منتدى نشر الفـــــــوائد
7.6K subscribers
4.29K photos
256 videos
279 files
5.6K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
📬 BAGAIMANAKAH IKATAN PERSAUDARAAN ITU DAPAT TERAJUT KEMBALI DI TENGAH-TENGAH IKHWAH SALAFIYYIN DAN HUKUM DIAMNYA SEBAGIAN IKHWAH DALAM FITNAH DAN PERTIKAIAN SEMISAL (YANG TERJADI) INI (BAG.3)

Oleh: 
Asy-Syaikh al-‘Allamah Profesor Doktor Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari Hafizhahullah

فهذه نصوص من الوحيين تحث على ماذا؟ على العفو والصفح ممن أساء إليك. فإذا جاءك معتذرا وقد علمت منه الندامة فاصفح واعف، وكن كريما وقابلِ الإساءة بالإحسان. 
{ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)} (فصلت : 34-35)}

Maka inilah nash-nash dari dua wahyu (Al-Qur’an dan As-Sunnah) yang menghasung untuk apa?

Menghasung untuk memaafkan dan berlapang dada terhadap orang yang berbuat kejelekan kepadamu.

Jika dia datang kepadamu dalam keadaan meminta maaf dan engkau mengetahui darinya penyesalan, maka berlapang dadalah dan maafkan. Jadilah engkau seorang yang berjiwa besar dan balaslah kejelekan itu dengan kebaikan.

{ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)} (فصلت : 34-35)}

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (Fushshilat: 34-35) 

في موطأ الإمام مالك – رحمه الله ورضي عنه – أن الإمام سعيد بن المسيب رحمه الله ورضي عنه قال: "مَا مِنْ شَيْءٍ إِلَّا وَيُحِبُّ اللهُ أَنْ يُعْفَى عَنْهُ مَا لَمْ يَكُنْ حَدًّا".

Di dalam kitab al-Muwaththa’ karya al-Imam Malik rahimahullahu waradhiya anhu bahwa al-Imam Sa’id bin al-Musayyib radhiyallahu anhu berkata, “Tidaklah ada suatu (kesalahan) kecuali Allah suka agar dimaafkan, selama itu bukan hukum had (pidana).”

وذكر العلامة ابن المفلح رحمه الله في الآداب الشرعية أثرا عن الإمام الحسن البصري رحمه الله أنه قال: "أفضل خُلُق المؤمن العَفْوُ."

Al-‘Allamah Ibnu Muflih rahimahullah menyebutkan di dalam al-Adab asy-Syar’iyyah sebuah atsar dari al-Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah bahwasanya beliau berkata, “Sebaik-baik perangai mukmin adalah memaafkan.”

وذكر الإمام ابن كثير رحمه الله في التفسير عن الإمام ابن أبي حاتم أنه ذكر في تفسيره وأسند عن الإمام إبراهيم بن يزيد النخعي أنه قال: "كَانَ الْمُؤْمِنُونَ يَكْرَهُونَ أَنْ يُسْتَذَلُّوا – لَا يَرْضَوْنَ بِالذِّلَّةِ وَيَكْرَهُونَ ذَلِكَ فَانْتَبِهْ أَنْ تُذِلَّ خَلْقَ اللهِ فَيُعَاقِبَكَ اللهُ جلَّ وعَلا بِمِثْلِ ذَلِكَ – وَكَانُوا إِذَا قَدَرُوا عَفَوْا."

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan di dalam at-Tafsir, dari al-Imam Ibnu Abi Hatim bahwasanya beliau menyebutkan di dalam tafsirnya dan menyebutkan sanadnya dari al-Imam Ibrahim bin Yazid an-Nakha’i bahwasanya beliau berkata,

"كَانَ الْمُؤْمِنُونَ يَكْرَهُونَ أَنْ يُسْتَذَلُّوا – لَا يَرْضَوْنَ بِالذِّلَّةِ وَيَكْرَهُونَ ذَلِكَ فَانْتَبِهْ أَنْ تُذِلَّ خَلْقَ اللهِ فَيُعَاقِبَكَ اللهُ جلَّ وعَلا بِمِثْلِ ذَلِكَ – وَكَانُوا إِذَا قَدَرُوا عَفَوْا."

“Kaum mukminin dahulu mereka tidak suka direndahkan (mereka tidak ridha dengan kerendahan dan tidak menyukainya, maka berhati-hatilah engkau dari merendahkan ciptaan Allah niscaya Allah akan menghukummu dengan yang semisal itu) dan mereka itu jika memiliki kemampuan membalas, mereka (justru) memaafkan.”
وقال الإمام أيوب السختياني رحمه الله، كما أخرج ذلك الحافظ ابن حبان في روضة العقلاء ونزهة الفضلاء: "لا يَنْبُلُ الرَّجُلُ حَتَّى تَكُونَ فِيْهِ خَصْلَتَانِ: اَلْعِفَّةُ عَمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ - لِأَنَّ هَذَا مِنْ أَوْسَاخِ النَّاسِ – وَالتَّجَاوُزُ عَنْهُمْ – يَعْنِي اَلصَّفْحُ وَالْعَفْوُ."

Al-Imam Ayyub as-Sikhtiyani rahimahullah berkata, sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hafizh Ibnu Hibban di dalam Raudhah al-Uqala’ wa Nuzhah al-Fudhala’,

"لا يَنْبُلُ الرَّجُلُ حَتَّى تَكُونَ فِيْهِ خَصْلَتَانِ: اَلْعِفَّةُ عَمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ - لِأَنَّ هَذَا مِنْ أَوْسَاخِ النَّاسِ – وَالتَّجَاوُزُ عَنْهُمْ – يَعْنِي اَلصَّفْحُ وَالْعَفْوُ."

“Tidaklah mulia seorang lelaki sampai ada padanya dua perangai; memelihara diri dari meminta-minta yang ada di tangan manusia (karena ini termasuk orang-orang rendahan), dan memaafkan kesalahan mereka, yakni ash-Shafhu (berlapang dada) dan al-afwu (memaafkan).”

العفو هو ترك المؤاخذة بالذنب والعقاب عليه، كما قال نحو هذا العلامة المباركفوري رحمه الله في التحفة. ما هو الصفح؟ أعلى من ذلك. قال المناوي رحمه الله: الصفح هو ترك التأنيب. فانظر يا رعاك الله إلى هذه الفضائل وهذه المناقب التي جاءت في حق من عفا وأصلح، وكن من المثابرين المسارعين إلى تحقيقها بارك الله فيك. لا تقف كثيرا!، قد قرأنا عليكم في اللقاء الماضي كلاما عَذْبًا من إمام ناقد مُشْفِقٍ الإمام ابن القيم رحمه الله، في كلامه الذي هو يعتبر نبراسا، وفيه أنه قال رحمه الله: " وَمَنْ عَفَا عَفَا اللهُ عَنْهُ، وَمَنْ غَفَرَ غَفَرَ لَهُ، وَمَنْ حَاقَقَ حَاقَقَهُ." فانتبه! بارك الله فيك إلى هذا.

⬜️ Al-afwu (memaafkan) adalah tidak mengambil tindakan dan hukuman terhadap pelaku kesalahan. Kurang lebih seperti ini yang dikatakan oleh al-‘Allamah al-Mubarakfuri rahimahullah di dalam at-Tuhfah. 

⬜️ Apa itu ash-Shafhu (berlapang dada)? Tingkatan yang lebih tinggi dari memaafkan. Al-Munawi rahimahullah berkata, “ash-Shafhu (berlapang dada) yaitu meninggalkan teguran (tidak mempermasalahkan).”

