LAGI KURANG SEHAT?
Jatuh sakit, jatuh bangkrut, dan kecurian adalah hal-hal yang kurang menyenangkan. Kadang kita menyebutnya dengan musibah. Lantas, apa saran saya? Izinkan saya bercerita sebentar.
Hari itu saya menjenguk sahabat saya di sebuah rumah sakit. Seperti yang sudah-sudah, saya datang bersama istri. Kebiasaan saya, kalau menjenguk orang sakit selalu setel wajah cerah dan ceria. Menyebarkan optimisme.
Kalau kita setel wajah suram dan muram, itu pesan yang melemahkan bagi si sakit dan kemungkinan besar terekam oleh otak bawah sadarnya. Pesimis, efeknya. Nggak bagus.
Kepada istri si sakit, saya berusaha menuliskan pesan singkat. Di mana pesan ini saya kutip dari kata-kata guru saya, "Acapkali Allah bekerja dengan cara yang misterius. Kadang kita nggak tahu apa tujuan dan hikmahnya. Yang jelas, kita tahu bahwa Allah itu maha baik, satu kali pun TAK PERNAH zalim."
Sakit. Mungkin ini untuk menaikkan derajat. Mungkin ini untuk menggugurkan dosa.
Sambung saya, "Jadi, tugas kita adalah berbaiksangka dan bersabar. Termasuk, besar harapan. Toh kita sama-sama menyadari, Allah adalah sebaik-baik perencana. Tidak ada rencana-Nya yang sia-sia. Insya Allah semua dalam bingkai kasih dan sayang-Nya."
Hidup + Ujian = Kualitas Hidup
Dan terakhir pesan saya, "Sesayang-sayangnya kita sama pasangan kita, ternyata Allah LEBIH sayang sama dia. Jauh lebih sayang, sangat penyayang, bahkan maha penyayang. Sekali lagi, tak mungkin Allah bertindak zalim."
Berbaiksangka dan bersabar, memang ini tidak mudah. Namun tidak ada salahnya kita upayakan. Sekiranya teman-teman kita atau keluarga kita tengah sakit, teruskan pesan saya ini kepada mereka. Demikian juga mereka yang bangkrut, kecurian, dan terkena musibah.
Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini, bertambah-tambah baiksangka dan sabar mereka. Aamiin. Mohon doanya untuk saya dan keluarga saya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Jatuh sakit, jatuh bangkrut, dan kecurian adalah hal-hal yang kurang menyenangkan. Kadang kita menyebutnya dengan musibah. Lantas, apa saran saya? Izinkan saya bercerita sebentar.
Hari itu saya menjenguk sahabat saya di sebuah rumah sakit. Seperti yang sudah-sudah, saya datang bersama istri. Kebiasaan saya, kalau menjenguk orang sakit selalu setel wajah cerah dan ceria. Menyebarkan optimisme.
Kalau kita setel wajah suram dan muram, itu pesan yang melemahkan bagi si sakit dan kemungkinan besar terekam oleh otak bawah sadarnya. Pesimis, efeknya. Nggak bagus.
Kepada istri si sakit, saya berusaha menuliskan pesan singkat. Di mana pesan ini saya kutip dari kata-kata guru saya, "Acapkali Allah bekerja dengan cara yang misterius. Kadang kita nggak tahu apa tujuan dan hikmahnya. Yang jelas, kita tahu bahwa Allah itu maha baik, satu kali pun TAK PERNAH zalim."
Sakit. Mungkin ini untuk menaikkan derajat. Mungkin ini untuk menggugurkan dosa.
Sambung saya, "Jadi, tugas kita adalah berbaiksangka dan bersabar. Termasuk, besar harapan. Toh kita sama-sama menyadari, Allah adalah sebaik-baik perencana. Tidak ada rencana-Nya yang sia-sia. Insya Allah semua dalam bingkai kasih dan sayang-Nya."
Hidup + Ujian = Kualitas Hidup
Dan terakhir pesan saya, "Sesayang-sayangnya kita sama pasangan kita, ternyata Allah LEBIH sayang sama dia. Jauh lebih sayang, sangat penyayang, bahkan maha penyayang. Sekali lagi, tak mungkin Allah bertindak zalim."
Berbaiksangka dan bersabar, memang ini tidak mudah. Namun tidak ada salahnya kita upayakan. Sekiranya teman-teman kita atau keluarga kita tengah sakit, teruskan pesan saya ini kepada mereka. Demikian juga mereka yang bangkrut, kecurian, dan terkena musibah.
Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini, bertambah-tambah baiksangka dan sabar mereka. Aamiin. Mohon doanya untuk saya dan keluarga saya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Massive Action, Massive Income
Manusia dikaruniai akal dan tenaga. Selain itu, manusia juga dikasih kesempatan untuk memilih dan bermimpi. Apalagi manusia juga dikasih kemampuan untuk berubah dan beradaptasi.
Ya, makhluk yang bernama manusia itu komplit, kompleks, dan hebat sekali.
Nikmat manakah yang kita dustakan? Jika kita mengingat nikmat-nikmat dari-Nya, insyaAllah kita malu untuk berkeluh-kesah, termasuk saat terlintas keinginan untuk jadi pengusaha. Pada dasarnya, setiap kita bisa jadi pengusaha.
Nggak ada modal? Jangan-jangan nggak ada kemauan. π
Nggak ngerti jualan? Jangan-jangan nggak mau belajar. π
Nggak ada waktu? Jangan-jangan nggak ngerti prioritas. π
Daripada ngeluh kecilnya gaji, daripada ngeluh tingginya inflasi, daripada ngeluh biaya umrah dan haji, mending coba mandiri. Bisnis sendiri. Mulai sebisanya, sambil jalan coba belajar dan beradaptasi.
Di komunitas BP, alhamdulillah kami sama-sama sudah mengalami apa itu percepatan.
Ingat. Kalau income kita lumayan, banyak hal konkrit yang bisa kita lakukan untuk keluarga, sesama, dan agama. Belum bisa? Aminkan, ikhtiarkan. Setidaknya saat ini kita harus berusaha keras mencukupi kebutuhan keluarga. Itu yang utama.
Melalui bisnis BP, saya berusaha membantu mitra-mitra:
- mereka nggak perlu pusing soal produksi, keuangan, SDM, dan legal.
- biaya operasional super-minim
- pembinaan mitra super-intens
- margin dan repeat order sangat lumayan
- produk tahan lama
Alhamdulillah, risiko dan hal-hal yang kita takutkan dalam bisnis hampir-hampir terkikis habis.
Menurut saya, untuk sukses di bisnis, yang penting kita mau belajar dan mau mencoba. So, berhentilah mengeluh. Alihkan saja energi kita untuk terus-menerus belajar dan terus-menerus mencoba. Pantang menyerah. Istilahnya, massive action. Mudah-mudahan dengan massive action, dalam waktu singkat kita bisa mencetak massive income.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Siap? π
Manusia dikaruniai akal dan tenaga. Selain itu, manusia juga dikasih kesempatan untuk memilih dan bermimpi. Apalagi manusia juga dikasih kemampuan untuk berubah dan beradaptasi.
Ya, makhluk yang bernama manusia itu komplit, kompleks, dan hebat sekali.
Nikmat manakah yang kita dustakan? Jika kita mengingat nikmat-nikmat dari-Nya, insyaAllah kita malu untuk berkeluh-kesah, termasuk saat terlintas keinginan untuk jadi pengusaha. Pada dasarnya, setiap kita bisa jadi pengusaha.
Nggak ada modal? Jangan-jangan nggak ada kemauan. π
Nggak ngerti jualan? Jangan-jangan nggak mau belajar. π
Nggak ada waktu? Jangan-jangan nggak ngerti prioritas. π
Daripada ngeluh kecilnya gaji, daripada ngeluh tingginya inflasi, daripada ngeluh biaya umrah dan haji, mending coba mandiri. Bisnis sendiri. Mulai sebisanya, sambil jalan coba belajar dan beradaptasi.
Di komunitas BP, alhamdulillah kami sama-sama sudah mengalami apa itu percepatan.
Ingat. Kalau income kita lumayan, banyak hal konkrit yang bisa kita lakukan untuk keluarga, sesama, dan agama. Belum bisa? Aminkan, ikhtiarkan. Setidaknya saat ini kita harus berusaha keras mencukupi kebutuhan keluarga. Itu yang utama.
Melalui bisnis BP, saya berusaha membantu mitra-mitra:
- mereka nggak perlu pusing soal produksi, keuangan, SDM, dan legal.
- biaya operasional super-minim
- pembinaan mitra super-intens
- margin dan repeat order sangat lumayan
- produk tahan lama
Alhamdulillah, risiko dan hal-hal yang kita takutkan dalam bisnis hampir-hampir terkikis habis.
Menurut saya, untuk sukses di bisnis, yang penting kita mau belajar dan mau mencoba. So, berhentilah mengeluh. Alihkan saja energi kita untuk terus-menerus belajar dan terus-menerus mencoba. Pantang menyerah. Istilahnya, massive action. Mudah-mudahan dengan massive action, dalam waktu singkat kita bisa mencetak massive income.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Siap? π
4 LAPIS YANG MENENTUKAN
Di setiap pembinaan ke mitra-mitra, panjang-lebar penjelasan yang saya berikan dan salah satunya tentang pergaulan dan lingkungan. Istilah lainnya, ekosistem. Saya percaya, bisnis yang bagus BUKAN soal tim dan sistem saja, tapi juga ekosistem.
Bergaul dengan siapa saja, boleh. Supel. Namun soal sahabat, jangan main-main. Mesti kita pilah dan pilih. Karena akan mempengaruhi akhak, amal, dan pendapatan kita. Nggak percaya? Coba ingat-ingat lagi kalimat hikmah berikut ini, "Bergaul dengan penjual wangi, dapat bau wanginya. Bergaul dengan pembakar besi, dapat bau bakarannya."
Dan menurut ilmu pengembangan diri, siapa Anda tercermin melalui lima orang sampai sepuluh orang yang terdekat dengan Anda. Nabi Muhammad pun wanti-wanti, "Kesolehan seseorang sesuai dengan kesolehan teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya,β yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi.
Menariknya, sebanyak apapun teman Facebook Anda dan follower Instagram Anda, sebenarnya Anda hanya bisa memiliki lima orang teman yang benar-benar dekat dalam satu waktu. Apa iya? Iya! Pernyataan mengejutkan tersebut dibuktikan Robin Dunbar lewat penelitian antropologis.
Pada tahun 1990-an, Robin Dunbar menghelat penelitian akbar terhadap enam juta panggilan telepon dari 35 juta orang. Dia menganalisis hubungan seseorang dengan yang lainnya. Lalu, dia mencermati frekuensi menelepon satu sama lain dan mengkategorikan hubungan tersebut.
Hasilnya? Berdasarkan penelitian ini, ia mengemukakan Teori Lapisan Dunbar. Teori tersebut menyatakan bahwa manusia pada dasarnya hanya mampu membangun hubungan yang berarti dengan maksimal 150 orang dan dibagi menjadi empat lapisan.
- Lapisan pertama adalah 4 sampai 5 orang sahabat terdekat.
- Lapisan kedua yaitu 11 orang terdekat.
- Lapisan ketiga yaitu 30 orang teman.
- Lapisan keempat yaitu 129 orang teman.
Karena bagi Anda tulisan ini sangat penting, Anda boleh men-share tulisan ini. Boleh sekarang, atau nanti saja begitu Anda selesai membacanya.
Uniknya, menurut Washington Post, orang-orang pintar biasanya memiliki teman lebih sedikit. Salah satu sebabnya, seringkali pemikiran orang-orang pintar ini mengembara pada hal-hal yang sangat besar atau terkait masa depan (visioner), di mana khayalak awam lazimnya belum sanggup mengimbanginya.
Sekali lagi, terkait sahabat, jangan main-main. Mesti kita pilah dan pilih. Keberadaan mereka hendaknya mengarahkan kita pada impian kita, baik impian jangka pendek (dunia) maupun impian jangka panjang (akhirat). Insya Allah ekosistem di BP sangat memperhatikan dua hal itu, impian jangka pendek dan impian jangka panjang.
Pada akhirnya, bisnis yang bagus BUKAN soal tim dan sistem saja, tapi juga ekosistem. Insya Allah kita semua bisa menemukan bisnis yang tepat. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Boleh di-share.
Di setiap pembinaan ke mitra-mitra, panjang-lebar penjelasan yang saya berikan dan salah satunya tentang pergaulan dan lingkungan. Istilah lainnya, ekosistem. Saya percaya, bisnis yang bagus BUKAN soal tim dan sistem saja, tapi juga ekosistem.
Bergaul dengan siapa saja, boleh. Supel. Namun soal sahabat, jangan main-main. Mesti kita pilah dan pilih. Karena akan mempengaruhi akhak, amal, dan pendapatan kita. Nggak percaya? Coba ingat-ingat lagi kalimat hikmah berikut ini, "Bergaul dengan penjual wangi, dapat bau wanginya. Bergaul dengan pembakar besi, dapat bau bakarannya."
Dan menurut ilmu pengembangan diri, siapa Anda tercermin melalui lima orang sampai sepuluh orang yang terdekat dengan Anda. Nabi Muhammad pun wanti-wanti, "Kesolehan seseorang sesuai dengan kesolehan teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya,β yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi.
Menariknya, sebanyak apapun teman Facebook Anda dan follower Instagram Anda, sebenarnya Anda hanya bisa memiliki lima orang teman yang benar-benar dekat dalam satu waktu. Apa iya? Iya! Pernyataan mengejutkan tersebut dibuktikan Robin Dunbar lewat penelitian antropologis.
Pada tahun 1990-an, Robin Dunbar menghelat penelitian akbar terhadap enam juta panggilan telepon dari 35 juta orang. Dia menganalisis hubungan seseorang dengan yang lainnya. Lalu, dia mencermati frekuensi menelepon satu sama lain dan mengkategorikan hubungan tersebut.
Hasilnya? Berdasarkan penelitian ini, ia mengemukakan Teori Lapisan Dunbar. Teori tersebut menyatakan bahwa manusia pada dasarnya hanya mampu membangun hubungan yang berarti dengan maksimal 150 orang dan dibagi menjadi empat lapisan.
- Lapisan pertama adalah 4 sampai 5 orang sahabat terdekat.
- Lapisan kedua yaitu 11 orang terdekat.
- Lapisan ketiga yaitu 30 orang teman.
- Lapisan keempat yaitu 129 orang teman.
Karena bagi Anda tulisan ini sangat penting, Anda boleh men-share tulisan ini. Boleh sekarang, atau nanti saja begitu Anda selesai membacanya.
Uniknya, menurut Washington Post, orang-orang pintar biasanya memiliki teman lebih sedikit. Salah satu sebabnya, seringkali pemikiran orang-orang pintar ini mengembara pada hal-hal yang sangat besar atau terkait masa depan (visioner), di mana khayalak awam lazimnya belum sanggup mengimbanginya.
Sekali lagi, terkait sahabat, jangan main-main. Mesti kita pilah dan pilih. Keberadaan mereka hendaknya mengarahkan kita pada impian kita, baik impian jangka pendek (dunia) maupun impian jangka panjang (akhirat). Insya Allah ekosistem di BP sangat memperhatikan dua hal itu, impian jangka pendek dan impian jangka panjang.
Pada akhirnya, bisnis yang bagus BUKAN soal tim dan sistem saja, tapi juga ekosistem. Insya Allah kita semua bisa menemukan bisnis yang tepat. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Boleh di-share.
CROWD & CASH
Facebook (FB) dan Instagram (IG) adalah dua senjata penjualan andalan kita saat ini. Boleh dibilang, FB dan IG sekarang tengah ramai-ramainya, terutama IG. Ada keunikan di sana. Apa itu?
