Manhajul Anbiya
11.9K subscribers
2.07K photos
238 videos
224 files
5.49K links
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah

Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman

Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Download Telegram
🌳🍃 Sudah Benarkah Keimanan Kita Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

( bagian kesatu)

🚢 Iman kepada Allah Subhanu Wa Ta'ala merupakan rukun Iman yang paling pertama dari enam rukun Iman. Seorang yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka dia bukan seorang muslim walaupun banyak melakukan amalan kebaikan seperti menolong orang lain, menyantuni orang miskin dan sebagainya.

🥬 Karena seorang muslim wajib untuk beriman kepada seluruh rukun Iman yang enam. Sebagaimana jawaban Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam ketika ditanya tentang Iman oleh Malaikat Jibril 'alaihis salam, maka beliau menjawab :

أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره و شره

"Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, Hari Akhir, dan engkau beriman kepada Taqdir yang baiknya dan yang buruknya".
(Hadits riwayat Muslim dari 'Umar bin Khathab radliyallahu 'anhu).

🏅 Para Ulama menjelaskan bahwa iman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak cukup dengan meyakini bahwa Allah itu ada, akan tetapi iman kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala meliputi empat perkara yaitu :
1. Beriman bahwa Allah ada
2. Beriman kepada Rububiyah-Nya
3. Beriman kepada Uluhiyah-Nya
4. Beriman kepada Nama-Nama-Nya dan Sifat-Sifat-Nya.

📚 (Sumber rujukan : Kitab Syarh Tsalatsatil Ushul, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, cet. Daarul Adhwau Sunnah, hal 59)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍5
🌱🍒 TUNTUNAN SUNNAH NABI Shalallahu alaihi wa salam KETIKA BERSIN DALAM SHALAT

📙 Al-Imam An-Nasa’i rahimahullah membuat sebuah bab dalam kitab Sunannya, berjudul:
*قول المأموم إذا عطس خلف الإمام*
Ucapan seorang makmum ketika bersin di belakang imam (yakni ketika shalat berjamaah)

🔖 Kemudian beliau meriwayatkan hadits Rifa’ah bin Rafi’ bin Afra’ radhiyallahu anhu:

صلَّيتُ خلفَ النبي صلى الله عليه وسلم فعطستُ فقلتُ الحمدُ للَّهِ حمدًا كثيرًا طيِّبًا مبارَكًا فيهِ مبارَكًا عليْهِ كما يحبُّ ربُّنا ويرضى. فلمَّا صلَّى رسولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم انصرفَ فقالَ: منِ المتَكلِّمُ فى الصَّلاةِ . فلم يكلمه أحدٌ. ثمَّ قالَها الثَّانيةَ : منِ المتَكلِّمُ فى الصَّلاةِ . فقالَ رفاعةُ بنُ رافعِ ابنِ عفراءَ: أنا يا رسولَ اللَّه. قالَ : كيفَ قلتَ. قالَ قلتُ الحمدُ للَّهِ حمدًا كثيرًا طيِّبًا مبارَكًا فيهِ مبارَكًا عليْهِ كما يحبُّ ربُّنا ويرضى فقالَ النَّبيُّ: والَّذي نفسي بيدِهِ لقدِ ابتدرَها بضعةٌ وثلاثونَ ملَكًا أيُّهم يصعدُ بِها
(صححه الشيخ الألباني والشيخ محمد بن علي الأتيوبي)

Aku shalat di belakang Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Lalu aku bersin dan mengucapkan, 'Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih mubarakan 'alaih kamaa yuhibbu rabbuna wayardhaa'.

Setelah Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam selesai dari shalatnya, beliau bertanya: "Siapa yang tadi berbicara saat shalat?" Maka tidak ada seorangpun yang menjawab pertanyaan beliau.

Lalu beliau Shallallallahu'alaihi wa sallam mengulangi pertanyaannya untuk kedua kalinya, "Siapa yang berbicara saat shalat?" Lalu Rifa'ah bin Rafi' bin Afra' pun menjawab, 'Aku wahai Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam'.

Kemudian beliau bertanya: “Apa yang engkau ucapkan tadi?"
Rifa'ah menjawab; 'Aku mengucapkan, 'Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih mubarakan 'alaih kamaa yuhibbu rabbuna wayardhaa'.

