::
🚇 TIGA MACAM KEBAHAGIAAN DALAM MENYAMBUT IEDUL FITHRI
🎙Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:
“Orang-orang bergembira dengan ‘Ied, dan mereka ada tiga macam:
YANG PERTAMA:
Ia bergembira dengan datangnya ‘Ied karena telah menunaikan bulan Ramadhan dengan puasa, shalat, qiyam(tarawih), dan tilawah Al-Qur’an.
Sehingga ia pun bahagia bahwa ia telah menyempurnakannya dalam menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan Allah jalla wa ‘alaa berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ ﴿٥٨﴾
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". Q.S. Yunus: 58.
▫Dengan kurnia Allah : Islam.
▫dan rahmat-Nya : Al-Qur’an.
Maka hendaknya berbahagialah kaum muslimin dengan dua nikmat ini dengan gembira ria dan terikat dengan ketaatan, itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
YANG KEDUA:
Seorang yang bergembira dengan penghujung bulan Ramadhan sebab ia bisa makan, minum, dan berbuka. Hal ini sesuatu yang tidak mengapa. Ini adalah kegembiraan yang mubah.
Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ فْطِره وَفَرْحَةٌ حِينَ لْقَاء رَبَّهُ
Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: gembira saat ia berbuka dan gembira kala bertemu Rabbnya. H.R. Muslim.
Ia bahagia saat berbuka dengan apa yang Allah bolehkan untuknya -yang awalnya ia dilarang darinya di siang hari , sementara ia menyukai atau butuh kepadanya- maka saat dibolehkan hal itu untuknya ia pun bergembira dengan keutamaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut. Ia juga mengenali nikmat Allah atasnya melalui makanan dan minuman ini yang awalnya dilarang untuknya, dan ia butuh kepadanya lalu dibolehkan baginya.
Maka tidak diragukan bahwa ia senang dengan hal tersebut, yang itu kegembiraan dari tabiat yang normal dan ia adalah kebahagiaan yang mubah.
YANG KETIGA:
Seorang yang senang dengan berakhirnya bulan Ramadhan agar ia kembali kepada perkara-perkara maksiat, dosa, kejelekan, kelalaian, dan menelantarkan shalat.
Maka ia laksana orang yang terpenjara di bulan ini. Dan sungguh ia telah bebas darinya dengan berakhirnya. Sehingga ia pun kembali kepada kesukaan-kesukaannya yang haram dan hawa nafsunya yang bergelimang dosa.
Dan kegembiraan ini adalah tercela.
Allah jalla wa ‘alaa berfirman:
وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ ﴿٢٦﴾
Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit. Q.S. Ar-Ra’d: 26.
Maka mereka ini bergembira hanya karena perut-perut mereka, laksana hewan-hewan ternak.
بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلاً ﴿٤٤﴾
bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). Q.S. Al-Furqaan: 44.
❗Mereka bergembira untuk syahwat perut, kemaluan, dan hawa nafsu mereka."
🌏 Petikan dari khutbah:
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/17876
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TIGA MACAM KEBAHAGIAAN DALAM MENYAMBUT IEDUL FITHRI
🎙Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:
“Orang-orang bergembira dengan ‘Ied, dan mereka ada tiga macam:
YANG PERTAMA:
Ia bergembira dengan datangnya ‘Ied karena telah menunaikan bulan Ramadhan dengan puasa, shalat, qiyam(tarawih), dan tilawah Al-Qur’an.
Sehingga ia pun bahagia bahwa ia telah menyempurnakannya dalam menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan Allah jalla wa ‘alaa berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ ﴿٥٨﴾
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". Q.S. Yunus: 58.
▫Dengan kurnia Allah : Islam.
▫dan rahmat-Nya : Al-Qur’an.
