منتدى نشر الفـــــــوائد
7.54K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
TERORISME BUKAN BAGIAN DARI ISLAM
#terorisme #bukan_bagian dari #islam
DIAMLAH HINGGA SAATNYA TIBA
::
🚇MENINGGALKAN AMAL KARENA TAKUT RIYA'?
[Solusi dan Nasihat Salafus Shalih untuk Mengatasi Waswas Syaithon dalam Beramal Shalih]

Al-Imam Ibnu Muflih al-Maqdisiy -rahimahullah- berkata:

PASAL: TIDAK SELAYAKNYA MENINGGALKAN AMALAN YANG SYAR'I KARENA TAKUT RIYA

"Termasuk hal yang terjadi pada insan ketika ia ingin melakukan ketaatan, sesuatu muncul pada dirinya yang membawanya untuk meninggalkan amalan karena khawatir terjatuh dalam bentuk riya'.

Padahal yang sepatutnya adalah:
◾️ tidak berpaling kepada hal tersebut, 
◾️ seorang insan hendaknya mengerjakan apa yang Allah 'azza wa Jalla perintah dan mendorong hamba kepadanya,
◾️ ia juga hendaknya isti'anah/ memohon perlindungan kepada Allah
◾️ dan bertawakkal kepada-Nya untuk melaksanakan amalan tersebut dalam bentuk yang disyariatkan.

Dan sungguh Asy-Syaikh Muhyiddin an-Nawawiy rahimahullah berkata,
"Tidak sepantasnya untuk ia meninggalkan dzikir dengan lisan disertai hatinya karena takut dianggap riya'. Bahkan ia berdzikir dengan keduanya secara keseluruhannya. Dan ia meniatkan dengannya wajah Allah 'Azza wa Jalla."

Beliau menyebutkan ucapan Fudhail bin 'Iyaadh rahimahullah:

إن ترك العمل لأجل الناس رياء، و العمل لأجل الناس شرك

"Sesungguhnya meninggalkan amal karena manusia adalah riya' dan beramal karena manusia adalah syirik."

Beliau -an-Nawawiy- berkata, "Sehingga jika seorang insan membuka untuknya pintu "perhatian manusia" dan "berjaga-jaga dari persangkaan mereka yang batil" NISCAYA tertutup atas orang tersebut pintu-pintu kebaikan yang banyak." Selesai perkataan beliau.

Dan Abul Faraj Ibnul Jauziy -rahimahullah- berkata,

"Adapun meninggalkan ketaatan sebab takut dari riya' maka:

Jika yang mendorongnya atas ketaatan itu bukan karena diin maka yang selayaknya untuk ia meninggalkannya. Sebab amalan itu adalah maksiat.
Sedangkan apabila pendorongnya untuk beramal adalah karena diin dan untuk Allah 'Azza wa Jalla -ikhlas- maka tidak sepatutnya untuk ia meninggalkan amalan. Sebab pemantik amalan adalah karena alasan diin.

Demikian pula apabila ia meninggalkan amalan karena khawatir untuk dikatakan seorang yang riya' maka hal itu tidak pantas. Sebab hal tersebut merupakan bagian tipu daya syaithon."

Ibrahim an-Nakha'iy -rahimahullah- berkata,
"Apabila syaithon datang kepadamu dan kamu sedang shalat, lalu ia berkata, "Sesungguhnya kamu sedang berbuat riya'!" ...MAKA panjangkanlah shalatmu!"(yaitu lawan dan jangan ambil perduli, pent.)

✍🏻 Adapun yang diriwayatkan dari sebagian salaf bahwa ia meninggalkan ibadah karena takut riya', hal tersebut dibawa kepada bahwa mereka merasakan dalam diri mereka suatu hal tazayyun (memperindah-indah amalan di hadapan manusia). Sehingga mereka pun memutusnya." 

☝🏻Hal ini benar sebagaimana yang beliau katakan. Dan termasuk di dalamnya adalah perkataan al-A'masy, "Dahulu aku sedang bersama Ibrahim an-Nakha'iy dan beliau sedang membaca mushaf. Kemudian seseorang memohon izin(untuk bertemu beliau). Maka beliau menutup mushaf-nya lalu berkata,"Jangan sampai ia mengira bahwa aku membaca Al-Qur'an setiap saat"."

Dan apabila ia tidak meninggalkan ibadah karena takut terjatuh kepada riya' (KETIKA melaksanakannya) maka yang LEBIH UTAMA lagi untuk ia tidak meninggalkannya karena takut 'ujub(terkagum-kagum) yang masuk (ke dalam dirinya)  SETELAH melaksanakan ibadah."

📖 Al-Adaabus Syar'iyyah, Ibnu Muflih, 1/ 343 344.
-------------------------------------
#Terus berjuang ikhlas ketika beramal
#Tidak tertipu syaithan dengan meninggalkan amalan dan menyebar ilmu
#Tidak tekun menuntut ilmu, takut berbagi faidah, tidak menjawab apa yang ia ketahui, dan meninggalkan dakwah karena merasa tidak berilmu dan yang semisalnya adalah waswas dari syaithan
# Perkataan seseorang berdasar ilmu dari Kitabullah dan Sunnah suatu yang sangat berat bagi syaithan sehingga ia dan pasukannya akan terus menyebar waswas kepada para penuntut ilmi dan da'i agar mereka diam dan meninggalkan dari mengucapkan, mengamalkan, dan menyebarkan ketaatan.

و الله أعلم بالصواب.

📑 Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
| @ForumBerbagiFaidah
KUNCI agar TERJAGA dari DOSA
LISAN YANG MENJAGA PERASAAN
.:
🚇 APAKAH KOTORAN DAN KENCING HEWAN ITU NAJIS? BAGAIMANA DENGAN AIR KENCING UNTA?


Adapun dalam masalah kotoran dan kencing hewan, masih diperselisihkan kalangan ulama.

◾️Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa kotoran hewan –baik yang dimakan dagingnya maupun tidak– adalah najis, sebagaimana pendapat jumhur ulama dan Syafi’i.

◾️Sebagian yang lain berpendapat, yang najis hanya kotoran hewan yang tidak dimakan dagingnya.

◾️Sementara pendapat yang lain dari kalangan ulama dan – wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab – ini adalah pendapat yang kuat, pada asalnya semua kotoran hewan suci, kecuali ada nash yang mengatakan najis, maka barulah dikatakan najis.

Ini merupakan pendapat Ibnul Mundzir, dan dinukilkan Al-Imam An-Nawawi dalam Majmu’ Syarhil Muhadzdzab bahwa ini adalah perkataan Dawud Azh-Zhahiri, Ibrahim An-Nakha’i, dan Asy-Sya’bi. Pendapat ini juga didukung oleh Al-Imam Asy-Syaukani di dalam kitab-kitab beliau, di antaranya Nailul Authar dan Ad-Daraari.

Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa tidak semua yang kotor pada wujudnya itu najis, kecuali ada nash yang menerangkan kenajisannya.

Misalnya tahi cicak, tidak ada nash yang menunjukkan kenajisannya, maka itu bukan najis. Namun bila dikatakan kotoran (sesuatu yang kotor) maka tahi cicak itu memang termasuk kotoran.

Hal lain yang berkaitan dengan masalah ini adalah kencing unta. Seperti kita ketahui, kencing unta adalah kotoran, namun bukan najis.

Bahkan ada riwayat dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu yang menerangkan bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk minum air kencing unta, sebagaimana tertera dalam Ash-Shahihain (Shahih Al-Bukhari no. 233) dan Shahih Muslim no. 1671) dan lainnya:

“Sekelompok orang dari Bani ‘Akl (Bani ‘Urainah)  datang menemui Nabi. Namun mereka merasa tidak betah tinggal di Madinah karena sakit yang menimpa mereka. Rasulullah ﷺ pun memerintahkan agar didatangkan seekor unta betina yang banyak susunya dan menyuruh mereka minum air kencing dan susunya. Lalu mereka beranjak melakukannya. Ketika telah sehat, mereka membunuh penggembala ternak Nabi ﷺ dan meminum susu ternak itu.

Datanglah berita tentang peristiwa itu menjelang siang sehingga Rasulullah memerintahkan untuk mengikuti jejak mereka. Pada siang harinya mereka didatangkan ke hadapan Nabi, lalu beliau memerintahkan agar dipotong tangan dan kaki mereka, dicungkil matanya, dan dilemparkan ke tengah padang pasir yang panas. Mereka meminta-minta minum, namun tidak diberi minum.”


••••
📨 https://asysyariah.com/najis-mudah-dijumpai-jarang-dikenali/
| Penulis: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim hafizhahullah
:
🚇 HUKUM MENUANGKAN AIR DI ATAS KUBURAN

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin –rahimahullah-


Pertanyaan:

Apa hukum menyiram kuburan dengan air setelah selesai pemakaman beralasan agar tanah memadat satu dan yang lainnya?



Jawaban:

🚿Tidak mengapa untuk disiram karena air memadatkan tanah sehingga tidak pergi ke kanan dan ke kiri(runtuh).

Adapun keyakinan orang awam bahwa apabila mereka menuangkan air maka mereka telah mendinginkan orang yang dikubur, hal ini tidak ada landasan dalilnya.

[ Fatawa Ta’ziyah hal. 32, Al-Bida’ wal Muhdatsaat wa Ma Laa Ashla lahu hal. 324 – 325. ]

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Amanah Dalam Menukil Faedah Ilmiah
::
🚇 Dari mana Datangnya Pebuatan Jelek dan Meninggalkan Kebaikan?


Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah –rahimahullah- berkata:

“Adapun amalan-amalan kejelekan maka tempat tumbuhnya dari kejahilan dan kezaliman. Karena sesungguhnya seorang hamba tidaklah ia melakukan hal yang jelek kecuali disebabkan:

1.       ketiadaan ilmunya bahwa hal tersebut adalah jelek,

2.       ATAU dikarenakan (mengikuti) hawa nafsu dan syahwatnya, bersamaan ia mengetahui kejelekan hal tersebut.

Sehingga sebab yang pertama adalah kejahilan. Dan yang kedua adalah kezaliman.

Dan tidak pula ia meninggalkan suatu amalan kebaikan KECUALI karena :

1.       ia tidak mengetahui bahwa hal itu baik

2.       ATAU kecintaannya terhadap lawan dari kebaikan sebab sesuai dengan hawa nafsu dan cita-citanya.

📖 __Syifaa’ul Aliil__, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, 2/  944.

📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::

🚇 PARA PELAWAK ITU....!!


Sebuah realita yang membuat hati orang-orang beriman menjadi sedih dengan banyaknya kemungkaran yang terjadi disekitarnya, diantara kemungkaran itu adalah adanya para pelawak yang berdusta dalam lawakkannya bahkan lebih dari itu, sebagian mereka menjadikan sesuatu dari syariat ini sebagai bahan gurauan hanya agar manusia bisa tertawa.

Yang lebih meyedihkan lagi ini menjadi tontonan kaum muslimin yang mereka tertawa dengan suguhan kemungkaran tersebut.

Ya... para pelawak itu...orientasinya hanya uang dan ketenaran berani berdusta atau bahkan berlelucon dengan mengunakan bagian dari syariat yang seharusnya kita muliakan.

Berkata asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah,

"Termasuk kedustaan yang terbesar ialah apa yang dilakukan oleh sebagian manusia pada hari ini, mereka datang membawa ucapan dusta yang mereka ketahui bahwa ucapan tersebut adalah dusta, mereka melakukan hal tersebut agar manusia tertawa.

Padahal telah datang hadits yang mengancam perbuatan tersebut.

Rasul 'alaihisshalatu wassalam bersabda,

« ويل للذي يحدث فيكذب ليضحك به القوم، ويل له، ويل له »

"Sungguh celaka orang yang berbicara dusta untuk membuat suatu kaum tertawa, sungguh celaka dia, sungguh celaka." (HR. Muslim)

Ini adalah sebuah ancaman kepada perkara yang dianggap remeh oleh kebanyakan manusia." (Syarh Riyadh ash Shaalihin :1/296-297)

Allah Ta’aala berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (at-Taubah:65-66)


Berkata asy-Syaikh Al Allamah Abdurrahman Nashir As Sa’di:

“Sesungguhnya mengolok-ngolok Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya adalah kekufuran yang mengeluarkan pelakuknya dari agama, dikarenakan pokok agama adalah mengaggungkan Allah, agama dan rasul-Nya. Dan mengolok-ngolok dengan hal tersebut meniadakan pokok agama ini dan bertolak belakang dengan sebesar-besar bertolak belakang.” (Taisirul Karimir Rahman pada ayat ini)

Berkata asy-Syaikh Al-Allamah Shalih al Fauzan:

“Bahwasannya ayat tersebut menunjukan tentang kafirnya seseorang yang mengolok-ngolok dengan sesuatu yang didalamnya menyebutkan Allah, Rasulullah atau al-Qur’an.” (al Mulakhos, hlm.326)

Bertakwalah wahai para pelawak.... apa yang kalian lakukan perkara yang sangat berbahaya.

Abdullah al-Jakarty
@catatanku

Bunuh diri itu HARAM..
::
🚇 REALITA PAHIT


Cukuplah kenyataan pahit yang ada, di era yang serba modern ini, keberadaan para remaja ISLAM (bukan kafir, bukan pula ateis) yang tidak tahu kemana mereka harus melangkah?

Dari kecil mereka tidak pernah diajari bagaimana Islam yang benar, apa itu al-Quran, siapa Rabb dan nabinya, bagaimana cara membaca al-Quran, apa itu surga dan neraka, ada apa setelah kematian, dan seterusnya dari perkara yang harus diketahui oleh setiap muslim.

Dari kecil yang ditekankan oleh orang tua adalah belajar yang pintar, agar kalau sudah besar menjadi orang besar dan sukses di dunia.

Di rumah, orang tua tidak perhatian, sibuk dengan pekerjaan, tidak tahu apa yang dilakukan anaknya, media apa yang dibaca, acara apa yang ditonton, siapa teman bermainnya, dan seterusnya.
Innalillah wa inna ilaihi raj’iun.


POTRET SURAM REMAJA ZAMAN

Cukuplah potret suram kehidupan remaja di masa kini, manakala mereka lepas kendali dan kontrol, terombang-ambing dalam pergaulan bebas, mengikuti hawa nafsu, menjadi korban rayuan iblis dan bala tentaranya, berbuat zalim, menyakiti saudaranya, berbuat keji, merusak kehormatan wanita, dll.

Penampilan mereka jauh dari penampilan islami. Tidak tercium dari mereka aroma harum islam dan ibadah. Wajahnya jarang tersentuh air wudhu. Anggota sujudnya sangat jauh dari tempat sujud.

Rambutnya acak-acakan dan dimodel meniru pujaan hatinya. Waktunya habis siang dan malam untuk mencari kepuasan. Yah, kepuasan semu yang tak kunjung datang.Semakin dicari, justru semakin menjauh.Tak jarang dari mereka yang hatinya begitu rapuh. Walaupun mereka memiliki fisik yang kuat, tapi hatinya lemah.


FAKTA REMAJA

Cukuplah kenyataan yang menyayat hati, ketika remaja islam tertimpa masalah berat, mereka menjadi stres berat. Akhirnya apa yang dilakukan? Tidak lain kecuali bunuh diri.

Entah dengan gantung diri, minum racun, menjatuhkan diri dari tempat yang tinggi, atau menghadang laju kereta api.

Seolah-olah dengan bunuh diri, masalah langsung selesai. Mengapa mereka tidak tahu, bahwa dengan kematian yang disebabkan karena bunuh diri akan membuat kehidupannya lebih susah. Kehidupan dimana?

Yah, kehidupan di alam kubur dan akhirat kelak.Kehidupan yang lebih mengerikan daripada kehidupan yang ada di dunia ini. Kehidupan yang tidak ada yang bisa menolong kecuali amal saleh yang dia lakukan di dunia.

Kalau seandainya orang tua tahu, azab apa yang sedang menimpa anaknya, niscaya mereka akan pingsan dan tidak bisa tidur.


SADARLAH!

Duhai orang tua, sadarlah, kasihanilah anakmu!

Selamatkanlah mereka dari azab yang mengerikan!

Selamatkan mereka dari bencana maksiat dan dosa.

Wahai remaja, kembalilah ke jalan Rabbmu, bertobatlah segera dari dosa-dosamu, sebelum malaikat maut menjemputmu, dan sebelum malaikat munkar dan nakir menyapamu.

Wahai remaja, tinggalkanlah jalan setan, yang menghiasi maksiat dengan keindahan. Ketahuilah olehmu, ini adalah kehidupan dunia yang terbentang tapi fana.

Kehidupan yang hakiki, hanyalah kehidupan di akhirat yang kekal dan abadi.

Semoga Allah menyelamatkan dirimu dan kita semua dari malapetaka di dunia dan akhirat

🌎 http://forumsalafy.net/remang-remang-remaja-dalam-sorotan/

___________
BUNUH DIRI HUKUMNYA HARAM

Asy-Syaikh Dr. Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengatakan:

حرم الله على الإنسان أن يقتل نفسه حتى لو مسه ما مسه من الهم والضيق، يصبر.

“Allah mengharamkan seseorang membunuh dirinya sendiri, walaupun dia ditimpa kesedihan dan kesempitan. Hendaknya dia bersabar.”

(Khatharul Intihar hlm. 18)
Sumber || https://goo.gl/u89Fhj
@ForumSalafy