Maka Rasulullah Shallallallahu'alaihi wa sallam pun bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya tiga puluh lebih malaikat berebut untuk membawa naik (bacaan itu).”

🍋 Di antara faedah yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Aly bin Adam Al-Atyubi rahimahullah dari hadits di atas adalah:

1. Disyariatkan bagi seseorang yang bersin ketika shalat untuk membaca dzikir tersebut secara jahr (dibaca keras), sebagaimana hal ini pun diriwayatkan dari shahabat lbnu Umar radhiyallahu.

2. Adapun jamaah shalat yang lainnya tidak disyariatkan membalas dengan tasymit (ucapan "yarhamukallah") terhadap orang tersebut, karena dalam hadits tersebut tidak dinukil sama sekali bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ataupun seorangpun dari shahabat yang membalasnya dengan tasymit.

3. Keutamaan pahala pada dzikir tersebut.

📖 (Lihat Syarh Sunan An-Nasa’i karya Asy-Syaikh Muhammad bin Aly bin Adam Al-Atyubi, cet Dar Ibnul Jauzy, jilid 12 hal 42 – 45)

📚 Dalam Fatwa al-Lajnah ad-Daimah dijelaskan sebagai berikut:

“Barangsiapa yang bersin ketika shalat, maka disyariatkan baginya untuk bertahmid, baik dalam shalat fardhu maupun shalat nafilah. Ini adalah pendapat Jumhur (mayoritas) ulama dari kalangan shahabat dan tabi’in. Ini juga pendapat al-Imam Malik, al-Imam asy-Syafi’I, dan al-Imam Ahmad. Walaupun terdapat perbedaan di kalangan mereka, apakah ucapan tahmid tersebut dibaca pelan atau keras. Pendapat yang benar dari dua pendapat ulama adalah madzhab al-Imam Ahmad yaitu hendaknya dibaca keras. Namun sekadar suara yang biasa dia dengar sendiri, supaya tidak mengganggu jama’ah shalat lainnya. …
Namun barangsiapa yang bersin dalam shalat kemudian dia mengucapkan tahmid, maka orang yang mendengarnya tidak boleh membalasnya dengan tasymit (ucapan "yarhamukallah"). Karena ucapan tasymit ini merupakan ucapan manusia, maka tidak boleh dilakukan dalam shalat. Telah sah riwayat dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bahwa beliau mengingkari orang yang menjawab orang bersin dengan tasymit ketika dalam shalat, kemudian beliau bersabda kepada orang tersebut, __“Sesungguhnya shalat ini tidak boleh ada padanya satu pun dari ucapan manusia.
👍6
Yang ada hanyalah ucapan tasbih, takbir, dan bacaan al-Qur’an.”__ Hadits riwayat al-Imam Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i.”

فتاوى اللجنة الدائمة - ١ (٢٦/١١٤)

ومن عطس وهو في الصلاة فإنه يشرع له أن يحمد الله سبحانه، سواء كانت الصلاة فرضا أو نفلا، وبذلك قال جمهور العلماء من الصحابة والتابعين، وقال به الإمام مالك والشافعي وأحمد، على خلاف بينهم: هل يسر بذلك أو يجهر به، والصحيح من قولي العلماء ومذهب الإمام أحمد أنه يجهر بذلك، ولكن بقدر ما يسمع نفسه؛ لئلا يشوش على المصلين، ...
لكن من عطس في الصلاة ثم حمد الله فإنه لا يجوز لمن سمعه أن يشمته؛ لأن التشميت من كلام الناس، فلا يجوز في الصلاة، وقد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه أنكر على من شمت العاطس في الصلاة، ثم قال له: «إن هذه الصلاة لا يحل فيها شيء من كلام الناس هذا، إنما هو التسبيح والتكبير وقراءة القرآن د » أخرجه الإمام مسلم وأبو داود والنسائي.

🧾 NB: Tentunya tetap mempertimbangkan kondisi jamaah shalat terkhusus apabila mereka masyarakat umum yang belum mengetahui tentang perkara ini, agar tidak menimbulkan fitnah. Yakni mereka perlu mendapatkan pengajaran tentang tuntunan sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, agar memahami dan mengamalkannya.

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍3
Mereka Menyertai Kalian Dalam Pahala

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

(( إن بالمدينة لرجالا ما سرتم مسيرا ولا قطعتم واديا إلا كانوا معكم حبسهم المرض )).
وفي رواية (( إلا شركوكم في الأجر )) رواه مسلم.

"Sesungguhnya ada beberapa orang di Madinah, tidaklah kalian menempuh suatu perjalanan dan tidak pula kalian melewati satu lembah kecuali mereka bersama kalian, mereka tertahan oleh sakit."

Dan dalam riwayat lain:
"Kecuali mereka menyertai kalian dalam pahala." [HR Muslim]

Al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata,

"Makna hadits ini adalah bahwa apabila seseorang berniat untuk melakukan amal shalih tetapi ia terhalang oleh suatu halangan, maka akan di tuliskan baginya pahala; yaitu pahala dari apa yang ia niatkan.

Adapun apabila ia biasa mengamalkannya di saat tidak ada udzur, yakni: tatkala ia memiliki kesanggupan ia biasa melakukan amalan tersebut, lantas setelah itu ia tidak memiliki kesanggupan untuk mengamalkannya (karena suatu kendala, pen), maka dituliskan baginya pahala amalan tersebut secara sempurna. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Apabila seorang hamba mengalami sakit atau melakukan safar (perjalanan), maka akan dituliskan baginya pahala dari apa yang biasa ia amalkan ketika ia sehat dan mukim."

📕 Syarah Riyadhus Shalihin 1/22-23
---------------------------------------
فمعنى الحديث أن الإنسان إذا نوى العمل الصالح ولكنه حبسه عنه حابس فإنه يكتب له الأجر، أجر ما نوى.
أما إذا كان يعمله في حال عدم العذر، أي: لما كان قادرا كان يعمله عجز عنه فيما بعد فإنه يكتب له أجر العمل كاملا؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (( إذا مرض العبد أو سافر كتب له ما كان يعمل صحيحا مقيما )).

📙 شرح رياض الصالحين ١\٢٢-٢٣

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍5
🚠 PASTI ADA KEMUDAHAN

Allah Ta'ala berfirman,

﴿فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا • إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا﴾

"Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan • Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan."
(QS. Asy-Syarh ayat 5-6)

📄 Asy-Syaikh as-Sa'dy rahimahullah menjelaskan,

بشارة عظيمة، أنه كلما وجد عسر وصعوبة، فإن اليسر يقارنه ويصاحبه، حتى لو دخل العسر جحر ضب لدخل عليه اليسر فأخرجه.

🥬 "Kabar gembira yang agung, bahwasanya setiap kali didapati kesulitan dan kesusahan, maka pasti ada kemudahan yang menyertainya dan mengiringinya.

Sampai kalau seandainya 'kesulitan' itu masuk ke dalam lubang biawak, niscaya 'kemudahan' akan masuk pula ke dalam lubang tersebut untuk mengeluarkannya."

📚 (Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌴📖 BERSEMANGAT UNTUK MENEBARKAN ILMU

📄 Al-'Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,

"Wasiatku untuk diriku dan untuk Anda semua, hendaknya bersemangat untuk menebarkan ilmu di tengah- tengah umat manusia. Janganlah kalian meremehkan sedikitpun (dari upaya tersebut ).

Apabila engkau mengajarkan seseorang satu permasalahan (ilmu agama) lalu ia mengamalkannya, kemudian ada orang lain mengamalkannya, dan orang yang lain (juga mengamalkannya), dan orang lainnya lagi, dan lainnya lagi, maka setiap pahala yang diraih karena amalan yang engkau telah tunjukkan manusia kepadanya, maka engkau pun mendapatkan pahala yang sama."

📗 Liqa Al-Bab Al-Maftuh, 86

▪️‏قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله :

وصيتي لنفسي وإياكم الحرص على نشر العلم بين الناس،
ولا تحقروا شيئا.
فإذا علمت إنسانا مسألة واحدة وعمل بها، ثم عملها آخر وآخر وآخر، فكل ما يحصل من أجر
بالعمل الذي أنت دللت الناس عليه، فلك مثله .

📗[ لقاء الباب المفتوح ٨٦ ]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍6
🏅🌾 AL-IMAM SAID BIN AL-MUSAYYIB rahimahullah

🥬 Said bin al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahb bin ‘Amr bin ‘Aa-idz bin Imran bin Makhzum al-Qurasyi al-Makhzumiy.

