Sepekan ini rasanya seru sekali. Tanpa saya rencanakan, eh, bisa bertemu berbagai tokoh... Walaupun sebenarnya ini bukan pertemuan pertama saya dengan mereka...
Siapa saja mereka?
Siapa saja mereka?
Ada Kak Seto, Om Tarzan (pelawak senior), Ria Miranda dan suami, Ayana (Muallaf Korea), Diera Bachir (fotografer artis), VP Oriflame, Ustadz Wijayanto, dan Pak Herry (Direktur Danamon Syariah).
Yang paling heboh komennya ketika saya dan istri bertemu Ayana, Muallaf asal Korea yang sedang gencar diliput berbagai TV. Orangnya ramah dan pintar. Alhamdulillah... Teman-teman ada pesan untuk dia? Silakan komen dan tanya di IG saya.
https://www.instagram.com/p/Bd1WCamh7f7/
https://www.instagram.com/p/Bd1WCamh7f7/
Instagram
Motivator Indonesia - IPPHO
Talk about many things with Korean Muallaf, Miss @xoLovelyAyana. Awalnya ia tidak tertarik sama Islam. Tapi pelan-pelan ia terkesan dengan akhlak muslim-muslim yang ia jumpai. Lalu ia mempelajari Islam lebih dalam lagi, sampailah akhirnya menjadi Muallaf.…
Pertemuan dan foto saya dengan tokoh-tokoh tadi tentu bukan untuk narsis-narsisan. Sama sekali bukan. Tapi masing-masing menyimpan hikmah dan pesan tersendiri. Mau nyimak? Silakan dibaca satu per satu postingan di IG saya. Terutama 3 hari terakhir.
INSPIRASI PAGI
Bersama:
- Aa Gym
- Ippho Santosa
Ahad, 14 Januari 2018
Jam 08.30-12.00 WIB
Jakarta Pusat
Untuk mengetahui alamat detailnya, silakan WA ke 0821-1278-1199.
Silakan ajak teman dan saudara. Belajar bareng. Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum.
Karena banyaknya peserta, diharapkan peserta datang on-time. Agar dapat posisi yang terdepan.
Jadilah pembelajar! Jadilah pemenang!
Bersama:
- Aa Gym
- Ippho Santosa
Ahad, 14 Januari 2018
Jam 08.30-12.00 WIB
Jakarta Pusat
Untuk mengetahui alamat detailnya, silakan WA ke 0821-1278-1199.
Silakan ajak teman dan saudara. Belajar bareng. Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum.
Karena banyaknya peserta, diharapkan peserta datang on-time. Agar dapat posisi yang terdepan.
Jadilah pembelajar! Jadilah pemenang!
Tadi malam saya nonton konsernya Liam Gallagher, Oasis. Di rockpit alias front row.
Detik-detik yang sangat menyenangkan bagi saya adalah saat dia membawa bendera #MerahPutih ke hadapan penonton sembari memuji, "Ini bendera yang bagus." Ini namanya personal touch. Good job, Liam!
Silakan lihat videonya di Instagram saya, @ipphoright.
Demikian pula Guns N Roses ketika mereka perform di Jakarta. Ada personal touch. Saya suka sekali saat mereka membawakan intro lagu #IndonesiaRaya, menjelang mereka menyanyikan lagu Don't Cry. Keren!
Kalau Weezer? Lebih keren lagi. Mereka kaya akan celetukan-celetukan khas Bahasa Indonesia seperti, "Kami Weezer, selamat malam." "Apa kabar?" "Mantap, konser ini akan menyenangkan." "Teriak lebih keras, sip?" "Terima kasih Jakarta. Selamat tinggal."
Penonton mana yang nggak senang? Saya pun tersenyum sumringah saat mendengar sapaan-sapaan yang penuh personal touch itu.
Begitulah. Produk nasional bahkan internasional sekalipun perlu memberikan personal touch. Mungkin dari segi bahasa, dari segi kemasan, atau yang lainnya. Sehingga masyarakat setempat merasa lebih dispesialkan. Dan ujung-ujungnya produk kita bisa lebih diterima.
Mari kita terapkan ini pada bisnis kita. Personal touch.
Detik-detik yang sangat menyenangkan bagi saya adalah saat dia membawa bendera #MerahPutih ke hadapan penonton sembari memuji, "Ini bendera yang bagus." Ini namanya personal touch. Good job, Liam!
Silakan lihat videonya di Instagram saya, @ipphoright.
Demikian pula Guns N Roses ketika mereka perform di Jakarta. Ada personal touch. Saya suka sekali saat mereka membawakan intro lagu #IndonesiaRaya, menjelang mereka menyanyikan lagu Don't Cry. Keren!
Kalau Weezer? Lebih keren lagi. Mereka kaya akan celetukan-celetukan khas Bahasa Indonesia seperti, "Kami Weezer, selamat malam." "Apa kabar?" "Mantap, konser ini akan menyenangkan." "Teriak lebih keras, sip?" "Terima kasih Jakarta. Selamat tinggal."
Penonton mana yang nggak senang? Saya pun tersenyum sumringah saat mendengar sapaan-sapaan yang penuh personal touch itu.
Begitulah. Produk nasional bahkan internasional sekalipun perlu memberikan personal touch. Mungkin dari segi bahasa, dari segi kemasan, atau yang lainnya. Sehingga masyarakat setempat merasa lebih dispesialkan. Dan ujung-ujungnya produk kita bisa lebih diterima.
Mari kita terapkan ini pada bisnis kita. Personal touch.
Bagi saya, "Bukan sekadar kaya. Periksa kembali niat dan caranya."
Begini. Kaya itu bukan soal akumulasi harta, melainkan soal distribusi harta. Hendaknya begitu. Dengan kata lain, yang dipikirkan itu sesama, bukan dirinya dan keluarganya saja. Manfaat, manfaat, manfaat.
Terus, gimana dengan kebahagiaan?
Miskin, bahagia. Kaya, bahagia. Tapi kalau kaya, kita bisa membahagiakan orang banyak. Right? Bikin berbagai program sosial, mulai dari sekolah, klinik, rumah sakit, rumah ibadah, sport centre, dll. Maka, niatkan untuk kaya. Niatkan, ikhtiarkan!
Satu lagi. Sebaik-baik harta berada di tangan orang beriman. Ini pesan Nabi. Kenapa? Agar orang baik-baik yang mengendalikan peradaban. Bukankah ini teramat penting? Nggak perlu nanya lagi!
Kalau kita lemah, maaf, maka kita akan dikendalikan. Ingat, orang beriman yang kuat lebih disukai Allah. Hm, kuat apanya? Kuat fisiknya, finansialnya, ilmunya, imannya, dan amalnya. Bantu share ya tulisan ini.
Kalau kaya, terus sombong, gimana tuh? Segerobak contoh orang miskin yang sombong. Itu mah tergantung orangnya. Insya Allah teman-teman di sini istimewa. Kaya, baik hati, tidak sombong, dan suka menabung. Hehehe.
Pikirkan lagi. Soal kaya. Fasilitas pendidikan seperti apa yang ingin kita berikan buat anak-anak kita? Fasilitas kesehatan seperti apa yang ingin kita berikan buat keluarga kita? Sebisanya beri yang terbaik. Meski itu relatif lebih mahal.
Think.
Begini. Kaya itu bukan soal akumulasi harta, melainkan soal distribusi harta. Hendaknya begitu. Dengan kata lain, yang dipikirkan itu sesama, bukan dirinya dan keluarganya saja. Manfaat, manfaat, manfaat.
Terus, gimana dengan kebahagiaan?
Miskin, bahagia. Kaya, bahagia. Tapi kalau kaya, kita bisa membahagiakan orang banyak. Right? Bikin berbagai program sosial, mulai dari sekolah, klinik, rumah sakit, rumah ibadah, sport centre, dll. Maka, niatkan untuk kaya. Niatkan, ikhtiarkan!
Satu lagi. Sebaik-baik harta berada di tangan orang beriman. Ini pesan Nabi. Kenapa? Agar orang baik-baik yang mengendalikan peradaban. Bukankah ini teramat penting? Nggak perlu nanya lagi!
Kalau kita lemah, maaf, maka kita akan dikendalikan. Ingat, orang beriman yang kuat lebih disukai Allah. Hm, kuat apanya? Kuat fisiknya, finansialnya, ilmunya, imannya, dan amalnya. Bantu share ya tulisan ini.
Kalau kaya, terus sombong, gimana tuh? Segerobak contoh orang miskin yang sombong. Itu mah tergantung orangnya. Insya Allah teman-teman di sini istimewa. Kaya, baik hati, tidak sombong, dan suka menabung. Hehehe.
Pikirkan lagi. Soal kaya. Fasilitas pendidikan seperti apa yang ingin kita berikan buat anak-anak kita? Fasilitas kesehatan seperti apa yang ingin kita berikan buat keluarga kita? Sebisanya beri yang terbaik. Meski itu relatif lebih mahal.
Think.