3⃣ TIDAK TUKAR MENUKAR HADIAH PADA HARI RAYA MEREKA
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan:
“Telah sampai kepada kami (berita) tentang sebagian orang yang tidak mengerti dan lemah agamanya, bahwa mereka saling menukar hadiah pada hari raya Nashrani.
Ini adalah haram dan tidak boleh dilakukan. Sebab, dalam (perbuatan) tersebut mengandung unsur keridhaan kepada kekufuran dan agama mereka. Kita mengadukan (hal ini) kepada Allah.” (At-Ta’liq ‘Ala Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal. 277)
4⃣ TIDAK MENJUAL SESUATU UNTUK KEPERLUAN HARI RAYA MEREKA
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan bahwa seorang muslim yang menjual barang dagangannya untuk membantu kebutuhan hari raya orang-orang kafir baik berupa makanan, pakaian atau selainnya maka ini merupakan bentuk pertolongan untuk mensukseskan acara tersebut.
(Perbuatan) ini dilarang atas dasar suatu kaidah yaitu: Tidak boleh menjual air anggur atau air buah kepada orang-orang kafir untuk dijadikan minuman keras (khamr). Demikian halnya, tidak boleh menjual senjata kepada mereka untuk memerangi seorang muslim. (Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal.325)
5⃣ TIDAK MELAKUKAN AKTIVITAS-AKTIVITAS TERTENTU YANG MENYERUPAI ORANG-ORANG KAFIR PADA HARI RAYA MEREKA
Dalam fatwanya, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan:
“Dan demikian pula diharamkan bagi kaum muslimin untuk meniru orang-orang kafir pada hari raya tersebut dengan mengadakan perayaan-perayaan khusus, tukar menukar hadiah, pembagian permen (secara gratis), membuat makanan khusus, libur kerja dan semacamnya. Hal ini berdasarkan ucapan Nabi :
مَنْ تَشَبّهَ بِقَوْم فَهُوَ مِنْهُم
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (H.R Abu Daud dengan sanad hasan). (Majmu’uts Tsamin juz 3)
@ManhajulAnbiya
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan:
“Telah sampai kepada kami (berita) tentang sebagian orang yang tidak mengerti dan lemah agamanya, bahwa mereka saling menukar hadiah pada hari raya Nashrani.
Ini adalah haram dan tidak boleh dilakukan. Sebab, dalam (perbuatan) tersebut mengandung unsur keridhaan kepada kekufuran dan agama mereka. Kita mengadukan (hal ini) kepada Allah.” (At-Ta’liq ‘Ala Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal. 277)
4⃣ TIDAK MENJUAL SESUATU UNTUK KEPERLUAN HARI RAYA MEREKA
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan bahwa seorang muslim yang menjual barang dagangannya untuk membantu kebutuhan hari raya orang-orang kafir baik berupa makanan, pakaian atau selainnya maka ini merupakan bentuk pertolongan untuk mensukseskan acara tersebut.
(Perbuatan) ini dilarang atas dasar suatu kaidah yaitu: Tidak boleh menjual air anggur atau air buah kepada orang-orang kafir untuk dijadikan minuman keras (khamr). Demikian halnya, tidak boleh menjual senjata kepada mereka untuk memerangi seorang muslim. (Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal.325)
5⃣ TIDAK MELAKUKAN AKTIVITAS-AKTIVITAS TERTENTU YANG MENYERUPAI ORANG-ORANG KAFIR PADA HARI RAYA MEREKA
Dalam fatwanya, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan:
“Dan demikian pula diharamkan bagi kaum muslimin untuk meniru orang-orang kafir pada hari raya tersebut dengan mengadakan perayaan-perayaan khusus, tukar menukar hadiah, pembagian permen (secara gratis), membuat makanan khusus, libur kerja dan semacamnya. Hal ini berdasarkan ucapan Nabi :
مَنْ تَشَبّهَ بِقَوْم فَهُوَ مِنْهُم
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (H.R Abu Daud dengan sanad hasan). (Majmu’uts Tsamin juz 3)
@ManhajulAnbiya
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 ADAKAH TUNTUNAN DOA AKHIR TAHUN?
Saat ini banyak beredar doa akhir tahun. Apakah pada waktu tersebut memang ada doa khusus?
Tidak ada zikir maupun amalan khusus yang dianjurkan oleh agama Islam pada akhir maupun awal tahun. Sehingga, tidak diperkenankan untuk mengkhususkannya dengan suatu amal, zikir, ataukah doa tertentu.
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullaah berkata,
آخر السنة ليس له خصوصية بالعبادات أو شيء من الأذكار كما يروج الآن في الجوالات, اعملوا في آخر السنة كذا, وقولوا كذا هذا من البدع والدعوة إلى البدع فليس لآخر السنة خصوصية عن أولها أو عن وسطها أو عن أي شهر أو يوم. المسلم مطلوب منه العمل في كل السنة لا في آخرها فقط
"Akhir tahun tidaklah memiliki keutamaan khusus untuk menjalankan ibadah ataukah untuk membaca zikir-zikir tertentu, seperti yang dilariskan pada (pesan-pesan) telepon genggam yang marak beredar. "Amalkan ini, baca zikir ini!", ini semua merupakan amalan baru dan seruan pada kegiatan amal yang tak pernah diamalkan oleh Nabi sebelumnya (bid'ah).
Sehingga penghujung tahun tidak mempunyai kelebihan di atas awal maupun pertengahan tahun, atau di atas bulan-bulan atau hari lainnya. Dan seorang penganut Islam, dituntut untuk beribadah sepanjang tahun, bukan pada akhirnya saja."
[Jawaban salah satu pertanyaan di kajian "Pondasi dan Ketentuan Dalam Mengambil Ilmu" oleh asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullaah pada hari Kamis, 11 al-Muharram 1427.]
Sumber Transkrip: Syabakah Sahab as-Salafiyyah
📝 Selesai Dialihbahasakan: Gerimis ba'da zhuhr, 29 Dzulhijjah 1437 / 01 Oktober 2016
Di : Jl. Stadion @ Kota Raja
_________________________________________
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala. @nasehatetam
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 ADAKAH TUNTUNAN DOA AKHIR TAHUN?
Saat ini banyak beredar doa akhir tahun. Apakah pada waktu tersebut memang ada doa khusus?
Tidak ada zikir maupun amalan khusus yang dianjurkan oleh agama Islam pada akhir maupun awal tahun. Sehingga, tidak diperkenankan untuk mengkhususkannya dengan suatu amal, zikir, ataukah doa tertentu.
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullaah berkata,
آخر السنة ليس له خصوصية بالعبادات أو شيء من الأذكار كما يروج الآن في الجوالات, اعملوا في آخر السنة كذا, وقولوا كذا هذا من البدع والدعوة إلى البدع فليس لآخر السنة خصوصية عن أولها أو عن وسطها أو عن أي شهر أو يوم. المسلم مطلوب منه العمل في كل السنة لا في آخرها فقط
"Akhir tahun tidaklah memiliki keutamaan khusus untuk menjalankan ibadah ataukah untuk membaca zikir-zikir tertentu, seperti yang dilariskan pada (pesan-pesan) telepon genggam yang marak beredar. "Amalkan ini, baca zikir ini!", ini semua merupakan amalan baru dan seruan pada kegiatan amal yang tak pernah diamalkan oleh Nabi sebelumnya (bid'ah).
Sehingga penghujung tahun tidak mempunyai kelebihan di atas awal maupun pertengahan tahun, atau di atas bulan-bulan atau hari lainnya. Dan seorang penganut Islam, dituntut untuk beribadah sepanjang tahun, bukan pada akhirnya saja."
[Jawaban salah satu pertanyaan di kajian "Pondasi dan Ketentuan Dalam Mengambil Ilmu" oleh asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullaah pada hari Kamis, 11 al-Muharram 1427.]
Sumber Transkrip: Syabakah Sahab as-Salafiyyah
📝 Selesai Dialihbahasakan: Gerimis ba'da zhuhr, 29 Dzulhijjah 1437 / 01 Oktober 2016
Di : Jl. Stadion @ Kota Raja
_________________________________________
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala. @nasehatetam
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 SEBAGAI UJIAN ATAUKAH SIKSAAN?
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya,
Soal:
Bila seseorang ditimpa sakit atau bencana buruk pada dirinya atau hartanya, bagaimana seseorang bisa mengetahui bahwa musibah tersebut adalah ujian ataukah kemurkaan Allah?
Jawab:
Allah menguji hamba-NYA dengan kesenangan dan kesulitan, kesempitan dan kelapangan.
Terkadang Allah menguji mereka dengan ujian-ujian tersebut untuk mengangkat derajat mereka dan meninggikan penyebutan mereka serta melipat gandakan kebaikan mereka sebagaimana yang Allah perbuat terhadap para Nabi dan Rasul 'alaihimush shalatu was salam serta orang-orang shalih dari hamba-hamba Allah.
Sebagaimana sabda Rasululullah ﷺ,
أشَدُّ الناسِ بَلاءً الأنبياءُ، ثم الأَمثَلُ فالأَمْثَل
"Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi kemudian yang semisal mereka dan yang semisal mereka".
Dan terkadang Allah melakukan itu (menimpakan bencana) karena sebab maksiat dan dosa, sehingga ia menjadi hukuman yang disegerakan, sebagaimana yang Allah firmankan,
وَمَاۤ أَصَـٰبَكُم مِّن مُّصِیبَةࣲ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَیۡدِیكُمۡ وَیَعۡفُوا۟ عَن كَثِیرࣲ
"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)"(Asy-Syura: 30).
Mayoritas yang terjadi pada manusia adalah kelalaian dan tidak menunaikan kewajiban.
Maka apa yang menimpanya maka itu di sebabkan dosa dan kelalaiannya terhadap perintah Allah. Bila diberi ujian salah seorang dari hamba-hamba Allah yang shalih berupa penyakit atau yang semisalnya, maka ini termasuk jenis ujian yang menimpa para Nabi dan Rasul dalam rangka meninggikan derajat mereka dan membesarkan pahala mereka, dan agar menjadi teladan bagi selainnya dalam kesabaran dan teladan dalam mengharapkan pahala dari Allah.
Kesimpulannya, bahwa terkadang ujian itu untuk mengangkat derajat dan membesarkan pahala, sebagaimana yang Allah perbuat terhadap para Nabi dan sebagian orang-orang baik, dan terkadang dalam rangka menggugurkan dosa-dosa, sebagaimana dalam firman Allah,
مَن یَعۡمَلۡ سُوۤءࣰا یُجۡزَ بِهِۦ
"Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu".(An-Nisa' 123).
Dan sabda Nabi ﷺ,
مَا أَصَابَ الْمُسْلِمَ مِنْ هَمٍّ وَلاَ غمٍّ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ حَزَن وَلاَ أَذًى إِلاَّ كفَّر اللَّه بِهِ مِنْ خطَايَاه حتَّى الشَّوْكَةُ يُشَاكُها
"Tidaklah menimpa seorang muslim berupa kesusahan, duka cita, kelelahan, rasa sakit, kesedihan, dan gangguan, kecuali Allah gugurkan dengannya dosa-dosanya bahkanpun duri yang menusuknya".
Dan juga sabda Rasulullah ﷺ,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْراً يُصِبْ مِنْهُ
"Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan untuknya, maka Allah timpakan ujian kepadanya".
Dan terkadang bencana tersebut sebagai hukuman yang di segerakan karena sebab perbuatan maksiat dan tidak segera bertaubat, sebagaimana hadits Nabi bahwa beliau berdabda,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بعبْدِهِ الْخَيْر عجَّلَ لَهُ الْعُقُوبةَ في الدُّنْيَا، وإِذَا أَرَادَ اللَّه بِعبدِهِ الشَّرَّ أمسَكَ عنْهُ بذَنْبِهِ حتَّى يُوافِيَ بهِ يَومَ الْقِيامةِ. (خرجه الترمذي وحسنه)
"Bila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-NYA maka Dia menyegerakan untuknya hukuman di dunia, dan bila Allah menginginkan kejelekan bagi hamba-NYA maka Dia menahan hukuman darinya karena dosanya, hingga Allah cukupkan balasan untuknya di hari kiamat". (Dikeluarkan oleh At Tirmidzi dan beliau menghasankannya).
🌐 Sumber:
https://binbaz.org.sa/fatwas/915/%D9%85%D8 | @nasehatilmiah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SEBAGAI UJIAN ATAUKAH SIKSAAN?
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya,
Soal:
Bila seseorang ditimpa sakit atau bencana buruk pada dirinya atau hartanya, bagaimana seseorang bisa mengetahui bahwa musibah tersebut adalah ujian ataukah kemurkaan Allah?
Jawab:
Allah menguji hamba-NYA dengan kesenangan dan kesulitan, kesempitan dan kelapangan.
Terkadang Allah menguji mereka dengan ujian-ujian tersebut untuk mengangkat derajat mereka dan meninggikan penyebutan mereka serta melipat gandakan kebaikan mereka sebagaimana yang Allah perbuat terhadap para Nabi dan Rasul 'alaihimush shalatu was salam serta orang-orang shalih dari hamba-hamba Allah.
Sebagaimana sabda Rasululullah ﷺ,
أشَدُّ الناسِ بَلاءً الأنبياءُ، ثم الأَمثَلُ فالأَمْثَل
"Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi kemudian yang semisal mereka dan yang semisal mereka".
Dan terkadang Allah melakukan itu (menimpakan bencana) karena sebab maksiat dan dosa, sehingga ia menjadi hukuman yang disegerakan, sebagaimana yang Allah firmankan,
وَمَاۤ أَصَـٰبَكُم مِّن مُّصِیبَةࣲ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَیۡدِیكُمۡ وَیَعۡفُوا۟ عَن كَثِیرࣲ
"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)"(Asy-Syura: 30).
Mayoritas yang terjadi pada manusia adalah kelalaian dan tidak menunaikan kewajiban.
Maka apa yang menimpanya maka itu di sebabkan dosa dan kelalaiannya terhadap perintah Allah. Bila diberi ujian salah seorang dari hamba-hamba Allah yang shalih berupa penyakit atau yang semisalnya, maka ini termasuk jenis ujian yang menimpa para Nabi dan Rasul dalam rangka meninggikan derajat mereka dan membesarkan pahala mereka, dan agar menjadi teladan bagi selainnya dalam kesabaran dan teladan dalam mengharapkan pahala dari Allah.
Kesimpulannya, bahwa terkadang ujian itu untuk mengangkat derajat dan membesarkan pahala, sebagaimana yang Allah perbuat terhadap para Nabi dan sebagian orang-orang baik, dan terkadang dalam rangka menggugurkan dosa-dosa, sebagaimana dalam firman Allah,
مَن یَعۡمَلۡ سُوۤءࣰا یُجۡزَ بِهِۦ
"Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu".(An-Nisa' 123).
Dan sabda Nabi ﷺ,
مَا أَصَابَ الْمُسْلِمَ مِنْ هَمٍّ وَلاَ غمٍّ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ حَزَن وَلاَ أَذًى إِلاَّ كفَّر اللَّه بِهِ مِنْ خطَايَاه حتَّى الشَّوْكَةُ يُشَاكُها
"Tidaklah menimpa seorang muslim berupa kesusahan, duka cita, kelelahan, rasa sakit, kesedihan, dan gangguan, kecuali Allah gugurkan dengannya dosa-dosanya bahkanpun duri yang menusuknya".
Dan juga sabda Rasulullah ﷺ,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْراً يُصِبْ مِنْهُ
"Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan untuknya, maka Allah timpakan ujian kepadanya".
Dan terkadang bencana tersebut sebagai hukuman yang di segerakan karena sebab perbuatan maksiat dan tidak segera bertaubat, sebagaimana hadits Nabi bahwa beliau berdabda,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بعبْدِهِ الْخَيْر عجَّلَ لَهُ الْعُقُوبةَ في الدُّنْيَا، وإِذَا أَرَادَ اللَّه بِعبدِهِ الشَّرَّ أمسَكَ عنْهُ بذَنْبِهِ حتَّى يُوافِيَ بهِ يَومَ الْقِيامةِ. (خرجه الترمذي وحسنه)
"Bila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-NYA maka Dia menyegerakan untuknya hukuman di dunia, dan bila Allah menginginkan kejelekan bagi hamba-NYA maka Dia menahan hukuman darinya karena dosanya, hingga Allah cukupkan balasan untuknya di hari kiamat". (Dikeluarkan oleh At Tirmidzi dan beliau menghasankannya).
🌐 Sumber:
https://binbaz.org.sa/fatwas/915/%D9%85%D8 | @nasehatilmiah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
binbaz.org.sa
متى يعرف العبد أن هذا الابتلاء امتحان أو عذاب؟
ج: الله يبتلي عباده بالسراء والضراء وبالشدة والرخاء، وقد يبتليهم بها لرفع درجاتهم وإعلاء
::
📬 MERASA BENAR TANPA MAU MEMBAHAS DAN BERDISKUSI : PUAS DENGAN DIRI SENDIRI ADALAH MUSIBAH
Al Imam Ibnul Jauzy rahimahullah berkata,
المصيبة العظمى رضا الإنسان عن نفسه، واقتناعه بعلمه! وهذه محنة قد عمت أكثر الخلق:
فترى اليهودي أو النصراني يرى أنه على الصواب ولا يبحث ولا ينظر في دليل نبوة نبينا ﷺ وإذا سمع ما يلين قلبه، مثل القرآن المعجز؛ هرب؛ لئلا يسمع!
وكذلك كل ذي هوى يثبت عليه: إما لأنه مذهب أبيه وأهله أو لأنه نظر نظرا أول فرآه صوابًا، ولم ينظر فيما يناقضه، ولم يباحث العلماء ليبينوا له خطأه!
"Musibah besar tatkala seseorang ridha dengan dirinya sendiri dan merasa puas dengan ilmunya. Fitnah ini telah menimpa sebagian besar orang.
Engkau bisa melihat seorang Yahudi atau seorang Nasrani berkeyakinan bahwa dia diatas kebenaran.
Dia TIDAK MAU MEMBAHAS dan melihat pada tanda kenabian nabi kita ﷺ.
Jika dia mendengar sesuatu yang melembutkan hatinya, seperti Al- Qur`an, dia SEGERA LARI AGAR TIDAK MENDENGARNYA.
Demikian pula setiap pemilik hawa nafsu, maka dia tetap pada keyakinannya.
Hal tersebut bisa jadi karena apa yang diyakini merupakan mazhab ayahnya atau keluarganya atau bisa jadi karena saat awal kali melihat sesuatu langsung membenarkannya tanpa mau melihat yang mengkritiknya dan juga TANPA MAU MENDISKUSIKANNYA dengan para ulama agar mereka menerangkan kesalahan dia."
📒 [Shaidul Khathir 470] @nasehatilmiah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MERASA BENAR TANPA MAU MEMBAHAS DAN BERDISKUSI : PUAS DENGAN DIRI SENDIRI ADALAH MUSIBAH
Al Imam Ibnul Jauzy rahimahullah berkata,
المصيبة العظمى رضا الإنسان عن نفسه، واقتناعه بعلمه! وهذه محنة قد عمت أكثر الخلق:
فترى اليهودي أو النصراني يرى أنه على الصواب ولا يبحث ولا ينظر في دليل نبوة نبينا ﷺ وإذا سمع ما يلين قلبه، مثل القرآن المعجز؛ هرب؛ لئلا يسمع!
وكذلك كل ذي هوى يثبت عليه: إما لأنه مذهب أبيه وأهله أو لأنه نظر نظرا أول فرآه صوابًا، ولم ينظر فيما يناقضه، ولم يباحث العلماء ليبينوا له خطأه!
"Musibah besar tatkala seseorang ridha dengan dirinya sendiri dan merasa puas dengan ilmunya. Fitnah ini telah menimpa sebagian besar orang.
Engkau bisa melihat seorang Yahudi atau seorang Nasrani berkeyakinan bahwa dia diatas kebenaran.
Dia TIDAK MAU MEMBAHAS dan melihat pada tanda kenabian nabi kita ﷺ.
Jika dia mendengar sesuatu yang melembutkan hatinya, seperti Al- Qur`an, dia SEGERA LARI AGAR TIDAK MENDENGARNYA.
Demikian pula setiap pemilik hawa nafsu, maka dia tetap pada keyakinannya.
Hal tersebut bisa jadi karena apa yang diyakini merupakan mazhab ayahnya atau keluarganya atau bisa jadi karena saat awal kali melihat sesuatu langsung membenarkannya tanpa mau melihat yang mengkritiknya dan juga TANPA MAU MENDISKUSIKANNYA dengan para ulama agar mereka menerangkan kesalahan dia."
📒 [Shaidul Khathir 470] @nasehatilmiah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 PETASAN DALAM TINJAUAN SYARIAT
📄 Buletin Al-Faidah Edisi 32 Vol. 3 | Tahun-6 | 1441 H
SEJARAH PETASAN
Sejarah petasan bermula dari Tiongkok sekitar abad ke-9 Masehi. Seorang juru masak mencampur tiga bahan bubuk hitam (black powder) yakni garam peter (kalium nitrat), belerang dan arang dari kayu. Ternyata bahan-bahan ini mudah terbakar.
Kemudian, bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam bambu, inilah petasan pertama.
Petasan ini dipercaya bisa mengusir roh jahat dalam perayaan–perayaan. Dalam perkembangannya, petasan menjadi peramai acara-acara di Tiongkok.
Pada zaman dinasti Song, pabrik petasan didirikan. Kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api karena lebih menitikberatkan pada warna-warni dan bentuk pijaran api di angkasa. Tradisi petasan lalu menyebar ke seluruh pelosok dunia.
TINJAUAN SYARIAT
Dalam syariat islam yang mulia ini, hukum asal dari segala sesuatu selain ibadah adalah diperbolehkan hingga ada dalil yang melarangnya atau nampak jelas mudharatnya. Tidak terkecuali dengan masalah petasan ini.
Jadi, untuk menentukan boleh tidaknya suatu perkara, kita tinjau terlebih dahulu ada tidaknya dalil yang mengharamkan.
Memang benar, tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa petasan dan kembang api haram karena memang tidak ada di zaman Nabi ﷺ. Tapi, ternyata petasan dan kembang api sekarang ini banyak memiliki sisi negatif yang menjadikannya haram. Di antaranya adalah:
1. Menghambur-hamburkan Harta (Mubadzir)
Orang yang mubadzir disebutkan oleh Allah سبحانه و تعالى sebagai saudara setan. Allah سبحانه و تعالى berfirman:
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra: 27)
Belum lagi waktu yang berlalu terbuang sia-sia. Sungguh celaka orang yang tidak memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah سبحانه و تعالى. Betapa kita sering mendengar satu surat yang Allah سبحانه و تعالى bersumpah dengan waktu yaitu surat Al-'Ashr, ini karena pentingnya memanfaatkan waktu.
2. Menakuti Orang
Tidak boleh seorang muslim menakuti muslim yang lain baik bercanda, apalagi serius. Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيْهِ لَعِبًا وَلَا جِدًّا وَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيْهِ فَلْيَرُدَّهَا
“Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang saudaranya dengan bercanda atau serius. Dan barangsiapa mengambil tongkat saudaranya, hendaknya dia kembalikan.” [HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه الله]
Mengambil tongkat untuk bercanda pun tidak boleh, terlebih melempar petasan yang dapat mencelakai orang. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits lain:
مَنْ أَشَارَ إِلَي أَخِيْهِ بِحَدِيْدَةٍ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّي يَدَعَهُ وَإِنْ كَانَ أَخَاهُ لِأَبِيْهِ وَأُمِّهِ
“Barangsiapa menunjuk saudaranya dengan pisau besi, sesungguhnya malaikat melaknatnya hingga dia meninggalkannya, meskipun dia adalah saudara seayah dan seibu.” [HR. Muslim dari shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه]
Oleh sebab itu, seorang muslim tidak boleh membuat teror kepada muslim lainnya. Baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
⏳ Bersambung insyaAllah..
📬 PETASAN DALAM TINJAUAN SYARIAT
📄 Buletin Al-Faidah Edisi 32 Vol. 3 | Tahun-6 | 1441 H
SEJARAH PETASAN
Sejarah petasan bermula dari Tiongkok sekitar abad ke-9 Masehi. Seorang juru masak mencampur tiga bahan bubuk hitam (black powder) yakni garam peter (kalium nitrat), belerang dan arang dari kayu. Ternyata bahan-bahan ini mudah terbakar.
Kemudian, bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam bambu, inilah petasan pertama.
Petasan ini dipercaya bisa mengusir roh jahat dalam perayaan–perayaan. Dalam perkembangannya, petasan menjadi peramai acara-acara di Tiongkok.
Pada zaman dinasti Song, pabrik petasan didirikan. Kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api karena lebih menitikberatkan pada warna-warni dan bentuk pijaran api di angkasa. Tradisi petasan lalu menyebar ke seluruh pelosok dunia.
TINJAUAN SYARIAT
Dalam syariat islam yang mulia ini, hukum asal dari segala sesuatu selain ibadah adalah diperbolehkan hingga ada dalil yang melarangnya atau nampak jelas mudharatnya. Tidak terkecuali dengan masalah petasan ini.
Jadi, untuk menentukan boleh tidaknya suatu perkara, kita tinjau terlebih dahulu ada tidaknya dalil yang mengharamkan.
Memang benar, tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa petasan dan kembang api haram karena memang tidak ada di zaman Nabi ﷺ. Tapi, ternyata petasan dan kembang api sekarang ini banyak memiliki sisi negatif yang menjadikannya haram. Di antaranya adalah:
1. Menghambur-hamburkan Harta (Mubadzir)
Orang yang mubadzir disebutkan oleh Allah سبحانه و تعالى sebagai saudara setan. Allah سبحانه و تعالى berfirman:
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra: 27)
Belum lagi waktu yang berlalu terbuang sia-sia. Sungguh celaka orang yang tidak memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah سبحانه و تعالى. Betapa kita sering mendengar satu surat yang Allah سبحانه و تعالى bersumpah dengan waktu yaitu surat Al-'Ashr, ini karena pentingnya memanfaatkan waktu.
2. Menakuti Orang
Tidak boleh seorang muslim menakuti muslim yang lain baik bercanda, apalagi serius. Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيْهِ لَعِبًا وَلَا جِدًّا وَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيْهِ فَلْيَرُدَّهَا
“Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang saudaranya dengan bercanda atau serius. Dan barangsiapa mengambil tongkat saudaranya, hendaknya dia kembalikan.” [HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه الله]
Mengambil tongkat untuk bercanda pun tidak boleh, terlebih melempar petasan yang dapat mencelakai orang. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits lain:
مَنْ أَشَارَ إِلَي أَخِيْهِ بِحَدِيْدَةٍ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّي يَدَعَهُ وَإِنْ كَانَ أَخَاهُ لِأَبِيْهِ وَأُمِّهِ
“Barangsiapa menunjuk saudaranya dengan pisau besi, sesungguhnya malaikat melaknatnya hingga dia meninggalkannya, meskipun dia adalah saudara seayah dan seibu.” [HR. Muslim dari shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه]
Oleh sebab itu, seorang muslim tidak boleh membuat teror kepada muslim lainnya. Baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
⏳ Bersambung insyaAllah..
Maka kita tekankan, bahwa satu saja dari sekian kejelekan yang di antaranya kita singgung ini, cukup bagi kita untuk menghindari dari bermain petasan dan kembang api bahkan menjadi penjual petasan dan kembang api. Wal'iyyadzubillah.
Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita berusaha untuk tidak bermuamalah atau menjual barang-barang yang masuk dalam kategori menyia-nyiakan harta dan dapat mengganggu ketenangan kaum muslimin yang lain. Hendaklah kita mengisi setiap saat yang kita lalui untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Allah سبحانه و تعالى. Karena hanya untuk inilah kita diciptakan. Allah سبحانه و تعالى berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Kita kutipkan perkataan salaf agar bisa menjadi penyemangat kita untuk meninggalkan perkara yang dilarang oleh Allah سبحانه و تعالى. Umar bin Abdul Aziz رحمه الله berkata:
“Tidaklah aku meninggalkan sesuatu dari dunia kecuali Allah gantikan untukku di dalam hatiku dengan yang lebih baik darinya.” [Ibnu Abi Ad-Dunia, Al-Wara 1/55]
Mudah-mudahan apa yang sedikit ini dapat bermanfaat untuk penulis dan pembaca sekalian untuk selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
@buletinalfaidah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita berusaha untuk tidak bermuamalah atau menjual barang-barang yang masuk dalam kategori menyia-nyiakan harta dan dapat mengganggu ketenangan kaum muslimin yang lain. Hendaklah kita mengisi setiap saat yang kita lalui untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Allah سبحانه و تعالى. Karena hanya untuk inilah kita diciptakan. Allah سبحانه و تعالى berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Kita kutipkan perkataan salaf agar bisa menjadi penyemangat kita untuk meninggalkan perkara yang dilarang oleh Allah سبحانه و تعالى. Umar bin Abdul Aziz رحمه الله berkata:
“Tidaklah aku meninggalkan sesuatu dari dunia kecuali Allah gantikan untukku di dalam hatiku dengan yang lebih baik darinya.” [Ibnu Abi Ad-Dunia, Al-Wara 1/55]
Mudah-mudahan apa yang sedikit ini dapat bermanfaat untuk penulis dan pembaca sekalian untuk selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
@buletinalfaidah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 PERINGATAN DARI ACARA TAHUN BARU DAN HURA-HURA PERAYAAN MALAM PERGANTIAN TAHUN
🎙Oleh:
Al Ustadz Muhammad As Sewed Hafizhahullah
📅 Tausiyah Pendidikan Anak Saat Bagi Raport Santri | Ahad,15 Rabi'ul Awwal 1437 H - 27 Desember 2015 M l Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon
[durasi 03:43- 1,1 MB]
(TRANSKRIP)
"..Kemudian, selain itu.. berkenaan dengan liburan kita ini berdekatan dengan Tahun Baru, maka sekali lagi saya ingatkan tolong kita kerjasama.. di pondok kita jaga mereka, di rumah tentunya orangtua yang menjaganya....
INI MASA-MASA HURA - HURA...
Orang-orang yang tidak dekat dengan agama, maka mereka memiliki segala macam acara-acara maksiat: Apakah panggung gembira, atau acara ini... acara bergadang segala macam..
SEHINGGA ANAK - ANAK TIDAK USAH KELUAR RUMAH DI MALAM TAHUN BARU DAN JUGA PARA ORANG TUA MENJAGA MEREKA AGAR TIDAK KEMANA - MANA.. Ramainya jalan GAK MASUK AKAL. MEREKA SEAKAN - AKAN MEMILIKI KELAINAN JIWA....
Karena hari ini dengan hari kemarin gak beda ! Waktunya sama 24 jam, setiap jamnya sama 60 menit. Dibilang malam panjang, dibilang malam...Sama saja!! NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TANGGAL SATU DENGAN TANGGAL DUA SEMBILAN.. NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TAHUN LALU DENGAN TAHUN YANG AKAN DATANG DALAM BENTUK HARINYA GAK ADA PERBEDAAN..... !
Bahkan yang berbeda adalah umurmu telah bertambah satu tahun. Dan itu na'udzubillah, mendekatkan dirimu kepada KEMATIAN... BUKAN SENANG HARUSNYA. Berarti umur saya sudah berkurang lagi, kemarin baru sekian... sekarang sekian..
Ikhwani fiddiin a'azzakumullah...
Apakah itu patut dirayakan...???
SAMA SEKALI TIDAK ADA SUNNAHNYA, NGGAK ADA ATURANNYA... LAA FIIL KITAB, WA LAA FIIS SUNNAH, WA LAA FII FI'LISH SHAHABAH, WA LAA TABI'IN, WA LAA TABI'IT TABI'IN, WA LA AIMMAH....
Itupun kalau tahunnya tahun baru Islam... APALAGI TAHUN BARU MASEHI, YANG KAITANNYA DENGAN MASIHI, DENGAN AGAMA NASRANI...KAITANNYA DENGAN AGAMA MEREKA.
Tahun Hijryiyah saja tidak dianjurkan untuk dirayakan. NGGAK ADA SUNNAHNYA, Apalagi tahun baru masehi... Namanya masehi...
Ikhwani fiddin a'azzakumullah,
Kaum muslimin yang saya hormati, ikhwan at-thalabah, wa ahan, ikhwanil aba al 'izzah.. INI PERKARA YANG BETUL - BETUL HARUS KITA PERHATIKAN, KAITANNYA DENGAN APA YANG SUDAH KITA BAHAS TADI,YAITU UCAPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.." [QS. at-Tahrîm/66:6]
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 PERINGATAN DARI ACARA TAHUN BARU DAN HURA-HURA PERAYAAN MALAM PERGANTIAN TAHUN
🎙Oleh:
Al Ustadz Muhammad As Sewed Hafizhahullah
📅 Tausiyah Pendidikan Anak Saat Bagi Raport Santri | Ahad,15 Rabi'ul Awwal 1437 H - 27 Desember 2015 M l Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon
[durasi 03:43- 1,1 MB]
(TRANSKRIP)
"..Kemudian, selain itu.. berkenaan dengan liburan kita ini berdekatan dengan Tahun Baru, maka sekali lagi saya ingatkan tolong kita kerjasama.. di pondok kita jaga mereka, di rumah tentunya orangtua yang menjaganya....
INI MASA-MASA HURA - HURA...
Orang-orang yang tidak dekat dengan agama, maka mereka memiliki segala macam acara-acara maksiat: Apakah panggung gembira, atau acara ini... acara bergadang segala macam..
SEHINGGA ANAK - ANAK TIDAK USAH KELUAR RUMAH DI MALAM TAHUN BARU DAN JUGA PARA ORANG TUA MENJAGA MEREKA AGAR TIDAK KEMANA - MANA.. Ramainya jalan GAK MASUK AKAL. MEREKA SEAKAN - AKAN MEMILIKI KELAINAN JIWA....
Karena hari ini dengan hari kemarin gak beda ! Waktunya sama 24 jam, setiap jamnya sama 60 menit. Dibilang malam panjang, dibilang malam...Sama saja!! NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TANGGAL SATU DENGAN TANGGAL DUA SEMBILAN.. NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TAHUN LALU DENGAN TAHUN YANG AKAN DATANG DALAM BENTUK HARINYA GAK ADA PERBEDAAN..... !
Bahkan yang berbeda adalah umurmu telah bertambah satu tahun. Dan itu na'udzubillah, mendekatkan dirimu kepada KEMATIAN... BUKAN SENANG HARUSNYA. Berarti umur saya sudah berkurang lagi, kemarin baru sekian... sekarang sekian..
Ikhwani fiddiin a'azzakumullah...
Apakah itu patut dirayakan...???
SAMA SEKALI TIDAK ADA SUNNAHNYA, NGGAK ADA ATURANNYA... LAA FIIL KITAB, WA LAA FIIS SUNNAH, WA LAA FII FI'LISH SHAHABAH, WA LAA TABI'IN, WA LAA TABI'IT TABI'IN, WA LA AIMMAH....
Itupun kalau tahunnya tahun baru Islam... APALAGI TAHUN BARU MASEHI, YANG KAITANNYA DENGAN MASIHI, DENGAN AGAMA NASRANI...KAITANNYA DENGAN AGAMA MEREKA.
Tahun Hijryiyah saja tidak dianjurkan untuk dirayakan. NGGAK ADA SUNNAHNYA, Apalagi tahun baru masehi... Namanya masehi...
Ikhwani fiddin a'azzakumullah,
Kaum muslimin yang saya hormati, ikhwan at-thalabah, wa ahan, ikhwanil aba al 'izzah.. INI PERKARA YANG BETUL - BETUL HARUS KITA PERHATIKAN, KAITANNYA DENGAN APA YANG SUDAH KITA BAHAS TADI,YAITU UCAPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.." [QS. at-Tahrîm/66:6]
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 SEBUAH RENUNGAN, PERAYAAN TAHUN BARU
Ditulis Oleh Al Ustadz Qomar ZA, Lc. hafizhahullah
Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?
Perayaan tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru, bahkan ternyata itu adalah budaya yang sangat kuno, beberapa umat melakukan.
Perayaan itu, diantaranya adalah hari raya Nairuz, dalam kitab al Qomus. Nairuz adalah hari pertama dalam setahun, dan itu adalah awal tahun matahari. Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah ﷺ.
Bila diteliti ternyata ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad.
Ketika Nabi datang ke Madinah beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai permainan, Nabi berkata: ‘Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْر
“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri. [Shahih, HR Abu Dawud disahihkan oleh asy syaikh al Albani]
Para pensyarah hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan [Mir’atul mafatih].
Di samping majusi, ternyata orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi, mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.
Lalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan tahun baru. Dan mereka juga memiliki kayakinan-keyakinan tertentu terkait dengan awal tahun ini. [Bida’ Hauliiyyah]
Tidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa sumber. Yang jelas, siapa mereka?
Tentu bukan muslimin, bahkan Majusi penyembah api nasrani penyemabah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.
JADI SIAPA YANG ANDA IKUTI DALAM PERAYAAN TAHUN BARU INI?
Lebih dari itu, ternyata perayaan tahun baru ini telah dihapus oleh Rasulullah ﷺ, bukankah anda ingat hadits di atas?
Nabi menghapus perayaan Nairuz dan Muhrojan dan mengganti dengan idul Fitri dan Adha. Lalu, kenapa muslimin menghidup-hidupkan sesuatu yang telah dimatikan Rasulullah ﷺ.
Kata Ibnu Taimiyyah, Allah Subhanahuwata’ala mengganti (Abdala) konsekwensi dari kata Abdala (menggati) adalah benar-benarnya terhapus hari raya yang dulu dan digantikan dengan penggatinya, karena tidak bisa berkumpul antara yang mengganti dan yang digantikan. Tapi, kenyataannya justru tetap saja umat ini merayakan tahun baru, melanggar sabda Rasulullah ﷺ, sungguh benar berita kenabian Rasulullah ﷺ,
« لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ » .قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »
“Benar-benar kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga bila mereka masuk ke lubang binatang dhob (semacam biawak), maka kalian juga akan memasukinya. Kami berkata: Wahai Rasulullah Yahudi dan nashrani? Beliau berkata: Siapa lagi?.” [shahih, HR al Bukhori Muslim dan yang lain]
⌛️Bersambung InsyaAllah..
📬 SEBUAH RENUNGAN, PERAYAAN TAHUN BARU
Ditulis Oleh Al Ustadz Qomar ZA, Lc. hafizhahullah
Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?
Perayaan tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru, bahkan ternyata itu adalah budaya yang sangat kuno, beberapa umat melakukan.
Perayaan itu, diantaranya adalah hari raya Nairuz, dalam kitab al Qomus. Nairuz adalah hari pertama dalam setahun, dan itu adalah awal tahun matahari. Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah ﷺ.
Bila diteliti ternyata ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad.
Ketika Nabi datang ke Madinah beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai permainan, Nabi berkata: ‘Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْر
“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri. [Shahih, HR Abu Dawud disahihkan oleh asy syaikh al Albani]
Para pensyarah hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan [Mir’atul mafatih].
Di samping majusi, ternyata orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi, mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.
Lalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan tahun baru. Dan mereka juga memiliki kayakinan-keyakinan tertentu terkait dengan awal tahun ini. [Bida’ Hauliiyyah]
Tidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa sumber. Yang jelas, siapa mereka?
Tentu bukan muslimin, bahkan Majusi penyembah api nasrani penyemabah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.
JADI SIAPA YANG ANDA IKUTI DALAM PERAYAAN TAHUN BARU INI?
Lebih dari itu, ternyata perayaan tahun baru ini telah dihapus oleh Rasulullah ﷺ, bukankah anda ingat hadits di atas?
Nabi menghapus perayaan Nairuz dan Muhrojan dan mengganti dengan idul Fitri dan Adha. Lalu, kenapa muslimin menghidup-hidupkan sesuatu yang telah dimatikan Rasulullah ﷺ.
Kata Ibnu Taimiyyah, Allah Subhanahuwata’ala mengganti (Abdala) konsekwensi dari kata Abdala (menggati) adalah benar-benarnya terhapus hari raya yang dulu dan digantikan dengan penggatinya, karena tidak bisa berkumpul antara yang mengganti dan yang digantikan. Tapi, kenyataannya justru tetap saja umat ini merayakan tahun baru, melanggar sabda Rasulullah ﷺ, sungguh benar berita kenabian Rasulullah ﷺ,
« لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ » .قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »
“Benar-benar kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga bila mereka masuk ke lubang binatang dhob (semacam biawak), maka kalian juga akan memasukinya. Kami berkata: Wahai Rasulullah Yahudi dan nashrani? Beliau berkata: Siapa lagi?.” [shahih, HR al Bukhori Muslim dan yang lain]
⌛️Bersambung InsyaAllah..
Kaum muslimin…
Belum lagi, apa yang mereka lakukan dalam perayaan tahu baru? Bukankan berbagai kemungkaran yang sangat bertolak belakan dengan ajaran agama.
Kalau anda dari jenis orang yang pobhi dengan ajaran agama, saya katakan, bukankah dalam acara itu banyak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan, abad, sopan santun, kehormatan jiwa dan berbagai kemuliaan-kemualiaan yang lain.
Hampir semua atau semua yang terjadi adalah kerendahan dan kehinaan martabat manusia apalagi martabat muslim.
Tentu kita semua, saya dan anda dan mereka, sebenarnya menyadari akan hal itu, lalu kapan kita akan meninggalkannya, mengapa masih saja memeriahkan acara tersebut, tidakkah kita kembali saja kepada kehormatan kita dan kemulian kita serta tentunya ajaran agama kita.
Bersihkan dari bercak-bercak perayaan tahun baru, joget, pentas musik yang identik dengan kerendahan moral, minuman-minuman keras dan obat-obat terlarang, pembauran antara lawan jenis yang merusak moral, sampai pada pesta hura-hura dengan pakaian minim, pamer aurat, pacaran dan perzinaan, apakah kita menginkari terjadinya hal itu?
Berbagai sumber berita menyebutkan bahwa penjualan alat kontrasepsi baik kondom atau yang lain meningkat tajam dari tahun ke tahun menjelang perayaan malam tahun baru.
Miris, kenyataan yang memperihatinkan, inikah moral bangsa kita, dimana susila dan dimana ajaran agama?
Bila anda seorang muslim atau muslimah tidakkan takut dengan ancaman Allah Subhanahu wa ta’ala. Nabi ﷺ bersabda,
مَا ظهرَ في قَومٍ الزِّنا وَالرِّبا ؛ إلَّا أحلُّوا بِأنفُسِهِم عَذَابَ اللهِ
”Tidaklah nampak pada sebuah daerah zina dan riba melainkan mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri mereka” [Hasan, HR Abu Ya’la, al Hakim dan dihasankan oleh Asy Syaikh al Albani]
Juga,
...لم تظهَرِ الفَاحِشةُ في قَوْمٍ قطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بها، إلَّا فشا فِيهِم الأوجَاعُ الَّتي لَم تكُنْ في أسْلاَفِهِم
“Tidaklah tampak pada suatu kaumpun perbuatan keji (zina, homoseks) sehingga mereka menampakkannya melainkan akan menyebar ditengah-tengah mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah ada pada umat sebelumnya” [Shahih, HR al Baihaqi, disahihkan oleh Asy Syaikh al Albani]
Saudaraku muslim…
Saudariku muslimah…
Masihkan anda akan menodai diri anda….
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya (Yahudi dan Nashrani), kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik". [QS :al Hadid:16]
Ingat, liang lahat menunggu kita semua…
Wassalamu 'alaikum…
Sumber Artikel: Salafy.or.id
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Belum lagi, apa yang mereka lakukan dalam perayaan tahu baru? Bukankan berbagai kemungkaran yang sangat bertolak belakan dengan ajaran agama.
Kalau anda dari jenis orang yang pobhi dengan ajaran agama, saya katakan, bukankah dalam acara itu banyak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan, abad, sopan santun, kehormatan jiwa dan berbagai kemuliaan-kemualiaan yang lain.
Hampir semua atau semua yang terjadi adalah kerendahan dan kehinaan martabat manusia apalagi martabat muslim.
Tentu kita semua, saya dan anda dan mereka, sebenarnya menyadari akan hal itu, lalu kapan kita akan meninggalkannya, mengapa masih saja memeriahkan acara tersebut, tidakkah kita kembali saja kepada kehormatan kita dan kemulian kita serta tentunya ajaran agama kita.
Bersihkan dari bercak-bercak perayaan tahun baru, joget, pentas musik yang identik dengan kerendahan moral, minuman-minuman keras dan obat-obat terlarang, pembauran antara lawan jenis yang merusak moral, sampai pada pesta hura-hura dengan pakaian minim, pamer aurat, pacaran dan perzinaan, apakah kita menginkari terjadinya hal itu?
Berbagai sumber berita menyebutkan bahwa penjualan alat kontrasepsi baik kondom atau yang lain meningkat tajam dari tahun ke tahun menjelang perayaan malam tahun baru.
Miris, kenyataan yang memperihatinkan, inikah moral bangsa kita, dimana susila dan dimana ajaran agama?
Bila anda seorang muslim atau muslimah tidakkan takut dengan ancaman Allah Subhanahu wa ta’ala. Nabi ﷺ bersabda,
مَا ظهرَ في قَومٍ الزِّنا وَالرِّبا ؛ إلَّا أحلُّوا بِأنفُسِهِم عَذَابَ اللهِ
”Tidaklah nampak pada sebuah daerah zina dan riba melainkan mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri mereka” [Hasan, HR Abu Ya’la, al Hakim dan dihasankan oleh Asy Syaikh al Albani]
Juga,
...لم تظهَرِ الفَاحِشةُ في قَوْمٍ قطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بها، إلَّا فشا فِيهِم الأوجَاعُ الَّتي لَم تكُنْ في أسْلاَفِهِم
“Tidaklah tampak pada suatu kaumpun perbuatan keji (zina, homoseks) sehingga mereka menampakkannya melainkan akan menyebar ditengah-tengah mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah ada pada umat sebelumnya” [Shahih, HR al Baihaqi, disahihkan oleh Asy Syaikh al Albani]
Saudaraku muslim…
Saudariku muslimah…
Masihkan anda akan menodai diri anda….
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya (Yahudi dan Nashrani), kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik". [QS :al Hadid:16]
Ingat, liang lahat menunggu kita semua…
Wassalamu 'alaikum…
Sumber Artikel: Salafy.or.id
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
.:
📬 KUMPULAN AUDIO SEPUTAR PERAYAAN MEMPERINGATI NATAL DAN TAHUN BARU
📑 Apa Nasehat ustadz untuk kaum Muslimin yang merayakan Natal, Tahun Baru dan Ulang Tahun?
▪️Al-Ustadz Muhammad As-sewed hafizhahullah
📑 Bolehkah belanja memanfaatkan momen discount saat Natal?
▪️Al-Ustadz Syafi'i Al-Idrus hafizhahullah
📑 Bolehkah menerima pesanan katering kue/makanan untuk perayaan Natal?
▪️Al-Ustadz Ahmad Khodim hafizhahullah
📑 Apa jawabannya jika ada seorang Nasrani yang mengucapkan "Selamat Natal" kepada kita?
▪️Al-Ustadz Qomar Su'aidi,Lc hafizhahullah
📑 Bolehkah kita memakan pemberian dari acara orang kafir seperti "Bingkisan Natal"?
▪️Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
📑 Apakah Muslimin yang merayakan hari Raya Non Islam divonis kafir?
▪️Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
📑 Bagaimana hukumnya jika kita menjaga/ mengamankan gereja atau tugas pengamanan malam tahun baru?
▪️Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KUMPULAN AUDIO SEPUTAR PERAYAAN MEMPERINGATI NATAL DAN TAHUN BARU
📑 Apa Nasehat ustadz untuk kaum Muslimin yang merayakan Natal, Tahun Baru dan Ulang Tahun?
▪️Al-Ustadz Muhammad As-sewed hafizhahullah
📑 Bolehkah belanja memanfaatkan momen discount saat Natal?
▪️Al-Ustadz Syafi'i Al-Idrus hafizhahullah
📑 Bolehkah menerima pesanan katering kue/makanan untuk perayaan Natal?
▪️Al-Ustadz Ahmad Khodim hafizhahullah
📑 Apa jawabannya jika ada seorang Nasrani yang mengucapkan "Selamat Natal" kepada kita?
▪️Al-Ustadz Qomar Su'aidi,Lc hafizhahullah
📑 Bolehkah kita memakan pemberian dari acara orang kafir seperti "Bingkisan Natal"?
▪️Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
📑 Apakah Muslimin yang merayakan hari Raya Non Islam divonis kafir?
▪️Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
📑 Bagaimana hukumnya jika kita menjaga/ mengamankan gereja atau tugas pengamanan malam tahun baru?
▪️Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 SIKAP MUSLIM YANG HAKIKI TERHADAP TAHUN BARU
📜 Fatwa Lajnah Daimah nomor 21040
"Seorang muslim yang beriman dengan Allah dan hari akhir TIDAK BOLEH menampakkan perhatian dan simpati terhadap tahun milenium tersebut atau perayaan lain yang berhubungan dengan agama orang -orang Nasrani (Kristen) atau orang-orang kafir lainnya serta TAHUN BARU MILENIUM yang disebutkan atau mengaitkan beberapa hal dengan tahun tersebut, seperti:
◻️ Melangsungkan akad nikah,
◻️ Memulai awal perdagangan atau
◻️ Menganggapnya sebagai Hari Raya
Karena hal tersebut berarti setuju dengan apa yang mereka kerjakan (kemusyrikan dan kekafiran), mencari muka kepada mereka, menolong dan mengajak orang lain ikut merayakan hari raya mereka, tempat salib diusung, kebatilan diagungkan, dan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dilanggar.
Allah Azza wa Jalla telah berfirman:
وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
"Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah itu sangat pedih siksa-Nya". (Q.S Al-Maidah: 2)
Ada hadits shahih* dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwasanya ia bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka."
📜 Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu asy Syaikh hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
لا يجوز لمسلم يؤمن بالله واليوم الآخر أن يظهر الحرص والاهتمام بتاريخ الألفية المذكورة أو غيرها من المناسبات المتعلقة بدين النصارى أو غيرهـم من الكفار، ومن ذلك التاريخ بالألفية المذكورة، أو تعليق بعض الأمور بها؛ كعقد الزواج، أو بدء أعمال التجارة، أو اعتبارها عيدا؛ لأن في ذلك نوع رضا بما هم عليه، ومداهنة لهم، وإعانة ودعاية للاحتفال بأعيادهم، التي تُرفـع فيها الصلبان، ويُعظم فيها الباطل، وينتهك فيها ما حرمه الله ورسوله،
والله - عـز وجـل - يقـول: وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ، وثبت عن النبي - صلى الله عليه وسلم - أنه قال: من تشبه بقوم فهو منهم
@ukhwh
______
(*) Hadits diriwayatkan Abu Dawud, Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no. 3401
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SIKAP MUSLIM YANG HAKIKI TERHADAP TAHUN BARU
📜 Fatwa Lajnah Daimah nomor 21040
"Seorang muslim yang beriman dengan Allah dan hari akhir TIDAK BOLEH menampakkan perhatian dan simpati terhadap tahun milenium tersebut atau perayaan lain yang berhubungan dengan agama orang -orang Nasrani (Kristen) atau orang-orang kafir lainnya serta TAHUN BARU MILENIUM yang disebutkan atau mengaitkan beberapa hal dengan tahun tersebut, seperti:
◻️ Melangsungkan akad nikah,
◻️ Memulai awal perdagangan atau
◻️ Menganggapnya sebagai Hari Raya
Karena hal tersebut berarti setuju dengan apa yang mereka kerjakan (kemusyrikan dan kekafiran), mencari muka kepada mereka, menolong dan mengajak orang lain ikut merayakan hari raya mereka, tempat salib diusung, kebatilan diagungkan, dan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dilanggar.
Allah Azza wa Jalla telah berfirman:
وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
"Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah itu sangat pedih siksa-Nya". (Q.S Al-Maidah: 2)
Ada hadits shahih* dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwasanya ia bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka."
📜 Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu asy Syaikh hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
لا يجوز لمسلم يؤمن بالله واليوم الآخر أن يظهر الحرص والاهتمام بتاريخ الألفية المذكورة أو غيرها من المناسبات المتعلقة بدين النصارى أو غيرهـم من الكفار، ومن ذلك التاريخ بالألفية المذكورة، أو تعليق بعض الأمور بها؛ كعقد الزواج، أو بدء أعمال التجارة، أو اعتبارها عيدا؛ لأن في ذلك نوع رضا بما هم عليه، ومداهنة لهم، وإعانة ودعاية للاحتفال بأعيادهم، التي تُرفـع فيها الصلبان، ويُعظم فيها الباطل، وينتهك فيها ما حرمه الله ورسوله،
والله - عـز وجـل - يقـول: وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ، وثبت عن النبي - صلى الله عليه وسلم - أنه قال: من تشبه بقوم فهو منهم
@ukhwh
______
(*) Hadits diriwayatkan Abu Dawud, Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no. 3401
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 RINCIAN JARH WAT TA'DIL: BENARKAH KHOBAR TSIQOH ITU LANGSUNG DITERIMA SECARA MUTLAK?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:10:50
◙ Ukuran file 2,5 MB
◙ Link: http://bit.ly/3n63WxG
#menuduh_tanpa_bukti #khobar_tsiqoh #mushofiqoh #kezhahiman #sayati #sayadzhar_lakum #vonis #maruf_salafy #berubah #dikenal_ahlussunnah #nggak_perlu_tanya_kenapa
(*) Letak kesalahannya adalah menyamakan antara 2 jenis manusia : orang yang benar-benar majruh sedari awalnya/Ahlul Ahwa dengan seorang yang pada asalnya telah dikenal sebagai seorang sunny, salafy, Ahlussunnah (tidak diterima jarh siapapun kecuali dibuktikan dengan bukti yang rinci, mufassar dan mubayyan)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 RINCIAN JARH WAT TA'DIL: BENARKAH KHOBAR TSIQOH ITU LANGSUNG DITERIMA SECARA MUTLAK?
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:10:50
◙ Ukuran file 2,5 MB
◙ Link: http://bit.ly/3n63WxG
#menuduh_tanpa_bukti #khobar_tsiqoh #mushofiqoh #kezhahiman #sayati #sayadzhar_lakum #vonis #maruf_salafy #berubah #dikenal_ahlussunnah #nggak_perlu_tanya_kenapa
(*) Letak kesalahannya adalah menyamakan antara 2 jenis manusia : orang yang benar-benar majruh sedari awalnya/Ahlul Ahwa dengan seorang yang pada asalnya telah dikenal sebagai seorang sunny, salafy, Ahlussunnah (tidak diterima jarh siapapun kecuali dibuktikan dengan bukti yang rinci, mufassar dan mubayyan)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️