::
📬 HUKUM MENYENTUH MUSHAF AL-QURAN BAGI WANITA HAIDH DAN NIFAS
🖌قال الشيخ عبد العزيز ابن باز رحمه الله
✍🏼يجوز للحائض والنفساء قراءة القرآن في أصح قولي العلماء، لعدم ثبوت ما يدل على النهي عن ذلك، لكن بدون مس المصحف، ولهما أن يمسكاه بحائل كثوب طاهر وشبهه. (10/208).
📒المصدر الاختيارات الفقهية
As-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata :
"Diperbolehkan bagi wanita haid dan nifas untuk membaca Al-Qur'an (dari mushaf) berdasarkan pendapat yang paling benar dari dua pendapat para ulama dikarenakan tidak ada dalil yang tetap yang menunjukkan atas larangan dari hal tersebut, akan tetapi dengan cara tidak menyentuh Al-Qur'an secara langsung.
Hendaknya bagi kedua(tangan)nya menyentuh/memegang Al-Qur'an dengan menggunakan penghalang seperti kain yang suci dan semisalnya. "
📚 Masdar Al-Ihtiyarot al-Fiqhiyah 10/208
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 HUKUM MENYENTUH MUSHAF AL-QURAN BAGI WANITA HAIDH DAN NIFAS
🖌قال الشيخ عبد العزيز ابن باز رحمه الله
✍🏼يجوز للحائض والنفساء قراءة القرآن في أصح قولي العلماء، لعدم ثبوت ما يدل على النهي عن ذلك، لكن بدون مس المصحف، ولهما أن يمسكاه بحائل كثوب طاهر وشبهه. (10/208).
📒المصدر الاختيارات الفقهية
As-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata :
"Diperbolehkan bagi wanita haid dan nifas untuk membaca Al-Qur'an (dari mushaf) berdasarkan pendapat yang paling benar dari dua pendapat para ulama dikarenakan tidak ada dalil yang tetap yang menunjukkan atas larangan dari hal tersebut, akan tetapi dengan cara tidak menyentuh Al-Qur'an secara langsung.
Hendaknya bagi kedua(tangan)nya menyentuh/memegang Al-Qur'an dengan menggunakan penghalang seperti kain yang suci dan semisalnya. "
📚 Masdar Al-Ihtiyarot al-Fiqhiyah 10/208
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MEMULIAKAN ORANG YANG LEBIH TUA
Menghormati orang yang tua bukan hanya budaya, melainkan bagian dari akhlak mulia dan terpuji yang diseru oleh Islam.
Hal ini dilakukan dengan cara memuliakannya dan memperhatikan hak-haknya. Terlebih, apabila di samping tua umurnya, juga lemah fisik, mental, dan status sosialnya.
Nabi ﷺ bersabda,
مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِفْ حَقَّ كَبِيرَنَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Barang siapa tidak menyayangi anak kecil kami dan tidak mengenal hak orang tua kami, dia bukan termasuk golongan kami.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adab Mufrad, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad no. 271)
❗️Hadits ini merupakan ancaman bagi orang yang menyia-nyiakan dan meremehkan hak orang yang sudah tua. Orang yang seperti ini tidak berjalan di atas petunjuk Nabi ﷺ dan tidak menepati jalannya.
Menghormati mereka termasuk mengagungkan Allah subhanahu wa ta’ala. Nabi ﷺ bersabda,
إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرَ الْغَالِي فِيْهِ وَالْجَافِي عَنْهُ وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ
“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati seorang muslim yang beruban (sudah tua), pembawa Al-Qur’an yang tidak berlebih-lebihan padanya (dengan melampaui batas) dan tidak menjauh (dari mengamalkan) Al-Qur’an tersebut, serta memuliakan penguasa yang adil.” (HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih at-Tarhib no. 92)
Orang tua tentunya telah melewati berbagai tahapan hidup di dunia ini sehingga setumpuk pengalaman dimilikinya. Orang yang telah mencapai kondisi ini, biasanya ketika hendak melakukan sesuatu telah dipikirkan matang-matang.
Terlebih lagi, apabila di samping banyak pengalamannya, orang tersebut juga mendalam ilmu dan ibadahnya. Ini berbeda dengan kebanyakan anak muda yang umumnya masih minim ilmunya, dangkal pengalamannya, dan sering memperturutkan hawa nafsunya.
Rasulullah ﷺ bersabda,
الْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ
“Berkah itu bersama orang-orang tua dari kalian.” (HR. Ibnu Hibban, al-Hakim, dll. Lihat Shahihul Jami’ no. 2884)
Mungkin kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa kaum Khawarij (kelompok sesat) pada masa sahabat Ali radhiallahu anhu. Semangat mereka mengamalkan agama tidak diimbangi dengan mengikuti pemahaman para sahabat Nabi ﷺ.
Para Khawarij yang umumnya dari kalangan muda terkadang berdalilkan dengan dalil-dalil syariat, yang sebenarnya bukan dalil bagi mereka. Para sahabat yang mengetahui sebab turunnya ayat dan sebab periwayatan hadits tentunya lebih tahu maksudnya dari mereka.
