::
🚇 SENANTIASA SABAR DALAM MEMERINTAH SHALAT KEPADA KELUARGA
[Dan Jaminan Rezeki bagi yang Menegakkannya dengan sebaik-baiknya]
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى ﴿١٣٢﴾
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. [Q.S. Thaaha: 132].
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy rahimahullah berkata, ”Yaitu: doronglah keluargamu untuk shalat. Hantarkan mereka untuk melaksanakannya, yang wajib dan sunnah.
▪Dan perintah kepada sesuatu termasuk di dalamnya perintah kepada segala hal yang tidak sempurna sesuatu itu kecuali dengannya. Maka diperintah juga untuk mengajarkan mereka apa yang menjadikan shalatnya baik, rusak, dan sempurna.
وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya yaitu: atas shalat, dengan menegakkan batasan-batasan, rukun-rukun, dan adab-adabnya serta kekhusyukan di dalamnya. Sebab hal itu berat atas jiwa. Namun yang sepatutnya untuk memaksa jiwa, melawannya untuk menjalankannya, dan selalu bersabar bersamanya.
☝🏻Sungguh seorang hamba jika ia menegakkan shalatnya dengan bentuk yang diperintah kepadanya pasti yang selainnya dari (amalan) diin-nya lebih terjaga dan lebih ditegakkan. Sedangkan apabila ia menyia-nyiakannya maka yang selainnya lebih ditelantarkan.
▪Kemudian Allah Ta’ala telah menjamin rezeki kepada Rasul-Nya –shalallahu ‘alaihi wasallam- agar beliau tidak tersibukkan memerhatikan urusan rezeki dari mengurusi diin-nya, maka Allah berfirman:
نَّحْنُ نَرْزُقُكَ
Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. yaitu: rezekimu adalah tanggungan Kami. Sungguh Kami telah menjadikannya tanggungan Kami sebagaimana Kami telah menanggung rezeki makhluk-makhluk seluruhnya, (jika demikian) bagaimana dengan orang-orang yang menegakkan perintah Kami dan disibukkan dengan berdzikir kepada Kami?!
▪Dan rezeki Allah itu berlaku umum bagi yang bertakwa dan selainnya. Sehingga yang sepatutnya untuk memperhatikan hal yang membawa kepada kebahagiaan yang abadi, yaitu takwa. Oleh karenanya Allah berfirman:
وَالْعَاقِبَةُ
Dan akibat (yang baik) itu di dunia dan akhirat
لِلتَّقْوَى
adalah bagi (orang yang) bertakwa yaitu yang melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.
☝🏻Sehingga siapa yang menegakkannya(takwa) pasti baginya akibat yang baik. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
📖 Taisiirul Kariimir Rahman, hal. 599.
_______________
#Sabar dalam memerintahkan keluarga untuk shalat
#Mengajarkan tatacara shalat yang sesuai syariat
#Lalai dalam menegakkan shalat berakibat lalai dari amalan-amalan shalih lainnya.
#Rezeki telah dijamin bagi yang bertakwa
#Sebaik-baik rezeki adalah takwa.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
🚇 SENANTIASA SABAR DALAM MEMERINTAH SHALAT KEPADA KELUARGA
[Dan Jaminan Rezeki bagi yang Menegakkannya dengan sebaik-baiknya]
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى ﴿١٣٢﴾
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. [Q.S. Thaaha: 132].
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy rahimahullah berkata, ”Yaitu: doronglah keluargamu untuk shalat. Hantarkan mereka untuk melaksanakannya, yang wajib dan sunnah.
▪Dan perintah kepada sesuatu termasuk di dalamnya perintah kepada segala hal yang tidak sempurna sesuatu itu kecuali dengannya. Maka diperintah juga untuk mengajarkan mereka apa yang menjadikan shalatnya baik, rusak, dan sempurna.
وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya yaitu: atas shalat, dengan menegakkan batasan-batasan, rukun-rukun, dan adab-adabnya serta kekhusyukan di dalamnya. Sebab hal itu berat atas jiwa. Namun yang sepatutnya untuk memaksa jiwa, melawannya untuk menjalankannya, dan selalu bersabar bersamanya.
☝🏻Sungguh seorang hamba jika ia menegakkan shalatnya dengan bentuk yang diperintah kepadanya pasti yang selainnya dari (amalan) diin-nya lebih terjaga dan lebih ditegakkan. Sedangkan apabila ia menyia-nyiakannya maka yang selainnya lebih ditelantarkan.
▪Kemudian Allah Ta’ala telah menjamin rezeki kepada Rasul-Nya –shalallahu ‘alaihi wasallam- agar beliau tidak tersibukkan memerhatikan urusan rezeki dari mengurusi diin-nya, maka Allah berfirman:
نَّحْنُ نَرْزُقُكَ
Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. yaitu: rezekimu adalah tanggungan Kami. Sungguh Kami telah menjadikannya tanggungan Kami sebagaimana Kami telah menanggung rezeki makhluk-makhluk seluruhnya, (jika demikian) bagaimana dengan orang-orang yang menegakkan perintah Kami dan disibukkan dengan berdzikir kepada Kami?!
▪Dan rezeki Allah itu berlaku umum bagi yang bertakwa dan selainnya. Sehingga yang sepatutnya untuk memperhatikan hal yang membawa kepada kebahagiaan yang abadi, yaitu takwa. Oleh karenanya Allah berfirman:
وَالْعَاقِبَةُ
Dan akibat (yang baik) itu di dunia dan akhirat
لِلتَّقْوَى
adalah bagi (orang yang) bertakwa yaitu yang melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.
☝🏻Sehingga siapa yang menegakkannya(takwa) pasti baginya akibat yang baik. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
📖 Taisiirul Kariimir Rahman, hal. 599.
_______________
#Sabar dalam memerintahkan keluarga untuk shalat
#Mengajarkan tatacara shalat yang sesuai syariat
#Lalai dalam menegakkan shalat berakibat lalai dari amalan-amalan shalih lainnya.
#Rezeki telah dijamin bagi yang bertakwa
#Sebaik-baik rezeki adalah takwa.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from II Ukhuwah Salafiyyah 🇲🇾 II
🚇PERTOLONGAN ALLAH UNTUK KAUM MUSLIMIN DI BUMI PALESTINA AKAN TIBA DENGAN MEREALISASIKAN TAUHIDULLAH YANG MURNI & JIHAD YANG SYAR’I (DEMI MENEGAKKAN KALIMAT ALLAH)
❱ Al-Imam Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah (Mantan Ketua Jurusan As-Sunnah pada Fakultas Hadits, Universitas Islam Madinah)
[ Tanya ]
Anda menjawab bahwa jihad terbagi menjadi dua, jihad thalab (yang bersifat menyerang –ofensif) dan anda telah menerangkannya dengan keterangan yang cukup, walhamdulillah. Tinggal bagian yang kedua, seandainya anda berkenan untuk menjawabnya –jazakumullah khairan.
[ Jawab ]
■ Adapun jihad daf’i (bersifat mempertahankan diri –defensif) yang telah dibicarakan ulama dan ditetapkan oleh mereka bahwa itu hukumnya fardhu ‘ain.
🚇Apa itu artinya?
※ Yaitu musuh-musuh Islam menjajah salah satu negeri muslimin,
✓ maka wajib atas penduduk negeri itu bangkit membendung musuh ini dan mengusirnya dari negeri mereka.
✓ Dan hendaknya mereka terus melawan selama jumlah mereka tidak kurang dari setengah jumlah musuh yang memerangi dan menjajah.
※ Bila jumlah mereka kurang dari jumlah ini, maka menjadi kewajiban negara tetangganya untuk ikut serta dalam jihad, dan itu menjadi fardhu ain atas mereka juga seluruh masyarakat Islam untuk bekerja sama dengan mereka semampunya.
[▴] Akan tetapi mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya. Mereka harus melakukan persiapan untuk mengusir musuh.
✘ Bukan seperti keadaan Palestina sekarang. Penduduk Palestina belum menggelar persiapannya.
✘ Bahkan masyarakat Arab Islam yang bertetangga dengannya juga belum melakukan persiapan untuk mengusir musuh-musuh Allah baik dari kalangan Yahudi dan yang lainnya.
※ Yakni di saat Yahudi menjajah Palestina muncullah syiar-syiar jahiliah, nasionalisme, sosialisme, dan seterusnya,
▸ yang semestinya mereka bertaubat kepada Allah dari hal itu,
▸ dan kembali kepada-Nya agar berhak mendapatkan janji Allah berupa pertolongan-Nya atas musuh-musuh Allah.
※ Tapi justru mereka menyambut ideologi-ideologi ini, nasionalisme, sosialisme, ba’ts dan seterusnya.
[▴] Maka golongan-golongan seperti ini tidak akan mendapat kemenangan, dan jihad mereka tidak Islami. Oleh karena itu, jihad di Palestina sampai sekarang bukanlah jihad yang Islami, tetapi atas nama nasionalisme dan kebangsaan.
