ya agar tidak berangkat menuju mereka dan agar tidak menerima apa pun. Akan tetapi, terjadilah apa yang terjadi. Semuanya telah ada dalam ketentuan dan keputusan Ilahi yang tidak mungkin berubah.
Beliau sendiri menyaksikan makar di balik itu semua. Beliau meminta di hadapan mereka yang sudah bersiap membunuhnya agar membiarkan beliau kembali, bergabung dengan bala tentara yang berjaga di perbatasan atau bergabung dengan putra pamannya, Yazid.
Mereka menolak permintaan beliau dan tetap memeranginya. Beliau memberikan perlawanan bersama orang yang menyertainya sampai akhirnya terbunuh dalam keadaan terzalimi dan syahid.
Kematian beliau memunculkan berbagai bentuk kejelekan yang terjadi di tengah-tengah manusia. Muncul orang-orang bodoh, sesat, dan menyimpang. Mereka menampakkan diri sebagai orang yang cinta kepada keluarga beliau. Mereka menjadikan hari kematian beliau sebagai hari berkabung, bersedih, dan berduka. Pada hari itu, mereka menampakkan syiar-syiar jahiliah: memukul-mukul pipi, menyobek-nyobek kerah baju, dan meratap dengan ratapan kaum jahiliah. (Lihat Majmu’ Fatawa 25/302—307)
📑 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Dengan terbunuhnya al-Husain radhiallahu ‘anhu, setan mengambil kesempatan dengan memunculkan dua jenis kebid’ahan di tengah-tengah manusia, yaitu:
(1) Bid’ah berduka dan meratap pada 10 Muharram dalam bentuk memukul pipi, berteriak histeris, menangis, menjadikan diri kehausan, mengucapkan kalimat-kalimat belasungkawa.
Buntutnya ialah mencela pendahulu yang saleh dan melaknat mereka, menggabungkan orang yang tidak berdosa ke dalam barisan para pendosa. Mereka mencela para pendahulu. Dibacakan pula syair-syair perjalanan hidup al-Husain yang kebanyakannya dusta. Tujuan orang yang menghidupkan bid’ah ini adalah membuka pintu fitnah dan memecah belah umat.
Semua ini tidak dianjurkan, apalagi diwajibkan, menurut kesepakatan kaum muslimin. Mengadakan acara hari berduka dan meratapi musibah yang telah lampau termasuk keharaman yang paling besar.
(2) (Jenis bid’ah yang dimunculkan oleh setan adalah) bid’ah bersenang-senang dan bergembira.”
(Lihat Minhajus Sunnah 2/322—323)
••••
Selengkapnya baca di : www.asysyariah.com/syiah-dan-tanah-karbala/
Beliau sendiri menyaksikan makar di balik itu semua. Beliau meminta di hadapan mereka yang sudah bersiap membunuhnya agar membiarkan beliau kembali, bergabung dengan bala tentara yang berjaga di perbatasan atau bergabung dengan putra pamannya, Yazid.
Mereka menolak permintaan beliau dan tetap memeranginya. Beliau memberikan perlawanan bersama orang yang menyertainya sampai akhirnya terbunuh dalam keadaan terzalimi dan syahid.
Kematian beliau memunculkan berbagai bentuk kejelekan yang terjadi di tengah-tengah manusia. Muncul orang-orang bodoh, sesat, dan menyimpang. Mereka menampakkan diri sebagai orang yang cinta kepada keluarga beliau. Mereka menjadikan hari kematian beliau sebagai hari berkabung, bersedih, dan berduka. Pada hari itu, mereka menampakkan syiar-syiar jahiliah: memukul-mukul pipi, menyobek-nyobek kerah baju, dan meratap dengan ratapan kaum jahiliah. (Lihat Majmu’ Fatawa 25/302—307)
📑 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Dengan terbunuhnya al-Husain radhiallahu ‘anhu, setan mengambil kesempatan dengan memunculkan dua jenis kebid’ahan di tengah-tengah manusia, yaitu:
(1) Bid’ah berduka dan meratap pada 10 Muharram dalam bentuk memukul pipi, berteriak histeris, menangis, menjadikan diri kehausan, mengucapkan kalimat-kalimat belasungkawa.
Buntutnya ialah mencela pendahulu yang saleh dan melaknat mereka, menggabungkan orang yang tidak berdosa ke dalam barisan para pendosa. Mereka mencela para pendahulu. Dibacakan pula syair-syair perjalanan hidup al-Husain yang kebanyakannya dusta. Tujuan orang yang menghidupkan bid’ah ini adalah membuka pintu fitnah dan memecah belah umat.
Semua ini tidak dianjurkan, apalagi diwajibkan, menurut kesepakatan kaum muslimin. Mengadakan acara hari berduka dan meratapi musibah yang telah lampau termasuk keharaman yang paling besar.
(2) (Jenis bid’ah yang dimunculkan oleh setan adalah) bid’ah bersenang-senang dan bergembira.”
(Lihat Minhajus Sunnah 2/322—323)
••••
Selengkapnya baca di : www.asysyariah.com/syiah-dan-tanah-karbala/
::
🚇 BANTAHAN ATAS KEMUNGKARAN SYI'AH DI HARI ASYURA’ (10 ALMUHARRAM)
Para pembaca rahimakumullah, sebagai seorang muslim tentu kita juga sangat bersedih dengan peristiwa tragis nan menyayat hati yang menimpa cucu Rasulullah ﷺ itu.
Namun, Islam melarang pemeluknya yang tertimpa musibah untuk berucap atau berbuat sesuatu yang menunjukkan ketidak-ridhaan kepada keputusan Allah subhanahu wa ta’ala, seperti merobek baju, menampar pipi, menjambak rambut, menangis histeris, apalagi menyayat kepala dan dahi seperti yang dilakukan sebagian orang-orang syi’ah.
As Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menyebutkan bahwa apa yang dilakukan syi’ah adalah “bid’ah menjijikkan”, sebagiannya terkandung padanya kesyirikan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah ﷺ.
Bahkan anggapan mereka bahwa bayi yang lahir pada bulan Muharram akan memiliki perangai yang buruk itu adalah thiyarah yang termasuk bentuk kesyirikan seperti hadits Nabi ﷺ: “Thiyarah adalah kesyirikan” (HR. Abu Dawud dan An Nasa’i).
Ibnu Taimiyah menyebutkan hal yang senada dalam Majmu’ Fatawa Li Ibni Taymiyah (25/307) dan al Fatawa al Kubra (2/299) : bahwa hal tersebut adalah syiar (ciri/simbol) kaum jahiliyah.
Rasulullah ﷺ bersabda: ”Bukan dari golongan kami barang siapa yang menampar pipi, merobek baju, atau meratap dengan ratapan jahiliyah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abdullah bin Mas’ud )
Lebih dari itu, bagi wanita yang meratapi mayit dan meninggal dalam keadaan belum bertaubat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan pakaian dari tembaga yang meleleh, sebagaimana dijelaskan Rasulullah ﷺ dalam haditsnya yang diriwayatkan Al-Imam Muslim dari Abu Malik Al-Asy’ari.
Terlebih, dalam hal ini mereka menghidupkan kembali kedukaan yang telah lama berlalu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan dalam Minhajus Sunnah:
“Menghidupkan kembali kedukaan dan ratapan tangis untuk musibah yang telah lama berlalu termasuk hal yang besar keharamannya di sisi Allah subhanahu wa ta’aladan Rasul-Nya”.
Drama berkabung mereka dengan menampilkan kaum laki-laki yang menyerupai wanita itu adalah suatu yang diharamkan sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu, “Rasulullah ﷺ melaknat lelaki yang berpakaian seperti model pakaian wanita dan (melaknat) wanita yang berpakaian seperti lelaki.” (HR. Abu Dawud no. 4098, Ahmad 2/325)
Begitu juga terkait dengan makanan-makanan yang disuguhkan pada acara tersebut yang sengaja dibuat tidak enak, ini merupakan tindakan yang sia-sia belaka dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ ketika meninggal orang-orang besar di sisi beliau seperti Hamzah bin Abdil Muthalib radhiyallahu anhu atau yang lainnya.
Adapun istigasah yang mereka lakukaan hari itu, dengan berdo’a kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala, menganggap imam-imam mereka mengetahui perkara gaib, tanpa diragukan lagi bahwasanya hal itu adalah syirik besar berdasarkan kesepakatan ulama’ yang dinukilkan oleh syaikh Bin Baz rahimahullah.
Sungguh aneh apa yang mereka lakukan itu, begitu berkabungnya mereka atas terbunuhnya Husain bin Ali radhiyallahu anhu sehingga melakukan hal-hal yang sangat berlebihan itu bahkan beberapanya sampai pada kesyirikan.
Padahal kita tahu telah terbunuh juga seseorang yang lebih utama dari Husain, yaitu ayahnya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu dan sebelumnya juga telah terbunuh Umar bin al Khattab dan Utsman bin Affan radhiyallahu anhuma, akan tetapi syi’ah tidak menjadikan waktu terbunuhnya Ali, Utsman dan Umar radhiyallahu anhum sebagai hari berkabung. Tidaklah ini menunjukkan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah hiasan tipu daya setan kepada mereka untuk menampakkan permusuhan dan kebencian terhadap kaum muslimin.
Maka sekarang kita telah mengetahui bahwa apa yang dilakukan orang-orang syi’ah tersebut bukan hanya tidak ada dasarnya dalam Islam, bahkan ia bertolak belakang dengan ajaran Islam.
🚇 BANTAHAN ATAS KEMUNGKARAN SYI'AH DI HARI ASYURA’ (10 ALMUHARRAM)
Para pembaca rahimakumullah, sebagai seorang muslim tentu kita juga sangat bersedih dengan peristiwa tragis nan menyayat hati yang menimpa cucu Rasulullah ﷺ itu.
Namun, Islam melarang pemeluknya yang tertimpa musibah untuk berucap atau berbuat sesuatu yang menunjukkan ketidak-ridhaan kepada keputusan Allah subhanahu wa ta’ala, seperti merobek baju, menampar pipi, menjambak rambut, menangis histeris, apalagi menyayat kepala dan dahi seperti yang dilakukan sebagian orang-orang syi’ah.
As Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menyebutkan bahwa apa yang dilakukan syi’ah adalah “bid’ah menjijikkan”, sebagiannya terkandung padanya kesyirikan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah ﷺ.
Bahkan anggapan mereka bahwa bayi yang lahir pada bulan Muharram akan memiliki perangai yang buruk itu adalah thiyarah yang termasuk bentuk kesyirikan seperti hadits Nabi ﷺ: “Thiyarah adalah kesyirikan” (HR. Abu Dawud dan An Nasa’i).
Ibnu Taimiyah menyebutkan hal yang senada dalam Majmu’ Fatawa Li Ibni Taymiyah (25/307) dan al Fatawa al Kubra (2/299) : bahwa hal tersebut adalah syiar (ciri/simbol) kaum jahiliyah.
Rasulullah ﷺ bersabda: ”Bukan dari golongan kami barang siapa yang menampar pipi, merobek baju, atau meratap dengan ratapan jahiliyah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abdullah bin Mas’ud )
Lebih dari itu, bagi wanita yang meratapi mayit dan meninggal dalam keadaan belum bertaubat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan pakaian dari tembaga yang meleleh, sebagaimana dijelaskan Rasulullah ﷺ dalam haditsnya yang diriwayatkan Al-Imam Muslim dari Abu Malik Al-Asy’ari.
Terlebih, dalam hal ini mereka menghidupkan kembali kedukaan yang telah lama berlalu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan dalam Minhajus Sunnah:
“Menghidupkan kembali kedukaan dan ratapan tangis untuk musibah yang telah lama berlalu termasuk hal yang besar keharamannya di sisi Allah subhanahu wa ta’aladan Rasul-Nya”.
