Udahan bahas toleransi antar agamanya, karna Alila yakin temen-temen disini bisa meletakkan "sesuatu" pada porsinya
Yang sekarang terjadi adalah pergeseran fokus kita terhadap saudara-saudara muslim kita sendiri, Palestina, Rohingya, Uyghur, Yaman, Suriah dan masih banyak lagi yang gak terekspos media. Pusing memang, masalah sendiri aja gak selesai-selesai eeeh tambah disuruh, dipaksa, mau gak mau mikirin masalah orang lain juga
Yah... namanya juga hidup yakan? Tapi ya memang harus begitu, kalau semua orang hanya mikirin hidupnya sendiri aja, kapan Islam mau bangkit lagi? Pernah memposisikan diri kita sebagai para pendakwah yang safari dakwah sampai ke pelosok daerah gak? Pasti capek banget
Mungkin waktu buat kumpul sama keluarganya juga sedikit banget, yang dipikirin: ummat, ummat dan ummat
Tapi Rasulullah-pun dulu juga gitu, tugas kita kan cuma copy-paste apa yang dilakuin sama Rasulullah. Yuk mulai sekarang geser fokus kita ke yang memang harus diperhatikan, itung-itung sambil ngeberatin timbangan amal kebaikan
#ToleransiSalahKaprah
Yang sekarang terjadi adalah pergeseran fokus kita terhadap saudara-saudara muslim kita sendiri, Palestina, Rohingya, Uyghur, Yaman, Suriah dan masih banyak lagi yang gak terekspos media. Pusing memang, masalah sendiri aja gak selesai-selesai eeeh tambah disuruh, dipaksa, mau gak mau mikirin masalah orang lain juga
Yah... namanya juga hidup yakan? Tapi ya memang harus begitu, kalau semua orang hanya mikirin hidupnya sendiri aja, kapan Islam mau bangkit lagi? Pernah memposisikan diri kita sebagai para pendakwah yang safari dakwah sampai ke pelosok daerah gak? Pasti capek banget
Mungkin waktu buat kumpul sama keluarganya juga sedikit banget, yang dipikirin: ummat, ummat dan ummat
Tapi Rasulullah-pun dulu juga gitu, tugas kita kan cuma copy-paste apa yang dilakuin sama Rasulullah. Yuk mulai sekarang geser fokus kita ke yang memang harus diperhatikan, itung-itung sambil ngeberatin timbangan amal kebaikan
#ToleransiSalahKaprah
Standarnya sebenarnya satu tapi penerapannya berbeda di orang yang satu dan yang lainnya, banyak terjadi hari ini.
Misalnya aja soal kebebasan yang banyak orang gaung-gaungkan hari ini. Banyak yang mendukung L98Tq bahkan beberapa negara ada yang melegalkannya tapi disisi lain seorang yang bisa dikatakan mampu dan mau melakukan salah satu yang termasuk dalam syariatnya dianggap sebuah dikriminasi terhadap perempuan, yap, poligami.
Pakai baju you-can-see udah dianggap wajar-wajar aja, tapi gilirah seorang muslimah berhijab syar'i dicurigai dari atas sampai bawah
Yang belum nikah, pacaran dianjurkan, "kok gak pernah bawa pacar ke rumah?", "kenalin pacarmu sama keluarga dong" atau yang lebih ekstrim, "cari pacar lah kamu, nanti gak nikah-nikah loh!". Giliran mau nikah tanpa pacaran alias ta'aruf syar'i malah dianggap hamil duluan < biasa orang-orang ceriwis sih ini...
Yah, standar ganda itu emang bener-bener ada dan bisa berlaku di tiap-tiap orang gak menggenggam erat suatu ideologi.
#ToleransiSalahKaprah
Misalnya aja soal kebebasan yang banyak orang gaung-gaungkan hari ini. Banyak yang mendukung L98Tq bahkan beberapa negara ada yang melegalkannya tapi disisi lain seorang yang bisa dikatakan mampu dan mau melakukan salah satu yang termasuk dalam syariatnya dianggap sebuah dikriminasi terhadap perempuan, yap, poligami.
Pakai baju you-can-see udah dianggap wajar-wajar aja, tapi gilirah seorang muslimah berhijab syar'i dicurigai dari atas sampai bawah
Yang belum nikah, pacaran dianjurkan, "kok gak pernah bawa pacar ke rumah?", "kenalin pacarmu sama keluarga dong" atau yang lebih ekstrim, "cari pacar lah kamu, nanti gak nikah-nikah loh!". Giliran mau nikah tanpa pacaran alias ta'aruf syar'i malah dianggap hamil duluan < biasa orang-orang ceriwis sih ini...
Yah, standar ganda itu emang bener-bener ada dan bisa berlaku di tiap-tiap orang gak menggenggam erat suatu ideologi.
#ToleransiSalahKaprah
Alhamdulillah, udah hampir sepekan kita bahas soal #ToleransiSalahKaprah nih...
Sekarang waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis komentar kamu dibawah yaaa
Yang belum baca postingan pekan ini, yuk scroll-scroll dulu~
Sekarang waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis komentar kamu dibawah yaaa
Yang belum baca postingan pekan ini, yuk scroll-scroll dulu~
Udah mau 2020 nih, udah izin atau malah udah ngasih pemahaman ke orang tua tentang nikah syar’i belum?😜
Awas jangan sampe ada kejadian kayak di twitpict atas yaaaa hihihi
Kalo sampe ada kejadian kayak di twitpict atas, itu artinya orang-orang disekitar kita masih terjangkit #ToleransiSalahKaprah
Yang dibawa-bawa nama toleransi, toleransi sama tetangga yang gak biasa datengin walimah syar’i tapi gak toleransi sama yang punya hajat🤭😆
Padahal yang kita suarakan juga bagian dari syi’ar, pokoknya jangan sampai perasaan gak enak kita ngalahin syariat-Nya
Harus kerja lebih keras buat memahamkan orang-orang kayak gini nih😂😂😂
Awas jangan sampe ada kejadian kayak di twitpict atas yaaaa hihihi
Kalo sampe ada kejadian kayak di twitpict atas, itu artinya orang-orang disekitar kita masih terjangkit #ToleransiSalahKaprah
Yang dibawa-bawa nama toleransi, toleransi sama tetangga yang gak biasa datengin walimah syar’i tapi gak toleransi sama yang punya hajat🤭😆
Padahal yang kita suarakan juga bagian dari syi’ar, pokoknya jangan sampai perasaan gak enak kita ngalahin syariat-Nya
Harus kerja lebih keras buat memahamkan orang-orang kayak gini nih😂😂😂
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear...
Saling mengunjungi dalam bertetangga itu sangat disunnahkan baik dengan sesama muslim maupun non-muslim, bahkan Allah juga gak melarangnya kok, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.” (QS. Al Mumtahanah: 8)
Selama mereka berbuat baik dengan kita, gak mengganggu ibadah kita dan begitupun sebaliknya maka boleh saling mengunjungi. Tapi karna undangan kali ini masih dalam perayaan natal maka kita harus tetap menghindari syubhat dengan gak mengunjunginya di momen-momen perayaan natal
Ini juga jadi tamparan keras bagi kita nih, kita yang masih cuek sama tetangga kita bahkan mungkin ada dari kita yang gak kenal sama tetangga sendiri padahal sama-sama muslim... berarti kita harus lebih ramah lagi nih sama tetangga kita, bahkan dulu Rasuullah pernah bersabda, “Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris” saking pentingnya tetangga bagi kita, maasyaaAllah kan? semua dari kita dimuliakan di dalam Islam
Sedangkan dalam hal makanan, kalau sifatnya masakan dan/atau sembelihan, hendaknya berhati-hati... atau boleh dikasih kucing jika makanan itu bisa basi. Jika sekedar kue-kue kering, Alila anjurkan berikan lagi ke teman atau tetangga nasrani yang lain di waktu yang lain
Semoga jawaban ini bisa dengan mudah dipahami dan diterima oleh kita semua ya...
Wallahu a'lam
#ToleransiSalahKaprah #QnAToleransiSalahKaprah
Saling mengunjungi dalam bertetangga itu sangat disunnahkan baik dengan sesama muslim maupun non-muslim, bahkan Allah juga gak melarangnya kok, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.” (QS. Al Mumtahanah: 8)
Selama mereka berbuat baik dengan kita, gak mengganggu ibadah kita dan begitupun sebaliknya maka boleh saling mengunjungi. Tapi karna undangan kali ini masih dalam perayaan natal maka kita harus tetap menghindari syubhat dengan gak mengunjunginya di momen-momen perayaan natal
Ini juga jadi tamparan keras bagi kita nih, kita yang masih cuek sama tetangga kita bahkan mungkin ada dari kita yang gak kenal sama tetangga sendiri padahal sama-sama muslim... berarti kita harus lebih ramah lagi nih sama tetangga kita, bahkan dulu Rasuullah pernah bersabda, “Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris” saking pentingnya tetangga bagi kita, maasyaaAllah kan? semua dari kita dimuliakan di dalam Islam
Sedangkan dalam hal makanan, kalau sifatnya masakan dan/atau sembelihan, hendaknya berhati-hati... atau boleh dikasih kucing jika makanan itu bisa basi. Jika sekedar kue-kue kering, Alila anjurkan berikan lagi ke teman atau tetangga nasrani yang lain di waktu yang lain
Semoga jawaban ini bisa dengan mudah dipahami dan diterima oleh kita semua ya...
Wallahu a'lam
#ToleransiSalahKaprah #QnAToleransiSalahKaprah
Alhamdulillah, ganti tema lagi~
Kita, ummat Islam yakin kan ya kalau Islam itu Rahmat untuk seluruh alam semesta, bahkan gak cuma untuk manusia tapi juga untuk bangsa jin! Tapi miris, masih ada sebagian ummat Islam yang suka bilang “fanatik banget sih! Ke Arab aja sana!”:(
Nah kali ini kita tema yang akan bahas adalah IRA alias #IslamRahmatanLilAlamin, supaya kita bener-bener sadar nih apa sih yang dimaksud “rahmat bagi alam semesta” ini?
Stay tune terus ya!
Kita, ummat Islam yakin kan ya kalau Islam itu Rahmat untuk seluruh alam semesta, bahkan gak cuma untuk manusia tapi juga untuk bangsa jin! Tapi miris, masih ada sebagian ummat Islam yang suka bilang “fanatik banget sih! Ke Arab aja sana!”:(
Nah kali ini kita tema yang akan bahas adalah IRA alias #IslamRahmatanLilAlamin, supaya kita bener-bener sadar nih apa sih yang dimaksud “rahmat bagi alam semesta” ini?
Stay tune terus ya!
Rasulullahﷺ punya banyaaaak banget keistimewaan, salah satunya adalah yang ada di surat Al-Anbiya ayat 107 “Kami tidak mengutus engkau wahai Muhammad melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia.” bahkan gak cuma untuk manusia tapi jin juga, gak cuma untuk mukmin tapi orang-orang kafir juga
Adapun nabi-nabi sebelumnya yang diutus tapi hanya untuk kaumnya, seperti misalnya nani Isa ‘alayhis salam “Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: “Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurot dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.” (QS. Ash-Shoff: 6)
Dengan diutusnya Rasulullahﷺ, Allah memberi petunjuk pada orang-orang beriman, memasukkan orang-orang beriman ke surga karena iman dan amal shalih yang mereka perbuat. Sedangkan orang kafir (yang mendustakan Rasul), siksa dunia bagi mereka dihilangkan padahal yang terjadi pada ummat sebelumnya yang mendustakan Rasul-Nya langsung ditimpakan bencana (besar) di dunia. Inilah yang dikatakan “Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh manusia”
So, sampai sini paham kan maksud dari #IslamRahmatanLilAlamin? Sebab Rasulullah diutus bagi seluruh alam, dijadikannya rahmat bagi seluruh manusia, seluruh alam semesta. Dan rahmat itu berupa Islam✨
Adapun nabi-nabi sebelumnya yang diutus tapi hanya untuk kaumnya, seperti misalnya nani Isa ‘alayhis salam “Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: “Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurot dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.” (QS. Ash-Shoff: 6)
Dengan diutusnya Rasulullahﷺ, Allah memberi petunjuk pada orang-orang beriman, memasukkan orang-orang beriman ke surga karena iman dan amal shalih yang mereka perbuat. Sedangkan orang kafir (yang mendustakan Rasul), siksa dunia bagi mereka dihilangkan padahal yang terjadi pada ummat sebelumnya yang mendustakan Rasul-Nya langsung ditimpakan bencana (besar) di dunia. Inilah yang dikatakan “Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh manusia”
So, sampai sini paham kan maksud dari #IslamRahmatanLilAlamin? Sebab Rasulullah diutus bagi seluruh alam, dijadikannya rahmat bagi seluruh manusia, seluruh alam semesta. Dan rahmat itu berupa Islam✨
Kemarin kita udah bahas Islam diperuntukkan bagi seluruh alam, tapi apakah selama ini yang kita perbuat sesuai dengan Islam?
Kalau kita mengakui Islam diperuntukkan bagi seluruh alam, tanpa terkecuali, sudahkah selama ini kita menjalani hidup kita sesuai dengan Islam? Jangan-jangan kita salah fokus, jangan-jangan...
Gausah jauh-jauh ngambil contoh deh, kayak tiap malem tahun baru aja nih, kayak yang (katanya) nanti malem mau ada rame-rame. Berbondong-bondong keluar, liat kembang api meledak di atas langit
Padahal kegiatan ini bukan kegiatannya orang Islam, seharusnya...
Tapi? Nyatanya masih banyak yang ngelakuin hal ini. So, gimana dengan kita? Apakah kita masih sering salah fokus? Apakah yang kita perbuat masih jauh dari kata sesuai dengan Islam?
#IslamRahmatanLilAlamin
Kalau kita mengakui Islam diperuntukkan bagi seluruh alam, tanpa terkecuali, sudahkah selama ini kita menjalani hidup kita sesuai dengan Islam? Jangan-jangan kita salah fokus, jangan-jangan...
Gausah jauh-jauh ngambil contoh deh, kayak tiap malem tahun baru aja nih, kayak yang (katanya) nanti malem mau ada rame-rame. Berbondong-bondong keluar, liat kembang api meledak di atas langit
Padahal kegiatan ini bukan kegiatannya orang Islam, seharusnya...
Tapi? Nyatanya masih banyak yang ngelakuin hal ini. So, gimana dengan kita? Apakah kita masih sering salah fokus? Apakah yang kita perbuat masih jauh dari kata sesuai dengan Islam?
#IslamRahmatanLilAlamin
Jangan-jangan yang munafik itu kita, yang masih aja pilah-pilih syariat mana yang sanggup kita jalani?
Padahal hakikatnya kita semua udah ber-Islam sejak lahir, tapi memang tergantung bagaimana keluarga kita yang mengajarkan apa setelahnya, yang akan menjadikan kita Nasrani atau Yahudi
Tapi meskipun setelahnya kita menjadi Nasrani atau Yahudi, hal ini juga gak menggugurkan kewajiban kita untuk mencari kebenaran yaitu Islam. Karena ketidaktahuan kita setelah turunnya Al-Qur’an gak membebaskan kita dari hisab-Nya
Semoga Allah selalu tetapkan iman Islam kita, semoga Allah selalu ingatkan kita bahwa hanya Islamlah agama yang Dia ridhoi
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” (QS. Al-Maa-idah: 3)
#IslamRahmatanLilAlamin
• wardrobe by: @kataloghijabalila
Padahal hakikatnya kita semua udah ber-Islam sejak lahir, tapi memang tergantung bagaimana keluarga kita yang mengajarkan apa setelahnya, yang akan menjadikan kita Nasrani atau Yahudi
Tapi meskipun setelahnya kita menjadi Nasrani atau Yahudi, hal ini juga gak menggugurkan kewajiban kita untuk mencari kebenaran yaitu Islam. Karena ketidaktahuan kita setelah turunnya Al-Qur’an gak membebaskan kita dari hisab-Nya
Semoga Allah selalu tetapkan iman Islam kita, semoga Allah selalu ingatkan kita bahwa hanya Islamlah agama yang Dia ridhoi
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” (QS. Al-Maa-idah: 3)
#IslamRahmatanLilAlamin
• wardrobe by: @kataloghijabalila
Kamu pernah amnesia?
Karena apa? Kecelakaan? Benturan dikepala yang sangat keras?
Gak pernah? Tapi nyatanya, kamu pernah, aku pernah dan kita semua pernah, iya, pernah amnesia
Semua manusia dulu pernah berjanji sama Allah sebelum berada di alam dunia, berjanji untuk beriman kepada-Nya. Lalu sebagian dari manusia mengingkari-Nya
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al-A’raf: 172)
#IslamRahmatanLilAlamin
Karena apa? Kecelakaan? Benturan dikepala yang sangat keras?
Gak pernah? Tapi nyatanya, kamu pernah, aku pernah dan kita semua pernah, iya, pernah amnesia
Semua manusia dulu pernah berjanji sama Allah sebelum berada di alam dunia, berjanji untuk beriman kepada-Nya. Lalu sebagian dari manusia mengingkari-Nya
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al-A’raf: 172)
#IslamRahmatanLilAlamin