.:
Ⓜ BAGAIMANA CARA I'TIKAF RAMADHAN KETIKA SEDANG ADA WABAH PANDEMIK VIRUS CORONA COVID-19?
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حَفِظَهُ اللهُ
🅾 Kajian Majalis Ramadhan (Pertemuan ke-21) Kamis, 21 Ramadhan 1441H / 14 Mei 2020
◙ Durasi [01:33]
◙ Ukuran file 400 KB
◙ Link https://bit.ly/2LwkluU
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Ⓜ BAGAIMANA CARA I'TIKAF RAMADHAN KETIKA SEDANG ADA WABAH PANDEMIK VIRUS CORONA COVID-19?
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حَفِظَهُ اللهُ
🅾 Kajian Majalis Ramadhan (Pertemuan ke-21) Kamis, 21 Ramadhan 1441H / 14 Mei 2020
◙ Durasi [01:33]
◙ Ukuran file 400 KB
◙ Link https://bit.ly/2LwkluU
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Forwarded from Ma'had Miftah Daarissa'adah Al-Atsary Sukabumi
🕌HIMBAUAN TA'AWUN UNTUK WAKAF PEMBEBASAN TANAH & BANGUNAN SAMPING MASJID
بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Ta'ala yang telah memberi kemudahan dalam segala urusan kebaikan.
➡ Walhamdulilah saat ini Ma'had Miftah Daarissa'adah Goalpara Sukabumi sudah berdiri sebuah Masjid di atas tanah wakaf yang sampai saat ini terus dirasakan manfaatnya.
Dan bersyukur pula kepada Allah ta'ala kemudian kepada ikhwah luar Sukabumi yang telah memberikan pinjaman dana untuk membeli dan memakai tanah berikut bangunan-nya di samping Masjid Ma'had Miftah Daarissa'adah untuk dakwah dan perihal ini in sya Allah sudah diketahui bersama.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita berusaha untuk mengembalikan uang pinjaman Rp. 400.000.000 ( empat ratus juta ) dari pembeliannya yang seharusnya bisa segera kita selesaikan, biidznillahi ta'ala.
🔊Kami selaku panitia pembebasan tanah dan bangunan samping Masjid Ma'had Miftah Daarissa'adah Goalpara Sukabumi mengajak Antum semua untuk ikut berta'awun dalam dakwah kepada Allah Ta'ala , bershodaqoh dan berinfaq menyisihkan sebagian hartanya untuk pembebasan tanah dan bangunan samping masjid tersebut.
Semoga amalan ini termasuk dalam perkara yg sangat dianjurkan oleh Allah subhaanahu wata'aalaa, sebagaimana firman-Nya:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ . وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” [QS Al-Ma'idah: 2]
✍ Walhamdulillah, update per-jum'at 08 Romadhon 1441 H/01 Mei 2020 M dana pembebasan yang sudah terkumpul dg perincian:
- Saldo sebelumnya Rp. 55.377.103,-
- Donasi yang masuk:
👉tgl 01 Romadhon 1441 H/24 April 2020 M;
1. Ikhwah x Rp. 50.000
2. Ikhwah x Rp. 200.000
👉Tgl 07 Romadhon 1441H/30 April 2020 M:
1. Ikhwah TF Rp. 500.000
👉Tgl 08 Romadhon 1441H/01 Mei 2020 M:
Ikhwah TF Rp. 300.000
Subtotal donasi yg masuk *Rp. 1.050.000*
Total donasi yang terkumpul sebesar Rp. 56.427.103.-
➡Bagi yang berkenan, infaq dapat juga disalurkan melalui rekening :
💳 Syariah Mandiri dengan nomor Rek 7131-7320-79
atas Nama Didi Junaedi
📱 Bagi yang telah mentransfer, mohon konfirmasi ke nomor HP
Abdurrozzaq (SMS/WA/Telegram) 0889 0171 8928
✅Bagi para muhsinin yang berinfaq, kami ucapkan Jazakumullah khoira atas ta'awunnya, semoga barakah dan mendapat pahala yang besar dari Allah Ta'ala. Amiin...
Sukabumi, Romadhon 1441H / Mei 2020M
📝Mengetahui :
▪Al-Ustadz Abu Hannan Harits hafidzahullah.
▪️ Pengurus Ma'had Miftah Daarissa'adah Goalpara Sukabumi.
بارك الله فيكم اجمعين
Tanbih:
Min fadhlikum... untuk diposting hanya di WA & Channel telegram saja.
🚇 WA Salafy Sukabumi
Channel Telegram:
t.me/salafysukabumi
بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Ta'ala yang telah memberi kemudahan dalam segala urusan kebaikan.
➡ Walhamdulilah saat ini Ma'had Miftah Daarissa'adah Goalpara Sukabumi sudah berdiri sebuah Masjid di atas tanah wakaf yang sampai saat ini terus dirasakan manfaatnya.
Dan bersyukur pula kepada Allah ta'ala kemudian kepada ikhwah luar Sukabumi yang telah memberikan pinjaman dana untuk membeli dan memakai tanah berikut bangunan-nya di samping Masjid Ma'had Miftah Daarissa'adah untuk dakwah dan perihal ini in sya Allah sudah diketahui bersama.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita berusaha untuk mengembalikan uang pinjaman Rp. 400.000.000 ( empat ratus juta ) dari pembeliannya yang seharusnya bisa segera kita selesaikan, biidznillahi ta'ala.
🔊Kami selaku panitia pembebasan tanah dan bangunan samping Masjid Ma'had Miftah Daarissa'adah Goalpara Sukabumi mengajak Antum semua untuk ikut berta'awun dalam dakwah kepada Allah Ta'ala , bershodaqoh dan berinfaq menyisihkan sebagian hartanya untuk pembebasan tanah dan bangunan samping masjid tersebut.
Semoga amalan ini termasuk dalam perkara yg sangat dianjurkan oleh Allah subhaanahu wata'aalaa, sebagaimana firman-Nya:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ . وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” [QS Al-Ma'idah: 2]
✍ Walhamdulillah, update per-jum'at 08 Romadhon 1441 H/01 Mei 2020 M dana pembebasan yang sudah terkumpul dg perincian:
- Saldo sebelumnya Rp. 55.377.103,-
- Donasi yang masuk:
👉tgl 01 Romadhon 1441 H/24 April 2020 M;
1. Ikhwah x Rp. 50.000
2. Ikhwah x Rp. 200.000
👉Tgl 07 Romadhon 1441H/30 April 2020 M:
1. Ikhwah TF Rp. 500.000
👉Tgl 08 Romadhon 1441H/01 Mei 2020 M:
Ikhwah TF Rp. 300.000
Subtotal donasi yg masuk *Rp. 1.050.000*
Total donasi yang terkumpul sebesar Rp. 56.427.103.-
➡Bagi yang berkenan, infaq dapat juga disalurkan melalui rekening :
💳 Syariah Mandiri dengan nomor Rek 7131-7320-79
atas Nama Didi Junaedi
📱 Bagi yang telah mentransfer, mohon konfirmasi ke nomor HP
Abdurrozzaq (SMS/WA/Telegram) 0889 0171 8928
✅Bagi para muhsinin yang berinfaq, kami ucapkan Jazakumullah khoira atas ta'awunnya, semoga barakah dan mendapat pahala yang besar dari Allah Ta'ala. Amiin...
Sukabumi, Romadhon 1441H / Mei 2020M
📝Mengetahui :
▪Al-Ustadz Abu Hannan Harits hafidzahullah.
▪️ Pengurus Ma'had Miftah Daarissa'adah Goalpara Sukabumi.
بارك الله فيكم اجمعين
Tanbih:
Min fadhlikum... untuk diposting hanya di WA & Channel telegram saja.
🚇 WA Salafy Sukabumi
Channel Telegram:
t.me/salafysukabumi
Telegram
Ma'had Miftah Daarissa'adah Al-Atsary Sukabumi
Channel Resmi Ma'had Miftah daarissa'adah | Dalam Bimbingan Al Ustadz Abu Hanan Harits حفظه الله تعالى
⚠️ Tata tertib :
● Tidak diperkenankan memasang gambar makhluk bernyawa pada photo profil telegram
● Ayo semangat bermajelis ilmu
⚠️ Tata tertib :
● Tidak diperkenankan memasang gambar makhluk bernyawa pada photo profil telegram
● Ayo semangat bermajelis ilmu
::
🚇 BACALAH DOA MALAM LAILATUL QADR YANG BENAR
Asy-Syaikh Dr. Abdulloh Shalfiq adz-Dzafiri Hafizhahullah
Aisyah rodhiyallaahu 'anha pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ : "Wahai Rasulullah, apa yang hendaknya aku ucapkan apabila aku diberi taufiq untuk bertemu dengan Lailatul Qadar?"
Beliau ﷺ menjawab:
🔊 Ucapkanlah:
«اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي»
"Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Pemaaf, suka kepada memaafkan, maka maafkanlah aku."
Perlu diperhatikan, sebagian manusia menambahi doa diatas dengan kalimat "KARIIM" tambahan kalimat KARIIM pada doa diatas telah dilemahkan oleh para Ulama. Sebagian orang ketika berdoa dia mengatakan:
اللَّهم إنَكَ عَفُوٌ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنّي
Dan doa dengan lafadz seperti diatas DERAJAT HADITSNYA LEMAH dan dianggap lemah oleh para Ulama. Dan yang benar adalah sebagai berikut:
«اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا» أو «فاعفُ عنِّي»".
Sumber: ( http://miraath.net/ar/content/makalate/ ) @KajianIslamTemanggung
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BACALAH DOA MALAM LAILATUL QADR YANG BENAR
Asy-Syaikh Dr. Abdulloh Shalfiq adz-Dzafiri Hafizhahullah
Aisyah rodhiyallaahu 'anha pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ : "Wahai Rasulullah, apa yang hendaknya aku ucapkan apabila aku diberi taufiq untuk bertemu dengan Lailatul Qadar?"
Beliau ﷺ menjawab:
🔊 Ucapkanlah:
«اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي»
"Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Pemaaf, suka kepada memaafkan, maka maafkanlah aku."
Perlu diperhatikan, sebagian manusia menambahi doa diatas dengan kalimat "KARIIM" tambahan kalimat KARIIM pada doa diatas telah dilemahkan oleh para Ulama. Sebagian orang ketika berdoa dia mengatakan:
اللَّهم إنَكَ عَفُوٌ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنّي
Dan doa dengan lafadz seperti diatas DERAJAT HADITSNYA LEMAH dan dianggap lemah oleh para Ulama. Dan yang benar adalah sebagai berikut:
«اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا» أو «فاعفُ عنِّي»".
Sumber: ( http://miraath.net/ar/content/makalate/ ) @KajianIslamTemanggung
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 PAHITNYA KESABARAN DAN ISTIQOMAH DIATAS SUNNAH SERTA BAHAYA ISTIDROJ
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
📅 Dauroh "Kesabaran Anugerah Allah ﷻ Terbaik Tuk Seorang Hamba" | Rabu, 18 Jumadil Akhir 1441 H/ 12 Februari 2020 M di Masjid Umar Ibnul Khottob, Pekalongan, Jateng
◙ Durasi 0:08:41
◙ Ukuran file 2,1 MB
◙ Link: https://bit.ly/35Z9CTo
#istidraj #sanjungan #pujian #syahwat
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PAHITNYA KESABARAN DAN ISTIQOMAH DIATAS SUNNAH SERTA BAHAYA ISTIDROJ
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
📅 Dauroh "Kesabaran Anugerah Allah ﷻ Terbaik Tuk Seorang Hamba" | Rabu, 18 Jumadil Akhir 1441 H/ 12 Februari 2020 M di Masjid Umar Ibnul Khottob, Pekalongan, Jateng
◙ Durasi 0:08:41
◙ Ukuran file 2,1 MB
◙ Link: https://bit.ly/35Z9CTo
#istidraj #sanjungan #pujian #syahwat
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 MENYAKSIKAN LAILATUL QADAR : APAKAH KITA TERHITUNG MENDAPATKAN PAHALA JIKA TIDAK MELIHATNYA SECARA KASAT MATA?
[ Pertanyaan ]
Apakah Lailatul Qadar disaksikan dengan kasat mata, dalam arti disaksikan dengan mata telanjang manusia? Sebagian orang mengatakan bahwa manusia yang bisa menyaksikan Lailatul Qadar akan menyaksikan cahaya di langit dan semisalnya.
◽️Bagaimana Rasulullah ﷺ dan para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum menyaksikan Lailatul Qadar?
◽️Bagaimana seseorang dikatakan telah menyaksikan Lailatul Qadar?
◽️Apakah seseorang mendapatkan pahala malam tersebut meskipun tidak menyaksikannya? Kami mohon penjelasan yang disertai dalil..
[ Jawaban ]
Terkadang Lailatul Qadar dapat disaksikan dengan kasat mata oleh orang yang diberi taufik oleh Allah Subahanahu wa Ta'ala dengan cara melihat tanda-tandanya.
Dahulu para sahabat radhiyallahu 'anhum ditunjukkan Lailatul Qadar dengan tanda-tanda. Namun, tidak menyaksikannya tidak menghalangi orang yang beribadah dengan keimanan dan keikhlasan untuk mendapat keutamaanya.
Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berusaha secara optimal untuk mencarinya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagaimana diperintahkan Nabi ﷺ demi mendapatkan pahala. Jika shalat malam yang dilakukannya dengan iman dan mengharap pahala kebetulan berbarengan dengan Lailatul Qadar, maka dia mendapatkan pahalanya walaupun dia tidak menyaksikannya. Nabi ﷺ bersabda :
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa mendirikan shalat pada malam lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu diampuni."
Dalam riwayat yang lain disebutkan,
مَنْ قَامَهَا ابْتِغَاءَهَا إِيمَانًاثُمَّ وُفِّقَتْ لَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ
"Barangsiapa beribadah di malam hari dalam rangka mencari Lailatul Qodar kemudian dia mendapatkannya, maka dosanya yang telah lewat dan yang akan datang diampuni."
Ada riwayat dari Nabi ﷺ yang menjelaskan bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar antara lain adalah matahari terbit tanpa sinar pada pagi harinya. Ubay bin Ka`ab bersumpah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada tanggal dua puluh tujuh dan dia berdalil dengan tanda tersebut.
Pendapat terkuat adalah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir, hari ganjilnya lebih potensial, dan tanggal dua puluh tujuh adalah tanggal ganjil yang paling potensial.
Seseorang yang berusaha optimal pada sepuluh hari terakhir untuk salat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan ibadah kebaikan lainnya tidak diragukan lagi telah mendapatkan Lailatul Qadar dan apa yang dijanjikan Allah kepada orang yang beribadah dengan iman dan mengharap pahala.
Wallahu Waliyuttaufiq, wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi.
http://www.binbaz.org.sa/fatawa/372 | http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MENYAKSIKAN LAILATUL QADAR : APAKAH KITA TERHITUNG MENDAPATKAN PAHALA JIKA TIDAK MELIHATNYA SECARA KASAT MATA?
[ Pertanyaan ]
Apakah Lailatul Qadar disaksikan dengan kasat mata, dalam arti disaksikan dengan mata telanjang manusia? Sebagian orang mengatakan bahwa manusia yang bisa menyaksikan Lailatul Qadar akan menyaksikan cahaya di langit dan semisalnya.
◽️Bagaimana Rasulullah ﷺ dan para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum menyaksikan Lailatul Qadar?
◽️Bagaimana seseorang dikatakan telah menyaksikan Lailatul Qadar?
◽️Apakah seseorang mendapatkan pahala malam tersebut meskipun tidak menyaksikannya? Kami mohon penjelasan yang disertai dalil..
[ Jawaban ]
Terkadang Lailatul Qadar dapat disaksikan dengan kasat mata oleh orang yang diberi taufik oleh Allah Subahanahu wa Ta'ala dengan cara melihat tanda-tandanya.
Dahulu para sahabat radhiyallahu 'anhum ditunjukkan Lailatul Qadar dengan tanda-tanda. Namun, tidak menyaksikannya tidak menghalangi orang yang beribadah dengan keimanan dan keikhlasan untuk mendapat keutamaanya.
Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berusaha secara optimal untuk mencarinya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagaimana diperintahkan Nabi ﷺ demi mendapatkan pahala. Jika shalat malam yang dilakukannya dengan iman dan mengharap pahala kebetulan berbarengan dengan Lailatul Qadar, maka dia mendapatkan pahalanya walaupun dia tidak menyaksikannya. Nabi ﷺ bersabda :
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa mendirikan shalat pada malam lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu diampuni."
Dalam riwayat yang lain disebutkan,
مَنْ قَامَهَا ابْتِغَاءَهَا إِيمَانًاثُمَّ وُفِّقَتْ لَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ
"Barangsiapa beribadah di malam hari dalam rangka mencari Lailatul Qodar kemudian dia mendapatkannya, maka dosanya yang telah lewat dan yang akan datang diampuni."
Ada riwayat dari Nabi ﷺ yang menjelaskan bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar antara lain adalah matahari terbit tanpa sinar pada pagi harinya. Ubay bin Ka`ab bersumpah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada tanggal dua puluh tujuh dan dia berdalil dengan tanda tersebut.
Pendapat terkuat adalah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir, hari ganjilnya lebih potensial, dan tanggal dua puluh tujuh adalah tanggal ganjil yang paling potensial.
Seseorang yang berusaha optimal pada sepuluh hari terakhir untuk salat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan ibadah kebaikan lainnya tidak diragukan lagi telah mendapatkan Lailatul Qadar dan apa yang dijanjikan Allah kepada orang yang beribadah dengan iman dan mengharap pahala.
Wallahu Waliyuttaufiq, wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi.
http://www.binbaz.org.sa/fatawa/372 | http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
binbaz.org.sa
رؤية ليلة القدر
جواب: قد ترى ليلة القدر بالعين لمن وفقه الله سبحانه، وذلك برؤية أماراتها، وكان الصحابة
::
🚇 JIKA SESEORANG MELIHAT & MENYAKSIKAN TANDA-TANDA LAILATUL QADAR, BOLEHKAH MENYEBARKAN / MENCERITAKANNYA KEPADA ORANG LAIN?
Para pembaca yang dimuliakan Allah ﷻ. Dari hadits-hadits di atas bisa kita simpulkan bahwa tanda-tanda lailatul qadr adalah sebagai berikut:
1. Malam harinya tenang dengan kondisi hawa yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
2. Matahari di pagi harinya tidak menyilaukan mata.
3. Bisa jadi pada malam harinya turun hujan.
Maka apabila kita telah mengetahui tanda-tanda lailatul qadr yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ di atas. Di sini kemudian muncul sebuah pertanyaan; "Bolehkah kita menyebarkan tanda-tanda tersebut apabila ternyata pada suatu malam kita menjumpainya?"
Maka kita katakan; bahwa permasalahan ini pun ternyata telah dibahas oleh para ulama kita, di antaranya adalah apa yang disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه اللّه dalam kitabnya Fathul Bari menukilkan dari salah seorang ulama bermadzhab Syafi'i yang dikenal dengan As-Subki Al-Kabir رحمه اللّه.
Telah beristinbat As-Subki Al-Kabir رحمه اللّه dalam kitabnya Al-Halabiyaat bahwa dalam kisah ini (dilupakannya Rasulullah ﷺ terhadap jatuhnya Lailatul Qadar pent.) disukainya bagi seseorang untuk menyembunyikan tanda-tanda lailatul qadr yang dia lihat, kemudian beliau berkata:
Sisi pendalilan dari kisah tersebut (untuk disukainya menyembunyikan tanda-tanda yang terlihat pent.) bahwa Allah ﷻ menakdirkan bagi Nabi-Nya ﷺ untuk tidak mengabarkan tentang jatuhnya lailatul qadr, maka tentunya sebenar-benar kebaikan adalah apa-apa yang Allah ﷻ takdirkan bagi Nabi-Nya ﷺ. Atas dasar itu disukai bagi kita untuk mengikuti kebaikan tersebut.
Disebutkan pula dalam kitab Syarhul Manhaj bahwa Al-Imam Al-Hawi رحمه اللّه berkata;
"Hikmahnya adalah bahwa perkara tersebut pada hakikatnya merupakan karomah, dan karomah sudah sepantasnya untuk disembunyikan oleh pelakunya tanpa adanya perselisihan di antara ulama(tentang disukainya menyembunyikan karomah) dikarenakan beberapa alasan:
1. Dikhawatirkannya seseorang kehilangan karomah tersebut.
2. Dikhawatirkannya tertimpa rasa riya'.
3. Yang demikian bagian dari adab agar kita tidak tersibukkan dari bersyukur kepada Allah dengan menyibukkan diri pada perlombaan melihat tanda-tanda tersebut dan menyebarkannya kepada manusia.
4. Agar tidak menyebabkan orang lain menjadi iri terhadap dirinya.
Hal-hal ini didukung oleh ucapan Ya'qub kepada Yusuf عليهما السلام sebagaimana tertuang dalam firman Allah ﷻ:
قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ
"Ayahnya berkata: Wahai anakku janganlah engkau ceritakan mimpi tersebut kepada saudara-saudaramu" (QS. Yusuf : 5)
(mimpi beliau ketika melihat sebelas bintang dan matahari serta bulan sujud kepada beliau 'alaihissalam yang dimana tafsirnya adalah penghormatan saudara-saudara dan kedua orang tua beliau kepadanya 'alaihissalam_ pent.)"
Berkata pula Al-Mawardy Asy-Syafi'i :
“ويستحب لمن رأى ليلة القدر أن يكتمها، ويدعو بإخلاص نية وصحة يقين بما أوجب من دين ودنيا، ويكون أكثر دعائه لدينه وآخرته”
"Disukai bagi orang yang melihat tanda-tanda lailatul qadr untuk menyembunyikan dan tidak menyebarkannya serta berdoa dengan niat yang ikhlas dan keyakinan yang benar agar mendapatkan hal-hal yang menjadi konsekuensi dari dunia dan akhiratnya serta tentunya agar menjadikan doanya tersebut lebih diperbanyak untuk urusan agama dan akhiratnya."
🖋 Disusun Oleh : Al-Ustadz Abu Muhammad Musa حفظه اللّٰه | Diringkas dari Risalah Asy-Syaikh 'Ubaid Al-Jabiry yang berjudul Is'aaf Dzawil Bashiirah wal Bashar bit-Tahdzir min 'Amrin Khatir Yusyaa' Haula Lailatul Qadr
📄 Buletin Al-Faidah Edisi 13 Vol. 2 | Tahun-3 | 1438 H judul: "Untukmu Sang Perindu Seribu Bulan" @buletinalfaidah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JIKA SESEORANG MELIHAT & MENYAKSIKAN TANDA-TANDA LAILATUL QADAR, BOLEHKAH MENYEBARKAN / MENCERITAKANNYA KEPADA ORANG LAIN?
Para pembaca yang dimuliakan Allah ﷻ. Dari hadits-hadits di atas bisa kita simpulkan bahwa tanda-tanda lailatul qadr adalah sebagai berikut:
1. Malam harinya tenang dengan kondisi hawa yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
2. Matahari di pagi harinya tidak menyilaukan mata.
3. Bisa jadi pada malam harinya turun hujan.
Maka apabila kita telah mengetahui tanda-tanda lailatul qadr yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ di atas. Di sini kemudian muncul sebuah pertanyaan; "Bolehkah kita menyebarkan tanda-tanda tersebut apabila ternyata pada suatu malam kita menjumpainya?"
Maka kita katakan; bahwa permasalahan ini pun ternyata telah dibahas oleh para ulama kita, di antaranya adalah apa yang disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه اللّه dalam kitabnya Fathul Bari menukilkan dari salah seorang ulama bermadzhab Syafi'i yang dikenal dengan As-Subki Al-Kabir رحمه اللّه.
Telah beristinbat As-Subki Al-Kabir رحمه اللّه dalam kitabnya Al-Halabiyaat bahwa dalam kisah ini (dilupakannya Rasulullah ﷺ terhadap jatuhnya Lailatul Qadar pent.) disukainya bagi seseorang untuk menyembunyikan tanda-tanda lailatul qadr yang dia lihat, kemudian beliau berkata:
Sisi pendalilan dari kisah tersebut (untuk disukainya menyembunyikan tanda-tanda yang terlihat pent.) bahwa Allah ﷻ menakdirkan bagi Nabi-Nya ﷺ untuk tidak mengabarkan tentang jatuhnya lailatul qadr, maka tentunya sebenar-benar kebaikan adalah apa-apa yang Allah ﷻ takdirkan bagi Nabi-Nya ﷺ. Atas dasar itu disukai bagi kita untuk mengikuti kebaikan tersebut.
Disebutkan pula dalam kitab Syarhul Manhaj bahwa Al-Imam Al-Hawi رحمه اللّه berkata;
"Hikmahnya adalah bahwa perkara tersebut pada hakikatnya merupakan karomah, dan karomah sudah sepantasnya untuk disembunyikan oleh pelakunya tanpa adanya perselisihan di antara ulama(tentang disukainya menyembunyikan karomah) dikarenakan beberapa alasan:
1. Dikhawatirkannya seseorang kehilangan karomah tersebut.
2. Dikhawatirkannya tertimpa rasa riya'.
3. Yang demikian bagian dari adab agar kita tidak tersibukkan dari bersyukur kepada Allah dengan menyibukkan diri pada perlombaan melihat tanda-tanda tersebut dan menyebarkannya kepada manusia.
4. Agar tidak menyebabkan orang lain menjadi iri terhadap dirinya.
Hal-hal ini didukung oleh ucapan Ya'qub kepada Yusuf عليهما السلام sebagaimana tertuang dalam firman Allah ﷻ:
قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ
"Ayahnya berkata: Wahai anakku janganlah engkau ceritakan mimpi tersebut kepada saudara-saudaramu" (QS. Yusuf : 5)
(mimpi beliau ketika melihat sebelas bintang dan matahari serta bulan sujud kepada beliau 'alaihissalam yang dimana tafsirnya adalah penghormatan saudara-saudara dan kedua orang tua beliau kepadanya 'alaihissalam_ pent.)"
Berkata pula Al-Mawardy Asy-Syafi'i :
“ويستحب لمن رأى ليلة القدر أن يكتمها، ويدعو بإخلاص نية وصحة يقين بما أوجب من دين ودنيا، ويكون أكثر دعائه لدينه وآخرته”
"Disukai bagi orang yang melihat tanda-tanda lailatul qadr untuk menyembunyikan dan tidak menyebarkannya serta berdoa dengan niat yang ikhlas dan keyakinan yang benar agar mendapatkan hal-hal yang menjadi konsekuensi dari dunia dan akhiratnya serta tentunya agar menjadikan doanya tersebut lebih diperbanyak untuk urusan agama dan akhiratnya."
🖋 Disusun Oleh : Al-Ustadz Abu Muhammad Musa حفظه اللّٰه | Diringkas dari Risalah Asy-Syaikh 'Ubaid Al-Jabiry yang berjudul Is'aaf Dzawil Bashiirah wal Bashar bit-Tahdzir min 'Amrin Khatir Yusyaa' Haula Lailatul Qadr
📄 Buletin Al-Faidah Edisi 13 Vol. 2 | Tahun-3 | 1438 H judul: "Untukmu Sang Perindu Seribu Bulan" @buletinalfaidah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com