منتدى نشر الفـــــــوائد
7.57K subscribers
4.3K photos
257 videos
279 files
5.61K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
🚇 TAWAKKAL DAN JANGAN BERGANTUNG KEPADA SEBAB SEMATA

Asy-Syaikh Shaleh bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullahu


[ Pertanyaan ]

Menggantungkan pada sebab, apakah berdosa apabila seseorang meninggalkan untuk melakukan sebab?


[ Jawaban ]

Jangan seorang itu meninggalkan sebab, jangan pula hanya bergantung pada sebab.

Namun hendaknya seseorang melakukan sebab dan meminta pertolongan Allah 'Azza wa Jalla, harus terpenuhi dua perkara ini;
(1) Tawakal kepada Allah dan
(2) Menempuh sebab yang bermanfaat.

Tidak sebatas pada tawakal, kemudian seorang meninggalkan sebab. Demikian pula, jangan bergantung pada sebab dan meninggalkan tawakal kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Namun yang seharusnya adalah menggabungkan antara keduanya.

💽 Sumber audio:
http://www.alfawzan.af.org.sa/sites/default/files/03_12.mp3

ــــــــــــــــــــــــــــــ
🔘|[ التعلق بالإسباب ]|


❍ فضيلة الشيخ العلامة/
صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله تعالى :

❪✵❫ السُّـــ↶ــؤَال ُ:
 
 التعلق بالأسباب، وإذا ترك الإنسان هذه الأسباب، هل يأثم؟

❪✵❫ الجَــ↶ـــوَاب ُ:
 
  لا يتركها، ولايتعلق بها، وإنما يأتي بالأسباب ويستعين بالله عز وجل، فلا بد من الأمرين، التوكل على الله واتخاذ الأسباب النافعة،

 فلا يقتصر على التوكل ويترك الأسباب، ولا يعتمد على الأسباب ويترك التوكل على الله سبحانه، بل يجمع بينهما.

@ForumSalafyPurbalingga

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 PENGHALANG DARI KEBENARAN
Hasad, Ingin Unggul, dan Hawa Nafsu


✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

"فَـإن ّالإنسَان قَـد يَعرف أَن ّالحَـقّ مَـع غَيـره ومَع هَذا يجـحَد ذلِك لحَسَـده إيّـاه أو لطلَب علُوّه عَليـْه أو لِهَوى النّفـس".

📚 [مَجمُوع الفتَاوى:١٩١/٧]

"Kadang seseorang mengetahui bahwa kebenaran ada pada pihak yang lain, namun dia mengingkari kebenaran itu, disebabkan:
◻️Hasad kepadanya,
◻️Ingin lebih unggul darinya, atau
◻️Karena hawa nafsunya."

📚 Referensi:
Majmu' Fatawa 7/191 | @majalahtashfiyah

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Rujuk dari Kesalahan Merupakan Indikasi Baiknya Niat
::
🚇 PENGHALANG DARI KEBENARAN

🎙 Al Allamah Rabi' Bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah berkata:

❍ كثير من الناس يتعامى ويتجاهل وقد يكون الحق في متناول يديه ولكن تمنعه عقبات : منها الهوى ، ومنها الكبر ، ومنها التقليد، ومنها أشياء كثيرة وعوامل عديدة ..

☜ يكون الحق في متناول يديه وأمام عينيه فيُكتف يديه ويغمض عينيه ويعرض عن الحق فهو أيضا زائغ عن الحق مصيره إلى الهلاك والعياذ بالله .

📜 المجموع الرائق / المخرج من الفتن
(صـ23، 24)

"Kebanyakan orang berpura-pura buta dan bodoh terhadap kebenaran, padahal kebenaran terkadang pada jangkauan kedua tangannya namun terhalangi oleh berbagai penghalang, diantaranya;
◻️Hawa nafsu
◻️Al-Kibr (Kesombongan)
◻️Taklid dan
◻️Beragam perkara dan alasan.

Padahal kebenaran berada pada jangkauan kedua tangannya dan di hadapan kedua pelupuk matanya lantas dia menggenggam kedua tangannya dan memejamkan kedua matanya sembari berpaling dari kebenaran dan juga menyeleweng darinya sehingga tempat muaranya menuju kebinasaan. Na'udzubillah."

📚 Al Majmu' Ar Raiq/ Al Mahkraj Minal Fitan hal: 23, 24 | Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Zuhair Syarif hafizhahullah

🌍 Sumber : @rabi3_madkhali | @qowwamussunnah

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Tawadhu kepada yang Lebih Tua
::
🚇 IKAT DIRI KITA DENGAN KEBENARAN! BUKAN DENGAN TOKOH

🗒️ Berkata Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah :

أئمة الهُدى يربّون الناس على التمسك بالكتاب والسنة، ونصرة الحق ورد الباطل والخطأ، فلهذا انتقد الشافعي شيخه مالكاً وانتقد الإمام أحمد شيوخه.. هذا المنهج يشكل حاجزا، قوياً وسداً منيعاً في وجه الغلو والتعصب الأعمى والتقليد الأهوج

"Para imam pembawa petunjuk mendidik manusia agar berpegang teguh pada Al Qur'an dan sunnah. Mendidik mereka agar senantiasa membela kebenaran, membantah kebatilan, dan meluruskan kesalahan.

Oleh karenanya (kita saksikan), Imam Syafi'i mengkritik gurunya sendiri, yaitu Imam Malik. Imam Ahmad juga menyampaikan kritikan pada guru-gurunya.

Dan jalan semacam ini akan membentuk sebuah penghalang kuat dan benteng kokoh dari tindakan berlebihan (ghuluw) dan fanatisme buta (ta'asshub dan taqlid) [ terhadap sosok tertentu ]."

(Dahru Iftira-at Ahli Az-Zaigh, hlm. 216-217) Melalui | @kibarolama

__________________
Silakan kagum dan cinta pada sosok, tokoh, atau ustadz tertentu. Tapi penting untuk disadari; bahwa siapa saja berpotensi jatuh dalam kesalahan.

Saat kita mendapat sebuah nasihat dari teman yang menjelaskan tentang kekeliruan sosok yang kita kagumi; janganlah tergesa-gesa menyalahkan atau mengingkari.

Ingatkan diri kita, bahwa intisari kehidupan ialah menghamba secara total pada Allah. Lihatlah masukan tadi, apakah sebuah dusta sehingga kita bisa bantah dan ingkari. Atau memang realita. Hanya pada-Nya kita mohon hidayah.

-- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja-- Hari Ahadi, (22:33) 23 Rabi'ul Awal 1440 / 30 November 2018 |@nasehatetam

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 SEPERTI ANYAMAN TIKAR : PENGARUH NOKTAH DOSA SYAHWAT DAN SYUBHAT MENGOTORI KALBU/HATI


Nabi ﷺ telah menggambarkan akibat kebaikan kalbu atau kerusakannya dalam sebuah hadits,

تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا، فَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ، حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلاَ تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا، لاَ يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلاَّ مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ

“Godaan-godaan dosa ditawarkan kepada kalbu-kalbu seperti (anyaman) tikar, sehelai demi sehelai. Kalbu mana pun yang menyerapnya, maka akan tertitik padanya sebuah noktah hitam. Adapun kalbu mana pun yang menolaknya, maka akan tertitik padanya titik putih. Akhirnya, akan menjadi dua macam kalbu, ada yang putih bagaikan batu yang halus (tidak ada kotoran yang hinggap, -pen.) sehingga tidak mencelakakannya godaan-godaan apa pun selama langit dan bumi ada. Sementara itu, kalbu yang lain hitam kelabu (dan) bagaikan gelas yang terbalik. Ia tidak mengenal hal yang baik dan tidak mengingkari hal yang mungkar. Ia tidak mengetahui selain apa yang diserap oleh hawa nafsunya.”

(Shahih, HR. Muslim)

Sedemikian rupa bahayanya kalbu ketika rusak, benar-benar membuat rusak amalan. Begitu pula ketika kalbu itu baik, benar-benar membuat baik segala amalan.

Lantas, apa yang memengaruhi kalbu sehingga menjadi baik atau menjadi jelek?

Jiwa, itulah yang memengaruhinya. Ketika jiwa baik, kalbu akan baik. Ketika jiwa buruk, kalbu pun akan menjadi buruk.

Sumber: Majalah Asy-Syari'ah
"Hubungan Jiwa Dengan Kalbu"
Ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc Hafizhahullah

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Jangan Kecil Hati Jika Dianggap Aneh Ketika Menyampaikan Kebenaran
::
🚇 6 CARA UNTUK BISA ISTIQOMAH


1⃣ Berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Seperti Do'a dalam Al-Qur’an :

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

"Wahai Rabb kami, janganlah Engkau menyimpangkan Hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Anugerahkan kepada kami Rahmat dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Anugerah". (Q.S Ali Imran:8).

Seperti Doa yang banyak dibaca Nabi :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

"Wahai (Allah) Pembolak-balik hati, tetapkanlah hatiku diatas agamamu." (H.R at-Tirmidzi, an-Nasaai, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan al-Albany).


2⃣ Menjaga Hati dan Lisan


3⃣ Selalu mengkaji Aqidah yang shahih dan Prinsip-prinsip utama dalam Islam dan Iman

Para Ulama’ telah menulis prinsip-prinsip Aqidah yang shahih dalam Islam, seperti Ashlus Sunnah wa I’tiqodud Dien karya Ibnu Abi Hatim, Ushulus Sunnah karya Imam Ahmad, Syarhus Sunnah karya al-Muzany maupun al-Barbahary, dan karya-karya Ulama Ahlussunnah setelahnya.

Banyaklah mengikuti kajian-kajian ilmiyyah, membaca buku, mendengarkan rekaman untuk kajian ilmu yang dibimbing oleh orang yang berilmu, beraqidah dan bermanhaj lurus.

Karena sepanjang kehidupan kita akan sering ditemui syubhat-syubhat dan penyimpangan dalam hal Aqidah atau dalam hal Muamalah. Kuatkan pondasi Ilmu kita, agar tidak mudah goyah dan terpengaruh dengan berbagai penyimpangan yang ada.

Sebaliknya, jauhilah bacaan-bacaan atau ceramah-ceramah yang menyimpang dari Aqidah yang benar dan ajaran Rasulullah ﷺ.


4⃣ Selalu berkumpul bersama orang-orang yang Beraqidah dan Bermanhaj lurus, orang-orang Shalih dan Bersabar di atas manhaj yang lurus.

عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنْ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ

"Wajib atas kalian untuk Bersatu dalam al-Jamaah, hati-hatilah dari perpecahan. Karena syaithan bersama 1 orang (yang menyendiri), dan terhadap 2 orang syaithan lebih jauh". (H.R atTirmidzi, anNasaai, dishahihkan oleh al-Hakim dan al-Albany).

🔺 Jika seseorang menyendiri, akan mudah dipengaruhi oleh syaithan.

Berbeda dengan jika ia sering berkumpul bersama komunitas yang sarat dengan Ilmu, Iman, Amal sholih, Dakwah, Amar ma’ruf nahi munkar di atas Tauhid dan Sunnah Rasul ﷺ dengan pemahaman para Sahabat Nabi dan Ulama’ Ahlussunnah yang mengikuti mereka dengan baik.

Tinggalkanlah komunitas orang-orang yang lalai dari mengingat Allah, atau komunitas yang banyak melakukan Kesyirikan, Kebid’ahan, atau Kemaksiatan.


5⃣ Banyak beramal sholih diatas Sunnah Nabi ﷺ

Memperbanyak amal sholih yang Ikhlas karena Allah dan sesuai dengan bimbingan Rasulullah ﷺ adalah tameng dari fitnah yang membahayakan agama seseorang.

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

"Bersegeralah beramal (sebelum datang) fitnah, bagaikan potongan malam yang gelap. Pagi harinya seorang masih mukmin, sorenya menjadi kafir. Atau, sorenya masih mukmin paginya kafir. Ia menjual agamanya (ditukar) dengan kepentingan dunia". (H.R Muslim).


6⃣ Bersabar karena Allah dalam menjalani kehidupan dunia.


📚 Dikutip dari Buku " 40 HADITS PEGANGAN HIDUP MUSLIM (Syarh Arbain An-Nawawiyah) " Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafizhahullah | @fawaidsolo

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️