منتدى نشر الفـــــــوائد
7.54K subscribers
4.31K photos
259 videos
279 files
5.62K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
..
🚇 APA DAN KENAPA MENUNTUT ILMU DAN MENYEBARKANNYA?


🎙Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh -hafizhahullah- berkata:

“Salafus Shalih dari para imam ahli hadits berkata:

Niat dalam (mempelajari) ilmu adalah kamu meniatkan dengannya wajah Allah -jalla wa ‘alaa-.

Imam Ahmad berkata:

“Niat dalam ilmu adalah kamu berniat dengannya untuk mengangkat kejahilan dari dirimu.”

Dengan ini kamu memperhatikan bahwa mengangkat kejahilan itu ditujukan kepadamu. Sehingga apabila kamu menuntut ilmu maka pahamilah bahwa kamu belajar untuk mengangkat kebodohan dari dirimu.

✍🏻Ketidaktahuan dalam hal apa?

Ketidaktahuan dalam tiga hal yang paling agung yang seorang hamba akan ditanya tentangnya di dalam kuburnya. Ketahuilah bahwa itu adalah kejahilan terhadap Allah, diinul Islam, dan Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam-. Sungguh benar seseorang akan ditanya di dalam kuburnya. Bahkan setiap muslim dan muslimah akan ditanya tiga hal:

🔺Siapa Rabbmu?

🔺Apa agamamu?

🔺Dan siapa Nabimu?

Oleh karenanya ilmu yang bermanfaat ditujukan untuk mengangkat kejahilan –kejahilan laki-laki atau wanita- terhadap tiga hal ini.

Sehingga ia harus mempelajari apa hak dari Allah –jalla wa ‘alaa- terkait rububiyah-Nya dan peribadahan kepada-Nya semata juga nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang maha indah, mulia, dan sempurna.

Dan ia belajar tentang agama Islam berdasarkan dalil-dalil. Ia juga belajar tentang hak Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- tentang nama, riwayat hidupnya, dan bukti-bukti kenabian Beliau –‘alaihish shalatu wassalam-.

Dia mempelajari hal itu semua agar menjadi seorang muslim yang mengangkat kejahilan dari dirinya dalam hal permasalahan-permasalahan yang sangat besar ini.

Dan jika ia sudah merasa tenang dengan bimbingan, kekuatan ilmu, dan hafalan maka ia mengikutkan dengan niat ini yaitu MEMBERI MANFAAT bagi kaum muslimin. Dia berniat ketika belajar untuk memberi manfaat bagi kaum muslimin. Dan hamba Allah yang paling dicintai-Nya adalah yang paling bermanfaat kepada hamba-hamba-Nya.

Sehingga jika ia berniat dengan ilmunya untuk memberi manfaat kepada hamba-hamba Allah ---di masjid dan rumahnya, memberi manfaat kepada mereka dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka atau memberi bimbingan kepada mereka atau mengajarkan ilmu kepada yang tidak tahu, mengajarkan shalat, tauhid, syarat-syarat shalat dan demikian seterusnya sesuai hajat yang dibutuhkan ---dan dia membiasakan hal tersebut maka ia berada di atas niat yang shalihah.”

Ad-Duruusul ‘Ilmiyyatil ‘Aamah, Himmatus Salaf fi thalabil ‘ilmi, hal. 77.


# _Niatkan ikhlas dan jangan ragu berbagi ilmu._

📑 Penerjemah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::

🚇 SUNNAH YANG TERLUPAKAN OLEH SEBAGIAN KAUM MUSLIMIN

#Dzikir Khusus Setelah Shalat Shubuh dan Shalat Maghrib

🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz -rahimahullah-


Pertanyaan:

Datang anjuran untuk mengucapkan :

 (لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ)

Sebanyak sepuluh kali setelah shalat fajar dan shalat maghrib, apakah hal ini shahih?




🎙 Jawaban:

Datang hadits-hadits yang shahih dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, seluruhnya menunjukkan disyariatkan dzikir tersebut setelah shalat fajar dan shalat maghrib. Yaitu ia ucapkan:

(لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ)

Sebanyak sepuluh kali.

✍🏻Maka disyariatkan bagi setiap mukmin dan mukminah untuk menjaga dzikir itu setelah dua shalat tersebut (shubuh dan maghrib).

👉🏻Diucapkan dzikir itu setelah dzikir yang disyariatkan setelah selesai salam dari shalat lima waktu. Yaitu ucapannya setelah salam:

أستغفر الله 
3kali                                                                  

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ ، لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إيَّاهُ ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الحَسَنُ ، لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُونَ

اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ

✍🏻Dan apabila ia seorang imam maka disyariatkan untuknya berpaling menghadap manusia dan mengarahkan wajahnya kepada mereka setelah mengucapkan:

أستغفر الله 
3kali                                                                  

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

# Sebagai pengikutan terhadap Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hal tersebut.

## Dan imam ketika berpaling agar mengambil arah ke kanan atau ke kirinya. Sebab Nabi -shalallahu ‘alaihi wasallam- melakukan yang ini dan itu.

✍🏻Dan disunnahkan pula bagi orang yang shalat setelah selesai shalat lima waktu seusai mengucapkan dzikir di atas untuk mengucapkan:

سبحان الله

 الحمد لله

الله أكبر

👉🏻(Masing-masing) 33 kali.

Sehingga jumlahnya itu sembilanpuluh sembilan (99) dan ia genapkan ke seratus dengan:

لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Karena telah shahih dari Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam – yang menganjurkan untuk dzikir tersebut dan menjelaskan bahwa ia termasuk sebab datangnya ampunan dari Allah.

✍🏻Dan disyariatkan juga bagi orang yang shalat ketika selesai dari shalat lima waktu untuk membaca ayat kursi setelah membaca dzikir-dzikir di atas.

✍🏻Dan ia membaca:

قل هو الله أحد، 

قل أعوذ برب الفلق، 

قل أعوذ برب الناس

Disyariatkan membaca tiga surat ini sebanyak tiga kali setelah shalat maghrib, shalat fajar, dan ketika akan tidur. Sebab telah datang hadits-hadits shahih dalam permasalahan itu.

--------------------------------------------

NB: Dalam hadits lain menunjukkan dzikir khusus ini juga diucapkan setelah shalat Ashar.

📨 Sumber: http://www.binbaz.org.sa/fatawa/941

📑 Penerjemah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
🚇 IMAM SHALAT MEMBACA SURAT AL-BAQARAH SAMPAI AN-NAAS DI SELAIN BULAN RAMADHAN

(Catatan Penting bagi Imam Shalat)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah:


Pertanyaan:

“Banyak dari imam masjid yang membaca Al-Qur’an (dalam shalat) bersambung dari Al-Baqarah sampai surat An-Naas di selain bulan Ramadhan. Dan disebutkan bahwa amalan ini adalah bid’ah. Sebagian mereka berhujjah(berargumen) untuk muroja’ah, mengokohkan hafalan, dan memperdengarkan kepada jama’ah ayat-ayat yang berkah dari Al-Qur’an yang mereka jarang mendengarnya, apa pandangan Anda dalam hal ini?”



🎙 Jawaban:

“Para ulama –semoga Allah merahmati mereka- menyebutkan bahwa yang selayaknya bagi seseorang untuk membaca:

🗂di shalat fajar dari surat yang _thiwal mufashshol_(panjang),
🗂shalat maghrib dari surat yang _qishor_(pendek),
🗂dan sisanya dari surat yang _awsath_(pertengahan).

✍🏻Surat yang mufashshol  awalnya  surat Qaaf dan akhirnya akhir Al-Qur’an(surat An-Naas).
Surat yang panjang dari Qaaf sampai ‘amma(An-Naba’).
Surat yang pendek dari adh-Dhuha sampai akhir Al-Qur’an.
Dan pertengahannya dari ‘Amma(an-Naba’) sampai adh-Dhuha.

Seperti ini yang disebutkan ulama. Dan yang sepantasnya seseorang mengamalkan yang seperti ini. Sebab termasuk hikmah di dalamnya bahwa surat-surat _al-mufashshol_ ini jika (sering) datang kepada pendengaran orang-orang maka mereka akan hafal dan mudah untuk menghafalnya.

🔺Dan aku tidak mengetahui ada seorang ulama yang berkata bahwa “Sepantasnya untuk membaca (dalam shalat) dari awal Al-Qur’an sampai akhirnya secara bersambung agar orang-orang mendengar seluruh Al-Qur’an. “

🔺Tidak mungkin pula setiap orang mendengar seluruh Al-Qur’an (dalam shalat berjama’ah). Sebab akan ada beberapa waktu untuk sampai kepada akhir Al-Qur’an. Sementara orang (yang berjama’ah) akan berganti-ganti. Ada yang datang dan pergi sehingga mereka tidak bisa mendengar seluruh al-Qur’an.

