::
🚇 TAREKAT TIJANIYAH & ZIKIR DENGAN LAFADZ “HUWA” ATAU “ALLOH”
Pertanyaan:
Di tempat kami ada orang-orang tarekat Tijaniyah. Mereka berkumpul setiap Jumat dan Senin dengan berzikir. Mereka berkata di akhir zikir, الله الله dengan suara yang keras. Apa hukum syariat terhadap amalan mereka?
Jawaban:
Tarekat tijaniyah adalah tarekat yang bid’ah dan tarekat yang batil. Pada tarekat tersebut banyak kekufuran yang tidak boleh diikuti, bahkan wajib ditinggalkan.
Kami wasiatkan kepada para pengikut tarekat ini untuk meninggalkannya dan mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu jalan yang telah dilalui oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan yang mereka terima dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam; kemudian diterima dari para sahabat oleh imam-imam agama ini, seperti al-Imam Malik, al-Imam Syafi’i, Abu Hanifah, Ahmad, Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, ats-Tsauri, dan ulama selain mereka rahimahumullah.
Mereka menerimanya dan berjalan di atasnya, dan Ahlus Sunnah berjalan di atasnya pula; yaitu mentauhidkan Allah Subhanahu wata’ala dalam ibadah kepada-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, haji ke baitullah, serta menaati perintah-perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan meninggalkan larangannya.
Inilah jalan yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun tarekat sufi, wajib untuk ditinggalkan….
(Fatawa Nurun ‘Ala Darb, diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abdurrahman Mubarok _ Asy Asyariah ed. 088 )
••••
https://problematikaumat.com/hukum-zikir-dengan-membaca-hua-atau-alloh/
🚇 TAREKAT TIJANIYAH & ZIKIR DENGAN LAFADZ “HUWA” ATAU “ALLOH”
Pertanyaan:
Di tempat kami ada orang-orang tarekat Tijaniyah. Mereka berkumpul setiap Jumat dan Senin dengan berzikir. Mereka berkata di akhir zikir, الله الله dengan suara yang keras. Apa hukum syariat terhadap amalan mereka?
Jawaban:
Tarekat tijaniyah adalah tarekat yang bid’ah dan tarekat yang batil. Pada tarekat tersebut banyak kekufuran yang tidak boleh diikuti, bahkan wajib ditinggalkan.
Kami wasiatkan kepada para pengikut tarekat ini untuk meninggalkannya dan mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu jalan yang telah dilalui oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan yang mereka terima dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam; kemudian diterima dari para sahabat oleh imam-imam agama ini, seperti al-Imam Malik, al-Imam Syafi’i, Abu Hanifah, Ahmad, Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, ats-Tsauri, dan ulama selain mereka rahimahumullah.
Mereka menerimanya dan berjalan di atasnya, dan Ahlus Sunnah berjalan di atasnya pula; yaitu mentauhidkan Allah Subhanahu wata’ala dalam ibadah kepada-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, haji ke baitullah, serta menaati perintah-perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan meninggalkan larangannya.
Inilah jalan yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun tarekat sufi, wajib untuk ditinggalkan….
(Fatawa Nurun ‘Ala Darb, diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abdurrahman Mubarok _ Asy Asyariah ed. 088 )
••••
https://problematikaumat.com/hukum-zikir-dengan-membaca-hua-atau-alloh/
Problematika Umat
Hukum Zikir dengan Membaca "Huwa" atau "Alloh" - Problematika Umat
Pertanyaan: Di tempat kami ada orang-orang tarekat Tijaniyah. Mereka berkumpul setiap Jumat dan Senin dengan berzikir. Mereka berkata di akhir zikir, الله الله dengan suara yang keras. Apa hukum syariat terhadap amalan mereka? Jawaban: Tarekat tijaniyah adalah…
::
🚇 HUKUM MENDENGAR MUROTTAL QORI MISYARI RASYID AL-AFASI/AL-EFASY & ALI AL-HUDZAIFI
Sebuah pertanyaan pernah diajukan kepada asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah:
“Apa hukum mendengar dzikir pagi-petang yang dikemas dalam suara merdu/nyanyian. Seperti kaset yang telah beredar di pasaran dengan suara Misyari al-’Afasi?”
Jawaban:
”Misyari al-’Afasi termasuk orang-orang yang terfitnah dengan cara-cara shufiyyah. Oleh karena itu, dia melakukan cara-cara nasyid yang diiringi video klip. Orang seperti dia tidak boleh didengarkan.
وعليكم بالقراء من السلفيين مثل الشيخ علي الحذيفي
Hendaknya kalian mendengarkan para qari dari kalangan salafiyyin, seperti asy-Syaikh ‘Ali al-Hudzaifi.”
📅 Sabtu, 8 Jumadil Akhir 1428H | Sumber http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=103812
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
هذا سؤال وُجِّه للشيخ عبيد الجابري - حفظه الله :-
ماحكم الاستماع لأذكار الصباح والمساء بأسلوب مطرب مثل الشريط المتداول الآن في الاسواق لمشاري العفاسي ؟
مشاري العفاسي من المفتونين بمسلك المتصوفة ولهذا فإنه ينتهج الأناشيد المصحوبة بالتمثيل ومثله لايجوزالاستماع إليه وعليكم بالقراء من السلفيين مثل الشيخ علي الحذيفي.
📅 السبت /8 جماد الآخرة /1428
📝 Disusun dan diterjemahkan oleh: al-Ustadz Abu 'Amr Ahmad Alfian hafizhahullah.
📑 http://mahad-assalafy.com/2013/07/17/fatwa-hukum-mendengar-murottal-musyari // WA Al-I'tishom
🚇 TENTANG QORI ABDUL BASITH ABDUSH SHOMAD, MUHAMMAD SHIDDIQ AL-MINSHAWY & MUHAMMAD KHALIL AL-HUSHARY
💥سؤال العلامة عبيد الجابري - حفظه الله - عن حال بعض القراء :
🔸عبد الباسط عبد الصمد .
🔸محمد صديق المنشاوي .
🔸محمد خليل الحصري .
❓وهل يجوز الإقتداء بهم واتخاذهم قدوة ؟
Soal : Bagaimana keadaan para qurra berikut ini :
1.Abdul Basith Abdush Shamad
2.Muhammad Shiddiq Al Minsyawi
3.Muhammad Khalil Al Hushary
Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri hafizhahulloh menjawab :
Kami tidak mengenal mereka.
Kami hanya mengetahui mereka adalah qurra'. Sebatas itu saja.
Namun yang nampak bagi saya, bacaan yang lurus dan tidak ada takalluf terutama bacaan mushaf murattal (rekaman bacaan yang disandarkan kepada mushaf) - dari ketiga qurra di atas - adalah bacaan Muhammad Shiddiq Al Minsyawi.
Maka dari itu saya anjurkan Anda mendengarkan bacaannya dan mengoleksinya..
Namun.. ini bukanlah penilaian akan Manhaj orang ini. Bukan pujian bahwa manhajnya lurus, aqidahnya juga lurus. Bukan ...!
☝️Ini hanya penilaian saya terhadap bacaannya. Sedangkan aqidahnya dan manhajnya, itu adalah perihal yang tidak saya ketahui.
🌐 Sumber artikel:
الجرح والتعديل
@KajianIslamTemanggung
🚇 HUKUM MENDENGAR MUROTTAL QORI MISYARI RASYID AL-AFASI/AL-EFASY & ALI AL-HUDZAIFI
Sebuah pertanyaan pernah diajukan kepada asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah:
“Apa hukum mendengar dzikir pagi-petang yang dikemas dalam suara merdu/nyanyian. Seperti kaset yang telah beredar di pasaran dengan suara Misyari al-’Afasi?”
Jawaban:
”Misyari al-’Afasi termasuk orang-orang yang terfitnah dengan cara-cara shufiyyah. Oleh karena itu, dia melakukan cara-cara nasyid yang diiringi video klip. Orang seperti dia tidak boleh didengarkan.
وعليكم بالقراء من السلفيين مثل الشيخ علي الحذيفي
Hendaknya kalian mendengarkan para qari dari kalangan salafiyyin, seperti asy-Syaikh ‘Ali al-Hudzaifi.”
📅 Sabtu, 8 Jumadil Akhir 1428H | Sumber http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=103812
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
هذا سؤال وُجِّه للشيخ عبيد الجابري - حفظه الله :-
ماحكم الاستماع لأذكار الصباح والمساء بأسلوب مطرب مثل الشريط المتداول الآن في الاسواق لمشاري العفاسي ؟
مشاري العفاسي من المفتونين بمسلك المتصوفة ولهذا فإنه ينتهج الأناشيد المصحوبة بالتمثيل ومثله لايجوزالاستماع إليه وعليكم بالقراء من السلفيين مثل الشيخ علي الحذيفي.
📅 السبت /8 جماد الآخرة /1428
📝 Disusun dan diterjemahkan oleh: al-Ustadz Abu 'Amr Ahmad Alfian hafizhahullah.
📑 http://mahad-assalafy.com/2013/07/17/fatwa-hukum-mendengar-murottal-musyari // WA Al-I'tishom
🚇 TENTANG QORI ABDUL BASITH ABDUSH SHOMAD, MUHAMMAD SHIDDIQ AL-MINSHAWY & MUHAMMAD KHALIL AL-HUSHARY
💥سؤال العلامة عبيد الجابري - حفظه الله - عن حال بعض القراء :
🔸عبد الباسط عبد الصمد .
🔸محمد صديق المنشاوي .
🔸محمد خليل الحصري .
❓وهل يجوز الإقتداء بهم واتخاذهم قدوة ؟
Soal : Bagaimana keadaan para qurra berikut ini :
1.Abdul Basith Abdush Shamad
2.Muhammad Shiddiq Al Minsyawi
3.Muhammad Khalil Al Hushary
Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri hafizhahulloh menjawab :
Kami tidak mengenal mereka.
Kami hanya mengetahui mereka adalah qurra'. Sebatas itu saja.
Namun yang nampak bagi saya, bacaan yang lurus dan tidak ada takalluf terutama bacaan mushaf murattal (rekaman bacaan yang disandarkan kepada mushaf) - dari ketiga qurra di atas - adalah bacaan Muhammad Shiddiq Al Minsyawi.
Maka dari itu saya anjurkan Anda mendengarkan bacaannya dan mengoleksinya..
Namun.. ini bukanlah penilaian akan Manhaj orang ini. Bukan pujian bahwa manhajnya lurus, aqidahnya juga lurus. Bukan ...!
☝️Ini hanya penilaian saya terhadap bacaannya. Sedangkan aqidahnya dan manhajnya, itu adalah perihal yang tidak saya ketahui.
🌐 Sumber artikel:
الجرح والتعديل
@KajianIslamTemanggung
::
🚇 HAKIKAT KEBERANIAN
🎙 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
" Dan penopang asy-syajaa'ah (keberanian) adalah kesabaran yang terkandung di dalamnya kekuatan dan ketegaran hati.
Oleh karenanya Allah Ta’ala berfirman:
كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿٢٤٩﴾
"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."
[Q.S. Al-Baqarah : 249.]
Dan Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ ﴿٤٥﴾ وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿٤٦﴾
045. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
046. Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
[Q.S. Al-Anfaal: 45 – 46]
Dan asy-syajaa'ah (keberanian) itu bukanlah kuatnya fisik.
👉🏻 Karena terkadang seseorang kuat jasmani namun lemah hatinya.
Tidak lain keberanian itu adalah KUAT DAN KOKOHNYA HATI."
📖 Al-Amr bil Ma'ruf wan Nahy 'anil Munkar, Ibnu Taimiyah, hal. 40.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 HAKIKAT KEBERANIAN
🎙 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
" Dan penopang asy-syajaa'ah (keberanian) adalah kesabaran yang terkandung di dalamnya kekuatan dan ketegaran hati.
Oleh karenanya Allah Ta’ala berfirman:
كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿٢٤٩﴾
"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."
[Q.S. Al-Baqarah : 249.]
Dan Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ ﴿٤٥﴾ وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿٤٦﴾
045. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
046. Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
[Q.S. Al-Anfaal: 45 – 46]
Dan asy-syajaa'ah (keberanian) itu bukanlah kuatnya fisik.
👉🏻 Karena terkadang seseorang kuat jasmani namun lemah hatinya.
Tidak lain keberanian itu adalah KUAT DAN KOKOHNYA HATI."
📖 Al-Amr bil Ma'ruf wan Nahy 'anil Munkar, Ibnu Taimiyah, hal. 40.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
::
🚇 ANAK PEREMPUAN YANG MASIH KECIL DALAM SHAF LAKI-LAKI
Ada seorang bapak yang mengajak anak perempuan yang masih kecil untuk sholat dan ikut dalam barisan shaf laki-laki.
Apakah hal ini diperbolehkan?
Dijawab oleh Al-Ustadz Muhammad as-Sarbini حفظه الله:
Tentu saja tidak boleh. Jika anak wanita itu belum mumayyiz (belum 7 tahun) dia memutus shaf, karena shalatnya tidak sah.
Mestinya dia letakkan di depanya untuk menjaganya, tidak masuk shaf.
Jika sudah mumayyiz, seharusnya dia shalat di shaf wanita !
Wallahu a'lam.
••••
📔Dikutip Dari :
Majalah Asy Syariah
Edisi 110 vol. X/1436H Halaman 42
www.tanyajawab.asysyariah.com
🌏 @Riyadhussalafiyyin
🚇 ANAK PEREMPUAN YANG MASIH KECIL DALAM SHAF LAKI-LAKI
Ada seorang bapak yang mengajak anak perempuan yang masih kecil untuk sholat dan ikut dalam barisan shaf laki-laki.
Apakah hal ini diperbolehkan?
Dijawab oleh Al-Ustadz Muhammad as-Sarbini حفظه الله:
Tentu saja tidak boleh. Jika anak wanita itu belum mumayyiz (belum 7 tahun) dia memutus shaf, karena shalatnya tidak sah.
Mestinya dia letakkan di depanya untuk menjaganya, tidak masuk shaf.
Jika sudah mumayyiz, seharusnya dia shalat di shaf wanita !
Wallahu a'lam.
••••
📔Dikutip Dari :
Majalah Asy Syariah
Edisi 110 vol. X/1436H Halaman 42
www.tanyajawab.asysyariah.com
🌏 @Riyadhussalafiyyin
::
🚇 BELAJAR AGAMA TIDAK PUNYA IJAZAH TAKUT MASA DEPAN SURAM
Soal:
Bagaimana masa depan anak saya apabila dia hanya sibuk belajar agama, belajar Al Quran dan Hadits, belajar fikih, tafsir di masjid. Urusan ma’isyah (pekerjaan) dunianya bagaimana ustadz Sementara anak tidak punya ijazah?
Dijawab Oleh Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc. hafizhahulloh:
◾️Pertama, bersyukurlah anda kepada Alloh saat melihat putra putri anda diberi taufiq untuk menempuh jalan-jalan mendapatkan ilmu Al Quran dan As Sunnah.
Wajib bagi anda bersyukur manakala anda dapatkan sang buah hati menekuni jalan salaf dalam mengumpulkan warisan nabi yaitu ilmu. Warisan mereka bukan dinar (emas) bukan pula dirham (perak), yang mereka wariskan adalah ilmu, Al Kitab dan As Sunnah.
◾️Kedua, wajib bagi anda meyakini bahwa Alloh tidak akan mengingkari janji-Nya. Diantara janji Alloh bagi para penuntut ilmu adalah hadits Muawiyah bin Abi Sufyan dalam riwayat Al Bukhori dan Muslim. Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barangsiapa Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh akan jadikan dia faqih (memahami) agama” (Muttafaqun’alaihi)
Kebaikan dalam hadits ini umum, mencakup kebaikan dunia dan akherat.
Jika anak anda faqih terhadap agama, akan baik dunia dan akheratnya, akan baik jasad dan ruhnya, akan baik ucapannya, perbuatannya dan keyakinannya, akan baik keluarga, anak-anaknya dan hartanya.
Maka tidak selayaknya bagi seorang yang beriman mengkhawatirkan dunia seorang yang sibuk membela agama Alloh dengan mempelajari Al Kitab dan as Sunnah.
◾️Ketiga, masalah rejeki Alloh telah menjamin. hewan yang tidak berakal saja tidak pernah luput dari rejeki Alloh. Bayi yang lahir tanpa ijazah diberi rejeki oleh Alloh.
Semut-semut yang lemah juga diberi rejeki Alloh, bahkan rejekinya lebih besar dari badannya, lihatlah semut -semut yang membawa potongan roti yang lebih besar dan lebih berat dari tubuhnya.
Berprasangka baiklah kepada Alloh dan yakinlah bahwà anak anda akan dimuliakan dengan ilmu Al Kitab dan assunnah. Allohu a’lam.
••••
https://problematikaumat.com/belajar-agama-tidak-punya-ijazah-takut-masa-depan-suram/
🚇 BELAJAR AGAMA TIDAK PUNYA IJAZAH TAKUT MASA DEPAN SURAM
Soal:
Bagaimana masa depan anak saya apabila dia hanya sibuk belajar agama, belajar Al Quran dan Hadits, belajar fikih, tafsir di masjid. Urusan ma’isyah (pekerjaan) dunianya bagaimana ustadz Sementara anak tidak punya ijazah?
Dijawab Oleh Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc. hafizhahulloh:
◾️Pertama, bersyukurlah anda kepada Alloh saat melihat putra putri anda diberi taufiq untuk menempuh jalan-jalan mendapatkan ilmu Al Quran dan As Sunnah.
Wajib bagi anda bersyukur manakala anda dapatkan sang buah hati menekuni jalan salaf dalam mengumpulkan warisan nabi yaitu ilmu. Warisan mereka bukan dinar (emas) bukan pula dirham (perak), yang mereka wariskan adalah ilmu, Al Kitab dan As Sunnah.
◾️Kedua, wajib bagi anda meyakini bahwa Alloh tidak akan mengingkari janji-Nya. Diantara janji Alloh bagi para penuntut ilmu adalah hadits Muawiyah bin Abi Sufyan dalam riwayat Al Bukhori dan Muslim. Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barangsiapa Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh akan jadikan dia faqih (memahami) agama” (Muttafaqun’alaihi)
Kebaikan dalam hadits ini umum, mencakup kebaikan dunia dan akherat.
Jika anak anda faqih terhadap agama, akan baik dunia dan akheratnya, akan baik jasad dan ruhnya, akan baik ucapannya, perbuatannya dan keyakinannya, akan baik keluarga, anak-anaknya dan hartanya.
Maka tidak selayaknya bagi seorang yang beriman mengkhawatirkan dunia seorang yang sibuk membela agama Alloh dengan mempelajari Al Kitab dan as Sunnah.
◾️Ketiga, masalah rejeki Alloh telah menjamin. hewan yang tidak berakal saja tidak pernah luput dari rejeki Alloh. Bayi yang lahir tanpa ijazah diberi rejeki oleh Alloh.
Semut-semut yang lemah juga diberi rejeki Alloh, bahkan rejekinya lebih besar dari badannya, lihatlah semut -semut yang membawa potongan roti yang lebih besar dan lebih berat dari tubuhnya.
Berprasangka baiklah kepada Alloh dan yakinlah bahwà anak anda akan dimuliakan dengan ilmu Al Kitab dan assunnah. Allohu a’lam.
••••
https://problematikaumat.com/belajar-agama-tidak-punya-ijazah-takut-masa-depan-suram/
Problematika Umat
Belajar Agama Tidak Punya Ijazah Takut Masa depan Suram - Problematika Umat
Soal: Bagaimana masa depan anak saya apabila dia hanya sibuk belajar agama, belajar Al Quran dan Hadits, belajar fikih, tafsir di masjid. Urusan ma’isyah (pekerjaan) dunianya bagaimana ustadz Sementara anak tidak punya ijazah? Jawab: Pertama, bersyukurlah…