Nabi ﷺ menjelaskan di antara ciri-ciri Khawarij yang akan muncul adalah,
سَيَخْرُجُ قَوْمٌ فِي آَخِرِ الزَّمَانِ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ
“Akan muncul pada akhir zaman suatu kaum yang muda umurnya (para pemuda) dan bodoh akalnya.” (HR. al-Bukhari no. 6930)
An-Nawawi rahimahullah menerangkan, “Diambil faedah dari hadits ini bahwa kekokohan dan kuatnya pandangan hati adalah ketika seorang telah sempurna umurnya, banyak pengalamannya, dan kuat pemahamannya.” (Fathul Bari 12/287)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/yang-tua-dihormati-yang-kecil-disayangi/ | Ditulis oleh Ustadz Abu Muhammad Abdulmu’thi, Lc. hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MEMULIAKAN ORANG YANG LEBIH TUA
Menghormati orang yang tua bukan hanya budaya, melainkan bagian dari akhlak mulia dan terpuji yang diseru oleh Islam.
Hal ini dilakukan dengan cara memuliakannya dan memperhatikan hak-haknya. Terlebih, apabila di samping tua umurnya, juga lemah fisik, mental, dan status sosialnya.
Nabi ﷺ bersabda,
مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِفْ حَقَّ كَبِيرَنَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Barang siapa tidak menyayangi anak kecil kami dan tidak mengenal hak orang tua kami, dia bukan termasuk golongan kami.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adab Mufrad, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad no. 271)
❗️Hadits ini merupakan ancaman bagi orang yang menyia-nyiakan dan meremehkan hak orang yang sudah tua. Orang yang seperti ini tidak berjalan di atas petunjuk Nabi ﷺ dan tidak menepati jalannya.
Menghormati mereka termasuk mengagungkan Allah subhanahu wa ta’ala. Nabi ﷺ bersabda,
إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرَ الْغَالِي فِيْهِ وَالْجَافِي عَنْهُ وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ
“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati seorang muslim yang beruban (sudah tua), pembawa Al-Qur’an yang tidak berlebih-lebihan padanya (dengan melampaui batas) dan tidak menjauh (dari mengamalkan) Al-Qur’an tersebut, serta memuliakan penguasa yang adil.” (HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih at-Tarhib no. 92)
Orang tua tentunya telah melewati berbagai tahapan hidup di dunia ini sehingga setumpuk pengalaman dimilikinya. Orang yang telah mencapai kondisi ini, biasanya ketika hendak melakukan sesuatu telah dipikirkan matang-matang.
Terlebih lagi, apabila di samping banyak pengalamannya, orang tersebut juga mendalam ilmu dan ibadahnya. Ini berbeda dengan kebanyakan anak muda yang umumnya masih minim ilmunya, dangkal pengalamannya, dan sering memperturutkan hawa nafsunya.
Rasulullah ﷺ bersabda,
الْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ
“Berkah itu bersama orang-orang tua dari kalian.” (HR. Ibnu Hibban, al-Hakim, dll. Lihat Shahihul Jami’ no. 2884)
Mungkin kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa kaum Khawarij (kelompok sesat) pada masa sahabat Ali radhiallahu anhu. Semangat mereka mengamalkan agama tidak diimbangi dengan mengikuti pemahaman para sahabat Nabi ﷺ.
Para Khawarij yang umumnya dari kalangan muda terkadang berdalilkan dengan dalil-dalil syariat, yang sebenarnya bukan dalil bagi mereka. Para sahabat yang mengetahui sebab turunnya ayat dan sebab periwayatan hadits tentunya lebih tahu maksudnya dari mereka.
Nabi ﷺ menjelaskan di antara ciri-ciri Khawarij yang akan muncul adalah,
سَيَخْرُجُ قَوْمٌ فِي آَخِرِ الزَّمَانِ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ
“Akan muncul pada akhir zaman suatu kaum yang muda umurnya (para pemuda) dan bodoh akalnya.” (HR. al-Bukhari no. 6930)
An-Nawawi rahimahullah menerangkan, “Diambil faedah dari hadits ini bahwa kekokohan dan kuatnya pandangan hati adalah ketika seorang telah sempurna umurnya, banyak pengalamannya, dan kuat pemahamannya.” (Fathul Bari 12/287)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/yang-tua-dihormati-yang-kecil-disayangi/ | Ditulis oleh Ustadz Abu Muhammad Abdulmu’thi, Lc. hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Majalah Islam Asy-Syariah
Yang Tua Dihormati, Yang Kecil Disayangi
Tiada tatanan kehidupan yang lebih indah dari yang dibawa oleh syariat Islam. Konsep menuju kehidupan yang tenteram dan damai, baik sebagai individu maupun kelompok, telah dipaparkan dengan gamblangnya dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah…
::
📬 KEUTAMAAN MEMAAFKAN KESALAHAN
Adalah amalan yang sangat mulia ketika seseorang mampu bersabar terhadap gangguan yang ditimpakan orang kepadanya serta memaafkan kesalahan orang padahal ia mampu untuk membalasnya.
Gangguan itu bermacam-macam bentuknya. Adakalanya berupa cercaan, pukulan, perampasan hak, dan semisalnya.
Memang sebuah kewajaran apabila seseorang menuntut haknya dan membalas orang yang menyakitinya. Seseorang dibolehkan membalas kejelekan orang lain dengan yang semisalnya. Namun, alangkah mulia dan baik akibatnya apabila dia memaafkannya.
Allah azza wa jalla berfirman,
وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (asy-Syura: 40)
Ayat ini menyebutkan bahwa tingkat pembalasan ada tiga:
1⃣ Adil, yaitu membalas kejelekan dengan kejelekan serupa, tanpa menambahi atau mengurangi.
Misalnya jiwa dibalas dengan jiwa, anggota tubuh dengan anggota tubuh yang sepadan, dan harta diganti dengan yang sebanding.
2⃣ Kemuliaan, yaitu memaafkan orang yang berbuat jelek kepadanya apabila dirasa ada perbaikan bagi orang yang berbuat jelek.
Dalam pemaafan ini ditekankan adanya perbaikan dan membuahkan maslahat yang besar.
Apabila seseorang tidak pantas dimaafkan dan maslahat yang sesuai dengan syariat menuntut untuk dihukum, dalam kondisi seperti ini tidak dianjurkan untuk dimaafkan.
3⃣ Zalim, yaitu berbuat jahat kepada orang lain dan membalas orang yang berbuat jahat dengan pembalasan yang melebihi kejahatannya.
(Lihat Taisir al-Karim ar-Rahman hlm. 760, cet. ar-Risalah)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/memaafkan-kesalahan-dan-mengubur-dendam/ | Ditulis oleh Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc. hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KEUTAMAAN MEMAAFKAN KESALAHAN
Adalah amalan yang sangat mulia ketika seseorang mampu bersabar terhadap gangguan yang ditimpakan orang kepadanya serta memaafkan kesalahan orang padahal ia mampu untuk membalasnya.
Gangguan itu bermacam-macam bentuknya. Adakalanya berupa cercaan, pukulan, perampasan hak, dan semisalnya.
Memang sebuah kewajaran apabila seseorang menuntut haknya dan membalas orang yang menyakitinya. Seseorang dibolehkan membalas kejelekan orang lain dengan yang semisalnya. Namun, alangkah mulia dan baik akibatnya apabila dia memaafkannya.
Allah azza wa jalla berfirman,
وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (asy-Syura: 40)
Ayat ini menyebutkan bahwa tingkat pembalasan ada tiga:
1⃣ Adil, yaitu membalas kejelekan dengan kejelekan serupa, tanpa menambahi atau mengurangi.
Misalnya jiwa dibalas dengan jiwa, anggota tubuh dengan anggota tubuh yang sepadan, dan harta diganti dengan yang sebanding.
2⃣ Kemuliaan, yaitu memaafkan orang yang berbuat jelek kepadanya apabila dirasa ada perbaikan bagi orang yang berbuat jelek.
Dalam pemaafan ini ditekankan adanya perbaikan dan membuahkan maslahat yang besar.
Apabila seseorang tidak pantas dimaafkan dan maslahat yang sesuai dengan syariat menuntut untuk dihukum, dalam kondisi seperti ini tidak dianjurkan untuk dimaafkan.
3⃣ Zalim, yaitu berbuat jahat kepada orang lain dan membalas orang yang berbuat jahat dengan pembalasan yang melebihi kejahatannya.
(Lihat Taisir al-Karim ar-Rahman hlm. 760, cet. ar-Risalah)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/memaafkan-kesalahan-dan-mengubur-dendam/ | Ditulis oleh Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc. hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 ADAB YANG HARUS DIPERHATIKAN
Al-Ashma'i menuturkan bahwa Abu 'Amr ibnu al-'Ala rahimahullah pernah berkata kepadanya,
"Berhati-hatilah engkau jika:
◻️ Menghinakan orang yang mulia, atau
◻️ Memuliakan orang yang tercela, atau
◻️ Mempersulit urusan orang yang berakal, atau
◻️ Mencandai orang yang dungu, atau
◻️ Bergaul dengan orang yang jahat.
Tidak termasuk adab apabila engkau:
◻️ Menjawab orang yang tidak bertanya kepadamu, atau
◻️ Bertanya kepada orang yang tidak mau menjawabmu, atau
◻️ Mengajak bicara orang yang tidak bisa diam untuk mendengarkanmu."
(Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma'tsur, hlm. 82) @asysyariah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 ADAB YANG HARUS DIPERHATIKAN
Al-Ashma'i menuturkan bahwa Abu 'Amr ibnu al-'Ala rahimahullah pernah berkata kepadanya,
"Berhati-hatilah engkau jika:
◻️ Menghinakan orang yang mulia, atau
◻️ Memuliakan orang yang tercela, atau
◻️ Mempersulit urusan orang yang berakal, atau
◻️ Mencandai orang yang dungu, atau
◻️ Bergaul dengan orang yang jahat.
Tidak termasuk adab apabila engkau:
◻️ Menjawab orang yang tidak bertanya kepadamu, atau
◻️ Bertanya kepada orang yang tidak mau menjawabmu, atau
◻️ Mengajak bicara orang yang tidak bisa diam untuk mendengarkanmu."
(Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma'tsur, hlm. 82) @asysyariah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 DUA DOA HARIAN SEBAGAI PENGHAPUS DOSA YANG TELAH LALU..
Dari Muadz bin Anas radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :
1⃣ "Barang siapa yang makan suatu makanan lalu membaca doa :
الحمدُ للهِ الّذي أطعمَنِي هذا الطعامَ ، ورزَقَنِيهِ من غيرِ حولٍ مِنِّي ولا قُوَّةٍ
Alhamdulillahil ladzi ath'amanii haadzath tha'aama wa razaqaniihi min ghairi haulin minnii walaa quwwatin
Artinya :
"Segala puji bagi Allah yg telah memberi makan diriku makanan ini, dan mengaruniakannya tanpa daya dan kekuatan dariku."
Maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
2⃣ Barang siapa memakai baju, lalu dia membaca doa :
الحمدُ للهِ الّذي كسَانِي هذا ، ورزَقَنِيِهِ من غيرِ حولٍ مِنِّي ولا قُوَّةٍ
"Alhamdulillahil ladzii kasaanii haadza wa razaqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin."
"Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini mengaruniakannya kepadaku, tanpa daya dan kekuatan dariku."
Kecuali akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
HR. Ahmad dan Hakim dan dihasankan Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami 6086 | @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 DUA DOA HARIAN SEBAGAI PENGHAPUS DOSA YANG TELAH LALU..
Dari Muadz bin Anas radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :
1⃣ "Barang siapa yang makan suatu makanan lalu membaca doa :
الحمدُ للهِ الّذي أطعمَنِي هذا الطعامَ ، ورزَقَنِيهِ من غيرِ حولٍ مِنِّي ولا قُوَّةٍ
Alhamdulillahil ladzi ath'amanii haadzath tha'aama wa razaqaniihi min ghairi haulin minnii walaa quwwatin
Artinya :
"Segala puji bagi Allah yg telah memberi makan diriku makanan ini, dan mengaruniakannya tanpa daya dan kekuatan dariku."
Maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
2⃣ Barang siapa memakai baju, lalu dia membaca doa :
الحمدُ للهِ الّذي كسَانِي هذا ، ورزَقَنِيِهِ من غيرِ حولٍ مِنِّي ولا قُوَّةٍ
"Alhamdulillahil ladzii kasaanii haadza wa razaqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin."
"Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini mengaruniakannya kepadaku, tanpa daya dan kekuatan dariku."
Kecuali akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
HR. Ahmad dan Hakim dan dihasankan Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami 6086 | @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 NASIHAT SEPUTAR STATUS WA (WHATSAPP)
Berangkat dari rasa prihatin, saya menulis sebuah nasihat kepada semua pihak, tanpa bermaksud kepada pihak tertentu, terkait dengan penggunaan status WA (WhatsApp).
Keluhan, pengaduan, atau sekadar berita telah tersampaikan dari berbagai daerah, tentang berbagai kasus atau masalah yang sering terjadi disebabkan status-status WA.
Perangkat pasif yang mestinya diaktifkan untuk menambah kebaikan dan ketaatan, saat itu menjadi alat untuk meluapkan keinginan jiwa terhadap pihak lain. Akibatnya, terjadilah berbagai masalah yang semestinya tidak terjadi.
Tidakkah sudah datang saatnya, kita menyadari akibat buruk status WA tersebut bagi diri pribadi kita, keluarga kita, lingkungan kita, masyarakat luas, bahkan bagi ketaatan kita kepada Allah serta dakwah agama kita?
Tidakkah kita bertakwa kepada Allah dalam hal tulisan kita?
Tidakkah kita memperkirakan sejauh mana jangkauan tulisan kita?
Selanjutnya, di setiap tempat yang dijangkaunya, tulisan tersebut akan menanam benih.
◽️ Bisa jadi, akan tumbuh darinya suatu problem, entah sedikit atau banyak.
◽️ Bisa jadi juga, tidak tumbuh problem apa pun.
Namun, terlepas dari apa pun akibatnya, benih itu telah kita semai dan kita akan mempertanggungjawabkan apa yang kita semai.
Kenyataannya, redaksi status WA sering dibuat ambigu (bermakna lebih dari satu). Sasarannya pun dibuat anonim (tanpa nama, tidak beridentitas). Akibatnya, status itu membuat banyak pihak bertanya-tanya,
“Apa yang dimaksud?”
“Siapa yang dimaksud?”
Berikutnya, banyak pihak menjadi resah, muncul pula berbagai sangkaan terhadap sekian banyak pihak, dan suasana menjadi panas.
Status WA tersebut ibarat sebuah bola api yang meletus, percikannya menyambar ke mana-mana, tak tentu arah.
Saudaraku, sadarilah, kata-kata ambigu adalah penyebab berbagai kerusakan yang terjadi di dunia ini. Ingatlah nasihat Ibnul Qayyim dalam kitab Nuniyah nya,
فعليك بالتفصيل والتمييز فالإ ... طلاق والإجمال دون بيان
قد أفسدا هذا الوجود وخبطا الـ ... ـأذهان والآراء كل زمان
“Mestinya engkau memperinci dan memilah.. Sebab, kata yang umum dan global tanpa penjelasan..
Telah merusak alam, pikiran, dan merusak ide-ide pada setiap masa.”
📬 NASIHAT SEPUTAR STATUS WA (WHATSAPP)
Berangkat dari rasa prihatin, saya menulis sebuah nasihat kepada semua pihak, tanpa bermaksud kepada pihak tertentu, terkait dengan penggunaan status WA (WhatsApp).
Keluhan, pengaduan, atau sekadar berita telah tersampaikan dari berbagai daerah, tentang berbagai kasus atau masalah yang sering terjadi disebabkan status-status WA.
Perangkat pasif yang mestinya diaktifkan untuk menambah kebaikan dan ketaatan, saat itu menjadi alat untuk meluapkan keinginan jiwa terhadap pihak lain. Akibatnya, terjadilah berbagai masalah yang semestinya tidak terjadi.
Tidakkah sudah datang saatnya, kita menyadari akibat buruk status WA tersebut bagi diri pribadi kita, keluarga kita, lingkungan kita, masyarakat luas, bahkan bagi ketaatan kita kepada Allah serta dakwah agama kita?
Tidakkah kita bertakwa kepada Allah dalam hal tulisan kita?
Tidakkah kita memperkirakan sejauh mana jangkauan tulisan kita?
Selanjutnya, di setiap tempat yang dijangkaunya, tulisan tersebut akan menanam benih.
◽️ Bisa jadi, akan tumbuh darinya suatu problem, entah sedikit atau banyak.
◽️ Bisa jadi juga, tidak tumbuh problem apa pun.
Namun, terlepas dari apa pun akibatnya, benih itu telah kita semai dan kita akan mempertanggungjawabkan apa yang kita semai.
Kenyataannya, redaksi status WA sering dibuat ambigu (bermakna lebih dari satu). Sasarannya pun dibuat anonim (tanpa nama, tidak beridentitas). Akibatnya, status itu membuat banyak pihak bertanya-tanya,
“Apa yang dimaksud?”
“Siapa yang dimaksud?”
Berikutnya, banyak pihak menjadi resah, muncul pula berbagai sangkaan terhadap sekian banyak pihak, dan suasana menjadi panas.
Status WA tersebut ibarat sebuah bola api yang meletus, percikannya menyambar ke mana-mana, tak tentu arah.
Saudaraku, sadarilah, kata-kata ambigu adalah penyebab berbagai kerusakan yang terjadi di dunia ini. Ingatlah nasihat Ibnul Qayyim dalam kitab Nuniyah nya,
فعليك بالتفصيل والتمييز فالإ ... طلاق والإجمال دون بيان
قد أفسدا هذا الوجود وخبطا الـ ... ـأذهان والآراء كل زمان
“Mestinya engkau memperinci dan memilah.. Sebab, kata yang umum dan global tanpa penjelasan..
Telah merusak alam, pikiran, dan merusak ide-ide pada setiap masa.”
AKIBAT BURUK STATUS WA
Di antara akibat buruk status WA yang tidak baik tersebut adalah:
1. Menimbulkan dugaan-dugaan.
Padahal Allah dan Rasul-Nya telah memperingatkan kita dari dugaan-dugaan.
2. Menimbulkan rasa resah dan sedih.
Padahal Nabi menganjurkan kita agar memasukkan rasa bahagia dalam kalbu seorang muslim.
3. Menyebarkan fahisyah, dalam arti ucapan yang tidak baik.
Padahal orang yang merasa senang tersebarnya fahisyah mendapat ancaman azab yang pedih.
4. Menimbulkan permusuhan.
Padahal kita diperintahkan mendamaikan yang berselisih atau bermusuhan.
5. Menebar teror.
Padahal kita tidak dihalalkan menakut-nakuti seorang muslim.
6. Melemahkan dan merusak ukhuwah islamiah.
Padahal kita diperintahkan untuk bersaudara dan mempererat ukhuwah islamiah.
7. Membuka rahasia diri dan keluarga.
Padahal kita dianjurkan untuk menutupi sesuatu yang bersifat rahasia.
8. Menjadikannya sebagai ajang berkeluh kesah di hadapan manusia.
Padahal semestinya kita mengadukan kegalauan kita kepada Allah.
9. Mengungkap sesuatu yang tak pantas diungkap di muka umum.
Padahal perbuatan tersebut adalah tabu dan bertentangan dengan akhlak yang mulia.
10. Memamerkan sesuatu yang tidak dibenarkan untuk dipamerkan.
Padahal kita dilarang membanggakan diri dengan sesuatu yang kita miliki. Di sisi lain, pamer menimbulkan kedengkian pihak lain.
11. Terkadang menimbulkan kemungkaran yang lebih besar daripada kemungkaran yang hendak diingkari.
Padahal mengingkari kemungkaran tidak boleh mengakibatkan kemungkaran yang lebih besar.
Saudaraku, saat kita tidak mampu menulis kalimat yang baik, diam tentu lebih baik, apabila kita benar-benar beriman kepada Allah Yang Maha Melihat segala yang kita tulis dan beriman kepada hari akhir, hari saat kita akan mempertanggungjawabkan segala yang kita tulis dan akan mendapatkan balasan atas tulisan kita.
Sibuk dengan memperbaiki diri dan ibadah akan lebih bermanfaat.
Semoga Allah senantiasa membimbing dan menyayangi kita semua.
✍🏻 Ditulis oleh Qomar ZA
📆 Temanggung, 21/01/2020 M
@forumsalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Di antara akibat buruk status WA yang tidak baik tersebut adalah:
1. Menimbulkan dugaan-dugaan.
Padahal Allah dan Rasul-Nya telah memperingatkan kita dari dugaan-dugaan.
2. Menimbulkan rasa resah dan sedih.
Padahal Nabi menganjurkan kita agar memasukkan rasa bahagia dalam kalbu seorang muslim.
3. Menyebarkan fahisyah, dalam arti ucapan yang tidak baik.
Padahal orang yang merasa senang tersebarnya fahisyah mendapat ancaman azab yang pedih.
4. Menimbulkan permusuhan.
Padahal kita diperintahkan mendamaikan yang berselisih atau bermusuhan.
5. Menebar teror.
Padahal kita tidak dihalalkan menakut-nakuti seorang muslim.
6. Melemahkan dan merusak ukhuwah islamiah.
Padahal kita diperintahkan untuk bersaudara dan mempererat ukhuwah islamiah.
7. Membuka rahasia diri dan keluarga.
Padahal kita dianjurkan untuk menutupi sesuatu yang bersifat rahasia.
8. Menjadikannya sebagai ajang berkeluh kesah di hadapan manusia.
Padahal semestinya kita mengadukan kegalauan kita kepada Allah.
9. Mengungkap sesuatu yang tak pantas diungkap di muka umum.
Padahal perbuatan tersebut adalah tabu dan bertentangan dengan akhlak yang mulia.
10. Memamerkan sesuatu yang tidak dibenarkan untuk dipamerkan.
Padahal kita dilarang membanggakan diri dengan sesuatu yang kita miliki. Di sisi lain, pamer menimbulkan kedengkian pihak lain.
11. Terkadang menimbulkan kemungkaran yang lebih besar daripada kemungkaran yang hendak diingkari.
Padahal mengingkari kemungkaran tidak boleh mengakibatkan kemungkaran yang lebih besar.
Saudaraku, saat kita tidak mampu menulis kalimat yang baik, diam tentu lebih baik, apabila kita benar-benar beriman kepada Allah Yang Maha Melihat segala yang kita tulis dan beriman kepada hari akhir, hari saat kita akan mempertanggungjawabkan segala yang kita tulis dan akan mendapatkan balasan atas tulisan kita.
Sibuk dengan memperbaiki diri dan ibadah akan lebih bermanfaat.
Semoga Allah senantiasa membimbing dan menyayangi kita semua.
✍🏻 Ditulis oleh Qomar ZA
📆 Temanggung, 21/01/2020 M
@forumsalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 PENTINGNYA MENJAGA AMANAH
قال عمر بن الخطاب: لا يعجبنَّكم من الرجل طنْطَنته -يعني:صلاته- ولكن من أدَّى الأمانة وكَفَّ عن أعراض الناس فهو الرَّجل
(السنن الكبرى 6/472)
Umar bin al-Khaththab -radhiyallahu anhu- berkata,
"Janganlah sekali-kali kalian terkagum dengan shalat seseorang, akan tetapi siapa yang menunaikan amanah dan menahan diri dari merusak kehormatan orang lain, maka dialah seorang pria sejati."
As-Sunan al-Kubra, (6/472)
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 PENTINGNYA MENJAGA AMANAH
قال عمر بن الخطاب: لا يعجبنَّكم من الرجل طنْطَنته -يعني:صلاته- ولكن من أدَّى الأمانة وكَفَّ عن أعراض الناس فهو الرَّجل
(السنن الكبرى 6/472)
Umar bin al-Khaththab -radhiyallahu anhu- berkata,
"Janganlah sekali-kali kalian terkagum dengan shalat seseorang, akan tetapi siapa yang menunaikan amanah dan menahan diri dari merusak kehormatan orang lain, maka dialah seorang pria sejati."
As-Sunan al-Kubra, (6/472)
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MENJAGA AMANAH: DIANTARA CARA MENILAI BAIK TIDAKNYA SESEORANG DALAM BERAGAMA
✍🏼 Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:
وإذا أردت أن تعرف إيمان العبد ودينه، فانظر حاله: هل يرعى الأمانات كلها، مالية أو قولية؛ أو أمانات الحقوق؟
وهل يرعى الحقوق والعهود والعقود التي بينه وبين الله، والتي بينه وبين العباد؟ فإذا كان كذلك فهو صاحب دين وإيمان. وإن لم يكن كذلك نقص من دينه وإيمانه بمقدار ما انتقص من ذلك.
"Jika engkau ingin mengetahui keimanan seorang hamba dan agamanya, maka perhatikanlah:
◻️ Apakah dia menjaga amanah-amanah semuanya, apakah berupa harta, ucapan, atau amanah berupa hak-hak orang lain?
◻️ Dan apakah dia menjaga hak-hak, perjanjian-perjanjian dan akad-akad antara dirinya dengan Allah dan yang antara dirinya dengan hamba-hamba Allah yang lain?
Jika dia demikian maka dia seorang yang memiliki agama dan iman yang baik.
Namun jika dia tidak demikian maka agama dan imannya berkurang sesuai dengan kadar apa yang kurang dari itu."
📚 Nafais Min Muallafatil Allamah as-Sa’dy, hlm. 296 @forumsalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MENJAGA AMANAH: DIANTARA CARA MENILAI BAIK TIDAKNYA SESEORANG DALAM BERAGAMA
✍🏼 Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:
وإذا أردت أن تعرف إيمان العبد ودينه، فانظر حاله: هل يرعى الأمانات كلها، مالية أو قولية؛ أو أمانات الحقوق؟
وهل يرعى الحقوق والعهود والعقود التي بينه وبين الله، والتي بينه وبين العباد؟ فإذا كان كذلك فهو صاحب دين وإيمان. وإن لم يكن كذلك نقص من دينه وإيمانه بمقدار ما انتقص من ذلك.
"Jika engkau ingin mengetahui keimanan seorang hamba dan agamanya, maka perhatikanlah:
◻️ Apakah dia menjaga amanah-amanah semuanya, apakah berupa harta, ucapan, atau amanah berupa hak-hak orang lain?
◻️ Dan apakah dia menjaga hak-hak, perjanjian-perjanjian dan akad-akad antara dirinya dengan Allah dan yang antara dirinya dengan hamba-hamba Allah yang lain?
Jika dia demikian maka dia seorang yang memiliki agama dan iman yang baik.
Namun jika dia tidak demikian maka agama dan imannya berkurang sesuai dengan kadar apa yang kurang dari itu."
📚 Nafais Min Muallafatil Allamah as-Sa’dy, hlm. 296 @forumsalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 METODE BELAJAR BAGI PEMULA & KRITERIA GURU
Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Metode belajar seperti apakah yang anda pandang sesuai bagi penuntut ilmu yang masih pemula?
J a w a b a n :
Aku memandang bagi pemula untuk bersemangat mempelajari Kitabulloh عز وجل. Hendaknya ia bersemangat menghafal Al-Qur'an Al-Karim, memahami, dan mengamalkannya.
Kemudian bersemangat pula mempelajari sunnah yang telah shahih dari Nabi ﷺ.
Kemudian carilah seorang guru yang memiliki ilmu, iman, dan amanah. Dan semua kriteria ini harus terpenuhi pada seorang guru.
📜 Sumber:
Liqo al-Babul Maftuh (1197)
السؤال:
ما هو المنهج الذي ترونه لطالب العلم المبتدئ؟
الجواب:
أرى لطالب العلم المبتدئ أن يحرص أولاً على كتاب الله عز وجل. القرآن الكريم يحرص عليه يحفظه ويتفهم معناه ويعمل به، ثم بما صح عن النبي ﷺ في السنة. ثم ليتخذ معلماً عنده علم وعنده إيمان وعنده أمانة، كل هذه لا بد أن تتوفر في المعلم.
المصدر: لقاء الباب المفتوح [197]
@KajianIslamTemanggung
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 METODE BELAJAR BAGI PEMULA & KRITERIA GURU
Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Metode belajar seperti apakah yang anda pandang sesuai bagi penuntut ilmu yang masih pemula?
J a w a b a n :
Aku memandang bagi pemula untuk bersemangat mempelajari Kitabulloh عز وجل. Hendaknya ia bersemangat menghafal Al-Qur'an Al-Karim, memahami, dan mengamalkannya.
Kemudian bersemangat pula mempelajari sunnah yang telah shahih dari Nabi ﷺ.
Kemudian carilah seorang guru yang memiliki ilmu, iman, dan amanah. Dan semua kriteria ini harus terpenuhi pada seorang guru.
📜 Sumber:
Liqo al-Babul Maftuh (1197)
السؤال:
ما هو المنهج الذي ترونه لطالب العلم المبتدئ؟
الجواب:
أرى لطالب العلم المبتدئ أن يحرص أولاً على كتاب الله عز وجل. القرآن الكريم يحرص عليه يحفظه ويتفهم معناه ويعمل به، ثم بما صح عن النبي ﷺ في السنة. ثم ليتخذ معلماً عنده علم وعنده إيمان وعنده أمانة، كل هذه لا بد أن تتوفر في المعلم.
المصدر: لقاء الباب المفتوح [197]
@KajianIslamTemanggung
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 BERSEGERA MELAKUKAN AMALAN DI KALA SEHAT SEBELUM DATANG MASA SAKIT
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
والإنسان ليس دائما يكون في صحة فالمرض ينتظره كل لحظة كم من إنسان أصبح نشيطا صحيحا وأمسى ضعيفا مريضا أو بالعكس أمسى صحيحا نشيطا وأصبح مريضا ضعيفا فالإنسان يجب عليه أن يبادر إلى الأعمال الصالحة
"Manusia itu tidaklah terus menerus dalam keadaan sehat, karena penyakit itu selalu menunggu pada setiap kesempatan.
Betapa banyak manusia di kala pagi dalam keadaan semangat dan sehat, namun saat sore hari ia lemah dan jatuh sakit.
Sebaliknya, di saat sore ia dalam keadaan sehat dan semangat, namun di saat pagi, ia jatuh sakit dan lemah.
Maka wajib atas manusia untuk bersegera melakukan amalan shalih." (Sths1).
(Diterjemahkan oleh tim santri MRJ dari Syarah Riyadhus Shalihin, Syaikh Ibnu Utsaimin, jil. 1, hal. 299, cet. Darul Aqidah 2000) @mahadriyadhuljannahbogor
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BERSEGERA MELAKUKAN AMALAN DI KALA SEHAT SEBELUM DATANG MASA SAKIT
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
والإنسان ليس دائما يكون في صحة فالمرض ينتظره كل لحظة كم من إنسان أصبح نشيطا صحيحا وأمسى ضعيفا مريضا أو بالعكس أمسى صحيحا نشيطا وأصبح مريضا ضعيفا فالإنسان يجب عليه أن يبادر إلى الأعمال الصالحة
"Manusia itu tidaklah terus menerus dalam keadaan sehat, karena penyakit itu selalu menunggu pada setiap kesempatan.
Betapa banyak manusia di kala pagi dalam keadaan semangat dan sehat, namun saat sore hari ia lemah dan jatuh sakit.
Sebaliknya, di saat sore ia dalam keadaan sehat dan semangat, namun di saat pagi, ia jatuh sakit dan lemah.
Maka wajib atas manusia untuk bersegera melakukan amalan shalih." (Sths1).
(Diterjemahkan oleh tim santri MRJ dari Syarah Riyadhus Shalihin, Syaikh Ibnu Utsaimin, jil. 1, hal. 299, cet. Darul Aqidah 2000) @mahadriyadhuljannahbogor
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MURU'AH YANG SEBENARNYA
كان فتى من طيء يجلس إلى الأحنف، وكان يعجبه فقال له: يا فتى هل تزين نفسك بشيء؟
فقال: نعم؛ إذا حدثت صدقت، وإذا حُدِّثت استمعت، وإذا عاهدت وفيت، وإذا وعدت أنجزت، وإذا أؤتمنت لم أخن .
فقال الأحنف: هذه المروؤة حقاً.
Seorang pemuda dari kabilah Thayyi' datang kepada Al-Ahnaf rahimahullah.
Beliau merasa kagum dengan pemuda tersebut, lalu berkata: "Wahai pemuda, apakah engkau menghiasi dirimu dengan sesuatu ?"
Pemuda tersebut menjawab, "Iya.
◽️Apabila aku berbicara, aku berkata jujur.
◽️Apabila aku diajak bicara, aku mendengarkan.
◽️Apabila aku berjanji bagi diriku untuk melakukan amal shalih, aku laksanakan.
◽️Apabila aku berjanji kepada orang lain, aku tunaikan.
◽️Apabila aku diberi amanah (kepercayaan), aku tidak berkhianat."
Berkatalah Al-Ahnaf rahimahullah,
"Inilah muru'ah (kehormatan) yang sebenarnya."
📨 http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=18865 | @Salafy_Cirebon
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MURU'AH YANG SEBENARNYA
كان فتى من طيء يجلس إلى الأحنف، وكان يعجبه فقال له: يا فتى هل تزين نفسك بشيء؟
فقال: نعم؛ إذا حدثت صدقت، وإذا حُدِّثت استمعت، وإذا عاهدت وفيت، وإذا وعدت أنجزت، وإذا أؤتمنت لم أخن .
فقال الأحنف: هذه المروؤة حقاً.
Seorang pemuda dari kabilah Thayyi' datang kepada Al-Ahnaf rahimahullah.
Beliau merasa kagum dengan pemuda tersebut, lalu berkata: "Wahai pemuda, apakah engkau menghiasi dirimu dengan sesuatu ?"
Pemuda tersebut menjawab, "Iya.
◽️Apabila aku berbicara, aku berkata jujur.
◽️Apabila aku diajak bicara, aku mendengarkan.
◽️Apabila aku berjanji bagi diriku untuk melakukan amal shalih, aku laksanakan.
◽️Apabila aku berjanji kepada orang lain, aku tunaikan.
◽️Apabila aku diberi amanah (kepercayaan), aku tidak berkhianat."
Berkatalah Al-Ahnaf rahimahullah,
"Inilah muru'ah (kehormatan) yang sebenarnya."
📨 http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=18865 | @Salafy_Cirebon
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com