Gimana kalau kita menolak kebaikan orang lain karena merasa dia kirang tulus dan takut gak bisa “balas budi”?
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear...
Ada satu kisah ketika sahabat pergi berperang. Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kami ke daerah Huraqah dari suku Juhainah, kemudian kami serang mereka secara tiba-tiba pada pagi hari di tempat air mereka. Saya dan seseorang dari kaum Anshar bertemu dengan seorang lelaki dari golongan mereka. Setelah kami dekat dengannya, ia lalu mengucapkan “laa ilaha illallah.” Orang dari sahabat Anshar menahan diri dari membunuhnya, sedangkan aku menusuknya dengan tombakku hingga membuatnya terbunuh.
Sesampainya di Madinah, peristiwa itu didengar oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bertanya padaku, “Hai Usamah, apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan ‘laa ilaha illallah’?” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sebenarnya orang itu hanya ingin mencari perlindungan diri saja, sedangkan hatinya tidak meyakini hal itu.” Beliau bersabda lagi, “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” Ucapan itu terus menerus diulang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saya mengharapkan bahwa saya belum masuk Islam sebelum hari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari kisah ini kita belajar, gak ada satupun dari kita yang tau niatan orang lain ketika berbuat baik, hanya dirinya dan Allah aja yang tau. Kita gak berhak mencurigai apalagi menghakimi orang lain. Coba kita curigai diri sendiri, jangan-jangan kita yang bersuudzon dengan dia, jangan-jangan kita merasa kita lebih baik daripada dia (sebab gak mau nerima bantuan dari seseorang yang gak tulus), letakan “jangan-jangan” itu pada diri kita, jangan orang lain
Hisablah diri kita sendiri. Soal “balas budi”, bukankah kita sudah tau pasti bahwa jika seseorang memberikan pertolongan dengan ikhlas dia tidak akan meminta timbal baliknya? Lakukan kebaikan dalam bentuk apapun, jika tidak dengan materi, ya balas dengan doa yang tidak terputus:)
Wallahu a’lam
#BaikDenganTapi #QnABaikDenganTapi
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear...
Ada satu kisah ketika sahabat pergi berperang. Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kami ke daerah Huraqah dari suku Juhainah, kemudian kami serang mereka secara tiba-tiba pada pagi hari di tempat air mereka. Saya dan seseorang dari kaum Anshar bertemu dengan seorang lelaki dari golongan mereka. Setelah kami dekat dengannya, ia lalu mengucapkan “laa ilaha illallah.” Orang dari sahabat Anshar menahan diri dari membunuhnya, sedangkan aku menusuknya dengan tombakku hingga membuatnya terbunuh.
Sesampainya di Madinah, peristiwa itu didengar oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bertanya padaku, “Hai Usamah, apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan ‘laa ilaha illallah’?” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sebenarnya orang itu hanya ingin mencari perlindungan diri saja, sedangkan hatinya tidak meyakini hal itu.” Beliau bersabda lagi, “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” Ucapan itu terus menerus diulang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saya mengharapkan bahwa saya belum masuk Islam sebelum hari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari kisah ini kita belajar, gak ada satupun dari kita yang tau niatan orang lain ketika berbuat baik, hanya dirinya dan Allah aja yang tau. Kita gak berhak mencurigai apalagi menghakimi orang lain. Coba kita curigai diri sendiri, jangan-jangan kita yang bersuudzon dengan dia, jangan-jangan kita merasa kita lebih baik daripada dia (sebab gak mau nerima bantuan dari seseorang yang gak tulus), letakan “jangan-jangan” itu pada diri kita, jangan orang lain
Hisablah diri kita sendiri. Soal “balas budi”, bukankah kita sudah tau pasti bahwa jika seseorang memberikan pertolongan dengan ikhlas dia tidak akan meminta timbal baliknya? Lakukan kebaikan dalam bentuk apapun, jika tidak dengan materi, ya balas dengan doa yang tidak terputus:)
Wallahu a’lam
#BaikDenganTapi #QnABaikDenganTapi