✓ Jika kaum muslimin kembali kepada jalan Allah dan bertaubat kepada-Nya
▸ lalu mereka mentarbiyah diri-diri mereka, anak-anak mereka dan pasukan mereka di atas tauhidullah yang murni
▸ serta terdidik di atas jihad demi menegakkan kalimat Allah supaya tinggi,
≡ ketika itulah insya Allah mereka dapat mengusir musuh itu.
✘ Dan realita Palestina sekarang, (mereka) memerangi musuh yang cukup berbahaya ini, yang bersenjatakan teknologi tercanggih dan mutakhir dengan didukung negara-negara Eropa dan Amerika. Sementara Palestina tidak ada yang mendukung mereka, satu negarapun.
✘ Maka pandangan saya bahwa termasuk dari sikap terburu-buru dan tidak cerdas bila engkau perangi musuh tersebut dengan bebatuan (intifadhah, ed.). Termasuk kebodohan yang ditolak Islam dan ditolak orang yang berakal (di mana) musuhmu bersenjatakan senjata yang paling ampuh dan canggih, pesawat tempur, tank, rudal, nuklir, dan seterusnya, sementara engkau tidak punya kecuali batu, dan engkau lawan dengannya.
✓ Saya berpandangan, sekarang bila musuh menyerang rumah-rumah penduduk yang aman, serta keluarga mereka, maka wajib bagi mereka membela diri.
◈ Sampai-sampai saya ditanya oleh orang Palestina: “Bila mereka (musuh) menyerang kami, apa yang kami lakukan?” Saya jawab: “Perangi mereka jika mereka menyerangmu dan keluargamu. Lawan dengan segala yang engkau bisa, baik dengan batu atau tongkat, sampaipun dengan kuku-kuku dan gigi-gigimu.”
❱ Al-Imam Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah (Mantan Ketua Jurusan As-Sunnah pada Fakultas Hadits, Universitas Islam Madinah)
[ Tanya ]
Anda menjawab bahwa jihad terbagi menjadi dua, jihad thalab (yang bersifat menyerang –ofensif) dan anda telah menerangkannya dengan keterangan yang cukup, walhamdulillah. Tinggal bagian yang kedua, seandainya anda berkenan untuk menjawabnya –jazakumullah khairan.
[ Jawab ]
■ Adapun jihad daf’i (bersifat mempertahankan diri –defensif) yang telah dibicarakan ulama dan ditetapkan oleh mereka bahwa itu hukumnya fardhu ‘ain.
🚇Apa itu artinya?
※ Yaitu musuh-musuh Islam menjajah salah satu negeri muslimin,
✓ maka wajib atas penduduk negeri itu bangkit membendung musuh ini dan mengusirnya dari negeri mereka.
✓ Dan hendaknya mereka terus melawan selama jumlah mereka tidak kurang dari setengah jumlah musuh yang memerangi dan menjajah.
※ Bila jumlah mereka kurang dari jumlah ini, maka menjadi kewajiban negara tetangganya untuk ikut serta dalam jihad, dan itu menjadi fardhu ain atas mereka juga seluruh masyarakat Islam untuk bekerja sama dengan mereka semampunya.
[▴] Akan tetapi mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya. Mereka harus melakukan persiapan untuk mengusir musuh.
✘ Bukan seperti keadaan Palestina sekarang. Penduduk Palestina belum menggelar persiapannya.
✘ Bahkan masyarakat Arab Islam yang bertetangga dengannya juga belum melakukan persiapan untuk mengusir musuh-musuh Allah baik dari kalangan Yahudi dan yang lainnya.
※ Yakni di saat Yahudi menjajah Palestina muncullah syiar-syiar jahiliah, nasionalisme, sosialisme, dan seterusnya,
▸ yang semestinya mereka bertaubat kepada Allah dari hal itu,
▸ dan kembali kepada-Nya agar berhak mendapatkan janji Allah berupa pertolongan-Nya atas musuh-musuh Allah.
※ Tapi justru mereka menyambut ideologi-ideologi ini, nasionalisme, sosialisme, ba’ts dan seterusnya.
[▴] Maka golongan-golongan seperti ini tidak akan mendapat kemenangan, dan jihad mereka tidak Islami. Oleh karena itu, jihad di Palestina sampai sekarang bukanlah jihad yang Islami, tetapi atas nama nasionalisme dan kebangsaan.
