Alhamdulillah, waktunya ganti tema lagi~
Februari, identik banget sama bulan cinta. Sebab apa? Ya sebab ada hari valentine. Hari kasih sayang, katanya
Walaupun udah banyak yang tau fakta tentangnya, tapi gak sedikit juga yang masih ngerayainnya
Yah begitulah manusia...
Stay tune di tema kali ini ya! Nanti kita cerita tentang #CintaMasaKini
• wardrobe: @kataloghijabalila
Februari, identik banget sama bulan cinta. Sebab apa? Ya sebab ada hari valentine. Hari kasih sayang, katanya
Walaupun udah banyak yang tau fakta tentangnya, tapi gak sedikit juga yang masih ngerayainnya
Yah begitulah manusia...
Stay tune di tema kali ini ya! Nanti kita cerita tentang #CintaMasaKini
• wardrobe: @kataloghijabalila
Bulan ini akan banyak sekali manusia yang “mengutarakan rasa cinta” mereka
Boneka, coklat hingga kata-kata mereka berikan kepada orang-orang yang mereka cinta
Bukan ingin ikut-ikutan, Kau tau bahwa aku mencitai-Mu bukan?
Aku yang bukan apa-apa ini selalu menyebutkannya, dan ku tau Kau tau
Bukan hanya pada momen tertentu
Bukan setahun sekali
Bukan sebulan sekali
Bukan juga se-jam sekali
Tapi tiap kali, ditiap aktivitas yang aku jalani
Takkan ku jalani hidupku tanpa-Mu
Takkn ku akhiri hidupku tanpa-Mu
Kau hidup dan matiku, ya Allah...
#CintaMasaKini
Boneka, coklat hingga kata-kata mereka berikan kepada orang-orang yang mereka cinta
Bukan ingin ikut-ikutan, Kau tau bahwa aku mencitai-Mu bukan?
Aku yang bukan apa-apa ini selalu menyebutkannya, dan ku tau Kau tau
Bukan hanya pada momen tertentu
Bukan setahun sekali
Bukan sebulan sekali
Bukan juga se-jam sekali
Tapi tiap kali, ditiap aktivitas yang aku jalani
Takkan ku jalani hidupku tanpa-Mu
Takkn ku akhiri hidupku tanpa-Mu
Kau hidup dan matiku, ya Allah...
#CintaMasaKini
Gimana? Udah tau kan sejarah pahit valentine? Udah terbukti, kalau dari sejarahnya pun valentine memang sudah ditujukan untuk merendahkan kehormatan dan kemuliaan wanita. Lalu nanti masih mau ikut-ikutan? Coba beri 1 aja alasan, kenapa masih mau ikutan?
Dear, kita sebagai ummat Islam, gak semestinya niru budaya-budaya diluar syariat Islam. Karena sudah dipastikan budaya tersebut akan lebih banyak merugikan dan gak sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia
Coba, perayaan valentine itu identik dengan mengungkapkan rasa “cinta”, saling bertukar hadiah, coklat bahkan sampai ada yang melakukan sex bebas. Dari sini aja kita tau bahwa ini udah gak sesuai sama jalan yang Allah atur untuk menyalurkan rasa cinta dan melestarikan keturunan
Yang tersisa setelahnya? Hanyalah korban nafsu syaithan, penyesalan, dan hancurnya masa depan
MAU???
#CintaMasaKini
Dear, kita sebagai ummat Islam, gak semestinya niru budaya-budaya diluar syariat Islam. Karena sudah dipastikan budaya tersebut akan lebih banyak merugikan dan gak sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia
Coba, perayaan valentine itu identik dengan mengungkapkan rasa “cinta”, saling bertukar hadiah, coklat bahkan sampai ada yang melakukan sex bebas. Dari sini aja kita tau bahwa ini udah gak sesuai sama jalan yang Allah atur untuk menyalurkan rasa cinta dan melestarikan keturunan
Yang tersisa setelahnya? Hanyalah korban nafsu syaithan, penyesalan, dan hancurnya masa depan
MAU???
