, cari produk bermargin tinggi sehingga sangat memotivasi Anda walaupun baru terjual satu atau dua. Keempat, tulis target-target harian Anda. Kelima, tuntaskan apa yang Anda tuliskan.

Nah, poin satu sampai lima, tolong Anda baca ulang. Ya, baca ulang. Ini sangat penting soalnya. Semoga menjadi solusi yang sedikit-banyak memperbaiki nasib Anda. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Curi-curi waktu di kantor.
Menjelek-jelekkan atasan.
Datang telat, pulang cepat.

Pernahkan Anda melihat fenomena ini di kantor-kantor.

Beberapa hari yang lalu, saya diundang oleh Indonesia Power, sebuah BUMN. Ya, in-house seminar. Pada kesempatan itu, sedikit-banyak saya bicara soal #KerjaItuIbadah. Memang, semua profesional sudah tahu tentang ini, namun bagaimana dengan penerapannya? Contoh:

-       Ia curi-curi waktu di kantor. Atau, badannya di kantor, tapi hati dan pikirannya di luar kantor. Pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah?

-       Ia menjelek-jelekkan atasan dan rekan sekantor. Bahkan sering bergunjing tentang kantor. Pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah?

-       Ia tidak peduli dengan masalah-masalah kantor yang tidak berhubungan langsung dengan dirinya. Dengan alasan beda divisi dan beda KPI, ia enggan menolong rekan sekantor.

-       Ia mementingkan office politic daripada office performance. Ia menjalankan ‘politik kotor’ di kantor.

-       Tidak jarang ia membenarkan dirinya sendiri, menyalah-nyalahkan keadaan, bahkan oportunis dari setiap keadaan di kantor.

-       Masuknya nyuap, datangnya telat, pulangnya cepat, ngeluhnya tiap saat, kerjanya nyendat-nyendat, dan malasnya berlipat-lipat. Hm, masih ngaku kerja itu ibadah? Hehehe, kalau Anda tidak melakukannya, yah Anda tidak perlu tersinggung.

Masih pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah? Tak ada salahnya kalau kita sama-sama merenungkan ini. Dan mohon sampaikan tulisan ini kepada rekan kerja Anda. Syukur-syukur kalau kita semua akhirnya tersadarkan.

Ingatlah, kerja hanya akan bernilai ibadah jika kita iringi dengan niat yang benar, sikap yang benar, dan cara yang benar. Bukan sekadar kerja. Demikian pula teman-teman yang masih belajar atau yang sudah berbisnis. Hendaknya semua kesibukan kita terhitung ibadah.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ayah saya telah tiada. Istri saya juga ditakdirkan begitu, ayahnya telah tiada.

Ketika ayah saya meninggal tahun 1999, saya pikir itu episode terburuk dalam hidup saya. Ya, terburuk. Saya sempat terpikir untuk sejenak berhenti kuliah, karena keterbatasan ekonomi. 

Namun ibu saya mendorong saya untuk meneruskan kuliah, walaupun saat itu ibu saya tidak mengantongi uang yang memadai. Pas-pasan. Bertahun-tahun kemudian barulah saya tersadarkan, rupa-rupanya itu salah satu momentum terbaik dalam hidup saya.

Kenapa? Sebabnya, dari situlah saya bersumpah untuk sukses. Harus sukses, tidak boleh hidup begitu-begitu saja! Demikianlah, kadang hadiah itu tak berbungkus indah, melainkan berupa masalah! 

Masalah itu ujian. Dan ini kesempatan bagi kita untuk naik kelas dan hidup berkelas. Tidaklah mungkin Allah mengizinkan suatu kejadian terjadi tanpa maksud dan hikmah. Pastilah tersimpan maksud dan hikmah.

Kalaupun kita belum bisa menemukan maksud dan hikmah, yah berbaiksangka saja. Insya Allah seiring berjalannya waktu, akan tersingkap maksud dan hikmahnya. Di sisi Allah, percayalah, tidak ada kejadian yang sia-sia.

