🔊 HADIRI KAJIAN IKHWAH HARI INI !
*Sesi 2*
📚 *Salah Satu Prinsip Ahlussunnah: Merendahkan Ahlul Bid'ah dan Tidak Memuliakan Mereka*
🎙️Ustadz Abu Said Hamzah _hafizhahullah_
_InsyaAllah_
📆 Selasa, 17 Dzulqo'dah 1447 / 5 Mei 2026
⏰ Ba'da Maghrib
📍Masjid Al-Ikhlas ( Kav. Ma'had 1 Minhajul Atsar)
📣 Live Streaming
Radio Manhajul Anbiya
https://manhajulanbiya.com/
https://t.me/ManhajulAnbiya?livestream
*Sesi 2*
📚 *Salah Satu Prinsip Ahlussunnah: Merendahkan Ahlul Bid'ah dan Tidak Memuliakan Mereka*
🎙️Ustadz Abu Said Hamzah _hafizhahullah_
_InsyaAllah_
📆 Selasa, 17 Dzulqo'dah 1447 / 5 Mei 2026
⏰ Ba'da Maghrib
📍Masjid Al-Ikhlas ( Kav. Ma'had 1 Minhajul Atsar)
📣 Live Streaming
Radio Manhajul Anbiya
https://manhajulanbiya.com/
https://t.me/ManhajulAnbiya?livestream
Forwarded from Manhajul Anbiya
260505 Salah Satu Prinsip Ahlussunnah Merendahkan Ahlul Bid'ah dan…
Ustadz Abu Said Hamzah
📀 [AUDIO KAJIAN]
📚 Sesi 2 - Salah Satu Prinsip Ahlussunnah: Merendahkan Ahlul Bid'ah dan Tidak Memuliakan Mereka
🎙 Ustadz Abu Said Hamzah hafizhahullah
📆 Selasa, 17 Dzulqo'dah 1447 / 5 Mei 2026
📍 Masjid Al-Ikhlas (Komplek Ma'had 1 Minhajul Atsar)
📥 Bitrate 32 kbps » 15,1 Mb klik disini
🔗 https://t.me/ManhajulAnbiya/10880
📚 Sesi 2 - Salah Satu Prinsip Ahlussunnah: Merendahkan Ahlul Bid'ah dan Tidak Memuliakan Mereka
🎙 Ustadz Abu Said Hamzah hafizhahullah
📆 Selasa, 17 Dzulqo'dah 1447 / 5 Mei 2026
📍 Masjid Al-Ikhlas (Komplek Ma'had 1 Minhajul Atsar)
📥 Bitrate 32 kbps » 15,1 Mb klik disini
🔗 https://t.me/ManhajulAnbiya/10880
Forwarded from Kajian Salafy Palopo
بسم الله الرحمن الرحيم
📖 KAJIAN TELEKONFERENSI SALAFY PALOPO
In syaa Allah dengan tema:
📑 MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH (Bagian 3)
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Fuad Saiful حفظه الله تعالى
🗓 Hari/Tanggal:
Jum'at, 20 Dzulqa'dah 1447 H
(8 Mei 2026 M)
⌚ Waktu Kajian:
Pukul 06.30 Pagi WITA - Sampai Selesai
🏠 Tempat Kajian:
Rumbel Al-Istiqomah Palopo
🔊 Live Streaming di
Radio Durus Ilmiyah Palopo
di Aplikasi Radio Manhajul Anbiya
Versi Web di.
http://manhajulanbiya.com/
Download Aplikasi:
http://manhajulanbiya.com/radio
Dan di Channel Telegram Kajian Salafy Palopo
https://t.me/kajiansalafypalopo
➖➖➖
📲 Join • Save • Share ll
https://t.me/kajiansalafypalopo
Media Dakwah Salafy Palopo
🔄
SIMAK & IKUTI!
📖 KAJIAN TELEKONFERENSI SALAFY PALOPO
In syaa Allah dengan tema:
📑 MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH (Bagian 3)
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Fuad Saiful حفظه الله تعالى
🗓 Hari/Tanggal:
Jum'at, 20 Dzulqa'dah 1447 H
(8 Mei 2026 M)
⌚ Waktu Kajian:
Pukul 06.30 Pagi WITA - Sampai Selesai
🏠 Tempat Kajian:
Rumbel Al-Istiqomah Palopo
🔊 Live Streaming di
Radio Durus Ilmiyah Palopo
di Aplikasi Radio Manhajul Anbiya
Versi Web di.
http://manhajulanbiya.com/
Download Aplikasi:
http://manhajulanbiya.com/radio
Dan di Channel Telegram Kajian Salafy Palopo
https://t.me/kajiansalafypalopo
➖➖➖
📲 Join • Save • Share ll
https://t.me/kajiansalafypalopo
Media Dakwah Salafy Palopo
🔄
📖 TRANSKRIP KAJIAN TELEKONFERENSI SALAFY PALOPO
📑 ( BAGIAN 1 ) MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Fuad Saiful حفظه الله تعالى
🗓 Jum'at, 13 Dzulqa'dah 1447 H
(1 Mei 2026 M)
Rekaman Audio:
https://t.me/kajiansalafypalopo/7986
Catatan:
Transkrip ini tidak disajikan secara harfiah (verbatim), namun telah melalui penyuntingan ringan berupa penghapusan pengulangan kata dan penataan kalimat tanpa mengubah makna yang disampaikan dalam muhadharah, dengan tujuan menjaga kejelasan dan kenyamanan pembaca.
Transkrip ini telah dibaca dan disetujui oleh Ustadz Abu Fuad hafizhahullah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾
أَمَّا بَعْدُ:
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
🔄 MUQADDIMAH DAN LATAR BELAKANG MUHADHARAH
Ma’asyiral muslimin, ma’asyiral Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Hari ini kita berada pada hari jum’at, tanggal 13 Dzulqa’dah 1447 Hijriyah yang berkenaan dengan tanggal 1 Mei 2026 Masehi.
Pada kesempatan muhadharah pagi hari ini, kita akan bersama-sama mengikuti silsilah bayan penjelasan tentang kondisi dakwah Salafiyyah pada beberapa hari terakhir ini. Muhadharah ini diberi judul:
“Menyingkap Syubhat Menjaga Manhaj: Sikap Ilmiah di Tengah Gelombang Fitnah.”
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Pada kesempatan muhadharah ini, kita akan menjawab beberapa syubhat yang dimunculkan, terkhusus setelah keluarnya tiga serial bantahan kami terhadap Ustadz Abu Al-Harits.
Seri pertama berjudul:
“Menyingkap Syubhat Kerasukan Jin di Balik Vonis Berat terhadap Ustadz Luqman,”
yang diposting pada tanggal 21 April 2026 Masehi.
https://t.me/Salafy_Sulawesi/8217
Kemudian seri kedua berjudul:
“Kontradiksi Abul Harits yang Tidak Bisa Lagi Ditutupi, Saatnya Jujur atau Terbuka Kebatilannya,”
yang kami posting pada tanggal 23 April 2026 Masehi.
https://t.me/Salafy_Sulawesi/8231
Kemudian seri ketiga yang berjudul:
“Masalah Ini Belum Selesai: Antara Tuduhan yang Tidak Ditarik dan Kontradiksi yang Tidak Dijelaskan,”
yang kami posting pada tanggal 26 April 2026 Masehi.
https://t.me/Salafy_Sulawesi/8246
---
Maka, bagi yang telah membaca ketiga serial bantahan ini, InsyaAllah dia akan sangat terbantu dan lebih mudah memahami apa yang akan kami sampaikan pada kesempatan muhadharah pagi hari ini.
Dan sebelum kita masuk kepada poin-poin syubhat yang disebarkan setelah tiga serial bantahan tersebut, perlu kami sampaikan bahwa muhadharah yang kami selenggarakan hari ini bukan didorong oleh emosi, bukan karena kepentingan pribadi, dan bukan pula karena dendam pribadi kami terhadap Ustadz Abul Harits.
Sama sekali tidak.
📑 ( BAGIAN 1 ) MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Fuad Saiful حفظه الله تعالى
🗓 Jum'at, 13 Dzulqa'dah 1447 H
(1 Mei 2026 M)
Rekaman Audio:
https://t.me/kajiansalafypalopo/7986
Catatan:
Transkrip ini tidak disajikan secara harfiah (verbatim), namun telah melalui penyuntingan ringan berupa penghapusan pengulangan kata dan penataan kalimat tanpa mengubah makna yang disampaikan dalam muhadharah, dengan tujuan menjaga kejelasan dan kenyamanan pembaca.
Transkrip ini telah dibaca dan disetujui oleh Ustadz Abu Fuad hafizhahullah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾
أَمَّا بَعْدُ:
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
Ma’asyiral muslimin, ma’asyiral Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Hari ini kita berada pada hari jum’at, tanggal 13 Dzulqa’dah 1447 Hijriyah yang berkenaan dengan tanggal 1 Mei 2026 Masehi.
Pada kesempatan muhadharah pagi hari ini, kita akan bersama-sama mengikuti silsilah bayan penjelasan tentang kondisi dakwah Salafiyyah pada beberapa hari terakhir ini. Muhadharah ini diberi judul:
“Menyingkap Syubhat Menjaga Manhaj: Sikap Ilmiah di Tengah Gelombang Fitnah.”
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Pada kesempatan muhadharah ini, kita akan menjawab beberapa syubhat yang dimunculkan, terkhusus setelah keluarnya tiga serial bantahan kami terhadap Ustadz Abu Al-Harits.
Seri pertama berjudul:
“Menyingkap Syubhat Kerasukan Jin di Balik Vonis Berat terhadap Ustadz Luqman,”
yang diposting pada tanggal 21 April 2026 Masehi.
https://t.me/Salafy_Sulawesi/8217
Kemudian seri kedua berjudul:
“Kontradiksi Abul Harits yang Tidak Bisa Lagi Ditutupi, Saatnya Jujur atau Terbuka Kebatilannya,”
yang kami posting pada tanggal 23 April 2026 Masehi.
https://t.me/Salafy_Sulawesi/8231
Kemudian seri ketiga yang berjudul:
“Masalah Ini Belum Selesai: Antara Tuduhan yang Tidak Ditarik dan Kontradiksi yang Tidak Dijelaskan,”
yang kami posting pada tanggal 26 April 2026 Masehi.
https://t.me/Salafy_Sulawesi/8246
---
Maka, bagi yang telah membaca ketiga serial bantahan ini, InsyaAllah dia akan sangat terbantu dan lebih mudah memahami apa yang akan kami sampaikan pada kesempatan muhadharah pagi hari ini.
Dan sebelum kita masuk kepada poin-poin syubhat yang disebarkan setelah tiga serial bantahan tersebut, perlu kami sampaikan bahwa muhadharah yang kami selenggarakan hari ini bukan didorong oleh emosi, bukan karena kepentingan pribadi, dan bukan pula karena dendam pribadi kami terhadap Ustadz Abul Harits.
Sama sekali tidak.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Akan tetapi, muhadharah ini kami selenggarakan tidak lain sebagai bentuk penunaian terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta‘ala:
﴿وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ﴾
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”
(Q.S. adz-Dzariyat: 55)
---
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman, maka ketika syubhat mulai muncul dan kebenaran mulai samar, tidak boleh lagi bagi kita untuk diam. Justru pada saat itulah kewajiban untuk menjelaskan menjadi semakin besar.
Muhadharah ini juga kami selenggarakan sebagai bentuk pengamalan terhadap sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ»
“Apabila seseorang meminta nasihat kepadamu, maka berilah nasihat kepadanya.”
(HR. Muslim, no. 55)
🔄 KEWAJIBAN MENJELASKAN KEBENARAN DAN MENUNAIKAN NASIHAT
Ayyuhal Ikhwah,
Ketika Salafiyyin membutuhkan nasihat dan penjelasan, tidak sedikit di grup-grup WhatsApp yang bertanya:
> “Ada apa dengan bantahan ini?”
Dan tidak sedikit pula yang menjapri kami melalui nomor pribadi kami, baik nomor yang dikenal maupun nomor yang tidak dikenal, seraya bertanya:
> “Ada apa ini, Ustadz? Mengapa muncul serial bantahan seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi?”
Maka, dalam rangka menunaikan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ»
“Apabila seseorang meminta nasihat kepadamu, maka berilah nasihat kepadanya.”
(HR. Muslim, no. 55)
Maka kami memandang bahwa tidak boleh lagi menyimpan atau menyembunyikan penjelasan ketika kondisi memang membutuhkannya.
Karena para ulama telah mengatakan:
«لَا يَجُوزُ كِتْمَانُ الْعِلْمِ عِنْدَ الْحَاجَةِ»
“Tidak boleh menyembunyikan ilmu ketika ilmu tersebut dibutuhkan.”
Tidak boleh lagi menahan nasihat dan menyembunyikan penjelasan pada saat nasihat itu sangat diperlukan.
---
Bahkan Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
«الدِّينُ النَّصِيحَةُ، الدِّينُ النَّصِيحَةُ، الدِّينُ النَّصِيحَةُ»
“Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat.”
قُلْنَا:
«لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟»
“Kami bertanya: ‘Untuk siapa nasihat itu wahai Rasulullah?’”
قَالَ:
«لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُولِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ»
“Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan keumuman kaum muslimin.”
(HR. Muslim, no. 55)
Ayyuhal Ikhwah,
Perhatikan hadits ini. Ternyata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa agama ini adalah nasihat. Maka bagaimana mungkin kita diam ketika agama ini membutuhkan penjelasan? Bagaimana mungkin kita menahan keterangan, sementara umat dan Salafiyyin membutuhkan penjelasan tersebut?
Dan termasuk di antara bentuk nasihat kepada kaum muslimin adalah menjelaskan kepada mereka kebenaran dengan penuh amanah dan kejujuran, serta memperingatkan mereka dari berbagai kesalahan yang dapat mengancam dan membahayakan agama mereka.
Muhadharah ini juga tidak lain merupakan bentuk penunaian terhadap sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا»
“Tolonglah saudaramu, baik dalam keadaan dia menzhalimi maupun dizhalimi.”
(HR. al-Bukhari, no. 2444)
Maka para sahabat bertanya:
«يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا، كَيْفَ أَنْصُرُهُ؟»
“Wahai Rasulullah, tentu aku akan menolongnya apabila dia dizhalimi. Namun bagaimana pendapatmu apabila dia dalam posisi menzhalimi, bagaimana aku menolongnya?”
Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
«تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ، فَإِنَّ ذٰلِكَ نَصْرُهُ»
“Engkau mencegahnya dari perbuatan zhalim, karena itulah bentuk pertolongan kepadanya.”
(HR. al-Bukhari, no. 2444)
---
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Maka kita menolong orang yang dizhalimi, dalam hal ini Ustadzuna Al-Ustadz Luqman hafizhahullah, yang terus-menerus mendapatkan kezhaliman demi kezhaliman.
﴿وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ﴾
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”
(Q.S. adz-Dzariyat: 55)
---
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman, maka ketika syubhat mulai muncul dan kebenaran mulai samar, tidak boleh lagi bagi kita untuk diam. Justru pada saat itulah kewajiban untuk menjelaskan menjadi semakin besar.
Muhadharah ini juga kami selenggarakan sebagai bentuk pengamalan terhadap sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ»
“Apabila seseorang meminta nasihat kepadamu, maka berilah nasihat kepadanya.”
(HR. Muslim, no. 55)
Ayyuhal Ikhwah,
Ketika Salafiyyin membutuhkan nasihat dan penjelasan, tidak sedikit di grup-grup WhatsApp yang bertanya:
> “Ada apa dengan bantahan ini?”
Dan tidak sedikit pula yang menjapri kami melalui nomor pribadi kami, baik nomor yang dikenal maupun nomor yang tidak dikenal, seraya bertanya:
> “Ada apa ini, Ustadz? Mengapa muncul serial bantahan seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi?”
Maka, dalam rangka menunaikan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ»
“Apabila seseorang meminta nasihat kepadamu, maka berilah nasihat kepadanya.”
(HR. Muslim, no. 55)
Maka kami memandang bahwa tidak boleh lagi menyimpan atau menyembunyikan penjelasan ketika kondisi memang membutuhkannya.
Karena para ulama telah mengatakan:
«لَا يَجُوزُ كِتْمَانُ الْعِلْمِ عِنْدَ الْحَاجَةِ»
“Tidak boleh menyembunyikan ilmu ketika ilmu tersebut dibutuhkan.”
Tidak boleh lagi menahan nasihat dan menyembunyikan penjelasan pada saat nasihat itu sangat diperlukan.
---
Bahkan Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
«الدِّينُ النَّصِيحَةُ، الدِّينُ النَّصِيحَةُ، الدِّينُ النَّصِيحَةُ»
“Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat.”
قُلْنَا:
«لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟»
“Kami bertanya: ‘Untuk siapa nasihat itu wahai Rasulullah?’”
قَالَ:
«لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُولِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ»
“Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan keumuman kaum muslimin.”
(HR. Muslim, no. 55)
Ayyuhal Ikhwah,
Perhatikan hadits ini. Ternyata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa agama ini adalah nasihat. Maka bagaimana mungkin kita diam ketika agama ini membutuhkan penjelasan? Bagaimana mungkin kita menahan keterangan, sementara umat dan Salafiyyin membutuhkan penjelasan tersebut?
Dan termasuk di antara bentuk nasihat kepada kaum muslimin adalah menjelaskan kepada mereka kebenaran dengan penuh amanah dan kejujuran, serta memperingatkan mereka dari berbagai kesalahan yang dapat mengancam dan membahayakan agama mereka.
Muhadharah ini juga tidak lain merupakan bentuk penunaian terhadap sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا»
“Tolonglah saudaramu, baik dalam keadaan dia menzhalimi maupun dizhalimi.”
(HR. al-Bukhari, no. 2444)
Maka para sahabat bertanya:
«يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا، كَيْفَ أَنْصُرُهُ؟»
“Wahai Rasulullah, tentu aku akan menolongnya apabila dia dizhalimi. Namun bagaimana pendapatmu apabila dia dalam posisi menzhalimi, bagaimana aku menolongnya?”
Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
«تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ، فَإِنَّ ذٰلِكَ نَصْرُهُ»
“Engkau mencegahnya dari perbuatan zhalim, karena itulah bentuk pertolongan kepadanya.”
(HR. al-Bukhari, no. 2444)
---
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Maka kita menolong orang yang dizhalimi, dalam hal ini Ustadzuna Al-Ustadz Luqman hafizhahullah, yang terus-menerus mendapatkan kezhaliman demi kezhaliman.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kita menolong beliau berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا»
“Tolonglah saudaramu, baik dalam keadaan dia menzhalimi maupun dizhalimi.”
(HR. al-Bukhari, no. 2444)
Maka kita menolong beliau dengan membela kebenaran dan menjelaskan realita yang sesungguhnya.
Bersamaan dengan itu, kita juga menolong pihak yang menzhalimi, dalam hal ini Ustadz Abul Harits, akhana Al-Ustadz Abul Harits. Dan muhadharah ini tidak lain bertujuan agar — semoga — dapat menghentikan kezhaliman beliau, mencegahnya, atau paling tidak meminimalisir kezhaliman tersebut. Semoga beliau diberikan kesadaran oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
---
Maka, ayyuhal Ikhwah, muhadharah ini bukanlah ajang untuk menjatuhkan pihak tertentu dan bukan pula untuk membuka aib pihak-pihak tertentu.
Akan tetapi, muhadharah ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa:
«الدِّينُ النَّصِيحَةُ»
“Agama itu adalah nasihat.”
(HR. Muslim, no. 55)
Muhadharah ini adalah nasihat, dan nasihat merupakan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
🔄 AWAL MUNCULNYA SYUBHAT DAN PENEGASAN BAHWA LANGKAH INI BERADA DI BAWAH ARAHAN PARA MASYAYIKH
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Maka InsyaAllah kita akan menjawab syubhat pertama yang disebarkan setelah tiga serial bantahan kami terhadap Ustadz Abul Harits.
Pada tanggal 21 April 2026 Masehi, di malam harinya, setelah terposting serial pertama yang berjudul:
“Menyingkap Syubhat Kerasukan Jin di Balik Vonis Berat terhadap Ustadz Luqman,”
https://t.me/Salafy_Sulawesi/8217
masuklah sebuah japrian ke nomor saya.
Orang tersebut langsung memahami bahwa tulisan pertama itu merupakan bantahan kepada Ustadz Abul Harits. Maka dia pun langsung bertanya:
> “Wahai Ustadz, bantahan yang antum sebarkan ini, apakah sudah ada bimbingannya dari para Masyayikh?”
Inilah pertanyaannya.
Awalnya dia bertanya:
«السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، كَيْفَ حَالُكُمْ أُسْتَاذُ؟
“Assalamu‘alaikum, bagaimana kabar antum, Ustadz? Apakah benar ini nomor Ustadz Abu Fuad Gorontalo?”
Saya tidak menjawabnya karena nomor tersebut tidak memiliki nama.
Bukan berarti kami tidak ingin menyambut dengan baik. Akan tetapi, berdasarkan pengalaman sekitar empat tahun yang lalu, ketika saya menyambut beberapa japrian dari nomor-nomor yang tidak dikenal, ternyata ujungnya adalah caci maki dan hinaan.
Maka mohon maaf — sekali lagi mohon maaf, bahkan beribu-ribu maaf — kepada saudara-saudara kami apabila ada pertanyaan atau bahkan salam yang belum sempat kami jawab.
«انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا»
“Tolonglah saudaramu, baik dalam keadaan dia menzhalimi maupun dizhalimi.”
(HR. al-Bukhari, no. 2444)
Maka kita menolong beliau dengan membela kebenaran dan menjelaskan realita yang sesungguhnya.
Bersamaan dengan itu, kita juga menolong pihak yang menzhalimi, dalam hal ini Ustadz Abul Harits, akhana Al-Ustadz Abul Harits. Dan muhadharah ini tidak lain bertujuan agar — semoga — dapat menghentikan kezhaliman beliau, mencegahnya, atau paling tidak meminimalisir kezhaliman tersebut. Semoga beliau diberikan kesadaran oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
---
Maka, ayyuhal Ikhwah, muhadharah ini bukanlah ajang untuk menjatuhkan pihak tertentu dan bukan pula untuk membuka aib pihak-pihak tertentu.
Akan tetapi, muhadharah ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa:
«الدِّينُ النَّصِيحَةُ»
“Agama itu adalah nasihat.”
(HR. Muslim, no. 55)
Muhadharah ini adalah nasihat, dan nasihat merupakan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Maka InsyaAllah kita akan menjawab syubhat pertama yang disebarkan setelah tiga serial bantahan kami terhadap Ustadz Abul Harits.
Pada tanggal 21 April 2026 Masehi, di malam harinya, setelah terposting serial pertama yang berjudul:
“Menyingkap Syubhat Kerasukan Jin di Balik Vonis Berat terhadap Ustadz Luqman,”
https://t.me/Salafy_Sulawesi/8217
masuklah sebuah japrian ke nomor saya.
Orang tersebut langsung memahami bahwa tulisan pertama itu merupakan bantahan kepada Ustadz Abul Harits. Maka dia pun langsung bertanya:
> “Wahai Ustadz, bantahan yang antum sebarkan ini, apakah sudah ada bimbingannya dari para Masyayikh?”
Inilah pertanyaannya.
Awalnya dia bertanya:
«السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، كَيْفَ حَالُكُمْ أُسْتَاذُ؟
“Assalamu‘alaikum, bagaimana kabar antum, Ustadz? Apakah benar ini nomor Ustadz Abu Fuad Gorontalo?”
Saya tidak menjawabnya karena nomor tersebut tidak memiliki nama.
Bukan berarti kami tidak ingin menyambut dengan baik. Akan tetapi, berdasarkan pengalaman sekitar empat tahun yang lalu, ketika saya menyambut beberapa japrian dari nomor-nomor yang tidak dikenal, ternyata ujungnya adalah caci maki dan hinaan.
Maka mohon maaf — sekali lagi mohon maaf, bahkan beribu-ribu maaf — kepada saudara-saudara kami apabila ada pertanyaan atau bahkan salam yang belum sempat kami jawab.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Karena setelah pertanyaan pertama tadi tidak dijawab, beberapa menit kemudian dia kembali bertanya:
> “Wahai Ustadz, apakah tulisan antum ini sudah ada bimbingannya dari para Masyayikh?”
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Sepintas, pertanyaan ini tampak seperti pertanyaan biasa dan wajar. Namun apabila dicermati dengan teliti, maka di dalam pertanyaan tersebut paling tidak terdapat dua perkara besar.
◾️Pertama, adanya tuduhan terhadap Abu Fuad.
◾️Kedua, adanya syubhat yang harus dijawab.
Apa tuduhan yang terkandung dalam pertanyaan tersebut?
Kalau dibaca sekilas memang tampak biasa saja, seolah hanya bertanya:
> “Apakah antum sudah mendapatkan bimbingan dari para Masyayikh?”
Nah, poin inilah yang akan kita jawab dalam muhadharah ini.
Adapun poin kedua yang mengandung nada provokatif dan syubhat adalah seakan-akan bantahan, tahdzir, ataupun jarh hanya boleh dilakukan secara mutlak oleh para Masyayikh dan ulama, sedangkan thalabul ‘ilmi tidak memiliki ruang sedikit pun dalam perkara tersebut.
Inilah syubhat yang terkandung dalam pertanyaan yang tampak sederhana tadi.
Karena itu, saya mohon maaf apabila saya tidak menjawab pertanyaan tersebut secara langsung.
Adapun terkait syubhat tersebut, InsyaAllah akan kita jawab pada kesempatan yang tepat.
Namun pada muhadharah hari ini, kami ingin terlebih dahulu menuntaskan poin pertama, yaitu tuduhan tadi.
Karena apa pun penjelasan kita terkait berbagai syubhat, semuanya akan dimentahkan kembali dengan pertanyaan:
> “Apakah ini sudah ada bimbingannya dari para Masyayikh?”
> “Apakah ini ada tuntunannya?”
> “Apakah ini ada arahan dari para ulama?”
---
Maka, Ayyuhal Ikhwah,
Pada muhadharah hari ini — dan mungkin akan berlanjut pada sesi berikutnya di hari-hari yang akan datang — kita akan fokus terlebih dahulu untuk menegaskan satu perkara penting:
Bahwa langkah-langkah yang kami tempuh benar-benar berada di bawah bimbingan dan arahan para Masyayikh.
Langkah yang kami tempuh ini bukan tindakan yang berdiri di atas hawa nafsu dan bukan pula keberanian tanpa ilmu.
Maka kami tegaskan:
«الْحَمْدُ لِلَّهِ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ»
Na‘am. Kasus-kasus yang berkaitan dengan Ustadz Abul Harits telah kami sampaikan dan diskusikan dengan beberapa Masyaikh.
Di antaranya:
◽️Asy-Syaikh Zakariya hafizhahullah, di sela-sela Daurah Imam Al-Muzani yang keempat pada bulan Muharram 1447 Hijriyah yang bertepatan dengan bulan Juli 2025 Masehi.
◽️Juga telah kami sampaikan kepada Asy-Syaikh Abdul Ghani Ausat Al-Jazairi hafizhahullah, di sela-sela Daurah Imam Al-Muzani yang keempat yang diselenggarakan di Ma’had Minhajul Atsar Jember.
◽️Dan juga telah kami sampaikan kepada Syaikh Arafat bin Hasan Al-Muhammadi hafizhahullah, di sela-sela dauroh beliau di Malaysia yang berlangsung pada tanggal 14 Agustus 2025 Masehi.
Dan seluruhnya — ketiga Masyaikh yang telah kami sebutkan namanya tadi —
«حَفِظَهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَمَكْرُوهٍ»
“Semoga Allah menjaga mereka semua dari segala keburukan dan perkara yang tidak disukai.”
Mereka semua menyalahkan sikap-sikap Ustadz Abul Harits.
---
Nah, di sini akan muncul pertanyaan berikutnya:
> “Lantas bagaimana baru sekitar satu bulan yang lalu Asy-Syaikh Zakariya menyampaikan ta‘dilnya kepada Ustadz Abu Harits?”
> “Lantas bagaimana baru sekitar satu atau dua bulan yang lalu Asy-Syaikh Zakariya kembali menegaskan ta‘dil beliau kepada Ustadz Abul Harits?”
Untuk memahami hal ini dengan baik dan jernih, maka bersabarlah, ayyuhal Ikhwah. Kami akan paparkan kronologinya.
Na‘am.
Dan perlu untuk antum semua ketahui, bahwa ketiga Masyaikh yang telah kami sebutkan nama-namanya tadi — pada tanggal dan tahun yang telah kami sebutkan — seluruhnya menilai bahwa langkah-langkah yang ditempuh oleh Ustadzuna Al-Ustadz Luqman dalam menasihati Ustadz Abu Harits adalah langkah yang baik dan benar. Na‘am.
> “Wahai Ustadz, apakah tulisan antum ini sudah ada bimbingannya dari para Masyayikh?”
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah.
Sepintas, pertanyaan ini tampak seperti pertanyaan biasa dan wajar. Namun apabila dicermati dengan teliti, maka di dalam pertanyaan tersebut paling tidak terdapat dua perkara besar.
◾️Pertama, adanya tuduhan terhadap Abu Fuad.
◾️Kedua, adanya syubhat yang harus dijawab.
Apa tuduhan yang terkandung dalam pertanyaan tersebut?
Kalau dibaca sekilas memang tampak biasa saja, seolah hanya bertanya:
> “Apakah antum sudah mendapatkan bimbingan dari para Masyayikh?”
Nah, poin inilah yang akan kita jawab dalam muhadharah ini.
Adapun poin kedua yang mengandung nada provokatif dan syubhat adalah seakan-akan bantahan, tahdzir, ataupun jarh hanya boleh dilakukan secara mutlak oleh para Masyayikh dan ulama, sedangkan thalabul ‘ilmi tidak memiliki ruang sedikit pun dalam perkara tersebut.
Inilah syubhat yang terkandung dalam pertanyaan yang tampak sederhana tadi.
Karena itu, saya mohon maaf apabila saya tidak menjawab pertanyaan tersebut secara langsung.
Adapun terkait syubhat tersebut, InsyaAllah akan kita jawab pada kesempatan yang tepat.
Namun pada muhadharah hari ini, kami ingin terlebih dahulu menuntaskan poin pertama, yaitu tuduhan tadi.
Karena apa pun penjelasan kita terkait berbagai syubhat, semuanya akan dimentahkan kembali dengan pertanyaan:
> “Apakah ini sudah ada bimbingannya dari para Masyayikh?”
> “Apakah ini ada tuntunannya?”
> “Apakah ini ada arahan dari para ulama?”
---
Maka, Ayyuhal Ikhwah,
Pada muhadharah hari ini — dan mungkin akan berlanjut pada sesi berikutnya di hari-hari yang akan datang — kita akan fokus terlebih dahulu untuk menegaskan satu perkara penting:
Bahwa langkah-langkah yang kami tempuh benar-benar berada di bawah bimbingan dan arahan para Masyayikh.
Langkah yang kami tempuh ini bukan tindakan yang berdiri di atas hawa nafsu dan bukan pula keberanian tanpa ilmu.
Maka kami tegaskan:
«الْحَمْدُ لِلَّهِ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ»
Na‘am. Kasus-kasus yang berkaitan dengan Ustadz Abul Harits telah kami sampaikan dan diskusikan dengan beberapa Masyaikh.
Di antaranya:
◽️Asy-Syaikh Zakariya hafizhahullah, di sela-sela Daurah Imam Al-Muzani yang keempat pada bulan Muharram 1447 Hijriyah yang bertepatan dengan bulan Juli 2025 Masehi.
◽️Juga telah kami sampaikan kepada Asy-Syaikh Abdul Ghani Ausat Al-Jazairi hafizhahullah, di sela-sela Daurah Imam Al-Muzani yang keempat yang diselenggarakan di Ma’had Minhajul Atsar Jember.
◽️Dan juga telah kami sampaikan kepada Syaikh Arafat bin Hasan Al-Muhammadi hafizhahullah, di sela-sela dauroh beliau di Malaysia yang berlangsung pada tanggal 14 Agustus 2025 Masehi.
Dan seluruhnya — ketiga Masyaikh yang telah kami sebutkan namanya tadi —
«حَفِظَهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَمَكْرُوهٍ»
“Semoga Allah menjaga mereka semua dari segala keburukan dan perkara yang tidak disukai.”
Mereka semua menyalahkan sikap-sikap Ustadz Abul Harits.
---
Nah, di sini akan muncul pertanyaan berikutnya:
> “Lantas bagaimana baru sekitar satu bulan yang lalu Asy-Syaikh Zakariya menyampaikan ta‘dilnya kepada Ustadz Abu Harits?”
> “Lantas bagaimana baru sekitar satu atau dua bulan yang lalu Asy-Syaikh Zakariya kembali menegaskan ta‘dil beliau kepada Ustadz Abul Harits?”
Untuk memahami hal ini dengan baik dan jernih, maka bersabarlah, ayyuhal Ikhwah. Kami akan paparkan kronologinya.
Na‘am.
Dan perlu untuk antum semua ketahui, bahwa ketiga Masyaikh yang telah kami sebutkan nama-namanya tadi — pada tanggal dan tahun yang telah kami sebutkan — seluruhnya menilai bahwa langkah-langkah yang ditempuh oleh Ustadzuna Al-Ustadz Luqman dalam menasihati Ustadz Abu Harits adalah langkah yang baik dan benar. Na‘am.
Dan di antara rangkaian upaya nasihat Al-Ustadz Luqman yang dinilai baik dan benar oleh para Masyaikh pada waktu itu adalah bahwa Ustadz Luqman telah menasihati Abul Harits berulang kali.
Beliau menasihatinya secara tertutup, dengan cara yang penuh hikmah, ilmiah, dan tidak terbuka.
Tidak ada sedikit pun unsur ta‘yir, sebagaimana tuduhan yang mengatakan bahwa Ustadz Luqman telah mengumbar aib.
Na‘am. Sebelum kami lanjutkan, ayyuhal Ikhwah, ada satu kasus yang perlu kami sampaikan.
Yaitu tentang Ustadz Abul Harits yang mendatangi seorang Hizby Ikhwany di markasnya. Dan kejadian ini pun sebenarnya tidak kami ketahui kecuali setelah atau di sela-sela Daurah Imam Al-Muzani yang keempat pada tahun 2025 Masehi. Padahal kejadiannya sendiri telah berlangsung sekitar satu tahun sebelumnya.
Sekitar satu tahun sebelumnya, tepatnya pada tanggal 7 Februari 2024 Masehi, Ustadz Abul Harits mendatangi dan menemui seorang Hizby Ikhwany.
Kami sama sekali tidak mengetahui hal tersebut. Kami baru mengetahuinya setelah atau di sela-sela Daurah Imam Al-Muzani, setelah adanya bimbingan dan arahan dari Asy-Syaikh Zakariya hafizhahullahu ta‘ala min kulli su’in wa makruh.
Kita kembali kepada poin tentang langkah-langkah yang ditempuh oleh Ustadz Luqman dalam menasihati Ustadz Abul Harits, yang dinilai baik dan benar oleh para Masyaikh.
---
Semenjak Ustadz Abul Harits masih berada di Madinah dan masih belajar di sana, beliau sudah meminta nasihat kepada Ustadz Luqman terkait rencana beliau untuk ta‘addud atau berpoligami.
Pada saat itu, Ustadz Luqman menasihatinya. Dan perkara ini tidak ada yang mengetahui.
Na‘am. Kejadian ini berlangsung sekitar tahun 2022 Masehi, kurang lebih empat tahun yang lalu.
Namun setelah dinasihati oleh Ustadz Luqman,
«قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ»
Ternyata sepulangnya Ustadz Abul Harits dari Madinah, tanpa diketahui seorang pun — jangankan Ikhwah di luar Kendari, bahkan Ikhwah dan para Asatidzah yang berada di Kota Kendari sendiri pun tidak mengetahui — ternyata Ustadz Abul Harits telah menikahi seorang janda di Kendari yang sebelumnya dikenal sering bersama dan belajar, bermajelis dengan Hizbiyyin di Kota Kendari.
Dan perkara ini pun,
«وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِ»
benar-benar mencoreng dakwah Salafiyyah dan melemahkan sendi-sendi manhaj Salafiyyah.
---
Ana sempat bertatsabbut kepada Ustadz Abu Salman Abdullah Kendari.
