::
📬 MENINGGAL DI ATAS KEBID’AHAN NAMUN BELUM SAMPAI TARAF KAFIR
Syaikh Ahmad bin Yahya anNajmiy rahimahullah menyatakan:
أصحاب البدع دائمًا هم يقصدون التقرب إلى الله، ولكنَّهم لم يعرفوا الطريق التي يتقربون بها إلى الله، وليس عندهم من العلم ما يمنعهم من الدخول في البدع؛ فإن كان هذا الذي يريد الخير يسَّر الله له من يدعوه ويبيِّن له، وصرف عنه شر أصحاب البدع الذين يحذِّرونه من طاعة الناصحين، فإنَّه إن تاب تاب الله عليه، وإن بقي على بدعته حتى يلقى الله بها كان ذلك نقصًا في إسلامه، وأمره إلى الله إن شاء عفا عنه، وإن شاء عذَّبه
Para pelaku kebid’ahan selalu bermaksud untuk mendekatkan diri kepada Allah. Namun mereka tidak mengetahui jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka tidak memiliki ilmu yang menghalangi mereka untuk tidak masuk ke dalam kebid’ahan. Jika orang yang menginginkan kebaikan ini dimudahkan oleh Allah untuk bertemu dengan orang yang mengajak (kepada sunnah, pent) dan menjelaskan kepadanya, memalingkannya dari keburukan Ahlul Bid’ah yang memperingatkan dia agar jangan taat kepada orang yang memberi nasihat, kalau ia bertobat, Allah akan menerima tobatnya. Jika ia tetap di atas kebid’ahannya hingga bertemu dengan Allah, itu adalah kekurangan pada keislamannya. Urusannya (dikembalikan) kepada Allah. Jika (Allah) menghendaki, Allah memaafkannya. Jika (Allah) menghendaki (hal lain) Allah mengadzabnya (Irsyaadusy Syaariy bi Syarhi Syarhis Sunnah lil Barbahaariy halaman 63)
📝Catatan:
Ini adalah salah satu bentuk keadilan Ahlus Sunnah dalam menilai. Ahlus Sunnah (Salafy) tidak serta merta langsung memvonis seseorang yang secara dzhahir berada dalam kebid’ahan sudah pasti masuk neraka. Apalagi divonis kafir. Tidak demikian.
Hal ini berbeda dengan anggapan miring terhadap Ahlus Sunnah (Salafy) yang banyak digembar-gemborkan oleh para pembenci dakwah sunnah.
Kebid’ahan adalah kemunkaran yang harus dijauhi dan diingkari. Namun pengingkaran terhadap kemunkaran tersebut bukanlah berarti vonis dan penghakiman bahwa individu yang terjatuh padanya pasti masuk neraka.
Ahlus Sunnah memperingatkan umat akan bahaya kebid’ahan karena kasih sayang kepada kaum muslimin dan meneladani Nabi dan para Sahabat.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MENINGGAL DI ATAS KEBID’AHAN NAMUN BELUM SAMPAI TARAF KAFIR
Syaikh Ahmad bin Yahya anNajmiy rahimahullah menyatakan:
أصحاب البدع دائمًا هم يقصدون التقرب إلى الله، ولكنَّهم لم يعرفوا الطريق التي يتقربون بها إلى الله، وليس عندهم من العلم ما يمنعهم من الدخول في البدع؛ فإن كان هذا الذي يريد الخير يسَّر الله له من يدعوه ويبيِّن له، وصرف عنه شر أصحاب البدع الذين يحذِّرونه من طاعة الناصحين، فإنَّه إن تاب تاب الله عليه، وإن بقي على بدعته حتى يلقى الله بها كان ذلك نقصًا في إسلامه، وأمره إلى الله إن شاء عفا عنه، وإن شاء عذَّبه
Para pelaku kebid’ahan selalu bermaksud untuk mendekatkan diri kepada Allah. Namun mereka tidak mengetahui jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka tidak memiliki ilmu yang menghalangi mereka untuk tidak masuk ke dalam kebid’ahan. Jika orang yang menginginkan kebaikan ini dimudahkan oleh Allah untuk bertemu dengan orang yang mengajak (kepada sunnah, pent) dan menjelaskan kepadanya, memalingkannya dari keburukan Ahlul Bid’ah yang memperingatkan dia agar jangan taat kepada orang yang memberi nasihat, kalau ia bertobat, Allah akan menerima tobatnya. Jika ia tetap di atas kebid’ahannya hingga bertemu dengan Allah, itu adalah kekurangan pada keislamannya. Urusannya (dikembalikan) kepada Allah. Jika (Allah) menghendaki, Allah memaafkannya. Jika (Allah) menghendaki (hal lain) Allah mengadzabnya (Irsyaadusy Syaariy bi Syarhi Syarhis Sunnah lil Barbahaariy halaman 63)
📝Catatan:
Ini adalah salah satu bentuk keadilan Ahlus Sunnah dalam menilai. Ahlus Sunnah (Salafy) tidak serta merta langsung memvonis seseorang yang secara dzhahir berada dalam kebid’ahan sudah pasti masuk neraka. Apalagi divonis kafir. Tidak demikian.
Hal ini berbeda dengan anggapan miring terhadap Ahlus Sunnah (Salafy) yang banyak digembar-gemborkan oleh para pembenci dakwah sunnah.
Kebid’ahan adalah kemunkaran yang harus dijauhi dan diingkari. Namun pengingkaran terhadap kemunkaran tersebut bukanlah berarti vonis dan penghakiman bahwa individu yang terjatuh padanya pasti masuk neraka.
Ahlus Sunnah memperingatkan umat akan bahaya kebid’ahan karena kasih sayang kepada kaum muslimin dan meneladani Nabi dan para Sahabat.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KAJIAN KITABUT TAUHID (BAG KE-4)
BAB PERTAMA
TEMA: TAUHID ADALAH PERINTAH ALLAH YANG PALING AGUNG DAN HAK ALLAH TERHADAP HAMBANYA
Dalil Keempat:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
Dan sembahlah Allah, janganlah mensekutukanNya dengan suatu apapun (Q.S anNisaa’:36)
Penjelasan Dalil Keempat:
Ayat ini memerintahkan kepada kita agar menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyembah selain Allah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak cukup seseorang menyembah Allah kemudian di waktu lain ia menyembah selain Allah.
Jika seorang beribadah kepada Allah dalam sejumlah waktu, kemudian pada sedikit waktu yang lain ia berdoa kepada selain Allah, maka batallah tauhidnya. Terhapuslah amal kebaikan dia sebelumnya.
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Jika engkau berbuat kesyirikan, sungguh niscaya akan terhapuslah amalanmu dan sungguh engkau akan termasuk orang-orang yang merugi (Q.S az-Zumar:65).
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KAJIAN KITABUT TAUHID (BAG KE-4)
BAB PERTAMA
TEMA: TAUHID ADALAH PERINTAH ALLAH YANG PALING AGUNG DAN HAK ALLAH TERHADAP HAMBANYA
Dalil Keempat:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
Dan sembahlah Allah, janganlah mensekutukanNya dengan suatu apapun (Q.S anNisaa’:36)
Penjelasan Dalil Keempat:
Ayat ini memerintahkan kepada kita agar menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyembah selain Allah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak cukup seseorang menyembah Allah kemudian di waktu lain ia menyembah selain Allah.
Jika seorang beribadah kepada Allah dalam sejumlah waktu, kemudian pada sedikit waktu yang lain ia berdoa kepada selain Allah, maka batallah tauhidnya. Terhapuslah amal kebaikan dia sebelumnya.
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Jika engkau berbuat kesyirikan, sungguh niscaya akan terhapuslah amalanmu dan sungguh engkau akan termasuk orang-orang yang merugi (Q.S az-Zumar:65).
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KAJIAN KITABUT TAUHID (BAG KE-5)
BAB PERTAMA
TEMA: TAUHID ADALAH PERINTAH ALLAH YANG PALING AGUNG DAN HAK ALLAH TERHADAP HAMBANYA
Dalil Kelima:
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (151) وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (152) وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (153)
Katakanlah : Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepada kalian, yaitu janganlah kalian mensekutukanNya dengan suatu apapun dan hendaknya berbuat baik kepada kedua orangtua. Dan janganlah membunuh anak kalian karena khawatir miskin. Kamilah yang memberikan rezeki kepada kalian dan kepada mereka. Dan janganlah kalian mendekati perbuatan keji yang nampak maupun yang tersembunyi. Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian berpikir (151) dan janganlah mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik hingga ia berusia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan secara adil. Kami tidak membebani jiwa kecuali sesuai dengan kemampuannya. Jika kalian berbicara maka bersikap adillah meskipun terhadap karib kerabat. Dan tunaikanlah perjanjian Allah. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian mengingat (152) Dan sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus, maka ikutilah (jalan itu) dan jangan ikuti jalan-jalan (yang lain) hingga kalian akan tercerai berai dari jalanNya. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian bertaqwa (153) (Q.S al-An’aam:151-153).
