#Renungan untuk Ahlussunnah
🚇 DIANTARA SEBAB MEMBESARNYA API FITNAH
(Renungan Seorang Ulama Kibar dan Barokah bersama Pembesar Kalian)
Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiriy hafizhahullah berkata:
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﻻ ﻋﺪﻭﺍﻥ ﺇﻻ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻖ ﺍﻟﻤﺒﻴﻦ ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺑﻠﻎ ﺍﻟﺒﻼﻍ ﺍﻟﻤﺒﻴﻦ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ .
ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ :
"Maka sungguh aku merenungi apa yang berjalan dalam fitnah belakangan ini dan apa yang muncul dari efek dan hasilnya terhadap para pemuda dan ikhwan kita yang berpegang teguh dengan manhaj salafus shalih, aku melihat :
🔺Banyaknya "bicara ini dan itu" dari orang-orang yang sedikit perbekalan ilmu dan pengetahuan tentang agama Allah, syariatnya, dan apa yang salaf umat dahulu di atasnya menjadi SEBAB untuk membara dan menguatnya fitnah tersebut.
Terkhusus mayoritas problem-problem tersebut kembalinya kepada internet dan apa yang disebut dan ditulis di dalamnya dari orang-orang yang diisyaratkan kepada mereka ini dengan suatu sifat (tanpa penyebutan nama asli).
Dan sebab terpenting membesarnya fitnah itu adalah: Bersembunyi dibalik nama, julukan, dan kuniyah yang menyembunyikan jatidiri seseorang.
Maka sebagai upaya mengobati permasalahan ini yang kian hari semakin bertambah banyak, cepat, dan meluas daerahnya maka aku menyeru kepada saudara-saudaraku “yang benar-benar jujur” dalam melaksanakan hadits Rasulullah ﷺ:
[ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻓﻠﻴﻘﻞ ﺧﻴﺮﺍً ﺃﻭ ﻟﻴﺼﻤﺖ ]
"Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka ucapkanlah hal yang baik atau diamlah!"
Dan sebagaimana perkataan Ibnu Sirin rahimahullah:
[ ﺇﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺩﻳﻦ ﻓﺎﻧﻈﺮﻭﺍ ﻋﻦ ﻣﻦ ﺗﺄﺧﺬﻭﻥ ﺩﻳﻨﻜﻢ ]
"Sesungguhnya ilmu itu adalah agama maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agamamu."
👆🏻Dan hal tersebut di atas didapatkan dengan menampakkan nama asli bagi seseorang yang ingin ikut serta bergabung dan menulis di forum ini terkhusus forum situs “sahab as-salafiy” untuk kita seluruhnya bergabung dalam meminimalkan dari membesar-besarkan permasalahan dan banyak “bicara ini dan itu”.
Dan dari sela perspektif di awal maka jelas bagi kita beberapa faidah dari bergabung (di dalam forum) dengan menyebut nama asli sebagai berikut:
1. Teliti, perlahan, dan berpikir yang dalam sebelum menulis suatu ucapan dan menyebarkannya.
2. Mengetahui derajat penulis dalam tingkatan ilmu dan manhaj.
3. Tidak berani dan mendahului dari menyebarkan sesuatu sebelum tatsabbut dan memaparkannya kepada orang yang berilmu (ulama).
4. Memahami akibat dan kelanjutannya ketika menulis dengan nama asli.
5. Meminimalkan dari banyak menulis dan menyebarkan (tentang fitnah).
6. Membatasi penulisan dan arahan hanya untuk orang yang berilmu (ulama) dan penuntut ilmu. Dan tidak mengizinkannya untuk segala jenis manusia.
7. Memunculkan Ulama dan posisi mereka yang hakiki dan menampakkan hak serta keahlian mereka dalam hal pengarahan, pengajaran, dan kritikan.
