Ngomongin soal dakwah ke keluarga, nanti di akhirat ada 3 tipe keluarga loh:
1. Keluarga yang bertemu di dunia dan bertemu lagi di akhirat. Mereka adalah yang sama-sama mengingatkan, mendakwahkan perkara Islam. Mereka yang dikatakan keluarga dunia akhirat, berkumpul di dunia, berkumpul lagi di surga
2. Keluarga yang bertemu di dunia tapi tidak akan bertemu lagi di akhirat. Mereka adalah orang-orang kafir, musyrik dan munafik. Yang hidupnya hanya perkara dunia, dunia dan dunia
3. Keluarga yang bertemu di dunia tapi bertengkar hebat ketika pertemuan di akhirat. Mereka adalah orang-orang yang tidak saling mengingatkan satu sama lain ketika di dunia, jika diantara keluarganya berbuat khilaf yang lainnya tidak mengingatkan padahal diantara mereka telah mengetahui hukum perbuatan tersebut. Kelak mereka semuanya saling menuntut, “kenapa anakku tidak memberi tauku?”, “kenapa ibu gak memberi tau aku soal ini?”, “kenapa ayah gak memberi tau aku soal ini?”
Naudzubillah...
Semoga Allah memudahkan lisan dan perbuatan kita semua untuk saling mendakwahkan, terutama ke keluarga, supaya tak hanya berkeluarga di dunia tappi hingga ke surga-Nya
#TeladanBukanPencitraan
1. Keluarga yang bertemu di dunia dan bertemu lagi di akhirat. Mereka adalah yang sama-sama mengingatkan, mendakwahkan perkara Islam. Mereka yang dikatakan keluarga dunia akhirat, berkumpul di dunia, berkumpul lagi di surga
2. Keluarga yang bertemu di dunia tapi tidak akan bertemu lagi di akhirat. Mereka adalah orang-orang kafir, musyrik dan munafik. Yang hidupnya hanya perkara dunia, dunia dan dunia
3. Keluarga yang bertemu di dunia tapi bertengkar hebat ketika pertemuan di akhirat. Mereka adalah orang-orang yang tidak saling mengingatkan satu sama lain ketika di dunia, jika diantara keluarganya berbuat khilaf yang lainnya tidak mengingatkan padahal diantara mereka telah mengetahui hukum perbuatan tersebut. Kelak mereka semuanya saling menuntut, “kenapa anakku tidak memberi tauku?”, “kenapa ibu gak memberi tau aku soal ini?”, “kenapa ayah gak memberi tau aku soal ini?”
Naudzubillah...
Semoga Allah memudahkan lisan dan perbuatan kita semua untuk saling mendakwahkan, terutama ke keluarga, supaya tak hanya berkeluarga di dunia tappi hingga ke surga-Nya
#TeladanBukanPencitraan
“Ingetin, engga, ingetin, engga, ingetin, engga...“
“Ingetin gak ya? Kalo diingetin, dia kan orangnya baperan, nanti marah lagi sama aku“
“Ingetin gak ya? Tapi dia kan judes“
“Ingetin gak ya, duh gimana nih, tapi kalo ga diingetin nanti aku yang bakal ditanya. Tapi kalo diingetin juga belum tentu dia mau nerima apa yang aku omongin“
Sering gak perang batin kayak gitu? Karna sekedar mau ngajak sholat, sekedar ngingetin untu pakai kaos kaki, sekedar ngingetin kalo ada rambut ngintip, sekedar ngingetin buat gak bercanda kelewat batas, daaan sekedar-sekedar lainnya yang sebenernya sepele?
Padahal Allah berfirman, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian benar-benar membaca ayat ini ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk’ (QS. Al-Maidah: 105)
Rasulullah juga bersabda tentang ini, “Sungguh manusia bila mereka menyaksikan orang zhalim namun tidak menghentikannya, dikhawatirkan Allah akan menjatuhkan hukumanNya pada mereka semua.“ (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya)
Karena biasanya ketika kita sering gak-enakan akhirnya kita malah membiarkan. Pernah gak mikir, udahlah dianya kasian terus kitanya juga diminta pertanggung jawaban? Udahlah dia terus melanjutkkan kesalahannya, kita pula ditanya kenapa gak mengingatkannya
Maka dari itu, jangan kebanyakan gak-enakan. Udah, ingetin aja! Toh yang kita ingatkan juga kebaikan ‘kan?;)
#TeladanBukanPencitraan
“Ingetin gak ya? Kalo diingetin, dia kan orangnya baperan, nanti marah lagi sama aku“
“Ingetin gak ya? Tapi dia kan judes“
“Ingetin gak ya, duh gimana nih, tapi kalo ga diingetin nanti aku yang bakal ditanya. Tapi kalo diingetin juga belum tentu dia mau nerima apa yang aku omongin“
Sering gak perang batin kayak gitu? Karna sekedar mau ngajak sholat, sekedar ngingetin untu pakai kaos kaki, sekedar ngingetin kalo ada rambut ngintip, sekedar ngingetin buat gak bercanda kelewat batas, daaan sekedar-sekedar lainnya yang sebenernya sepele?
Padahal Allah berfirman, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian benar-benar membaca ayat ini ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk’ (QS. Al-Maidah: 105)
Rasulullah juga bersabda tentang ini, “Sungguh manusia bila mereka menyaksikan orang zhalim namun tidak menghentikannya, dikhawatirkan Allah akan menjatuhkan hukumanNya pada mereka semua.“ (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya)
Karena biasanya ketika kita sering gak-enakan akhirnya kita malah membiarkan. Pernah gak mikir, udahlah dianya kasian terus kitanya juga diminta pertanggung jawaban? Udahlah dia terus melanjutkkan kesalahannya, kita pula ditanya kenapa gak mengingatkannya
Maka dari itu, jangan kebanyakan gak-enakan. Udah, ingetin aja! Toh yang kita ingatkan juga kebaikan ‘kan?;)
#TeladanBukanPencitraan
Malu mau berdakwah karna diri masih gini-gini aja. Masih lalai, amalan masih dikit banget, anak ustadz juga bukan
Belum lagi nanti apa kata orang, bakal mandang kayak gimana mareka nanti?
Apalagi ini, dakwah ke temen deket, mereka yang tau gimana kita sebelum hijrah
Sadar gak? Kalau terus-terusan mikir kayak gitu kapan mau dakwahnya? Padahal dakwah itu kan kewajiban setiap kita
Kita emang gak sempurna tapi apa yang kita dakwahkan adalah sesuatu yang sempurna
Mungkin juga kita gak akan bisa sampai level sempurna pada diri kita, ya sebab kita manusia biasa. Kalau mau berdakwah nunggu diri sempurna ya udah pasti gak akan bisa, dan gak akan pernah ada yang bisa kecuali Rasul-Nya
Jadi, ini tentang apa dan siapa yang mau dikenalkan. Kalau mau mengenalkan dirimu sudah pasti jauh dari kata sempurna, tapi kalau mau mengenalkan Islam sudah pasti ia sempurna
#TeladanBukanPencitraan
Belum lagi nanti apa kata orang, bakal mandang kayak gimana mareka nanti?
Apalagi ini, dakwah ke temen deket, mereka yang tau gimana kita sebelum hijrah
Sadar gak? Kalau terus-terusan mikir kayak gitu kapan mau dakwahnya? Padahal dakwah itu kan kewajiban setiap kita
Kita emang gak sempurna tapi apa yang kita dakwahkan adalah sesuatu yang sempurna
Mungkin juga kita gak akan bisa sampai level sempurna pada diri kita, ya sebab kita manusia biasa. Kalau mau berdakwah nunggu diri sempurna ya udah pasti gak akan bisa, dan gak akan pernah ada yang bisa kecuali Rasul-Nya
Jadi, ini tentang apa dan siapa yang mau dikenalkan. Kalau mau mengenalkan dirimu sudah pasti jauh dari kata sempurna, tapi kalau mau mengenalkan Islam sudah pasti ia sempurna
#TeladanBukanPencitraan
Temen-temen tau gak sih kalau komposisi sampah plastik saat ini mencapai 9 juta ton! 9 JUTA TON TEMEN-TEMEN! Coba bayangin!
Dan seperti yang kita tau, plastik itu lamaaaaaaa banget terurainya, udahlah lama terurainya, selama dia masih ada mencemari lingkungan pula! Ya kalau kita buangnya sesuai tempatnya, kalau engga? Udah deh berserakan aja di tanah, di selokan air nanti yang kena imbasnya? Ya kita juga
Niat awalnya Fani kali ini bagus banget ya menteman, awalnya... tapi kayaknya setelahnya dia khilaf
Ya, yang penting coba yuk kurang-kurangi kayak gini, kurang-kurangi sampah plastik dan kurang-kurangi pencitraan belaka🙈
Yuk benar-benar jadi teladan minimal buat diri kita sendiri bukan sekedar pencitraan😉
#TeladanBukanPencitraan
• wardrobe: @kataloghijabalila
• totebag: @alilagoods
• tumbler: @yukngaji.merch
Dan seperti yang kita tau, plastik itu lamaaaaaaa banget terurainya, udahlah lama terurainya, selama dia masih ada mencemari lingkungan pula! Ya kalau kita buangnya sesuai tempatnya, kalau engga? Udah deh berserakan aja di tanah, di selokan air nanti yang kena imbasnya? Ya kita juga
Niat awalnya Fani kali ini bagus banget ya menteman, awalnya... tapi kayaknya setelahnya dia khilaf
Ya, yang penting coba yuk kurang-kurangi kayak gini, kurang-kurangi sampah plastik dan kurang-kurangi pencitraan belaka🙈
Yuk benar-benar jadi teladan minimal buat diri kita sendiri bukan sekedar pencitraan😉
#TeladanBukanPencitraan
• wardrobe: @kataloghijabalila
• totebag: @alilagoods
• tumbler: @yukngaji.merch
Alhamdulillah, udah hampir selesai nih pembahasan kita di tema #TeladanBukanPencitraan, kamu udah simak tema kali ini kan?
Bagi yang belum yuk coba scroll-scroll timeline Hijab Alila dulu~
Nah, kali ini waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis pertanyaan kamu di kolom komentar bawah yaaa
InsyaaAllah akan kita jawab. Yang kemarin-kemarin nanya di postingan sebelumnya juga boleh ditulis lagi pertanyaannya di bawah! Cus~
Bagi yang belum yuk coba scroll-scroll timeline Hijab Alila dulu~
Nah, kali ini waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis pertanyaan kamu di kolom komentar bawah yaaa
InsyaaAllah akan kita jawab. Yang kemarin-kemarin nanya di postingan sebelumnya juga boleh ditulis lagi pertanyaannya di bawah! Cus~
Hayoooo kakak-kakak yang mau ngingetin adiknya jangan cuma omongan dimulut aja tapi juga dicontohin. Ayooo art of dakwahnya manaaa
Inget, dituntun bukan dituntut. Apalagi dakwahnya ke yang lebih muda. Mereka pasti maunya diayomi, dilembutin, ditunjukkin
Yuk lebih sering memberi contoh, bukan sekedar memerintah;)
#TeladanBukanPencitraan
Inget, dituntun bukan dituntut. Apalagi dakwahnya ke yang lebih muda. Mereka pasti maunya diayomi, dilembutin, ditunjukkin
Yuk lebih sering memberi contoh, bukan sekedar memerintah;)
#TeladanBukanPencitraan
Kebayang gak sih berapa banyak pahala orang yang menunjukkan suatu kebaikan, lalu kebaikan itu teruuus dilakukan oleh orang yang ditunjukkannya, gak cuma 1 tapi lebih dari itu. Banyak banget pasti!
Begitulah balasan bagi mereka yang mendakwahkan, menjalankan dan orang lain ikut menjalankannya, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya.” (HR. Muslim)
Tapi kebayang juga gak apa jadinya kalau seseorang berkata A, dalam hal ini suatu larangan ataupun anjuran tapi dirinya sendiri masih melalaikan? Adapun ancaman bagi mereka yang mendakwahkan tapi melalaikan, Allah berfirman, “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash Shaff: 3)
Ngeri banget... gak ada satupun diantara kita yang mau dibenci sama Allah
Semoga Allah mudahkanlah kita untuk mengerjakan apa-apa yang baik, dan menyulitkan kita untuk berbuat sia-sia
#TeladanBukanPencitraan
Begitulah balasan bagi mereka yang mendakwahkan, menjalankan dan orang lain ikut menjalankannya, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya.” (HR. Muslim)
Tapi kebayang juga gak apa jadinya kalau seseorang berkata A, dalam hal ini suatu larangan ataupun anjuran tapi dirinya sendiri masih melalaikan? Adapun ancaman bagi mereka yang mendakwahkan tapi melalaikan, Allah berfirman, “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash Shaff: 3)
Ngeri banget... gak ada satupun diantara kita yang mau dibenci sama Allah
Semoga Allah mudahkanlah kita untuk mengerjakan apa-apa yang baik, dan menyulitkan kita untuk berbuat sia-sia
#TeladanBukanPencitraan
Cara dakwah itu beda-beda karna yang kita dakwahkan juga beda-beda; sifatnya, sikapnya, penerimaannya. Ada yang baperan, tapi ada juga yang “muka tebel“. Ada yang harus dengan pendekatan menggunakan kata-kata lembut, ada juga yang harus di-gas-keun
Maka sebagai pendakwah kita harus ngerti juga gimana karakter orang-orang. Karna bagaimana kita menyikapi orang bisa menjadi teladan juga bagi orang yang kita dakwahkan
Inget, kalau mau mengingatkan liat-liat sifatnya dan waktunya ya:)
#TeladanBukanPencitraan
Maka sebagai pendakwah kita harus ngerti juga gimana karakter orang-orang. Karna bagaimana kita menyikapi orang bisa menjadi teladan juga bagi orang yang kita dakwahkan
Inget, kalau mau mengingatkan liat-liat sifatnya dan waktunya ya:)
#TeladanBukanPencitraan
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear...
