منتدى نشر الفـــــــوائد
7.56K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
.:
MIRIS, AHLUSSUNNAH BERMUSUHAN KARENA MASALAH DUNIA (SAKIT HATI, TERSINGGUNG, DLL)!

🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf -hafizhahullah-

🗓 Kajian Kitab Riyadush Shalihin | Selasa, Malam 24 Jumadil Awal 1440H / 29 Januari 2019M di Masjid Ma'had Daarul Atsar Tasikmalaya

(2,1 MB) - Durasi [00:08:51]

#salam #jabat_tangan #boikot #berjabat_tangan #didzolimi #karena_dosa #maksiat #renggang
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
.:
BAGAIMANA HUKUMNYA PEMBAYARAN TRANSAKSI NON-TUNAI DENGAN E-MONEY (GO-PAY/GOPAY UNTUK GO-FOOD/GO-CAR, OVO UNTUK GRAB FOOD/GRAB-CAR, DLL)?

🎙Disampaikan Oleh:

◾️Al-Ustadz Qomar Su'aidi -hafizhahullah-
◾️Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-

(1,5 MB) - Durasi [00:03:13]

#riba #salam #pinjaman #hutang #deposit #top-up
•••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 HATI YANG TENANG DAN TENTERAM

🎙Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah –rahimahullah- berkata:

◾️"Siapa yang menempatkan hatinya di sisi Rabbnya, ia akan tenang dan tenteram.

◾️Dan siapa yang memberi hatinya pada manusia, ia akan guncang dan merasakan keresahan yang sangat.

❗️Rasa cinta kepada Allah tidak akan masuk bercampur ke dalam hati yang mencintai dunia KECUALI seumpama onta masuk ke dalam lubang jarum (yaitu: mustahil terjadi, pent.).

📖 Al-Fawaid, Ibnul Qayyim, hal. 131.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 IMLEK BUKAN SEBAB HUJAN


"Eh, hujan..", seorang berkata spontan seiring dengan turunnya hujan. Saat itu juga kawannya menimpali, "Iya nih, mau imlek mah emang begini, hujan terus..".

Penggalan dialog di atas atau yang semakna, menjelang imlek kerap kita dengar. Selalu saja hujan dihubung-hubungkan dengan imlek, padahal keyakinan ini sangat berbahaya, karena keyakinan seseorang yang mengaitkan turunnya hujan dengan imlek sudah menyentuh ranah akidah.

Rasulullah ﷺ mengkabarkan tentang kufurnya seorang yang menyandarkan turunnya hujan dengan keberadaan bintang. Di dalam hadits qudsi disabdakan bahwa Allah Ta'ala berfirman,

"أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِيْ مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِيْ كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذَلِكَكَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ.“

Artinya, "Di antara hamba-Ku ada yang menjadi beriman kepada-Ku dan ada pula yang kafir. Adapun yang mengatakan, "Kami telah diberi hujan karena keutamaan dan rahmat Allah", maka itulah orang yang beriman kepada-Ku dan kafir terhadap bintang-bintang. Sedangkan bagi yang mengatakan, "Kami telah diberi hujan dengan bintang ini dan bintang itu,’ maka itulah orang yang kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang." [HR. Bukhari dan Muslim].

Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullahu berkata tentang hadist diatas, "Dahulu orang-orang jahiliyah menisbatkan hujan kepada terbit atau terbenamnya suatu bintang. Mereka menyangka bahwa jika ada bintang tertentu yang terbit atau tenggelam maka akan turun hujan.

Mereka berkeyakinan bahwa hujan yang turun adalah karena sebab adanya bintang tersebut dan tidak dinisbatkan kepada Allah ta'ala. Ini merupakan kekufuran karena mereka menyandarkan nikmat kepada makhluk dan ini adalah bentuk kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, yakni kesyirikan dalam hal rububiyyah. Dan setiap orang musyrik adalah kafir.

Dan dalam hadits ini juga terdapat dalil tentang kufurnya seorang yang menyandarkan turunnya hujan dengan sebab bintang atau dengan pengaruhnya,** karena turunnya hujan hanyalah dengan sebab dari takdir Allah Subhanahu wa ta'ala saja** dan Allah adalah Dzat yang menurunkan hujan kapan saja dan dimana saja dan Allah juga lah yang menahan hujan kapan saja dan dimana saja. Allah lah yang mengaturnya, subhanahu wa ta'ala". (Ianatul Mustafid, hal. 385-386, cet. Muassasatur Risalah 2013).

Mudah-mudahan sedikit penjelasan di atas bisa memberikan manfaat. Wallahu a'lam.



💐 @SedikitFaidahSaja (SFS)
.:
🚇 AKIBAT BURUK DARI IKUT SERTA DALAM PERAYAAN IMLEK

Larangan untuk memeriahkan hari besar orang kafir, selain karena adanya dalil yang jelas, juga dikarenakan akan memberi dampak buruk, antara lain:

1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: "Orang-orang kafir sangat bergembira dengan partisipasinya kaum muslimin dalam sebagian perkara (agama) mereka. Mereka sangat senang walaupun harus mengeluarkan harta yang berlimpah untuk itu." (lqtidha' Shiratil Mustaqim hal.39).

Dukungan dan peran serta secara lahir akan membawa pengaruh ke dalam batin yakni akan merusak akidah yang bersangkutan, secara bertahap tanpa terasa.

2. Yang paling berbahaya ialah sikap mendukung dan ikut-ikutan terhadap hari raya mereka akan menumbuhkan rasa cinta dan ikatan batin terhadap orang kafir yang bisa menghapuskan keimanan. Sebagaimana firman Allah Ta'ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu), sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim". (QS. Al-Maidah:51)

Pembaca buletin al-Faidah rahimakumullah,

Dari uraian di atas, maka tidak diperbolehkan bagi setiap muslim yang mengakui Allah ﷻ sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammadﷺ sebagai nabi dan rasul, untuk ikut memeriahkan perayaan hari besar kaum kafir yang tidak ada asalnya di dalam Islam, tidak boleh menghadiri, bergabung dan membantu terselenggaranya acara tersebut. Karena hal ini termasuk dosa dan melanggar batasan Allahﷻ.

Demikianlah sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap muslim, hendaknya ia selalu menasehati dirinya sendiri dan berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri dari apa-apa yang menyebabkan kemurkaan Allah dan laknatNya. Hendaknya ia mengambil petunjuk hanya dari Allah dan menjadikan-Nya sebagai penolong.

Nah, Setelah memahami hal ini, dengan alasan apalagi kita ikut-ikutan memeriahkan perayaan imlek?


••••
Sumber:
"Imlek Dalam Pandangan Islam"
Buletin Al-Faidah edisi 46 Tahun ke-2 1437 H hal. 4 | Penyusun: Team Buletin Al-Faidah
https://t.me/ForumBerbagiFaidah
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM