::
📬 MENGAMBIL IBROH DARI LEMBARAN SEJARAH KISAH AL-IMAM AL-BUKHARY DENGAN MUHAMMAD BIN YAHYA ADZ-DZUHLY (BAG.2)
Tidak sedikit dari ulama (ketika itu) yang menerima ucapan Muhammad bin Yahya adz-Dzuhly. Karena dalam keyakinan mereka, Muhammad bin Yahya adalah seorang yang tsiqah, seorang Imam dari Aimmah Al-Muhaditsin di Naisabur.
Termasuk Abu Zur'ah Ar-Razy dan Abu Hatim ar-Razy, dua orang ulama besar di negeri Ray, menerima ucapan Muhammad bin Yahya adz-Dzuhly tersebut dan meyakini bahwa Al-Imam al-Bukhary adalah seorang Jahmy (berakidah jahmiyyah) yang di tinggalkan haditsnya.
Kondisi fitnah di kota Naisabur semakin parah ketika itu. Mayoritas orang bahkan ulama yang ada di Naisabur bersama Muhammad bin Yahya adz- Dzuhly.
Al-Imam al-Bukhary, terkucilkan, tinggal dua orang muridnya yang setia membela Al-Imam al-Bukhary. Mereka benar-benar yakin dan sangat mengetahui bahwa Al-Imam al-Bukhary bukanlah seorang Jahmy, (akan tetapi) seorang yang berada di atas As-Sunnah. Mereka adalah Muslim Ibnul Hajjaj, dan Ahmad bin Salamah, keduanya senantiasa membela Al-Imam al-Bukhary rahimahullah. Sampai akhirnya Al-Imam al-Bukhary tidak diterima di kota Naisabur dan terusir darinya.
Tidak ada yang berani mengantarkan Al-Imam al-Bukhary saat keluar dari Naisabur kecuali hanya satu orang murid beliau, yaitu Ahmad bin Salamah.
Terjadilah apa yang terjadi hingga akhirnya Al-Imam al-Bukhary berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kezhaliman yang terjadi terhadap diri beliau. Mengadukan apa yang terjadi dari sikap-sikap ulama Naisabur, terkhusus Muhammad bin Yahya adz-Dzuhly.
Allah Maha Mendengar jeritan hamba-Nya yang terzhalimi. Allah mengabulkan jeritan Al-Imam al-Bukhary dalam doa-doanya.
Hingga pada akhirnya, kita dapat melihat dalam catatan sejarah bahwa Al-Imam al-Bukhary benar-benar cemerlang namanya.
Kitab Shahih al-Bukhary menjadi kitab yang paling shahih setelah Al-Qur’anul Karim. Berikutnya adalah kitab Shahih Muslim karya Al-Imam Muslim Ibnul Hajjaj yang berada pada peringkat kedua setelah kitab Shahih al-Bukhary.
Di sini terdapat pelajaran berharga bagi kita, bahwa kebenaran itu bukan berada pada mayoritas, walaupun terkadang atau seringkali kebenaran itu berada pada mayoritas.
Namun kondisi-kondisi tertentu, kebenaran akan bersama orang-orang yang sedikit. Yang terpenting sebagai barometernya adalah hujjah dan dalil yang ada padanya.
Dari sini pula kita harus senantiasa membina dan mendidik diri-diri kita, untuk benar-benar memahami permasalahan dengan sebaik-baiknya dan menguasai dasar-dasarnya. Sehingga ketika mengambil sebuah kesimpulan atau keputusan, benar-benar dibangun di atas ilmu dan benar-benar dibangun di atas at-ta'ani (sikap kehati-hatian) yang akan mengantarkan kepada Ridha Allah Jalla wa Ala. (selesai)
•••
Sumber: Khutbah Jum'at 22 Shafar 1442 H | "Solusi dalam menghadapi Fitnah, Cobaan dan Ujian" | disampaikan oleh Al-Ustadz Ruwaifi hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MENGAMBIL IBROH DARI LEMBARAN SEJARAH KISAH AL-IMAM AL-BUKHARY DENGAN MUHAMMAD BIN YAHYA ADZ-DZUHLY (BAG.2)
Tidak sedikit dari ulama (ketika itu) yang menerima ucapan Muhammad bin Yahya adz-Dzuhly. Karena dalam keyakinan mereka, Muhammad bin Yahya adalah seorang yang tsiqah, seorang Imam dari Aimmah Al-Muhaditsin di Naisabur.
Termasuk Abu Zur'ah Ar-Razy dan Abu Hatim ar-Razy, dua orang ulama besar di negeri Ray, menerima ucapan Muhammad bin Yahya adz-Dzuhly tersebut dan meyakini bahwa Al-Imam al-Bukhary adalah seorang Jahmy (berakidah jahmiyyah) yang di tinggalkan haditsnya.
Kondisi fitnah di kota Naisabur semakin parah ketika itu. Mayoritas orang bahkan ulama yang ada di Naisabur bersama Muhammad bin Yahya adz- Dzuhly.
Al-Imam al-Bukhary, terkucilkan, tinggal dua orang muridnya yang setia membela Al-Imam al-Bukhary. Mereka benar-benar yakin dan sangat mengetahui bahwa Al-Imam al-Bukhary bukanlah seorang Jahmy, (akan tetapi) seorang yang berada di atas As-Sunnah. Mereka adalah Muslim Ibnul Hajjaj, dan Ahmad bin Salamah, keduanya senantiasa membela Al-Imam al-Bukhary rahimahullah. Sampai akhirnya Al-Imam al-Bukhary tidak diterima di kota Naisabur dan terusir darinya.
Tidak ada yang berani mengantarkan Al-Imam al-Bukhary saat keluar dari Naisabur kecuali hanya satu orang murid beliau, yaitu Ahmad bin Salamah.
Terjadilah apa yang terjadi hingga akhirnya Al-Imam al-Bukhary berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kezhaliman yang terjadi terhadap diri beliau. Mengadukan apa yang terjadi dari sikap-sikap ulama Naisabur, terkhusus Muhammad bin Yahya adz-Dzuhly.
Allah Maha Mendengar jeritan hamba-Nya yang terzhalimi. Allah mengabulkan jeritan Al-Imam al-Bukhary dalam doa-doanya.
Hingga pada akhirnya, kita dapat melihat dalam catatan sejarah bahwa Al-Imam al-Bukhary benar-benar cemerlang namanya.
Kitab Shahih al-Bukhary menjadi kitab yang paling shahih setelah Al-Qur’anul Karim. Berikutnya adalah kitab Shahih Muslim karya Al-Imam Muslim Ibnul Hajjaj yang berada pada peringkat kedua setelah kitab Shahih al-Bukhary.
Di sini terdapat pelajaran berharga bagi kita, bahwa kebenaran itu bukan berada pada mayoritas, walaupun terkadang atau seringkali kebenaran itu berada pada mayoritas.
Namun kondisi-kondisi tertentu, kebenaran akan bersama orang-orang yang sedikit. Yang terpenting sebagai barometernya adalah hujjah dan dalil yang ada padanya.
Dari sini pula kita harus senantiasa membina dan mendidik diri-diri kita, untuk benar-benar memahami permasalahan dengan sebaik-baiknya dan menguasai dasar-dasarnya. Sehingga ketika mengambil sebuah kesimpulan atau keputusan, benar-benar dibangun di atas ilmu dan benar-benar dibangun di atas at-ta'ani (sikap kehati-hatian) yang akan mengantarkan kepada Ridha Allah Jalla wa Ala. (selesai)
•••
Sumber: Khutbah Jum'at 22 Shafar 1442 H | "Solusi dalam menghadapi Fitnah, Cobaan dan Ujian" | disampaikan oleh Al-Ustadz Ruwaifi hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 SOLUSI DALAM MENGHADAPI FITNAH, COBAAN DAN UJIAN : AT-TA'ANNI (TENANG) DAN MENJAUHI SIKAP AL-'AJALAH (TERBURU-BURU)
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi -hafizhahullah-
📅 Khutbah Jum'at tanggal 22 Shafar 1442 H ~ 09 Oktober 2020 M
◙ Durasi 0:19:59
◙ Ukuran file 4,6 MB
◙ Link: https://bit.ly/2T2WYwJ
(*) Juga disebutkan kisah Al-Imam Al-Bukhary dengan Muhammad bin Yahya Adz Dzuhly rahimahumallah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SOLUSI DALAM MENGHADAPI FITNAH, COBAAN DAN UJIAN : AT-TA'ANNI (TENANG) DAN MENJAUHI SIKAP AL-'AJALAH (TERBURU-BURU)
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi -hafizhahullah-
📅 Khutbah Jum'at tanggal 22 Shafar 1442 H ~ 09 Oktober 2020 M
◙ Durasi 0:19:59
◙ Ukuran file 4,6 MB
◙ Link: https://bit.ly/2T2WYwJ
(*) Juga disebutkan kisah Al-Imam Al-Bukhary dengan Muhammad bin Yahya Adz Dzuhly rahimahumallah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 BALASAN UNTUK PEMBUAT MAKAR
Dalam kitab tafsir al-Bahrul Muhiith karya Abu Hayyaan al-Andalusiy dikutip pernyataan:
وقال كعب لابن عباس في التوراة «من حفر حفرة لأخيه وقع فيها» ، فقال له ابن عباس : إنا وجدنا هذا في كتاب الله ، { ولا يحيق المكر السيء إلا بأهله }
Ka'ab (al-Ahbar) berkata kepada Ibnu Abbas: Di Taurat terdapat pernyataan: "Barang siapa yang menggali galian untuk saudaranya, akan terperosok ke dalamnya".
Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya kami mendapati itu adalah dalam Kitab Allah:
وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ
"dan tidaklah makar yang buruk akan menimpa kecuali kepada pelakunya" (Q.S Fathir ayat 43)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BALASAN UNTUK PEMBUAT MAKAR
Dalam kitab tafsir al-Bahrul Muhiith karya Abu Hayyaan al-Andalusiy dikutip pernyataan:
وقال كعب لابن عباس في التوراة «من حفر حفرة لأخيه وقع فيها» ، فقال له ابن عباس : إنا وجدنا هذا في كتاب الله ، { ولا يحيق المكر السيء إلا بأهله }
Ka'ab (al-Ahbar) berkata kepada Ibnu Abbas: Di Taurat terdapat pernyataan: "Barang siapa yang menggali galian untuk saudaranya, akan terperosok ke dalamnya".
Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya kami mendapati itu adalah dalam Kitab Allah:
وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ
"dan tidaklah makar yang buruk akan menimpa kecuali kepada pelakunya" (Q.S Fathir ayat 43)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 DIANTARA CARA MENILAI BAIK TIDAKNYA SESEORANG DALAM BERAGAMA
✍🏼 Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:
وإذا أردت أن تعرف إيمان العبد ودينه، فانظر حاله:
هل يرعى الأمانات كلها، مالية أو قولية؛ أو أمانات الحقوق؟
وهل يرعى الحقوق والعهود والعقود التي بينه وبين الله، والتي بينه وبين العباد؟
فإذا كان كذلك فهو صاحب دين وإيمان.
وإن لم يكن كذلك نقص من دينه وإيمانه بمقدار ما انتقص من ذلك.
"Jika engkau ingin mengetahui keimanan seorang hamba dan agamanya, perhatikanlah:
◻️ Apakah dia menjaga amanah-amanah semuanya; baik dalam hal harta atau ucapan, maupun amanah dalam menunaikan kewajiban-kewajiban?
◻️ Apakah dia menjaga hak-hak, perjanjian-perjanjian, maupun akad-akad; antara dirinya dan Allah, demikian pula antara dirinya dan hamba-hamba Allah yang lain?
Jika dia amanah (dalam menjaga hal-hal di atas), berarti ia seorang yang memiliki agama dan iman yang baik.
Namun, jika dia tidak demikian, agama dan imannya berkurang sesuai dengan kadar apa yang kurang dari itu."
📚 Nafais Min Muallafatil Allamah as-Sa’dy, hlm. 296 @forumsalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 DIANTARA CARA MENILAI BAIK TIDAKNYA SESEORANG DALAM BERAGAMA
✍🏼 Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:
وإذا أردت أن تعرف إيمان العبد ودينه، فانظر حاله:
هل يرعى الأمانات كلها، مالية أو قولية؛ أو أمانات الحقوق؟
وهل يرعى الحقوق والعهود والعقود التي بينه وبين الله، والتي بينه وبين العباد؟
فإذا كان كذلك فهو صاحب دين وإيمان.
وإن لم يكن كذلك نقص من دينه وإيمانه بمقدار ما انتقص من ذلك.
"Jika engkau ingin mengetahui keimanan seorang hamba dan agamanya, perhatikanlah:
◻️ Apakah dia menjaga amanah-amanah semuanya; baik dalam hal harta atau ucapan, maupun amanah dalam menunaikan kewajiban-kewajiban?
◻️ Apakah dia menjaga hak-hak, perjanjian-perjanjian, maupun akad-akad; antara dirinya dan Allah, demikian pula antara dirinya dan hamba-hamba Allah yang lain?
Jika dia amanah (dalam menjaga hal-hal di atas), berarti ia seorang yang memiliki agama dan iman yang baik.
Namun, jika dia tidak demikian, agama dan imannya berkurang sesuai dengan kadar apa yang kurang dari itu."
📚 Nafais Min Muallafatil Allamah as-Sa’dy, hlm. 296 @forumsalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 SHOLAT TAHIYATUL MASJID SAAT KHUTBAH JUM'AT
◽◽◽◽◽️
P e r t a n y a a n :
Saat masuk masjid khutbah jum'at apakah wajib baginya sholat Tahiyatul Masjid?
J a w a b a n :
Disyariatkan bagi orang yang masuk masjid untuk sholat 2 rokaat sebelum duduk termasuk ketika imam sedang khutbah.
Dalam hal ini secara khusus telah datang hadits Jabir رضي الله عنه didalam shohih Bukhori dan Muslim beliau mengatakan "seseorang datang di hari jum'at saat Nabi ﷺ sedang berkhutbah, maka Rasulullohﷺ bersabda, "Apakah engkau sudah sholat?" Diapun menjawab: "Belum". Nabiﷺ bersabda, "Berdirilah, lalu Sholatlah dua rokaat! "
(HR.Bukhori dan Muslim)
Wabillahi taufik wa Sholallohu ala nabiyyina Muhammad wa alaihi washohbihi wa sallam
📚Fatawa Al Lajnah Ad Da'imah
@Forum_ilmiyahKarangAnyar
Asy-Syaikh Al Allamah Shalih Al Fauzan hafizhahullah
P e r t a n y a a n :
Aku datang ke masjid Jami' dan mendapati imam sedang khutbah Jum'at. Bolehkah saya shalat dua rakaat tahiyatul masjid atau langsung duduk mendengarkan khutbah?
J a w a b a n :
Apabila kamu masuk masjid pada hari Jum'at dan imam sedang berkhutbah, maka kamu disunahkan shalat dua rakaat sebelum duduk. Karena Nabi ﷺ telah memerintahkan hal tersebut.
Beliau memerintahkan seseorang yang masuk masjid dan imam sedang berkhutbah supaya shalat dua rakaat dengan meringankan shalatnya lalu duduk untuk mendengarkan khutbah, demikianlah tuntunan sunnah.
Adapun seseorang langsung duduk sebelum shalat dua rakaat maka yang demikian ini menyelisihi sunnah hingga dia shalat dua rakaat lantas duduk untuk mendengarkan khutbah.
Sumber : Al-Muntaqo min Fatawa Al-Fauzan 106.
[المنتقى من فتاوى الشيخ الفوزان]
السؤال
أتيت إلى الجامع لصلاة الجمعة ووجدت الإمام في الخطبة فهل يجوز لي أن أصلي ركعتين تحية المسجد أم أجلس وأستمع إلى الخطبة؟
الجواب
إذا دخلت يوم الجمعة والإمام يخطب فإنه يستحب لك أن تصلي ركعتين قبل أن تجلسن لأن النبي ﷺ أمر بذلك. أمر من دخل والإمام يخطب أن يصلي ركعتين ويتجوز فيهما يعني: يخفف الركعتين ثم يجلس يستمع الخطبة هذا هو السنة أما لو جلس قبل أن يصلي ركعتين فإنه يكون مخالفًا للسنة حتى يصليهما ثم يجلس يستمع للخطبة.
@KajianIslamTemanggung
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SHOLAT TAHIYATUL MASJID SAAT KHUTBAH JUM'AT
◽◽◽◽◽️
P e r t a n y a a n :
Saat masuk masjid khutbah jum'at apakah wajib baginya sholat Tahiyatul Masjid?
J a w a b a n :
Disyariatkan bagi orang yang masuk masjid untuk sholat 2 rokaat sebelum duduk termasuk ketika imam sedang khutbah.
Dalam hal ini secara khusus telah datang hadits Jabir رضي الله عنه didalam shohih Bukhori dan Muslim beliau mengatakan "seseorang datang di hari jum'at saat Nabi ﷺ sedang berkhutbah, maka Rasulullohﷺ bersabda, "Apakah engkau sudah sholat?" Diapun menjawab: "Belum". Nabiﷺ bersabda, "Berdirilah, lalu Sholatlah dua rokaat! "
(HR.Bukhori dan Muslim)
Wabillahi taufik wa Sholallohu ala nabiyyina Muhammad wa alaihi washohbihi wa sallam
📚Fatawa Al Lajnah Ad Da'imah
@Forum_ilmiyahKarangAnyar
Asy-Syaikh Al Allamah Shalih Al Fauzan hafizhahullah
P e r t a n y a a n :
Aku datang ke masjid Jami' dan mendapati imam sedang khutbah Jum'at. Bolehkah saya shalat dua rakaat tahiyatul masjid atau langsung duduk mendengarkan khutbah?
J a w a b a n :
Apabila kamu masuk masjid pada hari Jum'at dan imam sedang berkhutbah, maka kamu disunahkan shalat dua rakaat sebelum duduk. Karena Nabi ﷺ telah memerintahkan hal tersebut.
Beliau memerintahkan seseorang yang masuk masjid dan imam sedang berkhutbah supaya shalat dua rakaat dengan meringankan shalatnya lalu duduk untuk mendengarkan khutbah, demikianlah tuntunan sunnah.
Adapun seseorang langsung duduk sebelum shalat dua rakaat maka yang demikian ini menyelisihi sunnah hingga dia shalat dua rakaat lantas duduk untuk mendengarkan khutbah.
Sumber : Al-Muntaqo min Fatawa Al-Fauzan 106.
[المنتقى من فتاوى الشيخ الفوزان]
السؤال
أتيت إلى الجامع لصلاة الجمعة ووجدت الإمام في الخطبة فهل يجوز لي أن أصلي ركعتين تحية المسجد أم أجلس وأستمع إلى الخطبة؟
الجواب
إذا دخلت يوم الجمعة والإمام يخطب فإنه يستحب لك أن تصلي ركعتين قبل أن تجلسن لأن النبي ﷺ أمر بذلك. أمر من دخل والإمام يخطب أن يصلي ركعتين ويتجوز فيهما يعني: يخفف الركعتين ثم يجلس يستمع الخطبة هذا هو السنة أما لو جلس قبل أن يصلي ركعتين فإنه يكون مخالفًا للسنة حتى يصليهما ثم يجلس يستمع للخطبة.
@KajianIslamTemanggung
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 JANGAN TERTIPU, BANYAKNYA PENGIKUT BUKAN BAROMETER KEBENARAN!
Rasulullah ﷺ bersabda:
عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرُّهَيْطُ وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ
"Ditampakkan kepadaku umat-umat. Saya pun melihat ada nabi yang bersama dengan beberapa orang. Ada pula nabi yang bersama dengan seorang dua orang. Ada pula nabi yang tidak bersama seorang pun."
📚 H.R. Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma
Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan:
و في الحديث دليل واضح على أن كثرة الأتباع و قلتهم، ليست معيارا لمعرفة كون الداعية على حق أو باطل، فهؤلاء الأنبياء عليهم الصلاة والسلام مع كون دعوتهم واحدة، ودينهم واحدا، فقد اختلفوا من حيث عدد أتباعهم قلة وكثرة، حتى كان فيهم من لم يصدقه إلا رجل واحد، بل ومن ليس معه أحد! ففي ذلك عبرة بالغة للداعية و المدعوين في هذا العصر، فالداعية عليه أن يتذكر هذه الحقيقة، و يمضي قدما في سبيل الدعوة إلى الله تعالى، ولا يبالي بقلة المستجيبين له، لأنه ليس عليه إلا البلاغ المبين، وله أسوة حسنة بالأنبياء السابقين الذين لم يكن مع أحدهم إلا الرجل و الرجلان !و المدعو عليه أن لا يستوحش من قلة المستجيبين للداعية، ويتخذ ذلك سببا للشك في الدعوة الحق وترك الإيمان بها، فضلا عن أن يتخذ ذلك دليلا على بطلان دعوته بحجة أنه لم يتبعه أحد، أو إنما اتبعه الأقلون !
"Dalam hadits terkandung dalil yang jelas bahwa banyak atau sedikitnya pengikut bukanlah barometer untuk mengetahui seorang dai di atas kebenaran atau kebatilan.
Mereka, para nabi, semoga tercurah shalawat dan salam kepada mereka, meskipun dakwah mereka satu dan agama mereka satu, berbeda-beda dalam banyak atau sedikitnya pengikut.
Sampai-sampai, ada di antara mereka yang hanya satu orang beriman. Bahkan, ada yang sama sekali tidak memiliki pengikut!
Sehingga, hal ini mengandung pelajaran bagi para dai dan pengikut dakwah di zaman ini. Seorang dai hendaknya ingat dengan hakikat ini.
Dia terus berdakwah kepada Allah, tidak usah peduli dengan sedikitnya orang yang mengikuti. Kewajibannya hanyalah untuk menyampaikan.
Dia pun memiliki teladan baik, para nabi terdahulu yang tidak memiliki pengikut kecuali hanya seorang-dua orang.
Pengikut dakwah juga jangan merasa kecil hati dengan sedikitnya pengikut dai. Jangan hal itu menjadi sebab ragu terhadap dakwah yang benar dan tidak mengimaninya.
Terlebih lagi, jangan sampai menjadikannya dalil tentang batilnya dakwah tersebut karena tidak ada yang mengikutinya. Atau yang mengikutinya cuma sedikit.
📚 Silsilah Ash Shahihah |@majalahtashfiyah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JANGAN TERTIPU, BANYAKNYA PENGIKUT BUKAN BAROMETER KEBENARAN!
Rasulullah ﷺ bersabda:
عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرُّهَيْطُ وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ
"Ditampakkan kepadaku umat-umat. Saya pun melihat ada nabi yang bersama dengan beberapa orang. Ada pula nabi yang bersama dengan seorang dua orang. Ada pula nabi yang tidak bersama seorang pun."
📚 H.R. Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma
Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan:
و في الحديث دليل واضح على أن كثرة الأتباع و قلتهم، ليست معيارا لمعرفة كون الداعية على حق أو باطل، فهؤلاء الأنبياء عليهم الصلاة والسلام مع كون دعوتهم واحدة، ودينهم واحدا، فقد اختلفوا من حيث عدد أتباعهم قلة وكثرة، حتى كان فيهم من لم يصدقه إلا رجل واحد، بل ومن ليس معه أحد! ففي ذلك عبرة بالغة للداعية و المدعوين في هذا العصر، فالداعية عليه أن يتذكر هذه الحقيقة، و يمضي قدما في سبيل الدعوة إلى الله تعالى، ولا يبالي بقلة المستجيبين له، لأنه ليس عليه إلا البلاغ المبين، وله أسوة حسنة بالأنبياء السابقين الذين لم يكن مع أحدهم إلا الرجل و الرجلان !و المدعو عليه أن لا يستوحش من قلة المستجيبين للداعية، ويتخذ ذلك سببا للشك في الدعوة الحق وترك الإيمان بها، فضلا عن أن يتخذ ذلك دليلا على بطلان دعوته بحجة أنه لم يتبعه أحد، أو إنما اتبعه الأقلون !
"Dalam hadits terkandung dalil yang jelas bahwa banyak atau sedikitnya pengikut bukanlah barometer untuk mengetahui seorang dai di atas kebenaran atau kebatilan.
Mereka, para nabi, semoga tercurah shalawat dan salam kepada mereka, meskipun dakwah mereka satu dan agama mereka satu, berbeda-beda dalam banyak atau sedikitnya pengikut.
Sampai-sampai, ada di antara mereka yang hanya satu orang beriman. Bahkan, ada yang sama sekali tidak memiliki pengikut!
Sehingga, hal ini mengandung pelajaran bagi para dai dan pengikut dakwah di zaman ini. Seorang dai hendaknya ingat dengan hakikat ini.
Dia terus berdakwah kepada Allah, tidak usah peduli dengan sedikitnya orang yang mengikuti. Kewajibannya hanyalah untuk menyampaikan.
Dia pun memiliki teladan baik, para nabi terdahulu yang tidak memiliki pengikut kecuali hanya seorang-dua orang.
Pengikut dakwah juga jangan merasa kecil hati dengan sedikitnya pengikut dai. Jangan hal itu menjadi sebab ragu terhadap dakwah yang benar dan tidak mengimaninya.
Terlebih lagi, jangan sampai menjadikannya dalil tentang batilnya dakwah tersebut karena tidak ada yang mengikutinya. Atau yang mengikutinya cuma sedikit.
📚 Silsilah Ash Shahihah |@majalahtashfiyah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KEBENARAN TIDAK DILIHAT DARI BANYAKNYA PENGIKUT DAN SUDAH MENJADI SUNNATULLAH SEDIKIT YANG ISTIQOMAH DIATAS JALAN SALAF INI
Berkata Syeikh Al Mujaddid Muhammad At-Tamimi Rahimahullah:
المسألة الخامسة: الاحتجاج بما عليه الأكثرون دون نظر إلى مستنده ...
PERANGAI YANG KELIMA DARI TRADISI JAHILIYYAH YAITU MEREKA BERHUJJAH DENGAN BANYAKNYA PENGIKUT ( MAYORITAS) TANPA MEMPERHATIKAN DASAR KEBENARAN
Sesungguhnya diantara kaidah-kaidah terbesar mereka orang jahiliyah adalah terperdaya dengan banyaknya pengikut serta menjadikan hujjah atas benarnya sesuatu (dengan banyaknya pengikutnya).
Dan demikian sebaliknya mereka berhujjah bahwa bathilnya sesuatu dikarenakan asing atau sedikitnya pengikut.
Akan tetapi Alloh Ta'ala menjelaskan dengan prinsip sebaliknya dari apa yg mereka jadikan hujjah dan Alloh ta'ala menjelaskan tidak hanya dalam satu tempat didalam AlQur'an.
Penjelasan :
Bahwasanya diantara tradisi mereka kaum jahiliyyah adalah berdalil dengan mayoritas untuk menetapkan kebenaran. Dan sebaliknya berdalil dengan minoritas untuk menetapkan kebathilan.
Maka apabila yang ada pada sisi mereka banyak (pengikutnya) maka itulah kebenaran menurut mereka dan apabila yang ada pada sisi mereka sedikit (minoritas pengikutnya) maka itu suatu kebathilan menurut mereka.
Itulah timbangan yg mereka jadikan untuk mengetahui kebenaran dan kebathilan dan cara seperti ini adalah cara yang salah karena Alloh Jalla wa 'ala berfirman:
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ (116)
"Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). [Q.S. Al-An'am ayat 116]
Kemudian juga firman Alloh Ta'ala :
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ {187}
"...tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ". [Q.S. Al-A'raf ayat 187].
Serta firman-Nya :
وَمَا وَجَدْنَا لأَكْثَرِهِم مِّنْ عَهْدٍ وَإِن وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ {102}
"Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik". [Q.S. Al-A'raf ayat 102].
فالميزان ليس هو الكثرة والقلة؛ بل الميزان هو الحق، فمن كان على الحق –وإن كان واحدا- فإنه هو المصيب، وهو الذي يجب الاقتداء به، وإذا كانت الكثرة على باطل فإنه يجب رفضها وعدم الاغترار بها، فالعبرة بالحق، ولذلك يقول العلماء: الحق لا يعرف بالرجال، وإنما يعرف الرجال بالحق. فمن كان على الحق فهو الذي يجب الاقتداء به.
Maka ukuran kebenaran bukanlah mayoritas atau minoritas akan tetapi ukurannya adalah kebenaran itu sendiri.
Maka barangsiapa diatas kebenaran walaupun sendiri maka dialah orang yang benar dan wajib mencontohnya. Dan jika mayoritas manusia berada dalam kebathilan maka wajib ditinggalkan serta tidak boleh tertipu dengan banyaknya pengikut karena ukurannya adalah dengan kebenaran bukan dengan mayoritas.
Dan untuk itu telah berkata para ulama':
الحق لا يعرف بالرجال، وإنما يعرف الرجال بالحق
"Kebenaran itu tidak diketahui dari orangnya akan tetapi orang itu diketahui dengan kebenaranya".
Maka barangsiapa yang berada diatas kebenaran maka dialah yang wajib diikuti.
Maroji' :
شرخ مسائل الجاهلية
المؤلف: الشيخ صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان حفظه الله
@pesantren_salaf_online
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KEBENARAN TIDAK DILIHAT DARI BANYAKNYA PENGIKUT DAN SUDAH MENJADI SUNNATULLAH SEDIKIT YANG ISTIQOMAH DIATAS JALAN SALAF INI
Berkata Syeikh Al Mujaddid Muhammad At-Tamimi Rahimahullah:
المسألة الخامسة: الاحتجاج بما عليه الأكثرون دون نظر إلى مستنده ...
PERANGAI YANG KELIMA DARI TRADISI JAHILIYYAH YAITU MEREKA BERHUJJAH DENGAN BANYAKNYA PENGIKUT ( MAYORITAS) TANPA MEMPERHATIKAN DASAR KEBENARAN
Sesungguhnya diantara kaidah-kaidah terbesar mereka orang jahiliyah adalah terperdaya dengan banyaknya pengikut serta menjadikan hujjah atas benarnya sesuatu (dengan banyaknya pengikutnya).
Dan demikian sebaliknya mereka berhujjah bahwa bathilnya sesuatu dikarenakan asing atau sedikitnya pengikut.
Akan tetapi Alloh Ta'ala menjelaskan dengan prinsip sebaliknya dari apa yg mereka jadikan hujjah dan Alloh ta'ala menjelaskan tidak hanya dalam satu tempat didalam AlQur'an.
Penjelasan :
Bahwasanya diantara tradisi mereka kaum jahiliyyah adalah berdalil dengan mayoritas untuk menetapkan kebenaran. Dan sebaliknya berdalil dengan minoritas untuk menetapkan kebathilan.
Maka apabila yang ada pada sisi mereka banyak (pengikutnya) maka itulah kebenaran menurut mereka dan apabila yang ada pada sisi mereka sedikit (minoritas pengikutnya) maka itu suatu kebathilan menurut mereka.
Itulah timbangan yg mereka jadikan untuk mengetahui kebenaran dan kebathilan dan cara seperti ini adalah cara yang salah karena Alloh Jalla wa 'ala berfirman:
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ (116)
"Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). [Q.S. Al-An'am ayat 116]
Kemudian juga firman Alloh Ta'ala :
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ {187}
"...tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ". [Q.S. Al-A'raf ayat 187].
Serta firman-Nya :
وَمَا وَجَدْنَا لأَكْثَرِهِم مِّنْ عَهْدٍ وَإِن وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ {102}
"Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik". [Q.S. Al-A'raf ayat 102].
فالميزان ليس هو الكثرة والقلة؛ بل الميزان هو الحق، فمن كان على الحق –وإن كان واحدا- فإنه هو المصيب، وهو الذي يجب الاقتداء به، وإذا كانت الكثرة على باطل فإنه يجب رفضها وعدم الاغترار بها، فالعبرة بالحق، ولذلك يقول العلماء: الحق لا يعرف بالرجال، وإنما يعرف الرجال بالحق. فمن كان على الحق فهو الذي يجب الاقتداء به.
Maka ukuran kebenaran bukanlah mayoritas atau minoritas akan tetapi ukurannya adalah kebenaran itu sendiri.
Maka barangsiapa diatas kebenaran walaupun sendiri maka dialah orang yang benar dan wajib mencontohnya. Dan jika mayoritas manusia berada dalam kebathilan maka wajib ditinggalkan serta tidak boleh tertipu dengan banyaknya pengikut karena ukurannya adalah dengan kebenaran bukan dengan mayoritas.
Dan untuk itu telah berkata para ulama':
الحق لا يعرف بالرجال، وإنما يعرف الرجال بالحق
"Kebenaran itu tidak diketahui dari orangnya akan tetapi orang itu diketahui dengan kebenaranya".
Maka barangsiapa yang berada diatas kebenaran maka dialah yang wajib diikuti.
Maroji' :
شرخ مسائل الجاهلية
المؤلف: الشيخ صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان حفظه الله
@pesantren_salaf_online
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 ALLOH TA'ALA TELAH MENCERITAKAN TENTANG KISAH-KISAH UMAT YANG DIDALAMNYA ALLOH TA'ALA MENGKHABARKAN BAHWASANYA YANG MINORITAS MALAH SERING BERADA DIATAS KEBENARAN
Sebagaimana firmanNya:
وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٌ
"Dan tidaklah yang beriman bersama Nuh itu melainkan sedikit" [Hud ayat 40].
Di dalam sebuah hadits disebutkan bahwa telah ditampakkan kepada Nabi ﷺ atas umat-umat terdahulu, Beliau melihat ada Nabi yang bersamanya beberapa pengikut, dan ada Nabi yang pengikutnya hanya satu atau dua orang, dan ada Nabi yang tidak memiliki pengikut satupun.
فليست العبرة بكثرة الأتباع على المذهب أو على القول، وإنما العبرة بكونه حقا أو باطلا، فما كان حقا –وإن كان عليه أقل الناس، أو لو لم يكن عليه أحد، ما دام أنه حق –يتمسك به فإنه هو النجاة. والباطل لا يؤيده كثرة الناس أبدا، هذا ميزان يجب أن يتخذه المسلم دائما معه.
Ukuran sesuatu bukan banyaknya pengikut suatu aliran madzhab atau pendapat akan tetapi ukurannya benar dan bathilnya.
Maka sesuatu yang benar walaupun diikuti oleh sedikit manusia atau seandainya tidak ada pengikutnya pun selama itu kebenaran dan dia berpegang teguh denganya maka sesungguhnya dialah yang selamat.
Dan kebathilan tidak akan menjadi benar selamanya walaupun yang mengikuti mayoritas manusia. Inilah tolak ukur yang harus selalu dipegang kaum muslimin.
Nabi ﷺ bersabda :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ
"Islam itu mulanya asing dan akan kembali asing seperti semula" [H.R Al-Bukhari]
Asingnya Islam itu akan terjadi ketika terjadi banyak kejelekan dan fitnah serta kesesatan maka tidak ada yang tersisa berpegang teguh dengan kebenaran melainkan orang asing (dianggap aneh_ pent) yang menyelisihi (berbeda) dengan kelompok-kelompok yang banyak yang menjadi asing/aneh di dalam masyarakat umum.
Dan ketika Rosululloh ﷺ diutus dan alam seluruhnya bergejolak (berada) di dalam kekafiran dan kesesatan kemudian Beliau menyeru manusia dan satu dua orang menjawab menerima dakwahnya hingga ahkirnya menjadi banyak.
Dan pada saat itu Kaum Quraisy - Jazirah Arab dan alam seluruhnya diatas kesesatan dan hanya Rosul saja yang mendakwahi manusia, sedangkan orang-orang yang mengikutinya sangat sedikit dibanding dengan penduduk dunia.
فالعبرة ليست بالكثرة، العبرة بالصواب وإصابة الحق. نعم، إذا كانت الكثرة على صواب فهذا طيب، ولكن سنة الله جل وعلا أن الكثرة تكون على الباطل
Maka dari itu ukuran sesuatu bukan banyaknya pengikut akan tetapi ukurannya adalah kebenaran itu sendiri.
Ya memang, jika kebenaran itu dipegang oleh orang banyak maka ini baik. Akan tetapi sudah sunnatulloh kebanyakan manusia itu berada dalam kebathilan.
Sebagaimana firmaNya:
وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ (103)
"Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya" [Q.S Yusuf ayat 103]
Dan firmaNya:
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ (116)
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) [Q.S. Al-An'am ayat 116]
📚Akhukum Fillah Al Ustadz Abu Amina Aljawiy حفظه الله تعالى di Pondok Yatim Non Yatim Annashihah Cepu.
Maroji' :
شرخ مسائل الجاهلية
المؤلف: الشيخ صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان حفظه الله
@pesantren_salaf_online
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 ALLOH TA'ALA TELAH MENCERITAKAN TENTANG KISAH-KISAH UMAT YANG DIDALAMNYA ALLOH TA'ALA MENGKHABARKAN BAHWASANYA YANG MINORITAS MALAH SERING BERADA DIATAS KEBENARAN
Sebagaimana firmanNya:
وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٌ
"Dan tidaklah yang beriman bersama Nuh itu melainkan sedikit" [Hud ayat 40].
Di dalam sebuah hadits disebutkan bahwa telah ditampakkan kepada Nabi ﷺ atas umat-umat terdahulu, Beliau melihat ada Nabi yang bersamanya beberapa pengikut, dan ada Nabi yang pengikutnya hanya satu atau dua orang, dan ada Nabi yang tidak memiliki pengikut satupun.
فليست العبرة بكثرة الأتباع على المذهب أو على القول، وإنما العبرة بكونه حقا أو باطلا، فما كان حقا –وإن كان عليه أقل الناس، أو لو لم يكن عليه أحد، ما دام أنه حق –يتمسك به فإنه هو النجاة. والباطل لا يؤيده كثرة الناس أبدا، هذا ميزان يجب أن يتخذه المسلم دائما معه.
Ukuran sesuatu bukan banyaknya pengikut suatu aliran madzhab atau pendapat akan tetapi ukurannya benar dan bathilnya.
Maka sesuatu yang benar walaupun diikuti oleh sedikit manusia atau seandainya tidak ada pengikutnya pun selama itu kebenaran dan dia berpegang teguh denganya maka sesungguhnya dialah yang selamat.
Dan kebathilan tidak akan menjadi benar selamanya walaupun yang mengikuti mayoritas manusia. Inilah tolak ukur yang harus selalu dipegang kaum muslimin.
Nabi ﷺ bersabda :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ
"Islam itu mulanya asing dan akan kembali asing seperti semula" [H.R Al-Bukhari]
Asingnya Islam itu akan terjadi ketika terjadi banyak kejelekan dan fitnah serta kesesatan maka tidak ada yang tersisa berpegang teguh dengan kebenaran melainkan orang asing (dianggap aneh_ pent) yang menyelisihi (berbeda) dengan kelompok-kelompok yang banyak yang menjadi asing/aneh di dalam masyarakat umum.
Dan ketika Rosululloh ﷺ diutus dan alam seluruhnya bergejolak (berada) di dalam kekafiran dan kesesatan kemudian Beliau menyeru manusia dan satu dua orang menjawab menerima dakwahnya hingga ahkirnya menjadi banyak.
Dan pada saat itu Kaum Quraisy - Jazirah Arab dan alam seluruhnya diatas kesesatan dan hanya Rosul saja yang mendakwahi manusia, sedangkan orang-orang yang mengikutinya sangat sedikit dibanding dengan penduduk dunia.
فالعبرة ليست بالكثرة، العبرة بالصواب وإصابة الحق. نعم، إذا كانت الكثرة على صواب فهذا طيب، ولكن سنة الله جل وعلا أن الكثرة تكون على الباطل
Maka dari itu ukuran sesuatu bukan banyaknya pengikut akan tetapi ukurannya adalah kebenaran itu sendiri.
Ya memang, jika kebenaran itu dipegang oleh orang banyak maka ini baik. Akan tetapi sudah sunnatulloh kebanyakan manusia itu berada dalam kebathilan.
Sebagaimana firmaNya:
وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ (103)
"Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya" [Q.S Yusuf ayat 103]
Dan firmaNya:
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ (116)
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) [Q.S. Al-An'am ayat 116]
📚Akhukum Fillah Al Ustadz Abu Amina Aljawiy حفظه الله تعالى di Pondok Yatim Non Yatim Annashihah Cepu.
Maroji' :
شرخ مسائل الجاهلية
المؤلف: الشيخ صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان حفظه الله
@pesantren_salaf_online
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MUKMIN SEJATI MENCINTAI AHLUSSUNNAH WALAUPUN TIDAK ADA KEDEKATAN NASAB DAN HUBUNGAN
Al-'Allamah Al-Imam Ahmad bin Yahya An-Najmi rahimahullah :
"Engkau mencintai seseorang yang tidak ada kedekatan denganmu dalam nasab dan bukan pula sebagai tetangga yang engkau saling tolong-menolong dengan mereka, saling bahu-membahu denganmu dalam mencapai mashalat bersama.
Akan tetapi dia seorang yang rumahnya jauh darimu, jauh pula nasabnya denganmu.
Sampai berita kepadamu bahwasanya dia adalah seorang Ahlussunnah. Maka dengan sebab itu engkau mencintainya karena Allah..
Apabila engkau mencapai keadaan ini, maka engkau adalah seorang yang mukmin sejati."
📚 Fath ar-Rahim al-Wadud 59.
=========—««●»»—=========
|[ أنــت مؤمـــن ]|
• ﻗــﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻳﺤﻴﻰ ﺍﻟﻨﺠﻤﻲ -ﺭﺣﻤﻪ ﺍلله-:
ﺗﺤﺐ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻘﺮﺑﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺴﺐ ، ﻭﻻ ﻣﻦ ﺟﻴﺮﺍﻧﻚ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺗﺘﻌﺎﻭﻥ ﻣﻌﻬﻢ، ﻭﻳﺘﻌﺎﻭﻧﻮﻥ ﻣﻌﻚ ﻋﻠﻰ ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤﺼﺎﻟﺢ ﺍﻟﻤﺸﺘﺮﻛﺔ ﺑﻴﻨﻜﻢ، ﻭﻟﻜﻨﻪ ﺭﺟﻞ ﺑﻌﻴﺪ ﻋﻨﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺍﺭ ، ﺑﻌﻴﺪ ﻋﻨﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺴﺐ، ﻳﺒﻠﻐﻚ ﻋﻨﻪ ﺑﺄﻧﻪ ﺻﺎﺣﺐ ﺳﻨﺔ، ﻓﺘﺤﺒﻪ لله ، ﺇﺫﺍ ﺑﻠﻐﺖ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪ ؛ ﻓﺄﻧﺖ ﻣﺆﻣﻦ .
📚 [ﻓﺘﺢ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﺍﻟﻮﺩﻭﺩ (59)].منقول
@salafypalembang
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MUKMIN SEJATI MENCINTAI AHLUSSUNNAH WALAUPUN TIDAK ADA KEDEKATAN NASAB DAN HUBUNGAN
Al-'Allamah Al-Imam Ahmad bin Yahya An-Najmi rahimahullah :
"Engkau mencintai seseorang yang tidak ada kedekatan denganmu dalam nasab dan bukan pula sebagai tetangga yang engkau saling tolong-menolong dengan mereka, saling bahu-membahu denganmu dalam mencapai mashalat bersama.
Akan tetapi dia seorang yang rumahnya jauh darimu, jauh pula nasabnya denganmu.
Sampai berita kepadamu bahwasanya dia adalah seorang Ahlussunnah. Maka dengan sebab itu engkau mencintainya karena Allah..
Apabila engkau mencapai keadaan ini, maka engkau adalah seorang yang mukmin sejati."
📚 Fath ar-Rahim al-Wadud 59.
=========—««●»»—=========
|[ أنــت مؤمـــن ]|
• ﻗــﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻳﺤﻴﻰ ﺍﻟﻨﺠﻤﻲ -ﺭﺣﻤﻪ ﺍلله-:
ﺗﺤﺐ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻘﺮﺑﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺴﺐ ، ﻭﻻ ﻣﻦ ﺟﻴﺮﺍﻧﻚ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺗﺘﻌﺎﻭﻥ ﻣﻌﻬﻢ، ﻭﻳﺘﻌﺎﻭﻧﻮﻥ ﻣﻌﻚ ﻋﻠﻰ ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤﺼﺎﻟﺢ ﺍﻟﻤﺸﺘﺮﻛﺔ ﺑﻴﻨﻜﻢ، ﻭﻟﻜﻨﻪ ﺭﺟﻞ ﺑﻌﻴﺪ ﻋﻨﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺍﺭ ، ﺑﻌﻴﺪ ﻋﻨﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺴﺐ، ﻳﺒﻠﻐﻚ ﻋﻨﻪ ﺑﺄﻧﻪ ﺻﺎﺣﺐ ﺳﻨﺔ، ﻓﺘﺤﺒﻪ لله ، ﺇﺫﺍ ﺑﻠﻐﺖ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪ ؛ ﻓﺄﻧﺖ ﻣﺆﻣﻦ .
📚 [ﻓﺘﺢ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﺍﻟﻮﺩﻭﺩ (59)].منقول
@salafypalembang
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 EMPAT PERKARA YANG MELINDUNGI PEMILIKNYA DI DUNIA
Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhu berkata:
أربع خلال إذا أُعطيتهن لم يضُرَّك ما عُزِل عنك من الدنيا: حسن خَلِيقة، وعفاف طُعمة، وصدق حديث، وحفظ أمانة.
Empat perkara, (yang) apabila engkau memilikinya, niscaya perkara dunia yang terluput darimu tidak akan membahayakanmu, yaitu:
1⃣ Baiknya perangai
2⃣ Rezeki yang halal dan sederhana
3⃣ Jujur dalam berbicara
4⃣ Menjaga amanah
Hasan | Az-Zuhd karya Ibnul Mubarak (1204) | Al-Jami' karya Ibn Wahb (547)
📌 Twitter Asy-Syaikh Arafat bin Hasan Al Muhammady hafizhahullah | @salafy_cirebon
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 EMPAT PERKARA YANG MELINDUNGI PEMILIKNYA DI DUNIA
Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhu berkata:
أربع خلال إذا أُعطيتهن لم يضُرَّك ما عُزِل عنك من الدنيا: حسن خَلِيقة، وعفاف طُعمة، وصدق حديث، وحفظ أمانة.
Empat perkara, (yang) apabila engkau memilikinya, niscaya perkara dunia yang terluput darimu tidak akan membahayakanmu, yaitu:
1⃣ Baiknya perangai
2⃣ Rezeki yang halal dan sederhana
3⃣ Jujur dalam berbicara
4⃣ Menjaga amanah
Hasan | Az-Zuhd karya Ibnul Mubarak (1204) | Al-Jami' karya Ibn Wahb (547)
📌 Twitter Asy-Syaikh Arafat bin Hasan Al Muhammady hafizhahullah | @salafy_cirebon
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 JALAN MERAIH KESUKSESAN DUNIA AKHIRAT
Al Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,
🍃لا سعــــادة للعباد ولا هداية ولا نجاة في الدنيا والآخرة إلاّ بتعظيــم كتاب الله وسنة نبيه الأمين ﷺ اعتقادًا وقـولاً وعمــلاً والاستقـامة علىٰ ذلك والصبر عليه حتىٰ الوفاة .
Tidak ada kebahagiaan untuk para hamba tidak pula hidayah maupun keselamatan di dunia dan akhirat melainkan dengan:
◽️Mengagungkan kitabullah (al Qur'an) dan sunnah Nabinya ﷺ yang amanah baik pada akidah, ucapan dan amalannya, serta
◽️Istiqomah di atasnya, lalu
◽️Bersabar menjalaninya sampai wafat (meninggal).
📚 Majmu'ul Fatawa (2/139)
@salafypalembang
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JALAN MERAIH KESUKSESAN DUNIA AKHIRAT
Al Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,
🍃لا سعــــادة للعباد ولا هداية ولا نجاة في الدنيا والآخرة إلاّ بتعظيــم كتاب الله وسنة نبيه الأمين ﷺ اعتقادًا وقـولاً وعمــلاً والاستقـامة علىٰ ذلك والصبر عليه حتىٰ الوفاة .
Tidak ada kebahagiaan untuk para hamba tidak pula hidayah maupun keselamatan di dunia dan akhirat melainkan dengan:
◽️Mengagungkan kitabullah (al Qur'an) dan sunnah Nabinya ﷺ yang amanah baik pada akidah, ucapan dan amalannya, serta
◽️Istiqomah di atasnya, lalu
◽️Bersabar menjalaninya sampai wafat (meninggal).
📚 Majmu'ul Fatawa (2/139)
@salafypalembang
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 BAHAYA MENUDUH SEORANG MUKMIN TANPA BUKTI
ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "مَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ ، أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ".
أخرجه أبو داود (3/305 ، رقم 3597) ، والطبراني (12/388 ، رقم 13435) ، والحاكم (2/32 ، رقم 2222) وقال : صحيح الإسناد . والبيهقي (6/82 ، رقم 11223) . وأخرجه أيضًا : أحمد (2/70 ، رقم 5385) ، وصححه الألباني (صحيح الجامع ، رقم 6196).
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
"Barang siapa menuduh seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak ada padanya, Allah akan menempatkannya dalam radghah al-khabal hingga dia keluar dari apa yang dia ucapkan (berkata sesuai dengan kenyataan tentang saudaranya)."
(HR. Abu Dawud [3/305 no. 3597], ath-Thabarani [12/388 no. 13435], al-Hakim [2/32 no. 2222] dan beliau mengatakan bahwa sanadnya shahih, al-Baihaqi [6/82 no. 11223], diriwayatkan juga oleh Ahmad [2/70 no. 5385]; dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 6196)
وفي مسند أحمد وغيره أنه سُئِلَ عليه الصلاة والسلام: وما ردغة الخبال؟ قال: عصارة أهل النار.
Dalam Musnad Ahmad dan selainnya, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ ditanya, "Apa itu radghah al-khabal?"
Beliau menjawab, "Cairan nanah dan darah penduduk neraka."
@forumsalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BAHAYA MENUDUH SEORANG MUKMIN TANPA BUKTI
ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "مَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ ، أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ".
أخرجه أبو داود (3/305 ، رقم 3597) ، والطبراني (12/388 ، رقم 13435) ، والحاكم (2/32 ، رقم 2222) وقال : صحيح الإسناد . والبيهقي (6/82 ، رقم 11223) . وأخرجه أيضًا : أحمد (2/70 ، رقم 5385) ، وصححه الألباني (صحيح الجامع ، رقم 6196).
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
"Barang siapa menuduh seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak ada padanya, Allah akan menempatkannya dalam radghah al-khabal hingga dia keluar dari apa yang dia ucapkan (berkata sesuai dengan kenyataan tentang saudaranya)."
(HR. Abu Dawud [3/305 no. 3597], ath-Thabarani [12/388 no. 13435], al-Hakim [2/32 no. 2222] dan beliau mengatakan bahwa sanadnya shahih, al-Baihaqi [6/82 no. 11223], diriwayatkan juga oleh Ahmad [2/70 no. 5385]; dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 6196)
وفي مسند أحمد وغيره أنه سُئِلَ عليه الصلاة والسلام: وما ردغة الخبال؟ قال: عصارة أهل النار.
Dalam Musnad Ahmad dan selainnya, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ ditanya, "Apa itu radghah al-khabal?"
Beliau menjawab, "Cairan nanah dan darah penduduk neraka."
@forumsalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 BENARKAH AL-IMAM AL-BUKHARI BERPENDAPAT BAHWA LAFADZ SESEORANG SAAT MEMBACA AL-QUR'AN ADALAH MAKHLUK?
Asy-Syaikh Rabi' al-Madkhali hafizhahullah
Mohon dijelaskan kepada kami tentang fitnah yang dinisbatkan kepada al-Imam al-Bukhari bahwa lafazh seseorang saat membaca al-Qur’an adalah makhluk?
Jawab:
Tidak benar ucapan tersebut dari al-Imam al-Bukhari. Ini hanyalah kebohongan yang dituduhkan kepada beliau. Sebagaimana yang disebutkan oleh al-Imam ash-Shabuni tentang tuduhan dusta kepada al-Imam Ibnu Jarir bahwa beliau menyelisihi Ahlus sunnah.
Al-Imam ash-Shabuni berkata, “Sesungguhnya ini mengandung pelepasan diri Ibnu Jarir dari yang dituduhkan kepada beliau dan yang dituduhkan oleh Ahlul Bid’ah.” Demikian pula al- Bukhari, mereka menuduh beliau telah menyatakan , ”Lafazhku saat membaca al Qur’an adalah makhluk.” Beliau benar-benar berlepas diri dari tuduhan tersebut.
Al-Imam berkata, “Barangsiapa yang mengatakan bahwa ucapan tersebut dariku maka ia telah berdusta siapapun dia, dari negeri manapun dia, baik dari Hijaz ataupun negeri yang lain. Sungguh dia telah berdusta atasku. Aku tidak pernah mengucapkannya.” Bahkan telah ternukil dari al-Imam al-bukhari bahwa beliau pernah mengucapkan, “Barangsiapa mengatakan, 'Lafazhku saat membaca al Qur’an adalah makhluk maka dia kafir.'
Maka (dengan ini), mereka telah berdusta atas nama al-Imam al- Bukhari, sebagaimana yang terjadi sekarang dari tuduhan dusta al-Haddadiyyun al-affaakun (para pembohong) al-kadzdzabun (para pendusta) kepada kami. Bahkan mereka lebih dusta dari kelompok jahmiyyah yang membuat tipu daya terhadap al-Imam al-Bukhari dan lebih dusta dari orang-orang yang membuat tipu daya terhadap al-Imam Ibnu Jarir.
Mereka mengklaim bahwa kami adalah Murjiah dan kami tidak mengkafirkan orang yang meninggalkan jenis amalan serta kami berpendapat bolehnya bertanazul (mengalah) dari ‘ushul (prinsip)".
Demikianlah mereka mengklaim bahwa kami hanya bertanazul dari ‘ushul saja!!”. Aku telah sebutkan dalil-dalil dari kalamullah, perkataan rasul dan perkataan salaf serta prinsip-prinsip dan fikih mereka (salaf). Sama sekali aku tidak mengatakan:" aku bertanazul, lalu diam!!" Aku telah paparkan dalil-dalil ketika dibutuhkan, terlebih di saat darurat. Tidaklah ada satu ucapanku dalam permasalahan ini kecuali disertai dan diiringi dengan dalil-dalil.
Mereka kemudian memotong perkataanku, lalu pergi bertanya kepada sebagian ulama dan menyatakan, “Ulama sunnah berseberangan dengan asy-Syaikh Rabi’!. Tidak ada yang lebih buruk dan lebih dusta dari kelompok al-Haddadiyah ini. Demi Allah, mereka melampaui kelompok Jahmiyyah dalam berdusta dan melampaui kaum Syiah Rafidhah dalam berdusta!.
Maka sesungguhnya al-Imam Ibnu Jarir tidaklah menyelesihi as-Sunnah, demikian pula al-imam al- Bukhari tidaklah menyelisihi as-Sunnah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah didustakan atas nama beliau, padahal beliau tidak menyelisihi as-Sunnah. Demikian juga asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab didustakan atas nama beliau, padahal beliau tidak menyelisihi as-Sunnah.
Sama halnya dengan Rabi’ sekarang ini, tidaklah dia menyelisihi as-Sunnah. Itu hanyalah tuduhan yang dituduhkan oleh kelompok al-Haddadiyyah dan yang semisalnya.
Ahlul Bid'ah yang terbesar fitnahnya sekarang ini terhadap manhaj salaf adalah kelompok al-Haddadiyyah, para penyusup yang tidak mustahil bahwa di tengah-tengah mereka ada orang-orang Syiah Rafidhah dan Bathiniyyah. Aku nyatakan hal ini dan aku terus mengulang-ulanginya!
(Fatawa fil ‘Aqidah wal Manhaj)
📨 http://bit.ly/34iewvD
Tambahan Faidah:
Ayyuhal ikhwah hafizhakumullah,
Sejarah telah mencatat bahwa orang-orang yang mulai mengibarkan bendera permusuhan dari pihak-pihak yang sekarang mengibarkan bendera permusuhan terhadap asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah sejak lebih dari 20 tahun yang lalu baik dari Haddadiyyun atau Hajuriyyun atau Halabiyyun kemudian fitnah Muhammad bin Hadi yang terakhir ini, mereka sebenarnya adalah orang-orang yang dekat kepada asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah pada awalnya.
📬 BENARKAH AL-IMAM AL-BUKHARI BERPENDAPAT BAHWA LAFADZ SESEORANG SAAT MEMBACA AL-QUR'AN ADALAH MAKHLUK?
Asy-Syaikh Rabi' al-Madkhali hafizhahullah
Mohon dijelaskan kepada kami tentang fitnah yang dinisbatkan kepada al-Imam al-Bukhari bahwa lafazh seseorang saat membaca al-Qur’an adalah makhluk?
Jawab:
Tidak benar ucapan tersebut dari al-Imam al-Bukhari. Ini hanyalah kebohongan yang dituduhkan kepada beliau. Sebagaimana yang disebutkan oleh al-Imam ash-Shabuni tentang tuduhan dusta kepada al-Imam Ibnu Jarir bahwa beliau menyelisihi Ahlus sunnah.
Al-Imam ash-Shabuni berkata, “Sesungguhnya ini mengandung pelepasan diri Ibnu Jarir dari yang dituduhkan kepada beliau dan yang dituduhkan oleh Ahlul Bid’ah.” Demikian pula al- Bukhari, mereka menuduh beliau telah menyatakan , ”Lafazhku saat membaca al Qur’an adalah makhluk.” Beliau benar-benar berlepas diri dari tuduhan tersebut.
Al-Imam berkata, “Barangsiapa yang mengatakan bahwa ucapan tersebut dariku maka ia telah berdusta siapapun dia, dari negeri manapun dia, baik dari Hijaz ataupun negeri yang lain. Sungguh dia telah berdusta atasku. Aku tidak pernah mengucapkannya.” Bahkan telah ternukil dari al-Imam al-bukhari bahwa beliau pernah mengucapkan, “Barangsiapa mengatakan, 'Lafazhku saat membaca al Qur’an adalah makhluk maka dia kafir.'
Maka (dengan ini), mereka telah berdusta atas nama al-Imam al- Bukhari, sebagaimana yang terjadi sekarang dari tuduhan dusta al-Haddadiyyun al-affaakun (para pembohong) al-kadzdzabun (para pendusta) kepada kami. Bahkan mereka lebih dusta dari kelompok jahmiyyah yang membuat tipu daya terhadap al-Imam al-Bukhari dan lebih dusta dari orang-orang yang membuat tipu daya terhadap al-Imam Ibnu Jarir.
Mereka mengklaim bahwa kami adalah Murjiah dan kami tidak mengkafirkan orang yang meninggalkan jenis amalan serta kami berpendapat bolehnya bertanazul (mengalah) dari ‘ushul (prinsip)".
Demikianlah mereka mengklaim bahwa kami hanya bertanazul dari ‘ushul saja!!”. Aku telah sebutkan dalil-dalil dari kalamullah, perkataan rasul dan perkataan salaf serta prinsip-prinsip dan fikih mereka (salaf). Sama sekali aku tidak mengatakan:" aku bertanazul, lalu diam!!" Aku telah paparkan dalil-dalil ketika dibutuhkan, terlebih di saat darurat. Tidaklah ada satu ucapanku dalam permasalahan ini kecuali disertai dan diiringi dengan dalil-dalil.
Mereka kemudian memotong perkataanku, lalu pergi bertanya kepada sebagian ulama dan menyatakan, “Ulama sunnah berseberangan dengan asy-Syaikh Rabi’!. Tidak ada yang lebih buruk dan lebih dusta dari kelompok al-Haddadiyah ini. Demi Allah, mereka melampaui kelompok Jahmiyyah dalam berdusta dan melampaui kaum Syiah Rafidhah dalam berdusta!.
Maka sesungguhnya al-Imam Ibnu Jarir tidaklah menyelesihi as-Sunnah, demikian pula al-imam al- Bukhari tidaklah menyelisihi as-Sunnah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah didustakan atas nama beliau, padahal beliau tidak menyelisihi as-Sunnah. Demikian juga asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab didustakan atas nama beliau, padahal beliau tidak menyelisihi as-Sunnah.
Sama halnya dengan Rabi’ sekarang ini, tidaklah dia menyelisihi as-Sunnah. Itu hanyalah tuduhan yang dituduhkan oleh kelompok al-Haddadiyyah dan yang semisalnya.
Ahlul Bid'ah yang terbesar fitnahnya sekarang ini terhadap manhaj salaf adalah kelompok al-Haddadiyyah, para penyusup yang tidak mustahil bahwa di tengah-tengah mereka ada orang-orang Syiah Rafidhah dan Bathiniyyah. Aku nyatakan hal ini dan aku terus mengulang-ulanginya!
(Fatawa fil ‘Aqidah wal Manhaj)
📨 http://bit.ly/34iewvD
Tambahan Faidah:
Ayyuhal ikhwah hafizhakumullah,
Sejarah telah mencatat bahwa orang-orang yang mulai mengibarkan bendera permusuhan dari pihak-pihak yang sekarang mengibarkan bendera permusuhan terhadap asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah sejak lebih dari 20 tahun yang lalu baik dari Haddadiyyun atau Hajuriyyun atau Halabiyyun kemudian fitnah Muhammad bin Hadi yang terakhir ini, mereka sebenarnya adalah orang-orang yang dekat kepada asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah pada awalnya.
www.rabee.net
نرجو توضيح ما نسب للإمام البخاري من القول باللفظ؟
Tidak sekedar dekat, bahkan sebagiannya mendapatkan rekomendasi dari syaikh dan orang-orang yang selalu memuji-muji syaikh.
Namun ketika asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah mulai menasehati mereka dalam beberapa permasalahan yang wajib untuk disampaikan nasehat tentangnya mereka menolak nasehat tersebut.
Sebagiannya tersinggung, marah yang kemudian dituangkan dengan menyampaikan berita-berita miring tentang asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Bahkan sebagian berita-berita tersebut tercampurkan dengan syubhat-syubhat.
Dari kalangan Haddadiyyun semisal Falih al Harbi, Fauzi al Atsari adalah orang-orang yang sangat dekat dengan asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Namun ketika asy-Syaikh Rabi’ mulai menasehati mereka terkait beberapa perkara penting mereka mulai menampakkan permusuhan terhadap asy syaikh.
Demikian pula Abul Hasan al Ma'ribi yang dulu memuji dan sering singgah ke kediaman asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Namun ketika Syaikh Rabi’ mulai menasehati dia terkait beberapa kaidah-kaidah yang dia munculkan , maka disitulah Abul Hasan mulai menyebarkan berita-berita negatif tentang asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah.
Hal senada juga yang terjadi pada Ali Hasan al Halabi.
Tidak jauh berbeda adalah Yahya al Hajuri. Ketika dia mulai mentahdzir Syaikh Abdurrahman al ‘Adani dalam masalah-masaah yang sebagiannya tidak bisa dipertanggungjawabkan beritanya ataupun kalaupun valid tidak bisa dijadikan hujjah untuk mentahdzir dan meyikapi seseorang.
Namun al Hajuri terus tidak peduli. asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah terus mengingatkan bahwa hujjah yang dibawa al Hajuri tidak benar, tapi al Hajuri tetap tidak peduli dengan nasehat asy-Syaikh Rabi’. Kedustaan demi kedustaan terus dimunculkan.
Demikian pula Muhammad bin Hadi dari tuduhan dia kepada para masayikh muda dengan sha’afiqah tanpa dalil dan hujjah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dari ini semua dapat kita dapatkan sekian banyak pelajaran:
1. Fitnah dan tuduhan dusta kepada Ahlussunnah telah terjadi di masa-masa lalu, tidak hanya dimasa kita sekarang.
2. Ahlul fitan kebanyakannya adalah orang-orang dekat dan orang-orang yang sebelumnya memberikan sanjungan dan pujian.
3. Mereka mentahdzir dan mengambil sikap tanpa berdasarkan hujjah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kalaupun valid tidak bisa dijadikan hujjah untuk mentahdzir dan menyikapi seseorang.
4. Tahdzir mereka keluar dengan terburu-buru dan tanpa bimbingan dari ‘ulama kibar. Sama halnya dengan fitnah yang dialami al Bukhari dan Ibnu Jarir. Fitnah yang terjadi dibangun diatas sikap terburu-buru, tidak ta’anni , tidak tatsabut serta berita dan datanyapun tidak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Allah Maha mengetahui dan Maha adil terhadap segala sesuatu, dan akhir yang baik akan didapatkan bagi orang yang bertakwa.
Wallahu ta’ala a’lam bishshawab.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Namun ketika asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah mulai menasehati mereka dalam beberapa permasalahan yang wajib untuk disampaikan nasehat tentangnya mereka menolak nasehat tersebut.
Sebagiannya tersinggung, marah yang kemudian dituangkan dengan menyampaikan berita-berita miring tentang asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Bahkan sebagian berita-berita tersebut tercampurkan dengan syubhat-syubhat.
Dari kalangan Haddadiyyun semisal Falih al Harbi, Fauzi al Atsari adalah orang-orang yang sangat dekat dengan asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Namun ketika asy-Syaikh Rabi’ mulai menasehati mereka terkait beberapa perkara penting mereka mulai menampakkan permusuhan terhadap asy syaikh.
Demikian pula Abul Hasan al Ma'ribi yang dulu memuji dan sering singgah ke kediaman asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Namun ketika Syaikh Rabi’ mulai menasehati dia terkait beberapa kaidah-kaidah yang dia munculkan , maka disitulah Abul Hasan mulai menyebarkan berita-berita negatif tentang asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah.
Hal senada juga yang terjadi pada Ali Hasan al Halabi.
Tidak jauh berbeda adalah Yahya al Hajuri. Ketika dia mulai mentahdzir Syaikh Abdurrahman al ‘Adani dalam masalah-masaah yang sebagiannya tidak bisa dipertanggungjawabkan beritanya ataupun kalaupun valid tidak bisa dijadikan hujjah untuk mentahdzir dan meyikapi seseorang.
Namun al Hajuri terus tidak peduli. asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah terus mengingatkan bahwa hujjah yang dibawa al Hajuri tidak benar, tapi al Hajuri tetap tidak peduli dengan nasehat asy-Syaikh Rabi’. Kedustaan demi kedustaan terus dimunculkan.
Demikian pula Muhammad bin Hadi dari tuduhan dia kepada para masayikh muda dengan sha’afiqah tanpa dalil dan hujjah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dari ini semua dapat kita dapatkan sekian banyak pelajaran:
1. Fitnah dan tuduhan dusta kepada Ahlussunnah telah terjadi di masa-masa lalu, tidak hanya dimasa kita sekarang.
2. Ahlul fitan kebanyakannya adalah orang-orang dekat dan orang-orang yang sebelumnya memberikan sanjungan dan pujian.
3. Mereka mentahdzir dan mengambil sikap tanpa berdasarkan hujjah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kalaupun valid tidak bisa dijadikan hujjah untuk mentahdzir dan menyikapi seseorang.
4. Tahdzir mereka keluar dengan terburu-buru dan tanpa bimbingan dari ‘ulama kibar. Sama halnya dengan fitnah yang dialami al Bukhari dan Ibnu Jarir. Fitnah yang terjadi dibangun diatas sikap terburu-buru, tidak ta’anni , tidak tatsabut serta berita dan datanyapun tidak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Allah Maha mengetahui dan Maha adil terhadap segala sesuatu, dan akhir yang baik akan didapatkan bagi orang yang bertakwa.
Wallahu ta’ala a’lam bishshawab.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 DOSA MEMFITNAH ORANG LAIN, MENUDUH TANPA BUKTI DAN MEMINUM KHAMR
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ ، أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
"Barangsiapa yang berbicara tentang diri seorang mu'min yang itu tidak ada padanya; maka Allah akan menempatkannya di Radghah Al Khabal¹. Kecuali ia bertaubat dari pernyataan tersebut." -SHAHIH- (Shahih Al Jami', 6196) HR. Abu Dawud (3597), Ahmad (5385), Al Hakim (2222)
¹ Radghah Al Khabal diterangkan maknanya dalam Fathul Wadud:
والأقرب أن يراد بالخبال العصارة، والردغة الطين الحاصل باختلاط العصارة بالتراب.
"Pendapat yang paling mendekati ialah yang dimaksud dengan 'Khabal' cairan yang keluar dari penduduk neraka [ berupa nanah maupun darah penghuni neraka ].
Sedangkan Radghah ialah lumpur yang berasal dari tercampurnya cairan penduduk neraka tadi dengan tanah." ('Aunul Ma'bud, X/5)
Yang artinya, ia akan berada di tempat yang menyiksa [ neraka ] lagi hina [ Radghah Al Khabal ] sebagai balasan dari fitnah yang ia lakukan untuk menjatuhkan seorang muslim di dunia.
Ini juga peringatan agar kita tidak asal menyebarkan apapun yang kita dengar tentang orang lain. Jangan sampai bila itu ternyata hanya sebatas fitnah menjadikan kita juga ikut menanggung dosanya. Kita mohon penjagaan pada Allah.
✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
-- Hari Ahadi, (16:16) 27 Jumadil Awal 1440 / 02 Februari 2019 @nasehatetam
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ إِنَّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ قَالَ عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ
"Segala yang memabukkan adalah haram. Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memiliki perjanjian bagi orang yang meminum sesuatu yang memabukkan, bahwa Allah akan meminumkan untuknya (air) dari Thinatul Khobaal.
Para Sahabat bertanya: Apakah Thinatul Khobaal itu?
Nabi bersabda: Keringat penduduk Neraka atau perasan (darah dan nanah) penduduk Neraka." (H.R Muslim dari Jabir)
وَمَنْ خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ عَنْهُ وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
"Barangsiapa berseteru dalam (membela) kebatilan sementara ia mengetahuinya maka ia senantiasa berada dalam kemurkaan Allah hingga ia meninggalkannya.
Dan barangsiapa mengatakan pada diri seorang mukmin sesuatu yang tidak ada padanya, maka Allah akan menempatkannya dalam perasan (sisa darah dan nanah) penduduk Neraka hingga ia keluar (meninggalkan) apa yang ia katakan (bertaubat dan minta maaf, pent)." (H.R Abu Dawud)
📑 Dikutip dari buku "Surga yang Dirindukan, Neraka yang Ditakutkan", Abu Utsman Kharisman, penerbit atTuqa Yogya | WA al I'tishom
🏡 @SalafyBaturaja
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 DOSA MEMFITNAH ORANG LAIN, MENUDUH TANPA BUKTI DAN MEMINUM KHAMR
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ ، أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
"Barangsiapa yang berbicara tentang diri seorang mu'min yang itu tidak ada padanya; maka Allah akan menempatkannya di Radghah Al Khabal¹. Kecuali ia bertaubat dari pernyataan tersebut." -SHAHIH- (Shahih Al Jami', 6196) HR. Abu Dawud (3597), Ahmad (5385), Al Hakim (2222)
¹ Radghah Al Khabal diterangkan maknanya dalam Fathul Wadud:
والأقرب أن يراد بالخبال العصارة، والردغة الطين الحاصل باختلاط العصارة بالتراب.
"Pendapat yang paling mendekati ialah yang dimaksud dengan 'Khabal' cairan yang keluar dari penduduk neraka [ berupa nanah maupun darah penghuni neraka ].
Sedangkan Radghah ialah lumpur yang berasal dari tercampurnya cairan penduduk neraka tadi dengan tanah." ('Aunul Ma'bud, X/5)
Yang artinya, ia akan berada di tempat yang menyiksa [ neraka ] lagi hina [ Radghah Al Khabal ] sebagai balasan dari fitnah yang ia lakukan untuk menjatuhkan seorang muslim di dunia.
Ini juga peringatan agar kita tidak asal menyebarkan apapun yang kita dengar tentang orang lain. Jangan sampai bila itu ternyata hanya sebatas fitnah menjadikan kita juga ikut menanggung dosanya. Kita mohon penjagaan pada Allah.
✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
-- Hari Ahadi, (16:16) 27 Jumadil Awal 1440 / 02 Februari 2019 @nasehatetam
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ إِنَّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ قَالَ عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ
"Segala yang memabukkan adalah haram. Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memiliki perjanjian bagi orang yang meminum sesuatu yang memabukkan, bahwa Allah akan meminumkan untuknya (air) dari Thinatul Khobaal.
Para Sahabat bertanya: Apakah Thinatul Khobaal itu?
Nabi bersabda: Keringat penduduk Neraka atau perasan (darah dan nanah) penduduk Neraka." (H.R Muslim dari Jabir)
وَمَنْ خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ عَنْهُ وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
"Barangsiapa berseteru dalam (membela) kebatilan sementara ia mengetahuinya maka ia senantiasa berada dalam kemurkaan Allah hingga ia meninggalkannya.
Dan barangsiapa mengatakan pada diri seorang mukmin sesuatu yang tidak ada padanya, maka Allah akan menempatkannya dalam perasan (sisa darah dan nanah) penduduk Neraka hingga ia keluar (meninggalkan) apa yang ia katakan (bertaubat dan minta maaf, pent)." (H.R Abu Dawud)
📑 Dikutip dari buku "Surga yang Dirindukan, Neraka yang Ditakutkan", Abu Utsman Kharisman, penerbit atTuqa Yogya | WA al I'tishom
🏡 @SalafyBaturaja
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MALAS DALAM BERDOA
أَتعجز .. و معك الدعاء؟؟؟
"والدّعاء من أنفع الأدوية، وهو عدو البلاء، يدافعه ويعالجه، ويمنع نزوله، ويرفعه أو يخففه إذا نزل، وهو سلاح المؤمن".
اهـ. [ابن القيم /الجواب الكافي(١/٤)
Apakah anda merasa lemah, padahal anda mempunyai do'a..??
✍️ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
"Do'a adalah obat yang paling bermanfaat dan merupakan lawannya musibah...
Do'a tersebut akan menangkal, menyembuhkan dan juga akan mencegah turunnya musibah...
Apabila musibah telah menimpa seseorang, maka doa bisa menghilangkan dan meringankannya...
Ingat, do'a adalah senjatanya seorang mukmin..."
📚 (Al-Jawabul Kafi 1/4) @KajianIslamTemanggung
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MALAS DALAM BERDOA
أَتعجز .. و معك الدعاء؟؟؟
"والدّعاء من أنفع الأدوية، وهو عدو البلاء، يدافعه ويعالجه، ويمنع نزوله، ويرفعه أو يخففه إذا نزل، وهو سلاح المؤمن".
اهـ. [ابن القيم /الجواب الكافي(١/٤)
Apakah anda merasa lemah, padahal anda mempunyai do'a..??
✍️ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
"Do'a adalah obat yang paling bermanfaat dan merupakan lawannya musibah...
Do'a tersebut akan menangkal, menyembuhkan dan juga akan mencegah turunnya musibah...
Apabila musibah telah menimpa seseorang, maka doa bisa menghilangkan dan meringankannya...
Ingat, do'a adalah senjatanya seorang mukmin..."
📚 (Al-Jawabul Kafi 1/4) @KajianIslamTemanggung
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 JANGAN MALAS BERDOA!
Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,
أعجَزُ النَّاسِ من عجزَ عَنِ الدُّعاءِ
"Manusia paling lemah ialah yang lemah dalam berdoa." -SHAHIH- (Shahih al-Jami', 1044) HR. Ibnu Hibban (4498) dan Abu Ya'la (6649)
Berkata Al-Amir ash-Shan'ani rahimahullah,
لا يتركه -الدعاء- إلا أعجز الناس إذ لا مشقة فيه ولا كلفة وهو عبادة محبوبة لله تعالى وفيه رد على من زعم أن الأولى ترك الدعاء
"Tidak ada yang meninggalkan doa melainkan manusia paling lemah. Sebab tidak ada kesulitan dan kepayahan dalam melakukan ibadah berdoa. Doa ialah ibadah yang Allah cintai. Pada hadits ini terdapat bantahan kepada mereka yang menyangka bahwa tidak berdoa itu lebih utama." (At-Tanwir, II/463)
✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi, (16:47) 04 Rabi'ul Awal 1441 / 01 November 2019
@nasehatetam
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JANGAN MALAS BERDOA!
Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,
أعجَزُ النَّاسِ من عجزَ عَنِ الدُّعاءِ
"Manusia paling lemah ialah yang lemah dalam berdoa." -SHAHIH- (Shahih al-Jami', 1044) HR. Ibnu Hibban (4498) dan Abu Ya'la (6649)
Berkata Al-Amir ash-Shan'ani rahimahullah,
لا يتركه -الدعاء- إلا أعجز الناس إذ لا مشقة فيه ولا كلفة وهو عبادة محبوبة لله تعالى وفيه رد على من زعم أن الأولى ترك الدعاء
"Tidak ada yang meninggalkan doa melainkan manusia paling lemah. Sebab tidak ada kesulitan dan kepayahan dalam melakukan ibadah berdoa. Doa ialah ibadah yang Allah cintai. Pada hadits ini terdapat bantahan kepada mereka yang menyangka bahwa tidak berdoa itu lebih utama." (At-Tanwir, II/463)
✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi, (16:47) 04 Rabi'ul Awal 1441 / 01 November 2019
@nasehatetam
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com