#CintaMasaKini
Gak yang muda, gak yang tua, samaaa aja
Emang susah kalo jalannya kemaksiatan udah tersistem kayak gini, perayaan valentine jadi hal yang wajib di kantor-kantor. Padahal karyawan dan karyawatinya mayoritas muslim, hhhhhh
Ini lagi si bossman, geer banget! Orang mau ngembaliin coklat malah dikira ngegodain😒 Pura-pura lupa gitu, padahal secara gak langsung dia juga yang bagi-bagiin coklat ke pekerja-pekerjanya
Kalau ditempat kerjamu ada yang bagi-bagi coklat atau hadiah dalam bentuk apapun di “hari valentine” jangan ragu untuk menolaknya! Bilang aja sejujurnya, kamu gak mau ikut-ikut dalam perayaan itu. Daripada gak diakui sama Rasulullah sebagai ummatnya, yakan?😭
#CintaMasaKini
• wardrobe: @kataloghijabalila
Emang susah kalo jalannya kemaksiatan udah tersistem kayak gini, perayaan valentine jadi hal yang wajib di kantor-kantor. Padahal karyawan dan karyawatinya mayoritas muslim, hhhhhh
Ini lagi si bossman, geer banget! Orang mau ngembaliin coklat malah dikira ngegodain😒 Pura-pura lupa gitu, padahal secara gak langsung dia juga yang bagi-bagiin coklat ke pekerja-pekerjanya
Kalau ditempat kerjamu ada yang bagi-bagi coklat atau hadiah dalam bentuk apapun di “hari valentine” jangan ragu untuk menolaknya! Bilang aja sejujurnya, kamu gak mau ikut-ikut dalam perayaan itu. Daripada gak diakui sama Rasulullah sebagai ummatnya, yakan?😭
#CintaMasaKini
• wardrobe: @kataloghijabalila
“hi”, si perasaan cinta menyapa. Belum lagi kalau si doi lewat depan mata, makin aja tu hati meronta-ronta
Apalagi kalau udah ngebucin level kronis, saat benih-benih cinta udah tumbuh rasa-rasanya si dia jadi segalanya, terlihat paling bersinar diantara semuanya
Tapi... ketahuilah sobat, muslim/ah yang cerdas itu gak akan coba-coba ngebiarin perasaan yang gak seharusnya itu datang seenaknya melintasi hati dan mengganggu pikirannya. Gak akan!
Dia akan sekuat tenaga lahir dan batin memilih untuk mengendalikan dan mengabaikannya. Bukan sebaliknya, dia yang dikendalikan perasaannya *eh salah hawa nafsunya!
#CintaMasaKini
Apalagi kalau udah ngebucin level kronis, saat benih-benih cinta udah tumbuh rasa-rasanya si dia jadi segalanya, terlihat paling bersinar diantara semuanya
Tapi... ketahuilah sobat, muslim/ah yang cerdas itu gak akan coba-coba ngebiarin perasaan yang gak seharusnya itu datang seenaknya melintasi hati dan mengganggu pikirannya. Gak akan!
Dia akan sekuat tenaga lahir dan batin memilih untuk mengendalikan dan mengabaikannya. Bukan sebaliknya, dia yang dikendalikan perasaannya *eh salah hawa nafsunya!
#CintaMasaKini
Apa yang mereka jawab ketika kami tanya sebungkus kado yang kami sodorkan akan mereka berikan ke siapa?
Nyatanya, sebagian dari mereka dengan cepat menjawab akan memberikannya ke pasangan aka pacar, teman, juga orang tua. Apa karna ini masih moment-moment “valentine”? Jadi kebanyakan dari mereka jawab cepat akan memberikan kado itu untuk pacarnya? Seakan-akan pacar lebih penting daripada orang tua
Padahal, orang tua kita banyak mengorbankan apa yang dipunya untuk kita, mungkin kita tak menyadarinya. Apalagi ibu kita, saat mengandung kita saja tak bisa dibayangkan bagaimana lelahnya. Saat melahirkan kita, bagaimana ia bertaruh nyawa supaya kita bisa terlahir di dunia, tak apa, apapun resikonya, yang penting kita terlahir dengan selamat ke dunia, harap-harap kita bisa menjadi “tabungan” baginya
Masihkah dengan cepat terlintas tentang apapun yang akan kita berikan adalah untuk seorang pacar yang belum tentu menjadi jodoh kita???
#CintaMasaKini
Coba temukan apa hubungan antara Bintang, Windy (di video kado untuk Ibu sebelumnya) dan Alya? Comment di bawah ya!