8. Menampilkan manhaj salafi dalam rupa yang indah dan gerak-gerik yang sempurna dalam hal memahami orang-orang, kondisi mereka, dan pribadai-pribadi mereka.
9. Menurunkan hukum-hukum syar’i dalam hak orang-orang yang menyelisihi, menentang, dan membuat kebatilan. Dan mampu untuk tatsabbut dan meminta validitas dalam mengenal wujud dari pribadi-pribadi yang ada. Dan menghilangkan serta menghapusnya dalam keadaan jahaalah (tidak diketahui orangnya), ibhaam (tidak diketahui nama aslinya), dan iyhaam (membuat wahm).
10. Prediksi akan bertambahnya perkataan-perkataan yang ilmiah dan manhaj yang berfaidah. Dan akan berkurang ucapan-ucapan yang kosong (faidah) dan lemah.
11. Mengangkat diri dari metode-metode hizbiyyin dan orang-orang harokah (pergerakan) serta kempok-kelompok rahasia. Dan menyelisihi mereka dalam hal bersembunyi dan menyamar di sebalik gelar dan kuniyah. Yaitu ketika (salafiyyin) menampilkan sifat dan ciri mereka yang sejati.
12. Menampakkan kejelasan dan kejujuran -yang keduanya termasuk ciri Manhaj Salafi- dengan memunculkan nama aslinya.
🚇 DIANTARA SEBAB MEMBESARNYA API FITNAH
(Renungan Seorang Ulama Kibar dan Barokah bersama Pembesar Kalian)
Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiriy hafizhahullah berkata:
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﻻ ﻋﺪﻭﺍﻥ ﺇﻻ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻖ ﺍﻟﻤﺒﻴﻦ ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺑﻠﻎ ﺍﻟﺒﻼﻍ ﺍﻟﻤﺒﻴﻦ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ .
ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ :
"Maka sungguh aku merenungi apa yang berjalan dalam fitnah belakangan ini dan apa yang muncul dari efek dan hasilnya terhadap para pemuda dan ikhwan kita yang berpegang teguh dengan manhaj salafus shalih, aku melihat :
🔺Banyaknya "bicara ini dan itu" dari orang-orang yang sedikit perbekalan ilmu dan pengetahuan tentang agama Allah, syariatnya, dan apa yang salaf umat dahulu di atasnya menjadi SEBAB untuk membara dan menguatnya fitnah tersebut.
Terkhusus mayoritas problem-problem tersebut kembalinya kepada internet dan apa yang disebut dan ditulis di dalamnya dari orang-orang yang diisyaratkan kepada mereka ini dengan suatu sifat (tanpa penyebutan nama asli).
Dan sebab terpenting membesarnya fitnah itu adalah: Bersembunyi dibalik nama, julukan, dan kuniyah yang menyembunyikan jatidiri seseorang.
Maka sebagai upaya mengobati permasalahan ini yang kian hari semakin bertambah banyak, cepat, dan meluas daerahnya maka aku menyeru kepada saudara-saudaraku “yang benar-benar jujur” dalam melaksanakan hadits Rasulullah ﷺ:
[ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻓﻠﻴﻘﻞ ﺧﻴﺮﺍً ﺃﻭ ﻟﻴﺼﻤﺖ ]
"Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka ucapkanlah hal yang baik atau diamlah!"
Dan sebagaimana perkataan Ibnu Sirin rahimahullah:
[ ﺇﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺩﻳﻦ ﻓﺎﻧﻈﺮﻭﺍ ﻋﻦ ﻣﻦ ﺗﺄﺧﺬﻭﻥ ﺩﻳﻨﻜﻢ ]
"Sesungguhnya ilmu itu adalah agama maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agamamu."
👆🏻Dan hal tersebut di atas didapatkan dengan menampakkan nama asli bagi seseorang yang ingin ikut serta bergabung dan menulis di forum ini terkhusus forum situs “sahab as-salafiy” untuk kita seluruhnya bergabung dalam meminimalkan dari membesar-besarkan permasalahan dan banyak “bicara ini dan itu”.
