::
🚇 ANJURAN UNTUK BERPUASA 'ASYURO
Berkata Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah:
الحمد لله ، والصلاة والسلام على رسوله وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه ، أما بعد :
Sungguh telah tetap hadits dari Nabi ﷺ, bahwa beliau dahulu berpuasa pada hari 'Asyuro dan beliau pun memotivasi manusia untuk berpuasa padanya.
Dikarenakan hari tersebut adalah hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya, dan Allah membinasakan Fir'aun dan bala tentaranya.
Maka disunnahkan bagi setiap muslim dan muslimah untuk berpuasa pada hari tersebut, dalam rangka bersyukur kepada Allah 'azza wa Jalla.
Yaitu pada hari 10 Muharram, dan disunnahkan pula untuk berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi dalam permasalahan tersebut.
Adapun kalau seseorang berpuasa 3 hari, tanggal 9, 10 dan 11 maka tidak mengapa. Karena telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ beliau bersabda:
(( خَالِفُوا اليَهُود صُوْمُوْا يَوْماً قَبْلَهُ وَيَوْماً بَعْدَهُ ))
"Selisihilah oleh kalian orang-orang Yahudi, dengan berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." [HR. Ahmad no. 2155 dan Al Baihaqi no. 4315].
Dalam riwayat yang lainnya:
(( صُوْمُوْا يَوْماً قَبْلَهُ أوْيَوْماً بَعْدَهُ ))
"Berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." [HR. Al Haitsami no. 4315]
Dan shahih dari Nabi ﷺ, beliau ditanya tentang puasa 'Asyuro, beliau pun menjawab:
(( يكفر الله به السنة التي قبله ))
"(Puasa 'Asyuro) menghapus dosa setahun yang telah lalu." [HR. Muslim no. 1162]
Dan banyak hadits-hadits tentang puasa 'Asyuro serta anjuran untuk berpuasa padanya.
Sumber: https://binbaz.org.sa/old/34280 | @ForumSalafyPurbalingga
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 ANJURAN UNTUK BERPUASA 'ASYURO
Berkata Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah:
الحمد لله ، والصلاة والسلام على رسوله وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه ، أما بعد :
Sungguh telah tetap hadits dari Nabi ﷺ, bahwa beliau dahulu berpuasa pada hari 'Asyuro dan beliau pun memotivasi manusia untuk berpuasa padanya.
Dikarenakan hari tersebut adalah hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya, dan Allah membinasakan Fir'aun dan bala tentaranya.
Maka disunnahkan bagi setiap muslim dan muslimah untuk berpuasa pada hari tersebut, dalam rangka bersyukur kepada Allah 'azza wa Jalla.
Yaitu pada hari 10 Muharram, dan disunnahkan pula untuk berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi dalam permasalahan tersebut.
Adapun kalau seseorang berpuasa 3 hari, tanggal 9, 10 dan 11 maka tidak mengapa. Karena telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ beliau bersabda:
(( خَالِفُوا اليَهُود صُوْمُوْا يَوْماً قَبْلَهُ وَيَوْماً بَعْدَهُ ))
"Selisihilah oleh kalian orang-orang Yahudi, dengan berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." [HR. Ahmad no. 2155 dan Al Baihaqi no. 4315].
Dalam riwayat yang lainnya:
(( صُوْمُوْا يَوْماً قَبْلَهُ أوْيَوْماً بَعْدَهُ ))
"Berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." [HR. Al Haitsami no. 4315]
Dan shahih dari Nabi ﷺ, beliau ditanya tentang puasa 'Asyuro, beliau pun menjawab:
(( يكفر الله به السنة التي قبله ))
"(Puasa 'Asyuro) menghapus dosa setahun yang telah lalu." [HR. Muslim no. 1162]
Dan banyak hadits-hadits tentang puasa 'Asyuro serta anjuran untuk berpuasa padanya.
Sumber: https://binbaz.org.sa/old/34280 | @ForumSalafyPurbalingga
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 SEMANGAT PARA SALAF UNTUK BERPUASA 'ASYURA
Dulu Az-Zuhri berpuasa 'Asyura (10 al-Muharram) ketika sedang safar.
Ditanyakan kepada beliau:
"Kenapa engkau berpuasa 'Asyura ketika safar padahal ketika Ramadhan tidak?
Maka beliau menjawab:
"Sesungguhnya puasa Ramadhan bisa digantikan dengan hari-hari lain (diluar Ramadhan) sedangkan 'Asyura tidak bisa".
📖 As-Siyar: 5/342
كان الزهري في سفر فصام عاشورى ، قيل له : لما تصوم وأنت تفطر في رمضان في سفر ؟ فقال : إن رمضان له عدة من أيام أخر وأما عاشورى يفوت
📖 [ السير : 5/ 342 ]
📑 Alih Bahasa: Al-Ustadz Zuhair Syarief hafizhahullah | @SalafyBaturaja
BEGITU DITEKANKANNYA PUASA ASYURA DI MASA ITU SAMPAI ANAK KECIL PUN JUGA DILATIH UNTUK BERPUASA
عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ قَالَتْ أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ الَّتِى حَوْلَ الْمَدِينَةِ « مَنْ كَانَ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ ». فَكُنَّا بَعْدَ ذَلِكَ نَصُومُهُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ وَنَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهَا إِيَّاهُ عِنْدَ الإِفْطَارِ.
Dari ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz bin ‘Afraa’ ia berkata: Rasulullah ﷺ mengutus (seseorang) pada pagi hari Asyuraa’ menuju perkampungan Anshar yang berada di sekitar Madinah (agar mengumumkan): Barangsiapa yang pagi ini berpuasa, hendaknya ia sempurnakan puasanya. Barangsiapa yang pagi ini tidak berpuasa, hendaknya ia berpuasa untuk sisa hari ini >> Kami setelah itu berpuasa dan membuat anak-anak kecil kami berpuasa InsyaAllah dan kami pergi ke masjid membuatkan mainan dari bulu untuk mereka. Ketika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu hingga masa berbuka tiba (H.R Muslim)
HARI ASYURA ADALAH HARI ALLAH SELAMATKAN NABI MUSA DARI KEJARAN FIRAUN
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ « مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِى تَصُومُونَهُ ». فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُومُهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ « فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ ». فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ.
Dari Ibnu Abbas –semoga Allah meridhai keduanya- bahwa Rasulullah ﷺ tiba di Madinah mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyuraa’ kemudian Rasulullah ﷺ bersabda kepada mereka: Apakah hari yang kalian berpuasa ini? Mereka berkata: Ini adalah hari yang agung, Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya. Maka Musa berpuasa sebagai bentuk syukur. Kami pun juga berpuasa. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Kami lebih berhak (untuk memuliakan) Musa dibandingkan kalian. Maka Rasulullah ﷺ pun berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa (H.R Muslim)
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SEMANGAT PARA SALAF UNTUK BERPUASA 'ASYURA
Dulu Az-Zuhri berpuasa 'Asyura (10 al-Muharram) ketika sedang safar.
Ditanyakan kepada beliau:
"Kenapa engkau berpuasa 'Asyura ketika safar padahal ketika Ramadhan tidak?
Maka beliau menjawab:
"Sesungguhnya puasa Ramadhan bisa digantikan dengan hari-hari lain (diluar Ramadhan) sedangkan 'Asyura tidak bisa".
📖 As-Siyar: 5/342
كان الزهري في سفر فصام عاشورى ، قيل له : لما تصوم وأنت تفطر في رمضان في سفر ؟ فقال : إن رمضان له عدة من أيام أخر وأما عاشورى يفوت
📖 [ السير : 5/ 342 ]
📑 Alih Bahasa: Al-Ustadz Zuhair Syarief hafizhahullah | @SalafyBaturaja
BEGITU DITEKANKANNYA PUASA ASYURA DI MASA ITU SAMPAI ANAK KECIL PUN JUGA DILATIH UNTUK BERPUASA
عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ قَالَتْ أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ الَّتِى حَوْلَ الْمَدِينَةِ « مَنْ كَانَ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ ». فَكُنَّا بَعْدَ ذَلِكَ نَصُومُهُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ وَنَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهَا إِيَّاهُ عِنْدَ الإِفْطَارِ.
Dari ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz bin ‘Afraa’ ia berkata: Rasulullah ﷺ mengutus (seseorang) pada pagi hari Asyuraa’ menuju perkampungan Anshar yang berada di sekitar Madinah (agar mengumumkan): Barangsiapa yang pagi ini berpuasa, hendaknya ia sempurnakan puasanya. Barangsiapa yang pagi ini tidak berpuasa, hendaknya ia berpuasa untuk sisa hari ini >> Kami setelah itu berpuasa dan membuat anak-anak kecil kami berpuasa InsyaAllah dan kami pergi ke masjid membuatkan mainan dari bulu untuk mereka. Ketika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu hingga masa berbuka tiba (H.R Muslim)
HARI ASYURA ADALAH HARI ALLAH SELAMATKAN NABI MUSA DARI KEJARAN FIRAUN
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ « مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِى تَصُومُونَهُ ». فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُومُهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ « فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ ». فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ.
Dari Ibnu Abbas –semoga Allah meridhai keduanya- bahwa Rasulullah ﷺ tiba di Madinah mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyuraa’ kemudian Rasulullah ﷺ bersabda kepada mereka: Apakah hari yang kalian berpuasa ini? Mereka berkata: Ini adalah hari yang agung, Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya. Maka Musa berpuasa sebagai bentuk syukur. Kami pun juga berpuasa. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Kami lebih berhak (untuk memuliakan) Musa dibandingkan kalian. Maka Rasulullah ﷺ pun berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa (H.R Muslim)
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 PUASA TASU'A DAN 'ASYURA'
🗓 Insyâ Alläh besok Jum'at dan Sabtu (28 dan 29 Agustus 2020), bertepatan dengan tanggal 9 dan 10 Muharram 1442 H.
Mari hasung putra-putri kita untuk berpuasa pada dua hari tersebut. Sampaikan pula kepada mereka keutamaannya, yaitu:
1⃣ Puasa di bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Puasa Tasu'a dan 'Asyura' masuk dalam keumuman ini.
2⃣ Puasa 'Asyura' (10 Muharram) menghapus dosa-dosa selama setahun yang lalu.
3⃣ Puasa Tasu'a (9 Muharram) dilakukan dalam rangka menyelisihi Yahudi, karena Yahudi dahulu biasa berpuasa tanggal 10 Muharram saja.
Semoga putra-putri kita tumbuh menjadi generasi yang shalih, mencintai Sunnah Rasulullah ﷺ dan gemar mengamalkannya.
@InfoMahadJember
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PUASA TASU'A DAN 'ASYURA'
🗓 Insyâ Alläh besok Jum'at dan Sabtu (28 dan 29 Agustus 2020), bertepatan dengan tanggal 9 dan 10 Muharram 1442 H.
Mari hasung putra-putri kita untuk berpuasa pada dua hari tersebut. Sampaikan pula kepada mereka keutamaannya, yaitu:
1⃣ Puasa di bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Puasa Tasu'a dan 'Asyura' masuk dalam keumuman ini.
2⃣ Puasa 'Asyura' (10 Muharram) menghapus dosa-dosa selama setahun yang lalu.
3⃣ Puasa Tasu'a (9 Muharram) dilakukan dalam rangka menyelisihi Yahudi, karena Yahudi dahulu biasa berpuasa tanggal 10 Muharram saja.
Semoga putra-putri kita tumbuh menjadi generasi yang shalih, mencintai Sunnah Rasulullah ﷺ dan gemar mengamalkannya.
@InfoMahadJember
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 KEADAAN-KEADAAN YANG MENENTUKAN BOLEH TIDAKNYA BERPUASA DI HARI SABTU
Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:
"Hendaknya diketahui bahwasanya puasa di hari Sabtu memiliki beberapa keadaan:
◻️KEADAAN PERTAMA:
Puasa itu dilakukan sebagai suatu kewajiban, seperti di bulan Ramadhan atau mengganti puasa (Ramadhan), atau puasa kaffaroh, pengganti hadyu tamattu’, dan semisalnya. Ini tidak mengapa. Selama tidak diyakini bahwa hari (Sabtu) tersebut memiliki keistimewaan.
◻️KEADAAN KEDUA:
Berpuasa (juga) sehari sebelumnya di hari Jumat. Ini tidak mengapa. Karena Nabi ﷺ bersabda kepada salah satu Ummahatul Mukminin yang berpuasa di hari Jumat: Apakah engkau berpuasa kemarin? Beliau menjawab: Tidak. Nabi bertanya: Apakah engkau akan berpuasa besok? Beliau menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Kalau begitu, berbukalah.
Nabi bertanya: Apakah engkau akan berpuasa besok, hal itu menunjukkan bolehnya berpuasa hari Sabtu bersamaan dengan Jumat.
◻️KEADAAN KETIGA:
Bertepatan dengan hari-hari yang disyariatkan, seperti Ayyamul Biidh, hari Arafah, hari Asyura, 6 hari di bulan Syawwal bagi yang telah puasa Ramadhan, sembilan hari di bulan Dzulhijjah. Hal ini tidak mengapa. Karena ia tidaklah berpuasa karena itu hari Sabtu, namun ia berpuasa karena itu termasuk hari yang disyariatkan berpuasa.
◻️KEADAAN KEEMPAT:
Bertepatan dengan kebiasaan seseorang yang berpuasa sehari dan berbuka sehari. Puasa itu bertepatan dengan hari Sabtu. Hal ini tidak mengapa.
Sebagaimana Nabi ﷺ bersabda tentang puasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan, beliau melarangnya kecuali bagi yang telah biasa berpuasa sebelumnya. Maka tidak ada larangan terhadapnya. Ini adalah semisal dengan itu.
◻️KEADAAN KELIMA:
Mengkhususkan puasa sunnah dan menyendirikannya dalam puasa. Ini adalah yang terlarang, jika hadits tentang larangan itu shahih."
(Majmu' Fatawa Wa Rosaail Ibn Utsaimin (30/35))
🇸🇦 Naskah Asli dalam Bahasa Arab
وليعلم أن صيام يوم السبت له أحوال:
الحال الأولى: أن يكون في فرض كرمضان أداء، أو قضاء وكصيام الكفارة، وبدل هدي التمتع، ونحو ذلك، فهذا لا بأس به ما لم يخصه بذلك معتقداً أن له مزية.
الحال الثانية: أن يصوم قبله يوم الجمعة فلا بأس به؛ لأن النبي ﷺ قال لإحدى أمهات المؤمنين وقد صامت يوم الجمعة: «أصمت أمس؟» قالت:لا، قال: «أتصومين غداً؟» قالت: لا، قال: «فأفطري». فقوله: «أتصومين غداً؟» يدل على جواز صومه مع الجمعة.
الحال الثالثة: أن يصادف صيام أيام مشروعة كأيام البيض ويوم عرفة، ويوم عاشوراء، وستة أيام من شوال لمن صام رمضان، وتسع ذي الحجة فلا بأس، لأنه لم يصمه لأنه يوم السبت، بل لأنه من الأيام التي يشرع صومها.
الحال الرابعة: أن يصادف عادة كعادة من يصوم يوماً ويفطر يوماً فيصادف يوم صومه يوم السبت فلا بأس به، كما قال النبي ﷺ في صيام يوم، أو يومين نهى عنه قبل رمضان إلا من كان له عادة أن يصوم فلا نهي وهذا مثله.
الحال الخامسة: أن يخصه بصوم تطوع فيفرده بالصوم، فهذا محل النهي إن صح الحديث في النهي عنه
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEADAAN-KEADAAN YANG MENENTUKAN BOLEH TIDAKNYA BERPUASA DI HARI SABTU
Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:
"Hendaknya diketahui bahwasanya puasa di hari Sabtu memiliki beberapa keadaan:
◻️KEADAAN PERTAMA:
Puasa itu dilakukan sebagai suatu kewajiban, seperti di bulan Ramadhan atau mengganti puasa (Ramadhan), atau puasa kaffaroh, pengganti hadyu tamattu’, dan semisalnya. Ini tidak mengapa. Selama tidak diyakini bahwa hari (Sabtu) tersebut memiliki keistimewaan.
◻️KEADAAN KEDUA:
Berpuasa (juga) sehari sebelumnya di hari Jumat. Ini tidak mengapa. Karena Nabi ﷺ bersabda kepada salah satu Ummahatul Mukminin yang berpuasa di hari Jumat: Apakah engkau berpuasa kemarin? Beliau menjawab: Tidak. Nabi bertanya: Apakah engkau akan berpuasa besok? Beliau menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Kalau begitu, berbukalah.
Nabi bertanya: Apakah engkau akan berpuasa besok, hal itu menunjukkan bolehnya berpuasa hari Sabtu bersamaan dengan Jumat.
◻️KEADAAN KETIGA:
Bertepatan dengan hari-hari yang disyariatkan, seperti Ayyamul Biidh, hari Arafah, hari Asyura, 6 hari di bulan Syawwal bagi yang telah puasa Ramadhan, sembilan hari di bulan Dzulhijjah. Hal ini tidak mengapa. Karena ia tidaklah berpuasa karena itu hari Sabtu, namun ia berpuasa karena itu termasuk hari yang disyariatkan berpuasa.
◻️KEADAAN KEEMPAT:
Bertepatan dengan kebiasaan seseorang yang berpuasa sehari dan berbuka sehari. Puasa itu bertepatan dengan hari Sabtu. Hal ini tidak mengapa.
Sebagaimana Nabi ﷺ bersabda tentang puasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan, beliau melarangnya kecuali bagi yang telah biasa berpuasa sebelumnya. Maka tidak ada larangan terhadapnya. Ini adalah semisal dengan itu.
◻️KEADAAN KELIMA:
Mengkhususkan puasa sunnah dan menyendirikannya dalam puasa. Ini adalah yang terlarang, jika hadits tentang larangan itu shahih."
(Majmu' Fatawa Wa Rosaail Ibn Utsaimin (30/35))
🇸🇦 Naskah Asli dalam Bahasa Arab
وليعلم أن صيام يوم السبت له أحوال:
الحال الأولى: أن يكون في فرض كرمضان أداء، أو قضاء وكصيام الكفارة، وبدل هدي التمتع، ونحو ذلك، فهذا لا بأس به ما لم يخصه بذلك معتقداً أن له مزية.
الحال الثانية: أن يصوم قبله يوم الجمعة فلا بأس به؛ لأن النبي ﷺ قال لإحدى أمهات المؤمنين وقد صامت يوم الجمعة: «أصمت أمس؟» قالت:لا، قال: «أتصومين غداً؟» قالت: لا، قال: «فأفطري». فقوله: «أتصومين غداً؟» يدل على جواز صومه مع الجمعة.
الحال الثالثة: أن يصادف صيام أيام مشروعة كأيام البيض ويوم عرفة، ويوم عاشوراء، وستة أيام من شوال لمن صام رمضان، وتسع ذي الحجة فلا بأس، لأنه لم يصمه لأنه يوم السبت، بل لأنه من الأيام التي يشرع صومها.
الحال الرابعة: أن يصادف عادة كعادة من يصوم يوماً ويفطر يوماً فيصادف يوم صومه يوم السبت فلا بأس به، كما قال النبي ﷺ في صيام يوم، أو يومين نهى عنه قبل رمضان إلا من كان له عادة أن يصوم فلا نهي وهذا مثله.
الحال الخامسة: أن يخصه بصوم تطوع فيفرده بالصوم، فهذا محل النهي إن صح الحديث في النهي عنه
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 PIHAK YANG MENOLAK HUJJAH AKAN JATUH TERSUNGKUR DAN JATUH PULA KEADILANNYA
Asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
"Dalam masalah Jarh wa Ta’dil, cukup jarh itu muncul dari seorang ulama saja dan cukup ta’dil itu muncul dari seorang ulama saja.
Maka jika terjadi perbedaan pendapat dalam menilai seseorang antara dua ulama yang jujur, diakui keilmuannya, dan jauh dari hawa nafsu, maka yang wajib bagi selain kedua ulama tersebut dari para pembawa ilmu untuk melakukan tabayyun (meneliti dan klarifikasi –pent) dengan meminta penjelasan kepada ulama yang menjarh dan menuntut bukti kepadanya.
Kalau ulama yang menjarh tersebut menunjukkan bukti maka wajib atas mereka untuk menerima bukti dan hujjah tersebut. Jika ada seorang yang menta’dilnya atau selainnya berusaha menentangnya, maka pihak yang menolak hujjah ini dia akan jatuh tersungkur dan akan jatuh pula keadilannya serta tidak bisa dipercaya lagi dalam urusan agama Allah.
Seandainya ada satu saja ulama yang membawa hujjah dan bukti, lalu dia diselisihi oleh puluhan pihak dengan alasan yang bathil, kedustaan dan tipu daya, maka tidak perlu mendengar ucapan mereka.
Ini adalah kaedah-kaedah Jarh wa Ta’dil yang telah diletakkan dalam masalah Jarh wa Ta’dil yang wajib kita pegangi dalam menghadapi fitnah-fitnah semacam ini.
Ada seseorang yang dijarh oleh puluhan ulama dan para ulama tersebut membawakan bukti-bukti yang jelas yang menunjukkan kebathilan, kesesatan dan fitnahnya, kemudian ada sebagian manusia yang tidak mau mendengar perkataan para ulama tersebut dengan dalih bahwa kebenaran belum nampak jelas baginya. Sikap semacam ini tidak boleh di dalam agama Allah.
Jika sikap seperti itu dibenarkan maka bisa saja ketika kita membuka kitab-kitab jarh wa ta’dil kita tidak mengambil sikap dalam menilai setiap biografi seorang periwayat hadits dengan dalih: “Demi Allah, saya tidak mengetahui dengan jelas keadaannya.”
Demikian juga akan menyeret kita untuk tidak berani meyakini yang benar di dalam setiap akidah dengan dalih: “Saya belum mengetahui dengan jelas masalah ini.”
Ketika ada perselisihan antara Rafidhah dengan Salafiyun, atau antara Rafidhah dengan Jahmiyah, atau antara Salafiyun dengan Mu’tazilah, atau antara Salafiyun dengan Khawarij, atau antara Salafiyun dengan Murji’ah, atau antara Salafiyun dengan Shufiyah, muncul seseorang yang menyatakan: “Demi Allah, saya tidak mengetahui masalah ini dengan jelas.”- Cara dia semacam ini tidak diterima.
Jika ada dua pihak dari Salafiyun berselisih dan hujjah bersama salah seorang dari keduanya, maka wajib berpihak kepada yang memiliki hujjah".
@ForumSalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PIHAK YANG MENOLAK HUJJAH AKAN JATUH TERSUNGKUR DAN JATUH PULA KEADILANNYA
Asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
"Dalam masalah Jarh wa Ta’dil, cukup jarh itu muncul dari seorang ulama saja dan cukup ta’dil itu muncul dari seorang ulama saja.
Maka jika terjadi perbedaan pendapat dalam menilai seseorang antara dua ulama yang jujur, diakui keilmuannya, dan jauh dari hawa nafsu, maka yang wajib bagi selain kedua ulama tersebut dari para pembawa ilmu untuk melakukan tabayyun (meneliti dan klarifikasi –pent) dengan meminta penjelasan kepada ulama yang menjarh dan menuntut bukti kepadanya.
Kalau ulama yang menjarh tersebut menunjukkan bukti maka wajib atas mereka untuk menerima bukti dan hujjah tersebut. Jika ada seorang yang menta’dilnya atau selainnya berusaha menentangnya, maka pihak yang menolak hujjah ini dia akan jatuh tersungkur dan akan jatuh pula keadilannya serta tidak bisa dipercaya lagi dalam urusan agama Allah.
Seandainya ada satu saja ulama yang membawa hujjah dan bukti, lalu dia diselisihi oleh puluhan pihak dengan alasan yang bathil, kedustaan dan tipu daya, maka tidak perlu mendengar ucapan mereka.
Ini adalah kaedah-kaedah Jarh wa Ta’dil yang telah diletakkan dalam masalah Jarh wa Ta’dil yang wajib kita pegangi dalam menghadapi fitnah-fitnah semacam ini.
Ada seseorang yang dijarh oleh puluhan ulama dan para ulama tersebut membawakan bukti-bukti yang jelas yang menunjukkan kebathilan, kesesatan dan fitnahnya, kemudian ada sebagian manusia yang tidak mau mendengar perkataan para ulama tersebut dengan dalih bahwa kebenaran belum nampak jelas baginya. Sikap semacam ini tidak boleh di dalam agama Allah.
Jika sikap seperti itu dibenarkan maka bisa saja ketika kita membuka kitab-kitab jarh wa ta’dil kita tidak mengambil sikap dalam menilai setiap biografi seorang periwayat hadits dengan dalih: “Demi Allah, saya tidak mengetahui dengan jelas keadaannya.”
Demikian juga akan menyeret kita untuk tidak berani meyakini yang benar di dalam setiap akidah dengan dalih: “Saya belum mengetahui dengan jelas masalah ini.”
Ketika ada perselisihan antara Rafidhah dengan Salafiyun, atau antara Rafidhah dengan Jahmiyah, atau antara Salafiyun dengan Mu’tazilah, atau antara Salafiyun dengan Khawarij, atau antara Salafiyun dengan Murji’ah, atau antara Salafiyun dengan Shufiyah, muncul seseorang yang menyatakan: “Demi Allah, saya tidak mengetahui masalah ini dengan jelas.”- Cara dia semacam ini tidak diterima.
Jika ada dua pihak dari Salafiyun berselisih dan hujjah bersama salah seorang dari keduanya, maka wajib berpihak kepada yang memiliki hujjah".
@ForumSalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 AGAMA ITU BUKAN PERASAAN
قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :-
《 لو كانَ الدين بالعَاطفَة ، لكَانَ جَميع أهل البِدع على حَقٍّ 》.
[ اللقاء الشهري - رقم : (٣٣]
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :
"Seandainya agama itu menggunakan perasaan, maka sungguh seluruh pelaku bid'ah di atas kebenaran."
📚Al-Liqo`u As-Shahri nomor 33
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 AGAMA ITU BUKAN PERASAAN
قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :-
《 لو كانَ الدين بالعَاطفَة ، لكَانَ جَميع أهل البِدع على حَقٍّ 》.
[ اللقاء الشهري - رقم : (٣٣]
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :
"Seandainya agama itu menggunakan perasaan, maka sungguh seluruh pelaku bid'ah di atas kebenaran."
📚Al-Liqo`u As-Shahri nomor 33
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JIKA MENGINGINKAN KEMENANGAN HAKIKI
📝 عليك بهذه اﻷمور الثلاثة؟
الشيخ د. صالح الفوزان:
إذا كنت تريد الفلاح فعليك بهذه الأمور الثلاثة :
1 - تمسك بكتاب الله .
2 - واتبع الهدى .
3 - وتجنب البدع .
[شرح المنظومة الحائية ص 56].
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah taala berkata:
"Jika engkau menginginkan kemenangan, wajib bagimu ada 3 hal ini :
√ Berpegang teguh kepada Kitabullah
√ Mengikuti petunjuk
√ Meninggalkan perbuatan Bid'ah
📚 Syarh Al-Manzhumah Al-Haiyah halaman 56
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JIKA MENGINGINKAN KEMENANGAN HAKIKI
📝 عليك بهذه اﻷمور الثلاثة؟
الشيخ د. صالح الفوزان:
إذا كنت تريد الفلاح فعليك بهذه الأمور الثلاثة :
1 - تمسك بكتاب الله .
2 - واتبع الهدى .
3 - وتجنب البدع .
[شرح المنظومة الحائية ص 56].
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah taala berkata:
"Jika engkau menginginkan kemenangan, wajib bagimu ada 3 hal ini :
√ Berpegang teguh kepada Kitabullah
√ Mengikuti petunjuk
√ Meninggalkan perbuatan Bid'ah
📚 Syarh Al-Manzhumah Al-Haiyah halaman 56
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TABAYYUN & TATSABBUT: WAJIB BAGIMU UNTUK MEMASTIKAN KEBENARAN SUATU BERITA DALAM UCAPAN DAN NUKILANMU
✍🏻 Al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
يجب على الإنسان أن يتثبت فيما يقول ويتثبت فيمن ينقل إليه الخـبر ، هل هو ثقة ، أو غير ثقة
"Wajib bagi setiap orang untuk memastikan suatu berita yang akan dia ucapkan. Wajib baginya untuk tatsabbut (memastikan) dari siapa dia menukilkan berita. Apakah berita itu datang dari orang yang tsiqah (terpercaya) atau bukan orang yang tsiqah.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatanmu itu." (QS al-Hujurat 6)
ولاسيما إذا كثرت الأهواء وصار الـناس يتخبّطـون ويكثرون من الـقيل والـقال بلا تثبت ولا بيّنة ، فإنه يكون الـتثبت أشد وجوبـًا ، حتى لا يقع الإنسان في المهلـكة
Terlebih lagi jika hawa nafsu semakin berkecamuk, dan manusia sibuk dengan 'katanya dan katanya' tanpa ada tatsabbut dan tabayyun.
Oleh karena itu, pada saat-saat tersebut, tatsabbut semakin wajib hukumnya, supaya manusia tidak terjerumus dalam kebinasaan."
📚 (Syarh Riyadhus Shalihin, 6/187) @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TABAYYUN & TATSABBUT: WAJIB BAGIMU UNTUK MEMASTIKAN KEBENARAN SUATU BERITA DALAM UCAPAN DAN NUKILANMU
✍🏻 Al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
يجب على الإنسان أن يتثبت فيما يقول ويتثبت فيمن ينقل إليه الخـبر ، هل هو ثقة ، أو غير ثقة
"Wajib bagi setiap orang untuk memastikan suatu berita yang akan dia ucapkan. Wajib baginya untuk tatsabbut (memastikan) dari siapa dia menukilkan berita. Apakah berita itu datang dari orang yang tsiqah (terpercaya) atau bukan orang yang tsiqah.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatanmu itu." (QS al-Hujurat 6)
ولاسيما إذا كثرت الأهواء وصار الـناس يتخبّطـون ويكثرون من الـقيل والـقال بلا تثبت ولا بيّنة ، فإنه يكون الـتثبت أشد وجوبـًا ، حتى لا يقع الإنسان في المهلـكة
Terlebih lagi jika hawa nafsu semakin berkecamuk, dan manusia sibuk dengan 'katanya dan katanya' tanpa ada tatsabbut dan tabayyun.
Oleh karena itu, pada saat-saat tersebut, tatsabbut semakin wajib hukumnya, supaya manusia tidak terjerumus dalam kebinasaan."
📚 (Syarh Riyadhus Shalihin, 6/187) @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 KEGUGURAN SETELAH KURET: DARAH NIFAS ATAU DARAH ISTIHADHAH?
✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
P e r t a n y a a n:
Bismillah. Semoga kita semua selalu dalam rahmat dan ridho Allah. Ustadz ana ada titipan pertanyaan mengenai maaf darah yang keluar setelah keguguran kandungan yang sudah selesai menjalani perawatan medis kuret, apakah berlaku masa nifas apa tidak dan apakah boleh sholat ketika telah membersihkan darahnya?
J a w a b a n :
Apabila wanita yang keguguran mengeluarkan janin yang sudah berbentuk manusia dan diketahui jenis kelaminnya, maka darah setelahnya dikategorikan darah nifas.
Tidak boleh baginya shalat dan berhubungan dengan suaminya sampai terhenti darah tersebut lantas bersesuci.
Jika yang keluar hanya darah atau gumpalan yang belum berbentuk manusia, maka darah setelahnya adalah darah istihadhah, wajib baginya shalat dan boleh bersenggama dengan suaminya.
Demikian keterangan para Masyayikh, seperti As-Syekh Ibnu Utsaimin dan As-Syekh Ibnu Baz rahimahumallah.
@qowwamussunnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEGUGURAN SETELAH KURET: DARAH NIFAS ATAU DARAH ISTIHADHAH?
✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
P e r t a n y a a n:
Bismillah. Semoga kita semua selalu dalam rahmat dan ridho Allah. Ustadz ana ada titipan pertanyaan mengenai maaf darah yang keluar setelah keguguran kandungan yang sudah selesai menjalani perawatan medis kuret, apakah berlaku masa nifas apa tidak dan apakah boleh sholat ketika telah membersihkan darahnya?
J a w a b a n :
Apabila wanita yang keguguran mengeluarkan janin yang sudah berbentuk manusia dan diketahui jenis kelaminnya, maka darah setelahnya dikategorikan darah nifas.
Tidak boleh baginya shalat dan berhubungan dengan suaminya sampai terhenti darah tersebut lantas bersesuci.
Jika yang keluar hanya darah atau gumpalan yang belum berbentuk manusia, maka darah setelahnya adalah darah istihadhah, wajib baginya shalat dan boleh bersenggama dengan suaminya.
Demikian keterangan para Masyayikh, seperti As-Syekh Ibnu Utsaimin dan As-Syekh Ibnu Baz rahimahumallah.
@qowwamussunnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JANGAN TERSINGGUNG JIKA DIKATAKAN KEPADAMU "ALLAHU YAHDIIK!''
Al Imam Ibnu Baaz rahimahullah ta'ala mengatakan:
"Janganlah engkau merasa sempit hati bila dikatakan kepadamu: ALLAHU YAHDIIK (SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH PADAMU)"!
Karena engkau sangat butuh kepada hidayah, kendatipun engkau adalah orang yang paling bertaqwa dikalangan manusia, ataupun engkau adalah yang paling alim diantara manusia.
❝ Engkau membutuhkan hidayah sampai engkau mati.
📚Al Fatawa Li Ibni Baaz 7/163
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
# لاتتضايق إذا : قيل لك: الله يهديك أنت بحاجة إلى الهداية لو كنت أتقى الناس ولو كنت أعلم الناس بحاجة إلى الهداية حتى تموت.
📚 الفتاوى لابن باز: [١٦٣/٧]
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JANGAN TERSINGGUNG JIKA DIKATAKAN KEPADAMU "ALLAHU YAHDIIK!''
Al Imam Ibnu Baaz rahimahullah ta'ala mengatakan:
"Janganlah engkau merasa sempit hati bila dikatakan kepadamu: ALLAHU YAHDIIK (SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH PADAMU)"!
Karena engkau sangat butuh kepada hidayah, kendatipun engkau adalah orang yang paling bertaqwa dikalangan manusia, ataupun engkau adalah yang paling alim diantara manusia.
❝ Engkau membutuhkan hidayah sampai engkau mati.
📚Al Fatawa Li Ibni Baaz 7/163
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
# لاتتضايق إذا : قيل لك: الله يهديك أنت بحاجة إلى الهداية لو كنت أتقى الناس ولو كنت أعلم الناس بحاجة إلى الهداية حتى تموت.
📚 الفتاوى لابن باز: [١٦٣/٧]
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 KEDEPANKAN PRASANGKA BAIK PADA SAUDARAMU AHLUSSUNNAH YANG SECARA DZHAHIR BERSIKAP ADIL
Said bin al-Musayyib –salah seorang Tabi’i- rahimahullah menyatakan:
كَتَبَ إِلَيَّ بَعْضُ إِخْوَانِي مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَنْ ضَعْ أَمْرَ أَخِيكَ عَلَى أَحْسَنِهِ مَا لَمْ يَأْتِكَ مَا يَغْلِبُكَ، وَلَا تَظُنَّنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ شَرًّا وَأَنْتَ تَجِدُ لَهُ فِي الْخَيْرِ مَحْمَلًا
Sebagian saudara saya yang termasuk Sahabat Rasulullah ﷺ menulis surat kepada saya: Letakkanlah perkara saudaramu pada (dugaan) yang terbaik. Selama tidak sampai (berita) kepadamu hal yang mengalahkanmu. Jangan sekali-kali menyangka suatu kalimat yang keluar dari saudaramu sebagai suatu keburukan, selama engkau masih menemukan kemungkinan (bahwa kalimat itu) adalah kebaikan (riwayat al-Baihaqiy dalam Syuabul Iman)
Abu Qilabah – seorang Tabi’i – rahimahullah menyatakan:
إِذَا بَلَغَكَ عَنْ أَخِيْكَ شَيْءٌ تَكْرَهُهُ فَالْتَمِسْ لَهُ الْعُذْرَ جُهْدَكَ؛ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ لَهُ عُذْراً فَقُلْ فِي نَفْسِكَ: لَعَلَّ لِأَخِي عُذْراً لَا أَعْلَمُهُ
Jika sampai berita kepadamu tentang saudaramu sesuatu yang tidak engkau sukai, carilah udzur untuknya semampumu. Jika engkau tidak menemukan udzur baginya, ucapkan dalam dirimu: Bisa jadi saudaraku memiliki udzur yang tidak aku ketahui (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’)
Bakr bin Abdillah al-Muzaniy rahimahullah menyatakan:
إِيَّاكَ مِنَ الْكَلَامِ مَا إِنْ أَصَبْتَ فِيْهِ لَمْ تُؤْجَرْ، وَإِنْ أَخْطَأْتَ فِيْهِ أَثِمْتَ، وَهُوَ سُوْءُ الظَّنِّ بِأَخِيْكَ
Hindarilah ucapan yang jika engkau benar, engkau tidak mendapat pahala. Jika engkau salah dalam hal itu, engkau berdosa. Yaitu berburuk sangka terhadap saudaramu (Tahdzibut Tahdzib)
💡Penjelasan:
Terlebih di masa pandemi, saat kita terhalang untuk berkunjung satu sama lain. Tidak jarang tersebar berita tidak baik tentang saudara kita seorang Ahlus Sunnah yang kita kenal baik sebelumnya.
Jangan terburu-buru membenarkan berita buruk itu sampai kita tabayyun dan memastikan kebenaran berita tersebut.
Sebelum jelas, kedepankanlah prasangka baik. Jangan menukil berita yang belum jelas kebenarannya. Kalaupun berita itu benar, janganlah disebarkan jika tidak akan memberikan manfaat, justru kemudaratan.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEDEPANKAN PRASANGKA BAIK PADA SAUDARAMU AHLUSSUNNAH YANG SECARA DZHAHIR BERSIKAP ADIL
Said bin al-Musayyib –salah seorang Tabi’i- rahimahullah menyatakan:
كَتَبَ إِلَيَّ بَعْضُ إِخْوَانِي مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَنْ ضَعْ أَمْرَ أَخِيكَ عَلَى أَحْسَنِهِ مَا لَمْ يَأْتِكَ مَا يَغْلِبُكَ، وَلَا تَظُنَّنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ شَرًّا وَأَنْتَ تَجِدُ لَهُ فِي الْخَيْرِ مَحْمَلًا
Sebagian saudara saya yang termasuk Sahabat Rasulullah ﷺ menulis surat kepada saya: Letakkanlah perkara saudaramu pada (dugaan) yang terbaik. Selama tidak sampai (berita) kepadamu hal yang mengalahkanmu. Jangan sekali-kali menyangka suatu kalimat yang keluar dari saudaramu sebagai suatu keburukan, selama engkau masih menemukan kemungkinan (bahwa kalimat itu) adalah kebaikan (riwayat al-Baihaqiy dalam Syuabul Iman)
Abu Qilabah – seorang Tabi’i – rahimahullah menyatakan:
إِذَا بَلَغَكَ عَنْ أَخِيْكَ شَيْءٌ تَكْرَهُهُ فَالْتَمِسْ لَهُ الْعُذْرَ جُهْدَكَ؛ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ لَهُ عُذْراً فَقُلْ فِي نَفْسِكَ: لَعَلَّ لِأَخِي عُذْراً لَا أَعْلَمُهُ
Jika sampai berita kepadamu tentang saudaramu sesuatu yang tidak engkau sukai, carilah udzur untuknya semampumu. Jika engkau tidak menemukan udzur baginya, ucapkan dalam dirimu: Bisa jadi saudaraku memiliki udzur yang tidak aku ketahui (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’)
Bakr bin Abdillah al-Muzaniy rahimahullah menyatakan:
إِيَّاكَ مِنَ الْكَلَامِ مَا إِنْ أَصَبْتَ فِيْهِ لَمْ تُؤْجَرْ، وَإِنْ أَخْطَأْتَ فِيْهِ أَثِمْتَ، وَهُوَ سُوْءُ الظَّنِّ بِأَخِيْكَ
Hindarilah ucapan yang jika engkau benar, engkau tidak mendapat pahala. Jika engkau salah dalam hal itu, engkau berdosa. Yaitu berburuk sangka terhadap saudaramu (Tahdzibut Tahdzib)
💡Penjelasan:
Terlebih di masa pandemi, saat kita terhalang untuk berkunjung satu sama lain. Tidak jarang tersebar berita tidak baik tentang saudara kita seorang Ahlus Sunnah yang kita kenal baik sebelumnya.
Jangan terburu-buru membenarkan berita buruk itu sampai kita tabayyun dan memastikan kebenaran berita tersebut.
Sebelum jelas, kedepankanlah prasangka baik. Jangan menukil berita yang belum jelas kebenarannya. Kalaupun berita itu benar, janganlah disebarkan jika tidak akan memberikan manfaat, justru kemudaratan.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com