Hijab Alila
5.42K subscribers
1.98K photos
435 videos
4.37K files
4.3K links
feel free to re-share~

YouTube: https://youtube.com/c/HijabAlilaOfficial
Download Telegram
Orang tua ke anak, anak ke orang tua, kakak ke adik, adik ke kakak atau bahkan ke sesama teman, pasti ada satu dan banyak hal lainnya yang pernah kita korbankan
Dari hal kecil pun sampai hal besar, sebatas duniawi ataupun keselamatan akhirat
Berkorban harta, jiwa bahkan perasaan...

Pekan ini kita akan bahas soal pengorbanan-pengorbanan, stay tune ya! Tag teman, saudara dan orang-orang yang kamu sayang juga!

#RelaBerkorban
👍1
Sharing yuk!
Ceritain kisah pengorbanan apapun yang pernah kamu, orang tuamu atau siapapun yang kamu kenal dan pernah kamu tau atau lihat

Cerita di kolom komentar ya! Jangan malu2☺️

#RelaBerkorban
DRAMA SPESIAL!
Wah apanih?😂

Kemarin2 banyak yang nebak2 sebenernya Mey (pendatang utama disini *ceilah) siapanya teh Evhie sih? Kalau sering berantem gini bisa jadi mereka ini adik-kakak, tapi gak tau juga deh bisa jadi mereka itu tante sama keponakan juga

Kalau menurut kalian Mey dan teh Evhie hubungannya apa? Tulis di kolom komentar bawah yaaa
Stay tune juga untuk bahasan2 berikutnya~

#RelaBerkorban
Pengorbanan terbesar dan paling terkenal sejagad raya adalah pengorbanan Rasulullahﷺ kepada ummatnya, sepakat kan?

Kita juga sepakat bahwa semua tindak-tanduk Rasulullahﷺ adalah hasil dari wahyu-Nya
Gak ada satupun tindak-tanduk beliauﷺ yang berdasarkan hawa nafsunya. Salah satunya adalah pernikahannya dengan istri-istrinya
Sepeninggalan Khadijah radhiyallahu ‘anha Rasulullahﷺ baru berpoligami, yang sebenarnya mungkin Rasulullahﷺ tak pernah mau kalau saja bukan Allah yang memerintahkannya

Betapa besar pengorbanannya terhadap kita, beliau mengorbankan jiwa, harta bahkan perasaannya saat Allah memerintahkan beliau menikahi salah satu istrinya, Zainab binti Jahsy padahal saat itu beliau tidak mencintainya
Pernikahan yang berlangsung tanpa adanya rasa cinta terlaksana demi berlangsungnya dakwah Islam, demi Islam sampai kepada seluruh ummat manusia. Bukan hanya kaum pria tapi juga wanita

And now, what have we given and will we give to Islam?

#RelaBerkorban
Mari kita mengingat lagi, salah satu mujahidah yang kita temui di zaman ini, Razan An-Najjar. Dia adalah salah satu pasukan medis yang turun berjuang di Khan Younis, Jalur Gaza pada aksi damai Great March of Return
Ia #RelaBerkorban bertaruh nyawa, berhadapan dengan para tentara zionis yang membawa senjata

Niatnya mulia, turun membantu bukan hanya karena missi kemanusiaan tapi juga dilandasi dengan iman dan taqwa. Dia berserah diri kepada Allah, saat ditanya mengapa ia melakukan hal itu dia mengatakan, “kami melakukan ini atas dasar cinta pada negeri kami. Ini adalah proyek amal kemanusiaan, kami melakukan ini bukan karena uang, kami melakukan ini karena Allah.”
Tepat di hari Jum’at dimana ia syahid karena tertembak peluru panas yang melesat dari sniper zionis, paginya ia bangun untuk sahur dan sholat kemudian ia berangkat lagi ke Jalur Gaza untuk membantu korban luka lagi

Ia memiliki niat mulia dan mati dalam keadaan mulia, insyaa Allah ia ditempatkan di tempat yang mulia
Semoga kelak kita juga Allah izinkan untuk berjuang dan mati dalam keadaan mulia
Kemarin adalah syahidah yang kita temui di zaman ini, kali ini adalah syahidah pertama yang ada pada masa Rasulullahﷺ masih hidup
Sumayyah binti Khayyat namanya, beliau salah satu dari tujuh orang yang paling awal memasuki Islam

