::
🚇 KEISTIMEWAAN SEJARAH YANG TERJADI DI BULAN ALMUHARRAM
Dalam Islam, bulan Muharram memiliki nilai historis (sejarah) yang luar biasa;
◼Pada bulan ini, tepatnya pada tanggal sepuluh, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dan kaumnya dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya serta menenggelamkan mereka di laut merah.
◼Di bulan ini juga Rasulullah ﷺ bertekad kuat untuk berhijrah ke negeri Madinah, setelah mendengar bahwa penduduknya siap berjanji setia membela dakwah beliau. Walaupun tekad kuat beliau ini baru bisa terealisasi pada bulan Shafar.
◼Selain itu, di bulan ini terdapat ibadah puasa yang dikatakan oleh Rasulullah ﷺ sebagai puasa terbaik setelah Ramadhan sebagaimana hadits di atas.(*)
Beliau ﷺ juga bersabda ketika ditanya tentang keutamaannya: “Menghapuskan dosa-dosa tahun yang lalu.” (HR. Muslim, no.1977 dari shahabat Abu Qotadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu)
_________
(*) Nabi ﷺ bersabda,
قال النبي ﷺ:(أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل) مسلم.
"Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah (puasa pada) bulan Allah, yang kalian sebut sebagai (bulan) al-Muharram. Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah Qiyamullail." [HR. Muslim]
••••
📨 Dinukil dari manhajul-anbiya.net/ada-apa-dengan-bulan-muharram-2/
🚇 KEISTIMEWAAN SEJARAH YANG TERJADI DI BULAN ALMUHARRAM
Dalam Islam, bulan Muharram memiliki nilai historis (sejarah) yang luar biasa;
◼Pada bulan ini, tepatnya pada tanggal sepuluh, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dan kaumnya dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya serta menenggelamkan mereka di laut merah.
◼Di bulan ini juga Rasulullah ﷺ bertekad kuat untuk berhijrah ke negeri Madinah, setelah mendengar bahwa penduduknya siap berjanji setia membela dakwah beliau. Walaupun tekad kuat beliau ini baru bisa terealisasi pada bulan Shafar.
◼Selain itu, di bulan ini terdapat ibadah puasa yang dikatakan oleh Rasulullah ﷺ sebagai puasa terbaik setelah Ramadhan sebagaimana hadits di atas.(*)
Beliau ﷺ juga bersabda ketika ditanya tentang keutamaannya: “Menghapuskan dosa-dosa tahun yang lalu.” (HR. Muslim, no.1977 dari shahabat Abu Qotadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu)
_________
(*) Nabi ﷺ bersabda,
قال النبي ﷺ:(أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل) مسلم.
"Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah (puasa pada) bulan Allah, yang kalian sebut sebagai (bulan) al-Muharram. Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah Qiyamullail." [HR. Muslim]
••••
📨 Dinukil dari manhajul-anbiya.net/ada-apa-dengan-bulan-muharram-2/
Manhajul Anbiya
Ada Apa dengan Bulan Muharram? - Manhajul Anbiya
Ada Apa dengan Bulan Muharram? (1) KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM Muharram termasuk salah satu dari empat Bulan Haram (bulan-bulan yang memiliki kehormatan lebih dibandingkan bulan-bulan yang lainnya) dalam Islam yang termaktub dalam Al-Qur’an (yang artinya), “Sesungguhnya…
::
🚇 KEUTAMAAN AGAR MEMPERBANYAK BERPUASA SUNNAH DI BULAN AL-MUHARRAM
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Puasa yang paling afdhal setelah Ramdhan adalah Puasa bulan Allah Al-Muharram." (HR. Muslin 1982)
Imam Nawawi berkata : "Sabda beliau "Bulan Allah" disandarkan kata bulan kepada lafazh Allah adalah penyandaran pengagungan.
Al-Qaari berkata: "Yang nampak adalah (Puasa) seluruh bulan Muharram."
Akan tetapi telah tetap kalau Nabi ﷺ tidaklah berpuasa satu bulan penuh selain Ramadhan. Maka hadits ini dibawa pada makna anjuran memperbanyak puasa di bulan Muharram, bukan berpuasa seluruhnya.
Dan telah tetap Nabi ﷺ memperbanyak puasa di bulan Sya'ban, dan sepertinya belum diwahyukan kepada beliau keutamaan bulan Muharram kecuali di akhir hayat beliau, sehingga belum memungkinkan bagi beliau untuk berpuasa padanya. (Syarh shahih Muslim karya An-Nawawi.)
Allah itu memilih apa saja yang Dia kehendaki dari waktu dan tempat. Izz bin Abdissalam rahimahullah berkata: Dan diutamakannya tempat dan waktu itu ada dua permisalan :
◾️Yang pertama: Secara duniawi
◾️ Yang kedua: Diutamakan secara agama, kembalinya kepada Kalau Allah akan mengaruniai hamba-Nya di waktu tersebut pahala bagi orang yang beramal. Seperti diutamakannya puasa bulan Ramadhan di atas seluruh bulan.
Demikian juga hari 'Asyuura, maka keutamaannya kembali kepada kemurahan Allah dan KebaikanNya kepada hamba-hambaNya di waktu itu.
Qawaaid Al-Ahkam 1/38.
••••
📚 Sumber : Channel Durus Salafiyyah
http://forumsalafy.net/keutamaan-banyak-berpuasa-sunnah-di-bulan-muharam/
🚇 KEUTAMAAN AGAR MEMPERBANYAK BERPUASA SUNNAH DI BULAN AL-MUHARRAM
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Puasa yang paling afdhal setelah Ramdhan adalah Puasa bulan Allah Al-Muharram." (HR. Muslin 1982)
Imam Nawawi berkata : "Sabda beliau "Bulan Allah" disandarkan kata bulan kepada lafazh Allah adalah penyandaran pengagungan.
Al-Qaari berkata: "Yang nampak adalah (Puasa) seluruh bulan Muharram."
Akan tetapi telah tetap kalau Nabi ﷺ tidaklah berpuasa satu bulan penuh selain Ramadhan. Maka hadits ini dibawa pada makna anjuran memperbanyak puasa di bulan Muharram, bukan berpuasa seluruhnya.
Dan telah tetap Nabi ﷺ memperbanyak puasa di bulan Sya'ban, dan sepertinya belum diwahyukan kepada beliau keutamaan bulan Muharram kecuali di akhir hayat beliau, sehingga belum memungkinkan bagi beliau untuk berpuasa padanya. (Syarh shahih Muslim karya An-Nawawi.)
Allah itu memilih apa saja yang Dia kehendaki dari waktu dan tempat. Izz bin Abdissalam rahimahullah berkata: Dan diutamakannya tempat dan waktu itu ada dua permisalan :
◾️Yang pertama: Secara duniawi
◾️ Yang kedua: Diutamakan secara agama, kembalinya kepada Kalau Allah akan mengaruniai hamba-Nya di waktu tersebut pahala bagi orang yang beramal. Seperti diutamakannya puasa bulan Ramadhan di atas seluruh bulan.
Demikian juga hari 'Asyuura, maka keutamaannya kembali kepada kemurahan Allah dan KebaikanNya kepada hamba-hambaNya di waktu itu.
Qawaaid Al-Ahkam 1/38.
••••
📚 Sumber : Channel Durus Salafiyyah
http://forumsalafy.net/keutamaan-banyak-berpuasa-sunnah-di-bulan-muharam/
Forum Salafy
KEUTAMAAN BANYAK BERPUASA SUNNAH DI BULAN MUHARAM | Forum Salafy
KEUTAMAAN BANYAK BERPUASA SUNNAH DI BULAN MUHARRAM Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Puasa ya
::
🚇TEMPAT SUJUD SAHWI
Asy-Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah
PERTANYAAN:
Saya imam di salahsatu Masjid dan jika terjadi lupa dalam shalat, saya selalu melakukan sujud sahwi sebelum salam kecuali pada sebagian waktu. Apa nasehat Anda kepada saya. Semoga Allah تعالى memberkahi Anda?
JAWABAN:
Sujud sahwi boleh sebelum salam dan sesudah salam, akan tetapi :
◾️yang utama jika sujud itu karena adanya kekurangan dalam shalat, maka sujud sahwi dilakukan sebelum salam karena sujud itu sebagai penambal shalat.
◾️jika sujud itu dikarenakan tambahan dalam shalat karena lupa, maka yang utama sujud dilakukan setelah salam. Karena sujud itu untuk merendahkan setan sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم
ــــــــــــــــــــــــ
السؤال:
يقول أنا إمام أحد المساجد وإذا حصل في الصلاة سهوٌ فإنني أجعل السجود قبل السلام دائمًا إلا في بعض الأحيان فما توجيهكم لي بارك الله فيكم ؟
الجواب:
سجود السهو يجوز قبل السلام وبعد السلام ولكن الأفضل إن كان السجود عن نقص فإنه يكون قبل السلام لأنه جبران للصلاة وإن كان عن زيادة في الصلاة سهوًا فالأفضل أن يكون بعد السلام لأنه ترغيم للشيطان كما قال النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -
••••
🌏 Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/15707
@ukhwh
🚇TEMPAT SUJUD SAHWI
Asy-Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah
PERTANYAAN:
Saya imam di salahsatu Masjid dan jika terjadi lupa dalam shalat, saya selalu melakukan sujud sahwi sebelum salam kecuali pada sebagian waktu. Apa nasehat Anda kepada saya. Semoga Allah تعالى memberkahi Anda?
JAWABAN:
Sujud sahwi boleh sebelum salam dan sesudah salam, akan tetapi :
◾️yang utama jika sujud itu karena adanya kekurangan dalam shalat, maka sujud sahwi dilakukan sebelum salam karena sujud itu sebagai penambal shalat.
◾️jika sujud itu dikarenakan tambahan dalam shalat karena lupa, maka yang utama sujud dilakukan setelah salam. Karena sujud itu untuk merendahkan setan sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم
ــــــــــــــــــــــــ
السؤال:
يقول أنا إمام أحد المساجد وإذا حصل في الصلاة سهوٌ فإنني أجعل السجود قبل السلام دائمًا إلا في بعض الأحيان فما توجيهكم لي بارك الله فيكم ؟
الجواب:
سجود السهو يجوز قبل السلام وبعد السلام ولكن الأفضل إن كان السجود عن نقص فإنه يكون قبل السلام لأنه جبران للصلاة وإن كان عن زيادة في الصلاة سهوًا فالأفضل أن يكون بعد السلام لأنه ترغيم للشيطان كما قال النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -
••••
🌏 Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/15707
@ukhwh
.:
🚇 SUJUD SAHWI : SEBAB, TATACARA & TANYA JAWAB SEPUTAR SUJUD SAHWI
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Yahya Mu'adz hafidzahullah
📆 Kajian Kitab Fiqih Muyassar | Kamis Tanggal 16,23,30 Rajab 1438 H / 13,20,27 April 2017 M di Masjid Ma'had Dzunnurain, Limo-Depok
📶 Bagian 1 Durasi 41:18 (7,1 MB)
📶 Bagian 2 Durasi 39:51 (6,9 MB)
📶 Bagian 3 Durasi 34:53 (6,0 MB)
📶 Bagian 4 Durasi 27:43 (4,8 MB)
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 Channel: t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
🚇 SUJUD SAHWI : SEBAB, TATACARA & TANYA JAWAB SEPUTAR SUJUD SAHWI
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Yahya Mu'adz hafidzahullah
📆 Kajian Kitab Fiqih Muyassar | Kamis Tanggal 16,23,30 Rajab 1438 H / 13,20,27 April 2017 M di Masjid Ma'had Dzunnurain, Limo-Depok
📶 Bagian 1 Durasi 41:18 (7,1 MB)
📶 Bagian 2 Durasi 39:51 (6,9 MB)
📶 Bagian 3 Durasi 34:53 (6,0 MB)
📶 Bagian 4 Durasi 27:43 (4,8 MB)
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 Channel: t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇PENGINGAT SHAUM SUNNAH
Pekan spesial untuk berpuasa sunnah di bulan AlMuharram:
1⃣ Kamis, 8 AlMuharram/28 September (Puasa sunnah Kamis) hari diangkatnya amalan
2⃣ Jum'at, 9 AlMuharram/29 September (hari Tasu'a)
3⃣ Sabtu, 10 AlMuharram/ 30 September (hari 'Asyuro) Pahala puasanya menghapus dosa setahun
4⃣ Ahad, 11 AlMuharram/1 Oktober (puasa sehari setelah 'Asyuro)
5⃣ Senin, 12 AlMuharram/ 2 Oktober (Puasa sunnah Senin)
6⃣ Selasa, 13 AlMuharram/3 Oktober (Puasa sunnah hari pertama Ayyaamul bidh)
7⃣ Rabu, 14 AlMuharram/4 Oktober (Puasa sunnah hari kedua Ayyaamul bidh)
8⃣ Kamis, 15 AlMuharram/5 Oktober (Puasa sunnah hari ketiga Ayyaamul bidh)
____________
◾️تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
“Dihadapkan amalan-amalan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang shaum” (HR. Tirmidzi no. 747)
◾️أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah bulan Allah yakni AlMuharram, dan shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR.Muslim No.1163)
◾️ كَانَ رَسُولُ اللَّهﷺ يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ
“Rasulullah ﷺ biasa memerintahkan kami agar berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Dawud no. 2449, An-Nasai no. 2434).