• wardrobe: @kataloghijabalila
Nyatanya, sebagian dari mereka dengan cepat menjawab akan memberikannya ke pasangan aka pacar, teman, juga orang tua. Apa karna ini masih moment-moment “valentine”? Jadi kebanyakan dari mereka jawab cepat akan memberikan kado itu untuk pacarnya? Seakan-akan pacar lebih penting daripada orang tua
Padahal, orang tua kita banyak mengorbankan apa yang dipunya untuk kita, mungkin kita tak menyadarinya. Apalagi ibu kita, saat mengandung kita saja tak bisa dibayangkan bagaimana lelahnya. Saat melahirkan kita, bagaimana ia bertaruh nyawa supaya kita bisa terlahir di dunia, tak apa, apapun resikonya, yang penting kita terlahir dengan selamat ke dunia, harap-harap kita bisa menjadi “tabungan” baginya
Masihkah dengan cepat terlintas tentang apapun yang akan kita berikan adalah untuk seorang pacar yang belum tentu menjadi jodoh kita???
#CintaMasaKini
Coba temukan apa hubungan antara Bintang, Windy (di video kado untuk Ibu sebelumnya) dan Alya? Comment di bawah ya!
• wardrobe: @kataloghijabalila
Iya apa iya kalo ngomongin soal “cinta” yang paling pertama muncul dipikiran adalah si doi? Cinta katanya, tapi pacaran cara menyalurkannya
Padahal cinta gak melulu tentang si dia. Seharusnya yang paling pertama muncul dipikiran kita adalah Allah dan Rasul-Nya. Terlalu berat? Ya minimal orang tua yang ada di rumah atau yang lagi kerja di luar kota lah
Karna mau bagaimanapun kita—anaknya—, kalau kita punya masalah apa yang akan bantu segalanya adalah si dia? Mungkin iya, tapi kenyataan pahitnya mungkin juga ENGGA, toh dia juga punya urusan dengan hidupnya sendiri ‘kan?
Kenapa ada yang bisa bilang demikian? Karna memang nyatanya ada, saat senang yaudah sama-sama, saat susah? BELUM TENTU ADA. Udahlah ngejalanin hubungannya ga Allah ridhoi, menyengsarakan diri sendiri pula
Apakah pemuda saat ini benar-benar darurat bucin?
#CintaMasaKini
Padahal cinta gak melulu tentang si dia. Seharusnya yang paling pertama muncul dipikiran kita adalah Allah dan Rasul-Nya. Terlalu berat? Ya minimal orang tua yang ada di rumah atau yang lagi kerja di luar kota lah
Karna mau bagaimanapun kita—anaknya—, kalau kita punya masalah apa yang akan bantu segalanya adalah si dia? Mungkin iya, tapi kenyataan pahitnya mungkin juga ENGGA, toh dia juga punya urusan dengan hidupnya sendiri ‘kan?
Kenapa ada yang bisa bilang demikian? Karna memang nyatanya ada, saat senang yaudah sama-sama, saat susah? BELUM TENTU ADA. Udahlah ngejalanin hubungannya ga Allah ridhoi, menyengsarakan diri sendiri pula
Apakah pemuda saat ini benar-benar darurat bucin?
#CintaMasaKini
Assalamu’alaykum #Lovalila!
Hijab Alila akan hadir lagi di IBF looohhhh
Tanggal 26 Feb—01 Maret 2020 di Jakarta Convention Center yeeeay✨🎉
Pastinya ada yang spesial juga! Apa itu???
Stay tune untuk info selanjutnya yaaa!😆🥰
#HijabAlila #IBF2020 #IslamicBookFair #ComingSoon #JCC
Hijab Alila akan hadir lagi di IBF looohhhh
Tanggal 26 Feb—01 Maret 2020 di Jakarta Convention Center yeeeay✨🎉
Pastinya ada yang spesial juga! Apa itu???
Stay tune untuk info selanjutnya yaaa!😆🥰
#HijabAlila #IBF2020 #IslamicBookFair #ComingSoon #JCC
Iya sih tanggal 14 kemarin ga ikut valentine-an, tapi jangan salah kaprah jadi bilang “valentine untukmu 365 hari, sayang” udah gitu yang bilang masih pacaran
Kalau gini kasusnya, gak cuma kegiatan valentine-annya aja yang salah. Tapi juga kegiatan pacarannya! Kayak tangguuuung gitu, udah gak ikut valentine-an tapi masih pacaran
Mau siapapun kamu, yang pacaran (semoga cepet putus dan tersadarkan) ataupun yang udah terikat pernikahan. Jangan salah kaprah ya kawans. Pengaplikasian cinta tentu bukan dengan merayakan valentine, oya tentu juga bukan dengan pacaran🙅🏻♀️
#CintaMasaKini
Kalau gini kasusnya, gak cuma kegiatan valentine-annya aja yang salah. Tapi juga kegiatan pacarannya! Kayak tangguuuung gitu, udah gak ikut valentine-an tapi masih pacaran
Mau siapapun kamu, yang pacaran (semoga cepet putus dan tersadarkan) ataupun yang udah terikat pernikahan. Jangan salah kaprah ya kawans. Pengaplikasian cinta tentu bukan dengan merayakan valentine, oya tentu juga bukan dengan pacaran🙅🏻♀️
#CintaMasaKini
#CintaMasaKini, yang katanya cinta tapi melebihkan orang lain ketimbang dirinya sendiri
Hingga ketika ditinggal sang kekasih ia lebih memilih untuk bunuh diri
“Tak ada artinya lagi aku hidup di dunia ini jika ia tak ada disisi.”, katanya
Seakan jika ditinggal sang kekasih hidup berakhir saat itu juga
Tapi tahukah kita? Bahwa ada kisah serupa, tapi tak sama. Yang satu ini lebih mulia
Siapa lagi, ini adalah kisah Umar bin Khathab, sang amirul mukminin yang telah dijamin surga oleh-Nya. Yap, seorang Umar pun pernah merasa sedih ketika ditinggal kekasihnya
Wafatnya Rasulullah, mengguncangkan hatinya dengan dahsyat tak terkecuali sahabat lainnya. Seketika itu Umar bin Khathab berdiri di hadapan kaum muslimin seraya berkata, “orang-orang munafik mengira bahwa Rasulullah telah meninggal dunia. Ketahuilah, Rasulullah tidak meninggal. Tapi beliau sedang menghadap Tuhannya, sebagaimana dulu Musa bin Imran. Beliau pernah meninggalkan kaumnya selama 40 hari, kemudian beliau kembali pada kaumnya setelah mereka mengira bahwa beliau telah meninggal. Demi Allah, Rasulullah akan kembali sebagaimana dahulu Musa kembali kepada kaumnya. Aku bersumpah, akan kupotong tangan dan kaki mereka yang mengira bahwa Rasulullah telah meninggal.”
Tak lama kemudian Abu Bakar datang dan mendapati Umar di pintu masjid yang sedang berbicara di hadapan kaum muslimin. Abu Bakar langsung masuk ke rumah putrinya, Aisyah. Saat itu jenazah Rasulullah telah dibaringkan di sudut rumah dan ditutupi sehelai kain. Abu Bakar membuka kain yang menutupi wajah Rasulullah kemudian mencium sambil meneteskan air mata seraya mengatakan, “engkau kutebus dengan ayah dan ibuku. Demi Allah, Allah tidak menghimpun untukmu 2 kematian. Kematian yang pertama yang telah ditakdirkan Allah untukmu. Setelah itu, engkau tidak akan ditimpa kematian untuk selama-lamanya.” Kemudian Abu Bakar menutup kembali wajah Rasulullah
(berlanjut di kolom komentar)
Hingga ketika ditinggal sang kekasih ia lebih memilih untuk bunuh diri
“Tak ada artinya lagi aku hidup di dunia ini jika ia tak ada disisi.”, katanya
Seakan jika ditinggal sang kekasih hidup berakhir saat itu juga
Tapi tahukah kita? Bahwa ada kisah serupa, tapi tak sama. Yang satu ini lebih mulia
Siapa lagi, ini adalah kisah Umar bin Khathab, sang amirul mukminin yang telah dijamin surga oleh-Nya. Yap, seorang Umar pun pernah merasa sedih ketika ditinggal kekasihnya
Wafatnya Rasulullah, mengguncangkan hatinya dengan dahsyat tak terkecuali sahabat lainnya. Seketika itu Umar bin Khathab berdiri di hadapan kaum muslimin seraya berkata, “orang-orang munafik mengira bahwa Rasulullah telah meninggal dunia. Ketahuilah, Rasulullah tidak meninggal. Tapi beliau sedang menghadap Tuhannya, sebagaimana dulu Musa bin Imran. Beliau pernah meninggalkan kaumnya selama 40 hari, kemudian beliau kembali pada kaumnya setelah mereka mengira bahwa beliau telah meninggal. Demi Allah, Rasulullah akan kembali sebagaimana dahulu Musa kembali kepada kaumnya. Aku bersumpah, akan kupotong tangan dan kaki mereka yang mengira bahwa Rasulullah telah meninggal.”
Tak lama kemudian Abu Bakar datang dan mendapati Umar di pintu masjid yang sedang berbicara di hadapan kaum muslimin. Abu Bakar langsung masuk ke rumah putrinya, Aisyah. Saat itu jenazah Rasulullah telah dibaringkan di sudut rumah dan ditutupi sehelai kain. Abu Bakar membuka kain yang menutupi wajah Rasulullah kemudian mencium sambil meneteskan air mata seraya mengatakan, “engkau kutebus dengan ayah dan ibuku. Demi Allah, Allah tidak menghimpun untukmu 2 kematian. Kematian yang pertama yang telah ditakdirkan Allah untukmu. Setelah itu, engkau tidak akan ditimpa kematian untuk selama-lamanya.” Kemudian Abu Bakar menutup kembali wajah Rasulullah
(berlanjut di kolom komentar)
(lanjutan)
Sedang di luar Umar terus berbicara di hadapan kaum muslimin, Abu Bakar yang menyaksikannya angkat bicara di hadapan kaum muslimin, “wahai sekaian manusia, siapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah meninggal dunia. Dan, siapa yang menyembah Allah, maka Allah itu Mahahidup. Dia tidak mati.”
Kemudian Abu Bakar membaca firman Allah, “Dan Muhammad hanyalah seorang rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.” (QS. Ali-Imran: 144)
Saat Abu Bakar membacakannya seolah-olah kaum muslimin belum pernah mengetahui ayat itu telah turun, padahal mereka telah menghapalnya. Hingga Abu Bakar membacanya kembali dihapan mereka dan mereka menerimanya
Saat itu juga Umar berkata, “Demi Allah, setelah kudengar Abu Bakar membaca ayat itu, aku tersadar dari keterguncangan hatiku” hingga setelahnya Umar tersungkur di atas tanah dan tak kuasa melangkahkan kedua kakinya. Setelah itu ia tersadar bahwa kekasih yang paling dicintainya telah meninggal dunia
Sama-sama cinta. Tapi yang satu melenakan dari iman, yang satu menguatkan keimanan
Maka, jangan sekali-kali jatuh cinta tanpa melibatkan Sang Pemilik cinta
Sedang di luar Umar terus berbicara di hadapan kaum muslimin, Abu Bakar yang menyaksikannya angkat bicara di hadapan kaum muslimin, “wahai sekaian manusia, siapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah meninggal dunia. Dan, siapa yang menyembah Allah, maka Allah itu Mahahidup. Dia tidak mati.”
Kemudian Abu Bakar membaca firman Allah, “Dan Muhammad hanyalah seorang rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.” (QS. Ali-Imran: 144)
Saat Abu Bakar membacakannya seolah-olah kaum muslimin belum pernah mengetahui ayat itu telah turun, padahal mereka telah menghapalnya. Hingga Abu Bakar membacanya kembali dihapan mereka dan mereka menerimanya
Saat itu juga Umar berkata, “Demi Allah, setelah kudengar Abu Bakar membaca ayat itu, aku tersadar dari keterguncangan hatiku” hingga setelahnya Umar tersungkur di atas tanah dan tak kuasa melangkahkan kedua kakinya. Setelah itu ia tersadar bahwa kekasih yang paling dicintainya telah meninggal dunia
Sama-sama cinta. Tapi yang satu melenakan dari iman, yang satu menguatkan keimanan
Maka, jangan sekali-kali jatuh cinta tanpa melibatkan Sang Pemilik cinta