Forwarded from SALAFY BANDUNG
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
WASPADALAH TERHADAP KEMATIAN MENDADAK
Asy-Syaikh Sholih Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah
↘️ Gabung Dan Bagikan:
📚 WhatsApp Salafy Bandung 1
https://chat.whatsapp.com/IJTQfV0qJDQ8jPkNg8jvcx
(khusus laki-laki/pria)
📚 WhatsApp Salafy Bandung 2
https://chat.whatsapp.com/CY6IXGceBtX5buGAv6GYML
(khusus laki-laki/pria)
🌎 Telegram:
https://t.me/SalafyBandung
📡 Website:
www.SalafyBandung.com
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Asy-Syaikh Sholih Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah
↘️ Gabung Dan Bagikan:
📚 WhatsApp Salafy Bandung 1
https://chat.whatsapp.com/IJTQfV0qJDQ8jPkNg8jvcx
(khusus laki-laki/pria)
📚 WhatsApp Salafy Bandung 2
https://chat.whatsapp.com/CY6IXGceBtX5buGAv6GYML
(khusus laki-laki/pria)
🌎 Telegram:
https://t.me/SalafyBandung
📡 Website:
www.SalafyBandung.com
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
::
📬 KISAH AL HAFIDZ IBNU HAJAR DAN KETIGA PUTRINYA DI MASA WABAH
Siapa yang tidak mengenal sosok Al Hafidz lbnu Hajar rahimahullah?
Seorang figur yang sangat tidak asing bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.
Namun ada sebuah kejadian menarik terkait penulisan kitab beliau yang berisi tentang wabah dan hal-hal yang berkaitan dengannya, yaitu kitab Badzlul Ma'un fi Fadhlith Tho'un.
Awal penulisan kitab tersebut dilakukan pada tahun 819 H, di tahun yang sama pula beliau kehilangan 2 putri beliau yang bernama:
1. Ghaliyah (meninggal pada usia sekitar 12 tahun)
2. Fathimah (meninggal ketika masih bayi sekitar 2 tahun)
Dimana keduanya meninggal akibat wabah Tho'un yang terjadi di tahun tersebut (819 H). Disaat itu terhenti pula penulisan kitab tersebut.
Kemudian Al Hafidz Ibnu Hajar menyempurnakan penulisannya dengan menambahkan beberapa hal lainnya pada tahun 833 H, pun di tahun yang sama meninggal lagi karena wabah Tho'un putri beliau yang lebih tua bernama Zain Khotun di usia sekitar 31 tahun dalam kondisi hamil.
رحمهم الله جميعا
Referensi:
- الضوء اللامع لأهل القرن التاسع
- بذل الماعون في فضل الطاعون
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KISAH AL HAFIDZ IBNU HAJAR DAN KETIGA PUTRINYA DI MASA WABAH
Siapa yang tidak mengenal sosok Al Hafidz lbnu Hajar rahimahullah?
Seorang figur yang sangat tidak asing bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.
Namun ada sebuah kejadian menarik terkait penulisan kitab beliau yang berisi tentang wabah dan hal-hal yang berkaitan dengannya, yaitu kitab Badzlul Ma'un fi Fadhlith Tho'un.
Awal penulisan kitab tersebut dilakukan pada tahun 819 H, di tahun yang sama pula beliau kehilangan 2 putri beliau yang bernama:
1. Ghaliyah (meninggal pada usia sekitar 12 tahun)
2. Fathimah (meninggal ketika masih bayi sekitar 2 tahun)
Dimana keduanya meninggal akibat wabah Tho'un yang terjadi di tahun tersebut (819 H). Disaat itu terhenti pula penulisan kitab tersebut.
Kemudian Al Hafidz Ibnu Hajar menyempurnakan penulisannya dengan menambahkan beberapa hal lainnya pada tahun 833 H, pun di tahun yang sama meninggal lagi karena wabah Tho'un putri beliau yang lebih tua bernama Zain Khotun di usia sekitar 31 tahun dalam kondisi hamil.
رحمهم الله جميعا
Referensi:
- الضوء اللامع لأهل القرن التاسع
- بذل الماعون في فضل الطاعون
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MENGAPA MASIH RAGU VAKSIN COVID-19?
Saudaraku…
Para Ulama telah berbicara tentang hukum vaksin. Secara asal, vaksin adalah mubah. Sebagai pencegahan sebelum terjangkitnya penyakit ke tubuh kita atau mudharat menimpa kita. Di antara dalilnya adalah perintah Nabi untuk mengkonsumsi 7 kurma ‘ajwah sebagai proteksi untuk mencegah racun maupun sihir.
مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ
"Barang siapa yang di pagi hari memakan 7 kurma ‘ajwah setiap hari, tidak akan memudharatkannya racun maupun sihir di hari itu" (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Sa’ad bin Abi Waqqash)
Syaikh Bin Baz rahimahullah berdalil dengan hadits tersebut akan bolehnya vaksin meningitis ketika ada pertanyaan tentang hal itu. Beliau menyatakan:
فهذا تداوٍ قبل نزول البلاء
Maka ini adalah upaya pencegahan sebelum datangnya musibah (Masaail al-Imam Ibn Baz (1/249)).
Semakna dengan itu, Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah juga membantah anggapan haramnya vaksin meningitis dan beliau menjelaskan bahwa vaksin justru adalah bagian dari bentuk tawakkal dengan menempuh sebab-sebab (perlindungan). Beliau menyatakan:
...وكنت أتوقع سؤالاً كثر إيراده ألا وهو استعمال الإبرة عن الحمى الشوكية، فإن من الناس من قال: إن هذا حرام؛ لأنه ينافي التوكل، ولكننا نقول: إن هذا من التوكل؛ لأن التوكل صدق الاعتماد على الله -عز وجل- مع فعل الأسباب
"Dan saya mendapat banyak pertanyaan tentang suntik (vaksin) meningitis. Ada sebagian orang yang menyatakan bahwa itu haram karena meniadakan tawakkal. Namun kita katakan: Sesungguhnya ini termasuk tawakkal. Karena tawakkal adalah benar-benar bergantung kepada Allah Azza Wa Jalla disertai melakukan sebab-sebab…" ( http://binothaimeen.net/content/167 )
Secara praktek perbuatan, Ulama Ahlus Sunnah di masa kini telah melakukan vaksin Covid-19 pada diri mereka. Sebagai contoh, dimuat oleh sebagian media pernyataan Syaikh Sholih al-Fauzan setelah beliau divaksin pada bulan Februari 2021 yang lalu.
Syaikh Sholih al-Fauzan menilai bahwa vaksin adalah upaya menempuh sebab perlindungan (dari penyakit). Beliau pun bersyukur kepada Allah kemudian berterima kasih kepada pemerintah Saudi yang memfasilitasi vaksin tersebut.
Pemerintah Indonesia pun telah menempuh kebijakan-kebijakan yang patut disyukuri. Semoga Allah Ta’ala melindungi dan melimpahkan kebaikan pada pemerintah kita. Vaksin gratis digencarkan sebagai pelayanan bagi masyarakat.
Meskipun pandangan sinis bertebaran di sana-sini. Namun hal itu tidak menyurutkan niat baik pemerintah Indonesia. Tidak sedikit dana APBN telah digelontorkan. Sayangnya, antusiasme masyarakat masih sangat rendah.
Segala kebijakan pemerintah selalu dipandang salah. Vaksin digratiskan, jarang peminat. Diberi opsi vaksin berbayar, dianggap ambil keuntungan.
Bukan demikian sikap rakyat yang terbimbing syariat. Mestinya rakyat bersikap mendengar dan taat dalam hal yang bukan berupa kemaksiatan kepada Allah Ta’ala.
Kita memang jangan mudah terpengaruh dengan isu dan berita yang tidak berdasar. Jangan langsung percaya dengan info yang disebar di media-media sosial. Justru informasi resmi dari pemerintah muslim yang semestinya dijadikan rujukan dan referensi. Itulah bimbingan alQuran. Informasi resmi dari Ulil Amr (pemerintah) yang semestinya diikuti.
وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ...
"Jika datang kepada mereka (berita) tentang keamanan atau hal yang menakutkan, mereka segera menyebarkannya. Kalau seandainya mereka mengembalikan hal itu kepada Rasul dan Ulil Amri (pemerintah dan orang yang berilmu) niscaya (kebenaran) akan diketahui oleh orang yang menggali informasi itu (dari sumbernya yang valid)…" (Q.S anNisaa’ ayat 83)
Bersambung..
📬 MENGAPA MASIH RAGU VAKSIN COVID-19?
Saudaraku…
Para Ulama telah berbicara tentang hukum vaksin. Secara asal, vaksin adalah mubah. Sebagai pencegahan sebelum terjangkitnya penyakit ke tubuh kita atau mudharat menimpa kita. Di antara dalilnya adalah perintah Nabi untuk mengkonsumsi 7 kurma ‘ajwah sebagai proteksi untuk mencegah racun maupun sihir.
مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ
"Barang siapa yang di pagi hari memakan 7 kurma ‘ajwah setiap hari, tidak akan memudharatkannya racun maupun sihir di hari itu" (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Sa’ad bin Abi Waqqash)
Syaikh Bin Baz rahimahullah berdalil dengan hadits tersebut akan bolehnya vaksin meningitis ketika ada pertanyaan tentang hal itu. Beliau menyatakan:
فهذا تداوٍ قبل نزول البلاء
Maka ini adalah upaya pencegahan sebelum datangnya musibah (Masaail al-Imam Ibn Baz (1/249)).
Semakna dengan itu, Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah juga membantah anggapan haramnya vaksin meningitis dan beliau menjelaskan bahwa vaksin justru adalah bagian dari bentuk tawakkal dengan menempuh sebab-sebab (perlindungan). Beliau menyatakan:
...وكنت أتوقع سؤالاً كثر إيراده ألا وهو استعمال الإبرة عن الحمى الشوكية، فإن من الناس من قال: إن هذا حرام؛ لأنه ينافي التوكل، ولكننا نقول: إن هذا من التوكل؛ لأن التوكل صدق الاعتماد على الله -عز وجل- مع فعل الأسباب
"Dan saya mendapat banyak pertanyaan tentang suntik (vaksin) meningitis. Ada sebagian orang yang menyatakan bahwa itu haram karena meniadakan tawakkal. Namun kita katakan: Sesungguhnya ini termasuk tawakkal. Karena tawakkal adalah benar-benar bergantung kepada Allah Azza Wa Jalla disertai melakukan sebab-sebab…" ( http://binothaimeen.net/content/167 )
Secara praktek perbuatan, Ulama Ahlus Sunnah di masa kini telah melakukan vaksin Covid-19 pada diri mereka. Sebagai contoh, dimuat oleh sebagian media pernyataan Syaikh Sholih al-Fauzan setelah beliau divaksin pada bulan Februari 2021 yang lalu.
Syaikh Sholih al-Fauzan menilai bahwa vaksin adalah upaya menempuh sebab perlindungan (dari penyakit). Beliau pun bersyukur kepada Allah kemudian berterima kasih kepada pemerintah Saudi yang memfasilitasi vaksin tersebut.
Pemerintah Indonesia pun telah menempuh kebijakan-kebijakan yang patut disyukuri. Semoga Allah Ta’ala melindungi dan melimpahkan kebaikan pada pemerintah kita. Vaksin gratis digencarkan sebagai pelayanan bagi masyarakat.
Meskipun pandangan sinis bertebaran di sana-sini. Namun hal itu tidak menyurutkan niat baik pemerintah Indonesia. Tidak sedikit dana APBN telah digelontorkan. Sayangnya, antusiasme masyarakat masih sangat rendah.
Segala kebijakan pemerintah selalu dipandang salah. Vaksin digratiskan, jarang peminat. Diberi opsi vaksin berbayar, dianggap ambil keuntungan.
Bukan demikian sikap rakyat yang terbimbing syariat. Mestinya rakyat bersikap mendengar dan taat dalam hal yang bukan berupa kemaksiatan kepada Allah Ta’ala.
Kita memang jangan mudah terpengaruh dengan isu dan berita yang tidak berdasar. Jangan langsung percaya dengan info yang disebar di media-media sosial. Justru informasi resmi dari pemerintah muslim yang semestinya dijadikan rujukan dan referensi. Itulah bimbingan alQuran. Informasi resmi dari Ulil Amr (pemerintah) yang semestinya diikuti.
وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ...
"Jika datang kepada mereka (berita) tentang keamanan atau hal yang menakutkan, mereka segera menyebarkannya. Kalau seandainya mereka mengembalikan hal itu kepada Rasul dan Ulil Amri (pemerintah dan orang yang berilmu) niscaya (kebenaran) akan diketahui oleh orang yang menggali informasi itu (dari sumbernya yang valid)…" (Q.S anNisaa’ ayat 83)
Bersambung..
Salah satu alasan keengganan mengikuti vaksin adalah karena lebih percaya dengan info-info yang tidak berdasar dibandingkan informasi resmi dari pemerintah. Apabila kita mengikuti isu dan info yang tidak berdasar itu, akan muncul kesan bahwa vaksin berbahaya atau tidak bermanfaat. Padahal, telah terbukti bahwa vaksin –dengan izin Allah- menjadi sebab perlindungan bagi manusia.
Vaksin terbukti efektif mengurangi tingkat kematian. Data vaksinasi di Jakarta dari 12 Januari hingga 9 Juli tunjukkan populasi yang sudah divaksin lebih kecil kemungkinannya untuk terpapar COVID-19. Silakan disimak datanya di: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/vaksin-covid-19-terbukti-efektif-mengurangi-tingkat-kematian
Silakan dikaji pula hasil-hasil penelitian para pakar di bidang medis yang berkesimpulan bahwa kalaupun terpapar virus Covid-19, orang yang sudah divaksin dengan dosis lengkap –dengan izin Allah – tidak mengalami sakit yang parah.
Kita hanya menempuh sebab. Allah Ta’ala yang menentukan keberhasilan sebab itu berjalan sesuai yang diharapkan. Namun, sikap menaati pemimpin muslim dalam hal yang ma’ruf adalah bagian dari ibadah.
Seperti yang telah dipaparkan di atas, hukum asal vaksin adalah mubah. Namun jika itu perintah dari pemerintah muslim, sesuatu yang asalnya mubah berubah menjadi wajib. Al-Mubarokfuri rahimahullah menyatakan:
أَنَّ الْاِمَامَ إِذَا أَمَرَ بِمَنْدُوْبٍ أَوْ مُبَاحٍ وَجَبَ
Sesungguhnya imam (pemimpin/pemerintah) jika memerintahkan pada hal yang mandub (dianjurkan), atau mubah, (hukum pelaksanannya menjadi) wajib (Tuhfatul Ahwadzi syarh Sunan atTirmidzi (5/298)).
Kalau ada yang masih takut vaksin karena alasan kesehatan, janganlah mendasarkan pada dugaan dan asumsi anda sendiri. Berkonsultasilah dengan ahlinya (dokter) agar mendapatkan arahan yang tepat apakah anda memang belum waktunya mendapat vaksin atau semestinya bisa divaksin.
Semoga Allah Ta’ala melimpahkan afiyat dan keselamatan kepada kita..
Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
Situs Web:
itishom.org
Telegram :
https://t.me/alitishombissunnah/
Siaran Radio Kajian Ba'da Maghrib:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Vaksin terbukti efektif mengurangi tingkat kematian. Data vaksinasi di Jakarta dari 12 Januari hingga 9 Juli tunjukkan populasi yang sudah divaksin lebih kecil kemungkinannya untuk terpapar COVID-19. Silakan disimak datanya di: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/vaksin-covid-19-terbukti-efektif-mengurangi-tingkat-kematian
Silakan dikaji pula hasil-hasil penelitian para pakar di bidang medis yang berkesimpulan bahwa kalaupun terpapar virus Covid-19, orang yang sudah divaksin dengan dosis lengkap –dengan izin Allah – tidak mengalami sakit yang parah.
Kita hanya menempuh sebab. Allah Ta’ala yang menentukan keberhasilan sebab itu berjalan sesuai yang diharapkan. Namun, sikap menaati pemimpin muslim dalam hal yang ma’ruf adalah bagian dari ibadah.
Seperti yang telah dipaparkan di atas, hukum asal vaksin adalah mubah. Namun jika itu perintah dari pemerintah muslim, sesuatu yang asalnya mubah berubah menjadi wajib. Al-Mubarokfuri rahimahullah menyatakan:
أَنَّ الْاِمَامَ إِذَا أَمَرَ بِمَنْدُوْبٍ أَوْ مُبَاحٍ وَجَبَ
Sesungguhnya imam (pemimpin/pemerintah) jika memerintahkan pada hal yang mandub (dianjurkan), atau mubah, (hukum pelaksanannya menjadi) wajib (Tuhfatul Ahwadzi syarh Sunan atTirmidzi (5/298)).
Kalau ada yang masih takut vaksin karena alasan kesehatan, janganlah mendasarkan pada dugaan dan asumsi anda sendiri. Berkonsultasilah dengan ahlinya (dokter) agar mendapatkan arahan yang tepat apakah anda memang belum waktunya mendapat vaksin atau semestinya bisa divaksin.
Semoga Allah Ta’ala melimpahkan afiyat dan keselamatan kepada kita..
Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
Situs Web:
itishom.org
Telegram :
https://t.me/alitishombissunnah/
Siaran Radio Kajian Ba'da Maghrib:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
covid19.go.id
Vaksin COVID-19 Terbukti Efektif Mengurangi Tingkat Kematian - Masyarakat Umum | Covid19.go.id
Vaksin terbukti efektif mengurangi tingkat kematian. Data vaksinasi di Jakarta dari 12 Januari hingga 9 Juli tunjukkan populasi yang sudah divaksin lebih kecil kemungkinannya untuk terpapar COVID-19. ...
::
📬 4 KONDISI SEORANG WANITA BOLEH MELAKUKAN SAFAR TANPA MAHROM
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
كل سفر ولو قصيرا فلا بد فيه من محرم للأنثى، إلا في أربعة مواضع:
الأول: إذا مات محرمها في الطريق، وقد بعدت عن البلد.
الثاني: إذا لزمتها الهجرة.
الثالث: إذا زنت وأريد تغريبها ولا محرم.
الرابع: إذا لزم الحاكم إحضارها بعد تحرير الدعوى عليها وهي في غير بلده.
(المنتقى من فرائد الفوائد لابن عثيمين ص ٣٧)
"Semua perjalanan safar (bepergian) walaupun dekat, maka seorang wanita harus ditemani mahromnya kecuali pada 4 kondisi:
1. Jika mahromnya meninggal dunia di tengah jalan dalam kondisi dia sudah jauh dari kotanya.
2. Jika wanita tersebut sudah terkena kewajiban hijrah (dari negeri kafir ke negeri muslimin).
3. Jika wanita tersebut berzina dan dijatuhi hukuman baginya dengan cara diasingkan (di negeri lain) dalam kondisi tidak ada mahrom baginya.
4. Jika hakim mewajibkan bagi dia untuk menghadiri suatu persidangan (setelah dipastikan tuduhan terhadapnya), sedangkan wanita tersebut berada di negeri lain.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 4 KONDISI SEORANG WANITA BOLEH MELAKUKAN SAFAR TANPA MAHROM
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
كل سفر ولو قصيرا فلا بد فيه من محرم للأنثى، إلا في أربعة مواضع:
الأول: إذا مات محرمها في الطريق، وقد بعدت عن البلد.
الثاني: إذا لزمتها الهجرة.
الثالث: إذا زنت وأريد تغريبها ولا محرم.
الرابع: إذا لزم الحاكم إحضارها بعد تحرير الدعوى عليها وهي في غير بلده.
(المنتقى من فرائد الفوائد لابن عثيمين ص ٣٧)
"Semua perjalanan safar (bepergian) walaupun dekat, maka seorang wanita harus ditemani mahromnya kecuali pada 4 kondisi:
1. Jika mahromnya meninggal dunia di tengah jalan dalam kondisi dia sudah jauh dari kotanya.
2. Jika wanita tersebut sudah terkena kewajiban hijrah (dari negeri kafir ke negeri muslimin).
3. Jika wanita tersebut berzina dan dijatuhi hukuman baginya dengan cara diasingkan (di negeri lain) dalam kondisi tidak ada mahrom baginya.
4. Jika hakim mewajibkan bagi dia untuk menghadiri suatu persidangan (setelah dipastikan tuduhan terhadapnya), sedangkan wanita tersebut berada di negeri lain.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 HUKUM SHOLAT DI MASJID YANG DIKELILINGI OLEH KUBURAN
Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibn Baz rahimahullah
حكم الصلاة في المسجد الذي حوله مقابر
السؤال:
نفيدكم علما بأنه يوجد في قريتنا مسجد وحوله مقابر وأن هذه المقابر تحيط به من كل جانب، ونفيدكم أن المسجد بني قبل وجود المقابر وما زال أهل القرية يصلون في هذا المسجد، نرجو من الله ثم من سماحتكم أن تعيدونا في حكم صلاة الناس فيه، وكذلك نرجو أن توضحوا لنا ماذا نفعل تجاه هذا الأمر؟
الجواب:
لا يضر هذا، إذا صلى في المسجد.. إذا جعل حوله مقبرة ما تضرهم، صلاتهم فيه صحيحة، الذي يضر كونهم يبنون المسجد على القبور، يعني يأتون إلى المقبرة أو إلى القبر ويبنى عليه المسجد هذا منكر، أما إن كان مسجدًا مستقيمًا ثم دفنوا حوله لا يضرهم.
Pertanyaan:
Kami sampaikan kepada Anda, bahwa di kampung kami ada sebuah masjid yang disekitarnya terdapat sekian kuburan yang mengelilinginya dari segala arah.
Begitu juga kami sampaikan kepada Anda bahwa masjid tersebut sesungguhnya telah dibangun sebelum adanya kuburan-kuburan tersebut, sedangkan penduduk setempat masih sholat di masjid tersebut.
Maka kami berharap dari Allah kemudian dari Anda (wahai syaikh) yang mulia agar kembali menjelaskan kepada kami tentang hukum sholat di masjid tersebut, sebagaimana kami berharap agar Anda menjelaskan kepada kami tentang bagaimana kami bersikap dalam permasalahan ini?
Jawaban:
Kondisi yang demikian tidak masalah, jika seseorang sholat di masjid tersebut...yakni apabila di sekitarnya ada pekuburan maka keberadaannya tidak masalah, sholatnya mereka disitu tetap sah.
Yang menjadi masalah yaitu jika mereka membangun masjid diatas kuburan, yakni mereka mendatangi pekuburan atau sebuah kuburan kemudian disitu dibangun masjid, maka yang demikian merupakan perbuatan mungkar.
Adapun jika telah berdiri tegak sebuah masjid kemudian masyarakat menguburkan di sekitarnya maka yang demikian tidak menjadi masalah (bagi keabsahan sholat mereka,pent).
Sumber: http://bit.ly/2V9ibda
Catatan:
Hal tersebut tentunya tidak menunjukkan bolehnya mengubur jenazah di area masjid karena hukum asal mengubur jenazah tetap di pekuburan yang jauh dari masjid sebagaimana datang penjelasannya dalam fatwa beliau yang lain, bisa dibaca di http://bit.ly/3jChtyu
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 HUKUM SHOLAT DI MASJID YANG DIKELILINGI OLEH KUBURAN
Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibn Baz rahimahullah
حكم الصلاة في المسجد الذي حوله مقابر
السؤال:
نفيدكم علما بأنه يوجد في قريتنا مسجد وحوله مقابر وأن هذه المقابر تحيط به من كل جانب، ونفيدكم أن المسجد بني قبل وجود المقابر وما زال أهل القرية يصلون في هذا المسجد، نرجو من الله ثم من سماحتكم أن تعيدونا في حكم صلاة الناس فيه، وكذلك نرجو أن توضحوا لنا ماذا نفعل تجاه هذا الأمر؟
الجواب:
لا يضر هذا، إذا صلى في المسجد.. إذا جعل حوله مقبرة ما تضرهم، صلاتهم فيه صحيحة، الذي يضر كونهم يبنون المسجد على القبور، يعني يأتون إلى المقبرة أو إلى القبر ويبنى عليه المسجد هذا منكر، أما إن كان مسجدًا مستقيمًا ثم دفنوا حوله لا يضرهم.
Pertanyaan:
Kami sampaikan kepada Anda, bahwa di kampung kami ada sebuah masjid yang disekitarnya terdapat sekian kuburan yang mengelilinginya dari segala arah.
Begitu juga kami sampaikan kepada Anda bahwa masjid tersebut sesungguhnya telah dibangun sebelum adanya kuburan-kuburan tersebut, sedangkan penduduk setempat masih sholat di masjid tersebut.
Maka kami berharap dari Allah kemudian dari Anda (wahai syaikh) yang mulia agar kembali menjelaskan kepada kami tentang hukum sholat di masjid tersebut, sebagaimana kami berharap agar Anda menjelaskan kepada kami tentang bagaimana kami bersikap dalam permasalahan ini?
Jawaban:
Kondisi yang demikian tidak masalah, jika seseorang sholat di masjid tersebut...yakni apabila di sekitarnya ada pekuburan maka keberadaannya tidak masalah, sholatnya mereka disitu tetap sah.
Yang menjadi masalah yaitu jika mereka membangun masjid diatas kuburan, yakni mereka mendatangi pekuburan atau sebuah kuburan kemudian disitu dibangun masjid, maka yang demikian merupakan perbuatan mungkar.
Adapun jika telah berdiri tegak sebuah masjid kemudian masyarakat menguburkan di sekitarnya maka yang demikian tidak menjadi masalah (bagi keabsahan sholat mereka,pent).
Sumber: http://bit.ly/2V9ibda
Catatan:
Hal tersebut tentunya tidak menunjukkan bolehnya mengubur jenazah di area masjid karena hukum asal mengubur jenazah tetap di pekuburan yang jauh dari masjid sebagaimana datang penjelasannya dalam fatwa beliau yang lain, bisa dibaca di http://bit.ly/3jChtyu
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
binbaz.org.sa
حكم الصلاة في المسجد الذي حوله مقابر
الجواب:
لا يضر هذا، إذا صلى في المسجد.. إذا جعل حوله مقبرة ما تضرهم، صلاتهم فيه صحيحة، الذي
لا يضر هذا، إذا صلى في المسجد.. إذا جعل حوله مقبرة ما تضرهم، صلاتهم فيه صحيحة، الذي
::
📬 SEBAB-SEBAB PUDARNYA KEISTIQOMAHAN PARA PEMUDA
Pertanyaan:
Wahai Syaikh yang mulia, ada sebuah fenomena yang kami memohon kepada Allah agar tidak semakin banyak terjadi, namun kami mengharapkan solusinya dari anda sebelum hal tersebut semakin berkembang. Yaitu fenomena maraknya para pemuda yang berubah menjadi buruk setelah sebelumnya mereka adalah teguh di atas kebaikan.
Ada seorang pemuda yang dahulunya dengan para pemuda (baik) lainnya bersama-sama menghafal al-Quran dan mengikuti beberapa pelajaran ilmiah, namun -hanya kepada Allah kita berlindung- kini kondisinya telah berubah. (Bisa jadi) pengaruh teman-teman lamanya, keluarganya, ataupun pengaruh lingkungan masjid kampungnya.
Apa nasihat anda untuknya dan para pemuda semisalnya? Demikian pula apakah yang seharusnya dilakukan oleh orang yang mengetahui kondisi pemuda tersebut?
Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah:
Pertama:
Saya rasa (pernyataan anda) ini termasuk sikap pesimis. Maksudnya pernyataan bahwa telah banyak terjadi fenomena pudarnya keistiqomahan (di kalangan para pemuda) atau pernyataan semisal itu. Padahal saya menyaksikan sendiri banyak para pemuda -segala puji hanya bagi Allah- yang mulai berusaha istiqomah (di atas kebaikan).
Para pemuda yang mengalami hal seperti itu sebenarnya sudah lama memendam sesuatu dalam diri-diri mereka sejak sebelum akhirnya berubah. Mereka tidak mampu melampiaskan yang mereka inginkan sehingga akhirnya mereka berubah.
Namun hanya sedikit para pemuda yang mengalami hal itu, walhamdulillah. Mayoritas pemuda berada di jalan istiqomah.
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Artikel lain yang semoga bermanfaat
https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/penyebab-lemahnya-semangat-dalam-menuntut-ilmu/
https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/cara-menambah-keimanan/
https://itishom.org/blog/artikel/tafsir/istiqomah-menjaga-keislaman-sampai-mati/
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Dan tidak dipungkiri bahwa pudarnya keistiqomahan para pemuda memiliki beberapa sebab. Dan sebab terbesarnya adalah muatan yang terdapat pada berbagai macam situs dan channel tayangan yang kita berharap kepada Allah agar pemerintah kita dapat mengontrolnya agar selalu aman (dari hal-hal yang buruk). Sebab, sungguh kita tidak mengetahui ada faktor yang paling mendukung untuk keistiqomahan seseorang dibanding upaya mengagungkan Allah dan menjauhi keharaman-Nya.
Keamanan yang sesungguhnya ialah apabila seseorang benar-benar menjadikan syariat Allah sebagai landasannya. Adapun berbagai layanan yang memungkinkan penggunanya merasa aman (menonton kemungkaran padanya) tanpa harus takut kepada pemerintah maka sungguh tingkat keamanannya sangat lemah, dan seseorang akan selalu mencuri-curi kesempatan (dengan adanya layanan itu). Perasaan aman hanya akan berlangsung lama jika bersumber dari keimanan.
Kanal-kanal siaran semacam itu benar-benar akan mengikis keimanan dan perilaku terpuji pada seorang hamba. Padanya terdapat pula berbagai bencana yang mencabik-cabik hati orang-orang beriman dan membuat kalbu mereka bersedih karenanya.
Beberapa (praktek keji) yang ditayangkan padanya -menurut informasi yang sampai pada saya- bahkan tidak dilakukan oleh binatang, wal ‘iyadzu billah. Mereka terbiasa mengucapkan ucapan-ucapan yang keji, mempertontonkan aksi pelacuran, dan hal-hal rendahan lainnya. Sungguh fenomena yang membuat rambut beruban dan anak-anak seketika menjadi tua.
Apabila para pemuda menikmati tontonan tersebut kita tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya jika akhirnya mereka berubah, hanya kepada Allah-lah tempat berlindung. Namun para pemuda itu bukan berarti juga memiliki alasan untuk menontonnya. Karena mereka wajib untuk memutus semua sarana menuju kesana. Mereka juga tidak boleh lagi menontonnya atau saling memperbincangkan hal-hal tersebut. Itulah yang seharusnya mereka lakukan.
📬 SEBAB-SEBAB PUDARNYA KEISTIQOMAHAN PARA PEMUDA
Pertanyaan:
Wahai Syaikh yang mulia, ada sebuah fenomena yang kami memohon kepada Allah agar tidak semakin banyak terjadi, namun kami mengharapkan solusinya dari anda sebelum hal tersebut semakin berkembang. Yaitu fenomena maraknya para pemuda yang berubah menjadi buruk setelah sebelumnya mereka adalah teguh di atas kebaikan.
Ada seorang pemuda yang dahulunya dengan para pemuda (baik) lainnya bersama-sama menghafal al-Quran dan mengikuti beberapa pelajaran ilmiah, namun -hanya kepada Allah kita berlindung- kini kondisinya telah berubah. (Bisa jadi) pengaruh teman-teman lamanya, keluarganya, ataupun pengaruh lingkungan masjid kampungnya.
Apa nasihat anda untuknya dan para pemuda semisalnya? Demikian pula apakah yang seharusnya dilakukan oleh orang yang mengetahui kondisi pemuda tersebut?
Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah:
Pertama:
Saya rasa (pernyataan anda) ini termasuk sikap pesimis. Maksudnya pernyataan bahwa telah banyak terjadi fenomena pudarnya keistiqomahan (di kalangan para pemuda) atau pernyataan semisal itu. Padahal saya menyaksikan sendiri banyak para pemuda -segala puji hanya bagi Allah- yang mulai berusaha istiqomah (di atas kebaikan).
Para pemuda yang mengalami hal seperti itu sebenarnya sudah lama memendam sesuatu dalam diri-diri mereka sejak sebelum akhirnya berubah. Mereka tidak mampu melampiaskan yang mereka inginkan sehingga akhirnya mereka berubah.
Namun hanya sedikit para pemuda yang mengalami hal itu, walhamdulillah. Mayoritas pemuda berada di jalan istiqomah.
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Artikel lain yang semoga bermanfaat
https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/penyebab-lemahnya-semangat-dalam-menuntut-ilmu/
https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/cara-menambah-keimanan/
https://itishom.org/blog/artikel/tafsir/istiqomah-menjaga-keislaman-sampai-mati/
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Dan tidak dipungkiri bahwa pudarnya keistiqomahan para pemuda memiliki beberapa sebab. Dan sebab terbesarnya adalah muatan yang terdapat pada berbagai macam situs dan channel tayangan yang kita berharap kepada Allah agar pemerintah kita dapat mengontrolnya agar selalu aman (dari hal-hal yang buruk). Sebab, sungguh kita tidak mengetahui ada faktor yang paling mendukung untuk keistiqomahan seseorang dibanding upaya mengagungkan Allah dan menjauhi keharaman-Nya.
Keamanan yang sesungguhnya ialah apabila seseorang benar-benar menjadikan syariat Allah sebagai landasannya. Adapun berbagai layanan yang memungkinkan penggunanya merasa aman (menonton kemungkaran padanya) tanpa harus takut kepada pemerintah maka sungguh tingkat keamanannya sangat lemah, dan seseorang akan selalu mencuri-curi kesempatan (dengan adanya layanan itu). Perasaan aman hanya akan berlangsung lama jika bersumber dari keimanan.
Kanal-kanal siaran semacam itu benar-benar akan mengikis keimanan dan perilaku terpuji pada seorang hamba. Padanya terdapat pula berbagai bencana yang mencabik-cabik hati orang-orang beriman dan membuat kalbu mereka bersedih karenanya.
Beberapa (praktek keji) yang ditayangkan padanya -menurut informasi yang sampai pada saya- bahkan tidak dilakukan oleh binatang, wal ‘iyadzu billah. Mereka terbiasa mengucapkan ucapan-ucapan yang keji, mempertontonkan aksi pelacuran, dan hal-hal rendahan lainnya. Sungguh fenomena yang membuat rambut beruban dan anak-anak seketika menjadi tua.
Apabila para pemuda menikmati tontonan tersebut kita tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya jika akhirnya mereka berubah, hanya kepada Allah-lah tempat berlindung. Namun para pemuda itu bukan berarti juga memiliki alasan untuk menontonnya. Karena mereka wajib untuk memutus semua sarana menuju kesana. Mereka juga tidak boleh lagi menontonnya atau saling memperbincangkan hal-hal tersebut. Itulah yang seharusnya mereka lakukan.
Al I'tishom
Penyebab Futur (Melemahnya Semangat) Dalam Menuntut Ilmu
Lima sebab datangnya kemalasan dalam menuntut ilmu agama yang disebutkan oleh syaikh Utsaimin. Semoga kita mampu menjauhinya.
Selain itu kita kita memohon kepada Allah azza wajalla agar pemerintah benar-benar membenahi berbagai kerusakan ini dan memblokir situs-situs tersebut seluruhnya. Hal tersebut tentu bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Dan para pemerintah kita insya Allah mampu merealisasikan hal tersebut. Dan kita berharap agar mereka benar-benar melaksanakannya.
Sumber:
Silsilah al-Liqo’ asy-Syahri (no. 45)
🇸🇦 Teks Arab:
أسباب انتكاس بعض الشباب
السؤال:
فضيلة الشيخ: ظاهرة نسأل الله تعالى ألا تكون كثيرة لكن نود علاجها من قبلكم قبل انتشارها وهي: ظاهرة الانتكاس بعد الالتزام، كان شاب مع الشباب وربما حفظ شيئاً من القرآن وحضر شيئاً من دروس العلم، ولكنه -والعياذ بالله- تغيرت حاله سواءً مع زملائه السابقين أو مع أهله أو في مسجد حيه، فما نصيحتك له ولأمثاله؟ وما واجب من يعلم بحاله؟
الجواب:
أولاً: أرى أن هذا من التشاؤم، أعني القول: بأن الانتكاس كثير أو كثر أو ما أشبه ذلك، وأرى أن شباباً كثيراً -والحمد لله- بدءوا يلتزمون، والذين انتكسوا كان في نفوسهم شيء قبل الانتكاس ولكن لم يتحقق فلذلك انتكسوا، ولكنهم قلة -ولله الحمد- وأكثر الشباب على الاستقامة، ولا شك أن الانتكاسة لها أسباب، ومن أكبر أسبابها ما يوجد في القنوات الفضائية التي نسأل الله -تبارك وتعالى- في هذا المكان أن يسلط الحكومة على القضاء عليها حتى تأمن، وحتى تستقر، لأننا لا نرى شيئاً أعظم في الاستقرار من تعظيم الله -عز وجل-، والبعد عن محارمه، وأن الناس إذا ضبطوا على الشرع فهذا هو الأمن، والذي لا يعطي الأمان إلا الخوف من السلطان أمنه ضعيف، وسينتهز الفرصة، لكن إذا كان أمنه عن إيمان فهذا هو الذي يبقى، وهذه القنوات الفضائية لا شك أنها تسلب الإيمان، وتسلب الأخلاق، وفيها من البلاء ما تتقطع منه الأكباد، وتتوجع منه القلوب، فيه أشياء نسمع عنها، ولا البهائم تفعلها والعياذ بالله، مسابقات على الخنا، وعلى الدعارة، وعلى السفالة، أشياء يشيب منها الرأس، تجعل الولدان شيباً، إذا شاهد الشباب مثل هذا فإنه قد لا يلحقهم لوم إذا انتكسوا والعياذ بالله، ولكن لا عذر لهم -الشباب- لأن الواجب على الشباب أن يقاطعوها، وألا يجلسوا أليها، وألا يتحدثوا بها، هذا الواجب، لكن مع ذلك نحن نسأل الله -عز وجل- أن يسلط الحكومة على هذه الدشوش وتمنعها منعاً باتاً، وما ذلك على الله بعزيز، وهم -إن شاء الله تعالى- قادرون على ذلك، ونرجو أن يكونوا فاعلين.
المصدر: سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري [45]
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🖋️ Penerjemah: Abu Dzayyal Muhammad Wavi hafizhahullah
Grup WA Al I'tishom
Situs web resmi:
https://itishom.org/
Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Sumber:
Silsilah al-Liqo’ asy-Syahri (no. 45)
🇸🇦 Teks Arab:
أسباب انتكاس بعض الشباب
السؤال:
فضيلة الشيخ: ظاهرة نسأل الله تعالى ألا تكون كثيرة لكن نود علاجها من قبلكم قبل انتشارها وهي: ظاهرة الانتكاس بعد الالتزام، كان شاب مع الشباب وربما حفظ شيئاً من القرآن وحضر شيئاً من دروس العلم، ولكنه -والعياذ بالله- تغيرت حاله سواءً مع زملائه السابقين أو مع أهله أو في مسجد حيه، فما نصيحتك له ولأمثاله؟ وما واجب من يعلم بحاله؟
الجواب:
أولاً: أرى أن هذا من التشاؤم، أعني القول: بأن الانتكاس كثير أو كثر أو ما أشبه ذلك، وأرى أن شباباً كثيراً -والحمد لله- بدءوا يلتزمون، والذين انتكسوا كان في نفوسهم شيء قبل الانتكاس ولكن لم يتحقق فلذلك انتكسوا، ولكنهم قلة -ولله الحمد- وأكثر الشباب على الاستقامة، ولا شك أن الانتكاسة لها أسباب، ومن أكبر أسبابها ما يوجد في القنوات الفضائية التي نسأل الله -تبارك وتعالى- في هذا المكان أن يسلط الحكومة على القضاء عليها حتى تأمن، وحتى تستقر، لأننا لا نرى شيئاً أعظم في الاستقرار من تعظيم الله -عز وجل-، والبعد عن محارمه، وأن الناس إذا ضبطوا على الشرع فهذا هو الأمن، والذي لا يعطي الأمان إلا الخوف من السلطان أمنه ضعيف، وسينتهز الفرصة، لكن إذا كان أمنه عن إيمان فهذا هو الذي يبقى، وهذه القنوات الفضائية لا شك أنها تسلب الإيمان، وتسلب الأخلاق، وفيها من البلاء ما تتقطع منه الأكباد، وتتوجع منه القلوب، فيه أشياء نسمع عنها، ولا البهائم تفعلها والعياذ بالله، مسابقات على الخنا، وعلى الدعارة، وعلى السفالة، أشياء يشيب منها الرأس، تجعل الولدان شيباً، إذا شاهد الشباب مثل هذا فإنه قد لا يلحقهم لوم إذا انتكسوا والعياذ بالله، ولكن لا عذر لهم -الشباب- لأن الواجب على الشباب أن يقاطعوها، وألا يجلسوا أليها، وألا يتحدثوا بها، هذا الواجب، لكن مع ذلك نحن نسأل الله -عز وجل- أن يسلط الحكومة على هذه الدشوش وتمنعها منعاً باتاً، وما ذلك على الله بعزيز، وهم -إن شاء الله تعالى- قادرون على ذلك، ونرجو أن يكونوا فاعلين.
المصدر: سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري [45]
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🖋️ Penerjemah: Abu Dzayyal Muhammad Wavi hafizhahullah
Grup WA Al I'tishom
Situs web resmi:
https://itishom.org/
Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KETAKJUBAN SYAIKH AL-UTSAIMIN TERHADAP PETIR
قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله:
وجدت في مجلة حديثة ما نصه: ونتج عن تلك الأبحاث أن الصواعق تنبعث من سحب قد حملت بشحنة كهربائية سالبة، وأن جهدها الكهربائي يتزايد من عشرة إلى مائة مليون فولت، وذلك في وقت لا يتجاوز جزءًا من الثانية، فسبحان الله القوي العزيز
(المنتقى من فرائد الفزائد ص١٥٨)
Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah:
"Aku mendapati sebuah pernyataan dalam sebuah majalah terkini sebagaimana berikut: Kesimpulan dari beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa petir yang muncul dari awan membawa muatan listrik negatif yang daya listriknya mencapai lebih dari sepuluh sampai seratus juta volt dan hal ini hanya terjadi dalam waktu yang (singkat) tidak lebih dari sepersekian detik. Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KETAKJUBAN SYAIKH AL-UTSAIMIN TERHADAP PETIR
قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله:
وجدت في مجلة حديثة ما نصه: ونتج عن تلك الأبحاث أن الصواعق تنبعث من سحب قد حملت بشحنة كهربائية سالبة، وأن جهدها الكهربائي يتزايد من عشرة إلى مائة مليون فولت، وذلك في وقت لا يتجاوز جزءًا من الثانية، فسبحان الله القوي العزيز
(المنتقى من فرائد الفزائد ص١٥٨)
Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah:
"Aku mendapati sebuah pernyataan dalam sebuah majalah terkini sebagaimana berikut: Kesimpulan dari beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa petir yang muncul dari awan membawa muatan listrik negatif yang daya listriknya mencapai lebih dari sepuluh sampai seratus juta volt dan hal ini hanya terjadi dalam waktu yang (singkat) tidak lebih dari sepersekian detik. Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from SALAFY BANDUNG
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
✅ Resolusi Tinggi (11 MB)
BERSATULAH WAHAI AHLUSSUNNAH!
(Saling Memaafkan dan Berlapang Dada)
Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari hafizhahullah
Sumber:
https://t.me/Al_almo/6599
↘️ Gabung Dan Bagikan:
📚 WhatsApp Salafy Bandung 1
https://chat.whatsapp.com/IJTQfV0qJDQ8jPkNg8jvcx (khusus laki-laki/pria)
📚 WhatsApp Salafy Bandung 2
https://chat.whatsapp.com/CY6IXGceBtX5buGAv6GYML
(khusus laki-laki/pria)
🌎 Telegram:
https://t.me/SalafyBandung
📡 Website:
www.SalafyBandung.com
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
BERSATULAH WAHAI AHLUSSUNNAH!
(Saling Memaafkan dan Berlapang Dada)
Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari hafizhahullah
Sumber:
https://t.me/Al_almo/6599
↘️ Gabung Dan Bagikan:
📚 WhatsApp Salafy Bandung 1
https://chat.whatsapp.com/IJTQfV0qJDQ8jPkNg8jvcx (khusus laki-laki/pria)
📚 WhatsApp Salafy Bandung 2
https://chat.whatsapp.com/CY6IXGceBtX5buGAv6GYML
(khusus laki-laki/pria)
🌎 Telegram:
https://t.me/SalafyBandung
📡 Website:
www.SalafyBandung.com
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
::
📬 KETIKA MALAIKAT MENJELMA DALAM BENTUK AYAM JANTAN
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
إِنَّ اللهَ أَذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ دَيْكٍ قَدْ مَرَقَتْ رَجُلاَهُ اْلأَرْضَ وَعُنُقُهُ مُنْثَنٍ تَحْتَ الْعَرْشِ وَهُوَ يَقُوْلُ سُبْحانَكَ مَا أَعْظَمَكَ رَبَّنَا فَيَرُدُّ عَلَيْهِ مَا يَعْلَمُ ذٰلِكَ مَنْ حَلَفَ بِي كَاذِبًا .
(رواه الطبراني والحاكم وصححه الألباني في الصحيحة والوادعي في الصحيح المسند)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah mengizinkan kepadaku untuk menceritakan seekor ayam jantan¹ yang kedua kakinya mencengkeram tanah, sementara lehernya tertunduk di bawah ‘Arsy sembari berkata:
سُبْحانَكَ مَا أَعْظَمَكَ رَبَّنَا
"Maha Suci Engkau, begitu Agungnya Engkau wahai Tuhanku."
Maka kemudian Allah menjawab: “Orang yang bersumpah dengan namaKu dalam keadaan berdusta, tidak mengetahui hal itu (keagungan Allah,pent)."
___________
¹ Dalam riwayat lain dengan jalur sanad yang sama disebutkan dengan lafadz "malaikat" yang menunjukkan bahwa yang dimaksud ayam jantan dalam hadits ini adalah malaikat yang menjelma dalam bentuk ayam jantan (lihat Ash Shohihul Musnad jilid 2 hal 410)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KETIKA MALAIKAT MENJELMA DALAM BENTUK AYAM JANTAN
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
إِنَّ اللهَ أَذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ دَيْكٍ قَدْ مَرَقَتْ رَجُلاَهُ اْلأَرْضَ وَعُنُقُهُ مُنْثَنٍ تَحْتَ الْعَرْشِ وَهُوَ يَقُوْلُ سُبْحانَكَ مَا أَعْظَمَكَ رَبَّنَا فَيَرُدُّ عَلَيْهِ مَا يَعْلَمُ ذٰلِكَ مَنْ حَلَفَ بِي كَاذِبًا .
(رواه الطبراني والحاكم وصححه الألباني في الصحيحة والوادعي في الصحيح المسند)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah mengizinkan kepadaku untuk menceritakan seekor ayam jantan¹ yang kedua kakinya mencengkeram tanah, sementara lehernya tertunduk di bawah ‘Arsy sembari berkata:
سُبْحانَكَ مَا أَعْظَمَكَ رَبَّنَا
"Maha Suci Engkau, begitu Agungnya Engkau wahai Tuhanku."
Maka kemudian Allah menjawab: “Orang yang bersumpah dengan namaKu dalam keadaan berdusta, tidak mengetahui hal itu (keagungan Allah,pent)."
___________
¹ Dalam riwayat lain dengan jalur sanad yang sama disebutkan dengan lafadz "malaikat" yang menunjukkan bahwa yang dimaksud ayam jantan dalam hadits ini adalah malaikat yang menjelma dalam bentuk ayam jantan (lihat Ash Shohihul Musnad jilid 2 hal 410)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from Salafy rabbany
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
MENGENAL PRINSIP HADDADIYYAH
🎙Oleh 'Ma'ali Syaikh Dr. Rabi' bin Hādī al-Madkhālī
حفظه اللـہ تعالـــــﮯ'
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
©hannel kajian: Ulama kibar
https://t.me/salafyrabbany
🎙Oleh 'Ma'ali Syaikh Dr. Rabi' bin Hādī al-Madkhālī
حفظه اللـہ تعالـــــﮯ'
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
©hannel kajian: Ulama kibar
https://t.me/salafyrabbany
::
📬 SALAH SATU PRINSIP KELOMPOK HADDADIYAH
Al 'Allamah Rabi bin Hadi al Madkhali hafidzahullah, -ketika membantah pihak-pihak yang menuduh Beliau telah mencela al-lmam Bin Baz rahimahullah-, beliau berkata,
إفرضوا أني أخطأت وقلت ابن باز كذا، ألا يغفر كل هذه الأعمال وهذه المواقف وهذه ... لا يغفر لهذا ؟! .
الذي قتل مئة نفس قبل الله توبته...
عند الحدادية لا رجوع عن الخطأ ، ولا يعترفون بخطأ .
وإذا مثلاً اعترف إنسان بخطأ، ما فيه، وإذا قال أذنبت وتبت، لا توبة أبداً.
حتى عند الخوارج الغلاة إذا تاب تقبل توبته، وعندهم لا .
منهج خبيث لا أخبث منه ، ولا أسوأ أخلاقاً من أهله .
"Anggaplah bahwa saya telah berbuat kesalahan dengan mengatakan bahwa Syaikh Bin Baz begini dan begitu, maka apakah semua perbuatan dan sikap ini tidak diampuni...? Apakah tidak diampuni pelakunya?
Seseorang yang telah membunuh seratus jiwa saja Allah terima taubatnya.
Adapun di sisi kelompok Haddadiyah maka tidak ada dalam kamus mereka kata rujuk dari sebuah kesalahan dan tidak dianggap/dipedulikan.
Misalkan ada seseorang mengakui bahwa dirinya telah berbuat salah, maka tidak dianggap/dipedulikan.
Jika orang tersebut mengatakan bahwa "Saya telah berbuat dosa dan saya bertaubat!" maka di sisi kelompok Haddadiyah yang demikian ini tidak ada taubat baginya selamanya.
Padahal di kalangan kelompok Khawarij yang ekstrem saja, seseorang yang berbuat salah jika bertaubat, maka diterima taubatnya. Adapun menurut kelompok Haddadiyah tidak demikian.
Sungguh yang demikian merupakan sebuah manhaj yang buruk.
Tidak ada yang lebih buruk dari manhaj ini serta tidak ada yang lebih jelek akhlaknya dibandingkan para pengusungnya."
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9562
📲 Ayo Join_Share_Save ||
📡 @nasehatilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📬 SALAH SATU PRINSIP KELOMPOK HADDADIYAH
Al 'Allamah Rabi bin Hadi al Madkhali hafidzahullah, -ketika membantah pihak-pihak yang menuduh Beliau telah mencela al-lmam Bin Baz rahimahullah-, beliau berkata,
إفرضوا أني أخطأت وقلت ابن باز كذا، ألا يغفر كل هذه الأعمال وهذه المواقف وهذه ... لا يغفر لهذا ؟! .
الذي قتل مئة نفس قبل الله توبته...
عند الحدادية لا رجوع عن الخطأ ، ولا يعترفون بخطأ .
وإذا مثلاً اعترف إنسان بخطأ، ما فيه، وإذا قال أذنبت وتبت، لا توبة أبداً.
حتى عند الخوارج الغلاة إذا تاب تقبل توبته، وعندهم لا .
منهج خبيث لا أخبث منه ، ولا أسوأ أخلاقاً من أهله .
"Anggaplah bahwa saya telah berbuat kesalahan dengan mengatakan bahwa Syaikh Bin Baz begini dan begitu, maka apakah semua perbuatan dan sikap ini tidak diampuni...? Apakah tidak diampuni pelakunya?
Seseorang yang telah membunuh seratus jiwa saja Allah terima taubatnya.
Adapun di sisi kelompok Haddadiyah maka tidak ada dalam kamus mereka kata rujuk dari sebuah kesalahan dan tidak dianggap/dipedulikan.
Misalkan ada seseorang mengakui bahwa dirinya telah berbuat salah, maka tidak dianggap/dipedulikan.
Jika orang tersebut mengatakan bahwa "Saya telah berbuat dosa dan saya bertaubat!" maka di sisi kelompok Haddadiyah yang demikian ini tidak ada taubat baginya selamanya.
Padahal di kalangan kelompok Khawarij yang ekstrem saja, seseorang yang berbuat salah jika bertaubat, maka diterima taubatnya. Adapun menurut kelompok Haddadiyah tidak demikian.
Sungguh yang demikian merupakan sebuah manhaj yang buruk.
Tidak ada yang lebih buruk dari manhaj ini serta tidak ada yang lebih jelek akhlaknya dibandingkan para pengusungnya."
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9562
📲 Ayo Join_Share_Save ||
📡 @nasehatilmiah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
MENGENAL PRINSIP HADDADIYYAH
🎙Oleh 'Ma'ali Syaikh Dr. Rabi' bin Hādī al-Madkhālī
حفظه اللـہ تعالـــــﮯ'
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
©hannel kajian: Ulama kibar
https://t.me/salafyrabbany
🎙Oleh 'Ma'ali Syaikh Dr. Rabi' bin Hādī al-Madkhālī
حفظه اللـہ تعالـــــﮯ'
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
©hannel kajian: Ulama kibar
https://t.me/salafyrabbany
::
📬 SEMOGA ALLAH MEMBALAS IMAM IBNU KATSIR RAHIMAHULLAH DENGAN SURGA
قال محدث الديار اليمنية العلامة مقبل بن هادي رحمه الله :
وكذلك أيضا مسند أبي بكر الصديق ألفه الحافظ ابن كثير ثم تتبع المسندات لعله وصل إلى مسند أبي هريرة ثم ابيضت عيناه من كثرة مطالعته للكتب.
الحافظ ابن كثير إمام رحمه الله تعالى، ونرجو أن ينال ما وعد به رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ربه:
إذا أخذت حبيبتي عبدي، إذا ابتليت عبدي بحبيبتيه -أي: عينيه- فصبر واحتسب ليس له جزاء إلا الجنة. أو بهذا المعنى.
(السير الحثيث ص١٢٨ - ١٢٩)
Berkata Ahlul Hadits negeri Yaman Al- 'Allamah Muqbil bin Hadi rahimahullah:
"Begitu juga Al-Hafidz lbnu Katsir telah menulis Musnad Abu Bakar Ash Shiddiq (radhiyallahu 'anhu), kemudian beliau (lbnu Katsir) meneliti dan mencari musnad-musnad para shahabat yang lainnya dan tampaknya beliau telah sampai kepada musnad Abu Hurairah (radhiyallahu 'anhu), dan setelahnya kedua mata beliau memutih (menjadi buta) dikarenakan ketekunan beliau dalam mempelajari kitab-kitab agama.
Maka tentunya Al-Hafidz lbnu Katsir adalah seorang Imam rahimahullah Ta'ala. Sehingga kami berharap beliau benar-benar mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dari Robbnya (dalam sebuah hadits Qudsi):
إذا أخذت حبيبتي عبدي، إذا ابتليت عبدي بحبيبتيه -أي: عينيه- فصبر واحتسب ليس له جزاء إلا الجنة. أو بهذا المعنى.
"Apabila Aku mengambil dua kesayangan hambaKu" (atau dengan lafadz) "Apabila Aku menguji hambaKu dengan dicabutnya dua kesayangannya -yaitu kedua matanya- dimana hambaKu tersebut bersabar dan berharap pahala, maka tiada baginya balasan kecuali surga". (Atau dengan lafadz hadits yang semakna dengan ini)."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SEMOGA ALLAH MEMBALAS IMAM IBNU KATSIR RAHIMAHULLAH DENGAN SURGA
قال محدث الديار اليمنية العلامة مقبل بن هادي رحمه الله :
وكذلك أيضا مسند أبي بكر الصديق ألفه الحافظ ابن كثير ثم تتبع المسندات لعله وصل إلى مسند أبي هريرة ثم ابيضت عيناه من كثرة مطالعته للكتب.
الحافظ ابن كثير إمام رحمه الله تعالى، ونرجو أن ينال ما وعد به رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ربه:
إذا أخذت حبيبتي عبدي، إذا ابتليت عبدي بحبيبتيه -أي: عينيه- فصبر واحتسب ليس له جزاء إلا الجنة. أو بهذا المعنى.
(السير الحثيث ص١٢٨ - ١٢٩)
Berkata Ahlul Hadits negeri Yaman Al- 'Allamah Muqbil bin Hadi rahimahullah:
"Begitu juga Al-Hafidz lbnu Katsir telah menulis Musnad Abu Bakar Ash Shiddiq (radhiyallahu 'anhu), kemudian beliau (lbnu Katsir) meneliti dan mencari musnad-musnad para shahabat yang lainnya dan tampaknya beliau telah sampai kepada musnad Abu Hurairah (radhiyallahu 'anhu), dan setelahnya kedua mata beliau memutih (menjadi buta) dikarenakan ketekunan beliau dalam mempelajari kitab-kitab agama.
Maka tentunya Al-Hafidz lbnu Katsir adalah seorang Imam rahimahullah Ta'ala. Sehingga kami berharap beliau benar-benar mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dari Robbnya (dalam sebuah hadits Qudsi):
إذا أخذت حبيبتي عبدي، إذا ابتليت عبدي بحبيبتيه -أي: عينيه- فصبر واحتسب ليس له جزاء إلا الجنة. أو بهذا المعنى.
"Apabila Aku mengambil dua kesayangan hambaKu" (atau dengan lafadz) "Apabila Aku menguji hambaKu dengan dicabutnya dua kesayangannya -yaitu kedua matanya- dimana hambaKu tersebut bersabar dan berharap pahala, maka tiada baginya balasan kecuali surga". (Atau dengan lafadz hadits yang semakna dengan ini)."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MANHAJ AHLUS SUNNAH DALAM MENYIKAPI PERSELISIHAN YANG TERJADI DI KALANGAN SAHABAT
Terjemahan Fatwa Oleh Ahmad Rafli, Takmili
Pertanyaan:
Pada sebuah hadis sahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
«إِذَا التَقَى المُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالقَاتِلُ وَالمَقْتُولُ فِي النَّارِ» قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذَا القَاتِلُ، فَمَا بَالُ المَقْتُولِ؟ قَالَ: «إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ»
“Apabila dua orang muslim bertemu dengan pedangnya (saling membunuh), maka orang yang membunuh dan yang dibunuh keduanya masuk neraka. Kemudian ada yang bertanya: Seorang pembunuh memang pantas masuk neraka. Tapi mengapa orang yang terbunuh juga masuk neraka? Beliau menjawab: Sesungguhnya dia telah berambisi untuk membunuh saudaranya tersebut. (HR. Al-Bukhari, Kitab al-Iman: 31)
Atau hadis yang semisal dengan ini. Lalu bagaimana menerapkan hadis ini pada fitnah besar yang terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin?
Jawaban:
Dalam mazhab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, kita harus menahan diri untuk tidak membicarakan yang terjadi di kalangan para sahabat Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meridai mereka semua tanpa terkecuali.
Kita juga harus meyakini bahwa mereka telah berijtihad (berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mencocoki kebenaran) dalam setiap yang mereka lakukan.
Maka siapa yang benar ijtihadnya akan mendapatkan dua pahala, dan siapa yang salah akan mendapat satu pahala serta kesalahannya terampuni.
Adapun hadis di atas tertuju kepada kaum muslimin yang saling menzalimi di atas permusuhan, bukan di atas ijtihad yang syar’i. Wa billahit taufiq.
Sumber: Fatawa al-lajnah ad-Daimah, pertanyaan keempat dari fatwa nomor 7150 http://bit.ly/3DUwWC2
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MANHAJ AHLUS SUNNAH DALAM MENYIKAPI PERSELISIHAN YANG TERJADI DI KALANGAN SAHABAT
Terjemahan Fatwa Oleh Ahmad Rafli, Takmili
Pertanyaan:
Pada sebuah hadis sahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
«إِذَا التَقَى المُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالقَاتِلُ وَالمَقْتُولُ فِي النَّارِ» قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذَا القَاتِلُ، فَمَا بَالُ المَقْتُولِ؟ قَالَ: «إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ»
“Apabila dua orang muslim bertemu dengan pedangnya (saling membunuh), maka orang yang membunuh dan yang dibunuh keduanya masuk neraka. Kemudian ada yang bertanya: Seorang pembunuh memang pantas masuk neraka. Tapi mengapa orang yang terbunuh juga masuk neraka? Beliau menjawab: Sesungguhnya dia telah berambisi untuk membunuh saudaranya tersebut. (HR. Al-Bukhari, Kitab al-Iman: 31)
Atau hadis yang semisal dengan ini. Lalu bagaimana menerapkan hadis ini pada fitnah besar yang terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin?
Jawaban:
Dalam mazhab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, kita harus menahan diri untuk tidak membicarakan yang terjadi di kalangan para sahabat Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meridai mereka semua tanpa terkecuali.
Kita juga harus meyakini bahwa mereka telah berijtihad (berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mencocoki kebenaran) dalam setiap yang mereka lakukan.
Maka siapa yang benar ijtihadnya akan mendapatkan dua pahala, dan siapa yang salah akan mendapat satu pahala serta kesalahannya terampuni.
Adapun hadis di atas tertuju kepada kaum muslimin yang saling menzalimi di atas permusuhan, bukan di atas ijtihad yang syar’i. Wa billahit taufiq.
Sumber: Fatawa al-lajnah ad-Daimah, pertanyaan keempat dari fatwa nomor 7150 http://bit.ly/3DUwWC2
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
MinhajulAtsar.com
Manhaj Ahlus Sunnah dalam Menyikapi Perselisihan yang Terjadi di Kalangan Sahabat
Terjemahan Fatwa Oleh Ahmad Rafli, Takmili
Pertanyaan
Pada sebuah hadis sahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:
«إِذَا التَقَى المُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالقَاتِلُ وَالمَقْتُولُ فِي النَّارِ» قُلْتُ: يَا رَسُولَ…
Pertanyaan
Pada sebuah hadis sahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:
«إِذَا التَقَى المُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالقَاتِلُ وَالمَقْتُولُ فِي النَّارِ» قُلْتُ: يَا رَسُولَ…
::
📬 'AISYAH RADHIYALLAHU 'ANHA TIDAK PERNAH SHOLAT DI KEDIAMAN BELIAU YANG TERDAPAT KUBURAN
Ketika ada sebagian orang yang berpendapat bolehnya melakukan sholat di kuburan atau di masjid yang disitu terdapat kuburan, seraya berdalil dengan sholatnya Aisyah radhiyallahu 'anha di rumah beliau pasca di kuburnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam beserta Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma, maka hal ini tentunya menjadi suatu perkara yang perlu diluruskan dalam permasalahan ini.
Di antara sekian ulama besar yang telah menjawab dan meluruskan syubhat ini adalah Komite Tetap Urusan Riset Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia dalam sebuah fatwanya sebagaimana berikut.
و أما ما جاء في السؤال من قول السائل : أين كانت عائشة رضي الله عنها تصلي بعد أن دفن في بيتها رسول الله صلى الله عليه وغيره، في داخل بيتها أم خارجه ؟
الجواب:
إن عائشة رضي الله عنها ممن روى الأحاديث الثابتة عن الرسول صلى الله عليه وسلم في النهي عن اتخاذ القبور مساجد، وهذا من حكمة الله جل وعلا. وبهذا يعلم أنها ما كانت تصلي في الحجرة التي فيها القبور؛ لأنها لو كانت تصلي فيها لكانت مخالفة للأحاديث التي روتها عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، وهذا لا يليق بها، وإنما تصلي في بقية بيتها.
(فتوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء ج ١ ص ٣٩٩ - ٤٠٠)
Adapun apa yang disebutkan dalam pertanyaan tersebut dari ucapan sang penanya: dimana dahulu Aisyah radhiyallahu 'anha melakukan shalat setelah penguburan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya (yaitu Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma, pent) di rumahnya. Apakah (beliau shalat) di dalam rumah ataukah di luar rumah beliau (Aisyah)?
Jawaban:
Sesungguhnya 'Aisyah radhiyallahu 'anha termasuk shohabat yang meriwayatkan berbagai hadits yang datang dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tentang larangan menjadikan kuburan sebagai masjid, dimana hal ini bagian dari hikmah Allah Jalla wa Ala.
Sehingga dengan demikian bisa diketahui bahwa dahulu ('Aisyah radhiyallahu 'anha) tidak pernah sholat di ruangan rumah yang disitu terdapat kuburan.
Karena kalau seandainya beliau sholat disitu tentunya yang demikian menunjukkan bahwa beliau telah menyelisihi hadits-hadits yang beliau riwayatkan sendiri dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam (dalam perkara ini,pent) dan sudah barang tentu yang demikian ini sangat tidak layak bagi beliau.
Namun hakekat sebenarnya yaitu beliau melakukan sholat di bagian lain dari rumah beliau (radhiyallahu 'anha).¹
[Fatawa Lajnah Daimah Juz 1 hal. 399-400]
_______________
Catatan:
¹Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Al lmamul Malik rahimahullah dalam sebuah riwayat:
قسم بيت عائشة باثنين: قسم كان فيه القبر، وقسم كان تكون فيه عائشة، وبينهما حائط....الأثر (رواه ابن سعد في الطبقات الكبرى)
"Sesungguhnya rumah 'Aisyah (radhiyallahu 'anha) terbagi menjadi 2 : yaitu bagian yang disitu terdapat kuburan dan bagian yang disitu Aisyah (radhiyallahu 'anha) menetap, yang dimana antara kedua bagian tersebut terdapat dinding pemisahnya." (Diriwayatkan Ibnu Sa'ad dalam At Thobaqotul Kubro)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 'AISYAH RADHIYALLAHU 'ANHA TIDAK PERNAH SHOLAT DI KEDIAMAN BELIAU YANG TERDAPAT KUBURAN
Ketika ada sebagian orang yang berpendapat bolehnya melakukan sholat di kuburan atau di masjid yang disitu terdapat kuburan, seraya berdalil dengan sholatnya Aisyah radhiyallahu 'anha di rumah beliau pasca di kuburnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam beserta Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma, maka hal ini tentunya menjadi suatu perkara yang perlu diluruskan dalam permasalahan ini.
Di antara sekian ulama besar yang telah menjawab dan meluruskan syubhat ini adalah Komite Tetap Urusan Riset Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia dalam sebuah fatwanya sebagaimana berikut.
و أما ما جاء في السؤال من قول السائل : أين كانت عائشة رضي الله عنها تصلي بعد أن دفن في بيتها رسول الله صلى الله عليه وغيره، في داخل بيتها أم خارجه ؟
الجواب:
إن عائشة رضي الله عنها ممن روى الأحاديث الثابتة عن الرسول صلى الله عليه وسلم في النهي عن اتخاذ القبور مساجد، وهذا من حكمة الله جل وعلا. وبهذا يعلم أنها ما كانت تصلي في الحجرة التي فيها القبور؛ لأنها لو كانت تصلي فيها لكانت مخالفة للأحاديث التي روتها عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، وهذا لا يليق بها، وإنما تصلي في بقية بيتها.
(فتوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء ج ١ ص ٣٩٩ - ٤٠٠)
Adapun apa yang disebutkan dalam pertanyaan tersebut dari ucapan sang penanya: dimana dahulu Aisyah radhiyallahu 'anha melakukan shalat setelah penguburan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya (yaitu Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma, pent) di rumahnya. Apakah (beliau shalat) di dalam rumah ataukah di luar rumah beliau (Aisyah)?
Jawaban:
Sesungguhnya 'Aisyah radhiyallahu 'anha termasuk shohabat yang meriwayatkan berbagai hadits yang datang dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tentang larangan menjadikan kuburan sebagai masjid, dimana hal ini bagian dari hikmah Allah Jalla wa Ala.
Sehingga dengan demikian bisa diketahui bahwa dahulu ('Aisyah radhiyallahu 'anha) tidak pernah sholat di ruangan rumah yang disitu terdapat kuburan.
Karena kalau seandainya beliau sholat disitu tentunya yang demikian menunjukkan bahwa beliau telah menyelisihi hadits-hadits yang beliau riwayatkan sendiri dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam (dalam perkara ini,pent) dan sudah barang tentu yang demikian ini sangat tidak layak bagi beliau.
Namun hakekat sebenarnya yaitu beliau melakukan sholat di bagian lain dari rumah beliau (radhiyallahu 'anha).¹
[Fatawa Lajnah Daimah Juz 1 hal. 399-400]
_______________
Catatan:
¹Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Al lmamul Malik rahimahullah dalam sebuah riwayat:
قسم بيت عائشة باثنين: قسم كان فيه القبر، وقسم كان تكون فيه عائشة، وبينهما حائط....الأثر (رواه ابن سعد في الطبقات الكبرى)
"Sesungguhnya rumah 'Aisyah (radhiyallahu 'anha) terbagi menjadi 2 : yaitu bagian yang disitu terdapat kuburan dan bagian yang disitu Aisyah (radhiyallahu 'anha) menetap, yang dimana antara kedua bagian tersebut terdapat dinding pemisahnya." (Diriwayatkan Ibnu Sa'ad dalam At Thobaqotul Kubro)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KISAH TRAGIS WABAH DI ZAMAN IBNU HAJAR ASY SYAFI’I RAHIMAHULLAH
Saudaraku seiman yang berbahagia,
Ada sebuah kisah yang menyebutkan upaya sebagian kaum muslimin untuk menghilangkan wabah tha’un yang terjadi pada waktu itu. Sayangnya upaya tersebut tidak membuahkan hasil sebagimana yang diharapkan.
Kisah di atas disebutkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar Asy Syafi’i rahimahullah.
Beliau berkata,
“…. Adapun berkumpul bersama seraya berdoa dalam rangka diangkatnya musibah seperti berdoa ketika minta turun hujan adalah kebid’ahan yang muncul ketika wabah Tha’un melanda kota Damaskus pada tahun 749 H.
Aku telah membaca sebuah juz dalam kitab karya Al Manbijy -setelah beliau (Al Manbijy) mengingkari berkumpulnya manusia di sebuah tempat seraya berdoa sambil berteriak-teriak dengan teriakan yang melengking yang terjadi pada tahun 764 H-. Ketika terjadi wabah tha’un di kota Damaskus.
Beliau menyebutkan bahwa wabah itu terjadi pada tahun 749 H; manusia beserta para pembesar kota tersebut berbondong-bondong menuju tanah lapang, mereka berdoa dan beristighatsah.
Kemudian setelah itu wabah Tha’un semakin dahsyat dan meluas, di mana sebelum acara doa bersama tersebut, kondisi wabah lebih ringan."
Saya katakan (Al Hafidz lbnu Hajar):
"Telah terjadi yang seperti ini di zaman kami ketika muncul wabah Tha’un pertama kali di Kairo pada tanggal 27 Rabi’ul Akhir tahun 833 H, ketika itu jumlah korban yang meninggal masih di bawah angka 40 orang, kemudian manusia berbondong-bondong menuju ke tanah lapang pada tanggal 4 Jumadal Ula (di tahun yang sama, pen.) – setelah sebelumnya ada yang menyeru untuk berpuasa selama 3 hari – untuk melakukan shalat sebagaimana shalat minta hujan.
Mereka berkumpul dan berdoa selama beberapa saat, kemudian kembali ke rumah masing masing.
Setelah itu, belum juga berakhir bulan Jumadal Ula; jumlah korban meninggal setiap harinya di Kairo lebih dari seribu orang dan terus bertambah".
[Badzlul Ma'un hal 328 - 329 cet Darul Ashimah]
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dari kisah di atas bisa diambil pelajaran bahwa amalan yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa Sallam (bid’ah) tidak akan mendatangkan pertolongan Allah. Bahkan sebaliknya, amalan bid’ah hanya akan mendatangkan murka Allah dan wabah atau musibah yang sedang terjadi bukannya berakhir akan tetapi malah akan bertambah parah.
Semoga Allah memberikan hidayah dan taufikNya serta memberikan keselamatan dan kesehatan kepada kita semua.
Wallahu a’lam bish-shawab
http://bit.ly/3BPXClU
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KISAH TRAGIS WABAH DI ZAMAN IBNU HAJAR ASY SYAFI’I RAHIMAHULLAH
Saudaraku seiman yang berbahagia,
Ada sebuah kisah yang menyebutkan upaya sebagian kaum muslimin untuk menghilangkan wabah tha’un yang terjadi pada waktu itu. Sayangnya upaya tersebut tidak membuahkan hasil sebagimana yang diharapkan.
Kisah di atas disebutkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar Asy Syafi’i rahimahullah.
Beliau berkata,
“…. Adapun berkumpul bersama seraya berdoa dalam rangka diangkatnya musibah seperti berdoa ketika minta turun hujan adalah kebid’ahan yang muncul ketika wabah Tha’un melanda kota Damaskus pada tahun 749 H.
Aku telah membaca sebuah juz dalam kitab karya Al Manbijy -setelah beliau (Al Manbijy) mengingkari berkumpulnya manusia di sebuah tempat seraya berdoa sambil berteriak-teriak dengan teriakan yang melengking yang terjadi pada tahun 764 H-. Ketika terjadi wabah tha’un di kota Damaskus.
Beliau menyebutkan bahwa wabah itu terjadi pada tahun 749 H; manusia beserta para pembesar kota tersebut berbondong-bondong menuju tanah lapang, mereka berdoa dan beristighatsah.
Kemudian setelah itu wabah Tha’un semakin dahsyat dan meluas, di mana sebelum acara doa bersama tersebut, kondisi wabah lebih ringan."
Saya katakan (Al Hafidz lbnu Hajar):
"Telah terjadi yang seperti ini di zaman kami ketika muncul wabah Tha’un pertama kali di Kairo pada tanggal 27 Rabi’ul Akhir tahun 833 H, ketika itu jumlah korban yang meninggal masih di bawah angka 40 orang, kemudian manusia berbondong-bondong menuju ke tanah lapang pada tanggal 4 Jumadal Ula (di tahun yang sama, pen.) – setelah sebelumnya ada yang menyeru untuk berpuasa selama 3 hari – untuk melakukan shalat sebagaimana shalat minta hujan.
Mereka berkumpul dan berdoa selama beberapa saat, kemudian kembali ke rumah masing masing.
Setelah itu, belum juga berakhir bulan Jumadal Ula; jumlah korban meninggal setiap harinya di Kairo lebih dari seribu orang dan terus bertambah".
[Badzlul Ma'un hal 328 - 329 cet Darul Ashimah]
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dari kisah di atas bisa diambil pelajaran bahwa amalan yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa Sallam (bid’ah) tidak akan mendatangkan pertolongan Allah. Bahkan sebaliknya, amalan bid’ah hanya akan mendatangkan murka Allah dan wabah atau musibah yang sedang terjadi bukannya berakhir akan tetapi malah akan bertambah parah.
Semoga Allah memberikan hidayah dan taufikNya serta memberikan keselamatan dan kesehatan kepada kita semua.
Wallahu a’lam bish-shawab
http://bit.ly/3BPXClU
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Buletin Al Ilmu
Audio: Kisah Tragis Wabah di Zaman Ibnu Hajar Asy Syafi'i Rahimahullah - Buletin Al Ilmu
Saudaraku seiman yang berbahagia, Ada sebuah kisah yang menyebutkan upaya sebagian kaum muslimin untuk menghilangkan wabah tha’un yang terjadi pada waktu itu. Sayangnya upaya tersebut tidak membuahkan hasil sebagimana yang diharapkan. Kisah di atas disebutkan…
::
📬 DIANTARA UCAPAN SALAF KETIKA TERTIMPA MUSIBAH
قال عمرو بن ميمون:
سمعت عمر بن الخطاب رضي الله عنه يقول حين طعن: 《وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا》
(أخرجه عبدالله بن أحمد في زوائده وصححه الوادعي في الجامع الصحيح في القدر)
Berkata 'Amr bin Maimun:
"Aku mendengar Umar Ibnul Khottob radhiyallahu 'anhu ketika Beliau ditusuk¹ mengucapkan firman Allah Ta'ala:
وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا
"Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku". ( Q.S Al Ahzab: 38)
__________
¹ Kejadian penusukan terhadap Beliau dilakukan oleh Abu Lu'luah Al Majusi yang menyebabkan meninggalnya Beliau radhiyallahu 'anhu.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 DIANTARA UCAPAN SALAF KETIKA TERTIMPA MUSIBAH
قال عمرو بن ميمون:
سمعت عمر بن الخطاب رضي الله عنه يقول حين طعن: 《وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا》
(أخرجه عبدالله بن أحمد في زوائده وصححه الوادعي في الجامع الصحيح في القدر)
Berkata 'Amr bin Maimun:
"Aku mendengar Umar Ibnul Khottob radhiyallahu 'anhu ketika Beliau ditusuk¹ mengucapkan firman Allah Ta'ala:
وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا
"Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku". ( Q.S Al Ahzab: 38)
__________
¹ Kejadian penusukan terhadap Beliau dilakukan oleh Abu Lu'luah Al Majusi yang menyebabkan meninggalnya Beliau radhiyallahu 'anhu.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
بسم الله الرحمن الرحيم
📢 DONASI PERLUASAN LAHAN MASJID MA'HAD QOULAN SADIDA BANJARSARI CIAMIS 📢
🎙️Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah 'azza wa jalla atas berbagai nikmat dan kemudahan yang diberikan kepada kami, khususnya nikmat terbesar berupa hidayah untuk istiqomah diatas Manhaj Salaf dengan bimbingan para 'Ulama.
🎞️ Alhamdulillah, dalam perjalanan penyebaran dakwah Ahlu Sunnah wal Jama'ah di wilayah Ciamis, Allah Ta'ala telah menganugerahkan kepada kami-Ma'had Qoulan Sadida Ciamis- sebuah masjid yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 12 ubin dengan bangunan yang sederhana. Kendati dengan bangunan yang sederhana, masjid ini selama 5 tahun telah dimakmurkan dengan aktivitas ibadah Sholat berjamaah, i'tikaf dan tholabul ilmi syar'i, walillahil hamdu wal minnah, semua ini anugerah dan keutamaan dari Allah Ta'ala semata.
🔬 Kemudian, melihat kondisi dan perkembangan yang ada, saat ini masjid tersebut kurang dapat menampung semua jamaah. Karena selain jamaah dari kalangan warga yang tinggal disekitar masjid, juga ada jamaah dari kalangan para Santri yang belajar dan mondok di Ma'had Qoulan Sadida.
🚥 Oleh karena itu, kami berencana memperluas area Masjid tersebut dengan harapan agar bisa menampung semua jamaah masjid dan untuk semakin memakmurkannya- bi idznillah Ta'ala.
🪙 Untuk hal tersebut di atas, dibutuhkan biaya sekitar Rp. 150.000.000,00. ( Seratus lima puluh juta rupiah )
✉️ Alhamdulillah, sampai saat ini telah terkumpul dana sekitar Rp. 52.000.000,00 ( Lima puluh dua juta rupiah )
📥 Oleh karena itu, melalui tulisan ini, kami membuka kesempatan kepada kaum muslimin untuk berta'awun bersama kami dalam mewujudkan program ini yang masih memiliki kekurangan biaya sebesar Rp. 98.000.000,00 ( Sembilan puluh delapan juta rupiah ).
💳 Donasi dapat diberikan dengan cara transfer ke rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas nama Agus Kartiwa dengan no rek. 4246 010102 96532
📧 Bagi yang telah melakukan transfer dimohon untuk memberikan konfirmasi ke no WA 085219431372 (Abu Nashir)
🔭 Atas perhatian dan ta'awun yang telah diberikan, Kami ucapkan terima kasih, semoga Allah membalas dengan balasan yang lebih baik.
🌹 جزاكم الله خيرا و بارك الله في أهليكم ومالكم🌹
✍🏼 Banjarsari, 1 Shafar 1443 H
Panitia Pembangunan Mahad Qoulan Sadida
Mengetahui,
1️⃣ Al Ustadz Abu Jundi hafidzahullah
2️⃣ Al Ustadz Abdul Hamid hafidzahullah
📢 DONASI PERLUASAN LAHAN MASJID MA'HAD QOULAN SADIDA BANJARSARI CIAMIS 📢
🎙️Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah 'azza wa jalla atas berbagai nikmat dan kemudahan yang diberikan kepada kami, khususnya nikmat terbesar berupa hidayah untuk istiqomah diatas Manhaj Salaf dengan bimbingan para 'Ulama.
🎞️ Alhamdulillah, dalam perjalanan penyebaran dakwah Ahlu Sunnah wal Jama'ah di wilayah Ciamis, Allah Ta'ala telah menganugerahkan kepada kami-Ma'had Qoulan Sadida Ciamis- sebuah masjid yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 12 ubin dengan bangunan yang sederhana. Kendati dengan bangunan yang sederhana, masjid ini selama 5 tahun telah dimakmurkan dengan aktivitas ibadah Sholat berjamaah, i'tikaf dan tholabul ilmi syar'i, walillahil hamdu wal minnah, semua ini anugerah dan keutamaan dari Allah Ta'ala semata.
🔬 Kemudian, melihat kondisi dan perkembangan yang ada, saat ini masjid tersebut kurang dapat menampung semua jamaah. Karena selain jamaah dari kalangan warga yang tinggal disekitar masjid, juga ada jamaah dari kalangan para Santri yang belajar dan mondok di Ma'had Qoulan Sadida.
🚥 Oleh karena itu, kami berencana memperluas area Masjid tersebut dengan harapan agar bisa menampung semua jamaah masjid dan untuk semakin memakmurkannya- bi idznillah Ta'ala.
🪙 Untuk hal tersebut di atas, dibutuhkan biaya sekitar Rp. 150.000.000,00. ( Seratus lima puluh juta rupiah )
✉️ Alhamdulillah, sampai saat ini telah terkumpul dana sekitar Rp. 52.000.000,00 ( Lima puluh dua juta rupiah )
📥 Oleh karena itu, melalui tulisan ini, kami membuka kesempatan kepada kaum muslimin untuk berta'awun bersama kami dalam mewujudkan program ini yang masih memiliki kekurangan biaya sebesar Rp. 98.000.000,00 ( Sembilan puluh delapan juta rupiah ).
💳 Donasi dapat diberikan dengan cara transfer ke rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas nama Agus Kartiwa dengan no rek. 4246 010102 96532
📧 Bagi yang telah melakukan transfer dimohon untuk memberikan konfirmasi ke no WA 085219431372 (Abu Nashir)
🔭 Atas perhatian dan ta'awun yang telah diberikan, Kami ucapkan terima kasih, semoga Allah membalas dengan balasan yang lebih baik.
🌹 جزاكم الله خيرا و بارك الله في أهليكم ومالكم🌹
✍🏼 Banjarsari, 1 Shafar 1443 H
Panitia Pembangunan Mahad Qoulan Sadida
Mengetahui,
1️⃣ Al Ustadz Abu Jundi hafidzahullah
2️⃣ Al Ustadz Abdul Hamid hafidzahullah