Semoga teman-teman yang tengah dirundung musibah, kesulitan, kerugian, penghinaan, sakit, atau sejenisnya, diberi kesabaran. Selain itu, juga diberi kemampuan untuk menemukan maksud dan hikmah di balik kejadian. Aamiin.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Berapa anak Anda?
Rencananya punya berapa anak?

Pemerintah Indonesia pernah mencanangkan program Keluarga Berencana alias 'dua anak cukup'. Baguskah itu? Ternyata, berdasarkan sebuah laporan, kunci kebahagiaan adalah memiliki tiga anak atau lebih. Nah lho!

Dilansir dari CNN dan Independent, sebuah laporan tahunan kebahagiaan yang diterbitkan oleh Eurostat, Badan Statistik Eropa yang melihat tingkat kepuasaan hidup di negara-negara anggota Uni Eropa, menemukan bahwa keluarga besar dengan jumlah anak banyak, cenderung jauh lebih bahagia dibanding keluarga yang beranak satu, dua, atau tidak memiliki sama sekali.

Tapi, bukankah beranak banyak itu memicu dan memacu stress?

Hehehe, itu sih tergantung. Salah satu faktor penentu adalah usia anak.

Sebuah studi terhadap 2000 responden ibu-ibu dari Arizona State University menemukan bahwa kaum ibu di Amerika Serikat mengalami peningkatan stress ketika anak-anak mereka memasuki usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Para peneliti mempelajari tingkat stress para responden berdasarkan jumlah dan usia anak. Hasilnya? Ternyata, ibu-ibu yang memiliki anak usia SMP menunjukkan tingkat stress yang tinggi dan level kebahagiaan yang minim. Sementara itu, ibu-ibu dengan anak usia balita dan usia sekolah dasar (SD) memiliki tingkat stress yang rendah.

Apapun itu, hendaknya kita bersyukur ketika dikaruniai anak. Orangtua yang bersyukur dan bahagia akan lebih mudah dalam mendidik anak-anaknya. Sebaliknya, orangtua yang mengeluh dan stress akan semakin sulit dalam mendidik anak-anaknya.

Satu hal yang perlu diingat-ingat, anak akan menjadi amal jariyah yang utama. Kalau mengingat ini, mungkin kita akan lebih bersabar dalam mendidik anak. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Penjualan lagi seret? Pengen produknya terjual dan selalu terjual dalam jangka panjang? Berarti Anda perlu memahami lebih lanjut isi dan esensi di balik marketing.

Apa sih beda ilmu marketing dengan ilmu ekonomi? Yah beda. Ilmu marketing mempelajari bagaimana orang membuat keputusan. Ini penting. Dan ini hanya ada pada ilmu marketing, bukan pada ilmu ekonomi.

Marketing juga menciptakan want dan demand. Dan tahukah anda, kapitalisme bakal collapse! Kok bisa? Karena kapitalisme menciptakan excessive inequality of income dan dampak-dampak negatif lainnya.

Btw, ini semua kata siapa sih?

Bukan kata saya, melainkan kata Philip Kotler, Bapak Marketing Dunia. Alhamdulillah saya sempat bertemu beliau beberapa bulan yang lalu. Fyi, hampir semua kampus bisnis di dunia memakai buku teks karya beliau selama 30 tahun terakhir! Untuk urusan marketing, beliau adalah biangnya biang!

Apakah marketing semata-semata soal penjualan? Nggak juga. Marketing itu bicara soal solusi serta kepuasan. Itulah isi dan esensi di balik marketing, menurut Philip Kotler juga menurut saya. Ingat, penjualan cuma salah satu fungsi saja.

Pendiri Zara menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Apa yang dilakukan oleh Zara? Mereka menawarkan desain baru setiap dua minggu. Terkini, karena memang itulah yang diharapkan oleh pelanggan-pelanggannya. Jelas kan? Mereka berusaha memberi solusi. Mereka berusaha memberi kepuasan.

