Gimana caranya traveling tetap membawa Qur'an, karena kadang kita masuk ke tempat-tempat yang gak seharusnya ada al-Qur'an disitu, toilet misalnya? Apa boleh tas kita yang ada Qur'an di dalamnya itu dibawa masuk ke toilet?
Ada beberapa pendapat, ada yang membolehkan dan ada juga yang tidak membolehkan
- pendapat pertama, dibolehkan. Misalnya ada seseorang yang membawa al-Qur'an dalam saku atau tasnya lalu masuk ke kamar mandi itu sama halnya dengan orang yang masuk ke kamar mandi dan dalam hatinya terdapat seluruh isi al-Qur'an (hafizh/penghapal Qur'an) dan jika seseorang itu melakukan tindakan ini, dia tidak berdosa. Asalkan dia tidak membukanya di dalam toilet
- pendapat kedua, lebih baik dititipkan tas atau al-Qur'annya di loker toilet atau ke penjaga atau ke teman kita yang lain. Jika bepergian jarak dekat sendiri (misalnya ke mall) khawatir orang yang kita titipkan amanah tidak bisa dipercaya, maka tidak mengapa jika kita menitipkan Qur'annya saja. Yang penting Qur'annya tidak kita bawa masuk ke toilet. Dan Alila pikir pendapat yang ini lebih baik, sebenarnya sebagai bentuk kehati-hatian aja sih...
Ada juga Qur'annya di dalam handphone, ini diperbolehkan. Karna dia tidak berbentuk mushaf dan yang penting aplikasinya tidak terbuka
Jelas ya kedua pendapat diatas pada dasarnya sama-sama memuliakan al-Qur'an, yang penting kita tidak membuka dan membacanya di dalam toilet
Wallahu a'lam...
#SyariTraveler #QnASyariTraveler
Ada beberapa pendapat, ada yang membolehkan dan ada juga yang tidak membolehkan
- pendapat pertama, dibolehkan. Misalnya ada seseorang yang membawa al-Qur'an dalam saku atau tasnya lalu masuk ke kamar mandi itu sama halnya dengan orang yang masuk ke kamar mandi dan dalam hatinya terdapat seluruh isi al-Qur'an (hafizh/penghapal Qur'an) dan jika seseorang itu melakukan tindakan ini, dia tidak berdosa. Asalkan dia tidak membukanya di dalam toilet
- pendapat kedua, lebih baik dititipkan tas atau al-Qur'annya di loker toilet atau ke penjaga atau ke teman kita yang lain. Jika bepergian jarak dekat sendiri (misalnya ke mall) khawatir orang yang kita titipkan amanah tidak bisa dipercaya, maka tidak mengapa jika kita menitipkan Qur'annya saja. Yang penting Qur'annya tidak kita bawa masuk ke toilet. Dan Alila pikir pendapat yang ini lebih baik, sebenarnya sebagai bentuk kehati-hatian aja sih...
Ada juga Qur'annya di dalam handphone, ini diperbolehkan. Karna dia tidak berbentuk mushaf dan yang penting aplikasinya tidak terbuka
Jelas ya kedua pendapat diatas pada dasarnya sama-sama memuliakan al-Qur'an, yang penting kita tidak membuka dan membacanya di dalam toilet
Wallahu a'lam...
#SyariTraveler #QnASyariTraveler
👍1
Kalau saat traveling saja kita mementingkan keselamatan, maka seharusnya kita juga mementingkan keselamatan untuk kembali pulang bukan?
Tak hanya pulang kembali ke rumah, tapi juga pulang kembali kepada-Nya
Hakikat traveling yang sesungguhnya adalah bukan sekedar untuk memiliki kenangan foto yang bisa diupload di semua sosial media
Tapi juga menjadikan alasan kuat untuk kita semakin beriman kepada-Nya
Traveling bukan sekedar untuk mencari rasa senang, karna sebenarnya kita hanyalah seorang penyebrang jalan
Dan dunia ini hanyalah jembatan, maka jadikanlah jembatan ini yang akan membawa kita pada keselamatan
Maka goal terbesar dari sebuah perjalanan adalah ketika kita semakin rindu untuk “PULANG”
Sebab semakin luas pandangan kita akan keindahan ciptaan-Nya. Jika ciptaan-Nya saja sudah luar biasa indah, lantas bagaimana Penciptanya?