Apabila amalan ini tidak termasuk sunnah dan ulama menyebutkan bahwa yang sunnah adalah membaca surat-surat _al-mufashshol_ maka yang lebih utama bagi seseorang untuk ia mengikuti apa yang para ulama berada di atasnya. Dan manfaat yang telah kita isyaratkan –bahwa orang awam jika surat-surat _al-mufashshol_  berulang maka mereka akan menghafalnya- hal itu tidak akan dicapai andai seorang imam membaca Al-Qur’an dari awal Al-Qur’an sampai akhirnya.

☝🏻Sehingga yang lebih utama untuk berpaling dari hal ini. Dan hendaknya ia membaca sebagaimana orang-orang membaca(ketika mengimami).

📨 Sumber: Fataawa Nuurun ‘alad Darb : 2 /190
📑 Penerjemah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::
Ⓜ️ PADA PERKARA YANG MUBAHPUN ISTRI HARUS TAAT KEPADA SUAMI

Asy Syeikh Bin Baaz rohimahullah:

(لكن إذا أمرها بشيء مباح من عدم الخروج للجيران أو لأهلها، أو عدم صنع الطعام المعين أو أشياء أخرى مما أباح الله، فليس لها أن تعصيه، بل عليها السمع والطاعة)

"Namun jika seorang suami memerintahkan istrinya dengan sesuatu yang mubah seperti:
◾️Dia melarang pergi ke rumah tetangga atau keluarganya, atau
▪️Suaminya melarang untuk masak masakan tertentu atau
◾️pada perkara yang lainnya pada hal hal yang Allah bolehkan..

👉 maka tidak boleh baginya untuk durhaka terhadap suaminya, bahkan atas dia untuk dengar dan taat".


••••
📨 http://www.binbaz.org.sa/noor/10767 | @berbagiilmuagama

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
::
Ⓜ️ TANGISAN BAHAGIA DI ATAS SUNNAH


Al-Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah rahimahullah berkata:

Suatu hari aku masuk menemui salah seorang teman kami di saat ia mengalami suatu rasa suka cita yang membuatnya menangis.

Aku pun bertanya kepadanya tentang hal itu, ia pun menjawab :

"Aku teringat karunia Allah kepadaku berupa :
🔺SUNNAH dan mengenalinya.
🔺Dan aku terbebas dari syubhat kaum dan kebatilan kaidah-kaidah mereka.
🔺Serta aku (dikarunia) bisa menyepakati akal yang benderang dan fitrah yang lurus dari apa yang dibawa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam...

Maka mengingat hal itu menjadikanku bahagia sehingga membuatku menangis."

______________________
🔹 قال الإمام ابن القيم رحمه الله :
" دخلتُ يوماً على بعض أصحابنا وقد حصل له وَجْدٌ أبكاه ! ،
فسألته عنه فقال : ذكرتُ ما مَنّ اللهُ به علَيَّ من السُّنة ومعرفتها والتخلص من شُبَهِ القوم وقواعدهم الباطلة وموافقة العقل الصريح والفطرة السليمة لِمَا جاء به الرسول ﷺ ، فسَرَّني ذلك حتى أبكاني ! ".

📚 [مدارج السالكين (127/3)].

______________________
#Ingatlah masa keresahan dan kegelapan sebelum mengenal sunnah dan bandingkan dengan nikmat kedamaian setelah mengenalnya.

{ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا}

📑 Penerjemah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::

🚇 AKIBAT ADA SESUATU DISITU


Pertanyaan:
“Semoga Allah menjaga Anda, terkadang banyak terjadi khilaf dan salah paham antara salafiyyin sendiri, maka apa arahan dan nasihat Anda agar mereka ikhwah salafiyyin bersatu hati dan meredam fitnah dan perselisihan?


Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkholi –hafizhahullah- menjawab:

“Hal ini muncul dari :
Lemahnya ketakwaan kepada Allah dan kekokohan serta istiqomah.

Andaikan ada tsabat(kekokohan) dan istiqomah di atas perintah Allah yang hak maka kamu tidak akan menemui semisal perkara-perkara tersebut.

Namun ada penyakit-penyakit dalam jiwa.

Sehingga hendaknya mereka berlepas dari penyakit-penyakit dalam jiwa ini.

