🚿🔖 MANDI PADA HARI 'IED
🅾 Diriwayatkan dari Nafi' bahwa shahabat 'Abdullah bin 'Umar radhiyallaahu 'anhuma MANDI terlebih dahulu SEBELUM berangkat di pagi hari menuju Mushalla (tempat shalat 'Id).
📙 HR al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa'
Diriwayatkan dari Sa'id bin al-Musayyib bahwa ia berkata, "Sunnah di hari Idul Fithr itu ada 3 :
🔹berjalan menuju ke mushalla,
🔸makan sebelum keluar rumah, dan
🔹 mandi."
HR Al-Firyabi 127/21 dishahihkan oleh Asy-Syaikh al-Albani dalam Al-Irwa' di bawah hadits no. 636.
Ⓜ Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum-hukum terkait hari Ied dan sunnah-sunnah pada hari itu.
Beliau menjawab, "Sebagian ulama menyukai bila seseorang MANDI untuk shalat Ied. Karena yang demikian itu diriwayatkan dari sebagian salaf, MANDI pada hari Ied hukumnya MUSTAHAB.
👉 Sebagaimana (mandi) disyariatkan ketika pada hari Jum'at karena manusia berkumpul pada hari itu. Apabila seseorang mandi, maka ini adalah sesuatu yang baik."
📒 Majmu Fatawa wa Rasail al-'Utsaimin 16/216
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🅾 Diriwayatkan dari Nafi' bahwa shahabat 'Abdullah bin 'Umar radhiyallaahu 'anhuma MANDI terlebih dahulu SEBELUM berangkat di pagi hari menuju Mushalla (tempat shalat 'Id).
📙 HR al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa'
Diriwayatkan dari Sa'id bin al-Musayyib bahwa ia berkata, "Sunnah di hari Idul Fithr itu ada 3 :
🔹berjalan menuju ke mushalla,
🔸makan sebelum keluar rumah, dan
🔹 mandi."
HR Al-Firyabi 127/21 dishahihkan oleh Asy-Syaikh al-Albani dalam Al-Irwa' di bawah hadits no. 636.
Ⓜ Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum-hukum terkait hari Ied dan sunnah-sunnah pada hari itu.
Beliau menjawab, "Sebagian ulama menyukai bila seseorang MANDI untuk shalat Ied. Karena yang demikian itu diriwayatkan dari sebagian salaf, MANDI pada hari Ied hukumnya MUSTAHAB.
👉 Sebagaimana (mandi) disyariatkan ketika pada hari Jum'at karena manusia berkumpul pada hari itu. Apabila seseorang mandi, maka ini adalah sesuatu yang baik."
📒 Majmu Fatawa wa Rasail al-'Utsaimin 16/216
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🕰🚿 WAKTU MANDI UNTUK MENUNAIKAN SHALAT ‘IED
Ibnu Qudamah -rahimahullah- berkata :
“Yang tampak dari ucapannya al-Khuraqi, bahwasannya waktu mandi untuk menunaikan shalat id adalah SETELAH TERBITNYA FAJAR.
al-Qodhi dan al-Amady berkata “Jika mandinya sebelum fajar, maka tidak sesuai dengan sunnah, oleh karenanya tidak boleh dilakukan sebelum fajar seperti halnya mandi jumat”.
Ibnu Aqil mengatakan “Penjelasan dari al-Imam Ahmad bahwa mandi tersebut boleh dilakukan sebelum fajar atau setelahnya, karena waktu ‘Id lebih sempit di bandingkan waktu Jumat. Kalau waktunya berpatokan pada Fajar, sangat mungkin akan terluput darinya (kesempatan mandi tersebut), sebab yang diinginkan hanyalah membersihkan (badan untuk shalat ‘Id), maka yang demikian bisa dilakukan di waktu malam karena jaraknya dekat dengan shalat.
👍 Akan tetapi yang afdhal (lebih utama) mandi dilakukan setelah fajar, untuk menghindar dari khilaf (perbedaan pendapat di atas), demikian juga lebih bagus untuk kebersihan karena (jarak mandi) lebih dekat lagi dengan waktu shalat."
📚 (al-Mughni 2/275)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ibnu Qudamah -rahimahullah- berkata :
“Yang tampak dari ucapannya al-Khuraqi, bahwasannya waktu mandi untuk menunaikan shalat id adalah SETELAH TERBITNYA FAJAR.
al-Qodhi dan al-Amady berkata “Jika mandinya sebelum fajar, maka tidak sesuai dengan sunnah, oleh karenanya tidak boleh dilakukan sebelum fajar seperti halnya mandi jumat”.
Ibnu Aqil mengatakan “Penjelasan dari al-Imam Ahmad bahwa mandi tersebut boleh dilakukan sebelum fajar atau setelahnya, karena waktu ‘Id lebih sempit di bandingkan waktu Jumat. Kalau waktunya berpatokan pada Fajar, sangat mungkin akan terluput darinya (kesempatan mandi tersebut), sebab yang diinginkan hanyalah membersihkan (badan untuk shalat ‘Id), maka yang demikian bisa dilakukan di waktu malam karena jaraknya dekat dengan shalat.
👍 Akan tetapi yang afdhal (lebih utama) mandi dilakukan setelah fajar, untuk menghindar dari khilaf (perbedaan pendapat di atas), demikian juga lebih bagus untuk kebersihan karena (jarak mandi) lebih dekat lagi dengan waktu shalat."
📚 (al-Mughni 2/275)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌴🌺 MEMAKAI PAKAIAN YANG TERBAIK
💎 Bahwa Ibnu 'Umar mengenakan bajunya yang terbaik ketika Hari Raya (diriwayatkan oleh al-Baihaqi, dengan sanad hasan. Lihat Fathul Bari, syarh hadit no. 948)
📌 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin ditanya tentang hukum-hukum ‘Id dan sunnah-sunnahnya, beliau menjawab,
👍🔹 ”Hendaknya seseorang memakai pakaiannya yang terbaik.
↪ Ini untuk KAUM PRIA.
⛔ adapun kaum wanita maka TIDAK BOLEH memakai pakaian yang bagus ketika keluar menuju Mushalla (tanah lapangan untuk pelaksanaan shalat).
📟 Nabi -shallahu’alaiwasallam-bersabda "Hendaknya mereka (kaum wanita) keluar dalam kondisi biasa."(HR. Abu Dawud 565).
Yakni memakai baju biasa, bukan baju berhias.
⛔ Haram bagi mereka keluar memakai wangi-wangian dan bersolek.
📙 (Majmu Fatawa wa Rasail al-'Utsaimin 16/216)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
💎 Bahwa Ibnu 'Umar mengenakan bajunya yang terbaik ketika Hari Raya (diriwayatkan oleh al-Baihaqi, dengan sanad hasan. Lihat Fathul Bari, syarh hadit no. 948)
📌 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin ditanya tentang hukum-hukum ‘Id dan sunnah-sunnahnya, beliau menjawab,
👍🔹 ”Hendaknya seseorang memakai pakaiannya yang terbaik.
↪ Ini untuk KAUM PRIA.
⛔ adapun kaum wanita maka TIDAK BOLEH memakai pakaian yang bagus ketika keluar menuju Mushalla (tanah lapangan untuk pelaksanaan shalat).
📟 Nabi -shallahu’alaiwasallam-bersabda "Hendaknya mereka (kaum wanita) keluar dalam kondisi biasa."(HR. Abu Dawud 565).
Yakni memakai baju biasa, bukan baju berhias.
⛔ Haram bagi mereka keluar memakai wangi-wangian dan bersolek.
📙 (Majmu Fatawa wa Rasail al-'Utsaimin 16/216)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🛤🛣🌅 Keluar dari Rumah Menuju Tempat Shalat Ied dengan Berjalan Kaki dan Memilih Jalan yang Berbeda (Jalan Berangkat berbeda dengan Jalan Pulang)
Ⓜ Diriwayatkan dari Abu Rafi' bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam dahulu keluar menuju dua shalat Ied dengan berjalan kaki. Beliau melaksanakan shalat tanpa ada adzan dan iqomah. Setelah selesai, beliau pulang ke rumah dengan berjalan kaki melalui rute jalan yang berbeda."
📚 HR ath-Thabarani no. 943, dishahihkan oleh Al-Albaniy dalam al-Irwa' no. 636
..........................................
Fadhilatu asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, "Yang sesuai sunnah, seseorang pergi menuju mushalla Ied dengan berjalan ataukah berkendara?"
Beliau menjawab,
"Disunnahkan baginya untuk BERJALAN. Kecuali jika dia butuh untuk menaiki kendaraan maka tidak mengapa ia berkendara."
📒 Majmu Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 16/222
....................................
Beliau rahimahullah juga berkata,
"Disyariatkan bagi siapa saja yang keluar dari rumahnya untuk melaksanakan shalat Ied, untuk dia berangkat melintasi satu jalan dan ketika pulang melintasi jalan yang berbeda. Hal ini dalam rangka meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Sunnah yang demikian tidaklah ada pada shalat-shalat yang lain. Tidak pada shalat Jum'at atau selainnya, namun hanya khusus pada shalat Ied. "
📒 Majmu Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 16/222
Fadhilatu asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, "Apa hikmah dari membedakan jalan berangkat dan pulang pada hari Ied?"
Beliau menjawab,
"1⃣ Yang pertama adalah meneladani Nabi shallallahu alaihi wa sallam, karena perbuatan ini termasuk sunnah.
2⃣ Kedua, termasuk hikmahnya adalah menampakkan syiar, yakni syiar shalat Ied di seluruh pasar-pasar dari setiap kota.
3⃣ Ketiga, termasuk hikmahnya pula, mengunjungi orang-orang yang berada di pasar-pasar, dari kalangan orang fakir dan selain mereka.
4⃣ Keempat, para ulama menyebutkan, di antara hikmahnya pula bahwa kedua jalan yang dilewati itu akan bersaksi untuknya atas (amal kebaikan) pada hari kiamat nanti."
📒 Majmu Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 16/237
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ⓜ Diriwayatkan dari Abu Rafi' bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam dahulu keluar menuju dua shalat Ied dengan berjalan kaki. Beliau melaksanakan shalat tanpa ada adzan dan iqomah. Setelah selesai, beliau pulang ke rumah dengan berjalan kaki melalui rute jalan yang berbeda."
📚 HR ath-Thabarani no. 943, dishahihkan oleh Al-Albaniy dalam al-Irwa' no. 636
..........................................
Fadhilatu asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, "Yang sesuai sunnah, seseorang pergi menuju mushalla Ied dengan berjalan ataukah berkendara?"
Beliau menjawab,
"Disunnahkan baginya untuk BERJALAN. Kecuali jika dia butuh untuk menaiki kendaraan maka tidak mengapa ia berkendara."
📒 Majmu Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 16/222
....................................
Beliau rahimahullah juga berkata,
"Disyariatkan bagi siapa saja yang keluar dari rumahnya untuk melaksanakan shalat Ied, untuk dia berangkat melintasi satu jalan dan ketika pulang melintasi jalan yang berbeda. Hal ini dalam rangka meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Sunnah yang demikian tidaklah ada pada shalat-shalat yang lain. Tidak pada shalat Jum'at atau selainnya, namun hanya khusus pada shalat Ied. "
📒 Majmu Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 16/222
Fadhilatu asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, "Apa hikmah dari membedakan jalan berangkat dan pulang pada hari Ied?"
Beliau menjawab,
"1⃣ Yang pertama adalah meneladani Nabi shallallahu alaihi wa sallam, karena perbuatan ini termasuk sunnah.
2⃣ Kedua, termasuk hikmahnya adalah menampakkan syiar, yakni syiar shalat Ied di seluruh pasar-pasar dari setiap kota.
3⃣ Ketiga, termasuk hikmahnya pula, mengunjungi orang-orang yang berada di pasar-pasar, dari kalangan orang fakir dan selain mereka.
4⃣ Keempat, para ulama menyebutkan, di antara hikmahnya pula bahwa kedua jalan yang dilewati itu akan bersaksi untuknya atas (amal kebaikan) pada hari kiamat nanti."
📒 Majmu Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 16/237
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🏅🇸🇦 ALLAH MULIAKAN KITA DENGAN AGAMA ISLAM
☄🎗 Khadimul Haramain, RAJA SALMAN BIN 'ABDIL 'AZIZ hafizhahullah,
⛵️ "Kita memuji Allah - Subhanahu wa Ta'ala - yang telah memuliakan kita dengan Agama Islam yang lurus. Agama pertengahan, seimbang, cinta, dan keselamatan."
#كلمة_خادم_الحرمين : نحمد الله سبحانه وتعالى الذي أعزنا بالدين الإسلامي الحنيف دين الوسطية والاعتدال والمحبة والسلام
Lihat Tweet @ssa_at: https://twitter.com/ssa_at/status/750400051059580932?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
☄🎗 Khadimul Haramain, RAJA SALMAN BIN 'ABDIL 'AZIZ hafizhahullah,
⛵️ "Kita memuji Allah - Subhanahu wa Ta'ala - yang telah memuliakan kita dengan Agama Islam yang lurus. Agama pertengahan, seimbang, cinta, dan keselamatan."
#كلمة_خادم_الحرمين : نحمد الله سبحانه وتعالى الذي أعزنا بالدين الإسلامي الحنيف دين الوسطية والاعتدال والمحبة والسلام
Lihat Tweet @ssa_at: https://twitter.com/ssa_at/status/750400051059580932?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Twitter
هيئة كبار العلماء
#كلمة_خادم_الحرمين : نحمد الله سبحانه وتعالى الذي أعزنا بالدين الإسلامي الحنيف دين الوسطية والاعتدال والمحبة والسلام
🏅🇸🇦 HIKMAH 'IDUL FITHRI
☄🎗Khadimul Haramain RAJA SALMAN BIN 'ABDIL 'AZIZ hafizhahullah,
🌅 "Idul Fithri merupakan salah satu penampakan sikap saling menopang dan kasih sayang antara umat Islam, menunjukkan akan persatuan dan kesatuan kata, meskipun tempat mereka berbeda-beda."
#كلمة_خادم_الحرمين :عيد الفطر مظهر من مظاهر التعاضد والتعاطف بين أبناء الأمة الإسلامية وتعبير عن وحدتهم وجمع كلمتهم باختلاف أماكنهم.
Lihat Tweet @ssa_at: https://twitter.com/ssa_at/status/750400831778947072?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
☄🎗Khadimul Haramain RAJA SALMAN BIN 'ABDIL 'AZIZ hafizhahullah,
🌅 "Idul Fithri merupakan salah satu penampakan sikap saling menopang dan kasih sayang antara umat Islam, menunjukkan akan persatuan dan kesatuan kata, meskipun tempat mereka berbeda-beda."
#كلمة_خادم_الحرمين :عيد الفطر مظهر من مظاهر التعاضد والتعاطف بين أبناء الأمة الإسلامية وتعبير عن وحدتهم وجمع كلمتهم باختلاف أماكنهم.
Lihat Tweet @ssa_at: https://twitter.com/ssa_at/status/750400831778947072?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🏅🇸🇦 JAGALAH GENERASI MUDA UMAT DARI RADIKALISME
☄🎗Khadimul Haramain RAJA SALMAN BIN 'ABDIL 'AZIZ hafizhahullah,
🍊 "Tantangan terbesar yang dihadapi oleh umat Islam adalah MENJAGA KEKAYAANNYA YANG HAKIKI, yaitu para generasi muda, dari berbagai bahaya yang mereka hadapi, terutama sikap EKSTRIM dan RADIKAL
#كلمة_خادم_الحرمين :أكبر تحد تواجهه أمتنا الإسلامية هو المحافظة على ثروتها الحقيقية وهم الشباب من المخاطر التي تواجههم وبخاصة الغلو والتطرف.
Lihat Tweet @ssa_at: https://twitter.com/ssa_at/status/750401710976360449?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
☄🎗Khadimul Haramain RAJA SALMAN BIN 'ABDIL 'AZIZ hafizhahullah,
🍊 "Tantangan terbesar yang dihadapi oleh umat Islam adalah MENJAGA KEKAYAANNYA YANG HAKIKI, yaitu para generasi muda, dari berbagai bahaya yang mereka hadapi, terutama sikap EKSTRIM dan RADIKAL
#كلمة_خادم_الحرمين :أكبر تحد تواجهه أمتنا الإسلامية هو المحافظة على ثروتها الحقيقية وهم الشباب من المخاطر التي تواجههم وبخاصة الغلو والتطرف.
Lihat Tweet @ssa_at: https://twitter.com/ssa_at/status/750401710976360449?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Twitter
هيئة كبار العلماء
#كلمة_خادم_الحرمين :أكبر تحد تواجهه أمتنا الإسلامية هو المحافظة على ثروتها الحقيقية وهم الشباب من المخاطر التي تواجههم وبخاصة الغلو والتطرف.
🌅🍎 KHUTBAH 'IEDUL FITRI 1437 H
.................................
🎯 "PERJUANGAN ITU TAK KAN BERHENTI ... PERSIAPKANLAH DIRIMU!!!"
🎗 Khatib : al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhullah
🛣 di Mushalla Ma'had as-Salafy Jember
📀🔊 Durasi (39:52) = 9,12MB
📥 https://goo.gl/T1GMru
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
.................................
🎯 "PERJUANGAN ITU TAK KAN BERHENTI ... PERSIAPKANLAH DIRIMU!!!"
🎗 Khatib : al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhullah
🛣 di Mushalla Ma'had as-Salafy Jember
📀🔊 Durasi (39:52) = 9,12MB
📥 https://goo.gl/T1GMru
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🏅🇸🇦 BALAS SERANGAN PARA TERORIS DENGAN TANGAN BESI!!
☄🎗Khadimul Haramain RAJA SALMAN BIN 'ABDIL 'AZIZ hafizhahullah,
🛡 "Bulatkanlah tekat — biidznillah — untuk melakukan serangan balasan dengan tangan besi terhadap semua pihak yang telah membidik akal, pemikiran, dan arahan para generasi muda kita yang sangat berharga."
#كلمة_خادم_الحرمين : عاقدون العزم ـ بإذن الله ـ على الضرب بيد من حديد على كل من يستهدف عقول وأفكار وتوجهات شبابنا الغالي.
Lihat Tweet @ssa_at: https://twitter.com/ssa_at/status/750402550688514048?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
☄🎗Khadimul Haramain RAJA SALMAN BIN 'ABDIL 'AZIZ hafizhahullah,
🛡 "Bulatkanlah tekat — biidznillah — untuk melakukan serangan balasan dengan tangan besi terhadap semua pihak yang telah membidik akal, pemikiran, dan arahan para generasi muda kita yang sangat berharga."
#كلمة_خادم_الحرمين : عاقدون العزم ـ بإذن الله ـ على الضرب بيد من حديد على كل من يستهدف عقول وأفكار وتوجهات شبابنا الغالي.
Lihat Tweet @ssa_at: https://twitter.com/ssa_at/status/750402550688514048?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Twitter
هيئة كبار العلماء
#كلمة_خادم_الحرمين : عاقدون العزم ـ بإذن الله ـ على الضرب بيد من حديد على كل من يستهدف عقول وأفكار وتوجهات شبابنا الغالي.
💐🍊 MENGKHUSUSKAN ZIARAH KUBUR PADA HARI 'IED BERSUMBER DARI SYI'AH RAFIDHAH
asy-Syaikh Abdul Qadir al-Junaid hafizhahullah,
🛣 "Mengkhususkan Hari 'Id untuk ziarah kubur berasal dari kebiasaan kaum Syi'ah Rafidhah, kaum Shufiyyah mengambilnya dari mereka (Rafidhah). Kemudian itu disebarkan di tengah-tengah Ahlus Sunnah.
👉🏻 Hal itu tidak diketahui berasal dari Rasulullah, tidak pula dari Salaf, dan tidak pula dari imam madzhab yang empat."
تخصيص يوم العيد بزيارةالمقابر من هدي الشيعةالرافضة،وتلقته عنهم الصوفية،ثم نشروه بين أهل السنة.
ولايُعرف عن الرسول،ولاالسلف،والأئمةالأربعة
Lihat Tweet @aljuned77: https://twitter.com/aljuned77/status/749973758132256773?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
asy-Syaikh Abdul Qadir al-Junaid hafizhahullah,
🛣 "Mengkhususkan Hari 'Id untuk ziarah kubur berasal dari kebiasaan kaum Syi'ah Rafidhah, kaum Shufiyyah mengambilnya dari mereka (Rafidhah). Kemudian itu disebarkan di tengah-tengah Ahlus Sunnah.
👉🏻 Hal itu tidak diketahui berasal dari Rasulullah, tidak pula dari Salaf, dan tidak pula dari imam madzhab yang empat."
تخصيص يوم العيد بزيارةالمقابر من هدي الشيعةالرافضة،وتلقته عنهم الصوفية،ثم نشروه بين أهل السنة.
ولايُعرف عن الرسول،ولاالسلف،والأئمةالأربعة
Lihat Tweet @aljuned77: https://twitter.com/aljuned77/status/749973758132256773?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Twitter
عبد القادر الجنيد
تخصيص يوم العيد بزيارةالمقابر من هدي الشيعةالرافضة،وتلقته عنهم الصوفية،ثم نشروه بين أهل السنة. ولايُعرف عن الرسول،ولاالسلف،والأئمةالأربعة
👍1
🌴📌 MENGKHUSUSKAN ZIARAH KUBUR PADA HARI 'IED ADALAH BID'AH
🎗 asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin hafizhahullah,
🍈 "Waktu yang mereka khususkan, yaitu setelah selesai shalat 'Ied berangkat ke kuburan, (pengkhususan) waktu sepeti itu tidak ada dari Rasulullah — shallallahu 'alaihi wa sallam — .
👉🏻 Tidak ada keterangan bahwa beliau — shallallahu 'alaihi wa sallam — mengkhusukan kuburan untuk diziarahi setelah selesai shalat 'Ied.
📛 Atas dasar ini, MENGKHUSUSKAN ZIARAH KUBUR PADA HARI TERSEBUT ('IED) atau PERGI KE KEBURAN PADA HARI TERSEBUT adalah termasuk bid'ah yang seseorang tidak boleh terikat dengannya.
📌 Meskipun memang hukum asal ziarah kubut adalah disyari'atkan, namun MENGKHUSKANNYA pada hari 'Ied, atau setelah selesai shalat 'Ied, maka itu termasuk bid'ah. Ini yang kesatu. Jadi itu bid'ah zamaniyyah.
📃 Demikian pula susunan bacaannya, yang dengan itu mereka laksanakan ziarah tersebut. Mereka berangkat secara bersama-sama dan mengucapkan do'a dan dzikir itu ketika mereka datang di kuburan. Kemudian maju seorang qari, lalu dia pun membaca (dzikir dan doa tersebut).
📛 Ini juga termasuk bid'ah dalam susunan do'a dan tata cara ziarah. Karena tidak ada keterangan dari Nabi — shallallahu 'alaihi wa sallam — bahwa beliau dan para shahabatnya berangkat ziarah bersama-sama, tidak pula mengamalkan amalan tersebut, yaitu berdo'a dengan do'a itu, di tempat tertentu, dan ketika datang ke kuburan."
Dipetik dari :
📕 Silsilah Fatawa Nuur 'ala ad-Darb, kaset no. 44
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🎗 asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin hafizhahullah,
🍈 "Waktu yang mereka khususkan, yaitu setelah selesai shalat 'Ied berangkat ke kuburan, (pengkhususan) waktu sepeti itu tidak ada dari Rasulullah — shallallahu 'alaihi wa sallam — .
👉🏻 Tidak ada keterangan bahwa beliau — shallallahu 'alaihi wa sallam — mengkhusukan kuburan untuk diziarahi setelah selesai shalat 'Ied.
📛 Atas dasar ini, MENGKHUSUSKAN ZIARAH KUBUR PADA HARI TERSEBUT ('IED) atau PERGI KE KEBURAN PADA HARI TERSEBUT adalah termasuk bid'ah yang seseorang tidak boleh terikat dengannya.
📌 Meskipun memang hukum asal ziarah kubut adalah disyari'atkan, namun MENGKHUSKANNYA pada hari 'Ied, atau setelah selesai shalat 'Ied, maka itu termasuk bid'ah. Ini yang kesatu. Jadi itu bid'ah zamaniyyah.
📃 Demikian pula susunan bacaannya, yang dengan itu mereka laksanakan ziarah tersebut. Mereka berangkat secara bersama-sama dan mengucapkan do'a dan dzikir itu ketika mereka datang di kuburan. Kemudian maju seorang qari, lalu dia pun membaca (dzikir dan doa tersebut).
📛 Ini juga termasuk bid'ah dalam susunan do'a dan tata cara ziarah. Karena tidak ada keterangan dari Nabi — shallallahu 'alaihi wa sallam — bahwa beliau dan para shahabatnya berangkat ziarah bersama-sama, tidak pula mengamalkan amalan tersebut, yaitu berdo'a dengan do'a itu, di tempat tertentu, dan ketika datang ke kuburan."
Dipetik dari :
📕 Silsilah Fatawa Nuur 'ala ad-Darb, kaset no. 44
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌅🏜 BERGEMBIRA, SALING BERKUNJUNG, MENYEMBELIH KAMBING, dan MENGUCAPKAN SELAMAT 'IDUL FITHRI
Pertanyaan :
"Mengenai suatu yang telah dikenal oleh manusia, yaitu menyembelih hewan ternak (Kambing atau Sapi) Pada hari 'Idul Fitri, (dalam rangka) menampakkan kesenangan, memuliakan tamu-tamu mereka yang datang, begitu pula saling berziarah (mengunjungi) dalam rangka menyambung silaturrahmi dan menyenangkan para tetangga dan kaum muslimin, kemudian saling mengucapkan ucapan selamat di antara mereka dalam kesempatan tersebut dengan mengucapkan (Taqabbalallahu minna wa minkum), (Minal 'Aidin wal Faaiziin), ('Id mubarak) dan yang semisal dengan itu dari ucapan-ucapan selamat.
Karena ada yang mengatakan “Sesungguhnya ini semua termasuk dari kebid'ahan” bahkan tidak mau mengunjungi kerabat-kerabat dan kenalan-kenalannya, atau menyambut (menerima kedatangan) mereka pada hari 'id. Karena dia memandang bahwa ini adalah termasuk dari perkara bid'ah.
Maka kami fatwa tertulis dari Anda hingga bisa di amalkan oleh semua (manusia,-pen).
Jawab:
🌅 "TIDAK MENGAPA untuk menyembelih sebagian hewan pada Hari 'Idul Fitri dalam rangka memuliakan tamu yang mengunjunginya.
⏩ Akan tetapi secukupnya saja (yang sekiranya mencukupi untuk para tamu) tanpa adanya perbuatan menghambur-hamburkan dan kesombongan pada acara tersebut.
☀ Adapun memberikan ucapan selamat kepada kaum muslimin di antara mereka di hari 'id seperti ucapan-ucapan yang telah disebutkan pada pertanyaan, maka TIDAK MENGAPA, yang mana terdapat padanya do'a seorang muslim untuk saudaranya agar amalannya diterima, dipanjangkan umurnya, dan kesenangan.
👉✅ Dan tidak ada larangan pada masalah ini.
Wa billahit taufiq, wa shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.
Al-Lajnah Ad-Daimah Li al-Buhuts Al-'Ilmiyah wa al-Ifta'
Ketua: 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz
Fatwa no. 20673
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pertanyaan :
"Mengenai suatu yang telah dikenal oleh manusia, yaitu menyembelih hewan ternak (Kambing atau Sapi) Pada hari 'Idul Fitri, (dalam rangka) menampakkan kesenangan, memuliakan tamu-tamu mereka yang datang, begitu pula saling berziarah (mengunjungi) dalam rangka menyambung silaturrahmi dan menyenangkan para tetangga dan kaum muslimin, kemudian saling mengucapkan ucapan selamat di antara mereka dalam kesempatan tersebut dengan mengucapkan (Taqabbalallahu minna wa minkum), (Minal 'Aidin wal Faaiziin), ('Id mubarak) dan yang semisal dengan itu dari ucapan-ucapan selamat.
Karena ada yang mengatakan “Sesungguhnya ini semua termasuk dari kebid'ahan” bahkan tidak mau mengunjungi kerabat-kerabat dan kenalan-kenalannya, atau menyambut (menerima kedatangan) mereka pada hari 'id. Karena dia memandang bahwa ini adalah termasuk dari perkara bid'ah.
Maka kami fatwa tertulis dari Anda hingga bisa di amalkan oleh semua (manusia,-pen).
Jawab:
🌅 "TIDAK MENGAPA untuk menyembelih sebagian hewan pada Hari 'Idul Fitri dalam rangka memuliakan tamu yang mengunjunginya.
⏩ Akan tetapi secukupnya saja (yang sekiranya mencukupi untuk para tamu) tanpa adanya perbuatan menghambur-hamburkan dan kesombongan pada acara tersebut.
☀ Adapun memberikan ucapan selamat kepada kaum muslimin di antara mereka di hari 'id seperti ucapan-ucapan yang telah disebutkan pada pertanyaan, maka TIDAK MENGAPA, yang mana terdapat padanya do'a seorang muslim untuk saudaranya agar amalannya diterima, dipanjangkan umurnya, dan kesenangan.
👉✅ Dan tidak ada larangan pada masalah ini.
Wa billahit taufiq, wa shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.
Al-Lajnah Ad-Daimah Li al-Buhuts Al-'Ilmiyah wa al-Ifta'
Ketua: 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz
Fatwa no. 20673
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
💵💸 MEMBERI UANG KEPADA ANAK-ANAK KETIKA IDUL FITHRI dan IDUL ADHA
❓💵 Pertanyaan:
"Di keluarga kami, ada anak-anak kecil yang menurut kebiasaan di negeri kami, kami memberi mereka pada hari Ied, baik Iedul Fitri maupun Iedul Adh-ha, sesuatu yang dinamai "Al-Iediyyah", yakni sejumlah kecil uang. Hal ini bertujuan untuk menimbulkan kegembiraan dalam hati mereka. Apakah "Al-Iediyyah" semisal ini termasuk bid'ah ataukah tidak mengapa untuk dilakukan? Sampaikanlah faedah kepada kami, semoga Allah menambahkan faedah bagi Anda..
🔎🔑 Jawab:
🔅Yang demikian itu TIDAK MENGAPA, bahkan hal itu termasuk kebiasaan yang BAIK.
🔖⛵ Membangkitkan kegembiraan kepada muslim yang lain, baik orang dewasa maupun anak kecil, ini adalah sebuah perbuatan yang dianjurkan oleh syariat yang suci ini.
Wa billaahit taufiq. Semoga Allah sentiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi kita, Muhammad, kepada keluarga dan sahabat beliau.
🏫 Al-Lajnah Ad-Daimah Li al-Buhuts Al-'Ilmiyah wa al-Ifta'
Ketua: 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz
Fatwa no. 20195
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
❓💵 Pertanyaan:
"Di keluarga kami, ada anak-anak kecil yang menurut kebiasaan di negeri kami, kami memberi mereka pada hari Ied, baik Iedul Fitri maupun Iedul Adh-ha, sesuatu yang dinamai "Al-Iediyyah", yakni sejumlah kecil uang. Hal ini bertujuan untuk menimbulkan kegembiraan dalam hati mereka. Apakah "Al-Iediyyah" semisal ini termasuk bid'ah ataukah tidak mengapa untuk dilakukan? Sampaikanlah faedah kepada kami, semoga Allah menambahkan faedah bagi Anda..
🔎🔑 Jawab:
🔅Yang demikian itu TIDAK MENGAPA, bahkan hal itu termasuk kebiasaan yang BAIK.
🔖⛵ Membangkitkan kegembiraan kepada muslim yang lain, baik orang dewasa maupun anak kecil, ini adalah sebuah perbuatan yang dianjurkan oleh syariat yang suci ini.
Wa billaahit taufiq. Semoga Allah sentiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi kita, Muhammad, kepada keluarga dan sahabat beliau.
🏫 Al-Lajnah Ad-Daimah Li al-Buhuts Al-'Ilmiyah wa al-Ifta'
Ketua: 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz
Fatwa no. 20195
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌙🌻 TANDA-TANDA DITERIMANYA (AMAL SHALIH) di BULAN RAMADHAN
---------------------------
▪ Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
"Termasuk dari tanda-tanda diterimanya (amalan shalih) di bulan Ramadhan dan bulan selainnya adalah : TERSUSULNYA KEBAIKAN DENGAN KEBAIKAN LAINNYA.
👍🔑 Jika keadaan seorang muslim setelah melalui Ramadhan menjadi keadaan yang baik, tetap memperbanyak kebaikan dan amalan-amalan shalih, inilah tanda yang menunjukkan « amalan diterima »
📝⛵️ Jika sebaliknya, amalan kebaikan justru disusul dengan amalan buruk, keluar dari bulan Ramadhan malah mengikutinya dengan amalan kejelekan, juga berbagai kelalaian, serta sikap berpaling dari ketaatan kepada Allah, inilah tanda yang menunjukkan « tidak diterimanya amalan Ramadhan ».
📋📌 Dikutip dari Majalis Syahru Ramadhan hal 119.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
---------------------------
▪ Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
"Termasuk dari tanda-tanda diterimanya (amalan shalih) di bulan Ramadhan dan bulan selainnya adalah : TERSUSULNYA KEBAIKAN DENGAN KEBAIKAN LAINNYA.
👍🔑 Jika keadaan seorang muslim setelah melalui Ramadhan menjadi keadaan yang baik, tetap memperbanyak kebaikan dan amalan-amalan shalih, inilah tanda yang menunjukkan « amalan diterima »
📝⛵️ Jika sebaliknya, amalan kebaikan justru disusul dengan amalan buruk, keluar dari bulan Ramadhan malah mengikutinya dengan amalan kejelekan, juga berbagai kelalaian, serta sikap berpaling dari ketaatan kepada Allah, inilah tanda yang menunjukkan « tidak diterimanya amalan Ramadhan ».
📋📌 Dikutip dari Majalis Syahru Ramadhan hal 119.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
🏅🌅 نصيحة من العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله للمسلمين عمومًا والسلفيين خاصة، في ليبيا وغيرها من البلاد الإسلامية،
وذلك ليلة الأحد 28 رمضان 1437هـ
باسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم.
وبعد:
فأوصي نفسي والمسلمين عمومًا والسلفيين خصوصًا، في السعودية، واليمن، وليبيا، والمغرب، والجزائر، والهند، وباكستان وغيرها من بلاد المسلمين بتقوى الله عز وجل في السِّر والعلن، وأن يلتزموا طريق الرسول صلى الله عليه وسلم ونهجه، على فهم سلف الأمة.
وأنصح السلفيين جميعًا أن يتآلفوا، ويتسامحوا فيما بينهم، وأن يطرحوا الخلافات جانبًا ويبتعدوا عن أسباب الخلاف والفرقة والشقاق، وترك كل ما يؤدي إليها؛ فإن الخلاف يُضعِف الصف السلفي ويكون سببًا لدمار وخراب الدعوة السلفية، يقول الله تعالى: (وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا) فأمر الله بالاعتصام وأعقبه بعدم التفرق.
فعلى كل السلفيين أن يتقوا الله عز وجل ويتركوا كل الخلافات وأسبابها، وأن يجتمعوا ويكونوا صفًّا واحدًا ، قال الله عز وجل: (وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ) فالنزاع يؤدي إلى الفشل وذهاب الريح، أي: ذهاب القوة.
وعلى السلفيين أن يدعوا إلى الله تبارك وتعالى -مشايخَ وطلابًا وشبابًا- على فهم سلف الأمة.
وعلى السلفيين في ليبيا النصرة لدين الله تعالى وحمايته من الإخوان المسلمين وغيرهم؛ فالإخوان المسلمون أخطر الفِرق على الإسلام منذ قامت دعوة الإخوان المسلمين، وهم من أكذب الفرق بعد الروافض؛ عندهم وحدة أديان، ووحدة الوجود، وعندهم علمانية.
وقد قامت لهم دولٌ في عدد من البلدان، فلم يطبقوا الشريعة الإسلامية لا في العقيدة ولا في الحاكمية التي يدندنون حولها منذ نشأت دعوتهم ويكفرون الحكام الذين لا يُحَكِّمُونَها.
وإذا هجم الإخوان على بنغازي، وقد هدد المسمَّى بالصادق الغرياني الإخواني المعتز بسيد قطب والموجه للشباب إلى قراءة كتبه المليئة بالضلالات الكبرى، ومنها: طعنه في رسول الله وكليمه موسى عليه الصلاة والسلام وفي بعض الصحابة الكرام، والقول بوحدة الوجود، وتعطيل الصفات، هذا الغرياني يهدد بنغازي بالحرب، وهو لا يحاربها إلا من أجل محاربة السلفيين، فعلى السلفيين أن يلتفوا لصدِّ عدوان الإخوان المفلسين، ولا يُمكِّنوا الإخوان من بنغازي.
الإخوان يلبسون لباس الإسلام وهم أشد على السلفيين من اليهود والنصارى، داعش تربت في إيران، وهم فصيل من فصائل الإخوان المسلمين، وهم أشد الأحزاب على السلفيين يكفرونهم ويقتلونهم.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه.
كتبه
ربيع بن هادي المدخلي
28 رمضان 1437هـ
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=159721#entry733194
وذلك ليلة الأحد 28 رمضان 1437هـ
باسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم.
وبعد:
فأوصي نفسي والمسلمين عمومًا والسلفيين خصوصًا، في السعودية، واليمن، وليبيا، والمغرب، والجزائر، والهند، وباكستان وغيرها من بلاد المسلمين بتقوى الله عز وجل في السِّر والعلن، وأن يلتزموا طريق الرسول صلى الله عليه وسلم ونهجه، على فهم سلف الأمة.
وأنصح السلفيين جميعًا أن يتآلفوا، ويتسامحوا فيما بينهم، وأن يطرحوا الخلافات جانبًا ويبتعدوا عن أسباب الخلاف والفرقة والشقاق، وترك كل ما يؤدي إليها؛ فإن الخلاف يُضعِف الصف السلفي ويكون سببًا لدمار وخراب الدعوة السلفية، يقول الله تعالى: (وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا) فأمر الله بالاعتصام وأعقبه بعدم التفرق.
فعلى كل السلفيين أن يتقوا الله عز وجل ويتركوا كل الخلافات وأسبابها، وأن يجتمعوا ويكونوا صفًّا واحدًا ، قال الله عز وجل: (وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ) فالنزاع يؤدي إلى الفشل وذهاب الريح، أي: ذهاب القوة.
وعلى السلفيين أن يدعوا إلى الله تبارك وتعالى -مشايخَ وطلابًا وشبابًا- على فهم سلف الأمة.
وعلى السلفيين في ليبيا النصرة لدين الله تعالى وحمايته من الإخوان المسلمين وغيرهم؛ فالإخوان المسلمون أخطر الفِرق على الإسلام منذ قامت دعوة الإخوان المسلمين، وهم من أكذب الفرق بعد الروافض؛ عندهم وحدة أديان، ووحدة الوجود، وعندهم علمانية.
وقد قامت لهم دولٌ في عدد من البلدان، فلم يطبقوا الشريعة الإسلامية لا في العقيدة ولا في الحاكمية التي يدندنون حولها منذ نشأت دعوتهم ويكفرون الحكام الذين لا يُحَكِّمُونَها.
وإذا هجم الإخوان على بنغازي، وقد هدد المسمَّى بالصادق الغرياني الإخواني المعتز بسيد قطب والموجه للشباب إلى قراءة كتبه المليئة بالضلالات الكبرى، ومنها: طعنه في رسول الله وكليمه موسى عليه الصلاة والسلام وفي بعض الصحابة الكرام، والقول بوحدة الوجود، وتعطيل الصفات، هذا الغرياني يهدد بنغازي بالحرب، وهو لا يحاربها إلا من أجل محاربة السلفيين، فعلى السلفيين أن يلتفوا لصدِّ عدوان الإخوان المفلسين، ولا يُمكِّنوا الإخوان من بنغازي.
الإخوان يلبسون لباس الإسلام وهم أشد على السلفيين من اليهود والنصارى، داعش تربت في إيران، وهم فصيل من فصائل الإخوان المسلمين، وهم أشد الأحزاب على السلفيين يكفرونهم ويقتلونهم.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه.
كتبه
ربيع بن هادي المدخلي
28 رمضان 1437هـ
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=159721#entry733194
🗓☀️ HARI RAYA ITU BERAPA HARI?
🔺 asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
📆 "Banyak orang menambah jumlah hari raya. Apakah tambahan tersebut benar?
✅ Jawab :
Hari Pertama adalah 'Id, tidak ada masalah. Hari ke-2 dan ke-3 'ID (HARI RAYA) JUGA. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Biarkanlah mereka berdua." yakni dua budak perempuan kecil yang sedang bernyanyi, "Karena sekarang adalah HARI-HARI 'ID."
Kata "Hari-Hari" adalah bentuk jamak. Jumlah minimal untuk jamak adalah tiga.
Maka TIDAK MENGAPA jika seseorang menjadikan 3 HARI semuanya Hari 'Id (Hari Raya).
⛔ KECUALI pada satu masalah, yaitu MASALAH PUASA (SYAWWAL)
Masalah puasa, kalau dia mengatakan, bahwa dia tidak akan berpuasa (6 hari syawwal) pada hari ke-2 dan ke-3 Syawwal, karena berpuasa pada hari-hari itu haram seperti berpuasa pada hari 'Id (hari pertama), maka ini TIDAK BOLEH.
🏡 Adapun pada Dzulhijjah, maka maklum bahwa pada hari-hari Tasyriq (Hari ke-2, ke-3, dan ke-4, pen) tidak boleh berpuasa.
Apabila kita gabungkan tiga hari dengan hari 'id (hari pertama) berarti menjadi empat hari.
🗓 Mungkin yang kamu maksudkan adalah apa yang dilakukan oleh orang-orang, yaitu bergembira.
Kami katakan, "Kegembiraan itu selama tiga hari pada 'Idul Adha dan 'Idul Fithri."
📖 Sumber : Fatawa Ibnu 'Utsaimin, Silsilah Liqa'aat al-Bab al-Maftuh » Liqa al-Bab al-Maftuh (117) » Shalat » Shalat al-'Idain
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔺 asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
📆 "Banyak orang menambah jumlah hari raya. Apakah tambahan tersebut benar?
✅ Jawab :
Hari Pertama adalah 'Id, tidak ada masalah. Hari ke-2 dan ke-3 'ID (HARI RAYA) JUGA. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Biarkanlah mereka berdua." yakni dua budak perempuan kecil yang sedang bernyanyi, "Karena sekarang adalah HARI-HARI 'ID."
Kata "Hari-Hari" adalah bentuk jamak. Jumlah minimal untuk jamak adalah tiga.
Maka TIDAK MENGAPA jika seseorang menjadikan 3 HARI semuanya Hari 'Id (Hari Raya).
⛔ KECUALI pada satu masalah, yaitu MASALAH PUASA (SYAWWAL)
Masalah puasa, kalau dia mengatakan, bahwa dia tidak akan berpuasa (6 hari syawwal) pada hari ke-2 dan ke-3 Syawwal, karena berpuasa pada hari-hari itu haram seperti berpuasa pada hari 'Id (hari pertama), maka ini TIDAK BOLEH.
🏡 Adapun pada Dzulhijjah, maka maklum bahwa pada hari-hari Tasyriq (Hari ke-2, ke-3, dan ke-4, pen) tidak boleh berpuasa.
Apabila kita gabungkan tiga hari dengan hari 'id (hari pertama) berarti menjadi empat hari.
🗓 Mungkin yang kamu maksudkan adalah apa yang dilakukan oleh orang-orang, yaitu bergembira.
Kami katakan, "Kegembiraan itu selama tiga hari pada 'Idul Adha dan 'Idul Fithri."
📖 Sumber : Fatawa Ibnu 'Utsaimin, Silsilah Liqa'aat al-Bab al-Maftuh » Liqa al-Bab al-Maftuh (117) » Shalat » Shalat al-'Idain
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🖥 Video Kajian Islam Ilmiah
🌙💎 HIKMAH RAMADHAN: MEMBENTUK KESUCIAN JIWA DIATAS AL-HAQ
📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar as-Sewed hafizhahullahu
📹 16,38 MB ⏲ Durasi: 05:42
********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Channel Telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi: http://www.manhajul-anbiya.net
📀📥 Unduh di sini
🌙💎 HIKMAH RAMADHAN: MEMBENTUK KESUCIAN JIWA DIATAS AL-HAQ
📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar as-Sewed hafizhahullahu
📹 16,38 MB ⏲ Durasi: 05:42
********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Channel Telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi: http://www.manhajul-anbiya.net
📀📥 Unduh di sini
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian