Business Tips For Beginner
Sejak lama, saya memberikan tips-tips berbisnis buat pemula (beginner). Ini biasanya saya sampaikan di training-training.
- No Production. Tidak harus produksi sendiri. Fokus saja pada penjualan. Karena, untuk menjalankan proses produksi yang efisien dan menguntungkan perlu modal dan pengalaman yang lumayan. Kalau pemula? Biasanya belum sanggup.
- No Operational. Jangan sampai waktu kita tersita di operasional. Fokus saja pada penjualan. Ini akan berdampak langsung pada penghasilan.
- Unperishable. Pilih produk yang tidak mudah rusak dan tidak mudah basi. Ingat, 80% teman kita di socmed, tempat tinggalnya beda kota dengan kita. Produk harus bisa dikirim dengan mudah dan cepat, tanpa harus buka cabang.
- Delivery-able. Ringan di ongkir, tidak terkendala di berat dan size. Jangan pula mudah pecah. Sebaiknya pilih produk yang kecil ukurannya tapi nilai jualnya tinggi.
- High Quality. Pastikan kualitasnya nilai 8 atau 9, sehingga manfaat dan khasiatnya berbicara dengan sendiri. Konsumen pun, tanpa diminta, akan memberikan testimoni. Lebih baik lagi kalau international standard.
- High Repetition. Cari produk yang harus dibeli ulang oleh konsumen dalam mingguan atau bulanan. Ini akan membantu kita dalam hal cahsflow. Ingat, mencari pelanggan baru mengharuskan cost 6 kali lebih tinggi.
- High Margin. Minimal marginnya 25%. Bukan karena kita serakah. Justru kita ingin bagi-bagi keuntungan kepada reseller, dropship, dsj. Kalau margin hanya 10%, gimana bagi-baginya?
- Sell to Seller. Produk harus bisa dijual pada penjual. Ini untuk mempercepat volume penjualan dan pertumbuhan bisnis. Satu lagi. Dengan cara ini, kita bisa membantu orang lain untuk jadi pengusaha.
Ya, sejak lama, saya memberikan tips-tips ini buat pemula. Silakan tanya alumni-alumni training saya. Nah sekarang, teman-teman di Telegram, tinggal praktek saja. Semoga berkah berlimpah.
Sejak lama, saya memberikan tips-tips berbisnis buat pemula (beginner). Ini biasanya saya sampaikan di training-training.
- No Production. Tidak harus produksi sendiri. Fokus saja pada penjualan. Karena, untuk menjalankan proses produksi yang efisien dan menguntungkan perlu modal dan pengalaman yang lumayan. Kalau pemula? Biasanya belum sanggup.
- No Operational. Jangan sampai waktu kita tersita di operasional. Fokus saja pada penjualan. Ini akan berdampak langsung pada penghasilan.
- Unperishable. Pilih produk yang tidak mudah rusak dan tidak mudah basi. Ingat, 80% teman kita di socmed, tempat tinggalnya beda kota dengan kita. Produk harus bisa dikirim dengan mudah dan cepat, tanpa harus buka cabang.
- Delivery-able. Ringan di ongkir, tidak terkendala di berat dan size. Jangan pula mudah pecah. Sebaiknya pilih produk yang kecil ukurannya tapi nilai jualnya tinggi.
- High Quality. Pastikan kualitasnya nilai 8 atau 9, sehingga manfaat dan khasiatnya berbicara dengan sendiri. Konsumen pun, tanpa diminta, akan memberikan testimoni. Lebih baik lagi kalau international standard.
- High Repetition. Cari produk yang harus dibeli ulang oleh konsumen dalam mingguan atau bulanan. Ini akan membantu kita dalam hal cahsflow. Ingat, mencari pelanggan baru mengharuskan cost 6 kali lebih tinggi.
- High Margin. Minimal marginnya 25%. Bukan karena kita serakah. Justru kita ingin bagi-bagi keuntungan kepada reseller, dropship, dsj. Kalau margin hanya 10%, gimana bagi-baginya?
- Sell to Seller. Produk harus bisa dijual pada penjual. Ini untuk mempercepat volume penjualan dan pertumbuhan bisnis. Satu lagi. Dengan cara ini, kita bisa membantu orang lain untuk jadi pengusaha.
Ya, sejak lama, saya memberikan tips-tips ini buat pemula. Silakan tanya alumni-alumni training saya. Nah sekarang, teman-teman di Telegram, tinggal praktek saja. Semoga berkah berlimpah.
Kalau bisnis harus produksi sendiri, yah repot.
Kalau bisnis harus punya karyawan, yah repot.
Kalau bisnis harus punya toko, yah repot.
Bukannya dilarang. Boleh-boleh saja. Tapi ini rada merepotkan bagi seorang pemula (beginner) yang jelas-jelas modalnya dan ilmunya sangat terbatas.
Karena itulah, buat pemula saya anjurkan:
- jangan buru-buru rekrut karyawan
- jangan dulu garap produksi
- jangan dulu sewa toko
Terus, baiknya?
- cari vendor dan produk yang bagus
- anda jualkan, distribusikan
Dengan cara ini, Anda bisa menghemat Rp5juta sampai Rp10juta sebulan. Soalnya Anda tidak perlu membayar gaji karyawan, sewa toko, listrik-air, dan proses produksi.
Seiring usaha semakin berkembang dan Anda semakin sibuk, barulah pelan-pelan Anda merekrut karyawan dan menyewa toko. Anda pun tidak keberatan melakukan ini karena sudah punya uangnya dan paham ilmunya.
Zaman sekarang, untuk menjadi pengusaha jauh lebih mudah. Socmed bisa menjangkau ke mana-mana. Dengan sedikit keberanian dan sedikit bimbingan, Anda atau siapapun bisa jadi pengusaha. Insya Allah.
Siap?
Kalau bisnis harus punya karyawan, yah repot.
Kalau bisnis harus punya toko, yah repot.
Bukannya dilarang. Boleh-boleh saja. Tapi ini rada merepotkan bagi seorang pemula (beginner) yang jelas-jelas modalnya dan ilmunya sangat terbatas.
Karena itulah, buat pemula saya anjurkan:
- jangan buru-buru rekrut karyawan
- jangan dulu garap produksi
- jangan dulu sewa toko
Terus, baiknya?
- cari vendor dan produk yang bagus
- anda jualkan, distribusikan
Dengan cara ini, Anda bisa menghemat Rp5juta sampai Rp10juta sebulan. Soalnya Anda tidak perlu membayar gaji karyawan, sewa toko, listrik-air, dan proses produksi.
Seiring usaha semakin berkembang dan Anda semakin sibuk, barulah pelan-pelan Anda merekrut karyawan dan menyewa toko. Anda pun tidak keberatan melakukan ini karena sudah punya uangnya dan paham ilmunya.
Zaman sekarang, untuk menjadi pengusaha jauh lebih mudah. Socmed bisa menjangkau ke mana-mana. Dengan sedikit keberanian dan sedikit bimbingan, Anda atau siapapun bisa jadi pengusaha. Insya Allah.
Siap?
Target, prestasi, dan produktif adalah kata-kata yang dipopulerkan oleh manusia modern. Sah-sah saja. Dan kita mau nggak mau harus welcome dengan kata-kata ini. Juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Lantas, apa tips dari saya?
Pertama, cari lingkungan dan ekosistem yang membuat kita bertumbuh. Keras dikit, capek dikit, nggak masalah. Hei, jangan mengeluh. Yang penting, ini membantu kita bertumbuh.
Hati-hati. Keadaan serba nyaman sering membuat orang manja dan tidak keluar potensinya. Percayalah, harus ada leader atau mentor yang selalu mengingatkan kita, "Grow, grow, grow!"
Kedua, temukan kelebihan kita. Ekspos itu. Pada dasarnya, manusia akan merasa bahagia dan lebih cepat suksesnya kalau dia berhasil menemukan serta memanfaatkan kelebihannya.
Ketiga, jangan risih dengan target yang besar. Itu baik dampaknya buat finansial, kesehatan, dan pengembangan diri. Lagi pula, penetapan target tentu telah melalui proses yang panjang dan matang. Nggak asal-asalan.
Keempat, miliki ketekunan. Bisnis atau karier kalau ditekuni, insya Allah pasti menghasilkan. Ketekunan, saking seringnya dibahas, sampai-sampai semua orang merasa tahu. Tapi sayangnya, hanya segelintir yang benar-benar menerapkan.
Kelima, fokus pada prestasi, bukan nyinyiran orang lain. Ya, isi hari-hari dengan prestasi. Percayalah, setiap pencapaian akan berbunyi. Bahkan lebih terdengar daripada kata-kata dan narasi. Bagi saya, prestasi adalah bukti. Prestasi adalah kemuliaan diri.
Terakhir, izinkan saya memberikan contoh. Shafira adalah salah satu merek asli Indonesia yang sangat kita banggakan. Kaya dengan prestasi. Kaya dengan manfaat. Simak >> https://www.instagram.com/p/BvnTyAnFGAO/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=atfl2z6bn6dt
Lima tips tadi praktek ya. Semoga berkah berlimpah.
Lantas, apa tips dari saya?
Pertama, cari lingkungan dan ekosistem yang membuat kita bertumbuh. Keras dikit, capek dikit, nggak masalah. Hei, jangan mengeluh. Yang penting, ini membantu kita bertumbuh.
Hati-hati. Keadaan serba nyaman sering membuat orang manja dan tidak keluar potensinya. Percayalah, harus ada leader atau mentor yang selalu mengingatkan kita, "Grow, grow, grow!"
Kedua, temukan kelebihan kita. Ekspos itu. Pada dasarnya, manusia akan merasa bahagia dan lebih cepat suksesnya kalau dia berhasil menemukan serta memanfaatkan kelebihannya.
Ketiga, jangan risih dengan target yang besar. Itu baik dampaknya buat finansial, kesehatan, dan pengembangan diri. Lagi pula, penetapan target tentu telah melalui proses yang panjang dan matang. Nggak asal-asalan.
Keempat, miliki ketekunan. Bisnis atau karier kalau ditekuni, insya Allah pasti menghasilkan. Ketekunan, saking seringnya dibahas, sampai-sampai semua orang merasa tahu. Tapi sayangnya, hanya segelintir yang benar-benar menerapkan.
Kelima, fokus pada prestasi, bukan nyinyiran orang lain. Ya, isi hari-hari dengan prestasi. Percayalah, setiap pencapaian akan berbunyi. Bahkan lebih terdengar daripada kata-kata dan narasi. Bagi saya, prestasi adalah bukti. Prestasi adalah kemuliaan diri.
Terakhir, izinkan saya memberikan contoh. Shafira adalah salah satu merek asli Indonesia yang sangat kita banggakan. Kaya dengan prestasi. Kaya dengan manfaat. Simak >> https://www.instagram.com/p/BvnTyAnFGAO/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=atfl2z6bn6dt
Lima tips tadi praktek ya. Semoga berkah berlimpah.
Instagram
IPPHO SANTOSA
Shafira tiga dekade! Alhamdulillah, ini karunia besar dari Allah. Selamat ya Bu @Feny.Mustafa. Kami belajar banyak dari Shafira... Semalam, istri dari Pak Anies dan istri dari Kang Emil turut hadir. Ada juga David Chalik dan Medina Zein. Senang sekali berada…
Istimewa! Itulah kesan saya saat mempelajari seekor hewan bernama lebah. Benar-benar istimewa.
Bayangkan, 20 Mei adalah Hari Lebah Sedunia. Sementara, Hari Ippho Sedunia belum ada sampai saat ini. Lebahnya lebih hebat tho?
😄
Peran lebah itu sangat krusial. Menurut FAO (PBB), 75% penyerbukan di dunia ditentukan oleh lebah. Bayangkan apa jadinya kalau dunia tanpa lebah? Musibah!
Walaupun propolis lebih powerful daripada madu, tapi kita semua tahu bahwa lebah bukan saja menghasilkan propolis dan madu, tapi juga bee pollen dan royal jelly. Semuanya sarat akan manfaat. Sepakat?
Begitulah, kebermanfaatan lebah tidak bisa dibantah sama sekali. Diakui oleh PBB dan semua orang seantero bumi, bahkan direkomendasikan oleh Illahi.
"Lebah mengeluarkan minuman," An-Nahl 69.
"Mukmin itu bagaikan lebah," HR Ahmad.
🐝🐝🐝
Lantas, apa hikmahnya buat kita?
Begini. Di mana saja lebah hinggap, tak satu pun daun atau ranting yang rusak. Alih-alih merusak, lebah malah membantu penyerbukan tumbuhan.
Terus, dia menghasilkan madu, propolis, dll. Semuanya sarat manfaat.
Demikian pula manusia. Di manapun dia berada harusnya membawa manfaat. Dan hanya manfaat. Saya menyebutnya, kebaikan yang berlapis-lapis.
Yuk praktek!
Bayangkan, 20 Mei adalah Hari Lebah Sedunia. Sementara, Hari Ippho Sedunia belum ada sampai saat ini. Lebahnya lebih hebat tho?
😄
Peran lebah itu sangat krusial. Menurut FAO (PBB), 75% penyerbukan di dunia ditentukan oleh lebah. Bayangkan apa jadinya kalau dunia tanpa lebah? Musibah!
Walaupun propolis lebih powerful daripada madu, tapi kita semua tahu bahwa lebah bukan saja menghasilkan propolis dan madu, tapi juga bee pollen dan royal jelly. Semuanya sarat akan manfaat. Sepakat?
Begitulah, kebermanfaatan lebah tidak bisa dibantah sama sekali. Diakui oleh PBB dan semua orang seantero bumi, bahkan direkomendasikan oleh Illahi.
"Lebah mengeluarkan minuman," An-Nahl 69.
"Mukmin itu bagaikan lebah," HR Ahmad.
🐝🐝🐝
Lantas, apa hikmahnya buat kita?
Begini. Di mana saja lebah hinggap, tak satu pun daun atau ranting yang rusak. Alih-alih merusak, lebah malah membantu penyerbukan tumbuhan.
Terus, dia menghasilkan madu, propolis, dll. Semuanya sarat manfaat.
Demikian pula manusia. Di manapun dia berada harusnya membawa manfaat. Dan hanya manfaat. Saya menyebutnya, kebaikan yang berlapis-lapis.
Yuk praktek!
Seperti yang teman-teman tahu, saya punya komunitas Billionaire with Pride (BP). Mereka adalah partner-partner saya. Selain keluarga, jujur saja, saya banyak menghabiskan waktu bersama mereka.
Saya yakin, semua mitra confident dengan bisnis BP, baik dari segi profitnya, khasiatnya, ekosistem-nya, maupun mentoring-nya. Dan ini terlihat pada sales dan repeat order selama ini. Alhamdulillah.
Nah, di antara semua, ada mitra-mitra yang benar-benar fokus dan total di BP. Tingkat confidence mereka berbeda dengan mitra-mitra lainnya.
Bagi mereka, tidak ada bahtera yang lain, hanya ada satu bahtera, yaitu BP. Dan tidak ada nahkoda yang lain, hanya ada satu nahkoda, yaitu Ippho.
Tentu saja, totalitas ini perlu saya hargai. Makanya ada program dan hadiah khusus yang saya rancang untuk mereka. Salah satunya, jumpa dengan tokoh-tokoh tertentu.
Terus, apa saran saya buat teman-teman? Pertama, harus ada reward buat anggota tim yang sudah perform. Kedua, harus ada punishment, setidaknya warning, buat anggota tim yang belum perform.
Ini sesuatu yang wajar. Tuhan pun begitu ke kita. Dengan adanya pahala dan dosa, surga dan neraka. Pada akhirnya ini memotivasi kita untuk 'perform' lebih baik lagi. Kurang-lebih begitu.
Terakhir, hati-hati, ketidakjelasan pada reward dan punishment akan membuat tim bingung. Tentunya, ini akan berdampak pada performance mereka. Saran saya, harus ada kejelasan pada reward dan punishment sejak awal. Umumkan itu.
Sekian, semoga bermanfaat!
Saya yakin, semua mitra confident dengan bisnis BP, baik dari segi profitnya, khasiatnya, ekosistem-nya, maupun mentoring-nya. Dan ini terlihat pada sales dan repeat order selama ini. Alhamdulillah.
Nah, di antara semua, ada mitra-mitra yang benar-benar fokus dan total di BP. Tingkat confidence mereka berbeda dengan mitra-mitra lainnya.
Bagi mereka, tidak ada bahtera yang lain, hanya ada satu bahtera, yaitu BP. Dan tidak ada nahkoda yang lain, hanya ada satu nahkoda, yaitu Ippho.
Tentu saja, totalitas ini perlu saya hargai. Makanya ada program dan hadiah khusus yang saya rancang untuk mereka. Salah satunya, jumpa dengan tokoh-tokoh tertentu.
Terus, apa saran saya buat teman-teman? Pertama, harus ada reward buat anggota tim yang sudah perform. Kedua, harus ada punishment, setidaknya warning, buat anggota tim yang belum perform.
Ini sesuatu yang wajar. Tuhan pun begitu ke kita. Dengan adanya pahala dan dosa, surga dan neraka. Pada akhirnya ini memotivasi kita untuk 'perform' lebih baik lagi. Kurang-lebih begitu.
Terakhir, hati-hati, ketidakjelasan pada reward dan punishment akan membuat tim bingung. Tentunya, ini akan berdampak pada performance mereka. Saran saya, harus ada kejelasan pada reward dan punishment sejak awal. Umumkan itu.
Sekian, semoga bermanfaat!
Bahagia itu mudah dan sederhana. Gaya-gayaan dan gengsi-gengsian yang membuatnya sulit dan rumit. Bahkan jadi mahal. Begitulah kira-kira.
Riset klasik menunjukkan sesuatu yang menarik tentang bahagia. Menurut Harvard Study of Adult Development, kunci kehidupan yang bahagia adalah kekuatan hubungan dengan keluarga, pasangan, dan sahabat. BUKAN pada uang dan ketenaran.
Lantas, apa pendapat saya?
Sepertinya, lebih tepat kalau uang disebut sebagai alat bantu (tool) untuk mencapai kebahagiaan. Uang bukan semata-mata bertujuan konsumsi alias kepentingan pribadi. Melainkan uang juga bertujuan distribusi alias berbagi kepada sesama.
Lebih lanjut, telah ditemukan istilah 'warm-glow-effect’ oleh James Andreoni pada tahun 1989. Di mana munculnya bermacam-macam perasaan positif setelah menolong dan berbagi. Ya, bahagia dapat diraih dengan sederet cara, salah satunya dengan berbagi.
Dua hari terakhir saya berada di Purwokerto dan Solo. Kepada partner-partner, untuk kesekian kalinya saya membahas tentang pentingnya bahagia dan berbagi. Nggak harus nunggu kaya.
Pada akhirnya, saya harap Anda setuju dengan saya.
Riset klasik menunjukkan sesuatu yang menarik tentang bahagia. Menurut Harvard Study of Adult Development, kunci kehidupan yang bahagia adalah kekuatan hubungan dengan keluarga, pasangan, dan sahabat. BUKAN pada uang dan ketenaran.
Lantas, apa pendapat saya?
Sepertinya, lebih tepat kalau uang disebut sebagai alat bantu (tool) untuk mencapai kebahagiaan. Uang bukan semata-mata bertujuan konsumsi alias kepentingan pribadi. Melainkan uang juga bertujuan distribusi alias berbagi kepada sesama.
Lebih lanjut, telah ditemukan istilah 'warm-glow-effect’ oleh James Andreoni pada tahun 1989. Di mana munculnya bermacam-macam perasaan positif setelah menolong dan berbagi. Ya, bahagia dapat diraih dengan sederet cara, salah satunya dengan berbagi.
Dua hari terakhir saya berada di Purwokerto dan Solo. Kepada partner-partner, untuk kesekian kalinya saya membahas tentang pentingnya bahagia dan berbagi. Nggak harus nunggu kaya.
Pada akhirnya, saya harap Anda setuju dengan saya.
Hari itu, saya dan istri dijamu oleh Mr Toyoda dan Mrs Toyoda. Mereka adalah cucu dari pendiri Toyota. Masya Allah. Bukan itu saja. Lalu saya dan istri diizinkan menginap dua malam di rumah mereka.
Alhamdulillah selama berada di rumah keluarga Toyoda, saya memetik berbagai kisah dan hikmah dari penuturan mereka. Di antaranya, dukungan keluarga dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Ini sangat krusial.
Btw, Anda sudah nonton film Shazam dan Captain Marvel?
Di film #Shazam, kita diingatkan kembali tentang pentingnya peran keluarga dan kaitannya dengan pencapaian-pencapaian besar. Saat keluarga mendukung, maka potensi-potensi hebat pun terbuka. Kemenangan dan pencapaian-pencapaian besar akhirnya bisa diraih.
Mirip-mirip dengan film #CaptainMarvel. Selain diingatkan kembali tentang pentingnya peran keluarga, kita juga diingatkan tentang perlunya berdamai dengan masa lalu. Walaupun dulu kita dikaruniai orangtua dan lingkungan yang tidak ideal, kita harus mau menerima dan memaafkan.
Kepada siapapun jangan dendam, apalagi kepada orangtua.
Pesan saya, apapun yang pernah terjadi, jangan pernah dendam sama orangtua. Sekalipun jangan. Sekiranya sekarang kita didampingi oleh orangtua yang 'keras', yah dibawa positif saja.
Bukankah itu menempa kita? Menjadikan kita bermental baja, iya tho? Sehingga kita nggak cengeng kalau-kalau dihadapkan dengan masalah dan kegagalan. Be positive!
Terus, gimana kalau ternyata orangtua beda agama dengan kita? Tetaplah berbakti. Ada banyak cara untuk berbakti. Marah atau dendam, sekalipun jangan.
Coba lihat diri kita. Lihat baik-baik. Apakah diri kita ideal? Sepertinya tidak. Jauh dari ideal. Maka jangan pula kita berharap besar bahwa orang-orang di sekitar kita harus ideal. Lebih elok, bawa harapan itu dalam doa dan sabar.
Memang ini tidak mudah. Tapi, bisa insya Allah. Sekian, semoga bermanfaat.
Alhamdulillah selama berada di rumah keluarga Toyoda, saya memetik berbagai kisah dan hikmah dari penuturan mereka. Di antaranya, dukungan keluarga dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Ini sangat krusial.
Btw, Anda sudah nonton film Shazam dan Captain Marvel?
Di film #Shazam, kita diingatkan kembali tentang pentingnya peran keluarga dan kaitannya dengan pencapaian-pencapaian besar. Saat keluarga mendukung, maka potensi-potensi hebat pun terbuka. Kemenangan dan pencapaian-pencapaian besar akhirnya bisa diraih.
Mirip-mirip dengan film #CaptainMarvel. Selain diingatkan kembali tentang pentingnya peran keluarga, kita juga diingatkan tentang perlunya berdamai dengan masa lalu. Walaupun dulu kita dikaruniai orangtua dan lingkungan yang tidak ideal, kita harus mau menerima dan memaafkan.
Kepada siapapun jangan dendam, apalagi kepada orangtua.
Pesan saya, apapun yang pernah terjadi, jangan pernah dendam sama orangtua. Sekalipun jangan. Sekiranya sekarang kita didampingi oleh orangtua yang 'keras', yah dibawa positif saja.
Bukankah itu menempa kita? Menjadikan kita bermental baja, iya tho? Sehingga kita nggak cengeng kalau-kalau dihadapkan dengan masalah dan kegagalan. Be positive!
Terus, gimana kalau ternyata orangtua beda agama dengan kita? Tetaplah berbakti. Ada banyak cara untuk berbakti. Marah atau dendam, sekalipun jangan.
Coba lihat diri kita. Lihat baik-baik. Apakah diri kita ideal? Sepertinya tidak. Jauh dari ideal. Maka jangan pula kita berharap besar bahwa orang-orang di sekitar kita harus ideal. Lebih elok, bawa harapan itu dalam doa dan sabar.
Memang ini tidak mudah. Tapi, bisa insya Allah. Sekian, semoga bermanfaat.
Dengan izin Allah, saya mempertemukan partner-partner saya dengan Imam Shamsi, Mas Dude, dan Mas Mono. Alhamdulillah >> https://www.instagram.com/p/BwGcD-NlAq0/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=eytu2bi75xnw
Instagram
IPPHO SANTOSA
Senangnya, hari ini partner-partner saya bisa silaturahim dengan @imamshamsiali @dude2harlino. Dapat ilmu, dapat wawasan. Mudah-mudahan mengundang berkah dan rahmat... Aamiin... . . . Ippho's Choice: @ShafiraMuslimFashion
Mereka baru berjuang sekitar 1 tahun 6 bulan. Hampir setiap hari saya bimbing melalui grup WA dan telepon. Berkala, ada training dari pusat (saya dan tim). Mereka pun sungguh-sungguh menerapkan.
Calon konsumen menolak, bagi mereka, itu biasa. Calon mitra menolak, itu juga biasa. Saya marahi, itu pun biasa. Hehehe. Mereka jalan terus. Ikhtiar terus. Fight terus. Kenapa?
Mereka sudah yakin, ini produk bagus. Margin oke, manfaat oke, bimbingan juga oke. Hanya dalam satu setengah tahun, alhamdulillah mereka meraih sesuatu. Income bertambah, ilmu bertambah, manfaat bertambah. Bahkan mereka turut mencetak hadirnya pengusaha-pengusaha baru.
Di BP, alhamdulillah itulah yang mereka raih. Saya tidak tahu apa saja yang akan mereka raih dalam 2 atau 3 tahun ke depan. Sepertinya bakal lebih dahsyat lagi. Insya Allah. Toh selama ini di BP mereka sudah biasa mencetak uang belasan juta sampai puluhan juta per bulan.
Tolong doakan mereka, semoga menjadi pengusaha yang soleh, bermanfaat luas bagi keluarga dan sesama. Aamiin. Saya doakan juga teman-teman di sini, semoga berhasil dengan bisnisnya masing-masing. Aamiin.
Saling mendoakan ya >> https://www.instagram.com/p/BvyPSMnlND9/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1c4xxgmbdo50p
Calon konsumen menolak, bagi mereka, itu biasa. Calon mitra menolak, itu juga biasa. Saya marahi, itu pun biasa. Hehehe. Mereka jalan terus. Ikhtiar terus. Fight terus. Kenapa?
Mereka sudah yakin, ini produk bagus. Margin oke, manfaat oke, bimbingan juga oke. Hanya dalam satu setengah tahun, alhamdulillah mereka meraih sesuatu. Income bertambah, ilmu bertambah, manfaat bertambah. Bahkan mereka turut mencetak hadirnya pengusaha-pengusaha baru.
Di BP, alhamdulillah itulah yang mereka raih. Saya tidak tahu apa saja yang akan mereka raih dalam 2 atau 3 tahun ke depan. Sepertinya bakal lebih dahsyat lagi. Insya Allah. Toh selama ini di BP mereka sudah biasa mencetak uang belasan juta sampai puluhan juta per bulan.
Tolong doakan mereka, semoga menjadi pengusaha yang soleh, bermanfaat luas bagi keluarga dan sesama. Aamiin. Saya doakan juga teman-teman di sini, semoga berhasil dengan bisnisnya masing-masing. Aamiin.
Saling mendoakan ya >> https://www.instagram.com/p/BvyPSMnlND9/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1c4xxgmbdo50p
Instagram
IPPHO SANTOSA
Untuk sukses, perlu perjuangan, perlu kesungguhan... Apa yang diperoleh saat ini, disyukuri, alhamdulillah. Setelah itu, berjuang lagi, bismillah... Jangan pernah berhenti. Lakukan perbaikan terus-menerus, sepenuh hati... #LatePost
Awasi anak-anak kita.
Juni 2018, WHO resmi menetapkan #KecanduanGame sebagai gangguan mental. Netta Weinstein, psikolog dari Universitas Cardiff menyatakan, adanya semacam 'kekosongan jiwa' pada gamer yang kecanduan tersebut.
Hati-hati.
Juni 2018, WHO resmi menetapkan #KecanduanGame sebagai gangguan mental. Netta Weinstein, psikolog dari Universitas Cardiff menyatakan, adanya semacam 'kekosongan jiwa' pada gamer yang kecanduan tersebut.
Hati-hati.
Mau panjang umur?
Peneliti di University of California telah menemukan kaitan antara pergaulan dan usia yang panjang. Nah lho!
Studi ini diikuti 1.600 orang dengan usia rata-rata 71 tahun. Meskipun status sosial ekonomi dan kesehatan turut mempengaruhi usia seseorang, namun ternyata kesepian memainkan peran yang sangat krusial, bahkan bisa berujung pada kematian.
Hampir 23 persen dari peserta yang kesepian meninggal dalam enam tahun penelitian. Ini menyedihkan. Sedangkan responden yang mempunyai hubungan persahabatan dilaporkan tingkat kematiannya lebih rendah di kurun waktu yang sama, yakni 14 persen.
Pesan saya, "Sendiri, boleh. Kesepian, jangan."
"Kebutuhan yang kita perlukan seumur hidup adalah orang-orang mengenali kita, menghargai kita, menggembirakan hati kita, dan itu tidak pernah hilang," papar Barbara Moscowitz dari Rumah Sakit Umum Massachusetts.
Pada akhirnya, kalau lagi sendirian, jangan lama-lama. Perbanyak teman. Perluas pergaulan. Masuk ke komunitas-komunitas. Bukan saja membuka pintu-pintu rezeki, tapi juga membuat panjang umur. Insya Allah.
Peneliti di University of California telah menemukan kaitan antara pergaulan dan usia yang panjang. Nah lho!
Studi ini diikuti 1.600 orang dengan usia rata-rata 71 tahun. Meskipun status sosial ekonomi dan kesehatan turut mempengaruhi usia seseorang, namun ternyata kesepian memainkan peran yang sangat krusial, bahkan bisa berujung pada kematian.
Hampir 23 persen dari peserta yang kesepian meninggal dalam enam tahun penelitian. Ini menyedihkan. Sedangkan responden yang mempunyai hubungan persahabatan dilaporkan tingkat kematiannya lebih rendah di kurun waktu yang sama, yakni 14 persen.
Pesan saya, "Sendiri, boleh. Kesepian, jangan."
"Kebutuhan yang kita perlukan seumur hidup adalah orang-orang mengenali kita, menghargai kita, menggembirakan hati kita, dan itu tidak pernah hilang," papar Barbara Moscowitz dari Rumah Sakit Umum Massachusetts.
Pada akhirnya, kalau lagi sendirian, jangan lama-lama. Perbanyak teman. Perluas pergaulan. Masuk ke komunitas-komunitas. Bukan saja membuka pintu-pintu rezeki, tapi juga membuat panjang umur. Insya Allah.
Sebagian kita mungkin punya tim.
Karena itulah, kita disebut leader (pemimpin).
Misal, dalam dunia penjualan.
Tolong dicatat, tim itu amanah. Tim yang sudah berhasil jualan atau belum berhasil jualan, harus kita bina. Ya, harus kita bina.
Leader itu penanggungjawab. Kalau tim belum berhasil dalam bisnisnya, leader harus siap dan berani bertanggung-jawab. Jangan buru-buru menyalahkan tim, apalagi sampai merendahkan, menghina, atau menghardik mereka.
Ingat-ingat ini:
- Mengajak, bukan mengejek
- Membina, bukan menghina
- Mendidik, bukan menghardik
- Mengajar, bukan menghajar
Renungkan.
Siapa yang merekrut tim itu? Leader.
Siapa yang mendidiknya selama ini? Leader.
Jadi, kalau mereka belum berhasil dalam bisnisnya, yah leader-lah yang harus bertanggung-jawab. Bukan mustahil keteladanan dan pembinaan yang masih minim selama ini.
Tim rontok? Tim mundur? Sebagai leader, kita harus benar-benar introspeksi. Mungkin dia tidak mendapat sesuatu yang signifikan dari kita, sehingga ia memutuskan untuk mundur atau menjauh dari kita.
Satu lagi. Ada kabar baik nih.
Saat kita sungguh-sungguh membina tim, percayalah, Yang Maha Kuasa mempersiapkan sesuatu yang lebih indah untuk kita. Dan menariknya lagi, sewaktu kita serius membina tim, maka mentor (seseorang di atas kita) pun semakin serius membina kita.
Life is an echo.
What you give, you get.
What you sow, you reap.
What you see in others, exists in you.
What you send out, sends back to you.
Give them positivity and surely positivity will come back to you.
Bring them a success and surely a bigger success will come back to you.
Sesederhana itu.
Karena itulah, kita disebut leader (pemimpin).
Misal, dalam dunia penjualan.
Tolong dicatat, tim itu amanah. Tim yang sudah berhasil jualan atau belum berhasil jualan, harus kita bina. Ya, harus kita bina.
Leader itu penanggungjawab. Kalau tim belum berhasil dalam bisnisnya, leader harus siap dan berani bertanggung-jawab. Jangan buru-buru menyalahkan tim, apalagi sampai merendahkan, menghina, atau menghardik mereka.
Ingat-ingat ini:
- Mengajak, bukan mengejek
- Membina, bukan menghina
- Mendidik, bukan menghardik
- Mengajar, bukan menghajar
Renungkan.
Siapa yang merekrut tim itu? Leader.
Siapa yang mendidiknya selama ini? Leader.
Jadi, kalau mereka belum berhasil dalam bisnisnya, yah leader-lah yang harus bertanggung-jawab. Bukan mustahil keteladanan dan pembinaan yang masih minim selama ini.
Tim rontok? Tim mundur? Sebagai leader, kita harus benar-benar introspeksi. Mungkin dia tidak mendapat sesuatu yang signifikan dari kita, sehingga ia memutuskan untuk mundur atau menjauh dari kita.
Satu lagi. Ada kabar baik nih.
Saat kita sungguh-sungguh membina tim, percayalah, Yang Maha Kuasa mempersiapkan sesuatu yang lebih indah untuk kita. Dan menariknya lagi, sewaktu kita serius membina tim, maka mentor (seseorang di atas kita) pun semakin serius membina kita.
Life is an echo.
What you give, you get.
What you sow, you reap.
What you see in others, exists in you.
What you send out, sends back to you.
Give them positivity and surely positivity will come back to you.
Bring them a success and surely a bigger success will come back to you.
Sesederhana itu.
Avengers masih berhadap-hadapan dengan Thanos. Dalam film, tentunya.
Meski efek jentikan jari Thanos tampak mengerikan, hal tersebut sebenarnya tidak ada apa-apanya dibanding kehancuran yang pernah melanda Bumi di masa silam. Ini diungkapkan Alfio Alessandro, ahli paleontologi dari Inggris.
Ia memaparkan bahwa 252 juta tahun lalu, kepunahan massal yang dipicu letusan gunung ternyata berhasil memusnahkan 96% spesies di laut. Kejadian mematikan tersebut dikenal sebagai The Great Dying.
Thanos adalah kisah fiktif.
The Great Dying adalah kisah nyata.
Di antara keduanya, mana yang lebih merisaukan hati saya? Ternyata BUKAN kedua-duanya. Keserakahan, inilah yang lebih merisaukan hati saya. Ya, keserakahan.
Zaman dahulu, tumbuhnya industri telah menciptakan extreme gap antara pekerja dengan pengusaha yang kala itu disebut robber baron (diartikan sebagai kapitalis perampok yang tak bermoral).
Zaman sekarang, sayangnya, hal ini masih terjadi dan terus terjadi.
Segelintir orang menguasai perputaran uang dalam jumlah dan kecepatan yang benar-benar tak masuk akal. Bukan saja menjadi raksasa agresif di bidang ekonomi, mereka juga menapakkan kakinya kuat-kuat di bidang politik.
Begini. Sebenarnya, bumi ini cukup menghidupi 7 miliar manusia. Namun, tidak pernah cukup menghidupi 7 orang yang serakah. Catat baik-baik, tidak pernah merasa cukup, itulah ciri orang yang serakah.
Hati-hati. Rasa serakah bukan saja merasuki benak konglomerat. Pikiran orang biasa juga dirasuki. Termasuk kita-kita di sini. Anda dan saya. Tak perlu saling menuding, mari kita sama-sama introspeksi.
Apakah kita sangat agresif dalam mencari uang sampai-sampai melanggar aturan dan menyakiti orang lain? Kalau ini sampai terjadi, berarti benih-benih keserakahan sebenarnya bersemayam di hati kita. Hati-hati.
Lupakan soal Thanos. Lupakan juga soal The Great Dying. Ada yang lebih berbahaya itu. Apa? Benih-benih keserakahan yang tumbuh dan berkembang di hati kita. Ini jauh lebih berbahaya. Think.
Meski efek jentikan jari Thanos tampak mengerikan, hal tersebut sebenarnya tidak ada apa-apanya dibanding kehancuran yang pernah melanda Bumi di masa silam. Ini diungkapkan Alfio Alessandro, ahli paleontologi dari Inggris.
Ia memaparkan bahwa 252 juta tahun lalu, kepunahan massal yang dipicu letusan gunung ternyata berhasil memusnahkan 96% spesies di laut. Kejadian mematikan tersebut dikenal sebagai The Great Dying.
Thanos adalah kisah fiktif.
The Great Dying adalah kisah nyata.
Di antara keduanya, mana yang lebih merisaukan hati saya? Ternyata BUKAN kedua-duanya. Keserakahan, inilah yang lebih merisaukan hati saya. Ya, keserakahan.
Zaman dahulu, tumbuhnya industri telah menciptakan extreme gap antara pekerja dengan pengusaha yang kala itu disebut robber baron (diartikan sebagai kapitalis perampok yang tak bermoral).
Zaman sekarang, sayangnya, hal ini masih terjadi dan terus terjadi.
Segelintir orang menguasai perputaran uang dalam jumlah dan kecepatan yang benar-benar tak masuk akal. Bukan saja menjadi raksasa agresif di bidang ekonomi, mereka juga menapakkan kakinya kuat-kuat di bidang politik.
Begini. Sebenarnya, bumi ini cukup menghidupi 7 miliar manusia. Namun, tidak pernah cukup menghidupi 7 orang yang serakah. Catat baik-baik, tidak pernah merasa cukup, itulah ciri orang yang serakah.
Hati-hati. Rasa serakah bukan saja merasuki benak konglomerat. Pikiran orang biasa juga dirasuki. Termasuk kita-kita di sini. Anda dan saya. Tak perlu saling menuding, mari kita sama-sama introspeksi.
Apakah kita sangat agresif dalam mencari uang sampai-sampai melanggar aturan dan menyakiti orang lain? Kalau ini sampai terjadi, berarti benih-benih keserakahan sebenarnya bersemayam di hati kita. Hati-hati.
Lupakan soal Thanos. Lupakan juga soal The Great Dying. Ada yang lebih berbahaya itu. Apa? Benih-benih keserakahan yang tumbuh dan berkembang di hati kita. Ini jauh lebih berbahaya. Think.
Avengers: Endgame, teman-teman sudah nonton?
Ada satu scene yang membuat mata saya berkaca-kaca, yaitu saat Tony Stark (Iron Man) berdialog dengan ayahnya. Ada juga moment-moment fatherhood lainnya yang membuat saya benar-benar terharu.
Kadang seorang ayah tidak ekspresif dalam menyatakan cinta pada anaknya. Betul apa betul? Tapi, jangan ditanya betapa besar cintanya pada si anak.
Menurut saya, setiap ayah adalah superhero. Ya, superhero. Meskipun ia tidak memiliki baju besi, tameng prajurit, atau palu dewa seperti karakter-karakter di Marvel.
Memang ibu itu hebat, tiada duanya. Tapi dengan izin Allah, ayahlah yang memilihkan ibu untuk kita dan mengarahkan ibu untuk mendampingi kita.
Memang ibu yang mengandung dan menyusui kita. Tapi ayahlah yang menafkahi ibu, sehingga ibu dapat mengandung dan menyusui kita dengan sempurna.
Memang ibu yang melahirkan kita, mempertaruhkan nyawanya. Tapi ayahlah yang sehari-hari melindungi kita, mempertaruhkan hidupnya.
Memang ibu yang memberi kita nasihat-nasihat kehidupan. Tapi dalam kehidupan, ayahlah yang bertindak sebagai penanggung-jawab dan kepala keluarga.
Kalau kita ada masalah, memang ibu yang risau dan menangis. Tapi ayahlah yang mengajarkan ketegaran kepada kita dengan menyembunyikan kerisauannya.
Pada akhirnya:
- Hormati ayah kita.
- Sayangi ayah kita.
- Doakan ayah kita.
Jangan seperti Tony Stark yang kemudian mengalami penyesalan karena sering bertengkar dengan ayahnya. Ingat, tidak ada ayah yang sempurna, tapi kasih-sayangnya untuk kita insya Allah sempurna.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Saya pribadi adalah seorang ayah yang tengah berusaha keras untuk menjadi sosok baik yang diharapkan oleh anak-anaknya. Mohon doanya.
Ada satu scene yang membuat mata saya berkaca-kaca, yaitu saat Tony Stark (Iron Man) berdialog dengan ayahnya. Ada juga moment-moment fatherhood lainnya yang membuat saya benar-benar terharu.
Kadang seorang ayah tidak ekspresif dalam menyatakan cinta pada anaknya. Betul apa betul? Tapi, jangan ditanya betapa besar cintanya pada si anak.
Menurut saya, setiap ayah adalah superhero. Ya, superhero. Meskipun ia tidak memiliki baju besi, tameng prajurit, atau palu dewa seperti karakter-karakter di Marvel.
Memang ibu itu hebat, tiada duanya. Tapi dengan izin Allah, ayahlah yang memilihkan ibu untuk kita dan mengarahkan ibu untuk mendampingi kita.
Memang ibu yang mengandung dan menyusui kita. Tapi ayahlah yang menafkahi ibu, sehingga ibu dapat mengandung dan menyusui kita dengan sempurna.
Memang ibu yang melahirkan kita, mempertaruhkan nyawanya. Tapi ayahlah yang sehari-hari melindungi kita, mempertaruhkan hidupnya.
Memang ibu yang memberi kita nasihat-nasihat kehidupan. Tapi dalam kehidupan, ayahlah yang bertindak sebagai penanggung-jawab dan kepala keluarga.
Kalau kita ada masalah, memang ibu yang risau dan menangis. Tapi ayahlah yang mengajarkan ketegaran kepada kita dengan menyembunyikan kerisauannya.
Pada akhirnya:
- Hormati ayah kita.
- Sayangi ayah kita.
- Doakan ayah kita.
Jangan seperti Tony Stark yang kemudian mengalami penyesalan karena sering bertengkar dengan ayahnya. Ingat, tidak ada ayah yang sempurna, tapi kasih-sayangnya untuk kita insya Allah sempurna.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Saya pribadi adalah seorang ayah yang tengah berusaha keras untuk menjadi sosok baik yang diharapkan oleh anak-anaknya. Mohon doanya.
Ada yang bertanya ke saya, bolehlah bertepuk-tangan? Misal dalam seminar.
Begini.
Tepuk tangan kalau dijadikan bagian dari ibadah, apalagi di masjid, jelas-jelas haram hukumnya. Ini menurut Islam.
Tepuk tangan kalau dijadikan penyemangat, insya Allah boleh. Karena hukum asal untuk perkara non-ibadah adalah halal dan mubah.
Adapun manfaat tepuk tangan dari segi kesehatan menurut Rahul Dogra dan Boldsky:
1. Melancarkan sirkulasi darah
2. Melancarkan aliran oksigen
3. Meredakan nyeri otot dan sendi
4. Memperbaiki masalah pencernaan
5. Mempertajam kefokus belajar
6. Meningkatkan kekebalan tubuh
7. Menghadirkan good mood
Karena itulah di seminar, kadang saya meminta peserta untuk bertepuk-tangan. Membangkitkan semangat dan mempertahankan kesehatan, inilah yang menjadi alasan utama. Itu pun sekedarnya saja.
Begini.
Tepuk tangan kalau dijadikan bagian dari ibadah, apalagi di masjid, jelas-jelas haram hukumnya. Ini menurut Islam.
Tepuk tangan kalau dijadikan penyemangat, insya Allah boleh. Karena hukum asal untuk perkara non-ibadah adalah halal dan mubah.
Adapun manfaat tepuk tangan dari segi kesehatan menurut Rahul Dogra dan Boldsky:
1. Melancarkan sirkulasi darah
2. Melancarkan aliran oksigen
3. Meredakan nyeri otot dan sendi
4. Memperbaiki masalah pencernaan
5. Mempertajam kefokus belajar
6. Meningkatkan kekebalan tubuh
7. Menghadirkan good mood
Karena itulah di seminar, kadang saya meminta peserta untuk bertepuk-tangan. Membangkitkan semangat dan mempertahankan kesehatan, inilah yang menjadi alasan utama. Itu pun sekedarnya saja.
Selagi roda kehidupan masih berputar, tentulah masalah akan selalu ada.
Masalah demi masalah sebenarnya membuat kita 'naik kelas'. Maka dari itu, anggaplah masalah sebagai tantangan. Hadapi, jangan dihindari. Pura-pura nggak tahu, ini pun BUKAN sikap yang baik.
Simak lanjutannya >>
https://www.instagram.com/p/BwwSIY8F0xk/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1lfd6eo0ndvsc
Masalah demi masalah sebenarnya membuat kita 'naik kelas'. Maka dari itu, anggaplah masalah sebagai tantangan. Hadapi, jangan dihindari. Pura-pura nggak tahu, ini pun BUKAN sikap yang baik.
Simak lanjutannya >>
https://www.instagram.com/p/BwwSIY8F0xk/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1lfd6eo0ndvsc
Instagram
IPPHO SANTOSA
Burung unta, ketika terjadi badai pasir, menyembunyikan kepalanya ke dalam pasir. Masalah, tetap ada. Yang penting bagi dia, nggak lihat masalahnya... Kadang, sebagian kita bersikap begitu dalam karier dan bisnis. Alih-alih menyelesaikan masalah, kita malah…
Anda punya bisnis?
Bisnis kecil atau bisnis besar, capeknya sama. Mending dibesarin aja sekalian.
Jumat kemarin, saya sharing untuk pimpinan-pimpinan Pelindo (IPC). Blak-blakan saya bilang ke mereka, "Target yang besar itu bagus. Karena ini akan memompa potensi-potensi yang besar. Mudah-mudahan bisnis yang kita kelola akan turut membesar."
“GO BIG or go home,” pesan Jack Ma.
Berpikir dan bermimpi besar, ini bagian dari otak kanan. Profesional dan entrepreneur sudah semestinya mengoptimalkan otak kanannya, di mana ini sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, dari otak kanan inilah kemudian muncul kemampuan untuk berkreasi, berimajinasi, dan berempati. Hal serupa saya sampaikan ke tim Bank Indonesia di Kempinski Sabtu yang lalu. Alhamdulillah, mereka 100% setuju.
Punya impian besar, cukupkah sampai di situ? Nggak juga.
Kalau sudah punya target atau impian yang besar, coba sampaikan dan selaraskan dengan orang-orang terdekat. Mungkin dengan keluarga di rumah. Mungkin dengan rekan kerja di kantor.
Penyelarasan, memang ini tidak mudah. Tapi bisa. Insya Allah pasti bisa. Sekiranya sudah selaras, benar-benar selaras, kecepatan dan kekuatannya bisa bertambah 27 kali lipat bahkan lebih!
Orang rata-rata menyebutnya keselarasan impian. Saya menyebutnya Vision Alignment. Kalau sudah dilakukan, hasilnya benar-benar mengagumkan. Bukan sekali atau dua kali saya melihat ini terjadi. Benar-benar terjadi!
Lantas, bagaimana dengan masalah?
Burung unta, ketika terjadi badai pasir, sering menyembunyikan kepalanya ke dalam pasir. Masalahnya tetap ada. Yang penting bagi dia, nggak lihat masalahnya. Tepatkah sikap seperti ini? Tentu tidak.
Kadang, sebagian kita bersikap begitu dalam karier dan bisnis. Alih-alih menyelesaikan masalah, kita malah pura-pura tidak tahu dengan masalah tersebut. Sekali lagi, ini kurang elok. Mari kita sama-sama introspeksi.
Alhamdulillah, setelah sharing untuk Pelindo dan Bank Indonesia, berlanjut Senin sore saya sharing untuk Toyota. Masih soal pencapaian target. Hebatnya lagi, menurut riset, mereka yang terbiasa dengan target yang besar dan enggan mengeluh walaupun ada masalah, cenderung lebih sehat juga panjang umur.
Nah, Anda termasuk yang mana?
Bisnis kecil atau bisnis besar, capeknya sama. Mending dibesarin aja sekalian.
Jumat kemarin, saya sharing untuk pimpinan-pimpinan Pelindo (IPC). Blak-blakan saya bilang ke mereka, "Target yang besar itu bagus. Karena ini akan memompa potensi-potensi yang besar. Mudah-mudahan bisnis yang kita kelola akan turut membesar."
“GO BIG or go home,” pesan Jack Ma.
Berpikir dan bermimpi besar, ini bagian dari otak kanan. Profesional dan entrepreneur sudah semestinya mengoptimalkan otak kanannya, di mana ini sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, dari otak kanan inilah kemudian muncul kemampuan untuk berkreasi, berimajinasi, dan berempati. Hal serupa saya sampaikan ke tim Bank Indonesia di Kempinski Sabtu yang lalu. Alhamdulillah, mereka 100% setuju.
Punya impian besar, cukupkah sampai di situ? Nggak juga.
Kalau sudah punya target atau impian yang besar, coba sampaikan dan selaraskan dengan orang-orang terdekat. Mungkin dengan keluarga di rumah. Mungkin dengan rekan kerja di kantor.
Penyelarasan, memang ini tidak mudah. Tapi bisa. Insya Allah pasti bisa. Sekiranya sudah selaras, benar-benar selaras, kecepatan dan kekuatannya bisa bertambah 27 kali lipat bahkan lebih!
Orang rata-rata menyebutnya keselarasan impian. Saya menyebutnya Vision Alignment. Kalau sudah dilakukan, hasilnya benar-benar mengagumkan. Bukan sekali atau dua kali saya melihat ini terjadi. Benar-benar terjadi!
Lantas, bagaimana dengan masalah?
Burung unta, ketika terjadi badai pasir, sering menyembunyikan kepalanya ke dalam pasir. Masalahnya tetap ada. Yang penting bagi dia, nggak lihat masalahnya. Tepatkah sikap seperti ini? Tentu tidak.
Kadang, sebagian kita bersikap begitu dalam karier dan bisnis. Alih-alih menyelesaikan masalah, kita malah pura-pura tidak tahu dengan masalah tersebut. Sekali lagi, ini kurang elok. Mari kita sama-sama introspeksi.
Alhamdulillah, setelah sharing untuk Pelindo dan Bank Indonesia, berlanjut Senin sore saya sharing untuk Toyota. Masih soal pencapaian target. Hebatnya lagi, menurut riset, mereka yang terbiasa dengan target yang besar dan enggan mengeluh walaupun ada masalah, cenderung lebih sehat juga panjang umur.
Nah, Anda termasuk yang mana?
Punya impian?
Pernah ditertawakan?
Pernah diremehkan?
Saat impianmu ditertawakan atau diremehkan orang, sebenarnya itu adalah isyarat. Ya, isyarat bahwa impianmu layak diperjuangkan. Bayangkan kalau impianmu terwujud, pastinya semua orang akan terinspirasi, termasuk dia yang pernah mentertawakan dan meremehkan.
Jangan anggap enteng segala impianmu. Kalau dirimu saja meremehkan, apalagi orang lain. Demikian pula terhadap anak-anakmu dan murid-muridmu. Hargai impian mereka. Lalu, bimbing mereka, semangati mereka, doakan mereka. Keberuntungan, tidak ada yang bisa menerka!
Sebagian orang, anehnya, tidak berani bicara soal big dream. Padahal, berpikir besar dan bermimpi besar adalah bagian dari otak kanan. Semua orang punya itu. Dan ingat, Tuhan-mu Maha Besar. Karunia-Nya teramat besar. Ngapain mimpi yang kecil-kecil aja?
Impian yang besar memang tidak mudah. Namun insya Allah akan berakhir indah. Terutama bagi mereka yang pantang menyerah. Dan suatu hari nanti, diceritakan kemana-mana karena memang menggugah.
Di berbagai forum, saya sering berpesan, "Jangan biarkan hidupmu mengalir begitu saja. Pilih sungainya. Pilih arusnya. Kalau tidak sesuai, bikin sungaimu sendiri." Dengan kata lain, rancang dan perjuangkan impianmu. Jangan lemah. Jangan mudah lelah. Jangan mudah menyerah.
Siap?
Simak lanjutannya >> https://www.instagram.com/p/Bw6N1qPlJN7/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=13hsyri6gd4b3
Pernah ditertawakan?
Pernah diremehkan?
Saat impianmu ditertawakan atau diremehkan orang, sebenarnya itu adalah isyarat. Ya, isyarat bahwa impianmu layak diperjuangkan. Bayangkan kalau impianmu terwujud, pastinya semua orang akan terinspirasi, termasuk dia yang pernah mentertawakan dan meremehkan.
Jangan anggap enteng segala impianmu. Kalau dirimu saja meremehkan, apalagi orang lain. Demikian pula terhadap anak-anakmu dan murid-muridmu. Hargai impian mereka. Lalu, bimbing mereka, semangati mereka, doakan mereka. Keberuntungan, tidak ada yang bisa menerka!
Sebagian orang, anehnya, tidak berani bicara soal big dream. Padahal, berpikir besar dan bermimpi besar adalah bagian dari otak kanan. Semua orang punya itu. Dan ingat, Tuhan-mu Maha Besar. Karunia-Nya teramat besar. Ngapain mimpi yang kecil-kecil aja?
Impian yang besar memang tidak mudah. Namun insya Allah akan berakhir indah. Terutama bagi mereka yang pantang menyerah. Dan suatu hari nanti, diceritakan kemana-mana karena memang menggugah.
Di berbagai forum, saya sering berpesan, "Jangan biarkan hidupmu mengalir begitu saja. Pilih sungainya. Pilih arusnya. Kalau tidak sesuai, bikin sungaimu sendiri." Dengan kata lain, rancang dan perjuangkan impianmu. Jangan lemah. Jangan mudah lelah. Jangan mudah menyerah.
Siap?
Simak lanjutannya >> https://www.instagram.com/p/Bw6N1qPlJN7/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=13hsyri6gd4b3
Instagram
IPPHO SANTOSA
Impian boleh setinggi langit, namun tetaplah rendah hati... Hebatnya, kalau kita rendah hati, Allah malah meninggikan dan memuliakan kita. Sebaliknya, kalau kita tinggi hati, Allah malah merendahkan dan menghinakan kita... . . . #MotivatorIndonesia
Setiap kita merindukan perubahan. Tentunya, ke arah yang lebih baik. Sebagian kita akhirnya menunggu momentum yang tepat untuk berubah.
Saya sindir mereka, "Hari buruh, udah. Hari pendidikan, udah. Bulan puasa, juga udah. Kok nggak ada perubahan yang berarti?"
Why? Karena sebenarnya inisiator perubahan itu adalah diri kita. Bukan orang lain. Bukan keadaan. Bukan momentum.
So, berhentilah menyalah-nyalahkan orang lain dan keadaan. Jadilah penanggung-jawab atas nasib kita sendiri. Ini baru namanya mental pemenang.
Setiap kali mengalami hal-hal yang tidak nyaman atau kegagalan, seorang pemenang memilih untuk berbenah dan belajar. Bukan excuse.
Maaf, rada beda dengan orang rata-rata yang sering menyalah-nyalahkan pesaing ketika rugi atau gagal. Sering pula menyalahkan peraturan pemerintah.
Hei, ingat. Pembenaran mungkin menentramkan hati, namun tak pernah membawa solusi. Sekali lagi, tak pernah membawa solusi.
Berbenah dan belajar, itu yang saya sarankan.
"Belajar, belajar, belajar!" Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Kalau belajar, kita akan berdiri dengan lainnya dengan sejajar.
Namun tak semua orang mau belajar. Di antara mereka malah mengajukan pembenaran dan alasan-alasan yang tak wajar.
Padahal, kita semua sepakat bahwa yang suka beralasan dan bermalasan itu adalah ciri pecundang. Sepenuh hati saya berharap, Anda menghindari ciri ini.
Ramadhan adalah bulan perubahan. Bukan saja amal dan akhlak, tapi sikap dan pendapatan harusnya juga membaik. So, tekadkan Ramadhan kali ini sebagai titik balik perubahan.
Pada akhirnya saya berpesan, selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf lahir batin.
Saya sindir mereka, "Hari buruh, udah. Hari pendidikan, udah. Bulan puasa, juga udah. Kok nggak ada perubahan yang berarti?"
Why? Karena sebenarnya inisiator perubahan itu adalah diri kita. Bukan orang lain. Bukan keadaan. Bukan momentum.
So, berhentilah menyalah-nyalahkan orang lain dan keadaan. Jadilah penanggung-jawab atas nasib kita sendiri. Ini baru namanya mental pemenang.
Setiap kali mengalami hal-hal yang tidak nyaman atau kegagalan, seorang pemenang memilih untuk berbenah dan belajar. Bukan excuse.
Maaf, rada beda dengan orang rata-rata yang sering menyalah-nyalahkan pesaing ketika rugi atau gagal. Sering pula menyalahkan peraturan pemerintah.
Hei, ingat. Pembenaran mungkin menentramkan hati, namun tak pernah membawa solusi. Sekali lagi, tak pernah membawa solusi.
Berbenah dan belajar, itu yang saya sarankan.
"Belajar, belajar, belajar!" Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Kalau belajar, kita akan berdiri dengan lainnya dengan sejajar.
Namun tak semua orang mau belajar. Di antara mereka malah mengajukan pembenaran dan alasan-alasan yang tak wajar.
Padahal, kita semua sepakat bahwa yang suka beralasan dan bermalasan itu adalah ciri pecundang. Sepenuh hati saya berharap, Anda menghindari ciri ini.
Ramadhan adalah bulan perubahan. Bukan saja amal dan akhlak, tapi sikap dan pendapatan harusnya juga membaik. So, tekadkan Ramadhan kali ini sebagai titik balik perubahan.
Pada akhirnya saya berpesan, selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf lahir batin.
Untold Story of Tony Stark >>
https://www.instagram.com/p/BxJFPcpFVVM/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=qmu9ggdatf4y
https://www.instagram.com/p/BxJFPcpFVVM/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=qmu9ggdatf4y
Instagram
IPPHO SANTOSA
Soal Iron Man, mungkin kita semua tahu. Tapi jarang orang tahu soal latar belakang si aktor... Dia sempat kecanduan, sempat dipenjara. Di dalam penjara, ia dipukuli sampai berdarah-darah. Tahun 2001, sang istri meninggalkannya. Saat itu, dengan sederet masalah…