Setelah sukses besar di Jakarta, Konser Satu Hadir di Bandung...
Bersama Fadly Padi, Teddy Snada, Opick, dkk, termasuk saya... Be there...
Kali kedua saya datang ke sini, #RajaAmpat.
Lautnya biru kehijauan. Sepiiiii, serasa private island, hehehe...
Berhubung dulu saya dan istri nggak pacaran, yah sekarang-lah pacarannya...
Yang belum menikah, semoga segera menikah ya. Syukur-syukur tanpa pacaran...
Saya turut mendoakan...
Lautnya biru kehijauan. Sepiiiii, serasa private island, hehehe...
Berhubung dulu saya dan istri nggak pacaran, yah sekarang-lah pacarannya...
Yang belum menikah, semoga segera menikah ya. Syukur-syukur tanpa pacaran...
Saya turut mendoakan...
Sebelum berangkat dan berlibur ke Raja Ampat bersama mitra-mitra British Propolis, saya bersama kawan-kawan sempat meng-organize sebuah konser sosial di Jakarta. Satu Hati namanya. Mungkin Anda sudah pernah dengar sebelumnya.
Begini. Imam Shamsi Ali (Imam di New York) berencana membangun sebuah pesantren khas Indonesia di Amerika Serikat. Ini proyek strategis dan unik, menurut saya. Dan perlu tambahan dana US$ 400,000 lagi untuk pelunasan tanah.
Mendesakkah? Ya. Merebaknya Islamphobia sejak naiknya Donald Trump membuat pendirian pesantren ini semakin urgent. Ke depan, insya Allah siapa saja boleh nyantri di sana, termasuk artis-artis boleh nyantri di sana.
Alhamdulillah, sejauh ini ada beberapa tokoh yang sudah berdonasi dengan jumlah signifikan. Di antaranya Pak JK (Wapres), Pak Zul (Ketua MPR), Pak Gatot Nurmantyo (Panglima TNI 2015–2017), dan Pak Tamsil Limrung (ICM). Di sini mereka berdonasi dalam kapasitas pribadi.
Ada pun selebriti-selebriti yang terlibat dalam konser ini adalah Opick, Fadly (Padi), Dude Harlino, Dwiki Dharmawan, Snada, Derry Sulaiman, Oki Setiana Dewi, Peggy Melati Sukma, IDP, dan saya meskipun saya bukan artis. Setelah Jakarta, event yang terdekat adalah Bandung, 4 Februari.
Awalnya saya tidak ingin terlibat di konser ini. Sama sekali tidak ingin. Karena ini konser, bukan seminar seperti kompetensi saya selama ini. Tapi Imam Shamsi, Opick, Snada dkk ingin sekali saya terlibat di sini. Imam Shamsi sampai tiga kali meminta saya.
Akhirnya, saya pun terlibat. Ini amanah, menurut saya.
Suka atau tidak suka, Amerika Serikat dan New York adalah pusat perhatian dunia. Kantor PBB di New York. Kantor Wallstreet di New York. Gedung Broadway di New York. Film-film juga seringkali berlatar New York.
Tak heran, semua mata dunia mengarah ke Amerika Serikat dan New York. Nah, kalau kita berhasil membangun pesantren dekat New York, maka ini akan menjadi syiar dan persembahan Muslim Indonesia untuk dunia.
Saya menyebutnya, pesantren pertama di Bumi Amerika. Mohon doa dari teman-teman semua. Semoga proses penggalangan dana dan proses pembangunan pesantren berjalan lancar. Aamiin. Doa bukanlah hal sepele. Saya sangat menyakini kekuatan doa, dari siapa saja. Terutama doa dari teman-teman semua.
Begini. Imam Shamsi Ali (Imam di New York) berencana membangun sebuah pesantren khas Indonesia di Amerika Serikat. Ini proyek strategis dan unik, menurut saya. Dan perlu tambahan dana US$ 400,000 lagi untuk pelunasan tanah.
Mendesakkah? Ya. Merebaknya Islamphobia sejak naiknya Donald Trump membuat pendirian pesantren ini semakin urgent. Ke depan, insya Allah siapa saja boleh nyantri di sana, termasuk artis-artis boleh nyantri di sana.
Alhamdulillah, sejauh ini ada beberapa tokoh yang sudah berdonasi dengan jumlah signifikan. Di antaranya Pak JK (Wapres), Pak Zul (Ketua MPR), Pak Gatot Nurmantyo (Panglima TNI 2015–2017), dan Pak Tamsil Limrung (ICM). Di sini mereka berdonasi dalam kapasitas pribadi.
Ada pun selebriti-selebriti yang terlibat dalam konser ini adalah Opick, Fadly (Padi), Dude Harlino, Dwiki Dharmawan, Snada, Derry Sulaiman, Oki Setiana Dewi, Peggy Melati Sukma, IDP, dan saya meskipun saya bukan artis. Setelah Jakarta, event yang terdekat adalah Bandung, 4 Februari.
Awalnya saya tidak ingin terlibat di konser ini. Sama sekali tidak ingin. Karena ini konser, bukan seminar seperti kompetensi saya selama ini. Tapi Imam Shamsi, Opick, Snada dkk ingin sekali saya terlibat di sini. Imam Shamsi sampai tiga kali meminta saya.
Akhirnya, saya pun terlibat. Ini amanah, menurut saya.
Suka atau tidak suka, Amerika Serikat dan New York adalah pusat perhatian dunia. Kantor PBB di New York. Kantor Wallstreet di New York. Gedung Broadway di New York. Film-film juga seringkali berlatar New York.
Tak heran, semua mata dunia mengarah ke Amerika Serikat dan New York. Nah, kalau kita berhasil membangun pesantren dekat New York, maka ini akan menjadi syiar dan persembahan Muslim Indonesia untuk dunia.
Saya menyebutnya, pesantren pertama di Bumi Amerika. Mohon doa dari teman-teman semua. Semoga proses penggalangan dana dan proses pembangunan pesantren berjalan lancar. Aamiin. Doa bukanlah hal sepele. Saya sangat menyakini kekuatan doa, dari siapa saja. Terutama doa dari teman-teman semua.
Masalah membuat kita bertambah cerdas, kreatif, tangguh, dewasa, dan tawakal. Jangan anti dengan masalah. Anggaplah sebagai ujian untuk naik kelas.
Anda suka travelling?
Travelling, tak harus jauh-jauh, tak harus mahal-mahal. Mulai saja dari yang terdekat, menurut saya. Minimal sekali setahun, menurut Dalai Lama. Dan jalan-jalan itu mengasah otak kanan, menurut Daniel Pink. Bukankah itu akhirnya membuat kita refresh?
Btw, jangan mudah terlena, terpana, dan terpesona dengan iklan pariwisata negeri-negeri tetangga. Mereka itu pinter marketing. Percaya saya deh, Indonesia jauuuuuh lebih indah. Wong dunia saja sudah mengakui.
Dalam menyikapi berbagai urusan, saya membaginya menjadi lima urutan, yaitu 5F alias Faith, Family, Friends, Finance, dan Fun. Memang, jalan-jalan adalah bagian dari Fun yang merupakan urutan terakhir.
Tapi jangan salah, kalau ini diabaikan, lama-lama pikiran kita bisa sumpek dan mengganggu F yang lain. Kata orang, akibat kurang piknik. Hehe. Maka, ada baiknya unsur Fun ini turut diperhatikan.
Snorkling adalah salah satu agenda saya ketika travelling. Selagi masih mungkin.
Mungkin Anda tahu, saya ini penggemar snorkling. Menikmati ciptaan Allah, mulai dari ikan-ikan sampai ke karang-karang. Bukan main indahnya. Pernah snorkling di Sabang (Aceh), Bunaken, Lombok, Bali, dan #RajaAmpat. Di Australia juga pernah. Alhamdulillah.
Menurut saya, masing-masing menyimpan pesona tersendiri.
Nah, snorkling minggu ini rada beda. Apa bedanya? Rame-rame, bareng mitra-mitra. Ya, kami belajar bareng, jualan bareng, berjuang bareng, liburan bareng, mudah-mudahan nanti masuk surga juga bareng. Aamiin.
Akhirnya, sempatkan jalan-jalan. Happy travelling. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Travelling, tak harus jauh-jauh, tak harus mahal-mahal. Mulai saja dari yang terdekat, menurut saya. Minimal sekali setahun, menurut Dalai Lama. Dan jalan-jalan itu mengasah otak kanan, menurut Daniel Pink. Bukankah itu akhirnya membuat kita refresh?
Btw, jangan mudah terlena, terpana, dan terpesona dengan iklan pariwisata negeri-negeri tetangga. Mereka itu pinter marketing. Percaya saya deh, Indonesia jauuuuuh lebih indah. Wong dunia saja sudah mengakui.
Dalam menyikapi berbagai urusan, saya membaginya menjadi lima urutan, yaitu 5F alias Faith, Family, Friends, Finance, dan Fun. Memang, jalan-jalan adalah bagian dari Fun yang merupakan urutan terakhir.
Tapi jangan salah, kalau ini diabaikan, lama-lama pikiran kita bisa sumpek dan mengganggu F yang lain. Kata orang, akibat kurang piknik. Hehe. Maka, ada baiknya unsur Fun ini turut diperhatikan.
Snorkling adalah salah satu agenda saya ketika travelling. Selagi masih mungkin.
Mungkin Anda tahu, saya ini penggemar snorkling. Menikmati ciptaan Allah, mulai dari ikan-ikan sampai ke karang-karang. Bukan main indahnya. Pernah snorkling di Sabang (Aceh), Bunaken, Lombok, Bali, dan #RajaAmpat. Di Australia juga pernah. Alhamdulillah.
Menurut saya, masing-masing menyimpan pesona tersendiri.
Nah, snorkling minggu ini rada beda. Apa bedanya? Rame-rame, bareng mitra-mitra. Ya, kami belajar bareng, jualan bareng, berjuang bareng, liburan bareng, mudah-mudahan nanti masuk surga juga bareng. Aamiin.
Akhirnya, sempatkan jalan-jalan. Happy travelling. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kembali kita bertemu dengan hari Jumat, alhamdulillah. Saya, Ippho Santosa, mau bagi-bagi hadiah buat teman-teman semua. Mau?
Saya akan memberikan e-book '7 Rahasia Mengubah Nasib' untuk 5 pemenang. Sebelumnya e-book ini saya jual Rp199ribu, sekarang saya berikan GRATIS.
Selain itu, saya juga akan memberikan 5 tiket #KonserSatuHati yang dimeriahkan oleh Fadly (Padi), Opick, Snada, dkk. Saya hadir juga, berbagi inspirasi. Tepatnya 4 Februari, Trans Luxury Hotel, Bandung (Open Gate 17.30 WIB).
Satu lagi, para pemenang juga dapat kesempatan untuk foto bareng saya menjelang acara. Siapkan kamera dan smartphone yang terbaik. Bakalan seru nih.
Kalau mood saya lagi bagus, mungkin saya memberikan e-book dan tiket lebih banyak lagi. Hehehe. Yang berminat, silakan WA ke 0812-8777-8336.
Nanti kami akan memberikan kuiz melalui WA 0812-8777-8336.
Saya akan memberikan e-book '7 Rahasia Mengubah Nasib' untuk 5 pemenang. Sebelumnya e-book ini saya jual Rp199ribu, sekarang saya berikan GRATIS.
Selain itu, saya juga akan memberikan 5 tiket #KonserSatuHati yang dimeriahkan oleh Fadly (Padi), Opick, Snada, dkk. Saya hadir juga, berbagi inspirasi. Tepatnya 4 Februari, Trans Luxury Hotel, Bandung (Open Gate 17.30 WIB).
Satu lagi, para pemenang juga dapat kesempatan untuk foto bareng saya menjelang acara. Siapkan kamera dan smartphone yang terbaik. Bakalan seru nih.
Kalau mood saya lagi bagus, mungkin saya memberikan e-book dan tiket lebih banyak lagi. Hehehe. Yang berminat, silakan WA ke 0812-8777-8336.
Nanti kami akan memberikan kuiz melalui WA 0812-8777-8336.
Sudah fitrahnya, manusia itu suka bertemu dengan manusia lainnya. Ingat, dalam setiap pertemuan tersimpan keberkahan, kesehatan, juga peluang-peluang.
Itulah yang saya alami.
Senang sekali, selama ini saya ditakdirkan bertemu dan #bermitra dengan banyak orang. Di keseharian, saya berusaha membimbing mereka, terutama dalam memulai dan membesarkan bisnis.
Alhamdulillah, walaupun ilmu yang saya berikan cuma sedikit, tapi mereka menerapkannya dengan sungguh-sungguh. Berhasil juga jadinya. Saya menyebutnya, mitra-mitra istimewa. Berprestasi.
Terus, mereka yang berprestasi ini saya traktir ke #RajaAmpat. Saya temani mereka 2 malam 3 hari. Alhamdulillah. Mereka senang, saya lebih senang. Mereka bangga, saya lebih bangga.
Terima kasih ya Allah atas segala karunia ini. Semoga membuat kami tambah bersyukur dan tambah tawadhu. Aamiin. Amat merugi kalau diberi nikmat, kita malah lalai dan kufur.
Kembali soal mitra-mitra. Kami belajar bareng, jualan bareng, berjuang bareng, liburan bareng, snorkling bareng, mudah-mudahan nanti masuk surga juga bareng. Aamiin.
Saya harap teman-teman juga begitu dengan mitra-mitranya.
Itulah yang saya alami.
Senang sekali, selama ini saya ditakdirkan bertemu dan #bermitra dengan banyak orang. Di keseharian, saya berusaha membimbing mereka, terutama dalam memulai dan membesarkan bisnis.
Alhamdulillah, walaupun ilmu yang saya berikan cuma sedikit, tapi mereka menerapkannya dengan sungguh-sungguh. Berhasil juga jadinya. Saya menyebutnya, mitra-mitra istimewa. Berprestasi.
Terus, mereka yang berprestasi ini saya traktir ke #RajaAmpat. Saya temani mereka 2 malam 3 hari. Alhamdulillah. Mereka senang, saya lebih senang. Mereka bangga, saya lebih bangga.
Terima kasih ya Allah atas segala karunia ini. Semoga membuat kami tambah bersyukur dan tambah tawadhu. Aamiin. Amat merugi kalau diberi nikmat, kita malah lalai dan kufur.
Kembali soal mitra-mitra. Kami belajar bareng, jualan bareng, berjuang bareng, liburan bareng, snorkling bareng, mudah-mudahan nanti masuk surga juga bareng. Aamiin.
Saya harap teman-teman juga begitu dengan mitra-mitranya.