..
🚇PENGINGAT SHAUM SUNNAH
Pekan spesial untuk berpuasa sunnah di bulan AlMuharram:
1⃣ Kamis, 8 AlMuharram/28 September (Puasa sunnah Kamis) hari diangkatnya amalan
2⃣ Jum'at, 9 AlMuharram/29 September (hari Tasu'a)
3⃣ Sabtu, 10 AlMuharram/ 30 September (hari 'Asyuro) Pahala puasanya menghapus dosa setahun
4⃣ Ahad, 11 AlMuharram/1 Oktober (puasa sehari setelah 'Asyuro)
5⃣ Senin, 12 AlMuharram/ 2 Oktober (Puasa sunnah Senin)
6⃣ Selasa, 13 AlMuharram/3 Oktober (Puasa sunnah hari pertama Ayyaamul bidh)
7⃣ Rabu, 14 AlMuharram/4 Oktober (Puasa sunnah hari kedua Ayyaamul bidh)
8⃣ Kamis, 15 AlMuharram/5 Oktober (Puasa sunnah hari ketiga Ayyaamul bidh)
____________
◾️تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
“Dihadapkan amalan-amalan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang shaum” (HR. Tirmidzi no. 747)
◾️أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah bulan Allah yakni AlMuharram, dan shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR.Muslim No.1163)
◾️ كَانَ رَسُولُ اللَّهﷺ يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ
“Rasulullah ﷺ biasa memerintahkan kami agar berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Dawud no. 2449, An-Nasai no. 2434).
..
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
.:
🚇 BAGAIMANA SIKAP ISTERI MENGHADAPI SUAMI YANG SIBUK BEKERJA MENCARI NAFKAH-MA'ISYAH NAMUN MALAS MENCARI ILMU AGAMA?
🎙 Al-Ustadz Abdurrahman Lombok -hafidzahullah-
(1,5 MB) - Durasi [05:38]
| Dauroh Jum'at - Ahad , 2-4 Rajab 1438 H / 31 Maret - 2 April 2017 di Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq (Kompleks Muhajirin Samping Perum DPRD Kebun Cengkeh Ambon)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
🚇 BAGAIMANA SIKAP ISTERI MENGHADAPI SUAMI YANG SIBUK BEKERJA MENCARI NAFKAH-MA'ISYAH NAMUN MALAS MENCARI ILMU AGAMA?
🎙 Al-Ustadz Abdurrahman Lombok -hafidzahullah-
(1,5 MB) - Durasi [05:38]
| Dauroh Jum'at - Ahad , 2-4 Rajab 1438 H / 31 Maret - 2 April 2017 di Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq (Kompleks Muhajirin Samping Perum DPRD Kebun Cengkeh Ambon)
•••
📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 SYI'AH DAN BULAN AL-MUHARRAM
Bulan Muharram adalah salah satu dari asyhurul hurum (bulan haram). Allah subhanahu wa ta’ala memuliakannya dengan tidak bolehnya melakukan pertumpahan darah pada bulan tersebut. Bahkan, pada 10 Muharram, hari Asyura’, Allah subhanahu wa ta’ala menganjurkan berpuasa dengan pahala yang sangat besar.
Bagi kaum Syiah, hari Asyura’ dinilai bersejarah karena bertepatan dengan terbunuhnya al-Husain bin Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhuma dengan penuh kezaliman pada 61 H.
Menurut umat Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah, beliau meninggal sebagai syahid. Oleh sebab itu, beliau dimuliakan. Beliau dan saudaranya, al-Hasan, adalah dua pemuda surga. Ternyata kedudukan yang tinggi harus diperoleh dengan pengorbanan yang besar pula.
Rasulullah ﷺ pernah ditanya,
أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً؟ فَقَالَ: الْأَنِبْيَاءُ ثُمَّالصَّالِحُونَ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُعَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صَلَابَةٌزِيدَ فِي بَلَائِهِ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ خُفِّفَعَنْهُ، وَ يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ حَتَّى يَمْشِيَ عَلَىالْأَرْضِ وَلَيْسَ عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
“Siapakah yang paling berat cobaannya?”
Beliau menjawab, “Para nabi, kemudian orang-orang shaleh, kemudian setelah mereka, dan setelah mereka. Seseorang diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kokoh, ditambah ujiannya. Jika agamanya lembek, diringankan ujiannya. Terus-menerus bala menimpa seorang yang beriman hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak berdosa.” (HR. Ahmad 1/172 dan ini lafadz beliau; at-Tirmidzi dalam Sunan-nya 4/28, “Abwabuz Zuhud” no. 2509 dan beliau mengatakan hadits hasan sahih; ad-Darimi dalam Sunan-nya, “Kitab ar-Raqaiq” 2/320; Ibnu Majah dalam Sunan-nya, “Kitab al-Fitan” 2/1334 no. 4023)
Sungguh, al-Hasan dan al-Husain radhiallahu ‘anhuma menyandang predikat yang mulia dan tinggi. Sebuah kenikmatan bagi keduanya tatkala mendapat ujian serupa dengan yang menimpa Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, yang dibunuh sebagai syahid dengan penuh kezaliman.
Setelah Abdurrahman bin Muljam al-Khariji membunuh Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu, para sahabat Nabi membaiat al-Hasan, putra beliau. Namun, beliau rela melepaskan kepemimpinan itu demi menjaga darah kaum muslimin agar tidak tidak tertumpah dalam perang saudara. Inilah sikap seorang pahlawan agama yang harus kita teladani.
Sikap ini adalah realisasi dari sabda Rasulullah ﷺ tentang beliau,
إِنَّ ابْنِي هَذَا سَيِدٌ وَسَيُصْلِحُ اللهُ بِهِ بَيْنَفِئَتَيْنِ عَظِيمَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Sungguh, putraku ini (cucu beliau, al-Hasan) adalah seorang pemimpin, dan dengan perantaraan dirinya Allah subhanahu wa ta’ala akan mendamaikan dua kelompok besar dari kalangan kaum muslimin.” (HR. al-Bukhari no. 2704, Ahmad 5/49, Abu Dawud, dan an-Nasai 3/107)
Allah subhanahu wa ta’ala telah mengatur perjalanan hidup setiap hamba. Apabila Allah subhanahu wa ta’ala telah memutuskan, pasti akan terjadi. Allah subhanahu wa ta’ala berbuat sekehendak-Nya, tidak terkait dengan kehendak makhluk-Nya sedikit pun. Allah subhanahu wa ta’ala telah memutuskan bahwa akhir kehidupan al-Husain menyedihkan dan memilukan.
Sebuah peristiwa yang tidak kita inginkan terjadi. Akan tetapi, Allah Maha Bijaksana. Semua keputusan-Nya mengandung banyak hikmah. Dia subhanahu wa ta’ala telah menentukan bahwa al-Husain terbunuh dalam sebuah makar.
Terbunuhnya beliau juga menjadi ujian bagi dua kelompok manusia, yaitu yang benar-benar meniti jejak kebenaran dan kelompok yang mengikuti penyimpangan dan penyelewengan.
Setelah al-Hasan meninggal, sebagian penduduk Kufah menulis surat kepada al-Husain. Mereka berjanji memberi pertolongan dan pembelaan apabila al-Husain mau menjadi pemimpin mereka. Al-Husain mengutus putra paman beliau, Muslim bin Aqil bin Abu Thalib, kepada mereka. Ternyata mereka menyelisihi janji-janjinya. Mereka justru membantu dan bergabung dengan orang yang akan membunuh beliau.
Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma, Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, dan selain keduanya telah menasihatin
🚇 SYI'AH DAN BULAN AL-MUHARRAM
Bulan Muharram adalah salah satu dari asyhurul hurum (bulan haram). Allah subhanahu wa ta’ala memuliakannya dengan tidak bolehnya melakukan pertumpahan darah pada bulan tersebut. Bahkan, pada 10 Muharram, hari Asyura’, Allah subhanahu wa ta’ala menganjurkan berpuasa dengan pahala yang sangat besar.
Bagi kaum Syiah, hari Asyura’ dinilai bersejarah karena bertepatan dengan terbunuhnya al-Husain bin Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhuma dengan penuh kezaliman pada 61 H.
Menurut umat Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah, beliau meninggal sebagai syahid. Oleh sebab itu, beliau dimuliakan. Beliau dan saudaranya, al-Hasan, adalah dua pemuda surga. Ternyata kedudukan yang tinggi harus diperoleh dengan pengorbanan yang besar pula.
Rasulullah ﷺ pernah ditanya,
أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً؟ فَقَالَ: الْأَنِبْيَاءُ ثُمَّالصَّالِحُونَ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُعَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صَلَابَةٌزِيدَ فِي بَلَائِهِ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ خُفِّفَعَنْهُ، وَ يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ حَتَّى يَمْشِيَ عَلَىالْأَرْضِ وَلَيْسَ عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
“Siapakah yang paling berat cobaannya?”
Beliau menjawab, “Para nabi, kemudian orang-orang shaleh, kemudian setelah mereka, dan setelah mereka. Seseorang diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kokoh, ditambah ujiannya. Jika agamanya lembek, diringankan ujiannya. Terus-menerus bala menimpa seorang yang beriman hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak berdosa.” (HR. Ahmad 1/172 dan ini lafadz beliau; at-Tirmidzi dalam Sunan-nya 4/28, “Abwabuz Zuhud” no. 2509 dan beliau mengatakan hadits hasan sahih; ad-Darimi dalam Sunan-nya, “Kitab ar-Raqaiq” 2/320; Ibnu Majah dalam Sunan-nya, “Kitab al-Fitan” 2/1334 no. 4023)
Sungguh, al-Hasan dan al-Husain radhiallahu ‘anhuma menyandang predikat yang mulia dan tinggi. Sebuah kenikmatan bagi keduanya tatkala mendapat ujian serupa dengan yang menimpa Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, yang dibunuh sebagai syahid dengan penuh kezaliman.
Setelah Abdurrahman bin Muljam al-Khariji membunuh Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu, para sahabat Nabi membaiat al-Hasan, putra beliau. Namun, beliau rela melepaskan kepemimpinan itu demi menjaga darah kaum muslimin agar tidak tidak tertumpah dalam perang saudara. Inilah sikap seorang pahlawan agama yang harus kita teladani.
Sikap ini adalah realisasi dari sabda Rasulullah ﷺ tentang beliau,
إِنَّ ابْنِي هَذَا سَيِدٌ وَسَيُصْلِحُ اللهُ بِهِ بَيْنَفِئَتَيْنِ عَظِيمَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Sungguh, putraku ini (cucu beliau, al-Hasan) adalah seorang pemimpin, dan dengan perantaraan dirinya Allah subhanahu wa ta’ala akan mendamaikan dua kelompok besar dari kalangan kaum muslimin.” (HR. al-Bukhari no. 2704, Ahmad 5/49, Abu Dawud, dan an-Nasai 3/107)
Allah subhanahu wa ta’ala telah mengatur perjalanan hidup setiap hamba. Apabila Allah subhanahu wa ta’ala telah memutuskan, pasti akan terjadi. Allah subhanahu wa ta’ala berbuat sekehendak-Nya, tidak terkait dengan kehendak makhluk-Nya sedikit pun. Allah subhanahu wa ta’ala telah memutuskan bahwa akhir kehidupan al-Husain menyedihkan dan memilukan.
Sebuah peristiwa yang tidak kita inginkan terjadi. Akan tetapi, Allah Maha Bijaksana. Semua keputusan-Nya mengandung banyak hikmah. Dia subhanahu wa ta’ala telah menentukan bahwa al-Husain terbunuh dalam sebuah makar.
Terbunuhnya beliau juga menjadi ujian bagi dua kelompok manusia, yaitu yang benar-benar meniti jejak kebenaran dan kelompok yang mengikuti penyimpangan dan penyelewengan.
Setelah al-Hasan meninggal, sebagian penduduk Kufah menulis surat kepada al-Husain. Mereka berjanji memberi pertolongan dan pembelaan apabila al-Husain mau menjadi pemimpin mereka. Al-Husain mengutus putra paman beliau, Muslim bin Aqil bin Abu Thalib, kepada mereka. Ternyata mereka menyelisihi janji-janjinya. Mereka justru membantu dan bergabung dengan orang yang akan membunuh beliau.
Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma, Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, dan selain keduanya telah menasihatin