Pandemi & Mereka Yang Berjasa Saat Ini
Sudah dengar kabar ini?
Menteri Dalam Negeri Turki memutuskan untuk mundur, karena merasa gagal menahan laju penyebaran Covid-19.
Menteri Keuangan Jerman akhirnya bunuh diri, karena merasa bersalah atas goyahnya perekonomian nasional akibat Covid-19.
Menteri Kesehatan Prancis dituntut 600 dokter, karena dianggap gagal menyiapkan APD dan masker terkait Covid-19.
Itu yang terjadi di luar sana. Di Indonesia? Adakah yang merasa bertanggung-jawab? Adakah yang merasa bersalah? Adakah permintaan maaf?
Nggak perlu kita bahas panjang-lebar. Masing-masing kita sudah tahu jawabannya.
Awal-awal para elite malah menganggap enteng soal Covid-19 ini. Becanda. Main-main. Sekarang? Aturan dan anjuran dari pemerintah pun masih berubah-ubah.
Mudik yang awalnya dilarang, kemudian dibolehkan. Ojek bawa penumpang yang awalnya dilarang, kemudian dibolehkan. Dan masih banyak lagi. Berubah-ubah.
Bingung? Nggak tegas? Nggak jelas? Entahlah. Bayangkan saja apa yang dipikirkan oleh masyarakat luas. Ikut-ikutan bingung pastinya.
Di sini saya hanya ingin mengajak dan menyadarkan teman-teman semua untuk tidak terlalu mengandalkan pemerintah. Jaga diri kita dan keluarga kita.
Kata senior saya, bukan mustahil negeri ini tengah menuju Herd Immunity. Sekali lagi, jaga diri kita dan keluarga kita. Benar-benar jaga.
Kesehatan, jaga. Penafkahan, jaga. Insya Allah masih banyak sumber rezeki yang lain. Kalau satu tertutup, percayalah, sumber-sumber lain masih terbuka. Tetaplah optimis.
Bagi teman-teman nakes yang terjun langsung di garda terdepan, jangan berkecil hati. Apalagi sampai bersedih. Jangan. Allah menilai, masyarakat pun menilai.
Kelak, saat pandemi ini telah berlalu, masyarakat akan mengenang jasa para nakes, BUKAN pejabat, BUKAN pemerintah. Doa kami insya Allah selalu menyertai langkah-langkahmu.
Sudah dengar kabar ini?
Menteri Dalam Negeri Turki memutuskan untuk mundur, karena merasa gagal menahan laju penyebaran Covid-19.
Menteri Keuangan Jerman akhirnya bunuh diri, karena merasa bersalah atas goyahnya perekonomian nasional akibat Covid-19.
Menteri Kesehatan Prancis dituntut 600 dokter, karena dianggap gagal menyiapkan APD dan masker terkait Covid-19.
Itu yang terjadi di luar sana. Di Indonesia? Adakah yang merasa bertanggung-jawab? Adakah yang merasa bersalah? Adakah permintaan maaf?
Nggak perlu kita bahas panjang-lebar. Masing-masing kita sudah tahu jawabannya.
Awal-awal para elite malah menganggap enteng soal Covid-19 ini. Becanda. Main-main. Sekarang? Aturan dan anjuran dari pemerintah pun masih berubah-ubah.
Mudik yang awalnya dilarang, kemudian dibolehkan. Ojek bawa penumpang yang awalnya dilarang, kemudian dibolehkan. Dan masih banyak lagi. Berubah-ubah.
Bingung? Nggak tegas? Nggak jelas? Entahlah. Bayangkan saja apa yang dipikirkan oleh masyarakat luas. Ikut-ikutan bingung pastinya.
Di sini saya hanya ingin mengajak dan menyadarkan teman-teman semua untuk tidak terlalu mengandalkan pemerintah. Jaga diri kita dan keluarga kita.
Kata senior saya, bukan mustahil negeri ini tengah menuju Herd Immunity. Sekali lagi, jaga diri kita dan keluarga kita. Benar-benar jaga.
