5⃣ PENDAPAT YANG MENGKHUSUSKAN PUASA NADZAR SAJA ADALAH PENDAPAT LEMAH
Nabi ﷺ pernah ditanya: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku meninggal dunia dan dia memiliki hutang puasa sebulan. Apakah saya harus membayarkan hutang puasa nya? Beliau menjawab :
أرأيتِ لو كان على أُمك دَينٌ، أكنتِ قاضيةً، اقْضُوا الله فالله أحقُّ بالوفاء
"Bagaimana menurutmu, kalau ibumu memiliki hutang (kepada manusia), apakah engkau akan membayarnya? Maka tunaikanlah hutang kepada Allah, karena hutang kepada Allah itu lebih berhak untuk dibayar."
Dalam musnad Ahmad dengan sanad Shahih dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma : "Sesungguhnya ada seorang wanita berkata : "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku meninggal dan dia masih punya hutang puasa Ramadhan. Apakah saya membayarkan hutang puasanya? Beliau ﷺ menjawab :
صُومِي عن أُمِّكِ
"Berpuasalah untuk membayar hutang puasa ibumu."
Maka wanita menjelaskan kalau itu puasa Ramadhan. Kemudian beliau ﷺ memerintahkan wanita ini untuk berpuasa. Dan hadits-hadits banyak sekali yang menunjukkan atas membayarkan hutang puasa ramadhan dan selainnya.
Dan sesungguhnya tidak ada sisi pengkhususan untuk puasa nadzar saja. Bahkan ini adalah pendapat yang marjuh dan lemah, yang benar berlaku umum.
6⃣ BOLEHKAN ANAK-ANAKNYA ATAU KERABATNYA SALING MENOLONG MEMBAYARKAN PUASA SANG MAYIT?
Seandainya para anak-anak orang yang meninggal saling menolong untuk berpuasa, atau kerabatnya untuk membayarkan hutang puasanya, lalu setiap orang dari mereka berpuasa sehari atau beberapa hari, maka yang demikian tidak mengapa dan ini disyariatkan.
7⃣ KALAU PUASA KAFARAH, HARUS SATU ORANG SAJA YANG MEMBAYARKANNYA
Barangsiapa yang mati dan dia memiliki hutang puasa kafarah membunuh tanpa sengaja, maka disyari'atkan salah seorang kerabatnya saja untuk membayarkan hutang puasanya dua bulan berturut-turut. Dan tidak boleh dibagi-bagi kepada sejumlah kerabatnya. Akan tetapi yang membayarkan hutang puasanya adalah satu orang saja, dengan berurutan sebagaimana yang Allah syariatkan.
Adapun barangsiapa yang mampu membebaskan budak, maka dia harus membebaskan budak dan tidak boleh berpuasa.
📑 Al-Ikhtiyaraat Al-Fiqhiyah 260-261. Catatan : Sub judul dari Admin. @ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Nabi ﷺ pernah ditanya: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku meninggal dunia dan dia memiliki hutang puasa sebulan. Apakah saya harus membayarkan hutang puasa nya? Beliau menjawab :
أرأيتِ لو كان على أُمك دَينٌ، أكنتِ قاضيةً، اقْضُوا الله فالله أحقُّ بالوفاء
"Bagaimana menurutmu, kalau ibumu memiliki hutang (kepada manusia), apakah engkau akan membayarnya? Maka tunaikanlah hutang kepada Allah, karena hutang kepada Allah itu lebih berhak untuk dibayar."
Dalam musnad Ahmad dengan sanad Shahih dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma : "Sesungguhnya ada seorang wanita berkata : "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku meninggal dan dia masih punya hutang puasa Ramadhan. Apakah saya membayarkan hutang puasanya? Beliau ﷺ menjawab :
صُومِي عن أُمِّكِ
"Berpuasalah untuk membayar hutang puasa ibumu."
Maka wanita menjelaskan kalau itu puasa Ramadhan. Kemudian beliau ﷺ memerintahkan wanita ini untuk berpuasa. Dan hadits-hadits banyak sekali yang menunjukkan atas membayarkan hutang puasa ramadhan dan selainnya.
Dan sesungguhnya tidak ada sisi pengkhususan untuk puasa nadzar saja. Bahkan ini adalah pendapat yang marjuh dan lemah, yang benar berlaku umum.
6⃣ BOLEHKAN ANAK-ANAKNYA ATAU KERABATNYA SALING MENOLONG MEMBAYARKAN PUASA SANG MAYIT?
Seandainya para anak-anak orang yang meninggal saling menolong untuk berpuasa, atau kerabatnya untuk membayarkan hutang puasanya, lalu setiap orang dari mereka berpuasa sehari atau beberapa hari, maka yang demikian tidak mengapa dan ini disyariatkan.
7⃣ KALAU PUASA KAFARAH, HARUS SATU ORANG SAJA YANG MEMBAYARKANNYA
Barangsiapa yang mati dan dia memiliki hutang puasa kafarah membunuh tanpa sengaja, maka disyari'atkan salah seorang kerabatnya saja untuk membayarkan hutang puasanya dua bulan berturut-turut. Dan tidak boleh dibagi-bagi kepada sejumlah kerabatnya. Akan tetapi yang membayarkan hutang puasanya adalah satu orang saja, dengan berurutan sebagaimana yang Allah syariatkan.
Adapun barangsiapa yang mampu membebaskan budak, maka dia harus membebaskan budak dan tidak boleh berpuasa.
📑 Al-Ikhtiyaraat Al-Fiqhiyah 260-261. Catatan : Sub judul dari Admin. @ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 BERSABAR DALAM SETIAP URUSAN
🎙Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah
Sesungguhnya seorang Insan terkadang marah dan terkadang orang lain membuat dia marah. Maka yang wajib adalah bersabar dan melihat efek (dari kemarahan tersebut) agar dia tidak terjatuh kedalam perkara-perkara yang Allah haramkan padanya. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :
وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Bersabarlah kalian sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" [ Al-Anfal : 46 ]
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ
"Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah". [ An-Nahl : 127 ]
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang sabar disempurnakan pahalanya tanpa batas" [ Az-Zumar : 10 ]
Seorang mukmin, termasuk dari sifat-sifatnya adalah penyabar, Rasulullah ﷺ bersabda :
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ؛ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Seluruh urusannya merupakan kebaikan, dan ini tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. Jika mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu baik baginya; jika tertimpa musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim )
📖 Dan di dalam hadits (pembahasan) ini Rasulullah ﷺ bersabda :
لاَ يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
"Ujian akan senantiasa menimpa seorang mukmin pada jiwanya, anaknya dan hartanya sampai dia bertemu Allah dalam keadaan tidak ada padanya dosa"
Seorang Insan terkadang diuji pada jiwanya dengan sakit dan yang semisalnya, terkadang dengan anaknya, hartanya, maka diharuskan (padanya untuk) sabar. Di dalam hadits (Rasulullah ﷺ bersabda):
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tiadalah seorang muslim yang ditimpa musibah dalam bentuk kelelahan, sakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, dan kecemasan, melainkan Allah menghapuskan darinya segala kesalahan dan dosa, hingga duri yang menusuknya juga sebagai penghapus dosa.”
Diharuskan (padanya) untuk sabar dalam setiap urusan, disaat yang dia sukai dan disaat yang tidak dia sukai..
Hendaklah dia bersabar ! Sehingga bisa menunaikan apa-apa yang Allah wajibkan.
Hendaklah dia bersabar ! Sehingga dia bisa menjauhi apa-apa yang Allah haramkan, Mengharapkan pahala Allah dan takut terhadap siksa Allah.
Dikutip dari : https://bit.ly/2TMCQzP
Alih bahasa : Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BERSABAR DALAM SETIAP URUSAN
🎙Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah
Sesungguhnya seorang Insan terkadang marah dan terkadang orang lain membuat dia marah. Maka yang wajib adalah bersabar dan melihat efek (dari kemarahan tersebut) agar dia tidak terjatuh kedalam perkara-perkara yang Allah haramkan padanya. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :
وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Bersabarlah kalian sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" [ Al-Anfal : 46 ]
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ
"Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah". [ An-Nahl : 127 ]
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang sabar disempurnakan pahalanya tanpa batas" [ Az-Zumar : 10 ]
Seorang mukmin, termasuk dari sifat-sifatnya adalah penyabar, Rasulullah ﷺ bersabda :
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ؛ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Seluruh urusannya merupakan kebaikan, dan ini tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. Jika mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu baik baginya; jika tertimpa musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim )
📖 Dan di dalam hadits (pembahasan) ini Rasulullah ﷺ bersabda :
لاَ يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
"Ujian akan senantiasa menimpa seorang mukmin pada jiwanya, anaknya dan hartanya sampai dia bertemu Allah dalam keadaan tidak ada padanya dosa"
Seorang Insan terkadang diuji pada jiwanya dengan sakit dan yang semisalnya, terkadang dengan anaknya, hartanya, maka diharuskan (padanya untuk) sabar. Di dalam hadits (Rasulullah ﷺ bersabda):
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tiadalah seorang muslim yang ditimpa musibah dalam bentuk kelelahan, sakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, dan kecemasan, melainkan Allah menghapuskan darinya segala kesalahan dan dosa, hingga duri yang menusuknya juga sebagai penghapus dosa.”
Diharuskan (padanya) untuk sabar dalam setiap urusan, disaat yang dia sukai dan disaat yang tidak dia sukai..
Hendaklah dia bersabar ! Sehingga bisa menunaikan apa-apa yang Allah wajibkan.
Hendaklah dia bersabar ! Sehingga dia bisa menjauhi apa-apa yang Allah haramkan, Mengharapkan pahala Allah dan takut terhadap siksa Allah.
Dikutip dari : https://bit.ly/2TMCQzP
Alih bahasa : Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
binbaz.org.sa
21 من حديث ( ما يزال البلاء بالمؤمن والمؤمنة في نفسه وولده وماله..)
25/49- وَعَنْ أَبي هُرَيْرةَ قَالَ: قَالَ رسولُ اللَّهِ ﷺ: مَا يَزَال الْبَلاءُ بِالْمُؤْمِنِ
::
🚇 BERSABAR DARI KESEDIHAN DAN KESULITAN HIDUP AKAN MENAMBAHKAN KEUTAMAAN DAN PAHALA SESEORANG
🎙 Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah
[Pertanyaan]
Apakah bersabar atas apa-apa yang membuat sedih dan membuat sulit kehidupan seseorang mendapatkan pahala dan mengangkat derajatnya?
