::
🚇 PERJALANAN HIDUP DI DUNIA INl
اَرَضِيْتُمْ بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
"Apakah kalian lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat tidak lain hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah: 38)
lmam Abdurrahman As Sa'di rahimahullah mengatakan dalam Tafsirnya,
('Apakah kalian lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat?') Maknanya bahwa, tidaklah keadaan kalian kecuali seperti keadaan orang yang lebih senang kepada dunia dan mengusahakannya serta tidak peduli kepada akhirat. Maka seakan-akan ia tidak beriman kepada akhirat.
('Padahal kenikmatan hidup di dunia ini'), yang membuat kalian condong kepadanya, dan kalian lebih mengutamakannya dari pada akhirat, ('Jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat tidak lain hanyalah sedikit'.) Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian akal yang dengannya kalian bisa menimbang urusan-urusan, dan (dengannya kalian bisa mengetahui) yang mana yang lebih berhak untuk diutamakan?
Bukankah dunia itu -dari awalnya sampai akhirnya- tidak ada nilainya dibandingkan dengan akhirat? Berapa panjang umur manusia? Pendek sekali umurnya di dunia. Lalu mengapa ia menjadikan dunia sebagai cita-cita hidupnya yang paling tinggi, yang tidak ada cita-cita lain selain itu?
Lalu ia menjadikan usahanya, kerja kerasnya, pikirannya dan keinginannya tidak lebih dari kehidupan dunia yang pendek yang penuh dengan kotoran, yang penuh dengan bahaya?
Dengan pandangan yang mana kalian memandang untuk mengutamakan dunia dari pada negeri akhirat yang menghimpun segala kenikmatan, di dalamnya ada apa saja yang diinginkan oleh jiwat dan dinikmati oleh mata, kalian kekal di dalamnya?
Demi Allah, tidak akan mengutamakan dunia dari pada akhirat siapa saja yang di dalam hatinya ada keimanan, tidak pula siapa yang sehat pikirannya, tidak pula siapa yang dianggap memiliki akal.“
📚 Taisirul Karimir Rahman Fii Tafsiril Kalaamil Mannaan - lmam Abdurrahmah As Sa'di rahimahullah | @forumIlmiyahkaranganyar
الفقير إلى مغفرة ربه أبو يحيى
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PERJALANAN HIDUP DI DUNIA INl
اَرَضِيْتُمْ بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
"Apakah kalian lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat tidak lain hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah: 38)
lmam Abdurrahman As Sa'di rahimahullah mengatakan dalam Tafsirnya,
('Apakah kalian lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat?') Maknanya bahwa, tidaklah keadaan kalian kecuali seperti keadaan orang yang lebih senang kepada dunia dan mengusahakannya serta tidak peduli kepada akhirat. Maka seakan-akan ia tidak beriman kepada akhirat.
('Padahal kenikmatan hidup di dunia ini'), yang membuat kalian condong kepadanya, dan kalian lebih mengutamakannya dari pada akhirat, ('Jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat tidak lain hanyalah sedikit'.) Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian akal yang dengannya kalian bisa menimbang urusan-urusan, dan (dengannya kalian bisa mengetahui) yang mana yang lebih berhak untuk diutamakan?
Bukankah dunia itu -dari awalnya sampai akhirnya- tidak ada nilainya dibandingkan dengan akhirat? Berapa panjang umur manusia? Pendek sekali umurnya di dunia. Lalu mengapa ia menjadikan dunia sebagai cita-cita hidupnya yang paling tinggi, yang tidak ada cita-cita lain selain itu?
Lalu ia menjadikan usahanya, kerja kerasnya, pikirannya dan keinginannya tidak lebih dari kehidupan dunia yang pendek yang penuh dengan kotoran, yang penuh dengan bahaya?
Dengan pandangan yang mana kalian memandang untuk mengutamakan dunia dari pada negeri akhirat yang menghimpun segala kenikmatan, di dalamnya ada apa saja yang diinginkan oleh jiwat dan dinikmati oleh mata, kalian kekal di dalamnya?
Demi Allah, tidak akan mengutamakan dunia dari pada akhirat siapa saja yang di dalam hatinya ada keimanan, tidak pula siapa yang sehat pikirannya, tidak pula siapa yang dianggap memiliki akal.“
📚 Taisirul Karimir Rahman Fii Tafsiril Kalaamil Mannaan - lmam Abdurrahmah As Sa'di rahimahullah | @forumIlmiyahkaranganyar
الفقير إلى مغفرة ربه أبو يحيى
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 HAKEKAT DUNIA ADALAH RENDAH DAN HINA
✍🏼 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
وأما الدنيا فأمرها حقير، وكبيرها صغير، وغاية أمرها يعود إلى الرياسة والمال، وغاية ذي الرياسة أن يكون كفرعون الذي أغرقه الله في اليمّ انتقامًا منه، وغاية ذي المال أن يكون كقارون الذي خسف الله به الأرض فهو يتجلجل فيها إلى يوم القيامة لَمَّا آذى نبي الله موسى.
