Orang tua ke anak, anak ke orang tua, kakak ke adik, adik ke kakak atau bahkan ke sesama teman, pasti ada satu dan banyak hal lainnya yang pernah kita korbankan
Dari hal kecil pun sampai hal besar, sebatas duniawi ataupun keselamatan akhirat
Berkorban harta, jiwa bahkan perasaan...
⠀
Pekan ini kita akan bahas soal pengorbanan-pengorbanan, stay tune ya! Tag teman, saudara dan orang-orang yang kamu sayang juga!
#RelaBerkorban
Dari hal kecil pun sampai hal besar, sebatas duniawi ataupun keselamatan akhirat
Berkorban harta, jiwa bahkan perasaan...
⠀
Pekan ini kita akan bahas soal pengorbanan-pengorbanan, stay tune ya! Tag teman, saudara dan orang-orang yang kamu sayang juga!
#RelaBerkorban
👍1
Sharing yuk!
Ceritain kisah pengorbanan apapun yang pernah kamu, orang tuamu atau siapapun yang kamu kenal dan pernah kamu tau atau lihat
Cerita di kolom komentar ya! Jangan malu2☺️
⠀
#RelaBerkorban
Ceritain kisah pengorbanan apapun yang pernah kamu, orang tuamu atau siapapun yang kamu kenal dan pernah kamu tau atau lihat
Cerita di kolom komentar ya! Jangan malu2☺️
⠀
#RelaBerkorban
DRAMA SPESIAL!
Wah apanih?😂
⠀
Kemarin2 banyak yang nebak2 sebenernya Mey (pendatang utama disini *ceilah) siapanya teh Evhie sih? Kalau sering berantem gini bisa jadi mereka ini adik-kakak, tapi gak tau juga deh bisa jadi mereka itu tante sama keponakan juga
⠀
Kalau menurut kalian Mey dan teh Evhie hubungannya apa? Tulis di kolom komentar bawah yaaa
Stay tune juga untuk bahasan2 berikutnya~
⠀
#RelaBerkorban
Wah apanih?😂
⠀
Kemarin2 banyak yang nebak2 sebenernya Mey (pendatang utama disini *ceilah) siapanya teh Evhie sih? Kalau sering berantem gini bisa jadi mereka ini adik-kakak, tapi gak tau juga deh bisa jadi mereka itu tante sama keponakan juga
⠀
Kalau menurut kalian Mey dan teh Evhie hubungannya apa? Tulis di kolom komentar bawah yaaa
Stay tune juga untuk bahasan2 berikutnya~
⠀
#RelaBerkorban
Pengorbanan terbesar dan paling terkenal sejagad raya adalah pengorbanan Rasulullahﷺ kepada ummatnya, sepakat kan?
⠀
Kita juga sepakat bahwa semua tindak-tanduk Rasulullahﷺ adalah hasil dari wahyu-Nya
Gak ada satupun tindak-tanduk beliauﷺ yang berdasarkan hawa nafsunya. Salah satunya adalah pernikahannya dengan istri-istrinya
Sepeninggalan Khadijah radhiyallahu ‘anha Rasulullahﷺ baru berpoligami, yang sebenarnya mungkin Rasulullahﷺ tak pernah mau kalau saja bukan Allah yang memerintahkannya
⠀
Betapa besar pengorbanannya terhadap kita, beliau mengorbankan jiwa, harta bahkan perasaannya saat Allah memerintahkan beliau menikahi salah satu istrinya, Zainab binti Jahsy padahal saat itu beliau tidak mencintainya
Pernikahan yang berlangsung tanpa adanya rasa cinta terlaksana demi berlangsungnya dakwah Islam, demi Islam sampai kepada seluruh ummat manusia. Bukan hanya kaum pria tapi juga wanita
⠀
And now, what have we given and will we give to Islam?
⠀
#RelaBerkorban
⠀
Kita juga sepakat bahwa semua tindak-tanduk Rasulullahﷺ adalah hasil dari wahyu-Nya
Gak ada satupun tindak-tanduk beliauﷺ yang berdasarkan hawa nafsunya. Salah satunya adalah pernikahannya dengan istri-istrinya
Sepeninggalan Khadijah radhiyallahu ‘anha Rasulullahﷺ baru berpoligami, yang sebenarnya mungkin Rasulullahﷺ tak pernah mau kalau saja bukan Allah yang memerintahkannya
⠀
Betapa besar pengorbanannya terhadap kita, beliau mengorbankan jiwa, harta bahkan perasaannya saat Allah memerintahkan beliau menikahi salah satu istrinya, Zainab binti Jahsy padahal saat itu beliau tidak mencintainya
Pernikahan yang berlangsung tanpa adanya rasa cinta terlaksana demi berlangsungnya dakwah Islam, demi Islam sampai kepada seluruh ummat manusia. Bukan hanya kaum pria tapi juga wanita
⠀
And now, what have we given and will we give to Islam?
⠀
#RelaBerkorban
Mari kita mengingat lagi, salah satu mujahidah yang kita temui di zaman ini, Razan An-Najjar. Dia adalah salah satu pasukan medis yang turun berjuang di Khan Younis, Jalur Gaza pada aksi damai Great March of Return
Ia #RelaBerkorban bertaruh nyawa, berhadapan dengan para tentara zionis yang membawa senjata
Niatnya mulia, turun membantu bukan hanya karena missi kemanusiaan tapi juga dilandasi dengan iman dan taqwa. Dia berserah diri kepada Allah, saat ditanya mengapa ia melakukan hal itu dia mengatakan, “kami melakukan ini atas dasar cinta pada negeri kami. Ini adalah proyek amal kemanusiaan, kami melakukan ini bukan karena uang, kami melakukan ini karena Allah.”
Tepat di hari Jum’at dimana ia syahid karena tertembak peluru panas yang melesat dari sniper zionis, paginya ia bangun untuk sahur dan sholat kemudian ia berangkat lagi ke Jalur Gaza untuk membantu korban luka lagi
Ia memiliki niat mulia dan mati dalam keadaan mulia, insyaa Allah ia ditempatkan di tempat yang mulia
Semoga kelak kita juga Allah izinkan untuk berjuang dan mati dalam keadaan mulia
Ia #RelaBerkorban bertaruh nyawa, berhadapan dengan para tentara zionis yang membawa senjata
Niatnya mulia, turun membantu bukan hanya karena missi kemanusiaan tapi juga dilandasi dengan iman dan taqwa. Dia berserah diri kepada Allah, saat ditanya mengapa ia melakukan hal itu dia mengatakan, “kami melakukan ini atas dasar cinta pada negeri kami. Ini adalah proyek amal kemanusiaan, kami melakukan ini bukan karena uang, kami melakukan ini karena Allah.”
Tepat di hari Jum’at dimana ia syahid karena tertembak peluru panas yang melesat dari sniper zionis, paginya ia bangun untuk sahur dan sholat kemudian ia berangkat lagi ke Jalur Gaza untuk membantu korban luka lagi
Ia memiliki niat mulia dan mati dalam keadaan mulia, insyaa Allah ia ditempatkan di tempat yang mulia
Semoga kelak kita juga Allah izinkan untuk berjuang dan mati dalam keadaan mulia
Kemarin adalah syahidah yang kita temui di zaman ini, kali ini adalah syahidah pertama yang ada pada masa Rasulullahﷺ masih hidup
Sumayyah binti Khayyat namanya, beliau salah satu dari tujuh orang yang paling awal memasuki Islam
Hidayah yang dijemputnya databg melalui anaknya, Ammar yang saat itu usianya menjelang dewasa. Ia mendengar ajaran baru yang didakwahkan oleh Rasulullahﷺ Kesempurnaan proses berpikir dan lurusnya fitrah yang akhirnya menyempurnakan keyakinannya juga untuk memeluk Islam dan kemudian mendakwahkannya kepada kedua orang tuanya; Sumayyah dan Yasir
Abu Hudzaifah pemimpin Bani Makhzum saat itu mengetahui kabar bahwa keluarga Yasir telah masuk Islam dan ya, tentu keluarga Yasir ditangkap dan disiksa. Macam-macam siksaan mereka lakukan kepada keluarga itu dari menyuruh mereka “menjemur” mereka di padang pasir, membuang Sumayyah ke tempat asing, menaburi pasir yang sangat panas hingga menindih dadanya dengan sebongkah batu besar
Tak satupun rintihan, ratapan, bahkan meminta belas kasihan kepada Bani Makhzum melainkan Sumayyah mengatakan, “Ahad... Ahad... Ahad...” kata yang juga berulang-ulang diucapkan oleh Yasir, Ammar dan Bilal ketika mendapat siksaan setelah memeluk Islam hingga akhirnya mereka syahid, hingga akhirnya Sumayyah menjadi syahidah pertama dalam Islam
Rasulullahﷺ bersabda, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.”
Jika Rasulullahﷺ yang berbicara seperti itu lantas apalagi yang mereka ragukan? Tak ada. Hanya tersisa taqwa di dalam hatinya. Walaupun sebongkah batu besar ditengah cuaca panas menindih dadanya hal itu tak menghilangkan kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya dari dalam hatinya
#RelaBerkorban
Sumayyah binti Khayyat namanya, beliau salah satu dari tujuh orang yang paling awal memasuki Islam
Hidayah yang dijemputnya databg melalui anaknya, Ammar yang saat itu usianya menjelang dewasa. Ia mendengar ajaran baru yang didakwahkan oleh Rasulullahﷺ Kesempurnaan proses berpikir dan lurusnya fitrah yang akhirnya menyempurnakan keyakinannya juga untuk memeluk Islam dan kemudian mendakwahkannya kepada kedua orang tuanya; Sumayyah dan Yasir
Abu Hudzaifah pemimpin Bani Makhzum saat itu mengetahui kabar bahwa keluarga Yasir telah masuk Islam dan ya, tentu keluarga Yasir ditangkap dan disiksa. Macam-macam siksaan mereka lakukan kepada keluarga itu dari menyuruh mereka “menjemur” mereka di padang pasir, membuang Sumayyah ke tempat asing, menaburi pasir yang sangat panas hingga menindih dadanya dengan sebongkah batu besar
Tak satupun rintihan, ratapan, bahkan meminta belas kasihan kepada Bani Makhzum melainkan Sumayyah mengatakan, “Ahad... Ahad... Ahad...” kata yang juga berulang-ulang diucapkan oleh Yasir, Ammar dan Bilal ketika mendapat siksaan setelah memeluk Islam hingga akhirnya mereka syahid, hingga akhirnya Sumayyah menjadi syahidah pertama dalam Islam
Rasulullahﷺ bersabda, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.”
Jika Rasulullahﷺ yang berbicara seperti itu lantas apalagi yang mereka ragukan? Tak ada. Hanya tersisa taqwa di dalam hatinya. Walaupun sebongkah batu besar ditengah cuaca panas menindih dadanya hal itu tak menghilangkan kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya dari dalam hatinya
#RelaBerkorban
Besok udah Idul Adha nih temen-temen, yuk ingat-ingat dan belajar lagi dari ketaatan dan ketaqwaan Nabi Ibrahim ‘alayhis salam dan Nabi Ismail ‘alayhis salam kepada Allah
⠀
Saat itu Nabi Ibrahim telah lama belum dikaruniai anak oleh Allah. Beliau melangitkan doa, “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” Maka doanya Allah kabulkan, “Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail)”
⠀
Seiring dengan dikabulkannya doa itu, ketika Nabi Ismail tumbuh besar Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim melalui mimpinya “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Coba bayangkan, anak yang dicintai, yang baru dikaruniai di usia tuanya, setelah ia tumbuh besar lalu beliau diperintahkan untuk menyembelihnya. Tapi tidak, kecintaan terhadapanaknya tak membuatnya lupa akan lebih besarnya karunia Allah, tak membuatnya lebih mencintai anaknya daripada Allah. Maka tatkala Nabi Ibrahim mengatakan perintah Allah kepada Nabi Ismail, dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
⠀
Sebelum proses penyembelihan dilaksanakan, ada beberapa hal yang Nabi Ismail minta pada ayahnya, “aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu agar ayah mengikatku kuat-kuat sehingga aku tak banyak bergerak dan menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku agar tak terkena darah yang akan berkurangnya pahalaku ketika ibuku melihatnya, ketiga pertajamlah pedangmu dan percepatlah pelaksanaan penyembelihan agar meringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah pakaianku kepada ibuku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putra tunggalnya.” hamba mulia yang lisan dan hatinya digenggam oleh Sang Pencipta
-
(berlanjut ke komentar)
#RelaBerkorban
⠀
Saat itu Nabi Ibrahim telah lama belum dikaruniai anak oleh Allah. Beliau melangitkan doa, “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” Maka doanya Allah kabulkan, “Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail)”
⠀
Seiring dengan dikabulkannya doa itu, ketika Nabi Ismail tumbuh besar Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim melalui mimpinya “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Coba bayangkan, anak yang dicintai, yang baru dikaruniai di usia tuanya, setelah ia tumbuh besar lalu beliau diperintahkan untuk menyembelihnya. Tapi tidak, kecintaan terhadapanaknya tak membuatnya lupa akan lebih besarnya karunia Allah, tak membuatnya lebih mencintai anaknya daripada Allah. Maka tatkala Nabi Ibrahim mengatakan perintah Allah kepada Nabi Ismail, dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
⠀
Sebelum proses penyembelihan dilaksanakan, ada beberapa hal yang Nabi Ismail minta pada ayahnya, “aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu agar ayah mengikatku kuat-kuat sehingga aku tak banyak bergerak dan menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku agar tak terkena darah yang akan berkurangnya pahalaku ketika ibuku melihatnya, ketiga pertajamlah pedangmu dan percepatlah pelaksanaan penyembelihan agar meringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah pakaianku kepada ibuku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putra tunggalnya.” hamba mulia yang lisan dan hatinya digenggam oleh Sang Pencipta
-
(berlanjut ke komentar)
#RelaBerkorban
Bahagia tentu haru mendengar jawaban anaknya sebab ia mematuhi perintah Allah. Ketika sebilah pisau tajam telah siap mendarat di leher anaknya, Allah memanggil “wahai Ibrahim! sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Kemudian Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba yang besar sebagai tebusan juga balasan bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar
⠀
Sungguh, jika yang memerintah adalah Dia maka yang perlu kita lakukan hanyalah; sami’na wa atho’na
⠀
#RelaBerkorban
⠀
Sungguh, jika yang memerintah adalah Dia maka yang perlu kita lakukan hanyalah; sami’na wa atho’na
⠀
#RelaBerkorban
Seandainya disuruh berkaca sama kejadian luar biasa baru-baru ini juga rasanya maluuuuu banget
Liat nenek-nenek pemulung, badannya udah tua renta, penghasilan perharinya gak seberapa, menabung entah sudah berapa lama sampai tabungannya terkumpul dan bisa dibelikan hewan kurban. Beliau rela gak makan enak—yang mungkin padahal bisa— tapi beliau lebih milik untuk menyimpan uangnya, ditabung untuk dibelikan sapi qurban
Ada lagi 7 bocah yang Allah gerakkan hatinya. Mungkin diantara banyak temannya yang tiap kali dikasih uang lebih oleh bapak ibunya akan dibelikan kuota atau sekedar jajan biasa, 7 anak berbeda; mereka lebih memilih buat mengumpulkannya, berbulan-bulan, gak beli kuota buat nge-war dan akhirnya bisa patungan buat beli sapi qurban
Sekarang, dimana kita?
Yang kemarin berusaha banget buat ganti gadget, nabung dari lama demi lebaran atau tahun baru ini harus gadget baru!
Yang kemarin berusaha nabung, tapi buat nonton konser
Malu....
Ternyata kita yang merasa lebih mampu tak lebih mampu dari mereka yang kita anggap tak mampu
Semoga, Allah sampaikan umur kita ditahun yang akan datang supaya bisa melaksakan qurban
#RelaBerkorban
Liat nenek-nenek pemulung, badannya udah tua renta, penghasilan perharinya gak seberapa, menabung entah sudah berapa lama sampai tabungannya terkumpul dan bisa dibelikan hewan kurban. Beliau rela gak makan enak—yang mungkin padahal bisa— tapi beliau lebih milik untuk menyimpan uangnya, ditabung untuk dibelikan sapi qurban
Ada lagi 7 bocah yang Allah gerakkan hatinya. Mungkin diantara banyak temannya yang tiap kali dikasih uang lebih oleh bapak ibunya akan dibelikan kuota atau sekedar jajan biasa, 7 anak berbeda; mereka lebih memilih buat mengumpulkannya, berbulan-bulan, gak beli kuota buat nge-war dan akhirnya bisa patungan buat beli sapi qurban
Sekarang, dimana kita?
Yang kemarin berusaha banget buat ganti gadget, nabung dari lama demi lebaran atau tahun baru ini harus gadget baru!
Yang kemarin berusaha nabung, tapi buat nonton konser
Malu....
Ternyata kita yang merasa lebih mampu tak lebih mampu dari mereka yang kita anggap tak mampu
Semoga, Allah sampaikan umur kita ditahun yang akan datang supaya bisa melaksakan qurban
#RelaBerkorban
Ini dia drama seru yang sekarang lagi hot banget di Hijab Alila😂
Jadi yang bener itu teh Evhie dan Fani alias Mey adalah adik kakak ya mentemen, bukan ibu tiri dan anak tiri😂😂😂 Simak video lengkapnya deh di YouTube channel Hijab Alila, banyak banget pelajaran dari drama retjeh adik kakak ini, pengorbanan kakak ke adik dan pengorbanan adik ninggalin apa yang dia senangi untuk sesuatu yang lebih baik lagi didepan nanti
Ajak nonton adik atau kakak kalian juga biar bisa sama-sama ngambil hikmahnya, biar jadi sibling goals gitu *ceilah
Sibling goals bukan cuma di dunia yaaaa, tapi sampai ke akhirat; biar bisa jadi syafa’at satu sama lain☺️
⠀
Coba tag adik, kakak, saudara, siapapun orang yang kamu sayang biar terus sama-sama saling menasihati❤️
⠀
#RelaBerkorban
Jadi yang bener itu teh Evhie dan Fani alias Mey adalah adik kakak ya mentemen, bukan ibu tiri dan anak tiri😂😂😂 Simak video lengkapnya deh di YouTube channel Hijab Alila, banyak banget pelajaran dari drama retjeh adik kakak ini, pengorbanan kakak ke adik dan pengorbanan adik ninggalin apa yang dia senangi untuk sesuatu yang lebih baik lagi didepan nanti
Ajak nonton adik atau kakak kalian juga biar bisa sama-sama ngambil hikmahnya, biar jadi sibling goals gitu *ceilah
Sibling goals bukan cuma di dunia yaaaa, tapi sampai ke akhirat; biar bisa jadi syafa’at satu sama lain☺️
⠀
Coba tag adik, kakak, saudara, siapapun orang yang kamu sayang biar terus sama-sama saling menasihati❤️
⠀
#RelaBerkorban
Karena #RelaBerkorban gak selalu dengan hal besar
Ibu merelakan nasi kotak yang dibawajya pulang dari pengajian kemudian dimakan anaknya adalah suatu bentuk pengorbanan, demi anaknya
Ibumu gitu gak?
Ibu merelakan nasi kotak yang dibawajya pulang dari pengajian kemudian dimakan anaknya adalah suatu bentuk pengorbanan, demi anaknya
Ibumu gitu gak?