#CintaMasaKini, yang katanya cinta tapi melebihkan orang lain ketimbang dirinya sendiri
Hingga ketika ditinggal sang kekasih ia lebih memilih untuk bunuh diri
“Tak ada artinya lagi aku hidup di dunia ini jika ia tak ada disisi.”, katanya
Seakan jika ditinggal sang kekasih hidup berakhir saat itu juga
Tapi tahukah kita? Bahwa ada kisah serupa, tapi tak sama. Yang satu ini lebih mulia
Siapa lagi, ini adalah kisah Umar bin Khathab, sang amirul mukminin yang telah dijamin surga oleh-Nya. Yap, seorang Umar pun pernah merasa sedih ketika ditinggal kekasihnya
Wafatnya Rasulullah, mengguncangkan hatinya dengan dahsyat tak terkecuali sahabat lainnya. Seketika itu Umar bin Khathab berdiri di hadapan kaum muslimin seraya berkata, “orang-orang munafik mengira bahwa Rasulullah telah meninggal dunia. Ketahuilah, Rasulullah tidak meninggal. Tapi beliau sedang menghadap Tuhannya, sebagaimana dulu Musa bin Imran. Beliau pernah meninggalkan kaumnya selama 40 hari, kemudian beliau kembali pada kaumnya setelah mereka mengira bahwa beliau telah meninggal. Demi Allah, Rasulullah akan kembali sebagaimana dahulu Musa kembali kepada kaumnya. Aku bersumpah, akan kupotong tangan dan kaki mereka yang mengira bahwa Rasulullah telah meninggal.”
Tak lama kemudian Abu Bakar datang dan mendapati Umar di pintu masjid yang sedang berbicara di hadapan kaum muslimin. Abu Bakar langsung masuk ke rumah putrinya, Aisyah. Saat itu jenazah Rasulullah telah dibaringkan di sudut rumah dan ditutupi sehelai kain. Abu Bakar membuka kain yang menutupi wajah Rasulullah kemudian mencium sambil meneteskan air mata seraya mengatakan, “engkau kutebus dengan ayah dan ibuku. Demi Allah, Allah tidak menghimpun untukmu 2 kematian. Kematian yang pertama yang telah ditakdirkan Allah untukmu. Setelah itu, engkau tidak akan ditimpa kematian untuk selama-lamanya.” Kemudian Abu Bakar menutup kembali wajah Rasulullah
(berlanjut di kolom komentar)
Hingga ketika ditinggal sang kekasih ia lebih memilih untuk bunuh diri
“Tak ada artinya lagi aku hidup di dunia ini jika ia tak ada disisi.”, katanya
Seakan jika ditinggal sang kekasih hidup berakhir saat itu juga
Tapi tahukah kita? Bahwa ada kisah serupa, tapi tak sama. Yang satu ini lebih mulia
Siapa lagi, ini adalah kisah Umar bin Khathab, sang amirul mukminin yang telah dijamin surga oleh-Nya. Yap, seorang Umar pun pernah merasa sedih ketika ditinggal kekasihnya
Wafatnya Rasulullah, mengguncangkan hatinya dengan dahsyat tak terkecuali sahabat lainnya. Seketika itu Umar bin Khathab berdiri di hadapan kaum muslimin seraya berkata, “orang-orang munafik mengira bahwa Rasulullah telah meninggal dunia. Ketahuilah, Rasulullah tidak meninggal. Tapi beliau sedang menghadap Tuhannya, sebagaimana dulu Musa bin Imran. Beliau pernah meninggalkan kaumnya selama 40 hari, kemudian beliau kembali pada kaumnya setelah mereka mengira bahwa beliau telah meninggal. Demi Allah, Rasulullah akan kembali sebagaimana dahulu Musa kembali kepada kaumnya. Aku bersumpah, akan kupotong tangan dan kaki mereka yang mengira bahwa Rasulullah telah meninggal.”
Tak lama kemudian Abu Bakar datang dan mendapati Umar di pintu masjid yang sedang berbicara di hadapan kaum muslimin. Abu Bakar langsung masuk ke rumah putrinya, Aisyah. Saat itu jenazah Rasulullah telah dibaringkan di sudut rumah dan ditutupi sehelai kain. Abu Bakar membuka kain yang menutupi wajah Rasulullah kemudian mencium sambil meneteskan air mata seraya mengatakan, “engkau kutebus dengan ayah dan ibuku. Demi Allah, Allah tidak menghimpun untukmu 2 kematian. Kematian yang pertama yang telah ditakdirkan Allah untukmu. Setelah itu, engkau tidak akan ditimpa kematian untuk selama-lamanya.” Kemudian Abu Bakar menutup kembali wajah Rasulullah
(berlanjut di kolom komentar)
Sedikit kisah cinta (jadi-jadian) masa kini
Dulu, waktu pacaran doi sering banget ngasih coklat, ngasih bunga, ngasih boneka, dan barang-barang lainnya. Gak lupa ngajak nonton, jalan-jalan, dan makan di luar
Eh giliran udah putus, barang-barang yang dulu dikasih waktu jadian minta dibalikin, termasuk uang bensin, uang makan dan uang nonton dulu. Banyak juga yang berujung saling benci
Yah, begitulah kalau rasa cinta gak mau diatur sama Sang Pencipta. Jalan awalnya aja udah salah, wajar kan kalau akhirnya jadi bermasalah?
#CintaMasaKini
Dulu, waktu pacaran doi sering banget ngasih coklat, ngasih bunga, ngasih boneka, dan barang-barang lainnya. Gak lupa ngajak nonton, jalan-jalan, dan makan di luar
Eh giliran udah putus, barang-barang yang dulu dikasih waktu jadian minta dibalikin, termasuk uang bensin, uang makan dan uang nonton dulu. Banyak juga yang berujung saling benci
Yah, begitulah kalau rasa cinta gak mau diatur sama Sang Pencipta. Jalan awalnya aja udah salah, wajar kan kalau akhirnya jadi bermasalah?
#CintaMasaKini
Move on-nya udah selesai dari dulu. Sekarang udah move up ke Allah!
Gak lagi-lagi mau diajak basa-basi. 17:32 angka sakti, jurus jitu yang langsung mengena dititiknya!
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sesungguhnya suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.“
Gak perlu banyak basa-basi muter-muter nyari kalimat yang nantinya bakal buat move on hilang, progres hijrah berhenti seketika itu juga. Gak perlu!
#CintaMasaKini
Gak lagi-lagi mau diajak basa-basi. 17:32 angka sakti, jurus jitu yang langsung mengena dititiknya!
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sesungguhnya suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.“
Gak perlu banyak basa-basi muter-muter nyari kalimat yang nantinya bakal buat move on hilang, progres hijrah berhenti seketika itu juga. Gak perlu!
#CintaMasaKini
Kalo biasanya yang nge-vlog adalah Dila dan Evhie, sekarang Fani dan Salamah juga mau ikutan nge-vlog! (Gantian dong, jangan sepuh mulu😜)
Juga nih biasanya kalo Dila atau Evhie yang nge-vlog bahasannya agak berat, nah karna sekarang yang nge-vlog adalah Fani dan Salamah jadi bahasannya yang ringan-ringan aja ya guys, yang orang-orang seumuran mereka. Yap! Apalagi kalo bukan soal CINTA~
Apalagi nih ya yang baru-baru hijrah, mungkin baru putus sama si doi, mau berubah jadi lebih baik, tentu karena Allah
Ya pasti susah-susah gampang lah ya, ingatan tentang dia tu suka tetiba nyelinap masuk ke dalam pikiran. Rasanya mau nanyi “lumpuhkanlah ingatankuuuu”, eeee engga jangan-jangan hehehe. Yang udah sampe level ini butuh tips move on ni kayaknya
Yauds, langsung aja tonton vlog perdananya Fani dan Salamah di YouTube channel Hijab Alila: “Tips Move On Masa Kini”
Boleh juga sambil share tips kamu move on dan move up juga di kolom komentar! Jangan lupa tag&share ke temen kamu yang belum bisa move on
Happy watching!