Kesehatan, jaga. Penafkahan, jaga. Insya Allah masih banyak sumber rezeki yang lain. Kalau satu tertutup, percayalah, sumber-sumber lain masih terbuka. Tetaplah optimis.
Bagi teman-teman nakes yang terjun langsung di garda terdepan, jangan berkecil hati. Apalagi sampai bersedih. Jangan. Allah menilai, masyarakat pun menilai.
Kelak, saat pandemi ini telah berlalu, masyarakat akan mengenang jasa para nakes, BUKAN pejabat, BUKAN pemerintah. Doa kami insya Allah selalu menyertai langkah-langkahmu.
Hacker!
Hari biasa, ada hacker.
Di tengah pandemi, mereka lebih gencar lagi.
Kok bisa? Karena dia tahu orang-orang pada di rumah dan online. Hati-hati.
Saya pun kena HACKED!
Lebih dari tiga minggu akun IG saya di-hack. Walhasil saya nggak bisa posting di IG sama sekali. Sementara, saya sudah terlanjur off dari FB dan Twitter selama satu tahun (walaupun follower saya di sana 3X dan 4X lebih banyak daripada di IG).
Ada bagusnya juga sih. Puasa socmed, hehehe. Kemarin, alhamdulillah akun IG saya pulih kembali, dibantu oleh seorang teman. Saya pun berjanji dalam hati untuk mem-posting sesuatu yang benar-benar manfaat dan menjauhi buang-buang waktu di IG.
Btw, terima kasih ya atas doa teman-teman. Saya sih yakin banget, doa dari teman-teman itu ngefek banget untuk kebaikan saya dan keselamatan saya. Termasuk kembalinya akun IG saya.
Saran saya, hati-hati dalam menyikapi email yang masuk (termasuk DM dan inbox). Kadang si hacker ini mengaku dari manajemen Instagram dan Facebook. Jangan mudah terpancing. Biasakan mengecek email dari laptop, bukan HP. Lebih jelas siapa sender-nya kalau di laptop. Sekali lagi, laptop.
Saya tertipu waktu itu. Akhirnya yah kena hacked. Karena saya cepat melapor ke Instagram, akhirnya si hacker ini nggak bisa ngapa-ngapain dengan akun IG saya. Ini pelajaran buat kita semua, biar nggak kejadian lagi.
Ada yang nanya, "Mas Ippho WFH-nya gimana?"
Alhamdulillah, di tengah pandemi seperti ini, hari-hari saya tetap aktif dan produktif. Kemarin saya zoom seminar untuk PLN. Hari ini saya zoom seminar untuk publik. Biasanya saya dibantu sama istri.
Kajian? Di komunitas BP, alhamdulillah kami rutin menghadirkan ustadz-ustadz setiap hari. Begitulah. Di rumah bukannya nggak produktif. Bisa kok aktif dan produktif. Kami belajar, kami praktek. Learning dan earning. Saya harap teman-teman juga begitu.
Kembali saya mengingatkan, hati-hati dengan hacker dan penipuan online. Mereka tahu kita lagi di rumah aja. Mereka tahu kita lebih sering online. Ada baiknya kita pakai proteksi dua langkah (two step verification). Silakan dipelajari.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Hari biasa, ada hacker.
Di tengah pandemi, mereka lebih gencar lagi.
Kok bisa? Karena dia tahu orang-orang pada di rumah dan online. Hati-hati.
Saya pun kena HACKED!
Lebih dari tiga minggu akun IG saya di-hack. Walhasil saya nggak bisa posting di IG sama sekali. Sementara, saya sudah terlanjur off dari FB dan Twitter selama satu tahun (walaupun follower saya di sana 3X dan 4X lebih banyak daripada di IG).
Ada bagusnya juga sih. Puasa socmed, hehehe. Kemarin, alhamdulillah akun IG saya pulih kembali, dibantu oleh seorang teman. Saya pun berjanji dalam hati untuk mem-posting sesuatu yang benar-benar manfaat dan menjauhi buang-buang waktu di IG.