✓ Jika kaum muslimin kembali kepada jalan Allah dan bertaubat kepada-Nya
▸ lalu mereka mentarbiyah diri-diri mereka, anak-anak mereka dan pasukan mereka di atas tauhidullah yang murni
▸ serta terdidik di atas jihad demi menegakkan kalimat Allah supaya tinggi,
≡ ketika itulah insya Allah mereka dapat mengusir musuh itu.
✘ Dan realita Palestina sekarang, (mereka) memerangi musuh yang cukup berbahaya ini, yang bersenjatakan teknologi tercanggih dan mutakhir dengan didukung negara-negara Eropa dan Amerika. Sementara Palestina tidak ada yang mendukung mereka, satu negarapun.
✘ Maka pandangan saya bahwa termasuk dari sikap terburu-buru dan tidak cerdas bila engkau perangi musuh tersebut dengan bebatuan (intifadhah, ed.). Termasuk kebodohan yang ditolak Islam dan ditolak orang yang berakal (di mana) musuhmu bersenjatakan senjata yang paling ampuh dan canggih, pesawat tempur, tank, rudal, nuklir, dan seterusnya, sementara engkau tidak punya kecuali batu, dan engkau lawan dengannya.
✓ Saya berpandangan, sekarang bila musuh menyerang rumah-rumah penduduk yang aman, serta keluarga mereka, maka wajib bagi mereka membela diri.
◈ Sampai-sampai saya ditanya oleh orang Palestina: “Bila mereka (musuh) menyerang kami, apa yang kami lakukan?” Saya jawab: “Perangi mereka jika mereka menyerangmu dan keluargamu. Lawan dengan segala yang engkau bisa, baik dengan batu atau tongkat, sampaipun dengan kuku-kuku dan gigi-gigimu.”
Forwarded from II Ukhuwah Salafiyyah 🇲🇾 II
(02)
[▴] Maka saya katakan rakyat Palestina ini,
✘ kalian jangan mencoba menyulut musuh ini sementara kalian dalam keadaan selemah-selemahnya. Dan pada derajat kelemahan terendah, janganlah kalian memanasi mereka.
✓ Mulailah dengan taklim, didiklah dengan manhaj Islam yang benar, niscaya Allah akan jadikan untuk kalian jalan keluar dan solusi.
◈ Allah berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.” [Ath-Thalaq: 2]
✓ Maka wajib bagi kalian untuk mengikhlaskan niat dan wajib mentarbiyah diri dan anak kalian di atas tauhidullah sehingga kalian mendapatkan hak kemenangan dari Allah.
✓ Lalu siapkan persenjataan ketika kalian angkat bendera jihad, niscaya Allah akan menolong kalian.
[▴] Inilah yang mungkin aku katakan seputar jihad ini.
※ Dan aku memohon kepada Allah tabaraka wa ta’ala
✓ agar memberikan taufiq-Nya kepada kaum muslimin untuk bertaubat kepada Allah dan kembali kepada-Nya, agar Allah angkat kehinaan ini dari mereka.
✓ Kejayaan, pertolongan dan lenyapnya kehinaan, itu semuanya tergadai dengan kembalinya mereka kepada jalan Allah secara benar, (jalan) yang dibawa oleh Nabi Muhammad.
≡ Bila ini terwujud, insya Allah kaum muslimin akan diberi mahkota kemenangan pada pertempuran manapun yang mereka lakukan melawan musuh Allah:
“Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) menolong. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.” [Al-Fath: 22-23]
✓ Ini adalah sunnatullah, tidak akan meleset selamanya, sunatullah al-kauniyyah (ketetapan Allah pada alam ini). Maka bila kita lakukan sunnah syar’iyyah (ketetapan Allah pada syariat-Nya) yang kita diminta melakukannya, niscaya akan datang sunnatullah al-kauniyyah yaitu janji Allah untuk menang terhadap musuh dan mendapatkan kemenangan di atas musuh.
※ Maka bila kalian sungguh-sungguh dalam memerangi Yahudi dan selain mereka, hendaknya memakai senjata ini, senjata aqidah. Setelah itu baru senjata fisik.
✘ Adapun sekarang, senjata iman lemah –tidak saya katakan tidak ada– lemah sekali, jauh dari tingkatan yang dimaukan. Sementara senjata fisik tidak ada. Kalau begitu, belum waktunya jihad…
✘ Adapun persatuan Arab yang berlandaskan nasionalisme Arab, kebangsaan jahiliah, (maka Nabi bersabda:) “Bukan dari golongan kami orang yang mengajak kepada ashabiah (fanatik kesukuan) atau berperang karena ashabiah”, atau berperang di bawah bendera ‘immiyyah (kesesatan).