#CintaMasaKini
•wardrobe: @kataloghijabalila
Juga nih biasanya kalo Dila atau Evhie yang nge-vlog bahasannya agak berat, nah karna sekarang yang nge-vlog adalah Fani dan Salamah jadi bahasannya yang ringan-ringan aja ya guys, yang orang-orang seumuran mereka. Yap! Apalagi kalo bukan soal CINTA~
Apalagi nih ya yang baru-baru hijrah, mungkin baru putus sama si doi, mau berubah jadi lebih baik, tentu karena Allah
Ya pasti susah-susah gampang lah ya, ingatan tentang dia tu suka tetiba nyelinap masuk ke dalam pikiran. Rasanya mau nanyi “lumpuhkanlah ingatankuuuu”, eeee engga jangan-jangan hehehe. Yang udah sampe level ini butuh tips move on ni kayaknya
Yauds, langsung aja tonton vlog perdananya Fani dan Salamah di YouTube channel Hijab Alila: “Tips Move On Masa Kini”
Boleh juga sambil share tips kamu move on dan move up juga di kolom komentar! Jangan lupa tag&share ke temen kamu yang belum bisa move on
Happy watching!
#CintaMasaKini
•wardrobe: @kataloghijabalila
Cara biar “gak balik arah”? Jangan sering-sering lihat spion masa lalu aka flashback! Kenangan manis kita bilang? Padahal... betapa Allah gak sukanya sama apa yang kita kerjakan dulu
Move on dan move up jangan karena pengen buat si dia nyesel mutusin/putus sama kamu tapi karena kita percaya... takdir baik kita menanti di depan
Inget, “Jika seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.”
Udah lupain aja dia serta kenangan-kenangan tentang dirinya dan hubungan yang Allah gak suka dulu. Fokus ke Allah, jadi lebih baik karena Allah. Karena dia gak se-peduli DIA!
#CintaMasaKini
Move on dan move up jangan karena pengen buat si dia nyesel mutusin/putus sama kamu tapi karena kita percaya... takdir baik kita menanti di depan
Inget, “Jika seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.”
Udah lupain aja dia serta kenangan-kenangan tentang dirinya dan hubungan yang Allah gak suka dulu. Fokus ke Allah, jadi lebih baik karena Allah. Karena dia gak se-peduli DIA!
#CintaMasaKini
Iya, memang pacaran tak selalu berujung melakukan sex diluar pernikahan. Tapi dengan seseorang menjalankannya (pacaran) itu meripakan suatu perbuatan yang akan mengantarkan padanya (zina)
Benarlah analogi ini: kalau ‘pacaran’ adalah sebuah rel maka zina adalah keretanya. Sesuatu kalau sudah disediakan jalannya maka dia akan berselancar dengan lancar, naudzubillah...
#CintaMasaKini
Benarlah analogi ini: kalau ‘pacaran’ adalah sebuah rel maka zina adalah keretanya. Sesuatu kalau sudah disediakan jalannya maka dia akan berselancar dengan lancar, naudzubillah...
#CintaMasaKini
Alhamdulillah pembahasan tema kita kali ini udah hampir selesai nih
Kalian udah nyimak kan? Kalau belum coba scroll-scroll timeline kita dulu yuk!
Nah buat kamu yang punya pertanyaan seputar tema #CintaMasaKini, langsung tulis pertanyaanmu di kolom komentar bawah ya!
Ditunggu~
Kalian udah nyimak kan? Kalau belum coba scroll-scroll timeline kita dulu yuk!
Nah buat kamu yang punya pertanyaan seputar tema #CintaMasaKini, langsung tulis pertanyaanmu di kolom komentar bawah ya!
Ditunggu~
Kalau mengingatkan orang yang bajunya khawatir terselip di jari-jari motor aja kita berani, lantas kenapa mengingatkan orang yang lagi berdua-duan; yang jelas sedang pacaran, kita gak berani?
Walaupun dua hal ini belum tentu menimbulkan kecelakaan, tapi dua hal ini sama-sama gerbang terjadinya kecelakaan, 'kan?
Katanya "sedia payung sebeum hujan", tapi jika melihat kenyataan yang demikian apa lantas akan kita abaikan? Coba buang rasa gak enakan demi mencegah "kecelakaan" di hari kemudian
#CintaMasaKini
Walaupun dua hal ini belum tentu menimbulkan kecelakaan, tapi dua hal ini sama-sama gerbang terjadinya kecelakaan, 'kan?
Katanya "sedia payung sebeum hujan", tapi jika melihat kenyataan yang demikian apa lantas akan kita abaikan? Coba buang rasa gak enakan demi mencegah "kecelakaan" di hari kemudian
#CintaMasaKini
Ngerinya pergaulan zaman now, tak adanya batasan antara laki-laki dan perempuan dan maraknya hubungan-hubungan di luar pernikahan😭
Sebelumnya kita mengibaratkan jika ‘pacaran’ adalah sebuah rel maka ‘zina’ adalah keretanya. Zina (dalam hal ini melakukan hubungan suami-istri di luar pernikahan) tak hanya mengganggu psikologis orang yang melakukannya; entah nantinya akan feeing guilty, atau gangguan kesehatan lainnya tapi juga akan merusak nasab keturunan anak yang dilahirkannya
1. Anak yang dilahirkan diluar hubungan pernikahan tidak akan dinasabkan kepada bapaknya, anak laki-laki mapupun perempuan. Walaupun secara biologis anak yang dilahirkan tetap anak kandung dari bapaknya, tapi tetap secara agama ia tidak boleh dinasabkan kepada bapaknya tapi dinasabkan kepada ibunya
2. Terputus pula hak waris dengan bapaknya, “Siapa yang mengklaim anak dari hasil di luar nikah yang sah, maka dia tidak mewarisi anak biologis dan tidak mendapatkan warisan darinya.” (HR. Abu Dawud)
3. Demikian juga hak kewalian, jika anak yang dilahirkan adalah seorang anak perempuan maka terputus hak wali dengan bapaknya. Yang menjadi wali nikahnya adalah sultan (penguasa) atau wakilnya seperti qadhi (penghulu)
Saat pengucapan akad maka yang disebutkan bukanlah “fulanah binti fulan” tapi “fulanah binti fulanah”
4. Dan tidak wajib bagi bapaknya memberi nafkah kepada anak yang dilahirkan diluar hubungan pernikahan (zina)
Meskipun begitu, hubungan sebagai mahram tidak terputus walaupun hubungan nasab, waris, kewalian, dan terputusnya kewajiban atas bapaknya memberi nafkah. Karena biar bagaimanapun juga anak itu adalah anaknya, yang tercipta dari air maninya walaupun dari hasil hubungan diluar pernikahan (zina). Maka sama haramnya bagi seorang bapak menikahi anak perempuannya dari hasil zina dengan anak perempuannya yang lahir dari pernikahan yang sah
Wallahu a'lam...