Btw, terima kasih ya atas doa teman-teman. Saya sih yakin banget, doa dari teman-teman itu ngefek banget untuk kebaikan saya dan keselamatan saya. Termasuk kembalinya akun IG saya.
Saran saya, hati-hati dalam menyikapi email yang masuk (termasuk DM dan inbox). Kadang si hacker ini mengaku dari manajemen Instagram dan Facebook. Jangan mudah terpancing. Biasakan mengecek email dari laptop, bukan HP. Lebih jelas siapa sender-nya kalau di laptop. Sekali lagi, laptop.
Saya tertipu waktu itu. Akhirnya yah kena hacked. Karena saya cepat melapor ke Instagram, akhirnya si hacker ini nggak bisa ngapa-ngapain dengan akun IG saya. Ini pelajaran buat kita semua, biar nggak kejadian lagi.
Ada yang nanya, "Mas Ippho WFH-nya gimana?"
Alhamdulillah, di tengah pandemi seperti ini, hari-hari saya tetap aktif dan produktif. Kemarin saya zoom seminar untuk PLN. Hari ini saya zoom seminar untuk publik. Biasanya saya dibantu sama istri.
Kajian? Di komunitas BP, alhamdulillah kami rutin menghadirkan ustadz-ustadz setiap hari. Begitulah. Di rumah bukannya nggak produktif. Bisa kok aktif dan produktif. Kami belajar, kami praktek. Learning dan earning. Saya harap teman-teman juga begitu.
Kembali saya mengingatkan, hati-hati dengan hacker dan penipuan online. Mereka tahu kita lagi di rumah aja. Mereka tahu kita lebih sering online. Ada baiknya kita pakai proteksi dua langkah (two step verification). Silakan dipelajari.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Beliau adalah guru saya, Dr Syafii Antonio. Seorang pakar ekonomi syariah, yang telah diundang ke berbagai negara, termasuk ke Inggris. Dari segi bisnis, beliau pun sangat berhasil. Mengelola travel umrah, ensiklopedia, kampus dll. Sekian tahun yang lalu kami pertama kali berjumpa di pesawat menuju ke Dubai. Setelah itu, berbagai event kami adakan bersama. Dari beliau, bukan sekedar tingginya ilmu yang saya dapatkan, tapi juga mulianya akhlak. Selasa pagi, insya Allah kami akan IG live bersama. Simak ya...
IG saya alhamdulillah sudah pulih, namanya sama dengan nama channel ini, yakni @ipphoright
DEMI MASA
Sejak akun IG saya pulih (sebelumnya kena hacked selama 3 minggu lebih), saya berjanji untuk lebih bijak lagi dan lebih bermanfaat lagi dalam menggunakan IG, FB, dan Zoom.
Telegram? Sudah pasti.
Hari-hari, harus penuh manfaat. Jadwal saya padatin. Pagi, siang, sore. IG live dengan tokoh-tokoh atau Zoom.
Di socmed, saya sudah melakukan mute/hide terhadap 90% akun. Kok nggak unfollow aja sekalian? Hm, kadang enggak enak juga. Saling kenal soalnya. Ya udah, akhirnya saya mute/hide aja.
Di IG, sebisanya jangan sentuh menu 'search'. Abaikan aja. Karena itu bikin kita penasaran pada berbagai hal yang sebenarnya nggak terlalu penting. Bahasa lainnya, buang-buang waktu.
Sebentar lagi Ramadhan. Sudah semestinya hari-hari kita ditaburi dengan amal dan manfaat. Bukan sekedar killing time, bukan sekedar seru-seruan.
Hati-hati, socmed seperti IG dan FB, termasuk YouTube adalah perampok WAKTU paling nyata. Sangat nyata. Dan jangan salah, waktu lebih berharga daripada uang. Waktu itu kehidupan, bukan sekedar urusan uang.
Demi masa, itulah peringatan dari Yang Maha Kuasa. Manfaatkan waktu kita. Tulisan ini adalah reminder bagi saya yang selama ini sering lalai dan abai. Semoga ada manfaatnya.