Apakah dengan kita nge-share/membuat status atau instastory ayat Qur’an yang kita baca sebeumnya adalah bagian dari pencitraan?
Dear, setiap amalan itu tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Kalau niatnya untuk syiar maka yang ia dapatkan adalah pahala, sebaliknya kalau niatnya sekedar pencitraan belum tentu ia disanjung manusia
Jadi pencitraan atau bukan ya tergantung niat kitanya. Kalau misalnya kita ngerasa telah termotivasi oleh satu ayat atau satu hadits, yang mungkin sering kita rasain “wah ayat/hadits ini sesuai banget sama keadaan aku saat ini” kemudian ingin orang lain juga ikut termotivasi, ini bukan riya. Itu namanya syiar. Karna memang fitranya manusia ingin selalu menyebarkan kebaikan. Sama ketika kita belajar Islam, setelah tau hebatnya Islam pasti langsung pengen banget nyebarin ke temen-temen yang lain juga. Kalau kita takut syiar karena takut riya. Berarti setan udah berhasil memperdaya kita
Lagi pula kita bisa ngukur hati kita sendiri kok, kalau ngukur niatnya orang lain barulah kita gak ada hak atas itu dan memang gak boleh
Jadi memang semuanya balik lagi ke niat. Tapi kalau nge-share suatu kebaikan bahkan ini ayat Qur’an karna memang kita termotivasi dari sana dan mau orang lain merasakannya juga, insyaAllah gapapa:)
Wallahu a’lam...
#TeladanBukanPencitraan #QnATeladanBukanPencitraan
Apakah dengan kita nge-share/membuat status atau instastory ayat Qur’an yang kita baca sebeumnya adalah bagian dari pencitraan?
Dear, setiap amalan itu tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Kalau niatnya untuk syiar maka yang ia dapatkan adalah pahala, sebaliknya kalau niatnya sekedar pencitraan belum tentu ia disanjung manusia
Jadi pencitraan atau bukan ya tergantung niat kitanya. Kalau misalnya kita ngerasa telah termotivasi oleh satu ayat atau satu hadits, yang mungkin sering kita rasain “wah ayat/hadits ini sesuai banget sama keadaan aku saat ini” kemudian ingin orang lain juga ikut termotivasi, ini bukan riya. Itu namanya syiar. Karna memang fitranya manusia ingin selalu menyebarkan kebaikan. Sama ketika kita belajar Islam, setelah tau hebatnya Islam pasti langsung pengen banget nyebarin ke temen-temen yang lain juga. Kalau kita takut syiar karena takut riya. Berarti setan udah berhasil memperdaya kita
Lagi pula kita bisa ngukur hati kita sendiri kok, kalau ngukur niatnya orang lain barulah kita gak ada hak atas itu dan memang gak boleh
Jadi memang semuanya balik lagi ke niat. Tapi kalau nge-share suatu kebaikan bahkan ini ayat Qur’an karna memang kita termotivasi dari sana dan mau orang lain merasakannya juga, insyaAllah gapapa:)
Wallahu a’lam...
#TeladanBukanPencitraan #QnATeladanBukanPencitraan
Alhamdulillah, waktunya ganti tema lagi!
Kalian suka traveling? Kemana? Sama siapa? Seru banget pasti! Apalagi yang lagi libur kuliah, libur panjang itu artinya jalan-jalan~ eeeits tapi udah tau belum tentang apa aja yang boleh dan gak boleh kita lakuin di perjalanan?
Kamu yang sering traveling juga pasti punya tips-tips perjalanan kan? Nantikan tema kali ini di #SyariTraveler yaaaa, stay tune!🤍
Kalian suka traveling? Kemana? Sama siapa? Seru banget pasti! Apalagi yang lagi libur kuliah, libur panjang itu artinya jalan-jalan~ eeeits tapi udah tau belum tentang apa aja yang boleh dan gak boleh kita lakuin di perjalanan?
Kamu yang sering traveling juga pasti punya tips-tips perjalanan kan? Nantikan tema kali ini di #SyariTraveler yaaaa, stay tune!🤍