[Jawaban]
Ya, bersabar atas musibah-musibah(yang menimpa) adalah pendekatan diri kepada Allah. Allah jalla wa'ala berfirman:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ Mereka itulah yang mendapat shalawat dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” [Al-Baqarah: 155-157]
Dan juga berfirman:
وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Dan bersabarlah kalian sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar" [Al Anfal : 46]
Dan berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya.” [Az Zumar: 10]
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ؛ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Seluruh urusannya merupakan kebaikan, dan ini tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. Jika mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu baik baginya; jika tertimpa musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 7692)
Apabila menimpa seorang laki-laki atau perempuan kesulitan dan kesedihan seperti:
🔻 Terlilit hutang, atau
🔻 Dimusuhi oleh seseorang
🔻 Dimusuhi kedua orang tuanya atau tetangganya,
Dia bersabar dan tidak melakukan kecuali kebaikan maka dia mendapatkan pahala yang besar.
Demikian pula apabila dia bersabar terhadap penyakit, kesedihan, kematian kerabatnya, semua itu didalamnya terdapat kebaikan dan keutamaan yang besar.
Sumber: http://www.binbaz.org.sa/noor/651
Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar غفر الله له | @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BERSABAR DARI KESEDIHAN DAN KESULITAN HIDUP AKAN MENAMBAHKAN KEUTAMAAN DAN PAHALA SESEORANG
🎙 Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah
[Pertanyaan]
Apakah bersabar atas apa-apa yang membuat sedih dan membuat sulit kehidupan seseorang mendapatkan pahala dan mengangkat derajatnya?
[Jawaban]
Ya, bersabar atas musibah-musibah(yang menimpa) adalah pendekatan diri kepada Allah. Allah jalla wa'ala berfirman:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ Mereka itulah yang mendapat shalawat dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” [Al-Baqarah: 155-157]
Dan juga berfirman:
وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Dan bersabarlah kalian sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar" [Al Anfal : 46]
Dan berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya.” [Az Zumar: 10]
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ؛ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Seluruh urusannya merupakan kebaikan, dan ini tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. Jika mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu baik baginya; jika tertimpa musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 7692)
Apabila menimpa seorang laki-laki atau perempuan kesulitan dan kesedihan seperti:
🔻 Terlilit hutang, atau
🔻 Dimusuhi oleh seseorang
🔻 Dimusuhi kedua orang tuanya atau tetangganya,
Dia bersabar dan tidak melakukan kecuali kebaikan maka dia mendapatkan pahala yang besar.
Demikian pula apabila dia bersabar terhadap penyakit, kesedihan, kematian kerabatnya, semua itu didalamnya terdapat kebaikan dan keutamaan yang besar.
Sumber: http://www.binbaz.org.sa/noor/651
Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar غفر الله له | @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
binbaz.org.sa
فضل الصبر على المصائب
الجواب:
نعم، الصبر على المصائب قربة إلى الله -جل وعلا- الله يقول: وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
نعم، الصبر على المصائب قربة إلى الله -جل وعلا- الله يقول: وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
::
🚇 SABAR DIKALA MUSIBAH MENIMPA
✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif hafizhahullah
[ Pertanyaan ]
Bismillah, Afwan ustadz, izin bertanya: Bagaimanakah sikap yang benar ketika ditimpa musibah, bolehkah kita berprasangka bahwa ujian yg menimpa kita adalah sebuah adzab dikarenakan dosa kita?
Apakah sikap demikian bukan termasuk prasangka buruk kepada Allah Ta'ala? Dan apakah jika seseorang di adzab oleh Allah dikarenakan dosa-dosanya juga bisa menghapus dosa-dosa seseorang tersebut? Mohon faidahnya ustadz. Barakallahu fiyk.
[ Jawaban ]
Sikap yang benar dikala musibah menimpa adalah sabar dan ridla terhadap ketentuan Allah Ta'ala.
Itulah yang terbaik buat kita, karena tidaklah ada musibah yang mengenai diri, harta dan keluarga kita melainkan sebagai penghapus dosa-dosa sampaipun duri yang menancap pada tubuh kita.
Dengan sabar, kita akan mendapatkan begitu banyak pahala. Allah Ta'ala berfirman :
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Sesungguhnya Allah akan memberikan pahala kepada orang-orang yang bersabar tanpa hitungan" [ Az-Zumar: 10 ].
Artinya dengan berlipat-lipat ganda. Kita juga harus selalu introspeksi diri, karena tidaklah ada petaka, melainkan karena dosa-dosa para hamba. Wallahu a'lam.
🌍 Sumber : WhatsApp Salafy Bengkulu | @qowwamussunnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SABAR DIKALA MUSIBAH MENIMPA
✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif hafizhahullah
[ Pertanyaan ]
Bismillah, Afwan ustadz, izin bertanya: Bagaimanakah sikap yang benar ketika ditimpa musibah, bolehkah kita berprasangka bahwa ujian yg menimpa kita adalah sebuah adzab dikarenakan dosa kita?
Apakah sikap demikian bukan termasuk prasangka buruk kepada Allah Ta'ala? Dan apakah jika seseorang di adzab oleh Allah dikarenakan dosa-dosanya juga bisa menghapus dosa-dosa seseorang tersebut? Mohon faidahnya ustadz. Barakallahu fiyk.
[ Jawaban ]
Sikap yang benar dikala musibah menimpa adalah sabar dan ridla terhadap ketentuan Allah Ta'ala.
Itulah yang terbaik buat kita, karena tidaklah ada musibah yang mengenai diri, harta dan keluarga kita melainkan sebagai penghapus dosa-dosa sampaipun duri yang menancap pada tubuh kita.
Dengan sabar, kita akan mendapatkan begitu banyak pahala. Allah Ta'ala berfirman :
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Sesungguhnya Allah akan memberikan pahala kepada orang-orang yang bersabar tanpa hitungan" [ Az-Zumar: 10 ].
Artinya dengan berlipat-lipat ganda. Kita juga harus selalu introspeksi diri, karena tidaklah ada petaka, melainkan karena dosa-dosa para hamba. Wallahu a'lam.
🌍 Sumber : WhatsApp Salafy Bengkulu | @qowwamussunnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 MENJAGA AMANAH TERMASUK TANDA KEIMANAN
Berkata Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullahu:
《 رعـايـة الأمـانـات والـعهـود وحـفظهـا مـن عـلامـات الإيـمـان . وفـي الـحديـث : « لا إيـمـان لمـن لا أمـانـة لـه » .
❢ وإذا أردت أن تعـرف إيمـان العبـد ودينـه :
☜ فـانظـر حـالـه هـل يـرعـى الأمـانـات كـلهـا مـاليـة ، أو قـوليـة ، أو أمـانـات الـحقـوق ؟ وهـل يـرعـى الـحقـوق والـعهـود والـعقـود التـي بـينـه وبيـن الله ، والتـي بـينـه وبيـن الـعبـاد ؟.
❍ فـإن كـان كـذلـك ، فهـو صـاحـب ديـن وإيـمـان ؛ وإن لـم يكـن كـذلـك نـقـص مـن دينـه وإيـمانـه بـمقـدار مـا انـتقـص مـن ذلـك.
"Memperhatikan amanah dan janji serta menjaganya, termasuk dari tanda keimanan. Sebagaimana dalam hadits:
« لَا إيـْمـَانَ لِمـَنْ لاَ أَمـَانَـةَ لـَهُ » .
"Tidak ada iman bagi orang yang tidak menjaga amanah."
Maka apabila engkau ingin mengetahui keimanan dan agama seseorang, lihatlah keadaannya:
◻️ Apakah ia menjaga amanah seluruhnya, baik amanah berupa harta, atau ucapan, atau amanah yang berkaitan dengan hak-hak yang ada?
◻️ Apakah ia menjaga hak-hak, janji-janji, dan juga janji antara ia dengan Allah dan antara ia dengan hamba-hamba Allah?
Maka kalau perkaranya demikian, maka ia seorang yang memiliki agama dan iman.
Namun kalau tidak demikian, maka ada kekurangan pada agama dan keimanannya, ini sesuai dengan kadar kekurangannya dalam perkara tersebut."
📚Kitab At Taudhih wal Bayan (hal. 81). @ForumSalafyPurbalingga
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MENJAGA AMANAH TERMASUK TANDA KEIMANAN
Berkata Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullahu:
《 رعـايـة الأمـانـات والـعهـود وحـفظهـا مـن عـلامـات الإيـمـان . وفـي الـحديـث : « لا إيـمـان لمـن لا أمـانـة لـه » .
❢ وإذا أردت أن تعـرف إيمـان العبـد ودينـه :
☜ فـانظـر حـالـه هـل يـرعـى الأمـانـات كـلهـا مـاليـة ، أو قـوليـة ، أو أمـانـات الـحقـوق ؟ وهـل يـرعـى الـحقـوق والـعهـود والـعقـود التـي بـينـه وبيـن الله ، والتـي بـينـه وبيـن الـعبـاد ؟.
❍ فـإن كـان كـذلـك ، فهـو صـاحـب ديـن وإيـمـان ؛ وإن لـم يكـن كـذلـك نـقـص مـن دينـه وإيـمانـه بـمقـدار مـا انـتقـص مـن ذلـك.
"Memperhatikan amanah dan janji serta menjaganya, termasuk dari tanda keimanan. Sebagaimana dalam hadits:
« لَا إيـْمـَانَ لِمـَنْ لاَ أَمـَانَـةَ لـَهُ » .
"Tidak ada iman bagi orang yang tidak menjaga amanah."
Maka apabila engkau ingin mengetahui keimanan dan agama seseorang, lihatlah keadaannya:
◻️ Apakah ia menjaga amanah seluruhnya, baik amanah berupa harta, atau ucapan, atau amanah yang berkaitan dengan hak-hak yang ada?
◻️ Apakah ia menjaga hak-hak, janji-janji, dan juga janji antara ia dengan Allah dan antara ia dengan hamba-hamba Allah?
Maka kalau perkaranya demikian, maka ia seorang yang memiliki agama dan iman.
Namun kalau tidak demikian, maka ada kekurangan pada agama dan keimanannya, ini sesuai dengan kadar kekurangannya dalam perkara tersebut."
📚Kitab At Taudhih wal Bayan (hal. 81). @ForumSalafyPurbalingga
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 PENGEMBAN AMANAH YANG NYARIS PUNAH
Ketika tauhid itu berakar kuat lagi sempurna dalam sanubari seorang hamba, maka Allah jadikan dia cinta kepada iman dan semua konsekuensinya.
Allah jadikan indah dalam pandangannya keimanan tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala tumbuhkan kebencian pada dirinya terhadap kekafiran dengan segala bentuknya, demikian pula berbagai kemaksiatan. Allah akan menjadikannya sebagai bagian dari orang-orang yang lurus (mendapat petunjuk).
Dengan kokohnya tauhid dalam diri seseorang, semakin besar pula sikap ta’zhim (pengagungan) nya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dia akan segera menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, segera pula menjauhi larangan-Nya. Sehingga jangan tanya tentang hak yang harus ditunaikannya, atau kewajiban lain yang mesti dijalankannya. Semua itu tentu akan segera dan sempurna dia laksanakan.
Seorang hamba yang jujur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tentu hanya mencari ridha Rabbnya semata, di manapun dia berada.
Dia tidak akan mengharapkan pujian, ketenaran, dan harta dunia lainnya. Dia hanya mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kejujuran iman dan tauhid seorang manusia akan mendorongnya untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak. Hal ini sebagai bentuk ketaatan dan ta’zhim-nya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (An-Nisa`: 58)
Ayat ini umum, berlaku untuk para pemegang tampuk kekuasaan atau wewenang, maupun orang biasa, dalam semua hal [2].
Ketika hati dipenuhi rasa ta’zhim (pengagungan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, pemiliknya tentu bersegera menunaikan hak yang ditanggungnya dan berusaha sungguh-sungguh memenuhinya.
(Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits hafizhahullah)
______
[2] Secara ringkas, dari Tafsir Al-Qurthubi.
Dikutip dari : https://asysyariah.com/kisah-sebatang-kayu-amanah-yang-nyaris-punah/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PENGEMBAN AMANAH YANG NYARIS PUNAH
Ketika tauhid itu berakar kuat lagi sempurna dalam sanubari seorang hamba, maka Allah jadikan dia cinta kepada iman dan semua konsekuensinya.
Allah jadikan indah dalam pandangannya keimanan tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala tumbuhkan kebencian pada dirinya terhadap kekafiran dengan segala bentuknya, demikian pula berbagai kemaksiatan. Allah akan menjadikannya sebagai bagian dari orang-orang yang lurus (mendapat petunjuk).
Dengan kokohnya tauhid dalam diri seseorang, semakin besar pula sikap ta’zhim (pengagungan) nya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dia akan segera menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, segera pula menjauhi larangan-Nya. Sehingga jangan tanya tentang hak yang harus ditunaikannya, atau kewajiban lain yang mesti dijalankannya. Semua itu tentu akan segera dan sempurna dia laksanakan.
Seorang hamba yang jujur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tentu hanya mencari ridha Rabbnya semata, di manapun dia berada.
Dia tidak akan mengharapkan pujian, ketenaran, dan harta dunia lainnya. Dia hanya mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kejujuran iman dan tauhid seorang manusia akan mendorongnya untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak. Hal ini sebagai bentuk ketaatan dan ta’zhim-nya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (An-Nisa`: 58)
Ayat ini umum, berlaku untuk para pemegang tampuk kekuasaan atau wewenang, maupun orang biasa, dalam semua hal [2].
Ketika hati dipenuhi rasa ta’zhim (pengagungan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, pemiliknya tentu bersegera menunaikan hak yang ditanggungnya dan berusaha sungguh-sungguh memenuhinya.
(Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits hafizhahullah)
______
[2] Secara ringkas, dari Tafsir Al-Qurthubi.
Dikutip dari : https://asysyariah.com/kisah-sebatang-kayu-amanah-yang-nyaris-punah/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Majalah Islam Asy-Syariah
Kisah Sebatang Kayu, Amanah yang Nyaris Punah
::
🚇 HILANGNYA SIKAP AMANAH & SEMAKIN SULIT UNTUK DITEMUKAN
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Mukhtar bin Rifa'i hafizhahullah
◙ Durasi 0:04:44
◙ Ukuran file 1,1 MB
◙ Link: http://bit.ly/2wvwVqk
أَوَّلُ مَا تَفْقِدُونَ مِنْ دِينِكُمُ الْأَمَانَةُ
“.... yang pertama akan hilang dari agama kalian adalah sifat amanah.." (hadits)
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HILANGNYA SIKAP AMANAH & SEMAKIN SULIT UNTUK DITEMUKAN
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Mukhtar bin Rifa'i hafizhahullah
◙ Durasi 0:04:44
◙ Ukuran file 1,1 MB
◙ Link: http://bit.ly/2wvwVqk
أَوَّلُ مَا تَفْقِدُونَ مِنْ دِينِكُمُ الْأَمَانَةُ
“.... yang pertama akan hilang dari agama kalian adalah sifat amanah.." (hadits)
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 MENGAKUI KESALAHAN DAN RUJUK KEPADA AL-HAQ ADALAH KEMULIAAN
Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
Abdullah bin Al-Hasan rahimahullah pernah ditanya tentang satu permasalahan. Lalu beliau keliru dalam jawabannya. Maka ada seorang yang berkata kepadanya: "Hukum yang benar itu begini dan begini."
Lalu beliau terdiam sesaat, kemudian berkata :
إذاً أرجع وأنا صاغر؛ لأن أكون ذنباً في الحق أحب إلىَّ من أن أكون رأساً في الباطل
"Kalau begitu saya rujuk dari kesalahanku, dan aku ini orang kecil. Sungguh aku menjadi ekor dalam kebenaran itu lebih aku sukai daripada aku menjadi kepala dalam kebatilan."
📝 Al-Bidayah wa An-Nihayah 10/217 | @ahlussunnahposo
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 RUJUK DARI KESALAHAN ADALAH KEMULIAAN, TERUS MENERUS DIATAS KESALAHAN ADALAH KEHINAAN
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
فلا تظن أنّك إذا رجعت عن قولك إلى الصّواب أنّ ذلك يضع منزلتك عند النّاس ، بل هذا يرفع منزلتك ، ويعرف النّاس أنّك لا تتبع إلّا الحق ، أمّا الذي يعاند ويبقى على ما هو عليه ويَرُد الحق ، فهذا متكبّر
"Jangan seseorang mengira ketika dia ruju' kepada alhaq, yang demikian itu akan menjatuhkan kedudukannya justru yang demikian itu akan semakin menaikkan derajatnya.
Manusia tahu bahwasanya dia tidak mengikuti kecuali kebenaran (alhaq).
Adapun seseorang yang keras kepala, terus menerus diatas kesalahan dan menolak alhaq yang sampai kepadanya, maka dia adalah orang yang sombong, wal 'iyadzu billah".
📚 Syarah Kitab Al-Kabair 138 | @FawaidSolo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MENGAKUI KESALAHAN DAN RUJUK KEPADA AL-HAQ ADALAH KEMULIAAN
Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
Abdullah bin Al-Hasan rahimahullah pernah ditanya tentang satu permasalahan. Lalu beliau keliru dalam jawabannya. Maka ada seorang yang berkata kepadanya: "Hukum yang benar itu begini dan begini."
Lalu beliau terdiam sesaat, kemudian berkata :
إذاً أرجع وأنا صاغر؛ لأن أكون ذنباً في الحق أحب إلىَّ من أن أكون رأساً في الباطل
"Kalau begitu saya rujuk dari kesalahanku, dan aku ini orang kecil. Sungguh aku menjadi ekor dalam kebenaran itu lebih aku sukai daripada aku menjadi kepala dalam kebatilan."
📝 Al-Bidayah wa An-Nihayah 10/217 | @ahlussunnahposo
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 RUJUK DARI KESALAHAN ADALAH KEMULIAAN, TERUS MENERUS DIATAS KESALAHAN ADALAH KEHINAAN
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
فلا تظن أنّك إذا رجعت عن قولك إلى الصّواب أنّ ذلك يضع منزلتك عند النّاس ، بل هذا يرفع منزلتك ، ويعرف النّاس أنّك لا تتبع إلّا الحق ، أمّا الذي يعاند ويبقى على ما هو عليه ويَرُد الحق ، فهذا متكبّر
"Jangan seseorang mengira ketika dia ruju' kepada alhaq, yang demikian itu akan menjatuhkan kedudukannya justru yang demikian itu akan semakin menaikkan derajatnya.
Manusia tahu bahwasanya dia tidak mengikuti kecuali kebenaran (alhaq).
Adapun seseorang yang keras kepala, terus menerus diatas kesalahan dan menolak alhaq yang sampai kepadanya, maka dia adalah orang yang sombong, wal 'iyadzu billah".
📚 Syarah Kitab Al-Kabair 138 | @FawaidSolo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 KEMBALI KEPADA KEBENARAN BUKANLAH AIB
Berkata Asy-Syaikh Al-'Allaamah Robi' bin Hadiy Al-Madkholiy hafizhahullah:
”... لو كان عندي خطأ ما خجلت ولا ترددت عن إعلان الرجوع عنه وأعوذ بالله من الإستكبار والعناد“.
"Sekiranya aku memiliki kesalahan, maka aku tidaklah mau menyibukkan diri dan ragu untuk mengumumkan rujuk (kembali kepada kebenaran) darinya, dan aku berlindung kepada Allah dari rasa sombong dan keras kepala".
📚 [Al-Majmuu' Al-Waadhih halaman 391] @qalam_salfi
📒arsip @faedahislamiyahslogohimo
◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 RUJUK DARI KESALAHAN MERUPAKAN INDIKASI BAIKNYA NIAT
Berkata Asy-Syaikh Al-'Allamah 'Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah:
«فالخطأ خطأ وإن صلحت نيّة صاحبه، بل علامة صلاح النيّة الرجوع عن الخطأ».