Sejak akun IG saya pulih (sebelumnya kena hacked selama 3 minggu lebih), saya berjanji untuk lebih bijak lagi dan lebih bermanfaat lagi dalam menggunakan IG, FB, dan Zoom.
Telegram? Sudah pasti.
Hari-hari, harus penuh manfaat. Jadwal saya padatin. Pagi, siang, sore. IG live dengan tokoh-tokoh atau Zoom.
Di socmed, saya sudah melakukan mute/hide terhadap 90% akun. Kok nggak unfollow aja sekalian? Hm, kadang enggak enak juga. Saling kenal soalnya. Ya udah, akhirnya saya mute/hide aja.
Di IG, sebisanya jangan sentuh menu 'search'. Abaikan aja. Karena itu bikin kita penasaran pada berbagai hal yang sebenarnya nggak terlalu penting. Bahasa lainnya, buang-buang waktu.
Sebentar lagi Ramadhan. Sudah semestinya hari-hari kita ditaburi dengan amal dan manfaat. Bukan sekedar killing time, bukan sekedar seru-seruan.
Hati-hati, socmed seperti IG dan FB, termasuk YouTube adalah perampok WAKTU paling nyata. Sangat nyata. Dan jangan salah, waktu lebih berharga daripada uang. Waktu itu kehidupan, bukan sekedar urusan uang.
Demi masa, itulah peringatan dari Yang Maha Kuasa. Manfaatkan waktu kita. Tulisan ini adalah reminder bagi saya yang selama ini sering lalai dan abai. Semoga ada manfaatnya.
Sharing Ilmu Ippho Santosa
Rabu, 22 April
10.00, Diera Bachir, IG Live
15.30, Aa Gym, Zoom
Kamis, 23 April
09.00, Andrie Wongso, IG Live
17.00, Imam Shamsi Ali, IG Live
Jumat, 24 April
08.00, Teddy Snada, IG Live
09.30, Ayah Irwan, Zoom
16.00, dr Tirta, IG Live
Sabtu, 25 April
09.30, Grand Gathering, Zoom
Ahad, 26 April
09.30, Syekh Ali Jaber, Zoom
Insya Allah teman-teman bisa menyimak semuanya di IG. Untuk acara Aa Gym, itu via zoom dan internal (Rabu sore, bersama mitra-mitra saya).
Untuk acara Syekh Ali, itu via zoom dan terbuka untuk umum. Free seminar persembahan dari saya dan Syekh Ali. Tentang 'Muhammad Sebagai Pedagang'.
Semoga bermanfaat ya 😊
Rabu, 22 April
10.00, Diera Bachir, IG Live
15.30, Aa Gym, Zoom
Kamis, 23 April
09.00, Andrie Wongso, IG Live
17.00, Imam Shamsi Ali, IG Live
Jumat, 24 April
08.00, Teddy Snada, IG Live
09.30, Ayah Irwan, Zoom
16.00, dr Tirta, IG Live
Sabtu, 25 April
09.30, Grand Gathering, Zoom
Ahad, 26 April
09.30, Syekh Ali Jaber, Zoom
Insya Allah teman-teman bisa menyimak semuanya di IG. Untuk acara Aa Gym, itu via zoom dan internal (Rabu sore, bersama mitra-mitra saya).
Untuk acara Syekh Ali, itu via zoom dan terbuka untuk umum. Free seminar persembahan dari saya dan Syekh Ali. Tentang 'Muhammad Sebagai Pedagang'.
Semoga bermanfaat ya 😊
Corona & Dakwah di Amerika
Virus Corona saat ini sangat memukul perekonomian Amerika. Di antara semua negara, jumlah kasus Corona di Amerika adalah yang terbanyak. Kamis sore insya Allah kita akan bincang-bincang santai dengan Imam Shamsi Ali, seorang imam di New York.
Beliau sudah menetap dan berdakwah di Amerika lebih dari 20 tahun. Karena itulah nanti sore di IG live, selain membahas virus Corona di Amerika, kita juga akan membahas perkembangan dakwah di Amerika. Inilah yang utama.