Hidayah yang dijemputnya databg melalui anaknya, Ammar yang saat itu usianya menjelang dewasa. Ia mendengar ajaran baru yang didakwahkan oleh Rasulullahﷺ Kesempurnaan proses berpikir dan lurusnya fitrah yang akhirnya menyempurnakan keyakinannya juga untuk memeluk Islam dan kemudian mendakwahkannya kepada kedua orang tuanya; Sumayyah dan Yasir

Abu Hudzaifah pemimpin Bani Makhzum saat itu mengetahui kabar bahwa keluarga Yasir telah masuk Islam dan ya, tentu keluarga Yasir ditangkap dan disiksa. Macam-macam siksaan mereka lakukan kepada keluarga itu dari menyuruh mereka “menjemur” mereka di padang pasir, membuang Sumayyah ke tempat asing, menaburi pasir yang sangat panas hingga menindih dadanya dengan sebongkah batu besar
Tak satupun rintihan, ratapan, bahkan meminta belas kasihan kepada Bani Makhzum melainkan Sumayyah mengatakan, “Ahad... Ahad... Ahad...” kata yang juga berulang-ulang diucapkan oleh Yasir, Ammar dan Bilal ketika mendapat siksaan setelah memeluk Islam hingga akhirnya mereka syahid, hingga akhirnya Sumayyah menjadi syahidah pertama dalam Islam

Rasulullahﷺ bersabda, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.”
Jika Rasulullahﷺ yang berbicara seperti itu lantas apalagi yang mereka ragukan? Tak ada. Hanya tersisa taqwa di dalam hatinya. Walaupun sebongkah batu besar ditengah cuaca panas menindih dadanya hal itu tak menghilangkan kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya dari dalam hatinya

#RelaBerkorban
Kashmir, 1 dari antara banyaknya wilayah yang mayoritas penduduknya adalah seorang muslim
Kashmir terkenal dengan keindahan alamnya
Keindahan dan segala keistimewaan lainnya yang Allah titipkan kepada manusia, tapi bukan sepenuhnya milik manusia tapi kini diperebutkan oleh 2 negara, satu dan yang lainnya saling memperebutkan wilayah ini agar menjadi bagian dari teritorial kepemimpinannya

Kita tak tau pasti berapa banyak muslim dan ummat lainnya yang menjadi korban akibat ulah serakah sekelompok manusia

Ini semua milik Allah yang seharusnya kita jaga bersama untuk kemudian kita manfaatkan bersama, bukan untuk kepentingan sekelompok manusia dan memuaskan nafsu dunia
Kita butuh menjadi satu tubuh, agar tak ada yang merasa lebih unggul dan yang lain tak merasa direndahkan
Ini bukan hanya tentang Kashmir tapi seluruhnya, seluruh belahan bumi dimana muslim menetap di atasnya dan seluruh belahan bumi dimana ummat lain menetap diatasnya
Saat ini kita merasa tak berdaya bahkan sebagian dari kita merasa bahwa permasalahan ini bukan permasalahan kita

Kita butuh menjadi satu tubuh agar tak lebih banyak lagi muslim yang terbunuh
Kita butuh menjadi satu tubuh agar ada yang melindungi seluruh ummat tanpa kenal wilayah

#OneUmmah
Besok udah Idul Adha nih temen-temen, yuk ingat-ingat dan belajar lagi dari ketaatan dan ketaqwaan Nabi Ibrahim ‘alayhis salam dan Nabi Ismail ‘alayhis salam kepada Allah

Saat itu Nabi Ibrahim telah lama belum dikaruniai anak oleh Allah. Beliau melangitkan doa, “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” Maka doanya Allah kabulkan, “Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail)”

Seiring dengan dikabulkannya doa itu, ketika Nabi Ismail tumbuh besar Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim melalui mimpinya “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Coba bayangkan, anak yang dicintai, yang baru dikaruniai di usia tuanya, setelah ia tumbuh besar lalu beliau diperintahkan untuk menyembelihnya. Tapi tidak, kecintaan terhadapanaknya tak membuatnya lupa akan lebih besarnya karunia Allah, tak membuatnya lebih mencintai anaknya daripada Allah. Maka tatkala Nabi Ibrahim mengatakan perintah Allah kepada Nabi Ismail, dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Sebelum proses penyembelihan dilaksanakan, ada beberapa hal yang Nabi Ismail minta pada ayahnya, “aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu agar ayah mengikatku kuat-kuat sehingga aku tak banyak bergerak dan menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku agar tak terkena darah yang akan berkurangnya pahalaku ketika ibuku melihatnya, ketiga pertajamlah pedangmu dan percepatlah pelaksanaan penyembelihan agar meringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah pakaianku kepada ibuku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putra tunggalnya.” hamba mulia yang lisan dan hatinya digenggam oleh Sang Pencipta
-
(berlanjut ke komentar)
#RelaBerkorban
Bahagia tentu haru mendengar jawaban anaknya sebab ia mematuhi perintah Allah. Ketika sebilah pisau tajam telah siap mendarat di leher anaknya, Allah memanggil “wahai Ibrahim! sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Kemudian Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba yang besar sebagai tebusan juga balasan bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar

Sungguh, jika yang memerintah adalah Dia maka yang perlu kita lakukan hanyalah; sami’na wa atho’na

#RelaBerkorban
Berhubung besok mau nyembelih hewan kurban, ada gak diantara kalian yang berpikir “hewan kurban waktu disembelih tersiksa gak ya?” Soalnya bener-bener ada yang mikir kayak gitu loh...

Nah, kali ini Alila bakal ngasih info perihal kondisi hewan kurban yang proses penyembelihannya sesuai syari'at Islam. Btw, kalau udah liat post sebelum ini pasti bakal “ohiya sesuai ya” gitu😂
Disimak ya!

Proses penyembelihan hewan sesuai syari'at harus berjalan secara cepat. Maka dari itu alat yang digunakan pun harus sangat tajam, supaya gak menghambat proses penyembelihan dan mengurangi rasa sakit pada hewan kurban
Pusat penyembelihan langsung memutuskan 3 saluran utama, terutama pada saraf utama hewan yang menghubungkan kebagian otak. Karena saraf inilah yang bertanggung jawab pada rasa sakit yang diderita oleh hewan. Maka bisa dipastikan setelah saraf itu terputus, hewan gak akan merasakan sakit

Jika terlihat hewan menendang-nendang, maka itu adalah waktu dimana darah dari dalam tubuh keluar melalui salurannya, tanpa menyebabkan rasa sakit pada hewan. Keluarnya darah-darah dari tubuh hewan ini yang membuat daging menjadi terasa segar, dan terbebas dari bakteri-bakteri yang bersarang di dalam aliran darah hewan

Maasyaa Allah, inilah indahnya syari'at islam, gak ada yang dirugikan dari pihak manapun. Hewan gak merasa tersiksa, dan kita pun mendapatkan hasil daging yang segar dan sehat untuk dikonsumsi. Yuk, terapkan syari'at di setiap jengkal kehidupan kita, maka kebahagiaan dunia dan akhirat senantiasa kita rasakan insyaa Allah...

Gimana udah engeh dan bilang “oh iya, sesuai dengan sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ya“ belum?😁

#AlilaBerqurban #ProsesPenyembelihanHewanQurban
Seandainya disuruh berkaca sama kejadian luar biasa baru-baru ini juga rasanya maluuuuu banget
Liat nenek-nenek pemulung, badannya udah tua renta, penghasilan perharinya gak seberapa, menabung entah sudah berapa lama sampai tabungannya terkumpul dan bisa dibelikan hewan kurban. Beliau rela gak makan enak—yang mungkin padahal bisa— tapi beliau lebih milik untuk menyimpan uangnya, ditabung untuk dibelikan sapi qurban

Ada lagi 7 bocah yang Allah gerakkan hatinya. Mungkin diantara banyak temannya yang tiap kali dikasih uang lebih oleh bapak ibunya akan dibelikan kuota atau sekedar jajan biasa, 7 anak berbeda; mereka lebih memilih buat mengumpulkannya, berbulan-bulan, gak beli kuota buat nge-war dan akhirnya bisa patungan buat beli sapi qurban

Sekarang, dimana kita?
Yang kemarin berusaha banget buat ganti gadget, nabung dari lama demi lebaran atau tahun baru ini harus gadget baru!
Yang kemarin berusaha nabung, tapi buat nonton konser
Malu....
Ternyata kita yang merasa lebih mampu tak lebih mampu dari mereka yang kita anggap tak mampu
Semoga, Allah sampaikan umur kita ditahun yang akan datang supaya bisa melaksakan qurban

#RelaBerkorban