Maka camkanlah -semoga Allah menjagamu- keutamaan-keutamaan dan kemuliaan-kemuliaan yang ada terkait hak orang yang memaafkan dan berbuat kebajikan ini. Jadilah engkau termasuk orang-orang yang menetapi dan bergegas untuk merealisasikannya barakallahu fiik.

Jangan banyak menunggu! Sungguh kami telah membacakan kepada kalian pada pertemuan lalu perkataan yang menyejukkan dari seorang imam yang kritis lagi penuh belas kasih al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah. Di dalam perkataan beliau yang laksana pelita itu, beliau rahimahullah berkata, “Barang siapa memaafkan niscaya Allah akan memaafkannya, barang siapa memberi ampunan niscaya Allah akan mengampuninya, dan barang siapa memperkarakan niscaya Allah akan memperkarakannya.” Maka berhati-hatilah terhadap hal ini barakallahu fiik.

Bersambung..

📼 Sumber Audio:
https://t.me/dr_elbukhary/839
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 BAGAIMANAKAH IKATAN PERSAUDARAAN ITU DAPAT TERAJUT KEMBALI DI TENGAH-TENGAH IKHWAH SALAFIYYIN DAN HUKUM DIAMNYA SEBAGIAN IKHWAH DALAM FITNAH DAN PERTIKAIAN SEMISAL (YANG TERJADI) INI (BAG.4/SELESAI)

Oleh: 
Asy-Syaikh al-‘Allamah Profesor Doktor Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari Hafizhahullah

أقول: في خضم هذا الذي يحصل تحصل هذه الأمور، صحيح، بين بعض الإخوة. يبلغك عن زيد أو عمرو عن فلان أو عِلان، لا تقف كثيرا! ولا تنتسب بنفسك كثيرا! ادفع بالتي هي أحسن! إرم وراءك!  وأقبل على الصفح والعفو! {أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ}

Saya katakan (baca: tegaskan): Di tengah apa yang terjadi saat ini, perkara-perkara semacam ini juga terjadi di antara sebagian ikhwah, benar! 

Sampai kepadamu tentang si Zaid, Amr, fulan, atau ‘illan. Jangan terlalu lama menunggu! Dan jangan pula terlalu memberi kesempatan kepada hawa nafsumu (egois)! Balaslah dengan yang lebih baik! Buanglah permasalahan yang ada itu di belakangmu, dan tataplah ke depan dengan lapang dada dan memaafkan!  
“Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (an-Nur: 22)

فيسارع المرء إلى مثل هذا، بارك الله فيك. جاءك أخوك أرسل لك رسالة، بعضهم مُتَهَيِّب، عرف أنه أخطأ، لكنه متهيب ماذا أفعل؟ قد يقال افعل! اكتب! سوِّ! كذا، كذا، الأمر أيسر من هذا، بما أنه جاءك معتذرا فاقبل عذره عفا الله عما سلف، استغفر الله، وادع الله لأخيك في ظهر الغيب، وليتجاوز المرء ولا يقف كثيرا! كثير من الناس تظهر لهم الحقائق بعد مدة، قد يكونوا وَلَجُوا في بعض القلاقل والمشاكل، صحيح؟! لا يعرفون كيف الخروج. 

Hendaknya seseorang bergegas menuju perbuatan seperti ini, barakallahu fiik. Saudaramu mendatangimu dengan berkirim surat kepadamu, sebagian mereka ketakutan, mengetahui bahwa dirinya bersalah namun merasa takut, apa yang harus aku lakukan?” Takut kalau nanti dikatakan kepadanya, “lakukan ini, tulislah ini, kerjakan demikian dan demikian!”

Padahal permasalahannya lebih mudah dari ini. Selagi dia datang kepadamu dalam keadaan meminta maaf, maka terimalah maafnya, dan Allah memaafkan apa yang telah berlalu. Mintalah ampunan kepada Allah, do’akanlah saudaramu itu di saat lengang darinya. Hendaknya seseorang mudah memaafkan (saudaranya) dan jangan terlalu lama menunggu!

Tidak sedikit orang yang baru jelas bagi mereka hakikat permasalahan yang terjadi setelah sekian waktu lamanya, dan bisa jadi (sebelumnya) mereka ini masuk dalam sebagian kasus dan problem, -benar!?- dalam keadaan mereka tidak mengetahui bagaimana keluar darinya. 

أنا أذكر بمقالات أو بأقوال سبق أن ذكرتها ونبهت عليها في هذا الجامع المبارك منذ أشهر، وأنا أقول: لا تدخل أنفك في كل قضية، ولا ينبغي أن يكون لك قول في كل نازلة، ابتعد يا أخي! بارك الله فيك، رب كلمة قالت لصاحبها دعني! 

Saya ingatkan dengan perkataan-perkataan yang sebelumnya telah saya sebutkan dan saya peringatkan sejak beberapa bulan lalu di masjid jami’ yang barakah ini. Ketika itu saya berkata, “Janganlah engkau masukkan hidungmu di setiap permasalahan, dan tidak sepantasnya engkau memiliki statemen pada setiap permasalahan besar kontemporer. Menjauhlah wahai saudaraku! barakallahu fiik. Bisa jadi sebuah perkataan berkata kepada pengucapnya, “Tinggalkan aku!” 

اترك! وَلِّ حارَّها مَنْ تَوَلَّى قارّها، ما لك ولها؟! لأنه بعد حين إذا ما تبينت الأمور وظهرت أكثر، الساكت لا يندم على سكوته، لأنه متحير أبى ابتداء، ولا يريد الخوض حفاظا على دينه وأن لا يكون قد وقع في مأزق لا يحسن الخروج منه. إنما الندامة دائما تصحب من يتكلم في الغالب الكثير، كما قال ابن حزم رحمه الله: "مَا عَلِمْنَا أَحَدًا أُخِذَ أَوْ نَدِمَ بِسُكُوتِهِ، إِنَّمَا غَالِبًا يَنْدَمُ أَوْ يُؤَاخَذُ الْمَرْءُ بِالْكَلَامِ." أو كما قال رحمه الله. 

Tinggalkanlah! Serahkan kesulitan sebuah permasalahan kepada orang yang mumpuni di bidangnya! Apa urusanmu dengannya?! Karena setelah berlalu sekian masa, manakala hakikat suatu perkara telah tampak dan semakin jelas, orang yang diam tidak akan menyesal atas sikap diamnya. Mengingat, sejak awal dia bingung dan enggan masuk ke dalam perkara tersebut, tidak mau pula larut dalam permasalahan tersebut demi menjaga agamanya, serta agar tidak masuk ke dalam jalan sempit (problem) yang dia akan sulit keluar darinya.
Mayoritas penyesalan itu selalu menyertai orang yang banyak berbicara. Sebagaimana yang dikatakan oleh al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah,

"مَا عَلِمْنَا أَحَدًا أُخِذَ أَوْ نَدِمَ بِسُكُوتِهِ، إِنَّمَا غَالِبًا يَنْدَمُ أَوْ يُؤَاخَذُ الْمَرْءُ بِالْكَلَامِ."

“Kami tidak mengetahui seorang pun diperkarakan atau menyesal dengan sebab diamnya, seringkali seseorang menyesal atau diperkarakan hanyalah disebabkan oleh perkataan.” Kurang lebih seperti itu yang dikatakan oleh beliau rahimahullah.

فاحفظ لسانك! بارك الله فيك. وأقبل، بما أنه الأمور تظن أنك أخطأتَ فيها أو تبينتْ لك، اطلب من أخيك! ما تستطيع المواجهة معه، ارسل له رسالة أو ارسل مرسولا، وكما تكلَّمتَ فيه بين فلان وعلان إذا ما جاء مجلس معك قل: يا إخوان اعتذرت من الأخ ، وعفا الله عني وعنه وأنا أخطأتُ انتهينا. واضح يا إخوة؟

Maka jagalah lisanmu! barakallahu fiik. Tataplah ke depan, manakala kamu menyadari bahwa kamu telah bersalah dalam suatu perkara atau menjadi jelas bagimu hakikat suatu perkara, maka mintalah (maaf) kepada saudaramu! Jika engkau tidak mampu bertemu secara langsung dengannya maka berkirim suratlah kepadanya atau kirim seorang utusan. 