"Adapun dunia ini maka urusannya hina, yang dianggap besar darinya sebenarnya adalah kecil, puncak urusannya bermuara kepada kepemimpinan dan harta:
◻️Puncak orang yang memiliki kekuasaan dia akan menjadi seperti Fir'aun yang ditenggelamkan oleh Allah di laut sebagai hukuman dari-Nya,
◻️Sedangkan puncak orang yang memiliki harta dia akan menjadi seperti Qarun yang Allah benamkan ke dalam perut bumi sehingga dia di dalamnya terus menerus bergerak ke bawah hingga hari kiamat ketika dia menyakiti nabi utusan Allah, Musa."
📚 Ar-Risalah al-Qibrushiyyah, hlm. 23 | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HAKEKAT DUNIA ADALAH RENDAH DAN HINA
✍🏼 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
وأما الدنيا فأمرها حقير، وكبيرها صغير، وغاية أمرها يعود إلى الرياسة والمال، وغاية ذي الرياسة أن يكون كفرعون الذي أغرقه الله في اليمّ انتقامًا منه، وغاية ذي المال أن يكون كقارون الذي خسف الله به الأرض فهو يتجلجل فيها إلى يوم القيامة لَمَّا آذى نبي الله موسى.
"Adapun dunia ini maka urusannya hina, yang dianggap besar darinya sebenarnya adalah kecil, puncak urusannya bermuara kepada kepemimpinan dan harta:
◻️Puncak orang yang memiliki kekuasaan dia akan menjadi seperti Fir'aun yang ditenggelamkan oleh Allah di laut sebagai hukuman dari-Nya,
◻️Sedangkan puncak orang yang memiliki harta dia akan menjadi seperti Qarun yang Allah benamkan ke dalam perut bumi sehingga dia di dalamnya terus menerus bergerak ke bawah hingga hari kiamat ketika dia menyakiti nabi utusan Allah, Musa."
📚 Ar-Risalah al-Qibrushiyyah, hlm. 23 | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 DUNIA: RENUNGAN TENTANG REZEKI DAN KEMATIAN
🖋 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
Fokuslah untuk memikirkan apa yang diperintahkan kepadamu. Jangan sibuk memikirkan apa yang sudah dijamin bagimu. Sesungguhnya rezeki dan ajal adalah dua kepastian yang beriringan. Selama ajal belum tiba, rezeki akan terus ada.
Apabila Allah dengan hikmah-Nya menutup satu jalan rezeki untukmu, Allah akan buka jalan lain yang lebih bermanfaat dengan rahmat-Nya.
Renungkanlah keadaan janin. Makanannya datang dari satu jalan, yaitu tali pusar. Ketika dia sudah lahir, hilanglah jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka dua jalan rezeki lain yang lebih baik dan lezat untuknya, yaitu ASI yang mengenyangkan.
Apabila selesai masa persusuannya, hilanglah dua jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka empat jalan rezeki yang lebih sempurna, yaitu dua makanan dan dua minuman.
Dua makanan itu adalah hewan dan tumbuhan. Adapun dua minuman itu adalah air dan susu, serta minuman lezat dan bermanfaat lain yang tergolong di dalamnya.
Apabila dia meninggal, selesailah empat jalan rezekinya. Akan tetapi, jika dia termasuk orang yang berbahagia di akhirat, Allah subhanahu wa ta'ala akan buka delapan jalan rezeki untuknya, yaitu delapan pintu surga yang bisa dia masuki dari mana pun.
Demikianlah, tidaklah Allah subhanahu wa ta'ala halangi seorang mukmin untuk mendapatkan suatu kenikmatan dunia, melainkan untuk memberi sesuatu yang lebih mulia dan bermanfaat untuknya.
Hal ini tidak Allah berikan kepada selain orang mukmin.
فَإِنَّهُ يمنعهُ الْحَظ الْأَدْنَى الخسيس، وَلَا يرضى لَهُ بِه،ِ ليعطيَه الْحَظ الْأَعْلَى النفيس.
Allah menghalangi dan tidak ridha hamba-Nya mendapat sesuatu yang rendah dan hina, dalam rangka untuk memberinya sesuatu yang lebih tinggi dan berharga.
Seorang hamba, karena kebodohannya akan maslahat dirinya; kemuliaan, hikmah dan kelembutan-Nya; dia tidak tahu perbandingan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya dengan sesuatu yang disimpan untuknya.
Bahkan, dia lebih senang dengan kenikmatan yang bersifat segera meskipun rendah. Dia tidak berhasrat terhadap kenikmatan yang bersifat ditunda meskipun lebih tinggi nilainya.
Kalau seorang hamba mau jujur kepada Rabb-Nya--betapa jauh akan hal itu--, niscaya dia akan mengetahui bahwa karunia Allah kepadanya dengan menghalanginya mendapat kelezatan dunia, lebih besar dari karunia-Nya dengan dunia yang diberikan kepadanya.
◻️Tidaklah Allah menghalangi suatu pemberian kepada hamba melainkan untuk memberikan yang lebih baik baginya.
◻️Tidaklah Allah memberi ujian untuknya melainkan untuk menyelamatkan dan membersihkan dirinya.
◻️Tidaklah Allah mematikannya melainkan untuk memberi kehidupan yang lebih baik untuknya.
◻️Tidaklah Allah mengantarkan dia ke negeri akhirat melainkan agar dia bersiap-siap untuk mendatanginya dan menempuh jalan ke sana.
جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
"Allah jadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa pun yang hendak mengingat dan bersyukur kepada-Nya." (Al-Furqan: 62)
وَأبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُوراً
"Tidaklah orang-orang zalim mau memilih selain kekafiran." (Al-Isra': 99)
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
📚 Al-Fawaid, hlm. 79--80 | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 DUNIA: RENUNGAN TENTANG REZEKI DAN KEMATIAN
🖋 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
Fokuslah untuk memikirkan apa yang diperintahkan kepadamu. Jangan sibuk memikirkan apa yang sudah dijamin bagimu. Sesungguhnya rezeki dan ajal adalah dua kepastian yang beriringan. Selama ajal belum tiba, rezeki akan terus ada.
Apabila Allah dengan hikmah-Nya menutup satu jalan rezeki untukmu, Allah akan buka jalan lain yang lebih bermanfaat dengan rahmat-Nya.
Renungkanlah keadaan janin. Makanannya datang dari satu jalan, yaitu tali pusar. Ketika dia sudah lahir, hilanglah jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka dua jalan rezeki lain yang lebih baik dan lezat untuknya, yaitu ASI yang mengenyangkan.
Apabila selesai masa persusuannya, hilanglah dua jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka empat jalan rezeki yang lebih sempurna, yaitu dua makanan dan dua minuman.
Dua makanan itu adalah hewan dan tumbuhan. Adapun dua minuman itu adalah air dan susu, serta minuman lezat dan bermanfaat lain yang tergolong di dalamnya.
Apabila dia meninggal, selesailah empat jalan rezekinya. Akan tetapi, jika dia termasuk orang yang berbahagia di akhirat, Allah subhanahu wa ta'ala akan buka delapan jalan rezeki untuknya, yaitu delapan pintu surga yang bisa dia masuki dari mana pun.
Demikianlah, tidaklah Allah subhanahu wa ta'ala halangi seorang mukmin untuk mendapatkan suatu kenikmatan dunia, melainkan untuk memberi sesuatu yang lebih mulia dan bermanfaat untuknya.
Hal ini tidak Allah berikan kepada selain orang mukmin.
فَإِنَّهُ يمنعهُ الْحَظ الْأَدْنَى الخسيس، وَلَا يرضى لَهُ بِه،ِ ليعطيَه الْحَظ الْأَعْلَى النفيس.
Allah menghalangi dan tidak ridha hamba-Nya mendapat sesuatu yang rendah dan hina, dalam rangka untuk memberinya sesuatu yang lebih tinggi dan berharga.
Seorang hamba, karena kebodohannya akan maslahat dirinya; kemuliaan, hikmah dan kelembutan-Nya; dia tidak tahu perbandingan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya dengan sesuatu yang disimpan untuknya.
Bahkan, dia lebih senang dengan kenikmatan yang bersifat segera meskipun rendah. Dia tidak berhasrat terhadap kenikmatan yang bersifat ditunda meskipun lebih tinggi nilainya.
Kalau seorang hamba mau jujur kepada Rabb-Nya--betapa jauh akan hal itu--, niscaya dia akan mengetahui bahwa karunia Allah kepadanya dengan menghalanginya mendapat kelezatan dunia, lebih besar dari karunia-Nya dengan dunia yang diberikan kepadanya.
◻️Tidaklah Allah menghalangi suatu pemberian kepada hamba melainkan untuk memberikan yang lebih baik baginya.
◻️Tidaklah Allah memberi ujian untuknya melainkan untuk menyelamatkan dan membersihkan dirinya.
◻️Tidaklah Allah mematikannya melainkan untuk memberi kehidupan yang lebih baik untuknya.
◻️Tidaklah Allah mengantarkan dia ke negeri akhirat melainkan agar dia bersiap-siap untuk mendatanginya dan menempuh jalan ke sana.
جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
"Allah jadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa pun yang hendak mengingat dan bersyukur kepada-Nya." (Al-Furqan: 62)
وَأبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُوراً
"Tidaklah orang-orang zalim mau memilih selain kekafiran." (Al-Isra': 99)
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
📚 Al-Fawaid, hlm. 79--80 | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 BERSYUKUR DI BAWAH RINTIK KESABARAN
Betapa sedihnya kita manakala tergolong hamba yang kurang bersyukur dan minim kesabaran?! Sampai kapankah kita rela mendekam di balik jeruji kenistaan?!
Padahal syukur dan sabar ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Bahkan, keduanya merupakan bagian inti dari keimanan.
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Iman terdiri dari dua bagian. Pertama sabar, dan yang kedua syukur." (Uddatush Shabirin, hlm. 93)
Betapa indahnya sebuah ungkapan, "Bersyukur di bawah rintik kesabaran."
Saudaraku...
Memang, seringkali manusia tak menyadari manakala dirinya berada dalam kenikmatan. Yang selalu bersemayam dalam jiwanya adalah kekurangan dan kesempitan.
Di sisi yang lain adalah panjangnya angan-angan. Terlebih bila selalu menatap gemerlapnya dunia dan keadaan orang yang lebih berkecukupan. Jiwanya seakan meronta, "Sampai kapan aku hidup dalam penderitaan?"
Itulah manusia, tak banyak dari mereka yang pandai bersyukur kepada Allah Dzat Yang Mahakaya lagi Maharahman. Allah berfirman,
وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
"Dan sedikit sekali di antara para hamba-Ku yang pandai bersyukur." (Saba': 34)
Padahal dengan bersyukur itulah kenikmatan yang tercurah akan semakin ditambah oleh Ar-Rahman. Kenikmatan di atas kenikmatan. Allah berfirman,
لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sungguh jika kalian bersyukur niscaya Aku akan tambahkan (nikmat-Ku) kepada kalian. Namun jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), sungguh azab-Ku amat dahsyat." (Ibrahim: 7)
Semoga untaian kata ini tersemat sebagai nasehat yang menyejukkan. Menjadi pengingat dalam kelalaian dan pelita dalam kegelapan. Sekaligus sebagai pendongkrak bagi kualitas syukur dan sabar kita di hari-hari penuh ujian.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
"Ya Allah bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah yang terbaik kepada-Mu."
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
📝 20 Ramadhan 1441 H / 13 Mei 2020 M | Muhibbukum fillah Ruwaifi' bin Sulaimi
Sumber: https://www.tanggapcovid19.com/bersyukur-di-bawah-rintik-kesabaran/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BERSYUKUR DI BAWAH RINTIK KESABARAN
Betapa sedihnya kita manakala tergolong hamba yang kurang bersyukur dan minim kesabaran?! Sampai kapankah kita rela mendekam di balik jeruji kenistaan?!
Padahal syukur dan sabar ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Bahkan, keduanya merupakan bagian inti dari keimanan.
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Iman terdiri dari dua bagian. Pertama sabar, dan yang kedua syukur." (Uddatush Shabirin, hlm. 93)
Betapa indahnya sebuah ungkapan, "Bersyukur di bawah rintik kesabaran."
Saudaraku...
Memang, seringkali manusia tak menyadari manakala dirinya berada dalam kenikmatan. Yang selalu bersemayam dalam jiwanya adalah kekurangan dan kesempitan.
Di sisi yang lain adalah panjangnya angan-angan. Terlebih bila selalu menatap gemerlapnya dunia dan keadaan orang yang lebih berkecukupan. Jiwanya seakan meronta, "Sampai kapan aku hidup dalam penderitaan?"
Itulah manusia, tak banyak dari mereka yang pandai bersyukur kepada Allah Dzat Yang Mahakaya lagi Maharahman. Allah berfirman,
وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
"Dan sedikit sekali di antara para hamba-Ku yang pandai bersyukur." (Saba': 34)
Padahal dengan bersyukur itulah kenikmatan yang tercurah akan semakin ditambah oleh Ar-Rahman. Kenikmatan di atas kenikmatan. Allah berfirman,
لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sungguh jika kalian bersyukur niscaya Aku akan tambahkan (nikmat-Ku) kepada kalian. Namun jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), sungguh azab-Ku amat dahsyat." (Ibrahim: 7)
Semoga untaian kata ini tersemat sebagai nasehat yang menyejukkan. Menjadi pengingat dalam kelalaian dan pelita dalam kegelapan. Sekaligus sebagai pendongkrak bagi kualitas syukur dan sabar kita di hari-hari penuh ujian.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
"Ya Allah bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah yang terbaik kepada-Mu."
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
📝 20 Ramadhan 1441 H / 13 Mei 2020 M | Muhibbukum fillah Ruwaifi' bin Sulaimi
Sumber: https://www.tanggapcovid19.com/bersyukur-di-bawah-rintik-kesabaran/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 DUNIA ADALAH PERSINGGAHAN DAN AKHIRAT ADALAH KAMPUNG HALAMAN
✍🏻 Malik bin Dinar rahimahullah berkata,
إن الله جعل الدنيا دار مفر والآخرة دار مقر، فخذوا لمقركم من مفركم، وأخرجوا الدنيا من قلوبكم قبل أن تخرج منها أبدانكم
“Sesungguhnya, Allah menjadikan dunia sebagai tempat persinggahan dan akhirat sebagai kampung halaman.
Oleh karena itu, persiapkanlah bekal di tempat persinggahan untuk menuju kampung halaman.
Keluarkanlah dunia dari hati kalian sebelum badan kalian keluar dari dunia.
ولا تهتكوا أستاركم عند من يعلم أسراركم، ففي الدنيا حييتم ولغيرها خلقتم
Jangan kalian buka tabir aib kalian di hadapan Dzat yang mengetahui segala rahasia kalian.
Di dunia kalian diberi kehidupan, untuk tempat lain (akhirat) kalian diciptakan.
إنما مثل الدنيا كالسم أكله من لا يعرفه، واجتنبه من عرفه، ومثل الدنيا مثل الحية مسها لين، وفي جوفها السم القاتل يحذرها ذو العقول، ويهوي إليها الصبيان بأيديهم
Dunia ibarat racun, dimakan oleh orang yang tidak mengetahui (hakikatnya), dijauhi oleh orang yang mengetahui (hakikatnya).
Dunia juga ibarat ular, licin ketika disentuh, namun di mulutnya ada racun yang membunuh.
Diwaspadai orang yang berakal, namun disenangi oleh anak-anak kecil.”
📚 (Shifatu Shafwah, 3/200) | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 DUNIA ADALAH PERSINGGAHAN DAN AKHIRAT ADALAH KAMPUNG HALAMAN
✍🏻 Malik bin Dinar rahimahullah berkata,
إن الله جعل الدنيا دار مفر والآخرة دار مقر، فخذوا لمقركم من مفركم، وأخرجوا الدنيا من قلوبكم قبل أن تخرج منها أبدانكم
“Sesungguhnya, Allah menjadikan dunia sebagai tempat persinggahan dan akhirat sebagai kampung halaman.
Oleh karena itu, persiapkanlah bekal di tempat persinggahan untuk menuju kampung halaman.
Keluarkanlah dunia dari hati kalian sebelum badan kalian keluar dari dunia.
ولا تهتكوا أستاركم عند من يعلم أسراركم، ففي الدنيا حييتم ولغيرها خلقتم
Jangan kalian buka tabir aib kalian di hadapan Dzat yang mengetahui segala rahasia kalian.
Di dunia kalian diberi kehidupan, untuk tempat lain (akhirat) kalian diciptakan.
إنما مثل الدنيا كالسم أكله من لا يعرفه، واجتنبه من عرفه، ومثل الدنيا مثل الحية مسها لين، وفي جوفها السم القاتل يحذرها ذو العقول، ويهوي إليها الصبيان بأيديهم
Dunia ibarat racun, dimakan oleh orang yang tidak mengetahui (hakikatnya), dijauhi oleh orang yang mengetahui (hakikatnya).
Dunia juga ibarat ular, licin ketika disentuh, namun di mulutnya ada racun yang membunuh.
Diwaspadai orang yang berakal, namun disenangi oleh anak-anak kecil.”
📚 (Shifatu Shafwah, 3/200) | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 SENANG TAMPIL DAN SUKA PUJIAN: NASEHAT UNTUK PARA PENUNTUT ILMU
✍🏻 Al-Imam adz-Dzahaby rahimahullah berkata:
ينبغي للعالم أن يتكلم بنية وحسن قصد، فإن أعجبه كلامه فليصمت، فإن أعجبه الصمت فلينطق، ولا يفتر من محاسبة نفسه، فإنها تحب الظهور والثناء.
"Sepantasnya bagi seorang ulama untuk berbicara dengan niat dan tujuan yang baik:
◻️ Jika ucapannya membuat dirinya sendiri terkagum maka hendaknya dia berhenti bicara, dan
◻️ Jika diamnya membuat dirinya kagum maka hendaknya dia berbicara.
Dan jangan pernah bosan melakukan instropeksi diri, karena tabiat jiwa adalah senang tampil dan suka pujian."
📚 Siyar A'lamin Nubala'
Sumber: https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/758808415464398848 |@ForumSalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SENANG TAMPIL DAN SUKA PUJIAN: NASEHAT UNTUK PARA PENUNTUT ILMU
✍🏻 Al-Imam adz-Dzahaby rahimahullah berkata:
ينبغي للعالم أن يتكلم بنية وحسن قصد، فإن أعجبه كلامه فليصمت، فإن أعجبه الصمت فلينطق، ولا يفتر من محاسبة نفسه، فإنها تحب الظهور والثناء.
"Sepantasnya bagi seorang ulama untuk berbicara dengan niat dan tujuan yang baik:
◻️ Jika ucapannya membuat dirinya sendiri terkagum maka hendaknya dia berhenti bicara, dan
◻️ Jika diamnya membuat dirinya kagum maka hendaknya dia berbicara.
Dan jangan pernah bosan melakukan instropeksi diri, karena tabiat jiwa adalah senang tampil dan suka pujian."
📚 Siyar A'lamin Nubala'
Sumber: https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/758808415464398848 |@ForumSalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Twitter
عرفات بن حسن المحمدي
ينبغي للعالم أن يتكلم بنية وحسن قصد فإن أعجبه كلامه فليصمت فإن أعجبه الصمت فلينطق ولايفتر من محاسبة نفسه فإنها تحب الظهور والثناء السير٤٩٤/٤
::
🚇 MELATIH DIRI UNTUK MENUMPULKAN SIFAT TERGESA-GESA
Rasulullah ﷺ bersabda,
التَّأَنِّي مِنَ اللهِ وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
“Kehati-hatian itu adalah karunia dari Allah, sedangkan tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (HR. al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra no. 20270. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 1795)
Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.
Pada umumnya, setiap kita masih sering tergesa-gesa, terkhusus yang masih muda. Semakin seseorang bertambah umur dan pengalaman, seharusnya sifat ketergesaannya semakin tumpul. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melatih kesabaran dan kehati-hatian.
Janganlah kita memiliki kebiasaan ingin dianggap sebagai orang yang paling pertama tahu atau terdepan dalam men-share. Terkadang, perasaan seperti ini membuat keikhlasan kita ternoda. Ingin dipuji, senang dianggap “nomor satu”, dll.
Tidak perlu khawatir jika ada saudara kita yang mendahului kita dalam meyampaikan suatu informasi, jika kita memang belum yakin untuk menyebarkannya.
Jikalau ternyata kita memang yakin bahwa itu adalah kebaikan, tidak perlu terlalu sedih karena didahului saudara kita. Bukankah yang terpenting adalah tersampaikannya kebaikan kepada kaum muslimin?
Tidak terlalu penting, apakah kebaikan itu tersampaikan melalui tangan kita atau melalui saudara kita.
🌏 Sumber: https://asysyariah.com/nasihat-untuk-menjaga-lisan-tulisan-pada-masa-wabah/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MELATIH DIRI UNTUK MENUMPULKAN SIFAT TERGESA-GESA
Rasulullah ﷺ bersabda,
التَّأَنِّي مِنَ اللهِ وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
“Kehati-hatian itu adalah karunia dari Allah, sedangkan tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (HR. al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra no. 20270. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 1795)
Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.
Pada umumnya, setiap kita masih sering tergesa-gesa, terkhusus yang masih muda. Semakin seseorang bertambah umur dan pengalaman, seharusnya sifat ketergesaannya semakin tumpul. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melatih kesabaran dan kehati-hatian.
Janganlah kita memiliki kebiasaan ingin dianggap sebagai orang yang paling pertama tahu atau terdepan dalam men-share. Terkadang, perasaan seperti ini membuat keikhlasan kita ternoda. Ingin dipuji, senang dianggap “nomor satu”, dll.
Tidak perlu khawatir jika ada saudara kita yang mendahului kita dalam meyampaikan suatu informasi, jika kita memang belum yakin untuk menyebarkannya.
Jikalau ternyata kita memang yakin bahwa itu adalah kebaikan, tidak perlu terlalu sedih karena didahului saudara kita. Bukankah yang terpenting adalah tersampaikannya kebaikan kepada kaum muslimin?
Tidak terlalu penting, apakah kebaikan itu tersampaikan melalui tangan kita atau melalui saudara kita.
🌏 Sumber: https://asysyariah.com/nasihat-untuk-menjaga-lisan-tulisan-pada-masa-wabah/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
AsySyariah.com
Nasihat untuk Menjaga Lisan & Tulisan pada Masa Wabah
Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah. Pada era informasi seperti sekarang ini, berita dan informasi mudah sekali viral, termasuk tentang perkembangan wabah virus corona. Kita perlu sangat berhati-hati saat berucap dan menyampaikan berita, baik secara lisan…
::
🚇 AHLI IBADAH BANGKRUT, JIKA TIDAK BISA MENJAGA LISAN
قال عمر بن عبد العزيز رحمه الله :
أدركنا السلف وهم لا يرون العبادة في الصوم ، ولا في الصلاة ، ولكن في الكف عن أعراض الناس ، فقائم الليل وصائم النهار ، إن لم يحفظ لسانه أفْلَس يوم القيامة .
Berkata Umar bin 'Abdul 'Aziz rahimahullah :
"Kami mendapati para pendahulu kita yang shalih TIDAK MELIHAT NILAI suatu ibadah pada puasa ataupun shalat.
Akan tetapi melihat nilai ibadah ada pada MENAHAN DIRI DARI membicarakan kehormatan manusia.
Maka orang yang banyak shalat pada malam hari dan puasa pada siang harinya jika dia TIDAK BISA menjaga lisannya, maka dia akan bangkrut pada hari kiamat nanti".
قال سفيان الثوري :
هذا زمان السكوت ، ولزوم البيوت ، والرضا بالقوت ، إلى أن تموت .
Berkata Sufyan ats Tsaury rahimahullah :
"Ini adalah zaman untuk kita banyak diam, banyak tinggal di rumah dan ridha terhadap makanan pokoknya_ sampai meninggal"
___________________
📝 Sumber :
At Tamhiid 17/443 |@KajianIslamTemanggung
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 AHLI IBADAH BANGKRUT, JIKA TIDAK BISA MENJAGA LISAN
قال عمر بن عبد العزيز رحمه الله :
أدركنا السلف وهم لا يرون العبادة في الصوم ، ولا في الصلاة ، ولكن في الكف عن أعراض الناس ، فقائم الليل وصائم النهار ، إن لم يحفظ لسانه أفْلَس يوم القيامة .
Berkata Umar bin 'Abdul 'Aziz rahimahullah :
"Kami mendapati para pendahulu kita yang shalih TIDAK MELIHAT NILAI suatu ibadah pada puasa ataupun shalat.
Akan tetapi melihat nilai ibadah ada pada MENAHAN DIRI DARI membicarakan kehormatan manusia.
Maka orang yang banyak shalat pada malam hari dan puasa pada siang harinya jika dia TIDAK BISA menjaga lisannya, maka dia akan bangkrut pada hari kiamat nanti".
قال سفيان الثوري :
هذا زمان السكوت ، ولزوم البيوت ، والرضا بالقوت ، إلى أن تموت .
Berkata Sufyan ats Tsaury rahimahullah :
"Ini adalah zaman untuk kita banyak diam, banyak tinggal di rumah dan ridha terhadap makanan pokoknya_ sampai meninggal"
___________________
📝 Sumber :
At Tamhiid 17/443 |@KajianIslamTemanggung
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TIDAK TERTIPU DENGAN NIKMAT
Sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu berkata,
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلَاقَكُمْ، كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ، وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُعطي الْمَالَ مَنْ أَحَبَّ وَمَنْ لَا يُحب، وَلَا يُعْطِي الْإِيمَانَ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ
“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menentukan watak kalian sebagaimana telah menentukan rezeki di antara kalian. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memberi harta kepada orang yang Dia cintai dan orang yang Dia benci. (Namun,) Allah subhanahu wa ta’ala tidak memberi keimanan kecuali kepada yang Dia cintai.” (Shahih al-Adab al-Mufrad, no. 209)
Allah subhanahu wa ta’ala memberikan harta dan kedudukan kepada orang yang Dia cintai dari kalangan para nabi dan wali, seperti Nabi Sulaiman alaihis salam dan sahabat Utsman bin Affan radhiallahu anhu.
Dia juga memberi kemewahan dunia yang sementara kepada para musuh-Nya, semisal Fir’aun dan Qarun. Hal ini seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala,
كُلّٗا نُّمِدُّ هَٰٓؤُلَآءِ وَهَٰٓؤُلَآءِ مِنۡ عَطَآءِ رَبِّكَۚ وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحۡظُورًا
“Kepada setiap golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Rabb-mu. Dan kemurahan Rabb-mu tidak dapat dihalangi.” (al-Isra: 20)
Oleh sebab itu, janganlah seorang tertipu apabila melihat orang kafir dan para pelaku maksiat diberi kemewahan dunia dan kedudukan terpandang.
Sebab, itu adalah istidraj (jebakan) bagi hamba dari Allah subhanahu wa ta’ala. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Apabila kamu melihat Allah subhanahu wa ta’ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.” (HR. Ahmad dan selain beliau, lihat Shahihul Jami’, no. 561)
📝 Ditulis oleh Ustadz Abu Muhammad Abdulmu’thi, Lc. hafizhahullah
Sumber:
https://asysyariah.com/menyikapi-nikmat-dunia-sebagai-ujian/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TIDAK TERTIPU DENGAN NIKMAT
Sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu berkata,
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلَاقَكُمْ، كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ، وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُعطي الْمَالَ مَنْ أَحَبَّ وَمَنْ لَا يُحب، وَلَا يُعْطِي الْإِيمَانَ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ
“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menentukan watak kalian sebagaimana telah menentukan rezeki di antara kalian. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memberi harta kepada orang yang Dia cintai dan orang yang Dia benci. (Namun,) Allah subhanahu wa ta’ala tidak memberi keimanan kecuali kepada yang Dia cintai.” (Shahih al-Adab al-Mufrad, no. 209)
Allah subhanahu wa ta’ala memberikan harta dan kedudukan kepada orang yang Dia cintai dari kalangan para nabi dan wali, seperti Nabi Sulaiman alaihis salam dan sahabat Utsman bin Affan radhiallahu anhu.
Dia juga memberi kemewahan dunia yang sementara kepada para musuh-Nya, semisal Fir’aun dan Qarun. Hal ini seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala,
كُلّٗا نُّمِدُّ هَٰٓؤُلَآءِ وَهَٰٓؤُلَآءِ مِنۡ عَطَآءِ رَبِّكَۚ وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحۡظُورًا
“Kepada setiap golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Rabb-mu. Dan kemurahan Rabb-mu tidak dapat dihalangi.” (al-Isra: 20)
Oleh sebab itu, janganlah seorang tertipu apabila melihat orang kafir dan para pelaku maksiat diberi kemewahan dunia dan kedudukan terpandang.
Sebab, itu adalah istidraj (jebakan) bagi hamba dari Allah subhanahu wa ta’ala. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Apabila kamu melihat Allah subhanahu wa ta’ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.” (HR. Ahmad dan selain beliau, lihat Shahihul Jami’, no. 561)
📝 Ditulis oleh Ustadz Abu Muhammad Abdulmu’thi, Lc. hafizhahullah
Sumber:
https://asysyariah.com/menyikapi-nikmat-dunia-sebagai-ujian/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
AsySyariah.com
Menyikapi Nikmat Dunia Sebagai Ujian
Suatu anggapan yang keliru apabila cobaan hanya terbatas pada hal yang tidak mengenakkan saja. Sebut misalnya kefakiran dan penyakit. Pandangan yang sempit tentang cobaan tersebut merupakan akibat dari ketidaktahuan seorang tentang kehidupan dunia. Allah…
::
🚇 IMAN ADALAH SABAR DAN SYUKUR
📁 قال ابن القيم رحمه الله:
إن الإيمان نصفان: نصف صبر، ونصف شكر. قال تعالى: {إِنَّ فِى ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ} [سبأ:١٩] ، وقال النبى صلى الله عليه وسلم: "والذى نفسى بيده، لا يقضى الله للمؤمن قضاءً إلا كان خيراً له: إن أصابته سراءٌ شكر فكان خيراً له، إن أصابته ضراءُ صبر فكان خيراً له، وليس ذلك إلا للمؤمن". فمنازل الإيمان كلها بين الصبر والشكر.
📁 طريق الهجرتين: ١/٢٦٥
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
"Sesungguhnya iman terbagi menjadi dua bagian, sebagian adalah kesabaran dan sebagian lagi adalah syukur.
Allah ta'ala berfirman:
{إِنَّ فِى ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ} [سبأ:١٩]
'Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang bersabar dan bersyukur'. (Saba': 19).
Nabi ﷺ bersabda:
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ، لا يَقْضي اللَّهَ لِلْمُؤْمِنِ قَضاءً إلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ : إنْ أصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكانَ خَيْرًا لَهُ، وإنْ أصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكانَ خَيْرًا له ولَيْسَ ذلِكَ إلَّا لِلْمُؤْمِنِ
"Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, Tidaklah Allah menetapkan suatu ketetapan bagi seorang yang beriman, kecuali ketetapan itu baik baginya. Apabila ia diberi kesenangan-kesenangan, maka ia bersyukur dan itu baik baginya. Apabila ia ditimpa kesusahan-kesusahan, maka ia bersabar dan itu baik baginya. Dan tidaklah yang demikian itu kecuali bagi seorang yang beriman".
Maka semua tingkatan iman berada diantara sabar dan syukur.
📚 Thoriqul Hijrotain: 1/265 | @salafy_cirebon
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/8404
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 IMAN ADALAH SABAR DAN SYUKUR
📁 قال ابن القيم رحمه الله:
إن الإيمان نصفان: نصف صبر، ونصف شكر. قال تعالى: {إِنَّ فِى ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ} [سبأ:١٩] ، وقال النبى صلى الله عليه وسلم: "والذى نفسى بيده، لا يقضى الله للمؤمن قضاءً إلا كان خيراً له: إن أصابته سراءٌ شكر فكان خيراً له، إن أصابته ضراءُ صبر فكان خيراً له، وليس ذلك إلا للمؤمن". فمنازل الإيمان كلها بين الصبر والشكر.
📁 طريق الهجرتين: ١/٢٦٥
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
"Sesungguhnya iman terbagi menjadi dua bagian, sebagian adalah kesabaran dan sebagian lagi adalah syukur.
Allah ta'ala berfirman:
{إِنَّ فِى ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ} [سبأ:١٩]
'Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang bersabar dan bersyukur'. (Saba': 19).
Nabi ﷺ bersabda:
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ، لا يَقْضي اللَّهَ لِلْمُؤْمِنِ قَضاءً إلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ : إنْ أصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكانَ خَيْرًا لَهُ، وإنْ أصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكانَ خَيْرًا له ولَيْسَ ذلِكَ إلَّا لِلْمُؤْمِنِ
"Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, Tidaklah Allah menetapkan suatu ketetapan bagi seorang yang beriman, kecuali ketetapan itu baik baginya. Apabila ia diberi kesenangan-kesenangan, maka ia bersyukur dan itu baik baginya. Apabila ia ditimpa kesusahan-kesusahan, maka ia bersabar dan itu baik baginya. Dan tidaklah yang demikian itu kecuali bagi seorang yang beriman".
Maka semua tingkatan iman berada diantara sabar dan syukur.
📚 Thoriqul Hijrotain: 1/265 | @salafy_cirebon
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/8404
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
Kabar Gembira untuk Orang yang Sabar..