منتدى نشر الفـــــــوائد
7.61K subscribers
4.29K photos
256 videos
279 files
5.6K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
ترك الجماعة لعدم لبس الكمامة بسبب صحي
الشيخ د. عرفات بن حسن المحمدي
ترك الجماعة لعدم لبس الكمامة بسبب صحي

عرض هذا السؤال ليلة الجمعة ١٩ محرم ١٤٤٣ بعد درس شرح كتاب الزكاة من الروض المربع

لفضيلة الشيخ د. عرفات بن حسن المحمدي

https://t.me/Arafatbinhassan/4861
::
📬 TIDAK BISA MEMAKAI MASKER KETIKA SHALAT DI MASJID KARENA UDZUR

📝 Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah


🎙️ Pembawa acara:

"Semoga Allah memperbaiki keadaan anda wahai Syaikh yang mulia. Berikut seorang penanya bertanya: Apakah ketidaksanggupan seseorang memakai masker karena alasan kesehatan, membuatnya boleh meninggalkan shalat Jum'at dan shalat jama'ah di masjid? Karena persyaratan ini ditetapkan oleh satgas corona di negara kami. Wa Jazakumullahu khoyron."



📌 Jawaban:

"Terkait dengan ketetapan yang telah ditetapkan oleh para ahli -seperti para dokter- demikian pula aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, dan juga fatwa ulama tentang masalah ini, maka aturan ini (memakai masker) adalah wajib.

Maka wajib bagi kita mengambil tindakan pencegahan dan kehati-hatian. Sehingga kita bisa menghindar dari bahaya yang telah menimpa manusia dan menimpa kaum muslimin.

Maka tidak boleh membahayakan diri sendiri dan (menjadi penyebab) bahaya bagi orang lain. Masker tentunya termasuk dari pencegahan. Karena para dokter dan para ahli telah menetapkan bahwa masker -dengan izin Allah- bisa menghindarkan (seseorang) dari penyakit (virus) ini dengan persentase yang besar.

Jika seseorang memiliki udzur yang menghalanginya untuk memakai masker karena alasan kesehatan sebagaimana dalam pertanyaan (di atas), maka kami katakan ya (dia boleh tidak hadir shalat Jum'at dan jama'ah) selama dia tidak mampu untuk memakai masker. Maka janganlah engkau (shalat) bersama kaum muslimin. Shalatlah di rumahmu hingga kamu sudah bisa memakainya.

Karena (aturannya) memang harus memakai masker dan harus menjaga jarak. Sebab ini adalah tindakan pencegahan yang telah ditetapkan oleh para ahli tentang wajibnya.

Demikian pula kenyataan menunjukkan akan manfaat memakai masker. Dan semua ini (tentunya) dengan izin Allah. Ini semua termasuk sebab-sebab (yang diperintahkan untuk ditempuh oleh pembuat syari'at)."

✉️ Pertanyaan diajukan pada malam Jum'at tanggal 19 Muharram 1443 H/27 Agustus 2021 setelah pelajaran Syarh Kitabuz Zakat Min ar-Raudhul Murbi' Link audio: https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9574

🍋 Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)
@salafysitubondo | Korektor: Al-Ustadz Kharisman hafizhahullah | 3 Shafar 1443 H ~10 September 2021
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 TIDAK ADA YANG BISA MENANDINGI PEMERINTAH SAUDI¹ DALAM PELAYANAN HAJI


قال العلامة مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله:

إنها لا تستطيع حكومة أن تقوم بخدمة الحجيج ، كما تقوم الحكومة السعودية بخدمة الحجيج ، فالحق لا بد أن يقال.

(فضائح ونصائح ص٢٧)

Berkata Al 'Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi'i rahimahullah:

"Sesungguhnya tidak ada pemerintah negara manapun yang mampu memberikan pelayanan terhadap jama'ah haji sebagaimana pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Saudi. Dan inilah kebenaran yang harus disuarakan".


______________
¹ Semoga Allah Ta'ala senantiasa menjaga Negeri Tauhid dan negeri-negeri kaum muslimin lainnya dari makar musuh-musuh lslam.

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 ANTARA DUA UCAPAN¹


⬜️ - Yang pertama adalah ucapan orang yang paling mulia di muka bumi:

عن ابن عمر رضي الله عنه : ذكر رسولُ اللهِ ﷺ فِتْنَةً فَقَالَ يُقْتَلُ فِيهَا هذا مظلومًا لِعُثْمَانَ بنِ عفانَ رَضِيَ اللهُ عنه
📚 (رواه الترمذي وحسنه الألباني والوادعي في الجامع الصحيح في القدر)

"Diriwayatkan oleh lbnu Umar radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan tentang suatu fitnah sembari bersabda tentang Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu:

يُقْتَلُ فِيهَا هَذَا مَظْلُومًا

"Orang ini akan terbunuh dalam fitnah tersebut dalam kondisi terdzhalimi."


⬜️ - Yang kedua adalah termasuk seburuk-buruk ucapan yang disebutkan oleh Sayyid Qutb tentang Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu:

أن كل الثورة في عمومها كانت أقرب إلى روح الإسلام واتجاهه من موقف عثمان
📚 (مطاعن سيد قطب في أصحاب رسول الله ﷺ ص١٢٧)

"Sesungguhnya setiap pemberontakan (yang terjadi di zaman Utsman,pent) pada umumnya lebih dekat kepada ruh dan posisi lslam dibandingkan sikap dan tindakan Utsman".


________________
¹ Ketika muncul suatu fitnah maka timbangan dan tolok ukur suatu peristiwa menjadi terbalik di sisi para pengekor hawa nafsu.

نسأل الله السَّلامة والعافية

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 MEMERIKSA PERANGKAT ANAK ADALAH KEWAJIBAN ORANG TUA

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Syaikh Sholih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafidzahullah:

Wahai Syaikh, semoga Allah memberi taufik kepada Anda...

Si penanya berkata: Apakah boleh bagi saya sebagai orang tua, untuk memeriksa ponsel dan komputer anak-anak saya, khawatir terdapat sesuatu (yang negatif) di dalamnya?


Syaikh yang mulia menjawab:

Ya, ini adalah tugas Anda untuk melihat-lihat (perangkat anak) dan memeriksanya.

Dan seperti yang saya sebutkan kepada Anda sekalian, tidaklah boleh bagi mereka (anak-anak) untuk dibelikan ponsel yang kegunaannya lebih dari hanya sekedar untuk panggilan telepon, yang padanya terdapat banyak penawaran (aplikasi), bencana-bencana, dan hal-hal lain yang diharamkan (dalam agama).

Jangan Anda membelikan perangkat ini untuk mereka, na’am.

Kemudian si penanya berkata lagi: Semoga Allah melindungimu (wahai Syaikh), sebagian orang mengatakan bahwa tindakan (memeriksa perangkat anak) dari orang tua ini dianggap sebagai perbuatan memata-matai  yang dilarang (dalam agama), jadi apakah ada alasan untuk perkataannya tersebut?

Syaikh yang mulia menjawab: Ucapan ini adalah ucapan yang bathil (salah). Orang tua diperintahkan untuk mendidik anak-anaknya, mengawasi, dan memelihara mereka. Ini adalah tugasnya. Dan bukanlah perbuatan memata-matai, karena ini adalah bentuk melaksanakan kewajiban yang Allah Ta’ala perintahkan kepadanya.

Namun sekarang ini terjadi musibah, yaitu perkataan (sebagian orang): janganlah kalian mengatakan kepada anak-anakmu, istri maupun anak perempuanmu sesuatupun. Karena itu merupakan kekerasan dalam rumah tangga! Biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan, itulah kebebasan mereka. Apapun yang mengganggu (kesenangan) mereka dianggap sebagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga!

Laa haulaa wala quwwata illa billah -tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan izin Allah-. Mereka berharap agar tidak ada yang melaksanakan kewajibannya dan setiap orang melakukan apapun yang dia kehendaki. Demikianlah.

Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan _hafidzahullah_
Tertanggal: 11/5/1433 H    
Atas partisipasi dari al-Akh Ahmad Al-Tuwaijri -semoga Allah membalasnya dengan kebaikan- di Sahab


▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

Artikel bermanfaat lainnya:

https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/mensyukuri-nikmat-media-untuk-kebaikan/

https://itishom.org/blog/artikel/adab/jangan-mengoperasikan-hp-ketika-khutbah-jumat-berlangsung/

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

🇸🇦Teks Arab:

هل يجوز لي كوالد أن أُفتِّش في جوّال وكمبيوتر أبنائي؟ الشيخ صالح الفوزان حفظه الله

13-Jan-2013, 04:38 PM

التفريغ

فضيلة الشيخ وفّقكم الله يقول السائل: هل يجوز لي كوالد أن أُفتِّش في جوّال وكمبيوتر أبنائي خشية أن يكون فيها شيء؟
فضيلة الشيخ: نعم، هذا واجب عليك تَفَقَّدْهَا وتَنْظُر فيها، وكما ذكرتُ لكم لايُشْتَرَى لهم جوالات فيها أكثر من الاستخدام للمكالمة، يجي فيها عروض وبلاوي وأشياء مُحرّمة؛ لاتشتري هذا الجهاز لهم. نعم.

ويقول حفظك الله يقول: بعض الناس يقول إنّ هذا الفعل من الأبّ، يُعدّ من التّجسّس المنهي عنه، فهل لقوله وجه؟
فضيلة الشيخ: الكلام هذا هو الكلام الباطل، الوالد مأمور بأن يُربِّي أولاده، وأن يُشْرِف عليهم، وأن يتعهّدهم، هذا واجب عليه، وليس من التّجسّس، هذا من القيام بالواجب الّذي أوجبه الله عليه، لكن فيه الآن بلاء حصل وهو أنّهم يقولون لا تقولون لأولادك ولا لزوجاتك ولا لبناتك شيئا؛ هذا من العنف الأسري! أتركهم يعملون مايشاءون: حُرِيَّتهم، ماتتدخّل فيهم؛ هذا من العنف الأسري! -ولاحول ولا قوة إلا بالله-،يُريدون إنْ ما أحد يقوم بالواجب وكلٌ يعمل ما يشاء. نعم.

الشيخ صالح بن فوزان الفوزان
الدر النضيد في اخلاص كلمة التوحيد -1433/5/11 هـ
مشاركة الأخ أحمد التويجري أثابه الله في سحاب

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

🖋️ Penerjemah Abu Hatim Ismail hafizhahullah | Grup WA Al I'tishom
Situs web resmi:
https://itishom.org/

Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Forwarded from SALAFY BANDUNG
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
URGENSI PENGGUNAAN MASKER KETIKA SHALAT DI MASJID

🔶 Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah

Semoga Allah mencurahkan kebaikan kepada anda wahai Syaikh yang mulia. Ada yang bertanya: Apakah tidak menggunakan masker karena udzur yang dibenarkan membolehkan seseorang untuk meninggalkan shalat Jum'at dan berjama'ah di masjid? Karena ini (menggunakan masker) merupakan syarat yang ditetapkan oleh Satgas Covid-19 di negara kami. Wajazaakumullaahu khaira.


↘️ Gabung Dan Bagikan:

📚 WhatsApp Salafy Bandung 1
https://chat.whatsapp.com/IJTQfV0qJDQ8jPkNg8jvcx
(khusus laki-laki/pria)

📚 WhatsApp Salafy Bandung 2
https://chat.whatsapp.com/CY6IXGceBtX5buGAv6GYML
(khusus laki-laki/pria)

🌎 Telegram:
https://t.me/SalafyBandung

📡 Website:
www.SalafyBandung.com

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Informasi Donasi Pembangunan Masjid di Banjarsari Ciamis, Jawa Barat
Foto-foto Masjid Qoulan Sadida, Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat
::
📬 SUDAH BERUSAHA MENCUCI NAJIS SECARA MAKSIMAL NAMUN MASIH TERSISA WARNANYA


Bagaimana Cara Menghilangkan Najis?

Cara menghilangkan najis adalah dengan berupaya menghilangkan warna, rasa, dan bau najis tersebut dengan berbagai media yang memungkinkan.

Paling utama dengan air. Namun, jika masih tersisa warna atau sedikit baunya (setelah melalui upaya maksimal), maka yang demikian dimaafkan.

Sebagaimana Khaulah bintu Yasar pernah bertanya kepada Nabi tentang cara membersihkan pakaian yang terkena darah haid, Nabi ﷺ bersabda:

يَكْفِيكِ الْمَاءُ وَلَا يَضُرُّكِ أَثَرُهُ

"Cukup bagimu (membersihkan) dengan air dan tidak mengapa (jika masih tersisa) bekasnya". (H.R Abu Dawud dan Ahmad, dinyatakan sanadnya shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir dan dishahihkan Syaikh al-Albaniy)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَهَا امْرَأَةٌ : الدَّمُ يَكُونُ فِى الثَّوْبِ فَأَغْسِلُهُ فَلاَ يَذْهَبُ فَأُقَطِّعُهُ؟ قَالَتِ : الْمَاءُ طَهُورٌ

"Dari Aisyah, ada seorang wanita berkata kepadanya: Darah yang mengenai pakaian, aku sudah berusaha mencucinya namun tidak bisa hilang. Apakah perlu aku potong? Aisyah menjawab: Air sudah mensucikan". (riwayat ad-Daarimiy, dinyatakan sanadnya shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim oleh Syaikh al-Albaniy dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

(dikutip dari buku "Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi" - edisi revisi, Abu Utsman Kharisman)

WA al I'tishom

Situs Web:
itishom.org

Telegram :
@alitishombissunnah

Siaran Radio Kajian Ba'da Maghrib:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 SIAPAKAH YANG MENANTANG ALLAH DAN RASUL-NYA BERPERANG?!


Allah Ta’ala berfirman,

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَذَرُوا۟ مَا بَقِیَ مِنَ ٱلرِّبَوٰۤا۟ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِینَ ۝ فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُوا۟ فَأۡذَنُوا۟ بِحَرۡبࣲ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۖ وَإِن تُبۡتُمۡ فَلَكُمۡ رُءُوسُ أَمۡوَ ٰ⁠لِكُمۡ لَا تَظۡلِمُونَ وَلَا تُظۡلَمُونَ)

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika benar kalian adalah orang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah peperangan dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok harta kamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan)." [QS. Al-Baqarah : 278 – 279].

Al-Imam Ismail bin Umar Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

“Ini merupakan ancaman keras dan peringatan yang ditekankan bagi siapa saja yang terus melakukan praktek ribawi setelah datangnya peringatan. Al-Imam Ibnu Juraij berkata: Ibnu Abbas menafsirkan ( فأذنوا بحرب ) dengan: “Yakinilah bahwa kamu akan diperangi oleh Allah dan RasulNya”.

Tafsir Al-Quranil Azhim 1/716 (cet. Daar At-Thayyibah).

————-

Nasehat Untuk Saudara Seiman

Wahai saudaraku muslim, apabila Engkau membutuhkan makan dan menyambung kehidupanmu janganlah engkau mengambilnya dari lembaga riba sedikitpun, terlebih lagi untuk membangun rumah ataupun membeli mobil.

Allah menghalalkan bangkai, daging babi, hewan yang mati terbanting, dan terjatuh dari ketinggian ketika kondisi darurat. Namun, Allah tidak pernah menghalalkan riba, dalam kondisi terdesak sekali pun.

Riba benar-benar berbahaya.

Riba sangat berbahaya.

Jangan bertransaksi dengan cara riba! Bersabarlah! Allah menyediakan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa. Serta akan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak terduga.

Riba adalah dosa besar dan membahayakan. Orang yang meyakini bahwa riba itu hukumnya halal, akan mengeluarkan dirinya dari keislaman.

Jika Engkau membutuhkan rumah, maka bersabarlah sampai Allah membukakan rezeki untukmu!

Kembalilah kepadaNya dengan bertaubat, bersandar dan berdoa serta tempuhlah sebab-sebabnya sampai Allah persiapkan rumah untukmu!

Jika belum pula mendapatkannya, mati dalam keadaan selamat dari tindakan memerangi Allah lebih baik bagimu.

Karena para lintah darat adalah orang-orang yang memerangi Allah na’udzubillah, sebagaimana yang telah disebutkan dalam ayat di atas.

BAHWA ALLAH MENGUMUMKAN PERANG TERHADAP PARA RENTENIR, LINTAH DARAT DAN PEMAKAN RIBA.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknat para pemakan harta riba, para wakil, pencatat, dan kedua saksinya.

Apa yang Engkau harapkan setelah laknat Allah? Apakah rumah akan bermanfaat jika Neraka Jahannam ada di hadapan Engkau?

Sudah seharusnya seorang mukmin takut kepada Allah dan bersabar dalam menghadapi kemiskinannya.

Wabillahit taufiq wal hidayah

Sumber:
http://bit.ly/3A5a4xw
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Forwarded from SABILUL ANBIYA
👍🏼 Walhamdulillah telah hadir kumpulan 4 Aplikasi Radio Ahlussunnah versi website (diakses via browser hp masing-masing):

Radio Syariah
RII
Radio Minhajul Atsar
Radio Rasyid


Link:
http://radiosalafy.com/

Bagi yang kapasitas memori hp nya terbatas karena terlalu banyak aplikasi yang memberatkan, bisa langsung klik alamat URL diatas.

Baarokallaahu fiikum..
http://www.radiosalafy.com

Tidak perlu install, tinggal klik.

Mudah diakses pakai browser biasa sekaligus solusi juga untuk hp iphone, linux, IOS, dll.
::
📬 PENENTUAN BATAS MASA HAIDH

Pertanyaan:

Saya adalah wanita yang berusaha sungguh-sungguh memperhatikan urusan kebersihan. Tetapi seringanya saya tidak mendapati cairan putih. Sehingga jumlah hari masa haidh saya dalam rentang 2 pekan. Sementara saya tidak melihat sisa darah kecuali pada pekan pertama yang terkadang maju sehari atau mundur sehari. Lalu muncul cairan yang berwarna khas atau keruh, kemudian setelahnya berwarna kekuningan. Setelah itu saya mendapati kelembaban yang biasa keluar dari wanita pada kesehariannya. Dan seperti saya sebutkan tadi, sering kali tidak saya dapati "cairan putih" (القصة البيضاء).

Saya berharap dari syaikh yang mulia penjelasan terkait hal-hal ini;
Kapankah dilakukan mandi untuk bersuci dari haidh pada situasi-situasi seperti itu?

Semoga Allah melindungi anda dari kesedihan di dunia maupun akhirat, demikian pula bagi kedua orang tua anda serta seluruh muslimin.


Jawaban Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah:

Darah haidh apabila telah berhenti, lalu hanya tersisa cairan kekuningan atau cairan keruh, tidak perlu dianggap kondisi yang demikian. Maksudnya tidak ada pengaruh munculnya cairan keruh ataupun kekuningan (terhadap kesucian-pent.) setelah berhentinya darah. Karena Allah Ta'ala berfirman,

﴿وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى﴾  [البقرة:222]

"Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". (QS. Al Baqoroh : 222)

Sedangkan kotoran (yang dimaksud) yaitu darah (haidh).

Demikian pula Ummu 'Athiyah¹) radhiyallahu anha telah berkata:

كُنَّا لَا نَعُدُّ الصُّفْرَةَ وَالْكُدْرَةَ شَيْئًا

"Dulu kami (di masa sahabat Nabi) tidak menganggap munculnya cairan kekuningan (الصُّفْرَة) maupun cairan keruh (الْكُدْرَة) sama sekali."

Demikianlah disebutkan dalam riwayat Al Bukhori.²)

Sedangkan (ada penekanan tambahan-pent) dalam riwayat Abu Dawud:
بَعْدَ الطُّهْرِ شَيْئًا
".... setelah suci, sama sekali."

Namun (ingat) masa suci terhitung sejak terhentinya darah (haidh).

Berdasarkan hal ini, kami katakan untuk wanita (penanya) ini;

Selama anda masih mendapati haidh - yaitu darahnya - selama tujuh hari kemudian diikuti dengan munculnya cairan keruh maupun kekuningan, maka dia tetap mandi bersuci semenjak berhentinya darah haidh - yaitu berakhir ketika tujuh hari - kemudian hendaklah dia melakukan sholat ataupun puasa, serta berhubungan dengan suaminya jika dia memiliki suami, walaupun muncul cairan kekuningan ataupun cairan keruh."

السؤال:
أنا امرأة أجتهد كثيراً في أمر الطهارة ولكني لا أرى القصة البيضاء غالباً فتكون المدة التي أحيض فيها مدة أسبوعين، وأنا لا أرى الدم إلا مدة سبعة أيام تنقص يوماً أو تزيد يوماً، ثم تخرج مادة بنية اللون أو كدرة، ثم بعد ذلك صفرة، ثم أرى الرطوبة التي تخرج من المرأة في الأيام العادية، وكما ذكرت لا أرى القصة البيضاء في غالب الأمر، أرجو من فضيلتكم الإيضاح في هذا الأمر: متى يكون الاغتسال من الحيض في مثل هذه الحالة، كفاك الله هموم الدنيا والآخرة ووالديك وجميع المسلمين؟
الجواب:
دم الحيض إذا انقطع وخلفه صفرة أو كدرة فإنه لا عبرة بذلك، أي: لا عبرة بالكدرة والصفرة بعد انقطاع الدم؛ لأن الله تعالى يقول: ﴿وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى﴾ [البقرة:222] والأذى هو الدم، وقالت أم عطية : "كنا لا نعد الصفرة والكدرة شيئاً" هكذا رواية البخاري ولأبي داود : "بعد الطهر شيئاً" لكن يحصل الطهر إذا انقطع الدم.
وعلى هذا فنقول لهذه المرأة: ما دامت ترى الحيض -أي: الدم- سبعة أيام ثم يخلفه كدرة أو صفرة؛ فإنها تغتسل عند انقطاع دم الحيض -أي: عند تمام سبعة أيام- ثم تصلي وتصوم، ويأتيها زوجها إن كان لديها زوج ولو كان عليها صفرة أو كدرة.


https://binothaimeen.net/content/805

_________
Catatan kaki:
¹) Nama beliau adalah Nusaibah (ada yang menyatakan bintu Ka'ab ada yang menyatakan bintu Al Harits) Al Anshoriyyah radhiyallahu anha. Salah seorang ahli fiqh sahabat, dan shahabiyah yang dipercaya Nabi shollallahu 'alaihi wasallam untuk memandikan jenazah putri beliau, Zainab bintu Muhammad shollallahu alaihi wasallam. Beliau yang akhirnya menetap di Bashroh juga termasuk salah seorang wanita yang meriwayatkan sekian hadits dari Rasulillah shollallahu alaihi wasallam, radhiyallahu 'anha.

²) Redaksi riwayat Al Bukhari,

كُنَّا لَا نَعُدُّ الْكُدْرَةَ وَالصُّفْرَةَ شَيْئًا

Sementara yang disebutkan Syaikh rahimahullah sesuai redaksi pada riwayat An Nasai nomor hadits 368 dan dinyatakan Shahih oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullah.


▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🖋️ Penerjemah: Abu Abdirrohman Sofian hafizhahullah | Grup WA Al I'tishom

Situs web resmi:
https://itishom.org/

Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
ـــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HUKUM SEORANG WANITA YANG MEMBERSIHKAN KOTORAN BAYINYA SETELAH BERWUDHU

Diajukan sebuah pertanyaan kepada Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh rahimahullah (Mufti Kerajaan Saudi Arabia semasa hidup beliau) sebagai berikut:

Permasalahan kedua:
Terkait seorang wanita yang telah berwudhu untuk mengerjakan shalat. Kemudian bayinya buang kotoran sehingga perlu untuk dibersihkan. Dia pun memandikan atau membersihkan bayinya dari najis tersebut. Apakah wudhuya batal dengan itu?



Beliau rahimahullah menjawab:

Apabila ia menyentuh salah satu kemaluan bayinya maka wudhunya menjadi batal karena hal itu. Namun jika tidak sampai menyentuh maka wudhunya tidak batal hanya karena membersihkan najis, meskipun tangannya bersentuhan langsung dengan kotoran tersebut saat mencucinya.

Yang perlu diperhatikan olehnya adalah hendaknya ia menyucikan tangannya setelah mencuci kotoran tadi dan menjaga agar najis tersebut tidak menempel pada badan atau bajunya.

Wassalamu alaikum…

Mufti Kerajaan Arab Saudi
Fatwa nomor 1127
Tertanggal: 16/4/1386 H

Sumber fatwa:
Fatawa Wa Rosail Syaikh Muhammad bin Ibrohim Alusy Syaikh 2/75

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Artikel bermanfaat lainnya

https://itishom.org/blog/artikel/fiqh/sudah-berusaha-mencuci-najis-secara-maksimal-namun-masih-tersisa-warnanya/

https://itishom.org/blog/artikel/fiqh/keutamaan-berwudhu/

https://itishom.org/blog/artikel/fiqh/hukum-menggunakan-air-hangat-untuk-bersuci/
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

_____
Catatan :
Sebagian Ulama lain berpendapat menyentuh kemaluan orang lain seperti anak kecil yang dimandikan ibunya tidaklah membatalkan wudhu. Hal ini adalah pendapat az-Zuhriy, al-Auza'iy, dan dikuatkan oleh Syaikh Ibn Utsaimin rahimahumullah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

🖋️ Penerjemah: Abu Dzayyal Muhammad Wavi hafizhahullah | Grup WA Al I'tishom

Situs web resmi:
https://itishom.org/

Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
ـــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 BENARKAH QUSTHUL HINDI BERKHASIAT UNTUK COVID-19?

Akhir-akhir ini kita sering mendengar berbagai upaya pengobatan untuk menyembuhkan Covid-19, diantara yang sekarang mulai populer diperbincangkan tentang khasiatnya adalah Qusthul Hindi.

Saudaraku yang kami hormati,

Yang demikian tidak mengherankan, mengingat Qusthul Hindi sebenarnya telah menjadi obat dari berbagai penyakit sejak dahulu kala. Bahkan junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menyebutkan khasiat Qusthul Hindi dalam beberapa haditsnya, di antaranya sebagai berikut :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ يُسْعَطُ بِهِ مِنْ الْعُذْرَةِ وَيُلَدُّ بِهِ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ. (متفق عليه)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Gunakanlah kayu (Qusthul) Hindi, karena padanya terdapat tujuh ragam penyembuhan (dapat mengobati tujuh macam penyakit). (Di antaranya) dapat dijadikan sebagai obat tetes dengan memasukannya ke hidung untuk menyembuhkan penyakit Kerongkongan, dan dapat pula menyembuhkan penyakit radang selaput dada.” (Muttafaqun ‘alaih).

Saudaraku yang semoga dirahmati Allah, Telah disebutkan juga oleh banyak ulama tentang khasiat dari Qusthul Hindi ini, di antaranya untuk mengatasi penyakit yang berkaitan dengan pernapasan yang diakibatkan oleh lendir.

Diantara ulama tersebut adalah Al Hafizh lbnu Hajar di dalam kitab beliau yang agung Fathul Bari. Wallahu a’lamu bish shawab.

Semoga bermanfaat!

Sumber:
http://bit.ly/2XSfTQY
ـــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️