Drama berkabung mereka dengan menampilkan kaum laki-laki yang menyerupai wanita itu adalah suatu yang diharamkan sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu, “Rasulullah ﷺ melaknat lelaki yang berpakaian seperti model pakaian wanita dan (melaknat) wanita yang berpakaian seperti lelaki.” (HR. Abu Dawud no. 4098, Ahmad 2/325)
Begitu juga terkait dengan makanan-makanan yang disuguhkan pada acara tersebut yang sengaja dibuat tidak enak, ini merupakan tindakan yang sia-sia belaka dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ ketika meninggal orang-orang besar di sisi beliau seperti Hamzah bin Abdil Muthalib radhiyallahu anhu atau yang lainnya.
Adapun istigasah yang mereka lakukaan hari itu, dengan berdo’a kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala, menganggap imam-imam mereka mengetahui perkara gaib, tanpa diragukan lagi bahwasanya hal itu adalah syirik besar berdasarkan kesepakatan ulama’ yang dinukilkan oleh syaikh Bin Baz rahimahullah.
Sungguh aneh apa yang mereka lakukan itu, begitu berkabungnya mereka atas terbunuhnya Husain bin Ali radhiyallahu anhu sehingga melakukan hal-hal yang sangat berlebihan itu bahkan beberapanya sampai pada kesyirikan.
Padahal kita tahu telah terbunuh juga seseorang yang lebih utama dari Husain, yaitu ayahnya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu dan sebelumnya juga telah terbunuh Umar bin al Khattab dan Utsman bin Affan radhiyallahu anhuma, akan tetapi syi’ah tidak menjadikan waktu terbunuhnya Ali, Utsman dan Umar radhiyallahu anhum sebagai hari berkabung. Tidaklah ini menunjukkan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah hiasan tipu daya setan kepada mereka untuk menampakkan permusuhan dan kebencian terhadap kaum muslimin.
Maka sekarang kita telah mengetahui bahwa apa yang dilakukan orang-orang syi’ah tersebut bukan hanya tidak ada dasarnya dalam Islam, bahkan ia bertolak belakang dengan ajaran Islam.
Para pembaca yang budiman, peringatan 10 Muharram oleh orang-orang syi’ah, untuk mengenang terbunuhnya sahabat Husein radhiyallahu anhu tidak hanya diadakan di Iran saja, tetapi juga di negara-negara lainnya, seperti India, Pakistan, Lebanon, dan juga Indonesia, hanya saja tata caranya berbeda.
Bagaimanapun tata caranya, tetap saja rutinitas tersebut merupakan perkara bid’ah yang tidak pernah ada contohnya dari Nabi ﷺ dan para sahabatnya. Karena tujuan mereka melakukan hal itu untuk menarik dan memikat hati kaum muslimin agar tertarik dan membela aqidah sesat mereka.
wallahu a’lam.
••••
Baca selengkapnya di mahad-assalafy.com/bantahan-kemungkaran-syiah-hari-asyura/
Bagaimanapun tata caranya, tetap saja rutinitas tersebut merupakan perkara bid’ah yang tidak pernah ada contohnya dari Nabi ﷺ dan para sahabatnya. Karena tujuan mereka melakukan hal itu untuk menarik dan memikat hati kaum muslimin agar tertarik dan membela aqidah sesat mereka.
wallahu a’lam.
••••
Baca selengkapnya di mahad-assalafy.com/bantahan-kemungkaran-syiah-hari-asyura/
::
🚇 KILAS BALIK FAKTA SEJARAH KEKEJAMAN PKI DI INDONESIA
🎙Bersama :
Abu Jihad Mujahid Robi' حفظه الله
📆 Audio Dengar Bareng (Debar) Kekejaman PKI | Ahad, 11 AlMuharram 1439 H/ 01 Oktober 2017 M
📊 Bagian 1 Durasi 21:09 [4,9 MB]
📊 Bagian 2 Durasi 28:32 [6,6 MB]
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
🚇 KILAS BALIK FAKTA SEJARAH KEKEJAMAN PKI DI INDONESIA
🎙Bersama :
Abu Jihad Mujahid Robi' حفظه الله
📆 Audio Dengar Bareng (Debar) Kekejaman PKI | Ahad, 11 AlMuharram 1439 H/ 01 Oktober 2017 M
📊 Bagian 1 Durasi 21:09 [4,9 MB]
📊 Bagian 2 Durasi 28:32 [6,6 MB]
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇HUKUM MEMBACA SYAHADAT SEBELUM TIDUR
Asy-Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Sebagian orang sebelum tidur bertasyahhud dengan mengucapkan: Asyhaduallaa ilaaha illallaah wa anna Muhammadar Rasulullah, dengan alasan seandainya dia mati, maka dia akan mati di atas syahadat. Apakah amalan ini disyariatkan?
Jawaban:
Amalan ini tidak ada dalilnya. Amalan yang diriwayatkan ketika hendak tidur adalah membaca ayat kursi.
Karena dengan membacanya Allah تعالى akan menjaga orang yang tidur dan mengusir syaithan darinya. Inilah amalan yang disebutkan dalam riwayat yang shahih.
🌏http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/16301
ــــــــــــــــــــــــــــ
السؤال: بعض الناس وقبل نومه يقوم بالتشُّهد بقول: أشهد أن لا إله إلا الله وأنَّ محمدًا رسول الله، بحجَّة أنه لو مات، فإنه يموت على الشهادة، هل هذا الفعل مشروع؟
الجواب: هذا لا دليل عليه، الذي ورد عند النوم قراءة آية الكرسي، لأن الله يحفظ بها النائم، ويطرد عنه الشيطان، هذا الذي ورد في الصحيح.
🚇 MENGAPA MASIH TERJADI RASA WAS-WAS KETIKA TIDUR PADAHAL SUDAH MEMBACA AYAT KURSI?
Asy-Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Terkadang saya membaca Ayat Kursi dengan meyakini kandungan dan keutamaannya, namun kemudian masih terjadi was-was dari syaithan dalam tidurku?
Jawaban:
Was-was (yang seperti_ed) ini bukan dari syaithan akan tetapi sekedar bisikan jiwa. Was-was ini bukan dari syaithan namun semacam mimpi kosong karena memikirkan sesuatu.
Jadi, was-was ini bukan dari syaithan.
🌏http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/16308
ــــــــــــــــــــــــــــ
السؤال: أحيانًا أقرأ آية الكرسي مُعتقدًا لها، ثم يحصلُ في نومي وسواس من الشيطان ؟
الجواب: ما هو من الشيطان حديث نفس هذا ما هو من الشيطان، أضغاثُ أحلام، تفكير ما هو من الشيطان هذا .
Sumber :
http://t.me/ukhwh
🚇HUKUM MEMBACA SYAHADAT SEBELUM TIDUR
Asy-Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Sebagian orang sebelum tidur bertasyahhud dengan mengucapkan: Asyhaduallaa ilaaha illallaah wa anna Muhammadar Rasulullah, dengan alasan seandainya dia mati, maka dia akan mati di atas syahadat. Apakah amalan ini disyariatkan?
Jawaban:
Amalan ini tidak ada dalilnya. Amalan yang diriwayatkan ketika hendak tidur adalah membaca ayat kursi.
Karena dengan membacanya Allah تعالى akan menjaga orang yang tidur dan mengusir syaithan darinya. Inilah amalan yang disebutkan dalam riwayat yang shahih.
🌏http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/16301
ــــــــــــــــــــــــــــ
السؤال: بعض الناس وقبل نومه يقوم بالتشُّهد بقول: أشهد أن لا إله إلا الله وأنَّ محمدًا رسول الله، بحجَّة أنه لو مات، فإنه يموت على الشهادة، هل هذا الفعل مشروع؟
الجواب: هذا لا دليل عليه، الذي ورد عند النوم قراءة آية الكرسي، لأن الله يحفظ بها النائم، ويطرد عنه الشيطان، هذا الذي ورد في الصحيح.
🚇 MENGAPA MASIH TERJADI RASA WAS-WAS KETIKA TIDUR PADAHAL SUDAH MEMBACA AYAT KURSI?
Asy-Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Terkadang saya membaca Ayat Kursi dengan meyakini kandungan dan keutamaannya, namun kemudian masih terjadi was-was dari syaithan dalam tidurku?
Jawaban:
Was-was (yang seperti_ed) ini bukan dari syaithan akan tetapi sekedar bisikan jiwa. Was-was ini bukan dari syaithan namun semacam mimpi kosong karena memikirkan sesuatu.
Jadi, was-was ini bukan dari syaithan.
🌏http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/16308
ــــــــــــــــــــــــــــ
السؤال: أحيانًا أقرأ آية الكرسي مُعتقدًا لها، ثم يحصلُ في نومي وسواس من الشيطان ؟
الجواب: ما هو من الشيطان حديث نفس هذا ما هو من الشيطان، أضغاثُ أحلام، تفكير ما هو من الشيطان هذا .
Sumber :
http://t.me/ukhwh
::
🚇 WAJIBNYA MENJAGA LISAN, TERKHUSUS DI MASA FITNAH
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
الهدوء في مواقع الفتن خير من التمادي، والسكوت خير من النطق، وكل ما كان الإنسان أحفظ للسانه كان أسلم لدينه.
"Sikap TENANG di masa-masa fitnah (kekacauan) lebih baik dibandingkan ikut nimbrung, dan diam lebih baik dibandingkan bicara, dan seseorang semakin menjaga lisannya maka hal itu akan lebih membawa keselamatan bagi agamanya."
📚 Ma’a Rijalis Hisbah, hlm. 39
🌍 Sumber :
https://twitter.com/ak0555550/status/908159658577231873
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia | Channel Telegram http://telegram.me/forumsalafy
🚇 WAJIBNYA MENJAGA LISAN, TERKHUSUS DI MASA FITNAH
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
الهدوء في مواقع الفتن خير من التمادي، والسكوت خير من النطق، وكل ما كان الإنسان أحفظ للسانه كان أسلم لدينه.
"Sikap TENANG di masa-masa fitnah (kekacauan) lebih baik dibandingkan ikut nimbrung, dan diam lebih baik dibandingkan bicara, dan seseorang semakin menjaga lisannya maka hal itu akan lebih membawa keselamatan bagi agamanya."
📚 Ma’a Rijalis Hisbah, hlm. 39
🌍 Sumber :
https://twitter.com/ak0555550/status/908159658577231873
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia | Channel Telegram http://telegram.me/forumsalafy
Twitter
اختيارات ابن عثيمين
قال #ابن_عثيمين الهدوء في مواقع الفتن خير من التمادي،والسكوت خير من النطق..وكل ماكان الإنسان أحفظ للسانه كان أسلم لدينه. (مع رجال الحسبة٣٩)
::
🚇 URGENSI MENJAGA LISAN
❐ قَـال ابن ُسَعدي رحمَه الله :
” فَـإن ّحفْـظ اللّسان عَليه المَدار وهُـو ملَاك أَمر العَبد فَمتَى ملك العبد لسَانه
مَلك جَميع أعضَـائِـه ”.
📚 بهجة قلوب الأبرار ٢١٥📚
Berkata Imam Ibnus Sa'dy rohimahullah :
"Sesungguhnya menjaga lisan merupakan poros kebaikan perkara seorang hamba. Kapan saja seorang hamba bisa menjaga lisannya, maka dia pun akan bisa menjaga seluruh anggota badannya."
📚Bahjatu Quluubil Abraar 215
•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
🚇 SYAIR INDAH TUK JAGA LISAN KITA
يموت الفتى من عثرة بلسانه
"Karena tergelincir lidah, seseorang dapat menjadi binasa..."
وليس يموت المرء من عثرة لرجل
"Dan seseorang tak akan binasa karena tergelincir kakinya..."
فعثرته بلسانه تذهب رأسه
"Akibat salah bicara dapat menyebabkan kepala tiada (kebinasaan).."
وعثرته برجله تبرأ على مهل
"Sedangkan tergelincirnya kaki lambat laun akan sembuh.."
••••
Sumber:
Channel @KajianIslamTemanggung
🚇 URGENSI MENJAGA LISAN
❐ قَـال ابن ُسَعدي رحمَه الله :
” فَـإن ّحفْـظ اللّسان عَليه المَدار وهُـو ملَاك أَمر العَبد فَمتَى ملك العبد لسَانه
مَلك جَميع أعضَـائِـه ”.
📚 بهجة قلوب الأبرار ٢١٥📚
Berkata Imam Ibnus Sa'dy rohimahullah :
"Sesungguhnya menjaga lisan merupakan poros kebaikan perkara seorang hamba. Kapan saja seorang hamba bisa menjaga lisannya, maka dia pun akan bisa menjaga seluruh anggota badannya."
📚Bahjatu Quluubil Abraar 215
•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
🚇 SYAIR INDAH TUK JAGA LISAN KITA
يموت الفتى من عثرة بلسانه
"Karena tergelincir lidah, seseorang dapat menjadi binasa..."
وليس يموت المرء من عثرة لرجل
"Dan seseorang tak akan binasa karena tergelincir kakinya..."
فعثرته بلسانه تذهب رأسه
"Akibat salah bicara dapat menyebabkan kepala tiada (kebinasaan).."
وعثرته برجله تبرأ على مهل
"Sedangkan tergelincirnya kaki lambat laun akan sembuh.."
••••
Sumber:
Channel @KajianIslamTemanggung
#Renungan untuk Ahlussunnah
🚇 DIANTARA SEBAB MEMBESARNYA API FITNAH
(Renungan Seorang Ulama Kibar dan Barokah bersama Pembesar Kalian)
Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiriy hafizhahullah berkata:
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﻻ ﻋﺪﻭﺍﻥ ﺇﻻ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻖ ﺍﻟﻤﺒﻴﻦ ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺑﻠﻎ ﺍﻟﺒﻼﻍ ﺍﻟﻤﺒﻴﻦ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ .
ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ :
"Maka sungguh aku merenungi apa yang berjalan dalam fitnah belakangan ini dan apa yang muncul dari efek dan hasilnya terhadap para pemuda dan ikhwan kita yang berpegang teguh dengan manhaj salafus shalih, aku melihat :
🔺Banyaknya "bicara ini dan itu" dari orang-orang yang sedikit perbekalan ilmu dan pengetahuan tentang agama Allah, syariatnya, dan apa yang salaf umat dahulu di atasnya menjadi SEBAB untuk membara dan menguatnya fitnah tersebut.
Terkhusus mayoritas problem-problem tersebut kembalinya kepada internet dan apa yang disebut dan ditulis di dalamnya dari orang-orang yang diisyaratkan kepada mereka ini dengan suatu sifat (tanpa penyebutan nama asli).
Dan sebab terpenting membesarnya fitnah itu adalah: Bersembunyi dibalik nama, julukan, dan kuniyah yang menyembunyikan jatidiri seseorang.
Maka sebagai upaya mengobati permasalahan ini yang kian hari semakin bertambah banyak, cepat, dan meluas daerahnya maka aku menyeru kepada saudara-saudaraku “yang benar-benar jujur” dalam melaksanakan hadits Rasulullah ﷺ:
[ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻓﻠﻴﻘﻞ ﺧﻴﺮﺍً ﺃﻭ ﻟﻴﺼﻤﺖ ]
"Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka ucapkanlah hal yang baik atau diamlah!"
Dan sebagaimana perkataan Ibnu Sirin rahimahullah:
[ ﺇﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺩﻳﻦ ﻓﺎﻧﻈﺮﻭﺍ ﻋﻦ ﻣﻦ ﺗﺄﺧﺬﻭﻥ ﺩﻳﻨﻜﻢ ]
"Sesungguhnya ilmu itu adalah agama maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agamamu."
👆🏻Dan hal tersebut di atas didapatkan dengan menampakkan nama asli bagi seseorang yang ingin ikut serta bergabung dan menulis di forum ini terkhusus forum situs “sahab as-salafiy” untuk kita seluruhnya bergabung dalam meminimalkan dari membesar-besarkan permasalahan dan banyak “bicara ini dan itu”.
Dan dari sela perspektif di awal maka jelas bagi kita beberapa faidah dari bergabung (di dalam forum) dengan menyebut nama asli sebagai berikut:
1. Teliti, perlahan, dan berpikir yang dalam sebelum menulis suatu ucapan dan menyebarkannya.
2. Mengetahui derajat penulis dalam tingkatan ilmu dan manhaj.
3. Tidak berani dan mendahului dari menyebarkan sesuatu sebelum tatsabbut dan memaparkannya kepada orang yang berilmu (ulama).
4. Memahami akibat dan kelanjutannya ketika menulis dengan nama asli.
5. Meminimalkan dari banyak menulis dan menyebarkan (tentang fitnah).
6. Membatasi penulisan dan arahan hanya untuk orang yang berilmu (ulama) dan penuntut ilmu. Dan tidak mengizinkannya untuk segala jenis manusia.
7. Memunculkan Ulama dan posisi mereka yang hakiki dan menampakkan hak serta keahlian mereka dalam hal pengarahan, pengajaran, dan kritikan.
8. Menampilkan manhaj salafi dalam rupa yang indah dan gerak-gerik yang sempurna dalam hal memahami orang-orang, kondisi mereka, dan pribadai-pribadi mereka.
9. Menurunkan hukum-hukum syar’i dalam hak orang-orang yang menyelisihi, menentang, dan membuat kebatilan. Dan mampu untuk tatsabbut dan meminta validitas dalam mengenal wujud dari pribadi-pribadi yang ada. Dan menghilangkan serta menghapusnya dalam keadaan jahaalah (tidak diketahui orangnya), ibhaam (tidak diketahui nama aslinya), dan iyhaam (membuat wahm).
10. Prediksi akan bertambahnya perkataan-perkataan yang ilmiah dan manhaj yang berfaidah. Dan akan berkurang ucapan-ucapan yang kosong (faidah) dan lemah.
11. Mengangkat diri dari metode-metode hizbiyyin dan orang-orang harokah (pergerakan) serta kempok-kelompok rahasia. Dan menyelisihi mereka dalam hal bersembunyi dan menyamar di sebalik gelar dan kuniyah. Yaitu ketika (salafiyyin) menampilkan sifat dan ciri mereka yang sejati.
12. Menampakkan kejelasan dan kejujuran -yang keduanya termasuk ciri Manhaj Salafi- dengan memunculkan nama aslinya.
🚇 DIANTARA SEBAB MEMBESARNYA API FITNAH
(Renungan Seorang Ulama Kibar dan Barokah bersama Pembesar Kalian)
Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiriy hafizhahullah berkata:
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﻻ ﻋﺪﻭﺍﻥ ﺇﻻ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻖ ﺍﻟﻤﺒﻴﻦ ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺑﻠﻎ ﺍﻟﺒﻼﻍ ﺍﻟﻤﺒﻴﻦ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ .
ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ :
"Maka sungguh aku merenungi apa yang berjalan dalam fitnah belakangan ini dan apa yang muncul dari efek dan hasilnya terhadap para pemuda dan ikhwan kita yang berpegang teguh dengan manhaj salafus shalih, aku melihat :
🔺Banyaknya "bicara ini dan itu" dari orang-orang yang sedikit perbekalan ilmu dan pengetahuan tentang agama Allah, syariatnya, dan apa yang salaf umat dahulu di atasnya menjadi SEBAB untuk membara dan menguatnya fitnah tersebut.
Terkhusus mayoritas problem-problem tersebut kembalinya kepada internet dan apa yang disebut dan ditulis di dalamnya dari orang-orang yang diisyaratkan kepada mereka ini dengan suatu sifat (tanpa penyebutan nama asli).
Dan sebab terpenting membesarnya fitnah itu adalah: Bersembunyi dibalik nama, julukan, dan kuniyah yang menyembunyikan jatidiri seseorang.
Maka sebagai upaya mengobati permasalahan ini yang kian hari semakin bertambah banyak, cepat, dan meluas daerahnya maka aku menyeru kepada saudara-saudaraku “yang benar-benar jujur” dalam melaksanakan hadits Rasulullah ﷺ:
[ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻓﻠﻴﻘﻞ ﺧﻴﺮﺍً ﺃﻭ ﻟﻴﺼﻤﺖ ]
"Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka ucapkanlah hal yang baik atau diamlah!"
Dan sebagaimana perkataan Ibnu Sirin rahimahullah:
[ ﺇﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺩﻳﻦ ﻓﺎﻧﻈﺮﻭﺍ ﻋﻦ ﻣﻦ ﺗﺄﺧﺬﻭﻥ ﺩﻳﻨﻜﻢ ]
"Sesungguhnya ilmu itu adalah agama maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agamamu."
👆🏻Dan hal tersebut di atas didapatkan dengan menampakkan nama asli bagi seseorang yang ingin ikut serta bergabung dan menulis di forum ini terkhusus forum situs “sahab as-salafiy” untuk kita seluruhnya bergabung dalam meminimalkan dari membesar-besarkan permasalahan dan banyak “bicara ini dan itu”.
Dan dari sela perspektif di awal maka jelas bagi kita beberapa faidah dari bergabung (di dalam forum) dengan menyebut nama asli sebagai berikut:
1. Teliti, perlahan, dan berpikir yang dalam sebelum menulis suatu ucapan dan menyebarkannya.
2. Mengetahui derajat penulis dalam tingkatan ilmu dan manhaj.
3. Tidak berani dan mendahului dari menyebarkan sesuatu sebelum tatsabbut dan memaparkannya kepada orang yang berilmu (ulama).
4. Memahami akibat dan kelanjutannya ketika menulis dengan nama asli.
5. Meminimalkan dari banyak menulis dan menyebarkan (tentang fitnah).
6. Membatasi penulisan dan arahan hanya untuk orang yang berilmu (ulama) dan penuntut ilmu. Dan tidak mengizinkannya untuk segala jenis manusia.
7. Memunculkan Ulama dan posisi mereka yang hakiki dan menampakkan hak serta keahlian mereka dalam hal pengarahan, pengajaran, dan kritikan.
8. Menampilkan manhaj salafi dalam rupa yang indah dan gerak-gerik yang sempurna dalam hal memahami orang-orang, kondisi mereka, dan pribadai-pribadi mereka.
9. Menurunkan hukum-hukum syar’i dalam hak orang-orang yang menyelisihi, menentang, dan membuat kebatilan. Dan mampu untuk tatsabbut dan meminta validitas dalam mengenal wujud dari pribadi-pribadi yang ada. Dan menghilangkan serta menghapusnya dalam keadaan jahaalah (tidak diketahui orangnya), ibhaam (tidak diketahui nama aslinya), dan iyhaam (membuat wahm).
10. Prediksi akan bertambahnya perkataan-perkataan yang ilmiah dan manhaj yang berfaidah. Dan akan berkurang ucapan-ucapan yang kosong (faidah) dan lemah.
11. Mengangkat diri dari metode-metode hizbiyyin dan orang-orang harokah (pergerakan) serta kempok-kelompok rahasia. Dan menyelisihi mereka dalam hal bersembunyi dan menyamar di sebalik gelar dan kuniyah. Yaitu ketika (salafiyyin) menampilkan sifat dan ciri mereka yang sejati.
12. Menampakkan kejelasan dan kejujuran -yang keduanya termasuk ciri Manhaj Salafi- dengan memunculkan nama aslinya.
Dan yang lainnya dari faidah, hasil, dan buah yang kita dapatkan ketika menampilkan nama asli.
☝🏻Sehingga kita berharap untuk menjadi pelopor dalam melaksanakan sunnah (kebiasaan) yang baik ini di jaringan internet dan dengannya kita mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya.
❗Dan aku ulangi kembali serta aku mengajak para pemuda salafi kita –yang bersemangat menyebar kebaikan, menolak kejelekan, meminimalkan, dan menutup jalan pelaksanaan dan jalan masuknya- untuk:
🔺Mereka menyambut seruan dan tinjauan buah pikiran ini.
🔺Dan hendaknya ia memandang dengan mata akal –yang bersandar kepada syariat yang suci yang membawa kepada seluruh maslahat dan membentengi dari segala mafsadah- kepada tinjauan ini yang akan membedakan dirinya dan dakwahnya serta menampilkan kejujuran dan kejernihan niatnya, keselamatan manhajnya, dan kebaikan tujuannya.
☝🏻Dan kami berharap kepada ikhwah pelaksana (admin) dari situs sahab untuk ikut ambil bagian bersama kami dalam menyampaikan seruan dan tinjauan ini. Dan itu dengan menetapkan ucapan ini di sisi halaman paling atas dalam periode waktu yang cukup bagi para pemuda atau kebanyakan mereka dalam menelaah ucapan tersebut. Dan mereka membuka pintu pendaftaran dengan nama yang asli dan mengubah kuniyah dan gelar.
ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎً ﻛﺜﻴﺮﺍً ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ
ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ .
✍🏻Ditulis oleh:
Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Jabiriy
📖 Dosen Universitas Islam (Madinah) Terdahulu
🗓 Hari Sabtu, 21 Rajab tahun 1423 setelah hijrah Nabi.
••••
📡 Sumber:
https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=26369
Faidah dari Ustadz Abu Yahya Abdullah al Maydaniy | Majmu'ah Salafy Sumatera
☝🏻Sehingga kita berharap untuk menjadi pelopor dalam melaksanakan sunnah (kebiasaan) yang baik ini di jaringan internet dan dengannya kita mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya.
❗Dan aku ulangi kembali serta aku mengajak para pemuda salafi kita –yang bersemangat menyebar kebaikan, menolak kejelekan, meminimalkan, dan menutup jalan pelaksanaan dan jalan masuknya- untuk:
🔺Mereka menyambut seruan dan tinjauan buah pikiran ini.
🔺Dan hendaknya ia memandang dengan mata akal –yang bersandar kepada syariat yang suci yang membawa kepada seluruh maslahat dan membentengi dari segala mafsadah- kepada tinjauan ini yang akan membedakan dirinya dan dakwahnya serta menampilkan kejujuran dan kejernihan niatnya, keselamatan manhajnya, dan kebaikan tujuannya.
☝🏻Dan kami berharap kepada ikhwah pelaksana (admin) dari situs sahab untuk ikut ambil bagian bersama kami dalam menyampaikan seruan dan tinjauan ini. Dan itu dengan menetapkan ucapan ini di sisi halaman paling atas dalam periode waktu yang cukup bagi para pemuda atau kebanyakan mereka dalam menelaah ucapan tersebut. Dan mereka membuka pintu pendaftaran dengan nama yang asli dan mengubah kuniyah dan gelar.
ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎً ﻛﺜﻴﺮﺍً ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ
ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ .
✍🏻Ditulis oleh:
Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Jabiriy
📖 Dosen Universitas Islam (Madinah) Terdahulu
🗓 Hari Sabtu, 21 Rajab tahun 1423 setelah hijrah Nabi.
••••
📡 Sumber:
https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=26369
Faidah dari Ustadz Abu Yahya Abdullah al Maydaniy | Majmu'ah Salafy Sumatera
::
🚇 BANTAHAN SYUBHAT DAKWAH SALAFIYYAH DI INDONESIA DIPIMPIN OLEH LUQMAN BA'ABDUH
✍🏻 Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah
".....Ikhwani fiddin a'azakumullah ini sering terucap dari orang-orang yang lebih mengutamakan perasaan kemudian berfikir di perasaannya;
"Kayaknya nggak benar deh... masak semua (kelompok_ed) salah?... Emang yang benar Salaf tok?"
"Kalau iya mau apa..??"
Ikhwani fiddin a'azakumullah dikira Salaf itu adalah nama, kelompok, organisasi yang dipimpin oleh ustadz fulan. Dikira mereka begitu. Sehingga...
"masak kelompok itu paling benar sendiri, yang lain salah"
Bukan ...!! Salafy nggak ada kelompok-kelompokkan, nggak ada imam-imaman, nggak ada amirul mukminin.
Itu hanya tuduhan hizbiyin .. bahwa ini: "kelompok Salaf ini amirnya adalah fulan..."
Sama dengan surat kaleng, entah sekarang kalengnya elektronik. Dikirimkan lewat WA (whatsapp) ...suara, suara orang jahil, suara orang bodoh! Bahwa dakwah Salafiyah di Indonesia ini dipimpin oleh Luqman Ba'abduh dan Luqman Ba'abduh itu begini dan begitu..
> Yang pernah milih dia siapa?
> Kapan pemilunya?
> Kapan kita musyawarah memilih amirul mukminin?
Ndak ada! Itu tuduhan mereka saja! Siapapun, tidak beliau, tidak saya, tidak siapapun kalau salah, apakah diikuti?
Dulu, amirnya adalah panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Talib. Iya kan? Toh sekarang ditinggal. Apa namanya?
Bukan Hizbiyyah.
Kita lihat kalau salah, ya terpaksa harus ditinggal ... walaupun kita berharap, berharap, berharap untuk kembali ... berdoa, berdoa semoga kembali. Tetapi kalau kenyataannya tidak kembali, mau apa?
Demikian pula terjadi kalau na'udzubillah, terjadi pada saya, pada Ustadz Luqman dan lainnya, akan diperlakukan seperti itu oleh Salafiyyin.
Kenapa?
Karena kita bukan organisasi, bukan partai politik, kita bukan kelompok-kelompokkan walhamdulillahirabil 'aalamin.
Cuma mereka dengan kaca mata bodohnya mereka, dengan kaca mata mereka yang sempit mengira bahwa ini kelompok baru, dengan pemimpin baru, pencetus baru ... padahal ini ikhwani fiddin a'azakumullah sudah ada sejak para shahabat masih hidup.
Anas bin Malik (radhiyallahu 'anhu) menyatakan:
"Akan dibangkitkan seorang dari Salaf. Melihat kalian maka dia tidak akan lagi melihat pada kalian kecuali Shalatnya."
Kecuali shalat ini. Beliau menangis. Sudah menyebutkan "Salaf" ... kalau dibangkitkan dari "Salaf". Demikian pula para ulama setelahnya, setelahnya ...Imam Auzai (rahimahullah) menyatakan:
عليكَ بآثار مَنْ سَلَف
"Hendaklah kalian ikut jejak-jejak Salaf",
وإنْ رفضكَ النَّاس
"walaupun manusia menolakmu.."