🌴 Beliau adalah salah seorang ulama yang kokoh (terpercaya), ahli fiqh besar, termasuk dalam jajaran thabaqah ke-2 senior.

Para ulama sepakat bahwasanya riwayat mursal darinya adalah riwayat mursal yang paling shahih.

🥒 Ibnul Madini berkata: "Saya tidak mengetahui Tabiin yang paling luas ilmunya dibandingkan beliau."

Beliau meninggal setelah tahun 90 Hijriyah menjelang usia 80 tahun, rahmatullah alaihi

📚 (Taqribut Tahdzib karya al-Hafidz Ibn Hajar (1/364)).

سعيد بن المسيب بن حزن بن أبي وهب بن عمرو بن عائذ بن عمران بن مخزوم القرشي المخزومي

أحد العلماء الأثبات الفقهاء الكبار، من كبار الثانية

اتفقوا على أن مرسلاته أصح المراسيل

وقال بن المديني: لا أعلم في التابعين أوسع علما منه

مات بعد التسعين، وقد ناهز الثمانين.

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍2
🌾🍋 KEWAJIBAN BERTAUHID DAN MAKNANYA

📖 Allah Ta’ala berfirman :

{ وَماَخلقْتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ }

"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." [Adz-Dzariyat : 56]
________________
Penjelasan :

Tema kitab ini adalah penjelasan tentang tauhid yang Allah wajibkan atas para hamba-Nya, yang karenanya Allah menciptakan mereka. Juga penjelasan tentang perkara yang menafikannya yaitu syirik akbar, atau menafikan kesempurnaannya yang wajib maupun yang mustahab yaitu syirik kecil dan bid'ah.

🌷 Makna ayat secara global :

Allah ta'ala mengabarkan bahwa tidaklah Dia menciptakan manusia dan jin melainkan agar mereka beribadah kepada-Nya. Yaitu penjelasan tentang hikmah penciptaan mereka. Tidaklah Allah menghendaki seperti yang dikehendaki oleh para tuan dari para budaknya berupa membantu mereka untuk mendapatkan rizki dan makanan, Dan sesungguhnya Allah hanyalah menghendaki kemaslahatan bagi mereka.

📄 Kaitan ayat dengan bab :

Ayat ini menunjukkan kewajiban bertauhid yaitu mengesakan Allah dalam peribadatan, karena tidaklah Dia (Allah) menciptakan jin dan manusia melainkan untuk hal itu (mentauhidkan-Nya).

📌 Faedah yang bisa diambil dari ayat :

1. Wajibnya mengesakan Allah dalam peribadatan bagi seluruh jin dan manusia.
2. Penjelasan hikmah tujuan dari penciptaan jin dan manusia.
3. Bahwasanya Al-Khaliq Dialah Allah yang berhak diibadahi bukan selain-Nya yang tidak bisa menciptakan. Maka di sini terdapat bantahan terhadap para penyembah berhala dan selainnya.
4. Penjelasan bahwa Allah tidak butuh terhadap hamba-Nya justru makhluk-Nya yang butuh kepada Allah. Karena Allah adalah Al-Khaliq (Pencipta) sedangkan mereka makhluk (yang diciptakan).
5. Isbat /penetapan adanya hikmah dalam semua perbuatan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

📝 Silsilah Durus Tauhid :
📚 Kitab : Al-Mulakhash fi Syarhi Kitab at-Tauhid ( hlm: 9-10)
✍🏻 Penulis : Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍8
🌅🧾 Nasehat asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah untuk asatidzah dan thullab di Indonesia

نصيحة الشيخ العلامة عبدالله البخاري للأساتذة والطلاب في بلاد إندونيسيا

📥 tinyurl.com/yjpsyz9o

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍37
AUD-20210627-WA0000.aac
11.5 MB
🌅🧾 Nasehat asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah untuk asatidzah dan thullab di Indonesia

نصيحة الشيخ العلامة عبدالله البخاري للأساتذة والطلاب في بلاد إندونيسيا

📥 tinyurl.com/yjpsyz9o
👍18
📑🏷️ [ Transkrip ] Nasehat asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah untuk asatidzah dan thullab di Indonesia

تفريغ نصيحة الشيخ العلامة عبدالله البخاري للأساتذة والطلاب في بلاد إندونيسيا


Alhamdulillah telah ada audio nasehat asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah untuk asatidzah dan para penuntut ilmu di Indonesia. Semoga bermanfaat untuk Salafiyyin dan Dakwah Salafiyyah di Indonesia.

Melengkapi kebaikan yang telah beredar, berikut kami sajikan transkrip nasehat berharga tersebut.
Semoga menambah manfaat untuk seluruh asatidzah, para penuntut ilmu, dan salafiyyin pada umumnya. Amin

📥 Unduh PDF di sini
📎 تحميل بصيغة ب د ف من هنا
bit.ly/3xY54cF


•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍39
💧📝 BERSIHKAN DIRIMU SEBELUM MEMPELAJARI ILMU

🔖Al-Imam Ibnu Qudamah al Maqdisi rahimahullah berkata,

أما المتعلم فينبغي له تقديم طهارة النفس عن رذائل الأخلاق ومذموم الصفات . إذ العلم عبادة القلب . وينبغى له قطع العلائق الشاغلة، فان الفكرة متى توزعت قصرت عن إدراك الحقائق .

“Adapun seorang pelajar seharusnya membersihkan diri terlebih dahulu dari berbagai akhlak yang jelek dan sifat-sifat yang tercela, karena ilmu itu ibadah hati. Dan selayaknya baginya memutus segala hal yang menyibukkannya, sebab manakala pikiran itu terbagi-bagi maka akan berkurang kemampuannya dalam mengetahui hakikat-hakikat ilmu."

📘 [Mukhtashar Minhajul Qashidin hal. 21]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍17
🌴🍋 [ TERJEMAH ] Nasehat asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah untuk asatidzah dan thullab di Indonesia

تفريغ نصيحة الشيخ العلامة عبدالله البخاري للأساتذة والطلاب في بلاد إندونيسيا


Audio dan transkrip nasehat asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah untuk asatidzah dan para penuntut ilmu di Indonesia telah beredar. Alhamdulillah. Semoga membawa manfaat besar untuk Salafiyyin dan Dakwah Salafiyyah di Indonesia.

Untuk semakin melengkapi kebaikan yang telah beredar, berikut kami sajikan terjemah nasehat berharga tersebut.

Semoga Allah Ta'ala persatukan kembali Asatidzah, para penuntut ilmu, dan segenap salafiyyin di negeri ini. Amin

📥 Unduh PDF di sini
📎 تحميل بصيغة ب د ف من هنا
bit.ly/3y0omy1


•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍135
🌺 DUA PRINSIP DASAR DALAM AGAMA ISLAM

#aqidah

🌷 al-Imam Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata :

🌱 "Prinsip dan kaidah dasar Agama Islam ada dua hal:

Pertama: Perintah agar beribadah kepada Allah satu-satu-Nya tiada sekutu bagiNya; senantiasa menghasung (berdakwah) kepadanya, saling mencinta dan loyal di atas, dan menghukumi kekufuran terhadap orang yang meninggalkannya.

Kedua: Peringatan keras dari kesyirikan (menyekutukan) dalam peribadatan kepada Allah, bersikap keras terhadapnya, saling memusuhi karenanya, dan menghukumi kekufuran terhadap orang yang melakukannya (kesyirikan)."

📚 (Dikutip dari kitab Ad-Durar as-Saniyyah 2/22)


‏قال الامام شيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله:

أصل دين الإسلام، وقاعدته: أمران؛

الأول: الأمر بعبادة الله وحده لا شريك له؛ والتحريض على ذلك، والموالاة فيه، وتكفير من تركه

الثاني: الإنذار عن الشرك في عبادة الله، والتغليظ في ذلك، والمعاداة فيه، وتكفير من فعله

الدرر السنية (٢/٢٢)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍16
DI ANTARA TANDA-TANDA HARI KIAMAT

قال ﷺ: « لاتقوم الساعةحتى يكون أسعدالناس بالدنيا لُكَع ابن لُكَع ».
[رواه الترمذي (٢٢٠٩)]


Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda :

"Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga terjadi manusia yang paling berbahagia dengan dunia adalah luka' bin luka'"
HR. At-Tirmidzi 2209

Luka' : orang jahat, atau budak yang hina, atau orang rendah nasab dan kedudukannya.

