Izin ya, berbagi keceriaan. Ini foto-foto kegiatan saya selama 3 hari terakhir. Bersama Aa Gym, Sandiaga, Raisa dll.
Anda punya usaha? Sudah punya tim?
Sebagai entrepreneur, kita sama-sama tahu, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.
Apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari kita (sebagai entrepreneur). Nah, dari needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu lebih bertahan lama daripada skill. Misal skill-nya hebat, tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu.
Semoga kita semua dipertemukan dengan tim yang tepat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sebagai entrepreneur, kita sama-sama tahu, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.
Apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari kita (sebagai entrepreneur). Nah, dari needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu lebih bertahan lama daripada skill. Misal skill-nya hebat, tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu.
Semoga kita semua dipertemukan dengan tim yang tepat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Lagi sibuk?
Saya lagi berada di #Madinah. Alhamdulillah. Kalau teman-teman mau titip doa, silakan.
Komen saja di IG saya. Pas senggang, saya berusaha aminkan. Insya Allah.
Intinya sih kita saling mendoakan saja. Boleh?
https://www.instagram.com/p/BgShOQzBuk0/
Saya lagi berada di #Madinah. Alhamdulillah. Kalau teman-teman mau titip doa, silakan.
Komen saja di IG saya. Pas senggang, saya berusaha aminkan. Insya Allah.
Intinya sih kita saling mendoakan saja. Boleh?
https://www.instagram.com/p/BgShOQzBuk0/
Instagram
Motivator Indonesia - IPPHO
Saya lagi berada di #Madinah. Alhamdulillah. Kalau teman-teman mau titip doa, silakan. . . Komen saja di sini. Ketika senggang, saya berusaha aminkan. Insya Allah. . . Intinya sih saling mendoakan saja. . . Thanks to Armina dan Shafira.
Umrah bukan saja menghapus dosa, tapi juga mengundang rezeki dan keberkahan. Insya Allah.
Lihat saja mereka yang pulang berumrah. Tak sampai 12 bulan, tanda-tanda perbaikan rezeki sudah terlihat. Biasanya begitu.
Teman-teman muslim yang belum berumrah, semoga segera ya. Dari Tanah Suci, saya turut mendoakan.
Saya masih di Madinah.
Bagi saya, umrah BUKAN soal mampu atau tidak mampu. Tapi soal mau atau tidak mau. Soal ini, saya yakin Anda sudah tahu. Kalau benar-benar niat (mau) dan dibuktikan dengan memantaskan diri, maka akan dimampukan.
Yang seperti ini sudah banyak contohnya. Ya, b-a-n-y-a-k. Miskin tapi dimampukan Allah dan diundang sama Allah. Eh, berangkat juga akhirnya. Sampai di Tanah Suci.
Sebagian orang teriak-teriak pengen berumrah, "Mau, mau, mau," tapi enggan dan sungkan memantaskan diri. Rekening khusus, nggak ada. DP umrah, nggak ada. Paspor, nggak ada. Ikut manasik, nggak pernah. Baca buku panduan, nggak pernah. Tanya ustadz, nggak pernah.
Mohon maaf, ini asal-asalan namanya! Sekali lagi, asal-asalan!
Jadi, baiknya gimana? Yah pantaskan diri. Percayalah, Allah BUKAN menilai jumlah uang kita untuk mendaftar di travel umrah. Allah menilai kesungguhan kita dalam memantaskan diri.
Buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu. Buka rekening khusus (berapapun itu). Nabung secara rutin (berapapun itu). DP ke travel umrah. Bikin paspor. Ikut manasik. Dan seterusnya. Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.
Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Sisanya, biar Allah yang membereskan. Mereka yang sungguh-sungguh memantaskan diri, biasanya tak sampai 12 bulan, berangkat juga insya Allah.
Bukan kata orang. Ini menurut pengalaman saya dan pengelaman alumni seminar saya. Gimana dengan Anda? Yakin? Seberapa yakin? Ayo praktek! Sekian dari saya, Ippho Santosa. Salam hangat dari Madinah.
Bagi saya, umrah BUKAN soal mampu atau tidak mampu. Tapi soal mau atau tidak mau. Soal ini, saya yakin Anda sudah tahu. Kalau benar-benar niat (mau) dan dibuktikan dengan memantaskan diri, maka akan dimampukan.
Yang seperti ini sudah banyak contohnya. Ya, b-a-n-y-a-k. Miskin tapi dimampukan Allah dan diundang sama Allah. Eh, berangkat juga akhirnya. Sampai di Tanah Suci.
Sebagian orang teriak-teriak pengen berumrah, "Mau, mau, mau," tapi enggan dan sungkan memantaskan diri. Rekening khusus, nggak ada. DP umrah, nggak ada. Paspor, nggak ada. Ikut manasik, nggak pernah. Baca buku panduan, nggak pernah. Tanya ustadz, nggak pernah.
Mohon maaf, ini asal-asalan namanya! Sekali lagi, asal-asalan!
Jadi, baiknya gimana? Yah pantaskan diri. Percayalah, Allah BUKAN menilai jumlah uang kita untuk mendaftar di travel umrah. Allah menilai kesungguhan kita dalam memantaskan diri.
Buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu. Buka rekening khusus (berapapun itu). Nabung secara rutin (berapapun itu). DP ke travel umrah. Bikin paspor. Ikut manasik. Dan seterusnya. Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.
Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Sisanya, biar Allah yang membereskan. Mereka yang sungguh-sungguh memantaskan diri, biasanya tak sampai 12 bulan, berangkat juga insya Allah.
Bukan kata orang. Ini menurut pengalaman saya dan pengelaman alumni seminar saya. Gimana dengan Anda? Yakin? Seberapa yakin? Ayo praktek! Sekian dari saya, Ippho Santosa. Salam hangat dari Madinah.