Ini bukti kalau dakwah Salaf ini Bukan dagang sapi! Bukan dagang Kue!'
«عليكَ بآثار مَنْ سَلَف، وإنْ رفضكَ النَّاس»
"Hendaklah engkau pegang jejak-jejak Salaf walaupun manusia menolakmu"
"Artinya manusia lari, manusia menjauh, tetap pegang Salaf!? Jangan seperti dagang:"Wah kayaknya ini nggak laku. Kita ganti saja kismisnya dengan wijen supaya laku."
"Oh ternyata ini ngak laku, dikasih keju supaya laku."
Agama nggak demikian.!? Sudah baku dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sudah baku diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Kita hanya menyampaikan. Kalau mereka menerima Alhamdulillah, kalau mereka menolak: 'Alaihi billah - "Atas mereka dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala"
Urusannya: Bainuhu wa baina rabbuh - "Antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala"
Kita hanya menyampaikan.
Baarakallahu fiikum.
•••••
💽 Ditranskrip oleh;
Syabab Majmu'ah Al-Ukhuwah As-Salafiyyah
29 Jumadil Akhir 1437H
Sumber audio:
http://bit.ly/1VckN1z
🌏 http://www.alfawaaid.net/2016/04/video-bantahan-syubhat-dakwah-salafiyah.html
🚇 BANTAHAN SYUBHAT DAKWAH SALAFIYYAH DI INDONESIA DIPIMPIN OLEH LUQMAN BA'ABDUH
✍🏻 Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah
".....Ikhwani fiddin a'azakumullah ini sering terucap dari orang-orang yang lebih mengutamakan perasaan kemudian berfikir di perasaannya;
"Kayaknya nggak benar deh... masak semua (kelompok_ed) salah?... Emang yang benar Salaf tok?"
"Kalau iya mau apa..??"
Ikhwani fiddin a'azakumullah dikira Salaf itu adalah nama, kelompok, organisasi yang dipimpin oleh ustadz fulan. Dikira mereka begitu. Sehingga...
"masak kelompok itu paling benar sendiri, yang lain salah"
Bukan ...!! Salafy nggak ada kelompok-kelompokkan, nggak ada imam-imaman, nggak ada amirul mukminin.
Itu hanya tuduhan hizbiyin .. bahwa ini: "kelompok Salaf ini amirnya adalah fulan..."
Sama dengan surat kaleng, entah sekarang kalengnya elektronik. Dikirimkan lewat WA (whatsapp) ...suara, suara orang jahil, suara orang bodoh! Bahwa dakwah Salafiyah di Indonesia ini dipimpin oleh Luqman Ba'abduh dan Luqman Ba'abduh itu begini dan begitu..
> Yang pernah milih dia siapa?
> Kapan pemilunya?
> Kapan kita musyawarah memilih amirul mukminin?
Ndak ada! Itu tuduhan mereka saja! Siapapun, tidak beliau, tidak saya, tidak siapapun kalau salah, apakah diikuti?
Dulu, amirnya adalah panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Talib. Iya kan? Toh sekarang ditinggal. Apa namanya?
Bukan Hizbiyyah.
Kita lihat kalau salah, ya terpaksa harus ditinggal ... walaupun kita berharap, berharap, berharap untuk kembali ... berdoa, berdoa semoga kembali. Tetapi kalau kenyataannya tidak kembali, mau apa?
Demikian pula terjadi kalau na'udzubillah, terjadi pada saya, pada Ustadz Luqman dan lainnya, akan diperlakukan seperti itu oleh Salafiyyin.
Kenapa?
Karena kita bukan organisasi, bukan partai politik, kita bukan kelompok-kelompokkan walhamdulillahirabil 'aalamin.
Cuma mereka dengan kaca mata bodohnya mereka, dengan kaca mata mereka yang sempit mengira bahwa ini kelompok baru, dengan pemimpin baru, pencetus baru ... padahal ini ikhwani fiddin a'azakumullah sudah ada sejak para shahabat masih hidup.
Anas bin Malik (radhiyallahu 'anhu) menyatakan:
"Akan dibangkitkan seorang dari Salaf. Melihat kalian maka dia tidak akan lagi melihat pada kalian kecuali Shalatnya."
Kecuali shalat ini. Beliau menangis. Sudah menyebutkan "Salaf" ... kalau dibangkitkan dari "Salaf". Demikian pula para ulama setelahnya, setelahnya ...Imam Auzai (rahimahullah) menyatakan:
عليكَ بآثار مَنْ سَلَف
"Hendaklah kalian ikut jejak-jejak Salaf",
وإنْ رفضكَ النَّاس
"walaupun manusia menolakmu.."
Ini bukti kalau dakwah Salaf ini Bukan dagang sapi! Bukan dagang Kue!'
«عليكَ بآثار مَنْ سَلَف، وإنْ رفضكَ النَّاس»
"Hendaklah engkau pegang jejak-jejak Salaf walaupun manusia menolakmu"
"Artinya manusia lari, manusia menjauh, tetap pegang Salaf!? Jangan seperti dagang:"Wah kayaknya ini nggak laku. Kita ganti saja kismisnya dengan wijen supaya laku."
"Oh ternyata ini ngak laku, dikasih keju supaya laku."
Agama nggak demikian.!? Sudah baku dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sudah baku diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Kita hanya menyampaikan. Kalau mereka menerima Alhamdulillah, kalau mereka menolak: 'Alaihi billah - "Atas mereka dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala"
Urusannya: Bainuhu wa baina rabbuh - "Antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala"
Kita hanya menyampaikan.
Baarakallahu fiikum.
•••••
💽 Ditranskrip oleh;
Syabab Majmu'ah Al-Ukhuwah As-Salafiyyah
29 Jumadil Akhir 1437H
Sumber audio:
http://bit.ly/1VckN1z
🌏 http://www.alfawaaid.net/2016/04/video-bantahan-syubhat-dakwah-salafiyah.html