Cara orang mencari kesenangan dan ketentraman itu emang beda-beda
Ada yang dengan traveling, streaming, atau sekedar keliling-liling
Semua bisa menimbulkan kesenangan, tapi gak semuanya juga bisa benar-benar membawa kesenangan sekaligus ketentraman
Karna ada aja yang bahkan habis liburan malah pusing mikirin baju kotor yang menumpuk dan kerjaan yang ketunda, atau bahkan hutang-hutang baru yang bermunculan
Ada aja yang bahkan habis streaming terus baru sadar waktu yang digunain berjam-jam seharusnya bisa digunain untuk hal-hal lain supaya bisa lebih produktif lagi
Ada aja yang bahkan habis keliling-liling di mall sambil shoping, pas sampai rumah malah pusing “ini kenapa bisa habis segini buat belanja ini aja?!?!?!!!”
⠀
Hehehe
Emang cara paling ampuhnya seorang mukmin dalam mencari kesenangan dan menjaga ketentraman hati itu hanya bisa dengan mengingat Dia Yang Maha Menggenggam hati
Cliche emang, apalagi bagi anak millennials yang hidup di zaman modern, basi banget
Tapi ya begitulah kehidupannya seorang muslim, pilihannya cuma itu-itu aja; kalo gak taat, ya disuruh taat. Ehe
#DearMillennials
Ada yang dengan traveling, streaming, atau sekedar keliling-liling
Semua bisa menimbulkan kesenangan, tapi gak semuanya juga bisa benar-benar membawa kesenangan sekaligus ketentraman
Karna ada aja yang bahkan habis liburan malah pusing mikirin baju kotor yang menumpuk dan kerjaan yang ketunda, atau bahkan hutang-hutang baru yang bermunculan
Ada aja yang bahkan habis streaming terus baru sadar waktu yang digunain berjam-jam seharusnya bisa digunain untuk hal-hal lain supaya bisa lebih produktif lagi
Ada aja yang bahkan habis keliling-liling di mall sambil shoping, pas sampai rumah malah pusing “ini kenapa bisa habis segini buat belanja ini aja?!?!?!!!”
⠀
Hehehe
Emang cara paling ampuhnya seorang mukmin dalam mencari kesenangan dan menjaga ketentraman hati itu hanya bisa dengan mengingat Dia Yang Maha Menggenggam hati
Cliche emang, apalagi bagi anak millennials yang hidup di zaman modern, basi banget
Tapi ya begitulah kehidupannya seorang muslim, pilihannya cuma itu-itu aja; kalo gak taat, ya disuruh taat. Ehe
#DearMillennials
Assalamu’alaykum #Lovalila!
Apa kabar? Udah mulai masuk kerja? Kuliah/sekolah onlinenya masih lancar kan? Atau masih libur? Semoga sehat terus yaaa!
Alhamdulillah kali ini waktunya kita ganti tema, selama #quarantine makin banyak trend baru yang beragam juga, ada yang berfaedah, ada juga yang gak berfaedah. Make up challenge, trending YouTube, dan isu-isu lainnya yang gak sedikit dari kita jadi salah satu orang yang mem-viralkannya
Tungguin pembahasannya di tema kali ini ya! Stay tune di tema #DearMillennials 😘
Apa kabar? Udah mulai masuk kerja? Kuliah/sekolah onlinenya masih lancar kan? Atau masih libur? Semoga sehat terus yaaa!
Alhamdulillah kali ini waktunya kita ganti tema, selama #quarantine makin banyak trend baru yang beragam juga, ada yang berfaedah, ada juga yang gak berfaedah. Make up challenge, trending YouTube, dan isu-isu lainnya yang gak sedikit dari kita jadi salah satu orang yang mem-viralkannya
Tungguin pembahasannya di tema kali ini ya! Stay tune di tema #DearMillennials 😘
Sebuah post yg inspired by Pipel jaman naw.Yang ketika bertemu orang, yg pertama dinilai adalah fisiknya.
Pesek hidungnya
Hitam kulitnya
Pendek tubuhnya
Terus kenapa?
Bukankah Bilal bin Rabbah hitam kulitnya, namun terompahnya terdengar sampai surga?
Bukankah Julaibib yang pendek, bungkuk, dan tidak bagus rupanya namun dirindu Surga?
"Wahai manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (Nabi Adam). Ingatlah. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non-Arab) dan bagi orang ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan." (HR Imam Ahmad).
Perkara fisik, itu bebas hisab guys. Namun seringkali ini mnjadi PR millenials dalam menilai seseorang, bahkan jadi bahan utama untuk menghujatnya. Mungkin termakan iklan, atau trpengaruh perang pemikiran. Orang cakep tuh yg putih, tinggi, mulus, langsing, dll. Masa?
Padahal ini ga dihisab cuyy! Effort amat dah. Berhasil ya ghazwul fikri menyibukkan kita pd hal2 yg gapenting. Astaghfirullahalazhiim.
Syukuri apa yang sudah Allah karuniakan pada kita. Bukan yang bagus2nya aja, namun yang kata kt kurang bagus, itu yang terbagus loh menurut Allah. Jadi, kalo km menghina, menjudge, siapalah diri ini berani mendahului penilaian Allah. Mungkin syukurnya kita aja yg kurang. Apalagi ketika penilaian itu jatuh kepada orang lain, bisa jadi adab kita yg kurang. Bukan cuma kpd org itu, tp kpd Allah yg udh menciptakannya sedemikian sempurna.
Yang dihisab adalah bagaimana cara kita mensyukuri dan cara kita merawat diri ini.
Hukum pake skincare gimana? Ya boleh, harus malah hehe. insyaa Allah bagian dr ikhtiar merawat diri. tapi jangan sampe berlebihan juga ya sampe gak makan demi beli skincare idaman. Sesuai kemampuan aja. <- ini nanti yg dihisab loh, menyiksa diri itu dosa. Apalagi pake cara suntik2, operasi dan sebagainya yg justru merubah bentuk aslinya. Hmm tiati Allah murka.
(lanjut di kolom komentar)
#DearMillennials
Pesek hidungnya
Hitam kulitnya
Pendek tubuhnya
Terus kenapa?
Bukankah Bilal bin Rabbah hitam kulitnya, namun terompahnya terdengar sampai surga?
Bukankah Julaibib yang pendek, bungkuk, dan tidak bagus rupanya namun dirindu Surga?
"Wahai manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (Nabi Adam). Ingatlah. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non-Arab) dan bagi orang ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan." (HR Imam Ahmad).
Perkara fisik, itu bebas hisab guys. Namun seringkali ini mnjadi PR millenials dalam menilai seseorang, bahkan jadi bahan utama untuk menghujatnya. Mungkin termakan iklan, atau trpengaruh perang pemikiran. Orang cakep tuh yg putih, tinggi, mulus, langsing, dll. Masa?
Padahal ini ga dihisab cuyy! Effort amat dah. Berhasil ya ghazwul fikri menyibukkan kita pd hal2 yg gapenting. Astaghfirullahalazhiim.
Syukuri apa yang sudah Allah karuniakan pada kita. Bukan yang bagus2nya aja, namun yang kata kt kurang bagus, itu yang terbagus loh menurut Allah. Jadi, kalo km menghina, menjudge, siapalah diri ini berani mendahului penilaian Allah. Mungkin syukurnya kita aja yg kurang. Apalagi ketika penilaian itu jatuh kepada orang lain, bisa jadi adab kita yg kurang. Bukan cuma kpd org itu, tp kpd Allah yg udh menciptakannya sedemikian sempurna.
Yang dihisab adalah bagaimana cara kita mensyukuri dan cara kita merawat diri ini.
Hukum pake skincare gimana? Ya boleh, harus malah hehe. insyaa Allah bagian dr ikhtiar merawat diri. tapi jangan sampe berlebihan juga ya sampe gak makan demi beli skincare idaman. Sesuai kemampuan aja. <- ini nanti yg dihisab loh, menyiksa diri itu dosa. Apalagi pake cara suntik2, operasi dan sebagainya yg justru merubah bentuk aslinya. Hmm tiati Allah murka.
(lanjut di kolom komentar)
#DearMillennials
👍2
(lanjutan)
Yang gak kalah penting adalah heartcare, bagaimana iman dan taqwa kita kepadaNya dijaga. Karena inilah yg menentukan tempat kita berada
"Sesungguhnya orang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara kamu". (QS Al-Hujurat: 13)
#DearMillennials
Yang gak kalah penting adalah heartcare, bagaimana iman dan taqwa kita kepadaNya dijaga. Karena inilah yg menentukan tempat kita berada
"Sesungguhnya orang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara kamu". (QS Al-Hujurat: 13)
#DearMillennials
Viral #lathichallenge yang belakangan dibuat banyak orang, apalagi para muslimah, transformasi make up daerah lalu ke tampilan yang menyeramkan, menyenangkan ya?
Emang dosa? Engga.
Tapi muslimah itu seharusnya gak bertabarruj lebih-lebih lagi ditampilkan di jagat sosial media dan seorang muslim yang baik akan meninggalkan segala hal yang gak bermanfaat untuknya terutama untuk akhiratnya. Muslim yang baik akan menjadikan dunia sebagai jembatan yang kokoh untuk ke akhirat
Padahal belum lama Ramadhan ninggalin kita, tapi kita udah berlarut-larut sama godaan setan. Ada 1 hal viral: ikutin, selesai, viral yang lain: ikutin lagi. Begituuuu terus. Ini baru godaan kecil, gimana kalau nanti dajjal yang turun? Naudzubillah...😭😭😭
Bukan mau nakut-nakutin, tapi bukankah pengikut terbanyak dajjal adalah dari kaum wanita?
#DearMillennials
Emang dosa? Engga.
Tapi muslimah itu seharusnya gak bertabarruj lebih-lebih lagi ditampilkan di jagat sosial media dan seorang muslim yang baik akan meninggalkan segala hal yang gak bermanfaat untuknya terutama untuk akhiratnya. Muslim yang baik akan menjadikan dunia sebagai jembatan yang kokoh untuk ke akhirat
Padahal belum lama Ramadhan ninggalin kita, tapi kita udah berlarut-larut sama godaan setan. Ada 1 hal viral: ikutin, selesai, viral yang lain: ikutin lagi. Begituuuu terus. Ini baru godaan kecil, gimana kalau nanti dajjal yang turun? Naudzubillah...😭😭😭
Bukan mau nakut-nakutin, tapi bukankah pengikut terbanyak dajjal adalah dari kaum wanita?
#DearMillennials
https://www.instagram.com/tv/CBPu92bJMjB/?igshid=38j02ry4wqiy
“Sensasi” menu favorit jaman saiki • #DearMillennials
Kenapa yaaa pipel jaman naww lebih khawatir ngga ada ide postingan daripada belum baca Al-qur'an. Seneng banget ketika ada berita mengejutkan atau bahkan musibah, yang dilakukan bukannya bantuin, malah update status / auto ngerekam.
"kameraaahh"
"hape mana hapee"
"ig storiess ey"
"bikin judul yang klik baitttt"
Hummm, padahal ketika mendengar suatu musibah yang menimpa saudara kita, kita harusnya auto bantu. Tapi jaman nawww refleknya bedaaaa.. Bukannya ngebantu, tapi malah update status dulu, memanfaatkan keadaan untuk postingan biar viral. Iya sih ngebantu, tapi alasan hadir ke tempat musibah itu bukan pure untuk menolong sesama, niat terbesarnya hanya karena asas manfaat. Astaghfirullah.. Sensasi memang sudah menjadi menu favorit jaman saiki. Mudah2an masih banyak konten kreator yang bener2 menomorsatukan isi.
Video diatas Jangan ditiru ya, guys!
“Sensasi” menu favorit jaman saiki • #DearMillennials
Kenapa yaaa pipel jaman naww lebih khawatir ngga ada ide postingan daripada belum baca Al-qur'an. Seneng banget ketika ada berita mengejutkan atau bahkan musibah, yang dilakukan bukannya bantuin, malah update status / auto ngerekam.
"kameraaahh"
"hape mana hapee"
"ig storiess ey"
"bikin judul yang klik baitttt"
Hummm, padahal ketika mendengar suatu musibah yang menimpa saudara kita, kita harusnya auto bantu. Tapi jaman nawww refleknya bedaaaa.. Bukannya ngebantu, tapi malah update status dulu, memanfaatkan keadaan untuk postingan biar viral. Iya sih ngebantu, tapi alasan hadir ke tempat musibah itu bukan pure untuk menolong sesama, niat terbesarnya hanya karena asas manfaat. Astaghfirullah.. Sensasi memang sudah menjadi menu favorit jaman saiki. Mudah2an masih banyak konten kreator yang bener2 menomorsatukan isi.
Video diatas Jangan ditiru ya, guys!
