منتدى نشر الفـــــــوائد
7.54K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::

🚇 Kabar Gembira Bagi Ikhwah yang Bertugas Sebagai Petugas Parkir Atau Keamanan Pada Sebuah Acara Kajian Ilmu



P e r t a n y a a n :

Bismillah, ijin bertanya Ustadz, misal ada sebuah kajian, seorang Ikhwan qodarulloh ditunjuk sbg petugas keamanan atau parkir, sedangkan dia sesungguhnya berniat mendengarkan ilmu, apakah dia (petugas parkir) ini juga mendapatkan keutamaan spt saudara²nya yg lain yg bisa mendengarkan ilmu scr langsung? Jazaakallohu khoiron dan semoga Allah menjaga anda..


J a w a b a n :

Naam, bahkan dia mendapatkan keutamaan yang lebih dari saudara-saudaranya yang lain, karena disamping keutamaan ilmu tersebut, dia juga mendapatkan keutamaan memasukkan rasa tenang dan senang pada diri saudara-saudaranya yang sedang ta'lim.

Bisa jadi pahala ta'lim mereka semua terkumpul padanya tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka masing-masing..
Wallaahu a'lam.
(Selesai jawaban beliau).


______________
Catatan:

Faidah disampaikan oleh ustadzuna Al-Ustadz Syafi'i Al-Idrus hafizhahulloh atas pertanyaan yang diajukan kepada beliau.

Semoga kita semua tetap semangat terlibat dalam dakwah dengan peran kita masing-masing sesuai kemampuan, dan semoga kita semua dikaruniai keikhlasan, kekokohan, keistiqomahan dalam menjalankan Sunnah.

Baarokallohu fiikum..

••••
Kunjungi :
http://salafyngawi.or.id
Join Channel :
@salafyngawi
::
🚇 PUJIAN ASY-SYAIKH RABI' BIN HADY AL-MADKHALY, KEPADA ASY-SYAIKH ABDUL WAHID AL-MADKHALY DAN ANJURAN UNTUK MENGAMBIL ILMU DARI BELIAU


بسم الله، والصلاة والسلام على رسول الله. أما بعد:

فإن الشيخ عبدالواحد بن هادي المدخلي من خيرة الدعاة إلى الله تبارك وتعالى، وسيستلم الدكتوراه في الشريعة الإسلامية -إن شاء الله- في الأيام القادمة؛ إذ قدَّم رسالته للدراسة والتحليل، فهو من خيرة السلفيين، ومن خيرة الدعاة إلى الله تبارك وتعالى.

وأوصي السلفيين في إندونيسيا جميعاً وغيرها أن يستقبلوه، وأن يهتمّوا به، وأن يستمعوا له؛ فإنه -إن شاء الله- لا يزيدهم إلا خيراً، ولا يزيدهم إلا تبصيراً بالسلفية ومنهج السلف الصالح.

أرجو أن يستقبلوه وأن يحترموه، فهو حرِيٌّ بأن يُحترَم، وأن يُستقبَل الاستقبال الطيب الجيد النافع. وفق الله الجميع لما يحبه ويرضاه.


📆 [ ليلة الإثنين ٥ جمادى الأولى ١٤٣٩ ھ
الموافق ٢٢ يناير ٢٠١٨ م ]

...........................

بسم الله، والصلاة والسلام على رسول الله. أما بعد:

Sesungguhnya asy-Syaikh 'Abdul Wahid bin Hadi al-Madkhali adalah termasuk bagian dari sebaik-baik dai (penyeru) ke jalan Allah Tabaraka wa Taala. Dia akan meraih gelar doktor di bidang Syariat Islamiyyah Insyaallah dalam beberapa waktu mendatang. Beliau sudah mengajukan disertasi doktoralnya, untuk diteliti dan diuji.
Beliau termasuk bagian dari sebaik-baik Salafiyyin dan bagian dari sebaik-baik dai ke jalan Allah Tabaraka wa Taala.

Aku wasiatkan kepada Salafiyyin di Indonesia semuanya dan(Salafiyyin) dari negeri-negeri yang lainnya agar: menyambut beliau, memperhatikan, dan mendengarkan (pelajaran) beliau. Karena beliau tidaklah menambah kepada mereka (Salafiyyin) kecuali kebaikan Insyaallah. Tidak akan menambah kepada mereka kecuali pembekalan ilmu tentang Salafiyyah dan Manhaj as-Salafush Shalih.

