Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Kemarin sampai lusa, saya #liburan bareng mitra-mitra di negara tetangga. Istri saya, ibu saya, dan mertua saya juga ikut. Alhamdulillah.

Sebagian teman-teman mungkin sudah bisa menebak, kita liburan ke mana. Ya, Thailand. Negara tetangga, nggak terlalu jauh.

Mitra-mitra pada senang. Lebih senang lagi karena liburannya saya traktir, alhamdulillah. Tentu saja saya ikut senang. Bagi saya, ini bagian dari melayani tim.

Btw, perlukah liburan? Penelitian Baylor College of Medicine, Amerika Serikat, menemukan, liburan membuat orang tampak lebih muda. Ini beneran.

Sambung David Eagleman, terutama bepergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Perjalanan seperti itu akan memberi efek peremajaan selama 1-2 pekan. Luar biasa ya? Sangat luar biasa!

Selain memperkaya pengalaman dan pemahaman, liburan juga meningkatkan intelektual dan kreativitas.

Namun, manfaat liburan itu akan sia-sia, jika kita tidak berinteraksi dengan sesama. Misal, cuma menyimak televisi atau gadget.

Maka, tak ada salahnya kalau sesekali kita berlibur. Tak harus jauh-jauh. Tak harus mahal-mahal. Betul apa betul?

Minggu yang lalu, misalnya, saya liburan bareng mitra-mitra di Puncak, Bogor. Ini pun tak kalah serunya. Semua orang menikmati, insya Allah.

Kalau liburan sekalian mudik lebaran? Itu pun juga boleh. Silakan. Semoga menyenangkan dan selamat pergi-pulangnya. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mengapa Mesir menjadi negeri yang sangat sering disebutkan di Al-Quran? Bahkan melebihi negeri-negeri lainnya. Pertanyaan ini pernah saya ajukan ke berbagai tokoh namun jawabannya kurang memuaskan logika saya dan rasa penasaran saya.

Sampailah saya bertemu #NoumanAliKhan (NAK) dan menanyakan hal yang sama. Beliau alhamdulillah menjelaskan itu semua dengan panjang-lebar, tanpa merasa jemu atau bosan sedikitpun. Satu lagi, memuaskan logika saya. Semoga beliau selalu sehat dan selalu dijaga Allah. Aamiin.

"Sebagai negeri, #Mesir menjadi negeri yang paling sering disebut di dalam Al-Quran. Mengapa?" Itu pertanyaan pertama saya kepada NAK di sela-sela acara. Bahkan di antara nabi-nabi besar, setahu saya, ada belasan yang pernah menetap atau melewati Mesir.

Mengapa? Karena politik dan pengaruh Firaun. Itu jawaban NAK. Lanjutnya, peradaban-peradaban yang muncul kemudian seringkali terpengaruh dan meniru Mesir Kuno. Itu artinya, kita perlu mempelajari sungguh-sungguh tentang sejarah Firaun dan Mesir Kuno.

Suka atau tidak, kita harus mengakui bahwa Firaun itu sangat kuat, sangat cerdas, berhasil dari segi pembangunan, tapi sangat zalim. Bahkan untuk menghadapi penguasa sekaliber Firaun, sampai diutus dua nabi dalam waktu bersamaan, yaitu Musa dan Harun. Tentunya ini semua sarat dengan hikmah.

NAK mengaku mempelajari sejarah Mesir secara khusus selama bertahun-tahun. Sebenarnya masih panjang lagi penjelasan NAK soal Mesir. Kapan-kapan kita sambung lagi ya. Doakan saja mudah-mudahan beliau berkenan datang lagi ke Indonesia akhir tahun ini. Aamiin.
Sukses terus Mas Irfan.
Maju terus NAK Indonesia.
Kadang kita perlu berhenti sejenak (pause), untuk merenung, rehat, evaluasi, memperbaiki, dan mengamati pesaing.
Terlalu sibuk dan selalu sibuk tidaklah baik.
POOR = Passing Over Opportunities Repeatedly 

Miskin = Mengabaikan Peluang Berkali-Kali.

Inilah pesan Robert Kiyosaki. Makanya, "Don't be poor."

Selain mengabaikan peluang, orang miskin (tepatnya, bermental miskin) sering meremehkan uang. Ya, meremehkan uang.

Orang kaya tidak pernah menghina atau meremehkan uang. Tapi entah kenapa, sebagian orang miskin malah berkata uang itu tidak penting. Aneh? Sangat!

Satu lagi. Orang miskin (sekali lagi, bermental miskin) menunggu kaya untuk berbagi. Padahal, berbagi yah berbagi saja. Setelah berbagi justru akan lebih possible untuk dikaruniai kekayaan. Right?

Pada akhirnya, jadilah orang kaya. Tepatnya, bermental kaya. Saya harap, Anda setuju dengan saya.
Berbagi, berbagi, berbagi
POOR = Passing Over Opportunities Repeatedly 

Miskin = Mengabaikan Peluang Berkali-Kali.

Inilah pesan Robert Kiyosaki. Makanya, "Don't be poor."

Selain mengabaikan peluang, orang miskin (tepatnya, bermental miskin) sering meremehkan uang. Ya, meremehkan uang.

Orang kaya tidak pernah menghina atau meremehkan uang. Tapi entah kenapa, sebagian orang miskin malah berkata uang itu tidak penting. Aneh? Sangat!

Satu lagi. Orang miskin (sekali lagi, bermental miskin) menunggu kaya untuk berbagi. Padahal, berbagi yah berbagi saja. Setelah berbagi justru akan lebih possible untuk dikaruniai kekayaan. Right?

Pada akhirnya, jadilah orang kaya. Tepatnya, bermental kaya. Saya harap, Anda setuju dengan saya.
Walaupun terkadang sulit, namun saat Anda rela memaafkan kesalahan orang lain, itu bisa melindungi diri Anda dari depresi. Ini bukan 'kata orang'. Melainkan menurut sebuah studi dari Universitas Missouri.

Dalam studi itu, para peneliti melibatkan sekitar 1000 orang dewasa berusia lebih dari 60 tahun, untuk memahami bagaimana memaafkan bisa berpengaruh pada kesehatan mental.

Lebih lanjut, menurut penelitian Universitas Duke, memaafkan itu bisa menurunkan hormon kortisol dan mengurangi kadar stress, juga menjaga kekebalan tubuh. Jadi, memaafkan itu menyehatkan. Sangat sehat.

Memaafkan itu persis seperti tersenyum, bersedekah, dan berterima-kasih. Sekilas kayaknya ini untuk orang lain. Padahal, hakikatnya itu semua untuk kita, ya untuk kita. Bukankah fadilah dan manfaatnya akan kembali pada diri kita?

Maaf-maafan, nggak perlu nunggu Lebaran. Kelamaan. Maaf-maafan saja dari sekarang. Itu jauh lebih baik. Apalagi kita semua tahu bahwa hati yang plong membuat rezeki turut plong. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Berapa umur Anda sekarang?

Bulan Mei ini, #PakJK alias Bapak Jusuf Kalla genap berusia 76 tahun. Alhamdulillah, beliau tetap sehat dan segar. Menariknya, hari itu saya dkk sarapan bareng RI-2 dan Nouman Ali Khan.

Saya sempat nanya-nanya sama Pak JK, apa tips sehat dari beliau. Beliau pun berkenan menjawab. Ternyata adanya rasa ikhlas dan rasa enjoy dalam mengerjakan sesuatu.

Di suatu kesempatan, beliau pernah ditanya, "Bapak nggak pernah capek?" Beliau malah balik bertanya, "Apa itu capek?" Masya Allah. Rupanya beliau nggak kenal istilah capek.

Terima kasih tips-nya Pak JK. Semoga sehat-sehat selalu. Dan segala kesibukan jadi ibadah.

Di negeri jiran, Mahathir Mohamad alias Dr M kembali memimpin Malaysia di usia 90-an. Jadilah beliau perdana menteri tertua di dunia, di usia 93 tahun. Menariknya, fisiknya sangat sehat dan segar

Begitulah. Umur bukan penghalang. Sama sekali bukan penghalang. Dulu, Usman bin Affan dilantik menjadi khalifah di usia 70 tahun. Saat ini, BJ Habibie masih aktif dengan R80-nya di usia 81 tahun.

Inilah TTM alias Tua Tapi Menginspirasi. So, jangan lagi kita mengeluh soal umur, "Saya sudah tua. Saya sudah pensiun. Saya masih muda. Saya belum pengalaman." Selagi ada kemauan, sebenarnya di situ ada kesempatan.

Mudah-mudahan kita semua bisa meniru spirit beliau-beliau. Aamiin. Share ya.



_(Silakan bergabung ke channel @ipphoright di Telegram)_
Bukber adalah budaya kita. Baikkah?

Begini. Bukber adalah momentum untuk silaturahim. Itu yang sebenarnya. Betul apa betul? Kita sama-sama tahu, silaturahim itu memudahkan rezeki. Apalagi kalau diamalkan di bulan terbaik, Ramadhan.

29 Mei, insya Allah saya akan bukber sama mitra-mitra di British Propolis. Mereka berdatangan dari berbagai kota di Indonesia. Bukan sekadar bukber, mereka juga mengikuti training bersama saya, Nasrullah, dan Ahmad Gozali.

Kembali soal bukber. Guru saya pernah mengingatkan, "Bukber jangan sampai melalaikan sholat. Makan enak itu penting. Sholat dengan nyaman (nggak kekenyangan) jauh lebih penting." Saya pun mengangguk mengiyakan.

(Tulisan-tulisan seperti ini sering saya share ini Telegram. Mari install Telegram dan beralih ke channel @ipphoright di Telegram)

Ya, bukber adalah budaya kita. Insya Allah ada bagusnya juga. Sangat bagus. Saran saya, jangan biarkan ini berlalu begitu saja. Di bulan terbaik ini, cobalah mengemasnya lebih baik lagi. Penuh berkah insya Allah.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bagaimana #puasa Anda hari ini? Tetap semangat?

Gabriel Cousens, MD, Founder Tree Of Life Rejuvenation Center, mengakui bahwa mereka yang berpuasa akan mengalami peningkatan konsentrasi, kreativitas, dan ketenangan.

Btw, terkait bulan puasa, hanya segelintir orang yang tahu bahwa hal-hal berikut ini beneran terjadi:

-       Sadarkah kita, ternyata Fatahillah merebut kembali Sunda Kelapa (Jayakarta) ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata NKRI tercinta ini merdeka ketika bulan puasa, tepatnya Jumat 9 Ramadhan.

-       Sadarkah kita, ternyata Peristiwa Badar dan Peristiwa Tabuk dimenangkan ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata Penaklukkan Makkah dan Pembukaan Andalusia terjadi ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata Salahuddin Al-Ayyubi membebaskan kembali negeri-negeri yang dikuasai musuh ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata pendirian Universitas Al-Azhar, Kairo (salah satu kampus tertua), terjadi ketika bulan puasa.

Demikianlah. #Ramadhan disebut-sebut bulan yang penuh berkah. Apa sih ciri-ciri keberkahan itu? Salah satunya, dengan waktu yang sedikit terhasilkan manfaat yang banyak. Oleh karena itu, berpuasa janganlah dijadikan dalih untuk bermalas-malasan.

Ini sama sekali tidak cocok dengan semangat Ramadhan itu sendiri. Sejarah sudah berkali-kali membuktikannya. Ramadhan hendaknya menjadi bulan yang efektif (karena banyak hal hebat yang dicapai) dan efisien (karena banyak hal rutin yang dihemat).

Ramadhan memang hebat, tiada duanya. Sekiranya Anda setuju dengan tulisan ini, silakan tulisan ini di-share kepada keluarga dan sahabat-sahabat Anda. Mention mereka. Semoga menjadi amal baik bagi kita semua. Ya, kita semua.

Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan. Aamiin.
Libur bukan berarti malas-malasan. Tetaplah produktif. Misalnya, silaturahim, menuntut ilmu, dll.
Hindari penundaan. Sekali lagi, hindari.

"Sesiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaan maka tidak akan dipercepat rezekinya," pesan Nabi Muhammad yang kemudian diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Maka, lakukan segala sesuatu dengan segera. Ya, segera. Bahkan ketika satu tugas sudah selesai, maka kerjakan tugas lain dengan segera. Jangan menunda. Demikianlah seruan Yang Maha Kuasa.

Menariknya, begitu kita menyelesaikan tugas yang penting, sebenarnya otak kita melepaskan hormon beta-endorphin. Hormon ini adalah remedi alami untuk kebahagiaan.

Dan hati-hati. Penundaan akan menggerus good mood. Penundaan akan mengundang kegagalan. Penundaan akan memantik masalah demi masalah.

Pesan guru saya, "Kalau kita suka menunda-nunda kerja, yang terjadi BUKANLAH #penundaan hasil. Yang terjadi adalah kegagalan." Kenapa?

Lanjut guru saya, "Saat kita menunda, maka mood akan terganggu. Begitu mood terganggu, semua hal akan terganggu. Dan terjadilah #kegagalan!"

Ya, penundaan dekat sekali dengan kegagalan. Saran saya, "Selagi itu legal dan halal, ya sudah, lakukan saja. Jangan ditunda." Coba perhatikan kebiasaan orang-orang sukses. Mereka tidak suka menunda pekerjaan.

Gimana dengan Anda? Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Simak tulisan ini baik-baik.

Akankah nasib dan rezeki kita membaik, sekiranya kita melakukan hal-hal berikut ini selama 21 hari? Sebelum dijawab, perhatikan dulu poin-poin di bawah ini:

- Anda menyenangkan hati orangtua dengan perhatian, kunjungan, dan bingkisan (oleh-oleh). Intinya Anda berusaha berbakti dengan sebaik-baik bakti.

- Anda berbagi, yang berbalas ratusan kali lipat, lalu dilipatgandakan lagi puluhan kali lipat. Kepada keluarga, juga kepada sesama. Intinya Anda bersedekah dengan sebaik-baik sedekah.

- Anda menyambung tali silaturahim, meminta maaf, dan memberi maaf. Bahkan kepada orang-orang yang jarang Anda kontak selama berbulan-bulan. Intinya Anda bersilaturahim dengan sebaik-baik silaturahim.

Saya ulang pertanyaan saya, akankah nasib dan rezeki Anda membaik sekiranya Anda melakukan hal-hal tersebut di atas selama 21 hari? Insya Allah, pasti. Ya, p-a-s-t-i.

Nah, itulah salah satu rahasia #Ramadhan. Bukankah itu semua yang Anda lakukan selama Ramadhan? Ini nggak mengada-ngada. Coba Anda ingat-ingat kembali, bukankah itu semua yang Anda lakukan selama ini?
 
- Anda mudik, atau setidaknya menghubungi orangtua dengan kualitas hubungan yang jauh lebih baik. Transfer juga, dengan kuantitas yang lebih baik. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?

- Anda bersedekah dan, karena fadilah Ramadhan, dilipatgandakan lagi puluhan kali lipat. Lalu Anda membayar zakat harta dan zakat fitrah. Terus Anda menyiapkan bukaan puasa. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?

- Anda menghubungi bahkan mengunjungi kerabat dan sahabat, untuk silaturahim dan bermaaf-maafan. Ikatan batin pun menguat lantaran Anda buka puasa bareng dan taraweh bareng. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?

Malah, ini semua terjadi bukan saja 21 hari, melainkan 30 hari. Kurang-lebih seperti itu. Kalau hari biasa saja berdampak, APALAGI Ramadhan. APALAGI Anda melakukan itu semua sambil berpuasa. Nggak diragukan lagi, berlapis-lapis dampaknya!

Tulisan ini adalah 'goodness in practice'. Mungkin Anda terpikir untuk men-share tulisan ini kepada keluarga Anda dan teman-teman Anda, karena Anda ingin mereka lebih bersemangat dalam mengisi Ramadhan. Silakan saja. Niscaya dampaknya akan bertambah lagi dan lagi. Berkah? Pahala? Niscaya akan turut serta.

Yang saya yakini, Ramadhan bukan saja momentum untuk perbaikan iman dan akhlak. Namun menyimpan bonus tambahan. Ya, bonus tambahan. Apa itu? Perbaikan nasib dan rezeki. Terlebih-lebih lagi jika kita melakukannya dengan setulus hati dan sepenuh hati.

Siapa yang sanggup membantah kebaikan di balik Ramadhan? Saya harap Anda sependapat dengan saya. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya. Semoga berkah berlimpah.
Bidadari Ramadhan, siapakah dia?

Impian pribadi, target di kantor, dan visi di organisasi, hendaknya diselaraskan dengan semua orang. Tapi, yang pertama dan paling utama adalah dengan ibu dan istri. Ya, ibu dan istri. Mereka inilah yang disebut Sepasang Bidadari.

Menariknya, mutu seorang pria dapat diketahui oleh dua wanita terdekatnya, yaitu ibu dan istri. Jangan heran, mereka yang belum menikah atau tidak selaras dengan ibunya dan istrinya, agak terbatas pencapaiannya. Jangan heran, mereka yang durhaka dengan orangtuanya, sering tersungkur dalam hidupnya.

Ya, ini soal Sepasang Bidadari.

Syukurnya, Ramadhan adalah momentum emas untuk memperbaiki semuanya. Baik hubungan dengan ibu maupun dengan istri. Insya Allah. Kalaupun selama ini hubungan kita sudah baik, tak ada salahnya jika ditingkatkan lagi. Bukan apa-apa, ini adalah penentu kesuksesan. Dunia dan akhirat.

Sekian dulu. Kapan-kapan kita sambung lagi. Pada akhirnya, mohon maaf lahir dan batin.
Channel photo updated
Alhamdulillah, sudah puluhan orang yang memutuskan bermitra dengan saya.