Penjelasan Dalil Kelima:
Surat al-An’aam ayat 151-153 ini terdapat 10 wasiat penting dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Dalam 10 wasiat itu Allah mulai dengan wasiat yang paling penting, yaitu agar manusia mentauhidkan Allah dan tidak berbuat kesyirikan kepadaNya. Hal itu menunjukkan bahwa Tauhid adalah kewajiban paling awal sebelum yang lain, dan kesyirikan adalah perbuatan dosa paling besar yang pertama kali harus dijauhi.
Berikut ini adalah penyebutan dan sedikit penjelasan 10 wasiat yang ada di 3 ayat tersebut:
1. Tauhidkan Allah, beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan berbuat kesyirikan sedikitpun
2. Berbaktilah kepada kedua orangtua.
3. Jangan membunuh anak karena khawatir miskin. Karena rezeki kalian bukan di tangan kalian sebagai penentunya. Allahlah yang memberi rezeki kepada kalian dan kepada anak-anak itu. Kalian hanya berusaha menjalankan sebab.
4. Jangan mendekati perbuatan keji baik yang nampak maupun tersembunyi. Contoh perbuatan keji adalah perbuatan zina. Jangan dekati zina, seperti: janganlah berduaan dengan wanita yang bukan mahram, janganlah berjabat tangan antara laki dan wanita yang bukan mahram, janganlah wanita sendirian melakukan safar tanpa mahram, dan semisalnya yang merupakan larangan-larangan Nabi dalam hadits-haditsnya.
📬 KAJIAN KITABUT TAUHID (BAG KE-5)
BAB PERTAMA
TEMA: TAUHID ADALAH PERINTAH ALLAH YANG PALING AGUNG DAN HAK ALLAH TERHADAP HAMBANYA
Dalil Kelima:
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (151) وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (152) وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (153)
Katakanlah : Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepada kalian, yaitu janganlah kalian mensekutukanNya dengan suatu apapun dan hendaknya berbuat baik kepada kedua orangtua. Dan janganlah membunuh anak kalian karena khawatir miskin. Kamilah yang memberikan rezeki kepada kalian dan kepada mereka. Dan janganlah kalian mendekati perbuatan keji yang nampak maupun yang tersembunyi. Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian berpikir (151) dan janganlah mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik hingga ia berusia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan secara adil. Kami tidak membebani jiwa kecuali sesuai dengan kemampuannya. Jika kalian berbicara maka bersikap adillah meskipun terhadap karib kerabat. Dan tunaikanlah perjanjian Allah. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian mengingat (152) Dan sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus, maka ikutilah (jalan itu) dan jangan ikuti jalan-jalan (yang lain) hingga kalian akan tercerai berai dari jalanNya. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian bertaqwa (153) (Q.S al-An’aam:151-153).
Penjelasan Dalil Kelima:
Surat al-An’aam ayat 151-153 ini terdapat 10 wasiat penting dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Dalam 10 wasiat itu Allah mulai dengan wasiat yang paling penting, yaitu agar manusia mentauhidkan Allah dan tidak berbuat kesyirikan kepadaNya. Hal itu menunjukkan bahwa Tauhid adalah kewajiban paling awal sebelum yang lain, dan kesyirikan adalah perbuatan dosa paling besar yang pertama kali harus dijauhi.
Berikut ini adalah penyebutan dan sedikit penjelasan 10 wasiat yang ada di 3 ayat tersebut:
1. Tauhidkan Allah, beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan berbuat kesyirikan sedikitpun
2. Berbaktilah kepada kedua orangtua.
3. Jangan membunuh anak karena khawatir miskin. Karena rezeki kalian bukan di tangan kalian sebagai penentunya. Allahlah yang memberi rezeki kepada kalian dan kepada anak-anak itu. Kalian hanya berusaha menjalankan sebab.
4. Jangan mendekati perbuatan keji baik yang nampak maupun tersembunyi. Contoh perbuatan keji adalah perbuatan zina. Jangan dekati zina, seperti: janganlah berduaan dengan wanita yang bukan mahram, janganlah berjabat tangan antara laki dan wanita yang bukan mahram, janganlah wanita sendirian melakukan safar tanpa mahram, dan semisalnya yang merupakan larangan-larangan Nabi dalam hadits-haditsnya.
5. Jangan membunuh jiwa yang Allah haramkan, kecuali sesuai dengan haq. Jiwa yang Allah haramkan adalah:
a) Kaum muslimin. Selama ia masih muslim, secara asal darah, harta dan kehormatannya harus dijaga.
b) Orang kafir yang bukan kafir harbi. Bukan kafir yang memerangi kaum muslimin. Seperti kafir Muahid dan Dzimmi.
Adakalanya jiwa yang Allah haramkan itu melakukan hal-hal yang menyebabkan ia berhak dibunuh sesuai aturan syariat Islam, seperti: orang yang berzina dalam keadaan pernah menikah, maka ia berhak mendapatkan hukum rajam: dilempari batu (yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil) hingga meninggal dunia.
Demikian juga muslim yang membunuh muslim lainnya, maka ia berhak mendapatkan hukuman qishash (dibalas dibunuh juga), kecuali ahli waris terbunuh memaafkan. Demikian juga orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual) bukan karena dipaksa tapi sukarela maka ia berhak dijatuhi hukuman bunuh sebagaimana perintah Nabi. Namun tentunya yang berhak menetapkan putusan hukuman-hukuman tersebut adalah Waliyyul amr (pemerintah muslim) bukan tindakan perorangan/ pribadi.
6. Bagi seseorang yang dititipi amanah menjaga harta anak yatim, janganlah mengambil harta itu untuk tujuan pribadi. Kalaupun ingin memberi manfaat tambahan yang jelas bagi anak yatim, kelolalah harta itu dengan cara yang tidak bertentangan dengan syar’i seperti perdagangan atau investasi yang dengan dugaan kuat akan memberikan hasil, kemudian nanti saat anak yatim itu telah hilang predikat yatimnya (sudah dewasa/ baligh), ia berikan seluruh harta plus keuntungannya kepada anak itu, maka ini adalah cara yang lebih baik.
7. Jika menakar atau menimbang sesuatu, maka takarlah dan timbanglah secara adil, jangan mendzhalimi orang lain. Mengurangi timbangan secara sengaja adalah dosa besar. Namun jika ia telah berusaha keras untuk adil, namun tanpa sengaja timbangannya tidak tepat dan tidak bisa lagi menghubungi orang yang beli darinya, ini tidak mengapa. Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas usaha (kemampuannya).
8. Adillah dalam berbicara. Sampaikan kebenaran yang diketahui tanpa ditambah atau dikurangi jika engkau diminta bersaksi. Jangan sampai engkau berbuat tidak adil karena engkau harus bersaksi untuk kerabat atau orang yang engkau cintai, menyebabkan engkau sungkan atau kasihan sehingga tidak berbuat adil.
9. Tunaikanlah janji kalian kepada Allah, untuk menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
10. Ikutilah jalan Allah melalui petunjuk dan bimbingan Rasul-Nya, jangan ikut jalan-jalan lain yang menyimpang. Hanya satu jalan yang bisa mengantarkan seseorang pada Surga Allah, yaitu jalan yang ditunjukkan oleh Rasul. Selain itu, semuanya adalah jalan kesesatan. Tidak bisa seseorang mendapatkan keridhaan Allah tanpa melalui petunjuk Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Tidak bisa seseorang beribadah kepada Allah tanpa mencontoh teladan yang ditunjukkan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan para Sahabatnya.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
a) Kaum muslimin. Selama ia masih muslim, secara asal darah, harta dan kehormatannya harus dijaga.
b) Orang kafir yang bukan kafir harbi. Bukan kafir yang memerangi kaum muslimin. Seperti kafir Muahid dan Dzimmi.
Adakalanya jiwa yang Allah haramkan itu melakukan hal-hal yang menyebabkan ia berhak dibunuh sesuai aturan syariat Islam, seperti: orang yang berzina dalam keadaan pernah menikah, maka ia berhak mendapatkan hukum rajam: dilempari batu (yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil) hingga meninggal dunia.
Demikian juga muslim yang membunuh muslim lainnya, maka ia berhak mendapatkan hukuman qishash (dibalas dibunuh juga), kecuali ahli waris terbunuh memaafkan. Demikian juga orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual) bukan karena dipaksa tapi sukarela maka ia berhak dijatuhi hukuman bunuh sebagaimana perintah Nabi. Namun tentunya yang berhak menetapkan putusan hukuman-hukuman tersebut adalah Waliyyul amr (pemerintah muslim) bukan tindakan perorangan/ pribadi.
6. Bagi seseorang yang dititipi amanah menjaga harta anak yatim, janganlah mengambil harta itu untuk tujuan pribadi. Kalaupun ingin memberi manfaat tambahan yang jelas bagi anak yatim, kelolalah harta itu dengan cara yang tidak bertentangan dengan syar’i seperti perdagangan atau investasi yang dengan dugaan kuat akan memberikan hasil, kemudian nanti saat anak yatim itu telah hilang predikat yatimnya (sudah dewasa/ baligh), ia berikan seluruh harta plus keuntungannya kepada anak itu, maka ini adalah cara yang lebih baik.
7. Jika menakar atau menimbang sesuatu, maka takarlah dan timbanglah secara adil, jangan mendzhalimi orang lain. Mengurangi timbangan secara sengaja adalah dosa besar. Namun jika ia telah berusaha keras untuk adil, namun tanpa sengaja timbangannya tidak tepat dan tidak bisa lagi menghubungi orang yang beli darinya, ini tidak mengapa. Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas usaha (kemampuannya).
8. Adillah dalam berbicara. Sampaikan kebenaran yang diketahui tanpa ditambah atau dikurangi jika engkau diminta bersaksi. Jangan sampai engkau berbuat tidak adil karena engkau harus bersaksi untuk kerabat atau orang yang engkau cintai, menyebabkan engkau sungkan atau kasihan sehingga tidak berbuat adil.
9. Tunaikanlah janji kalian kepada Allah, untuk menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
10. Ikutilah jalan Allah melalui petunjuk dan bimbingan Rasul-Nya, jangan ikut jalan-jalan lain yang menyimpang. Hanya satu jalan yang bisa mengantarkan seseorang pada Surga Allah, yaitu jalan yang ditunjukkan oleh Rasul. Selain itu, semuanya adalah jalan kesesatan. Tidak bisa seseorang mendapatkan keridhaan Allah tanpa melalui petunjuk Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Tidak bisa seseorang beribadah kepada Allah tanpa mencontoh teladan yang ditunjukkan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan para Sahabatnya.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 FATWA AL-LAJNAH AD-DAAIMAH TENTANG MACAM-MACAM KEMURTADAN
❓Pertanyaan ke-2 dan ke-3 nomor 7150:
Ada yang menyatakan bahwasanya kemurtadan itu adakalanya berupa ucapan atau perbuatan. Saya berharap anda sekalian menjelaskan kepada saya secara ringkas dan jelas macam-macam kemurtadan secara perbuatan, ucapan, maupun keyakinan?
Jawaban al-Lajnah ad-Daaimah :
Kemurtadan adalah kekafiran setelah sebelumnya (berada dalam) Islam. Bisa dengan ucapan, perbuatan, keyakinan, dan keraguan.
◽️Barang siapa yang menyekutukan Allah, atau
◽️menentang Rububiyyah-Nya, keesaan-Nya, salah satu Sifat-Nya, atau
◽️sebagian kitab maupun para Rasul-Nya,
◽️mencela Allah atau Rasul-Nya,
◽️menentang keharaman sesuatu yang telah disepakati akan keharamannya, atau menganggapnya halal, atau
◽️menentang kewajiban dari salah satu rukun Islam yang lima, atau ragu akan wajibnya hal itu, atau
◽️ragu terhadap kebenaran (Nabi) Muhammad shollallahu alaihi wasallam maupun para Nabi yang lain, atau
◽️ragu akan kebangkitan (setelah kematian,pent), atau
◽️sujud kepada berhala ataupun bintang, dan semisalnya,
maka ia telah kafir dan murtad dari agama Islam.
Hendaknya anda membaca bab-bab tentang hukum murtad dalam kitab-kitab Fiqh Islam. Para Ulama (yang menyusunnya) telah memiliki perhatian khusus (dalam membahasnya). Semoga Allah merahmati mereka.
Dengan ini anda mengetahui contoh-contoh terdahulu akan kemurtadan secara ucapan, perbuatan, atau keyakinan, termasuk bentuk kemurtadan karena keraguan.
Al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Iftaa’ (Komite Tetap Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa):
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil : Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Anggota: Abdullah bin Qu’ud
🇸🇦Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
أنوع الردة
السؤال الثاني والثالث من الفتوى رقم ( 7150 ) :
س2: يقال: إن الردة قد تكون فعلية أو قولية، فالرجاء أن تبينوا لي باختصار واضح أنواع الردة الفعلية والقولية والاعتقادية؟
ج2: الردة هي الكفر بعد الإسلام، وتكون بالقول، والفعل، والاعتقاد، والشك، فمن أشرك بالله، أو جحد ربوبيته أو وحدانيته أو صفة من صفاته أو بعض كتبه أو رسله، أو سب الله أو رسوله، أو جحد شيئا من المحرمات المجمع على تحريمها أو استحله، أو جحد وجوب ركن من أركان الإسلام الخمسة، أو شك في وجوب ذلك أو في صدق محمد صلى الله عليه وسلم أو غيره من الأنبياء، أو شك في البعث، أو سجد لصنم أو كوكب ونحوه – فقد كفر وارتد عن دين الإسلام. وعليك بقراءة أبواب حكم الردة من كتب الفقه الإسلامي فقد اعتنوا به رحمهم الله. وبهذا تعلم من الأمثلة السابقة الردة القولية والعملية والاعتقادية وصورة الردة في الشك.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... نائب رئيس اللجنة ... الرئيس
عبد الله بن قعود ... عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 FATWA AL-LAJNAH AD-DAAIMAH TENTANG MACAM-MACAM KEMURTADAN
❓Pertanyaan ke-2 dan ke-3 nomor 7150:
Ada yang menyatakan bahwasanya kemurtadan itu adakalanya berupa ucapan atau perbuatan. Saya berharap anda sekalian menjelaskan kepada saya secara ringkas dan jelas macam-macam kemurtadan secara perbuatan, ucapan, maupun keyakinan?
Jawaban al-Lajnah ad-Daaimah :
Kemurtadan adalah kekafiran setelah sebelumnya (berada dalam) Islam. Bisa dengan ucapan, perbuatan, keyakinan, dan keraguan.
◽️Barang siapa yang menyekutukan Allah, atau
◽️menentang Rububiyyah-Nya, keesaan-Nya, salah satu Sifat-Nya, atau
◽️sebagian kitab maupun para Rasul-Nya,
◽️mencela Allah atau Rasul-Nya,
◽️menentang keharaman sesuatu yang telah disepakati akan keharamannya, atau menganggapnya halal, atau
◽️menentang kewajiban dari salah satu rukun Islam yang lima, atau ragu akan wajibnya hal itu, atau
◽️ragu terhadap kebenaran (Nabi) Muhammad shollallahu alaihi wasallam maupun para Nabi yang lain, atau
◽️ragu akan kebangkitan (setelah kematian,pent), atau
◽️sujud kepada berhala ataupun bintang, dan semisalnya,
maka ia telah kafir dan murtad dari agama Islam.
Hendaknya anda membaca bab-bab tentang hukum murtad dalam kitab-kitab Fiqh Islam. Para Ulama (yang menyusunnya) telah memiliki perhatian khusus (dalam membahasnya). Semoga Allah merahmati mereka.
Dengan ini anda mengetahui contoh-contoh terdahulu akan kemurtadan secara ucapan, perbuatan, atau keyakinan, termasuk bentuk kemurtadan karena keraguan.
Al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Iftaa’ (Komite Tetap Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa):
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil : Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Anggota: Abdullah bin Qu’ud
🇸🇦Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
أنوع الردة
السؤال الثاني والثالث من الفتوى رقم ( 7150 ) :
س2: يقال: إن الردة قد تكون فعلية أو قولية، فالرجاء أن تبينوا لي باختصار واضح أنواع الردة الفعلية والقولية والاعتقادية؟
ج2: الردة هي الكفر بعد الإسلام، وتكون بالقول، والفعل، والاعتقاد، والشك، فمن أشرك بالله، أو جحد ربوبيته أو وحدانيته أو صفة من صفاته أو بعض كتبه أو رسله، أو سب الله أو رسوله، أو جحد شيئا من المحرمات المجمع على تحريمها أو استحله، أو جحد وجوب ركن من أركان الإسلام الخمسة، أو شك في وجوب ذلك أو في صدق محمد صلى الله عليه وسلم أو غيره من الأنبياء، أو شك في البعث، أو سجد لصنم أو كوكب ونحوه – فقد كفر وارتد عن دين الإسلام. وعليك بقراءة أبواب حكم الردة من كتب الفقه الإسلامي فقد اعتنوا به رحمهم الله. وبهذا تعلم من الأمثلة السابقة الردة القولية والعملية والاعتقادية وصورة الردة في الشك.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... نائب رئيس اللجنة ... الرئيس
عبد الله بن قعود ... عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from Salafy Indonesia
💐🌻🌷🌹 MENJELASKAN KESALAHAN SESEORANG SEBELUM PARA ULAMA BERBICARA APAKAH TERANGGAP MENDAHULUI PARA ULAMA??
✍🏻 Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah
📪 Pertanyaan:
هل من بَيَّن حال شخص قبل أن يتكلم فيه العلماء مع العلم أنَّ هذه الأخطاء ثابتة عليه بالأدلة؛ فهل يعتبر هذا من التقدم بين يدي العلماء أم أنه من النصح للمسلمين؟
Apakah seseorang yang menjelaskan kesalahan orang lain sebelum para ulama berbicara teranggap mendahului para ulama, dalam keadaan kesalahan-kesalahan tersebut dipastikan berasal darinya berdasarkan bukti-bukti? Apakah ini teranggap sebagai sikap lancang mendahului para ulama ataukah hal itu termasuk bentuk nasehat bagi kaum Muslimin?
🔐 Jawaban:
رجلٌ أنتَ تعرفه ولا يعرفه غيرك –كما قلت– من أهل العلم
وثبتت الأخطاء كما تقول، وهي بالأدلة؛ فهنا الواجب
–بارك الله فيك– أن تنقل هذه العبارات وهذه الأدلة
إلى أحدٍ من أهل العلم ليَقِفَ عليها فينظر فيها.