Aku berharap agar mereka (Salafiyyin) : menyambut/menerima dan menghormati beliau.
Karena beliau memang pantas untuk dihormati dan disambut/diterima dengan penerimaan yang : baik, bagus, dan bermanfaat.

Semoga Allah memberikan taufiq terhadap kita semua kepada segala yang diridhai dan dicintai-Nya.

[ malam Senin, 5 Jumadal Ula 1439 H / 22 Januari 2018 M ]

______________
🌏 Audio Untaian Kalimat Nasehat dari al-Walid al-'Allamah Rabi bin Hadi bin Umair al-Madkhali hafizhahullah untuk anak-anak didiknya Salafiyyin di Indonesia.

📊 Dalam Daurah Ilmiah "asy-Syari'ah" ke-15 di Indonesia | 5 Jumadal Ula 1439 H / 22 Januari 2018 M | Link: http://bit.ly/2n36ErF

••••
Sumber:
@daurahnasional
http://daurahnasional.com
Sumber Transkrip:
@forumsalafy
::
🚇 APA YANG HARUS DILAKUKAN SAAT MUSIBAH DAN BENCANA MELANDA?

[Petikan dari Nasihat terkait Gempa]


Asy-Syaikh Abdullah bin Abdul ‘Aziz bin Baaz –rahimahullah- berkata:

“...maka yang WAJIB ketika terjadi gempa dan yang lainnya dari ayat-ayat Allah - gerhana, angin kencang, dan badai- untuk BERSEGERA dalam:

Bertaubat kepada Allah Yang Maha Suci,
Memperbanyak berdzikir dan istighfar,

Sebagaimana sabda Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- ketika terjadi gerhana:

فإذا رأيتم ذلك فافزعوا إلى ذكر الله ودعائه واستغفاره

Sehingga jika kalian melihat peristiwa itu maka bersegerelah berdzikir, berdoa, istighfar (memohon ampunan kepada Allah.

Dan mustahab pula untuk mengasihi orang-orang fakir dan miskin dengan bersedekah kepada mereka. Sebab Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

ارحموا ترحموا

Berbuat pengasihlah maka kalian akan dirahmati (oleh Allah)!

الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء

Orang yang berwelas asih akan dirahmati oleh Yang Maha Pengasih, berbelas kasihlah kalian kepada yang di muka bumi akan merahmati kalian Dzat yang ada di atas Langit.

Dan sabda Beliau –shalallahu ‘alaihi wasallam-:

من لا يرحم لا يرحم

Siapa yang tidak merahmati tidak akan dirahmati (oleh-Nya).

Dan diriwayatkan dari ‘Umar bin Abdul ‘Aziz –rahimahullah-  bahwa ketika terjadi gempa beliau menulis surat kepada istrinya agar mereka(keluarganya) bersedekah...”


📡 https://www.binbaz.org.sa/article/483
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
HAMBA ALLAH YANG PALING RENDAH
::
🚇 FAIDAH NIAT KETIKA MENGHILANGKAN NAJIS


Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di -rahimahullah- berkata:

"Suatu keharusan adanya niat dalam dua hal:

1⃣ Niat ketika beramal dan membedakan tingkatan (hukum)nya,

2⃣ Niat karena apa amal itu dilakukan, yaitu ikhlas untuk Allah.

Adapun halnya niat dalam menghilangkan najis, faidahnya yaitu untuk meraih pahala ber _taqarrub_ kepada Allah dengan jalan menghilangkannya. 

Jikapun tidak (ada niat _taqorrub_ ketika menghilangkannya) maka najis itu dianggap hilang tanpa perlu ada niat (apapun)."

📖 __Majmu'ul Fawaaid__, As-Sa'di, hal. 30.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah


--------------------
#wajib menghadirkan niat ketika beramal shalih.
#wajib menentukan tingkatan amal ketika beribadah, yaitu apakah wajib atau sunnah.
#najis tidak perlu niat menghilangkannya agar dikatakan najis itu sudah hilang. Najis jika hilang dengan cara apapun maka  ditetapkan tidak ada.
#menghilangkan najis dalam rangka _taqarrub_(mendekatkan diri) kepada Allah mendapat pahala dari-Nya.

