منتدى نشر الفـــــــوائد
7.58K subscribers
4.3K photos
256 videos
279 files
5.61K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
🚇 TIDAK BOLEH MENGHARAP KEGUGURAN SETELAH DIKARUNIAI KEHAMILAN

Asy-Syaikh ‘Abdullah al-Bukhari hafizhahullah berkata,

ولا يجوز للأم أن تضعف نفسها وأن تمتنع من الغذاء المفيد للطفل رغبة في إضعافه وإماتته وهذا والعياذ بالله تعد وإضاعة للحق وإساءة.

"Tidak boleh bagi seorang ibu untuk membuat dirinya lemah, mencegah masuknya asupan nutrisi untuk anak yang ada di tubuhnya, dengan harapan agar anak itu menjadi lemah dan meninggal di dalam rahimnya. Perbuatan yang seperti ini, wal-‘iyyadzu billah, melampaui batas, menelantarkan hak, dan tindak kejahatan."

📖 Sumber: Huquq al-Aulad, hlm. 33 | Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له @alfudhail

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 JANGAN TERBURU MEMVONIS KECUALI SETELAH MELALUI KESABARAN DALAM MENYAMPAIKAN NASIHAT


Dalam proses penyampaian nasihat, tidak jarang dibutuhkan dialog dengan pihak yang kita nasihati. Adakalanya sebelum majelis itu dilaksanakan, kita sudah mendengar berita miring dari pihak lain tentang saudara kita tersebut. Apabila saudara kita itu adalah seorang Ahlus Sunnah yang secara dzhahir adil, semestinya kita mengedepankan prasangka baik.

Berikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan dan menguraikan pembelaan terhadap berita miring yang banyak tersebar. Jangan terburu-buru untuk memvonis bahwa dia tidak mau menerima nasihat. Bersabarlah mencermati dan memperhatikan hujah yang disampaikannya.

Apabila kita hanya fokus untuk menyudutkan dia dan tidak mau bersabar mencermati hujah yang dia sampaikan, dikhawatirkan kita termasuk muthoffif yang tercela dalam alQuran. Hanya mengedepankan ego untuk membela hujah kita sendiri namun tidak mau mendengar hujah yang disampaikan saudara kita itu, padahal yang disampaikannya adalah kebenaran dan penuh bukti.

Allah Ta’ala berfirman:

وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ

"Celaka bagi orang yang curang" (Q.S al-Muthoffifin ayat 1)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy rahimahullah menyatakan: "Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwasanya seseorang selain mengambil dari orang lain sesuatu untuknya, ia juga wajib memberikan segala hak orang lain berupa harta maupun muamalah.

Bahkan masuk dalam keumuman ayat ini (penyampaian) hujah-hujah dan ucapan. Biasanya dua orang yang berdiskusi (berdebat) masing-masing bersikeras untuk menyampaikan hujahnya sendiri.

Wajib baginya untuk menjelaskan hujah-hujah kepada rekan debatnya sesuatu yang tidak diketahui. Ia juga harus memperhatikan dalil-dalil dari rekan debatnya sebagaimana ia memperhatikan dalil-dalil yang ia sampaikan.

Dalam posisi ini, diketahuilah sikap adil seseorang dibandingkan sikap fanatik, ngawur tidaknya dia, tawadhu’ atau tinggi hatinya dia, berakalkah dia ataukah dungu. Kita meminta kepada Allah taufiq dalam segenap kebaikan". (Taisir Kariimir Rahmaan fi Tafsiiri Kalaamil Mannan (1/915))

Ini adalah kondisi bentuk diskusi antar sesama Ahlus Sunnah atau terhadap seseorang yang masih terbuka peluang menerima nasihat.

Jangan terburu-buru kita memvonis bahwa orang itu tidak mau menerima nasihat dan membangkang, padahal sebenarnya hujah yang ia sampaikan sudah demikian kuat, namun kita belum memahaminya.

Bisa jadi karena kita tidak sabar mencermati uraian keterhubungan data dan fakta yang ia sampaikan. Jangan gegabah segera memvonis dia tidak mau menerima nasihat. Justru bisa jadi klarifikasi yang disampaikannya telah benar dan tuduhan miring terhadap dia tidak terbukti.

Apabila kepada seorang yang sudah jelas-jelas memiliki sekian banyak penyimpangan saja para Ulama begitu bersabar menasihatinya hingga bertahun-tahun.

Lalu bagaimana jika itu adalah suatu yang kita anggap sebagai kesalahan saudara kita Ahlus Sunnah, namun bukanlah kesalahan akidah maupun penyimpangan manhaj. Apalagi jika belum terbukti benar bahwa itu sebagai suatu kesalahan?

Bukanlah yang dinilai banyaknya poin yang dituduhkan. Namun yang terpenting adalah apakah poin-poin itu terbukti benar dan relevan sebagai bahan untuk menyalahkannya.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq, pertolongan, dan ampunan kepada segenap kaum muslimin.

Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Ta`anni (Tidak Terburu-buru) dan tenang..
::
🚇 KEGUGURAN/ABORTUS UMUR BERAPA YANG DIHUKUMI NIFAS?

Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah Pertanyaan ke satu no 8230


P e r t a n y a a n :

Jika seorang wanita mengalami keguguran pada bulan pertama atau kedua atau ketiga atau keempat, Apakah hal itu teranggap sebagian nifas, Ataukah dia masih bisa shalat di dalamnya?


J a w a b a n :

Segala puji bagi Allah semoga shalawat dan salam terlimpah kepada rasulNya, keluarganya dan sahabatnya amma ba'du :

◻️ Apabila seorang wanita keguguran pada bulan keempat, selama janinnya sudah berbentuk rupa manusia, maka darahnya adalah darah nifas.

◻️ Adapun kalau kegugurannya itu di bulan yang ketiga maka darahnya itu bukan darah nifas, dan dia wajib untuk berpuasa dan shalat, serta boleh digauli suaminya. Jika janinnya dalam keadaan belum nampak ada bentuk manusia.

Allah semata tempat meminta taufiq. Semoga Shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.

📑 Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 5/426 @ahlussunnahposo

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Banyak Orang yang Jatuh Dalam Fitnah Karena Dia Tidak Mengetahui Shurotul Mas`alah (Gambaran permasalahan lengkapnya seperti apa..)
::
🚇 BERHARAP ADA PENJARA DARI BESI YANG MEMISAHKAN

قال الفضيل بن عياض رحمه الله تعالى:

" أحب أن يكون بيني وبين صاحب بدعة حصن من حديد. آكل عند يهودي ونصراني أَحبُّ إليَّ من صاحب بدعة.

[أخرجه اللالكائي 2/638].

Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata :

"Aku mencintai bila antara aku dan ahlu bid'ah itu ada penjara yang terbuat dari besi, Aku makan di sisi orang yahudi dan orang nasrani itu penuh aku cintai daripada disisi Ahlu bid'ah. "

Riwayat Al-Lalikaai 2/638

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 JANGAN TERBURU-BURU DALAM MENYEBARKAN BERITA

Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullahu berkata, "Jika ada berita yang sampai kepadamu tentang seseorang bahwasanya dia telah melakukan kesalahan atau telah melakukan amalan yang keliru, maka janganlah terburu-buru (menyebarkannya).

Kadang bisa jadi berita yang sampai kepadamu itu adalah tidak benar.

Jika engkau langsung menyebarkan berita yang tidak benar tersebut, maka engkau telah menyebarkan kedustaan.

Oleh karenanya ada hadits yang berbunyi: "Cukuplah seseorang itu dikatakan berdusta ketika dia sampaikan semua yang dia dengar. (HR. Muslim)."

📚(Syarhul Kabair-Syaikh Shalih Fauzan, hal. 88, cet. Ar Risalatul Alamiyah 2012).

💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Berfikir Sebelum Berbicara.. #Jangan Terburu-buru.
::
📨 TATSABBUT (CROSS CHECK) TERHADAP BERITA DAN HUKUM YANG DITETAPKAN

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah

Ini adalah perkara yang paling penting yang harus ada, perkara yang paling penting yang harus ada dalam adab ini (adab penuntut Ilmu) adalah Tatsabbut. Tatsabbut dalam hal berita yang dinukilkan dan tatsabbut dalam hal hukum yang engkau tetapkan.

Jika ada penukilan kabar-kabar, maka engkau harus melakukan tatsabbut, apakah kabar-kabar itu benar dari sumbernya atau tidak.

Kemudian apabila benar maka engkau jangan langsung menghukuminya. Engkau tatsabbut terlebih dahulu.

Tatsabbut dalam hal menghukumi. Bisa jadi hal tersebut dibangun diatas dalil yang engkau tidak mengetahuinya kemudian engkau menghukuminya bahwa itu adalah kesalahan namun ternyata hal itu bukan kesalahan. Akan tetapi cara mengobati ( jalan keluar) dalam keadaan tersebut adalah engkau menghubungi orang yang disebutkan dalam kabar tersebut .

Engkau katakan "telah dinukilkan kabar tentangmu bahwasanya engkau demikian dan demikian. Apakah ini benar ?"

Kemudian engkaupun mulai berdiskusi dengannya. Bisa jadi pengingkaranmu kepadanya ketika pertama kali engkau mendengarnya dikarenakan engkau tidak tahu apa sebab hal tersebut. Kemudian ketika diketahui apa sebabnya maka lenyaplah perasaan heranmu (terhadap kabar tersebut).

Oleh karena itu hal pertama yang harus dilakukan adalah tatsabbut, engkau menghubungi orang yang kabar tersebut dinisbatkan kepadanya, engkau bertanya kepadanya apakah kabar tersebut benar atau tidak, kemudian engkaupun berdiskusi dengannya. Bisa jadi dia benar maka engkau rujuk kepadanya atau bisa jadi engkau yang benar maka dia rujuk kepadamu.

Sumber:
manhajulhaqcom

🔊Audio: https://t.me/manhajulhaqcom/2816

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
🚇 MEWASPADAI FITNAH DI MASA PANDEMI

🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman -hafizhahullah-

📅 Rabu malam Kamis 15 Al Muharram 1442 H - 2 September 2020 | Ba'da Maghrib hingga Isya | Al I'tishom Bissunnah Probolinggo

Diantaranya pembahasan tentang:

1. Mewaspadai fitnah terhadap pemerintah, teori konspirasi, dan semisalnya

2. Mewaspadai fitnah untuk memecah-belah ikhwah Salafiyyin secara umum, karena jarang bertemu, jarang ta'lim dalam tatap muka secara langsung

3. Mewaspadai fitnah terhadap Ma'had Ahlussunnah seperti Ma'had Minhajul Atsar Jember dan semisalnya

◙ Durasi 0:36:48
◙ Ukuran file 8,5 MB
◙ Link: https://bit.ly/3jwhxgu

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
🚇 JANGAN TERBURU-BURU.. TATSABBUT DULU: TELITI, SABAR, JANGAN 'GRUSA-GRUSU'

🎙️Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah mengatakan:

🍃 “لا تستعجل فيما تسمع من الناس خصوصا عند تأخر الزمان، وكثرة من يتكلم ويفتي وينتصب للعلم والقول، وخصوصا لما جدت وسائل الإعلام، وصار كل يهذو ويتكلم باسم العلم وباسم الدين، حتى أهل الضلال والفرق الضالة والمنحرفة صاروا يتكلمون باسم الدين الآن في الفضائيات، فالخطر عظيم جدا.

*فعليك أيها المسلم وطالب العلم بالذات
👈🏽 أن تتثبت ولا تستعجل مع كل ما تسمع،
👈🏽 عليك بالتثبت، ومعرفة من الذي قال هذا؟
👈🏽 ومن أين جاء هذا الفكر؟
👈🏽 ثم ما هي مستنداته وأدلته من الكتاب والسنَّة؟
👈🏽 ثم أين تعلم صاحبه؟
👈🏽 وعمن أخذ العلم؟

فهذه أمور تحتاج إلى تثبت، خصوصا في هذا الزمان.

فما كل قائل حتى ولو كان فصيحا وبليغا ويشقق الكلام ويأخذ بالأسماع.

لا تغتر به حتى ترى مدى ما عنده من العلم والفقه.

📚 [إتحاف القاري بالتعليقات على شرح السنة ص/٧٨]


"Jangan grusa-grusu (terburu-buru) merespon ucapan orang yang anda dengar, apalagi di akhir zaman sekarang ini. Di masa banyak bermunculan orang yang (mudah) berbicara, berfatwa dan memposisikan diri dalam ilmu dan dakwah, terutama ketika media-media sosial ini meningkat pesat.

Akibatnya semua orang bisa bebas berbicara atas nama ilmu dan atas nama agama, tak terkecuali para pengekor kesesatan dan kelompok-kelompok menyimpang itu, sekarang pun turut serta berbicara atas nama agama di stasiun-stasiun televisi, ini tentu sangat berbahaya.

Jadi, wajib bagi anda wahai kaum muslimin dan para penuntut ilmu agama yang sejati, untuk bersungguh-sungguh dalam tatsabbut (memastikan berita).

Jangan sampai tergesa-gesa dalam merespon setiap pernyataan yang anda dengar (dalam masalah agama), mesti mencari tahu:

• Siapa yang mengatakannya?
• Dari mana pemikiran tersebut datang?
• Apa landasannya?
• Adakah dalilnya dari al-Qur’an dan as-Sunnah?
• Orang yang mengatakannya belajar dimana?
• Dari siapa dia mengambil ilmu?

Ini semua butuh dikroscek/teliti (tatsabbut), terlebih di zaman sekarang ini.

Sehingga tidak semua yang membuat pernyataan (dalam masalah agama itu) langsung diterima walaupun fasih bahasanya, ungkapannya sangat bagus dan retorikanya begitu menggugah.

Jangan tertipu dengan orang tadi, sampai anda mengetahui kapasitas ilmu dan pemahaman agamanya.

📓 (Ithaful Qari bit Ta’liqat ‘ala Syarhis Sunnah, hlm. 78)

============

📒 Istilah [GRUSA-GRUSU] : Istilah Jawa ini punya pengertian kurang lebih sama: jangan tergesa-gesa! ’’Ojo grusa grusu’’ itu artinya jangan gegabah, ’’Ojo kesusu’’ itu jangan terburu-buru, dan ’’Alon-alon asal kelakon’’ itu biar lambat asal selamat.

📝 Biasanya, nasihat ini disampaikan orangtua kepada anaknya. ’’Dipikir sing tenang yo Le sak durunge mutusno, ojo grusa-grusu, mengko keliru.’’ (Pikirkan dengan tenang ya Nak sebelum memutuskan sesuatu, jangan gegabah, nanti keputusannya keliru). @GroupPAH

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 DUA PERKARA YANG MEMECAH BELAH KAUM MUSLIMIN

Berkata Asy-Syaikh Shaleh bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah:

لا يفرق المسلمين إلا أحدهذين الأمرين :
الأمر الأول : الخروج على ولي أمر المسلمين وعصيانه .
الأمر الثاني : الخروج عن سنة النبي و إلى البدع والمحدثات في الدين.

"Tidaklah memecah belah kaum muslimin, kecuali salah satu dari dua perkara ini:

1⃣ Perkara yang pertama:
Keluar dari ketaatan kepada penguasa kaum muslimin dan bermaksiat kepadanya.

2⃣ Perkara yang kedua:
Keluar dari sunnah Nabi ﷺ menuju kepada kebid'ahan dan perkara-perkara baru yang diada-adakan dalam agama.

📚Mafhumul Bai'ah (hal. 11) | @ForumSalafyPurbalingga

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Kebenaran Tidak Diukur Dengan Banyaknya Pengikut..
::
📬 JANGANLAH BOSAN DAN MERASA LELAH, MARI PERBANYAK BACA SHALAWAT DI HARI JUM'AT

Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan:

Diantara sunnah hari jum'at adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ. Perbanyaklah shalawat, selalu bershalawat. Seorang insan jangan sampai bosan dan lelah, hendaknya selalu bershalawat membaca :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ

Allahumma shalli 'alaa Muhammad,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ

Allahumma shalli 'alaa Muhammad.

Tatkala engkau sedang berjalan, engkau sedang duduk, ketika di Masjid, ketika di rumah, di pasar. Dan kebaikannya itu sangat banyak.

📑 Liqaa Al-Bab Al-Maftuh 105

○ من سنن الجمعة ○
☆ قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله تعالى:

منها أن يكثر من الصلاة على النبي ﷺ ، أكثرها، صل دائماً، الإنسان لا يمل ولا يتعب، صل دائماً:
اللهم صل على محمد، اللهم صل على محمد. وأنت ماشٍ، وأنت جالس، وفي المسجد، وفي البيت، وفي السوق، والخير كثير ".
لقاء الباب المفتوح (١٠٥)

#bershalawat #harijumat

Grup Whatsap Ma'had Ar-Ridhwan Poso | @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Do'a Yang Penting Di Masa Fitnah..
::
📬 NASEHAT UNTUK MENJAGA UKHUWWAH

(Hati-hati Dari Pengobar Fitnah Yang Tergesa-gesa, Tidak Punya Sikap Hikmah, Kesabaran/Kelembutan, Main Hukum Sendiri dan Serampangan Membantah Kesalahan)

Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah

◾️◾️◾️◾️

Sekarang ini fitnah banyak, ucapan banyak, qila wa qala (ucapan yang tidak jelas sumbernya) banyak, dan semua itu termasuk perkara-perkara yang mengeraskan hati. Semoga Allah memberi taufik kepada kami dan kalian untuk beriman secara jujur dan beramal shaleh.

Dan saya wasiatkan kepada kalian -wahai ikhwah yang saya cintai:

◻️ Agar kalian saling menjalin persaudaraan diantara kalian, dan hendaknya kalian menjauhi sebab-sebab perpecahan dan perselisihan!

◻️ Engkau jangan mengobarkan masalah yang akan menyeret kepada perselisihan! Dan engkau juga jangan sampai syaithan menyeretmu kepada perselisihan dan pertikaian semata-mata karena saudaramu melakukan kesalahan!

◻️ Belajarlah untuk bersabar dan belajarlah untuk bersikap hikmah! Kalian sekarang di waktu ini sangat membutuhkan sikap tidak tergesa-gesa, sabar, hikmah, dan kelembutan.

Kita tidak mengatakan: "Diam dan basa-basilah!" Tetapi nasehati, bersabarlah, dan jangan tergesa-gesa, karena mengharapkan wajah Allah Tabaraka wa Ta'ala.

Demi Allah, urusan kalian -wahai anak-anak kami- akan menjadi lurus, kalian akan saling menyayangi dan merasa saling bersaudara diantara kalian.

Saya wasiatkan kepada kalian -wahai ikhwah sekalian- agar kalian bertakwa kepada Allah dan merasa diawasi oleh Allah, saling menjalin persaudaraan, saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, dan menjauhi sebab-sebab yang akan menimbulkan fitnah dan sebab-sebab yang akan menimbulkan perselisihan.

📚 Adz-Dzari'ah Ila Bayani Maqashid Kitab Asy-Syari'ah, II/576.

🌐 http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=145872 | @forumsalafy

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Cinta Sanjungan dan Pujian..
Tidak Boleh Mengharap Keguguran Setelah Dikaruniai Kehamilan..
::
📬 KEBENARAN TIDAK DIUKUR DENGAN BANYAKNYA PENGIKUT (MAYORITAS)

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata,

“Di antara prinsip kaum jahiliah adalah menilai kebenaran dengan jumlah mayoritas dan kesalahan dengan jumlah minoritas. Menurut mereka, segala sesuatu yang diikuti kebanyakan orang berarti benar, sedangkan yang diikuti segelintir orang berarti salah. Inilah patokan yang ada pada mereka dalam menilai kebenaran dan kesalahan.

Patokan tersebut tidak benar karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِن تُطِعۡ أَكۡثَرَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ

“Dan jika kamu mengikuti  kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanyalah  persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan  (terhadap Allah).” (al-An’am: 116)

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,

وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ

“Akan tetapi, kebanyakan manusia itu tidak mengetahui.” (al-A’raf: 187)

وَمَا وَجَدۡنَا لِأَكۡثَرِهِم مِّنۡ عَهۡدٍۖ وَإِن وَجَدۡنَآ أَكۡثَرَهُمۡ لَفَٰسِقِينَ

“Dan Kami tidak mendapati  kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya, yang Kami dapati  kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (al-A’raf: 102)

dan sebagainya.” (Syarh Masail al-Jahiliyah, hlm. 60)

Maka dari itu, sedikitnya pengikut suatu dakwah, tidak lazimnya cara ibadah yang dilakukan (tidak seperti kebanyakan orang), atau penampilan yang berbeda dengan keumuman, bukanlah alasan untuk memvonis salah atau sesatnya sebuah dakwah.

Bukankah dakwah para rasul yang mulia—pada awal kemunculannya—juga tidak umum dan tidak lazim di mata kaumnya?! Bukankah tidak sedikit dari para rasul tersebut yang dimusuhi dan ditentang dakwahnya? Beberapa orang dari mereka (para rasul) hanya diikuti segelintir orang, bahkan ada yang tak memiliki seorang pengikut pun.

Namun, semua itu tidak mengurangi nilai dakwah yang mereka emban. Tidak pula hal itu menjadikan dakwah mereka divonis salah atau sesat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٌ

“Dan tidaklah beriman bersamanya (Nuh) kecuali sedikit.” (Hud: 40)

Rasulullah ﷺ bersabda,

عُرِضَتْ عَلَيَّ اْلأُمَمُ، فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّهْطُ، وَالنَّبِيَّ وَمعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلاَنِ، وَالنَّبِيَّ وَلَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ

“Telah ditampakkan kepadaku beberapa umat. Kemudian aku melihat seorang nabi yang hanya memiliki pengikut kurang dari sepuluh orang, seorang nabi yang hanya berpengikut satu atau dua orang, dan seorang nabi yang tidak memiliki seorang pun pengikut.” (HR. al-Bukhari no. 5705 dan 5752; dan Muslim no. 220, dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma)

Syaikh Sulaiman bin Abdullah Alusy Syaikh rahimahullah berkata,

“Hadits ini mengandung bantahan terhadap orang yang berdalil dengan hukum mayoritas dan beranggapan bahwa kebenaran itu selalu bersama jumlah yang banyak, padahal tidaklah demikian. Yang semestinya adalah mengikuti Al-Qur’an dan as-Sunnah, bersama siapa pun dan di mana pun.” (Taisir al-‘Azizil Hamid, hlm. 106)

🌏 https://asysyariah.com/meraih-hidayah-dengan-dakwah-salafiyah/

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Berbicara Agama Tanpa Ilmu..