⛔📚⁉ BENARKAH DAKWAH SALAFIYYAH MENIMBULKAN PERPECAHAN DI TENGAH UMAT?
🏅 Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,
🍃 Tanya :
“Dakwah mengajak kepada manhaj salaf dan berpegang teguh dengannya telah tersebar, Alhamdulillah. Namun di sana ada yang mengatakan, bahwa dakwah ini memecah belah barisan kaum muslimin dan mencabik-cabik persatuan, mengadu kaum muslimin satu sama lain. Supaya muslimin sibuk dengan diri mereka sendiri dan melupakan musuh yang hakiki. Apakah ini benar? Apa arahan Anda?”
🛍 Jawab :
“Ini memutarbalikkan fakta.
Karena justru dakwah mengajak kepada Tauhid dan Manhaj Salafush Shalih itulah yang mempersatukan langkah dan menyatukan barisan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا
“Berpegangteguhlah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah dan janganlah kalian berpecah belah.” (Ali ‘Imran : 102)
إن هذه أمتُكُم أمةً واحدةً وأنا ربكم فاعبدون
“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kalian semua; agama yang satu dan Aku adalah Rabb kalian, maka beribadahlah kalian (hanya) kepada-Ku.” (Al-Anbiya : 92)
🍒🏝 Maka tidak mungkin kaum muslimin bersatu kecuali di atas Kalimat Tauhid dan Manhaj Salaf. Jika mereka (kaum muslimin) mentolerir manhaj-manhaj yang menyimpang dari manhaj Salafush Shalih maka mereka akan terpecah belah dan berselisih, sebagaimana itu yang terjadi sekarang.
🍋 Jadi orang yang mengajak kepada Tauhid dan Manhaj Salaf dialah yang mengajak kepada persatuan. Barangsiapa yang mengajak kepada selain itu, maka dia mengajak kepada perpecahan dan perselisihan.”
🛣 Al-Ajwibah al-Mufidah, 163-164
#dakwahsalafiyyah #persatuan #manhajsalafy #tauhid #salafushalih
#al_Fauzan
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🏅 Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,
🍃 Tanya :
“Dakwah mengajak kepada manhaj salaf dan berpegang teguh dengannya telah tersebar, Alhamdulillah. Namun di sana ada yang mengatakan, bahwa dakwah ini memecah belah barisan kaum muslimin dan mencabik-cabik persatuan, mengadu kaum muslimin satu sama lain. Supaya muslimin sibuk dengan diri mereka sendiri dan melupakan musuh yang hakiki. Apakah ini benar? Apa arahan Anda?”
🛍 Jawab :
“Ini memutarbalikkan fakta.
Karena justru dakwah mengajak kepada Tauhid dan Manhaj Salafush Shalih itulah yang mempersatukan langkah dan menyatukan barisan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا
“Berpegangteguhlah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah dan janganlah kalian berpecah belah.” (Ali ‘Imran : 102)
إن هذه أمتُكُم أمةً واحدةً وأنا ربكم فاعبدون
“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kalian semua; agama yang satu dan Aku adalah Rabb kalian, maka beribadahlah kalian (hanya) kepada-Ku.” (Al-Anbiya : 92)
🍒🏝 Maka tidak mungkin kaum muslimin bersatu kecuali di atas Kalimat Tauhid dan Manhaj Salaf. Jika mereka (kaum muslimin) mentolerir manhaj-manhaj yang menyimpang dari manhaj Salafush Shalih maka mereka akan terpecah belah dan berselisih, sebagaimana itu yang terjadi sekarang.
🍋 Jadi orang yang mengajak kepada Tauhid dan Manhaj Salaf dialah yang mengajak kepada persatuan. Barangsiapa yang mengajak kepada selain itu, maka dia mengajak kepada perpecahan dan perselisihan.”
🛣 Al-Ajwibah al-Mufidah, 163-164
#dakwahsalafiyyah #persatuan #manhajsalafy #tauhid #salafushalih
#al_Fauzan
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🏅🛤 BAGAIMANA AGAR UMAT INI BERSATU?
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
1⃣ Pertama, Pembenahan aqidah. Yaitu aqidah umat harus bersih dari kesyirikan. Allah Ta’ala berfirman,
وإن هذه أمتكم أمة واحدة وأنا ربكم فاتقون
“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kalian semua, agama yang satu, dan aku adalah Rabb kalian, maka bertakwalah kepada-Ku.” (al-Mu’minun : 52)
🏖 Karena aqidah yang benar itulah yang akan mempersatukan hati dan menghilangkan kedengkian. Beda halnya jika aqidahnya beragam/bermacam-macam dan yang disembah juga bermacam-macam (maka akan timbul perpecahan, pen). Karena penganut masing-masing aqidah akan menyendiri bersama aqidah (keyakinan) dan sesembahannya, serta memandang aqidah pihak lain sebagai aqidah yang batil/salah.
🕌 Allah Ta’ala berfirman,
أَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (39)
“Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?” (Yusuf : 39)
🌋 Oleh karena itu, dulu bangsa Arab pada zaman Jahiliyyah, mereka tercerai berai dan lemah di muka bumi.
🌅 Ketika mereka masuk Islam dan aqidahnya telah diluruskan, maka barisan mereka pun terpadu dan negara mereka bersatu.
2⃣ Kedua, mendengar dan taat kepada pemerintah muslimin. Oleh karena itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada pemerintah) meskipun yang memerintah kalian adalah seorang budak habasyi. … “ (HR. Abu Dawud 4607, at-Tirmidzi 2776)
👉🏻 Menentang pemerintah adalah sebab perselisihan.
3⃣ Ketiga, Merujuk kepada al-Qur’an dan as-Sunnah untuk mencegah terjadinya pertentangan dan menyudahi perselisihan.
Allah Ta’ala berfirman,
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا (59)
“Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian memang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (an-Nisaa’ : 59)
🚫 Bukan merujuk kepada pendapat atau tradisi tokoh-tokoh tertentu.
4⃣ Keempat, Mendamaikan hubungan dengan sesama tatkala menjalar pertentangan antar pribadi atau antar kabilah/kelompok.
Allah Ta’ala berfirman,
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ
“Oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu;” (al-Anfal : 1)
⚔🛡 Kelima, Memerangi kaum pemberontak dan khawarij (teroris), yang mereka itu menginginkan untuk memecah belah kaum muslimin. Apabila mereka memiliki kekuatan dan mengancam persatuan kaum muslimin serta merusak keamanan.
⚖ Allah Ta’ala berfirman,
فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ
“Apabila yang satu melanggar Perjanjian (memberontak) terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah.” (Al-Hujuraat : 9)
🎙 Oleh karena itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dulu memerangi kelompok pemberontak dan Khawarij. Ini termasuk di antara keutamaan/jasa beliau yang paling besar.
📚 al-Ajwibah al-Mufidah 211 - 213
#bersatu #persatuan #aqidah #tauhid
#teroris #khawarij #jahiliyyah
#al_Fauzan
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
1⃣ Pertama, Pembenahan aqidah. Yaitu aqidah umat harus bersih dari kesyirikan. Allah Ta’ala berfirman,
وإن هذه أمتكم أمة واحدة وأنا ربكم فاتقون
“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kalian semua, agama yang satu, dan aku adalah Rabb kalian, maka bertakwalah kepada-Ku.” (al-Mu’minun : 52)
🏖 Karena aqidah yang benar itulah yang akan mempersatukan hati dan menghilangkan kedengkian. Beda halnya jika aqidahnya beragam/bermacam-macam dan yang disembah juga bermacam-macam (maka akan timbul perpecahan, pen). Karena penganut masing-masing aqidah akan menyendiri bersama aqidah (keyakinan) dan sesembahannya, serta memandang aqidah pihak lain sebagai aqidah yang batil/salah.
🕌 Allah Ta’ala berfirman,
أَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (39)
“Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?” (Yusuf : 39)
🌋 Oleh karena itu, dulu bangsa Arab pada zaman Jahiliyyah, mereka tercerai berai dan lemah di muka bumi.
🌅 Ketika mereka masuk Islam dan aqidahnya telah diluruskan, maka barisan mereka pun terpadu dan negara mereka bersatu.
2⃣ Kedua, mendengar dan taat kepada pemerintah muslimin. Oleh karena itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada pemerintah) meskipun yang memerintah kalian adalah seorang budak habasyi. … “ (HR. Abu Dawud 4607, at-Tirmidzi 2776)
👉🏻 Menentang pemerintah adalah sebab perselisihan.
3⃣ Ketiga, Merujuk kepada al-Qur’an dan as-Sunnah untuk mencegah terjadinya pertentangan dan menyudahi perselisihan.
Allah Ta’ala berfirman,
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا (59)
“Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian memang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (an-Nisaa’ : 59)
🚫 Bukan merujuk kepada pendapat atau tradisi tokoh-tokoh tertentu.
4⃣ Keempat, Mendamaikan hubungan dengan sesama tatkala menjalar pertentangan antar pribadi atau antar kabilah/kelompok.
Allah Ta’ala berfirman,
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ
“Oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu;” (al-Anfal : 1)
⚔🛡 Kelima, Memerangi kaum pemberontak dan khawarij (teroris), yang mereka itu menginginkan untuk memecah belah kaum muslimin. Apabila mereka memiliki kekuatan dan mengancam persatuan kaum muslimin serta merusak keamanan.
⚖ Allah Ta’ala berfirman,
فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ
“Apabila yang satu melanggar Perjanjian (memberontak) terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah.” (Al-Hujuraat : 9)
🎙 Oleh karena itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dulu memerangi kelompok pemberontak dan Khawarij. Ini termasuk di antara keutamaan/jasa beliau yang paling besar.
📚 al-Ajwibah al-Mufidah 211 - 213
#bersatu #persatuan #aqidah #tauhid
#teroris #khawarij #jahiliyyah
#al_Fauzan
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🚧🚨 RESIKO MEMILIH JALAN PARA NABI
🔖 asy-Syaikh Zaid al-Madkhali rahimahullah,
🌙 "Barangsiapa memilih untuk dirinya jalan para nabi, maka mau tidak mau dia akan terkenai banyak gangguan, yang membutuhkan darinya persediaan kesabaran dalam jumlah sangat besar."
📘 al-Manhaj al-Qawim, 30
قال زيد المدخلي:
« من اختار لنفسه طريق الأنبياء فلا بدّ أن يناله من الأذى ما يحتاج معه إلى شحنة كبيرة من الصبر »
[المنهج القويم (٣٠)]
#nabi #sabar #jalanparanabi #kesabaran
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔖 asy-Syaikh Zaid al-Madkhali rahimahullah,
🌙 "Barangsiapa memilih untuk dirinya jalan para nabi, maka mau tidak mau dia akan terkenai banyak gangguan, yang membutuhkan darinya persediaan kesabaran dalam jumlah sangat besar."
📘 al-Manhaj al-Qawim, 30
قال زيد المدخلي:
« من اختار لنفسه طريق الأنبياء فلا بدّ أن يناله من الأذى ما يحتاج معه إلى شحنة كبيرة من الصبر »
[المنهج القويم (٣٠)]
#nabi #sabar #jalanparanabi #kesabaran
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌙🏝 BAGAIMANA CARA MENYAMPAIKAN DAKWAH SALAFIYYAH KE MASYARAKAT AWAM?
🚧 asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
🎗 Tanya :
"Bagaimana dakwah (mengajak) masyarakat awam kepada Salafiyyah; Manhaj Salafush Shalih, khususnya mereka telah tergantung (simpati) kepada sebagian da'i yang jelek ?"
🏅 Jawab :
"Allah telah meletakkan untuk kita manhaj dalam berdakwah. Allah berfirman kepada Nabi-Nya :
«ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ »
"Serulah (berdakwahlah) ke jalan (agama) Rabb-mu dengan cara hikmah, nasehat yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dia lebih tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih tahu orang-orang yang mendapat hidayah." [ an-Nahl : 125 ]
🔖 Dakwah ke jalan (agama) Allah dengan cara hikmah. Hikmah adalah ilmu, penjelasan, dan argumentasi. Jadi engkau berdakwah dengan ilmu, akhlak yang baik, lembut, dan halus, baik kepada awam maupun bukan awam. Namun awam akan lebih banyak bisa menerima. Dia akan bisa menerima kebenaran darimu tanpa ada perdebatan.
⚖ Jika dibutuhkan debat, yakni (karena) padanya ada sikap penolakan, atau ada keterkaitan dengan kebatilan, maka debatilah dia dengan cara yang lebih baik.
Allah Ta'ala berfirman,
« وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)»
"Tidak sama antara kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. Maka orang yang antara kamu dengannya ada permusuhan tiba-tiba akan menjadi teman dekat. Maka (sifat-sifat baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar, dan tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang yang mempunyai keuntungan yang besar." [ Fushilat : 34 - 35 ]
🌙 Tidak akan diberi hikmah kecuali orang yang memiliki keuntungan yang sangat besar."
▪️سئل الشَّـيخ العلّامــة رَبِيع بنُ هَادِي المَدْخَلِي -حَـفِظَهُ الله-:
❪📜❫ السُّــــ☟ـــؤَالُ:
كيف تكون دعوة عوام الناس إلى السلفية؛ منهج السلف الصالح، خاصة وقد تعلقوا ببعض دعاة السوء والشر؟
❪📜❫ الجَـــ☟ـــوَابُ:
” ... الله وضع لنا منهجاً للدعوة إلى إليه، الله قال لنبيه: «ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ » [النحل:125]
•• الدعوة إلى الله بالحكمة، والحكمة هي العلم والبيان والحجة فتدعو بالعلم وبالأخلاق الطيبة وبالرفق واللين، العامي وغير العامي، لكن العامي أكثر تقبلاً، وقد يقبل منك الحق بدون مجادلة،
•• فإن احتاج إلى مجادلة، كان عنده شيء من المناعة، شيء من التعلق بالباطل فجادله بالتي هي أحسن: « وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)» [فصلت:34-35]، فما يعطى هذه الحكمة إلا ذو حظ عظيم “.
📝المصــدَرُ :
[http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=27&id=194]
#salafiyyah #manhajsalafy #dakwahsalafiyyah
#sabar #hikmah #ilmu
#rabi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🚧 asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
🎗 Tanya :
"Bagaimana dakwah (mengajak) masyarakat awam kepada Salafiyyah; Manhaj Salafush Shalih, khususnya mereka telah tergantung (simpati) kepada sebagian da'i yang jelek ?"
🏅 Jawab :
"Allah telah meletakkan untuk kita manhaj dalam berdakwah. Allah berfirman kepada Nabi-Nya :
«ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ »
"Serulah (berdakwahlah) ke jalan (agama) Rabb-mu dengan cara hikmah, nasehat yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dia lebih tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih tahu orang-orang yang mendapat hidayah." [ an-Nahl : 125 ]
🔖 Dakwah ke jalan (agama) Allah dengan cara hikmah. Hikmah adalah ilmu, penjelasan, dan argumentasi. Jadi engkau berdakwah dengan ilmu, akhlak yang baik, lembut, dan halus, baik kepada awam maupun bukan awam. Namun awam akan lebih banyak bisa menerima. Dia akan bisa menerima kebenaran darimu tanpa ada perdebatan.
⚖ Jika dibutuhkan debat, yakni (karena) padanya ada sikap penolakan, atau ada keterkaitan dengan kebatilan, maka debatilah dia dengan cara yang lebih baik.
Allah Ta'ala berfirman,
« وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)»
"Tidak sama antara kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. Maka orang yang antara kamu dengannya ada permusuhan tiba-tiba akan menjadi teman dekat. Maka (sifat-sifat baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar, dan tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang yang mempunyai keuntungan yang besar." [ Fushilat : 34 - 35 ]
🌙 Tidak akan diberi hikmah kecuali orang yang memiliki keuntungan yang sangat besar."
▪️سئل الشَّـيخ العلّامــة رَبِيع بنُ هَادِي المَدْخَلِي -حَـفِظَهُ الله-:
❪📜❫ السُّــــ☟ـــؤَالُ:
كيف تكون دعوة عوام الناس إلى السلفية؛ منهج السلف الصالح، خاصة وقد تعلقوا ببعض دعاة السوء والشر؟
❪📜❫ الجَـــ☟ـــوَابُ:
” ... الله وضع لنا منهجاً للدعوة إلى إليه، الله قال لنبيه: «ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ » [النحل:125]
•• الدعوة إلى الله بالحكمة، والحكمة هي العلم والبيان والحجة فتدعو بالعلم وبالأخلاق الطيبة وبالرفق واللين، العامي وغير العامي، لكن العامي أكثر تقبلاً، وقد يقبل منك الحق بدون مجادلة،
•• فإن احتاج إلى مجادلة، كان عنده شيء من المناعة، شيء من التعلق بالباطل فجادله بالتي هي أحسن: « وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)» [فصلت:34-35]، فما يعطى هذه الحكمة إلا ذو حظ عظيم “.
📝المصــدَرُ :
[http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=27&id=194]
#salafiyyah #manhajsalafy #dakwahsalafiyyah
#sabar #hikmah #ilmu
#rabi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🏔🛤 KOKOH DI ATAS SUNNAH
🏝 asy-Syaikh al-'Allamah al-Mujahid Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
🗓 "Sesungguhnya kokoh di atas Sunnah maknanya adalah kokoh di atas Islam secara total; baik pokok-pokoknya maupun cabang-cabangnya, aqidah maupun manhaj; kita teguh di atasnya dan berpegang teguh dengannya hingga kita bertemu Allah — Tabaraka wa Ta'ala — kelak."
📚 al-Washaya al-Manhajiyyah, 7
قال الشيخ العلامة المجاهد ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله :
إن الثبات على السنة معناه الثبات على الإسلام بكليته: أصوله وفروعه عقائده ومناهجه؛ نثبت عليه ونتمسك به حتى نلقى الله تبارك وتعالى
📚 الوصايا المنهجية ٧
#sunnah #islam #aqidah #manhaj
#rabi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🏝 asy-Syaikh al-'Allamah al-Mujahid Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
🗓 "Sesungguhnya kokoh di atas Sunnah maknanya adalah kokoh di atas Islam secara total; baik pokok-pokoknya maupun cabang-cabangnya, aqidah maupun manhaj; kita teguh di atasnya dan berpegang teguh dengannya hingga kita bertemu Allah — Tabaraka wa Ta'ala — kelak."
📚 al-Washaya al-Manhajiyyah, 7
قال الشيخ العلامة المجاهد ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله :
إن الثبات على السنة معناه الثبات على الإسلام بكليته: أصوله وفروعه عقائده ومناهجه؛ نثبت عليه ونتمسك به حتى نلقى الله تبارك وتعالى
📚 الوصايا المنهجية ٧
#sunnah #islam #aqidah #manhaj
#rabi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🏅⛱ LINDUNGI DAN SELAMATKANLAH GENERASI MUDA
🔅 asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
⛵🗺 "Yang menginginkan perlindungan terhadap para pemuda dengan jujur dan ikhlas, maka itu hanyalah (bisa dilakukan dengan cara) memotivasi dan mendidik para pemuda tersebut di atas manhaj yang haq, disertai dengan dalil-dalil dan kaidah-kaidahnya. Juga menangkal berbagai syubhat dari mereka, dengan prinsip-prinsip dan pedoman yang terkandung dalam manhaj tersebut.
⛔ Bukan mendidik mereka yang sesuatu yang dibuat-buat, baik bisikan-bisikan dan berbagai kerancuan yang menjatuhkan nilai dan kedudukan manhaj ini dan kaidah-kaidahnya. Bahkan merusak akal para pemuda, dan menyebabkan langgengnya berbagai fitnah, permusuhan, dan pertentangan. Serta memusnahkan akhlaq-akhlaq yang mulia, seperti : kejujuran, wara', mencintai dan membela al-Haq, serta bersikap loyal karena Allah dan saling bermusuhan juga karena Allaj, bukan karena kebatilan, pribadi-pribadi (orang-orang) tentu, maupun hawa nafsu."
📚 al-Majmu' fi ar-Radd 'ala Falih, hal. 31
✍🏻 قال الشيخ العلامة ربيع بن هادي حفظه الله :
''والذي يريد حماية الشباب بصدق وإخلاص ، إنما يحثهم ويربيهم على المنهج الحق ونصوصه وقواعده ، ويدفع عنهم الشبه بما حواه هذا المنهج من الأصول والضوابط ، لا بما يخترعه من الوساوس والتمويهات التى تحط من قيمة ومكانة هذا المنهج وقواعده ، وتفسد عقول الشباب ، وتبث بينهم الفتن والخصومات والصراعات ، وتقضي على مكارم الأخلاق من الصدق والورع وحب الحق ونصرته والموالاة في الله،والمعاداة فيه لا في الباطل والأشخاص والأهواء .''
📚 المجموع في الرد على فالح : ( ص٣١ )
#manhaj
#rabi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔅 asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
⛵🗺 "Yang menginginkan perlindungan terhadap para pemuda dengan jujur dan ikhlas, maka itu hanyalah (bisa dilakukan dengan cara) memotivasi dan mendidik para pemuda tersebut di atas manhaj yang haq, disertai dengan dalil-dalil dan kaidah-kaidahnya. Juga menangkal berbagai syubhat dari mereka, dengan prinsip-prinsip dan pedoman yang terkandung dalam manhaj tersebut.
⛔ Bukan mendidik mereka yang sesuatu yang dibuat-buat, baik bisikan-bisikan dan berbagai kerancuan yang menjatuhkan nilai dan kedudukan manhaj ini dan kaidah-kaidahnya. Bahkan merusak akal para pemuda, dan menyebabkan langgengnya berbagai fitnah, permusuhan, dan pertentangan. Serta memusnahkan akhlaq-akhlaq yang mulia, seperti : kejujuran, wara', mencintai dan membela al-Haq, serta bersikap loyal karena Allah dan saling bermusuhan juga karena Allaj, bukan karena kebatilan, pribadi-pribadi (orang-orang) tentu, maupun hawa nafsu."
📚 al-Majmu' fi ar-Radd 'ala Falih, hal. 31
✍🏻 قال الشيخ العلامة ربيع بن هادي حفظه الله :
''والذي يريد حماية الشباب بصدق وإخلاص ، إنما يحثهم ويربيهم على المنهج الحق ونصوصه وقواعده ، ويدفع عنهم الشبه بما حواه هذا المنهج من الأصول والضوابط ، لا بما يخترعه من الوساوس والتمويهات التى تحط من قيمة ومكانة هذا المنهج وقواعده ، وتفسد عقول الشباب ، وتبث بينهم الفتن والخصومات والصراعات ، وتقضي على مكارم الأخلاق من الصدق والورع وحب الحق ونصرته والموالاة في الله،والمعاداة فيه لا في الباطل والأشخاص والأهواء .''
📚 المجموع في الرد على فالح : ( ص٣١ )
#manhaj
#rabi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
⚠‼ WASPADA DARI SYIAH RAFIDHAH!
🌴 al-Imam asy-Sya'bi rahimahullah (w. 103 H) :
⛱ "Aku peringatkan kalian dari bahaya Syiah Rafidhah! Karena mereka tidaklah masuk kedalam Islam karena berharap (pahala) dan takut (dari adzab). Namun karena dorongan dendam terhadap umat Islam!"
📕 as-Sunnah, oleh al-Khallaal, 3/496
قال الامام الشعبي رحمه الله:
" أحذركم الرافضة، فإنهم لم يدخلوا الاسلام رغبةً ولا رهبةً ولكن مقتاً لأهل الإسلام "
السنة للخلال 496/3
#syiah #rafidhah
#waspadasyiah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌴 al-Imam asy-Sya'bi rahimahullah (w. 103 H) :
⛱ "Aku peringatkan kalian dari bahaya Syiah Rafidhah! Karena mereka tidaklah masuk kedalam Islam karena berharap (pahala) dan takut (dari adzab). Namun karena dorongan dendam terhadap umat Islam!"
📕 as-Sunnah, oleh al-Khallaal, 3/496
قال الامام الشعبي رحمه الله:
" أحذركم الرافضة، فإنهم لم يدخلوا الاسلام رغبةً ولا رهبةً ولكن مقتاً لأهل الإسلام "
السنة للخلال 496/3
#syiah #rafidhah
#waspadasyiah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📩🔏 ENAM PEMBAHASAN PENTING TERKAIT BULAN SYA'BAN [ 1/2 ]
📌 Oleh asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
Amma Ba'd
Wahai kaum muslimin, kita berada di bulan Sya'ban. Kami akan menjelaskan tentangnya dalam enam pembahasan. Di dalamnya akan kami paparkan hal-hal yang wajib atas kami untk menjelaskannya. Kita memohon kepada Allah agar memberikan rizki kepada kami dan kepada Anda semua ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.
1⃣ Poin pertama,
📜 Puasa Sya'ban
💭 Apakah bulan Sya'ban memiliki kekhususan untuk dilakukan padanya puasa, dibanding bulan-bulan lainnya?
✅ Jawabannya : Iya. Sesungguhnya dulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam banyak berpuasa padanya (pada bulan Sya'ban, pen). Hingga beliau berpuasa pada Sya'ban seluruhnya kecuali sedikit (yakni beberapa hari saja yang tidak berpuasa).
Atas dasar ini, termasuk sunnah adalah seseorang MEMPERBANYAK PUASA PADA BULAN SYA'BAN, dalam rangka mentauladani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
2⃣ Poin kedua :
📜 Puasa Nishfu Sya'ban (Pertengahan Sya'ban)
Yakni berpuasa pada hari PERTENGAHAN Sya'ban SECARA KHUSUS.
👉⛔ Maka dalam masalah ini, ada beberapa hadits lemah, tidak sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan tidak boleh diamalkan. Karena segala sesuatu yang tidak sah dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maka TIDAK BOLEH SESEORANG UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH DENGANNYA.
📛 Atas dasar ini, tidak boleh dilakukan puasa pada pertengahan Sya'ban secara khusus. Karena amalan itu tidak ada dasarnya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesuatu yang tidak ada dasarnya MAKA ITU BID'AH.
3⃣ Poin ketiga :
📜 Tentang Keutamaan Malam Nishfu Sya'ban.
💥 Dalam masalah ini juga ada hadits-hadits yang lemah, tidak sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Atas dasar itu, malam Nishfu (pertengahan) Sya'ban kedudukannya seperti malam pertengahan Rajab, atau pertengahan Rabi'ul Awal atau akhir, atau pertengahan Jumada, dan bulan-bulan lainnya. Tidak ada kelebihan untuk malam tersebut – yakni malam Nishfu Sya'ban – sedikitpun. KARENA HADITS-HADITS YANG ADA TENTANGNYA ADALAH LEMAH.
🕹 berlanjut ....
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
📌 Oleh asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
Amma Ba'd
Wahai kaum muslimin, kita berada di bulan Sya'ban. Kami akan menjelaskan tentangnya dalam enam pembahasan. Di dalamnya akan kami paparkan hal-hal yang wajib atas kami untk menjelaskannya. Kita memohon kepada Allah agar memberikan rizki kepada kami dan kepada Anda semua ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.
1⃣ Poin pertama,
📜 Puasa Sya'ban
💭 Apakah bulan Sya'ban memiliki kekhususan untuk dilakukan padanya puasa, dibanding bulan-bulan lainnya?
✅ Jawabannya : Iya. Sesungguhnya dulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam banyak berpuasa padanya (pada bulan Sya'ban, pen). Hingga beliau berpuasa pada Sya'ban seluruhnya kecuali sedikit (yakni beberapa hari saja yang tidak berpuasa).
Atas dasar ini, termasuk sunnah adalah seseorang MEMPERBANYAK PUASA PADA BULAN SYA'BAN, dalam rangka mentauladani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
2⃣ Poin kedua :
📜 Puasa Nishfu Sya'ban (Pertengahan Sya'ban)
Yakni berpuasa pada hari PERTENGAHAN Sya'ban SECARA KHUSUS.
👉⛔ Maka dalam masalah ini, ada beberapa hadits lemah, tidak sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan tidak boleh diamalkan. Karena segala sesuatu yang tidak sah dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maka TIDAK BOLEH SESEORANG UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH DENGANNYA.
📛 Atas dasar ini, tidak boleh dilakukan puasa pada pertengahan Sya'ban secara khusus. Karena amalan itu tidak ada dasarnya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesuatu yang tidak ada dasarnya MAKA ITU BID'AH.
3⃣ Poin ketiga :
📜 Tentang Keutamaan Malam Nishfu Sya'ban.
💥 Dalam masalah ini juga ada hadits-hadits yang lemah, tidak sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Atas dasar itu, malam Nishfu (pertengahan) Sya'ban kedudukannya seperti malam pertengahan Rajab, atau pertengahan Rabi'ul Awal atau akhir, atau pertengahan Jumada, dan bulan-bulan lainnya. Tidak ada kelebihan untuk malam tersebut – yakni malam Nishfu Sya'ban – sedikitpun. KARENA HADITS-HADITS YANG ADA TENTANGNYA ADALAH LEMAH.
🕹 berlanjut ....
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
📩🔏 ENAM PEMBAHASAN PENTING TERKAIT BULAN SYA'BAN [ 2/2 - selesai ]
🕹 ... lanjutan ...
4⃣ Poin Keempat :
📜 Mengkhususkan Malam Nishfu Sya'ban dengan Qiyamullail.
🚧⚠ Ini juga merupakan BID'AH. Tidak ada dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau dulu mengkhususkan malam tersebut dengan Qiyamullail.
Namun, malam tersebut kedudukannya seperti malam-malam lainnya. Apabila seseorang sudah terbiasa melaksanakan Qiyamullail, maka silakan dia melakukan Qiyamullail pada malam tersebut, melanjutkan kebiasaannya pada malam-malam lainnya. Apabila seseorang bukan kebiasaannya Qiyamullail, maka DIA TIDAK BOLEH MENGKHUSUSKAN MALAM NISHFU SYA'BAN DENGAN QIYAMULLAIL, karena itu tidak ada dasarnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Yang lebih jauh dari ini, bahwa sebagian orang mengkhusus qiyamullail pada malam ini dengan jumlah rakaat tertentu, yang tidak ada dasarnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Jadi, KITA TIDAK MENGKHUSUSKAN MALAM NISHFU SYA'BAN DENGAN QIYAMULLAIL
5⃣ Poin Kelima :
❓ Benarkah Ada Penentuan Takdir Pada Malam Tersebut?
Maknanya : Apakah Pada malam tersebut (yakni Nishfu Sya'ban) ditentukan Takdir pada tahun tersebut?
🚫 Jawabannya : TIDAK. Malam itu bukanlah Lailatul Qadar. Adapun Lailatul Qadar ada pada bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Sesungguhnya Kami menurunkannya" yakni al-Qur
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman juga, "Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya al-Qur
6⃣ Poin Keenam :
📜 Membuat Makanan pada hari pertengahan Sya'ban.
Sebagian orang membuat makanan pada hari pertengahan Sya'ban, untuk dibagikan kepada kaum fakir, dengan mengatakan, "Ini atas makan malam dari Ibu", "Ini makan malam dari ayah", atau "Ini makan malam dari kedua orang tua".
👉 Ini juga BID'AH.
Karena itu tidak ada dasarnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak pula dari shahabat radhiyallahu 'anhum.
✏️ Inilah enam pembahasan yang aku ketahui. Mungkin saja masih ada hal-hal lain yang tidak aku ketahui, yang wajib atasku untuk menjelaskannya kepada Anda semua.
Aku memohon kepada agar menjadikan kami dan Anda semua termasuk orang-orang yang menebarkan Sunnah dan meninggalkan Bid'ah, menjadikan kami dan Anda semua para pembimbing yang mendapat hidayah, serta menjadikan kami dan Anda semua termasuk orang-orang yang bertauladan dan mengambil bimbingan dari bimbingan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
🔴 Selesai
🌏 http://manhajul-anbiya.net/enam-pembahasan-penting-terkait-bulan-syaban/
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🕹 ... lanjutan ...
4⃣ Poin Keempat :
📜 Mengkhususkan Malam Nishfu Sya'ban dengan Qiyamullail.
🚧⚠ Ini juga merupakan BID'AH. Tidak ada dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau dulu mengkhususkan malam tersebut dengan Qiyamullail.
Namun, malam tersebut kedudukannya seperti malam-malam lainnya. Apabila seseorang sudah terbiasa melaksanakan Qiyamullail, maka silakan dia melakukan Qiyamullail pada malam tersebut, melanjutkan kebiasaannya pada malam-malam lainnya. Apabila seseorang bukan kebiasaannya Qiyamullail, maka DIA TIDAK BOLEH MENGKHUSUSKAN MALAM NISHFU SYA'BAN DENGAN QIYAMULLAIL, karena itu tidak ada dasarnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Yang lebih jauh dari ini, bahwa sebagian orang mengkhusus qiyamullail pada malam ini dengan jumlah rakaat tertentu, yang tidak ada dasarnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Jadi, KITA TIDAK MENGKHUSUSKAN MALAM NISHFU SYA'BAN DENGAN QIYAMULLAIL
5⃣ Poin Kelima :
❓ Benarkah Ada Penentuan Takdir Pada Malam Tersebut?
Maknanya : Apakah Pada malam tersebut (yakni Nishfu Sya'ban) ditentukan Takdir pada tahun tersebut?
🚫 Jawabannya : TIDAK. Malam itu bukanlah Lailatul Qadar. Adapun Lailatul Qadar ada pada bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Sesungguhnya Kami menurunkannya" yakni al-Qur
an.
"Seseungguhnya Kami menurunkannya (al-Quran) pada Lailatul Qadar. Apakah yang kalian tahu tentang lailatul Qadar? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan." (al-Qadar : 1-3)Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman juga, "Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya al-Qur
an." (al-Baqarah : 185)
Atas dasar ini, Lailatul Qadar itu ada pada bulan Ramadhan. Karena malam tersebut merupakan malam yang Allah menurunkan al-Quran. Al-Qur'an turun pada bulan Ramadhan. Maka pastilah, bahwa Lailatul Qadar itu pada bulan Ramadhan, bukan pada bulan-bulan lainnya. Termasuk malam Nishfu Sya'ban, malam itu bukanlah malam Lailatul Qadar. Pada malam Nishfu Sya'ban tidak ada penentuan Takdir apapun yang terjadi tahun tersebut. Namun malam tersebut adalah seperti malam-malam lainnya.6⃣ Poin Keenam :
📜 Membuat Makanan pada hari pertengahan Sya'ban.
Sebagian orang membuat makanan pada hari pertengahan Sya'ban, untuk dibagikan kepada kaum fakir, dengan mengatakan, "Ini atas makan malam dari Ibu", "Ini makan malam dari ayah", atau "Ini makan malam dari kedua orang tua".
👉 Ini juga BID'AH.
Karena itu tidak ada dasarnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak pula dari shahabat radhiyallahu 'anhum.
✏️ Inilah enam pembahasan yang aku ketahui. Mungkin saja masih ada hal-hal lain yang tidak aku ketahui, yang wajib atasku untuk menjelaskannya kepada Anda semua.
Aku memohon kepada agar menjadikan kami dan Anda semua termasuk orang-orang yang menebarkan Sunnah dan meninggalkan Bid'ah, menjadikan kami dan Anda semua para pembimbing yang mendapat hidayah, serta menjadikan kami dan Anda semua termasuk orang-orang yang bertauladan dan mengambil bimbingan dari bimbingan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
🔴 Selesai
🌏 http://manhajul-anbiya.net/enam-pembahasan-penting-terkait-bulan-syaban/
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Manhajul Anbiya
ENAM PEMBAHASAN PENTING TERKAIT BULAN SYA'BAN - Manhajul Anbiya
🗓🌙 BULAN SYA'BAN
....................................
قال الحافظ ابن رجب -رحمه الله- :
"لما كان شعبانُ كالمقدمة لرمضان، شُرعَ فيه ما يُشرَعُ في رمضان، من الصيامِ وقراءةِ القرآن؛ ليحصُل التأهُبُ لتلقي رمضان، وترتاضَ النفوسُ بذلك على طَاعةِ الرحمنِ".
لطائف المعارف فيما لمواسم العام من الوظائف : (ص ٢٥٨ )
🌕 🍂 Al-Hafizh Ibnu Rajab -rahimahullah- berkata:
🌙 Karena bulan Sya'ban itu seakan seperti pembukaan bulan Ramadhan, maka pada bulan tersebut disyariatkan amalan-amalan yang disyariatkan pada bulan Ramadhan,
👉 Seperti; puasa dan membaca al-Qur'an.
🌄 Hal ini agar siap menyambut Ramadhan dan jiwa menjadi terlatih dalam ketaatan kepada ar-Rahman.
📙 Latha-if al Ma'arif fima li mawasim al-'Am min al-Wazha-if hal.258
🌍 http://manhajul-anbiya.net/bulan-syaban/
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
....................................
قال الحافظ ابن رجب -رحمه الله- :
"لما كان شعبانُ كالمقدمة لرمضان، شُرعَ فيه ما يُشرَعُ في رمضان، من الصيامِ وقراءةِ القرآن؛ ليحصُل التأهُبُ لتلقي رمضان، وترتاضَ النفوسُ بذلك على طَاعةِ الرحمنِ".
لطائف المعارف فيما لمواسم العام من الوظائف : (ص ٢٥٨ )
🌕 🍂 Al-Hafizh Ibnu Rajab -rahimahullah- berkata:
🌙 Karena bulan Sya'ban itu seakan seperti pembukaan bulan Ramadhan, maka pada bulan tersebut disyariatkan amalan-amalan yang disyariatkan pada bulan Ramadhan,
👉 Seperti; puasa dan membaca al-Qur'an.
🌄 Hal ini agar siap menyambut Ramadhan dan jiwa menjadi terlatih dalam ketaatan kepada ar-Rahman.
📙 Latha-if al Ma'arif fima li mawasim al-'Am min al-Wazha-if hal.258
🌍 http://manhajul-anbiya.net/bulan-syaban/
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Manhajul Anbiya
BULAN SYA'BAN - Manhajul Anbiya
🌠📡 BERITA GEMBIRA
⛱ Kini telah hadir channel khusus SIRAH NABAWIYYAH.
✅ Pertama kali, channel khusus yang menyajikan audio lengkap siroh nabawiyyah
🕋🕌 Pembahasan kitab SIROH IBNI HISYAM
bersama Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullah
🔊 Audio Durus disajikan dalam channel khusus
🌴🍃 https://t.me/Siroh_Ibnu_Hisyam
💐🥀 Ikuti dengan seksama audio pelajaran siroh nabawiyyah dalam channel tersebut. Dapatkan penjabaran secara lengkap. Maka Anda akan mendapatkan pelajaran tentang perjalan hidup dan perjuangan dakwah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersama para shahabatnya.
👉🏻 liku-liku perjalanan dakwah tauhid, jihad fi sabilillah, dan keteladanan akhlak nabi. Jiwa ksatria dan pemberani yang terpancar dari cahaya iman dan tauhid. Kepahlawanan para shahabat yang dibina oleh sang Nabi dengan pendidikan tauhid.
#sirohnabawiyyah #sirohibnihisyam
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
⛱ Kini telah hadir channel khusus SIRAH NABAWIYYAH.
✅ Pertama kali, channel khusus yang menyajikan audio lengkap siroh nabawiyyah
🕋🕌 Pembahasan kitab SIROH IBNI HISYAM
bersama Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullah
🔊 Audio Durus disajikan dalam channel khusus
🌴🍃 https://t.me/Siroh_Ibnu_Hisyam
💐🥀 Ikuti dengan seksama audio pelajaran siroh nabawiyyah dalam channel tersebut. Dapatkan penjabaran secara lengkap. Maka Anda akan mendapatkan pelajaran tentang perjalan hidup dan perjuangan dakwah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersama para shahabatnya.
👉🏻 liku-liku perjalanan dakwah tauhid, jihad fi sabilillah, dan keteladanan akhlak nabi. Jiwa ksatria dan pemberani yang terpancar dari cahaya iman dan tauhid. Kepahlawanan para shahabat yang dibina oleh sang Nabi dengan pendidikan tauhid.
#sirohnabawiyyah #sirohibnihisyam
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
📀💿📀💿📀💿📀
💽 *Rekaman TAUSIYAH*💽
📗 *Terkait Program Tebar Majalah AsySyariah*
*Edisi Khusus 02*
*MENGAPA TERORIS TIDAK PERNAH HABIS?*
🌷 Ust. Luqman Ba'abduh hafizhahullah
📌 Jumat, 1 Sya'ban 1438 H / 27 April 2017
*Link Download:*
🎙Tausiyah Lengkap:
🔗 http://bit.ly/2qc52yv
🕰 durasi 38:33 besar file 4,6 Mb
🎙Kutipan Tausiyah Program Tebar Majalah AsySyariah:
🔗 http://bit.ly/2oAgnZv
🕰 durasi 4:29 besar file 711 Kb
#tausiyah #ustadz_Luqman_baabduh #tebarmajalah #asysyariah
—------------—
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👇🏻⏬⏬⏬👇🏻
💽 *Rekaman TAUSIYAH*💽
📗 *Terkait Program Tebar Majalah AsySyariah*
*Edisi Khusus 02*
*MENGAPA TERORIS TIDAK PERNAH HABIS?*
🌷 Ust. Luqman Ba'abduh hafizhahullah
📌 Jumat, 1 Sya'ban 1438 H / 27 April 2017
*Link Download:*
🎙Tausiyah Lengkap:
🔗 http://bit.ly/2qc52yv
🕰 durasi 38:33 besar file 4,6 Mb
🎙Kutipan Tausiyah Program Tebar Majalah AsySyariah:
🔗 http://bit.ly/2oAgnZv
🕰 durasi 4:29 besar file 711 Kb
#tausiyah #ustadz_Luqman_baabduh #tebarmajalah #asysyariah
—------------—
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👇🏻⏬⏬⏬👇🏻
🌕🌙🌒 BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM MENGHITUNG dan MENCERMATI hari-hari bulan SYA'BAN
........................................................
🌿 Al-Imam Abu Dawud meriwayatkan dengan sanadnya (no. 2325) dari shahabat ‘Aisyah radhiyallahu 'anha berkata :
« كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلاَلِ شَعْبَانَ مَا لاَ يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ ، عَدَّ ثَلاَثِينَ يَوْمًا ، ثُمَّ صَامَ »
"Dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa berupaya serius menghitung (hari, sejak) hilâl bulan Sya’ban, tidak sebagaimana yang beliau lakukan pada bulan-bulan lainnya. Kemudian beliau bershaum berdasarkan ru’yah (Hilal) Ramadhan. Namun apabila (al-hilal) terhalangi atas beliau, maka beliau menghitung (Sya’ban menjadi) 30 hari, kemudian (esok harinya) barulah beliau bershaum."
📚 Hadits ini diriwayatkan pula oleh al-Imam Ahmad (VI/149), Ibnu Khuzaimah (1910), Ibnu Hibbân (3444) [1]), Al-Hakim (I/423) Al-Baihaqi (IV/406). Ad-Daraquthni (2149) menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan shahih. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 2325.
🔏 Hadits ini menunjukkan :
▪Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berupaya lebih serius menghitung hari-hari bulan Sya’ban sejak hari pertama terlihat al-hilal. Hal ini tidak sebagaimana yang beliau lakukan pada bulan-bulan yang lain. Bahkan dalam hadits lainnya Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk melakukan hal yang sama. Dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
« أَحْصُوا هِلاَلَ شَعْبَانَ لِرَمَضَانَ وَلاَ تَخْلِطُوا بِرَمَضَانَ إِلاَّ أَنْ يُوَافِقَ ذَلِكَ صِيَامًا كَانَ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ وَصُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَإِنَّهَا لَيْسَتْ تُغَمَّى عَلَيْكُمُ الْعِدَّةُ »
“Hitunglah bilangan bulan Sya’ban agar kalian mengetahui masuknya bulan Ramadhan. Janganlah kalian mendahului Ramadhan kecuali jika bertepatan dengan hari yang dia memang terbiasa bershaum padanya. Laksanakanlah shaum Ramadhan berdasarkan ru
📄 [HR. Ad-Daraquthni (2174). Al-Hakim I/425 dan At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 687) meriwayatkannya secara singkat. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahîhah no. 565]
📚 Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan makna hadits tersebut :
✅ “Bersungguh-sunggulah kalian dalam menghitung dan mencermati (hari-hari bulan Sya’ban), yaitu dengan kalian memperhatikan waktu-waktu terbit (al-hilal) dan melihat peredarannya. Agar kalian benar-benar di atas ilmu dalam mencari hilâl bulan Ramadhan dengan sebenarnya, sehingga sedikit pun tidak ada yang terluput dari kalian.” [2])
▪Kebiasaan Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam adalah bershaum Ramadhan berdasarkan RU'YATUL HILAL. Namun apabila al-hilal terhalangi, maka beliau menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.
-----------------
[1] Shahih Ibni Hibban bitartib Ibni Bilban, Mu`assasah Ar-Risalah – Beirut.
[2] Lihat Tuhfatul Ahwadzi syarh hadits no. 687.
🌍 http://manhajul-anbiya.net/bersungguh-sunggulah-kalian-dalam-menghitung-dan-mencermati-hari-hari-bulan-syaban/
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
........................................................
🌿 Al-Imam Abu Dawud meriwayatkan dengan sanadnya (no. 2325) dari shahabat ‘Aisyah radhiyallahu 'anha berkata :
« كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلاَلِ شَعْبَانَ مَا لاَ يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ ، عَدَّ ثَلاَثِينَ يَوْمًا ، ثُمَّ صَامَ »
"Dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa berupaya serius menghitung (hari, sejak) hilâl bulan Sya’ban, tidak sebagaimana yang beliau lakukan pada bulan-bulan lainnya. Kemudian beliau bershaum berdasarkan ru’yah (Hilal) Ramadhan. Namun apabila (al-hilal) terhalangi atas beliau, maka beliau menghitung (Sya’ban menjadi) 30 hari, kemudian (esok harinya) barulah beliau bershaum."
📚 Hadits ini diriwayatkan pula oleh al-Imam Ahmad (VI/149), Ibnu Khuzaimah (1910), Ibnu Hibbân (3444) [1]), Al-Hakim (I/423) Al-Baihaqi (IV/406). Ad-Daraquthni (2149) menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan shahih. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 2325.
🔏 Hadits ini menunjukkan :
▪Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berupaya lebih serius menghitung hari-hari bulan Sya’ban sejak hari pertama terlihat al-hilal. Hal ini tidak sebagaimana yang beliau lakukan pada bulan-bulan yang lain. Bahkan dalam hadits lainnya Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk melakukan hal yang sama. Dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
« أَحْصُوا هِلاَلَ شَعْبَانَ لِرَمَضَانَ وَلاَ تَخْلِطُوا بِرَمَضَانَ إِلاَّ أَنْ يُوَافِقَ ذَلِكَ صِيَامًا كَانَ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ وَصُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَإِنَّهَا لَيْسَتْ تُغَمَّى عَلَيْكُمُ الْعِدَّةُ »
“Hitunglah bilangan bulan Sya’ban agar kalian mengetahui masuknya bulan Ramadhan. Janganlah kalian mendahului Ramadhan kecuali jika bertepatan dengan hari yang dia memang terbiasa bershaum padanya. Laksanakanlah shaum Ramadhan berdasarkan ru
yatul Hilal dan beri’idulfitrilah kalian berdasarkan ruyatul Hilal.”📄 [HR. Ad-Daraquthni (2174). Al-Hakim I/425 dan At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 687) meriwayatkannya secara singkat. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahîhah no. 565]
📚 Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan makna hadits tersebut :
✅ “Bersungguh-sunggulah kalian dalam menghitung dan mencermati (hari-hari bulan Sya’ban), yaitu dengan kalian memperhatikan waktu-waktu terbit (al-hilal) dan melihat peredarannya. Agar kalian benar-benar di atas ilmu dalam mencari hilâl bulan Ramadhan dengan sebenarnya, sehingga sedikit pun tidak ada yang terluput dari kalian.” [2])
▪Kebiasaan Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam adalah bershaum Ramadhan berdasarkan RU'YATUL HILAL. Namun apabila al-hilal terhalangi, maka beliau menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.
-----------------
[1] Shahih Ibni Hibban bitartib Ibni Bilban, Mu`assasah Ar-Risalah – Beirut.
[2] Lihat Tuhfatul Ahwadzi syarh hadits no. 687.
🌍 http://manhajul-anbiya.net/bersungguh-sunggulah-kalian-dalam-menghitung-dan-mencermati-hari-hari-bulan-syaban/
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
📜🗓 ... SYA'BAN ADALAH BULANKU ... BENARKAH?
Hadits yang berbunyi:
"رجب شهر الله ، وشعبان شهري ، ورمضان شهر أمتي"
"Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku."
Adalah hadits PALSU.
🚨 Di dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Abu Bakr bin al-Hasan an-Naqqasy. Perawi ini muttaham (tertuduh memalsukan hadits).
🔇 Ada juga perawi yg bernama al-Kisai, ia majhul (tidak dikenal) .
📁 Hadits ini disebutkan oleh penulis kitab "Al-la'alii' fi al-Maudhu'at"
Lihat Fatwa al-Lajnah ad-Da'imah no 15677
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hadits yang berbunyi:
"رجب شهر الله ، وشعبان شهري ، ورمضان شهر أمتي"
"Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku."
Adalah hadits PALSU.
🚨 Di dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Abu Bakr bin al-Hasan an-Naqqasy. Perawi ini muttaham (tertuduh memalsukan hadits).
🔇 Ada juga perawi yg bernama al-Kisai, ia majhul (tidak dikenal) .
📁 Hadits ini disebutkan oleh penulis kitab "Al-la'alii' fi al-Maudhu'at"
Lihat Fatwa al-Lajnah ad-Da'imah no 15677
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
📚🗓 SYA'BAN, BULAN YANG MANUSIA LALAI DARINYA
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ أَبُو الْغُصْنِ شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
🌙 Telah mengabarkan kepada kami 'Amr bin 'Ali dari 'Abdurrahman dia berkata; telah menceritakan kepada kami Tsabit bin Qais Abu Al Ghushn - seorang syaikh dari penduduk Madinah - dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Sa'id Al Maqburi dia berkata; telah menceritakan kepadaku Usamah bin Zaid, dia berkata; Aku bertanya;
"Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa dari bulan Sya'ban?"
Beliau bersabda:
« Itulah bulan yang MANUSIA LALAI DARINYA; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan yang padanya amal perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam. Maka aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa. »
🌥Al-Imam al-Albani _rahimahullaah_ berkata dalam *Irwa'ul Ghalil* (4/103), "Ini adalah sanad yang hasan, seluruh perawinya tsiqah, termasuk perawi dari asy-syaikhain (al-Bukhari dan Muslim) kecuali Tsabit bin Qais. An-Nasa'i berkata tentangnya: "Dia tidak mengapa." Ahmad berkata, "Tsiqah (terpercaya)." Abu Dawud berkata, "Haditsnya tidak mengapa." Al-Mundziri berkata dalam kitab *Mukhtashar as-Sunan* (3/320), "Itu adalah hadits hasan."
🌥Al-Imam Ibnu Rajab berkata dalam *Latha'if al-Ma'arif* (hal. 130), "Telah jelas dengan apa yang telah kami sebutkan, sebab puasa Nabi _shallallaahu 'alaihi wa sallam_ pada bulan Sya'ban berbeda dengan bulan yang lain. Di dalamnya terdapat makna-makna yang lain.
Telah disebutkan dua makna di antaranya oleh Nabi _shallallaahu 'alaihi wa sallam_ dalam hadits Usamah:
1⃣ Sya’ban adalah bulan yang "manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadhan.”
Sabda Rasulullah _shallallaahu ‘alaihi wa sallam_ ini mengisyaratkan bahwa tatkala Sya’ban diapit oleh dua bulan yang agung; bulan haram (Rajab) dan bulan puasa (Ramadhan), maka manusia tersibukkan dengan kedua bulan ini, sehingga bulan Sya’ban terlupakan. Sementara sebagian orang mengira bahwa berpuasa pada bulan Rajab itu lebih utama daripada puasa pada bulan Sya’ban, karena Rajab adalah bulan haram. Padahal tidak demikian adanya.
Al-Imam Ibnu Wahb _rahimahullah_ meriwayatkan, “Mu’awiyah bin Shalih telah menyampaikan hadits kepada kami dari Azhar bin Sa’d dari ayahnya, dari ‘Aisyah _radhiyallahu ‘anha_, ia berkata, “Pernah disebutkan kepada Rasulullah apakah manusia berpuasa di bulan Rajab?” Beliau menjawab, “Lalu di mana mereka pada bulan Sya’ban”?
2⃣ Pada lafazh “manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadhan.”
Ada isyarat bahwa sebagian waktu atau tempat atau pribadi yang dikenal keutamaannya, terkadang yang lainnya itu lebih utama, baik secara mutlak atau karena kekhususan padanya. Mayoritas manusia tidak mencermatinya sehingga mereka tersibukkan dengan sesuatu yang telah dikenal (masyhur), dan terlewatkan dari memperoleh keutamaan yang tidak dikenal oleh mereka.
Dinukil dari
🌍 http://www.sahab.net/home/?p=1759
••••••••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ أَبُو الْغُصْنِ شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
🌙 Telah mengabarkan kepada kami 'Amr bin 'Ali dari 'Abdurrahman dia berkata; telah menceritakan kepada kami Tsabit bin Qais Abu Al Ghushn - seorang syaikh dari penduduk Madinah - dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Sa'id Al Maqburi dia berkata; telah menceritakan kepadaku Usamah bin Zaid, dia berkata; Aku bertanya;
"Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa dari bulan Sya'ban?"
Beliau bersabda:
« Itulah bulan yang MANUSIA LALAI DARINYA; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan yang padanya amal perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam. Maka aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa. »
🌥Al-Imam al-Albani _rahimahullaah_ berkata dalam *Irwa'ul Ghalil* (4/103), "Ini adalah sanad yang hasan, seluruh perawinya tsiqah, termasuk perawi dari asy-syaikhain (al-Bukhari dan Muslim) kecuali Tsabit bin Qais. An-Nasa'i berkata tentangnya: "Dia tidak mengapa." Ahmad berkata, "Tsiqah (terpercaya)." Abu Dawud berkata, "Haditsnya tidak mengapa." Al-Mundziri berkata dalam kitab *Mukhtashar as-Sunan* (3/320), "Itu adalah hadits hasan."
🌥Al-Imam Ibnu Rajab berkata dalam *Latha'if al-Ma'arif* (hal. 130), "Telah jelas dengan apa yang telah kami sebutkan, sebab puasa Nabi _shallallaahu 'alaihi wa sallam_ pada bulan Sya'ban berbeda dengan bulan yang lain. Di dalamnya terdapat makna-makna yang lain.
Telah disebutkan dua makna di antaranya oleh Nabi _shallallaahu 'alaihi wa sallam_ dalam hadits Usamah:
1⃣ Sya’ban adalah bulan yang "manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadhan.”
Sabda Rasulullah _shallallaahu ‘alaihi wa sallam_ ini mengisyaratkan bahwa tatkala Sya’ban diapit oleh dua bulan yang agung; bulan haram (Rajab) dan bulan puasa (Ramadhan), maka manusia tersibukkan dengan kedua bulan ini, sehingga bulan Sya’ban terlupakan. Sementara sebagian orang mengira bahwa berpuasa pada bulan Rajab itu lebih utama daripada puasa pada bulan Sya’ban, karena Rajab adalah bulan haram. Padahal tidak demikian adanya.
Al-Imam Ibnu Wahb _rahimahullah_ meriwayatkan, “Mu’awiyah bin Shalih telah menyampaikan hadits kepada kami dari Azhar bin Sa’d dari ayahnya, dari ‘Aisyah _radhiyallahu ‘anha_, ia berkata, “Pernah disebutkan kepada Rasulullah apakah manusia berpuasa di bulan Rajab?” Beliau menjawab, “Lalu di mana mereka pada bulan Sya’ban”?
2⃣ Pada lafazh “manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadhan.”
Ada isyarat bahwa sebagian waktu atau tempat atau pribadi yang dikenal keutamaannya, terkadang yang lainnya itu lebih utama, baik secara mutlak atau karena kekhususan padanya. Mayoritas manusia tidak mencermatinya sehingga mereka tersibukkan dengan sesuatu yang telah dikenal (masyhur), dan terlewatkan dari memperoleh keutamaan yang tidak dikenal oleh mereka.
Dinukil dari
🌍 http://www.sahab.net/home/?p=1759
••••••••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~