Instagram
Sahabat Taatmu:) on Instagram: “#DearMillennials Kenapa yaaa pipel jaman naww lebih khawatir ngga ada ide postingan daripada belum…
8,632 Likes, 42 Comments - Sahabat Taatmu:) (@hijabalila) on Instagram: “#DearMillennials Kenapa yaaa pipel jaman naww lebih khawatir ngga ada ide postingan daripada belum…”
https://www.instagram.com/p/CBQF7YDpyeF/?igshid=q2rosr8mo0f8
#DearMillennials ..
Sadar nggak sih dalam dunia maya, kalian itu memiliki 2 peran sekaligus. Commentator serta creator.
Commentator untuk akun lain, dan creator bagi akun kalian sendiri.
Setiap aktivitas yang kita lakukan akan dihisab, begitu pula yang kita lakukan di sosial media. Kayak ngeposting, ngerepost,nge-like, komen, kalau itu :
- buruk -> dapet dosa
- benar & baik -> pahala
- sia2 -> gak dapet apa2, atau bisa jadi mudhorot yang nyerempet dosa juga
Jadi sebagai creator akun pribadi, sosial media bukan sekadar lahan seru2an dan pencitraan semata. Namun lahan untuk menyebarkan kebaikan seluas2nya. Kamu tinggal pilih, mau dapet pahala, dosa, atau gadapet apa2.
Kalo mau dapet pahala, Taukan harus isi akunmu dengan apa?
Kalo sampe saat ini kamu masih nganggep sosmed itu cuma buat seru2an aja, yuk laahh mule diperbaiki lagi akhlak dan niat bersosmednyaa. 😉
#DearMillennials ..
Sadar nggak sih dalam dunia maya, kalian itu memiliki 2 peran sekaligus. Commentator serta creator.
Commentator untuk akun lain, dan creator bagi akun kalian sendiri.
Setiap aktivitas yang kita lakukan akan dihisab, begitu pula yang kita lakukan di sosial media. Kayak ngeposting, ngerepost,nge-like, komen, kalau itu :
- buruk -> dapet dosa
- benar & baik -> pahala
- sia2 -> gak dapet apa2, atau bisa jadi mudhorot yang nyerempet dosa juga
Jadi sebagai creator akun pribadi, sosial media bukan sekadar lahan seru2an dan pencitraan semata. Namun lahan untuk menyebarkan kebaikan seluas2nya. Kamu tinggal pilih, mau dapet pahala, dosa, atau gadapet apa2.
Kalo mau dapet pahala, Taukan harus isi akunmu dengan apa?
Kalo sampe saat ini kamu masih nganggep sosmed itu cuma buat seru2an aja, yuk laahh mule diperbaiki lagi akhlak dan niat bersosmednyaa. 😉
Instagram
Sahabat Taatmu:)
#DearMillennials .. Sadar nggak sih dalam dunia maya, kalian itu memiliki 2 peran sekaligus. Commentator serta creator. Commentator untuk akun lain, dan creator bagi akun kalian sendiri. Setiap aktivitas yang kita lakukan akan dihisab, begitu pula yang kita…
Bener gak si, dear?
Coba tag temen kamu yang gabisa hidup tanpa henpon dan segala persosial mediaannya 🙈
#DearMillennials
Coba tag temen kamu yang gabisa hidup tanpa henpon dan segala persosial mediaannya 🙈
#DearMillennials
Semua Gegara Cuan • #DearMillennials ...
Alila mau tanya dong, apasih motivasi kalian dalam memposting sesuatu di sosial media?
Netijen jaman saiki itu memang seneng banget ikut2an sesuatu yang lagi viral. Cover MV lah, reaction video ini, ikutan challenge video itu, dll. Untuk hiburan katanya, namun lama kelamaan perspektif tentang sosial media yaa hanya untuk hiburan saja. Atau kalau sudah punya followers banyak, IG nya dijadikan alat untuk sekadar cari cuan dari pp/endorsan. Terkikislah rasa ingin memanfaatkannya untuk kebaikan. "Mau posting? Wani piro?"
Hehe. Begitulah kira2 isi kepala kebanyakan orang2 di jaman kapitalis seperti ini.
Uang dan Popularitas memang mudah sekali didapatkan di dunia maya. Apalagi jika dibumbui dengan sensasi. Namun, jangan sampai silau ya, dear. Sebab uang dan popularitas bukan segalanya, pun sudah terkenal tidak menjamin bahagia.
Tugas kita di dunia bukan hanya untuk bersenang2 saja, namun kita diperintah untuk beribadah kepadaNya.
“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)
Ibadah dari seseorang kepada Allah bukanlah karena Allah butuh kepada orang tersebut. Allah tidak butuh dengan ibadah kita, namun justru kita yang sangat butuh untuk beribadah kepada Allah. Semakin baik ibadah yang kita persembahkan kepada Allah, semakin besar manfaatnya kembali kepada kita.
Maka, apapun aplikasinya, jika kita sadar akan tugas kita sebagai seorang hamba, Insyaa Allah sosial media bukanlah tempat untuk pencitraan dan ladang cari cuan semata. Namun dijadikan media yang paling subur dalam menyeru konten2 yang berfaedah dan membangun semangat ibadah. Supaya Allah mmberi kita ganjaran pahala yang berlipat ganda.
Banyak banget loh di luar sana video2 yg keren penggarapannya tapi kontennya ngga sesuai dengan syariatNya, atau bahkan justru bersebrangan dengan syariat Islam. Nah, masa kita yang muslim untuk menyampaikan kebaikan di sosial media masih mikir2 dan itung2an? Malah lebih pede bikin postingan yang ngga ada faedahnya :") Muamalah yang tak pernah merugikan itu ya muamalah dengan Allah. Gausah ngarep like, followers, dll. Cukup brharap Allah ridho dan terima secuil karya kita
Alila mau tanya dong, apasih motivasi kalian dalam memposting sesuatu di sosial media?
Netijen jaman saiki itu memang seneng banget ikut2an sesuatu yang lagi viral. Cover MV lah, reaction video ini, ikutan challenge video itu, dll. Untuk hiburan katanya, namun lama kelamaan perspektif tentang sosial media yaa hanya untuk hiburan saja. Atau kalau sudah punya followers banyak, IG nya dijadikan alat untuk sekadar cari cuan dari pp/endorsan. Terkikislah rasa ingin memanfaatkannya untuk kebaikan. "Mau posting? Wani piro?"
Hehe. Begitulah kira2 isi kepala kebanyakan orang2 di jaman kapitalis seperti ini.
Uang dan Popularitas memang mudah sekali didapatkan di dunia maya. Apalagi jika dibumbui dengan sensasi. Namun, jangan sampai silau ya, dear. Sebab uang dan popularitas bukan segalanya, pun sudah terkenal tidak menjamin bahagia.
Tugas kita di dunia bukan hanya untuk bersenang2 saja, namun kita diperintah untuk beribadah kepadaNya.
“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)
Ibadah dari seseorang kepada Allah bukanlah karena Allah butuh kepada orang tersebut. Allah tidak butuh dengan ibadah kita, namun justru kita yang sangat butuh untuk beribadah kepada Allah. Semakin baik ibadah yang kita persembahkan kepada Allah, semakin besar manfaatnya kembali kepada kita.
Maka, apapun aplikasinya, jika kita sadar akan tugas kita sebagai seorang hamba, Insyaa Allah sosial media bukanlah tempat untuk pencitraan dan ladang cari cuan semata. Namun dijadikan media yang paling subur dalam menyeru konten2 yang berfaedah dan membangun semangat ibadah. Supaya Allah mmberi kita ganjaran pahala yang berlipat ganda.
Banyak banget loh di luar sana video2 yg keren penggarapannya tapi kontennya ngga sesuai dengan syariatNya, atau bahkan justru bersebrangan dengan syariat Islam. Nah, masa kita yang muslim untuk menyampaikan kebaikan di sosial media masih mikir2 dan itung2an? Malah lebih pede bikin postingan yang ngga ada faedahnya :") Muamalah yang tak pernah merugikan itu ya muamalah dengan Allah. Gausah ngarep like, followers, dll. Cukup brharap Allah ridho dan terima secuil karya kita
#DearMillennials ...
Dunia tempat kita berpijak hari ini tidaklah selamanya, apalagi dunia maya yang tidak nyata adanya. Namun masih saja banyak manusia yang tertipu dengan segala kenikmatan dan kemewahannya sehingga betah di dunia, padahal Rasulullah SAW pernah menceritakan :
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya, ”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5278)
Wahn adalah penyakit cinta dunia dan takut mati. Orientasi Seluruh hidupnya hanya kepada dunia. Sehingga lupa menyiapkan urusan akhiratnya. Semoga Allah jaga kita untuk selalu sadar bahwa mengejar dunia itu tidak akan ada habisnya, dan hakikat bahagia yang sebenarnya adalah di SurgaNya.
Dunia tempat kita berpijak hari ini tidaklah selamanya, apalagi dunia maya yang tidak nyata adanya. Namun masih saja banyak manusia yang tertipu dengan segala kenikmatan dan kemewahannya sehingga betah di dunia, padahal Rasulullah SAW pernah menceritakan :
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya, ”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5278)
Wahn adalah penyakit cinta dunia dan takut mati. Orientasi Seluruh hidupnya hanya kepada dunia. Sehingga lupa menyiapkan urusan akhiratnya. Semoga Allah jaga kita untuk selalu sadar bahwa mengejar dunia itu tidak akan ada habisnya, dan hakikat bahagia yang sebenarnya adalah di SurgaNya.
KETENTUAN MUSLIMAH NAMPANG DI SOSMED (ALA ALILA)
1. Luruskan niat
Meski postingan kita konten yang positif, tapi niat mah tetep harus lurus karena Allah ya dear.
"Setiap amal bergantung pada niatnya
Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya."
(HR. Bukhari, Muslim dan empat imam hadits)
Mayoritas ulama salaf berpendapat bahwa hadits ini sepertiga Islam.
Menurut Imam Baihaqi, karena tindakan seorang hamba itu terjadi dengan hati, lisan dan anggota badannya, dan niat yang tempatnya di hati adalah salah satu dari tiga hal tersebut dan yang paling utama.
2. Menutup aurat
Ini wajib ya dear, di sosial media akan dilihat orang banyak layaknya kita di dunia nyata. Dan, menutup auratnya harus sesuai dengan tuntunan syariat ya dear, seperti di Qs. Al-Ahzab :59 untuk gamisnya, dan Qs. An-Nuur : 31 untuk Khimarnya.
3. Tidak bergaya/berpose/bergerak yang mengundang syahwat.
Sebagai muslimah, kita harus menjaga rasa malu. Maka jika yg lagi trend adalah aplikasi joget2, ya kita ngga usah ikut2an guys. Supaya izzah dan iffah kita tetap terjaga, serta terhindar dari hal2 yang mengundang fitnah.
4. Tidak Tabarruj
”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33).
Tabarruj itu menampakkan kecantikannya (di depan lelaki yang bukan mahram).
Jadi udah guyss, gaperlu medog2 ya, natural ajaaa. Dari ayat diatas kalo medog2 nanti kayak wanita jahiliyah 😣
5. Upload konten hanya yang baik dan benar.
Bukan cuma baik guys, tapi juga benar. Islam itu melarang kita untuk menyebarkan berita bohong, apalagi cuma biar klik bait!
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS al-Hujurat:6)
Disamping harus mengindahkan etika dalam menyampaikan informasi, menghindari fitnah juga harus memperhatikan kemaslahatan dari berita yang disampaikan. Pastikan postinganmu bermanfaat dan anti hoax hoax club ya.
#DearMillennials
1. Luruskan niat
Meski postingan kita konten yang positif, tapi niat mah tetep harus lurus karena Allah ya dear.
"Setiap amal bergantung pada niatnya
Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya."
(HR. Bukhari, Muslim dan empat imam hadits)
Mayoritas ulama salaf berpendapat bahwa hadits ini sepertiga Islam.
Menurut Imam Baihaqi, karena tindakan seorang hamba itu terjadi dengan hati, lisan dan anggota badannya, dan niat yang tempatnya di hati adalah salah satu dari tiga hal tersebut dan yang paling utama.
2. Menutup aurat
Ini wajib ya dear, di sosial media akan dilihat orang banyak layaknya kita di dunia nyata. Dan, menutup auratnya harus sesuai dengan tuntunan syariat ya dear, seperti di Qs. Al-Ahzab :59 untuk gamisnya, dan Qs. An-Nuur : 31 untuk Khimarnya.
3. Tidak bergaya/berpose/bergerak yang mengundang syahwat.
Sebagai muslimah, kita harus menjaga rasa malu. Maka jika yg lagi trend adalah aplikasi joget2, ya kita ngga usah ikut2an guys. Supaya izzah dan iffah kita tetap terjaga, serta terhindar dari hal2 yang mengundang fitnah.
