::
🚇 ZAMAN DAN PERISTIWA AKAN TERUS MENYARING KEJUJURAN SEORANG HAMBA DALAM MENGIKUTI SUNNAH NABI ﷺ
✍🏼 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:
كان ناس ظاهرهم على المنهج السلفي، ثم جاءت الليالي والأيام والأحداث فإذا بهم ينكشفون، لا ندري هل أنهم كانوا على حق وقناعة بالمنهج السلفي أو كانوا متسترين، فالله أعلم بحقيقة حالهم، هؤلاء أرى أن يُستغنى عنهم ولا يُؤسف عليهم وعلى ما قدموا، وعندنا ما يغني ويكفي ولله الحمد.
"Ada orang-orang yang penampilan mereka di atas Manhaj Salaf, lalu datanglah malam, siang, dan berbagai peristiwa hingga tiba-tiba tersingkaplah keadaan mereka.
Kita tidak tahu apakah dahulunya mereka memang di atas kebenaran dan merasa puas dengan Manhaj Salaf, atau sebenarnya mereka berpura-pura saja, Allah yang lebih mengetahui keadaan mereka.
Menurut saya orang-orang seperti itu tidak dibutuhkan lagi dan tidak perlu sedih atas pengorbanan mereka, kita memiliki hal-hal yang mencukupi, walillahil hamdu."
📚 Al-Lubab min Majmu’ Nashaih Syaikh Rabi’ lisy Syabab, hlm. 381
🌍 Sumber: https://twitter.com/bander7464/status/947710990644375552 |@forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 ZAMAN DAN PERISTIWA AKAN TERUS MENYARING KEJUJURAN SEORANG HAMBA DALAM MENGIKUTI SUNNAH NABI ﷺ
✍🏼 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:
كان ناس ظاهرهم على المنهج السلفي، ثم جاءت الليالي والأيام والأحداث فإذا بهم ينكشفون، لا ندري هل أنهم كانوا على حق وقناعة بالمنهج السلفي أو كانوا متسترين، فالله أعلم بحقيقة حالهم، هؤلاء أرى أن يُستغنى عنهم ولا يُؤسف عليهم وعلى ما قدموا، وعندنا ما يغني ويكفي ولله الحمد.
"Ada orang-orang yang penampilan mereka di atas Manhaj Salaf, lalu datanglah malam, siang, dan berbagai peristiwa hingga tiba-tiba tersingkaplah keadaan mereka.
Kita tidak tahu apakah dahulunya mereka memang di atas kebenaran dan merasa puas dengan Manhaj Salaf, atau sebenarnya mereka berpura-pura saja, Allah yang lebih mengetahui keadaan mereka.
Menurut saya orang-orang seperti itu tidak dibutuhkan lagi dan tidak perlu sedih atas pengorbanan mereka, kita memiliki hal-hal yang mencukupi, walillahil hamdu."
📚 Al-Lubab min Majmu’ Nashaih Syaikh Rabi’ lisy Syabab, hlm. 381
🌍 Sumber: https://twitter.com/bander7464/status/947710990644375552 |@forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Twitter
بندر الخيبري
قال الإمام الربيع: كان ناس ظاهرهم على المنهج السلفي ثم جاءت الليالي والأيام والأحداث فإذا بهم ينكشفون لاندري هل أنهم كانوا على حق وقناعة بالمنهج السلفي أو كانوا متسترين فالله أعلم بحقيقة حالهم هؤلاء أرى أن يُستغنى عنهم ولا يُؤسف عليهم وعلى ما قدموا وعندنا…
::
🚇 TAHU KADAR DIRI, KUNCI KESELAMATAN DALAM BERAMAL DAN BERDAKWAH (TRANSKRIP)
Al Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok حفظه الله
"Saya ingatkan buat diri saya sendiri dan segenap ikhwany dan akhwaty, wasiat dari Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah :
"Kita harus menyingkirkan dari diri kita ini segala perkara yang akan menghalangi diri kita untuk memperoleh ilmu. Apa yang menghalangi diri kita untuk mendapatkan intifaa' bil'ilm (manfaat dari ilmu), yaitu kita tidak mengerti kadar - kadar kemampuan diri kita sendiri".
Orang akan bisa memetik buah ilmu, manfaat dan gunanya di saat dia tau kadar dirinya sendiri (Kata Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta'ala).
◻️Mengetahui kekurangannya,
◻️Mengetahui aibnya,
◻️Mengetahui -Baarakallahu fiikum- tentang penyakit-penyakit yang ada pada dirinya semuanya dia ketahui..
Itulah orang yang akan mengambil manfaat dari ilmu yang telah dipelajari dan mengambil manfaat dari ilmu yang akan diberikan kepadanya.
Sampai ba'dhul hukama (sebagian ahli hikmah), kata Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta'ala :
"Sebagian ulama kita, menulis di pintunya -Baarakallahu fiikum- : Barangsiapa jika... Tidak (boleh) masuk ke tempat ini kecuali orang yang mengerti tentang dirinya, mengerti kadar kemampuan dirinya -Baarakallahu fiikum-.