Disebabkan karakternya yang ramah dan supel, beliau sering didatangi dan ditanya oleh orang-orang Amerika tentang Islam. Diskusi dan konsultasi. Tak heran, beliau berkali-kali mengantarkan orang-orang Amerika menjadi muallaf.
Imam Shamsi Ali juga termasuk dalam 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia menurut Jordan Strategic Study. Tahun 2013 saat saya seminar di Amerika, saya ditemani dan benar-benar dibantu oleh beliau. Masya Allah.
Saya senang sekali kemudian diajak beliau terlibat dalam inisiasi dan pembangunan pesantren di Amerika yang digagas oleh beliau. Boleh dibilang, ini adalah pesantren pertama di benua Amerika. Alhamdulillah.
Dan sampai hari ini, sudah dua buku yang saya tulis bersama beliau. Insya Allah sangat banyak hal seru dan bermanfaat yang akan kita bahas nanti sore di IG live @ipphoright. Sempatkan menyimak ya. Bantu share juga. Niatkan untuk belajar dan bertumbuh.
Note:
Kamis jam 9 pagi insya Allah saya IG live bareng @AndrieWongso. Jam 5 sore bareng @ImamShamsiAli.
Jumat bareng @dr.Tirta @Teddy_Snada. Doakan ya, semoga penuh manfaat dan penuh keberkahan. Aamiin.
IG address: @ipphoright
Virus Corona saat ini sangat memukul perekonomian Amerika. Di antara semua negara, jumlah kasus Corona di Amerika adalah yang terbanyak. Kamis sore insya Allah kita akan bincang-bincang santai dengan Imam Shamsi Ali, seorang imam di New York.
Beliau sudah menetap dan berdakwah di Amerika lebih dari 20 tahun. Karena itulah nanti sore di IG live, selain membahas virus Corona di Amerika, kita juga akan membahas perkembangan dakwah di Amerika. Inilah yang utama.
Disebabkan karakternya yang ramah dan supel, beliau sering didatangi dan ditanya oleh orang-orang Amerika tentang Islam. Diskusi dan konsultasi. Tak heran, beliau berkali-kali mengantarkan orang-orang Amerika menjadi muallaf.
Imam Shamsi Ali juga termasuk dalam 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia menurut Jordan Strategic Study. Tahun 2013 saat saya seminar di Amerika, saya ditemani dan benar-benar dibantu oleh beliau. Masya Allah.
Saya senang sekali kemudian diajak beliau terlibat dalam inisiasi dan pembangunan pesantren di Amerika yang digagas oleh beliau. Boleh dibilang, ini adalah pesantren pertama di benua Amerika. Alhamdulillah.
Dan sampai hari ini, sudah dua buku yang saya tulis bersama beliau. Insya Allah sangat banyak hal seru dan bermanfaat yang akan kita bahas nanti sore di IG live @ipphoright. Sempatkan menyimak ya. Bantu share juga. Niatkan untuk belajar dan bertumbuh.
Note:
Kamis jam 9 pagi insya Allah saya IG live bareng @AndrieWongso. Jam 5 sore bareng @ImamShamsiAli.
Jumat bareng @dr.Tirta @Teddy_Snada. Doakan ya, semoga penuh manfaat dan penuh keberkahan. Aamiin.
IG address: @ipphoright
Nabi Muhammad itu santun, supel, dan sabar.
Nabi tidak menyebut yang lain sebagai murid. Alih-alih begitu, Nabi menyebutnya sebagai sahabat. Ya, sebagai sahabat. Nyaman dengarnya. Ada kesetaraan di sini. Ada pemuliaan di sini.
Cukupkah sampai di situ? Nggak juga. Nabi pun membaur dengan mereka. Supel. Tanpa gap. Duduk bersama, makan bersama, berjuang bersama. Walhasil sahabat merasa di-wong-kan dan diberdayakan.
Begitulah, Nabi itu santun dan supel.
Bukan itu saja. Pesan-pesan kebenaran, beliau sampaikan dengan sejuk. Dengan sabar. Nggak marah-marah. Semoga jadi pelajaran bagi kita saat menyampaikan pesan-pesan kebenaran.
