NGOPI skuy! Ngobrol Perkara Islam maksudnya~
Pembahasan NGOPI kali ini masih seputar wakaf ni temen-temen...
Mungkin masih ada temen-temen yang bingung, mulai dari hal yang paling kecil ajadeh yaitu alasan “kenapa sih kita harus berwakaf?”, sebenernya sih pertanyaan ini akan mudah—banget—terjawab KALAU diri kita udah “melek” ni sama isu-isu yang ada di negeri kita dan negeri-negeri tetangga atau dimanapun kaum muslimin tinggal
Pasti semuanya punya masalah kan? Nah mungkin dari meleknya kita akan banyaknya permasalahan-permasalahan itu bisa ngebuat kita melek juga untuk semakin mantap berwakaf
Adalah yang udah nonton videonya? Atau kamu belum? Ayo ditonton! InsyaaAllah banyak banget ilmu didalamnya, jangan lupa share ke keluarga, temen dan siapapun yang kamu kenal ya. Semoga Allah mudahkan kita untuk selalu beramal baik. Aamiin
Tonton videonya di YouTube channel Hijab Alila yaaa atau langsung swipe up aja linknya dari story kita!
#WakafForLifeStyle
Pembahasan NGOPI kali ini masih seputar wakaf ni temen-temen...
Mungkin masih ada temen-temen yang bingung, mulai dari hal yang paling kecil ajadeh yaitu alasan “kenapa sih kita harus berwakaf?”, sebenernya sih pertanyaan ini akan mudah—banget—terjawab KALAU diri kita udah “melek” ni sama isu-isu yang ada di negeri kita dan negeri-negeri tetangga atau dimanapun kaum muslimin tinggal
Pasti semuanya punya masalah kan? Nah mungkin dari meleknya kita akan banyaknya permasalahan-permasalahan itu bisa ngebuat kita melek juga untuk semakin mantap berwakaf
Adalah yang udah nonton videonya? Atau kamu belum? Ayo ditonton! InsyaaAllah banyak banget ilmu didalamnya, jangan lupa share ke keluarga, temen dan siapapun yang kamu kenal ya. Semoga Allah mudahkan kita untuk selalu beramal baik. Aamiin
Tonton videonya di YouTube channel Hijab Alila yaaa atau langsung swipe up aja linknya dari story kita!
#WakafForLifeStyle
Tau gak sih siapa saja orang-orang utama dan yang pertama melakukan wakaf?
Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “tidak ada seorangpun sahabat Rasulullah yang memiliki kemampuan, kecuali mereka wakaf.” Yap, yang pertama kali melakukan wakaf adalah kaum muslimin
2 sahabat nabi yang pertama kali melaksanakan syariat wakaf yaitu Umar bin Khatab dan Abu Thalhah, keduanya mewakafkan kebun kesayangan dan terbaik yang mereka miliki
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Bahwa sahabat Umar radhiyallahu ‘anhu, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian beliau menghadap Rasulullah untuk meminta petunjuk, Umar berkata, ‘wahai Rasulullah, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan.’
Ibnu Umar berkata, “Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah Ibnu sabil, dan tamu, dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau member makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta.”
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai”. Ayat inilah yang membuat Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kesayangannya, kebun Bairaha
Rasulullah telah menasehatinya agar ia menjadikan perkebunannya itu untuk keluarga dan keturunannya. Maka Abu Thalhah mengikuti perintah Rasulullah tersebut, dan di antara keluarga keluarga yang mendapat wakaf dari Abu Thalhah adalah Hassan bin Tsabit
Berangkat dari kedua sahabat tadi jadi semakin banyak sahabat yang bersedia mewakafkan harta yang dimilikinya untuk kemaslahatan umat yaitu seperti
Abu Bakar yang mewakafkan sebidang tanahnya di Makkah yang diperuntukkan kepada anak keturunannya yang datang ke Makkah
Utsman mewakafkan hartanya di Khaibar
(lanjut di komentar)
#WakafForLifeStyle
Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “tidak ada seorangpun sahabat Rasulullah yang memiliki kemampuan, kecuali mereka wakaf.” Yap, yang pertama kali melakukan wakaf adalah kaum muslimin
2 sahabat nabi yang pertama kali melaksanakan syariat wakaf yaitu Umar bin Khatab dan Abu Thalhah, keduanya mewakafkan kebun kesayangan dan terbaik yang mereka miliki
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Bahwa sahabat Umar radhiyallahu ‘anhu, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian beliau menghadap Rasulullah untuk meminta petunjuk, Umar berkata, ‘wahai Rasulullah, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan.’