"Kesalahan tetap menjadi kesalahan meskipun niat pelakunya adalah baik. Bahkan merupakan tanda baiknya niat adalah rujuk dari kesalahan."
📚 Tanbih Dzawi Al-'Uqul As-Salimah/33 | @salafyatam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEMBALI KEPADA KEBENARAN BUKANLAH AIB
Berkata Asy-Syaikh Al-'Allaamah Robi' bin Hadiy Al-Madkholiy hafizhahullah:
”... لو كان عندي خطأ ما خجلت ولا ترددت عن إعلان الرجوع عنه وأعوذ بالله من الإستكبار والعناد“.
"Sekiranya aku memiliki kesalahan, maka aku tidaklah mau menyibukkan diri dan ragu untuk mengumumkan rujuk (kembali kepada kebenaran) darinya, dan aku berlindung kepada Allah dari rasa sombong dan keras kepala".
📚 [Al-Majmuu' Al-Waadhih halaman 391] @qalam_salfi
📒arsip @faedahislamiyahslogohimo
◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 RUJUK DARI KESALAHAN MERUPAKAN INDIKASI BAIKNYA NIAT
Berkata Asy-Syaikh Al-'Allamah 'Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah:
«فالخطأ خطأ وإن صلحت نيّة صاحبه، بل علامة صلاح النيّة الرجوع عن الخطأ».
"Kesalahan tetap menjadi kesalahan meskipun niat pelakunya adalah baik. Bahkan merupakan tanda baiknya niat adalah rujuk dari kesalahan."
📚 Tanbih Dzawi Al-'Uqul As-Salimah/33 | @salafyatam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 DIDIKLAH DIRI KALIAN UNTUK BERSIKAP TAWADHU’, JUJUR, DAN MENERIMA KEBENARAN
✍🏻 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah
"Janganlah sekali-kali kalian memiliki sifat keras kepala, hati-hatilah dari sifat ini, baarakallahu fiikum.
Demi Allah, Rasul alaihis shalatu wassalam dahulu beliau suka menerima musyawarah dengan para shahabat beliau. Beliau alaihis shalatu wassalam menerima pendapat-pendapat Umar yang bersumber dari Al-Qur’an dengan sangat mudah. Demikian Umar juga suka bermusyawarah dan suka mengumpulkan para shahabat yang ikut Perang Badr untuk diajak musyawarah.
Dan jika dia terjatuh pada sebuah kesalahan, maka dia segera rujuk dengan sangat mudah. Ini merupakan jalan orang-orang yang beriman yang jujur.
Jadi seorang mukmin memiliki sifat yang mudah dan lembut sikapnya. Yaitu pada dirinya tidak terdapat sikap sombong, tidak takabbur, dan tidak merasa tinggi.
Dia menerima kebenaran dari orang yang jauh maupun yang dekat, dari orang yang tua maupun yang muda. Jadi ini adalah jalan Islam yang benar.
Jika seseorang terjatuh pada kesesatan, namun dia tidak mau rujuk, justru dia berusaha merubah-rubah dan mengganti-ganti kesalahannya (agar nampak benar –pent) dan dia mempermainkan akal manusia, maka sikap semacam ini merupakan hawa nafsu yang kronis (sangat parah –pent).
Maka berhati-hatilah ya ikhwan (wahai saudara-saudaraku –pent). Didiklah diri kalian untuk bersikap tawadhu’ dan jujur serta menerima kebenaran.
Semua anak keturunan Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang-orang yang banyak melakukan kesalahan adalah yang banyak bertaubat.
Siapa diantara kita yang terjatuh pada kesalahan, lalu dia diingatkan oleh saudaranya ataupun oleh musuhnya, maka hendaklah dia segera kembali kepada kebenaran.
Saya memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada kami dan kalian".
@forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 DIDIKLAH DIRI KALIAN UNTUK BERSIKAP TAWADHU’, JUJUR, DAN MENERIMA KEBENARAN
✍🏻 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah
"Janganlah sekali-kali kalian memiliki sifat keras kepala, hati-hatilah dari sifat ini, baarakallahu fiikum.
Demi Allah, Rasul alaihis shalatu wassalam dahulu beliau suka menerima musyawarah dengan para shahabat beliau. Beliau alaihis shalatu wassalam menerima pendapat-pendapat Umar yang bersumber dari Al-Qur’an dengan sangat mudah. Demikian Umar juga suka bermusyawarah dan suka mengumpulkan para shahabat yang ikut Perang Badr untuk diajak musyawarah.
Dan jika dia terjatuh pada sebuah kesalahan, maka dia segera rujuk dengan sangat mudah. Ini merupakan jalan orang-orang yang beriman yang jujur.
Jadi seorang mukmin memiliki sifat yang mudah dan lembut sikapnya. Yaitu pada dirinya tidak terdapat sikap sombong, tidak takabbur, dan tidak merasa tinggi.
Dia menerima kebenaran dari orang yang jauh maupun yang dekat, dari orang yang tua maupun yang muda. Jadi ini adalah jalan Islam yang benar.
Jika seseorang terjatuh pada kesesatan, namun dia tidak mau rujuk, justru dia berusaha merubah-rubah dan mengganti-ganti kesalahannya (agar nampak benar –pent) dan dia mempermainkan akal manusia, maka sikap semacam ini merupakan hawa nafsu yang kronis (sangat parah –pent).
Maka berhati-hatilah ya ikhwan (wahai saudara-saudaraku –pent). Didiklah diri kalian untuk bersikap tawadhu’ dan jujur serta menerima kebenaran.
Semua anak keturunan Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang-orang yang banyak melakukan kesalahan adalah yang banyak bertaubat.
Siapa diantara kita yang terjatuh pada kesalahan, lalu dia diingatkan oleh saudaranya ataupun oleh musuhnya, maka hendaklah dia segera kembali kepada kebenaran.
Saya memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada kami dan kalian".
@forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 ORANG YANG IKHLAS MENYAMBUT NASEHAT DENGAN SENANG DAN TIDAK TAKUT KRITIKAN
✒ Ibnul Wazir rahimahullah berkata:
والقاصد لوجه الله لا يخاف أن يُنقد عليه خَلَلٌ في كلامه، ولا يَهاب أن يُدَلَّ على بطلان قوله، بل يحب الحق من حيث أتاه، ويقبل الهدى ممَّن أهداه.
بل المخاشنة بالحق والنصيحة أحبُّ إليه مِن المُداهنة على الأقوال القبيحة، وصديقك مَن أَصْدَقَكَ لا من صدّقَك.
وفي نوابغ الكلم وبدائع الحِكم: (عليك بمَن يُنذر الإبسال والإبلاس، وإيّاك ومَن يقول: لا بأس ولا تأس)
"Orang yang ikhlash semata-mata mengharapkan wajah Allah, dia tidak takut dikritik kesalahan pada ucapannya, dan tidak khawatir ditunjukkan kebathilan ucapannya.
Bahkan dia selalu mencintai kebenaran dari manapun datangnya dan menerima petunjuk dari siapapun yang menghadiahkan kepadanya.
Bahkan sikap keras yang dilandasi kebenaran dan nasehat lebih dia cintai dibandingkan sikap basa-basi demi mempertahankan ucapan-ucapan yang buruk.
Dan temanmu yang sebenarnya adalah yang bersikap jujur kepadamu, bukan yang selalu membenarkan ucapanmu. Dan disebutkan pada sebuah ucapan hikmah:
عَلَيْكَ بِمَنْ يُنذِر الإبْسَالَ وَالإِبْلاَسَ وَإِيَّاكَ وَمَنْ يَقُوْلُ:لَا بَاسْ ولَا تَاسْ
"Hendaknya engkau bersama orang yang suka mengingatkan agar tidak terjerumus kepada kebinasaan dan menyesal lagi putus asa, jangan bersama orang yang suka mengatakan "Tidak apa-apa dan jangan bersedih!"
📚 Al-Awashim wal Qawashim, karya Ibnul Wazir, jilid 1 hal. 224.| Saluran Telegram "Rudud Manhajiyyah" | @ForumSalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 ORANG YANG IKHLAS MENYAMBUT NASEHAT DENGAN SENANG DAN TIDAK TAKUT KRITIKAN
✒ Ibnul Wazir rahimahullah berkata:
والقاصد لوجه الله لا يخاف أن يُنقد عليه خَلَلٌ في كلامه، ولا يَهاب أن يُدَلَّ على بطلان قوله، بل يحب الحق من حيث أتاه، ويقبل الهدى ممَّن أهداه.
بل المخاشنة بالحق والنصيحة أحبُّ إليه مِن المُداهنة على الأقوال القبيحة، وصديقك مَن أَصْدَقَكَ لا من صدّقَك.
وفي نوابغ الكلم وبدائع الحِكم: (عليك بمَن يُنذر الإبسال والإبلاس، وإيّاك ومَن يقول: لا بأس ولا تأس)
"Orang yang ikhlash semata-mata mengharapkan wajah Allah, dia tidak takut dikritik kesalahan pada ucapannya, dan tidak khawatir ditunjukkan kebathilan ucapannya.
Bahkan dia selalu mencintai kebenaran dari manapun datangnya dan menerima petunjuk dari siapapun yang menghadiahkan kepadanya.
Bahkan sikap keras yang dilandasi kebenaran dan nasehat lebih dia cintai dibandingkan sikap basa-basi demi mempertahankan ucapan-ucapan yang buruk.
Dan temanmu yang sebenarnya adalah yang bersikap jujur kepadamu, bukan yang selalu membenarkan ucapanmu. Dan disebutkan pada sebuah ucapan hikmah:
عَلَيْكَ بِمَنْ يُنذِر الإبْسَالَ وَالإِبْلاَسَ وَإِيَّاكَ وَمَنْ يَقُوْلُ:لَا بَاسْ ولَا تَاسْ
"Hendaknya engkau bersama orang yang suka mengingatkan agar tidak terjerumus kepada kebinasaan dan menyesal lagi putus asa, jangan bersama orang yang suka mengatakan "Tidak apa-apa dan jangan bersedih!"
📚 Al-Awashim wal Qawashim, karya Ibnul Wazir, jilid 1 hal. 224.| Saluran Telegram "Rudud Manhajiyyah" | @ForumSalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com