Perlu contoh yang lain?

Ria Miranda bukan sekadar busana muslimah. Melainkan suatu gaya, suatu keunikan, dan warna pastel. Gudeg Yu Djum bukan sekadar kuliner Jogja. Melainkan sebuah cita rasa, sebuah kebanggaan, dan sebuah tradisi.

Lihat juga cake pisang Villa dan keripik pedas Maicih. Omset mereka miliaran rupiah setiap bulannya. Mereka menawarkan solusi serta kepuasan kepada pelanggan-pelanggannya. Bukan sekedar menawarkan produk. Sekilas, ini sepertinya sama, padahal nggak sama. Villa itu oleh-oleh khas Batam. Maicih itu sensasi pedas. Bukan sekedar produk.

Nah, agar produk kita terjual dan selalu terjual dalam jangka panjang, berusahalah menawarkan solusi serta kepuasan. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga bermanfaat.
Pengusaha dan calon pengusaha mesti baca tulisan ini, cuma 1 menit.

Apakah Anda:
- pengusaha yang ingin menambah varian produk?
- calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi?
- ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan?
- entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa?
- karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini?

Hari Jumat (17 Feb) kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%.

Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim.

Sekadar informasi, sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung dan bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas. Di sisi lain, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan.

Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, izinkan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari Jumat sampai hari Senin.

Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita. Sampai jumpa Jumat ini (17 Feb).
Bersedekah dengan ikhlas membawa berkah dan menyuburkan harta. Ajaib! Boleh bersedekah kepada anak yatim atau masjid. Boleh sedekah online atau offline. Boleh bersedekah di hari Jumat atau hari lainnya. Asalkan di jalan Allah.

Berikut ini adalah keingintahuan publik seputar sedekah (pertanyaan yang paling sering muncul), termasuk pahala sedekah serta cara bersedekah.

Bolehkah bersedekah dengan uang haram? Secara umum, tidak boleh.

Bolehkah bersedekah tanpa sepengetahuan suami?  Secara umum, tidak boleh.

Dalam Islam, bolehkah bersedekah untuk (atas nama) orang yang sudah meninggal? Boleh, walaupun ada sedikit perbedaan pendapat.

Bayar utang atau sedekah dulu? Jelas, bayar utang itu lebih utama, tapi baiknya sembari bersedekah.

Yang baik bersedekah kepada siapa? Mulai dari yang terdekat.

Pada akhirnya, tebarlah kebaikan. Kalau perlu, tebarlah amal jariyah. Di mana-mana saya sering sekali membahas amal jariah. Kenapa? Karena teramat penting, tiada duanya.

Dan terkait pahala sedekah serta balasan sedekah, ingatlah:
– Matahari terbit di Timur, pastikah? Balasan sedekah ternyata jauh lebih pasti.
– Hukum Gravitasi, pastikah? Balasan sedekah ternyata jauh lebih pasti.
– Kok bisa? Soalnya dijanjikan berkali-kali di kitab suci. Pasti, pasti, pasti!

Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa bersedekah lebih banyak dan lebih rutin? Jawaban saya, “Paksa! Bisa! Terbiasa!” Dalam bersedekah, kita perlu begitu agar jadi kebiasaan.

Sekian dari saya, Ippho Santosa ( silakan ajak teman-teman kita bergabung di channel Telegram @ipphoright ini atau minta mereka ketik telegram.me/ipphoright )
Kemarin, sore saya bertemu Gus Sholah (adiknya Gus Dur) di rumahnya dan malam saya bertemu Prof Din (tokoh Muhammadiyah) di rumahnya. Salah satu yang kami bahas adalah soal minat membaca dan pendidikan di kalangan muslim.

Kendati perintah untuk membaca sudah tercantum dengan jelas dan tegas dalam Kitab Suci, rupa-rupanya minat membaca masyarakat kita masih sangat rendah. Nggak percaya? Kita simak data-data berikut.

Pada Maret 2016, dikabarkan Indonesia menempati posisi 60 dari 61 negara terkait tingkat literasi (minat baca). Penelitian ini digelar oleh Central Connecticut State University.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayan pernah mengungkapkan, Indonesia hanya satu tingkat lebih baik dari Republik Botswana, sebuah negara di Afrika bagian selatan dalam hal literasi. Duh!

Data UNESCO tahun 2012 menerangkan, indeks minat baca masyarakat Indonesia cuma 0,001 persen. Itu artinya, hanya satu dari seribu penduduk Indonesia yang gemar membaca. Di negara-negara maju, angka ini bisa mencapai 0,45 persen.  

Sementara itu, data IKAPI tahun 2010 menunjukkan, ada sekitar 12.000 judul buku baru yang diterbitkan per tahun. Berdasarkan jenisnya, ada lima kelompok, antara lain, buku agama (17,95 persen), buku perguruan tinggi (13,96 persen), buku anak dan remaja (10,36 persen), buku umum (8,67 persen), dan buku pelajaran (4,45 persen).

Tak termasuk buku nikah dan buku tabungan, hehehe.

Itulah kebiasaan orang rata-rata. Malas membaca. Kita, kalau mau nasibnya berbeda, yah mesti memiliki kebiasaan yang berbeda. Salah satunya, miliki kebiasaan membaca, terutama membaca buku. Bukan membaca socmed.

Tidak harus beli, yang penting baca. Menariknya, menurut penelitian, #membaca membuat kita lebih panjang umur. Penelitian oleh Yale University ini melibatkan 3.600 orang yang kemudian dikutip oleh World Economic Forum. Nggak main-main.

Terakhir, ingatlah, ilmu itu cahaya dan fakir itu gelap. Mereka yang sungguh-sungguh sama ilmu dijamin tidak fakir. Sedekah itu sunnah, menuntut ilmu itu wajib. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Apakah Anda pengusaha yang ingin menambah varian produk?

Apakah Anda calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi?

Apakah Anda ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan?

Apakah Anda entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa?

Apakah Anda karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini?

Hari ini, izinkan kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%.

Perlu diberitahukan, ini adalah produk premium dari Inggris, bukan MLM. Setelah transfer, partner akan dikirimi 36 botol. Btw, harga jual ke end user Rp 199 ribu sampai Rp 250 ribu. Dengan demikian, sekali lagi, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta.

Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim.

Sekadar informasi, sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung dan bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas. Di sisi lain, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan.

Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, perkenankan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari ini sampai hari Senin.

Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita.

Yang serius, transfer Rp3juta ke BCA 4978-666-777 an Ippho D Santosa, free ongkir. Setelah transfer, silakan SMS 0812-8777-7100. Happy action!
Inilah salah satu tips sehat finansial. Ringkas saja, yaitu 3i. Maksudnya?

i yang pertama adalah insyaf.
Pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu hendaknya dihentikan. Bertobatlah. Insyaflah.

i yang kedua adalah irit.
Biasakan hidup hemat alias hidup irit. Ini tentu saja 100% berbeda dengan pelit.

i yang ketiga adalah investasi.
Perketat konsumsi, perbanyak investasi. Tidak mudah, tapi bisa.

Sekiranya 3i ini diterapkan dalam 3 tahun, maka akan terlihat hasilnya. Kalau 10 tahun? Jangan ditanya. Anda akan terkaget-kaget melihatnya. Hukum Compound telah bekerja dengan sempurna.

Anda tahu apa persamaan loser dan winner? Mereka sama-sama tahu soal aturan-aturan menuju kesuksesan. Bedanya, si loser melanggarnya. Kalau si winner? Mentaatinya.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.