•••
📨 l مجموعـــة توجيع الفـــوائد
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌐 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 Jangan Tertipu, Mengilmui Sesuatu Bukan Berarti Telah Mengamalkannya!
[Pintalah kepada-Nya  Ilmu yang bermanfaat]


Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy rahimahullah berkata:

☝🏻Ilmu tentang sesuatu bukanlah wujud dan bersifat dengan sesuatu itu.

Berapa banyak manusia yang mengilmui dan mengetahui tentang al-mahabbah (cinta kepada Allah), hukum-hukumnya, dan seluruh konsekuensinya NAMUN (ternyata) hatinya kosong darinya?!

Berapa banyak dari hamba yang mengetahui dan mengakui qadha’(ketentuan) dan qadar dari Allah serta baiknya pencukupan dari-Nya (kepada hamba-Nya) AKAN TETAPI apabila  terjadi sesuatu yang ditakdirkan-Nya ,yang menyelisihi apa yang ia senangi, niscaya kamu akan mendapatinya terguncang, tidak nyaman, tidak percaya, dan tidak tenang?!

👉🏻 Jika tidak... maka siapapun yang telah sampai ke hatinya __ma’rifatullah_ _(mengenal Allah) secara hakiki, pasti ia merasa tenang dengan pencukupan dari Allah, tunduk pasrah kepada hukum-Nya bagaimanapun berbolak-balik keadaannya.

Dan berapa banyak orang yang mengilmui hukum-hukum perdagangan dan perinciannya NAMUN  dalam praktik dan ketika bersentuhan langsung dengan proses jual-beli ia tidak sebaik apa yang orang lain lakukan dengan baik?!

✍🏻 Dan demikian ini kebanyakan perkara berada di atas ketentuan ini.
Sehingga  janganlah kamu teperdaya “jika kamu telah mengetahui sesuatu pasti kamu telah bersifat dengannya”!!

☝🏻Dengan sebab inilah disyariatkan bagi seorang untuk memohon kepada Allah ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang menghasilkan amalan. Wallahua’lam.”

📖 Majmu’ul Fawaaid, As-Sa’diy, hal. 30 – 31.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📨 l مجموعـــة توجيع الفـــوائد
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌐 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 TENTANG MANDI JANABAH
(Faedah-faedah Fiqhiyah dari Kitab 'Umdatul Ahkam)


HADITS KEDUA PULUH SEMBILAN

عَنْ عَائِشَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - قَالَتْ «كَانَ النَّبِيُّ - ﷺ - إذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ غَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اغْتَسَلَ، ثُمَّ يُخَلِّلُ بِيَدَيْهِ شَعْرَهُ، حَتَّى إذَا ظَنَّ أَنَّهُ قَدْ أَرْوَى بَشَرَتَهُ، أَفَاضَ عَلَيْهِ الْمَاءَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ، وَكَانَتْ تَقُولُ: كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ - ﷺ - مِنْ إنَاءٍ وَاحِدٍ، نَغْتَرِفُ مِنْهُ جَمِيعًا».

"Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata,: "Nabi Rasulullah ﷺ jika mandi janabah, mencuci tangannya dan berwudhu' sebagaimana wudhu' untuk shalat. Kemudian mandi dengan meratakan air ke celah-celah rambutnya dengan tangannya, hingga bila telah yakin bahwa dirinya telah membasahi dasar kulit kepalanya, selanjutnya Beliau mengguyurkan air ke atas kepalanya tiga kali. Lalu membasuh seluruh badannya". 'Aisyah berkata,: "Aku pernah mandi bersama Rasulullah ﷺ dari satu bejana dimana kami saling mengambil (menciduk) air bersamaan". [HR. al-Bukhari dan Muslim]


HADITS KETIGA PULUH

🔊 عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - زَوْجِ النَّبِيِّ - ﷺَ - أَنَّهَا قَالَتْ «وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَضُوءَ الْجَنَابَةِ، فَأَكْفَأَ بِيَمِينِهِ عَلَى يَسَارِهِ مَرَّتَيْنِ - أَوْ ثَلَاثًا - ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ، ثُمَّ ضَرَبَ يَدَهُ بِالْأَرْضِ، أَوْ الْحَائِطِ، مَرَّتَيْنِ - أَوْ ثَلَاثًا - ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ، ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى رَأْسِهِ الْمَاءَ، ثُمَّ غَسَلَ جَسَدَهُ، ثُمَّ تَنَحَّى، فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ، فَأَتَيْتُهُ بِخِرْقَةٍ فَلَمْ يُرِدْهَا، فَجَعَلَ يَنْفُضُ الْمَاءَ بِيَدِهِ».

"Dari Maimunah bintul Harits radhiyallahu 'anha – istri Nabi ﷺ - ia berkata,: "Aku mengambilkan untuk Rasulullah ﷺ air wudhu untuk mandi janabah. Beliau menuangkan dengan telapak tangan kanannya ke atas telapak tangan kirinya lalu mencucinya dua kali atau tiga kali. selanjutnya mencuci kemaluannya dan kemudian memukulkan tangannya ke tanah atau dinding dua kali atau tiga kali. Kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung lalu mencuci wajahnya dan kedua lengannya. Kemudian mengguyurkan air ke atas kepalanya lalu membasuh badannya. Kemudian berpindah dari tempat mandinya, lalu membasuh kakinya". Selanjutnya aku berikan handuk kepada Beliau, namun Beliau menolaknya, Beliau mengeringkan air dari badannya dengan tangannya." [HR. al-Bukhari dan Muslim]
--------------------------------------------------------

Faedah yang terdapat dalam hadits:

(1). Dalam dua hadits ini menjelaskan tata cara mandi janabah.

Tata cara mandi janabah terbagi menjadi dua:

🔸 Pertama: Cara yang sempurna, yaitu mandi dilengkapi dengan perkara-perkara yang mustahab (sunnah).
Dalil tata cara mandi yang sempurna ditunjukan dalam hadits 'Aisyah dan hadits Maimunah.

🔸 Kedua: Cara yang Mujzi' (mencukupi), yaitu sekedar mengguyur dan membasahi seluruh anggota tubuh, tanpa berwudhu terlebih dahulu. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:

﴿وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا﴾ الآية

"dan jika kamu junub maka mandilah." [QS. al-Maidah: 6]

🔊 Kata Ibnu Hazem dalam kitabnya "al-Muhalla": “Bagaimanapun caranya dia bersuci (mandi) maka dia telah menunaikan kewajibannya yang Allah wajibkan padanya”.

Dalam hadits Jabir radhiyallahu 'anhuma:

"أَنَّ وَفْدَ ثَقِيفٍ سَأَلُوا النَّبِيَّ ﷺ فَقَالُوا: إِنَّ أَرْضَنَا أَرْضٌ بَارِدَةٌ فَكَيْفَ بِالْغُسْلِ؟ فَقَالَ: «أَمَّا أَنَا فَأُفْرِغُ عَلَى رَأْسِي ثَلَاثًا»"

"Bahwa utusan Tsaqif bertanya kepada Nabi ﷺ, seraya mereka berkata, " Tanah kami adalah tanah yang sangat dingin, maka bagaimana caranya mandi (janabah)?" Lalu beliau bersabda, "Adapun saya, maka saya menyiramkan pada kepalaku tiga kali." [HR. Muslim]


(2). Boleh bagi seorang suami melihat aurat istrinya, dan demikian pula sebaliknya.
Allah ta'ala berfirman:

﴿وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6)﴾

"Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." [QS. al-Mu'minun: 5-6]


(3). Hukum laki-laki berwudhu atau mandi dari sisa air wudhu wanita atau istrinya adalah boleh-boleh saja. ini adalah pendapat Jumhur ulama. Dalil-dalil mereka:

📌 a. Hadits Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ:

«إن الماء لا يُجْنِبُ »

"Sesungguhnya air itu tidaklah junub." [HR. Abu Dawud, dishahihkan Syaikh al-Albani]

📌 b. Hadits Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:

«كَانَ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَتَوَضَّئُونَ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمِيعًا»

"Dahulu, kaum laki-laki dan wanita berwudhu di zaman Nabi ﷺ (dari satu bejana) bersama-sama."

📋 Maksudnya: mereka berwudhu dari satu bejana, akan tetapi tidak dalam waktu yang bersamaan, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari'.


(4). Disunnahkan mengakhirkan membasuh kaki dalam wudhu ketika akan mandi junub. Dalilnya hadits Maimunah diatas.


(5). Seseorang yang telah mandi janabah, maka telah tercukupkan dari wudhu, karena hadats kecil telah terangkat bersama hadats besar yaitu junub, sehingga apabila telah usai mandi janabah kemudian ingin menunaikan shalat, maka tidak perlu lagi berwudhu, namun dengan syarat selama mandi dia tidak berhadats kecil atau menyentuh kemaluannya. Ini adalah pendapat yang dipilih Syaikhul Islam, Ibnul Qayyim, as-Sa'di, Syaikh al-'Utsaimin rahimahumullah.


(6). Hikmah dalam mandi janabah dimulai dengan membasuh kemaluan terlebih dahulu adalah agar dia aman dari menyentuh kemaluan ketika mandi. Apabila disaat mandi janabah dia menyentuh kemaluannya, maka mandinya tetap sah, hanya saja jika dia ingin menunaikan shalat harus berwudhu kembali.


(7). Berkata Ibnul Mulaqqin rahimahullah: "Diambil (faedah) dari hadits ini; disunnahkan bagi orang yang beristinja (cebok) hendaknya apabila telah selesai istinja, dia bersihkan telapak tangannya dengan tanah atau sikat, atau bisa juga dengan digosokan ke tanah atau tembok".


(8). Berwudhu sebelum mandi janabah hukumnya sunnah. Berkata an-Nawawi rahimahullah: "Berwudhu adalah sunnah dalam mandi (janabah), (hukumnya) bukan syarat dan bukan pula wajib."


(9). Para ulama sepakat bahwa mengeringkan badan dengan handuk atau semisalnya setelah mandi janabah bukanlah hal yang diharamkan dan bukan pula hal yang disunnahkan.


🔐 Masalah: Apakah hal tersebut makruh atau boleh-boleh saja?

Pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah disunnahkan bagi seseorang seusai berwudhu ataupun selepas mandi janabah untuk tidak mengeringkan air yang menempel di badannya dengan handuk atau semisalnya, kecuali apabila ada hajat yang mengharuskan, seperti takut karena cuaca yang dingin atau kuatir sakit. Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnul Qayyim dan para Ahli tahqiq.

🔊 Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah: "Bukanlah menjadi kebiasaan Nabi ﷺ mengeringkan badannya setelah berwudhu, tidak ada sama sekali satu pun hadits yang shahih yang menunjukkan hal tersebut."

Wallahul muwaffiq ilash shawab

Sumber: @FORUMKISFIQIH
::
🚇 BAGAIMANA JIKA PEMBELI MEMINTA INI ITU DILUAR KESEPAKATAN AWAL SPESIFIKASI PADA SISTEM JUAL BELI SALAM (PRE-ORDER/PESANAN)?

🎙Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله

📆 Audio Kajian "Ambisi Dunia Membinasakan Agama" | Sabtu, 25 Rabi'uts Tsani 1439 H ~ 13 Januari 2018 di Rumah Taklim Manhajul Anbiya, Tuban, Jawa Timur.

📊 Durasi 02:08 [604 KB]

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
.:
🚇 MENCARI DUNIA DAN AKHIRAT APAKAH HARUS SEIMBANG? BOLEHKAH MEMILIKI PERENCANAAN DALAM BISNIS?

🎙Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله

📆 Audio Kajian "Ambisi Dunia Membinasakan Agama" | Sabtu, 25 Rabi'uts Tsani 1439 H ~ 13 Januari 2018 di Rumah Taklim Manhajul Anbiya, Tuban, Jawa Timur.

📊 Durasi 09:25 [ 2,2 MB]


___________
(*) Juga penjelasan tentang ucapan : "Tidak mengapa menyekolahkan anak di sekolah umum kan ada pelajaran agamanya juga. Jadi, agar dunia dapat, akheratnya juga.."

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 GHULUL: HUKUM MARK-UP HARGA DI NOTA & MANIPULASI KWITANSI

🎙Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله

📆 Audio Kajian "Ambisi Dunia Membinasakan Agama" | Sabtu, 25 Rabi'uts Tsani 1439 H ~ 13 Januari 2018 di Rumah Taklim Manhajul Anbiya, Tuban, Jawa Timur.

📊 Durasi 01:50 [536 KB]

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com