Ippho Santosa - ipphoright
26.3K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Waktu terasa singkat saat Anda gembira.

Anehnya, waktu juga terasa singkat bahkan terasa kurang, saat Anda terlambat.

Waktu terasa lambat saat Anda menunggu atau bosan.

Anehnya, waktu pun terasa lambat bahkan terasa berhenti saat Anda sedih dan susah.

Perhatikan baik-baik.

Ternyata waktu terasa berbeda saat perasaan kita juga berbeda. Dengan kata lain, pemaknaan kita terhadap waktu sangat dipengaruhi oleh perasaan. Tidak ditentukan oleh durasi dan arloji.

Maka, nikmati waktu kita. Manfaatkan waktu kita. Karena ini akan menentukan perasaan kita juga pencapaian kita.

Bagi teman-teman yang berpuasa, selamat menunaikan ibadah puasa. Kalau boleh, doakan juga saya. Mudah-mudahan puasa saya dan puasa teman-teman diterima oleh Yang Maha Kuasa. Aamiin.
Sudah saatnya Indonesia menjadi negara yang benar-benar maju dan makmur. Di mana kemajuan dan kemakmurannya dirasakan oleh seluruh rakyatnya, aamiin. Jujur saja, ini menjadi doa dan harapan kita sejak lama.

Lantas, apa yang membuat Indonesia ini sulit untuk maju dan makmur? Ada banyak hal. Dua di antaranya, menurut saya, adalah korupsi dan ketidakselarasan. Begini. Keselarasan pikiran itu penting. Jangan dianggap enteng.

1% saja orang di kota Anda berpikir secara kolektif (selaras) dan fokus (tearah), ternyata bisa menurunkan angka kriminalitas dan meningkatkan angka harmoni alias keteraturan di kota Anda.

Hebat ya? Sangat hebat. Ini namanya Maharishi Effect.

Bayangkan kalau seluruh rakyat Indonesia berpikir bahwa Indonesia itu maju dan makmur. Benar-benar maju dan makmur. Setidaknya, bakal maju dan makmur. Saya yakin, siapapun presidennya, Indonesia bakal maju dan makmur sungguhan.

Begitulah, keselarasan pikiran itu penting.

Satu contoh kecil. Walau tidak satu kantor, walau tidak satu ruangan, mereka yang sevisi (selaras) bisa bekerjasama. Ya, orang-orang hebat perlu dikumpulkan. Tapi yang lebih perlu adalah orang-orang sevisi (selaras).

Saya tahu, menemukan orang-orang yang sefrekuensi (selaras) memang tidak mudah. Tapi kalau ini berhasil, maka kita akan menuai hasil yang menakjubkan dan mengejutkan. Anda boleh pegang kata-kata saya.

Keselarasan, mari jadikan ini sebagai kriteria utama dalam memajukan perusahaan, memajukan organisasi, juga memajukan negara. Bakalan hebat, insya Allah. Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga makin berkah berlimpah.

Note: Mohon doa ya untuk kesehatan ibu saya. Terima kasih atas ketulusan dan kebaikan teman-teman. Semoga Allah balas berlipatganda. Aamiin.
Captain Marvel dan Wonder Woman, mana yang lebih kuat? Entahlah. Bagi saya, seorang istri atau seorang ibu, itu jauh lebih kuat. Dan lebih nyata tentunya.

Sekilas, wanita itu terlihat lemah. Namun tidak demikian adanya. Wanita itu sebenarnya kuat bahkan bisa menguatkan suaminya. Terbukti, tugas yang teramat berat seperti mengandung, melahirkan, dan menyusui, diberikan kepada wanita.

Para pria, coba anda pasang tas ransel seberat 2 kg di perut anda selama 3 bulan. Berat? Banget! Nah, wanita yang hamil mengalami itu bahkan lebih dari itu. Betul apa betul?

Saya pun kenal seorang suami yang nggak sanggup mendampingi istrinya ketika melahirkan. Si suami mengaku bisa pingsan kalau dipaksa melihat istrinya melahirkan. Lha, melihatnya saja terasa berat, gimana si istri yang mengalami?

Melahirkan, siapa yang berani ngomong itu pekerjaan ringan? 

Pak Harto pernah dianggap sebagai The Strongest Man in Asia. Pak Habibie disebut-disebut sebagai tokoh paling cerdas dan paling berprestasi di negeri ini. Namun lihat apa yang terjadi ketika sang istri meninggal. Mereka jadi begitu lemah. Mendadak lemah.

Begitu pula kakek saya. Saat nenek saya meninggal, berat badan kakek saya langsung merosot dan sakit-sakitan. Padahal nenek saya jauh lebih tua daripada kakek saya.

Kita pun sama-sama maklum, apa yang terjadi pada Nabi Muhammad ketika Khadijah meninggal. Seperti itulah peran seorang wanita. Ia tidak lemah. Sebaliknya, ia KUAT bahkan bisa MENGUATKAN suaminya.

Pada akhirnya, jangan anggap enteng wanita di sekitarmu. Entah itu istrimu atau ibumu. Saya menyebutnya Sepasang Bidadari.
Bagaimana puasa teman-teman hari ini? Semoga lancar-lancar saja semuanya.

Gabriel Cousens, MD, Founder Tree Of Life Rejuvenation Center, mengakui bahwa mereka yang berpuasa akan mengalami peningkatan konsentrasi, kreativitas, dan ketenangan.

Btw, terkait #BulanPuasa, hanya segelintir orang yang tahu bahwa hal-hal berikut ini beneran terjadi:

-       Ternyata Fatahillah merebut kembali Sunda Kelapa (Jayakarta) ketika bulan puasa.

-       Ternyata NKRI tercinta ini merdeka ketika bulan puasa, tepatnya Jumat 9 Ramadhan.

-       Ternyata Peristiwa Badar dan Peristiwa Tabuk dimenangkan ketika bulan puasa.

-       Ternyata Penaklukkan Makkah dan Pembukaan Andalusia terjadi ketika bulan puasa.

-       Ternyata Salahuddin Al-Ayyubi membebaskan kembali negeri-negeri yang dikuasai musuh ketika bulan puasa.

-       Ternyata pendirian Universitas Al-Azhar, Kairo (salah satu kampus tertua di dunia), terjadi ketika bulan puasa.

Demikianlah. #Ramadhan disebut-sebut bulan yang penuh berkah. Apa sih ciri-ciri keberkahan itu? Salah satunya, dengan waktu yang sedikit terhasilkan manfaat yang banyak. Oleh karena itu, berpuasa janganlah dijadikan dalih untuk bermalas-malasan.

Ini sama sekali tidak cocok dengan semangat Ramadhan itu sendiri. Sejarah sudah berkali-kali membuktikannya. Ramadhan hendaknya menjadi bulan yang efektif (karena banyak hal hebat yang dicapai) dan efisien (karena banyak hal rutin yang dihemat).

Ramadhan memang hebat, tiada duanya. Sekiranya Anda setuju dengan tulisan ini, silakan tulisan ini di-share kepada keluarga dan sahabat-sahabat Anda. Mention mereka. Semoga menjadi amal baik bagi kita semua.

Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan. Aamiin.
Adakah yang mustahil bagi Sang Pencipta? Tidak ada. Dengan izin-Nya, nasib bisa berubah. Bahkan takdir pun bisa berubah. Benar-benar berubah.

Tentu, jika kita paham ilmunya dan sungguh-sungguh action-nya. Bukan sekedar tahu, bukan sekedar action. Di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan kesungguhan.

Sejarah pun sarat dengan contoh. Ada orang biasa, tahu-tahu melejit dan nge-hits. Nasibnya berubah. Sepertinya ini kebetulan atau sekadar beruntung, padahal yang sebenarnya tidak segampang itu.

Menurut saya, setidaknya ada tiga solusi untuk perubahan nasib. Karena Anda semakin tertarik untuk membacanya, izinkan saya menyampaikan tiga solusi tersebut. Boleh?

Tiga solusi itu adalah mendapatkan ridha dari orangtua, memperbanyak sedekah, dan menekuni satu bidang (fokus).

Sampai di sini, Anda pun menyadari bahwa ketiga-tiganya adalah solusi yang tepat bagi siapa saja yang menginginkan perubahan, terutama perubahan nasib. Itu 100% benar.

Alhamdulillah sudah teramat banyak testimoni keberhasilan yang kita dengar selama ini, wasilahnya dari tiga hal tersebut. Sekiranya kita mengalami kegagalan, tiga hal ini adalah yang pertama yang perlu kita introspeksi.

Memang, tiada yang mustahil bagi Sang Pencipta. Bagi-Nya, semua serba mungkin. Namun sebagai manusia, kita harus berusaha. Nah, iringi usaha kita dengan tiga hal tersebut. Insya Allah akan lebih cepat dan lebih dahsyat hasilnya.

Siap?
Sekarang kita bicara soal prospecting.

Jelas, perlu persiapan dan perencanaan sebelum bertemu prospek. Juga perlu visualisasi soal closing. Persis seperti atlit yang membayangkan kemenangan sebelum bertanding.

Jadi, ada dua hal di sini, yaitu persiapan dan visualisasi. Bukan sekedar action. Bukan sekedar semangat.

Memahami kelebihan kita dan kelebihan pesaing adalah bagian dari persiapan. Know yourself, know your enemies. Maka 100 kali perang, 100 kali menang. Ini pesan Sun Tzu, seorang ahli perang dari Tiongkok.

Fitrahnya pelanggan selalu mengungkit-ungkit kelemahan produk. Nah, kita harus siap dengan fakta itu. Dan selanjutnya, kita harus 'membalasnya'.

Ya, membalasnya dengan cara mengingatkan mereka soal kelebihan produk kita. Sebagai entrepreneur, kita harus bisa menyebutkan 5 kelebihan produk kita dengan cepat.

Ingat. Seorang entrepreneur tidak pernah mendapat profit dari mengetahui kelebihan pesaing. Tapi dari mengekspos kelebihan produk miliknya.

Bagaimana dengan semangat? Semangat itu modal awal. Perlu. Harus. Tapi tidak cukup. Sama sekali tidak cukup. Harus paham soal kelebihan dan asal-usul produk.

Satu lagi. Kita harus yakin dulu sama produk, perusahaan (country of origin), dan diri kita. Catat baik-baik, acapkali konsumen membeli karena:
- Produk
- Perusahaan
- Diri kita

Ayo persiapkan diri kita!
Puasa melatih kita untuk ikhlas.

Tidak berharap puja-puji dan apresiasi.

Sejenak, coba kita perhatikan nasib ayam. Capek-capek hamil (baca: bunting), capek-capek bertelur. Terus? Telurnya diambil dan dimasak. Adakah sedikit apresiasi pada ayam? Nggak ada. Jerih-payah itu dinamai telur mata sapi, hehehe. Ayam yang pasang badan, sapi yang dapat nama.

Untunglah si ayam sudah belajar ilmu ikhlas 😁

Ini pun terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Susah-payah sang ibu mendidik anaknya, tahu-tahu si ayah yang beroleh apresiasi. Kok bisa? Ya bisa. Ini sering terjadi pada ayah-ayah yang terkenal atau menjabat. Kalau anaknya pintar, orang-orang pada nyeletuk, "Pantesan anaknya pinter. Wong bapaknya anggota dewan."

Masalahkah ini? Mestinya nggak masalah bagi mereka yang berupaya untuk ikhlas. Tak berharap apresiasi, itulah bagian dari ikhlas. Termasuk kalau ada apresiasi yang salah alamat. Sama sekali tak pernah berkeringat, tahu-tahu apresiasi dia yang dapat.

Bagi kita, cukuplah apresiasi dari Yang Maha Kuasa. Bukankah dulu para pejuang nggak pernah kepikir dirinya bakal dianggap pahlawan? Berjuang, yah berjuang saja. Kalaupun kemudian kita beroleh apresiasi, jadikan itu tambahan motivasi untuk berbuat lebih baik. Bukan sesuatu yang diharap-harapkan.

Teman-teman setuju? 😊
Kali ini tentang nafkah.

Halal aja nggak cukup. Sebagai orang beriman, kita harus go beyond dalam mencari nafkah. Benar-benar go beyond. Maksudnya, berusaha meraih sesuatu yang lebih baik. Insya Allah.

Pastikan sarat manfaat. Bukan sekedar manfaat.

Usahakan penuh berkah. Bukan sekedar halal.

Apa itu berkah?

Kalau berkah, yah pasti halal.
Kalau halal, belum tentu berkah.

Jadi, apa itu berkah?

BERKAH = BERhasil Karena AllaH

Boleh dibilang, berkah itu:
- adanya ridha Allah
- bersih dan tumbuh
- menentramkan
- mencukupkan

Itulah tanda-tanda atau ciri-ciri berkah.

Salah satu kerisauan saya belakangan ini adalah dijualnya barang-barang yang membuat masyarakat tambah konsumtif. Semakin hari, semakin massif.

Terutama di bulan Ramadhan, yang harusnya orang lebih terkendali hawa nafsunya. Right?

Jujur, dulu saya pun seperti itu, saat berkecimpung di bisnis fashion. Namanya bisnis fashion, ya sudah, saya tampilkan artis-artis kondang. Saya hadirkan desain-desain anyar. Kita mau jualan nih.

Padahal orang-orang itu sudah punya baju. Masih bagus bajunya. Sangat layak bajunya. Tapi karena artis dan desain yang saya tawarkan, akhirnya mereka tertarik untuk membeli dan terus membeli.

Perhatikan baik-baik. Ini bukan lagi soal needs, tapi wants.

Bukan lagi soal menutup aurat, tapi untuk tampil lebih bergaya.

Mereka menjadi konsumtif karena iklan saya. Ya Allah.

Bukannya nggak boleh bisnis fashion. Boleh. Tapi kita harus mengendalikan iklan kita. Jangan sampai orang jadi konsumtif gara-gara iklan kita. Ingat, suatu hari nanti kita akan dihisab.

Begitu pula bisnis makanan. Boleh. Bagus malah. Tapi jangan sampai orang jadi naik kolestrolnya atau kambuh asam uratnya gara-gara makanan kita. Hati-hati, suatu hari nanti kita akan dihisab.

Begitu pula bisnis-bisnis lainnya. Sedemikian banyak barang di luar sana. Sedemikian banyak cara untuk menjual. Sedemikian banyak segmen untuk ditawari. Orang beriman tentunya pandai memilih.

Maka, pilihlah yang sarat manfaat dan penuh keberkahan. Dengan adanya pilihan yang tepat, mudah-mudahan kesibukan kita dalam perniagaan jadi amal semuanya. Penuh keberkahan. Aamiin.
Anda sudah menikah? Sepertinya Anda perlu membaca artikel ini sampai selesai.

"Wanita nggak suka dikerasin." Itu betul. Saat menasehati istri dan anak perempuan, diperlukan keluwesan juga kesabaran. Dengan kata lain, perlu waktu. Yang Maha Kuasa saja sabar menunggu hijrahnya kita. Kenapa kadang kita nggak sabar saat menasehati orang-orang di sekitar kita?

"Wanita nggak suka dikerasin," itulah kalimat dari Shireen Sungkar saat sharing di hadapan partner-partner saya kemarin. Alhamdulillah. Dia menceritakan kisah hijrahnya yang seru bersama sang suami, Teuku Wisnu. Ternyata memang perlu proses dan perlu dialog. Nggak ujug-ujug. Nggak tiba-tiba.

Alhamdulillah, kisah Shireen dan Wisnu tersebut menjadi inspirasi yang berkesan bagi kami semua. Saya pribadi mengenal mereka berdua sejak lama. Sebelum mereka berdua menikah.

Sehari sebelumnya, Nasrullah yang sharing di hadapan partner-partner saya. Dari pagi sampai malam, alhamdulillah. Materinya apa lagi kalau bukan Magnet Rezeki. Rukunnya suami-istri dan rukunnya kita dengan sesama rupanya menjadi magnet yang sangat kuat untuk menarik rezeki. Peserta pun sampai menangis berkali-kali.

Mereka yang menikah dan rukun dalam pernikahannya, bukan rahasia lagi, akan membaik rezekinya.

Setelah menikah, ada yang naik gajinya. Ada pula yang tidak naik gajinya. Begitu pula profit-nya, bagi yang punya usaha. Namun anehnya, ia malah mampu menafkahi anak-anak, menafkahi orangtua, menyicil rumah, menyicil kendaraan, pokoknya macam-macam. Betul apa betul?

Aneh, mungkin bisa dibilang begitu. Padahal nggak aneh juga. Itulah berkah dari pernikahan juga kerukunan. Dan benarlah, Yang Maha Kaya menepati janji-Nya, di mana Dia akan memampukan dan mengayakan orang-orang yang menikah.

Pada akhirnya, semoga segala kesibukan kita di Ramadhan kali ini bernilai ibadah dan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Aamiin. Saling mendoakan ya. Jangan sampai hari demi hari berlalu, tapi kita dan pasangan kita tidak mengalami perubahan positif apapun di Ramadhan ini. Jangan sampai!
Photo from Ippho & Tim Khalifah
Ippho Santosa - ipphoright
Photo from Ippho & Tim Khalifah
Pengen lunas utang? Benar-benar lunas? Mungkin e-book ini solusinya. Karya teman saya. Saat ini, e-book-nya masih gratis. Mau? Yang mau, silakan WA ke 0813-9520-0092. Baca dan praktek ya. Semoga membawa perubahan!
Bersihnya hati insya Allah akan mengarahkan kita pada lapangnya hati dan ujung-ujungnya lapangnya rezeki.

Setiap kali teman kita atau siapa saja posting di socmed tentang closing, baiknya kita ikut senang. Lalu kita doakan dalam hati, "Semoga jualannya tambah laris, semoga omset-nya tambah banyak. Aamiin."

Insya Allah doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Ya, lebih dahsyat.

Ini juga bagian dari mental kaya. Berkelimpahan. Di mana kita percaya sepenuhnya bahwa Allah Maha Kaya. DIA punya banyak resources, bahkan tak terhingga resources-nya. Bisa mengayakan semua pihak, bisa melariskan semua dagangan.

Jadi, tak perlu iri atau dengki.

Orang yang iri, berarti menurutnya, "Kalau Allah telah memberikan rezeki yang banyak kepada si A, B, dan C, terus gimana dengan rezeki dan nasibku? Sudah dibagi-bagi kayak gitu, apa masih ada sisanya buatku?'

Dipikirnya, resources Allah itu terbatas. Ini pemahaman keliru. Benar-benar keliru.

Begini. Kalau kita dapat customer, terus kita bersyukur, itu sih wajar. Anak TK juga tahu, hehehe.

Tapi saat orang lain dapat customer dan kita ikut senang juga bersyukur, itu bikin malaikat geleng-geleng kepala, takjub. Kata malaikat "Hebat banget kamu ini. Orang lain dapat nikmat, eh kamu ikut bersyukur. Sebentar lagi deh, giliran kamu!'

😉

Persis seperti pesan guru saya, "Lapang hati, lapang pula rezeki." Insya Allah itu pasti.

Yuk praktek!
Photo from Ippho & Tim Khalifah
Nabi Muhammad mulai menghasilkan uang dan menafkahi dirinya sendiri sejak usia 8 tahun. Boleh dibilang, ini usia yang sangat dini. Lantas, bagaimana dengan kita dan anak-anak kita?

Menurut saya, nilai-nilai entrepreneurship dan kemandirian harus ditanamkan ke anak sejak dini. Ya, sejak dini. Itulah yang menjadi misi awal berdirinya TK dan SD Khalifah. Setidaknya, sejak kecil anak-anak sudah bercita jadi entrepreneur.

Sayangnya, masyarakat kita belum terlalu melek dengan dunia entrepreneurship. Daripada mengeluh soal keadaan, saya memilih untuk berbuat. Kecil-kecilan dulu, nggak masalah. Pelan-pelan, besar juga insya Allah.

Kami pun berusaha untuk berbuat. Melalui TK dan SD Khalifah. Mudah-mudahan semua guru dan mitra yang terlibat di TK dan SD Khalifah diberi kekuatan dan keikhlasan untuk menebar nilai-nilai entrepreneurship dan kemandirian ini. Aamiin. Doakan kami ya.

Selama lebih dari 10 tahun, alhamdulillah TK dan SD Khalifah sudah tersebar puluhan cabang di Indonesia. Dari Aceh sampai Papua. Di Manado juga ada, alhamdulillah. Mendidik ribuan anak. Melihat perkembangan ini semua, kadang membuat saya terharu.

Dan senang sekali, semakin banyak tokoh nasional yang mendukung TK dan SD Khalifah, alhamdulillah. Terima kasih Kak Seto, Aa Gym, Imam Shamsi Ali, Dude Harlino, Shireen Sungkar, Oki Setiana Dewi, Ustadz Bendri dll.

Besar harapan kami, dari sekolah ini lahir pengusaha-pengusaha yang soleh, tangguh, dan cinta tanah airnya. Insya Allah.
Photo from Ippho & Tim Khalifah
Foto ini dikirim ke saya sewaktu sahur tadi. Dikirim oleh Ustadz Yusuf Mansur.

Sedih sekali saya saat mendengar kabar Ustadz Arifin Ilham telah berpulang. Ya Allah. Selama 10 tahun lebih saya kenal beliau, hanya kebaikan yang beliau tanam ke saya. Entah sebagai guru maupun sebagai abang. Sungguh, yang ada di benak saya hanya kenangan-kenangan yang indah.

Pernah saya diajak tampil bareng di salah satu TV swasta beberapa tahun yang lalu. Siapalah saya, sampai diajak tampil bareng segala. Terus di TVRI (seperti foto di atas). Alhamdulillah. Dua pengalaman ini sangat berkesan bagi saya.

Pernah juga beberapa kali saya mengantar beliau dengan kendaraan saya. Masya Allah. Banyak sekali ilmu dan nasehat yang saya peroleh sepanjang perjalanan. Mitra-mitra saya juga sangat senang saat beliau berkunjung ke TK saya.

Yang paling berkesan, saat saya dan Pak Yan (Saling Sapa) diminta beliau untuk menemani Ustadz Abdul Somad yang waktu itu bertamu ke Sentul. Makan siang bareng UAS. Bahkan saya juga dikasih baju putih sama Ustadz Arifin. Langsung saya pakai.

Sekarang alhamdulillah beliau sudah nggak sakit lagi. Ya, sudah nggak sakit lagi. Karena beliau sudah berpulang. Di bulan terindah, Ramadhan. Saya yakin teman-teman sudah mendengar berita duka ini dan sudah mendoakan beliau.

Kita doakan sekali lagi ya. Kali ini sama-sama. Semoga beliau diterima amal-amalnya dan diampuni salah-salahnya. Aamiin. Keluarga yang ditinggalkan juga diberi kesabaran dan kekuatan. Aamiin.
Mudah-mudahan Allah kabulkan.