🍁 Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri rahimahullah berkata, "Makna hadits-hadits ini bahwa harta kelak di akhir zaman akan berada di tangan orang-orang jahat anak para penjahat, dan mereka tergolong orang-orang yang paling berbahagia dengan dunia dan kelezatannya serta unggul dalam urusan dunia."

📚 [ Ithaf al-Jama'ah 2/62 ]

قال حمود التويجري: «والمعنى في هذه الأحاديث أن المال في آخر الزمان يتحول في أيدي اللئام بني اللئام، وأنهم يكونون أسعد الناس بنعيم الدنيا وملاذها والوجاهة فيها».

إتحاف الجماعة (٦٢/٢)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍16
🌷📎 KESALAHAN YANG DIMAAFKAN SAAT MEMBACA AL FATIHAH

🧾 Pada pembahasan akhir tafsir surat Al-Fatihah dalam tafsirnya, Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan sebuah permasalahan yang berkaitan dengan pelafazhan ولا الضالين (waladh dhaalliin) sebagai berikut:

والصحيح من مذاهب العلماء : أنه يغتفر الإخلال بتحرير ما بين الضاد والظاء لقرب مخرجيهما ؛ وذلك أن الضاد مخرجها من أول حافة اللسان وما يليها من الأضراس ، ومخرج الظاء من طرف اللسان وأطراف الثنايا العليا ، ولأن كلا من الحرفين من الحروف المجهورة ومن الحروف الرخوة ومن الحروف المطبقة، فلهذا كله اغتفر استعمال أحدهما مكان الآخر لمن لا يميز ذلك والله أعلم. (تفسير ابن كثير ج ١ ص ٤٥ ط مؤسسة الرسالة)

"Pendapat yang benar dari sekian pendapat ulama: bahwasannya kekeliruan ketika tidak bisa membedakan antara huruf ض (adh-dhaad) dengan huruf ظ (azh-zhaa’) merupakan sesuatu yang dimaafkan. Karena makhraj (tempat keluar) kedua huruf tersebut berdekatan; makhraj huruf ض adalah dari permulaan tepi lidah dengan yang setelahnya (ke arah) gigi geraham, sedangkan makhraj huruf ظ adalah dari ujung lidah dengan ujung gigi seri atas. Juga karena kedua huruf tersebut sama-sama merupakan huruf yang memiliki sifat jahr, rikhwah, dan ithbaq.

Maka atas dasar ini semua, menjadi termaafkan perbuatan seseorang yang tidak mampu membedakan (pelafazhannya,pen) antara satu dengan yang lainnya dari kedua huruf ini, Wallahu a’lam."

📕 (lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/45, cetakan ar-Risalah)

🔅 Pendapat ini pula yang dipilih oleh Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarh al-Mumti’(4/246) dan Al-Lajnah Ad-Daimah (4/24). Sebelumnya, juga merupakan pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al-Fatawa(23/350).

📝 Catatan: Pembahasan diatas hanya berlaku pada kedua huruf tersebut. Sehingga jika ada seseorang yang keliru melafazhkan selain kedua huruf tersebut ketika membaca surat Al-Fatihah, maka bisa berakibat pada batalnya shalat orang tersebut. Karena bacaan Al-Fatihahnya yang tidak benar.
والله أعلم بالصواب

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍11
🌺🌴 Sudah Benarkah Keimanan Kita Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
( bagian kedua)

📄 Pada bagian pertama kita telah mengetahui bahwa iman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak cukup dengan mengimani bahwa Allah itu ada, akan tetapi wajib mengimani pula tiga hal lainnya yaitu beriman terhadap Rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, Nama-Nama Nya dan Sifat-Sifat-Nya. Satu per satu dari empat perkara tersebut akan dijelaskan mulai pada bagian kedua ini.