Terkadang sebagian kita mudah kehilangan kesabaran saat menyerukan kebenaran (baca: dakwah). Kita berharap orang berubah seketika. Padahal di sisi lain kita tahu persis bahwa apa-apa itu perlu proses.
Ingat, Allah pun maha penyabar.
Kalau seorang manusia terus-menerus berbuat salah, mungkin orang lain akan bosan sama dia. Tapi, Allah beda. Allah maha pemurah, Allah maha pengampun. Jangan sampai kita berputus-asa dari rahmat-Nya.
Selagi kita dikasih umur, berarti kita dikasih kesempatan untuk memperbaiki diri, insya Allah. Menariknya, saat kita berusaha memperbaiki diri, Allah akan memperbaiki urusan-urusan kita. Yakin.
Kembali ke tugas kita sebagai hamba. Silakan menyampaikan pesan-pesan kebenaran. Itu kegiatan dan kesibukan yang sangat mulia. Tapi sampaikanlah dengan sabar, seperti muatan Surah Al-Asr.
Ada dua video menarik di IG saya tentang ini. Tepatnya tentang santun, supel, dan sabar. Terinspirasi dari Nouman Ali Khan. Silakan cek di IG saya @ipphoright. Sengaja saya posting dua video ini menjelang Ramadhan.
Semoga bermanfaat.
Nabi tidak menyebut yang lain sebagai murid. Alih-alih begitu, Nabi menyebutnya sebagai sahabat. Ya, sebagai sahabat. Nyaman dengarnya. Ada kesetaraan di sini. Ada pemuliaan di sini.
Cukupkah sampai di situ? Nggak juga. Nabi pun membaur dengan mereka. Supel. Tanpa gap. Duduk bersama, makan bersama, berjuang bersama. Walhasil sahabat merasa di-wong-kan dan diberdayakan.
Begitulah, Nabi itu santun dan supel.
Bukan itu saja. Pesan-pesan kebenaran, beliau sampaikan dengan sejuk. Dengan sabar. Nggak marah-marah. Semoga jadi pelajaran bagi kita saat menyampaikan pesan-pesan kebenaran.
Terkadang sebagian kita mudah kehilangan kesabaran saat menyerukan kebenaran (baca: dakwah). Kita berharap orang berubah seketika. Padahal di sisi lain kita tahu persis bahwa apa-apa itu perlu proses.
Ingat, Allah pun maha penyabar.
Kalau seorang manusia terus-menerus berbuat salah, mungkin orang lain akan bosan sama dia. Tapi, Allah beda. Allah maha pemurah, Allah maha pengampun. Jangan sampai kita berputus-asa dari rahmat-Nya.
Selagi kita dikasih umur, berarti kita dikasih kesempatan untuk memperbaiki diri, insya Allah. Menariknya, saat kita berusaha memperbaiki diri, Allah akan memperbaiki urusan-urusan kita. Yakin.
Kembali ke tugas kita sebagai hamba. Silakan menyampaikan pesan-pesan kebenaran. Itu kegiatan dan kesibukan yang sangat mulia. Tapi sampaikanlah dengan sabar, seperti muatan Surah Al-Asr.
Ada dua video menarik di IG saya tentang ini. Tepatnya tentang santun, supel, dan sabar. Terinspirasi dari Nouman Ali Khan. Silakan cek di IG saya @ipphoright. Sengaja saya posting dua video ini menjelang Ramadhan.
Semoga bermanfaat.
Hampir setiap hari saya menerima curhat dan keluhan orang-orang tentang keadaan saat ini.
Susah bergerak. Di rumah aja. Ekonomi lesu. Kena PHK. Usaha tutup.
Jujur, saya ikut kepikiran. Karena ini juga terjadi pada orang-orang di sekitar saya.
Bismillah. Saya pun berusaha menjawab keluhan-keluhan mereka.
Nah, bagi Anda yang pengusaha atau calon pengusaha, yang pengen usahanya berkah berlimpah, coba deh ikuti ZOOM seminar ini...
"Muhammad Sebagai Pedagang"
Poin-poin yang akan dibahas:
(1) Bukti kekayaan Nabi dan sahabat.
(2) Berniaga ala Nabi dan sahabat.
(3) Amal-amal mengundang rezeki.
(4) Ikhtiar dan peluang di tengah pandemi.
(5) Ikhtiar dan peluang ketika Ramadhan.
ZOOM seminar ini 100% FREE alias GRATIS, persembahan Syekh Ali Jaber dan Ippho Santosa. Bantu share, boleh ya?
Bagi Anda yang serius ingin mengikuti seminar online ini, WA segera 0813-8999-3113. Cepet-cepetan ya. 50% seat sudah ludes!
Satu lagi. Mohon doa untuk kedua narsum dan kita semua. Semoga selalu sehat, dalam lindungan Allah. Amin.
Susah bergerak. Di rumah aja. Ekonomi lesu. Kena PHK. Usaha tutup.
Jujur, saya ikut kepikiran. Karena ini juga terjadi pada orang-orang di sekitar saya.
Bismillah. Saya pun berusaha menjawab keluhan-keluhan mereka.
Nah, bagi Anda yang pengusaha atau calon pengusaha, yang pengen usahanya berkah berlimpah, coba deh ikuti ZOOM seminar ini...
"Muhammad Sebagai Pedagang"
Poin-poin yang akan dibahas:
(1) Bukti kekayaan Nabi dan sahabat.
(2) Berniaga ala Nabi dan sahabat.
(3) Amal-amal mengundang rezeki.
(4) Ikhtiar dan peluang di tengah pandemi.
(5) Ikhtiar dan peluang ketika Ramadhan.
ZOOM seminar ini 100% FREE alias GRATIS, persembahan Syekh Ali Jaber dan Ippho Santosa. Bantu share, boleh ya?
Bagi Anda yang serius ingin mengikuti seminar online ini, WA segera 0813-8999-3113. Cepet-cepetan ya. 50% seat sudah ludes!
Satu lagi. Mohon doa untuk kedua narsum dan kita semua. Semoga selalu sehat, dalam lindungan Allah. Amin.
Senandung ini telah rampung sejak Februari 2020. Sengaja kami tunda rilisnya dan sengaja kami rilis hari ini. Judulnya 'Shalawat 2020'.
#Shalawat2020 ini adalah benih-benih kerinduan. Bukan sembarang rindu, tapi kerinduan kepada manusia yang paling mulia, Nabi Muhammad SAW...
Di tengah pandemi, rindu pun bersemi...
Simak: bit.ly/Shalawat2020
Bertepatan Jumat, bertepatan Ramadhan, shalawat ini kami perkenalkan. Walaupun sedikit, walaupun sebentar, insya Allah menjadi penyejuk hati. Semoga Allah meridhai.
#Shalawat2020 ini adalah benih-benih kerinduan. Bukan sembarang rindu, tapi kerinduan kepada manusia yang paling mulia, Nabi Muhammad SAW...
Di tengah pandemi, rindu pun bersemi...
Simak: bit.ly/Shalawat2020
Bertepatan Jumat, bertepatan Ramadhan, shalawat ini kami perkenalkan. Walaupun sedikit, walaupun sebentar, insya Allah menjadi penyejuk hati. Semoga Allah meridhai.
YouTube
Shalawat 2020 - Shalawat Badar - Fadly Padi - Arie Untung - Teddy Snada - Mario Irwinsyah
Shalawat 2020 terinspirasi dari Shalawat Badar, yang usianya sudah puluhan tahun. Shalawat ini dibawakan oleh Fadly Padi, Yoyo Padi, Teddy Snada, Arie Untung, Dwiki Dharmawan, Adhin Abdul Hakim, Mario Irwinsyah, Natta Reza, Cupink Topan, Ricky Perdana, Jhody…
Warunk Upnormal, kenal? Kang Rex adalah founder-nya. Ntar sore jam 4 kami akan IG live bersama. Insya Allah niatnya berbagi ilmu dan berbagi semangat...