Dan sepatutnya mereka untuk teguh dan istiqomah di atas al-haq mereka akan menjadi jasad yang satu. Sebagaimana Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

(( مَثَلُ المؤمنين في تَوَادِّهم وتراحُمهم وتعاطُفهم مثلُ الجسد ، إِذا اشتكى منه عضو تَدَاعَى له سائر الجسد بالسَّهَرِ والحُمِّى ))

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam rasa cinta, kasih sayang, dan ikatan mereka semisal satu tubuh. Apabila satu anggota badan mengeluh(sakit) maka seluruh bagian jasad lainnya saling merasakan dengan terjaga (tidak tidur semalaman)dan ikut demam.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim)

Maka aku wasiatkan kepada mereka untuk:

◾️Bertakwa kepada Allah, kokoh, dan istiqomah(di atas kebenaran). Dan aku wasiatkan untuk diriku sendiri kepada hal tersebut sebelum mereka. Baarokallah fiikum.

◾️Dan hendaknya bersemangat untuk saling bersaudara, saling mencintai, saling mengasihi, dan saling berkunjung karena Allah –Tabaraka wa Ta’ala- --sebagai pengganti dari kita saling marah, tidak suka, dan benci dengan saling cinta, mengasihi, dan berhubungan.

◾️Kemudian termasuk hal yang menjauhkan perselisihan dari kita yaitu kita menjauhi segala SEBAB yang membawa kepada perpecahan.

💥Orang yang ini berjalan bersama sururiyyin seraya berkata “Aku tidak ingin meninggalkannya!”. Kamu menjadi sebab terjadinya perpecahan dan perselisihan.

💥Sedang yang ini berjalan bersama ikhwani, yang ini pergi bersama kelompok hizbi yang itu, bersama kelompok fulan; menjadi sebab perpecahan dan terbelahnya salafiyyin.

Dan perselisihan diantara mereka dan sebab-sebabnya sangat banyak yang tidak mampu menghitungnya kecuali Allah –‘azza wa jalla-.

Oleh sebab itu :

🔺Jauhilah sebab-sebab perselisihan secara menyeluruh.

🔺Bersemangatlah untuk berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah.

🔺Saling memahami antara kalian dengan bersandar kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya –‘alaihish shalatu wassalam-

(dengannya) hati-hati kalian akan bersatu dan berkumpul –baarokallah fiikum-. Hati dan jasad kalian akan berada di atas kebenaran dan kebaikan."



🌏 Sumber: https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=146633

📑 Penerjemah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
🔉 Audio : Persahabatan sejati
::
🚇 Boleh Bermain yang Syar’i Tapi Tidak dalam Hal ini...


Al-Imam Al-Qurthubiy –rahimahullah- berkata:

“Semoga Allah merahmati salafus shalih, sungguh mereka telah sangat menasihati kepada setiap pemilik akal rojih (kuat) dengan berkata:

مَهْمَا كُنْتَ لاَعِبًا بِشَيْء فَإِيَّاكَ أَنْ تَلْعَب بِدِيْنِك

“Bagaimanapun kamu senang bermain dengan sesuatu...berhati-hatilah dari bermain-main terhadap agamamu.”

Al-Jami’ li Ahkaamil Qur’an, 10/ 400.

-------------------------------------------
#agama bukan tempat permainan bagi hawa nafsu, hasad, riya', sombong dll.

📑 Penerjemah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
::

🚇 ANAK PEREMPUAN YANG MASIH KECIL DALAM SHAF LAKI-LAKI


Ada seorang bapak yang mengajak anak perempuan yang masih kecil untuk sholat dan ikut dalam barisan shaf laki-laki.
Apakah hal ini diperbolehkan?



Dijawab oleh Al-Ustadz Muhammad as-Sarbini حفظه الله:

Tentu saja tidak boleh. Jika anak wanita itu belum mumayyiz (belum 7 tahun) dia memutus shaf, karena shalatnya tidak sah.

Mestinya dia letakkan di depanya untuk menjaganya, tidak masuk shaf.

Jika sudah mumayyiz, seharusnya dia shalat di shaf wanita !
Wallahu a'lam.


••••
📔Dikutip Dari :
Majalah Asy Syariah
Edisi 110 vol. X/1436H Halaman 42
www.tanyajawab.asysyariah.com
🌏 @Riyadhussalafiyyin