Bila dia tau kadar, fal yadkhul...Masuk...!
Tapi kalau dia tidak mengerti tentang kadar kemampuan dirinya sendiri, Pulang...!
Sampai kemudian dia bersifat dengan sifat itu".
Antum lihat -rohimani wa rohimakumullohu jami'an- kenyataan ucapan Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah: Orangnya berilmu tapi ketika ada sesuatu dia tidak bisa mengambil faidah dari ilmu yang telah dipelajari:
◻️Malah menampakkan -baarakallahu fiikum- keangkuhan.. kesombongannya,
◻️Menampakkan kalimat-kalimat yang membahayakan -Baarakallahu fiikum-(bagi) muslimin.. atau ahlissunnati wal jama'ah ...
"Nasihat bagi saya ga berguna ,tak bermanfaat teguran dan nasihat..!"
Ini yang harus kita jauhkan dari diri kita sendiri. Kita berusaha tau kadar kemampuan kita ini. Kita ini orang lemah. Orang jahil -Baarakallahu fiikum-
Kalau mengerti ilmu ya sudah bisa diukur -Baarakallahu fiikum-. Berarti kita harus siap dikoreksi, siap untuk dinasihati, siap untuk diluruskan, siap untuk dibimbing, siap untuk dimarahi, siap segala-galanya.. kalau kita mengerti kadar diri kita sendiri. -rohimani wa rohimakumulloh-
Semoga Allahu jalla wa 'ala menganugerahkan -Baarakallahu fiikum- hidayah kepada kita semuanya dan sampai kemudian kita bertemu dengan Allahu jalla wa 'ala diatas hidayah ini -rohimani wa rohimakumulloh-. Wallahu ta'ala a'lamu bish showab."
@ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TAHU KADAR DIRI, KUNCI KESELAMATAN DALAM BERAMAL DAN BERDAKWAH (TRANSKRIP)
Al Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok حفظه الله
"Saya ingatkan buat diri saya sendiri dan segenap ikhwany dan akhwaty, wasiat dari Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah :
"Kita harus menyingkirkan dari diri kita ini segala perkara yang akan menghalangi diri kita untuk memperoleh ilmu. Apa yang menghalangi diri kita untuk mendapatkan intifaa' bil'ilm (manfaat dari ilmu), yaitu kita tidak mengerti kadar - kadar kemampuan diri kita sendiri".
Orang akan bisa memetik buah ilmu, manfaat dan gunanya di saat dia tau kadar dirinya sendiri (Kata Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta'ala).
◻️Mengetahui kekurangannya,
◻️Mengetahui aibnya,
◻️Mengetahui -Baarakallahu fiikum- tentang penyakit-penyakit yang ada pada dirinya semuanya dia ketahui..
Itulah orang yang akan mengambil manfaat dari ilmu yang telah dipelajari dan mengambil manfaat dari ilmu yang akan diberikan kepadanya.
Sampai ba'dhul hukama (sebagian ahli hikmah), kata Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta'ala :
"Sebagian ulama kita, menulis di pintunya -Baarakallahu fiikum- : Barangsiapa jika... Tidak (boleh) masuk ke tempat ini kecuali orang yang mengerti tentang dirinya, mengerti kadar kemampuan dirinya -Baarakallahu fiikum-.
Bila dia tau kadar, fal yadkhul...Masuk...!
Tapi kalau dia tidak mengerti tentang kadar kemampuan dirinya sendiri, Pulang...!
Sampai kemudian dia bersifat dengan sifat itu".
Antum lihat -rohimani wa rohimakumullohu jami'an- kenyataan ucapan Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah: Orangnya berilmu tapi ketika ada sesuatu dia tidak bisa mengambil faidah dari ilmu yang telah dipelajari:
◻️Malah menampakkan -baarakallahu fiikum- keangkuhan.. kesombongannya,
◻️Menampakkan kalimat-kalimat yang membahayakan -Baarakallahu fiikum-(bagi) muslimin.. atau ahlissunnati wal jama'ah ...
"Nasihat bagi saya ga berguna ,tak bermanfaat teguran dan nasihat..!"
Ini yang harus kita jauhkan dari diri kita sendiri. Kita berusaha tau kadar kemampuan kita ini. Kita ini orang lemah. Orang jahil -Baarakallahu fiikum-
Kalau mengerti ilmu ya sudah bisa diukur -Baarakallahu fiikum-. Berarti kita harus siap dikoreksi, siap untuk dinasihati, siap untuk diluruskan, siap untuk dibimbing, siap untuk dimarahi, siap segala-galanya.. kalau kita mengerti kadar diri kita sendiri. -rohimani wa rohimakumulloh-
Semoga Allahu jalla wa 'ala menganugerahkan -Baarakallahu fiikum- hidayah kepada kita semuanya dan sampai kemudian kita bertemu dengan Allahu jalla wa 'ala diatas hidayah ini -rohimani wa rohimakumulloh-. Wallahu ta'ala a'lamu bish showab."
@ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 WAJIB BAGI KITA UNTUK MENUNTUT ILMU AGAMA
✍🏻 Berkata Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu:
عليكم بالعلم، فإنّ طلبه عبادة، وتعلمه للّه حسنة، وبذله لأهله قربة، وتعليمه لمن لا يعلمه صدقة، والبحث عنه جهاد، ومذاكرة تسبيح.
"Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu,
◻️ Karena mencarinya adalah ibadah,
◻️ Mempelajarinya karena Allah adalah kebaikan,
◻️ Mewariskan ilmu kepada keluarganya sebagai bentuk pendekatan (kepada Allah),
◻️ Mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak mengetahui adalah shodaqoh,
◻️ Mengkaji ilmu adalah jihad,
◻️ Dan mengingat-ingat ilmu adalah tasbih.
📚 [(Ad-Dailami: 2237), (Tadzkiratus Saami': 35), (Majmu' al-Fatawa: 4/42)] Dikutip dari kitab Lammudduril Mantsur minal Qoulil Ma'tsur fil I'tiqodi was Sunnah, Bab 11: Memuliakan Ilmu & Ulama. @SalafyMajalengka
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 WAJIB BAGI KITA UNTUK MENUNTUT ILMU AGAMA
✍🏻 Berkata Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu:
عليكم بالعلم، فإنّ طلبه عبادة، وتعلمه للّه حسنة، وبذله لأهله قربة، وتعليمه لمن لا يعلمه صدقة، والبحث عنه جهاد، ومذاكرة تسبيح.
"Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu,
◻️ Karena mencarinya adalah ibadah,
◻️ Mempelajarinya karena Allah adalah kebaikan,
◻️ Mewariskan ilmu kepada keluarganya sebagai bentuk pendekatan (kepada Allah),
◻️ Mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak mengetahui adalah shodaqoh,
◻️ Mengkaji ilmu adalah jihad,
◻️ Dan mengingat-ingat ilmu adalah tasbih.
📚 [(Ad-Dailami: 2237), (Tadzkiratus Saami': 35), (Majmu' al-Fatawa: 4/42)] Dikutip dari kitab Lammudduril Mantsur minal Qoulil Ma'tsur fil I'tiqodi was Sunnah, Bab 11: Memuliakan Ilmu & Ulama. @SalafyMajalengka
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TERUSLAH MENCARI ILMU AGAMA
وعن ابن مسعود رضي الله عنه قال :
(( عليكم بالعلم قبل أن يقبض، وقبضه أن يذهب بأصحابه، عليكم بالعلم فإن أحدكم لا يدري متى يفتقر إليه، أو يفتقر عليه إلى ماعنده، إنكم ستجدون أقواما يزعمون أنهم يدعونكم إلى كتاب الله وقد نبذوه وراء ظهورهم، فعليكم بالعلم، وإياكم والتبدع، وإياكم والتنطع، وإياكم والتعمق، وعليكم بالعتيق)). رواه الدارمي بنحوه
-- كتاب أصول الإيمان --الإمام المجدد شيخ الإسلام محمد بن عبدالوهاب
Dari Ibnu Mas'ud رضي الله عنه beliau berkata :
"Teruslah pelajari oleh kalian Ilmu sebelum Ilmu itu dicabut, dan dicabutnya yaitu wafatnya Ahlul Ilmi.
Teruslah pelajari oleh kalian Ilmu karena masing-masing dari kalian tidak mengetahui kapan dirinya sangat membutuhkan Ilmu, atau sangat dibutuhkan Ilmu yang ada pada dirinya, (sebagaimana pula kalian tidak tahu) akan ada orang-orang yang mengajak kalian kepada Kitabullah (mengaku mendakwahkan Al Qur'an) padahal mereka sendiri telah membuang/mengenyampingkan Al Qur'an itu di belakang punggung mereka.
Teruslah pelajari oleh kalian Ilmu, jauhi oleh kalian segala kebid'ahan, jauhi oleh kalian memaksakan diri (sikap ekstrem dalam beragama), jauhi oleh kalian mendalam-dalami sesuatu (tanpa diperintah Allah, dicontohkan Rasulullah ﷺ dan para sahabat), maka contoh/tiru oleh kalian yang terdahulu (generasi para sahabat, tabi'in)". [ Diriwayatkan oleh Ad- Darimi ]
Sumber: @salafy_malangraya
Audio Kajian bisa download di : http://bit.ly/ushuliman_ustadzusamahfaisholmahri
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TERUSLAH MENCARI ILMU AGAMA
وعن ابن مسعود رضي الله عنه قال :
(( عليكم بالعلم قبل أن يقبض، وقبضه أن يذهب بأصحابه، عليكم بالعلم فإن أحدكم لا يدري متى يفتقر إليه، أو يفتقر عليه إلى ماعنده، إنكم ستجدون أقواما يزعمون أنهم يدعونكم إلى كتاب الله وقد نبذوه وراء ظهورهم، فعليكم بالعلم، وإياكم والتبدع، وإياكم والتنطع، وإياكم والتعمق، وعليكم بالعتيق)). رواه الدارمي بنحوه
-- كتاب أصول الإيمان --الإمام المجدد شيخ الإسلام محمد بن عبدالوهاب
Dari Ibnu Mas'ud رضي الله عنه beliau berkata :
"Teruslah pelajari oleh kalian Ilmu sebelum Ilmu itu dicabut, dan dicabutnya yaitu wafatnya Ahlul Ilmi.