#SyariTraveler
• dapatkan buku Syar’i Traveler di link yang tertera di bio @alilabook
Atau di @alilagoods/@bukusip
Tak hanya pulang kembali ke rumah, tapi juga pulang kembali kepada-Nya
Hakikat traveling yang sesungguhnya adalah bukan sekedar untuk memiliki kenangan foto yang bisa diupload di semua sosial media
Tapi juga menjadikan alasan kuat untuk kita semakin beriman kepada-Nya
Traveling bukan sekedar untuk mencari rasa senang, karna sebenarnya kita hanyalah seorang penyebrang jalan
Dan dunia ini hanyalah jembatan, maka jadikanlah jembatan ini yang akan membawa kita pada keselamatan
Maka goal terbesar dari sebuah perjalanan adalah ketika kita semakin rindu untuk “PULANG”
Sebab semakin luas pandangan kita akan keindahan ciptaan-Nya. Jika ciptaan-Nya saja sudah luar biasa indah, lantas bagaimana Penciptanya?
#SyariTraveler
• dapatkan buku Syar’i Traveler di link yang tertera di bio @alilabook
Atau di @alilagoods/@bukusip
👍1
Alhamdulillah, ganti tema lagi!
Belakangan ini topik hijab lagi ngehitz banget nih, jadi sebagai muslimah kita juga perlu banget ngomongin ini, selalu kayaknya ya?
InsyaAllah, kali ini kita akan bahas soal per-hijab-an di #HijabmuKehormatanmu
Yup, memang hijab itu kehormatannya tiap muslimah
Stay tune di tema kali ini yaaaa! Yang belum baca postingan tema sebelumnya yuk baca-baca dulu~
Belakangan ini topik hijab lagi ngehitz banget nih, jadi sebagai muslimah kita juga perlu banget ngomongin ini, selalu kayaknya ya?
InsyaAllah, kali ini kita akan bahas soal per-hijab-an di #HijabmuKehormatanmu
Yup, memang hijab itu kehormatannya tiap muslimah
Stay tune di tema kali ini yaaaa! Yang belum baca postingan tema sebelumnya yuk baca-baca dulu~
Di antara tuntunan syariat-Nya ada perintah dimana muslimah harus menutup auratnya, perintah ini tak lain dan tak bukan kecuali untuk memuliakan mereka
Dan bukankah memang sudah semestinya sebagai seorang muslim kita akan bersikap dan bertindak selaras dengan Islam? Jika Islam mengatakan wajibnya berhijab, maka sebagai seorang muslimah kita akan bersikap dan bertindak selaras dengan perintah-Nya
Bersikap menyetujui bahwa berhijab itu hukumnya wajib, dan bertindak dengan melaksanakannya: menutup aurat dengan segala ketentuan yang telah ditentukan dalam Islam sebagaimana yang telah Rasulullah contohkan
Kita sering mengatakan bahwa Rasulullah itu uswatun hasanah tapi hari ini ada juga yang memutuskan perkara jauh dari apa yang Rasulullah contohkan
Jika Allah telah menetapkan bahwa menutup aurat itu hukumnya wajib, Rasulullah telah mencontohkan maka alasan apa lagi yang bisa kita pakai untuk mengelakkan?
So, sudah semakin mantap untuk menutup aurat sesuai syariat-Nya?😉
#HijabmuKehormatanmu
Dan bukankah memang sudah semestinya sebagai seorang muslim kita akan bersikap dan bertindak selaras dengan Islam? Jika Islam mengatakan wajibnya berhijab, maka sebagai seorang muslimah kita akan bersikap dan bertindak selaras dengan perintah-Nya
Bersikap menyetujui bahwa berhijab itu hukumnya wajib, dan bertindak dengan melaksanakannya: menutup aurat dengan segala ketentuan yang telah ditentukan dalam Islam sebagaimana yang telah Rasulullah contohkan
Kita sering mengatakan bahwa Rasulullah itu uswatun hasanah tapi hari ini ada juga yang memutuskan perkara jauh dari apa yang Rasulullah contohkan
Jika Allah telah menetapkan bahwa menutup aurat itu hukumnya wajib, Rasulullah telah mencontohkan maka alasan apa lagi yang bisa kita pakai untuk mengelakkan?
So, sudah semakin mantap untuk menutup aurat sesuai syariat-Nya?😉
#HijabmuKehormatanmu
Di satu saat ada orang yang sudah mengetahui wajibnya berhijab tapi disaat yang sama orang itu belum juga mau melaksanakannya
Ada kalanya yang ia cari adalah pembenaran bukan kebenaran, kalau demikian halnya maka diri akan semakin sulit menemukan yang benar
Allah berfirman, “Sungguh, demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara apa saja yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya.“ (QS. An-Nisa’: 65)
Dalam ayat tersebut Allah menegaskan bahwa seseorang belum dikatakan beriman sampai ia menjadikan Rasulullah sebagai hakim dalam perkara apa saja, tak terkecuali tuntunannya kepada kita untuk menutup aurat; berhijab syar'i
Mirisnya, kadang ada yang berpikir seolah-olah apa yang Rasulullah contohkan tak lagi relate di zaman sekarang
Point pentingnya adalah kita tak cukup sekedar bertahkim (menjadikannya sebagai hakim) kepada Rasulullah saja tapi hati juga harus ridho; puas atas keputusannya, tunduk serta patuh dan meng-implementasikannya dalam bentuk perbuatan. Yuk mantapkan hati untuk berhijab! Semoga yang sudah, Allah istiqomahkan🤍
#HijabmuKehormatanmu
Ada kalanya yang ia cari adalah pembenaran bukan kebenaran, kalau demikian halnya maka diri akan semakin sulit menemukan yang benar
Allah berfirman, “Sungguh, demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara apa saja yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya.“ (QS. An-Nisa’: 65)
Dalam ayat tersebut Allah menegaskan bahwa seseorang belum dikatakan beriman sampai ia menjadikan Rasulullah sebagai hakim dalam perkara apa saja, tak terkecuali tuntunannya kepada kita untuk menutup aurat; berhijab syar'i
Mirisnya, kadang ada yang berpikir seolah-olah apa yang Rasulullah contohkan tak lagi relate di zaman sekarang
Point pentingnya adalah kita tak cukup sekedar bertahkim (menjadikannya sebagai hakim) kepada Rasulullah saja tapi hati juga harus ridho; puas atas keputusannya, tunduk serta patuh dan meng-implementasikannya dalam bentuk perbuatan. Yuk mantapkan hati untuk berhijab! Semoga yang sudah, Allah istiqomahkan🤍
#HijabmuKehormatanmu
Social Experiment—Berhijab Wajib???
Apa kata orang-orang yang kita temuin tentang “wajibnya hijab”?
Ternyata! Alhamdulillaaaah banyak yang udah sadar tentang wajibnya berhijab, tapi e tapiiii akhir-akhir ini ada statement menggemparkan
Yaaa, iyasih... di dunia ini memang banyak persepsi bahkan terhadap syariat. Tapi kan kalo perkara syariat harus ada kepastian ya? (iya gak cuma kamu yang butuh kepastian)
Gak boleh lah abu-abu dalam beragama, “oiya ini hukumnya wajib, tapi kalo dia gamau ngelaksanainnya ya itu terserah dia” gitu. Gak boleh dong... malah seharusnya kita yang udah tau hukum suatu permasalahan mendakwahkannya, meluruskannya
Lalu gimana kita menyikapi statement-statement abu-abu yang bermunculan? Temukan jawabannya di podcast Hijab Alila!
#HijabmuKehormatanmu
Apa kata orang-orang yang kita temuin tentang “wajibnya hijab”?
Ternyata! Alhamdulillaaaah banyak yang udah sadar tentang wajibnya berhijab, tapi e tapiiii akhir-akhir ini ada statement menggemparkan
Yaaa, iyasih... di dunia ini memang banyak persepsi bahkan terhadap syariat. Tapi kan kalo perkara syariat harus ada kepastian ya? (iya gak cuma kamu yang butuh kepastian)
Gak boleh lah abu-abu dalam beragama, “oiya ini hukumnya wajib, tapi kalo dia gamau ngelaksanainnya ya itu terserah dia” gitu. Gak boleh dong... malah seharusnya kita yang udah tau hukum suatu permasalahan mendakwahkannya, meluruskannya
Lalu gimana kita menyikapi statement-statement abu-abu yang bermunculan? Temukan jawabannya di podcast Hijab Alila!
#HijabmuKehormatanmu
Berpakaian, pasti kita selalu punya alasan tertentu ketika kita memilih pakaian seperti apa yang akan kita kenakan. Ragam alasan: supaya kelihatan cantik? Rapi? Atau supaya kelihatan modis? Boleh kok boleh...
Tapi andai waktu memilih pakaian yang akan kita gunakan niatnya adalah sebagai bentuk ketaatan, karna rasanya rugi kalau kita memilih pakaian hanya untuk "dipandang"
Bukankah kita semua tau bahwa kita hidup di dunia tak lain hanya untuk beribadah kepada-Nya? Kenapa tak kita niatkan saja hal simple ini untuk menjalankan satu-satunya tugas kita di dunia? Mengumpulkan pahala dan ridho dari-Nya
Coba bayangkan, sepanjang hari kita berpakaian, jika sejak awal kita memilih dan mengenakannya karena Allah dalam rangka mematuhi perintah-Nya, maka insyaAllah selama kita mengenakan pakaian tersebut, selama itu pula dinilai sebagai pahala di sisi Allah
Islam itu selalu memuliakan
Islam ingin menjaga kita dengan sebaik-baiknya penjagaan
Maka, pakailah pakaian yang Allah perintahkan, telah jelas perintah-Nya adalah jilbab dan khimar yang seharusnya kita gunakan. Gunakanlah sebagai bentuk ketaatan kita pada-Nya
Dengan demikian kita akan melihat, menyadari, merasakan bagaimana Islam memuliakan kita, wanita✨
#HijabmuKehormatanmu
Tapi andai waktu memilih pakaian yang akan kita gunakan niatnya adalah sebagai bentuk ketaatan, karna rasanya rugi kalau kita memilih pakaian hanya untuk "dipandang"
Bukankah kita semua tau bahwa kita hidup di dunia tak lain hanya untuk beribadah kepada-Nya? Kenapa tak kita niatkan saja hal simple ini untuk menjalankan satu-satunya tugas kita di dunia? Mengumpulkan pahala dan ridho dari-Nya
Coba bayangkan, sepanjang hari kita berpakaian, jika sejak awal kita memilih dan mengenakannya karena Allah dalam rangka mematuhi perintah-Nya, maka insyaAllah selama kita mengenakan pakaian tersebut, selama itu pula dinilai sebagai pahala di sisi Allah
Islam itu selalu memuliakan
Islam ingin menjaga kita dengan sebaik-baiknya penjagaan
Maka, pakailah pakaian yang Allah perintahkan, telah jelas perintah-Nya adalah jilbab dan khimar yang seharusnya kita gunakan. Gunakanlah sebagai bentuk ketaatan kita pada-Nya
Dengan demikian kita akan melihat, menyadari, merasakan bagaimana Islam memuliakan kita, wanita✨
#HijabmuKehormatanmu
Dear shalihat, seorang wanita itu begitu besar fitnahnya. Karena Allah menganugerahkan begitu banyak keindahan yang melekat pada diri kita
Oleh karena itu, syaitan akan terus memerhatikan kita ketika keluar dari rumah. Berbagai macam cara syaitan keluarkan agar banyaknya godaan tertuju pada kita. Khususnya godaan yang berasal dari kaum lelaki. Karena sudah menjadi fitrahnya lelaki pula, ingin menikmati keindahan wanita
Oleh karena itu, Islam datang dengan solusi mutakhirnya. Yaitu, mewajibkan muslimah untuk mengenakan pakaian syar'inya dan tidak berdandan berlebihan yang akan mengundang perhatian
Lalu, masihkah kita membiarkan diri ini secara mudah dinikmati oleh orang diluar sana? Masih relakah setiap perjalanan hidup kita digiring oleh petunjuk syaitan?
Yuk hijrahkan diri, dengan mulai berhijab syar'i
#HijabmuKehormatanmu
Oleh karena itu, syaitan akan terus memerhatikan kita ketika keluar dari rumah. Berbagai macam cara syaitan keluarkan agar banyaknya godaan tertuju pada kita. Khususnya godaan yang berasal dari kaum lelaki. Karena sudah menjadi fitrahnya lelaki pula, ingin menikmati keindahan wanita
Oleh karena itu, Islam datang dengan solusi mutakhirnya. Yaitu, mewajibkan muslimah untuk mengenakan pakaian syar'inya dan tidak berdandan berlebihan yang akan mengundang perhatian
Lalu, masihkah kita membiarkan diri ini secara mudah dinikmati oleh orang diluar sana? Masih relakah setiap perjalanan hidup kita digiring oleh petunjuk syaitan?
Yuk hijrahkan diri, dengan mulai berhijab syar'i
#HijabmuKehormatanmu
Udah simak tema kali ini?
Kalau belum yuk coba scroll-scroll timeline Hijab Alila dulu~
Sekarang waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis pertanyaan kamu di kolom komentar bawah yaaa👇🏻
#HijabmuKehormatanmu
Kalau belum yuk coba scroll-scroll timeline Hijab Alila dulu~
Sekarang waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis pertanyaan kamu di kolom komentar bawah yaaa👇🏻
#HijabmuKehormatanmu
Dimana aja sih wanita harus berhijab syar'i?
Islam adalah agama yang sangat menjaga dan memuliakan wanita. Karenanya, dalam islam kehidupan wanita terbagi dua menurut tempatnya, yaitu: kehidupan umum (hayatul 'am) dan kehidupan khusus (hayatul khas)
Yang pertama, kehidupan khusus (hayatul khas) adalah tempat wanita beraktivitas yang biasanya bersama para mahramnya, atau bersama-sama wanita muslimah lainnya, seperti rumah dan kost
Ketika wanita melakukan aktivitas yang biasa dilakukan di dalam rumah, tentu wanita muslimah tidak perlu menutup aurat dengan pakaian lengkapnya sebagaimana keluar rumah. Karena Allah membolehkan mahram wanita itu untuk melihat bagian tubuh wanita sampai batas perhiasan atau bagian tubuh yang merupakan anggota wudhu
Yang kedua, kehidupan umum (hayatul 'am). Selain beraktivitas di kehidupan khusus, tentu wanita juga tidak bisa menghindarkan dirinya untuk beraktivitas di kehidupan umum atau di tempat-tempat umum yang mengharuskan kita bertemu dan berinteraksi dengan lelaki asing non mahram. Nah, pada kehidupan ini wanita di perintahkan untuk mengenakan jilbab secara lengkap
Dear semoga apa yang Alila sampaikan menjadi pengingat untuk kita para muslimah agar tetap istiqomah dalam berhijab syari. Mengenal tempat dimana saja dan di depan siapa saja kita harus berhijab syar'i. Karena dengan berhijab syar'i adalah bukti ketaatan kita kepada Allah, dan bukti Allah memuliakan kita melalui syariat-Nya☺️
#HijabmuKehormatanmu
Islam adalah agama yang sangat menjaga dan memuliakan wanita. Karenanya, dalam islam kehidupan wanita terbagi dua menurut tempatnya, yaitu: kehidupan umum (hayatul 'am) dan kehidupan khusus (hayatul khas)
Yang pertama, kehidupan khusus (hayatul khas) adalah tempat wanita beraktivitas yang biasanya bersama para mahramnya, atau bersama-sama wanita muslimah lainnya, seperti rumah dan kost
Ketika wanita melakukan aktivitas yang biasa dilakukan di dalam rumah, tentu wanita muslimah tidak perlu menutup aurat dengan pakaian lengkapnya sebagaimana keluar rumah. Karena Allah membolehkan mahram wanita itu untuk melihat bagian tubuh wanita sampai batas perhiasan atau bagian tubuh yang merupakan anggota wudhu
Yang kedua, kehidupan umum (hayatul 'am). Selain beraktivitas di kehidupan khusus, tentu wanita juga tidak bisa menghindarkan dirinya untuk beraktivitas di kehidupan umum atau di tempat-tempat umum yang mengharuskan kita bertemu dan berinteraksi dengan lelaki asing non mahram. Nah, pada kehidupan ini wanita di perintahkan untuk mengenakan jilbab secara lengkap
Dear semoga apa yang Alila sampaikan menjadi pengingat untuk kita para muslimah agar tetap istiqomah dalam berhijab syari. Mengenal tempat dimana saja dan di depan siapa saja kita harus berhijab syar'i. Karena dengan berhijab syar'i adalah bukti ketaatan kita kepada Allah, dan bukti Allah memuliakan kita melalui syariat-Nya☺️
#HijabmuKehormatanmu
👍1