Ibnu Umar berkata, “Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah Ibnu sabil, dan tamu, dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau member makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta.”
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai”. Ayat inilah yang membuat Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kesayangannya, kebun Bairaha
Rasulullah telah menasehatinya agar ia menjadikan perkebunannya itu untuk keluarga dan keturunannya. Maka Abu Thalhah mengikuti perintah Rasulullah tersebut, dan di antara keluarga keluarga yang mendapat wakaf dari Abu Thalhah adalah Hassan bin Tsabit
Berangkat dari kedua sahabat tadi jadi semakin banyak sahabat yang bersedia mewakafkan harta yang dimilikinya untuk kemaslahatan umat yaitu seperti
Abu Bakar yang mewakafkan sebidang tanahnya di Makkah yang diperuntukkan kepada anak keturunannya yang datang ke Makkah
Utsman mewakafkan hartanya di Khaibar
(lanjut di komentar)
#WakafForLifeStyle
(LANJUTAN)
Ali bin Abi Thalib mewakafkan tanahnya yang subur
Mu’adz bin Jabal mewakafkan rumahnya, yang populer dengan sebutan “Dar Al-Anshar”
Anas bin Malik, Abdullah bin Umar, Zubair bin Awwam dan Aisyah istri Rasulullahﷺ
Rasulullah pun mewakafkan perkebunan Mukhairik, yang telah menjadi milik beliau setelah terbunuhnya Mukhairik ketika perang Uhud. Beliau menyisihkan sebagian keuntungan dari perkebunan itu untuk memberi nafkah keluarganya selama satu tahun, lalu sisanya untuk membeli kuda perang, senjata dan untuk kepentingan kaum muslimin
Kalau sejak dulu wakaf sudah se-produktif ini, apakabar hari ini?
#WakafForLifeStyle
Ali bin Abi Thalib mewakafkan tanahnya yang subur
Mu’adz bin Jabal mewakafkan rumahnya, yang populer dengan sebutan “Dar Al-Anshar”
Anas bin Malik, Abdullah bin Umar, Zubair bin Awwam dan Aisyah istri Rasulullahﷺ
Rasulullah pun mewakafkan perkebunan Mukhairik, yang telah menjadi milik beliau setelah terbunuhnya Mukhairik ketika perang Uhud. Beliau menyisihkan sebagian keuntungan dari perkebunan itu untuk memberi nafkah keluarganya selama satu tahun, lalu sisanya untuk membeli kuda perang, senjata dan untuk kepentingan kaum muslimin
Kalau sejak dulu wakaf sudah se-produktif ini, apakabar hari ini?
#WakafForLifeStyle
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear...
Boleh! Boleeeeh banget! Seperti yang udah dibahas di postingan-postingan sebelumnya bahwa wakaf boleh dilakukan oleh SIAPA SAJA, tanpa terkecuali anak yang masih sekolah
Bahkan anak TK pun bisa berwakaf, ada 1 pengalaman yang dialami oleh tim @wakafquran saat mengedukasi anak-anak sekolah tentang wakaf, ada salah satu anak yang datang dan menyerahkan uang jajan yang ditabungnya. Anak itu bilang, “mba, ini uang hasil tabunganku, aku mau wakafin aja atas nama ibuku” maasyaa Allah:’)
Daaaan kabar baiknya @wakafquran ini punya program yang mereka namain #KadoUntukIbu, campaign ini bisa jadi salah satu cara kita buat ngasih hadiah untuk orang tua terutama ibu kita nih. Bukan sekedar hadiah sekali pakai dan langsung habis bukan juga hadiah yang akan terkikis waktu tapi hadiah yang insyaaAllah selalu mengalirkan pahala yang tiada habisnya
Jadi jangan ragu untuk berwakaf meskipun kita masih sekolah, karna setiap hal baik yang kita niatkan akan selalu ada jalannya, insyaa Allah...
#WakafForlifeStyle #HariIbuTiapHari
Boleh! Boleeeeh banget! Seperti yang udah dibahas di postingan-postingan sebelumnya bahwa wakaf boleh dilakukan oleh SIAPA SAJA, tanpa terkecuali anak yang masih sekolah
Bahkan anak TK pun bisa berwakaf, ada 1 pengalaman yang dialami oleh tim @wakafquran saat mengedukasi anak-anak sekolah tentang wakaf, ada salah satu anak yang datang dan menyerahkan uang jajan yang ditabungnya. Anak itu bilang, “mba, ini uang hasil tabunganku, aku mau wakafin aja atas nama ibuku” maasyaa Allah:’)
Daaaan kabar baiknya @wakafquran ini punya program yang mereka namain #KadoUntukIbu, campaign ini bisa jadi salah satu cara kita buat ngasih hadiah untuk orang tua terutama ibu kita nih. Bukan sekedar hadiah sekali pakai dan langsung habis bukan juga hadiah yang akan terkikis waktu tapi hadiah yang insyaaAllah selalu mengalirkan pahala yang tiada habisnya
Jadi jangan ragu untuk berwakaf meskipun kita masih sekolah, karna setiap hal baik yang kita niatkan akan selalu ada jalannya, insyaa Allah...
#WakafForlifeStyle #HariIbuTiapHari
Hari ini adaaaa aja ya “oknum” nackal yang bikin kata ‘toleransi’ itu jadi abu-abu, jadi rancu!
Yah, emang udah dari dulu ada dan akan selalu ada sih sekumpulan manusia yang kayak gini🤭
Insyaa Allah tema kali ini kita akan bahas tentang toleransi dan yang berhubungan dengannya di hashtag #ToleransiSalahKaprah
Stay tune ya!
Yah, emang udah dari dulu ada dan akan selalu ada sih sekumpulan manusia yang kayak gini🤭
Insyaa Allah tema kali ini kita akan bahas tentang toleransi dan yang berhubungan dengannya di hashtag #ToleransiSalahKaprah
Stay tune ya!
Ngomongin toleransi di negeri kita emang gak ada abis2nya! Tapi yang diomongin dan dipermasalahin cuma seputar itu-itu aja, gak berpindah ke yang lain padahal yang dipermasalahin udah jelas hukumnya alias bukan suatu hal yang abu-abu lagi
Terus kita-kita nih jadi lupa sama saudara-saudara muslim kita di belahan dunia lainnya, Uyghur contohnya atau yang udah dari dulu kayaknya gak selesai-selesai: Palestina. Lah apakabar kita yang di Indonesia? Nyatanya kita masiiih aja ngeributin soal yang itu-itu aja, emang dasar susah move on apa gimana sih?🤭
NGOPI kali ini seru banget sih! Kalian harus, kudu, mesti, wajib nonton sampai selesai. Ngomongin toleransi, Nabi Isa, natal sampai genosida!
Langsung aja mampir ke YouTube channel Hijab Alila atau bisa langsung swipe up dari story kita. Oiya buat yang mau dengerin sambil motoran atau sambil beres-beres kamar juga bisa lewat podcast Hijab Alila
Share sebanyak-banyaknya ke siapapun yang kamu kenal yaaaa
•wardrobe Dila by @kataloghijabalila
#ToleransiSalahKaprah
Terus kita-kita nih jadi lupa sama saudara-saudara muslim kita di belahan dunia lainnya, Uyghur contohnya atau yang udah dari dulu kayaknya gak selesai-selesai: Palestina. Lah apakabar kita yang di Indonesia? Nyatanya kita masiiih aja ngeributin soal yang itu-itu aja, emang dasar susah move on apa gimana sih?🤭
NGOPI kali ini seru banget sih! Kalian harus, kudu, mesti, wajib nonton sampai selesai. Ngomongin toleransi, Nabi Isa, natal sampai genosida!
Langsung aja mampir ke YouTube channel Hijab Alila atau bisa langsung swipe up dari story kita. Oiya buat yang mau dengerin sambil motoran atau sambil beres-beres kamar juga bisa lewat podcast Hijab Alila
Share sebanyak-banyaknya ke siapapun yang kamu kenal yaaaa
•wardrobe Dila by @kataloghijabalila
#ToleransiSalahKaprah
Bukan karna kita gak ikut menyukseskan atau sekedar ngucapin selamat natal itu artinya kita gak toleransi
Dalam Islam batas toleransi beragama itu jelas, sangat jelas. Pun dengan perayaan natal ini, hukumnya telah jelas. Kita tidak boleh menyukseskan, merayakan atau sekedar memberi ucapan selamat kepada teman-teman Nasrani kita sebab hal ini termasuk tasyabbuh yaitu menyerupai ahli kitab dan orang kafir dalam hal yang menjadi kekhususan mereka
Toleransi dalam hal ini selesai di titik kita tidak menggangu teman-teman Nasrani menjalankan ibadah mereka dan tetap menjalankan amar ma’ruf nahi munkar
Gak ikut menyukseskan atau sekedar ngucapin selamat natalpun bukan berarti kita, ummat Islam gak mencintai nabi Isa ‘alayhis salam. Cara kami mencintai beliau adalah dengan mengimaninya sebab jika kami tidak, ini akan membatalkan keIslaman kami, jelas dalam rukun iman bahwa mengimani Rasul tanpa kecuali adalah sebuah keharusan
Jangan khawatir, tidak ada sedikitpun rasa benci dihati kami. Kami, ummat Islam telah meletakkan rasa cinta pada tempatnya, kami mencintai nabi Isa ‘alayhis salam seperti kami mencintai nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam dan nabi-nabi lainnya. Kami menempatkan nabi Isa ‘alayhis salam setara dengan utusan Allah yang lainnya yang pernah diutus untuk memurnikan ajaran-Nya
Jadi, udah ya nuduh saling intoleransinya? Islam udah tuntas membahasnya, sekarang tugas kita hanya menjalankan aturan-Nya:)
#ToleransiSalahKaprah
Dalam Islam batas toleransi beragama itu jelas, sangat jelas. Pun dengan perayaan natal ini, hukumnya telah jelas. Kita tidak boleh menyukseskan, merayakan atau sekedar memberi ucapan selamat kepada teman-teman Nasrani kita sebab hal ini termasuk tasyabbuh yaitu menyerupai ahli kitab dan orang kafir dalam hal yang menjadi kekhususan mereka
Toleransi dalam hal ini selesai di titik kita tidak menggangu teman-teman Nasrani menjalankan ibadah mereka dan tetap menjalankan amar ma’ruf nahi munkar
Gak ikut menyukseskan atau sekedar ngucapin selamat natalpun bukan berarti kita, ummat Islam gak mencintai nabi Isa ‘alayhis salam. Cara kami mencintai beliau adalah dengan mengimaninya sebab jika kami tidak, ini akan membatalkan keIslaman kami, jelas dalam rukun iman bahwa mengimani Rasul tanpa kecuali adalah sebuah keharusan
Jangan khawatir, tidak ada sedikitpun rasa benci dihati kami. Kami, ummat Islam telah meletakkan rasa cinta pada tempatnya, kami mencintai nabi Isa ‘alayhis salam seperti kami mencintai nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam dan nabi-nabi lainnya. Kami menempatkan nabi Isa ‘alayhis salam setara dengan utusan Allah yang lainnya yang pernah diutus untuk memurnikan ajaran-Nya
Jadi, udah ya nuduh saling intoleransinya? Islam udah tuntas membahasnya, sekarang tugas kita hanya menjalankan aturan-Nya:)
#ToleransiSalahKaprah
Kabar baik bagi ummat muslim adalah semua aktivitas dalam hidupnya bernilai ibadah. Dari bangun tidur sampai tidur lagi
Dan ummat muslim tidak akan melakukan aktivitas di luar ketentuan agamanya, termasuk daripadanya dalam merayakan hari raya, di dalam Islam hanya ada 3 hari raya yaitu hari raya jum’at, hari raya ‘idul fitri dan hari raya ‘idul adha
Maka sikap ummat muslim terhadap hari raya yang ada diluar ketiganya cukup dengan membiarkan saja
Membiarkannya adlah dengan:
-tidak membubarkan
-tidak merayakan dan
-tidak memberi ucapan
Inilah bentuk toleransi dalam islam
Jangan sampai kita salah kaprah dalam mengartikan toleransi
“Bagimu agamamu, bagiku agamaku.”—QS. Al-Kafirun: 6
#ToleransiSalahKaprah
Dan ummat muslim tidak akan melakukan aktivitas di luar ketentuan agamanya, termasuk daripadanya dalam merayakan hari raya, di dalam Islam hanya ada 3 hari raya yaitu hari raya jum’at, hari raya ‘idul fitri dan hari raya ‘idul adha
Maka sikap ummat muslim terhadap hari raya yang ada diluar ketiganya cukup dengan membiarkan saja
Membiarkannya adlah dengan:
-tidak membubarkan
-tidak merayakan dan
-tidak memberi ucapan
Inilah bentuk toleransi dalam islam
Jangan sampai kita salah kaprah dalam mengartikan toleransi
“Bagimu agamamu, bagiku agamaku.”—QS. Al-Kafirun: 6
#ToleransiSalahKaprah
Kita tau Rasulullah sering kali mendapat perlakuan gak pantas ketika mendakwahkan ajaran tauhid, mulai dari perlakuan yang amat sangat kasar sampai proses “negosiasi” pernah dilakukan orang-orang kafir dahulu
Pernah juga, orang-orang kafir Quraisy mengiming-imingi Rasulullah dengan harta, tahta dan wanita demi mereka bisa tetap menyembah berhala-berhala buatan mereka sendiri, mereka pernah suka rela ingin menyembah Tuhannya Muhammad—Allah—tapi mereka juga menyuruh nabi Muhammad untuk menyembah berhala buatan mereka, dan ini dilakukan bergantian secara terus menerus
Tapi apa kata Rasulullah? Beliauﷺ berkata, “aku menunggu firman Tuhanku.”
Kemudian turunlah surat Al-Kafirun ayat 1-6
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ
لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ
1. Katakanlah (Muhammad), Wahai orang-orang kafir!
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
3. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
6. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.
Itulah yang Allah firmankan kepada nabi Muhammad, dan itulah yang beliauﷺ ajarkan kepada kita
Jadi jangan pernah coba-coba memasuki ranah yang memang dilarang oleh agama kita:)
#ToleransiSalahKaprah
Pernah juga, orang-orang kafir Quraisy mengiming-imingi Rasulullah dengan harta, tahta dan wanita demi mereka bisa tetap menyembah berhala-berhala buatan mereka sendiri, mereka pernah suka rela ingin menyembah Tuhannya Muhammad—Allah—tapi mereka juga menyuruh nabi Muhammad untuk menyembah berhala buatan mereka, dan ini dilakukan bergantian secara terus menerus
Tapi apa kata Rasulullah? Beliauﷺ berkata, “aku menunggu firman Tuhanku.”
Kemudian turunlah surat Al-Kafirun ayat 1-6
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ
لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ
1. Katakanlah (Muhammad), Wahai orang-orang kafir!
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
3. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
6. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.
Itulah yang Allah firmankan kepada nabi Muhammad, dan itulah yang beliauﷺ ajarkan kepada kita
Jadi jangan pernah coba-coba memasuki ranah yang memang dilarang oleh agama kita:)
#ToleransiSalahKaprah
Seharusnya kita udah gak disibukkin lagi sama hal-hal receh kayak hal yang Salamah tunjukin
Seharusnya kita lebih mikirin saudara muslim sendiri tertindas, cari solusi atau minimal mendoakan bukan malah tubir di socmed soal yang itu-itu aja
Ayo dooong, move on!
Ilmu Islam itu luas, masih banyak permasalahan yang harus kita luruskan jadi jangan persempit sudit pandang kita. Ayo buktiin kalau kita ini ummat terbaik
Ayo bangun! Bangkit! Katanya berharap Islam bisa segera bangkit?
#ToleransiSalahKaprah
Seharusnya kita lebih mikirin saudara muslim sendiri tertindas, cari solusi atau minimal mendoakan bukan malah tubir di socmed soal yang itu-itu aja
Ayo dooong, move on!
Ilmu Islam itu luas, masih banyak permasalahan yang harus kita luruskan jadi jangan persempit sudit pandang kita. Ayo buktiin kalau kita ini ummat terbaik
Ayo bangun! Bangkit! Katanya berharap Islam bisa segera bangkit?
#ToleransiSalahKaprah