4. Tidak Tabarruj
”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33).
Tabarruj itu menampakkan kecantikannya (di depan lelaki yang bukan mahram).
Jadi udah guyss, gaperlu medog2 ya, natural ajaaa. Dari ayat diatas kalo medog2 nanti kayak wanita jahiliyah 😣
5. Upload konten hanya yang baik dan benar.
Bukan cuma baik guys, tapi juga benar. Islam itu melarang kita untuk menyebarkan berita bohong, apalagi cuma biar klik bait!
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS al-Hujurat:6)
Disamping harus mengindahkan etika dalam menyampaikan informasi, menghindari fitnah juga harus memperhatikan kemaslahatan dari berita yang disampaikan. Pastikan postinganmu bermanfaat dan anti hoax hoax club ya.
#DearMillennials
👍2
SOURCE OF HAPPINESS • Banyak millenials tak menyadari bahwa dirinya telah menjadikan sosial media dan gadget sebagai sumber kebahagiaannya. Gak ada kuota udah langsung kelabakan, aplikasi asik2 nggak bisa dibuka, rungsingnya seharian.
Dear, sebenernya sumber kebahagiaannya muslimah itu apa sih?
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram (QS. Ar-Ra’d: 28).
Tentunya ketika ia mengenal Allah, Rasul dan agamanya. Ia tau kemana tempat ia bergantung dengan pasti. Sehingga hatinya akan tentram dan damai. Itulah sumber kebahagiaan tertinggi.
Ketika bahagia, bersyukur sama Allah. Ketika mempunyai masalah, curhatnya kpd Allah. Ini semua dapat dilakukan dengan metode komunikasi tercanggih dan termutakhir sepanjang jaman, anti abis kouta, dan hanya mengandalkan signal keimanan, ialah DOA. Meski kamu berbisik ke bumi, tapi terdengar loh sampai ke langit. Keren kann.
Jadi buat kelen yang udah kecanduan atau masih menikmati curhat di sosial media, coba dehh tempat curhatnya diganti jadi diatas sajadah, diwaktu sepertiga malam. Siapa yang mau coba malam ini?
Jangan lupa berdoa 😉
#DearMillennials
Dear, sebenernya sumber kebahagiaannya muslimah itu apa sih?
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram (QS. Ar-Ra’d: 28).
Tentunya ketika ia mengenal Allah, Rasul dan agamanya. Ia tau kemana tempat ia bergantung dengan pasti. Sehingga hatinya akan tentram dan damai. Itulah sumber kebahagiaan tertinggi.
Ketika bahagia, bersyukur sama Allah. Ketika mempunyai masalah, curhatnya kpd Allah. Ini semua dapat dilakukan dengan metode komunikasi tercanggih dan termutakhir sepanjang jaman, anti abis kouta, dan hanya mengandalkan signal keimanan, ialah DOA. Meski kamu berbisik ke bumi, tapi terdengar loh sampai ke langit. Keren kann.
Jadi buat kelen yang udah kecanduan atau masih menikmati curhat di sosial media, coba dehh tempat curhatnya diganti jadi diatas sajadah, diwaktu sepertiga malam. Siapa yang mau coba malam ini?
Jangan lupa berdoa 😉
#DearMillennials
Yang serba ada mungkin bisa menyediakan apa yang kita inginkan, namun terkadang kita lupa dengan apa yang kita butuhkan.
Media sangat memudahkan kita dalam segala hal, akan tetapi tempatkanlah ia sesuai pada porsinya. Jika kita tidak bijak dalam memanfaatkannya, bersosialmedia tanpa ilmu juga bisa menjadi bumerang bagi diri kita. Karena tidak semja kemudahan2 yang ditawarkan, diperbolehkan dalam Islam.
Media menyediakan solusi mulai dari keuangan hingga percintaan. Contohnya : Cari jodoh di sosial media, bisa lewat aplikasi (yang ujung2nya pacaran). Gak punya uang, ada pinjaman dana online yang berbunga, ini jelas riba. Hingga jasa perdukunan pun ada, padahal ini trmasuk syirik dan dosa besar yang tidak diampuni.
Boleh saja kita bersosial media, tapi teteup intensitas membuka Al-Qur'an juga harus banyak ya, guys. Inilah yang menunjukkan seberapa besar cinta kepadanya yang dapat mempertebal benteng keimanan.
Allah azza wajalla menurunkan Al-Qur'an bukan hanya sebagai kitab untuk dibaca, tapi juga sebuah petunjuk di setiap langkah kita.
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”. (Qs. Al-Baqarah : 185)
Mentadabburi, mengamalkannya Menjadikannya Sumber solusi dari permasalahan hidup ini, adalah cerminan keimanan kita kepada firman Allah Ta'ala. Hanya karena imanlah kita dapat menerima segala petunjuk dari Kitabullah, sehingga bisa menjadikan aturan2 Islam sebagai filter dari opsi solusi permasalahan hidup. Mampu membedakan antara yang hak dan yang bathil, karena sudah jelas mana yang boleh, dan mana yang tidak.
Jika diri ini masih merasa rungsing dengan kehidupan dunia dan belum menerima solusi yang diberikan dalam Qur'an, bukan Qur'an nya yang ngga relevan. Mungkin diri kitanya yang kurang deket sm Al-Quran 😢. Karena Al-Qur'an adalan petunjuk ummat manusia sepanjang zaman. Sumber kebahagiaan dan ketentraman.
So, Udah baca Qur'an hari ini?
#DearMillennials
Media sangat memudahkan kita dalam segala hal, akan tetapi tempatkanlah ia sesuai pada porsinya. Jika kita tidak bijak dalam memanfaatkannya, bersosialmedia tanpa ilmu juga bisa menjadi bumerang bagi diri kita. Karena tidak semja kemudahan2 yang ditawarkan, diperbolehkan dalam Islam.
Media menyediakan solusi mulai dari keuangan hingga percintaan. Contohnya : Cari jodoh di sosial media, bisa lewat aplikasi (yang ujung2nya pacaran). Gak punya uang, ada pinjaman dana online yang berbunga, ini jelas riba. Hingga jasa perdukunan pun ada, padahal ini trmasuk syirik dan dosa besar yang tidak diampuni.
Boleh saja kita bersosial media, tapi teteup intensitas membuka Al-Qur'an juga harus banyak ya, guys. Inilah yang menunjukkan seberapa besar cinta kepadanya yang dapat mempertebal benteng keimanan.
Allah azza wajalla menurunkan Al-Qur'an bukan hanya sebagai kitab untuk dibaca, tapi juga sebuah petunjuk di setiap langkah kita.
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”. (Qs. Al-Baqarah : 185)
Mentadabburi, mengamalkannya Menjadikannya Sumber solusi dari permasalahan hidup ini, adalah cerminan keimanan kita kepada firman Allah Ta'ala. Hanya karena imanlah kita dapat menerima segala petunjuk dari Kitabullah, sehingga bisa menjadikan aturan2 Islam sebagai filter dari opsi solusi permasalahan hidup. Mampu membedakan antara yang hak dan yang bathil, karena sudah jelas mana yang boleh, dan mana yang tidak.
Jika diri ini masih merasa rungsing dengan kehidupan dunia dan belum menerima solusi yang diberikan dalam Qur'an, bukan Qur'an nya yang ngga relevan. Mungkin diri kitanya yang kurang deket sm Al-Quran 😢. Karena Al-Qur'an adalan petunjuk ummat manusia sepanjang zaman. Sumber kebahagiaan dan ketentraman.
So, Udah baca Qur'an hari ini?
#DearMillennials
Pernah nggak kalian melihat seorang yang baik agamanya, lurus jalan hidupnya, namun susaaaah luar biasa keadaan ekonominya?
Sedangkan ada orang2 yang jauh dari Allah, yg dilakukan adalah hal yang sia2, bahkan menyerempet maksiat, justru Allah berikan rezeki yang melimpah kepadanya.
Apa benar Allah itu gak adil?
Nah, untuk tau jawabannya, simak jawaban dari kakak guru @bellamaghfoor sampe habis yaa!
#DearMillennials
Sedangkan ada orang2 yang jauh dari Allah, yg dilakukan adalah hal yang sia2, bahkan menyerempet maksiat, justru Allah berikan rezeki yang melimpah kepadanya.
Apa benar Allah itu gak adil?
Nah, untuk tau jawabannya, simak jawaban dari kakak guru @bellamaghfoor sampe habis yaa!
#DearMillennials