🏷️ Beriman Bahwa Allah Ada
Para ulama menyebutkan ada empat macam dalil yang menunjukan bahwa Allah itu ada.
1. Dalil Fitrah
2. Dalil Akal
3. Dalil Syariat
4. Dalil Indra

📘 Dalil Fitrah
Seluruh makhluk telah diciptakan dalam keadaan mengimani bahwa Allah ada, tanpa melalui proses berpikir dan proses belajar. Itulah yang dimaksud dengan Fitrah. Tidak akan berubah dari konsekuensi fitrah ini kecuali ketika mengalami gangguan atau kerusakan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّه

"Hadapkanlah wajahmu kepada Agama Allah dengan lurus, Itulah Fitrah Allah yang mana Allah telah menciptakan manusia di atas fitrah tersebut, tidak ada perubahan terhadap agama Allah."
(QS. Ar-Rum: 30)

Rasulullah Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
ما مِن مَوْلُودٍ إلَّا يُولَدُ علَى الفِطْرَةِ، فأبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أوْ يُنَصِّرَانِهِ، أوْ يُمَجِّسَانِهِ

__"Tidaklah seorang bayi dilahirkan melainkan dalam keadaan Fitrah (Islam), kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi yahudi, atau nashroni, atau majusi."_ (Hadits Riwayat Al-Bukhari)

Fitrah ini akan tampak pada manusia ketika dia tertimpa musibah yang akan membinasakannya, maka dengan spontan dia ingat kepada Allah, memanggil-Nya dan meminta perlindungan kepada-Nya. Hal itu akan dialami semua manusia apakah dia seorang muslim, ataukah seorang musyrik atau bahkan seorang yang mengaku tidak ber-Tuhan sekalipun.

Hal ini telah Allah __Subhanahu wa Ta'ala__ sebutkan dalam firman-Nya :

وَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ

"Ketika musibah dan bencana menimpa manusia maka ia pun memanggil Rabbnya (Allah Ta'ala) dan kembali kepada-Nya "
(QS. Az-Zumar: 8)

📚 (Sumber rujukan : Al Quranul Karim dan Tafsirnya; Kitab Syarh Tsalatatil Ushul, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, cet. Daarul Adhwau Sunnah, hal 59)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍15
🌱 Kenapa Mengecup Hajar Aswad?

وعن عباس بن ربيعة قال : رأيت عمر بن الخطاب رضي الله عنه يقبل الحجر - يعني الأسود - ويقول : (( إني أعلم انك حجر ما تنفع ولا تضر، ولولا أني رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقبلك ما قبلتك )). متفق عليه

Dari 'Abbas bin Rabi'ah beliau berkata: aku melihat Umar bin al Khattab radhiyallahu anhu mengecup al Hajar -yakni Hajar Aswad- dan beliau berkata: "Aku tahu engkau hanyalah sebuah batu, engkau tidak bisa memberi manfaat dan mudharat, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengecupmu maka aku tidak akan mengecupmu". Muttafaq alaih.

✒️ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin _rahimahullah_ berkata,

🌾"Allah mensyariatkan kepada hamba-Nya untuk mengecup Hajar Aswad, untuk menunjukkan kesempurnaan perendahan dan penghambaan diri (kepada Allah), oleh karena itu Umar berkata ketika mengecupnya: "aku tahu engkau hanyalah sebuah batu, engkau tidak bisa memberi mudharat dan manfaat"
Yakni, aku mengecupmu karena mengikuti sunnah, bukan karena mengharap manfaat atau takut mudharat (darimu), akan tetapi karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan hal tersebut.

Oleh karena itu tidak disyariatkan untuk mencium apapun dari (bangunan) Ka'bah al-Musyarrafah kecuali Hajar Aswad saja, adapun Rukun Yamani maka (hanya) di usap bukan dikecup.".

📕 Syarah Riyadhus Shalihin 1/510-511.

----------------------------------------
وشرع الله سبحانه وتعالى لعباده أن يقبلوه، لكمال الذل والعبودية، ولهذا قال عمر حين قبله : (( إني لأعلم أنك حجر لا تضر ولا تنفع )). وصدق - رضي الله عنه - فإن الأحجار لا تضر ولا تنفع. الضرر والنفع بيد الله عز وجل كما قال تعالى { قُلۡ مَنۢ بِیَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَیۡءࣲ وَهُوَ یُجِیرُ وَلَا یُجَارُ عَلَیۡهِ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ.
سَیَقُولُونَ لِلَّهِۚ }.
ولكن بين -رضي الله عنه- أن تقبيله إياه لمجرد اتباع النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: (( لولا أني رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقبلك ما قبلتك )) يعني فأنا أقبلك اتباعا للسنة، لا رجاء للنفع، أو خوف الضرر، ولكن لأن النبي صلى الله عليه وسلم فعل ذلك. ولهذا لا يشرع أن يقبل شيئ من الكعبة المشرفة إلا الحجر الأسود فقط، أما الركن اليماني فيستلم يعني يمسح ولا يقبل.

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍11
📝 [Teks] Wasiat 'Ulama Kibar Untuk Salafiyyin Di Negeri Indonesia

🌴• Teks Asli Bahasa Arab :

وَصَايَا العُلَمَاء الكِبَار للسّلَفِيّين فِي بِلَاد إندونيسيا

👉🏽 top4top.io/downloadf-2008ge33o0-pdf.html

🖼️ • Terjemahan Bahasa Indonesia :

Wasiat 'Ulama Kibar Untuk Salafiyyin Di Negeri Indonesia

👉🏽 top4top.io/downloadf-200884mhe0-pdf.html

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍8
🚊 Pengingkaran al-Imam al-Albani rahimahullah terhadap Kelompok Teroris Juhaiman

🌾 Al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah berkata,

"Ketahuilah wahai saudara mukmin!
Sesungguhnya banyak dari manusia ketika sebagian fitnah terjadi hatinya menjadi liar dan tidak memiliki bashirah (ilmu yang meyakinkan) dalam menghadapinya, yang bashirah itu sungguh akan menampakkan kepada mereka jalan pertengahan (kebenaran) yang wajib atas mereka untuk menempuhnya dalam menghadapi fitnah tersebut.
Maka karenanya, mereka tersesat dari jalan kebenaran dengan kesesatan yang jauh.

Di antara mereka misalnya, ada yang mengikuti seseorang yang mengklaim/mengaku bahwa dirinya adalah al-Mahdi atau Nabi Isa. Seperti kelompok Al-Qadiyaniyyah (Ahmadiyyah) pengikut Mirza Ghulam Ahmad al-Qadiyani, yang awalnya dia mengaku sebagai al-Mahdi, kemudian mengaku sebagai Nabi Isa, lalu mengklaim kenabian (mengaku sebagai nabi)!

♨️ Seperti pula kelompok Juhaiman as-Sa’udi (seorang warga Saudi), yang telah mengobarkan fitnah (baca: melakukan operasi teror) di Masjidil Haram Makkah, pada permulaan tahun 1400 H! Dia mengklaim bahwa bersama komplotannya ada Al-Mahdi yang ditunggu-tunggu! Dia meminta (dengan paksa) dari kaum muslimin yang hadir di Masjidil Haram (kala itu) untuk membaiatnya! Saat (melakukan operasi terornya) itu dia diikuti oleh orang-orang rendahan, orang-orang yang kurang akalnya, dan orang-orang jahat dari kalangan pengikutnya.

📄 Kemudian Allah padamkan fitnah (operasi teror) mereka setelah mereka menumpahkan banyak darah kaum muslimin, dan Allah Ta’ala tenangkan hamba-hamba-Nya dari kejahatan mereka.

📚 Ash-Shahihah 5/278

قال الإمام الألباني:
واعلم أيها الأخ المؤمن! أن كثيراً من الناس تطيش قلوبهم عند حدوث بعض الفتن، ولا بصيرة عندهم تجاهها، بحيث إنها توضح لهم السبيل الوسط الذي يجب عليهم أن يسلكوه إبانها، فيضلون عنه ضلالاً بعيداً، فمنهم مثلاً من يتبع من ادعى أنه المهدي أو عيسى، كالقاديانيين الذين اتبعوا ميرزا غلام أحمد القادياني الذي ادعى المهدوية أولا، ثم العيسوية، ثم النبوة، ومثل جماعة (جهيمان) السعودي الذي قام بفتنة الحرم المكي على رأس سنة (1400) هجرية، وزعم أن معه المهدي المنتظر، وطلب من الحاضرين في الحرم أن يبايعوه، وكان قد اتبعه بعض البسطاء والمغفلين والأشرار من أتباعه، ثم قضى الله على فتنتهم بعد أن سفكوا كثيراً من دماء المسلمين، وأراح الله تعالى العباد من شرهم.

"الصحيحة" (5/ 278).

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍5