ولما استفحل شره، وبلغ السيل الزبى؛ نصحته بنصيحتين بينت فيهما فساد أصوله وأحكامه، وأيد ما تضمنتهما العلماء الذين كان يوجب تقليدهم، ويرى أن من لا يقلدهم قد كذب الإسلام، وكذب القرآن والسنة إلخ.
Ketika kejahatannya (Falih) telah merebak dan telah sampai pada titik terparahnya, maka aku sampaikan kepadanya dua nasehat yang aku jelaskan pada keduanya kerusakan prinsip-prinsip dan vonis-vonisnya. Kedua nasehat itu pun didukung oleh para ulama yang dahulu Falih mewajibkan bertaqlid kepada mereka dan berpandangan bahwa orang yang tidak bertaqlid kepada mereka berarti telah mendustakan Islam serta mendustakan al-Quran dan as-Sunnah dst.
فنسي هو وعصابته تلك المنزلة لهؤلاء العلماء، ونسوا الحماس للتضليل من أجلهم، فأصبحوا حربا عليهم؛ مما يدل دلالة واضحة أن هذه العصابة ليست من أهل السنة، وإنما هم من أعدائها، جندوا لبث الفتن والصراعات بين السلفيين وواقعهم الذي يسيرون عليه من حرب السلفيين المستعرة أكبر شاهد عليهم ؛
Rupanya Falih dan kelompoknya lupa terhadap kedudukan para ulama tersebut dan lupa pula akan semangat berlebihan yang mereka lakukan terkait vonis sesat (terhadap pihak tertentu) demi memuliakan para ulama tersebut. Sekarang ini Falih dan kelompoknya justru malah memerangi para ulama tersebut. Ini membuktikan dengan bukti yang jelas bahwa kelompok ini bukan Ahlussunnah, bahkan mereka termasuk dari musuh-musuhnya. Mereka benar-benar mengerahkan segala kemampuannya dalam melanggengkan fitnah dan permusuhan antar salafiyyin.
Kenyataan (praktik) yang mereka lakukan dalam memerangi salafiyyin dengan peperangan yang dahsyat ini sebagai bukti terbesar atas (kejahatan) mereka.
فهنيئاً لفالح بالتفاف هذه العصابة حوله ومحاربتها لأهل السنة السلفيين حقاً فلقد تبوأ هو وعصابته عند أعداء السنة منزلة عظيمة حيث فاقوا في حربهم لأهل السنة والكذب عليهم وتأليب الأعداء عليهم فاقوا كل أهل الباطل والأهواء.
Maka "selamat berbahagia" bagi Falih dengan berkumpulnya ‘Ishabah (sekelompok orang jahat) tersebut disekitar dirinya dan (selamat pula baginya) dengan penyerangan mereka terhadap Ahlussunnah dan Salafiyyin yang sebenarnya. Sungguh benar-benar dia dan kelompoknya telah menempati posisi yang agung di sisi musuh-musuh as-Sunnah, dimana mereka dalam memerangi dan berdusta atas Ahlussunnah serta dalam hal membangkitkan kebencian (provokasi) musuh-musuh terhadap Ahlussunnah telah melebihi (permusuhan dan kedustaan) seluruh pengikut kebatilan dan hawa nafsu."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9778
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Ketika kejahatannya (Falih) telah merebak dan telah sampai pada titik terparahnya, maka aku sampaikan kepadanya dua nasehat yang aku jelaskan pada keduanya kerusakan prinsip-prinsip dan vonis-vonisnya. Kedua nasehat itu pun didukung oleh para ulama yang dahulu Falih mewajibkan bertaqlid kepada mereka dan berpandangan bahwa orang yang tidak bertaqlid kepada mereka berarti telah mendustakan Islam serta mendustakan al-Quran dan as-Sunnah dst.
فنسي هو وعصابته تلك المنزلة لهؤلاء العلماء، ونسوا الحماس للتضليل من أجلهم، فأصبحوا حربا عليهم؛ مما يدل دلالة واضحة أن هذه العصابة ليست من أهل السنة، وإنما هم من أعدائها، جندوا لبث الفتن والصراعات بين السلفيين وواقعهم الذي يسيرون عليه من حرب السلفيين المستعرة أكبر شاهد عليهم ؛
Rupanya Falih dan kelompoknya lupa terhadap kedudukan para ulama tersebut dan lupa pula akan semangat berlebihan yang mereka lakukan terkait vonis sesat (terhadap pihak tertentu) demi memuliakan para ulama tersebut. Sekarang ini Falih dan kelompoknya justru malah memerangi para ulama tersebut. Ini membuktikan dengan bukti yang jelas bahwa kelompok ini bukan Ahlussunnah, bahkan mereka termasuk dari musuh-musuhnya. Mereka benar-benar mengerahkan segala kemampuannya dalam melanggengkan fitnah dan permusuhan antar salafiyyin.
Kenyataan (praktik) yang mereka lakukan dalam memerangi salafiyyin dengan peperangan yang dahsyat ini sebagai bukti terbesar atas (kejahatan) mereka.
فهنيئاً لفالح بالتفاف هذه العصابة حوله ومحاربتها لأهل السنة السلفيين حقاً فلقد تبوأ هو وعصابته عند أعداء السنة منزلة عظيمة حيث فاقوا في حربهم لأهل السنة والكذب عليهم وتأليب الأعداء عليهم فاقوا كل أهل الباطل والأهواء.
Maka "selamat berbahagia" bagi Falih dengan berkumpulnya ‘Ishabah (sekelompok orang jahat) tersebut disekitar dirinya dan (selamat pula baginya) dengan penyerangan mereka terhadap Ahlussunnah dan Salafiyyin yang sebenarnya. Sungguh benar-benar dia dan kelompoknya telah menempati posisi yang agung di sisi musuh-musuh as-Sunnah, dimana mereka dalam memerangi dan berdusta atas Ahlussunnah serta dalam hal membangkitkan kebencian (provokasi) musuh-musuh terhadap Ahlussunnah telah melebihi (permusuhan dan kedustaan) seluruh pengikut kebatilan dan hawa nafsu."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9778
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
::
📬 PELAJARAN BERHARGA DARI AL-’ALLAMAH RABI’ BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH TENTANG FITNAH AL-HADDADIYAH VERSI FALIH AL-HARBY DAN KELOMPOKNYA
Rubrik: #manhaj #rudud #haddadiyah
Diantara pelajaran penting yang bisa dipetik dari fitnah al-Haddadiyah…
📬 PELAJARAN BERHARGA DARI AL-’ALLAMAH RABI’ BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH TENTANG FITNAH AL-HADDADIYAH VERSI FALIH AL-HARBY DAN KELOMPOKNYA
Rubrik: #manhaj #rudud #haddadiyah
Diantara pelajaran penting yang bisa dipetik dari fitnah al-Haddadiyah…
Forwarded from قناة فضيلة الشيخ أ.د. عبد الله البخاري
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
°
#جـديد
📍 #مقتطف بعنـوان :
↲°° | إذا حصل خلاف وتقاطع بين أخوين من أهل السنّة ثم صار بينهم إصلاح أو صلح يقول واحد منهم : أعفُ عنه ولكن لا أنسى، هل هذا أمر جائز |°°
▪️للشيخ العلامة أ د. :
🎙 عبدالله بن عبدالرحيم البخاري حفظه الله
•
https://t.me/dr_elbukhary
•
🔄
#جـديد
📍 #مقتطف بعنـوان :
↲°° | إذا حصل خلاف وتقاطع بين أخوين من أهل السنّة ثم صار بينهم إصلاح أو صلح يقول واحد منهم : أعفُ عنه ولكن لا أنسى، هل هذا أمر جائز |°°
▪️للشيخ العلامة أ د. :
🎙 عبدالله بن عبدالرحيم البخاري حفظه الله
•
https://t.me/dr_elbukhary
•
🔄
InsyaAllah kajian live malam ini (Ba'da Maghrib) di https://t.me/joinchat/ESPQjmNTfS04MjE1
منتدى نشر الفـــــــوائد
InsyaAllah kajian live malam ini (Ba'da Maghrib) di https://t.me/joinchat/ESPQjmNTfS04MjE1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
📬 SIKAP YANG BENAR DALAM MELAKUKAN SHULH (PERDAMAIAN) DENGAN SESAMA AHLU SUNNAH SETELAH TERJADI PERSELISIHAN (BAGIAN 1)
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Jundi -hafizhahullah-
📅 Kamis, 27 Rabi'uts Tsani 1443 H/ 02 Desember 2021 | Ba'da Maghrib s.d selesai di Masjid Ma'had Qoulan Sadida, Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat
◽️(Durasi 0:33:52 -- 7,89 MB)
Link: http://bit.ly/3IgZ0lm
(*) Shulh tapi jalan masing-masing
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9827
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SIKAP YANG BENAR DALAM MELAKUKAN SHULH (PERDAMAIAN) DENGAN SESAMA AHLU SUNNAH SETELAH TERJADI PERSELISIHAN (BAGIAN 1)
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Jundi -hafizhahullah-
📅 Kamis, 27 Rabi'uts Tsani 1443 H/ 02 Desember 2021 | Ba'da Maghrib s.d selesai di Masjid Ma'had Qoulan Sadida, Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat
◽️(Durasi 0:33:52 -- 7,89 MB)
Link: http://bit.ly/3IgZ0lm
(*) Shulh tapi jalan masing-masing
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9827
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📝 INSYAALLAH MALAM INI
TAUSHIYAH BAGIAN 2⃣
"SIKAP YANG BENAR DALAM MELAKUKAN SULH PERDAMAIAN DENGAN SESAMA AHLUSSUNNAH SETELAH TERJADI PERSELISIHAN"
__________
📲📡 UNTUK MENYIMAK, SILAHKAN BERGABUNG DAN IKUTI:
https://t.me/joinchat/ESPQjmNTfS04MjE1
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
TAUSHIYAH BAGIAN 2⃣
"SIKAP YANG BENAR DALAM MELAKUKAN SULH PERDAMAIAN DENGAN SESAMA AHLUSSUNNAH SETELAH TERJADI PERSELISIHAN"
__________
📲📡 UNTUK MENYIMAK, SILAHKAN BERGABUNG DAN IKUTI:
https://t.me/joinchat/ESPQjmNTfS04MjE1
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Forwarded from Manhajul Anbiya
💽 Audio
Bolehkah Mengatakan, “Aku Memaafkannya, Namun Aku Tidak Akan Melupakan Kesalahan-Kesalahannya”?
🎙️ Fadhilatu Asy-Syaikh al-‘Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
📌 (dari Tanya Jawab Pelajaran Pertama “Syarh Syarh as-Sunnah li al-Muzani”, dalam acara Daurah Ilmiah yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu 'anhuma di Hafr al-Bathin, 22 Rabiul Akhir 1443 H/27 November 2021 M)
📥 Unduh Audio
• https://bit.ly/3IbTyjN
Ukuran : 7 MB
Durasi: 7 menit, 49 detik
Bitrate: 128kb/s VBR
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
Bolehkah Mengatakan, “Aku Memaafkannya, Namun Aku Tidak Akan Melupakan Kesalahan-Kesalahannya”?
🎙️ Fadhilatu Asy-Syaikh al-‘Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
📌 (dari Tanya Jawab Pelajaran Pertama “Syarh Syarh as-Sunnah li al-Muzani”, dalam acara Daurah Ilmiah yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu 'anhuma di Hafr al-Bathin, 22 Rabiul Akhir 1443 H/27 November 2021 M)
📥 Unduh Audio
• https://bit.ly/3IbTyjN
Ukuran : 7 MB
Durasi: 7 menit, 49 detik
Bitrate: 128kb/s VBR
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Forwarded from Manhajul Anbiya
💽📥 [ UPDATE ] Audio Durus/Muhadharah Daurah “Masjid Jami’ Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma” Ke-7
🇸🇦 Hafr al-Bathin Arab Saudi, 22-27 Rabiul Akhir 1443 H (27 Nov - 2 Des 2021 M)
.................................
📘 Syarh Kitab al-Arba’in fi al-Ahkam li Al-Mundziri
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh DR. Khalid bin Qasim ar-Raddadi hafizhahullah
Dars 1: https://bit.ly/3lqvHmK
Dars 2: https://bit.ly/3oa7nXP
Dars 3: https://bit.ly/32PvKlE
Dars 4: https://bit.ly/3lpHIsK
Dars 5: https://bit.ly/3xOYNRF
Dars 6: https://bit.ly/3DciiEV
--------------
📕 Syarh Syarh as-Sunnah li Al-Muzani
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh Prof. DR. Abdullah bin Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah
Dars 1: https://bit.ly/3oc4SnX
Dars 2: https://bit.ly/3oa8JBT
Dars 3: https://bit.ly/2ZLizRA
atau:
Dars 1: https://bit.ly/31miLXF
Dars 2: https://bit.ly/3D6M0v3
Dars 3: https://bit.ly/3obdWtr
---------------
📗 Syarh Risalah ila Ahli al-Qashim li Syaikhil Islam Muhammad bin Abdil Wahhab
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh DR. ‘Azzam bin Muhammad asy-Syuwai’ir hafizhahullah
Dars 1: https://bit.ly/3G4gM9H
Dars 2: https://bit.ly/31amuYV
Dars 3: https://bit.ly/31idroH
----------------
🆕 📙 Adab Thalib al-Ilmi wa Wajibuhu Nahwa Wathanihi
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh Ahmad bin Yahya az-Zahrani hafizhahullah
Dars 1: https://bit.ly/3oeYHj8
Dars 2: https://bit.ly/3GfCV57
Dars 3: https://bit.ly/2ZN0TF0
Dars 4: https://bit.ly/2ZN0TF0
Dars 5: https://bit.ly/31hojTZ
~~~~~~~~~
Muhadharah:
🍏 Sebab-sebab Keselamatan di Dunia dan Akhirat
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh DR. Khalid bin Qasim ar-Raddadi hafizhahullah
• https://bit.ly/3xP0mz1
🆕 🍒 Muhadharah:
as-Salafiyyah Manhaj Rabbani
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh Prof. DR. Abdullah bin Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah
• https://bit.ly/3lx1vGx
🆕🫐 Muhadharah:
Bahaya al-Ilhad (Penyimpangan dan Kekufuran) Terhadap Para Pemuda
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh DR. ‘Azzam bin Muhammad asy-Syuwai’ir hafizhahullah
• https://bit.ly/3phoYN0
~~~~~
🌾 Insyaallah akan selalu update
🖥️ Sumber:
https://www.aldafiri.com
https://miraath.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
🇸🇦 Hafr al-Bathin Arab Saudi, 22-27 Rabiul Akhir 1443 H (27 Nov - 2 Des 2021 M)
.................................
📘 Syarh Kitab al-Arba’in fi al-Ahkam li Al-Mundziri
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh DR. Khalid bin Qasim ar-Raddadi hafizhahullah
Dars 1: https://bit.ly/3lqvHmK
Dars 2: https://bit.ly/3oa7nXP
Dars 3: https://bit.ly/32PvKlE
Dars 4: https://bit.ly/3lpHIsK
Dars 5: https://bit.ly/3xOYNRF
Dars 6: https://bit.ly/3DciiEV
--------------
📕 Syarh Syarh as-Sunnah li Al-Muzani
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh Prof. DR. Abdullah bin Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah
Dars 1: https://bit.ly/3oc4SnX
Dars 2: https://bit.ly/3oa8JBT
Dars 3: https://bit.ly/2ZLizRA
atau:
Dars 1: https://bit.ly/31miLXF
Dars 2: https://bit.ly/3D6M0v3
Dars 3: https://bit.ly/3obdWtr
---------------
📗 Syarh Risalah ila Ahli al-Qashim li Syaikhil Islam Muhammad bin Abdil Wahhab
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh DR. ‘Azzam bin Muhammad asy-Syuwai’ir hafizhahullah
Dars 1: https://bit.ly/3G4gM9H
Dars 2: https://bit.ly/31amuYV
Dars 3: https://bit.ly/31idroH
----------------
🆕 📙 Adab Thalib al-Ilmi wa Wajibuhu Nahwa Wathanihi
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh Ahmad bin Yahya az-Zahrani hafizhahullah
Dars 1: https://bit.ly/3oeYHj8
Dars 2: https://bit.ly/3GfCV57
Dars 3: https://bit.ly/2ZN0TF0
Dars 4: https://bit.ly/2ZN0TF0
Dars 5: https://bit.ly/31hojTZ
Muhadharah:
🍏 Sebab-sebab Keselamatan di Dunia dan Akhirat
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh DR. Khalid bin Qasim ar-Raddadi hafizhahullah
• https://bit.ly/3xP0mz1
🆕 🍒 Muhadharah:
as-Salafiyyah Manhaj Rabbani
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh Prof. DR. Abdullah bin Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah
• https://bit.ly/3lx1vGx
🆕🫐 Muhadharah:
Bahaya al-Ilhad (Penyimpangan dan Kekufuran) Terhadap Para Pemuda
🎙️ Fadhilah asy-Syaikh DR. ‘Azzam bin Muhammad asy-Syuwai’ir hafizhahullah
• https://bit.ly/3phoYN0
🌾 Insyaallah akan selalu update
🖥️ Sumber:
https://www.aldafiri.com
https://miraath.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
::
📬 BOLEHKAH MENGATAKAN, “AKU MEMAAFKANNYA, NAMUN AKU TIDAK AKAN MELUPAKAN KESALAHAN-KESALAHANNYA.”?
Fadhilatu Asy-Syaikh al-‘Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
هذا يسأل، يقول: إذا حصل خلاف وتقاطع بين الأخوين من أهل السنة، ثم صار بينهم إصلاح أو صلح، يقول واحد منهم: "أعفو عنه ولكن لا أنسى"، هل هذا أمر جائز؟
الجواب:
ما فائدة الصلح والعفو إذا كنت لا تنسى؟! ما فائدة ( عفا الله عما سلف) ؟! ما فائدة ( لا يحب الله الجهر بالسوء من القول إلا من ظلم)؟! فإن كنت قد أصلحت وعفوت فلا داعي لأن تظلم أخاك وتقول هذه العبارة: لا أنسى! هذا من ظلمك له وعدم عفوك له.
هذه القضايا – بارك الله فيك – تُبْقِي الحزازات في النفوس، ( لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس)، (فمن عفا وأصلح فأجره على الله)
يا أخي اتركوا هذه الحزازات، واتركوا مثل هذه الألفاظ التي لا تُرَبِّي إلا الضغائن!!
يا إخوتاه، هذه الدعوة المباركة، الدعوة النقية السلفية المباركة التي عم نفعها أرجاء الأرض، لا تقوم على التَّشَاحُن، لا تقوم على التباغض، لا تقوم على مثل هذه الأمور الدنيئة! إنما تقوم على الأسس الصحيحة التي سنها لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وسار عليها من بعده الصحابة وأئمة الهدى والدين في تآلف وتكاتف واجتماع على الحق وبالحق، ينصح بعضهم بعضا، ويؤالف بعضهم مع بعض، ويُعين بعضهم بعضا بالتي هي أحسن للتي هي أقوم. إذا كان قد انتهى الخلاف الذي بينكما ما الداعي لأن تقول: لا أنسى؟! إذا كنت أنت لا تنسى فهو كذلك لن ينسى حتى هو يقول: "أنا أعفو لكن أيضا لا أنسى." ما فائدة العفو والصلح إذن؟!!
هل تريد أنك ترفع هذه القضية لما قد يحصل فيما يأتي ويستقبل من الأمور؟! فتؤجج: "أنت كنت قد فعلت، وأنت لم ..." ما هذا؟؟! أيش الأخلاق هذه؟؟! لا أدري، لا أعرف صلة لهذه الأخلاق الدنيئة بالسنة والسلفية يا إخوة!!
لا صلة لهذه الدناءات بالدعوة!! لا صلة لها!! ما أدري ما هذا البلاء؟! وهذا الوباء؟! الذي بدأ يتغلغل وينتشر في أوساط بعض الناس؟؟ ثم ينسبون هذه البلايا والخزايا إلى الدعوة السلفية. والله وبالله وتالله - ولا أكفر عن هذه اليمين – ليست هذه أخلاق أهل السنة، ولا هي من صفات حاملين للسنة، ولا هي على طريقة هدي رسول الله عليه الصلاة والسلام في شيء!!
يا إخوة، كفانا، كفانا – بارك الله فيكم – كفانا! لا ننسب أفعالنا الشنيعة والقبيحة، وهذه المؤآمرات والتآمرات -بارك الله فيك- إلى الدعوة السلفية، والسلفية بريئة من مثل هذا!!
يعني ماذا نقول؟ ماذا يقال أكثر منه؟
هلا دَلَّلْتَ على مثل هذه القذارات وهذه الأحقاد؟ والضغائن البائتة؟ هلا دَلَّلْتَ عليه مما يدل على هذا من الوحيين، عندك أدلة على هذا بفقه سلف الأمة، هل عندك؟!
لا حول ولا قوة إلا بالله.
ما هذا البلاء الذي أصيبت به الدعوة؟! لا يمكن أن يأتي هذا البلاء وتنتشر هذه الأدواء إلا بسبب أنك تسمع للسماعين الذين لوثوا هذه الدعوة المباركة واندسوا بين أوصاف أهلها، فشغبوا وشوشوا، وأهلكوا وتجاسروا على أهل العلم وتطاولوا على النصوص، بل لا صلة لهم بقواعد أهل السنة.
هذه فتن قائمة، لا عقل فضلا عن المحاكمة إلى النصوص فضلا عن اعتبار القواعد الشرعية!!
ما هذا الذي يجري بارك الله فيك ، ما هذا؟!
لما تكلم شيخ الإسلام – رحمه الله وغفر له – هذا الإمام المبجل، لا أدري صلة الناس بأئمة السنة هؤلاء، فأين؟! أيش الصلة هذه! صلة منقطعة! مقطوعة! من كثير منهم.
تكلم رحمه الله في الاستقامة وغيره حتى في الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر فيما يتعلق بالأمر والنهي، أن هذا يقوم على ثلاثة أمور:
[الأمر الأول:] العلم، فلا يمكن أن تأمر أو تنهى إلا أن يكون عندك أيش؟ العلم بماذا يبنى؟ على الوحيين بفقه سلف الأمة. العلم، قال: لا يمكن لك أن تقوم به إلا بالعلم بأن تأمر به.
والأمر الثاني: الرفق، يكون مع العلم بالأمر بالعلم، أن يكون معه الرفق بالمأمور به،
وأما الثالث: قال: فهو الصبر. فأن تأمر بعلم، وأن تترفق بالمأمور به، وأن تصبر عليه.
لا أدري ما صلة الناس بمثل هذا؟! أين هم من مثل هذه التقريرات؟
ثم يأتي أحد، حصلت خصومة، والغالب الذي يجري حظوظ النفس، ما سلم، ما قال، ما دعاني، ما راح معي، ما جاء معي، سفسطة! وخِذلان، وتخاذل، وبلاء!
يا أخي راجع نفسك، قيم أمرك، أصلح شأنك!!!
لا بد أن تُطَهِّرَ هذا القلب من الأدران والأوساخ والنجاسات!
وفق الله الجميع لما فيه رضاه، وصلى الله على رسول الله وآله وصحبه وسلم.
[ مــن أســئلة الدرس الأول مــن شــرح الســنة للمزنــي رحــمه الله ضــمن فعاليــات الــدورة العلميــة المقامــة بجــامع أمــير المؤمــنين معاويــة فــي حــفر الباطــن ١٤٤٣هــ ]
https://bit.ly/3IbTyjN
📬 BOLEHKAH MENGATAKAN, “AKU MEMAAFKANNYA, NAMUN AKU TIDAK AKAN MELUPAKAN KESALAHAN-KESALAHANNYA.”?
Fadhilatu Asy-Syaikh al-‘Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
هذا يسأل، يقول: إذا حصل خلاف وتقاطع بين الأخوين من أهل السنة، ثم صار بينهم إصلاح أو صلح، يقول واحد منهم: "أعفو عنه ولكن لا أنسى"، هل هذا أمر جائز؟
الجواب:
ما فائدة الصلح والعفو إذا كنت لا تنسى؟! ما فائدة ( عفا الله عما سلف) ؟! ما فائدة ( لا يحب الله الجهر بالسوء من القول إلا من ظلم)؟! فإن كنت قد أصلحت وعفوت فلا داعي لأن تظلم أخاك وتقول هذه العبارة: لا أنسى! هذا من ظلمك له وعدم عفوك له.
هذه القضايا – بارك الله فيك – تُبْقِي الحزازات في النفوس، ( لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس)، (فمن عفا وأصلح فأجره على الله)
يا أخي اتركوا هذه الحزازات، واتركوا مثل هذه الألفاظ التي لا تُرَبِّي إلا الضغائن!!
يا إخوتاه، هذه الدعوة المباركة، الدعوة النقية السلفية المباركة التي عم نفعها أرجاء الأرض، لا تقوم على التَّشَاحُن، لا تقوم على التباغض، لا تقوم على مثل هذه الأمور الدنيئة! إنما تقوم على الأسس الصحيحة التي سنها لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وسار عليها من بعده الصحابة وأئمة الهدى والدين في تآلف وتكاتف واجتماع على الحق وبالحق، ينصح بعضهم بعضا، ويؤالف بعضهم مع بعض، ويُعين بعضهم بعضا بالتي هي أحسن للتي هي أقوم. إذا كان قد انتهى الخلاف الذي بينكما ما الداعي لأن تقول: لا أنسى؟! إذا كنت أنت لا تنسى فهو كذلك لن ينسى حتى هو يقول: "أنا أعفو لكن أيضا لا أنسى." ما فائدة العفو والصلح إذن؟!!
هل تريد أنك ترفع هذه القضية لما قد يحصل فيما يأتي ويستقبل من الأمور؟! فتؤجج: "أنت كنت قد فعلت، وأنت لم ..." ما هذا؟؟! أيش الأخلاق هذه؟؟! لا أدري، لا أعرف صلة لهذه الأخلاق الدنيئة بالسنة والسلفية يا إخوة!!
لا صلة لهذه الدناءات بالدعوة!! لا صلة لها!! ما أدري ما هذا البلاء؟! وهذا الوباء؟! الذي بدأ يتغلغل وينتشر في أوساط بعض الناس؟؟ ثم ينسبون هذه البلايا والخزايا إلى الدعوة السلفية. والله وبالله وتالله - ولا أكفر عن هذه اليمين – ليست هذه أخلاق أهل السنة، ولا هي من صفات حاملين للسنة، ولا هي على طريقة هدي رسول الله عليه الصلاة والسلام في شيء!!
يا إخوة، كفانا، كفانا – بارك الله فيكم – كفانا! لا ننسب أفعالنا الشنيعة والقبيحة، وهذه المؤآمرات والتآمرات -بارك الله فيك- إلى الدعوة السلفية، والسلفية بريئة من مثل هذا!!
يعني ماذا نقول؟ ماذا يقال أكثر منه؟
هلا دَلَّلْتَ على مثل هذه القذارات وهذه الأحقاد؟ والضغائن البائتة؟ هلا دَلَّلْتَ عليه مما يدل على هذا من الوحيين، عندك أدلة على هذا بفقه سلف الأمة، هل عندك؟!
لا حول ولا قوة إلا بالله.
ما هذا البلاء الذي أصيبت به الدعوة؟! لا يمكن أن يأتي هذا البلاء وتنتشر هذه الأدواء إلا بسبب أنك تسمع للسماعين الذين لوثوا هذه الدعوة المباركة واندسوا بين أوصاف أهلها، فشغبوا وشوشوا، وأهلكوا وتجاسروا على أهل العلم وتطاولوا على النصوص، بل لا صلة لهم بقواعد أهل السنة.
هذه فتن قائمة، لا عقل فضلا عن المحاكمة إلى النصوص فضلا عن اعتبار القواعد الشرعية!!
ما هذا الذي يجري بارك الله فيك ، ما هذا؟!
لما تكلم شيخ الإسلام – رحمه الله وغفر له – هذا الإمام المبجل، لا أدري صلة الناس بأئمة السنة هؤلاء، فأين؟! أيش الصلة هذه! صلة منقطعة! مقطوعة! من كثير منهم.
تكلم رحمه الله في الاستقامة وغيره حتى في الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر فيما يتعلق بالأمر والنهي، أن هذا يقوم على ثلاثة أمور:
[الأمر الأول:] العلم، فلا يمكن أن تأمر أو تنهى إلا أن يكون عندك أيش؟ العلم بماذا يبنى؟ على الوحيين بفقه سلف الأمة. العلم، قال: لا يمكن لك أن تقوم به إلا بالعلم بأن تأمر به.
والأمر الثاني: الرفق، يكون مع العلم بالأمر بالعلم، أن يكون معه الرفق بالمأمور به،
وأما الثالث: قال: فهو الصبر. فأن تأمر بعلم، وأن تترفق بالمأمور به، وأن تصبر عليه.
لا أدري ما صلة الناس بمثل هذا؟! أين هم من مثل هذه التقريرات؟
ثم يأتي أحد، حصلت خصومة، والغالب الذي يجري حظوظ النفس، ما سلم، ما قال، ما دعاني، ما راح معي، ما جاء معي، سفسطة! وخِذلان، وتخاذل، وبلاء!
يا أخي راجع نفسك، قيم أمرك، أصلح شأنك!!!
لا بد أن تُطَهِّرَ هذا القلب من الأدران والأوساخ والنجاسات!
وفق الله الجميع لما فيه رضاه، وصلى الله على رسول الله وآله وصحبه وسلم.
[ مــن أســئلة الدرس الأول مــن شــرح الســنة للمزنــي رحــمه الله ضــمن فعاليــات الــدورة العلميــة المقامــة بجــامع أمــير المؤمــنين معاويــة فــي حــفر الباطــن ١٤٤٣هــ ]
https://bit.ly/3IbTyjN
Berikut ini ada seseorang yang bertanya,
“Apabila terjadi perselisihan dan saling boikot antara dua orang dari kalangan Ahlussunnah, kemudian terjadi ishlah atau shulh di antara mereka. Salah seorang dari mereka mengatakan, ‘Aku memaafkannya, namun aku tidak akan melupakan kesalahan-kesalahannya!’ Apakah ini perkara yang diperbolehkan?”
Jawaban:
Apa gunanya shulh (perdamaian) dan pemberian maaf, jika engkau tidak mau melupakannya?! Apa gunanya firman Allah,
{عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ} [المائدة: 95]
“Allah telah memaafkan apa yang telah lalu.” (al-Maidah: 95)
Apa pula gunanya firman Allah,
{لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ (148)} [النساء: 148]
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya.” (an-Nisa: 148)
Apabila engkau telah melakukan ishlah dan telah memaafkan maka tidak ada perlunya engkau menzhalimi saudaramu tersebut dengan mengucapkan ungkapan ini, "Aku tidak akan melupakan kesalahan-kesalahannya"! Ini termasuk dari kezhalimanmu kepadanya dan bentuk dari engkau tidak memaafkannya!
Masalah-masalah ini – Barakallahu fik – akan melanggengkan perasaan sakit hati di dalam diri, (sementara Allah berfirman),
{لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ} [النساء: 114]
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (an-Nisa’ : 114)
{فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ} [الشورى: 40]
“Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (Asy-Syura: 40)
Wahai saudaraku, …
Tinggalkan perasaan sakit hati ini! Tinggalkan ucapan-ucapan seperti ini yang tidaklah memelihara (dalam jiwa) melainkan dendam kesumat!
Wahai saudara-saudaraku yang budiman,
Dakwah mubarakah ini, dakwah suci, salafiyyah lagi penuh berkah ini, yang manfaatnya telah merebak ke seluruh penjuru bumi, tidaklah berdiri di atas sikap saling bermusuhan, tidaklah berdiri di atas sikap saling membenci, dan tidak pula berdiri di atas sikap-sikap rendahan seperti ini!
Hanyalah dakwah ini berdiri di atas landasan-landasan yang benar, yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada kita, dan berjalan di atasnya para shahabat radhiyallahu anhum sepeninggal beliau serta para imam yang berada di atas petunjuk dan agama ini dalam (mewujudkan) sikap saling berkasih sayang, bahu-membahu dan bersatu di atas al-Haq (kebenaran) dan (cara yang sesuai) dengan al-Haq pula. Mereka saling menasehati satu sama lain, saling berkasih sayang satu sama lain, dan saling menolong satu sama lain, dengan cara yang terbaik demi mencapai hasil yang terbaik pula.
Apabila telah selesai suatu perselisihan di antara kalian berdua (pihak-pihak yang bertikai), lalu apa perlunya engkau mengatakan, "Aku tidak akan melupakan kesalahan-kesalahannya"?! Jika engkau tidak bisa melupakannya, maka dia seperti itu juga tidak akan melupakannya, sehingga dia akan berkata, “Saya memaafkan, akan tetapi saya juga tidak bisa melupakan kesalahan-kesalahannya.” Kalau begitu, apa manfaat dari sikap memaafkan dan mengadakan sulh?!!
Apakah engkau menginginkan untuk mengangkat kembali permasalahan ini untuk sesuatu yang mungkin saja nanti akan terjadi pada masa mendatang dari sekian banyak perkara?! Kemudian engkau membuka kembali api permusuhan (sembari mengatakan), "Dahulu engkau telah berbuat begini dan engkau tidak …...."
Apa ini??! Akhlak apa ini ??!!
Saya betul-betul tidak tahu dan tidak paham keterkaitan akhlak rendahan ini dengan as-Sunnah dan as-Salafiyah wahai saudara-saudaraku...!!
Tidak ada hubungan antara perilaku-perilaku rendahan ini dengan dakwah !! Tidak ada sama sekali keterkaitannya!!
“Apabila terjadi perselisihan dan saling boikot antara dua orang dari kalangan Ahlussunnah, kemudian terjadi ishlah atau shulh di antara mereka. Salah seorang dari mereka mengatakan, ‘Aku memaafkannya, namun aku tidak akan melupakan kesalahan-kesalahannya!’ Apakah ini perkara yang diperbolehkan?”
Jawaban:
Apa gunanya shulh (perdamaian) dan pemberian maaf, jika engkau tidak mau melupakannya?! Apa gunanya firman Allah,
{عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ} [المائدة: 95]
“Allah telah memaafkan apa yang telah lalu.” (al-Maidah: 95)
Apa pula gunanya firman Allah,
{لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ (148)} [النساء: 148]
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya.” (an-Nisa: 148)
Apabila engkau telah melakukan ishlah dan telah memaafkan maka tidak ada perlunya engkau menzhalimi saudaramu tersebut dengan mengucapkan ungkapan ini, "Aku tidak akan melupakan kesalahan-kesalahannya"! Ini termasuk dari kezhalimanmu kepadanya dan bentuk dari engkau tidak memaafkannya!
Masalah-masalah ini – Barakallahu fik – akan melanggengkan perasaan sakit hati di dalam diri, (sementara Allah berfirman),
{لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ} [النساء: 114]
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (an-Nisa’ : 114)
{فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ} [الشورى: 40]
“Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (Asy-Syura: 40)
Wahai saudaraku, …
Tinggalkan perasaan sakit hati ini! Tinggalkan ucapan-ucapan seperti ini yang tidaklah memelihara (dalam jiwa) melainkan dendam kesumat!
Wahai saudara-saudaraku yang budiman,
Dakwah mubarakah ini, dakwah suci, salafiyyah lagi penuh berkah ini, yang manfaatnya telah merebak ke seluruh penjuru bumi, tidaklah berdiri di atas sikap saling bermusuhan, tidaklah berdiri di atas sikap saling membenci, dan tidak pula berdiri di atas sikap-sikap rendahan seperti ini!
Hanyalah dakwah ini berdiri di atas landasan-landasan yang benar, yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada kita, dan berjalan di atasnya para shahabat radhiyallahu anhum sepeninggal beliau serta para imam yang berada di atas petunjuk dan agama ini dalam (mewujudkan) sikap saling berkasih sayang, bahu-membahu dan bersatu di atas al-Haq (kebenaran) dan (cara yang sesuai) dengan al-Haq pula. Mereka saling menasehati satu sama lain, saling berkasih sayang satu sama lain, dan saling menolong satu sama lain, dengan cara yang terbaik demi mencapai hasil yang terbaik pula.
Apabila telah selesai suatu perselisihan di antara kalian berdua (pihak-pihak yang bertikai), lalu apa perlunya engkau mengatakan, "Aku tidak akan melupakan kesalahan-kesalahannya"?! Jika engkau tidak bisa melupakannya, maka dia seperti itu juga tidak akan melupakannya, sehingga dia akan berkata, “Saya memaafkan, akan tetapi saya juga tidak bisa melupakan kesalahan-kesalahannya.” Kalau begitu, apa manfaat dari sikap memaafkan dan mengadakan sulh?!!
Apakah engkau menginginkan untuk mengangkat kembali permasalahan ini untuk sesuatu yang mungkin saja nanti akan terjadi pada masa mendatang dari sekian banyak perkara?! Kemudian engkau membuka kembali api permusuhan (sembari mengatakan), "Dahulu engkau telah berbuat begini dan engkau tidak …...."
Apa ini??! Akhlak apa ini ??!!
Saya betul-betul tidak tahu dan tidak paham keterkaitan akhlak rendahan ini dengan as-Sunnah dan as-Salafiyah wahai saudara-saudaraku...!!
Tidak ada hubungan antara perilaku-perilaku rendahan ini dengan dakwah !! Tidak ada sama sekali keterkaitannya!!
Saya betul-betul tidak mengerti, musibah apa ini?! wabah apa ini?! Yang (ternyata) mulai merambah dan tersebar di tengah-tengah sebagian manusia, lalu mereka menisbatkan bala' (bencana) dan kehinaan ini kepada dakwah salafiyah.
Wallahi wa Billahi wa Tallahi – dan saya tidak akan membatalkan sumpah ini – (benar-benar) ini bukan akhlak Ahlussunnah, dan bukan pula ia termasuk dari sifat-sifat para pengemban as-Sunnah, serta ia tidak (berada) di atas jalan petunjuk Rasulullah alaihish shalatu wa sallam sedikitpun !!
Wahai saudara-saudaraku, sudah cukup bagi kita, sudah cukup bagi kita – barakallahu fikum – sudah cukup bagi kita!!
Jangan kita menyandarkan perilaku kita yang buruk dan jelek, serta berbagai konspirasi dan persekongkolan ini kepada dakwah salafiyah, padahal dakwah salafiyah berlepas diri dari yang semacam ini!!
Apa lagi yang mau kita katakan? Apa lagi yang bisa dikatakan melebihi ini?!
Tidakkah engkau membawakan dalil atas perilaku-perilaku kotor dan kedengkian-kedengkian, serta dendam membara ini? Tidakkah engkau membawakan dalil atasnya yang menunjukkan atas (kebolehannya) dari dua wahyu (Al-Quran dan as-Sunnah)? Apakah engkau memiliki dalil-dalil yang sesuai dengan pemahaman para salaf umat ini, apakah engkau memilikinya?! Laa haula walaa quwwata illa billah
Bencana apalagi yang menimpa dakwah ini?! Tidak mungkin bencana ini datang dan penyakit-penyakit ini tersebar kecuali karena engkau masih mau mendengar dari orang-orang yang suka mendengar syubhat/kebatilan yang mengotori dakwah yang penuh berkah ini, dan menyusup di tengah-tengah barisan salafiyyin. Maka mereka telah membuat keonaran, kekacauan, kehancuran, serta bertindak lancang terhadap para ulama dan dalil-dalil syar'i. Bahkan mereka ini tidak terhubung dengan kaidah-kaidah/prinsip-prinsip Ahlussunnah!
Fitnah yang terjadi ini, (tidak dibangun) di atas akal sehat, apalagi berdasar kepada dalil-dalil syar'i, dan terlebih lagi mempertimbangkan kaidah-kaidah syar’iyah!!
Apa yang (sebenarnya) sedang terjadi ini – barakallahu fiik –?! Apa ini?!
Ketika Syaikhul lslam (Ibnu Taimiyah, pen.) rahimahullahu wa ghafara lahu, seorang imam yang terhormat ini. Saya sendiri tidak tahu bagaimana keterikatan/hubungan orang-orang itu dengan para imam yang tegak di atas as-Sunnah tersebut, dimanakah?! Hubungan apa ini! Hubungan yang terputus dan tidak bersambung dari kebanyakan mereka!
Syaikhul lslam rahimahullah berbicara dalam kitab Al-Istiqamah dan kitab yang lainnya, bahkan dalam kitab al-Amr bil Ma'ruf wa an-Nahyu anil Munkar, terkait permasalahan amar ma'ruf nahi mungkar, bahwasanya hal ini berdiri di atas 3 perkara:
1⃣ Pertama: llmu. Engkau tidak mungkin memerintahkan (yang ma'ruf) dan mencegah (kemungkaran) kecuali jika memiliki apa? (Memiliki) ilmu, yang berlandaskan apa? Yang berlandaskan Al-Quran dan as-Sunnah sesuai pemahaman salaful ummah. Itulah ilmu.
Syaikhul lslam mengatakan, “Tidak mungkin bagimu melakukannya kecuali dengan ilmu, yaitu hendaknya engkau memerintahkan (perkara yang ma'ruf) dengan ilmu.
2⃣ Kedua: Kelembutan. Sikap ini harus berjalan bersama ilmu, berbarengan dengan amar (ma'ruf) yang berdasarkan ilmu, yaitu hendaknya (amar ma'ruf) itu disertai dengan sikap lemah-lembut terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut.
3⃣ Adapun yang ketiga: Beliau berkata, “Bersabar”.
Maka hendaknya engkau beramar ma'ruf berdasarkan ilmu, kemudian engkau bersikap lemah-lembut terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut, dan berikutnya engkau bersabar terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut.
Maka sungguh saya tidak mengerti keterikatan/hubungan orang-orang itu dengan (bimbingan) semacam ini?! Di mana posisi mereka terhadap ketetapan-ketetapan (ulama) semacam ini??
Kemudian datang setelahnya seseorang, ketika terjadi perselisihan – dan mayoritas yang terjadi itu adalah karena kepentingan-kepentingan pribadi – dia tidak mau mengucapkan salam, tidak mau berbicara, tidak mau mengundangku, tidak mau pergi bersamaku dan juga tidak mau datang bersamaku.
Wallahi wa Billahi wa Tallahi – dan saya tidak akan membatalkan sumpah ini – (benar-benar) ini bukan akhlak Ahlussunnah, dan bukan pula ia termasuk dari sifat-sifat para pengemban as-Sunnah, serta ia tidak (berada) di atas jalan petunjuk Rasulullah alaihish shalatu wa sallam sedikitpun !!
Wahai saudara-saudaraku, sudah cukup bagi kita, sudah cukup bagi kita – barakallahu fikum – sudah cukup bagi kita!!
Jangan kita menyandarkan perilaku kita yang buruk dan jelek, serta berbagai konspirasi dan persekongkolan ini kepada dakwah salafiyah, padahal dakwah salafiyah berlepas diri dari yang semacam ini!!
Apa lagi yang mau kita katakan? Apa lagi yang bisa dikatakan melebihi ini?!
Tidakkah engkau membawakan dalil atas perilaku-perilaku kotor dan kedengkian-kedengkian, serta dendam membara ini? Tidakkah engkau membawakan dalil atasnya yang menunjukkan atas (kebolehannya) dari dua wahyu (Al-Quran dan as-Sunnah)? Apakah engkau memiliki dalil-dalil yang sesuai dengan pemahaman para salaf umat ini, apakah engkau memilikinya?! Laa haula walaa quwwata illa billah
Bencana apalagi yang menimpa dakwah ini?! Tidak mungkin bencana ini datang dan penyakit-penyakit ini tersebar kecuali karena engkau masih mau mendengar dari orang-orang yang suka mendengar syubhat/kebatilan yang mengotori dakwah yang penuh berkah ini, dan menyusup di tengah-tengah barisan salafiyyin. Maka mereka telah membuat keonaran, kekacauan, kehancuran, serta bertindak lancang terhadap para ulama dan dalil-dalil syar'i. Bahkan mereka ini tidak terhubung dengan kaidah-kaidah/prinsip-prinsip Ahlussunnah!
Fitnah yang terjadi ini, (tidak dibangun) di atas akal sehat, apalagi berdasar kepada dalil-dalil syar'i, dan terlebih lagi mempertimbangkan kaidah-kaidah syar’iyah!!
Apa yang (sebenarnya) sedang terjadi ini – barakallahu fiik –?! Apa ini?!
Ketika Syaikhul lslam (Ibnu Taimiyah, pen.) rahimahullahu wa ghafara lahu, seorang imam yang terhormat ini. Saya sendiri tidak tahu bagaimana keterikatan/hubungan orang-orang itu dengan para imam yang tegak di atas as-Sunnah tersebut, dimanakah?! Hubungan apa ini! Hubungan yang terputus dan tidak bersambung dari kebanyakan mereka!
Syaikhul lslam rahimahullah berbicara dalam kitab Al-Istiqamah dan kitab yang lainnya, bahkan dalam kitab al-Amr bil Ma'ruf wa an-Nahyu anil Munkar, terkait permasalahan amar ma'ruf nahi mungkar, bahwasanya hal ini berdiri di atas 3 perkara:
1⃣ Pertama: llmu. Engkau tidak mungkin memerintahkan (yang ma'ruf) dan mencegah (kemungkaran) kecuali jika memiliki apa? (Memiliki) ilmu, yang berlandaskan apa? Yang berlandaskan Al-Quran dan as-Sunnah sesuai pemahaman salaful ummah. Itulah ilmu.
Syaikhul lslam mengatakan, “Tidak mungkin bagimu melakukannya kecuali dengan ilmu, yaitu hendaknya engkau memerintahkan (perkara yang ma'ruf) dengan ilmu.
2⃣ Kedua: Kelembutan. Sikap ini harus berjalan bersama ilmu, berbarengan dengan amar (ma'ruf) yang berdasarkan ilmu, yaitu hendaknya (amar ma'ruf) itu disertai dengan sikap lemah-lembut terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut.
3⃣ Adapun yang ketiga: Beliau berkata, “Bersabar”.
Maka hendaknya engkau beramar ma'ruf berdasarkan ilmu, kemudian engkau bersikap lemah-lembut terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut, dan berikutnya engkau bersabar terhadap objek yang dilakukan padanya amar ma’ruf tersebut.
Maka sungguh saya tidak mengerti keterikatan/hubungan orang-orang itu dengan (bimbingan) semacam ini?! Di mana posisi mereka terhadap ketetapan-ketetapan (ulama) semacam ini??
Kemudian datang setelahnya seseorang, ketika terjadi perselisihan – dan mayoritas yang terjadi itu adalah karena kepentingan-kepentingan pribadi – dia tidak mau mengucapkan salam, tidak mau berbicara, tidak mau mengundangku, tidak mau pergi bersamaku dan juga tidak mau datang bersamaku.
(Hakikatnya ini hanyalah) perbuatan menang-menangan saja, pembiaran, saling acuh tak acuh, dan petaka!!
Wahai saudaraku,
Introspeksilah dirimu, evaluasilah perkaramu, dan perbaikilah urusanmu!!
Engkau harus membersihkan hatimu dari berbagai noda, kotoran, dan perkara-perkara najis ini!!
Semoga semuanya diberi taufik oleh Allah kepada apa yang terdapat padanya keridhaan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabat beliau.
🖎 (Dicuplik dari Sesi Tanya Jawab Pelajaran Pertama “Syarh Kitab as-Sunnah li al-Muzani”, Pada acara Daurah Ilmiah yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu 'anhuma, di Kota Hafr al-Bathin (Saudi Arabia), 22 Rabi’ul Akhir 1443 H)
Unduh Versi PDF
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9833
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Wahai saudaraku,
Introspeksilah dirimu, evaluasilah perkaramu, dan perbaikilah urusanmu!!
Engkau harus membersihkan hatimu dari berbagai noda, kotoran, dan perkara-perkara najis ini!!
Semoga semuanya diberi taufik oleh Allah kepada apa yang terdapat padanya keridhaan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabat beliau.
🖎 (Dicuplik dari Sesi Tanya Jawab Pelajaran Pertama “Syarh Kitab as-Sunnah li al-Muzani”, Pada acara Daurah Ilmiah yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu 'anhuma, di Kota Hafr al-Bathin (Saudi Arabia), 22 Rabi’ul Akhir 1443 H)
Unduh Versi PDF
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9833
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
PDF Nasehat:
Bolehkah Mengatakan, “Aku Memaafkannya, Namun Aku Tidak akan Melupakan Kesalahan-Kesalahannya.”?
Fadhilatu Asy-Syaikh al-‘Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
Audio Syaikh dan Transkripnya
🖎 (Dicuplik dari Sesi…
Bolehkah Mengatakan, “Aku Memaafkannya, Namun Aku Tidak akan Melupakan Kesalahan-Kesalahannya.”?
Fadhilatu Asy-Syaikh al-‘Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
Audio Syaikh dan Transkripnya
🖎 (Dicuplik dari Sesi…
Nasehat asy-Syaikh al-Bukhary_Hafr bathin_1443 H.fix1-2.pdf
1.8 MB
PDF Nasehat:
Bolehkah Mengatakan, “Aku Memaafkannya, Namun Aku Tidak akan Melupakan Kesalahan-Kesalahannya.”?
Fadhilatu Asy-Syaikh al-‘Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
Audio Syaikh dan Transkripnya
🖎 (Dicuplik dari Sesi Tanya Jawab Pelajaran Pertama “Syarh Kitab as-Sunnah li al-Muzani”, Pada acara Daurah Ilmiah yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu 'anhuma, di Kota Hafr al-Bathin (Saudi Arabia), 22 Rabi’ul Akhir 1443 H)
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9843
Bolehkah Mengatakan, “Aku Memaafkannya, Namun Aku Tidak akan Melupakan Kesalahan-Kesalahannya.”?
Fadhilatu Asy-Syaikh al-‘Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
Audio Syaikh dan Transkripnya
🖎 (Dicuplik dari Sesi Tanya Jawab Pelajaran Pertama “Syarh Kitab as-Sunnah li al-Muzani”, Pada acara Daurah Ilmiah yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu 'anhuma, di Kota Hafr al-Bathin (Saudi Arabia), 22 Rabi’ul Akhir 1443 H)
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9843
Sikap yg Benar Shulh Perdamaian Sesama Ahlussunnah 2_Ust Abu Jundi_…
Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
::
📬 SIKAP YANG BENAR DALAM MELAKUKAN SHULH (PERDAMAIAN) DENGAN SESAMA AHLU SUNNAH SETELAH TERJADI PERSELISIHAN (BAGIAN 2)
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Jundi -hafizhahullah-
📅 Jum'at, 28 Rabi'uts Tsani 1443 H/ 03 Desember 2021 | Ba'da Maghrib s.d selesai di Masjid Ma'had Qoulan Sadida, Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat
◽️(Durasi 0:43:10 -- 10,04 MB)
Link: http://bit.ly/31qlr79
• Unduh juga Audio Bagian 1
• Pdf Terjemah Audio Syaikh
• Audio Syaikh dan Transkripnya
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9844
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SIKAP YANG BENAR DALAM MELAKUKAN SHULH (PERDAMAIAN) DENGAN SESAMA AHLU SUNNAH SETELAH TERJADI PERSELISIHAN (BAGIAN 2)
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Jundi -hafizhahullah-
📅 Jum'at, 28 Rabi'uts Tsani 1443 H/ 03 Desember 2021 | Ba'da Maghrib s.d selesai di Masjid Ma'had Qoulan Sadida, Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat
◽️(Durasi 0:43:10 -- 10,04 MB)
Link: http://bit.ly/31qlr79
• Unduh juga Audio Bagian 1
• Pdf Terjemah Audio Syaikh
• Audio Syaikh dan Transkripnya
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9844
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🌻BOLEHKAH JUAL BELI EMAS SECARA ONLINE
📝Baca Selengkapnya di
https://buletin-alilmu.net/bolehkah-jual-beli-emas-online
📝Baca Selengkapnya di
https://buletin-alilmu.net/bolehkah-jual-beli-emas-online
Buletin Al Ilmu
Bolehkah Jual Beli Emas Online? - Buletin Al Ilmu
Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah, Kemajuan teknologi sekarang ini telah memudahkan manusia untuk melakukan beragam transaksi via internet atau yang lebih dikenal dengan transaksi online. Namun bagaimanakah jika transaksi online tersebut diberlakukan…
بِسْـــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــْم
Semoga Allah memberi kemudahan, pertolongan, serta taufik untuk hadir di majelis ilmu...
InsyaAllah diselenggarakan kajian tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan pada:
🗓 Ahad Malam Senin, 1 Rajab 1443 H/ 5 Desember 2021 M
⏳Waktu: Ba'da sholat Maghrib s.d Isya'
🕌 Tempat: Masjid Al-Fauzan, Sumberlele - Kraksaan
💺Bersama: Ustadz Abu Utsman Karisman hafidzahullah
📚 Kajian Fiqh Shalat Bulughul Maram
Pembahasan: HADITS-HADITS TENTANG SHOLAT SUNNAH
Kajian bisa disimak di
https://t.me/alitishombissunnah?livestream
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Imbauan:*
1.Diharapkan untuk selalu mengikhlaskan niat semata-mata mencari ridho Allah _subhaanahu wata'ala._
2. Selalu berusaha mempersiapkan alat tulis, untuk menulis faidah 🖊📙
3. Berusaha untuk selalu datang di awal waktu kajian agar mendapatkan barokah ilmu yang dipelajari.
4. Selalu menjaga adab dan akhlak yang baik.
5. Menjaga kebersihan di tempat ta'lim & sekitarnya.
6. Tidak mengalami gejala flu (batuk atau pilek atau demam) dan lolos pengecekan batas normal temperatur tubuh (di bawah 37,5° C), baik dilakukan oleh petugas maupun dilakukan sendiri secara mandiri
dengan thermo-gun yang telah disediakan.
7. Bersedia selalu memakai masker.
8. Bersedia melakukan Cuci tangan pakai sabun (CTPS) atau sterilisasi tangan dengan hand sanitizer seusai kegiatan.
9. Bersedia tidak melakukan kontak fisik antar jamah (termasuk jabat tangan).
10. Bersedia menjaga jarak aman, tidak berdesakan, minimal 1 m, atau sesuai garis penanda yang disiapkan panitia.
11. Jemaah dibatasi bagi yang telah baligh. Anak-anak belum diperkenankan ikut serta, kecuali yang telah mendapatkan vaksinasi covid-19.
12. Bagi yang membawa sepeda motor, dihimbau selalu mengunci kendaraan ( lebih baik kunci ganda ) dan mengamankan helm masing masing.
13. Jumlah peserta dibatasi maksimal 50% dari kapasitas Masjid.
14. Harap menjaga ketertiban selama kajian berlangsung.
بارك الله فيكم
NB : Untuk parkir kendaraan di timur masjid lewat jalan utara masjid
Kajian bisa disimak di
https://t.me/alitishombissunnah?livestream
Semoga Allah memberi kemudahan, pertolongan, serta taufik untuk hadir di majelis ilmu...
InsyaAllah diselenggarakan kajian tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan pada:
🗓 Ahad Malam Senin, 1 Rajab 1443 H/ 5 Desember 2021 M
⏳Waktu: Ba'da sholat Maghrib s.d Isya'
🕌 Tempat: Masjid Al-Fauzan, Sumberlele - Kraksaan
💺Bersama: Ustadz Abu Utsman Karisman hafidzahullah
📚 Kajian Fiqh Shalat Bulughul Maram
Pembahasan: HADITS-HADITS TENTANG SHOLAT SUNNAH
Kajian bisa disimak di
https://t.me/alitishombissunnah?livestream
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Imbauan:*
1.Diharapkan untuk selalu mengikhlaskan niat semata-mata mencari ridho Allah _subhaanahu wata'ala._
2. Selalu berusaha mempersiapkan alat tulis, untuk menulis faidah 🖊📙
3. Berusaha untuk selalu datang di awal waktu kajian agar mendapatkan barokah ilmu yang dipelajari.
4. Selalu menjaga adab dan akhlak yang baik.
5. Menjaga kebersihan di tempat ta'lim & sekitarnya.
6. Tidak mengalami gejala flu (batuk atau pilek atau demam) dan lolos pengecekan batas normal temperatur tubuh (di bawah 37,5° C), baik dilakukan oleh petugas maupun dilakukan sendiri secara mandiri
dengan thermo-gun yang telah disediakan.
7. Bersedia selalu memakai masker.
8. Bersedia melakukan Cuci tangan pakai sabun (CTPS) atau sterilisasi tangan dengan hand sanitizer seusai kegiatan.
9. Bersedia tidak melakukan kontak fisik antar jamah (termasuk jabat tangan).
10. Bersedia menjaga jarak aman, tidak berdesakan, minimal 1 m, atau sesuai garis penanda yang disiapkan panitia.
11. Jemaah dibatasi bagi yang telah baligh. Anak-anak belum diperkenankan ikut serta, kecuali yang telah mendapatkan vaksinasi covid-19.
12. Bagi yang membawa sepeda motor, dihimbau selalu mengunci kendaraan ( lebih baik kunci ganda ) dan mengamankan helm masing masing.
13. Jumlah peserta dibatasi maksimal 50% dari kapasitas Masjid.
14. Harap menjaga ketertiban selama kajian berlangsung.
بارك الله فيكم
NB : Untuk parkir kendaraan di timur masjid lewat jalan utara masjid
Kajian bisa disimak di
https://t.me/alitishombissunnah?livestream
Telegram
Al I'tishom
🌐 Notifikasi Artikel Terbaru pada Situs: https://itishom.org
Pertanyaan, tanggapan dan saran silakan disampaikan melalui email
alitishomm@gmail.com
Pertanyaan, tanggapan dan saran silakan disampaikan melalui email
alitishomm@gmail.com
📚 INFO DURUS MASYAIKH
InsyaAllah malam ini pukul 20.30 WIB
Asy-Syaikh Fawwaz حفظه الله
Alhamdulillah, DURUS MASYAIKH AHLUS-SUNNAH dalam program Silsilah Durus Ta'shiliyah Minhajul Atsar bisa disimak melalui beberapa alternatif berikut ini:
https://mixlr.com/hayatuna
https://minhajulatsar.com/radio
http://radiosalafy.com/atsar
🌺 Baarakallahu fikum
🪶 يسرنا أن نذكركم بسلسلة دروس "منهاج الأثر" التأصيلية عبر الهاتف
📑 لطلاب العلم بمعهد منهاج الأثر بجمبر إندونيسيا
« الدرس الثامن والعشرون »
🎙️ يلقيه
فضيلة الشيخ فواز بن علي المدخلي - حفظه الله -
🗓️ الإثنين ١ جمادى الأولى ١٤٤٣ ه الموافق ٦ ديسمبر ٢٠٢١ م
📚 في شرح فتح رب البرية بتلخيص الحموية
📡 البث المباشر على إذاعة
https://mixlr.com/hayatuna
https://minhajulatsar.com/radio
http://radiosalafy.com/atsar
يبدأ البث المباشر على الساعة :
🇮🇩 08:30 مساء بتوقيت جاكرتا
🇸🇦 04:30 عصرا بتوقيت مكة
بإذن الله تعالى
InsyaAllah malam ini pukul 20.30 WIB
Asy-Syaikh Fawwaz حفظه الله
Alhamdulillah, DURUS MASYAIKH AHLUS-SUNNAH dalam program Silsilah Durus Ta'shiliyah Minhajul Atsar bisa disimak melalui beberapa alternatif berikut ini:
https://mixlr.com/hayatuna
https://minhajulatsar.com/radio
http://radiosalafy.com/atsar
🌺 Baarakallahu fikum
🪶 يسرنا أن نذكركم بسلسلة دروس "منهاج الأثر" التأصيلية عبر الهاتف
📑 لطلاب العلم بمعهد منهاج الأثر بجمبر إندونيسيا
« الدرس الثامن والعشرون »
🎙️ يلقيه
فضيلة الشيخ فواز بن علي المدخلي - حفظه الله -
🗓️ الإثنين ١ جمادى الأولى ١٤٤٣ ه الموافق ٦ ديسمبر ٢٠٢١ م
📚 في شرح فتح رب البرية بتلخيص الحموية
📡 البث المباشر على إذاعة
https://mixlr.com/hayatuna
https://minhajulatsar.com/radio
http://radiosalafy.com/atsar
يبدأ البث المباشر على الساعة :
🇮🇩 08:30 مساء بتوقيت جاكرتا
🇸🇦 04:30 عصرا بتوقيت مكة
بإذن الله تعالى