▸ Bendera ‘immiyyah yang tergabung padanya Nasrani, Yahudi bila dia punya toleransi, masuk pula padanya komunis, masuk padanya sekuler. Ini bila kita angkat bendera kearaban.
▸ Orang yang mengangkat bendera ini apakah menjadi syahid?! Sekali-kali tidak! Orang yang berperang agar kalimat Allah menjadi tinggi itulah yang di jalan Allah.
※ Demi Allah, Yahudi dan Nasrani benar-benar bertepuk tangan terhadap identitas kearaban karena mereka paham benar bahwa tidak akan mengalahkan mereka
✓ kecuali Islam yang Muhammad [ﷺ] datang membawanya.
✓ Islam yang dengannya terbukalah daerah-daerah di dunia ini.
✓ Islam yang dengannya pemelukya menang di atas segala bangsa dan agama….”
📚[Kaset Aqwal ‘Ulama Fil Jihad Al-Mu’ashir]
Url: http://www.alfawaaid.net/2017/12/pertolongan-allah-untuk-kaum-muslimin.html
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
// Sumber:
Majalah Asy-Syariah Online - Edisi 032
➥ #Nasehat #pertolongan_Allah #kaum_muslimin #palestina #tauhidullah_yang_murni #jihad_yang_syar_i #intifadhah
[▴] Maka saya katakan rakyat Palestina ini,
✘ kalian jangan mencoba menyulut musuh ini sementara kalian dalam keadaan selemah-selemahnya. Dan pada derajat kelemahan terendah, janganlah kalian memanasi mereka.
✓ Mulailah dengan taklim, didiklah dengan manhaj Islam yang benar, niscaya Allah akan jadikan untuk kalian jalan keluar dan solusi.
◈ Allah berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.” [Ath-Thalaq: 2]
✓ Maka wajib bagi kalian untuk mengikhlaskan niat dan wajib mentarbiyah diri dan anak kalian di atas tauhidullah sehingga kalian mendapatkan hak kemenangan dari Allah.
✓ Lalu siapkan persenjataan ketika kalian angkat bendera jihad, niscaya Allah akan menolong kalian.
[▴] Inilah yang mungkin aku katakan seputar jihad ini.
※ Dan aku memohon kepada Allah tabaraka wa ta’ala
✓ agar memberikan taufiq-Nya kepada kaum muslimin untuk bertaubat kepada Allah dan kembali kepada-Nya, agar Allah angkat kehinaan ini dari mereka.
✓ Kejayaan, pertolongan dan lenyapnya kehinaan, itu semuanya tergadai dengan kembalinya mereka kepada jalan Allah secara benar, (jalan) yang dibawa oleh Nabi Muhammad.
≡ Bila ini terwujud, insya Allah kaum muslimin akan diberi mahkota kemenangan pada pertempuran manapun yang mereka lakukan melawan musuh Allah:
“Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) menolong. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.” [Al-Fath: 22-23]
✓ Ini adalah sunnatullah, tidak akan meleset selamanya, sunatullah al-kauniyyah (ketetapan Allah pada alam ini). Maka bila kita lakukan sunnah syar’iyyah (ketetapan Allah pada syariat-Nya) yang kita diminta melakukannya, niscaya akan datang sunnatullah al-kauniyyah yaitu janji Allah untuk menang terhadap musuh dan mendapatkan kemenangan di atas musuh.
※ Maka bila kalian sungguh-sungguh dalam memerangi Yahudi dan selain mereka, hendaknya memakai senjata ini, senjata aqidah. Setelah itu baru senjata fisik.
✘ Adapun sekarang, senjata iman lemah –tidak saya katakan tidak ada– lemah sekali, jauh dari tingkatan yang dimaukan. Sementara senjata fisik tidak ada. Kalau begitu, belum waktunya jihad…
✘ Adapun persatuan Arab yang berlandaskan nasionalisme Arab, kebangsaan jahiliah, (maka Nabi bersabda:) “Bukan dari golongan kami orang yang mengajak kepada ashabiah (fanatik kesukuan) atau berperang karena ashabiah”, atau berperang di bawah bendera ‘immiyyah (kesesatan).
▸ Bendera ‘immiyyah yang tergabung padanya Nasrani, Yahudi bila dia punya toleransi, masuk pula padanya komunis, masuk padanya sekuler. Ini bila kita angkat bendera kearaban.
▸ Orang yang mengangkat bendera ini apakah menjadi syahid?! Sekali-kali tidak! Orang yang berperang agar kalimat Allah menjadi tinggi itulah yang di jalan Allah.
※ Demi Allah, Yahudi dan Nasrani benar-benar bertepuk tangan terhadap identitas kearaban karena mereka paham benar bahwa tidak akan mengalahkan mereka
✓ kecuali Islam yang Muhammad [ﷺ] datang membawanya.
✓ Islam yang dengannya terbukalah daerah-daerah di dunia ini.
✓ Islam yang dengannya pemelukya menang di atas segala bangsa dan agama….”
📚[Kaset Aqwal ‘Ulama Fil Jihad Al-Mu’ashir]
Url: http://www.alfawaaid.net/2017/12/pertolongan-allah-untuk-kaum-muslimin.html
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
// Sumber:
Majalah Asy-Syariah Online - Edisi 032
➥ #Nasehat #pertolongan_Allah #kaum_muslimin #palestina #tauhidullah_yang_murni #jihad_yang_syar_i #intifadhah
::
🚇 JANGAN TERGESA-GESA MENGHUKUMI SESUATU!
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkholi -hafizhahullah- berkata,
"Wahai ikhwah, janganlah terburu-buru dalam menetapkan hukum-hukum(suatu permasalahan) sebab _qadhi_ ada tiga macam, sebagaimana sabda Nabi shalallahu 'alaihi wasallam:
( *ﺍﻟﻘﻀﺎﺓ ﺛﻼﺛﺔ ﻗﺎﺿﻴﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭﻭﺍﺣﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ ، ﺭﺟﻞ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﻘﻀﻰ ﺑﻪ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ ، ﻭﺭﺟﻞ ﻗﻀﻰ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺟﻬﻞ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ، ﻭﺭﺟﻞ ﻋﺮﻑ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﺠﺎﺭ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ* ) ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ﻭﺍﻟﺤﺎﻛﻢ
Qadhi (hakim pemutus perkara) ada tiga -dua di neraka dan satu di surga- :
1⃣ Seorang yang mengetahui kebenaran lalu memutus perkara dengannya maka ia di surga.
2⃣ Seorang yang menentukan perkara di atas kejahilan maka ia di neraka.
3⃣ Seorang yang mengetahui kebenaran namun berbuat lalim (menyelisihi kebenaran) dalam menghakimi maka ia di neraka.
✍ Petikan dari:
http://bit.ly/2jX6WyO
📜 " ﻧﺼﻴﺤﺔ ﻭﺩﻳﺔ ﻟﻤﻦ ﻳﺤﺘﺮﻡ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ "
"Nasihat Penuh Kasih bagi Seorang yang Menghormati Dakwah Salafiyah"
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
🚇 JANGAN TERGESA-GESA MENGHUKUMI SESUATU!
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkholi -hafizhahullah- berkata,
"Wahai ikhwah, janganlah terburu-buru dalam menetapkan hukum-hukum(suatu permasalahan) sebab _qadhi_ ada tiga macam, sebagaimana sabda Nabi shalallahu 'alaihi wasallam:
( *ﺍﻟﻘﻀﺎﺓ ﺛﻼﺛﺔ ﻗﺎﺿﻴﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭﻭﺍﺣﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ ، ﺭﺟﻞ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﻘﻀﻰ ﺑﻪ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ ، ﻭﺭﺟﻞ ﻗﻀﻰ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺟﻬﻞ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ، ﻭﺭﺟﻞ ﻋﺮﻑ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﺠﺎﺭ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ* ) ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ﻭﺍﻟﺤﺎﻛﻢ
Qadhi (hakim pemutus perkara) ada tiga -dua di neraka dan satu di surga- :
1⃣ Seorang yang mengetahui kebenaran lalu memutus perkara dengannya maka ia di surga.
2⃣ Seorang yang menentukan perkara di atas kejahilan maka ia di neraka.
3⃣ Seorang yang mengetahui kebenaran namun berbuat lalim (menyelisihi kebenaran) dalam menghakimi maka ia di neraka.
✍ Petikan dari:
http://bit.ly/2jX6WyO
📜 " ﻧﺼﻴﺤﺔ ﻭﺩﻳﺔ ﻟﻤﻦ ﻳﺤﺘﺮﻡ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ "
"Nasihat Penuh Kasih bagi Seorang yang Menghormati Dakwah Salafiyah"
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net