Teruslah pelajari oleh kalian Ilmu karena masing-masing dari kalian tidak mengetahui kapan dirinya sangat membutuhkan Ilmu, atau sangat dibutuhkan Ilmu yang ada pada dirinya, (sebagaimana pula kalian tidak tahu) akan ada orang-orang yang mengajak kalian kepada Kitabullah (mengaku mendakwahkan Al Qur'an) padahal mereka sendiri telah membuang/mengenyampingkan Al Qur'an itu di belakang punggung mereka.
Teruslah pelajari oleh kalian Ilmu, jauhi oleh kalian segala kebid'ahan, jauhi oleh kalian memaksakan diri (sikap ekstrem dalam beragama), jauhi oleh kalian mendalam-dalami sesuatu (tanpa diperintah Allah, dicontohkan Rasulullah ﷺ dan para sahabat), maka contoh/tiru oleh kalian yang terdahulu (generasi para sahabat, tabi'in)". [ Diriwayatkan oleh Ad- Darimi ]
Sumber: @salafy_malangraya
Audio Kajian bisa download di : http://bit.ly/ushuliman_ustadzusamahfaisholmahri
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JAUHILAH SEGALA BENTUK KEDZALIMAN
🎙 Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah:
فالواجب الحذر من الظلم في جميع الأحوال: في النفس والمال والعرض، في النفس: بالقتل أو غيره، وفي المال: بالسرقة وغيرها، وفي العرض: بالغيبة والشتم ونحو ذلك.
فالواجب على المسلم أن يحذر أنواعَ الظلم كلها، وأن يتَّقي الله في ذلك، يرجو رحمته، ويخشى عقابه.
Yang wajib (bagi kita semua) adalah menjauhi kedzaliman pada setiap keadaan: Dzalim terhadap jiwa, harta dan kehormatan.
🔻 Dzalim terhadap jiwa seperti membunuh atau selainnya (dari tindakan yang menyakiti),
🔻 Dzalim terhadap harta seperti mencuri dan selainnya (dari perbuatan merampas harta orang lain)
🔻 Dzalim terhadap kehormatan seperti ghibah (mengumpat), mencela dan yang semisalnya (dari tindakan yang menjatuhkan kehormatan seseorang).
Wajib bagi setiap muslim untuk menjauhi semua jenis kedzaliman, dan bertakwa kepada Allah dalam permasalahan ini, mengharapkan rahmat Allah dan takut akan adzabNya".
Dikutip dari : https://bit.ly/2OlqYlu
Alih Bahasa : Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JAUHILAH SEGALA BENTUK KEDZALIMAN
🎙 Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah:
فالواجب الحذر من الظلم في جميع الأحوال: في النفس والمال والعرض، في النفس: بالقتل أو غيره، وفي المال: بالسرقة وغيرها، وفي العرض: بالغيبة والشتم ونحو ذلك.
فالواجب على المسلم أن يحذر أنواعَ الظلم كلها، وأن يتَّقي الله في ذلك، يرجو رحمته، ويخشى عقابه.
Yang wajib (bagi kita semua) adalah menjauhi kedzaliman pada setiap keadaan: Dzalim terhadap jiwa, harta dan kehormatan.
🔻 Dzalim terhadap jiwa seperti membunuh atau selainnya (dari tindakan yang menyakiti),
🔻 Dzalim terhadap harta seperti mencuri dan selainnya (dari perbuatan merampas harta orang lain)
🔻 Dzalim terhadap kehormatan seperti ghibah (mengumpat), mencela dan yang semisalnya (dari tindakan yang menjatuhkan kehormatan seseorang).
Wajib bagi setiap muslim untuk menjauhi semua jenis kedzaliman, dan bertakwa kepada Allah dalam permasalahan ini, mengharapkan rahmat Allah dan takut akan adzabNya".
Dikutip dari : https://bit.ly/2OlqYlu
Alih Bahasa : Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
binbaz.org.sa
79 من: (باب تحريم الظلم والأمر برد المظالم)
26- باب تحريم الظلم والأمر بردِّ المظالم
قَالَ الله تَعَالَى: مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ
::
🚇 PEMERINTAH CERMINAN RAKYAT
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Dan perhatikanlah hikmah-Nya – Ta’ala – ketika menjadikan para raja, para penguasa, dan para pemerintah semua hamba-Nya berasal dari jenis amalan mereka sendiri.
Bahkan amal perbuatan mereka (para rakyat-pen) terlihat jelas dalam gambaran penguasa/pemerintah dan raja-rajanya.
◻️Apabila para rakyat berlaku istiqamah, raja mereka juga istiqamah (lurus mengikuti petunjuk agama-pen). Jika para rakyat berlaku adil, para rajanya juga akan berbuat adil terhadap mereka.
◻️ Jika para rakyat berlaku menyimpang, para raja dan para penguasa mereka juga berlaku menyimpang/jahat.
◻️ Jika muncul di tengah-tengah rakyat perbuatan makar dan penipuan, para penguasa mereka juga demikian pula.
◻️ Jika para rakyat menghalangi (tidak melaksanakan) hak-hak Allah yang ada di hadapan mereka serta bakhil terhadap hak-hak-Nya, para raja dan penguasa mereka juga akan menghalangi hak-hak harta yang mereka milik. Para raja dan penguasa-penguasa itu juga akan bakhil/pelit dalam menunaikannya.
◻️ Jika para rakyat mengambil harta yang bukan haknya dari kalangan rakyat jelata melalui muamalah/transaksi yang mereka lakukan, para raja itu juga akan mengambil-mengambil harta yang bukan haknya. Para penguasa itu juga akan menerapkan pajak dan berbagai beban lainnya.
◻️ Setiap yang mereka rampas dari kalangan rakyat yang lemah/jelata, maka para raja akan merampasnya dari mereka dengan menggunakan kekuatan militernya.
Dengan demikian para penguasa mereka akan terlihat pada gambaran amalan perbuatan mereka.
Dan tidak masuk dalam hikmah ilahiyyah kecuali dengan Ia menguasakan terhadap orang-orang jahat dan pelaku dosa kecuali orang yang berasal dari jenis mereka.
Ketika generasi pertama umat ini adalah generasi terbaik dan paling bagusnya, maka pemerintah mereka demikian pula. Ketika mereka sudah menjadi beruban, para penguasanya juga menjadi beruban.
Dengan demikian hikmah Allah enggan menguasakan pada kita pada masa-masa sekarang ini orang-orang yang seperti Muawiyah dan Umar bin Abdul Aziz. Terlebih orang yang seperti Abu Bakar dan Umar.
Bahkan yang ada adalah penguasa kita sesuai dengan kadar perbuatan kita. Sedangkan pemerintah generasi sebelum kita sesuai dengan kadar amalan perbuatan mereka. Kedua keadaan ini menjadi keharusan dan konsekuensi hikmah.” Selesai penukilan.
🌍 Sumber: Miftah Daar As-Sa'adah (177/2-178) Diterjemahkan oleh: al Ustadz Fathul Mujib hafizhahullah @WarisanSalaf
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PEMERINTAH CERMINAN RAKYAT
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Dan perhatikanlah hikmah-Nya – Ta’ala – ketika menjadikan para raja, para penguasa, dan para pemerintah semua hamba-Nya berasal dari jenis amalan mereka sendiri.
Bahkan amal perbuatan mereka (para rakyat-pen) terlihat jelas dalam gambaran penguasa/pemerintah dan raja-rajanya.
◻️Apabila para rakyat berlaku istiqamah, raja mereka juga istiqamah (lurus mengikuti petunjuk agama-pen). Jika para rakyat berlaku adil, para rajanya juga akan berbuat adil terhadap mereka.
◻️ Jika para rakyat berlaku menyimpang, para raja dan para penguasa mereka juga berlaku menyimpang/jahat.
◻️ Jika muncul di tengah-tengah rakyat perbuatan makar dan penipuan, para penguasa mereka juga demikian pula.
◻️ Jika para rakyat menghalangi (tidak melaksanakan) hak-hak Allah yang ada di hadapan mereka serta bakhil terhadap hak-hak-Nya, para raja dan penguasa mereka juga akan menghalangi hak-hak harta yang mereka milik. Para raja dan penguasa-penguasa itu juga akan bakhil/pelit dalam menunaikannya.
◻️ Jika para rakyat mengambil harta yang bukan haknya dari kalangan rakyat jelata melalui muamalah/transaksi yang mereka lakukan, para raja itu juga akan mengambil-mengambil harta yang bukan haknya. Para penguasa itu juga akan menerapkan pajak dan berbagai beban lainnya.
◻️ Setiap yang mereka rampas dari kalangan rakyat yang lemah/jelata, maka para raja akan merampasnya dari mereka dengan menggunakan kekuatan militernya.
Dengan demikian para penguasa mereka akan terlihat pada gambaran amalan perbuatan mereka.
Dan tidak masuk dalam hikmah ilahiyyah kecuali dengan Ia menguasakan terhadap orang-orang jahat dan pelaku dosa kecuali orang yang berasal dari jenis mereka.
Ketika generasi pertama umat ini adalah generasi terbaik dan paling bagusnya, maka pemerintah mereka demikian pula. Ketika mereka sudah menjadi beruban, para penguasanya juga menjadi beruban.
Dengan demikian hikmah Allah enggan menguasakan pada kita pada masa-masa sekarang ini orang-orang yang seperti Muawiyah dan Umar bin Abdul Aziz. Terlebih orang yang seperti Abu Bakar dan Umar.
Bahkan yang ada adalah penguasa kita sesuai dengan kadar perbuatan kita. Sedangkan pemerintah generasi sebelum kita sesuai dengan kadar amalan perbuatan mereka. Kedua keadaan ini menjadi keharusan dan konsekuensi hikmah.” Selesai penukilan.
🌍 Sumber: Miftah Daar As-Sa'adah (177/2-178) Diterjemahkan oleh: al Ustadz Fathul Mujib hafizhahullah @WarisanSalaf
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 DOAKANLAH MEREKA (PEMERINTAH) KARENA KEBAIKAN UNTUK MEREKA BERARTI KEBAIKAN PULA UNTUK KITA
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah berkata,
قال الإمام أحمد: لو كان لنا دعوة مستجابة لدعونا بها للسلطان " ولأن في صلاحه صلاح المسلمين
"Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata, 'Jika seandainya kami memiliki doa yang pasti dikabulkan, niscaya akan kami tujukan kepada pemerintah (muslimin)' karena di dalam kebaikan mereka terdapat kebaikan untuk kaum muslimin."
📖 Sumber: Al-Mulakhas al-Fiqhiy, hlm. 124. Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 DOAKANLAH MEREKA (PEMERINTAH) KARENA KEBAIKAN UNTUK MEREKA BERARTI KEBAIKAN PULA UNTUK KITA
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah berkata,
قال الإمام أحمد: لو كان لنا دعوة مستجابة لدعونا بها للسلطان " ولأن في صلاحه صلاح المسلمين
"Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata, 'Jika seandainya kami memiliki doa yang pasti dikabulkan, niscaya akan kami tujukan kepada pemerintah (muslimin)' karena di dalam kebaikan mereka terdapat kebaikan untuk kaum muslimin."
📖 Sumber: Al-Mulakhas al-Fiqhiy, hlm. 124. Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 HANYA AHLUS SUNNAH YANG MEMULIAKAN PEMERINTAH & MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK PENGUASANYA
Asy-Syaikh al-'Allamah 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah,
"Termasuk nasehat : mendoakan kebaikan untuk pemerintah agar mendapatkan taufiq dan hidayah, kebaikan niat, amal, serta kebaikan teman-teman dekat.
Karena di antara sebab-sebab kebaikan pemerintah sekaligus di antara sebab taufiq Allah kepadanya : dia punya menteri yang jujur dan menolongnya kepada kebaikan, mengingatkannya ketika lupa dan membantunya ketika ingat. Ini semua di antara sebab taufiq Allah kepadanya."
🌍 http://www.binbaz.org.sa/life-article/262/75
#Manhaj #golongan_selamat #bersama_pemerintah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Asy-Syaikh al-'Allamah 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah,
"Pemerintah lebih berhak untuk didoakan kebaikan. Karena kebaikan pemerintah berarti kebaikan umat.
Doa kebaikan untuk pemerintah merupakan salah satu doa yang terpenting dan nasehat terpenting.
◾️ Semoga Allah memberi taufiq kepada al-Haq dan membantunya dalam menjalankannya.
◾️ Semoga Allah jadikan baik teman-teman dekatnya.
◾️ Semoga Allah jaga dari kejelekan dirinya dan kejelekan teman-teman duduknya.
فالدعاء له بالتوفيق والهداية وبصلاح القلب والعمل وصلاح البطانة من أهم المهمات، ومن أفضل القربات
Do'a untuk pemerintah agar mendapat taufiq, hidayah, kebaikan hati dan amal, dan teman-teman dekat yang baik merupakan perkara yang paling penting dan taqarrub yang paling utama.
Telah diriwayatkan dari al-Imam Ahmad — rahimahullah — beliau mengatakan,
لـَو أَعلَمُ أَنَّ لِي دَعوَةً مُستَجَابَـةً لَصَرَّفْتُهَا لِلسُّلطَانِ
"Kalau seandainya aku tahu aku punya do'a yang pasti terkabulkan, niscaya aku tujukan untuk kebaikan pemerintah."
Hal itu juga diriwayatkan dari al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah.
🌍 http://www.binbaz.org.sa/fatawa/1934
@ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HANYA AHLUS SUNNAH YANG MEMULIAKAN PEMERINTAH & MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK PENGUASANYA
Asy-Syaikh al-'Allamah 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah,
"Termasuk nasehat : mendoakan kebaikan untuk pemerintah agar mendapatkan taufiq dan hidayah, kebaikan niat, amal, serta kebaikan teman-teman dekat.
Karena di antara sebab-sebab kebaikan pemerintah sekaligus di antara sebab taufiq Allah kepadanya : dia punya menteri yang jujur dan menolongnya kepada kebaikan, mengingatkannya ketika lupa dan membantunya ketika ingat. Ini semua di antara sebab taufiq Allah kepadanya."
🌍 http://www.binbaz.org.sa/life-article/262/75
#Manhaj #golongan_selamat #bersama_pemerintah
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Asy-Syaikh al-'Allamah 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah,
"Pemerintah lebih berhak untuk didoakan kebaikan. Karena kebaikan pemerintah berarti kebaikan umat.
Doa kebaikan untuk pemerintah merupakan salah satu doa yang terpenting dan nasehat terpenting.
◾️ Semoga Allah memberi taufiq kepada al-Haq dan membantunya dalam menjalankannya.
◾️ Semoga Allah jadikan baik teman-teman dekatnya.
◾️ Semoga Allah jaga dari kejelekan dirinya dan kejelekan teman-teman duduknya.
فالدعاء له بالتوفيق والهداية وبصلاح القلب والعمل وصلاح البطانة من أهم المهمات، ومن أفضل القربات
Do'a untuk pemerintah agar mendapat taufiq, hidayah, kebaikan hati dan amal, dan teman-teman dekat yang baik merupakan perkara yang paling penting dan taqarrub yang paling utama.
Telah diriwayatkan dari al-Imam Ahmad — rahimahullah — beliau mengatakan,
لـَو أَعلَمُ أَنَّ لِي دَعوَةً مُستَجَابَـةً لَصَرَّفْتُهَا لِلسُّلطَانِ
"Kalau seandainya aku tahu aku punya do'a yang pasti terkabulkan, niscaya aku tujukan untuk kebaikan pemerintah."
Hal itu juga diriwayatkan dari al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah.
🌍 http://www.binbaz.org.sa/fatawa/1934
@ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
maserah.binbaz.org.sa
ورعه وثقته بربه
أن يعلم الإنسانُ حقيقة حياته في هذه الأرض وأنه مستخلَفٌ فيها، ومهما طالت به هذه الحياة المؤقتة
::
🚇 HUKUM ORANG YANG ENGGAN UNTUK MENDOAKAN KEBAIKAN BAGI PEMERINTAH
P e r t a n y a a n :
“Wahai Syaikh—semoga Allah menjaga Anda—, bagaimana dengan orang yang enggan untuk mendoakan kebaikan bagi pemerintah?”
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menjawab:
“Hal ini (bisa terjadi) disebabkan kejahilan orang tersebut. Sebab, doa kebaikan untuk pemerintah merupakan pendekatan diri kepada Allah yang paling agung, ketaatan yang paling utama, dan termasuk ‘an-Nashiihah’ (ketulusan) kepada Allah dan para hamba.
Ketika dikatakan kepada Nabi ﷺ, “Sungguh, kabilah Daus telah bermaksiat dan kafir,” beliau justru berdoa,
اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَائْتِ بِهِمْ
“Ya Allah, berilah hidayah kepada kabilah Daus dan datangkanlah mereka.”
Kemudian, Allah memberikan hidayah kepada kabilah Daus dan mereka mendatangi Nabi dalam keadaan telah masuk Islam.
Seorang mukmin sudah sepantasnya (bersemangat) mendoakan kebaikan untuk (umat) manusia. (Jika demikian), tentu sultan (pemimpin) adalah pihak yang paling berhak untuk didoakan kebaikan. Sebab, apabila pemimpin baik, akan baik pula umat. Oleh karena itu, doa kebaikan untuk pemimpin adalah doa yang paling penting.
Di antara kandungan ‘an-Nush/an-Nashiihah’ (ketulusan kepada pemerintah) yang paling penting adalah mendoakan supaya pemerintah diberi taufik untuk berada di atas kebenaran, diberi pertolongan, Allah memilihkan penasihat (pendamping) yang baik bagi pemimpin, dan Allah melindungi pemimpin dari efek negatif kejelekannya sendiri dan keburukan teman duduknya.
Maka dari itu, doa kebaikan untuk pemerintah supaya diberi taufik dan hidayah, dibimbing kalbu dan amalannya, dipilihkan penasihat (pendamping) yang baik; termasuk hal yang sangat penting, dan merupakan pendekatan diri kepada Allah yang paling afdal.
Sungguh, telah diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah bahwa beliau berkata,
لَوْ كَانَ لَنَا دَعْوَةٌ مُجَابَةٌ لَدَعَوْنَا بِهَا لِلسُّلْطَانِ
“Seandainya aku mengetahui bahwa aku memiliki satu saja doa yang (pasti) dikabulkan, pasti akan aku gunakan untuk mendoakan kebaikan bagi sultan (pemimpin).”
Ucapan yang semakna juga diriwayatkan dari al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah. (Majmu’ Fatawa Ibn Baz 8/209)
Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.
Mari kita memperbanyak doa untuk kebaikan para pemimpin dan pemerintah di kebanyakan waktu kita. Terkhusus pada waktu-waktu mustajabah, seperti sepertiga malam terakhir, ketika seorang berpuasa sampai dia berbuka, pada malam Lailatulqadar, antara azan dan iqamah, pada suatu waktu di hari Jumat, dll.
Mari kita memulai dari diri kita sendiri, kemudian keluarga kita, lalu kita sampaikan ilmu ini kepada kerabat dan teman-teman kita, dst.
Apabila seluruh kaum muslimin membiasakan diri mengamalkan salah satu ibadah yang paling agung ini, yaitu mendoakan kebaikan untuk pemerintah di waktu-waktu mereka; insya Allah akan tercapai maslahat dan manfaat yang besar.
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk berpegang teguh dengan ajaran agama Islam.
Ditulis oleh Ustadz Abu Ismail Arif hafizhahullah | https://asysyariah.com/bersungguh-sungguh-mendoakan-kebaikan-untuk-pemerintah-pada-masa-wabah/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HUKUM ORANG YANG ENGGAN UNTUK MENDOAKAN KEBAIKAN BAGI PEMERINTAH
P e r t a n y a a n :
“Wahai Syaikh—semoga Allah menjaga Anda—, bagaimana dengan orang yang enggan untuk mendoakan kebaikan bagi pemerintah?”
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menjawab:
“Hal ini (bisa terjadi) disebabkan kejahilan orang tersebut. Sebab, doa kebaikan untuk pemerintah merupakan pendekatan diri kepada Allah yang paling agung, ketaatan yang paling utama, dan termasuk ‘an-Nashiihah’ (ketulusan) kepada Allah dan para hamba.
Ketika dikatakan kepada Nabi ﷺ, “Sungguh, kabilah Daus telah bermaksiat dan kafir,” beliau justru berdoa,
اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَائْتِ بِهِمْ
“Ya Allah, berilah hidayah kepada kabilah Daus dan datangkanlah mereka.”
Kemudian, Allah memberikan hidayah kepada kabilah Daus dan mereka mendatangi Nabi dalam keadaan telah masuk Islam.
Seorang mukmin sudah sepantasnya (bersemangat) mendoakan kebaikan untuk (umat) manusia. (Jika demikian), tentu sultan (pemimpin) adalah pihak yang paling berhak untuk didoakan kebaikan. Sebab, apabila pemimpin baik, akan baik pula umat. Oleh karena itu, doa kebaikan untuk pemimpin adalah doa yang paling penting.
Di antara kandungan ‘an-Nush/an-Nashiihah’ (ketulusan kepada pemerintah) yang paling penting adalah mendoakan supaya pemerintah diberi taufik untuk berada di atas kebenaran, diberi pertolongan, Allah memilihkan penasihat (pendamping) yang baik bagi pemimpin, dan Allah melindungi pemimpin dari efek negatif kejelekannya sendiri dan keburukan teman duduknya.
Maka dari itu, doa kebaikan untuk pemerintah supaya diberi taufik dan hidayah, dibimbing kalbu dan amalannya, dipilihkan penasihat (pendamping) yang baik; termasuk hal yang sangat penting, dan merupakan pendekatan diri kepada Allah yang paling afdal.
Sungguh, telah diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah bahwa beliau berkata,
لَوْ كَانَ لَنَا دَعْوَةٌ مُجَابَةٌ لَدَعَوْنَا بِهَا لِلسُّلْطَانِ
“Seandainya aku mengetahui bahwa aku memiliki satu saja doa yang (pasti) dikabulkan, pasti akan aku gunakan untuk mendoakan kebaikan bagi sultan (pemimpin).”
Ucapan yang semakna juga diriwayatkan dari al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah. (Majmu’ Fatawa Ibn Baz 8/209)
Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.
Mari kita memperbanyak doa untuk kebaikan para pemimpin dan pemerintah di kebanyakan waktu kita. Terkhusus pada waktu-waktu mustajabah, seperti sepertiga malam terakhir, ketika seorang berpuasa sampai dia berbuka, pada malam Lailatulqadar, antara azan dan iqamah, pada suatu waktu di hari Jumat, dll.
Mari kita memulai dari diri kita sendiri, kemudian keluarga kita, lalu kita sampaikan ilmu ini kepada kerabat dan teman-teman kita, dst.
Apabila seluruh kaum muslimin membiasakan diri mengamalkan salah satu ibadah yang paling agung ini, yaitu mendoakan kebaikan untuk pemerintah di waktu-waktu mereka; insya Allah akan tercapai maslahat dan manfaat yang besar.
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk berpegang teguh dengan ajaran agama Islam.
Ditulis oleh Ustadz Abu Ismail Arif hafizhahullah | https://asysyariah.com/bersungguh-sungguh-mendoakan-kebaikan-untuk-pemerintah-pada-masa-wabah/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️