::
📬 TIDAK MENGAMBIL ILMU DAN INFORMASI DARI MAJAHIL (ORANG-ORANG MAJHUL)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:02:16
◙ Ukuran file 535 KB
◙ Link: http://bit.ly/3odoJAS
#jaban #simpang_siur #nama_samaran #berita
(*) Tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang hendak memberikan nasehat
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 TIDAK MENGAMBIL ILMU DAN INFORMASI DARI MAJAHIL (ORANG-ORANG MAJHUL)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:02:16
◙ Ukuran file 535 KB
◙ Link: http://bit.ly/3odoJAS
#jaban #simpang_siur #nama_samaran #berita
(*) Tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang hendak memberikan nasehat
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 (TRANSKRIP) TIDAK MENGAMBIL ILMU DAN INFORMASI DARI MAJAHIL (ORANG-ORANG MAJHUL)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf -hafizhahullah-
◙ Link: http://bit.ly/3odoJAS
Transkrip:
Jangan mengikuti berita-berita yang simpang siur!
Jangan sibuk mengurusi berita-berita yang seperti ini..! ya.
Apalagi kalau berita-berita yang SUMBERNYA MAJHUL, SUMBERNYA TIDAK DIKETAHUI..
Para ulama sudah memberikan wejangan, nasehat kepada kita untuk TIDAK MENGAMBIL ILMU, TIDAK MENGAMBIL INFORMASI DARI MAJAAHIL!
La yukhodul ilmu 'anil majaahil..!
JANGAN MENGAMBIL ILMU!
JANGAN MENGAMBIL BERITA!
JANGAN MENGAMBIL INFORMASI 'ANIL MAJAAHIL !! (Dari orang-orang yang majhul yang tidak diketahui)
Mereka bukan orang-orang yang hendak memberikan nasehat..
Kalau memang tujuannya ingin menyampaikan nasehat mengapa tidak terang-terangan saja?! jujur!
Menampakkan hakekatnya!
Tidak kemudian menggunakan nama-nama samaran, daerah-daerah samaran yang tidak diketahui..
Yang seperti ini jangan dipedulikan! abaikan! kenapa?
SUMBERNYA NGGAK JELAS!, MAJHUL!
Jaban! penakut!
Laisa Minannashihin (Tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang hendak memberi nasehat) !
Kalau memang benar apa yang disampaikannya itu kenapa tidak terang-terangan saja?!
Kenapa harus lempar batu sembunyi tangan?!
Kenapa lempar tulisan sembunyi pulpen atau pensil?!
Ya Subhaanallah!
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 (TRANSKRIP) TIDAK MENGAMBIL ILMU DAN INFORMASI DARI MAJAHIL (ORANG-ORANG MAJHUL)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf -hafizhahullah-
◙ Link: http://bit.ly/3odoJAS
Transkrip:
Jangan mengikuti berita-berita yang simpang siur!
Jangan sibuk mengurusi berita-berita yang seperti ini..! ya.
Apalagi kalau berita-berita yang SUMBERNYA MAJHUL, SUMBERNYA TIDAK DIKETAHUI..
Para ulama sudah memberikan wejangan, nasehat kepada kita untuk TIDAK MENGAMBIL ILMU, TIDAK MENGAMBIL INFORMASI DARI MAJAAHIL!
La yukhodul ilmu 'anil majaahil..!
JANGAN MENGAMBIL ILMU!
JANGAN MENGAMBIL BERITA!
JANGAN MENGAMBIL INFORMASI 'ANIL MAJAAHIL !! (Dari orang-orang yang majhul yang tidak diketahui)
Mereka bukan orang-orang yang hendak memberikan nasehat..
Kalau memang tujuannya ingin menyampaikan nasehat mengapa tidak terang-terangan saja?! jujur!
Menampakkan hakekatnya!
Tidak kemudian menggunakan nama-nama samaran, daerah-daerah samaran yang tidak diketahui..
Yang seperti ini jangan dipedulikan! abaikan! kenapa?
SUMBERNYA NGGAK JELAS!, MAJHUL!
Jaban! penakut!
Laisa Minannashihin (Tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang hendak memberi nasehat) !
Kalau memang benar apa yang disampaikannya itu kenapa tidak terang-terangan saja?!
Kenapa harus lempar batu sembunyi tangan?!
Kenapa lempar tulisan sembunyi pulpen atau pensil?!
Ya Subhaanallah!
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 BAHAYANYA RUWAIBIDHOH INTERNET YANG TAMPIL DI DUNIA MAYA DARI KALANGAN MAJAHIL (ORANG-ORANG MAJHUL)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:03:42
◙ Ukuran file 1,3 MB
◙ Link: http://bit.ly/35aoxeb
(*) Lihat postingan-postingannya terlalu banyak yang fasiq, yang fajir..
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BAHAYANYA RUWAIBIDHOH INTERNET YANG TAMPIL DI DUNIA MAYA DARI KALANGAN MAJAHIL (ORANG-ORANG MAJHUL)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:03:42
◙ Ukuran file 1,3 MB
◙ Link: http://bit.ly/35aoxeb
(*) Lihat postingan-postingannya terlalu banyak yang fasiq, yang fajir..
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 BAHAYANYA RUWAIBIDHOH INTERNET YANG TAMPIL DI DUNIA MAYA DARI KALANGAN MAJAHIL (ORANG-ORANG MAJHUL)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
◙ Link: http://bit.ly/35aoxeb
Transkrip:
Ikhwanna fiddin a'azzakumulloh,
Untuk zaman kita sekarang ini, sebagian ulama kita menjelaskan adanya fenomena baru Ruwaibidhoh!
Mereka mengistilahkan dengan "RUWAIBIDHOH INTERNET"
Ada nggak ya kira-kira? Ada ya? ya bukan lagi ada, zamannya..!! yang tampil di dunia maya lebih banyak dibandingkan dengan dunia nyata..!
Sampai ada istilah Ruwaibidhotul Internet, antum bisa lihat dalam situs sahab dot net (Sahab Assalafiyyah) situsnya para ulama kita ikhwan, ada sebuah makalah yang namanya: "RUWAIBIDHOTUL INTERNET"!
(Ruwaibidhoh-ruwaibidhoh di internet)
Kalau antum menyebutkan satu persatu sifat-sifat Ruwaibidhoh tadi,
Kira-kira lebih banyak Ruwaibidhoh Internet ataukah Ruwaibidhoh dunia nyata?
Jawabannya..? (Ya) DI INTERNET!
Dikarenakan BANYAK YANG MAJAAHIL.. NGGAK ADA YANG DIKENAL..! situsnya kan menggunakan apa namanya, yakni nama-nama apa gitu lho..?!
Ini orang siapa? laki apa perempuan?! jin apa manusia?! wallahu a'lam.. Websitenya pakai nama apa gitu?! sopo iki?!
YANG JELAS MAJHUL!!
YANG JELAS BUKAN ULAMA (kebanyakannya).
Lihat postingan-postingannya:
Terlalu banyak yang fasiq!
Terlalu banyak yang fajir!
Terlalu banyak yang menyimpang!
Wallaahul musta'an..
Ya nggak semuanya yang terjun di dunia internet dikatakan sebagai Ruwaibidhoh.. Banyak juga Ahlussunnah Salafiyyin yang tampil disana, Tapi ketika dipersentase? tenggelam dalam lautan Ruwaibidhoh-ruwaibidhoh internet tadi..
Kira-kira sepakat begitu ya?! yang bermain di dunia maya ini ...InsyaAllah demikian.
Padahal ikhwana fiddin a'azzakumulloh kalau antum menyoroti membaca makalah tadi RUWAIBIDHOTUL INTERNET.. yang disoroti bukan semua yang tampil di internet!
Yang disoroti itu khusus di kalangan pemerhati manhaj salaf!! Hah!,
Pemerhati manhaj salaf yang mengaku sebagai seorang sunny.. sebagai seorang salafy, ternyata pada mereka banyak terjangkiti sifatnya Ruwaibidhoh..!!
Bagaimana kiranya kalau pembahasannya lebih luas lagi?!, menyoroti apa namanya.. pemain-pemain dunia maya dari kalangan:
Ahlul maksiat,
Orang yang fasiq,
YANG MAJHUL,
YANG NGGAK DIKENAL SIAPA DIA,
Yang menyimpang,
Yang sesat,
YA TAMBAH BUANYAK.. RUWAIBIDHOHNYA!!
Ini saya bawakan.. penting dikarenakan yang disoroti adalah Ruwaibidhoh-ruwaibidhoh pemerhati salaf.
Supaya jangan sampai antum-antum yang biasa bermain di dunia maya dimasukkan dalam kategori Ruwaibidhoh.
Penyebutan Ruwaibidhoh itu penghinaan.. bukan pujian, Baarokallaahu Fiikum!
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BAHAYANYA RUWAIBIDHOH INTERNET YANG TAMPIL DI DUNIA MAYA DARI KALANGAN MAJAHIL (ORANG-ORANG MAJHUL)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
◙ Link: http://bit.ly/35aoxeb
Transkrip:
Ikhwanna fiddin a'azzakumulloh,
Untuk zaman kita sekarang ini, sebagian ulama kita menjelaskan adanya fenomena baru Ruwaibidhoh!
Mereka mengistilahkan dengan "RUWAIBIDHOH INTERNET"
Ada nggak ya kira-kira? Ada ya? ya bukan lagi ada, zamannya..!! yang tampil di dunia maya lebih banyak dibandingkan dengan dunia nyata..!
Sampai ada istilah Ruwaibidhotul Internet, antum bisa lihat dalam situs sahab dot net (Sahab Assalafiyyah) situsnya para ulama kita ikhwan, ada sebuah makalah yang namanya: "RUWAIBIDHOTUL INTERNET"!
(Ruwaibidhoh-ruwaibidhoh di internet)
Kalau antum menyebutkan satu persatu sifat-sifat Ruwaibidhoh tadi,
Kira-kira lebih banyak Ruwaibidhoh Internet ataukah Ruwaibidhoh dunia nyata?
Jawabannya..? (Ya) DI INTERNET!
Dikarenakan BANYAK YANG MAJAAHIL.. NGGAK ADA YANG DIKENAL..! situsnya kan menggunakan apa namanya, yakni nama-nama apa gitu lho..?!
Ini orang siapa? laki apa perempuan?! jin apa manusia?! wallahu a'lam.. Websitenya pakai nama apa gitu?! sopo iki?!
YANG JELAS MAJHUL!!
YANG JELAS BUKAN ULAMA (kebanyakannya).
Lihat postingan-postingannya:
Terlalu banyak yang fasiq!
Terlalu banyak yang fajir!
Terlalu banyak yang menyimpang!
Wallaahul musta'an..
Ya nggak semuanya yang terjun di dunia internet dikatakan sebagai Ruwaibidhoh.. Banyak juga Ahlussunnah Salafiyyin yang tampil disana, Tapi ketika dipersentase? tenggelam dalam lautan Ruwaibidhoh-ruwaibidhoh internet tadi..
Kira-kira sepakat begitu ya?! yang bermain di dunia maya ini ...InsyaAllah demikian.
Padahal ikhwana fiddin a'azzakumulloh kalau antum menyoroti membaca makalah tadi RUWAIBIDHOTUL INTERNET.. yang disoroti bukan semua yang tampil di internet!
Yang disoroti itu khusus di kalangan pemerhati manhaj salaf!! Hah!,
Pemerhati manhaj salaf yang mengaku sebagai seorang sunny.. sebagai seorang salafy, ternyata pada mereka banyak terjangkiti sifatnya Ruwaibidhoh..!!
Bagaimana kiranya kalau pembahasannya lebih luas lagi?!, menyoroti apa namanya.. pemain-pemain dunia maya dari kalangan:
Ahlul maksiat,
Orang yang fasiq,
YANG MAJHUL,
YANG NGGAK DIKENAL SIAPA DIA,
Yang menyimpang,
Yang sesat,
YA TAMBAH BUANYAK.. RUWAIBIDHOHNYA!!
Ini saya bawakan.. penting dikarenakan yang disoroti adalah Ruwaibidhoh-ruwaibidhoh pemerhati salaf.
Supaya jangan sampai antum-antum yang biasa bermain di dunia maya dimasukkan dalam kategori Ruwaibidhoh.
Penyebutan Ruwaibidhoh itu penghinaan.. bukan pujian, Baarokallaahu Fiikum!
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 JARH MUFASSAR DARI SEORANG ALIM HARUS DITERIMA: POKOKNYA (HARUS) SALAH WALAUPUN TIDAK ADA HUJJAH DAN BUKTI
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-
◙ Link: http://bit.ly/33eYh1g
Transkrip:
Tapi seperti tadi, fitnah TUMAYYIZUR RIJAL (dengan fitnah semakin memilah orang) semakin memilah alkhobits minat thoyyib..
Kalau kamu dengar mereka-mereka yang menyebarluaskan.. baik dengan audio, dengan tulisan, di grup-grup telegram atau WA:
"SHOAFIQOH! SHOAFIQOH! SHOAFIQOH! SHOAFIQOH!!"
Kamu tanya mereka.. kenapa sih kok disebut shoafiqoh?! tapi itu kan orang enggak punya modal, jadi nggak punya ilmu, juhala, orang-orang safih, orang-orang bodoh dan lain sebagainya. BUKTINYA APA KOK DIKATAKAN DEMIKIAN?!
YA INI CELAAN.. JARH MUFASSAR DARI SEORANG ALIM!!
LHA IYA APA BUKTINYA??
TUNJUKKAN BUKTI SATU SAJA SUPAYA AKU BISA MENERIMA!
Nggak akan bisa mereka tunjukkan!! mbulet disitu..!!
INI SEORANG ALIM BICARA, HARUS DITERIMA! INI JARH MUFASSAR! INI BEGITU!!
Lho, kamu ikut menyebarkan, kamu (harus) tahu hujjahnya apa?!
Makanya kata Syaikh Robi hafizhahullah (penjelasan yang saangat kuat dan penting ikhwan..!):
Para Nabi, para Rasul, kemudian para sahabat, para tabiin, para imam-imam, para ulama yang mengikuti jejak mereka dari semenjak dulu, ketika menjelaskan kesesatan seseorang atau kelompok.. disebutkan bukti-buktinya! Penyimpangannya!
Tidak cukup hanya dengan vonis dan celaan, misalnya:
Jahmiyyah sesat!,
Rofidhoh Ahlul Bathil!, kenapa?
POKOKNYA AHLUL BATHIL..!!
Mu'tazilah itu shohibul hawa, sesat..! menyimpang..! Lha iya kenapa?
YA POKOKNYA MENYIMPANG..!!
Mereka sesat, bathil, nggak benar, perusak, begini.! ya nggak akan diterima dakwah mereka kalau seperti itu.. tapi tidak kita lihat, (mereka sampaikan) dengan hujjah..!
Fulan berkata begini.. ini perkataannya, di kitabnya, halaman sekian (dibahas perkataan ini).. Bagaimana penyimpangannya dari Quran dari Sunnah, Salaf..
Ini keyakinan mereka, di kitab mereka: dibahas, ini bantahannya.. karena itu kelompok ini sesat!
Ada hujjahnya..! ada bukti-buktinya, ada burhan!!
Kenapa Jamaah Tabligh sesat?! ini hujjah-hujjahnya, bukti-buktinya!
Antum tahu, dididik selama ini.. Kenapa sesatnya mereka?
Ikhwanul Muslimin.. Kenapa sesat?! karena ini bukti-bukti kesesatan mereka..!
(Kan nggak, hukum yang telanjang dari bukti?!)
Ikhwanul Muslimin sesat, menyimpang, kenapa?!
YA POKOKNYA SESAT MENYIMPANG.. NGGAK USAH TANYA APA BUKTINYA!!
NGGAK USAH TANYA APA HUJJAHNYA!!
ITU JARH MUFASSAR!!
Nggak demikian kita dididik!! dan bagaimana dakwahmu akan diterima ummat kalau nggak membawa bukti..?!
Bagaimana orang bisa nerima, lha ya kenapa engkau katakan mereka menyimpang?!
Karena ini lho Ikhwanul Muslimin:
Lihat! Bagaimana mereka mengagungkan SAYYID QUTB..! Bagaimana mereka mengagungkan HASAN AL-BANNA.. yang aqidahnya begini:
Sayyid Qutb mencela para nabi, mencela para sahabat.
Hasan Al-Banna Kesufy-annya Hashofiy..!
INI, INI, INI, INI, INI...!!
ADA BUKTI-BUKTINYA.
Sehingga orang yang menerima, menerima 'alal bayyinah..
dia menerima diatas bayyinah, menolak pun ya berarti dia diatas hawa nafsu, tetap membela, ashobiyyah, fanatik.. kan begitu?!
Kalau enggak, rusak kehidupan!! NGGAK ADA BUKTI, NGGAK ADA HUJJAH.
Makanya kata Syaikh Robi'; sampaikan kepada mereka,
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
"TUNJUKKAN BUKTI-BUKTI MU KALAU KAMU JUJUR, BENAR !!"
Syaikh (Robi') katakan: "yang menuduh saudara-saudaranya shoafiqoh, merekalah yang shoafiqoh!
MEREKALAH YANG SHOAFIQOH!"
Bagaimana menuduh tanpa bukti?! nggak ada hujjahnya...!! ya merekalah yang shoafiqoh!!
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JARH MUFASSAR DARI SEORANG ALIM HARUS DITERIMA: POKOKNYA (HARUS) SALAH WALAUPUN TIDAK ADA HUJJAH DAN BUKTI
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-
◙ Link: http://bit.ly/33eYh1g
Transkrip:
Tapi seperti tadi, fitnah TUMAYYIZUR RIJAL (dengan fitnah semakin memilah orang) semakin memilah alkhobits minat thoyyib..
Kalau kamu dengar mereka-mereka yang menyebarluaskan.. baik dengan audio, dengan tulisan, di grup-grup telegram atau WA:
"SHOAFIQOH! SHOAFIQOH! SHOAFIQOH! SHOAFIQOH!!"
Kamu tanya mereka.. kenapa sih kok disebut shoafiqoh?! tapi itu kan orang enggak punya modal, jadi nggak punya ilmu, juhala, orang-orang safih, orang-orang bodoh dan lain sebagainya. BUKTINYA APA KOK DIKATAKAN DEMIKIAN?!
YA INI CELAAN.. JARH MUFASSAR DARI SEORANG ALIM!!
LHA IYA APA BUKTINYA??
TUNJUKKAN BUKTI SATU SAJA SUPAYA AKU BISA MENERIMA!
Nggak akan bisa mereka tunjukkan!! mbulet disitu..!!
INI SEORANG ALIM BICARA, HARUS DITERIMA! INI JARH MUFASSAR! INI BEGITU!!
Lho, kamu ikut menyebarkan, kamu (harus) tahu hujjahnya apa?!
Makanya kata Syaikh Robi hafizhahullah (penjelasan yang saangat kuat dan penting ikhwan..!):
Para Nabi, para Rasul, kemudian para sahabat, para tabiin, para imam-imam, para ulama yang mengikuti jejak mereka dari semenjak dulu, ketika menjelaskan kesesatan seseorang atau kelompok.. disebutkan bukti-buktinya! Penyimpangannya!
Tidak cukup hanya dengan vonis dan celaan, misalnya:
Jahmiyyah sesat!,
Rofidhoh Ahlul Bathil!, kenapa?
POKOKNYA AHLUL BATHIL..!!
Mu'tazilah itu shohibul hawa, sesat..! menyimpang..! Lha iya kenapa?
YA POKOKNYA MENYIMPANG..!!
Mereka sesat, bathil, nggak benar, perusak, begini.! ya nggak akan diterima dakwah mereka kalau seperti itu.. tapi tidak kita lihat, (mereka sampaikan) dengan hujjah..!
Fulan berkata begini.. ini perkataannya, di kitabnya, halaman sekian (dibahas perkataan ini).. Bagaimana penyimpangannya dari Quran dari Sunnah, Salaf..
Ini keyakinan mereka, di kitab mereka: dibahas, ini bantahannya.. karena itu kelompok ini sesat!
Ada hujjahnya..! ada bukti-buktinya, ada burhan!!
Kenapa Jamaah Tabligh sesat?! ini hujjah-hujjahnya, bukti-buktinya!
Antum tahu, dididik selama ini.. Kenapa sesatnya mereka?
Ikhwanul Muslimin.. Kenapa sesat?! karena ini bukti-bukti kesesatan mereka..!
(Kan nggak, hukum yang telanjang dari bukti?!)
Ikhwanul Muslimin sesat, menyimpang, kenapa?!
YA POKOKNYA SESAT MENYIMPANG.. NGGAK USAH TANYA APA BUKTINYA!!
NGGAK USAH TANYA APA HUJJAHNYA!!
ITU JARH MUFASSAR!!
Nggak demikian kita dididik!! dan bagaimana dakwahmu akan diterima ummat kalau nggak membawa bukti..?!
Bagaimana orang bisa nerima, lha ya kenapa engkau katakan mereka menyimpang?!
Karena ini lho Ikhwanul Muslimin:
Lihat! Bagaimana mereka mengagungkan SAYYID QUTB..! Bagaimana mereka mengagungkan HASAN AL-BANNA.. yang aqidahnya begini:
Sayyid Qutb mencela para nabi, mencela para sahabat.
Hasan Al-Banna Kesufy-annya Hashofiy..!
INI, INI, INI, INI, INI...!!
ADA BUKTI-BUKTINYA.
Sehingga orang yang menerima, menerima 'alal bayyinah..
dia menerima diatas bayyinah, menolak pun ya berarti dia diatas hawa nafsu, tetap membela, ashobiyyah, fanatik.. kan begitu?!
Kalau enggak, rusak kehidupan!! NGGAK ADA BUKTI, NGGAK ADA HUJJAH.
Makanya kata Syaikh Robi'; sampaikan kepada mereka,
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
"TUNJUKKAN BUKTI-BUKTI MU KALAU KAMU JUJUR, BENAR !!"
Syaikh (Robi') katakan: "yang menuduh saudara-saudaranya shoafiqoh, merekalah yang shoafiqoh!
MEREKALAH YANG SHOAFIQOH!"
Bagaimana menuduh tanpa bukti?! nggak ada hujjahnya...!! ya merekalah yang shoafiqoh!!
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 BERDALIL DENGAN BANYAKNYA JUMLAH PENGIKUT (MAYORITAS) : UCAPANMU MENGAJAK PERSATUAN DIBANTAH OLEH PERBUATANMU SENDIRI YANG MEMECAH-BELAH SALAFIYYIN
🎙Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
◙ Link: https://bit.ly/38ZGptm
Transkrip:
Perhatikan kalimat terakhir ini:
إذا كان هذه دعوة إلى الشر دعوة إلى الفرقة ما يمكن أن يأتيك إلا إثنين أو ثلاثة أو نحو ذلك!
Tidak mungkin akan datang kepadamu kecuali dua orang atau tiga orang saja..
CATAT ITU!!, KASIH GARIS ATAS, CETAK TEBAL..!!!
"KALAU MENGAJAK PADA PERPECAHAN NGGAK AKAN ADA YANG DATANG KECUALI DUA/ TIGA ORANG SAJA!!"
(ini keanehan berikutnya dari Syaikh Doktor Muhammad bin Hady)
Ikhwani fiddin a'azzakumulloh,
Apa keanehannya?, ISTIDLAL BIL KATSROH: BERDALIL DENGAN JUMLAH. Lihat (banyaknya_ed) pengikut saya..!!
Saya ingat Surury di Jakarta kemarin yang menyatakan: "Saya pengikutnya 70.000 orang sekali bicara 70.000 orang yg mendengar saya". Iya kan?! Bangga dengan jumlah followernya, Masya Allah!!
لكن يخبرني من يقوم عليها: أنه معك خمسة آلاف -كما يقولون- مستمع أو جهاز -لا أعرف-، معك ألف، معك نحو ذلك
Ternyata Syaikh yg dikatakan 'alim juga sama; menyatakan beberapa ikhwah mengatakan (bersamamu) 5000 atau 1000 (follower).
Ini menunjukkan bahwa aku tidak mengajak pada perpecahan!
Ini menunjukkan bahwa aku mengajak pada persatuan!.
Kalau aku mengajak pada perpecahan, kalau aku mengajak pada syar tidak akan datang padamu kecuali dua, tiga orang saja..!!
Ikhwani fiddin a'azzakumulloh,
Kemudian beliau berkata bahwa "saya mengajak pada persatuan.. saya mengajak untuk mereka bersatu-padu jangan berpecah- belah", Ila akhirihi..
Dikomentari oleh Syaikh Robi hafizhahullahu ta'ala yg merupakan gurunya Syaikh Muhammad bin Hadi. Berkata Syaikh Robi':
هذا الكلام ينقضه مواقفك التي فرقت السلفيين في عدد من البلدان
"Ucapanmu ini, yg katanya mengajak persatuan, mengajak untuk bersatu-padu dibantah oleh perbuatanmu sendiri yg engkau memecah-belah Salafiyyin di sejumlah negara".
(Syaikh Robi' menegaskan bahwa sikapnya Muhammad bin Hadi memecah-belah!!)
Maka ucapannya "saya mengajak persatuan!" bertentangan dengan perbuatannya.. karena perbuatannya, sikapnya, ucapannya memecah-belah Salafiyyin di sekian Negeri..!!
(Bahasanya Syaikh Robi lebih bagus daripada saya katakan seluruh dunia, karena tidak seluruh dunia memang!). Maka ini lebih bagus, apa itu?
في عدد من البلدان
"...DI SEKIAN NEGERI DI DUNIA."
Ikhwani fiddin a'azzakumulloh,
Sampai Salafiyyin yg sedikit di Eropa ikut berpecah. Sebagian men-shu'fuq-kan sebagian yg lain, yg tadinya misalnya kalau 10 tinggal 5, yg 5 memusuhi yg 5..!!
Ikhwani fiddin a'azzakumulloh,
APAKAH ITU DAKWAH KEPADA PERSATUAN?!
Dengan menjuluki Ahlussunnah dgn Shoafiqoh!
Menjuluki Ahlussunnah dgn Ro'su syar,
Menjuluki Ahlussunnah dengan: La ya'til fitnah illa minhum..! Atau La min waro'ihim illal fitan..! (Tidak ada di belakang mereka kecuali fitnah),
INI MENGERIKAN!!!
Ikhwani fiddin a'azzakumulloh,
(Ini yang kesatu!)
Yang kedua:
Lagipula, APAKAH BISA MENGUKUR KEBENARAN DENGAN JUMLAH?!
(ucapan tadi yg kalian sudah catat, yg kalian sudah kasih stabilo, yg sudah dicetak tebal!!)
Bahwa KALAU AKU MENGAJAK PADA PERPECAHAN NGGAK AKAN IKUT, NGGAK AKAN HADIR, NGGAK AKAN DATANG KECUALI DUA, TIGA ORANG SAJA.. nyatanya jumlahnya sangat banyak!!
Dan lebih menyedihkan Ikhwani fiddin a'azzakumullah,
Murid-muridnya berupaya menunjukkan banyaknya jumlah dgn foto..!
Nih, lihat kajiannya Syaikh Muhammad bin Hadi!
kok jadi begini?!, kok aneh?!
Oh enggak!! yg difoto cuma mobilnya saja kok! di halaman parkir. Lihat parkir mobil yg penuh!!
(Ada yang dengan video) ini adalah parkiran mobil kajian Syaikh Muhammad bin Hadi.. sahaaun katsiiruun ila akhirihi.. (video singkat) lucu!!
Seakan-akan lupa bahwa AHLUSSUNAH TIDAK MENGUKUR DENGAN JUMLAH, KEBENARAN TIDAK BERKAIT DENGAN JUMLAH..!!
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BERDALIL DENGAN BANYAKNYA JUMLAH PENGIKUT (MAYORITAS) : UCAPANMU MENGAJAK PERSATUAN DIBANTAH OLEH PERBUATANMU SENDIRI YANG MEMECAH-BELAH SALAFIYYIN
🎙Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
◙ Link: https://bit.ly/38ZGptm
Transkrip:
Perhatikan kalimat terakhir ini:
إذا كان هذه دعوة إلى الشر دعوة إلى الفرقة ما يمكن أن يأتيك إلا إثنين أو ثلاثة أو نحو ذلك!
Tidak mungkin akan datang kepadamu kecuali dua orang atau tiga orang saja..
CATAT ITU!!, KASIH GARIS ATAS, CETAK TEBAL..!!!
"KALAU MENGAJAK PADA PERPECAHAN NGGAK AKAN ADA YANG DATANG KECUALI DUA/ TIGA ORANG SAJA!!"
(ini keanehan berikutnya dari Syaikh Doktor Muhammad bin Hady)
Ikhwani fiddin a'azzakumulloh,
Apa keanehannya?, ISTIDLAL BIL KATSROH: BERDALIL DENGAN JUMLAH. Lihat (banyaknya_ed) pengikut saya..!!
Saya ingat Surury di Jakarta kemarin yang menyatakan: "Saya pengikutnya 70.000 orang sekali bicara 70.000 orang yg mendengar saya". Iya kan?! Bangga dengan jumlah followernya, Masya Allah!!
لكن يخبرني من يقوم عليها: أنه معك خمسة آلاف -كما يقولون- مستمع أو جهاز -لا أعرف-، معك ألف، معك نحو ذلك
Ternyata Syaikh yg dikatakan 'alim juga sama; menyatakan beberapa ikhwah mengatakan (bersamamu) 5000 atau 1000 (follower).
Ini menunjukkan bahwa aku tidak mengajak pada perpecahan!
Ini menunjukkan bahwa aku mengajak pada persatuan!.
Kalau aku mengajak pada perpecahan, kalau aku mengajak pada syar tidak akan datang padamu kecuali dua, tiga orang saja..!!
Ikhwani fiddin a'azzakumulloh,
Kemudian beliau berkata bahwa "saya mengajak pada persatuan.. saya mengajak untuk mereka bersatu-padu jangan berpecah- belah", Ila akhirihi..
Dikomentari oleh Syaikh Robi hafizhahullahu ta'ala yg merupakan gurunya Syaikh Muhammad bin Hadi. Berkata Syaikh Robi':
هذا الكلام ينقضه مواقفك التي فرقت السلفيين في عدد من البلدان
"Ucapanmu ini, yg katanya mengajak persatuan, mengajak untuk bersatu-padu dibantah oleh perbuatanmu sendiri yg engkau memecah-belah Salafiyyin di sejumlah negara".
(Syaikh Robi' menegaskan bahwa sikapnya Muhammad bin Hadi memecah-belah!!)
Maka ucapannya "saya mengajak persatuan!" bertentangan dengan perbuatannya.. karena perbuatannya, sikapnya, ucapannya memecah-belah Salafiyyin di sekian Negeri..!!
(Bahasanya Syaikh Robi lebih bagus daripada saya katakan seluruh dunia, karena tidak seluruh dunia memang!). Maka ini lebih bagus, apa itu?
في عدد من البلدان
"...DI SEKIAN NEGERI DI DUNIA."
Ikhwani fiddin a'azzakumulloh,
Sampai Salafiyyin yg sedikit di Eropa ikut berpecah. Sebagian men-shu'fuq-kan sebagian yg lain, yg tadinya misalnya kalau 10 tinggal 5, yg 5 memusuhi yg 5..!!
Ikhwani fiddin a'azzakumulloh,
APAKAH ITU DAKWAH KEPADA PERSATUAN?!
Dengan menjuluki Ahlussunnah dgn Shoafiqoh!
Menjuluki Ahlussunnah dgn Ro'su syar,
Menjuluki Ahlussunnah dengan: La ya'til fitnah illa minhum..! Atau La min waro'ihim illal fitan..! (Tidak ada di belakang mereka kecuali fitnah),
INI MENGERIKAN!!!
Ikhwani fiddin a'azzakumulloh,
(Ini yang kesatu!)
Yang kedua:
Lagipula, APAKAH BISA MENGUKUR KEBENARAN DENGAN JUMLAH?!
(ucapan tadi yg kalian sudah catat, yg kalian sudah kasih stabilo, yg sudah dicetak tebal!!)
Bahwa KALAU AKU MENGAJAK PADA PERPECAHAN NGGAK AKAN IKUT, NGGAK AKAN HADIR, NGGAK AKAN DATANG KECUALI DUA, TIGA ORANG SAJA.. nyatanya jumlahnya sangat banyak!!
Dan lebih menyedihkan Ikhwani fiddin a'azzakumullah,
Murid-muridnya berupaya menunjukkan banyaknya jumlah dgn foto..!
Nih, lihat kajiannya Syaikh Muhammad bin Hadi!
kok jadi begini?!, kok aneh?!
Oh enggak!! yg difoto cuma mobilnya saja kok! di halaman parkir. Lihat parkir mobil yg penuh!!
(Ada yang dengan video) ini adalah parkiran mobil kajian Syaikh Muhammad bin Hadi.. sahaaun katsiiruun ila akhirihi.. (video singkat) lucu!!
Seakan-akan lupa bahwa AHLUSSUNAH TIDAK MENGUKUR DENGAN JUMLAH, KEBENARAN TIDAK BERKAIT DENGAN JUMLAH..!!
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 TETAP TATSABBUT DAN TABAYYUN DI KALA FITNAH WALAUPUN YANG MEMBAWA KHOBAR ORANG YANG JUJUR DAN TSIQOH : TA'KIDUL KHOBAR (MEMASTIKAN KEABSAHAN BERITA)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
◙ Link: http://bit.ly/2XhNvDU
Transkrip:
Yang berikutnya lagi,
التَّثبُّت والتَّبَيُّن عِنْدَ تَرَاكُمِ الأخْبَار
Tatsabbut dan tabayyun : kroscek keabsahan berita ketika muncul berita, ya.. atau ketika simpang siur sebuah berita..! baik terkait dengan individu, terkait dengan masyarakat apalagi terkait masalah keummatan..!
DI ZAMAN FITNAH, JUGA DI ZAMAN RUWAIBIDHOH HARUS TATSABBUT DAN TABAYYUN..!!
KALAU YANG MEMBAWA KABAR ORANG YANG KADDZAB... TOLAK!!
KALAU YANG MEMBAWA BERITA ORANG YANG FASIQ ORANG YANG MAJHUL.. TOLAK!!
Tabayyun setelah itu..!
Hatta (walaupun) yang datang membawa sebuah berita ORANG YANG KAMU KENAL SHODIQ TSIQOH (KAMU KATAKAN DIA JUJUR DIA TERPERCAYA).
TAPI BERITANYA..?!
TATSABBUT LAGI..!
TABAYYUN LAGI..!!
Bukan mendustakan dia yang terpercaya tapi dalam rangka untuk TA'KIDU SHIHHATUL KHOBAR : meyakinkan, memastikan keabsahan beritanya.. supaya jangan sampai teerrpapar berita hoax!!
KOK HOAX, DIA KAN JUJUR?
Mungkin yang datang kepada kamu orang yang jujur, bisa jadi dapatnya dari orang lain: YANG LAINNYA INI KADZAB, ATAU YANG LAINNYA INI FASIQ ATAU MAJHUL!!
Belum tentu!!
WALAUPUN YANG DATANG ORANG YANG JUJUR, DIKROSCEK UNTUK TA'KIIDUL KHOBAR.. BUKAN TAKDZIBUL KHOBAR (BUKAN)..!!
Bukan mendustakan berita orang yang jujur (bukan), tapi untuk memastikan keabsahan berita..
Hadza muhim..!
Dikarenakan eranya ERA RUWAIBIDHOH,
Berita hoax di mana-mana..!
Simpang siur berita di mana-mana..!
Maka supaya selamat dari ini semuanya kita sebagai seorang muslim, terutama seorang salafy HARUS MENERAPKAN QOIDAH TATSABBUT DAN TABAYYUN SEBELUM MENERIMA SEBUAH BERITA ATAU MENYEBARKANNYA.
Ya!! Jelas ayatnya ikhwan,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا..
#bukan_kaidah_surury
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 TETAP TATSABBUT DAN TABAYYUN DI KALA FITNAH WALAUPUN YANG MEMBAWA KHOBAR ORANG YANG JUJUR DAN TSIQOH : TA'KIDUL KHOBAR (MEMASTIKAN KEABSAHAN BERITA)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
◙ Link: http://bit.ly/2XhNvDU
Transkrip:
Yang berikutnya lagi,
التَّثبُّت والتَّبَيُّن عِنْدَ تَرَاكُمِ الأخْبَار
Tatsabbut dan tabayyun : kroscek keabsahan berita ketika muncul berita, ya.. atau ketika simpang siur sebuah berita..! baik terkait dengan individu, terkait dengan masyarakat apalagi terkait masalah keummatan..!
DI ZAMAN FITNAH, JUGA DI ZAMAN RUWAIBIDHOH HARUS TATSABBUT DAN TABAYYUN..!!
KALAU YANG MEMBAWA KABAR ORANG YANG KADDZAB... TOLAK!!
KALAU YANG MEMBAWA BERITA ORANG YANG FASIQ ORANG YANG MAJHUL.. TOLAK!!
Tabayyun setelah itu..!
Hatta (walaupun) yang datang membawa sebuah berita ORANG YANG KAMU KENAL SHODIQ TSIQOH (KAMU KATAKAN DIA JUJUR DIA TERPERCAYA).
TAPI BERITANYA..?!
TATSABBUT LAGI..!
TABAYYUN LAGI..!!
Bukan mendustakan dia yang terpercaya tapi dalam rangka untuk TA'KIDU SHIHHATUL KHOBAR : meyakinkan, memastikan keabsahan beritanya.. supaya jangan sampai teerrpapar berita hoax!!
KOK HOAX, DIA KAN JUJUR?
Mungkin yang datang kepada kamu orang yang jujur, bisa jadi dapatnya dari orang lain: YANG LAINNYA INI KADZAB, ATAU YANG LAINNYA INI FASIQ ATAU MAJHUL!!
Belum tentu!!
WALAUPUN YANG DATANG ORANG YANG JUJUR, DIKROSCEK UNTUK TA'KIIDUL KHOBAR.. BUKAN TAKDZIBUL KHOBAR (BUKAN)..!!
Bukan mendustakan berita orang yang jujur (bukan), tapi untuk memastikan keabsahan berita..
Hadza muhim..!
Dikarenakan eranya ERA RUWAIBIDHOH,
Berita hoax di mana-mana..!
Simpang siur berita di mana-mana..!
Maka supaya selamat dari ini semuanya kita sebagai seorang muslim, terutama seorang salafy HARUS MENERAPKAN QOIDAH TATSABBUT DAN TABAYYUN SEBELUM MENERIMA SEBUAH BERITA ATAU MENYEBARKANNYA.
Ya!! Jelas ayatnya ikhwan,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا..
#bukan_kaidah_surury
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 JANGAN FANATIK DENGAN INDIVIDU TERTENTU
✍🏻 Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah
"Kita mendapati banyak dari salafiyin yang hanya mengikuti individu-individu tertentu, tidak tunduk kepada kebenaran. Ini termasuk penyakit yang berbahaya. Hendaknya kita menjauhi sikap seperti ini.
Kita wajib menimbang individu-individu itu dengan kebenaran. Jangan menimbang kebenaran dengan mereka. Hendaknya kita mengenali kadar seseorang itu dengan (timbangan) kebenaran. Kita tidak boleh mengenali kebenaran dengan (timbangan orang tertentu)".
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
"وجدنا كثيرًا من السلفيين يدور حول الأشخاص لا يدور حول الحق، هذا مرض خطير، إيّانا أن ندور مع الأشخاص.
فيجب أن نَزِنَ الأشخاص بالحق،لا نزن الحق بالأشخاص، وأن نعرف الرجال بالحق، لا نعرف الحق بالرجال".
📚 Munazharah haula Al-Audha' fi Afghanistan kaset 1 @forumsalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JANGAN FANATIK DENGAN INDIVIDU TERTENTU
✍🏻 Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah
"Kita mendapati banyak dari salafiyin yang hanya mengikuti individu-individu tertentu, tidak tunduk kepada kebenaran. Ini termasuk penyakit yang berbahaya. Hendaknya kita menjauhi sikap seperti ini.
Kita wajib menimbang individu-individu itu dengan kebenaran. Jangan menimbang kebenaran dengan mereka. Hendaknya kita mengenali kadar seseorang itu dengan (timbangan) kebenaran. Kita tidak boleh mengenali kebenaran dengan (timbangan orang tertentu)".
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
"وجدنا كثيرًا من السلفيين يدور حول الأشخاص لا يدور حول الحق، هذا مرض خطير، إيّانا أن ندور مع الأشخاص.
فيجب أن نَزِنَ الأشخاص بالحق،لا نزن الحق بالأشخاص، وأن نعرف الرجال بالحق، لا نعرف الحق بالرجال".
📚 Munazharah haula Al-Audha' fi Afghanistan kaset 1 @forumsalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 RIDHA MANUSIA TAK KAN TERCAPAI
Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullahu berkata,
"Seandainya engkau mencurahkan segala upaya dan kesungguhan agar semua manusia meridhaimu maka hal itu tak akan bisa tercapai.
Jika demikian realitanya maka ikhlaskan amal dan niatmu karena Allah semata".
📚[ Manaqib as Syafi'i Lil Baihaqi 2/173 ]
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
قال الإمام الشافعي - رحِمَهُ اللّٰه -: لو اجتهدت كُلّ الجهد على أن ترضي النّاس كُلّهُم فلا سبيل إليْهٍ، فإذا كانَ كذلك فأخلص عملكَ ونيّتكَ لِلّهِ.
📚[مناقب الشافعي للبيهقي (١٧٣/٢)]
@ManhajulAnbiya
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 RIDHA MANUSIA TAK KAN TERCAPAI
Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullahu berkata,
"Seandainya engkau mencurahkan segala upaya dan kesungguhan agar semua manusia meridhaimu maka hal itu tak akan bisa tercapai.
Jika demikian realitanya maka ikhlaskan amal dan niatmu karena Allah semata".
📚[ Manaqib as Syafi'i Lil Baihaqi 2/173 ]
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
قال الإمام الشافعي - رحِمَهُ اللّٰه -: لو اجتهدت كُلّ الجهد على أن ترضي النّاس كُلّهُم فلا سبيل إليْهٍ، فإذا كانَ كذلك فأخلص عملكَ ونيّتكَ لِلّهِ.
📚[مناقب الشافعي للبيهقي (١٧٣/٢)]
@ManhajulAnbiya
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 BELUM KLARIFIKASI DAN KROSCEK SUDAH LANGSUNG MENYEBARKAN: "NGAPAIN KAMU SAMPAIKAN KALAU KAMU SENDIRI ENGGAK KETAHUI KEBENARANNYA?!"
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-
◙ Link: http://bit.ly/38xNSAU
Transkrip:
وَكَفَى بالْمَرْءِ كذِبًا أن يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
Dan dalam riwayat (memang disebutkan) di Muqaddimah Shahih Muslim:
"Cukup teranggap kedustaan, sudah teranggap dusta ketika kamu berbicara segala yang kamu dengar!"
Apapun yang kamu dengar.. kamu sampaikan!
Sementara..
KAMU BELUM PASTIKAN!
KAMU BELUM KROSCEK!
KAMU BELUM KLARIFIKASI!
KAMU BELUM PUNYA DATANYA YANG VALID!
Hanya karena..
Lho yang aku dengar begini..!
KATANYA FULAN SEPERTI INI..!
OH INI SUDAH MA'RUF, SUDAH VIRAL, SUDAH RAMAI..!
(DIA SENDIRI ENGGAK PUNYA DATA, ENGGAK PUNYA BUKTI YANG KUAT), ITU SUDAH KEDUSTAAN !!
Sudah merupakan bentuk kedustaan..! dan itu merusak kejujurannya dan menjatuhkan martabatnya..
Makanya kaidah mulia (kaidah emas yang ulama sebutkan):
لَيْسَ كُلُّ مَا يُعْرَفُ يُقَال
"TIDAK SEMUA YANG KAMU KETAHUI BISA KAMU SAMPAIKAN"
Tidak semua yang kamu tahu (disampaikan)..!!
Na'am mungkin kamu tahu TAPI KAN BELUM TENTU BENARNYA, hanya kamu tahu saja dengar sampai kepadamu ada informasi, ada berita begini.. begitu..! (Masuk memang kepadamu!)
TAPI NGGAK SEMUANYA BISA KAMU SAMPAIKAN, telitilah dan disiplinlah!
Makanya kalau sebagian Muhadditsin (Ulama hadits) dulu mereka pun punya kaidah semakna dengan ini, mereka katakan:
(إذَا رَوَيتَ فَقَمِّشْ، وَإِذَا حَدَّثْتَ فَفَتِّشْ)
"Kalau kamu mau meriwayatkan (artinya mengambil riwayat, kamu mendengar), قَمِّشْ. Qommisy itu dengar dari siapapun..! kamu duduk di Majelis Syaikh Fulan, Syaikh Fulan.. sebanyak mungkin riwayat kamu dengar.. silahkan.. qommisy! sebanyak mungkin!!
Kamu dengar disini 100 riwayat, disitu 500 riwayat, disitu 1000.. sebanyak mungkin kamu cari kesana-kemari karena kamu sedang mengumpulkan riwayat (dalam bab riwayat).
Tapi saat kamu menyampaikan, (sekarang kamu punya tanggung jawab) bahwa ini riwayatmu..!
Orang yang tahu fulan yang menyampaikan (kamu)!! bahwa ini diriwayatkan disampaikan oleh Fulan bin Fulan, namamu dibawa maka فَتِّشْ (hati-hati teliti)!!
Jangan sembarangan!!
RIWAYATKAN YANG KAMU KETAHUI KEBENARANNYA!!
YANG KAMU PASTIKAN KESHAHIHANNYA!!
NGGAK SEMUANYA, Na'am..
Dari Abdulloh Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu:
حَسْبُ الْمُؤمِن مِنَ الْكَذِب أنْ يُحَدِّثَ بكُلِّ مَا سَمِعَ
"Cukup kedustaan bagi seorang mukmin kalau dia berbicara segala yang dia dengar"
ITU SUDAH STEMPEL DIA SEBAGAI PENDUSTA!!
Nggak bisa kamu kemudian beralasan: "ANA CUMA NYAMPAIKAN.. INFORMASINYA BEGITU, YA TELITI SENDIRI OLEHMU! ANA CUMA NYAMPAIKAN..!
NGGAK BISA...!!
LAH SIAPA MEMAKSA KAMU MENYAMPAIKAN?!
DAN NGAPAIN KAMU SAMPAIKAN KALAU KAMU SENDIRI NGGAK KETAHUI KEBENARANNYA?!
Cukup sebagai kedustaan kalau seorang mukmin itu menyampaikan segala sesuatu yang dia dengar!
فَتِّشْ..
(Saat kamu menyampaikan), TELITILAH! PASTIKAN KEBENARANNYA! Karena itu akan menjadi penilaian orang terhadapmu..!
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BELUM KLARIFIKASI DAN KROSCEK SUDAH LANGSUNG MENYEBARKAN: "NGAPAIN KAMU SAMPAIKAN KALAU KAMU SENDIRI ENGGAK KETAHUI KEBENARANNYA?!"
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-
◙ Link: http://bit.ly/38xNSAU
Transkrip:
وَكَفَى بالْمَرْءِ كذِبًا أن يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
Dan dalam riwayat (memang disebutkan) di Muqaddimah Shahih Muslim:
"Cukup teranggap kedustaan, sudah teranggap dusta ketika kamu berbicara segala yang kamu dengar!"
Apapun yang kamu dengar.. kamu sampaikan!
Sementara..
KAMU BELUM PASTIKAN!
KAMU BELUM KROSCEK!
KAMU BELUM KLARIFIKASI!
KAMU BELUM PUNYA DATANYA YANG VALID!
Hanya karena..
Lho yang aku dengar begini..!
KATANYA FULAN SEPERTI INI..!
OH INI SUDAH MA'RUF, SUDAH VIRAL, SUDAH RAMAI..!
(DIA SENDIRI ENGGAK PUNYA DATA, ENGGAK PUNYA BUKTI YANG KUAT), ITU SUDAH KEDUSTAAN !!
Sudah merupakan bentuk kedustaan..! dan itu merusak kejujurannya dan menjatuhkan martabatnya..
Makanya kaidah mulia (kaidah emas yang ulama sebutkan):
لَيْسَ كُلُّ مَا يُعْرَفُ يُقَال
"TIDAK SEMUA YANG KAMU KETAHUI BISA KAMU SAMPAIKAN"
Tidak semua yang kamu tahu (disampaikan)..!!
Na'am mungkin kamu tahu TAPI KAN BELUM TENTU BENARNYA, hanya kamu tahu saja dengar sampai kepadamu ada informasi, ada berita begini.. begitu..! (Masuk memang kepadamu!)
TAPI NGGAK SEMUANYA BISA KAMU SAMPAIKAN, telitilah dan disiplinlah!
Makanya kalau sebagian Muhadditsin (Ulama hadits) dulu mereka pun punya kaidah semakna dengan ini, mereka katakan:
(إذَا رَوَيتَ فَقَمِّشْ، وَإِذَا حَدَّثْتَ فَفَتِّشْ)
"Kalau kamu mau meriwayatkan (artinya mengambil riwayat, kamu mendengar), قَمِّشْ. Qommisy itu dengar dari siapapun..! kamu duduk di Majelis Syaikh Fulan, Syaikh Fulan.. sebanyak mungkin riwayat kamu dengar.. silahkan.. qommisy! sebanyak mungkin!!
Kamu dengar disini 100 riwayat, disitu 500 riwayat, disitu 1000.. sebanyak mungkin kamu cari kesana-kemari karena kamu sedang mengumpulkan riwayat (dalam bab riwayat).
Tapi saat kamu menyampaikan, (sekarang kamu punya tanggung jawab) bahwa ini riwayatmu..!
Orang yang tahu fulan yang menyampaikan (kamu)!! bahwa ini diriwayatkan disampaikan oleh Fulan bin Fulan, namamu dibawa maka فَتِّشْ (hati-hati teliti)!!
Jangan sembarangan!!
RIWAYATKAN YANG KAMU KETAHUI KEBENARANNYA!!
YANG KAMU PASTIKAN KESHAHIHANNYA!!
NGGAK SEMUANYA, Na'am..
Dari Abdulloh Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu:
حَسْبُ الْمُؤمِن مِنَ الْكَذِب أنْ يُحَدِّثَ بكُلِّ مَا سَمِعَ
"Cukup kedustaan bagi seorang mukmin kalau dia berbicara segala yang dia dengar"
ITU SUDAH STEMPEL DIA SEBAGAI PENDUSTA!!
Nggak bisa kamu kemudian beralasan: "ANA CUMA NYAMPAIKAN.. INFORMASINYA BEGITU, YA TELITI SENDIRI OLEHMU! ANA CUMA NYAMPAIKAN..!
NGGAK BISA...!!
LAH SIAPA MEMAKSA KAMU MENYAMPAIKAN?!
DAN NGAPAIN KAMU SAMPAIKAN KALAU KAMU SENDIRI NGGAK KETAHUI KEBENARANNYA?!
Cukup sebagai kedustaan kalau seorang mukmin itu menyampaikan segala sesuatu yang dia dengar!
فَتِّشْ..
(Saat kamu menyampaikan), TELITILAH! PASTIKAN KEBENARANNYA! Karena itu akan menjadi penilaian orang terhadapmu..!
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 JAUHI YANG MERAGUKAN AGAR TIDAK DIRAGUKAN
✍🏼 Abu Hatim rahimahullahu berkata,
"Persahabatan dengan orang-orang yang jelek akan mewariskan prasangka buruk kepada orang-orang yang baik. Barangsiapa yang bersahabat dengan orang-orang yang jelek dia tidak akan selamat dari terperosok ke dalam golongan mereka.
Maka wajib bagi orang yang berakal agar menjauhi orang yang meragukan (agamanya) supaya ia tidak menjadi orang yang diragukan pula (agamanya). Sebagaimana persahabatan dengan orang-orang yang baik akan membuahkan kebaikan, demikian pula persahabatan dengan orang-orang jelek akan mengakibatkan kejelekan."
[ Raudhatu al-Uqala, hal 100 ]
✍🏼قال أبو حاتم رحمه الله " ...وصحبة الأشرار تورث سوء الظن بالأخيار، ومن خادن الأشرار لم يسلم من الدخول في جملتهم، فالواجب على العاقل أن يجتنب أهل الريب لئلا يكون مريبا، فكما أنّ صحبة الأخيار تورث الخير ، كذلك صحبة الأشرار تورث الشر ."
📚[ روضة العقلاء ص ١٠٠ ]
@ManhajulAnbiya
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JAUHI YANG MERAGUKAN AGAR TIDAK DIRAGUKAN
✍🏼 Abu Hatim rahimahullahu berkata,
"Persahabatan dengan orang-orang yang jelek akan mewariskan prasangka buruk kepada orang-orang yang baik. Barangsiapa yang bersahabat dengan orang-orang yang jelek dia tidak akan selamat dari terperosok ke dalam golongan mereka.
Maka wajib bagi orang yang berakal agar menjauhi orang yang meragukan (agamanya) supaya ia tidak menjadi orang yang diragukan pula (agamanya). Sebagaimana persahabatan dengan orang-orang yang baik akan membuahkan kebaikan, demikian pula persahabatan dengan orang-orang jelek akan mengakibatkan kejelekan."
[ Raudhatu al-Uqala, hal 100 ]
✍🏼قال أبو حاتم رحمه الله " ...وصحبة الأشرار تورث سوء الظن بالأخيار، ومن خادن الأشرار لم يسلم من الدخول في جملتهم، فالواجب على العاقل أن يجتنب أهل الريب لئلا يكون مريبا، فكما أنّ صحبة الأخيار تورث الخير ، كذلك صحبة الأشرار تورث الشر ."
📚[ روضة العقلاء ص ١٠٠ ]
@ManhajulAnbiya
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 FAEDAH PENELITIAN SANAD HADITS MENGANGKAT TANGAN PADA (SELURUH TAKBIR) SHOLAT JENAZAH
Pertanyaan:
Apakah anda menilai hadits Ibnu Umar tentang mengangkat kedua tangan ketika sholat jenazah¹ sebagai hadits shohih yang marfu' (sebagai sabda Nabi ﷺ ?
Jawaban Syaikh Robi' bin Hadi Al Madkholi hafizhahullah:
InsyaAllah benar. (Karena) hadits ini (walaupun) telah dianggap mengandung illat (yang melemahkan) oleh AdDaruquthni dan diikuti oleh Al Hafidz Ibnu Hajar namun dihasankan Syaikh bin Baz.²
Sementara kami juga telah melakukan penelitian hingga sampai pada kesimpulan bahwa derajat hadits ini minimalnya hasan atau bisa sampai derajat shohih. Karena yang meriwayatkan hadits ini adalah Umar bin Syabbah. Yang dikatakan oleh Ad Daruquthni bahwa dia telah diselisihi oleh perawi lain (dalam riwayat ini).
Dan kami juga sudah mempelajari hal yang disebut penyelisihan Umar bin Syabbah tersebut, namun kami tidak mendapati penyelisihan tersebut dapat menimbulkan dampak cacatnya riwayat itu, dengan alasan;
YANG PERTAMA, beliau (Ad Daruquthni rahimahullah) tidak menyebutkan, siapa perawi lain yang diselisihi oleh Umar bin Syabbah.
YANG KEDUA, sebetulnya beliau yakni Ibnu Syabbah ternyata masuk kategori perawi tsiqqoh atau setidaknya shoduq, dengan kecenderungan lebih tampak beliau termasuk kategori tsiqqoh.
Sehingga memang hadits tersebut valid insyaAllah. Dan memang telah dikuatkan juga dengan beberapa atsar, diantaranya ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma sendiri dan Umar bin Abdul Aziz, serta beberapa ulama yang lain rahimahumullah.
...
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
(Syaikh Robi' hafizhahullah melanjutkan) ...
Syaikh Al Albani adalah guru kami rahimahullah akan tetapi manhaj salaf (mendidik kita) bahwa kebenaran lebih besar (kecintaan kita) daripada sosok siapapun. Jelas (syaikh) Al Albani ini merupakan sosok yang kita cintai, syaikh kita, yang beliau memiliki kapasitas besar. Namun apabila beliau salah, tentu perlu kita kritik kesalahan beliau dan tidak begitu saja kita terima, tentu kita mengkritik dengan adab dan penghormatan.
Hadits tersebut dinilai cacat oleh Ad Daruquthni karena dianggap sekedar mauquf (hanya perbuatan sahabat, belum pasti dilakukan nabi ﷺ). Sehingga di sini terjadi perbedaan penilaian antara berhenti di sahabat (الوقف) dengan sampai nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam (الرفع).
Apa yang kita lakukan jika terjadi perbedaan pendapat antara الرفع dan الوقف ?
Kita perlu memperhatikan kepada dalil-dalilnya, sehingga kita bisa menguatkan pendapat yang dikuatkan oleh dalil-dalil itu.
Di sini memang terjadi silang pendapat antara الوقف dan الرفع. Sedangkan kita peroleh petunjuk bahwa الرفع lebih dominan kecenderungannya dibandingkan الوقف, ditambah adanya atsar-atsar (praktek salaf) yang mendukungnya. (Diantaranya atsar) dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma sendiri, beliau disebutkan biasa mengangkat kedua tangannya apabila sholat jenazah.
Sementara kita dapati ternyata hadits-hadits yang dijadikan sandaran oleh Syaikh Al Albani merupakan hadits yang sangat lemah, dimana disebutkan dalam Sunan Ad Daruquthni rahimahullah diantaranya hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang terdapat kelemahan parah pula.
Demikian juga hadits Abdullah ibnu Abbas juga memiliki sisi kelemahan yang juga parah. (Derajat) hadits tersebut tidak bisa dibandingkan dengan hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhuma ataupun atsar yang dijadikan sandaran oleh beliau.
Memang dulu saya sempat mengikuti pendapat Syaikh Al Albani rahimahullah, lalu setelah saya pelajari hadits ini pendapat sayapun berubah.
Kemudian pada suatu malam, beliau pernah sholat jenazah di samping saya di (kompleks) masjid Nabawi, di luar masjid. Kami melakukan sholat jenazah, dimana saat itu beliau tidak mengangkat kedua tangannya, sedangkan saya mengangkat kedua tanganku. Sementara saya persis berada di samping beliau.
(Bersambung)
📬 FAEDAH PENELITIAN SANAD HADITS MENGANGKAT TANGAN PADA (SELURUH TAKBIR) SHOLAT JENAZAH
Pertanyaan:
Apakah anda menilai hadits Ibnu Umar tentang mengangkat kedua tangan ketika sholat jenazah¹ sebagai hadits shohih yang marfu' (sebagai sabda Nabi ﷺ ?
Jawaban Syaikh Robi' bin Hadi Al Madkholi hafizhahullah:
InsyaAllah benar. (Karena) hadits ini (walaupun) telah dianggap mengandung illat (yang melemahkan) oleh AdDaruquthni dan diikuti oleh Al Hafidz Ibnu Hajar namun dihasankan Syaikh bin Baz.²
Sementara kami juga telah melakukan penelitian hingga sampai pada kesimpulan bahwa derajat hadits ini minimalnya hasan atau bisa sampai derajat shohih. Karena yang meriwayatkan hadits ini adalah Umar bin Syabbah. Yang dikatakan oleh Ad Daruquthni bahwa dia telah diselisihi oleh perawi lain (dalam riwayat ini).
Dan kami juga sudah mempelajari hal yang disebut penyelisihan Umar bin Syabbah tersebut, namun kami tidak mendapati penyelisihan tersebut dapat menimbulkan dampak cacatnya riwayat itu, dengan alasan;
YANG PERTAMA, beliau (Ad Daruquthni rahimahullah) tidak menyebutkan, siapa perawi lain yang diselisihi oleh Umar bin Syabbah.
YANG KEDUA, sebetulnya beliau yakni Ibnu Syabbah ternyata masuk kategori perawi tsiqqoh atau setidaknya shoduq, dengan kecenderungan lebih tampak beliau termasuk kategori tsiqqoh.
Sehingga memang hadits tersebut valid insyaAllah. Dan memang telah dikuatkan juga dengan beberapa atsar, diantaranya ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma sendiri dan Umar bin Abdul Aziz, serta beberapa ulama yang lain rahimahumullah.
...
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
(Syaikh Robi' hafizhahullah melanjutkan) ...
Syaikh Al Albani adalah guru kami rahimahullah akan tetapi manhaj salaf (mendidik kita) bahwa kebenaran lebih besar (kecintaan kita) daripada sosok siapapun. Jelas (syaikh) Al Albani ini merupakan sosok yang kita cintai, syaikh kita, yang beliau memiliki kapasitas besar. Namun apabila beliau salah, tentu perlu kita kritik kesalahan beliau dan tidak begitu saja kita terima, tentu kita mengkritik dengan adab dan penghormatan.
Hadits tersebut dinilai cacat oleh Ad Daruquthni karena dianggap sekedar mauquf (hanya perbuatan sahabat, belum pasti dilakukan nabi ﷺ). Sehingga di sini terjadi perbedaan penilaian antara berhenti di sahabat (الوقف) dengan sampai nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam (الرفع).
Apa yang kita lakukan jika terjadi perbedaan pendapat antara الرفع dan الوقف ?
Kita perlu memperhatikan kepada dalil-dalilnya, sehingga kita bisa menguatkan pendapat yang dikuatkan oleh dalil-dalil itu.
Di sini memang terjadi silang pendapat antara الوقف dan الرفع. Sedangkan kita peroleh petunjuk bahwa الرفع lebih dominan kecenderungannya dibandingkan الوقف, ditambah adanya atsar-atsar (praktek salaf) yang mendukungnya. (Diantaranya atsar) dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma sendiri, beliau disebutkan biasa mengangkat kedua tangannya apabila sholat jenazah.
Sementara kita dapati ternyata hadits-hadits yang dijadikan sandaran oleh Syaikh Al Albani merupakan hadits yang sangat lemah, dimana disebutkan dalam Sunan Ad Daruquthni rahimahullah diantaranya hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang terdapat kelemahan parah pula.
Demikian juga hadits Abdullah ibnu Abbas juga memiliki sisi kelemahan yang juga parah. (Derajat) hadits tersebut tidak bisa dibandingkan dengan hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhuma ataupun atsar yang dijadikan sandaran oleh beliau.
Memang dulu saya sempat mengikuti pendapat Syaikh Al Albani rahimahullah, lalu setelah saya pelajari hadits ini pendapat sayapun berubah.
Kemudian pada suatu malam, beliau pernah sholat jenazah di samping saya di (kompleks) masjid Nabawi, di luar masjid. Kami melakukan sholat jenazah, dimana saat itu beliau tidak mengangkat kedua tangannya, sedangkan saya mengangkat kedua tanganku. Sementara saya persis berada di samping beliau.
(Bersambung)
Kemudian saya mengatakan kepada beliau, "Syaikh, sebenarnya dulu saya mengikuti pendapat anda. Lalu saya berbeda pendapat dengan anda pada masalah ini."
Beliau menjawab, "Baiklah".
Sayapun selanjutnya menyampaikan beberapa hujjah dan dalil-dalil yang saya dapati. Ternyata beliau menerimanya dengan adab dan penghargaan beliau rahimahullah.
Berselang beberapa waktu setelah itu, beliau secara implisit menyebut tentang saya dalam (revisi) kitab beliau (Ahkam) Al Janaiz. Disana beliau menyatakan, "Dan salah seorang yang mulia telah berpendapat demikian dan demikian." Yang dimaksud ini adalah hal-hal yang saya sampaikan kepada beliau itu.
Kemudian (juga) saya pernah melihat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushobi hafizhahullah³ tidak mengangkat tangan (pula). Ketika saya mencoba berdiskusi dengan beliau, awalnya beliau bersikeras dengan pendapatnya. Sampai kami memutuskan bersama menuju perpustakaan dan kami pelajari bersama hadits tersebut. Hingga beliau sendiri sampai pada kesimpulan bahwa sanad hadits Umar bin Syabbah⁴ tersebut shohih.
(Demikianlah) Ahli hadits selalu berusaha mengikuti kebenaran insyaAllah. Tentu saja dibarengi dengan sikap saling mencintai dan saling menghormati. Sedangkan perbedaan pendapat yang terjadi di antara mereka tidaklah menjadi permusuhan.
Selama mereka bersama dalam aqidah dan manhaj (yang satu), kalaupun kemudian pendapatnya salah, mereka tidaklah keluar dari potensi memperoleh pahala. Seorang ahli ijtihad apabila benar (dalam upayanya berijtihad) dia akan memperoleh 2 pahala. Jikapun ternyata ijitihadnya salah dia masih mendapatkan 1 pahala.
Karenanya kita dapat mengetahui dalam sejarah bila ada yang berbeda pendapat dalam permasalahan seperti ini, memang mereka menyampaikan bantahan (ilmiah) menghadapi ucapan dan lawan-lawan diskusinya. Namun itu dilakukan dengan tetap mempertahankan adab dan menjaga kehormatan. Tanpa mencela, tidak dengan merendahkan, juga tanpa mencaci. Karena memang maksud mereka adalah menyampaikan nasihat dan menjelaskan kebenaran.
______________
Catatan kaki:
¹) Hadits yang dimaksudkan tampaknya adalah:
ﻗﺎﻝ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ اﻟﺠﺮاﺡ، ﻭاﺑﻦ ﻣﺨﻠﺪ، ﻗﺎﻻ: ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺷﺒﺔ، ﻗﺎﻝ: ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻳﺰﻳﺪ ﺑﻦ ﻫﺎﺭﻭﻥ، ﻗﺎﻝ: ﺃﺧﺒﺮﻧﺎ ﻳﺤﻴﻰ ﺑﻦ ﺳﻌﻴﺪ، ﻋﻦ ﻧﺎﻓﻊ، ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ؛ ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﺇﺫا ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻰ ﺟﻨﺎﺯﺓ ﺭﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺗﻜﺒﻴﺮﺓ، ﻭﺇﺫا اﻧﺼﺮﻑ ﺳﻠﻢ.
Ahmad bin Muhammad bin Al Jarroh dan Ibnu Makhlad beliau berdua berkata, telah menceritakan kepada kami Umar bin Syabbah dia berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dia berkata, telah meyampaikan berita kepada kami Yahya bin Sa'id dari Nafi' dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma "bahwa Nabi ﷺ beliau biasanya jika melaksanakan sholat jenazah beliau mengangkat kedua tangannya pada setiap takbirnya, dan apabila beliau hendak mengakhirinya beliau membaca salam (sekali)."
(HR. Ad Daruquthni dalam Al 'Ilal no. 2908)
²) Syaikh bin Baz rahimahullah menyebutkan,
"السنة رفع اليدين مع التكبيرات الأربع كلها ; لما ثبت عن ابن عمر وابن عباس أنهما كانا يرفعان مع التكبيرات كلها , ورواه الدار قطني مرفوعا من حديث ابن عمر بسند جيد" (مجموع الفتاوى " (13/148)
"Merupakan sunnah, mengangkat kedua tangan pada keempat takbir (sholat jenazah) seluruhnya. Berdasarkan riwayat yang valid dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum, bahwa mereka berdua biasa mengangkat kedua tangan mereka pada seluruh takbirnya. Juga diriwayatkan oleh Ad Daruquthni secara marfu' dari hadits Ibnu Umar dengan sanad jayyid." (Majmu' Al Fatawa 13/148)
³) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushobi (wafat 1436 H / 2015 M). Salah seorang Ulama dari negeri Yaman, sahabat dekat Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi'i rahimahumullah, sekaligus guru beberapa asatidzah kita Ahlussunnah di Indonesia.
Beliau menjawab, "Baiklah".
Sayapun selanjutnya menyampaikan beberapa hujjah dan dalil-dalil yang saya dapati. Ternyata beliau menerimanya dengan adab dan penghargaan beliau rahimahullah.
Berselang beberapa waktu setelah itu, beliau secara implisit menyebut tentang saya dalam (revisi) kitab beliau (Ahkam) Al Janaiz. Disana beliau menyatakan, "Dan salah seorang yang mulia telah berpendapat demikian dan demikian." Yang dimaksud ini adalah hal-hal yang saya sampaikan kepada beliau itu.
Kemudian (juga) saya pernah melihat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushobi hafizhahullah³ tidak mengangkat tangan (pula). Ketika saya mencoba berdiskusi dengan beliau, awalnya beliau bersikeras dengan pendapatnya. Sampai kami memutuskan bersama menuju perpustakaan dan kami pelajari bersama hadits tersebut. Hingga beliau sendiri sampai pada kesimpulan bahwa sanad hadits Umar bin Syabbah⁴ tersebut shohih.
(Demikianlah) Ahli hadits selalu berusaha mengikuti kebenaran insyaAllah. Tentu saja dibarengi dengan sikap saling mencintai dan saling menghormati. Sedangkan perbedaan pendapat yang terjadi di antara mereka tidaklah menjadi permusuhan.
Selama mereka bersama dalam aqidah dan manhaj (yang satu), kalaupun kemudian pendapatnya salah, mereka tidaklah keluar dari potensi memperoleh pahala. Seorang ahli ijtihad apabila benar (dalam upayanya berijtihad) dia akan memperoleh 2 pahala. Jikapun ternyata ijitihadnya salah dia masih mendapatkan 1 pahala.
Karenanya kita dapat mengetahui dalam sejarah bila ada yang berbeda pendapat dalam permasalahan seperti ini, memang mereka menyampaikan bantahan (ilmiah) menghadapi ucapan dan lawan-lawan diskusinya. Namun itu dilakukan dengan tetap mempertahankan adab dan menjaga kehormatan. Tanpa mencela, tidak dengan merendahkan, juga tanpa mencaci. Karena memang maksud mereka adalah menyampaikan nasihat dan menjelaskan kebenaran.
______________
Catatan kaki:
¹) Hadits yang dimaksudkan tampaknya adalah:
ﻗﺎﻝ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ اﻟﺠﺮاﺡ، ﻭاﺑﻦ ﻣﺨﻠﺪ، ﻗﺎﻻ: ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺷﺒﺔ، ﻗﺎﻝ: ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻳﺰﻳﺪ ﺑﻦ ﻫﺎﺭﻭﻥ، ﻗﺎﻝ: ﺃﺧﺒﺮﻧﺎ ﻳﺤﻴﻰ ﺑﻦ ﺳﻌﻴﺪ، ﻋﻦ ﻧﺎﻓﻊ، ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ؛ ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﺇﺫا ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻰ ﺟﻨﺎﺯﺓ ﺭﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺗﻜﺒﻴﺮﺓ، ﻭﺇﺫا اﻧﺼﺮﻑ ﺳﻠﻢ.
Ahmad bin Muhammad bin Al Jarroh dan Ibnu Makhlad beliau berdua berkata, telah menceritakan kepada kami Umar bin Syabbah dia berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dia berkata, telah meyampaikan berita kepada kami Yahya bin Sa'id dari Nafi' dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma "bahwa Nabi ﷺ beliau biasanya jika melaksanakan sholat jenazah beliau mengangkat kedua tangannya pada setiap takbirnya, dan apabila beliau hendak mengakhirinya beliau membaca salam (sekali)."
(HR. Ad Daruquthni dalam Al 'Ilal no. 2908)
²) Syaikh bin Baz rahimahullah menyebutkan,
"السنة رفع اليدين مع التكبيرات الأربع كلها ; لما ثبت عن ابن عمر وابن عباس أنهما كانا يرفعان مع التكبيرات كلها , ورواه الدار قطني مرفوعا من حديث ابن عمر بسند جيد" (مجموع الفتاوى " (13/148)
"Merupakan sunnah, mengangkat kedua tangan pada keempat takbir (sholat jenazah) seluruhnya. Berdasarkan riwayat yang valid dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum, bahwa mereka berdua biasa mengangkat kedua tangan mereka pada seluruh takbirnya. Juga diriwayatkan oleh Ad Daruquthni secara marfu' dari hadits Ibnu Umar dengan sanad jayyid." (Majmu' Al Fatawa 13/148)
³) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushobi (wafat 1436 H / 2015 M). Salah seorang Ulama dari negeri Yaman, sahabat dekat Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi'i rahimahumullah, sekaligus guru beberapa asatidzah kita Ahlussunnah di Indonesia.
⁴) Diperoleh faedah dari seorang pemberi nasihat jazahullahu khaira bahwa ejaan yang tepat adalah "Syabbah" (harokat fathah pada huruf syin) untuk nama Abu Zaid Umar bin Syabbah sebagaimana disebutkan oleh Al Hafidz ibnu Hajar dalam Talkhisul Habir dan Al Albani rahimahumullah sendiri dalam Adh Dho'ifah. Juga terdapat perbedaan dengan sebagian yang tertulis pada transkrip fatwa disebut dengan Syaibah yang tampaknya adalah kesalahan ejaan oleh pentranskrip fatwa Syaikh hafidzahullah,
Wallahu a'lam.
[Liqo' Haditsi Manhaji Ma'a Ba'dhi Thullabil 'ilmi Bi Makkah, pertanyaan ke-11 file pdf hal. 12-13]
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
السؤال :
هل تصححون حديث ابن عمر في رفع اليدين في صلاة الجنازة مرفوعا؟
الجواب
إن شاء الله, هذا علله الدارقطني وتابعه الحافظ ابن حجر وحسنه الشيخ ابن باز وأجرينا عليه دراسة ووجدنا أنّه في درجة الحسن أو يصل إلى درجة الصحة, لأنّ الذي رفعه وهو عمر بن شبّة، قال الدارقطني: خالفه غيره, ودرسنا هذه المخالفة فلم نجدلها تأثيراً على رواية عمر بن شبّة.
أولا: لم يسمّ الدارقطني هؤلاء المخالفين.
ثانيا: هو - يعني ابن شبّة - ثقة أو صدوق, الظاهر أنّه ثقة، فالحديث ثابت - إن شاء الله - وقد عضده آثار, منها أثر عبد الله بن عمر وعمر بن عبد العزيز وبعض السلف وهذا مما يتقوى به الحديث سواءً كان مرسلا أو فيه شيء من الضعف فكيف إذا كان ثابتا.
الشيخ الألباني شيخنا - رحمه الله - لكن منهج السلف أنّ الحق أكبر من الشخص كائنا من كان, هذا الألباني حبيبنا و شيخنا وله جهود عظيمة, ولكن إذا أخطأ نرد خطأه ولا نقبله, ونرده بأدب واحترام.
الحديث علّله الدارقطنبي بالوقف, تعارض الوقف والرفع هنا ماذا تفعل إذا تعارض الرفع والوقف؟ ننظر إلى الأدلة فنرجح ما ترجحه الأدلة.
هنا تعارض الوقف والرفع فوجدنا أن الرفع أرجح من الوقف وعضّده آثار, عن عبد الله بن عمر -رضي الله عنهما- نفسه كان يرفع يديه إذا صلى على الجنازة,
ووجدنا الأحاديث التي تعلّق بها الشيخ الألباني ضعيفة جدا وهي مذكورة في السنن للدار قطني -رحمه الله- منها حديث أبي هريرة فيه ضعف شديد وحديث عبد الله بن عباس فيه ضعف شديد أيضاً وهي لا تقاوم حديث ابن عمر - رضي الله عنه - وما سانده من الآثار.
وأنا كنت قديماً آخذا بمذهب الشيخ الألباني - رحمه الله - ثمّ درست الحديث فغيرت رأيي, فصلّى ليلة إلى جانبي - رحمه الله - في المسجد النبوي خارج المسجد, صلينا على جنازة فكان لا يرفع وأنا أرفع وأنا بجنبه فقلت له: شيخنا كنت على رأيك ثم خالفتك فيه, قال: طيّب, فأعطيته بعض حججي وأدلتي فتقبلها بأدبه واحترامه - رحمه الله- وبعد ذلك أشار إليّ في كتابه الجنائز فقال: ورأى بعض الأفاضل كذا وكذا , هذا إشارة إلى تنبيهي أنا.
ثم رأيت الشيخ محمد عبد الوهاب الو صابي - حفظه الله - لا يرفع فناقشته فصمّم على رأيه فجئنا هنا إلى المكتبة ودرسنا الحديث, حتّى وصل هو نفسه إلى الحكم بالصحة لحديث عمر بن شيبة.
أهل الحديث يدورون مع الحقّ - إن شاء الله - مع المحبة والاحترام لبعضهم بعض, والخلافات بينهم ليست خصومة إذا كان معهم على العقيدة والمنهج ثمّ أخطأ فلا يخرج عن دائرة الأجر, المجتهد إن أصاب فله أجران وإن أخطأ فله أجر واحد, ولهذا نرى أهل حديث من فجر التاريخ يختلفون في مثل هذه المسائل وينتقدون المقالات والأشخاص لكن بأدب واحترام، بدون سب, بدون تحقير، بدون شتم لأنّ قصدهم النّصيحة وبيان الحق.
[لقاء حديثي منهجي مع بعض طلاب العلم بمكّة]
▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️
Diterjemahkan oleh Abu Abdirrohman Sofian dari petikan Fatwa Syaikh Robi' bin Hadi Al Madkholi hafizhahullah pada:
https://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=43&id=755
dan file pdf pada link
http://www.rabee.net/ar/artdownload.php?id=252
📚 Grup WA Al I'tishom
Situs resmi:
https://itishom.org/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Wallahu a'lam.
[Liqo' Haditsi Manhaji Ma'a Ba'dhi Thullabil 'ilmi Bi Makkah, pertanyaan ke-11 file pdf hal. 12-13]
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
السؤال :
هل تصححون حديث ابن عمر في رفع اليدين في صلاة الجنازة مرفوعا؟
الجواب
إن شاء الله, هذا علله الدارقطني وتابعه الحافظ ابن حجر وحسنه الشيخ ابن باز وأجرينا عليه دراسة ووجدنا أنّه في درجة الحسن أو يصل إلى درجة الصحة, لأنّ الذي رفعه وهو عمر بن شبّة، قال الدارقطني: خالفه غيره, ودرسنا هذه المخالفة فلم نجدلها تأثيراً على رواية عمر بن شبّة.
أولا: لم يسمّ الدارقطني هؤلاء المخالفين.
ثانيا: هو - يعني ابن شبّة - ثقة أو صدوق, الظاهر أنّه ثقة، فالحديث ثابت - إن شاء الله - وقد عضده آثار, منها أثر عبد الله بن عمر وعمر بن عبد العزيز وبعض السلف وهذا مما يتقوى به الحديث سواءً كان مرسلا أو فيه شيء من الضعف فكيف إذا كان ثابتا.
الشيخ الألباني شيخنا - رحمه الله - لكن منهج السلف أنّ الحق أكبر من الشخص كائنا من كان, هذا الألباني حبيبنا و شيخنا وله جهود عظيمة, ولكن إذا أخطأ نرد خطأه ولا نقبله, ونرده بأدب واحترام.
الحديث علّله الدارقطنبي بالوقف, تعارض الوقف والرفع هنا ماذا تفعل إذا تعارض الرفع والوقف؟ ننظر إلى الأدلة فنرجح ما ترجحه الأدلة.
هنا تعارض الوقف والرفع فوجدنا أن الرفع أرجح من الوقف وعضّده آثار, عن عبد الله بن عمر -رضي الله عنهما- نفسه كان يرفع يديه إذا صلى على الجنازة,
ووجدنا الأحاديث التي تعلّق بها الشيخ الألباني ضعيفة جدا وهي مذكورة في السنن للدار قطني -رحمه الله- منها حديث أبي هريرة فيه ضعف شديد وحديث عبد الله بن عباس فيه ضعف شديد أيضاً وهي لا تقاوم حديث ابن عمر - رضي الله عنه - وما سانده من الآثار.
وأنا كنت قديماً آخذا بمذهب الشيخ الألباني - رحمه الله - ثمّ درست الحديث فغيرت رأيي, فصلّى ليلة إلى جانبي - رحمه الله - في المسجد النبوي خارج المسجد, صلينا على جنازة فكان لا يرفع وأنا أرفع وأنا بجنبه فقلت له: شيخنا كنت على رأيك ثم خالفتك فيه, قال: طيّب, فأعطيته بعض حججي وأدلتي فتقبلها بأدبه واحترامه - رحمه الله- وبعد ذلك أشار إليّ في كتابه الجنائز فقال: ورأى بعض الأفاضل كذا وكذا , هذا إشارة إلى تنبيهي أنا.
ثم رأيت الشيخ محمد عبد الوهاب الو صابي - حفظه الله - لا يرفع فناقشته فصمّم على رأيه فجئنا هنا إلى المكتبة ودرسنا الحديث, حتّى وصل هو نفسه إلى الحكم بالصحة لحديث عمر بن شيبة.
أهل الحديث يدورون مع الحقّ - إن شاء الله - مع المحبة والاحترام لبعضهم بعض, والخلافات بينهم ليست خصومة إذا كان معهم على العقيدة والمنهج ثمّ أخطأ فلا يخرج عن دائرة الأجر, المجتهد إن أصاب فله أجران وإن أخطأ فله أجر واحد, ولهذا نرى أهل حديث من فجر التاريخ يختلفون في مثل هذه المسائل وينتقدون المقالات والأشخاص لكن بأدب واحترام، بدون سب, بدون تحقير، بدون شتم لأنّ قصدهم النّصيحة وبيان الحق.
[لقاء حديثي منهجي مع بعض طلاب العلم بمكّة]
▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️
Diterjemahkan oleh Abu Abdirrohman Sofian dari petikan Fatwa Syaikh Robi' bin Hadi Al Madkholi hafizhahullah pada:
https://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=43&id=755
dan file pdf pada link
http://www.rabee.net/ar/artdownload.php?id=252
📚 Grup WA Al I'tishom
Situs resmi:
https://itishom.org/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 TAUBAT NASUHA TATKALA WABAH MELANDA
Pada tahun 1224 H terjadi wabah (pandemi) dan penyakit yang parah, khususnya di negeri Dir’iyyah (Negara Saudi Pertama). Qaddaralallah wa ma syaa fa’al. Wabah ini terjadi sampai bulan Jumada (bulan ke-5 dan ke-6 tahun hijriyah, pen).
Kala itu di Dir’iyyah korban berjatuhan sangat banyak, baik dari kalangan pendatang maupun penduduk setempat. Kondisi terus memuncak, hingga terjadi dalam satu hari 30 sampai 40 orang meninggal dunia!
Maka pimpinan Dir’iyyah (Negara Saudi Pertama) pada masa itu, seorang raja yang shalih dan bijak, al-Imam Su’ud bin Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin Su’ud, Raja ke-3 Negara Saudi Pertama, – rahimahullah – menulis nasehat yang sangat mendalam kepada seluruh rakyat Dir’iyyah, yang dikirim ke seluruh penjuru negeri.
Dalam nasehatnya tersebut, sang Raja mengajak seluruh rakyat untuk meninggalkan dosa-dosa dan bertaubat dengan taubah nasuha. Seraya beliau menyebutkan perkara-perkara dosa, disertai dengan dalil-dalil dan ancaman agar meninggalkannya.
Beliau juga berdo’a kepada Allah dengan doa yang luar biasa memohon agar wabah dan bencana tersebut segera diangkat oleh Allah. Dalam doa tersebut beliau banyak memuji dan menyanjung Allah Ta’ala, bertawassul kepada-Nya dengan Asmaul Husna (nama-nama-Nya yang indah).
Nasehat agung ini dibacakan kepada segenap rakyat di masjid-masjid negeri Dir’iyyah. Dengan izin Allah, tak lama setelah itu wabahpun berakhir. Walhamdulillah.
Disebutkan dalam sejarah, bahwa di antara yang wafat dalam peristiwa wabah ini adalah seorang tokoh ulama besar, Mufti Agung Negeri Dir’iyyah, Al-‘Allamah al-Mufid Husain bin Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah. Beliau ulama besar dalam bidang ilmu tauhid, aqidah, tafsir, fiqh, dan lainnya. Beliau meninggal pada bulan Rabiul Akhir 1224 H.
Di antara yang tercatat meninggal dunia dalam peristiwa wabah ini pula: Sa’d bin Salim, Sa’d bin Abdillah bin Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin Su’ud, Ali bin Musa bin Suwailim, dan lainnya, termasuk 4 tokoh besar dari Alu Ma’mar.
(Dikisahkan ulang dari Kitab Sejarah: ‘Unwan al-Majd fi Tarikh Najd, 1/299-300, karya ‘Utman bin Abdillah bin Bisyr).
* * *
Semoga petikan sejarah ini bermanfaat bagi kita semua. Terkhusus pada bulan-bulan terakhir ini kita juga mengalama bencana pandemi di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Kita pun perlu mengoreksi diri sekaligus memperbaikinya.
Mari kita segera kembali kepada Allah, bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya. Karena petaka yang terjadi akibat perbuatan dan dosa anak manusia. Berapa banyak dari manusia, disadari maupun tidak, sengaja atau pun tidak melakukan tindak kerusakan di muka bumi.
* * *
Musibah dan bencana juga bisa terjadi akibat dosa dan kemaksiatan yang perbuat oleh manusia. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (30) [الشورى: 30]
“Segala musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (asy-Syura: 30)
(Bersambung)
📬 TAUBAT NASUHA TATKALA WABAH MELANDA
Pada tahun 1224 H terjadi wabah (pandemi) dan penyakit yang parah, khususnya di negeri Dir’iyyah (Negara Saudi Pertama). Qaddaralallah wa ma syaa fa’al. Wabah ini terjadi sampai bulan Jumada (bulan ke-5 dan ke-6 tahun hijriyah, pen).
Kala itu di Dir’iyyah korban berjatuhan sangat banyak, baik dari kalangan pendatang maupun penduduk setempat. Kondisi terus memuncak, hingga terjadi dalam satu hari 30 sampai 40 orang meninggal dunia!
Maka pimpinan Dir’iyyah (Negara Saudi Pertama) pada masa itu, seorang raja yang shalih dan bijak, al-Imam Su’ud bin Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin Su’ud, Raja ke-3 Negara Saudi Pertama, – rahimahullah – menulis nasehat yang sangat mendalam kepada seluruh rakyat Dir’iyyah, yang dikirim ke seluruh penjuru negeri.
Dalam nasehatnya tersebut, sang Raja mengajak seluruh rakyat untuk meninggalkan dosa-dosa dan bertaubat dengan taubah nasuha. Seraya beliau menyebutkan perkara-perkara dosa, disertai dengan dalil-dalil dan ancaman agar meninggalkannya.
Beliau juga berdo’a kepada Allah dengan doa yang luar biasa memohon agar wabah dan bencana tersebut segera diangkat oleh Allah. Dalam doa tersebut beliau banyak memuji dan menyanjung Allah Ta’ala, bertawassul kepada-Nya dengan Asmaul Husna (nama-nama-Nya yang indah).
Nasehat agung ini dibacakan kepada segenap rakyat di masjid-masjid negeri Dir’iyyah. Dengan izin Allah, tak lama setelah itu wabahpun berakhir. Walhamdulillah.
Disebutkan dalam sejarah, bahwa di antara yang wafat dalam peristiwa wabah ini adalah seorang tokoh ulama besar, Mufti Agung Negeri Dir’iyyah, Al-‘Allamah al-Mufid Husain bin Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah. Beliau ulama besar dalam bidang ilmu tauhid, aqidah, tafsir, fiqh, dan lainnya. Beliau meninggal pada bulan Rabiul Akhir 1224 H.
Di antara yang tercatat meninggal dunia dalam peristiwa wabah ini pula: Sa’d bin Salim, Sa’d bin Abdillah bin Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin Su’ud, Ali bin Musa bin Suwailim, dan lainnya, termasuk 4 tokoh besar dari Alu Ma’mar.
(Dikisahkan ulang dari Kitab Sejarah: ‘Unwan al-Majd fi Tarikh Najd, 1/299-300, karya ‘Utman bin Abdillah bin Bisyr).
* * *
Semoga petikan sejarah ini bermanfaat bagi kita semua. Terkhusus pada bulan-bulan terakhir ini kita juga mengalama bencana pandemi di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Kita pun perlu mengoreksi diri sekaligus memperbaikinya.
Mari kita segera kembali kepada Allah, bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya. Karena petaka yang terjadi akibat perbuatan dan dosa anak manusia. Berapa banyak dari manusia, disadari maupun tidak, sengaja atau pun tidak melakukan tindak kerusakan di muka bumi.
* * *
Musibah dan bencana juga bisa terjadi akibat dosa dan kemaksiatan yang perbuat oleh manusia. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (30) [الشورى: 30]
“Segala musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (asy-Syura: 30)
(Bersambung)
Pakar dan imam ahli tafsir terkemuka, Al-Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah (w. 310 H) menjelaskan tentang tafsir ayat di atas:
“Wahai umat manusia, tidaklah musibah yang menimpa kalian di dunia ini, baik musibah yang mengenai diri kalian sendiri, keluarga kalian, atau pun harta kalian, tidaklah musibah itu menimpa kalian kecuali sebagai hukuman dari Allah akibat dosa-dosa yang kalian perbuat, baik perbuatan dosa antara sesama kalian, maupun perbuatan dosa kalian terhadap Sang Pencipta. Itu pun Allah memaafkan banyak dari dosa-dosa kalian, sehingga kalian tidak dihukum karenanya.” (Tafsir Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an 21/538)
Sejarah juga mencatat, bahwa berapa banyak dari bangsa-bangsa besar pada masa lalu, yang memiliki kebudayaan dan peradaban besar, berujung kepada kehancuran akibat perbuatan mereka sendiri yang berani melawan Allah Ta’ala, tidak mau tunduk terhadap agama-Nya, dan menentang para rasul-Nya.
Ada yang mengalami musibah banjir bandang, ada yang mengalami gempa bumi yang sangat keras, ada yang ditenggelamkan dalam bumi, dan berbagai bencana dan musibah lainnya yang terjadi dengan kehendak Allah ‘Azza wa Jalla. Dalam al-Qur’an al-Karim Allah Ta’ala berkata,
فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ (40) [العنكبوت: 40]
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan (di lautan). Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (al-‘Ankabut : 40)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda,
يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ، خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ:
لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا.
وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ.
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا.
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ.
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ
“Wahai sekalian kaum Muhajirin, ada lima perkara apabila kalian ditimpa ujian karenanya, dan aku minta perlindungan kepada Allah agar lima hal tersebut jangan sampai menimpa kalian:
➊ Tidaklah perbuatan keji tampak terjadi pada suatu kaum, sampai mereka berani melakukannya secara terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka (wabah) tha’un dan berbagai penyakit yang belum pernah terjadi pada umat-umat sebelumnya.
➋ Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan mengalami paceklik, kehabisan bahan pangan, dan akan datang penguasa yang zhalim yang memimpin mereka.
“Wahai umat manusia, tidaklah musibah yang menimpa kalian di dunia ini, baik musibah yang mengenai diri kalian sendiri, keluarga kalian, atau pun harta kalian, tidaklah musibah itu menimpa kalian kecuali sebagai hukuman dari Allah akibat dosa-dosa yang kalian perbuat, baik perbuatan dosa antara sesama kalian, maupun perbuatan dosa kalian terhadap Sang Pencipta. Itu pun Allah memaafkan banyak dari dosa-dosa kalian, sehingga kalian tidak dihukum karenanya.” (Tafsir Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an 21/538)
Sejarah juga mencatat, bahwa berapa banyak dari bangsa-bangsa besar pada masa lalu, yang memiliki kebudayaan dan peradaban besar, berujung kepada kehancuran akibat perbuatan mereka sendiri yang berani melawan Allah Ta’ala, tidak mau tunduk terhadap agama-Nya, dan menentang para rasul-Nya.
Ada yang mengalami musibah banjir bandang, ada yang mengalami gempa bumi yang sangat keras, ada yang ditenggelamkan dalam bumi, dan berbagai bencana dan musibah lainnya yang terjadi dengan kehendak Allah ‘Azza wa Jalla. Dalam al-Qur’an al-Karim Allah Ta’ala berkata,
فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ (40) [العنكبوت: 40]
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan (di lautan). Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (al-‘Ankabut : 40)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda,
يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ، خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ:
لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا.
وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ.
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا.
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ.
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ
“Wahai sekalian kaum Muhajirin, ada lima perkara apabila kalian ditimpa ujian karenanya, dan aku minta perlindungan kepada Allah agar lima hal tersebut jangan sampai menimpa kalian:
➊ Tidaklah perbuatan keji tampak terjadi pada suatu kaum, sampai mereka berani melakukannya secara terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka (wabah) tha’un dan berbagai penyakit yang belum pernah terjadi pada umat-umat sebelumnya.
➋ Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan mengalami paceklik, kehabisan bahan pangan, dan akan datang penguasa yang zhalim yang memimpin mereka.
➌ Tidaklah sebuah kaum menolak membayar zakat hartanya, kecuali akan terhalangi hujan dari langit, kalau bukan karena keberadaan hewan-hewan ternak, niscaya mereka tidak akan diberi hujan sama sekali.
➍ Tidaklah mereka melanggar perjanjian dengan Allah dan perjanjian dengan Rasul-Nya, kecuali akan Allah jadikan musuh-musuh mereka dari selain mereka akan menguasai mereka, sehingga musuh-musuh itu pun akan mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka.
➎ Apabila para pimpinan mereka tidak berhukum dengan Kitabullah, dan tidak mau mencari kebaikan dari agama yang Allah turunkan, kecuali akan Allah jadikan kejelekan mereka akan menimpa mereka sendiri.” (HR. Ibnu Majah 4019, lihat ash-Shahihah no. 106)
Dalam hadits tersebut, dengan jelas Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam memberitakan bahwa berbagai musibah dan bencana, baik berupa wabah penyakit, kelaparan, kekeringan, kehabisan bahan pangan, bahkan sampai kezhaliman penguasa, penjajahan, dan ditimpa oleh akibat dari kejelekan diri sendiri, itu semua terjadi sebagai akibat perbuatan dosa-dosa mereka sendiri.
Dalam hadits tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam memberitakan bahwa wabah penyakit terjadi ketika perbuatan keji terjadi pada suatu kaum, sampai mereka berani melakukannya secara terang-terangan.
Jika hal ini terjadi pada suatu kaum, maka akan terjadi wabah tha’un atau wabah penyakit lainnya yang belum pernah terjadi pada umat-umat sebelumnya.
Sungguh kita takut kepada Allah Ta’ala. Takut akan kemurkaan dan adzab-Nya, akibat kita berani berbuat dosa, menentang perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya.
Mari segera kembali kepada Allah, segera bertaubat kepada-Nya. Segera memperbaiki iman dan taqwa kepada-Nya.
Termasuk taqwa kepada Allah Ta’ala adalah meningkat ketaatan dan amal shalih, menjauhi berbagai kemaksiatan.
Termasuk taqwa kepada-Nya adalah menaati imbauan pemerintah untuk disiplin protokol kesehatan dan melakukan segala upaya pencegahan. Tak hanya karena takut kena sanksi, namun karena dorongan iman dan kesabaran.
Semoga bencana pandemi Covid-19 ini segera Allah angkat dari muka bumi. Hanya kepada-Nya kita berharap dan memohon pertolongan. Amin.
Sumber: https://www.tanggapcovid19.com/taubat-nasuha-tatkala-wabah-melanda/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
➍ Tidaklah mereka melanggar perjanjian dengan Allah dan perjanjian dengan Rasul-Nya, kecuali akan Allah jadikan musuh-musuh mereka dari selain mereka akan menguasai mereka, sehingga musuh-musuh itu pun akan mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka.
➎ Apabila para pimpinan mereka tidak berhukum dengan Kitabullah, dan tidak mau mencari kebaikan dari agama yang Allah turunkan, kecuali akan Allah jadikan kejelekan mereka akan menimpa mereka sendiri.” (HR. Ibnu Majah 4019, lihat ash-Shahihah no. 106)
Dalam hadits tersebut, dengan jelas Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam memberitakan bahwa berbagai musibah dan bencana, baik berupa wabah penyakit, kelaparan, kekeringan, kehabisan bahan pangan, bahkan sampai kezhaliman penguasa, penjajahan, dan ditimpa oleh akibat dari kejelekan diri sendiri, itu semua terjadi sebagai akibat perbuatan dosa-dosa mereka sendiri.
Dalam hadits tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam memberitakan bahwa wabah penyakit terjadi ketika perbuatan keji terjadi pada suatu kaum, sampai mereka berani melakukannya secara terang-terangan.
Jika hal ini terjadi pada suatu kaum, maka akan terjadi wabah tha’un atau wabah penyakit lainnya yang belum pernah terjadi pada umat-umat sebelumnya.
Sungguh kita takut kepada Allah Ta’ala. Takut akan kemurkaan dan adzab-Nya, akibat kita berani berbuat dosa, menentang perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya.
Mari segera kembali kepada Allah, segera bertaubat kepada-Nya. Segera memperbaiki iman dan taqwa kepada-Nya.
Termasuk taqwa kepada Allah Ta’ala adalah meningkat ketaatan dan amal shalih, menjauhi berbagai kemaksiatan.
Termasuk taqwa kepada-Nya adalah menaati imbauan pemerintah untuk disiplin protokol kesehatan dan melakukan segala upaya pencegahan. Tak hanya karena takut kena sanksi, namun karena dorongan iman dan kesabaran.
Semoga bencana pandemi Covid-19 ini segera Allah angkat dari muka bumi. Hanya kepada-Nya kita berharap dan memohon pertolongan. Amin.
Sumber: https://www.tanggapcovid19.com/taubat-nasuha-tatkala-wabah-melanda/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬HUKUM UCAPAN BERKABUNG SAAT KEMATIAN ORANG KAFIR DAN HUKUM MENDOAKANNYA
Pertanyaan:
Apabila seorang laki-laki atau wanita kafir meninggal, apakah boleh atau tidak, kami mengucapkan : Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un , dan kita mengucapkan :
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً [الفجر:27-28]
hingga akhir surah ?
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjawab:
Apabila seorang kafir meninggal tidak mengapa kalian mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un
Alhamdulillah, mengucapkan kepada kerabatmu tidak mengapa, karena semua manusia akan kembali kepada Allah, semua manusia milik Allah, yang demikian tidak mengapa, akan tetapi tidak perlu mendoakannya.
Ketika yang meninggal kafir, maka tidak boleh mendoakannya, dan tidak pula mengucapkan : Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu... karena jiwanya adalah jiwa yang tidak tenang, jiwa yang jelek (kafir). Jangan mengucapkan kalimat ini. Kalimat ini hanya diucapkan kepada seorang mukmin.
Maka kesimpulannya orang kafir yang meninggal, tidak mengapa kita mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un
Dan tidak mengapa yang lain mengucapkan kepadamu : Semoga Allah memperbesar pahalamu dan menjadikan duka-citamu dalam kebaikan, ini tidak mengapa.
Mungkin ada manfaat bagimu selama hidupnya dulu atau dia pernah berbuat baik kepadamu, atau dia pernah berjasa baik kepadamu. Akan tetapi:
- Tidak boleh mendoakannya,
- Tidak boleh memintakan ampun baginya,
- dan Tidak boleh bershodaqoh untuknya, apabila dia meninggal dalam keadaan kafir.
======================
السؤال:
إذا مات رجل أو امرأة وهو كافر، هل يمكن أن نقول: إن لله وإنا إليه راجعون أو لا يجوز، ونقول أيضاً: يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً [الفجر:27-28] إلى آخره؟
الجواب:
الكافر إذا مات لا بأس أن تقول: إنا لله وإنا إليه راجعون، الحمد لله، من أقربائك، لا بأس، كل الناس إلى الله راجعون، كل الناس ملك لله ، لا بأس بهذا، ولكن لا يدعى له، ما دام كافر لا يدعى له، ولا يقال: يا أيتها النفس المطمئنة ارجعي، لأن النفس هذه غير مطمئنة، نفس فاجرة، لا يقال لها هذا، وإنما يقال هذا في المؤمن، فالحاصل أن الكافر إذا مات لا بأس أن تقول إنا لله وإنا إليه راجعون، ولا بأس أن يقول لك غيرك: عظم الله أجرك فيه، وأحسن عزاءك فيه، ما في بأس، قد يكون لك مصلحة في حياته، قد يكون في حياته يحسن إليك، ينفعك، فلا بأس، لكن لا يدعى له، ولا يستغفر له، ولا يتصدق عنه، إذا مات كافراً.
▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️
Diterjemahkan oleh Abu Muhammad Qosim dari situs resmi Syaikh bin Baz rahimahullah : http://bit.ly/39OXiZj
Grup WA Al I'tishom
Situs resmi:
https://itishom.org/
Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬HUKUM UCAPAN BERKABUNG SAAT KEMATIAN ORANG KAFIR DAN HUKUM MENDOAKANNYA
Pertanyaan:
Apabila seorang laki-laki atau wanita kafir meninggal, apakah boleh atau tidak, kami mengucapkan : Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un , dan kita mengucapkan :
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً [الفجر:27-28]
hingga akhir surah ?
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjawab:
Apabila seorang kafir meninggal tidak mengapa kalian mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un
Alhamdulillah, mengucapkan kepada kerabatmu tidak mengapa, karena semua manusia akan kembali kepada Allah, semua manusia milik Allah, yang demikian tidak mengapa, akan tetapi tidak perlu mendoakannya.
Ketika yang meninggal kafir, maka tidak boleh mendoakannya, dan tidak pula mengucapkan : Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu... karena jiwanya adalah jiwa yang tidak tenang, jiwa yang jelek (kafir). Jangan mengucapkan kalimat ini. Kalimat ini hanya diucapkan kepada seorang mukmin.
Maka kesimpulannya orang kafir yang meninggal, tidak mengapa kita mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un
Dan tidak mengapa yang lain mengucapkan kepadamu : Semoga Allah memperbesar pahalamu dan menjadikan duka-citamu dalam kebaikan, ini tidak mengapa.
Mungkin ada manfaat bagimu selama hidupnya dulu atau dia pernah berbuat baik kepadamu, atau dia pernah berjasa baik kepadamu. Akan tetapi:
- Tidak boleh mendoakannya,
- Tidak boleh memintakan ampun baginya,
- dan Tidak boleh bershodaqoh untuknya, apabila dia meninggal dalam keadaan kafir.
======================
السؤال:
إذا مات رجل أو امرأة وهو كافر، هل يمكن أن نقول: إن لله وإنا إليه راجعون أو لا يجوز، ونقول أيضاً: يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً [الفجر:27-28] إلى آخره؟
الجواب:
الكافر إذا مات لا بأس أن تقول: إنا لله وإنا إليه راجعون، الحمد لله، من أقربائك، لا بأس، كل الناس إلى الله راجعون، كل الناس ملك لله ، لا بأس بهذا، ولكن لا يدعى له، ما دام كافر لا يدعى له، ولا يقال: يا أيتها النفس المطمئنة ارجعي، لأن النفس هذه غير مطمئنة، نفس فاجرة، لا يقال لها هذا، وإنما يقال هذا في المؤمن، فالحاصل أن الكافر إذا مات لا بأس أن تقول إنا لله وإنا إليه راجعون، ولا بأس أن يقول لك غيرك: عظم الله أجرك فيه، وأحسن عزاءك فيه، ما في بأس، قد يكون لك مصلحة في حياته، قد يكون في حياته يحسن إليك، ينفعك، فلا بأس، لكن لا يدعى له، ولا يستغفر له، ولا يتصدق عنه، إذا مات كافراً.
▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️
Diterjemahkan oleh Abu Muhammad Qosim dari situs resmi Syaikh bin Baz rahimahullah : http://bit.ly/39OXiZj
Grup WA Al I'tishom
Situs resmi:
https://itishom.org/
Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
binbaz.org.sa
حكم قول الحوقلة عند موت الكافر، وحكم الدعاء له
الجواب:
الكافر إذا مات لا بأس أن تقول: إنا لله وإنا إليه راجعون، الحمد لله، من أقربائك، لا
الكافر إذا مات لا بأس أن تقول: إنا لله وإنا إليه راجعون، الحمد لله، من أقربائك، لا
::
📬 MEMILIH GURU YANG DIKENAL BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH NABI DALAM BERAKIDAH, BERIBADAH, BERAKHLAK DAN MUAMALAH
Sebab, urusan ilmu adalah urusan agama. Seseorang tidak bisa sembarangan atau asal comot mengambilnya, tanpa peduli dari siapa dia dapatkan.
Hal ini akan berakibat fatal sampai akhirat kelak. Maka dari itu, dia harus mengetahui orang yang akan dia ambil ilmu agamanya.
⚠️ Jangan sampai dia mengambil agamanya dari orang yang memusuhi As-Sunnah, orang yang memusuhi Ahlus Sunnah, orang yang tidak pernah diketahui belajar akidah yang benar karena selama ini mempelajari akidah-akidah yang salah atau orang yang mendapatkan ilmu hanya dari hasil membaca tanpa bimbingan para ulama Ahlus Sunnah. Sangat dikhawatirkan, dia memiliki pemahaman-pemahaman yang salah karena hal tersebut.
Seorang tabiin bernama Muhammad bin Sirin mengatakan, “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka dari itu, perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”
Beliau juga berkata, “Dahulu orang-orang tidak bertanya tentang sanad (rangkaian para rawi yang meriwayatkan) hadits. Tatkala terjadi fitnah, mereka mengatakan, ‘Sebutkan kepada kami sanad kalian.’ Mereka melihat (sanadnya adalah) Ahlus Sunnah, lalu mereka menerima haditsnya. Mereka juga melihat (sanadnya adalah) ahlul bid’ah, lalu menolak haditsnya.”
📚 (Riwayat Muslim dalam “Muqaddimah” Shahih-nya)
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
الْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ
“Keberkahan ada pada orang-orang besar kalian.”
📚 (Sahih, HR. Ibnu Hibban, al-Hakim, dan Ibnu Abdil Bar dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi hlm. 614 dengan tahqiq Abul Asybal; dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2887 dan ash-Shahihah no. 1778)
Dalam ucapan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu:
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا أَخَذُوا الْعِلْمَ عَنْ أَكَابِرِهِمْ، فَإِذَا أَخَذُوا عَنْ صِغَارِهِمْ وَشِرَارِهِمْ هَلَكُوا
“Manusia tetap akan baik selama mereka mengambil ilmu dari orang-orang besar mereka. Jika mereka mengambilnya dari orang-orang kecil dan jahat di antara mereka, mereka akan binasa.”
Diriwayatkan pula yang semakna dengannya dari sahabat Umar bin al-Khaththab radhiallahu anhu. (Riwayat Ibnu Abdil Bar dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi hlm. 615 dan 616, tahqiq Abul Asybal; dinilai sahih olehnya)
Ibnu Abdil Bar menukilkan dari sebagian ulama tentang maksud dari hadits di atas, “Yang dimaksud dengan orang-orang kecil dalam hadits Umar dan hadits-hadits yang semakna dengannya ialah orang yang dimintai fatwa padahal tidak berilmu. Adapun orang besar artinya yang berilmu tentang segala hal, atau yang mengambil ilmu dari para sahabat.”
📚 (Lihat Jami’ Bayanil ‘Ilmi hlm. 617)
Simak selengkapnya: https://asysyariah.com/prinsip-prinsip-mengkaji-agama/ | @hikmahsalafiyyah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MEMILIH GURU YANG DIKENAL BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH NABI DALAM BERAKIDAH, BERIBADAH, BERAKHLAK DAN MUAMALAH
Sebab, urusan ilmu adalah urusan agama. Seseorang tidak bisa sembarangan atau asal comot mengambilnya, tanpa peduli dari siapa dia dapatkan.
Hal ini akan berakibat fatal sampai akhirat kelak. Maka dari itu, dia harus mengetahui orang yang akan dia ambil ilmu agamanya.
⚠️ Jangan sampai dia mengambil agamanya dari orang yang memusuhi As-Sunnah, orang yang memusuhi Ahlus Sunnah, orang yang tidak pernah diketahui belajar akidah yang benar karena selama ini mempelajari akidah-akidah yang salah atau orang yang mendapatkan ilmu hanya dari hasil membaca tanpa bimbingan para ulama Ahlus Sunnah. Sangat dikhawatirkan, dia memiliki pemahaman-pemahaman yang salah karena hal tersebut.
Seorang tabiin bernama Muhammad bin Sirin mengatakan, “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka dari itu, perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”
Beliau juga berkata, “Dahulu orang-orang tidak bertanya tentang sanad (rangkaian para rawi yang meriwayatkan) hadits. Tatkala terjadi fitnah, mereka mengatakan, ‘Sebutkan kepada kami sanad kalian.’ Mereka melihat (sanadnya adalah) Ahlus Sunnah, lalu mereka menerima haditsnya. Mereka juga melihat (sanadnya adalah) ahlul bid’ah, lalu menolak haditsnya.”
📚 (Riwayat Muslim dalam “Muqaddimah” Shahih-nya)
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
الْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ
“Keberkahan ada pada orang-orang besar kalian.”
📚 (Sahih, HR. Ibnu Hibban, al-Hakim, dan Ibnu Abdil Bar dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi hlm. 614 dengan tahqiq Abul Asybal; dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2887 dan ash-Shahihah no. 1778)
Dalam ucapan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu:
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا أَخَذُوا الْعِلْمَ عَنْ أَكَابِرِهِمْ، فَإِذَا أَخَذُوا عَنْ صِغَارِهِمْ وَشِرَارِهِمْ هَلَكُوا
“Manusia tetap akan baik selama mereka mengambil ilmu dari orang-orang besar mereka. Jika mereka mengambilnya dari orang-orang kecil dan jahat di antara mereka, mereka akan binasa.”
Diriwayatkan pula yang semakna dengannya dari sahabat Umar bin al-Khaththab radhiallahu anhu. (Riwayat Ibnu Abdil Bar dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi hlm. 615 dan 616, tahqiq Abul Asybal; dinilai sahih olehnya)
Ibnu Abdil Bar menukilkan dari sebagian ulama tentang maksud dari hadits di atas, “Yang dimaksud dengan orang-orang kecil dalam hadits Umar dan hadits-hadits yang semakna dengannya ialah orang yang dimintai fatwa padahal tidak berilmu. Adapun orang besar artinya yang berilmu tentang segala hal, atau yang mengambil ilmu dari para sahabat.”
📚 (Lihat Jami’ Bayanil ‘Ilmi hlm. 617)
Simak selengkapnya: https://asysyariah.com/prinsip-prinsip-mengkaji-agama/ | @hikmahsalafiyyah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️