Ana bertanya:
> “Wahai Ustadz, terkait pernikahan Ustadz Abul Harits di Kendari, apakah antum mengetahuinya?”
Beliau langsung menjawab:
> “Wallahi, ana tidak tahu, Ustadz. Kami baru tahu tiba-tiba sudah selesai menikah.”
Untuk lebih meyakinkan lagi, ana bertanya kepada Ustadz Ziyad Abu Irbadh:
> “Wahai Ustadz, benarkah informasi yang ana dengar bahwa tidak satu pun Asatidzah, bahkan tidak satu pun Ikhwah di Kendari mengetahui pernikahan Ustadz Abul Harits dengan seorang wanita yang sebelumnya diketahui bersama Hizbiyyin sebelum menikah dengan beliau?”
Maka Ustadz Ziyad menjawab:
> “Na’am, Ustadz.”
---
Sebenarnya, Ayyuhal Ikhwah,
Pada poin ini ada pembahasan yang lebih rinci, khususnya tentang bagaimana seseorang menjadikan seorang Hizby Ikhwany sebagai wasilah untuk menikahi seorang akhwat yang tidak diketahui manhaj dan akidahnya.
Namun sekarang bukan waktunya untuk membahas hal tersebut secara panjang lebar.
Kami hanya ingin menyebutkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Ustadz Abul Harits ini benar-benar mencoreng dakwah Salafiyyah.
Akan tetapi, meskipun demikian, perkara tersebut tetap didiamkan oleh Salafiyyin, khususnya oleh Ustadz Luqman.
Ustadz Luqman terus berusaha menta’lif Ustadz Abul Harits.
Karena itu, tidak benar — bahkan dusta — apabila ada yang mengatakan bahwa:
◾️Ustadz Luqman mengumbar aib,
◾️Ustadz Luqman melakukan ta‘yir,
◾️Ustadz Luqman menghina,
atau mencela.
Karena pada hakikatnya, kami sendiri sebelumnya tidak mengetahui perkara-perkara tersebut. Tidak satu pun dari kami mengetahuinya.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kejadian pernikahan Ustadz Abul Harits dengan wanita tersebut berlangsung pada tanggal 20 Oktober 2022 Masehi. Adapun kami, baru mengetahuinya pada tahun 2026 ini. Kami sama sekali tidak mengetahui hal tersebut sebelumnya.
Namun sepanjang rentang waktu tersebut, Ustadz Luqman terus melakukan ta’lif kepada Ustadz Abul Harits. Beliau menasihatinya dengan cara yang penuh hikmah, bukan sekali dan bukan dua kali.
Bahkan dalam rangka menyempurnakan ta’lif beliau kepada Ustadz Abul Harits, Ustadz Luqman mempersilakan beliau untuk tinggal di lingkungan pendidikan Ma’had Minhajul Atsar Jember.
Tidak hanya itu, Ustadz Luqman juga memposisikan beliau sebagai seorang mudarris yang mengajar para thullab, serta membuka peluang selebar-lebarnya bagi beliau.
Bahkan Ustadz Luqman memberikan kesempatan kepada Ustadz Abul Harits untuk menyampaikan muhadharah, baik di wilayah Jember maupun di luar Jember, bahkan sampai pada tingkat nasional.
Lebih dari itu, Ustadz Luqman juga mempersilakan Ustadz Abul Harits untuk menjadi penerjemah Daurah Al-Muzani yang kedua dan ketiga.
Dan seluruh perkara ini tidak diketahui oleh kami. Kami benar-benar tidak mengetahui apa pun. Semua dilakukan secara tertutup dan ilmiah.
---
Namun puncaknya, pada tanggal 7 Februari 2024 Masehi, Ustadz Abul Harits dengan sadar — tanpa ada paksaan dari siapa pun — mendatangi seorang Hizby Ikhwany.
Meskipun demikian, Ustadz Luqman tetap berusaha bersabar dan terus menasihati beliau.
Kejadian ini penting untuk diingat: tanggalnya, bulannya dan tahunnya.
Karena semua ini berkaitan erat dengan kronologi hingga munculnya realita yang terjadi pada hari ini.
---
Ayyuhal Ikhwah,
Pada tahun ketika Ustadz Abul Harits mendatangi seorang Hizby Ikhwany tersebut, tidak satu pun dari kami mengetahuinya.
Namun Ustadz Luqman terus berusaha melakukan taghaful.
Apa itu taghaful?
Yaitu bersikap seolah-olah tidak mengetahui, memaafkan, dan berusaha menutupi kesalahan demi maslahat yang lebih besar.
Itulah yang dilakukan oleh Ustadz Luqman.
Hingga akhirnya pada bulan Februari 2025 Masehi — tepat satu tahun setelah kejadian tanggal 7 Februari 2024 tadi — Ustadz Luqman kembali mengajak Ustadz Abul Harits untuk bertemu dan menasihatinya secara tertutup.
Na‘am.
Bukan sekali dan bukan dua kali pertemuan.
Namun,
«وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِ، وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ، قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ»
Tidak tampak sedikit pun rujuk ataupun taubat dari Ustadz Abul Harits.
Tatkala dipandang bahwa tidak ada sedikit pun pernyataan rujuk dari beliau, sementara mafsadat dan mudarat terus menyebar, maka apa boleh buat, Al-Ustadz Luqman akhirnya terpaksa mengangkat kasus tersebut di hadapan para Masyaikh, di sela-sela Daurah Imam Al-Muzani pada bulan Juli 2025 Masehi.
Na‘am.
Barulah pada saat itu Ustadz Luqman menyampaikan perkara tersebut kepada para Masyaikh.
Sebelum itu, kami sama sekali tidak mengetahui.
Saya pribadi, Abu Fuad, sebelum itu tidak mengetahui berbagai upaya dan langkah yang ditempuh oleh Al-Ustadz Luqman.
Karena itu, ketika ada yang mengatakan bahwa:
Ustadz Luqman melakukan ta'yir, membongkar aib atau mengumbar aib.Maka itu adalah dusta. Itu dusta. Dan tidak benar sama sekali.
🔄 ARAHAN DAN TAHDZIR ASY-SYAIKH ZAKARIYA TERHADAP ABUL HARITS
Maka disampaikanlah kasus demi kasus yang dilakukan oleh Ustadz Abul Harits kepada para Masyaikh.
Dan pada saat itu, kami melihat bahwa Asy-Syaikh Zakariya hafizhahullah benar-benar dalam kondisi siap untuk mendengarkan dan membahas permasalahan tersebut.
Adapun kepada Syaikh Abdul Ghani hafizhahullah, kasus tersebut juga kami sampaikan. Akan tetapi, ketika itu kami melihat beliau pada waktu-waktu tertentu harus mengonsumsi obat.
Na‘am. Kasihan beliau.
Di samping beliau harus menjalani terapi dan meminum obat pada waktu-waktu tertentu, beliau juga tampak kelelahan setelah menyampaikan materi dauroh.
Karena itulah, akhirnya secara rinci — afwan, bukan kami, tetapi Al-Ustadz Luqman — menyampaikan secara detail kepada Asy-Syaikh Zakariya tentang berbagai perkara yang dilakukan oleh Ustadz Abul Harits.
---
Namun sepanjang rentang waktu tersebut, Ustadz Luqman terus melakukan ta’lif kepada Ustadz Abul Harits. Beliau menasihatinya dengan cara yang penuh hikmah, bukan sekali dan bukan dua kali.
Bahkan dalam rangka menyempurnakan ta’lif beliau kepada Ustadz Abul Harits, Ustadz Luqman mempersilakan beliau untuk tinggal di lingkungan pendidikan Ma’had Minhajul Atsar Jember.
Tidak hanya itu, Ustadz Luqman juga memposisikan beliau sebagai seorang mudarris yang mengajar para thullab, serta membuka peluang selebar-lebarnya bagi beliau.
Bahkan Ustadz Luqman memberikan kesempatan kepada Ustadz Abul Harits untuk menyampaikan muhadharah, baik di wilayah Jember maupun di luar Jember, bahkan sampai pada tingkat nasional.
Lebih dari itu, Ustadz Luqman juga mempersilakan Ustadz Abul Harits untuk menjadi penerjemah Daurah Al-Muzani yang kedua dan ketiga.
Dan seluruh perkara ini tidak diketahui oleh kami. Kami benar-benar tidak mengetahui apa pun. Semua dilakukan secara tertutup dan ilmiah.
---
Namun puncaknya, pada tanggal 7 Februari 2024 Masehi, Ustadz Abul Harits dengan sadar — tanpa ada paksaan dari siapa pun — mendatangi seorang Hizby Ikhwany.
Meskipun demikian, Ustadz Luqman tetap berusaha bersabar dan terus menasihati beliau.
Kejadian ini penting untuk diingat: tanggalnya, bulannya dan tahunnya.
Karena semua ini berkaitan erat dengan kronologi hingga munculnya realita yang terjadi pada hari ini.
---
Ayyuhal Ikhwah,
Pada tahun ketika Ustadz Abul Harits mendatangi seorang Hizby Ikhwany tersebut, tidak satu pun dari kami mengetahuinya.
Namun Ustadz Luqman terus berusaha melakukan taghaful.
Apa itu taghaful?
Yaitu bersikap seolah-olah tidak mengetahui, memaafkan, dan berusaha menutupi kesalahan demi maslahat yang lebih besar.
Itulah yang dilakukan oleh Ustadz Luqman.
Hingga akhirnya pada bulan Februari 2025 Masehi — tepat satu tahun setelah kejadian tanggal 7 Februari 2024 tadi — Ustadz Luqman kembali mengajak Ustadz Abul Harits untuk bertemu dan menasihatinya secara tertutup.
Na‘am.
Bukan sekali dan bukan dua kali pertemuan.
Namun,
«وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِ، وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ، قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ»
Tidak tampak sedikit pun rujuk ataupun taubat dari Ustadz Abul Harits.
Tatkala dipandang bahwa tidak ada sedikit pun pernyataan rujuk dari beliau, sementara mafsadat dan mudarat terus menyebar, maka apa boleh buat, Al-Ustadz Luqman akhirnya terpaksa mengangkat kasus tersebut di hadapan para Masyaikh, di sela-sela Daurah Imam Al-Muzani pada bulan Juli 2025 Masehi.
Na‘am.
Barulah pada saat itu Ustadz Luqman menyampaikan perkara tersebut kepada para Masyaikh.
Sebelum itu, kami sama sekali tidak mengetahui.
Saya pribadi, Abu Fuad, sebelum itu tidak mengetahui berbagai upaya dan langkah yang ditempuh oleh Al-Ustadz Luqman.
Karena itu, ketika ada yang mengatakan bahwa:
Ustadz Luqman melakukan ta'yir, membongkar aib atau mengumbar aib.Maka itu adalah dusta. Itu dusta. Dan tidak benar sama sekali.
Maka disampaikanlah kasus demi kasus yang dilakukan oleh Ustadz Abul Harits kepada para Masyaikh.
Dan pada saat itu, kami melihat bahwa Asy-Syaikh Zakariya hafizhahullah benar-benar dalam kondisi siap untuk mendengarkan dan membahas permasalahan tersebut.
Adapun kepada Syaikh Abdul Ghani hafizhahullah, kasus tersebut juga kami sampaikan. Akan tetapi, ketika itu kami melihat beliau pada waktu-waktu tertentu harus mengonsumsi obat.
Na‘am. Kasihan beliau.
Di samping beliau harus menjalani terapi dan meminum obat pada waktu-waktu tertentu, beliau juga tampak kelelahan setelah menyampaikan materi dauroh.
Karena itulah, akhirnya secara rinci — afwan, bukan kami, tetapi Al-Ustadz Luqman — menyampaikan secara detail kepada Asy-Syaikh Zakariya tentang berbagai perkara yang dilakukan oleh Ustadz Abul Harits.
---
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Apa jawaban Asy-Syaikh Zakariya saat itu?
Dengarkan baik-baik, Ayyuhal Ikhwah.
Nasihat dan arahan Asy-Syaikh Zakariya yang beliau sampaikan pada bulan Al-Muharram 1447 H, yang bertepatan dengan bulan Juli 2025 Masehi - yaitu sekitar satu bulan yang lalu - kepada Ustadz Luqman, adalah sebagai berikut:
احْذَرُوا هٰذَا الرَّجُلَ
"Hati-hatilah kalian dengan orang ini!"