#CintaMasaKini
Sebelumnya kita mengibaratkan jika ‘pacaran’ adalah sebuah rel maka ‘zina’ adalah keretanya. Zina (dalam hal ini melakukan hubungan suami-istri di luar pernikahan) tak hanya mengganggu psikologis orang yang melakukannya; entah nantinya akan feeing guilty, atau gangguan kesehatan lainnya tapi juga akan merusak nasab keturunan anak yang dilahirkannya
1. Anak yang dilahirkan diluar hubungan pernikahan tidak akan dinasabkan kepada bapaknya, anak laki-laki mapupun perempuan. Walaupun secara biologis anak yang dilahirkan tetap anak kandung dari bapaknya, tapi tetap secara agama ia tidak boleh dinasabkan kepada bapaknya tapi dinasabkan kepada ibunya
2. Terputus pula hak waris dengan bapaknya, “Siapa yang mengklaim anak dari hasil di luar nikah yang sah, maka dia tidak mewarisi anak biologis dan tidak mendapatkan warisan darinya.” (HR. Abu Dawud)
3. Demikian juga hak kewalian, jika anak yang dilahirkan adalah seorang anak perempuan maka terputus hak wali dengan bapaknya. Yang menjadi wali nikahnya adalah sultan (penguasa) atau wakilnya seperti qadhi (penghulu)
Saat pengucapan akad maka yang disebutkan bukanlah “fulanah binti fulan” tapi “fulanah binti fulanah”
4. Dan tidak wajib bagi bapaknya memberi nafkah kepada anak yang dilahirkan diluar hubungan pernikahan (zina)
Meskipun begitu, hubungan sebagai mahram tidak terputus walaupun hubungan nasab, waris, kewalian, dan terputusnya kewajiban atas bapaknya memberi nafkah. Karena biar bagaimanapun juga anak itu adalah anaknya, yang tercipta dari air maninya walaupun dari hasil hubungan diluar pernikahan (zina). Maka sama haramnya bagi seorang bapak menikahi anak perempuannya dari hasil zina dengan anak perempuannya yang lahir dari pernikahan yang sah
Wallahu a'lam...
#CintaMasaKini
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear...
Gimana kalau dalam diri kita muncul rasa pingin nikah, udah memantaskan dan menjaga diri, usaha untuk ngirim CV taaruf ke perantara juga
Tapi diri sendiri gak lagi merasa tertarik sama siapapun, dan gak ngerasa ada yang tertarik sama diri sendiri juga
Hmmm “pingin nikah, tapi ga tertarik sama siapa-siapa”
Alhamdulillah berarti alasan kamu pengen nikah bukan karena apa-apa atau karena siapa-siapa. Pun bagi yang udah punya rasa, diluruskan lagi niatnya yaa... niatkan menikah untuk beribadah kepada Allah. Agar bisa menimba pahala lebih banyak lagi setelah menikah. (Aamiin-in yg kenceng dong mblo)
Karena mungkin juga sampai sekarang kita belum bertemu dengan dia yang kita harapkan jadi jodoh kita sebab masih ada niatan lain yang masih belok-belok
Lalu, ngerasa gak ada yang tertarik sama kamu. Mungkin sebenarnya ada atau bahkan banyak yang tertarik dengan kamu (iya kamu... hihi) tapi mungkin setelah tau bagaimana pribadi, prestasi dan segala aktivitas yang kamu punya, ikhwan tersebut jadi minder, merasa dia gak se-level dengan kamu dan akhirnya mundur
Perlu kita tau, bahwa wanita harus selektif itu benar. Tapi jangan lupa kalau ada ikhwan yang datang dan agamanya bagus maka wanita itu gak boleh selektif lagi. Mungkin ini juga yang menjadi faktor; diri yang terlalu selektif. Tapi balik lagi bahwa ini gak salah kok, gak sama sekali
Lalu bagaimana? Kalau saran Alila sih
1. Coba azamkan diri pada Allah untuk menurunkan standar kita, selama ikhwan yang datang melamar baik agamanya maka terimalah ia
2. Atau jika kita tetap pada pendirian dan standar kita, sekali lagi hal ini gak ada salahnya, hanya mungkin kita perlu lebih sabar menunggunya. Yang terpenting jangan berhenti untuk berdoa dan berusaha, dan yang terpenting selalu ingat bahwa Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan
Peluk dari jauh untuk wanita-wanita shalihah yang selalu menjaga dan memantaskan diri🤗❤
#CintaMasaKini #QnACintaMasaKini
Gimana kalau dalam diri kita muncul rasa pingin nikah, udah memantaskan dan menjaga diri, usaha untuk ngirim CV taaruf ke perantara juga
Tapi diri sendiri gak lagi merasa tertarik sama siapapun, dan gak ngerasa ada yang tertarik sama diri sendiri juga
Hmmm “pingin nikah, tapi ga tertarik sama siapa-siapa”
Alhamdulillah berarti alasan kamu pengen nikah bukan karena apa-apa atau karena siapa-siapa. Pun bagi yang udah punya rasa, diluruskan lagi niatnya yaa... niatkan menikah untuk beribadah kepada Allah. Agar bisa menimba pahala lebih banyak lagi setelah menikah. (Aamiin-in yg kenceng dong mblo)
Karena mungkin juga sampai sekarang kita belum bertemu dengan dia yang kita harapkan jadi jodoh kita sebab masih ada niatan lain yang masih belok-belok
Lalu, ngerasa gak ada yang tertarik sama kamu. Mungkin sebenarnya ada atau bahkan banyak yang tertarik dengan kamu (iya kamu... hihi) tapi mungkin setelah tau bagaimana pribadi, prestasi dan segala aktivitas yang kamu punya, ikhwan tersebut jadi minder, merasa dia gak se-level dengan kamu dan akhirnya mundur
Perlu kita tau, bahwa wanita harus selektif itu benar. Tapi jangan lupa kalau ada ikhwan yang datang dan agamanya bagus maka wanita itu gak boleh selektif lagi. Mungkin ini juga yang menjadi faktor; diri yang terlalu selektif. Tapi balik lagi bahwa ini gak salah kok, gak sama sekali
Lalu bagaimana? Kalau saran Alila sih
1. Coba azamkan diri pada Allah untuk menurunkan standar kita, selama ikhwan yang datang melamar baik agamanya maka terimalah ia
2. Atau jika kita tetap pada pendirian dan standar kita, sekali lagi hal ini gak ada salahnya, hanya mungkin kita perlu lebih sabar menunggunya. Yang terpenting jangan berhenti untuk berdoa dan berusaha, dan yang terpenting selalu ingat bahwa Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan
Peluk dari jauh untuk wanita-wanita shalihah yang selalu menjaga dan memantaskan diri🤗❤
#CintaMasaKini #QnACintaMasaKini
Menegur mereka yang pacaran itu gapapa loh, reaksi mereka juga gak yang bakal langsung ngusir kita—sekalipun mereka orang asing
Bicara aja pelan-pelan, tanpa kata dan perlakuan yang kasar
Kamu dan mereka sama-sama punya hati maka bicaralah dengan hati, dengan hati-hati
Dalam hal apapun, tunjukkanlah akhlak baik kita bukan supaya kita dipandang manusia tapi supaya mereka mengenal dan semakin cinta dengan Islam yang sempurna
#CintaMasaKini
Bicara aja pelan-pelan, tanpa kata dan perlakuan yang kasar
Kamu dan mereka sama-sama punya hati maka bicaralah dengan hati, dengan hati-hati
Dalam hal apapun, tunjukkanlah akhlak baik kita bukan supaya kita dipandang manusia tapi supaya mereka mengenal dan semakin cinta dengan Islam yang sempurna
#CintaMasaKini
Takut yah ngingetin orang yang lagi pacaran atau yang masih pacaran kalau pacaran itu gak boleh? Sama. Evhie dan Dila juga gitu
Padahal, apa yang mau kita sampein itu kan sebuah kebenaran ya, tapi kita malah takut buat nyampeinnya:( ya Allah...
Alasannya pasti sama sih, gak enakan, takut teman yang kita ingetin itu sakit hati dan malah ngejauhin kita. Tapi kali ini Evhie dan Dila tetep mau ngelakuin itu! Ngingetin orang yang pacaran tentang gak bolehnya pacaran
Penasaran gak gimana sikap dan respon mereka ke kita saat kita ingetin saat itu juga? Langsung cek video fullnya di YouTube channel Hijab Alila: Challenge Dakwahin Orang Pacaran, atau langsung swipe up dari story kita!
Tenang aja, kita ngelakuin ini bukan untuk mempermalukan mereka, justru karna kita sayang sama mereka. Mereka kan saudara kita juga, apa iya kita akan diam aja ngeliat saudara kita berenang-renang di kubangan hal yang Allah gak suka? Ngga kan ya?
“Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)
Jadi, jangan takut ngingetin temenmu yang masih pacaran. Ingetin pelan-pelan, ngomong dari hati ke hati, jangan lupa bilang kalo kamu sayang sama dia for the sake of Allah
Ingatkan dengan hati-hati, jangan lupa pakai hati🤍
#CintaMasaKini
• wardrobe: @kataloghijabalila
Padahal, apa yang mau kita sampein itu kan sebuah kebenaran ya, tapi kita malah takut buat nyampeinnya:( ya Allah...
Alasannya pasti sama sih, gak enakan, takut teman yang kita ingetin itu sakit hati dan malah ngejauhin kita. Tapi kali ini Evhie dan Dila tetep mau ngelakuin itu! Ngingetin orang yang pacaran tentang gak bolehnya pacaran
Penasaran gak gimana sikap dan respon mereka ke kita saat kita ingetin saat itu juga? Langsung cek video fullnya di YouTube channel Hijab Alila: Challenge Dakwahin Orang Pacaran, atau langsung swipe up dari story kita!
Tenang aja, kita ngelakuin ini bukan untuk mempermalukan mereka, justru karna kita sayang sama mereka. Mereka kan saudara kita juga, apa iya kita akan diam aja ngeliat saudara kita berenang-renang di kubangan hal yang Allah gak suka? Ngga kan ya?
“Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)
Jadi, jangan takut ngingetin temenmu yang masih pacaran. Ingetin pelan-pelan, ngomong dari hati ke hati, jangan lupa bilang kalo kamu sayang sama dia for the sake of Allah
Ingatkan dengan hati-hati, jangan lupa pakai hati🤍
#CintaMasaKini
• wardrobe: @kataloghijabalila
Kenapa ya, kita biasa aja ketika ngeliat orang pacaran. Tapi gak nyantai ketika ngeliat orang dakwahin orang pacaran?
Ngerasa gak sih kalau kita salah meletakkan perasaan gak enakan?
Kita gak enak kalau negur orang pacaran, tapi ngeliat orang yang dakwahin orang yang pacaran juga gimanaaaa gitu
Jadi, sebenernya boleh gak sih dakwahin orang yang lagi pacaran di depan umum gitu, apalagi dijadiin konten?😅
Alhamdulillah, Allah selalu ngasih temen-temen online Hijab Alila yang baiiiiik banget, masyaaAllah... gak sedikit yang bilang “kenapa gak didakwahin secara diam-diam aja?”
Maunya sih gitu...
Inget sabda Nabi yang ini gak? Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, “Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”
Nah, menurut temen-temen kalau pacaran di tempat umum itu termasuk maksiat yang sembunyi-sembunyi atau maksiat yang terang-terangan?
Lalu, kalau maksiat yang terang-terangan apa kita juga harus mendakwahkannya secara sembunyi-sembunyi?😊
We love you all because Allah🤍
#CintaMasaKini
Ngerasa gak sih kalau kita salah meletakkan perasaan gak enakan?
Kita gak enak kalau negur orang pacaran, tapi ngeliat orang yang dakwahin orang yang pacaran juga gimanaaaa gitu
Jadi, sebenernya boleh gak sih dakwahin orang yang lagi pacaran di depan umum gitu, apalagi dijadiin konten?😅
Alhamdulillah, Allah selalu ngasih temen-temen online Hijab Alila yang baiiiiik banget, masyaaAllah... gak sedikit yang bilang “kenapa gak didakwahin secara diam-diam aja?”
Maunya sih gitu...
Inget sabda Nabi yang ini gak? Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, “Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”
Nah, menurut temen-temen kalau pacaran di tempat umum itu termasuk maksiat yang sembunyi-sembunyi atau maksiat yang terang-terangan?
Lalu, kalau maksiat yang terang-terangan apa kita juga harus mendakwahkannya secara sembunyi-sembunyi?😊
We love you all because Allah🤍
#CintaMasaKini