Seseorang yang engkau benar-benar mengetahui keadaannya sementara selain dirimu dari para ulama tidak ada yang mengetahuinya –sebagaimana yang engkau katakan– dan kesalahan-kesalahan tersebut dipastikan dengan bukti-bukti –sebagaimana yang engkau katakan– maka di sini yang wajib –baarakallahu fiik– engkau sampaikan ungkapan-ungkapan dan bukti-bukti tersebut kepada salah seorang ulama agar ulama tersebut mengetahuinya dan menelitinya.
قد تظن أنتَ أنها أدلة مخالفة وأقوال مخالفة وليست كذلك
أو بعضها مخالف وبعضها غير مخالف وهكذا،
Bisa jadi terkadang engkau menyangka bahwa yang engkau ketahui itu merupakan bukti-bukti atau ucapan-ucapan yang menyelisihi kebenaran, padahal kenyataannya tidak demikian. Atau sebagiannya menyelisihi dan sebagiannya tidak menyelisihi, dan seterusnya.
فالاستبصار بآراء أهل العلم مطلوبٌ وواجب، إذا قالوا لكَ أن هذه أخطاء، نعم وكذا وكذا وما تَكَلَّم أحد، فأنتَ إذا احتجت إلى الكلام أو احتيج –اجعل فوقها وتحتها خط– احتيج إلى كلامك لسبب، كَلِّم بحَذَرٍ وقَدَر، والحمد لله.
Jadi meminta bimbingan kepada para ulama merupakan perkara yang dituntut dan wajib. Jika mereka mengatakan kepadamu: “Ini semua memang merupakan kesalahan dan demikian-demikian.” Dan tidak ada seorang pun yang berbicara, maka jika engkau butuh untuk bicara, jika engkau memang butuh untuk bicara atau dibutuhkan –tolong diberi garis di atas dan di bawahnya– atau dibutuhkan untuk engkau berbicara karena sebuah sebab, maka bicaralah dengan penuh kehati-hatian dan dan seperlunya. Walhamdulillah. (seperti dalam pepatah Arab –pent):
وَلِّ حَارَّها مَنْ تولَّى قَارَّها.
“Serahkan bagian yang panas kepada yang bisa mendinginkannya.”
📚 Sumber artikel || http://bit.ly/2yw7znv
🌐 Kunjungi || http://bit.ly/2yvLoxH
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah
📪 Pertanyaan:
هل من بَيَّن حال شخص قبل أن يتكلم فيه العلماء مع العلم أنَّ هذه الأخطاء ثابتة عليه بالأدلة؛ فهل يعتبر هذا من التقدم بين يدي العلماء أم أنه من النصح للمسلمين؟
Apakah seseorang yang menjelaskan kesalahan orang lain sebelum para ulama berbicara teranggap mendahului para ulama, dalam keadaan kesalahan-kesalahan tersebut dipastikan berasal darinya berdasarkan bukti-bukti? Apakah ini teranggap sebagai sikap lancang mendahului para ulama ataukah hal itu termasuk bentuk nasehat bagi kaum Muslimin?
🔐 Jawaban:
رجلٌ أنتَ تعرفه ولا يعرفه غيرك –كما قلت– من أهل العلم
وثبتت الأخطاء كما تقول، وهي بالأدلة؛ فهنا الواجب
–بارك الله فيك– أن تنقل هذه العبارات وهذه الأدلة
إلى أحدٍ من أهل العلم ليَقِفَ عليها فينظر فيها.
Seseorang yang engkau benar-benar mengetahui keadaannya sementara selain dirimu dari para ulama tidak ada yang mengetahuinya –sebagaimana yang engkau katakan– dan kesalahan-kesalahan tersebut dipastikan dengan bukti-bukti –sebagaimana yang engkau katakan– maka di sini yang wajib –baarakallahu fiik– engkau sampaikan ungkapan-ungkapan dan bukti-bukti tersebut kepada salah seorang ulama agar ulama tersebut mengetahuinya dan menelitinya.
قد تظن أنتَ أنها أدلة مخالفة وأقوال مخالفة وليست كذلك
أو بعضها مخالف وبعضها غير مخالف وهكذا،
Bisa jadi terkadang engkau menyangka bahwa yang engkau ketahui itu merupakan bukti-bukti atau ucapan-ucapan yang menyelisihi kebenaran, padahal kenyataannya tidak demikian. Atau sebagiannya menyelisihi dan sebagiannya tidak menyelisihi, dan seterusnya.
فالاستبصار بآراء أهل العلم مطلوبٌ وواجب، إذا قالوا لكَ أن هذه أخطاء، نعم وكذا وكذا وما تَكَلَّم أحد، فأنتَ إذا احتجت إلى الكلام أو احتيج –اجعل فوقها وتحتها خط– احتيج إلى كلامك لسبب، كَلِّم بحَذَرٍ وقَدَر، والحمد لله.
Jadi meminta bimbingan kepada para ulama merupakan perkara yang dituntut dan wajib. Jika mereka mengatakan kepadamu: “Ini semua memang merupakan kesalahan dan demikian-demikian.” Dan tidak ada seorang pun yang berbicara, maka jika engkau butuh untuk bicara, jika engkau memang butuh untuk bicara atau dibutuhkan –tolong diberi garis di atas dan di bawahnya– atau dibutuhkan untuk engkau berbicara karena sebuah sebab, maka bicaralah dengan penuh kehati-hatian dan dan seperlunya. Walhamdulillah. (seperti dalam pepatah Arab –pent):
وَلِّ حَارَّها مَنْ تولَّى قَارَّها.
“Serahkan bagian yang panas kepada yang bisa mendinginkannya.”
📚 Sumber artikel || http://bit.ly/2yw7znv
🌐 Kunjungi || http://bit.ly/2yvLoxH
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎
::
📬 FATWA AL-LAJNAH AD-DAAIMAH TENTANG BAGAIMANA CARA MENAMBAH KEIMANAN
❓Pertanyaan kedua dari fatwa nomor 10561:
Keimanan itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Jika saya termasuk orang yang kurang imannya dan keras hatinya, bagaimana cara agar saya bisa menambah keimanan, melunakkan hati, dan membuat khusyu’ anggota tubuh saya, di tengah-tengah pergulatan dunia dan godaan-godaannya di zaman ini? Fadhilatusy Syaikh, saya berharap faidah secara rinci dari anda sekalian. Harapan kami semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik.
💡Jawaban al-Lajnah ad-Daaimah:
Sesungguhnya keimanan itu bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan berkurang dengan kemaksiatan kepada-Nya.
Maka jagalah kewajiban-kewajiban terhadap Allah seperti menegakkan shalat pada waktunya secara berjamaah di masjid, menunaikan zakat dengan penuh kerelaan hati untuk menyucikan anda dari dosa-dosa dan bersikap kasih sayang terhadap orang-orang fakir dan miskin.
Duduklah bersama orang-orang yang baik dan sholih, agar menolong anda dalam menerapkan syariat. Agar orang-orang baik dan sholih itu membimbing anda menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Jauhilah Ahlul Bid’ah dan orang-orang yang bermaksiat, agar tidak menimbulkan fitnah bagi anda, dan melemahkan semangat anda pada kebaikan. Perbanyaklah mengerjakan amalan-amalan nafilah (sunnah; mustahab). Bergantunglah kepada Allah dan mintalah taufiq kepada-Nya.
Jika anda melakukan hal itu Allah akan menambahkan keimanan pada diri anda dan anda akan memperoleh hal-hal yang ma’ruf (kebaikan) yang sebelumnya terluputkan dari anda. Allah pun akan menambahkan kebaikan dan keistiqomahan kepada anda di atas jalan Islam yang lurus.
Hanya milik Allah lah taufiq, dan semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para Sahabatnya.
Al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Iftaa’ (Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmu dan Fatwa)
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
🇸🇦Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:
كيف الطريق إلى زيادة الإيمان
السؤال الثاني من الفتوى رقم (10561)
س2 الإيمان يزيد وينقص، فإذا كنت ممن نقص إيمانه وقسا قلبه، فكيف لي بزيادة إيماني وليونة قلبي وخشوع جوارحي في وسط صراع الدنيا ومغرياتها في هذا الزمان؟ فضيلة الشيخ أرجو من سيادتكم الإفادة بالتفصيل وجزاك الله عنا خير الجزاء.
ج2 حقا الإيمان يزيد بطاعة الله، وينقص بمعصيته، فحافظ على ما أوجب الله من أداء الصلوات في وقتها جماعة في المساجد، وأداء الزكاة طيبة بها نفسك طهرة لك من الذنوب ورحمة بالفقراء والمساكين، وجالس أهل الخير والصلاح؛ ليكونوا؛ عونا لك على تطبيق الشريعة، وليرشدوك إلى ما فيه السعادة في الدنيا والآخرة، وجانب أهل البدع والمعاصي لئلا يفتنوك، ويضعفوا عزيمة الخير فيك، وأكثر من فعل نوافل الخير، والجأ إلى الله واسأله التوفيق، إنك إن فعلت ذلك زادك الله إيمانا وأدركت ما فاتك من المعروف، وزادك الله إحسانا واستقامة على جادة الإسلام. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
الرئيس: عبد العزيز بن عبد الله بن باز
نائب رئيس اللجنة: عبد الرزاق عفيفي
عضو: عبد الله بن غديان
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 FATWA AL-LAJNAH AD-DAAIMAH TENTANG BAGAIMANA CARA MENAMBAH KEIMANAN
❓Pertanyaan kedua dari fatwa nomor 10561:
Keimanan itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Jika saya termasuk orang yang kurang imannya dan keras hatinya, bagaimana cara agar saya bisa menambah keimanan, melunakkan hati, dan membuat khusyu’ anggota tubuh saya, di tengah-tengah pergulatan dunia dan godaan-godaannya di zaman ini? Fadhilatusy Syaikh, saya berharap faidah secara rinci dari anda sekalian. Harapan kami semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik.
💡Jawaban al-Lajnah ad-Daaimah:
Sesungguhnya keimanan itu bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan berkurang dengan kemaksiatan kepada-Nya.
Maka jagalah kewajiban-kewajiban terhadap Allah seperti menegakkan shalat pada waktunya secara berjamaah di masjid, menunaikan zakat dengan penuh kerelaan hati untuk menyucikan anda dari dosa-dosa dan bersikap kasih sayang terhadap orang-orang fakir dan miskin.
Duduklah bersama orang-orang yang baik dan sholih, agar menolong anda dalam menerapkan syariat. Agar orang-orang baik dan sholih itu membimbing anda menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Jauhilah Ahlul Bid’ah dan orang-orang yang bermaksiat, agar tidak menimbulkan fitnah bagi anda, dan melemahkan semangat anda pada kebaikan. Perbanyaklah mengerjakan amalan-amalan nafilah (sunnah; mustahab). Bergantunglah kepada Allah dan mintalah taufiq kepada-Nya.
Jika anda melakukan hal itu Allah akan menambahkan keimanan pada diri anda dan anda akan memperoleh hal-hal yang ma’ruf (kebaikan) yang sebelumnya terluputkan dari anda. Allah pun akan menambahkan kebaikan dan keistiqomahan kepada anda di atas jalan Islam yang lurus.
Hanya milik Allah lah taufiq, dan semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para Sahabatnya.
Al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Iftaa’ (Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmu dan Fatwa)
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
🇸🇦Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:
كيف الطريق إلى زيادة الإيمان
السؤال الثاني من الفتوى رقم (10561)
س2 الإيمان يزيد وينقص، فإذا كنت ممن نقص إيمانه وقسا قلبه، فكيف لي بزيادة إيماني وليونة قلبي وخشوع جوارحي في وسط صراع الدنيا ومغرياتها في هذا الزمان؟ فضيلة الشيخ أرجو من سيادتكم الإفادة بالتفصيل وجزاك الله عنا خير الجزاء.
ج2 حقا الإيمان يزيد بطاعة الله، وينقص بمعصيته، فحافظ على ما أوجب الله من أداء الصلوات في وقتها جماعة في المساجد، وأداء الزكاة طيبة بها نفسك طهرة لك من الذنوب ورحمة بالفقراء والمساكين، وجالس أهل الخير والصلاح؛ ليكونوا؛ عونا لك على تطبيق الشريعة، وليرشدوك إلى ما فيه السعادة في الدنيا والآخرة، وجانب أهل البدع والمعاصي لئلا يفتنوك، ويضعفوا عزيمة الخير فيك، وأكثر من فعل نوافل الخير، والجأ إلى الله واسأله التوفيق، إنك إن فعلت ذلك زادك الله إيمانا وأدركت ما فاتك من المعروف، وزادك الله إحسانا واستقامة على جادة الإسلام. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
الرئيس: عبد العزيز بن عبد الله بن باز
نائب رئيس اللجنة: عبد الرزاق عفيفي
عضو: عبد الله بن غديان
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 BELAJAR ILMU ALAT (ILMU NAHWU, TAJWID, DAN SEMISALNYA) DARI SEORANG YANG BUKAN AHLUS SUNNAH
❓Pertanyaan:
Semoga Allah berbuat baik kepada anda sekalian. Ada penanya yang bertanya: Apakah boleh mempelajari ilmu-ilmu alat seperti Nahwu, Tajwid, Ilmu Ushul, kepada Ahlul Bid’ah seperti Sufi, al-Asya’iroh, Ikhwanul Muslimin, terkhusus kepada sebagian mereka yang termasuk menonjol dalam bidang itu?
💡Jawaban Syaikh Ubaid al-Jabiriy hafizhahullah:
⬜️ Pertama: Di antara nikmat Allah kepada kita adalah adanya Ahlus Sunnah yang menonjol dalam ilmu-ilmu alat, sehingga saya nasihatkan kepada orang yang mendengar penjelasanku saat ini atau melalui risalah ini setelah disebarkan, hendaknya menjauhi Ahlul Bid’ah dan janganlah menuntut ilmu dari mereka. Selama seseorang mampu untuk mendapatkan ilmu itu dari Ahlus Sunnah. Silakan mengambil ilmu-ilmu alat yang diperlukan.
Apabila seseorang benar-benar memerlukan hal (ilmu-ilmu) itu, (penerapan) kedaruratan itu sebatas kadarnya saja. Kita katakan:
🔗 Pertama: Wajib bagi orang yang diberi (anugerah) ilmu, hendaknya mereka berusaha mencegah masyarakat umum muslimin, dan menjauhkan mereka dari orang-orang yang terpengaruh kebid’ahan itu.
🔗 Kedua: Bagi orang yang benar-benar membutuhkan ilmu itu, tidak bisa dihindari, ia sangat membutuhkannya, wajib untuk memahami dengan baik ilmu syar’i secara umum, khususnya masalah keyakinan (akidah). Ini adalah syarat pertama.
⬜️ (Syarat) kedua: Ia harus cerdas dan bisa membedakan, bisa melihat secara jernih, janganlah menerima dari Ahlul Bid’ah tersebut ilmu yang akan memperluas tersebarnya kebid’ahan itu. Dalam ilmu mustholah, ada pembahasan riwayat dari Ahlul Bid’ah yang kebid’ahannya mufassiqoh (belum sampai taraf kafir, pent). Apakah (periwayatannya) itu diterima atau tidak diterima. Pendapat yang benar adalah bahwasanya periwayatan pada macam ini dari Ahlul Bid’ah terbagi menjadi 2 macam:
Macam pertama: (periwayatan) yang menguatkan kebid’ahan mereka. Orang yang seperti itu tidaklah bisa diambil ilmunya.
Sedangkan macam (kedua) adalah orang yang periwayatan mereka tidaklah menguatkan (kebid’ahannya). Artinya, ucapan, perbuatan, atau ilmu mereka tidaklah mendukung kebid’ahannya. Orang-orang yang seperti ini bisa diambil ilmunya dalam hal-hal yang tidak menguatkan jalan kebid’ahannya. Demikian.
Sumber Audio: https://shorten.one/hzFDn
🇸🇦 Transkrip dalam Bahasa Arab:
أحسن الله إليكم، يقول هذا السائل: هل يجوز تحصيل علوم الآلة كالنحو، والتجويد، والأصول، عند أهل البدع
كالصوفية، والأشاعرة،والإخوان، خاصة أن بعضهم من المبرّزين فيها ؟
أولا: من نعمة الله علينا أنه يُوجد أهل السنة عندهم علوم الآلة، ومبرّزون فيها فنصيحتي لمن يستمع إليّ الآن أو من خلال هذه الرسالة بعد نشرها، أن يُجانب أهل البدع، وأن لا يطلب لديهم علمًا، مادام أنه يستطيع الوصول إلى صاحب سنة، يأخذ عنه مايحتاج إليه من علوم الآلة، فإذا
اضطُر إلى هذا، فالضرورة تُقدّر بقدرها، فنقول :
أولا: يجب على من أُعطوا نصيبًا من العلم أن يأخذوا بأيدي عوام المسلمين وأن يبعدوهم عن هؤلاء المتلوثين بالبدع.
ثانيا: من اضطُر إلى علم لا يستغنِ عنه، هو في حاجة إليه، فيجب أن يكون حاذقا في العلم الشرعي عامة، وباب الإعتقاد خاصة، هذا أول شرط.
الثاني: أن يكون عنده فطنة وكياسة وتمييز ،فيصفي الأمر تصفية، فلا يقبل من هذا المبتدع علما يُروِّج خلاله بدعته، وفي علم المصطلح مسألة؛ وهي رواية المبتدع التي بدعته مُفسّقة، هل تُقبل أو لا تُقبل،والتحقيق أن رواية هذا الصنف من المبتدعة قسمان:
قسمٌ تقوى به بدعتهم، فهؤلاء لا يُؤخذ عنهم العلم، وقسمٌ من رواياتهم ليس فيه قوة، يعني قسم من أقوالهم أو أعمالهم أو علمهم لا تقوى به بدعهم، فهؤلاء يُؤخذ عنهم مالاتقوى به نحلتهم وطريقتهم البدعية. نعم .
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BELAJAR ILMU ALAT (ILMU NAHWU, TAJWID, DAN SEMISALNYA) DARI SEORANG YANG BUKAN AHLUS SUNNAH
❓Pertanyaan:
Semoga Allah berbuat baik kepada anda sekalian. Ada penanya yang bertanya: Apakah boleh mempelajari ilmu-ilmu alat seperti Nahwu, Tajwid, Ilmu Ushul, kepada Ahlul Bid’ah seperti Sufi, al-Asya’iroh, Ikhwanul Muslimin, terkhusus kepada sebagian mereka yang termasuk menonjol dalam bidang itu?
💡Jawaban Syaikh Ubaid al-Jabiriy hafizhahullah:
⬜️ Pertama: Di antara nikmat Allah kepada kita adalah adanya Ahlus Sunnah yang menonjol dalam ilmu-ilmu alat, sehingga saya nasihatkan kepada orang yang mendengar penjelasanku saat ini atau melalui risalah ini setelah disebarkan, hendaknya menjauhi Ahlul Bid’ah dan janganlah menuntut ilmu dari mereka. Selama seseorang mampu untuk mendapatkan ilmu itu dari Ahlus Sunnah. Silakan mengambil ilmu-ilmu alat yang diperlukan.
Apabila seseorang benar-benar memerlukan hal (ilmu-ilmu) itu, (penerapan) kedaruratan itu sebatas kadarnya saja. Kita katakan:
🔗 Pertama: Wajib bagi orang yang diberi (anugerah) ilmu, hendaknya mereka berusaha mencegah masyarakat umum muslimin, dan menjauhkan mereka dari orang-orang yang terpengaruh kebid’ahan itu.
🔗 Kedua: Bagi orang yang benar-benar membutuhkan ilmu itu, tidak bisa dihindari, ia sangat membutuhkannya, wajib untuk memahami dengan baik ilmu syar’i secara umum, khususnya masalah keyakinan (akidah). Ini adalah syarat pertama.
⬜️ (Syarat) kedua: Ia harus cerdas dan bisa membedakan, bisa melihat secara jernih, janganlah menerima dari Ahlul Bid’ah tersebut ilmu yang akan memperluas tersebarnya kebid’ahan itu. Dalam ilmu mustholah, ada pembahasan riwayat dari Ahlul Bid’ah yang kebid’ahannya mufassiqoh (belum sampai taraf kafir, pent). Apakah (periwayatannya) itu diterima atau tidak diterima. Pendapat yang benar adalah bahwasanya periwayatan pada macam ini dari Ahlul Bid’ah terbagi menjadi 2 macam:
Macam pertama: (periwayatan) yang menguatkan kebid’ahan mereka. Orang yang seperti itu tidaklah bisa diambil ilmunya.
Sedangkan macam (kedua) adalah orang yang periwayatan mereka tidaklah menguatkan (kebid’ahannya). Artinya, ucapan, perbuatan, atau ilmu mereka tidaklah mendukung kebid’ahannya. Orang-orang yang seperti ini bisa diambil ilmunya dalam hal-hal yang tidak menguatkan jalan kebid’ahannya. Demikian.
Sumber Audio: https://shorten.one/hzFDn
🇸🇦 Transkrip dalam Bahasa Arab:
أحسن الله إليكم، يقول هذا السائل: هل يجوز تحصيل علوم الآلة كالنحو، والتجويد، والأصول، عند أهل البدع
كالصوفية، والأشاعرة،والإخوان، خاصة أن بعضهم من المبرّزين فيها ؟
أولا: من نعمة الله علينا أنه يُوجد أهل السنة عندهم علوم الآلة، ومبرّزون فيها فنصيحتي لمن يستمع إليّ الآن أو من خلال هذه الرسالة بعد نشرها، أن يُجانب أهل البدع، وأن لا يطلب لديهم علمًا، مادام أنه يستطيع الوصول إلى صاحب سنة، يأخذ عنه مايحتاج إليه من علوم الآلة، فإذا
اضطُر إلى هذا، فالضرورة تُقدّر بقدرها، فنقول :
أولا: يجب على من أُعطوا نصيبًا من العلم أن يأخذوا بأيدي عوام المسلمين وأن يبعدوهم عن هؤلاء المتلوثين بالبدع.
ثانيا: من اضطُر إلى علم لا يستغنِ عنه، هو في حاجة إليه، فيجب أن يكون حاذقا في العلم الشرعي عامة، وباب الإعتقاد خاصة، هذا أول شرط.
الثاني: أن يكون عنده فطنة وكياسة وتمييز ،فيصفي الأمر تصفية، فلا يقبل من هذا المبتدع علما يُروِّج خلاله بدعته، وفي علم المصطلح مسألة؛ وهي رواية المبتدع التي بدعته مُفسّقة، هل تُقبل أو لا تُقبل،والتحقيق أن رواية هذا الصنف من المبتدعة قسمان:
قسمٌ تقوى به بدعتهم، فهؤلاء لا يُؤخذ عنهم العلم، وقسمٌ من رواياتهم ليس فيه قوة، يعني قسم من أقوالهم أو أعمالهم أو علمهم لا تقوى به بدعهم، فهؤلاء يُؤخذ عنهم مالاتقوى به نحلتهم وطريقتهم البدعية. نعم .
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KEUTAMAAN BEBERAPA SHALAT SUNNAH
Para pembaca rahimakumullah, shalat sunnah sering juga diistilahkan dengan shalat tathawwu’ dan shalat nafilah. Banyak hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan shalat-shalat sunnah. Hadits-hadits yang dimaksud antara lain:
1⃣ Keutamaan shalat malam
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ لِلْإِثْمِ
“Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, ia adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus kejelekan dan pencegah dosa.” (HR. At-Tirmidzi no. 3549 dari shahabat Abu Umamah al-Bahili radhiallahuanhu)
2⃣ Keutamaan shalat rawatib
Yang simaksud dengan shalat rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat lima waktu, baik yang dikerjakan sebelum maupun sedudahnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَن ثَابرَ عَلَى ثنتي عشرةَ منَ السُّنَّةِ بنيَ الله لَهُ بيتًا في الجنَّةِ: أربع ركعات قبلَ الظُّهرِ ورَكعتينِ بعدَ الظُّهرِ ورَكعتينِ بعدَ المغربِ ورَكعتينِ بعدَ العشاءِ ورَكعتينِ قبلَ الفجر
“Barangsiapa yang senantiasa mengerjakan shalat sunnah 12 raka’at maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga. (12 raka’at yang dimaksud adalah) empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at setelah zhuhur, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya’ dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. At-Tirmidzi no. 414 dari ummul mukminin Aisyah radhiallahuanha)
Shalat rawatib sebelum shalat shubuh mempunyai keutamaan yang besar. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
رَكْعَتَا الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَما فِيهَا
“Dua raka’at sebelum shalat shubuh lebih baik daripada dunia dan seluruh yang ada padanya.” (HR. Muslim no. 1721 dari ummul mukminin Aisyah radhiallahuanha)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menjaga dan melaksanakan shalat rawatib dua raka’at sebelum shalat shubuh, baik ketika mukim maupun ketika sedang safar. Istri beliau, ummul mikminin Aisyah radhiallahuanha pernah menuturkan (artinya), “Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam belum pernah memperhatikan dan menjaga shalat sunnah melebihi perhatian dan penjagaan beliau terhadap dua raka’at shalat sunnah sebelum shalat shubuh.” (HR. Al-Bukhari no. 1116 dan Muslim no. 1719)
Terkhusus shalat jum’at, sebatas yang kami ketahui, tidak ada shalat sunnah qabliyyah jum’at. Seseorang yang datang ke masjid, cukup baginya mengerjakan shalat sunnah tahiyyatul masjid dua raka’at. Diperkenankan pula untuk mengerjakan shalat sunnah mutlak dua raka’at dua raka’at dan berhenti ketika khatib naik mimbar. Rasulullah shalallah ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أتَى الجُمُعَةَ، فَصَلَّى ما قُدِّرَ له، ثُمَّ أنْصَتَ حتَّى يَفْرُغَ مِن خُطْبَتِهِ، ثُمَّ يُصَلِّي معهُ، غُفِرَ له ما بيْنَهُ وبيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى، وفَضْلُ ثَلاثَةِ أيَّامٍ.
“Barangsiapa mandi lalu mendatangi shalat jum’at kemudian mengerjakan shalat sunnah semampu dia. Setelah itu diam mendengarkan khutbah hingga selesai kemudian shalat jum’at berjama’ah, maka akan diampuni dosa-dosanya antara jum’at tersebut ke jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim no. 857 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
Adapun shalat sunnah setelah shalat jum’at maka boleh dikerjakan dua raka’at. Shahabat Abdullah bin Umar radhiallahuanhu berkata (artinya), “Beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam) shalat dua raka’at setelah shalat jum’at.” (HR. Al-Bukhari no. 895 dan Muslim no. 2077)
Boleh juga dikerjakan empat raka’at (dua raka’at salam, dua raka’at salam).
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَن كانَ مِنكُم مُصَلِّيًا بَعْدَ الجُمُعَةِ فَلْيُصَلِّ أرْبَعًا
“Barangsiapa di antara kalian yang ingin mengerjakan shalat setelah shalat jum’at maka shalatlah empat raka’at.” (HR. Muslim no. 2075 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
📬 KEUTAMAAN BEBERAPA SHALAT SUNNAH
Para pembaca rahimakumullah, shalat sunnah sering juga diistilahkan dengan shalat tathawwu’ dan shalat nafilah. Banyak hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan shalat-shalat sunnah. Hadits-hadits yang dimaksud antara lain:
1⃣ Keutamaan shalat malam
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ لِلْإِثْمِ
“Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, ia adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus kejelekan dan pencegah dosa.” (HR. At-Tirmidzi no. 3549 dari shahabat Abu Umamah al-Bahili radhiallahuanhu)
2⃣ Keutamaan shalat rawatib
Yang simaksud dengan shalat rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat lima waktu, baik yang dikerjakan sebelum maupun sedudahnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَن ثَابرَ عَلَى ثنتي عشرةَ منَ السُّنَّةِ بنيَ الله لَهُ بيتًا في الجنَّةِ: أربع ركعات قبلَ الظُّهرِ ورَكعتينِ بعدَ الظُّهرِ ورَكعتينِ بعدَ المغربِ ورَكعتينِ بعدَ العشاءِ ورَكعتينِ قبلَ الفجر
“Barangsiapa yang senantiasa mengerjakan shalat sunnah 12 raka’at maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga. (12 raka’at yang dimaksud adalah) empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at setelah zhuhur, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya’ dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. At-Tirmidzi no. 414 dari ummul mukminin Aisyah radhiallahuanha)
Shalat rawatib sebelum shalat shubuh mempunyai keutamaan yang besar. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
رَكْعَتَا الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَما فِيهَا
“Dua raka’at sebelum shalat shubuh lebih baik daripada dunia dan seluruh yang ada padanya.” (HR. Muslim no. 1721 dari ummul mukminin Aisyah radhiallahuanha)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menjaga dan melaksanakan shalat rawatib dua raka’at sebelum shalat shubuh, baik ketika mukim maupun ketika sedang safar. Istri beliau, ummul mikminin Aisyah radhiallahuanha pernah menuturkan (artinya), “Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam belum pernah memperhatikan dan menjaga shalat sunnah melebihi perhatian dan penjagaan beliau terhadap dua raka’at shalat sunnah sebelum shalat shubuh.” (HR. Al-Bukhari no. 1116 dan Muslim no. 1719)
Terkhusus shalat jum’at, sebatas yang kami ketahui, tidak ada shalat sunnah qabliyyah jum’at. Seseorang yang datang ke masjid, cukup baginya mengerjakan shalat sunnah tahiyyatul masjid dua raka’at. Diperkenankan pula untuk mengerjakan shalat sunnah mutlak dua raka’at dua raka’at dan berhenti ketika khatib naik mimbar. Rasulullah shalallah ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أتَى الجُمُعَةَ، فَصَلَّى ما قُدِّرَ له، ثُمَّ أنْصَتَ حتَّى يَفْرُغَ مِن خُطْبَتِهِ، ثُمَّ يُصَلِّي معهُ، غُفِرَ له ما بيْنَهُ وبيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى، وفَضْلُ ثَلاثَةِ أيَّامٍ.
“Barangsiapa mandi lalu mendatangi shalat jum’at kemudian mengerjakan shalat sunnah semampu dia. Setelah itu diam mendengarkan khutbah hingga selesai kemudian shalat jum’at berjama’ah, maka akan diampuni dosa-dosanya antara jum’at tersebut ke jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim no. 857 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
Adapun shalat sunnah setelah shalat jum’at maka boleh dikerjakan dua raka’at. Shahabat Abdullah bin Umar radhiallahuanhu berkata (artinya), “Beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam) shalat dua raka’at setelah shalat jum’at.” (HR. Al-Bukhari no. 895 dan Muslim no. 2077)
Boleh juga dikerjakan empat raka’at (dua raka’at salam, dua raka’at salam).
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَن كانَ مِنكُم مُصَلِّيًا بَعْدَ الجُمُعَةِ فَلْيُصَلِّ أرْبَعًا
“Barangsiapa di antara kalian yang ingin mengerjakan shalat setelah shalat jum’at maka shalatlah empat raka’at.” (HR. Muslim no. 2075 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
3⃣ Keutamaan shalat Isyraq
Shalat Isyraq adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit setinggi tombak (kurang lebih 15 menit setelah terbitnya matahari), dimana waktu tersebut merupakan awal waktu shalat dhuha. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh secara berjama’ah kemudian duduk sambil berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit kemudian shalat dua raka’at maka baginya pahala sempurna sekali berhaji dan umrah.” (HR. At-Tirmidzi no. 586 dari shahabat Anas bin Malik radhilallahuanhu)
4⃣ Keutamaan shalat Dhuha
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى
“Setiap persendian kalian ada kewajiban untuk disedekahi setiap harinya. Setiap ucapan tasbih adalah sedekah. Setiap ucapan tahmid adalah sedekah. Setiap ucapan tahlil adalah sedekah. Setiap ucapan takbir adalah sedekah. Amar ma’ruf nahi munkar juga sedekah. Tercukupkan semua itu dengan mengerjakan dua raka’at shalat Dhuha.” (HR. Muslim no. 720 dari shahabat Abu Dzar radhiallahuanhu)
5⃣ Keutamaan shalat setelah berwudhu
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلمٍ يَتَوَضَّأ فيُحْسِنُ وُضُوءَه، ثُمَّ يَقُومُ فيصلِّي ركعتين، مقبلٌ عليهما بقَلبِه ووجهِه، إلَّا وجبتْ له الجنَّة
“Tidaklah seorang muslim berwudhu dengan sempurna lalu mengerjakan shalat dua raka’at, dikerjakan dengan tenang dan khusyuk, melainkan baginya balasan Surga.” (HR. Muslim no. 234 dari shahabat Uqbah bin Amir radhiallahuanhu)
6⃣ Keutamaan shalat ketika masuk dan keluar rumah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalllam bersabda,
إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعانِكَ مَخْرَجَ السَّوْءِ، فَإذَا دَخَلْتَ مَنْزِلَكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعانِكَ مَدْخَلَ السَّوْءِ
“Jika kamu hendak keluar rumah maka shalatlah dua raka’at, niscaya keduanya akan mencegahmu dari tempat keluar yang jelek. Demikian pula jika kamu masuk rumah maka shalatlah dua raka’at, niscaya keduanya akan mencegahnya dari tempat masuk yang jelek.” (HR. Al-Bazzar no. 746 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
Para pembaca rahimakumullah, demikian beberapa keutamaan shalat-shalat sunnah. Di sana masih terdapat sekian banyak shalat-shalat sunnah yang tidak memungkinkan untuk kami sampaikan di sini. Namun, semoga yang sedikit ini bisa kita amalkan dan menjadi bagian dari rutinitas ibadah kita setiap hari.
Allahu a’lam bish shawab.
Semoga bermanfaat.
Penulis: Ustadz Abdullah Imam hafizhahullah | https://buletin-alilmu.net/2018/05/13/penyempurna-pahala-shalat/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Shalat Isyraq adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit setinggi tombak (kurang lebih 15 menit setelah terbitnya matahari), dimana waktu tersebut merupakan awal waktu shalat dhuha. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh secara berjama’ah kemudian duduk sambil berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit kemudian shalat dua raka’at maka baginya pahala sempurna sekali berhaji dan umrah.” (HR. At-Tirmidzi no. 586 dari shahabat Anas bin Malik radhilallahuanhu)
4⃣ Keutamaan shalat Dhuha
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى
“Setiap persendian kalian ada kewajiban untuk disedekahi setiap harinya. Setiap ucapan tasbih adalah sedekah. Setiap ucapan tahmid adalah sedekah. Setiap ucapan tahlil adalah sedekah. Setiap ucapan takbir adalah sedekah. Amar ma’ruf nahi munkar juga sedekah. Tercukupkan semua itu dengan mengerjakan dua raka’at shalat Dhuha.” (HR. Muslim no. 720 dari shahabat Abu Dzar radhiallahuanhu)
5⃣ Keutamaan shalat setelah berwudhu
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلمٍ يَتَوَضَّأ فيُحْسِنُ وُضُوءَه، ثُمَّ يَقُومُ فيصلِّي ركعتين، مقبلٌ عليهما بقَلبِه ووجهِه، إلَّا وجبتْ له الجنَّة
“Tidaklah seorang muslim berwudhu dengan sempurna lalu mengerjakan shalat dua raka’at, dikerjakan dengan tenang dan khusyuk, melainkan baginya balasan Surga.” (HR. Muslim no. 234 dari shahabat Uqbah bin Amir radhiallahuanhu)
6⃣ Keutamaan shalat ketika masuk dan keluar rumah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalllam bersabda,
إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعانِكَ مَخْرَجَ السَّوْءِ، فَإذَا دَخَلْتَ مَنْزِلَكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعانِكَ مَدْخَلَ السَّوْءِ
“Jika kamu hendak keluar rumah maka shalatlah dua raka’at, niscaya keduanya akan mencegahmu dari tempat keluar yang jelek. Demikian pula jika kamu masuk rumah maka shalatlah dua raka’at, niscaya keduanya akan mencegahnya dari tempat masuk yang jelek.” (HR. Al-Bazzar no. 746 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
Para pembaca rahimakumullah, demikian beberapa keutamaan shalat-shalat sunnah. Di sana masih terdapat sekian banyak shalat-shalat sunnah yang tidak memungkinkan untuk kami sampaikan di sini. Namun, semoga yang sedikit ini bisa kita amalkan dan menjadi bagian dari rutinitas ibadah kita setiap hari.
Allahu a’lam bish shawab.
Semoga bermanfaat.
Penulis: Ustadz Abdullah Imam hafizhahullah | https://buletin-alilmu.net/2018/05/13/penyempurna-pahala-shalat/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG TERKABULKANNYA DOA
Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah menyatakan:
"Apabila doa diiringi dengan hadirnya hati dan terkumpulnya keinginan hati untuk mendapatkan hal yang diinginkan, serta bertepatan dengan waktu mustajab yang enam, yaitu;
◽️sepertiga malam terakhir,
◽️saat adzan,
◽️saat antara adzan dan iqomat,
◽️di penghujung shalat-shalat wajib,
◽️saat Imam naik ke atas mimbar pada hari Jumat hingga shalat ditegakkan di hari itu,
◽️akhir waktu setelah shalat Ashar (di hari Jumat).
Dan bertepatan dengan khusyu’nya hati, merendahkan hati di hadapan Allah, menghinakan diri, dan tunduk kepada-Nya dengan kelembutan, menghadap ke arah kiblat, berada dalam keadaan suci (dari hadats kecil maupun besar, pent), mengangkat kedua telapak tangan menghadap Allah.
Memulai dengan pujian dan sanjungan kepada-Nya, kemudian bersholawat kepada Muhammad yang merupakan hamba dan Rasul-Nya shollallahu alaihi wasallam, kemudian mendahulukan tobat dan istighfar.
Kemudian berdoa dan terus meminta kepada Allah, mengharap keridhaan-Nya, diiringi perasaan berharap dan takut, bertawassul kepada-Nya dengan Nama, Sifat-Sifat, dan keesaan-Nya.
Dan mendahulukan sedekah sebelum berdoa, sesungguhnya doa ini hampir-hampir tidak akan tertolak selamanya.
Terlebih lagi jika bertepatan dengan doa-doa yang dikhabarkan Nabi shollallahu alaihi wasallam sebagai tempat yang diduga kuat akan dikabulkan atau mengandung Nama (Allah) yang agung."
(al-Jawaabul Kaafi li man sa-ala ‘anid Dawaa-isy Syaafiy (1/12))
🇸🇦 Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
وَإِذَا جَمَعَ مَعَ الدُّعَاءِ حُضُورَ الْقَلْبِ وَجَمْعِيَّتَهُ بِكُلِّيَّتِهِ عَلَى الْمَطْلُوبِ، وَصَادَفَ وَقْتًا مِنْ أَوْقَاتِ الْإِجَابَةِ السِّتَّةِ، وَهِيَ:الثُّلُثُ الْأَخِيرُ مِنَ اللَّيْلِ، وَعِنْدَ الْأَذَانِ، وَبَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، وَأَدْبَارُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ، وَعِنْدَ صُعُودِ الْإِمَامِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى الْمِنْبَرِ حَتَّى تُقْضَى الصَّلَاةُ مِنْ ذَلِكَ الْيَوْمِ، وَآخِرُ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ.وَصَادَفَ خُشُوعًا فِي الْقَلْبِ، وَانْكِسَارًا بَيْنَ يَدَيِ الرَّبِّ، وَذُلًّا لَهُ، وَتَضَرُّعًا، وَرِقَّةً.وَاسْتَقْبَلَ الدَّاعِي الْقِبْلَةَ.وَكَانَ عَلَى طَهَارَةٍ.وَرَفَعَ يَدَيْهِ إِلَى اللَّهِ.وَبَدَأَ بِحَمْدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ.ثُمَّ ثَنَّى بِالصَّلَاةِ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِهِ وَرَسُولِهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -.ثُمَّ قَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَتِهِ التَّوْبَةَ وَالِاسْتِغْفَارَ.ثُمَّ دَخَلَ عَلَى اللَّهِ، وَأَلَحَّ عَلَيْهِ فِي الْمَسْأَلَةِ، وَتَمَلَّقَهُ وَدَعَاهُ رَغْبَةً وَرَهْبَةً.وَتَوَسَّلَ إِلَيْهِ بِأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَتَوْحِيدِهِ.وَقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ دُعَائِهِ صَدَقَةً، فَإِنَّ هَذَا الدُّعَاءَ لَا يَكَادُ يُرَدُّ أَبَدًا، وَلَا سِيَّمَا إِنْ صَادَفَ الْأَدْعِيَةَ الَّتِي أَخْبَرَ النَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهَا مَظَنَّةُ الْإِجَابَةِ، أَوْ أَنَّهَا مُتَضَمِّنَةٌ لِلِاسْمِ الْأَعْظَمِ.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG TERKABULKANNYA DOA
Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah menyatakan:
"Apabila doa diiringi dengan hadirnya hati dan terkumpulnya keinginan hati untuk mendapatkan hal yang diinginkan, serta bertepatan dengan waktu mustajab yang enam, yaitu;
◽️sepertiga malam terakhir,
◽️saat adzan,
◽️saat antara adzan dan iqomat,
◽️di penghujung shalat-shalat wajib,
◽️saat Imam naik ke atas mimbar pada hari Jumat hingga shalat ditegakkan di hari itu,
◽️akhir waktu setelah shalat Ashar (di hari Jumat).
Dan bertepatan dengan khusyu’nya hati, merendahkan hati di hadapan Allah, menghinakan diri, dan tunduk kepada-Nya dengan kelembutan, menghadap ke arah kiblat, berada dalam keadaan suci (dari hadats kecil maupun besar, pent), mengangkat kedua telapak tangan menghadap Allah.
Memulai dengan pujian dan sanjungan kepada-Nya, kemudian bersholawat kepada Muhammad yang merupakan hamba dan Rasul-Nya shollallahu alaihi wasallam, kemudian mendahulukan tobat dan istighfar.
Kemudian berdoa dan terus meminta kepada Allah, mengharap keridhaan-Nya, diiringi perasaan berharap dan takut, bertawassul kepada-Nya dengan Nama, Sifat-Sifat, dan keesaan-Nya.
Dan mendahulukan sedekah sebelum berdoa, sesungguhnya doa ini hampir-hampir tidak akan tertolak selamanya.
Terlebih lagi jika bertepatan dengan doa-doa yang dikhabarkan Nabi shollallahu alaihi wasallam sebagai tempat yang diduga kuat akan dikabulkan atau mengandung Nama (Allah) yang agung."
(al-Jawaabul Kaafi li man sa-ala ‘anid Dawaa-isy Syaafiy (1/12))
🇸🇦 Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
وَإِذَا جَمَعَ مَعَ الدُّعَاءِ حُضُورَ الْقَلْبِ وَجَمْعِيَّتَهُ بِكُلِّيَّتِهِ عَلَى الْمَطْلُوبِ، وَصَادَفَ وَقْتًا مِنْ أَوْقَاتِ الْإِجَابَةِ السِّتَّةِ، وَهِيَ:الثُّلُثُ الْأَخِيرُ مِنَ اللَّيْلِ، وَعِنْدَ الْأَذَانِ، وَبَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، وَأَدْبَارُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ، وَعِنْدَ صُعُودِ الْإِمَامِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى الْمِنْبَرِ حَتَّى تُقْضَى الصَّلَاةُ مِنْ ذَلِكَ الْيَوْمِ، وَآخِرُ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ.وَصَادَفَ خُشُوعًا فِي الْقَلْبِ، وَانْكِسَارًا بَيْنَ يَدَيِ الرَّبِّ، وَذُلًّا لَهُ، وَتَضَرُّعًا، وَرِقَّةً.وَاسْتَقْبَلَ الدَّاعِي الْقِبْلَةَ.وَكَانَ عَلَى طَهَارَةٍ.وَرَفَعَ يَدَيْهِ إِلَى اللَّهِ.وَبَدَأَ بِحَمْدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ.ثُمَّ ثَنَّى بِالصَّلَاةِ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِهِ وَرَسُولِهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -.ثُمَّ قَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَتِهِ التَّوْبَةَ وَالِاسْتِغْفَارَ.ثُمَّ دَخَلَ عَلَى اللَّهِ، وَأَلَحَّ عَلَيْهِ فِي الْمَسْأَلَةِ، وَتَمَلَّقَهُ وَدَعَاهُ رَغْبَةً وَرَهْبَةً.وَتَوَسَّلَ إِلَيْهِ بِأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَتَوْحِيدِهِ.وَقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ دُعَائِهِ صَدَقَةً، فَإِنَّ هَذَا الدُّعَاءَ لَا يَكَادُ يُرَدُّ أَبَدًا، وَلَا سِيَّمَا إِنْ صَادَفَ الْأَدْعِيَةَ الَّتِي أَخْبَرَ النَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهَا مَظَنَّةُ الْإِجَابَةِ، أَوْ أَنَّهَا مُتَضَمِّنَةٌ لِلِاسْمِ الْأَعْظَمِ.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com