فَإِنَّهُ خَطِيرٌ
"Karena sesungguhnya dia berbahaya." (yaitu Abul Harits).
فَأَبْعِدُوهُ عَنَ الْمَنَاصِبِ الْمُهِمَّةِ
"Jauhkanlah dia dari posisi-posisi penting.""
سَوَاءً فِي التَّدْرِيسِ فِي الْمَعْهَدِ أَوْ فِي إِلْقَاءِ الْمُحَاضَرَاتِ
"Baik dalam hal pengajaran di ma'had maupun dalam penyampaian muhadharah-muhadharah.""
🔄 KLARIFIKASI TENTANG TA‘DIL ASY-SYAIKH ZAKARIYA
Kemudian, Ayyuhal Ikhwah, catat baik-baik poin ini.
Pada bulan Syawal 1447 Hijriyah, yang bertepatan dengan bulan April 2026 Masehi - yaitu baru sekitar satu bulan yang lalu - Asy-Syaikh Zakariya kembali menghubungi Ustadz Luqman.
Apa yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Zakariya kepada Ustadz Luqman?
Asy-Syaikh Zakariya menyampaikan bahwa beliau telah dihubungi oleh Ustadz Abul Harits. Dalam komunikasi tersebut, Ustadz Abul Harits meminta kesediaan Asy-Syaikh Zakariya untuk meluangkan waktu mengisi muhadharah teleconference.
Maka pada waktu itu Asy-Syaikh Zakariya bertanya kepada Ustadz Abul Harits:
> “Apakah rencana muhadharah ini diketahui oleh Ustadz Luqman?”
Kemudian Asy-Syaikh Zakariya kembali bertanya:
> "Apakah rencana antum ini mengadakan muhadharahيعلمه لقمان؟ (diketahui oleh Ustadz Luqman?)"
Lalu apa jawaban Ustadz Abul Harits, sebagaimana yang dinukilkan oleh Asy-Syaikh Zakariya kepada Ustadz Luqman?
Disebutkan bahwa Ustadz Abul Harits menjawab dengan agak terbata-bata:
> “Ya Syaikh,
«الْقَائِمُونَ لِهٰذِهِ الْمُحَاضَرَةِ»
(para panitia muhadharah ini) adalah mereka-mereka yang selama ini ikut dalam Daurah Imam Al-Muzani yang diselenggarakan di Ma’had Minhajul Atsar Jember.”
Maka Asy-Syaikh Zakariya menangkap ada sesuatu dari jawaban tersebut.
Kemudian Asy-Syaikh Zakariya menyampaikan pesan kepada Ustadz Luqman.
Dengarkan baik-baik ucapan Asy-Syaikh Zakariyah ini.
Na'am. Ini terjadi pada bulan Syawal, baru sekitar tiga atau empat minggu yang lalu.
Asy-Syaikh Zakariya menyampaikan kepada Ustadz Luqman (dan Alhamdulillah rekamannya masih ada) :
«إِذًا، حَذِّرُوا مِنْهُ، حَتَّىٰ لَا يَغْتَرَّ بِهِ النَّاسُ، حَتَّىٰ لَا يَغْتَرَّ بِهِ بَعْضُ النَّاسِ
“Kalau begitu, peringatkanlah Salafiyyin dari orang ini, Hadziru minhu! agar manusia tidak tertipu olehnya, agar sebagian manusia tidak tertipu olehnya!"
Yakni Syaikh Zakariya menegaskan,
« يَعْنِي: لُقْمَانُ يُخْرِجُ كَلِمَةً أَنَّهُ لَا يُمَثِّلُنَا، وَلَا ارْتِبَاطَ لَهُ بِنَا، مَا رَضِيَ أَنْ يَكُونَ مَعَهُمْ»
"Ustadz Luqman hendaklah mengeluarkan kalimat secara terbuka bahwasanya apa yang dilakukan oleh Ustadz Abul Harits ini tidak mewakili kami dan tidak ada kaitan dia dengan kami, ia tidak ridha untuk bersama mereka!."
« مَا هُوَ وَكِيلٌ لَنَا، وَلَا ارْتِبَاطَ لَهُ بِنَا، مَا رَضِيَ أَنْ يَكُونَ مَعَهُمْ.
"Bukanlah wakil kami, dan tidak ada kaitannya dengan kami, dan (hendaklah Luqman) menyatakan bahwa dia tidak ridha dengan apa yang dilakukan oleh Ustadz Abul Harits!"
Dan ini ucapan Syaikh Zakariya baik secara tertulis maupun dalam bentuk suara ada bersama kami.
Dengarkan baik-baik, Ayyuhal Ikhwah.
Nasihat dan arahan Asy-Syaikh Zakariya yang beliau sampaikan pada bulan Al-Muharram 1447 H, yang bertepatan dengan bulan Juli 2025 Masehi - yaitu sekitar satu bulan yang lalu - kepada Ustadz Luqman, adalah sebagai berikut:
احْذَرُوا هٰذَا الرَّجُلَ
"Hati-hatilah kalian dengan orang ini!"
فَإِنَّهُ خَطِيرٌ
"Karena sesungguhnya dia berbahaya." (yaitu Abul Harits).
فَأَبْعِدُوهُ عَنَ الْمَنَاصِبِ الْمُهِمَّةِ
"Jauhkanlah dia dari posisi-posisi penting.""
سَوَاءً فِي التَّدْرِيسِ فِي الْمَعْهَدِ أَوْ فِي إِلْقَاءِ الْمُحَاضَرَاتِ
"Baik dalam hal pengajaran di ma'had maupun dalam penyampaian muhadharah-muhadharah.""
Kemudian, Ayyuhal Ikhwah, catat baik-baik poin ini.
Pada bulan Syawal 1447 Hijriyah, yang bertepatan dengan bulan April 2026 Masehi - yaitu baru sekitar satu bulan yang lalu - Asy-Syaikh Zakariya kembali menghubungi Ustadz Luqman.
Apa yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Zakariya kepada Ustadz Luqman?
Asy-Syaikh Zakariya menyampaikan bahwa beliau telah dihubungi oleh Ustadz Abul Harits. Dalam komunikasi tersebut, Ustadz Abul Harits meminta kesediaan Asy-Syaikh Zakariya untuk meluangkan waktu mengisi muhadharah teleconference.
Maka pada waktu itu Asy-Syaikh Zakariya bertanya kepada Ustadz Abul Harits:
> “Apakah rencana muhadharah ini diketahui oleh Ustadz Luqman?”
Kemudian Asy-Syaikh Zakariya kembali bertanya:
> "Apakah rencana antum ini mengadakan muhadharahيعلمه لقمان؟ (diketahui oleh Ustadz Luqman?)"
Lalu apa jawaban Ustadz Abul Harits, sebagaimana yang dinukilkan oleh Asy-Syaikh Zakariya kepada Ustadz Luqman?
Disebutkan bahwa Ustadz Abul Harits menjawab dengan agak terbata-bata:
> “Ya Syaikh,
«الْقَائِمُونَ لِهٰذِهِ الْمُحَاضَرَةِ»
(para panitia muhadharah ini) adalah mereka-mereka yang selama ini ikut dalam Daurah Imam Al-Muzani yang diselenggarakan di Ma’had Minhajul Atsar Jember.”
Maka Asy-Syaikh Zakariya menangkap ada sesuatu dari jawaban tersebut.
Kemudian Asy-Syaikh Zakariya menyampaikan pesan kepada Ustadz Luqman.
Dengarkan baik-baik ucapan Asy-Syaikh Zakariyah ini.
Na'am. Ini terjadi pada bulan Syawal, baru sekitar tiga atau empat minggu yang lalu.
Asy-Syaikh Zakariya menyampaikan kepada Ustadz Luqman (dan Alhamdulillah rekamannya masih ada) :
«إِذًا، حَذِّرُوا مِنْهُ، حَتَّىٰ لَا يَغْتَرَّ بِهِ النَّاسُ، حَتَّىٰ لَا يَغْتَرَّ بِهِ بَعْضُ النَّاسِ
“Kalau begitu, peringatkanlah Salafiyyin dari orang ini, Hadziru minhu! agar manusia tidak tertipu olehnya, agar sebagian manusia tidak tertipu olehnya!"
Yakni Syaikh Zakariya menegaskan,
« يَعْنِي: لُقْمَانُ يُخْرِجُ كَلِمَةً أَنَّهُ لَا يُمَثِّلُنَا، وَلَا ارْتِبَاطَ لَهُ بِنَا، مَا رَضِيَ أَنْ يَكُونَ مَعَهُمْ»
"Ustadz Luqman hendaklah mengeluarkan kalimat secara terbuka bahwasanya apa yang dilakukan oleh Ustadz Abul Harits ini tidak mewakili kami dan tidak ada kaitan dia dengan kami, ia tidak ridha untuk bersama mereka!."
« مَا هُوَ وَكِيلٌ لَنَا، وَلَا ارْتِبَاطَ لَهُ بِنَا، مَا رَضِيَ أَنْ يَكُونَ مَعَهُمْ.
"Bukanlah wakil kami, dan tidak ada kaitannya dengan kami, dan (hendaklah Luqman) menyatakan bahwa dia tidak ridha dengan apa yang dilakukan oleh Ustadz Abul Harits!"
Dan ini ucapan Syaikh Zakariya baik secara tertulis maupun dalam bentuk suara ada bersama kami.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
---
Mungkin ada yang bertanya:
> “Kalau begitu, bagaimana dengan tazkiyah Asy-Syaikh Zakariya kepada Ustadz Abul Harits pada bulan yang sama, yakni beberapa hari setelah tahdzir tersebut?”
Nah, ucapan yang disampaikan oleh Ustadz Abul Harits lalu diposting dan disebarluaskan pada tanggal 25 Syawal 1447 Hijriyah, yang bertepatan dengan tanggal 14 April 2026 Masehi, di dalamnya terdapat ucapan Asy-Syaikh Zakariya kepada Ustadz Abul Harits:
«إِنَّهُ لَيْسَ بِصَحِيحٍ»
“Sesungguhnya hal itu tidak benar.”
Sebelumnya, Ustadz Abul Harits mengatakan:
«قَدْ تَوَاصَلْتُ الْيَوْمَ مَعَ فَضِيلَةِ شَيْخِنَا زَكَرِيَّا بْنِ شُعَيْبٍ الْعَدَنِيِّ حَفِظَهُ اللَّهُ، وَسَأَلْتُهُ عَمَّا نُشِرَ عَنْهُ، وَهُوَ طَلَبُهُ بِإِيقَافِ دُرُوسِي وَدَعْوَتِي، وَأَنَّهُ قَدْ حَذَّرَ مِنِّي»
“Aku telah melakukan komunikasi hari ini dengan Fadhilatusy-Syaikh Zakariya bin Syu‘aib Al-‘Adani hafizhahullah. Aku bertanya kepada beliau tentang apa yang dinisbatkan kepada beliau, yaitu bahwa beliau meminta agar dihentikan taklim-taklimku dan dakwahku, serta bahwa beliau telah mentahdzirku.”
Kemudian Ustadz Abul Harits menukilkan jawaban Asy-Syaikh Zakariya:
«فَأَجَابَ حَفِظَهُ اللَّهُ: إِنَّهُ لَيْسَ بِصَحِيحٍ»
“Maka beliau hafizhahullah menjawab: ‘Sesungguhnya hal tersebut tidak benar.’”
Lalu beliau menukil lagi ucapan Asy-Syaikh Zakariya:
«وَلَا يَصْدُرُ مِنِّي أَيُّ تَحْذِيرٍ»
“Dan tidak ada sedikit pun tahdzir yang keluar dari saya.”
Perhatikan baik-baik kalimat ini:
«لَا يَصْدُرُ مِنِّي أَيُّ تَحْذِيرٍ»
“Tidak ada sedikit pun tahdzir yang keluar dari saya.”
🔄 PENJELASAN SIKAP SALAFIYYIN TERHADAP ABUL HARITS
Setelah tersebarnya surat yang diklaim sebagai ta‘dil Asy-Syaikh Zakariya kepada Ustadz Abul Harits, maka kami pun melakukan komunikasi dengan Asy-Syaikh Zakariya pada tanggal yang sama di malam harinya, yaitu tanggal 25 Syawal 1447 Hijriyah, yang bertepatan dengan tanggal 14 April 2026 Masehi.