Maka hendaknya berbahagialah kaum muslimin dengan dua nikmat ini dengan gembira ria dan terikat dengan ketaatan, itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
YANG KEDUA:
Seorang yang bergembira dengan penghujung bulan Ramadhan sebab ia bisa makan, minum, dan berbuka. Hal ini sesuatu yang tidak mengapa. Ini adalah kegembiraan yang mubah.
Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ فْطِره وَفَرْحَةٌ حِينَ لْقَاء رَبَّهُ
Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: gembira saat ia berbuka dan gembira kala bertemu Rabbnya. H.R. Muslim.
Ia bahagia saat berbuka dengan apa yang Allah bolehkan untuknya -yang awalnya ia dilarang darinya di siang hari , sementara ia menyukai atau butuh kepadanya- maka saat dibolehkan hal itu untuknya ia pun bergembira dengan keutamaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut. Ia juga mengenali nikmat Allah atasnya melalui makanan dan minuman ini yang awalnya dilarang untuknya, dan ia butuh kepadanya lalu dibolehkan baginya.
Maka tidak diragukan bahwa ia senang dengan hal tersebut, yang itu kegembiraan dari tabiat yang normal dan ia adalah kebahagiaan yang mubah.
YANG KETIGA:
Seorang yang senang dengan berakhirnya bulan Ramadhan agar ia kembali kepada perkara-perkara maksiat, dosa, kejelekan, kelalaian, dan menelantarkan shalat.
Maka ia laksana orang yang terpenjara di bulan ini. Dan sungguh ia telah bebas darinya dengan berakhirnya. Sehingga ia pun kembali kepada kesukaan-kesukaannya yang haram dan hawa nafsunya yang bergelimang dosa.
Dan kegembiraan ini adalah tercela.
Allah jalla wa ‘alaa berfirman:
وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ ﴿٢٦﴾
Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit. Q.S. Ar-Ra’d: 26.
Maka mereka ini bergembira hanya karena perut-perut mereka, laksana hewan-hewan ternak.
بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلاً ﴿٤٤﴾
bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). Q.S. Al-Furqaan: 44.
❗Mereka bergembira untuk syahwat perut, kemaluan, dan hawa nafsu mereka."
🌏 Petikan dari khutbah:
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/17876
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 AMALAN SUNNAH YANG BANYAK DITINGGALKAN : DISUNNAHKAN SHALAT DUA RAKA'AT DI RUMAH SETELAH SHALAT 'IED
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ لاَ يُصَلِّي قَبْلَ الْعِيدِ شَيْئًا، فَإِذَا رَجَعَ إِلَى مَنْزِلِهِ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ
[ الحديث أخرجه ابن ماجه وأحمد وابن خزيمة والحاكم وصححه الحاكم ووافقه الذهبي وحسنه ابن حجر والألباني رحمهم الله قال الحاكم : هذه سنة عزيزة ]
"Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu dahulu Rasulullah ﷺ sama sekali tidak melakukan shalat sebelum (shalat) 'id, apabila Beliau pulang kerumahnya, Beliau shalat dua raka'at".
( HR. Ibnu Majah, Ahmad Ibnu khuzaimah dan Al-Hakim dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dan Al-Albani rahimahumullah)
Sumber:
http://bit.ly/311Dw6q
Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له | @alfudhail
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 AMALAN SUNNAH YANG BANYAK DITINGGALKAN : DISUNNAHKAN SHALAT DUA RAKA'AT DI RUMAH SETELAH SHALAT 'IED
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ لاَ يُصَلِّي قَبْلَ الْعِيدِ شَيْئًا، فَإِذَا رَجَعَ إِلَى مَنْزِلِهِ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ
[ الحديث أخرجه ابن ماجه وأحمد وابن خزيمة والحاكم وصححه الحاكم ووافقه الذهبي وحسنه ابن حجر والألباني رحمهم الله قال الحاكم : هذه سنة عزيزة ]
"Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu dahulu Rasulullah ﷺ sama sekali tidak melakukan shalat sebelum (shalat) 'id, apabila Beliau pulang kerumahnya, Beliau shalat dua raka'at".
( HR. Ibnu Majah, Ahmad Ibnu khuzaimah dan Al-Hakim dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dan Al-Albani rahimahumullah)
Sumber:
http://bit.ly/311Dw6q
Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له | @alfudhail
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 ORANG YANG TERLEWAT/TERLAMBAT TAKBIR-TAKBIR DALAM SHALAT ‘IED
[ Pertanyaan ]
“Apa hukumnya bagi orang yang terlewatkan/terlambat takbir-takbir dalam shalat Ied? Apakah dia harus menggantinya? Atau dia tetap menyempurnakannya (yakni langsung mengikuti imam, pen)? “
[ Jawab ]
“Orang yang terlewatkan/terlambat takbir-takbir tambahan pada shalat Ied, maka ia masuk mengikuti shalat imam pada rakaat tersebut dan ia TIDAK PERLU mengganti takbir-takbir yang sudah terlewatkan tadi. Karena takbir-takbir tadi adalah Sunnah yang ia terlewatkan waktunya.
❱ Namun, jika ia tertinggal satu rakaat penuh, maka ia mengganti rakaat tersebut lengkap dengan takbir-takbir tambahan sesuai yang dibimbingkan.
Wa billahi At-Taufiq, wa shalallahu ala Nabiyina Muhammad wa Alihi wa Sahbihi wa Sallam.
Al-Lajnah Ad-Daimah li al-Buhuts wa Al-Ifta | Fatwa nomor 16428
••••
www.manhajul-anbiya.net/orang-yang-terlewatterlambat-takbir-takbir-dalam-shalat-ied/
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
BAGAIMANA JIKA TERLAMBAT SHOLAT IED?
Kita tentunya berusaha dan berharap tidak terlambat sholat Ied. Namun jika qoddarallah terjadi keterlambatan, maka kita mengganti kekurangan sholat kita seperti tata cara sholat yg dilakukan Imam (termasuk takbir tambahan).
Hal ini sebagaimana dijelaskan para Ulama seperti Syaikh al-Albaniy dan Syaikh Sholih al-Fauzan dalam fatwanya.
Para Ulama menjelaskan bahwa takbir tambahan itu adalah Sunnah (bukan rukun ataupun wajib). Sehingga kalaupun tidak dilakukan, sholatnya tetap sah namun terlewatkan dari keutamaan.
❱ Orang yg tertinggal dari sholat Ied tersebut ada pilihan utk mengerjakan sendiri atau berjamaah (al-Mughniy libni Qudamah)
Wallaahu A'lam bisshowaab
••••
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafidzahullah | WA al I'tishom
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 ORANG YANG TERLEWAT/TERLAMBAT TAKBIR-TAKBIR DALAM SHALAT ‘IED
[ Pertanyaan ]
“Apa hukumnya bagi orang yang terlewatkan/terlambat takbir-takbir dalam shalat Ied? Apakah dia harus menggantinya? Atau dia tetap menyempurnakannya (yakni langsung mengikuti imam, pen)? “
[ Jawab ]
“Orang yang terlewatkan/terlambat takbir-takbir tambahan pada shalat Ied, maka ia masuk mengikuti shalat imam pada rakaat tersebut dan ia TIDAK PERLU mengganti takbir-takbir yang sudah terlewatkan tadi. Karena takbir-takbir tadi adalah Sunnah yang ia terlewatkan waktunya.
❱ Namun, jika ia tertinggal satu rakaat penuh, maka ia mengganti rakaat tersebut lengkap dengan takbir-takbir tambahan sesuai yang dibimbingkan.
Wa billahi At-Taufiq, wa shalallahu ala Nabiyina Muhammad wa Alihi wa Sahbihi wa Sallam.
Al-Lajnah Ad-Daimah li al-Buhuts wa Al-Ifta | Fatwa nomor 16428
••••
www.manhajul-anbiya.net/orang-yang-terlewatterlambat-takbir-takbir-dalam-shalat-ied/
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
BAGAIMANA JIKA TERLAMBAT SHOLAT IED?