Sebagaimana engkau telah berbicara tentangnya bersama fulan dan ‘illan maka ketika ada kesempatan duduk bersamamu, katakanlah, “Ya ikhwan, aku telah minta maaf kepada al-akh (saudara tersebut), semoga Allah memaafkan aku dan dia, dan aku telah bersalah, dengan ini berarti telah selasai permasalahan kita.” Jelas wahai ikhwah?!    

هكذا ترجع اللُّحمة بين الإخوة وما أوجده الشيطان في نفوس كثيرين، ولا حول ولا قوة إلا بالله. أقبلوا على مثل هذه الفضائل والمناقب تُفْلِحوا إن شاء الله. 
وفق الله الجميع لما فيه رضاه، وصلى الله على رسول الله وآله وصحبه وسلم

Demikianlah ikatan persaudaraan itu akan dapat terajut kembali di antara ikhwah, dan apa yang dimunculkan oleh syaithan pada jiwa kebanyakan mereka (akan dapat diatasi), wa laa haula wala quwwata illa billah. Songsonglah berbagai keutamaan dan kemuliaan semisal ini, niscaya kalian akan beruntung insya Allah.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada semuanya untuk menggapai ridha-Nya. Wa shallallahu ala Rasulillah wa alihi washahbihi wasallam. 

Diterjemahkan oleh: al-Faqir ila ‘afwi Rabbih Ruwaifi’ bin Sulaimi
Jember; Senin, 20 Shafar 1443 H/ 27 September 2021 M

📼 Sumber Audio:
https://t.me/dr_elbukhary/839
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KETIKA ULAMA MENGHADAPI PARA PEMBENCI

قال المزني رحمه الله، وقال له رجل:

 يا أبا إبراهيم، إن فلانا يبغضك. قال: ليس في قربه أُنْسٌ ولا في بُعده وَحشة

(مناقب الشافعي ٢/٣٥٥)

Berkata Al Muzany rahimahullah, ketika ada yang mengatakan kepada beliau:

"Wahai Aba Ibrohim (kunyah Al Muzani, pent) sesungguhnya fulan membenci kamu. Maka dijawab oleh beliau:

"Kedekatannya tidak membuat nyaman dan jauh darinya tidak membikin terasing."

(Manaqib As-Syafi'i 2/355)

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🏝️🚉 BAYAN AL - ILTIZAM (Penjelasan Komitmen)

🌅 Di antara kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada kita adalah bimbingan dan arahan dari ulama dan masyayikh kita.

🍋 Demikian pula termasuk nikmat adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada kita taufik untuk menyambut bimbingan yang lurus dari para ulama, terkhusus pada masa-masa fitnah.

📑 Semoga dengan Bayan Iltizam ini menjadi sebab padamnya fitnah yang terjadi di Indonesia saat ini dan mengakhiri segala perselisihan yang terjadi.

🍓 Semoga Allah Ta'ala menyatukan kembali Asatidzah dan salafiyyin di Indonesia di atas al-Kitab dan as-Sunnah serta Manhaj Salafy. Amin.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua untuk mengamalkannya. Wabillah at-Taufiq.

📥 Unduh PDF
bit.ly/3y3Q24z

[ 524 KB ]

📝 Catatan:
Bayan ini telah dibaca dan disetujui penyebarannya oleh Fadhilah asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah.

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram
@ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi
https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
Bayan Iltizam (Bahasa Arab)
Bayan Iltizam (Bahasa Indonesia)
::
📬 WASIAT ULAMA KIBAR UNTUK SALAFIYYIN DI NEGERI INDONESIA

[Teks] Wasiat 'Ulama Kibar Untuk Salafiyyin Di Negeri Indonesia


• Teks Asli Bahasa Arab:

وَصَايَا العُلَمَاء الكِبَار للسّلَفِيّين فِي بِلَاد إندونيسيا

◽️https://top4top.io/downloadf-2008ge33o0-pdf.html

◽️https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9408


• Terjemahan Bahasa Indonesia:

Wasiat 'Ulama Kibar Untuk Salafiyyin Di Negeri Indonesia

◽️https://top4top.io/downloadf-200884mhe0-pdf.html

◽️https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9409
______________

🔖 Fadhilatu asy Syaikh Arafat bin Hasan al Muhammadi hafizhahullahu ta'ala menghasung untuk menyebarluaskan Wasiat Ulama' Kibar ini sebagaimana beliau juga berwasiat dengannya pula.

Beliau telah menegaskan kesahihan penyandaran wasiat ini kepada Masyayikh kibar kita di kota Madinah, sebagaimana dalam tweet pribadi beliau pada akun twitter resmi beliau pada tanggal 25 Februari 2021M dan beliau berpesan kepada salafiyyin untuk mengikuti bimbingan ulama'.

Wasiat Ulama' Kibar ini telah dinukil dan dibaca oleh salah satu murid mereka, yaitu al Akh Abul Harits Muhammad bin Mushlih hafizhahullah dalam Muhadharahnya pada tanggal 10 Rajab 1442 H / 21 Februari 2021 M untuk Ikhwah Salafiyyin di negeri Indonesia.

https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9613

@DakwahSalafiyyahPalembang
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Bimbingan Ulama Kibar Menghadapi Fitnah Terkini_ Jursela cs- Ust…
Al-Ustadz Abul Harits Muhammad Muslih hafizhahullah
Washaayaa al-'Ulamaa 10 Rajab 1442 H/ 21 Februari 2021 M disampaikan Oleh Ust. Abul Harits حفظه الله
BAYAN ILTIZAM



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.
وبعد:

Di antara kenikmatan yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala anugerahkan kepada kita adalah bimbingan dan
arahan dari ulama dan masyayikh kita. Demikian pula termasuk nikmat adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala
mengaruniakan kepada kita taufik untuk menyambut bimbingan yang lurus dari para ulama, terkhusus pada
masa-masa fitnah.

Dalam rangka menyambut bimbingan para ulama terkait permasalahan yang terjadi saat ini dan demi menjaga nama baik dakwah ini, maka kami berkomitmen -biidznillah, terhadap hal-hal berikut ini:

1. Meninggalkan sebab-sebab perpecahan demi menjaga bersatunya hati di atas al-haq.

2. Kami mengajak segenap ikhwah untuk saling bersaudara, membuka lembaran baru, dan mengulurkan tangan untuk ta'awun dalam kebaikan dan ketakwaan. Demikian pula kami mengulurkan tangan perdamaian kepada segenap ikhwah dengan cara saling menahan diri dan tidak saling mencela; untuk menutup pintu-pintu pertikaian dan menutup celah bagi orang-orang yang menginginkan kejelekan bagi dakwah salafiyah.

3. Bersungguh-sungguh untuk fokus dalam tarbiah dan dakwah serta membimbing umat kepada kebaikan.

4. Kepada channel-channel majhul dan yang selainnya, yang membicarakan dan berbantah-bantah tentang fitnah; kami nasihatkan untuk menghentikan, menghapus, dan menutup seluruh channel-channelnya beserta isinya.
Sejak awal hingga akhir, kami berlepas diri dari seluruh channel-channel tersebut, dari pihak mana pun. Demikian pula kami tidak memiliki kaitan dengan mereka, baik sebelum maupun setelah ini.

5. Kami juga menasihatkan kembali kepada seluruh media dan medsos secara umum; baik di status-status WhatsApp, akun-akun pribadi, grup/channel, maupun jalur pribadi melalui WhatsApp/Telegram, medsos, dan media lainnya: untuk tidak membicarakan, memprovokasi, dan membahas perselisihan yang terjadi ini, serta tidak saling berdebat atau memberi dan berbalas komentar terkait hal tersebut.

6. Kami berkomitmen dengan apa-apa yang telah dinasihatkan kepada kami oleh Syaikh kami, Al-'Allamah Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari hafizhahullahu ta'ala dalam shoutiyyah beliau yang mulia dan Washaayaa al-Ulamaa' 10 Rajab 1442H/21 Februari 2021M.

Bagi pihak yang tidak melaksanakan hal-hal tersebut, maka ia bertanggung jawab penuh atas konsekuensi
dari perbuatannya.

Kami berterima kasih kepada masyayikh kami hafizhahumullah atas perhatian, bimbingan, dan arahan mereka kepada kami, anak-anaknya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala membalas kebaikan mereka
kepada kami. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberkahi ilmu dan kesungguhan mereka. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberi kami
taufik-Nya kepada perkara yang dicintai dan diridhai-Nya.

وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sabtu, 28 Zulhijjah 1442H/7 Agustus 2021M

Abnaa'ukum:

Al-Akh Muhammad bin Umar as-Sewed
Al-Akh Abdushshamad bin Salim Bawazier
Al-Akh Usamah bin Faishal Mahri
Al-Akh Syafruddin
Al-Akh Abdul Jabbar
Al-Akh Afifudin
Al-Akh Qomar Zainudin Abdullah


Pdf:
http://bit.ly/3y3Q24z

بسم الله والحمد لله،

Kami menyetujui saudara-saudara kami dan kami bersepakat membuat perjanjian dengan mereka sesuai dengan apa yang sudah mereka tuliskan, serta kami berkomitmen dengan hal-hal yang mereka komitmenkan.

وصلى الله على نبينا محمد وبارك عليه وعلى آله وسلم.

Kamis, 10 Muharam 1443H/19 Agustus 2021M

Abnaa'ukum:

Al-Akh Luqman bin Muhammad Ba'abduh
Al-Akh Ruwaifi' bin Sulaimi
Al-Akh Abu 'Amr Ahmad Alfian

Catatan:

Bayan ini telah dibaca dan disetujui penyebarannya oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah.
::
📬 BANTAHAN ILMIAH TERHADAP DR.ARRAZY HASYIM TERKAIT UCAPANNYA TENTANG SYAIKH AL-ALBANIY DAN SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYYAH RAHIMAHUMALLAH

🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman -hafizhahullah-

📅 Ahad Malam Senin, 26 Shofar 1443 H/ 03 Oktober 2021 M di Masjid al Fauzan, Sumberlele - Kraksaan, Probolinggo

◽️Bagian 1 : https://bit.ly/3a3S77k
(Durasi 0:38:17 -- 8,9 MB)

◽️Bagian 2 : https://bit.ly/3uF6hFd
(Durasi 0:15:54 -- 3,8 MB)

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 WASIAT ULAMA KIBAR
UNTUK SALAFIYYIN DI NEGERI INDONESIA

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه. أما بعد :

Wasiat ini adalah wasiat yang senantiasa disampaikan oleh Masyayikh kita, terkhusus pada fitnah yang terjadi akhir-akhir ini, di antara para Masyayikh tersebut adalah :

Al-Allamah al-Walid Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullahu Ta'ala
Al-'Allamah al-Walid 'Ubaid bin 'Abdillah al-Jabiri hafizhahullahu Ta'ala
Al-Allamah asy-Syaikh 'Abdullah bin 'Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullahu Ta'ala


Wasiat ini ditujukan kepada salafiyyin secara umum, dan terkhusus kepada anak-anak mereka salafiyyin di Negeri Indonesia :


1⃣ WASIAT PERTAMA:

Wajib bagi salafiyyin seluruhnya agar mereka bertakwa kepada Allah 'Azza wa Jalla pada diri-diri mereka dan terhadap dakwah yang diberkahi ini.

Dan hendaklah mereka bertaubat kepada Allah, saling bersaudara, saling mengasihi, saling menyayangi, saling bersatu padu, menjaga persatuan, dan meninggalkan segala bentuk perselisihan dan sebab-sebab perpecahan sehingga mereka semua bisa menjadi seperti "satu tubuh", serta hendaklah mereka saling bekerja sama dalam hal kebaikan dan ketakwaan.


2⃣ WASIAT KEDUA:

Wajib secara syar'i bagi mereka semua (salafiyyin di Indonesia) untuk berhati-hati dari channel-channel majhul yang menyebarkan berbagai fitnah dan permusuhan di tengah-tengah salafiyyin, serta menyebarluaskan tuduhan-tuduhan dusta dan berita-berita yang tidak benar yang merusak nama baik Dakwah Salafiyyah dan para da'inya. Diantaranya adalah channel-channel berikut :

⛔️Jujurlah -JUJURLAH DALAM MENCARI KEBENARAN/ jujurlahselamanya- (
t.me/ jujurlahselamanya),
⛔️Tukpencarialhaqnews (
t.me/ tukpencarialhaqnews),
⛔️Manhajulhaq -palsu- (
t.me/ manhajulhaqcomm), dll. Dan selainnya dari channel-channel yang memecah-belah barisan salafiyyin dan mencerai-beraikan persatuan mereka.


3⃣ WASIAT KETIGA:

Hendaklah mereka (salafiyyun di Indonesia) mengetahui bahwasanya seluruh asatidzah yang memiliki keutamaan, semisal :

◽️al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhahullah,
◽️ al-Ustadz Muhammad bin 'Umar as-Seewed hafizhahullah,
◽️ al-Ustadz Abdush-Shamad Bawazier hafizhahullah,
◽️ al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah, dan
◽️ al-Ustadz Qomar hafizhahullah, dan selain mereka dari saudara-saudara mereka dari kalangan para da'i, mereka semua adalah salafiyyun, murid-murid para masyayikh dan para 'ulama, serta mereka senantiasa kembali kepada para'ulama.

Para masyayikh dan para asatidzah, semuanya menginginkan persatuan kalimat, menginginkan kebaikan dan perbaikan untuk dakwah salafiyyah maupun untuk salafiyyin, serta menjauhi perpecahan, cerai-berai, dan perselisihan.

Adapun yang terjatuh pada kesalahan, maka akan rujuk kepada kebenaran, karena tidak ada seorangpun yang selamat dari kesalahan. Setiap anak Adam senantiasa terjatuh pada kesalahan, dan sebaik-baik orang yang terjatuh pada kesalahan adalah yang senantiasa bertaubat.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.


_____________________________
(*) Fadhilatu asy-Syaikh 'Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullahu Ta'ala menghasung untuk menyebarluaskan Wasiat Ulama Kibar ini sebagaimana beliau juga berwasiat dengannya pula.

Beliau telah menegaskan kesahihan penyandaran wasiat ini kepada Masyayikh Kibar kita di Kota Madinah, sebagaimana dalam tweet pribadi beliau pada akun twitter resmi beliau pada tanggal 25 Februari 2021 M, dan beliau berpesan kepada salafiyyin untuk mengikuti bimbingan 'ulama.

Wasiat 'Ulama Kibar ini telah dinukil dan dibacakan oleh salah satu murid mereka, yaitu al-Akh Abul Harits Muhammad bin Mushlih dalam muhadharahnya pada tanggal 10 Rajab 1442 H/21 Februari 2021 M untuk Ikhwah Salafiyyin di Negeri Indonesia.

Link audio:
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9613