Dan dari sela perspektif di awal maka jelas bagi kita beberapa faidah dari bergabung (di dalam forum) dengan menyebut nama asli sebagai berikut:
1. Teliti, perlahan, dan berpikir yang dalam sebelum menulis suatu ucapan dan menyebarkannya.
2. Mengetahui derajat penulis dalam tingkatan ilmu dan manhaj.
3. Tidak berani dan mendahului dari menyebarkan sesuatu sebelum tatsabbut dan memaparkannya kepada orang yang berilmu (ulama).
4. Memahami akibat dan kelanjutannya ketika menulis dengan nama asli.
5. Meminimalkan dari banyak menulis dan menyebarkan (tentang fitnah).
6. Membatasi penulisan dan arahan hanya untuk orang yang berilmu (ulama) dan penuntut ilmu. Dan tidak mengizinkannya untuk segala jenis manusia.
7. Memunculkan Ulama dan posisi mereka yang hakiki dan menampakkan hak serta keahlian mereka dalam hal pengarahan, pengajaran, dan kritikan.
8. Menampilkan manhaj salafi dalam rupa yang indah dan gerak-gerik yang sempurna dalam hal memahami orang-orang, kondisi mereka, dan pribadai-pribadi mereka.
9. Menurunkan hukum-hukum syar’i dalam hak orang-orang yang menyelisihi, menentang, dan membuat kebatilan. Dan mampu untuk tatsabbut dan meminta validitas dalam mengenal wujud dari pribadi-pribadi yang ada. Dan menghilangkan serta menghapusnya dalam keadaan jahaalah (tidak diketahui orangnya), ibhaam (tidak diketahui nama aslinya), dan iyhaam (membuat wahm).
10. Prediksi akan bertambahnya perkataan-perkataan yang ilmiah dan manhaj yang berfaidah. Dan akan berkurang ucapan-ucapan yang kosong (faidah) dan lemah.
11. Mengangkat diri dari metode-metode hizbiyyin dan orang-orang harokah (pergerakan) serta kempok-kelompok rahasia. Dan menyelisihi mereka dalam hal bersembunyi dan menyamar di sebalik gelar dan kuniyah. Yaitu ketika (salafiyyin) menampilkan sifat dan ciri mereka yang sejati.
12. Menampakkan kejelasan dan kejujuran -yang keduanya termasuk ciri Manhaj Salafi- dengan memunculkan nama aslinya.
Dan yang lainnya dari faidah, hasil, dan buah yang kita dapatkan ketika menampilkan nama asli.
☝🏻Sehingga kita berharap untuk menjadi pelopor dalam melaksanakan sunnah (kebiasaan) yang baik ini di jaringan internet dan dengannya kita mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya.
❗Dan aku ulangi kembali serta aku mengajak para pemuda salafi kita –yang bersemangat menyebar kebaikan, menolak kejelekan, meminimalkan, dan menutup jalan pelaksanaan dan jalan masuknya- untuk:
🔺Mereka menyambut seruan dan tinjauan buah pikiran ini.
🔺Dan hendaknya ia memandang dengan mata akal –yang bersandar kepada syariat yang suci yang membawa kepada seluruh maslahat dan membentengi dari segala mafsadah- kepada tinjauan ini yang akan membedakan dirinya dan dakwahnya serta menampilkan kejujuran dan kejernihan niatnya, keselamatan manhajnya, dan kebaikan tujuannya.
☝🏻Dan kami berharap kepada ikhwah pelaksana (admin) dari situs sahab untuk ikut ambil bagian bersama kami dalam menyampaikan seruan dan tinjauan ini. Dan itu dengan menetapkan ucapan ini di sisi halaman paling atas dalam periode waktu yang cukup bagi para pemuda atau kebanyakan mereka dalam menelaah ucapan tersebut. Dan mereka membuka pintu pendaftaran dengan nama yang asli dan mengubah kuniyah dan gelar.
ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎً ﻛﺜﻴﺮﺍً ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ
ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ .
✍🏻Ditulis oleh:
Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Jabiriy
📖 Dosen Universitas Islam (Madinah) Terdahulu
🗓 Hari Sabtu, 21 Rajab tahun 1423 setelah hijrah Nabi.
••••
📡 Sumber:
https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=26369
Faidah dari Ustadz Abu Yahya Abdullah al Maydaniy | Majmu'ah Salafy Sumatera
☝🏻Sehingga kita berharap untuk menjadi pelopor dalam melaksanakan sunnah (kebiasaan) yang baik ini di jaringan internet dan dengannya kita mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya.
❗Dan aku ulangi kembali serta aku mengajak para pemuda salafi kita –yang bersemangat menyebar kebaikan, menolak kejelekan, meminimalkan, dan menutup jalan pelaksanaan dan jalan masuknya- untuk:
🔺Mereka menyambut seruan dan tinjauan buah pikiran ini.
🔺Dan hendaknya ia memandang dengan mata akal –yang bersandar kepada syariat yang suci yang membawa kepada seluruh maslahat dan membentengi dari segala mafsadah- kepada tinjauan ini yang akan membedakan dirinya dan dakwahnya serta menampilkan kejujuran dan kejernihan niatnya, keselamatan manhajnya, dan kebaikan tujuannya.
☝🏻Dan kami berharap kepada ikhwah pelaksana (admin) dari situs sahab untuk ikut ambil bagian bersama kami dalam menyampaikan seruan dan tinjauan ini. Dan itu dengan menetapkan ucapan ini di sisi halaman paling atas dalam periode waktu yang cukup bagi para pemuda atau kebanyakan mereka dalam menelaah ucapan tersebut. Dan mereka membuka pintu pendaftaran dengan nama yang asli dan mengubah kuniyah dan gelar.
ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎً ﻛﺜﻴﺮﺍً ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ
ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ .
✍🏻Ditulis oleh:
Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Jabiriy
📖 Dosen Universitas Islam (Madinah) Terdahulu
🗓 Hari Sabtu, 21 Rajab tahun 1423 setelah hijrah Nabi.
••••
📡 Sumber:
https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=26369
Faidah dari Ustadz Abu Yahya Abdullah al Maydaniy | Majmu'ah Salafy Sumatera
::
🚇 BANTAHAN SYUBHAT DAKWAH SALAFIYYAH DI INDONESIA DIPIMPIN OLEH LUQMAN BA'ABDUH
✍🏻 Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah
".....Ikhwani fiddin a'azakumullah ini sering terucap dari orang-orang yang lebih mengutamakan perasaan kemudian berfikir di perasaannya;
"Kayaknya nggak benar deh... masak semua (kelompok_ed) salah?... Emang yang benar Salaf tok?"
"Kalau iya mau apa..??"
Ikhwani fiddin a'azakumullah dikira Salaf itu adalah nama, kelompok, organisasi yang dipimpin oleh ustadz fulan. Dikira mereka begitu. Sehingga...
"masak kelompok itu paling benar sendiri, yang lain salah"
Bukan ...!! Salafy nggak ada kelompok-kelompokkan, nggak ada imam-imaman, nggak ada amirul mukminin.
Itu hanya tuduhan hizbiyin .. bahwa ini: "kelompok Salaf ini amirnya adalah fulan..."
Sama dengan surat kaleng, entah sekarang kalengnya elektronik. Dikirimkan lewat WA (whatsapp) ...suara, suara orang jahil, suara orang bodoh! Bahwa dakwah Salafiyah di Indonesia ini dipimpin oleh Luqman Ba'abduh dan Luqman Ba'abduh itu begini dan begitu..
> Yang pernah milih dia siapa?
> Kapan pemilunya?
> Kapan kita musyawarah memilih amirul mukminin?
Ndak ada! Itu tuduhan mereka saja! Siapapun, tidak beliau, tidak saya, tidak siapapun kalau salah, apakah diikuti?
Dulu, amirnya adalah panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Talib. Iya kan? Toh sekarang ditinggal. Apa namanya?
Bukan Hizbiyyah.
Kita lihat kalau salah, ya terpaksa harus ditinggal ... walaupun kita berharap, berharap, berharap untuk kembali ... berdoa, berdoa semoga kembali. Tetapi kalau kenyataannya tidak kembali, mau apa?
Demikian pula terjadi kalau na'udzubillah, terjadi pada saya, pada Ustadz Luqman dan lainnya, akan diperlakukan seperti itu oleh Salafiyyin.
Kenapa?
Karena kita bukan organisasi, bukan partai politik, kita bukan kelompok-kelompokkan walhamdulillahirabil 'aalamin.
Cuma mereka dengan kaca mata bodohnya mereka, dengan kaca mata mereka yang sempit mengira bahwa ini kelompok baru, dengan pemimpin baru, pencetus baru ... padahal ini ikhwani fiddin a'azakumullah sudah ada sejak para shahabat masih hidup.
Anas bin Malik (radhiyallahu 'anhu) menyatakan:
"Akan dibangkitkan seorang dari Salaf. Melihat kalian maka dia tidak akan lagi melihat pada kalian kecuali Shalatnya."
Kecuali shalat ini. Beliau menangis. Sudah menyebutkan "Salaf" ... kalau dibangkitkan dari "Salaf". Demikian pula para ulama setelahnya, setelahnya ...Imam Auzai (rahimahullah) menyatakan:
عليكَ بآثار مَنْ سَلَف
"Hendaklah kalian ikut jejak-jejak Salaf",
وإنْ رفضكَ النَّاس
"walaupun manusia menolakmu.."
Ini bukti kalau dakwah Salaf ini Bukan dagang sapi! Bukan dagang Kue!'
«عليكَ بآثار مَنْ سَلَف، وإنْ رفضكَ النَّاس»
"Hendaklah engkau pegang jejak-jejak Salaf walaupun manusia menolakmu"
"Artinya manusia lari, manusia menjauh, tetap pegang Salaf!? Jangan seperti dagang:"Wah kayaknya ini nggak laku. Kita ganti saja kismisnya dengan wijen supaya laku."
"Oh ternyata ini ngak laku, dikasih keju supaya laku."
Agama nggak demikian.!? Sudah baku dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sudah baku diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Kita hanya menyampaikan. Kalau mereka menerima Alhamdulillah, kalau mereka menolak: 'Alaihi billah - "Atas mereka dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala"
Urusannya: Bainuhu wa baina rabbuh - "Antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala"
Kita hanya menyampaikan.
Baarakallahu fiikum.
•••••
💽 Ditranskrip oleh;
Syabab Majmu'ah Al-Ukhuwah As-Salafiyyah
29 Jumadil Akhir 1437H
Sumber audio:
http://bit.ly/1VckN1z
🌏 http://www.alfawaaid.net/2016/04/video-bantahan-syubhat-dakwah-salafiyah.html
🚇 BANTAHAN SYUBHAT DAKWAH SALAFIYYAH DI INDONESIA DIPIMPIN OLEH LUQMAN BA'ABDUH
✍🏻 Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah
".....Ikhwani fiddin a'azakumullah ini sering terucap dari orang-orang yang lebih mengutamakan perasaan kemudian berfikir di perasaannya;
"Kayaknya nggak benar deh... masak semua (kelompok_ed) salah?... Emang yang benar Salaf tok?"
"Kalau iya mau apa..??"
Ikhwani fiddin a'azakumullah dikira Salaf itu adalah nama, kelompok, organisasi yang dipimpin oleh ustadz fulan. Dikira mereka begitu. Sehingga...
"masak kelompok itu paling benar sendiri, yang lain salah"
Bukan ...!! Salafy nggak ada kelompok-kelompokkan, nggak ada imam-imaman, nggak ada amirul mukminin.
Itu hanya tuduhan hizbiyin .. bahwa ini: "kelompok Salaf ini amirnya adalah fulan..."
Sama dengan surat kaleng, entah sekarang kalengnya elektronik. Dikirimkan lewat WA (whatsapp) ...suara, suara orang jahil, suara orang bodoh! Bahwa dakwah Salafiyah di Indonesia ini dipimpin oleh Luqman Ba'abduh dan Luqman Ba'abduh itu begini dan begitu..
> Yang pernah milih dia siapa?
> Kapan pemilunya?
> Kapan kita musyawarah memilih amirul mukminin?
Ndak ada! Itu tuduhan mereka saja! Siapapun, tidak beliau, tidak saya, tidak siapapun kalau salah, apakah diikuti?
Dulu, amirnya adalah panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Talib. Iya kan? Toh sekarang ditinggal. Apa namanya?
Bukan Hizbiyyah.
Kita lihat kalau salah, ya terpaksa harus ditinggal ... walaupun kita berharap, berharap, berharap untuk kembali ... berdoa, berdoa semoga kembali. Tetapi kalau kenyataannya tidak kembali, mau apa?
Demikian pula terjadi kalau na'udzubillah, terjadi pada saya, pada Ustadz Luqman dan lainnya, akan diperlakukan seperti itu oleh Salafiyyin.
Kenapa?
Karena kita bukan organisasi, bukan partai politik, kita bukan kelompok-kelompokkan walhamdulillahirabil 'aalamin.
Cuma mereka dengan kaca mata bodohnya mereka, dengan kaca mata mereka yang sempit mengira bahwa ini kelompok baru, dengan pemimpin baru, pencetus baru ... padahal ini ikhwani fiddin a'azakumullah sudah ada sejak para shahabat masih hidup.
Anas bin Malik (radhiyallahu 'anhu) menyatakan:
"Akan dibangkitkan seorang dari Salaf. Melihat kalian maka dia tidak akan lagi melihat pada kalian kecuali Shalatnya."
Kecuali shalat ini. Beliau menangis. Sudah menyebutkan "Salaf" ... kalau dibangkitkan dari "Salaf". Demikian pula para ulama setelahnya, setelahnya ...Imam Auzai (rahimahullah) menyatakan:
عليكَ بآثار مَنْ سَلَف
"Hendaklah kalian ikut jejak-jejak Salaf",
وإنْ رفضكَ النَّاس
"walaupun manusia menolakmu.."
Ini bukti kalau dakwah Salaf ini Bukan dagang sapi! Bukan dagang Kue!'
«عليكَ بآثار مَنْ سَلَف، وإنْ رفضكَ النَّاس»
"Hendaklah engkau pegang jejak-jejak Salaf walaupun manusia menolakmu"
"Artinya manusia lari, manusia menjauh, tetap pegang Salaf!? Jangan seperti dagang:"Wah kayaknya ini nggak laku. Kita ganti saja kismisnya dengan wijen supaya laku."
"Oh ternyata ini ngak laku, dikasih keju supaya laku."
Agama nggak demikian.!? Sudah baku dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sudah baku diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Kita hanya menyampaikan. Kalau mereka menerima Alhamdulillah, kalau mereka menolak: 'Alaihi billah - "Atas mereka dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala"
Urusannya: Bainuhu wa baina rabbuh - "Antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala"
Kita hanya menyampaikan.
Baarakallahu fiikum.
•••••
💽 Ditranskrip oleh;
Syabab Majmu'ah Al-Ukhuwah As-Salafiyyah
29 Jumadil Akhir 1437H
Sumber audio:
http://bit.ly/1VckN1z
🌏 http://www.alfawaaid.net/2016/04/video-bantahan-syubhat-dakwah-salafiyah.html
::
🚇 AHLUSSUNNAH DIANTARA TANZHIM, MAS'UL DAN DAKWAH
Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy –rahimahullah–
Pertanyaan:
Apa hukum menggunakan _tanzhim_ (tata aturan) di dalam berdakwah kepada Allah ‘azza wa jalla?
🎙Jawaban:
_Tanzhim_ yang TIDAK menyelisihi Kitabullah dan Sunnah adalah perkara yang dicari dan mesti ada pengaturan. Namun mereka (hizbiyyun) menjadikannya _wasilah_ kepada hizbiyyah.
Adapun tata aturan (berdakwah) dalam batasan-batasan Kitabullah dan Sunnah maka suatu kemestian darinya.
◻️ Qom’ul Mu’anid 2/ 403.
------------------------------------------
Pertanyaan:
Jika sepakat sekelompok pemuda dalam suatu amalan dakwah di suatu daerah maka apakah WAJIB untuk dijadikan seorang _mas’ul_ (penanggungjawab) yang HARUS ditaati?
🎙Jawaban:
Tidak mengapa untuk mereka menjadikan seorang _mas’ul_ bagi mereka namun tidak disebut sebagai _amir_(pimpinan). Karena _amir_ tidak ada kecuali dalam safar.
👉🏻Kecuali jika ia adalah _amirul mukminin_ yang ia adalah pimpinan bagi kaum muslimin(dalam urusan negara) atau seorang yang ditunjuk menjadi pimpinan (di suatu daerah) oleh _amir_(pemerintah) kaum muslimin.
◾️Adapun menjadikan _mas’ul_ sebagai _amir_ maka tidak demikian.
◾️Dan jika ia seorang penanggungjawab terkait suatu amalan dakwah maka hanya di dalam batas-batas tanggungjawabnya.
◾️Dan apabila ia menyelisihi Kitabullah dan Sunnah maka Allh ‘azza wa jalla berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ﴿١٠﴾
"Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya kembali kepada Allah" [Q.S. Asy-Syuraa: 10]
Dan Dia berfirman:
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ﴿٥٩﴾
"Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian." [Q.S. An-Nisaa’: 59]
Namun jikalau didapati seseorang yang amanah dititipkan harta dakwah kepadanya atau ditemui seorang pengajar yang memiliki pengetahuan yang mendalam dan dijadikan _mas’ul_ (penanggungjawab) untuk mengajar. Demikian juga seseorang yang memiliki kemampuan dan pandangan yang kuat dalam berdakwah kepada Allah maka tidak mengapa (diangkat sebagai penanggungjawab).
❗Dan tidak dinamakan ia seorang _amir_(pimpinan). Hanya saja ia seorang penanggungjawab dalam batas koridor tanggungjawabnya.
❗Akan tetapi andaikan ia mendatangkan sesuatu yang menyelisihi Kitabullah dan Sunnah maka tidak didengar dan tidak ditaati....”
◻️Tuhfatul Mujib, hal. 168 – 169
------------------------------------------
Pertanyaan:
Melanjutkan pertanyaan yang lalu:
Jika ada sekelompok dari grup ini berkumpul secara diam-diam untuk suatu urusan dan tanzhim (pengaturan) terkait dakwah ini dengan perlu diketahui bahwa mereka ini dari kalangan salafiyyin, maka apa hukumnya?
🎙Jawaban:
Tanzhim yang TIDAK menyelisihi Kitabullah dan Sunnah suatu keniscayaan.
Adapun yang menyelisihi kitabullah dan Sunnah maka diletakkan di bawah telapak kaki (dibatalkan). Sebab Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Segala sesuatu bagian dari perkara jahiliyyah ada di bawah telapak kakiku.”
◻️Tuhfatul Mujiib hal. 169 – 170
📑 Penerjemah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
🚇 AHLUSSUNNAH DIANTARA TANZHIM, MAS'UL DAN DAKWAH
Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy –rahimahullah–
Pertanyaan:
Apa hukum menggunakan _tanzhim_ (tata aturan) di dalam berdakwah kepada Allah ‘azza wa jalla?
🎙Jawaban:
_Tanzhim_ yang TIDAK menyelisihi Kitabullah dan Sunnah adalah perkara yang dicari dan mesti ada pengaturan. Namun mereka (hizbiyyun) menjadikannya _wasilah_ kepada hizbiyyah.
Adapun tata aturan (berdakwah) dalam batasan-batasan Kitabullah dan Sunnah maka suatu kemestian darinya.
◻️ Qom’ul Mu’anid 2/ 403.
------------------------------------------
Pertanyaan:
Jika sepakat sekelompok pemuda dalam suatu amalan dakwah di suatu daerah maka apakah WAJIB untuk dijadikan seorang _mas’ul_ (penanggungjawab) yang HARUS ditaati?
🎙Jawaban:
Tidak mengapa untuk mereka menjadikan seorang _mas’ul_ bagi mereka namun tidak disebut sebagai _amir_(pimpinan). Karena _amir_ tidak ada kecuali dalam safar.
👉🏻Kecuali jika ia adalah _amirul mukminin_ yang ia adalah pimpinan bagi kaum muslimin(dalam urusan negara) atau seorang yang ditunjuk menjadi pimpinan (di suatu daerah) oleh _amir_(pemerintah) kaum muslimin.
◾️Adapun menjadikan _mas’ul_ sebagai _amir_ maka tidak demikian.
◾️Dan jika ia seorang penanggungjawab terkait suatu amalan dakwah maka hanya di dalam batas-batas tanggungjawabnya.
◾️Dan apabila ia menyelisihi Kitabullah dan Sunnah maka Allh ‘azza wa jalla berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ﴿١٠﴾
"Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya kembali kepada Allah" [Q.S. Asy-Syuraa: 10]
Dan Dia berfirman:
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ﴿٥٩﴾
"Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian." [Q.S. An-Nisaa’: 59]
Namun jikalau didapati seseorang yang amanah dititipkan harta dakwah kepadanya atau ditemui seorang pengajar yang memiliki pengetahuan yang mendalam dan dijadikan _mas’ul_ (penanggungjawab) untuk mengajar. Demikian juga seseorang yang memiliki kemampuan dan pandangan yang kuat dalam berdakwah kepada Allah maka tidak mengapa (diangkat sebagai penanggungjawab).
❗Dan tidak dinamakan ia seorang _amir_(pimpinan). Hanya saja ia seorang penanggungjawab dalam batas koridor tanggungjawabnya.
❗Akan tetapi andaikan ia mendatangkan sesuatu yang menyelisihi Kitabullah dan Sunnah maka tidak didengar dan tidak ditaati....”
◻️Tuhfatul Mujib, hal. 168 – 169
------------------------------------------
Pertanyaan:
Melanjutkan pertanyaan yang lalu:
Jika ada sekelompok dari grup ini berkumpul secara diam-diam untuk suatu urusan dan tanzhim (pengaturan) terkait dakwah ini dengan perlu diketahui bahwa mereka ini dari kalangan salafiyyin, maka apa hukumnya?
🎙Jawaban:
Tanzhim yang TIDAK menyelisihi Kitabullah dan Sunnah suatu keniscayaan.
Adapun yang menyelisihi kitabullah dan Sunnah maka diletakkan di bawah telapak kaki (dibatalkan). Sebab Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Segala sesuatu bagian dari perkara jahiliyyah ada di bawah telapak kakiku.”
◻️Tuhfatul Mujiib hal. 169 – 170
📑 Penerjemah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com