Ibaratnya media, di FB dan IG, yang menjadi redaktur dan editornya adalah Anda. Ya, Anda. Pembacanya? Teman-teman Anda dan keluarga Anda. Mereka pun bisa me-reply. Interaktif. Di social media, begitulah cara kerjanya. Beda dengan koran biasa (koran fisik).
Orang-orang bisnis dan pemasaran mesti melek soal beginian.
Prinsip pemasaran itu kan sederhana. Di mana ada keramaian (crowd), di situlah entrepreneur dan marketer turut berada. Mendekat. Merapat. Dari sana bisa menghasilkan uang (cash). Pesan senior saya, "Mari kelola baik-baik akun Facebook dan Instagram kita. Sepertinya Facebook dan Instagram akan bertahan sangat lama dan semakin berpengaruh."
Di koran biasa, komunikasi hanya berlaku satu arah. Kalau di FB dan IG? Yah, dua arah. Interaktif.
Memiliki akun FB dan IG adalah langkah awal yang bijak. Maka aktiflah di sana. Tapi maaf, itu sama sekali tidak cukup. Kita harus belajar ilmu optimasi agar akun kita bisa muncul dan selalu muncul ketika netizen melakukan pencarian (search atau explore). Dan ini ada ilmunya. Optimasi nama ilmunya. Saat ini saya bikin training-nya hanya untuk mitra-mitra saya.
Berikut ini adalah beberapa tips IG untuk kita semua.
5 Cara Bertumbuh Secara Organik di IG
1. Posting dengan data dan kata-kata yang positif. Kalau postingan negatif, orang-orang yang positif dan potensial akan unfollow.
2. Upload setidaknya 1 postingan dan 4 story per hari. Ini menunjukkan keaktifan dan menjaga interaksi.
3. Gunakan semua fitur yang ada di IG, seperti Video, IGTV, Stickers, dan Live. Setidaknya, gunakan dua di antaranya.
4. Gunakan headline yang dominan dan mencuri perhatian. So, cukup pilih satu atau dua kata sebagai headline.
5. Tetap pada niche kita. Fokus, fokus, fokus. Jangan gonta-ganti topik, tetaplah bahas satu topik.
Siap praktek ya?
8 Alasan Kenapa Orang Unfollow Anda
1. Kurang keterlibatan (interaksi)
2. Posting yang tidak konsisten
3. Terlalu banyak posting dalam satu waktu
4. Kualitas video dan foto yang buruk
5. Postingan yang terlalu emosional
6. Posting hal dan gambar aneh
7. Tiba-tiba bicara di luar topik
8. Terlalu sering merepost
Semua hal ada ilmunya, termasuk mengelola Instagram. Semoga bermanfaat.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Facebook (FB) dan Instagram (IG) adalah dua senjata penjualan andalan kita saat ini. Boleh dibilang, FB dan IG sekarang tengah ramai-ramainya, terutama IG. Ada keunikan di sana. Apa itu?
Ibaratnya media, di FB dan IG, yang menjadi redaktur dan editornya adalah Anda. Ya, Anda. Pembacanya? Teman-teman Anda dan keluarga Anda. Mereka pun bisa me-reply. Interaktif. Di social media, begitulah cara kerjanya. Beda dengan koran biasa (koran fisik).
Orang-orang bisnis dan pemasaran mesti melek soal beginian.
Prinsip pemasaran itu kan sederhana. Di mana ada keramaian (crowd), di situlah entrepreneur dan marketer turut berada. Mendekat. Merapat. Dari sana bisa menghasilkan uang (cash). Pesan senior saya, "Mari kelola baik-baik akun Facebook dan Instagram kita. Sepertinya Facebook dan Instagram akan bertahan sangat lama dan semakin berpengaruh."
Di koran biasa, komunikasi hanya berlaku satu arah. Kalau di FB dan IG? Yah, dua arah. Interaktif.
Memiliki akun FB dan IG adalah langkah awal yang bijak. Maka aktiflah di sana. Tapi maaf, itu sama sekali tidak cukup. Kita harus belajar ilmu optimasi agar akun kita bisa muncul dan selalu muncul ketika netizen melakukan pencarian (search atau explore). Dan ini ada ilmunya. Optimasi nama ilmunya. Saat ini saya bikin training-nya hanya untuk mitra-mitra saya.
Berikut ini adalah beberapa tips IG untuk kita semua.
5 Cara Bertumbuh Secara Organik di IG
1. Posting dengan data dan kata-kata yang positif. Kalau postingan negatif, orang-orang yang positif dan potensial akan unfollow.
2. Upload setidaknya 1 postingan dan 4 story per hari. Ini menunjukkan keaktifan dan menjaga interaksi.
3. Gunakan semua fitur yang ada di IG, seperti Video, IGTV, Stickers, dan Live. Setidaknya, gunakan dua di antaranya.
4. Gunakan headline yang dominan dan mencuri perhatian. So, cukup pilih satu atau dua kata sebagai headline.
5. Tetap pada niche kita. Fokus, fokus, fokus. Jangan gonta-ganti topik, tetaplah bahas satu topik.
Siap praktek ya?
8 Alasan Kenapa Orang Unfollow Anda
1. Kurang keterlibatan (interaksi)
2. Posting yang tidak konsisten
3. Terlalu banyak posting dalam satu waktu
4. Kualitas video dan foto yang buruk
5. Postingan yang terlalu emosional
6. Posting hal dan gambar aneh
7. Tiba-tiba bicara di luar topik
8. Terlalu sering merepost
Semua hal ada ilmunya, termasuk mengelola Instagram. Semoga bermanfaat.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Hadirnya masalah itu wajar.
Mana ada manusia yang lepas dari masalah?
Terus, gimana kalau ternyata ada masalah TAPI nggak ada solusinya, nggak ada jalan keluarnya? Sebelum saya jawab, silakan teman-teman baca dulu analogi-analogi berikut ini.
Mungkinkah guru memberikan ujian tanpa menyiapkan jawabannya?
Mungkinkah guru memberikan ujian tanpa mempersiapkan muridnya?
Mungkinkah guru memberikan ujian melebihi kemampuan muridnya?
Mungkinkah guru memberikan ujian dengan niat menyusahkan muridnya?
TIDAK MUNGKIN...
Kalau guru saja sedemikian baik terhadap muridnya, apalagi Allah terhadap hamba-Nya. Jalan keluar pasti ada, insya Allah. Manusia pasti mampu, insya Allah. Berbesarhatilah saat menghadapi #masalah.
Sebenarnya, masalah itu membuat kita semakin matang, semakin tangguh, semakin tawakal, semakin kreatif, dan naik derajat. Ya, naik kelas. Maka, tetaplah berbesar hati. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mana ada manusia yang lepas dari masalah?
Terus, gimana kalau ternyata ada masalah TAPI nggak ada solusinya, nggak ada jalan keluarnya? Sebelum saya jawab, silakan teman-teman baca dulu analogi-analogi berikut ini.
Mungkinkah guru memberikan ujian tanpa menyiapkan jawabannya?
Mungkinkah guru memberikan ujian tanpa mempersiapkan muridnya?
Mungkinkah guru memberikan ujian melebihi kemampuan muridnya?
Mungkinkah guru memberikan ujian dengan niat menyusahkan muridnya?
TIDAK MUNGKIN...
Kalau guru saja sedemikian baik terhadap muridnya, apalagi Allah terhadap hamba-Nya. Jalan keluar pasti ada, insya Allah. Manusia pasti mampu, insya Allah. Berbesarhatilah saat menghadapi #masalah.
Sebenarnya, masalah itu membuat kita semakin matang, semakin tangguh, semakin tawakal, semakin kreatif, dan naik derajat. Ya, naik kelas. Maka, tetaplah berbesar hati. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
SEKARANG ANDA KELAS BERAPA?
Setiap kita ingin 'naik kelas'.
Yang sekarang mahasiswa, pengen jadi sarjana.
Yang sekarang nganggur, pengen jadi karyawan.
Yang sekarang staf, pengen jadi supervisor atau manajer.
Yang sekarang entrepreneur, pengen jadi miliarder.
Yang sekarang jomblo, pengen? Pengen nangis, hehehe.
Nah, begitu kita naik level, sebenarnya kadar masalah pun bertambah. Betul apa betul? Masalah yang dihadapi seorang manajer tentulah lebih rumit daripada masalah yang dihadapi seorang staf.
Masalah yang dihadapi seorang gubernur tentulah lebih rumit daripada masalah yang dihadapi seorang walikota. Mana mungkin berkurang? Dengan kata lain, bertambahnya kadar masalah itu sesuatu yang wajar.
Sebagai hamba-Nya mesti paham soal kadar masalah seperti ini. Jangan berharap segala sesuatu jadi lebih mudah. Lebih baik berharap dan mempersiapkan diri untuk lebih tangguh.
Setuju? π
Setiap kita ingin 'naik kelas'.
Yang sekarang mahasiswa, pengen jadi sarjana.
Yang sekarang nganggur, pengen jadi karyawan.
Yang sekarang staf, pengen jadi supervisor atau manajer.
Yang sekarang entrepreneur, pengen jadi miliarder.
Yang sekarang jomblo, pengen? Pengen nangis, hehehe.
Nah, begitu kita naik level, sebenarnya kadar masalah pun bertambah. Betul apa betul? Masalah yang dihadapi seorang manajer tentulah lebih rumit daripada masalah yang dihadapi seorang staf.
Masalah yang dihadapi seorang gubernur tentulah lebih rumit daripada masalah yang dihadapi seorang walikota. Mana mungkin berkurang? Dengan kata lain, bertambahnya kadar masalah itu sesuatu yang wajar.
Sebagai hamba-Nya mesti paham soal kadar masalah seperti ini. Jangan berharap segala sesuatu jadi lebih mudah. Lebih baik berharap dan mempersiapkan diri untuk lebih tangguh.
Setuju? π
Gagal? Rugi?
Berjumpa teman-teman yang mengalami itu, saya langsung mengutip kata-kata dari guru saya, "Acapkali Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Kadang kita nggak tahu apa tujuan dan hikmahnya. Yang jelas, kita tahu bahwa Dia itu maha baik, satu kali pun tak pernah bertindak zalim."
Gagal. Rugi. Bangkrut. Mungkin ini untuk membersihkan hati dan harta. Mungkin ini untuk menaikkan derajat. Mungkin ini untuk menggugurkan dosa. Mungkin ini untuk menegur kelalaian kita. Atau kemungkinan lainnya.
Sambung saya, "Jadi, tugas kita adalah berbaiksangka dan bersabar. Termasuk, besar harapan. Toh kita sama-sama menyadari, Allah adalah sebaik-baik perencana. Tidak ada rencana-Nya yang sia-sia. Insya Allah semua dalam bingkai kasih dan sayang-Nya."
Dan terakhir pesan saya, "Sesayang-sayangnya kita sama diri kita dan keluarga kita, TERNYATA Allah lebih sayang sama diri kita dan keluarga kita. Jauh lebih sayang, sangat penyayang, bahkan maha penyayang. Sekali lagi, tak mungkin Allah bertindak zalim."
Berbaiksangka dan bersabar, memang ini tidak mudah. Apalagi ketika tagihan dan utang bertumpuk. Namun tidak ada salahnya kita upayakan. Sekiranya teman-teman kita atau keluarga kita tengah jatuh, berikan tulisan saya ini kepada mereka. Mudah-mudahan setelah membaca, bertambah-tambah baiksangka dan sabar mereka.
Setelah itu? Ajak mereka berbenah. Entah itu dari segi ikhtiar, amal, maupun akhlak. Kemungkinan besar, kita bisa jatuh karena kita mengabaikan satu atau beberapa faktor terpenting. Maka, benahi itu.
Tradisi kami di komunitas BP adalah introspeksi.
Introspection + Istighfar = Improvement
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Berjumpa teman-teman yang mengalami itu, saya langsung mengutip kata-kata dari guru saya, "Acapkali Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Kadang kita nggak tahu apa tujuan dan hikmahnya. Yang jelas, kita tahu bahwa Dia itu maha baik, satu kali pun tak pernah bertindak zalim."
Gagal. Rugi. Bangkrut. Mungkin ini untuk membersihkan hati dan harta. Mungkin ini untuk menaikkan derajat. Mungkin ini untuk menggugurkan dosa. Mungkin ini untuk menegur kelalaian kita. Atau kemungkinan lainnya.
Sambung saya, "Jadi, tugas kita adalah berbaiksangka dan bersabar. Termasuk, besar harapan. Toh kita sama-sama menyadari, Allah adalah sebaik-baik perencana. Tidak ada rencana-Nya yang sia-sia. Insya Allah semua dalam bingkai kasih dan sayang-Nya."
Dan terakhir pesan saya, "Sesayang-sayangnya kita sama diri kita dan keluarga kita, TERNYATA Allah lebih sayang sama diri kita dan keluarga kita. Jauh lebih sayang, sangat penyayang, bahkan maha penyayang. Sekali lagi, tak mungkin Allah bertindak zalim."
Berbaiksangka dan bersabar, memang ini tidak mudah. Apalagi ketika tagihan dan utang bertumpuk. Namun tidak ada salahnya kita upayakan. Sekiranya teman-teman kita atau keluarga kita tengah jatuh, berikan tulisan saya ini kepada mereka. Mudah-mudahan setelah membaca, bertambah-tambah baiksangka dan sabar mereka.
Setelah itu? Ajak mereka berbenah. Entah itu dari segi ikhtiar, amal, maupun akhlak. Kemungkinan besar, kita bisa jatuh karena kita mengabaikan satu atau beberapa faktor terpenting. Maka, benahi itu.
Tradisi kami di komunitas BP adalah introspeksi.
Introspection + Istighfar = Improvement
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Saya pengusaha, alhamdulillah.
Tidak cukup sampai di situ. Saya juga ingin mencetak dan menghadirkan pengusaha yang lebih banyak lagi di negeri ini.
Bukan sekedar wacana, tapi sudah saya konkritkan selama 12 tahun terakhir dengan membangun TK, SD, dan kampus di berbagai kota dengan visi entrepreneurship.
Karena itu pula, ketika saya punya produk suplemen dan laris, saya tetap komitmen untuk TIDAK MASUK ke toko-toko besar walaupun mereka memiliki jaringan nasional.
Saya lebih memilih cara kemitraan. Open reseller. Buka keagenan.
Kenapa? Dengan cara ini, saya percaya akan lebih banyak pengusaha yang dihadirkan dan lebih banyak keluarga yang benar-benar terbantu. Alhamdulillah, itulah yang terjadi 2 tahun terakhir.
Dari segi modal, saya bikin sangat terjangkau. Pembinaan? Setiap hari. Training? Hampir-hampir setiap hari. Soalnya saya tahu persis, kebanyakan mereka adalah pemula. Perlu dibina. Benar-benar dibina.
Lebih capek? Lebih menghabiskan waktu? Mungkin. Tapi demi Allah, saya lebih bahagia.
Doakan saya ya, semoga istiqomah dalam membina mitra-mitra.
Tidak cukup sampai di situ. Saya juga ingin mencetak dan menghadirkan pengusaha yang lebih banyak lagi di negeri ini.
Bukan sekedar wacana, tapi sudah saya konkritkan selama 12 tahun terakhir dengan membangun TK, SD, dan kampus di berbagai kota dengan visi entrepreneurship.
Karena itu pula, ketika saya punya produk suplemen dan laris, saya tetap komitmen untuk TIDAK MASUK ke toko-toko besar walaupun mereka memiliki jaringan nasional.
Saya lebih memilih cara kemitraan. Open reseller. Buka keagenan.
Kenapa? Dengan cara ini, saya percaya akan lebih banyak pengusaha yang dihadirkan dan lebih banyak keluarga yang benar-benar terbantu. Alhamdulillah, itulah yang terjadi 2 tahun terakhir.
Dari segi modal, saya bikin sangat terjangkau. Pembinaan? Setiap hari. Training? Hampir-hampir setiap hari. Soalnya saya tahu persis, kebanyakan mereka adalah pemula. Perlu dibina. Benar-benar dibina.
Lebih capek? Lebih menghabiskan waktu? Mungkin. Tapi demi Allah, saya lebih bahagia.
Doakan saya ya, semoga istiqomah dalam membina mitra-mitra.
Saya penasaran...
Sekiranya saya (Ippho Santosa) menawarkan kesempatan untuk konsultasi bisnis atau mentoring bisnis langsung dengan saya, kira-kira berapa orang ya yang berminat?
Mungkin secara online. Mungkin secara offline.
Bagi teman-teman yang kira-kira ingin konsultasi bisnis dengan saya, silakan WA ke 0812-8777-7100.
Sekiranya saya (Ippho Santosa) menawarkan kesempatan untuk konsultasi bisnis atau mentoring bisnis langsung dengan saya, kira-kira berapa orang ya yang berminat?
Mungkin secara online. Mungkin secara offline.
Bagi teman-teman yang kira-kira ingin konsultasi bisnis dengan saya, silakan WA ke 0812-8777-7100.
STRESS
Pelapor: "Pak Polisi, saya mau lapor. Saya ini distributor. Dan sekarang saya lagi stress."
Polisi: "Stress? Kenapa?"
Pelapor: "Ada dua calon mitra berantem, ngerebutin saya."
Polisi: "Lalu, masalahnya apa?"
Pelapor: "Sepertinya yang bakal menang yang kere, Pak."
π€£π€£π€£
Btw, apapun posisi dan prestasi kita, tak bisa lepas dari stress.
Faktanya, orang miskin yang stress lebih cepat meninggal ketimbang orang kaya yang stress. "Efek kemiskinan ditambah efek stress itu ibarat bom," kata Antonio Ivan Lazzarino, peneliti dari University College London, Inggris.
Profesor Glyn Lewis, pakar epidemiologi psikiatri di Universitas Bristol di Inggris, tidak terkejut dengan temuan tersebut. Karena memang ini lazim terjadi. Terus, gimana solusinya?
Saran saya, harus dicari tahu dulu akar permasalahannya. Jalan-jalan dan liburan hanya bisa memberi kesenangan sesaat. Solusi sejati tidak bisa terhadirkan dari aktivitas-aktivitas tersebut.
Saran berikutnya, minta masukan dari pasangan dan mentor. Hei, ini penting. Sepertinya mereka memiliki pandangan yang lebih jernih terhadap masalah kita. Juga lebih jujur.
Terakhir, bawa setiap masalah dalam doa dan ibadah. Kita semua tahu, hanya DIA yang menggenggam segala solusi. Hanya DIA pula yang bisa menentramkan setiap hati.
Dengan begitu, mudah-mudahan kita, tim kita, dan keluarga kita terbebas dari masalah. Kalaupun ada masalah, nggak sampai stress insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Pelapor: "Pak Polisi, saya mau lapor. Saya ini distributor. Dan sekarang saya lagi stress."
Polisi: "Stress? Kenapa?"
Pelapor: "Ada dua calon mitra berantem, ngerebutin saya."
Polisi: "Lalu, masalahnya apa?"
Pelapor: "Sepertinya yang bakal menang yang kere, Pak."
π€£π€£π€£
Btw, apapun posisi dan prestasi kita, tak bisa lepas dari stress.
Faktanya, orang miskin yang stress lebih cepat meninggal ketimbang orang kaya yang stress. "Efek kemiskinan ditambah efek stress itu ibarat bom," kata Antonio Ivan Lazzarino, peneliti dari University College London, Inggris.
Profesor Glyn Lewis, pakar epidemiologi psikiatri di Universitas Bristol di Inggris, tidak terkejut dengan temuan tersebut. Karena memang ini lazim terjadi. Terus, gimana solusinya?
Saran saya, harus dicari tahu dulu akar permasalahannya. Jalan-jalan dan liburan hanya bisa memberi kesenangan sesaat. Solusi sejati tidak bisa terhadirkan dari aktivitas-aktivitas tersebut.
Saran berikutnya, minta masukan dari pasangan dan mentor. Hei, ini penting. Sepertinya mereka memiliki pandangan yang lebih jernih terhadap masalah kita. Juga lebih jujur.
Terakhir, bawa setiap masalah dalam doa dan ibadah. Kita semua tahu, hanya DIA yang menggenggam segala solusi. Hanya DIA pula yang bisa menentramkan setiap hati.
Dengan begitu, mudah-mudahan kita, tim kita, dan keluarga kita terbebas dari masalah. Kalaupun ada masalah, nggak sampai stress insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kebayang... sebuah bisnis yang menguntungkan dan penuh bimbingan?
Kebayang... punya seorang mentor bisnis yang fokus dan total?
Yuk bermitra dengan saya (Ippho Santosa). Peluang usaha kali ini banyak kelebihannya. Sebelum teman-teman memutuskan untuk join, ada baiknya teman-teman tahu dulu apa saja kelebihannya...
Ini dia kelebihannya:
- Modal kecil,
- Margin besar,
- Balik modal cepat,
- Repeat order tinggi,
- Ongkir sangat murah,
- Standar internasional,
- Ratusan mitra terbukti sukses.
Insya Allah dibimbing oleh mentor yang fokus dan total (saya dan tim).
Btw, peluang usaha ini hanya dibuka sampai Jumat. Ya, sampai Jumat.
Minat? Tertarik? WA 0812-8777-7100. Sekarang, boleh. Sore nanti juga boleh.
Bismillah. Semoga kita bisa segera bermitra ya.
Kebayang... punya seorang mentor bisnis yang fokus dan total?
Yuk bermitra dengan saya (Ippho Santosa). Peluang usaha kali ini banyak kelebihannya. Sebelum teman-teman memutuskan untuk join, ada baiknya teman-teman tahu dulu apa saja kelebihannya...
Ini dia kelebihannya:
- Modal kecil,
- Margin besar,
- Balik modal cepat,
- Repeat order tinggi,
- Ongkir sangat murah,
- Standar internasional,
- Ratusan mitra terbukti sukses.
Insya Allah dibimbing oleh mentor yang fokus dan total (saya dan tim).
Btw, peluang usaha ini hanya dibuka sampai Jumat. Ya, sampai Jumat.
Minat? Tertarik? WA 0812-8777-7100. Sekarang, boleh. Sore nanti juga boleh.
Bismillah. Semoga kita bisa segera bermitra ya.
Punya bisnis?
Punya mentor?
Mentornya fokus?
BAYANGKAN sebentar lagi Anda memiliki sebuah bisnis yang menguntungkan dan sarat bimbingan.
BAYANGKAN sebentar lagi Anda dibimbing oleh seorang mentor bisnis yang fokus dan total.
Yuk bermitra bareng saya (Ippho Santosa). Kemitraan kali ini banyak kelebihannya. Sebelum teman-teman memutuskan untuk join, ada baiknya teman-teman tahu dulu apa saja kelebihannya...
Ini dia kelebihannya:
- Modal kecil,
- Margin besar,
- Balik modal cepat,
- Repeat order tinggi,
- Ongkir sangat murah,
- Standar internasional,
- Ratusan mitra terbukti sukses.
Insya Allah dibimbing oleh mentor yang fokus dan total (saya dan tim).
Btw, peluang usaha ini hanya dibuka sampai Jumat. Ya, sampai Jumat.
Minat? Tertarik? WA 0812-8777-7100. Sekarang, boleh. Siang nanti juga boleh.
Semoga kita bisa segera bermitra ya.
Punya mentor?
Mentornya fokus?
BAYANGKAN sebentar lagi Anda memiliki sebuah bisnis yang menguntungkan dan sarat bimbingan.
BAYANGKAN sebentar lagi Anda dibimbing oleh seorang mentor bisnis yang fokus dan total.
Yuk bermitra bareng saya (Ippho Santosa). Kemitraan kali ini banyak kelebihannya. Sebelum teman-teman memutuskan untuk join, ada baiknya teman-teman tahu dulu apa saja kelebihannya...
Ini dia kelebihannya:
- Modal kecil,
- Margin besar,
- Balik modal cepat,
- Repeat order tinggi,
- Ongkir sangat murah,
- Standar internasional,
- Ratusan mitra terbukti sukses.
Insya Allah dibimbing oleh mentor yang fokus dan total (saya dan tim).
Btw, peluang usaha ini hanya dibuka sampai Jumat. Ya, sampai Jumat.
Minat? Tertarik? WA 0812-8777-7100. Sekarang, boleh. Siang nanti juga boleh.
Semoga kita bisa segera bermitra ya.
*TERAKHIR*
Hari ini dan besok (Kamis-Jumat) adalah kesempatan terakhir untuk bermitra dengan Ippho Santosa. Yang minat, WA 0812-8777-7100 ya.
Hari ini dan besok (Kamis-Jumat) adalah kesempatan terakhir untuk bermitra dengan Ippho Santosa. Yang minat, WA 0812-8777-7100 ya.
HARTA
Siapa yang lebih kaya?
Batman atau Iron Man?
Harta dan kekayaan selalu menjadi pusat perhatian. Bahkan paling menarik perhatian. The most! Tapiiiii, sebenarnya inti dari kehidupan ini bukanlah pada kekayaan. Melainkan pada kebermanfaatan dan rasa syukur.
Sering saya sampaikan di mana-mana, "Kekayaanmu mungkin membuat orang lain terkesan. Akan tetapi, hanya manfaatmu dan akhlakmu yang membuat orang lain turut mendoakanmu."
Kalau belum KAYA, gimana? Nggak masalah. Fokus saja pada manfaatmu dan akhlakmu. Sampai di sini, saya harap Anda setuju. Menebar manfaat dan memperbaiki akhlak, itulah amalan yang ditunggu-tunggu malaikat untuk dicatat.
Ingat, menjadi kaya perlu proses. Tapi, menjadi insan yang bermanfaat, tak perlu proses. Semua orang bisa melakukannya. Sekarang. Seketika. Sip? Sekiranya belum bisa besar, mulai saja dari hal kecil di sekitar kita. Terhadap keluarga. Terhadap mitra. Terhadap prospek. Insya Allah pasti bisa. Insya Allah pasti joss!
Ya, nggak harus sekaya Batman, Iron Man, atau Black Panther. Kita luaskan saja manfaat sebisa kita. Insya Allah pelan-pelan kita akan dikayakan. Lagi-lagi saya berharap Anda setuju dan yakin.
Ali bin Husein pernah berpesan, "Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian dari Allah dengan rasa senang (syukur)." Pesan ini memotivasi kita untuk selalu bersyukur. Kapanpun, di manapun. Sampai ke level quantum.
Pada akhirnya, semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. π
Siapa yang lebih kaya?
Batman atau Iron Man?
Harta dan kekayaan selalu menjadi pusat perhatian. Bahkan paling menarik perhatian. The most! Tapiiiii, sebenarnya inti dari kehidupan ini bukanlah pada kekayaan. Melainkan pada kebermanfaatan dan rasa syukur.
Sering saya sampaikan di mana-mana, "Kekayaanmu mungkin membuat orang lain terkesan. Akan tetapi, hanya manfaatmu dan akhlakmu yang membuat orang lain turut mendoakanmu."
Kalau belum KAYA, gimana? Nggak masalah. Fokus saja pada manfaatmu dan akhlakmu. Sampai di sini, saya harap Anda setuju. Menebar manfaat dan memperbaiki akhlak, itulah amalan yang ditunggu-tunggu malaikat untuk dicatat.
Ingat, menjadi kaya perlu proses. Tapi, menjadi insan yang bermanfaat, tak perlu proses. Semua orang bisa melakukannya. Sekarang. Seketika. Sip? Sekiranya belum bisa besar, mulai saja dari hal kecil di sekitar kita. Terhadap keluarga. Terhadap mitra. Terhadap prospek. Insya Allah pasti bisa. Insya Allah pasti joss!
Ya, nggak harus sekaya Batman, Iron Man, atau Black Panther. Kita luaskan saja manfaat sebisa kita. Insya Allah pelan-pelan kita akan dikayakan. Lagi-lagi saya berharap Anda setuju dan yakin.
Ali bin Husein pernah berpesan, "Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian dari Allah dengan rasa senang (syukur)." Pesan ini memotivasi kita untuk selalu bersyukur. Kapanpun, di manapun. Sampai ke level quantum.
Pada akhirnya, semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. π
ENJOY
Seminggu ini saya berada di Jepang, alhamdulillah. Dan ini kali ke-6 saya berada di Jepang. Bedanya, kali ini saya ditraktir oleh salah satu mitra saya di BP. Senang rasanya, masya Allah.
Terhadap mitra-mitra, sering saya sampaikan bahwa impian boleh besar TAPI mesti SIAP BERPROSES dan ENJOY ketika berproses. Maaf, kalau sekedar impian, hampir semua orang juga bisa. Tapi soal siap dan enjoy, nggak semua orang bisa.
Ini beneran. Tak semua orang bahagia ketika menjalani proses. Mereka merasa menderita. Dan mereka pikir, bahagia itu ketika berhasil meraih impiannya. Kebanyakan orang, cara pikirnya yah begitu.
Bayangkan, ternyata impiannya baru berhasil diraih di usia 40 tahun. Itu kan artinya, dia nggak bahagia alias merasa menderita selama 39 tahun. Ini kan konyol. Kebangetan konyolnya!
Masa-masa sulit dan pahit, hendaknya dinikmati. Kalau perlu, dihayati. Toh ketika Anda sukses nanti, itu akan menjadi cerita manis yang menginspirasi bagi banyak orang, setidaknya bagi anak-anak Anda, itu pasti.
Saya, Ippho Santosa, turut mendokan, semoga teman-teman semua ditunjukkan jalan yang mudaaaaah menuju impiannya. Kalaupun tidak mudah, diberi mental yang tangguh dan hati yang lapang untuk menjalaninya.
Dan satu lagi, semakin taat kepada Yang Maha Kuasa ketika menjalani proses tersebut, terlebih-lebih lagi ketika berhasil meraih impian tersebut. Aamiin. Sekian, semoga berkah berlimpah.
Seminggu ini saya berada di Jepang, alhamdulillah. Dan ini kali ke-6 saya berada di Jepang. Bedanya, kali ini saya ditraktir oleh salah satu mitra saya di BP. Senang rasanya, masya Allah.
Terhadap mitra-mitra, sering saya sampaikan bahwa impian boleh besar TAPI mesti SIAP BERPROSES dan ENJOY ketika berproses. Maaf, kalau sekedar impian, hampir semua orang juga bisa. Tapi soal siap dan enjoy, nggak semua orang bisa.
Ini beneran. Tak semua orang bahagia ketika menjalani proses. Mereka merasa menderita. Dan mereka pikir, bahagia itu ketika berhasil meraih impiannya. Kebanyakan orang, cara pikirnya yah begitu.
Bayangkan, ternyata impiannya baru berhasil diraih di usia 40 tahun. Itu kan artinya, dia nggak bahagia alias merasa menderita selama 39 tahun. Ini kan konyol. Kebangetan konyolnya!
Masa-masa sulit dan pahit, hendaknya dinikmati. Kalau perlu, dihayati. Toh ketika Anda sukses nanti, itu akan menjadi cerita manis yang menginspirasi bagi banyak orang, setidaknya bagi anak-anak Anda, itu pasti.
Saya, Ippho Santosa, turut mendokan, semoga teman-teman semua ditunjukkan jalan yang mudaaaaah menuju impiannya. Kalaupun tidak mudah, diberi mental yang tangguh dan hati yang lapang untuk menjalaninya.
Dan satu lagi, semakin taat kepada Yang Maha Kuasa ketika menjalani proses tersebut, terlebih-lebih lagi ketika berhasil meraih impian tersebut. Aamiin. Sekian, semoga berkah berlimpah.
MENJUAL
Setiap hari saya memberikan pembinaan buat mitra-mitra saya. Online dan offline. Salah satunya tentang menjual.
Jangan tabu dan ragu dengan menjual. Berbakat atau tidak, semua orang bisa menjual. Itulah yang sebenarnya.
Pesan saya selanjutnya, "Selling is about skill." Keterampilan (skill) tidak bisa didapat dari buku dan YouTube. Tapi dari praktek. Lebih tepatnya, dari sering-sering praktek. Saran saya, apapun yang terjadi, harus selalu praktek.
Yakin nggak yakin, tetaplah menawarkan. Praktek. π
Paham nggak paham, tetaplah menawarkan. Praktek. π
Closing nggak closing, tetaplah menawarkan. Praktek. π
Kalau sering-sering praktek, maka pelan-pelan akan terasah kepedean sekaligus terasah skill. Beneran ini. Sekedar saran, prakteklah dengan berdoa dan berharap kepada Yang Maha Kuasa. Lebih powerful dan lebih closing, insya Allah.
Siap? πππ
Setiap hari saya memberikan pembinaan buat mitra-mitra saya. Online dan offline. Salah satunya tentang menjual.
Jangan tabu dan ragu dengan menjual. Berbakat atau tidak, semua orang bisa menjual. Itulah yang sebenarnya.
Pesan saya selanjutnya, "Selling is about skill." Keterampilan (skill) tidak bisa didapat dari buku dan YouTube. Tapi dari praktek. Lebih tepatnya, dari sering-sering praktek. Saran saya, apapun yang terjadi, harus selalu praktek.
Yakin nggak yakin, tetaplah menawarkan. Praktek. π
Paham nggak paham, tetaplah menawarkan. Praktek. π
Closing nggak closing, tetaplah menawarkan. Praktek. π
Kalau sering-sering praktek, maka pelan-pelan akan terasah kepedean sekaligus terasah skill. Beneran ini. Sekedar saran, prakteklah dengan berdoa dan berharap kepada Yang Maha Kuasa. Lebih powerful dan lebih closing, insya Allah.
Siap? πππ
BISNIS ANAK MUDA
Kemarin saya memberikan pembinaan untuk mitra-mitra. Ya, rutin. Mereka datang dari berbagai kota. Prinsip saya adalah BSD alias Bina Sampai Dahsyat. Di pembinaan, sedikit-banyak saya menyinggung soal distribusi.
Pengalaman saya, memahami alur distribusi dengan seksama bisa menghadirkan satu bisnis tersendiri.
Ketika memulai bisnis, sebagian orang muda suka berpikir aneh-aneh. Katanya nyari ide. Terus, menimbang-nimbang ide. Dipikirnya beras kali ya, ditimbang-timbang segala, hehehe. Padahal waktu yang habis itu jauuuh lebih mahal. Apalagi kita sepakat bahwa waktu lebih mahal daripada uang.
Okelah, nyari ide. Tapi sambil nyari ide, akan lebih baik kalau Anda bisa menghasilkan uang detik ini juga. Bukankah orang muda itu biasanya lebih bersegera dalam action? Mikir sih boleh, tapi jangan kebanyakan mikir. Sekiranya Anda setuju, silakan baca tulisan sampai selesai.
Salah satu pintu rezeki yang sudah dibuka dan dibuktikan oleh jutaan orang, adalah menjadi reseller. Atau agent. Atau distributor. Atau sejenisnya. Ya, Anda bisa menjadi orang tengah, menjualkan produk orang lain. Kata kunci di sini adalah distribusi.
Jangan salah, showroom dan dealer mobil itu juga semacam agent. Konter resmi iPhone dan Samsung itu juga semacam agent. Orang tengah, istilah lainnya. Dan ini bagian dari distribusi. Tetap bergengsi tho?
Menjadi reseller, agent, atau sejenisnya, ini sangat bagus. Kenapa? Karena sebagai orang muda yang nggak sabaran, Anda tidak perlu pusing sama produksi yang identik dengan mutu dan kepuasan. Apalagi produksi itu memerlukan cost yang lumayan dan pengalaman.
Saran saya, sebagai reseller, carilah produk yang bisa menghasilkan margin yang lumayan. Kalau margin-nya cuma 5%, begitu segelintir barang tidak terjual, otomatis itu akan βmerampokβ profit Anda seluruhnya.
Yah, boleh-boleh saja Anda menjual produk yang margin-nya 5% tapi Anda harus tahu dulu ke mana menjualnya dan seberapa banyak. Antisipasi ini sejak awal. Sehingga resiko Anda mengecil.
Jadi agent? Itu lebih baik lagi. Karena kemungkinan potensi marginnya akan jauh lebih besar. Pada akhirnya, happy selling. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kemarin saya memberikan pembinaan untuk mitra-mitra. Ya, rutin. Mereka datang dari berbagai kota. Prinsip saya adalah BSD alias Bina Sampai Dahsyat. Di pembinaan, sedikit-banyak saya menyinggung soal distribusi.
Pengalaman saya, memahami alur distribusi dengan seksama bisa menghadirkan satu bisnis tersendiri.
Ketika memulai bisnis, sebagian orang muda suka berpikir aneh-aneh. Katanya nyari ide. Terus, menimbang-nimbang ide. Dipikirnya beras kali ya, ditimbang-timbang segala, hehehe. Padahal waktu yang habis itu jauuuh lebih mahal. Apalagi kita sepakat bahwa waktu lebih mahal daripada uang.
Okelah, nyari ide. Tapi sambil nyari ide, akan lebih baik kalau Anda bisa menghasilkan uang detik ini juga. Bukankah orang muda itu biasanya lebih bersegera dalam action? Mikir sih boleh, tapi jangan kebanyakan mikir. Sekiranya Anda setuju, silakan baca tulisan sampai selesai.
Salah satu pintu rezeki yang sudah dibuka dan dibuktikan oleh jutaan orang, adalah menjadi reseller. Atau agent. Atau distributor. Atau sejenisnya. Ya, Anda bisa menjadi orang tengah, menjualkan produk orang lain. Kata kunci di sini adalah distribusi.
Jangan salah, showroom dan dealer mobil itu juga semacam agent. Konter resmi iPhone dan Samsung itu juga semacam agent. Orang tengah, istilah lainnya. Dan ini bagian dari distribusi. Tetap bergengsi tho?
Menjadi reseller, agent, atau sejenisnya, ini sangat bagus. Kenapa? Karena sebagai orang muda yang nggak sabaran, Anda tidak perlu pusing sama produksi yang identik dengan mutu dan kepuasan. Apalagi produksi itu memerlukan cost yang lumayan dan pengalaman.
Saran saya, sebagai reseller, carilah produk yang bisa menghasilkan margin yang lumayan. Kalau margin-nya cuma 5%, begitu segelintir barang tidak terjual, otomatis itu akan βmerampokβ profit Anda seluruhnya.
Yah, boleh-boleh saja Anda menjual produk yang margin-nya 5% tapi Anda harus tahu dulu ke mana menjualnya dan seberapa banyak. Antisipasi ini sejak awal. Sehingga resiko Anda mengecil.
Jadi agent? Itu lebih baik lagi. Karena kemungkinan potensi marginnya akan jauh lebih besar. Pada akhirnya, happy selling. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
BUKAN UANG Yang Paling Mereka Harapkan
Mungkinkah bisnis kita bisa BESAR tanpa ridha dari orangtua?
Mungkinkah tim kita bisa BANYAK tanpa ridha dari orangtua?
Mungkinkah impian kita bisa TERCAPAI tanpa ridha dari orangtua?
Mungkinkah hidup kita bisa BAHAGIA tanpa ridha dari orangtua?
Sepertinya sangat sangat sulit.
Ingat, membahagiakan orangtua bukan saja amal ibadah, tapi juga mengundang kebahagiaan, kemudahan, dan rezeki pada hidup kita. Ini jangan dianggap wacana. Hei, ini sesuatu yang nyata!
Membahagiakan orangtua terutama ibu bukan sekedar ucapan. Yah boleh-boleh saja, tapi bukan itu yang utama. Bagaimana kita memuliakan dan membahagiakan mereka setiap harinya, itu jauh lebih utama.
Tanyalah ibu manapun, pastilah mereka senang teramat sangat kalau anaknya nggak neko-neko, anaknya selalu perhatian, anaknya selalu sholat (bagi yang muslim), dan seumpamanya.
Percayalah, BUKAN uang yang paling mereka harapkan. Coba lihat di luar sana, betapa banyak anak yang miskin namun berhasil memuliakan dan membahagiakan ibunya, karena memang si anak ini penuh perhatian.
Ia mengalokasikan waktu untuk ibunya. Makan bareng. Jalan bareng. Ketika jauh, ia pun sering menelepon atau WA ibunya. Coba baca kalimat tadi baik-baik. Apa susahnya? Nggak susah kan? Nggak harus pakai uang kan?
Tentu, kalau pakai waktu DAN uang, ini jauh lebih baik. Misalnya, liburan bareng. Atau umrah bareng. Sempatkan 5 detik untuk share artikel ini kepada teman-teman dan keluarga anda. Mengingatkan mereka.
Terhadap atasan atau orang asing, kita sering mengucapkan, βPak, ada yang bisa saya bantu?β Pernahkah kita mengucapkan ini kepada ibu? Kalau terhadap atasan atau orang asing saja kita bisa santun, mestinya kepada ibu kita bisa lebih daripada itu. Lebih!
Jangan sampai orangtua keburu meninggal dan kita menjadi anak yang menyesal. Kelak, anak kita pun ikut-ikutan lalai dan abai kepada kita, karena mereka jarang-jarang melihat contoh berbakti dari kita.
Sekiranya kita beda pendapat dengan ibu (misal, kita ingin berbisnis, sementara ibu ingin kita tetap bekerja) maka sampaikan pendapat kita dengan sikap yang baik dan waktu yang tepat. Jangan frontal.
Pada akhirnya, jadilah family figher. Semoga kita semua dimampukan untuk memuliakan dan membahagiakan ibu kita. Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan. Aamiin.
Mungkinkah bisnis kita bisa BESAR tanpa ridha dari orangtua?
Mungkinkah tim kita bisa BANYAK tanpa ridha dari orangtua?
Mungkinkah impian kita bisa TERCAPAI tanpa ridha dari orangtua?
Mungkinkah hidup kita bisa BAHAGIA tanpa ridha dari orangtua?
Sepertinya sangat sangat sulit.
Ingat, membahagiakan orangtua bukan saja amal ibadah, tapi juga mengundang kebahagiaan, kemudahan, dan rezeki pada hidup kita. Ini jangan dianggap wacana. Hei, ini sesuatu yang nyata!
Membahagiakan orangtua terutama ibu bukan sekedar ucapan. Yah boleh-boleh saja, tapi bukan itu yang utama. Bagaimana kita memuliakan dan membahagiakan mereka setiap harinya, itu jauh lebih utama.
Tanyalah ibu manapun, pastilah mereka senang teramat sangat kalau anaknya nggak neko-neko, anaknya selalu perhatian, anaknya selalu sholat (bagi yang muslim), dan seumpamanya.
Percayalah, BUKAN uang yang paling mereka harapkan. Coba lihat di luar sana, betapa banyak anak yang miskin namun berhasil memuliakan dan membahagiakan ibunya, karena memang si anak ini penuh perhatian.
Ia mengalokasikan waktu untuk ibunya. Makan bareng. Jalan bareng. Ketika jauh, ia pun sering menelepon atau WA ibunya. Coba baca kalimat tadi baik-baik. Apa susahnya? Nggak susah kan? Nggak harus pakai uang kan?
Tentu, kalau pakai waktu DAN uang, ini jauh lebih baik. Misalnya, liburan bareng. Atau umrah bareng. Sempatkan 5 detik untuk share artikel ini kepada teman-teman dan keluarga anda. Mengingatkan mereka.
Terhadap atasan atau orang asing, kita sering mengucapkan, βPak, ada yang bisa saya bantu?β Pernahkah kita mengucapkan ini kepada ibu? Kalau terhadap atasan atau orang asing saja kita bisa santun, mestinya kepada ibu kita bisa lebih daripada itu. Lebih!
Jangan sampai orangtua keburu meninggal dan kita menjadi anak yang menyesal. Kelak, anak kita pun ikut-ikutan lalai dan abai kepada kita, karena mereka jarang-jarang melihat contoh berbakti dari kita.
Sekiranya kita beda pendapat dengan ibu (misal, kita ingin berbisnis, sementara ibu ingin kita tetap bekerja) maka sampaikan pendapat kita dengan sikap yang baik dan waktu yang tepat. Jangan frontal.
Pada akhirnya, jadilah family figher. Semoga kita semua dimampukan untuk memuliakan dan membahagiakan ibu kita. Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan. Aamiin.
Punya anak? Punya ponakan?
Mendidik anak pada 7 tahun pertama, sedikit berbeda dan menantang.
Menurut Ali bin Abi Thalib, perlakukan mereka seperti raja. Dalam arti, layani mereka dan senangkan hati mereka.
Saat mereka berulah, baiknya orangtua tetap bersabar dan menahan amarah. Terus? Tetaplah membimbing mereka dengan telaten.
Kelak si anak akan mampu menahan amarahnya karena begitulah contoh yang didapatnya. Sampai di sini, masuk akal kan?
Yang namanya anak kecil memang identik dengan bermain dan hiburan. Kita sebagai orangtua harus sabar dan memaklumi.
Kalaupun kita ingin mendidik mereka, jangan lupakan dunia mereka. Apa itu? Bermain dan hiburan. Jelas, itulah dunianya.
Salah satunya mungkin melalui tayangan ini:
https://www.youtube.com/watch?v=0nGb4E4uCOc&feature=youtu.be&utm_source=IG&utm_medium=Riko
Insya Allah pas untuk anak kita. Juga ponakan kita. Karena menghibur sekaligus mendidik. Alhamdulillah anak-anak saya sampai nonton berulang.
Simak ya...
Mendidik anak pada 7 tahun pertama, sedikit berbeda dan menantang.
Menurut Ali bin Abi Thalib, perlakukan mereka seperti raja. Dalam arti, layani mereka dan senangkan hati mereka.
Saat mereka berulah, baiknya orangtua tetap bersabar dan menahan amarah. Terus? Tetaplah membimbing mereka dengan telaten.
Kelak si anak akan mampu menahan amarahnya karena begitulah contoh yang didapatnya. Sampai di sini, masuk akal kan?
Yang namanya anak kecil memang identik dengan bermain dan hiburan. Kita sebagai orangtua harus sabar dan memaklumi.
Kalaupun kita ingin mendidik mereka, jangan lupakan dunia mereka. Apa itu? Bermain dan hiburan. Jelas, itulah dunianya.
Salah satunya mungkin melalui tayangan ini:
https://www.youtube.com/watch?v=0nGb4E4uCOc&feature=youtu.be&utm_source=IG&utm_medium=Riko
Insya Allah pas untuk anak kita. Juga ponakan kita. Karena menghibur sekaligus mendidik. Alhamdulillah anak-anak saya sampai nonton berulang.
Simak ya...
YouTube
Berani Sama Besi?! - Riko The Series - Episode 01
Yuk manteman Kita tonton episode terbarunya Riko di link berikut https://youtu.be/7gllbqcwRPY
=====
Assalamu'alaikum manteman,
Riko The Series adalah Tayangan Animasi Anak Indonesia yang bercerita tentang Ilmu Pengetahuan. Di Episode Pertama nya, Rikoβ¦
=====
Assalamu'alaikum manteman,
Riko The Series adalah Tayangan Animasi Anak Indonesia yang bercerita tentang Ilmu Pengetahuan. Di Episode Pertama nya, Rikoβ¦