Na‘am.
Kami menyampaikan kepada beliau:
«يَا شَيْخَنَا، السَّلَفِيُّونَ فِي إِنْدُونِيسِيَا يَحْتَاجُونَ إِلَى بَيَانِنَا وَبَيَانِكُمْ وَأَمْثَالِكُمْ مِنَ الْمَشَايِخِ فِيمَا يُعَانُونَ مِنْ أَبِي الْحَارِثِ وَأَفَاعِيلِهِ»
“Wahai Syaikh kami, Salafiyyin di Indonesia membutuhkan penjelasan dari kami dan dari antum serta dari para Masyaikh semisal antum, terkait apa yang mereka alami dari Abul Harits dan berbagai tindakannya.”
Kemudian kami melanjutkan:
«لِأَنَّ أَبَا الْحَارِثِ اسْتَمَرَّ فِي الدِّفَاعِ عَنْ شَخْصٍ حِزْبِيٍّ إِخْوَانِيٍّ، وَنَشَرُوا بَيْنَ السَّلَفِيِّينَ التَّشْكِيكَ فِي حِزْبِيَّتِهِ»
“Karena sesungguhnya Abul Harits terus-menerus membela seorang Hizby Ikhwany, dan pihak-pihak yang bersamanya terus menyebarkan keragu-raguan di tengah Salafiyyin terhadap kehizbiyyahan orang tersebut.”
Yakni, mereka menimbulkan keraguan di tengah Salafiyyin tentang Hizbiyyah orang yang dimaksud tadi.
Kemudian kami menyampaikan:
«لَوْلَا خَشْيَةُ الْإِطَالَةِ لَأَرْسَلْنَا إِلَيْكُمُ الْوَثَائِقَ وَالْبَرَاهِينَ»
“Kalau bukan karena khawatir terlalu panjang, niscaya kami akan kirimkan kepada antum berbagai dokumen dan bukti-bukti kami.”
Lalu kami sampaikan pula:
«وَإِلَى الْيَوْمِ أَبَى أَبُو الْحَارِثِ ـ رَغْمَ أَنَّهُ طُلِبَ مِنْهُ غَيْرَ مَرَّةٍ ـ أَنْ يَتَبَرَّأَ مِنْ كَلَامِ زَوْجَتِهِ الْمَنْشُورِ فِي اتِّهَامِ لُقْمَانَ أَنَّهُ حِزْبِيٌّ يَلْبَسُ لِبَاسَ سَلَفِيٍّ، أَوْ قَائِدٌ حِزْبِيٌّ، أَوْ سَفِيرُ الْفِتْنَةِ»
“Dan hingga hari ini, Abul Harits — meskipun telah berkali-kali diminta — tetap enggan untuk berlepas diri dan mengklarifikasi ucapan istrinya yang tersebar luas, yang menuduh Luqman sebagai:
‘Seorang Hizby yang mengenakan pakaian Salafy’, atau ‘Komandan Hizby’, atau ‘Duta Fitnah!’.”
Kemudian kami sampaikan:
«وَغَيْرُ ذٰلِكَ مِنَ الشَّتَائِمِ وَالْأَحْكَامِ»
“Dan berbagai celaan serta vonis-vonis lainnya.”
--
Mungkin ada yang bertanya:
> “Kalau begitu, bagaimana dengan tazkiyah Asy-Syaikh Zakariya kepada Ustadz Abul Harits pada bulan yang sama, yakni beberapa hari setelah tahdzir tersebut?”
Nah, ucapan yang disampaikan oleh Ustadz Abul Harits lalu diposting dan disebarluaskan pada tanggal 25 Syawal 1447 Hijriyah, yang bertepatan dengan tanggal 14 April 2026 Masehi, di dalamnya terdapat ucapan Asy-Syaikh Zakariya kepada Ustadz Abul Harits:
«إِنَّهُ لَيْسَ بِصَحِيحٍ»
“Sesungguhnya hal itu tidak benar.”
Sebelumnya, Ustadz Abul Harits mengatakan:
«قَدْ تَوَاصَلْتُ الْيَوْمَ مَعَ فَضِيلَةِ شَيْخِنَا زَكَرِيَّا بْنِ شُعَيْبٍ الْعَدَنِيِّ حَفِظَهُ اللَّهُ، وَسَأَلْتُهُ عَمَّا نُشِرَ عَنْهُ، وَهُوَ طَلَبُهُ بِإِيقَافِ دُرُوسِي وَدَعْوَتِي، وَأَنَّهُ قَدْ حَذَّرَ مِنِّي»
“Aku telah melakukan komunikasi hari ini dengan Fadhilatusy-Syaikh Zakariya bin Syu‘aib Al-‘Adani hafizhahullah. Aku bertanya kepada beliau tentang apa yang dinisbatkan kepada beliau, yaitu bahwa beliau meminta agar dihentikan taklim-taklimku dan dakwahku, serta bahwa beliau telah mentahdzirku.”
Kemudian Ustadz Abul Harits menukilkan jawaban Asy-Syaikh Zakariya:
«فَأَجَابَ حَفِظَهُ اللَّهُ: إِنَّهُ لَيْسَ بِصَحِيحٍ»
“Maka beliau hafizhahullah menjawab: ‘Sesungguhnya hal tersebut tidak benar.’”
Lalu beliau menukil lagi ucapan Asy-Syaikh Zakariya:
«وَلَا يَصْدُرُ مِنِّي أَيُّ تَحْذِيرٍ»
“Dan tidak ada sedikit pun tahdzir yang keluar dari saya.”
Perhatikan baik-baik kalimat ini:
«لَا يَصْدُرُ مِنِّي أَيُّ تَحْذِيرٍ»
“Tidak ada sedikit pun tahdzir yang keluar dari saya.”
Setelah tersebarnya surat yang diklaim sebagai ta‘dil Asy-Syaikh Zakariya kepada Ustadz Abul Harits, maka kami pun melakukan komunikasi dengan Asy-Syaikh Zakariya pada tanggal yang sama di malam harinya, yaitu tanggal 25 Syawal 1447 Hijriyah, yang bertepatan dengan tanggal 14 April 2026 Masehi.
Na‘am.
Kami menyampaikan kepada beliau:
«يَا شَيْخَنَا، السَّلَفِيُّونَ فِي إِنْدُونِيسِيَا يَحْتَاجُونَ إِلَى بَيَانِنَا وَبَيَانِكُمْ وَأَمْثَالِكُمْ مِنَ الْمَشَايِخِ فِيمَا يُعَانُونَ مِنْ أَبِي الْحَارِثِ وَأَفَاعِيلِهِ»
“Wahai Syaikh kami, Salafiyyin di Indonesia membutuhkan penjelasan dari kami dan dari antum serta dari para Masyaikh semisal antum, terkait apa yang mereka alami dari Abul Harits dan berbagai tindakannya.”
Kemudian kami melanjutkan:
«لِأَنَّ أَبَا الْحَارِثِ اسْتَمَرَّ فِي الدِّفَاعِ عَنْ شَخْصٍ حِزْبِيٍّ إِخْوَانِيٍّ، وَنَشَرُوا بَيْنَ السَّلَفِيِّينَ التَّشْكِيكَ فِي حِزْبِيَّتِهِ»
“Karena sesungguhnya Abul Harits terus-menerus membela seorang Hizby Ikhwany, dan pihak-pihak yang bersamanya terus menyebarkan keragu-raguan di tengah Salafiyyin terhadap kehizbiyyahan orang tersebut.”
Yakni, mereka menimbulkan keraguan di tengah Salafiyyin tentang Hizbiyyah orang yang dimaksud tadi.
Kemudian kami menyampaikan:
«لَوْلَا خَشْيَةُ الْإِطَالَةِ لَأَرْسَلْنَا إِلَيْكُمُ الْوَثَائِقَ وَالْبَرَاهِينَ»
“Kalau bukan karena khawatir terlalu panjang, niscaya kami akan kirimkan kepada antum berbagai dokumen dan bukti-bukti kami.”
Lalu kami sampaikan pula:
«وَإِلَى الْيَوْمِ أَبَى أَبُو الْحَارِثِ ـ رَغْمَ أَنَّهُ طُلِبَ مِنْهُ غَيْرَ مَرَّةٍ ـ أَنْ يَتَبَرَّأَ مِنْ كَلَامِ زَوْجَتِهِ الْمَنْشُورِ فِي اتِّهَامِ لُقْمَانَ أَنَّهُ حِزْبِيٌّ يَلْبَسُ لِبَاسَ سَلَفِيٍّ، أَوْ قَائِدٌ حِزْبِيٌّ، أَوْ سَفِيرُ الْفِتْنَةِ»
“Dan hingga hari ini, Abul Harits — meskipun telah berkali-kali diminta — tetap enggan untuk berlepas diri dan mengklarifikasi ucapan istrinya yang tersebar luas, yang menuduh Luqman sebagai:
‘Seorang Hizby yang mengenakan pakaian Salafy’, atau ‘Komandan Hizby’, atau ‘Duta Fitnah!’.”
Kemudian kami sampaikan:
«وَغَيْرُ ذٰلِكَ مِنَ الشَّتَائِمِ وَالْأَحْكَامِ»
“Dan berbagai celaan serta vonis-vonis lainnya.”
--
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
«أَمَّا نَحْنُ، فَبَعْدَ الْجَلَسَاتِ الْكَثِيرَةِ مَعَهُ، وَالْمُنَاصَحَاتِ الْمُتَكَرِّرَةِ لَهُ فِي مُدَّةٍ طَوِيلَةٍ، سَوَاءٌ خِلَالَ دَوْرَةِ الْإِمَامِ الْمُزَنِيِّ، أَوْ قَبْلَهَا، أَوْ بَعْدَهَا، فَعَلَى اقْتِنَاعِنَا بِالتَّحْذِيرِ مِنَ الرَّجُلِ، كَمَا أَمَرْتُمُونَا بِذٰلِكَ»
“Adapun kami wahai Syaikh, setelah majelis demi majelis dan nasihat demi nasihat yang terus berulang kepada beliau dalam waktu yang panjang — baik di sela-sela Daurah Imam Al-Muzani, sebelum itu maupun setelahnya — maka kami sampai pada keyakinan untuk mentahdzir orang ini, yakni Abul Harits, sebagaimana antum telah memerintahkan kami untuk melakukannya.”
Kemudian kami sampaikan:
«وَنَعْتَقِدُ أَنَّ كَلَامَكُمُ الْأَخِيرَ هٰذَا مُوَافِقٌ لِمَا أَرْشَدْتُمُونَا بِهِ عِنْدَ مُحَادَثَتِنَا مَعَكُمْ فِي إِنْدُونِيسِيَا بِشَأْنِ أَبِي الْحَارِثِ»
“Dan kami meyakini bahwa arahan terakhir antum ini sesuai dengan bimbingan dan arahan yang pernah antum sampaikan kepada kami ketika diskusi di Indonesia tentang Abul Harits.”
Yakni pada waktu itu Asy-Syaikh Zakariya mengarahkan kami:
«بِعَدَمِ إِسْنَادِ أَيِّ مَنْصِبٍ أَوْ مُهِمَّةٍ لَهُ فِي الْجَانِبِ التَّعْلِيمِيِّ أَوْ إِلْقَاءِ الدُّرُوسِ، صِيَانَةً لِلْمَنْهَجِ، وَدَرْءًا لِمَا قَدْ يَتَرَتَّبُ عَلَىٰ ذٰلِكَ مِنَ الْمَفَاسِدِ»
“Agar tidak lagi memberikan posisi ataupun tugas penting kepadanya dalam bidang pendidikan maupun penyampaian muhadharah, demi menjaga manhaj dan untuk mencegah berbagai mafsadat yang dapat timbul setelahnya.”
Kemudian kami sampaikan pula:
«وَقَدْ فَعَلْنَا مَا قَدْ وَجَّهْتُمُونَا بِهِ فِي مَعْهَدِنَا، بِدُونِ أَنْ يَعْلَمَ الْكَثِيرُ أَنَّ ذٰلِكَ تَمَّ بِتَوْجِيهٍ مِنْكُمْ»
“Dan arahan antum wahai Syaikh telah kami laksanakan di ma’had kami. Kami menghentikan beliau dari mengajar sebagaimana arahan antum, dan itu pun tanpa diketahui banyak Ikhwah bahwa langkah tersebut dilakukan atas arahan antum.”
Kemudian kami lanjutkan:
«وَلَمَّا عَلِمْنَا أَنَّ شَرَّهُ وَضَرَرَهُ قَدْ فَشَا وَانْتَشَرَ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْمَنَاطِقِ وَالْمَعَاهِدِ فِي إِنْدُونِيسِيَا، فَبَعْدَ النَّصَائِحِ الْمُتَكَرِّرَةِ لَهُ، وَلَمْ نَجِدْ اسْتِجَابَةً، أَدْنَى اسْتِجَابَةٍ، وَأَصَرَّ عَلَىٰ مَا هُوَ عَلَيْهِ، قُمْنَا بِبَيَانِ حَالِهِ لَهُمْ وَالتَّحْذِيرِ مِنْهُ»
“Maka ketika kami melihat bahwa keburukan dan mudharatnya telah menyebar di berbagai daerah dan berbagai ma’had di Indonesia, setelah nasihat demi nasihat yang berulang kami sampaikan kepadanya namun tidak mendapatkan respon sedikit pun, bahkan beliau tetap bersikeras di atas sikapnya, maka kami pun terpaksa menjelaskan keadaan dirinya kepada Salafiyyin dan memperingatkan mereka darinya.”
Kemudian kami mengatakan:
«وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَبِفَضْلِهِ وَحْدَهُ، فَطِنُوا لِحَالِهِ وَسَلِمُوا مِنْ شَرِّهِ»
“Walhamdulillah, dengan karunia Allah semata, banyak Salafiyyin yang akhirnya tersadar tentang keadaan dirinya dan selamat dari keburukannya.”
Na‘am.
---
Ayyuhal Ikhwah,
Setelah kami kirimkan surat dengan redaksi yang tadi telah ana bacakan, maka Asy-Syaikh Zakariya membalasnya dengan simbol jempol ke atas, yang menunjukkan bahwa beliau menyetujui langkah dan sikap yang kami tempuh.
🔄 PENUTUP DAN PENGANTAR MENUJU SESI KEDUA
Mungkin ada yang bertanya:
> “Lantas bagaimana dengan tazkiyah Syaikh Arafat kepada Ustadz Abul Harits yang disampaikan oleh Ustadz Abu Salim Rahmat Iqbal Pekanbaru?”
Untuk menjawab pertanyaan kedua ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit, sementara muhadharah kita pada pagi hari ini telah berlangsung lebih dari satu jam.
Maka, untuk menjawab poin kedua tersebut — yaitu bagaimana dengan tazkiyah Asy-Syaikh Arafat kepada Ustadz Abul Harits yang disampaikan oleh Ustadz Abu Salim Iqbal Pekanbaru — InsyaAllah akan kami jelaskan kronologinya pada sesi atau bagian muhadharah yang kedua.
Adapun waktu dan alamat teleconference, InsyaAllah akan diumumkan setelah ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala memberikan kemudahan.
---
“Adapun kami wahai Syaikh, setelah majelis demi majelis dan nasihat demi nasihat yang terus berulang kepada beliau dalam waktu yang panjang — baik di sela-sela Daurah Imam Al-Muzani, sebelum itu maupun setelahnya — maka kami sampai pada keyakinan untuk mentahdzir orang ini, yakni Abul Harits, sebagaimana antum telah memerintahkan kami untuk melakukannya.”
Kemudian kami sampaikan:
«وَنَعْتَقِدُ أَنَّ كَلَامَكُمُ الْأَخِيرَ هٰذَا مُوَافِقٌ لِمَا أَرْشَدْتُمُونَا بِهِ عِنْدَ مُحَادَثَتِنَا مَعَكُمْ فِي إِنْدُونِيسِيَا بِشَأْنِ أَبِي الْحَارِثِ»
“Dan kami meyakini bahwa arahan terakhir antum ini sesuai dengan bimbingan dan arahan yang pernah antum sampaikan kepada kami ketika diskusi di Indonesia tentang Abul Harits.”
Yakni pada waktu itu Asy-Syaikh Zakariya mengarahkan kami:
«بِعَدَمِ إِسْنَادِ أَيِّ مَنْصِبٍ أَوْ مُهِمَّةٍ لَهُ فِي الْجَانِبِ التَّعْلِيمِيِّ أَوْ إِلْقَاءِ الدُّرُوسِ، صِيَانَةً لِلْمَنْهَجِ، وَدَرْءًا لِمَا قَدْ يَتَرَتَّبُ عَلَىٰ ذٰلِكَ مِنَ الْمَفَاسِدِ»
“Agar tidak lagi memberikan posisi ataupun tugas penting kepadanya dalam bidang pendidikan maupun penyampaian muhadharah, demi menjaga manhaj dan untuk mencegah berbagai mafsadat yang dapat timbul setelahnya.”
Kemudian kami sampaikan pula:
«وَقَدْ فَعَلْنَا مَا قَدْ وَجَّهْتُمُونَا بِهِ فِي مَعْهَدِنَا، بِدُونِ أَنْ يَعْلَمَ الْكَثِيرُ أَنَّ ذٰلِكَ تَمَّ بِتَوْجِيهٍ مِنْكُمْ»
“Dan arahan antum wahai Syaikh telah kami laksanakan di ma’had kami. Kami menghentikan beliau dari mengajar sebagaimana arahan antum, dan itu pun tanpa diketahui banyak Ikhwah bahwa langkah tersebut dilakukan atas arahan antum.”
Kemudian kami lanjutkan:
«وَلَمَّا عَلِمْنَا أَنَّ شَرَّهُ وَضَرَرَهُ قَدْ فَشَا وَانْتَشَرَ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْمَنَاطِقِ وَالْمَعَاهِدِ فِي إِنْدُونِيسِيَا، فَبَعْدَ النَّصَائِحِ الْمُتَكَرِّرَةِ لَهُ، وَلَمْ نَجِدْ اسْتِجَابَةً، أَدْنَى اسْتِجَابَةٍ، وَأَصَرَّ عَلَىٰ مَا هُوَ عَلَيْهِ، قُمْنَا بِبَيَانِ حَالِهِ لَهُمْ وَالتَّحْذِيرِ مِنْهُ»
“Maka ketika kami melihat bahwa keburukan dan mudharatnya telah menyebar di berbagai daerah dan berbagai ma’had di Indonesia, setelah nasihat demi nasihat yang berulang kami sampaikan kepadanya namun tidak mendapatkan respon sedikit pun, bahkan beliau tetap bersikeras di atas sikapnya, maka kami pun terpaksa menjelaskan keadaan dirinya kepada Salafiyyin dan memperingatkan mereka darinya.”
Kemudian kami mengatakan:
«وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَبِفَضْلِهِ وَحْدَهُ، فَطِنُوا لِحَالِهِ وَسَلِمُوا مِنْ شَرِّهِ»
“Walhamdulillah, dengan karunia Allah semata, banyak Salafiyyin yang akhirnya tersadar tentang keadaan dirinya dan selamat dari keburukannya.”
Na‘am.
---
Ayyuhal Ikhwah,
Setelah kami kirimkan surat dengan redaksi yang tadi telah ana bacakan, maka Asy-Syaikh Zakariya membalasnya dengan simbol jempol ke atas, yang menunjukkan bahwa beliau menyetujui langkah dan sikap yang kami tempuh.
Mungkin ada yang bertanya:
> “Lantas bagaimana dengan tazkiyah Syaikh Arafat kepada Ustadz Abul Harits yang disampaikan oleh Ustadz Abu Salim Rahmat Iqbal Pekanbaru?”
Untuk menjawab pertanyaan kedua ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit, sementara muhadharah kita pada pagi hari ini telah berlangsung lebih dari satu jam.
Maka, untuk menjawab poin kedua tersebut — yaitu bagaimana dengan tazkiyah Asy-Syaikh Arafat kepada Ustadz Abul Harits yang disampaikan oleh Ustadz Abu Salim Iqbal Pekanbaru — InsyaAllah akan kami jelaskan kronologinya pada sesi atau bagian muhadharah yang kedua.
Adapun waktu dan alamat teleconference, InsyaAllah akan diumumkan setelah ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala memberikan kemudahan.
---
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Namun, sekiranya penjelasan pada sesi pertama ini sampai kepada Ustadz Abul Harits lalu beliau sadar — dan itulah harapan kita — kemudian beliau rujuk dan bertaubat, maka InsyaAllah sesi kedua tidak akan terjadi.
Akan tetapi, apabila sampai waktunya tidak ada rujuk dari beliau, maka InsyaAllah kita akan melanjutkan pada sesi kedua untuk menjawab bagaimana hakikat tazkiyah atau ta‘dil dari Syaikh Arafat kepada Ustadz Abul Harits, sebagaimana yang disampaikan oleh Ustadz Abu Salim Iqbal Pekanbaru.
Na‘am.
---
Dan sebelum kita akhiri,
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah,
maka dari sesi pertama ini telah jelas bagi kita semua bahwa langkah kami dalam menjelaskan bahaya Abul Harits pada masa sekarang ini benar-benar berdasarkan bimbingan dan arahan para Masyaikh.
Karena itu, tidak benar dan tidak tepat apabila dikatakan bahwa:
> “Orang-orang yang bersama Ustadz Luqman, seperti Abu Fuad dan yang lainnya, bergerak tanpa bimbingan dan tanpa arahan dari para Masyaikh.”
Itu dusta!
---
Adapun untuk hari ini, InsyaAllah kita cukupkan sampai di sini terlebih dahulu.
Semoga apa yang disampaikan bermanfaat bagi kita semua.
Kami memohon maaf atas segala keterbatasan dan kekurangan.
«وَصَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ»
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Rekaman Audio:
https://t.me/kajiansalafypalopo/7986
Catatan:
Transkrip ini tidak disajikan secara harfiah (verbatim), namun telah melalui penyuntingan ringan berupa penghapusan pengulangan kata dan penataan kalimat tanpa mengubah makna yang disampaikan dalam muhadharah, dengan tujuan menjaga kejelasan dan kenyamanan pembaca.
Transkrip ini telah dibaca dan disetujui oleh Ustadz Abu Fuad hafizhahullah
🌏 Channel FBF:
t.me/ForumBerbagiFaidah
Akan tetapi, apabila sampai waktunya tidak ada rujuk dari beliau, maka InsyaAllah kita akan melanjutkan pada sesi kedua untuk menjawab bagaimana hakikat tazkiyah atau ta‘dil dari Syaikh Arafat kepada Ustadz Abul Harits, sebagaimana yang disampaikan oleh Ustadz Abu Salim Iqbal Pekanbaru.
Na‘am.
---
Dan sebelum kita akhiri,
Ayyuhal Ikhwah rahimani wa rahimakumullah,
maka dari sesi pertama ini telah jelas bagi kita semua bahwa langkah kami dalam menjelaskan bahaya Abul Harits pada masa sekarang ini benar-benar berdasarkan bimbingan dan arahan para Masyaikh.
Karena itu, tidak benar dan tidak tepat apabila dikatakan bahwa:
> “Orang-orang yang bersama Ustadz Luqman, seperti Abu Fuad dan yang lainnya, bergerak tanpa bimbingan dan tanpa arahan dari para Masyaikh.”
Itu dusta!
---
Adapun untuk hari ini, InsyaAllah kita cukupkan sampai di sini terlebih dahulu.
Semoga apa yang disampaikan bermanfaat bagi kita semua.
Kami memohon maaf atas segala keterbatasan dan kekurangan.
«وَصَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ»
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Rekaman Audio:
https://t.me/kajiansalafypalopo/7986
Catatan:
Transkrip ini tidak disajikan secara harfiah (verbatim), namun telah melalui penyuntingan ringan berupa penghapusan pengulangan kata dan penataan kalimat tanpa mengubah makna yang disampaikan dalam muhadharah, dengan tujuan menjaga kejelasan dan kenyamanan pembaca.
Transkrip ini telah dibaca dan disetujui oleh Ustadz Abu Fuad hafizhahullah
🌏 Channel FBF:
t.me/ForumBerbagiFaidah
📑 ( BAGIAN 1 ) MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Fuad Saiful حفظه الله تعالى
🗓 Jum'at, 13 Dzulqa'dah 1447 H
(1 Mei 2026 M)
1. MUQADDIMAH DAN LATAR BELAKANG MUHADHARAH
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14213
2. KEWAJIBAN MENJELASKAN KEBENARAN DAN MENUNAIKAN NASIHAT
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14214
3. AWAL MUNCULNYA SYUBHAT TENTANG “ADA BIMBINGAN MASYAYIKH ?”
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14215
4. PENEGASAN BAHWA LANGKAH INI BERADA DI BAWAH ARAHAN PARA MASYAYIKH
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14216
5. UPAYA NASIHAT DAN TA’LIF AL-USTADZ LUQMAN KEPADA ABUL HARITS
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14217
6. PERTEMUAN ABUL HARITS DENGAN HIZBY IKHWANY DAN DAMPAKNYA TERHADAP DAKWAH
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14218
7. ARAHAN DAN TAHDZIR ASY-SYAIKH ZAKARIYA TERHADAP ABUL HARITS
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14218
8. KLARIFIKASI TENTANG TA‘DIL ASY-SYAIKH ZAKARIYA
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14219
9. PENJELASAN SIKAP SALAFIYYIN TERHADAP ABUL HARITS
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14223
10. PENUTUP DAN PENGANTAR MENUJU SESI KEDUA
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14224
🌏 Channel FBF:
t.me/ForumBerbagiFaidah
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Fuad Saiful حفظه الله تعالى
🗓 Jum'at, 13 Dzulqa'dah 1447 H
(1 Mei 2026 M)
1. MUQADDIMAH DAN LATAR BELAKANG MUHADHARAH
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14213
2. KEWAJIBAN MENJELASKAN KEBENARAN DAN MENUNAIKAN NASIHAT
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14214
3. AWAL MUNCULNYA SYUBHAT TENTANG “ADA BIMBINGAN MASYAYIKH ?”
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14215
4. PENEGASAN BAHWA LANGKAH INI BERADA DI BAWAH ARAHAN PARA MASYAYIKH
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14216
5. UPAYA NASIHAT DAN TA’LIF AL-USTADZ LUQMAN KEPADA ABUL HARITS
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14217
6. PERTEMUAN ABUL HARITS DENGAN HIZBY IKHWANY DAN DAMPAKNYA TERHADAP DAKWAH
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14218
7. ARAHAN DAN TAHDZIR ASY-SYAIKH ZAKARIYA TERHADAP ABUL HARITS
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14218
8. KLARIFIKASI TENTANG TA‘DIL ASY-SYAIKH ZAKARIYA
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14219
9. PENJELASAN SIKAP SALAFIYYIN TERHADAP ABUL HARITS
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14223
10. PENUTUP DAN PENGANTAR MENUJU SESI KEDUA
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/14224
🌏 Channel FBF:
t.me/ForumBerbagiFaidah
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📖 TRANSKRIP KAJIAN TELEKONFERENSI SALAFY PALOPO
📑 ( BAGIAN 1 ) MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Fuad Saiful حفظه الله تعالى
🗓 Jum'at, 13 Dzulqa'dah 1447 H
(1 Mei 2026 M)
Rekaman Audio:…
📑 ( BAGIAN 1 ) MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Fuad Saiful حفظه الله تعالى
🗓 Jum'at, 13 Dzulqa'dah 1447 H
(1 Mei 2026 M)
Rekaman Audio:…
Forwarded from Ahlussunnah Cilacap
📀 [AUDIO KAJIAN]
📚 Seorang Pendusta, Ilmunya Tidak Boleh Diambil.
🎙 Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
📆 Ahad, 14 Dzulqo'dah 1447 / 2 Mei 2026
📍 Masjid Baitul Hikmah (Mahad Daarul Hikmah)
🔗 https://t.me/ahlussunnah_cilacap
📚 Seorang Pendusta, Ilmunya Tidak Boleh Diambil.
🎙 Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
📆 Ahad, 14 Dzulqo'dah 1447 / 2 Mei 2026
📍 Masjid Baitul Hikmah (Mahad Daarul Hikmah)
🔗 https://t.me/ahlussunnah_cilacap
Telegram
Ahlussunnah Cilacap
Kembali kepada Al-Quran dan As-sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah
Pembimbing:
1. Al-Ustadz Ahmad ibnu Hajar hafidzahullah
2. Al-Ustadz Abu Hammad Irbadh hafidzahullah
3. Al-Ustadz Abu Abdillah Amin hafidzahullah
Pembimbing:
1. Al-Ustadz Ahmad ibnu Hajar hafidzahullah
2. Al-Ustadz Abu Hammad Irbadh hafidzahullah
3. Al-Ustadz Abu Abdillah Amin hafidzahullah
Forwarded from SALAFY BANDUNG
بسم الله الرحمن الرحيم
📣 HADIRILAH !!
🌠 KAJIAN ISLAM ILMIAH BANDUNG RAYA
InsyaAllah
🎙 Pemateri
Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
(Pengasuh Ma'had Qoulan Sadida Banjarsari-Ciamis)
📚 Tema Kajian
"BAHAYA PENDUSTA BERPENAMPILAN DA'I"
(Bagian Ke-2 dari Kajian: "Seorang Pendusta, Ilmunya Tidak Boleh Diambil")
📅 Kamis
19 Dzulqa'dah 1447 H /
7 Mei 2026 M
🕰️ Ba'da Maghrib - selesai
🕌 Tempat
Rumbel Banin (Untuk Ikhwah)
Rumbel Banat (Untuk Akhwat)
📱 Info Kajian
http://wa.me/628388889088
Terbuka untuk umum ( Muslim dan Muslimah)
📌 Tanbih
1. Ikhlaskan niat karena Allah 'Azza wa Jalla
2. Menjaga adab ketika sedang bermajelis
3. Jangan lupa membawa Buku Catatan
"Hadiri kajiannya, catat faedahnya, amalkan ilmunya!"
📺 📻 Simak secara live di Channel Telegram
💻Link Channel Telegram
https://t.me/SalafyBandung
📡 Live juga di
Radio Manhajul Anbiya - Radio Salafy Bandung
Web : http://manhajulanbiya.com
Aplikasi http://manhajulanbiya.com/radio
📱Website
www.SalafyBandung.com
Keterangan
Link audio Kajian Bagian-1 bisa download di:
https://t.me/ahlussunnah_cilacap/3961
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
🌠 KAJIAN ISLAM ILMIAH BANDUNG RAYA
InsyaAllah
🎙 Pemateri
Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
(Pengasuh Ma'had Qoulan Sadida Banjarsari-Ciamis)
📚 Tema Kajian
"BAHAYA PENDUSTA BERPENAMPILAN DA'I"
(Bagian Ke-2 dari Kajian: "Seorang Pendusta, Ilmunya Tidak Boleh Diambil")
📅 Kamis
19 Dzulqa'dah 1447 H /
7 Mei 2026 M
🕰️ Ba'da Maghrib - selesai
🕌 Tempat
Rumbel Banin (Untuk Ikhwah)
Rumbel Banat (Untuk Akhwat)
📱 Info Kajian
http://wa.me/628388889088
Terbuka untuk umum ( Muslim dan Muslimah)
📌 Tanbih
1. Ikhlaskan niat karena Allah 'Azza wa Jalla
2. Menjaga adab ketika sedang bermajelis
3. Jangan lupa membawa Buku Catatan
"Hadiri kajiannya, catat faedahnya, amalkan ilmunya!"
💻Link Channel Telegram
https://t.me/SalafyBandung
📡 Live juga di
Radio Manhajul Anbiya - Radio Salafy Bandung
Web : http://manhajulanbiya.com
Aplikasi http://manhajulanbiya.com/radio
📱Website
www.SalafyBandung.com
Keterangan
Link audio Kajian Bagian-1 bisa download di:
https://t.me/ahlussunnah_cilacap/3961
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from SALAFY BANDUNG
(REVISI) Qaddarallah karena pemateri masih di perjalanan maka Kajian diundur. InsyaAllah dimulai pada malam ini sekitar pukul 19.30 WIB.
بسم الله الرحمن الرحيم
📣 HADIRILAH !!
🌠 KAJIAN ISLAM ILMIAH BANDUNG RAYA
InsyaAllah
🎙 Pemateri
Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
(Pengasuh Ma'had Qoulan Sadida Banjarsari-Ciamis)
📚 Tema Kajian
"BAHAYA PENDUSTA BERPENAMPILAN DA'I"
(Bagian Ke-2 dari Kajian: "Seorang Pendusta, Ilmunya Tidak Boleh Diambil")
📺 📻 Simak secara live di Channel Telegram
💻Link Channel Telegram
https://t.me/SalafyBandung
📡 Live juga di
Radio Manhajul Anbiya - Radio Salafy Bandung
Web : http://manhajulanbiya.com
Aplikasi http://manhajulanbiya.com/radio
📱Website
www.SalafyBandung.com
Keterangan
Link audio Kajian Bagian-1 bisa download di:
https://t.me/ahlussunnah_cilacap/3961
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
بسم الله الرحمن الرحيم
📣 HADIRILAH !!
🌠 KAJIAN ISLAM ILMIAH BANDUNG RAYA
InsyaAllah
🎙 Pemateri
Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah
(Pengasuh Ma'had Qoulan Sadida Banjarsari-Ciamis)
📚 Tema Kajian
"BAHAYA PENDUSTA BERPENAMPILAN DA'I"
(Bagian Ke-2 dari Kajian: "Seorang Pendusta, Ilmunya Tidak Boleh Diambil")
💻Link Channel Telegram
https://t.me/SalafyBandung
📡 Live juga di
Radio Manhajul Anbiya - Radio Salafy Bandung
Web : http://manhajulanbiya.com
Aplikasi http://manhajulanbiya.com/radio
📱Website
www.SalafyBandung.com
Keterangan
Link audio Kajian Bagian-1 bisa download di:
https://t.me/ahlussunnah_cilacap/3961
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from SALAFY BANDUNG
LIVE! BAHAYA PENDUSTA BERPENAMPILAN DA'I (Bagian Ke-2 dari Kajian: Seorang Pendusta, Ilmunya Tidak Boleh Diambil) | Al-Ustadz Abu Jundi hafizhahullah | Rumbel Shabran Jamila Bandung
📲 Channel Telegram :
https://t.me/SalafyBandung
📡 Live juga di :
Radio Manhajul Anbiya - Radio Salafy Bandung :
Web : http://manhajulanbiya.com
Aplikasi : http://manhajulanbiya.com/radio
Barakallahu Fiikum
◽️◾️◽️◾️◽️✅◽️◾️◽️◾️◽️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Kajian Salafy Palopo
Radio Durus Ilmiyah Palopo
Simak Sekarang!!
MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH (Bagian 3) | Al-Ustadz Abu Fuad Saiful hafizhahullah | Rumbel Al-Istiqomah Palopo - Sulawesi Selatan | https://t.me/kajiansalafypalopo/8022
Versi Web di
http://manhajulanbiya.com
atau
Download Aplikasi di
http://manhajulanbiya.com/radio
Telegram
https://t.me/kajiansalafypalopo
Simak Sekarang!!
MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH (Bagian 3) | Al-Ustadz Abu Fuad Saiful hafizhahullah | Rumbel Al-Istiqomah Palopo - Sulawesi Selatan | https://t.me/kajiansalafypalopo/8022
Versi Web di
http://manhajulanbiya.com
atau
Download Aplikasi di
http://manhajulanbiya.com/radio
Telegram
https://t.me/kajiansalafypalopo
Telegram
Kajian Salafy Palopo
بسم الله الرحمن الرحيم
SIMAK & IKUTI!
📖 KAJIAN TELEKONFERENSI SALAFY PALOPO
In syaa Allah dengan tema:
📑 MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH (Bagian 3)
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Fuad Saiful حفظه الله تعالى
🗓 Hari/Tanggal:…
SIMAK & IKUTI!
📖 KAJIAN TELEKONFERENSI SALAFY PALOPO
In syaa Allah dengan tema:
📑 MENYINGKAP SYUBHAT MENJAGA MANHAJ: SIKAP ILMIAH DI TENGAH GELOMBANG FITNAH (Bagian 3)
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Fuad Saiful حفظه الله تعالى
🗓 Hari/Tanggal:…