Kita tentunya berusaha dan berharap tidak terlambat sholat Ied. Namun jika qoddarallah terjadi keterlambatan, maka kita mengganti kekurangan sholat kita seperti tata cara sholat yg dilakukan Imam (termasuk takbir tambahan).
Hal ini sebagaimana dijelaskan para Ulama seperti Syaikh al-Albaniy dan Syaikh Sholih al-Fauzan dalam fatwanya.
Para Ulama menjelaskan bahwa takbir tambahan itu adalah Sunnah (bukan rukun ataupun wajib). Sehingga kalaupun tidak dilakukan, sholatnya tetap sah namun terlewatkan dari keutamaan.
❱ Orang yg tertinggal dari sholat Ied tersebut ada pilihan utk mengerjakan sendiri atau berjamaah (al-Mughniy libni Qudamah)
Wallaahu A'lam bisshowaab
••••
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafidzahullah | WA al I'tishom
▫️▫️▫️▫️▫️
Manhajul Anbiya
ORANG YANG TERLEWAT/TERLAMBAT TAKBIR-TAKBIR DALAM SHALAT 'IED - Manhajul Anbiya
Pertanyaan: “Apa hukumnya bagi orang yang terlewatkan/terlambat takbir-takbir dalam shalat Ied? Apakah dia harus menggantinya? Atau dia tetap menyempurnakannya (yakni langsung mengikuti imam, pen)? “ Jawab : “Orang yang terlewatkan/terlambat takbir-takbir…
::
🚇 AL-IEDIYYAH : HUKUM MEMBERI UANG KEPADA ANAK-ANAK KETIKA IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA
[ Pertanyaan ]
"Di keluarga kami, ada anak-anak kecil yang menurut kebiasaan di negeri kami, kami memberi mereka pada hari Ied, baik Iedul Fitri maupun Iedul Adh-ha, sesuatu yang dinamai "Al-Iediyyah", yakni sejumlah kecil uang.
Hal ini bertujuan untuk menimbulkan kegembiraan dalam hati mereka.
Apakah "Al-Iediyyah" semisal ini termasuk bid'ah ataukah tidak mengapa untuk dilakukan?
Sampaikanlah faidah kepada kami, semoga Allah menambahkan faedah bagi Anda..
[ Jawab ]
❱ Yang demikian itu TIDAK MENGAPA, bahkan hal itu termasuk kebiasaan yang BAIK.
❞ Membangkitkan kegembiraan kepada muslim yang lain, baik orang dewasa maupun anak kecil, ini adalah sebuah perbuatan yang dianjurkan oleh syariat yang suci ini.
Wa billaahit taufiq. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi kita, Muhammad, kepada keluarga dan sahabat beliau.
Al-Lajnah Ad-Daimah Li al-Buhuts Al-'Ilmiyah wa al-Ifta'
Ketua: 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz
(Fatwa no. 20195)
@ManhajulAnbiya
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 AL-IEDIYYAH : HUKUM MEMBERI UANG KEPADA ANAK-ANAK KETIKA IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA
[ Pertanyaan ]
"Di keluarga kami, ada anak-anak kecil yang menurut kebiasaan di negeri kami, kami memberi mereka pada hari Ied, baik Iedul Fitri maupun Iedul Adh-ha, sesuatu yang dinamai "Al-Iediyyah", yakni sejumlah kecil uang.
Hal ini bertujuan untuk menimbulkan kegembiraan dalam hati mereka.
Apakah "Al-Iediyyah" semisal ini termasuk bid'ah ataukah tidak mengapa untuk dilakukan?
Sampaikanlah faidah kepada kami, semoga Allah menambahkan faedah bagi Anda..
[ Jawab ]
❱ Yang demikian itu TIDAK MENGAPA, bahkan hal itu termasuk kebiasaan yang BAIK.
❞ Membangkitkan kegembiraan kepada muslim yang lain, baik orang dewasa maupun anak kecil, ini adalah sebuah perbuatan yang dianjurkan oleh syariat yang suci ini.
Wa billaahit taufiq. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi kita, Muhammad, kepada keluarga dan sahabat beliau.
Al-Lajnah Ad-Daimah Li al-Buhuts Al-'Ilmiyah wa al-Ifta'
Ketua: 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz
(Fatwa no. 20195)
@ManhajulAnbiya
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 LEBARAN ITU BUKANLAH MILIK ORANG YANG MEMILIKI BAJU DAN PAKAIAN BARU SEMATA
Betapa indah kata-kata Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah dalam sya'irnya:
لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ،
إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْدُ،
لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ تَجَمَّلَ بِاللِبَاسِ وَالرُكُوْبِ،
إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُنُوْبُ،
Hari Raya itu bukanlah milik orang yang berpakaian baru,
Akan tetapi Hari Raya itu, milik orang yang ketaatannya bertambah..
Dan bukanlah Hari Raya itu milik orang yang berhias dengan pakaian yang indah dan kendaraannya mewah,
Tetapi Hari Raya itu adalah milik orang yang telah diampuni baginya dosa-dosanya..
▫️▫️▫️▫️▫️
Bagaimana air mata seorang Mukmin tidak mengalir atas perpisahan dengan bulan Ramadhan,
Sedang dia tidak mengetahui Apakah masih tersisa lagi umurnya untuk kembali pada Ramadhan yang akan datang..?
📚Lathaiful Ma’arif karya Al Imam Ibnu Rajab Al Hambaliy | @ForumSalafyPurbalingga
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 LEBARAN ITU BUKANLAH MILIK ORANG YANG MEMILIKI BAJU DAN PAKAIAN BARU SEMATA
Betapa indah kata-kata Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah dalam sya'irnya:
لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ،
إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْدُ،
لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ تَجَمَّلَ بِاللِبَاسِ وَالرُكُوْبِ،
إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُنُوْبُ،
Hari Raya itu bukanlah milik orang yang berpakaian baru,
Akan tetapi Hari Raya itu, milik orang yang ketaatannya bertambah..
Dan bukanlah Hari Raya itu milik orang yang berhias dengan pakaian yang indah dan kendaraannya mewah,
Tetapi Hari Raya itu adalah milik orang yang telah diampuni baginya dosa-dosanya..
▫️▫️▫️▫️▫️
Bagaimana air mata seorang Mukmin tidak mengalir atas perpisahan dengan bulan Ramadhan,
Sedang dia tidak mengetahui Apakah masih tersisa lagi umurnya untuk kembali pada Ramadhan yang akan datang..?
📚Lathaiful Ma’arif karya Al Imam Ibnu Rajab Al Hambaliy | @ForumSalafyPurbalingga
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 TATA CARA PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWAL : APAKAH HARUS LANGSUNG DAN BERTURUT-TURUT?
Fadhilatus Syaikh al-Allamah al-Utsaimin rahimahullah
[ Pertanyaan ]
Mana yang lebih utama puasa enam hari berturut-turut atau terpisah?
[ Jawaban ]
Lebih utama (apabila) puasa enam hari di bulan Syawwal dilakukan secara berturut-turut dan dilakukan langsung setelah hari Idul Fitri.
Karena yang demikian ini merupakan upaya untuk bersegera melakukan kebaikan.
❱ Namun tidak mengapa ditunda permulaan puasanya dari hari kedua bulan Syawal.Tidak masalah pula seseorang melakukannya secara terpisah hingga akhir bulan.
Ini berdasarkan keumuman sabda Beliau ﷺ,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Siapa saja yang puasa Ramadhan lalu mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah dia puasa sepanjang tahun."
❞ Dalam hadis ini Nabi ﷺ tidak mempersyaratkan harus berturut-turut puasanya dan tidak pula harus langsung setelah Ramadhan.
📚 Sumber :
Silsilah Fatawa Nur 'alad Darb kaset nomor 239 |@KajianIslamTemanggung
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KAPAN MULAI PUASA 6 HARI BULAN SYAWWAL?
Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta`
[ Pertanyaan ]
Apakah puasa 6 hari di bulan Syawwal harus dilakukan setelah Ramadhan, langsung setelah hari ied? Atau apakah boleh setelah beberapa hari setelahnya?dengan berturut-turut atau tidak?
[ Jawaban ]
Tidak mengharuskan setelah hari 'ied secara langsung. Namun diperbolehkan untuk memulai puasanya baik setelah hari 'ied atau beberapa hari setelahnya.
❱ Boleh dengan puasa berturut-turut atau terpisah-pisah selama (masih) di bulan Syawwal, sesuai yang mudah baginya.
❞ Maka perkaranya longgar, dan bukan termasuk puasa wajib namun sunnah saja.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
https://t.co/edzWJDBNLD |
@ForumSalafyPurbalingga
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TATA CARA PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWAL : APAKAH HARUS LANGSUNG DAN BERTURUT-TURUT?
Fadhilatus Syaikh al-Allamah al-Utsaimin rahimahullah
[ Pertanyaan ]
Mana yang lebih utama puasa enam hari berturut-turut atau terpisah?
[ Jawaban ]
Lebih utama (apabila) puasa enam hari di bulan Syawwal dilakukan secara berturut-turut dan dilakukan langsung setelah hari Idul Fitri.
Karena yang demikian ini merupakan upaya untuk bersegera melakukan kebaikan.
❱ Namun tidak mengapa ditunda permulaan puasanya dari hari kedua bulan Syawal.Tidak masalah pula seseorang melakukannya secara terpisah hingga akhir bulan.
Ini berdasarkan keumuman sabda Beliau ﷺ,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Siapa saja yang puasa Ramadhan lalu mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah dia puasa sepanjang tahun."
❞ Dalam hadis ini Nabi ﷺ tidak mempersyaratkan harus berturut-turut puasanya dan tidak pula harus langsung setelah Ramadhan.
📚 Sumber :
Silsilah Fatawa Nur 'alad Darb kaset nomor 239 |@KajianIslamTemanggung
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KAPAN MULAI PUASA 6 HARI BULAN SYAWWAL?
Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta`
[ Pertanyaan ]
Apakah puasa 6 hari di bulan Syawwal harus dilakukan setelah Ramadhan, langsung setelah hari ied? Atau apakah boleh setelah beberapa hari setelahnya?dengan berturut-turut atau tidak?
[ Jawaban ]
Tidak mengharuskan setelah hari 'ied secara langsung. Namun diperbolehkan untuk memulai puasanya baik setelah hari 'ied atau beberapa hari setelahnya.
❱ Boleh dengan puasa berturut-turut atau terpisah-pisah selama (masih) di bulan Syawwal, sesuai yang mudah baginya.
❞ Maka perkaranya longgar, dan bukan termasuk puasa wajib namun sunnah saja.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
https://t.co/edzWJDBNLD |
@ForumSalafyPurbalingga
▫️▫️▫️▫️▫️
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
Ⓜ MANA YANG HARUS DIDAHULUKAN: MENGQADHA HUTANG PUASA RAMADHAN ATAU BERPUASA SUNNAH 6 HARI SYAWWAL?
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:02:21
◙ Ukuran file 444 KB
@soalwajawab
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
Ⓜ MANA YANG HARUS DIDAHULUKAN: MENGQADHA HUTANG PUASA RAMADHAN ATAU BERPUASA SUNNAH 6 HARI SYAWWAL?
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:02:21
◙ Ukuran file 444 KB
@soalwajawab
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 MANA YANG DIDAHULUKAN, PUASA SYAWAL DULU ATAU MENGQADHA` HUTANG PUASA?
🎙 Asy-Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Muqbil Ibn Hadi Al-Wadi'i rahimahullah
[ Pertanyaan ]
Apakah boleh puasa enam hari pada bulan Syawal sebelum dia mengqadha' (mengganti) hari-hari yang dia tidak berpuasa di bulan Ramadhan?
[ Jawaban ]
Kalau dia mampu untuk mengqadha' hari-hari yang dia tinggalkan di bulan Ramadhan kemudian setelah itu dia puasa enam hari pada bulan Syawal,
Maka ini bagus..
Namun jika dia tidak mampu untuk (menggabungkan di bulan Syawal) puasa ini (qadha')dan ini (puasa Syawal), maka boleh baginya untuk puasa enam hari pada bulan Syawal terlebih dahulu yang Nabi ﷺ menyatakan tentang (keutamaan)nya..
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فكَانَما كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa yang puasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari dari bulan Syawal maka seakan akan dia puasa setahun penuh".
Kenapa kita katakan ini?
❞ Karena untuk mengqadha', waktunya adalah luas (boleh di bulan Syawwal dan diluar bulan Syawwal) berbeda dengan puasa enam hari Syawwal.
Adapun puasa enam hari syawwal maka dikerjakan hanya di bulan Syawal.
Adapun waktu qadha' maka telah datang riwayat dari Aisyah (istri Rasulullah) radhiyallahu 'anha beliau mengatakan,
ما كنت أقضي إلا في شعبان
"Dahulu aku tidak mengqadha' kecuali di bulan sya'ban".
Dikarenakan kesibukan beliau radhiyallahu 'anha dalam melayani Rasulullah ﷺ.
Sumber:
http://muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2278
Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له | @alfudhail
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MANA YANG DIDAHULUKAN, PUASA SYAWAL DULU ATAU MENGQADHA` HUTANG PUASA?
🎙 Asy-Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Muqbil Ibn Hadi Al-Wadi'i rahimahullah
[ Pertanyaan ]
Apakah boleh puasa enam hari pada bulan Syawal sebelum dia mengqadha' (mengganti) hari-hari yang dia tidak berpuasa di bulan Ramadhan?
[ Jawaban ]
Kalau dia mampu untuk mengqadha' hari-hari yang dia tinggalkan di bulan Ramadhan kemudian setelah itu dia puasa enam hari pada bulan Syawal,
Maka ini bagus..
Namun jika dia tidak mampu untuk (menggabungkan di bulan Syawal) puasa ini (qadha')dan ini (puasa Syawal), maka boleh baginya untuk puasa enam hari pada bulan Syawal terlebih dahulu yang Nabi ﷺ menyatakan tentang (keutamaan)nya..
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فكَانَما كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa yang puasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari dari bulan Syawal maka seakan akan dia puasa setahun penuh".
Kenapa kita katakan ini?
❞ Karena untuk mengqadha', waktunya adalah luas (boleh di bulan Syawwal dan diluar bulan Syawwal) berbeda dengan puasa enam hari Syawwal.
Adapun puasa enam hari syawwal maka dikerjakan hanya di bulan Syawal.
Adapun waktu qadha' maka telah datang riwayat dari Aisyah (istri Rasulullah) radhiyallahu 'anha beliau mengatakan,
ما كنت أقضي إلا في شعبان
"Dahulu aku tidak mengqadha' kecuali di bulan sya'ban".
Dikarenakan kesibukan beliau radhiyallahu 'anha dalam melayani Rasulullah ﷺ.
Sumber:
http://muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2278
Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له | @alfudhail
▫️▫️▫️▫️▫️
www.muqbel.net
هل يجوز صيام ستة أيام من شوال قبل أن يقض الأيام التي أفطرها في رمضان ؟ | فتاوى الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله