منتدى نشر الفـــــــوائد
7.58K subscribers
4.3K photos
256 videos
279 files
5.61K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
4 Sebab Datangnya Rezeki..
::
📬 TIGA PERKARA YANG DIBUTUHKAN OLEH ORANG YANG BERDOSA

Al-Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan,

"Oleh karena itu mereka berkata, Sesungguhnya orang yang berdosa membutuhkan tiga perkara, yaitu:

1⃣ Agar Allah memaafkan darinya dosa antara dia dengan Allah.

2⃣ Agar Allah tutupi (aibnya) dari hamba-hamba-Nya, sehingga (aibnya) tidak dibeberkan diantara mereka.

3⃣ Agar Allah menjaganya sehingga tidak terjatuh kepada dosa yang semisalnya.

🌍 Sumber: Tafsir Ibnu Katsir (1/738)


"ALLAH KAN MAHA PENGAMPUN", KETIKA MELAKUKAN MAKSIAT

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

وكثير من الجهال اعتمدوا على رحمة الله وعفوه وكرمه، وضيعوا أمره ونهيه، ونسوا أنه شديد العقاب، وأنه لا يرد بأسه عن القوم المجرمين،

"Banyak dari orang-orang jahil yang bersandar kepada rahmat Allah, maaf-Nya, dan kemuliaan-Nya, sementara mereka melalaikan perintah dan larangan Allah.

Mereka lupa bahwasanya Allah Maha dahsyat siksa-Nya, dan bahwasanya tidak ada yang bisa menolak adzab-Nya kepada orang-orang yang berdosa".

🌎 Ad-Da'u wa Ad-Dawa'u 28
📝 Disajikan oleh Tim @WarisanSalaf

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 SIAPAKAH RUWAIBIDHAH?


Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ. قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan datang kepada kalian tahun-tahun yang menipu. Ketika itu seorang pendusta akan dianggap benar dan seorang yang jujur akan didustakan, pengkhianat akan diberi amanat, seorang yang amanah dianggap khianat, dan akan berbicara ketika itu Ruwaibidhah.”

Para sahabat bertanya, “Siapa Ruwaibidhah?”

Rasulullah ﷺ menjawab,

“Seseorang yang rendah dan kurang akal, berbicara tentang urusan orang banyak.”

(HR. Ahmad dan dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’) @asysyariah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 JANGAN HANYA SEPERTI INDUK HEWAN TERNAK

Al-'Allamah al-Imam asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah,

«إذا كان الوالد فاسدًا يمارس الفساد، يضيع الصلاة، ينام عن الصلاة لا يأتي إلى البيت إلا للأكل والشرب! وإلا فإنه في الاستراحات وقصور الأفراح والرحلات وغير ذلك، ولا يسأل عن أولاده، هذا والد؟! هذا والد بهيمي! ليس والداً يتحمل المسئولية أمام الله سبحانه وتعالى!».

"Apabila ayah kondisinya telah rusak, berbuat kerusakan, menyia-nyiakan shalat, tidur melalaikan shalat, tidak pulang ke rumah kecuali hanya untuk makan dan minum!

Atau kalau tidak, maka dia bersantai-santai, di istana kemewahan, wisata, atau yang lainnya.

Tidak pernah bertanya tentang kondisi anak-anaknya..

Apakah ini seorang ayah?!

Ini hanya induk hewan ternak!!

Bukan seorang ayah yang siap mengemban tanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

[Khutbah Jum'at berjudul « Tarbiyah Yang Tepat untuk Anak-Anak » ]

📨 Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14450


ANAK-ANAK MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA

‏الأولاد أمانة في أعناق والديهم منذٌ نشأتهم إلى أن يبلغوا الرشد.

"Anak-anak merupakan amanah di pundak para orang tua semenjak masa tumbuh kembangnya hingga mereka mencapai usia dewasa." @salihalfawzan | @ManhajulAnbiya

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KONDISI PARA SALAF KETIKA AKAN MENYAMPAIKAN ILMU

[ Wasiat Imam Malik rahimahullah terkhusus bagi mereka yang ingin tampil mengajar, menyampaikan fatwa dan mengemban amanah dalam dakwah ]

❱ قال مالك بن أنس: ما أجبت في الفتوى حتى سألت من هو أعلم مني، هل يراني موضعا لذلك ؟ سألت ربيعة، و سألت يحيى بن سعيد، فأمراني بذلك.

فقلت له: يا أبا عبد الله، لو نهوك؟

قال: كنت أنتهي،لا ينبغي لرجل أن يرى نفسه أهلا لشيئ حتى يسأل من هو أعلم منه.

📚[أبو نعيم، في حلية الأولياء، 6/٣١٦]

Al-Imam Malik berkata:
“Tidaklah aku berfatwa, kecuali sebelumnya aku telah meminta rekomendasi dari orang yang lebih berilmu dariku, ‘Apakah aku telah pantas berfatwa?’

Aku bertanya kepada Rabi’ah dan Yahya bin Sa’id, lalu keduanya memerintahkanku berfatwa.

Khalaf berkata:
“Wahai Malik Abu Abdillah, seandainya para Ulama melarangmu berfatwa?

Al-Imam Malik menjawab:
“Saya akan berhenti berfatwa, tidak pantas bagi seorangpun untuk menilai dirinya sebagai ahli dalam suatu bidang kecuali setelah bertanya kepada orang yang lebih berilmu tentangnya.”

📚 [Abu Nua’im, hilyatul Auliya’, 6/316] @forumsalafy

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Sumber Sehatnya Hati..
::
📬 CARA MEMBERI NASEHAT KEPADA SAUDARA MUSLIM

Ma'mar rohimahulloh berkata:

"Dahulu yang dinyatakan, orang yang paling bisa menasehatimu adalah orang yang takut kepada Allah ta'ala tentang dirimu.

Apabila salaf hendak menasehati seseorang, mereka mengingatkannya SECARA DIAM- DIAM. Sampai-sampai sebagian mereka mengatakan,

'Barangsiapa memberi nasehat kepada saudaranya secara berdua saja, itulah NASEHAT.

Adapun memperingatkannya didepan khalayak ramai, Itu adalah: PENGHINAAN'.

Al-Fudhoil bin Iyadh rohimahulloh mengatakan:

المُؤمِنُ يَسْتُرُ و يَنْصَحُ وَالْفَاجِرُ يَهْتِكُ وَيُعَيِّرُ

"Seorang mukmin menutupi aib (saudaranya) sekaligus menasehatinya, sedangkan seorang fajir menghancurkan kehormatan dan mencela."

[Jami'ul 'Ulum wal Hikam, hal 111]

Sumber:
Majalah Asy Syariah Vol.VII/No.81/1433H/2012 @FadhlulIslam

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Berpisah Karena Sebab Candaan/Bercanda..
::
📬 KALAU SAYA SALAH, KAMU PUN BANYAK SALAHNYA..!

Jika pada dasarnya tidak suka nasihat, tidak senang jika kesalahannya diluruskan, akan ada sejuta cara untuk menolaknya.

Bukankah hawa nafsu menghembuskan demikian?

Saat nasihat diberikan, dikatakan INTERVENSI. Ketika nasihat disampaikan, disebut menerapkan SISTEM KOMANDO. Bila nasihat dihaturkan, katanya aturan-aturan hizbiyyah.

Waktu nasihat diuraikan, malah dituduh memposisikan diri sebagai LAYAKNYA PENGUASA, AMIR ATAU AMIRUL MUKMININ. Allahul musta’an. Lantas apakah nasihat itu mesti ditiadakan?

Sikap tidak sportif dan tidak adil lalu muncul. Ia malah menuduh nashihin telah hasad atau hubbur riyaasah (ambisi pada kepemimpinan).

Bahkan, ia justru mulai mencari-cari kesalahan nashihin. Mengungkit-ungkit masa lalunya. Seolah ia hendak mengatakan, kalau saya salah, kamu pun banyak salahnya. Astaghfirullah. Lantas haruskah nasihat itu tidak dijalankan?

Lebih parah lagi, seseorang menemui dan meminta nasihat dari nashihin. Setelah memberi nasihat, menyampaikan pandangan dan saran, justru nashihin dituduh dengan keji telah MENCAMPURI URUSAN ORANG LAIN, atau dituduh intervensi di “rumah tangga” orang.

Apakah masuk akal jika engkau mempercayai seseorang supaya memberi nasihat kepadamu, lalu setelah dia memberikan nasihat kepadamu, engkau tuduh dia dengan tuduhan-tuduhan keji? AIR SUSU DIBALAS DENGAN AIR TUBA.

Kembali teringat ucapan Nabi Shalih,

وَلَكِنْ لاَ تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ

“Namun, kamu tidak suka kepada nashihin (orang-orang yang memberi nasihat).”

Sumber:
https://bit.ly/2ZTsj8Y | Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifai hafizhahullah | 3 Rabi’ul Awwal 1439 H (22 November 2017 M) (*) Judul dari kami

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 NASEHAT BUKANLAH INTERVENSI WILAYAH

Menggerakkan roda dakwah Salafiyah sangat memerlukan kaum nashihin, yakni Asatidzah yang bersemangat untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Asatidzah yang tidak mengenal lelah dalam memberikan nasihat.

Ingat! Amar ma’ruf nahi mungkar TIDAK DIBATASI OLEH WILAYAH. Nasihat yang disampaikan tidaklah DISEKAT-SEKAT DENGAN DAERAH. Selama itu kebaikan, harus disuarakan. Asalkan itu sebuah kemungkaran, cegahlah. Apabila ada nasihat, sampaikanlah! MESKIPUN BERBEDA DAERAH, WALAUPUN TAK SAMA WILAYAH.

Apakah hal ini akan disebut dengan nada negatif sebagai bentuk INTERVENSI? Tentu bukan! Alhamdulillah, Asatidzah beberapa waktu lalu telah berumroh dan berkunjung menemui para ulama guna memohon bimbingan. Jawabannya jelas. Arahannya pun tegas.

Syaikh Ubaid Al-Jabiri menilainya sebagai sebuah kemestian dalam berta’awun dan tidak menilainya sebagai sesuatu yang salah atau DAKWAH KOMANDO.

Syaikh Abdullah Al-Bukhari menghukuminya sebagai bagian dari AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR.

Bahkan, Syaikh Abdullah bin Shalfiq berkenan untuk menulis tangan tentang pembenaran atas upaya yang dilakukan oleh Asatidzah selama ini dalam berdakwah.

Adapun Syaikh Rabi’ bin Hadi, maka ibarat terangnya matahari di siang hari. Beliau merupakan contoh dan teladan kita dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Beliau mengajarkan kepada kita untuk bersemangat dalam menyampaikan nasihat.

Dengan demikian, apa alasannya membenci dan memusuhi kaum nashihin?

Kaum nashihin, yakni Asatidzah yang berjalan dan menjalankan dakwah dengan mengikuti bimbingan serta arahan para ulama, apakah layak untuk dibenci dan dituduh dengan tuduhan-tuduhan keji?

Semestinya kita bersyukur kepada Allah, kemudian berterima kasih kepada mereka yang telah berjuang untuk menegakkan kemurnian dakwah dengan beramar ma’ruf nahi mungkar.

Jangan seperti air susu dibalas dengan air tuba. Saat diberi nasihat, malah berpikir buruk.

Ketika ditegur, menganggapnya hasad. Apalagi sampai melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji. NAMIMAH DILAKUKAN, ADU DOMBA DIUPAYAKAN. Mencari-cari fatwa ulama untuk DISALAHGUNAKAN DAN DITABRAKKAN satu sama lain.

Parahnya lagi adalah berhimpun dan BERGABUNG DENGAN ORANG-ORANG BERPERANGAI BURUK, padahal ia betul-betul mengetahui keburukannya. Apakah hanya DEMI MENOLAK NASIHAT, orang-orang berperangai buruk dalam manhaj pun DIJADIKAN KAWAN SEPERJUANGAN?

Sumber:
https://bit.ly/2ZTsj8Y | Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifai hafizhahullah | 3 Rabi’ul Awwal 1439 H (22 November 2017 M) (*) Judul dari kami

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Keutamaan Memiliki Akhlak yang Mulia..
::
📬 MUNCULNYA ORANG-ORANG YANG AKHLAQNYA BURUK NAMUN INGIN TAMPIL SEHINGGA MENCORENG DAKWAH DI HADAPAN MANUSIA | KETIKA NASEHAT DIANGGAP SEBAGAI "KOMANDO"

🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Qomar Su'aidi-hafizhahullah-

📅 Dauroh "Indahnya Ta'awun Dalam Dakwah" | Masjid Al-Khaddamut taqwa, Tanjung Priok - Jakarta | Ahad, 23 Safar 1439H ~ 12 Nopember 2017M

◙ Durasi 0:11:26
◙ Ukuran file 2,7 MB
◙ Link: https://bit.ly/3hRhNFq

Al-Imam Malik rahimahullah pernah mengatakan,

ليس كل من أحب أن يجلس في المسجد للتحديث والفتيا جلس، حتى يشاور فيه أهل الصلاح والفضل..

“Tidak setiap orang yang ingin duduk di masjid untuk menyampaikan hadits, atau untuk berfatwa boleh duduk semaunya sampai dia mesti bermusyawarah dulu tentang hal itu, menanyakan kepada ahlu shalahi wal fadhl - orang-orang shalih dan orang-orang yang punya keutamaan.”

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 DIANTARA TANDA KEBAHAGIAAN

من علامة السعادة أنك تحرص على الحق و تبحث عنه و تفرح إذا نُبهت على خطئك و رحم اللّٰه امرأً أهدى إليّ عيوبي.

مرحبا يا طالب العلم-٢٦٢
الشيخ العلامة ربيع بن هادي المدخلي - حفظه اللّٰه -

"Diantara tanda kebahagiaan adalah ketika engkau berusaha untuk berada di atas Al-Haq (kebenaran), berusaha mencarinya dan engkau merasa senang apabila diingatkan akan kesalahanmu. Maka semoga Allah - تعالى- merahmati orang yang menunjuki aib-aibku kepadaku".

(Marhaban Yaa Thalibal ‘Ilmi, hal 262) [Asy-Syaikh Al-‘Allamah Robi’ bin Hadi Al-Madkhaly - حفظه اللّٰه - ]
@salafylampungcom


PENYAKIT CINTA KETENARAN

Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata,

مَا صَدَقَ اللهَ عَبْدٌ أَحَبَّ الشُّهْرَةَ

“Tidaklah jujur kepada Allah, seorang hamba yang mencintai ketenaran.”

Al-Hafizh adz-Dzahabi berkata:
“Saya katakan,

عَلاَمَةُ المُخْلِصِ الَّذِي قَدْ يُحِبُّ شُهْرَةً، وَلاَ يَشْعُرُ بِهَا أَنَّهُ إِذَا عُوتِبَ فِي ذَلِكَ لاَ يَحْرَدُ (أَيْ: لاَ يَغْضَبُ) وَلاَ يُبَرِّئُ نَفْسَهُ

"Tanda seseorang yang ikhlas, (saat ia terjatuh) mencintai ketenaran yang tanpa disadarinya, jika ia ditegur lantaran hal itu (maka) ia tak akan marah dan tidak menganggap dirinya terbebas dari kekurangan tersebut. Ia justru menyadari (atas kekurangannya) dan berkata,

رَحِمَ اللهُ مَنْ أَهْدَى إِلَيَّ عُيُوبِي

“Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan aib-aibku kepadaku.”

وَلاَ يَكُنْ مُعْجَبًا بِنَفْسِهِ؛ لاَ يَشْعُرُ بِعُيُوبِهَا، بَلْ لاَ يَشْعُرُ أَنَّهُ لاَ يَشْعُرُ، فَإِنَّ هَذَا دَاءٌ مُزْمِنٌ

"Janganlah dia menjadi orang yang merasa ujub (bangga), tidak menyadari aib-aibnya, bahkan tidak sadar bahwa dirinya tidak menyadari aib-aibnya. Ini adalah penyakit yang kronis."

(Siyar A'lam an-Nubala karya adz-Dzahabi, 7/393) @forumsalafy

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KEUTAMAAN MENJAGA LISAN


Memang lisan tidak bertulang. Apabila keliru menggerakkannya akan mencampakkan kita dalam murka Allah subhanahu wa ta'ala yang berakhir dengan neraka-Nya. Lisan akan memberikan ta’bir (mengungkapkan) tentang baik-buruk pemiliknya. Inilah ucapan beberapa ulama tentang bahaya lisan:

1⃣. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu: “Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan.”

2⃣. Abu ad-Darda’ radhiyallahu 'anhu: “Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang: orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu.”

3⃣. Al-Fudhail rahimahullah: “Dua perkara yang akan bisa mengeraskan hati seseorang adalah banyak berbicara dan banyak makan.”

4⃣. Sufyan ats-Tsauri rahimahullah: “Awal ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya lantas menyebarkannya.”

5⃣. Al-Ahnaf bin Qais rahimahullah: “Diam akan menjaga seseorang dari kesalahan lafadz (ucapan), memelihara dari penyelewangan dalam pembicaraan, dan menyelamatkan dari pembicaraan yang tidak berguna, serta memberikan kewibawaan terhadap dirinya.”

6⃣. Abu Hatim rahimahullah: “Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dulu. Jika terdapat (maslahat) baginya maka dia akan berbicara. Bila tidak ada (maslahat) dia tidak (berbicara). Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya membuat dia akan (cepat) berbicara. Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya.”

7⃣. Yahya bin ‘Uqbah rahimahullah: “Aku mendengar Ibnu Mas’ud Radhiyallaahu 'anhu berkata, ‘Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya, tidak ada sesuatu yang lebih pantas untuk lama dipenjarakan daripada lisan".

8⃣. Mu’arrif al-‘Ijli rahimahullah: “Ada satu hal yang aku terus mencarinya semenjak sepuluh tahun dan aku tidak berhenti untuk mencarinya.” Seseorang bertanya kepadanya: “Apakah itu, wahai Abu al-Mu’tamir?” Mu’arrif menjawab, “Diam dari segala hal yang tidak berfaedah bagiku.”

(Lihat Raudhatul ‘Uqala wa Nuzhatul Fudhala karya Abu Hatim Muhammad bin Hibban al-Busti, hlm. 37-42)

📨 Dinukil dari Majalah AsySyariah Edisi 003, judul "Lidah Tak Bertulang", ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah an-Nawawi -hafizhahullah-.

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 MENJAGA AGAR TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN ADALAH TERMASUK KEISLAMAN YANG PALING UTAMA

عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

"Dari Abu Musa –semoga Allah meridhainya- beliau berkata: Saya berkata: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Beliau bersabda: (yaitu) orang yang kaum muslimin lain selamat dari (kejahatan) lisan dan tangannya." (H.R al-Bukhari dan Muslim, lafadz sesuai riwayat Muslim)


Penjelasan:

Seorang muslim yang terbaik adalah yang menjaga dirinya agar muslim lain tidak terganggu atau tersakiti oleh ucapan atau perbuatannya.

Ucapan yang menyakitkan seperti ghibah, celaan, cercaan, umpatan, ejekan, hardikan, berteriak menimbulkan kebisingan, dan semisalnya.

Sedangkan perbuatan seperti memukul, membunuh, melempari rumahnya dengan batu dan segala macam sikap yang mengganggu atau menyakitkan.

Disebutkan dalam hadits tersebut bahwa pihak yang harus dijaga agar jangan sampai tersakiti adalah kaum muslimin. Bagaimana dengan orang kafir? Apakah seorang muslim harus menjaga dirinya agar tidak menyakitinya juga?

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa terhadap orang kafir harbi yang memerangi kaum muslimin, itu tidak berlaku.

Namun, terhadap kafir lain yang tidak masuk kategori memerangi kaum muslimin, mereka juga harus dilindungi tidak boleh mengganggu atau menyakiti mereka.

(Disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin dalam Ta’liq ala Shahih Muslim dengan beberapa penyesuaian) Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KREDIT BARANG BELUM LUNAS, MAU DIJUAL LAGI : APA HUKUMNYA?

Dijawab oleh Al Ustadz Abu 'Utsman Kharisman hafizhahullah

Pertanyaan :

Kalau saya membeli barang dengan cara mengangsur (tidak tunai), kemudian saya menjualnya pada saat belum lunas angsuran saya. Apakah boleh?


Jawab :

Membeli barang secara mengangsur, kemudian menjualnya secara tunai disebut sebagai ba'i-ut tawarruq. Para Ulama berbeda pendapat dlm hal ini. Syaikh Bin Baz berpendapat boleh, selama ia menjualnya ke pihak ketiga. Kalau ia menjualnya ke pihak pertama (yg ia beli barangnya dengan mengangsur), ini masuk kategori ba'i-ul 'iinah yg haram.

Namun yang perlu dicermati adalah: hendaknya kita berhati-hati dalam melihat transaksi jual beli kredit. Seharusnya jual beli kredit yang boleh adalah jual beli yang pembayarannya dengan sistem mengangsur tanpa ada denda jika terlambat bayar, dan saat belum lunas, barang sudah menjadi milik pembeli. Dalam kondisi ini, si pembeli sudah boleh menjual ke pihak lain.

Kadangkala ada sebutan jual beli kredit tapi pada hakikatnya sewa pinjam. Saat angsuran belum lunas, barang belum menjadi milik pembeli. Bahkan kalau telat bayar, barang disita oleh debt collector. Selain transaksinya juga riba, orang yang mengangsur tsb belum memiliki barang itu sehingga tidak boleh menjualnya ke pihak lain hingga sudah lunas semua.

Wallaahu A'lam
@alistifadah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 BOLEHKAH KREDIT TANPA DENDA?

Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif hafizhahullah


P e r t a n y a a n :

Bismillah, semoga Rahmat, Taufiq, dan barokah Allah selalu tercurah untuk ustadz dan kita semua.

Ana ingin bertanya, apakah cara jual rumahku syurgaku diperbolehkan secara syar'i? Dengan metode jual seperti ini. Tanpa sita, denda, dan bunga. Setelah bayar DP baru akad, nah setelah akad bayar 5 bulan baru ke notaris, tapi sertifikatnya ditahan (sebagai jaminan) dan diberikan setelah lunas.

Lalu bagaimana jika sudah terlanjur terjerumus karena baru tau sertifikatnya ditahan oleh pihak penjual? Apakah harus langsung berhenti atau boleh dilanjutkan?


J a w a b a n :

Ini namanya sistem kredit tanpa denda. Ada dua pendapat di kalangan ulama.

◻️Ada yang membolehkan seperti As Syaikh Bin Baz rahimahullah dan yang lainnya.

◻️Ada pula yang mengharamkannya seperti As Syaikh Al Albani rahimahullah. Alasan beliau karena ada dua harga, artinya: jika dibayar kontan harga rumah (contoh) 100jt. Namun jika kredit atau dicicil harga 150jt berarti terjerumus pada riba. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ بَاعَ بَيْعَتَيْنِ فَلَهُ أَوْكَسُهُمَا أَوْ الرِّبَا

"Barang siapa yang menjual dengan dua harga, maka baginya harga yang paling rendah dan jika tetap ( menjual dengan harga tinggi ) dia terjerumus pada riba".

Jika Antum lebih condong ke fatwa As-Syaikh Ibnu Baz, maka silahkan lanjutkan. Adapun sertifikat masih ditahan, karena memang belum lunas. Saat lunas nanti akan diserahkan.

Perlu diketahui: Sebelum bertransaksi seharusnya mengetahui sistem dari awal agar tidak ada penyesalan dibelakangnya.
Baarakallahu fiikum.

🌍 Sumber : WhatsApp Salafy Bengkulu @qowwamussunnah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 BENTUK PERTOLONGAN ALLAH

◾️◾️◾️◾️◾️

قال الإمام الألباني - رحمه الله - : { إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ } ؛ ونصر الله إنما يكون : أولا بالعلم، ثانيا بالعمل.

[ الهدى والنور ٧٩٩ ]



Imam Al-Bani rahimahullah berkata :

{ إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ }

"Jika kalian menolong agama Allah maka niscaya Allah akan menolong kalian." Pertolongan Allah itu bisa berupa : (1). Ilmu (2). Amal

📚 Al Huda wa An-nuur 799

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 PINJAMAN BERBUNGA YANG TERKESAN SEBAGAI JUAL BELI

P e r t a n y a a n :

Apakah hukum membeli mobil secara tunai dengan tujuan menjual kembali secara kredit dengan tambahan harga?


Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah:

Jika seseorang membelinya secara tunai, tidaklah membelinya kecuali untuk fulan yang datang meminta agar ia menjualnya secara kredit, ini haram.

Contohnya, saya datang kepada anda dan berkata: Saya ingin mobil tertentu di showroom tertentu. Saya saat ini tidak punya uang. Kemudian anda berkata: “Saya akan membelikannya untuk anda secara tunai. Saya akan bayar ke showroom itu. Kemudian saya akan menjualnya kepada anda dengan tambahan harga”. Ini haram.

Karena itu adalah siasat yang jelas (menuju pinjaman berbunga, pent). Daripada anda mengatakan: “Ambillah sesuai harganya secara tunai, dalam bentuk transaksi salaf dan peminjaman. Belilah dengannya (ke toko itu), namun bayarlah (kepada saya nanti) lebih banyak”, anda justru membelinya dengan pembelian yang sebenarnya tidak dimaksudkan. Kalau anda tidak datang kepada saya, saya tidak akan membeli barang itu. Bahkan memikirkannya pun tidak.

INI TIDAK BOLEH.

Adapun jika mobil itu milik seseorang di showroom-nya, atau ia sudah membelinya. Kemudian saya berkata: Wahai Fulan, saya ingin membeli mobil anda, yang seharga 50 juta secara tunai, tapi saya ingin membelinya seharga 60 juta dengan pelunasan setahun kemudian. INI BOLEH. TIDAK MENGAPA. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ [البقرة:282]

"Wahai orang yang beriman, jika kalian bertransaksi utang piutang hingga batas waktu tertentu, tulislah..." (Q.S al-Baqoroh ayat 282)

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para Sahabatnya seluruhnya.

(Liqaa’ al-Baab al-Maftuuh (101/19))

Naskah Asli dalam Bahasa Arab:

السؤال
ما حكم شراء السيارة نقداً لغرض بيعها بالتقسيط مع زيادة في السعر؟
الجواب
إذا كان الإنسان الذي اشتراها نقداً لم يشترها إلا لفلان الذي جاء يطلب منه التقسيط فهذا حرام, يعني مثالاً: أتيت إليك أنا وقلت: أريد السيارة الفلانية في المعرض الفلاني, وأنا ما معي فلوس, فقلت أنت: أنا أشتريها نقداً وأعطي المعرض, وأبيعها لك بالتقسيط بزيادة, هذا حرام؛ لأنها حيلة واضحة بدلاً من أن أقول: خذ قيمتها نقداً سلفاً وقرضاً واشتر بها ولكن توفيني أكثر ذهبت أشتريها اشتراءً غير مقصود, أنا لولا أنك أتيت إلي ما اشتريتها ولا فكرت في ذلك, فهذا لا يجوز.
أما إذا لو كانت السيارة عند شخص في معرضه أو كان اشتراها مثلاً، وقلت: يا فلان! أريد أن أشتري منك السيارة, وهي تساوي (50) نقداً, فقلت: أريد أشتريها منك بـ(60) إلى سنة مؤجلاً, هذا يجوز ما فيه شيء لقوله تعالى: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ } [البقرة:282].
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وأصحابه أجمعين

(لقاء الباب المفتوح 101\19)

✒️ Penerjemah: al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️